Tahukah Anda? Skema pengelolaan sampah kita kini akrab disebut dengan skema kumpul-angkut-buang. Keberjalanan skema kumpul-angkut-buang, sayangnya menitikberatkan pengelolaan sampah pada Tempat Pemerosesan Akhir (TPA).
Kebergantungan skema pengelolaan sampah saat ini pada TPA, menyebabkan masalah lainnya, seperti yang pernah terjadi di TPA Leuwigajah Cimahi tahun 2005 lalu. Sampah yang ditumpuk di TPA Leuwigajah bercampur antara sampah organik dengan sampah lainnya, menciptakan suasana (minim oksigen) anaerob. Suatu waktu, gas-gas yang terbentuk dalam suasana minim oksigen, akan mendesak keluar dari celah-celah gundukan sampah.
Desakan tersebut, menghasilkan tekanan yang kuat, hingga pada akhirnya terjadilah tragedi TPA Leuwigajah, dimana sampah menimbun pemukiman sekitarnya. Gas yang terbentuk dalam keadaan anaerob tersebut adalah gas metan.
Perjalanan sampah menuju ke TPA, menurut penelitian Tun dan koleganya (2018) dapat melepaskan emisi Karbon Dioksida. Emisi tersebut bukan berasal dari penggunaan bahan bakar oleh mobil pengangkut, namun berasal dari sampah yang diangkut!
Setelah sampah diangkut, dan ditaruh di TPA, sampah akan menghasilkan apa yang sebelumya kita ketahui, yaitu gas Metan! Jika dilihat, emisi gas Metan lebih banyak dilepaskan daripada emisi Karbon Dioksida. Masih ingatkah kalau dampak emisi gas metan lebih besar 28x dari dampak emisi gas Karbon Dioksida?
Yuk, kita berkontribusi kurangi emisi gas Metan yang berdampak pada pemanasan bumi, dengan mengompos material organik di rumah! Bagikan juga informasi ini ke banyak orang, agar kita bisa ciptakan upaya masif dalam penanggulangan krisis iklim! Klik tombol Bagikan di bawah ini!
Keuntungan mengompos, tidak hanya mengurangi krisis iklim! Secara tidak langsung, kita sudah meringankan beban para petugas pengumpul sampah RW ketika mengambil sampah dari rumah kita! Bagi Anda yang hobi berkebun pun, mengompos dapat mengurangi pengeluaran untuk pupuk tanaman, karena Anda dapat membuatnya sendiri di rumah!
Lebih jauh lagi, mengompos material organik, berarti secara tidak langsung, kita sudah mengurangi muatan sampah yang masuk ke TPA. Bayangkan, jika suatu saat kita semua telah berhasil mengolah material organik di rumah atau di kawasan, secara tidak langsung, kita sudah menyelamatkan banyak tanah dari perluasan TPA secara terus-menerus. Tanah yang terselamatkan dari perluasan TPA, dapat bermanfaat bagi tempat tinggal masyarakat dan pertanian!
Bagikan informasi ini yuk, supaya lebih banyak lagi orang yang tahu dan melakukan pengelolaan material organik! Klik tombol di bawah ini!