Greenhouse Effect merupakan istilah yang menggambarkan bagaimana Bumi seolah-olah seperti greenhouse atau rumah kaca raksasa, yang mampu melakukan mekanisme penghangatan dengan memanfaatkan gas-gas yang berada di atmosfer. Istilah tersebut tak sepenuhnya memiliki relasi negatif, khususnya berkaitan dengan krisis iklim yang tengah terjadi.
Pada dasarnya, apa yang kita sebut sebagai Greenhouse Gas (GHG), merupakan gas-gas yang secara alami berada di atmosfer, dan bermanfaat dalam menjaga Bumi tetap hangat untuk tetap dapat ditinggali. Diantara berbagai GHG, Karbon Dioksida dan gas Metan merupakan gas yang banyak berperan dalam penghangatan Bumi.
Namun, berbagai aktvitas manusia yang semakin intensif, semenjak adanya Revolusi Industri di tahun 1760, berakibat pada peningkatan konsentrasi GHG di atmosfer. Karbon Dioksida lebih banyak dilepaskan ke udara, semenjak mesin tenaga uap ditemukan. Sementara itu, gas Metan banyak dilepaskan semenjak dilakukannya pembukaan lahan untuk pertanian.
Banyak kegiatan-kegiatan yang secara tidak disadari ternyata menyumbang lebih banyak GHG ke atmosfer. Sebagai contoh, mencampurkan sampah organik, lalu membiarkannya menumpuk. Selain menimbulkan bau tak sedap, upaya tersebut juga melepaskan lebih banyak gas Metan. Sayangnya, praktik tersebut masih lumrah dilakukan, terutama di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dimana pada akhirnya semua sampah ditumpuk di tanah terbuka.
Mengompos merupakan hal kecil yang dapat kita lakukan dengan mudah, dan berdampak besar bagi pengurangan emisi gas Metan ke atmosfer. Membagikan postingan informatif yang kami sediakan di Facebook pun, sangat membantu agar informasi ini tersebar lebih luas lagi! Yuk klik tombol bagikan!
Konsep pengelolaan material dalam gaya hidup Zero Waste dapat menjadi kunci perbaikan krisis iklim. Salah satunya yaitu melalui upaya pengomposan. Mengompos dapat mengurangi gas metan, yang kebertahanannya di atmosfer sebentar, namun efek sampingnya 28x lebih besar daripada Karbon Dioksida.
Pengomposan bisa dimulai dengan pemisahan sampah! Setelah sampah terpisah sesuai jenisnya, tak hanya pengomposan, bahkan sampah lainnya dapat dikelola lagi! Yuk bagikan informasi kami agar lebih banyak orang tahu manfaat besar dari pengelolaan sampah di rumah!