Sebuah penelitian yang dilakukan di perairan Thailand, Malaysia dan Indonesia pada tahun 2018, menunjukkan bahwa plastik membawa pengaruh signifika pada terumbu karang. Berdasarkan penelitian tersebut, disimpulkan bahwa sebanyak 86% terumbu karang di perairan yang tertutup atau terkena sampah plastik, cenderung terserang penyakit.
Berdasarkan NOAA, tutupan terumbu karang di seluruh dunia hanya 1%, namun menjadi rumah bagi setidaknya 25% hewan lautan. Terumbu karang yang berpenyakit cenderung mengganggu hewan-hewan yang tinggal di dalamnya.
Cegah lebih banyak plastik ke laut, yang dapat menyebabkan rusaknya terumbu karang dengan bagikan informasi berikut ini!
Di tahun 2019, peneliti mengungkap keberadaan plastik di palung laut. Para peneliti tersebut menganalisa keberadaan plastik di Pacific Rim (6 palung laut di dunia) melalui hewan amphipoda.
Palung Mariana merupakan satu dari 6 palung yang dianalisa. Palung tersebut adalah palung terdalam di dunia, dan ternyata tak luput dari jangkauan plastik.
Saatnya berpikir ulang sebelum menggunakan plastik. Bagikan juga informasi ini dengan klik tombol berikut
Penelitian di tahun 2020 baru-baru ini menunjukkan bahwa di lapisan dasar laut terdapat lebih banyak mikroplastik daripada yang diketahui. Setidaknya, dari sampel 1 meter persegi, terdapat hampir 2 juta keping mikroplastik.
Saatnya pengurangan plastik bermula dari sumbernya! Bagikan juga informasi ini dengan menekan tombol dibawah ini