PENDIDIKAN GURU PENGGERAK YANG PENUH WARNA DAN DILEMA
Oleh Suhardin – CGP Angkatan 5 – Kota Kendari
1. Facts (Peristiwa)
Memasuki akhir November 2022, menjadi harapan baru dalam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5. Rabu di minggu ketiga November menjadi hari yang sibuk. Pagi hari sebelum pukul 07.00 WITA harus bergegas ke sekolah untuk menunaikan tugas guru piket. Mengajar di jam pelajaran pertama memang membutuhkan persiapan lebih pagi. Memberikan peluang pada anak untuk berekspresi karya dan melatih retorikanya dilakukan sebelum masuk kelas. Inilah pembiasaan apel di hari Rabu. Selain mengisi kelas, ada hal yang penting lagi hari ini. Saya akan melakukan tes akhir modul 3. Hal ini menjadi penilaian tertulis terakhir pada Pendidikan Guru Penggarak. Sesuai dengan jadwal, 16 November menjadi waktu pelaksanaannya. Namun hingga sore hari, link LMS untuk tes belum bisa terbuka.
Menjelang waktu Isya, kembali mencobanya. Alhamdulillah link sudah bisa terbuka. Setelah salat, saya pun mengikuti tes akhir tersebut. Diluar dugaan, nilai yang diperoleh mencapai kelulusan yang dipersyaratkan. Saya berpikir setelah tes, semua akan mulai santai. Rupanya masih ada yang perlu diselesaikan dalam mengikuti lokakarya, pendampingan dan panen hasil.
Seusai tes, saya mengikuti pendampingan individu lima. Pembuatan program yang berpihak pada murid yang berbasis aset menjadi sasaran yang dikuatkan. Kerangka penyusunannya dengan memanfaatkan Langkah-langkah dalam BAGJA. Materi ini telah dipelajari sejak modul 2. Pak Paruddin yang merupakan pengajar praktik yang mendampingi kegiatan selalu memberikan inspirasi dan motivasi positif. Program buletin digital seventeen yang digagas mendapatkan apresiasi yang sangat baik.
Minggu pagi tidak lagi menjadi hari keluarga. 20 November 2022 telah ditetapkan menjadi pelaksanaan lokakarya lima Pendidikan guru penggerak Kota Kendari. Memasuki lokasi sekitar pukul 07.30 Wita belum seramai yang diharapkan. Hanya tampak panitia dan beberapa orang saja. Melakukan registrasi menjadi kegiatan awal di SKB Kota Kendari saat itu. Sejak lokakarya 4, tempat ini dijadikan lokasi kegiatan bagi calon guru penggerak Kota Kendari.
Memasuki bulan Desember, kegiatan pendampingan ke enam dan lokakarya enam akan dilakukan. Selasa, 6 Desember 2022 menjadi waktu pendampingan individu terakhir bagi saya. Artinya setelah ini tidak ada lagi pendampingan individu guru penggerak. Penguatan analisa aset menjadi pokok kegiatan yang dilakukan. Sehari setelahnya, Tim BGP Sultra melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan di SMPN 17 Kendari. Kegiatan perdana ini dimulai pada pagi hari hingga siang di ruang rapat sekolah.
2. Feelings (Perasaan)
Perasaan senang tentu mewarnai hari-hari diawal bulan Desember. Jalan lima bulan kebelakang telah dilalui dengan penuh tantangan. Senang bisa melewatinya dengan rekan-rekan yang hebat dan luar biasa. Senantiasa saling bekerjasama dan mengisi satu sama lain. Beban yang berat pun dirasakan ringan setelah dipikirkan solusinya bersama-sama. Kami sepakat bahwa ini bukan sebuah kompetisi. Tidak perlu ditentukan siapa juara ataupun pemenangnya.
Keraguran yang selalu timbul senantiasa berganti dengan keceriaan saat vicon, bahagia ketika lokakarya dan penuh semangat saat berkolaborasi. Pendampingan oleh pengajar praktik selalu memotivasi dan memberikan “nutrisi segar” untuk bergerak. Selalu ada pengertian dari kesibukan yang kami alami. Saling memahami, ketika waktu luang yang ada memang susah disepakati. Memberikan upaya untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Kadang kala, keluh kesah yang ada tumpah ruah di pendengarannya. Tetapi semua itu kami anggap bagai kehidupan kakak adik dalam sebuah keluarga. Selalu saja ada hal berbagai dan saling menyemangati.
Jalan Panjang ini juga selalu dituntun dari Sang Pencipta melalui seseorang yang sangat luar biasa. Sabar, penuh pengertian dan selalu membawa kecerahan hati ketika bersua. Walaupun hanya bertatap muka melalui virtual namun senang dan bahagia selalu hadir dalam suasana yang ada. Sang Fasilitator ini memang dikenal baik dari sekian banyak cerita fasil rekan-rekan yang lainnya. Pantaslah jika pujian itu harus saya utarakan. Tidak pernah saya mendapatkan sosoknya memunculkan amarah atau menegur dengan kata yang kasar. Semua nasihat yang diberikan sangat berarti. Sedikit sentilan, kami pun bisa memahami maknanya. Inilah kebahagiaan yang berlimpah dari Allah SWT melalui sosok Pak Heru. Salah satu Fasilitator CGP Kota Kendari Angkatan 5 Tahun 2022.
