Dalam penerapan program Zero Waste Cities, upaya pengurangan sampah dari sumber merupakan hal yang sangat dianjurkan. Salah satu bentuk nyata yang sering dilakukan adalah merencanakan konsumsi minim sampah.
Pada prinsipnya, konsumsi minim sampah adalah memperkecil sedemikian rupa kemungkinan sebuah material dibuang percuma dalam sekali pakai. Oleh sebab itu, tidak aneh lagi jika konsumsi di acara-acara dalam program Zero Waste Cities adalah makanan-makanan tradisional.
Salah satu cerita inspiratif konsumsi minim sampah datang dari Desa Cingcin, Kabupaten Bandung. Di kegiatan sosialisasi warga, dengan inisiatif, warga setempat mengundang penjual bajigur untuk "nongkrong" sebagai upaya mengurangi sampah.
Sebagai tambahan, warga juga memanfaatkan galon untuk sajian air minum bagi tamu sosialisasi! Inspiratif sekali kan?
Penyediaan alat makan pakai ulang di acara-acara program Zero Waste Cities adalah hal yang sangat dianjurkan. Beberapa alat makan yang dipakai biasanya piring kecil, gelas, mangkuk kecil, sendok dan garpu.
Di masa pandemi, dengan kekhawatiran alat makan pakai ulang menjadi media penularan, kita pasti akan berpikir ulang untuk memakai alat makan pakai ulang. Namun, tak perlu cemas.. Sebab, para ahli sudah memastikan bahwa alat makan pakai ulang itu aman! Mencuci bersih peralatan makan yang telah dipakai, adalah salah satu kunci pencegahan dari pandemi!
Yuk yakinkan lebih banyak orang bahwa alat makan pakai ulang itu aman dan juga mampu mengurangi produksi sampah dari sumber! Segera klik tombol di bawah ini ya!