Sebuah lembaga bernama International Coastal Cleanup setiap tahunnya rutin menggelar acara pembersihan pantai dan audit sampah polusi di pesisir pantai. Di tahun 2017, lembaga tersebut melaporkan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, puntung rokok filter menduduki peringkat pertama kategori sampah terbanyak yang ditemukan.
Diawal tahun 1950, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa zat aktif pada rokok dapat menyebabkan kanker bagi perokok.
Dengan alasan tersebut, perusahaan rokok mulai mencari cara agar produknya tetap dapat terjual. Beberapa perusahaan kemudian menambahkan filter pada rokok yang terbuat dari beragam material. Hingga akhirnya, diketahui bahwa penambahan filter pada rokok, tidak sama sekali menyaring zat adiktif dari rokok.
Bahan utama filter rokok yang dipakai saat ini adalah selulosa asetat. Bahan tersebut, menurut penelitian terbaru, dapat menghambat pertumbuhan tanaman ketika terurai.