Seungkwan yang baru saja meletakkan barang-barangnya, terkejut mendengar suara dentuman dari arah belakang. Berhasil menahan umpatannya, ia menaikkan alis kanannya melihat Wonwoo dengan muka masam membanting tas miliknya.
“Kenapa lo?
Wonwoo mendecak, “kesel banget gue sama Chan. Sumpah kesel banget.”
“Kenapa? Anaknya ga pernah jail tu gue liat.”
“Kesel!”
“Nginep tempat Mingyu lagi?”
Wonwoo menggeleng, “ga. Tu orang satu lagi. Benci banget gue sama dia.”
“Hate is a strong word, Wonwoo. Yakin benci banget sama mantan lo?” tanya Seungkwan sembari berjalan menghampiri Wonwoo.
Wonwoo hanya mendecak, “nyesel banget gue. Kenapa ya dulu gue mau aja pacaran sama dia?” tanyanya frustasi.
“Kan lo bilang mau coba yang beda? Dan juga lo deket banget dari dulu ama dia. Emangnya Mingyu bukan tipe lo ya?”
Mata musang Wonwoo melirik sekilas ke arang Seungkwan yang memilih duduk di depannya. Ia mendengus, membiarkan pertanyaan sahabatnya menggantung.
“Dia itu ga ada bedanya! Dia itu cuma pura-pura ya, aslinya dia nyebelin! Sepupu yang lo kenal itu bukan sepupu lo yang sebenernya!”
Seungkwan mengernyitkan keningnya “ga paham gue sama omongan lo.” balasnya sambil meletakkan paper bag di depan meja Wonwoo.
“Dia itu iblis pake muka pangeran aja! Hah? Gue ngomong apa? Pangeran? Ew. Dia iblis pake muka manusia.” Lanjut Wonwoo sambil membuka paper bag di depannya, “apaan ini?” tanyanya melihat makanan terbungkus rapi di dalamnya.
“Sarapan buat lo.”
Menaruh tatapan curiga ke arah Seungkwan, Wonwoo memicingkan matanya, “tumben banget. Ada angin apa?”
“Kalo ga mau bilang, gue aja yang makan.”
Melihat tangan Seungkwan sudah terulur untuk meraih paper bag itu, Wonwoo cepat-cepat memeluknya, “enak aja. Lo udah ngasi ke gue ya.”
“Kalian yang dibelakang! Bisa diem bentar ga? Kita mau ngumumin sesuatu.”
Wonwoo dan Seungkwan yang sedang berkutat memperebutkan sarapan, langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Mendapati Dokyeom dan juga Mingyu sedang berdiri di depan kelas.
“Ngapain lo disini? Anak kelas lain ga bole masuk sembarangan!” pekik Wonwoo melihat kehadiran orang yang membuat suasana hatinya semakin kesal.
“Enak aja ngusir Mingyu! Lo aja yang pergi lah!” seru seorang penggemar Mingyu diikuti oleh sorakan para siswi lainnya.
“Ini kelas gue ya?!” balas Wonwoo tidak mau kalah, berdiri sambil berkacak pinggang.
Mingyu mendecak, “lo mending duduk dulu. Jangan buang-buang waktu. Gue cuma mau kasi pengumuman.” balasnya singkat.
Wonwoo mengerutkan keningnya melihat sikap dingin yang Mingyu tujukan. Melihat Wonwoo tidak merespon, namun tetap berdiri dengan tatapan tajam, ia menghela napas pelan,“Gue ngewakilin student rep, minta buat ketua sama wakil ketua kelas kalian buat ngumpulin data siswa yang ikut partisipasi acara festival sekolah bulan depan. Coba ketua kelas disini siapa, bisa angkat tangan?” tanya Mingyu, mengabaikan Wonwo yang sedari tadi menatapnya lekat-lekat.
Wonwoo mengerutkan keningnya, “gue kenapa?”
“Coba sebutin nama lo.”
Sebuah seringaian sinis muncul di wajah Wonwoo, “cepet juga lo lupain nama mantan lo ya.”
Mingyu tidak memberikan komentar, ia hanya membalas tatapan Wonwoo yang terlihat seperti ingin menyulut perkelahian.
“Jeon Wonwoo, nama gue. Udah inget belom?” tanya Wonwoo, masih memancing Mingyu yang hanya memilih mengedikkan bahunya, “lo itu ga penting. Kumpulin data yang gue minta.” balasnya sebelum melenggang pergi.
“Kalian liat kan?! Ga paham gue apa yang kalian liat dari dia? Coba kasi tau gue. Dia itu ga sesempurna yang kalian kira! Mingyu itu nyebelin! Dia itu cuma pura-pura biar keliatan aja kayak pangeran! Ga! Kayak manusia!” Ujar Wonwoo ke arah teman-teman sekelasnya yang masih sibuk menatap ke arah Mingyu seakan terhipnotis. Mengabaikan seringaian puas di wajah Mingyu yang berjalan keluar dari kelas itu.
Tepat saat ia berada di depan pintu, ia berhenti dan berbalik menatap Wonwoo yang masih mengoceh tentang dirinya.
“Gue minta data itu sebelum pulang sekolah. Kalo ketua kelas kalian ga ngumpulin tepat waktu, gue pastiin kelas kalian bakal di diskualifikasi.” celetunya sebelum melanjutkan langkahnya pergi bersama dengan Dokyeom, mengabaikan Wonwoo yang tersulut, mencoba menyakinkan teman-teman sekelasnya betapa menyebalkan dirinya.
“Demen banget ngegoda mantan lo.” Celetuk Dokyeom yang hanya mendapat kikikan dari Mingyu.
“Bagi photo Wonwoo yang lo ambil tadi.” lanjutnya.