Lima belas tahun berlalu sejak peristiwa longsornya TPA Leuwigajah di Kota Cimahi, yang berhasil mengubur 157 penduduk sekitar TPA. Peristiwa tak terduga tersebut bersumber dari akumulasi gas metan dalam gunung sampah yang tertumpuk.
Akumulasi metan yang terlalu tinggi, akan menyebabkan tekanan yang meledakkan sampah di TPA tersebut. Akibatnya, terjadi longsor yang luar biasa dan menimbulkan bau yang sangat menyengat.
Bagikan informasi ini melalui Facebook dengan klik tombol dibawah ini!
Meski tragedi TPA Leuwigajah sudah menjadi pelajaran bagi kita, ternyata masalah yang dialami TPA tetap saja ada. Di musim kemarau yang panasnya menyengat, banyak TPA yang terbakar karena reaksi gas metan dengan panas matahari yang menyebabkan percikan api. Masalah bukan timbul di peristiwa kebakaran-nya, namun asap kebakaran yang bahkan bisa mengganggu pernapasan warga setempat.
Lain lagi di musim penghujan, di mana TPA seringkali longsor akibat aliran air hujan. Masalahnya tentu bukan terletak pada longsorannya, tetapi pada bau yang menyeruak ketika terjadi longsor.
Lagi-lagi, yang jadi korban tentu warga sekitar TPA.
Yuk masuk ke Instagram melalui tombol berikut, dan bagikan melalui Instagram Story dari akun-mu!
Cukuplah bencana akibat sampah hanya terjadi di TPA Leuwigajah, tidak untuk kedua kalinya. Pencegahan bencana tersebut sesungguhnya sesederhana memisahkan pengumpulan sampah organik dari sampah lainnya. Sebab, sampah organik yang terfermentasi di TPA yang menimbulkan akumulasi gas metan
Banyak orang yang sudah sadar akan pemilahan sampah di rumah, dan membutuhkan fasilitasi pengelolaan sampah terpilah mulai dari pengangkutan hingga ke pengelolaan selanjutnya, agar upaya yang dilakukan tak sia-sia!
Sistem pengelolaan sampah kita mesti diperbaharui agar dapat memfasilitasi pengangkutan terpilah guna mencegah terjadinya bencana akibat sampah!
Yuk tekan tombol berikut untuk bagikan informasi ini lewat Twitter! Psstt, sudah ada caption-nya lho, dan bisa juga diubah sesuai dengan seleramu!