3. Findings (Pembelajaran)
Keraguan akan bisa berubah menjadi keberhasilan jika didorong oleh semangat dan motivasi diri dan lingkungan yang positif. Dukungan keluarga dan kawan-kawan menjadi sumbu semangat untuk menjalani program guru penggerak hingga saat ini. Pengelolaan diri yang baik akan memberikan ruang untuk berpikir positif dalam mengambil langkah maupun tindakan. Inilah hal-hal kecil yang dialami sejak mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Ketika laptop mengalami kerusakan sehingga data kegiatan tidak bisa terselamatkan, ada hikmah yang dipetik sebagai pelajaran. Membuat cadangan penyimpanan file di google drive memang telah lama dilakukan. Kini kesibukan menjadi hambatannya. Penting untuk diingat bahwa penggunaan laptop dalam jangka waktu lama memang mengandung resiko.
Berbagai latihan penanganan kasus dalam situasi berbeda serta paparan dan kolaborasi tugas kelompok dalam penyusunan aset sekolah, memberikan pembelajaran yang berarti. Pengalaman coaching semakin memudahkan konsultasi dan kolaborasi pemetaan aset yang ada. Hal ini dilakukan sebagai tugas akhir di modul 3.3.
Saat kegiatan lokakarya lima, banyak rancangan program yang ditampilkan kawan-kawan. Ragam dan analisa programnya sangat menarik. Banyak hal baru yang diperoleh. Perancangan bank sampah, market day, Kejar (ke kapal kita belajar), Lemu (let me tell you), Pappos (pembuatan poster nilai positif) dan Pengelolaan sampah ekobrik. Keunikan dan cara membuat pertanyaan serta gali mimpi yang dikemukakan sangat menarik untuk disimak.
Melalui lokakarya ini saya menampilkan tentang Buletin Digital Seventeen. Ketika diberikan kesempatan untuk memaparkan sekilas maka waktu tersebut tidak disia-siakan. Saya pun menjelaskan hal-hal penting mengapa hal ini harus saya kembangkan. Masukan dan pertanyaan yang terlontar menjadi pembelajaran yang berarti untuk menata kegiatan ini kearah yang lebih baik. Inilah refleksi yang penting untuk memahami kelemahan program yang ditawarkan.
Pendampingan individu kelima juga diberikan penguatan. Banyak hal yang dibicarakan khususnya kegiatan display, presentase dan acuan kegiatan gelar karya. Walaupun telah beberapa kali kegiatan seperti ini dilakukan, ini menjadi pengalaman perdana dalam kegiatan pelatihan untuk jangka waktu yang lama. Kata gaya selingkung, mungkin menjadi pembeda dengan kegiatan lain yang diikuti.
4. Future (Penerapan)
Program kegiatan yang berpihak pada murid telah diimplementasikan. Buletin digital seventeen mulai digagas bersama OSIS SMPN 17 Kendari. Tim pengelola kecil dibentuk. Tujuannya untuk memberikan perwajahan yang khas. Beberapa rubrik dibuka melalui google sites. Kini telah dua kali penerbitan yakni edisi November dan Desember. Terdapat delapan rubrik yang disiapkan yakni surat dari redaksi, kabar seventeen, ekstrakurikuler, karya siswa, sastra, kata mereka, galeri foto dan video kreasi.
Wadah buletin seventeen ini sudah bisa diakses. Penyebarannya dilakukan melalui link di websites, grup WahtsApp kelas, facebook dan media sosial lainnya. Ini menjadi tempat kreativitas, inovasi serta penyaluran bakat dan minat siswa. Sosialisasi pemanfaatannya terus dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Menyampaikan pesan singkat, lembar poster mading sekolah, kegiatan apel pagi hingga perbincangan saat istirahat.
Sedangkan kegiatan persiapan lokakarya enam dilakukan dengan pengumpulan data hasil survei. Hasil analisa tersebut kemudian dimasukan pada LMS Pendidikan Guru Penggerak. Tangapan ini sangat beragam mulai dari diri, lima orang teman sejawat, lima orang siswa yang diajar dan kepala sekolah. Secara keseluruhan tanggapan yang diberikan tentang implementasi pelaksanaan CGP adalah baik.
Persiapan panen hasil diupayakan melalui pemanfaatan barang bekas pakai. Kalender meja, papan lukis dan kertas/gardus bekas. Bahan – bahan ini untuk pembuatan klip arts sebagai pajangan. Memanfaatkan teknologi QR juga diharapkan memudahkan pengunjung dalam menelaah hasil pelatihan. Sepuluh bagian akan dibuat dalam sepuluh lembar klip arts dengan bantuan teknology QR. Sebagai bahan presentase akan dipilih program kegiatan yang berpusat pada murid. Buletin digital seventeen menjadi tema utamanya. Pemilihannya sangat beralasan. Telah banyak prestasi nasional yang diperoleh dari kegiatan ini.