Sekelompok peneliti dari Universitas Catania mempublikasikan temuan mikroplastik dalam sayur dan buah-buahan di bulan Me1 lalu. Dalam publikasi tersebut, buah apel merupakan buah yang paling banyak mengandung mikroplastik.
Temuan tersebut mencengangkan para peneliti, karena awalnya mereka berpikir bahwa mikroplastik tidak mungkin menembus akar untuk bisa masuk ke buah. Namun, nyatanya beberapa jenis sayur lainnya yang juga diteliti secara bersamaan pun memiliki kandungan mikroplastik di dalamnya!
Bagikan informasi ini melalui Facebook dengan klik tombol dibawah ini!
Cemaran plastik bersumber dari sekelumit masalah lainnya, seperti produksi kemasan dan pengelolaan sampah yang belum tepat. Kemasan produk yang berukuran kecil atau sachet, cenderung mudah sekali lepas dari sistem pengelolaan sampah, karena ukurannya.
Berikut juga dengan pengelolaan sampah yang sebagian besar belum dapat mengakomodasi jenis-jenis sampah yang timbul dari kegiatan konsumsi masyarakat luas.
Jika dibiarkan terus, maka kontaminasi pangan oleh plastik, maupun air lindi akibat sampah tercampur, dapat mengganggu ketahanan pangan kita.
Yuk masuk ke Instagram melalui tombol berikut, dan bagikan melalui Instagram Story dari akun-mu!
Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup manusia. Segala hal yang mungkin mengancam keberlanjutan pangan tentu perlu dicegah agar kualitas hidup manusia secara umum tidak menurun.
Desain ulang kemasan produk dan peningkatan sistem pengelolaan sampah merupakan upaya yang dapat berjalan secara simultan untuk mencegah kontaminasi dari sampah yang belum terkelola dengan tepat. Yuk ambil bagian!
Yuk tekan tombol berikut untuk bagikan informasi ini lewat Twitter! Psstt, sudah ada caption-nya lho, dan bisa juga diubah sesuai dengan seleramu!