sebelum membaca: chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Eventide
Sidang Parlemen Babylonia – Bantuan untuk Kowloong
November 9, 15:51
Pulao dan Chaofeng (perwakilan Kowloong/Nighter) datang mengajukan bantuan rekonstruksi dan kerja sama pertahanan laut melawan Punishing.
Para anggota parlemen terpecah:
Ada yang curiga Kowloong dan Huaxu terlibat dalam serangan ke Gestalt.
Ada juga yang menegaskan bukti bahwa serangan sebelumnya datang dari Luna, bukan dari Kowloong.
Faksi Kurono (Liszt & Collins) biasanya oportunis dan mengejar untung, tapi kali ini Liszt justru mendukung bantuan untuk Kowloong atas dasar “kemanusiaan”, sambil mengakui ia juga sedang “memakai” Kowloong demi kepentingannya sendiri.
Gerakan di Balik Layar – Duheng & Liszt
5 jam Sebelum sidang, Duheng, Pulao, dan Chaofeng sibuk menyiapkan dokumen imigrasi & arsip lama Kowloong yang diminta Parlemen dan Control Court. Jumlah dokumen yang diminta berlebihan, sehingga mereka curiga ada penyelidikan tersembunyi.
Liszt menemui Duheng secara pribadi:
Mengungkap soal Section 3 Science Council, bagian rahasia yang dulu khusus mengembangkan Gestalt dan kemudian dibubarkan; tidak ada catatan resmi, hanya diturunkan dari mulut ke mulut.
Menjelaskan bahwa Control Court sebenarnya sedang menyelidiki hal-hal terkait Science Council masa pra–Golden Age dan kaitannya dengan Babylonia.
Menawarkan: Kurono akan membantu meloloskan proposal bantuan Kowloong asal Kowloong membantu menyelidiki apa sebenarnya yang dicari Control Court (karena itu juga hal yang diincar Liszt).
Menyarankan Duheng bekerja sama dengan Komandan Gray Raven dan Asimov.
Duheng yang biasanya suka golput/abu-abu, kali ini menyetujui kerja sama dengan Liszt.
Hassen & Pemungutan Suara
Di sidang, Hassen menegaskan kembali isi proposal:
Babylonia akan kirim bantuan material ke Nighter & para penyintas di kawasan Kowloong.
Mendirikan garis pertahanan maritim Eurasia melawan Punishing.
Tujuan jangka panjang: menyambungkan Clean Zone dengan area konservasi di Bumi.
Hassen memberi pidato moral: meski mereka sering membuat keputusan kejam demi kelangsungan umat manusia, ia menekankan bahwa mereka pertama-tama adalah manusia, baru kemudian pejabat. Proposal ini ia dukung sebagai pilihan moral tertinggi, walaupun ia tak punya hak suara.
Peran Gestalt – “100% Dukungan”
Voting Parlemen:
67,5% setuju, 14,5% menolak, 18% abstain → secara aturan, proposal lolos.
Asimov lalu mengajukan permintaan tak biasa: minta Gestalt memberi penilaian mandiri apakah proposal ini seharusnya lolos.
Gestalt menjawab: “fully support this proposal”
Ini sesuatu yang sangat langka; banyak anggota parlemen terkejut.
Asimov tidak lagi fokus pada politiknya, ia hanya bertanya dalam hati:
Jika Gestalt mendukung sampai 100%, itu berarti keputusan ini mutlak perlu.
Ia bertanya: “Gestalt, sebenarnya apa yang begitu kau takuti?”
Kowloong & Bayangan Ancaman Baru
November 9, 16:00
Di perairan selatan Kowloong, Cradle mengambang di udara, memandang ke arah kota yang jauh di balik cakrawala.
Ia hendak “membaca, memahami, dan belajar” tentang peradaban itu.
Nama “Cradle” disebut, dan ia berkata: “Mari kita mulai.”
Situasi & Tokoh Utama
Waktu: 2 jam sebelum sidang dengar pendapat di Babylonia.
Tokoh: Asimov, SKK, dan Duheng.
Duheng menyerahkan laporan rahasia tebal >200 halaman tentang sejarah besar Science Council, Gestalt, dan berbagai proyek terlarang.
Isi Laporan & Kebohongan Besar
Laporan merangkum:
Gestalt Project (inti semua teknologi besar).
