Program Zero Waste Cities pada umumnya melibatkan kontribusi dari orang-orang dewasa, seperti dalam perumusan kebijakan sampai operasional sistem pengelolaan sampah di kawasan.
Namun, setelah 3 tahun berjalan, Zero Waste Cities juga telah melibatkan remaja di dalam kegiatannya.
Dalam Program Zero Waste Cities, remaja lebih dilibatkan pada kegiatan seperti Zero Waste Lifestyle Training atau kegiatan Door to Door Education.
Kami telah mewawancara salah satu relawan trainer tentang kesan singkat dalam mengikuti kegiatan Zero Waste Cities, yaitu Ridho Tadjudin. Ia mengaku telah membawakan kegiatan training ZWL di Neglasari dengan respon yang baik.
Door to Door Education adalah salah satu tahapan Zero Waste Cities yang bertujuan untuk menerangkan cara pemilahan yang tepat di sumber. Remaja seringkali dilibatkan sebagai relawan di tahapan tersebut.
Kebanyakan dari remaja, tertarik dengan kegiatan DTDE karena dapat bertemu dengan masyarakat secara langsung, dan membantu memperbaiki pengelolaan sampah dengan edukasi.
Yuk bagikan informasi ini dengan menekan tombol berikut !