Berita tentang paus atau lumba-lumba yang mati terdampar kini sering terdengar di telinga kita. Belum jelas diketahui penyebab pasti hewan laut tersebut terdampar.
Dibanding menelusuri sebab terdamparnya hewan laut tersebut, sekelompok peneliti melakukan studi terhadap jaringan lemak dan organ hati hewan laut yang terdampar. Hasilnya, dari 83 spesies yang dijadikan sampel, kesemuanya mengandung toksin berbahaya mulai dari diethyl phthalate (bahan baku plastik) hingga timbal!
Bagikan informasi ini melalui Facebook dengan klik tombol di bawah ini yuk!
Tim peneliti pun berusaha menelusuri darimana toksin tersebut berasal, hingga dapat terdeteksi dalam tubuh lumba-lumba dan paus. Jawabannya cukup mencengangkan! Pasalnya toksin tersebut berasal dari saluran air yang sudah tercemar plastik sekali pakai dan sekaligus saluran dimana pabrik bahan bakar fosil beroperasi!
Yuk masuk ke Instagram melalui tombol berikut, dan bagikan dengan menggunakan aplikasi sejenis re-gram!
Bukan sekali dua-kali ditemukan bahaya pada makhluk hidup yang terkait langsung pada penggunaan plastik. Hal ini juga selayaknya menjadi pengingat untuk terus berupaya dalam pengurangan pemakaian barang sekali pakai, khususnya plastik!
Maka dari itu, yuk bantu kami bagikan informasi ini, supaya lebih banyak lagi orang yang paham dampak dari plastik sekali pakai bagi lingkungan kita!
Yuk tekan tombol berikut untuk bagikan informasi ini lewat Twitter! Psstt, sudah ada caption-nya lho, dan bisa juga diubah sesuai dengan seleramu!