Project Winter, Cthylla, M.I.N.D., Inver-Device, Tantalum, Huaxu, Tabula Akasha, Humanoid Hybrid, Interstellar Navigation (termasuk Babylonia), Mechanical Consciousness Experiment, dll.
Asimov menyadari: peradaban dan teknologi manusia dibangun di atas kebohongan berpuluh tahun.
Ada memo internal Ethics Committee yang:
Mengutuk eksperimen manusia tidak manusiawi.
Mengusir ilmuwan bernama Bernard Godwin.
Menunjukkan Science Council sebenarnya menentang kebijakan eksperimen manusia World Government, jauh sebelum kasus besar seperti Fuxi Institute di Kowloong.
Parasit Ilmiah & Kurono
Ilmuwan yang diusir Science Council banyak yang kemudian bergabung ke Kurono, menjadi “parasit” yang hidup di “daging busuk” politik/korporasi.
Asimov menduga separuh staf ilmiah Kurono adalah mantan ilmuwan yang diusir.
Mechanical Consciousness & Mesin “Bersoul”
Dalam laporan ada log eksperimen Mechanical Consciousness:
Peneliti mempertanyakan apakah mesin punya “jiwa”.
Menyebut unit MPA-01 dan MPL-00 sebagai “kunci masa depan”.
SKK mengaitkan ini dengan mesin di Constellia yang punya kesadaran sendiri.
Gestalt & Section 3 yang Hilang
Gestalt digambarkan sebagai:
“Kotak hitam” maha-kuat yang mengatur Construct, Inver-Device, Babylonia, reaktor cold fusion, Longinus Arsenal, bahkan secara teoritis bisa merekayasa balik Punishing.
Hanya separuh fungsinya yang sekarang bisa diakses; dokumen penting hilang saat Great Evacuation.
Dari arsip lama, Asimov menemukan:
Surat pemanggilan seorang dokter dari Kowloong untuk memimpin Section 3.
Nama dokter itu disensor.
Section 3:
Divisi khusus Science Council untuk pengembangan Gestalt.
Resmi sudah dibubarkan; jejaknya hampir hilang.
Duheng menyimpulkan dari tanggal di log eksperimen:
Section 3 sudah dibubarkan saat log itu ditulis; para “orang tua Section 3” meneruskan riset di luar struktur resmi.
Dugaan ke Arah Villier & Kowloong
Diduga hanya ada satu ilmuwan dari Kowloong yang cukup jenius untuk level ini: Villier, pencipta Huaxu.
Mungkin dia terlibat langsung di Section 3 dan Gestalt, tapi Duheng ragu dia adalah sosok di surat pemanggilan itu.
Ada indikasi kuat:
Serangan eksternal ke Gestalt (seperti insiden beberapa tahun lalu) bisa terkait Huaxu/Tabula Akasha, dan ini mungkin jadi alasan Control Court bergerak.
Kesepakatan dengan Duheng Duheng menawarkan laporan ini kepada Asimov & kamu dengan dua syarat:
Bantu mengungkap kebenaran melalui special inquiry Control Court di Kowloong, dan membantu Nighter lolos sidang tersebut.
Jika laporan akan dipublikasikan, tunggu sampai semuanya siap dan tuntas, lalu ungkapkan ke publik (rakyat berhak tahu).
Tujuan politik Duheng:
Awalnya ingin pakai laporan ini untuk mengamankan dukungan penuh Parlemen atas rencana bantuan Kowloong.
Sekarang, ia memilih menyerahkannya kepada Asimov dan kamu sebagai “kartu truf” untuk kebenaran.
Asimov menerima syarat, sepakat bahwa:
Luka masa lalu harus dibuka dan daging busuk disingkirkan agar umat manusia bisa maju.
Meski akan mengguncang kepercayaan pada Parlemen, Science Council, dan militer.
Control Court, Misi Militer, dan Peran SKK
Duheng mengungkap:
Parlemen hampir pasti akan meloloskan usulan bantuan untuk Kowloong.
Diplomatic Court dan militer akan menunjuk Gray Raven dan Strike Hawk sebagai tim bantuan resmi untuk Nighter dan Kowloong.
Asimov akan:
Menyelidiki Gestalt dan akar masalah di Babylonia.
