Pemahaman tentang pemilahan sampah, sudah selayaknya dimiliki oleh seluruh anggota keluarga, mengingat sampah rumah tangga berjumlah 36% dari total timbulan sampah yang masuk ke TPA. Agar pengetahuan pemilahan sampah sampai ke sebuah keluarga, sering dilakukan sosialisasi yang ditujukan pada kepala keluarga atau ibu rumah tangga.
Namun, beberapa instansi pendidikan, seperti sekolah, juga memasukan pengetahuan pemilahan sampah, agar anak-anak paham pengelolaan sampah di rumah sejak dini. Beberapa anak, malah terkadang menegur orang tuanya yang salah memilah di rumah!
Di program Zero Waste Cities, selalu ada beragam cerita tentang warga yang melakukan pemilahan sampah. Ada yang sudah bagus sekali ada juga yang sedikit-sedikit masih salah. Terkadang, ada juga cerita, dimana seorang anak sudah paham cara memilah dan pewadahannya, sementara orang tuanya sulit diajak memilah.
Mengetahu hal tersebut, memang sepatutnya pemahaman tentang pemilahan sampah dan alasannya, ditanamkan dahulu pada orang paling tua di rumah. Yah, kalau soal menasehati orang tuanya, anak-anak bisa apa :')
Pengelolaan sampah dari rumah itu penting, sebab kita tidak bisa lagi bergantung pada TPA. Sebelumnya, seorang tokoh pemerintahan dari DLHK Bandung juga sudah mengingatkan bahwa tugas masyarakat itu cukup mudah; memilah sampah di rumah. Oleh karena itu, pemahaman pemilahan mesti ditanamkan terlebih dahulu pada orang dewasa di rumah.
Membagikan informasi ini juga bisa membantu membuka mata para orang dewasa akan pengelolaan sampah dari rumah. Yuk bagikan dengan tombol di bawah ini!