Pernahkah Anda membeli makanan yang kemasan cenderung menarik? Atau tergoda coba-coba produk makanan terbaru karena tergoda dengan kemasannya yang menarik? Hati-hati, bisa saja Anda terjebak perangkap visual yang dibuat oleh produsen makanan!
Makanan yang dikemas dengan menarik cenderung memengaruhi konsumen secara emosional. Para pihak pemasaran produk, memanfaatkan respon emosional tersebut, sehingga konsumen dapat membayangkan rasa produk hanya dengan melihat kemasan!
Studi oleh Gunaratne dan koleganya menunjukkan, ketika konsumen dapat membayangkan rasa sebuah makanan dari kemasannya, maka saat itu konsumen akan memutuskan membeli sebuah produk.
Bagikan informasi tersebut melalui kanal Facebook, dengan klik tombol berikut :
Berdasarkan database Food Contact Chemicals yang disusun oleh Groh dan koleganya, sebanyak 12,000 bahan kimia dipakai dalam pembuatan bahan pembungkus makanan. Sebagian besar bahan kimia tersebut, belum pernah diuji toksisitasnya ataupun dampaknya bagi kesehatan manusia.
Kemasan makanan pun mengandung bahan kimia yang tidak secara sengaja ditambahkan atau Non-Intentionally Added Substances (NIAS). Bahan kimia NIAS biasanya merupakan hasil dari reaksi selama proses pengolahan material menjadi kemasan makanan. Dilaporkan dalam studi oleh Jane dan koleganya (2020), bahwa besar kemungkinan bahan kimia NIAS berpindah dari kemasan ke makanan, meski kebanyakan jenisnya masih belum diketahui.
Bagikan informais ini melalui kanal Instagram dengan klik tombol berikut
Plastik merupakan material yang digunakan secara luas dalam pembuatan kemasan. Dalam pembuatannya, plastik elastis diberi bahan kima tambahan berupa plasticizer. Phthalate adalah salah satu jenis plasticizer yang digunakan secara umum.
Dilaporkan pada studi Jane dan koleganya (2020), kemasan makanan adalah sumber terbesar penyebab masuknya phthalate ke dalam tubuh manusia. Hal tersebut diakibatkan oleh terjadinya kontaminasi phthalate dari kemasan ke makanan yang dikemas! Efek samping dari konsumsi phthalate, yaitu terjadinya gangguan hormonal yang dapat menjadi penyebab penyakit berat lainnya.
Ini pertanda bagi industri makanan untuk segera melakukan sesuatu pada kemasan-kemasan tersebut!
Yuk bagikan informasi ini agar para pelaku industri sadar akan bahaya dibalik kemasan-kemasan makanan!