Sebelumnya, Sopyan dari DLHK Bandung telah menyebutkan bahwa 50% komposisi sampah terangkut ke TPA merupakan sampah organik. Ia yakin, jika saja komposisi sampah organik dari masyarakat dapat dikelola di kawasan, maka sampah terangkut ke TPA akan menurun.
PD Kebersihan, sebagai penanggungjawab operasional pengelolaan sampah, telah menyelenggarakan pengangkutan khusus sampah organik. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Setidaknya 20 RW di Kota Bandung sudah merasakan pengangkutan dan pengelolaan organik yang dilakukan oleh PD Kebersihan. Kurang lebih, setiap kawasan menyumbang 1 ton sampah organik per hari.
Sampah organik tersebut kemudian dikelola menggunakan berbagai metode, seperti pengomposan, biodigester, hingga BSF (Black Soldier Fly).
Menurut Gun Gun Saptari, Dirut PD Kebersihan, rencana pengurangan sampah terdapat pada Jakstrada dan Jakstranas. Guna menuju target pengurangan sampah, pengelolaan sampah organik akan mendorong tercapainya tujuan tersebut.
Di samping itu, keadaan saat ini yang masih bergantung pada TPA dalam pengelolaan sampah, mesti secepatnya dikurangi, sebab dampaknya tak baik bagi lingkungan. Sementara pemerintah memperbaiki pengelolaan sampah, yuk memilah agar upaya mereka terbantu!
Dan jangan lupa, sebarkan informasi ini seluas-luasnya dengan klik tombol di bawah!