Upaya daur ulang marak dipromosikan sebagai solusi utama dari polusi plastik. Melalui pendekatan tersebut, konsumen akan tetap menggunakan plastik dengan pikiran bahwa daur ulang dapat mencegah polusi plastik. Daur ulang memang berhasil mengembalikan plastik menjadi bahan baku, namun presentasinya hanya 10% dari total plastik yang diproduksi.
Plastik yang dibuat dari material daur ulang pun mengalami penurunan nilai guna, sehingga tidak dapat digunakan untuk membuat barang yang sama sebelum daur ulang. Keadaan tersebut sering diistilahkan sebagai downcycle.
Sebarkan informasi ini agar diketahui lebih banyak orang dengan klik tombol berikut
Pada sebuah laporan yang tertanda dikeluarkan tahun 1973, terdapat pernyataan bahwa daur ulang plastik adalah praktik yang mahal dan sulit dilakukan secara masif.
Namun, selama tahun 1980 hingga 1990-an, perusahaan tetap mempromosikan daur ulang, supaya mereka mendapatkan banyak keuntungan dari produksi plastik.
Sebarkan informasi ini melalui Instagram dengan klik tombol berikut.
Upaya individual dalam mengurangi plastik merupakan langkah awal yang bagus untuk mengatasi polusi plastik. Kalau kita berpikir lebih panjang, upaya ini perlu diperbesar skalanya menjadi skala masif. Artinya, tidak hanya konsumen sebagai individual, tetapi produsen juga ikut serta dalam pengurangan penggunaan plastik dalam produknya.
Bagikan informasi ini, sehingga mereka dapat mendengar bahwa daur ulang saja tidak cukup. Klik tombol berikut.