Pada tahun 2017, Sungai Citarum mendadak terekspos karena beredar video sepasang kakak-beradik yang terlihat membersihkan sampah di sungai tersebut.
Di tahun tersebut, bukan pertama kalinya Sungai Citarum terekspos sebagai sungai yang tercemar berat. Kurang lebih, sejak tahun 2008, sudah tercatat ada beberapa upaya untuk membersihkan limbah yang ada di sungai Citarum. Hingga pada tahun 2013, Green Cross Switzerland dan Blacksmith Institute menempatkan sungai Citarum sebagai salah satu tempat paling tercemar di dunia.
Sebagian besar masyarakat masih menjadikan sungai sebagai halaman belakang, yang layak dibiarkan terbengkalai. Terlihat jelas bahwa kebanyakan rumah-rumah yang berdiri di dekat sungai akan cenderung membelakangi sungai.
Karna dilihat sebagai halaman belakang, sampah dan limbah bisa seenaknya dibuang ke sungai. Hingga kita bisa lihat banyak sungai-sungai besar yang tadinya layak minum, kini berubah jadi tempat sampah.
Jika sedikit menengok sejarah, peradaban manusia cenderung dekat dengan sungai sebagai sumber air. Sampai kapanpun, air adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, hingga masuk pada zaman perindustrian dimana limbah mulai mencemari sungai sehingga kini manusia melakukan rekayasa dalam mencari sumber air.
Dari kehidupan sejarah, kita selayaknya memahami bahwa sungai bukanlah halaman belakang bagi kita. Sungai sejatinya ialah sumber kehidupan, dimana kita bisa memperoleh air dan lauk-pauk dari dalamnya.
Yuk sebarkan informasi ini, agar lebih banyak orang yang sadar bahwa sungai tidak selayaknya menjadi halaman belakang! Klik tombol di bawah ini