Semenjak Tiongkok memberlakukan pembatasan impor sampah plastik ke negaranya pada 2019, negara langganan pengekspor sampah plastik kelimpungan akan nasib sampah plastik yang dihasilkannya. Bahkan, berdasarkan laporan INTERPOL di tahun 2020, terjadi peningkatan di berbagai jenis pelanggaran hukum dalam kegiatan ekspor-impor sampah plastik antarnegara. Masalah sebetulnya pada sampah plastik yang di-ekspor-impor-kan itu ada pada dokumen yang ilegal, beserta potensi pengelolaan sampah plastik ilegal di negara impor. Salah satu pengelolaan sampah plastik ilegal yang sempat tersoroti yaitu di Desa Tropodo, dimana ditemukan dioksin dalam telur ayam dekat dengan pengelolaan sampah.
Permasalahan sampah di dalam negeri, belum tergarap dengan baik secara menyeluruh. Jangan sampai pencemaran lingkungan di negara ini bertambah karena tidak belajar dari apa yang dialami Malaysia, yang menjadi salah satu negara penerima sampah plastik ilegal.
Yuk bantu kami informasikan ini pada lebih banyak orang dengan membagikan info ini lewat tombol-tombol di bawah ;)
Yuk klik tombol "Bagikan" untuk membagikan lewat Facebook. Bagi kamu yang ingin membagikan lewat Twitter, klik tombol "Tweet" (sudah tersedia captionnya otomatis atau bisa kamu bikin ulang lho!). Kamu bisa juga membagikan info ini lewat Instagram dengan klik tombol "Bagikan lewat Instagram" dan gunakan aplikasi tambahan untuk repost ;) Selamat berbagi!