SKK dan pasukan Construct:
Akan terlibat langsung di medan Kowloong dan inquiry terkait Nighter.
Qu Masih Hidup & Tabula Akasha
Qu ternyata masih hidup.
Duheng menjelaskan:
Tabula Akasha = rencana pendigitasian total peradaban Bumi, membangun lingkungan data berskala peradaban; “membangun Bumi kedua” secara digital, tapi:
Tanpa kehidupan di dalamnya — seperti makam digital.
Qu bersedia menghancurkan dunia demi menyelesaikan Tabula Akasha.
Ini memicu kembali ingatan perang SKK dengan Qu:
Lucia memakai frame Plume pertama kali.
Qu berniat menjadikan runtuhnya Babylonia sebagai bagian dari “akhir dunia”.
Duheng:
Meminta SKK merahasiakan fakta bahwa Qu masih hidup.
Mengatakan Kowloong saat ini tidak berniat bermusuhan terhadap SKK.
Penutup & Taruhan Pribadi
Duheng menyadari dirinya politisi yang hidup dari kompromi dan kebohongan, tapi:
Ia memohon satu hal: kebenaran di laporan ini harus diungkap pada waktu yang tepat.
Asimov berjanji akan mengungkapnya.
SJJ menjabat tangan Duheng:
Muak terus dibohongi dan disembunyikan dari fakta.
Siap “mengakhiri” lingkaran kebohongan ini.
Bagi Duheng, ini bukan sekadar politik:
Nyawanya dipertaruhkan pada kebenaran yang sedang kalian gali bersama.
Residential Area of the South Hexabridge Port
November 9, 17:24
Ma, seorang kakek yang hampir berusia 80 tahun, sedang merencanakan pesta ulang tahunnya di restoran kecil milik He di Jalan Utara ke-12. Ia ingin mengundang teman-teman lama dari Nighter dan beberapa kenalan, lengkap dengan minum arak dan hidangan yang layak.
Ma tinggal di area pemukiman pelabuhan selatan Kowloong. Ia masih kuat, mengurus rumah, dan tinggal bersama cucunya. Ia sangat menyukai Yu, dokter muda di sayap barat yang dulu tumbuh di Nighter dan menolak tawaran Babylonia demi tetap di Kowloong. Suami Yu seorang penulis lemah fisik, dan mereka punya anak perempuan berusia enam tahun yang sering bermain dengan Ma.
Di rumah utama tinggal keluarga Gao, pasangan yang tampak makmur namun tanpa anak. Ma sering mengomeli cucunya agar segera menikah, tetapi selalu berujung debat.
Latar Kowloong dijelaskan: pelabuhan Hexabridge terbagi menjadi utara (lebih tradisional, banyak perdagangan lewat rel dan jalur bawah tanah) dan selatan (sangat otomatis, dikelola Chiwen dan Bixi). Kapal-kapal dagang besar disebut Nighter, masih menjunjung tradisi kapten sebagai otoritas tertinggi di laut.
Ma pergi ke rumah He di Jalan Utara ke-12. Di halaman, ia bergabung dengan sekelompok lelaki tua: He, Wenche, dan Master Si. Mereka mengobrol tentang:
Kematian tragis putra Boss Xu yang tak sengaja digiling mesin pengupas beras ketika ayahnya menyalakannya tanpa tahu dia sedang di dalam.
He yang tampak “takut istri” Baofang, yang membantunya mengurus restoran.
Master Si yang punya mata buatan bermasalah, namun menolak memperbaikinya.
Sebuah “dossier” lama yang hilang karena perang; jika ada, itu berhubungan dengan uang yang sebenarnya menjadi hak Master Si. Ma mengingatkan bahwa itu penting untuk masa depan anak-anaknya, tapi Master Si mengabaikan, hanya berkata ia masih punya seorang putra.
Tiba-tiba, semua terminal tua di lingkungan berbunyi alarm dan menyiarkan pengumuman darurat dari Komite Perwakilan Nighter: semua warga diminta pulang dan menunggu instruksi lebih lanjut. Kerumunan mulai diarahkan pulang dengan tertib.
Ma, Wenche, dan Master Si bubar pulang. He menutup gerbang kayu restorannya demi “ketenangan hati”, meski Master Si bilang itu tak akan menghentikan siapa pun kalau ada apa-apa. Anak-anak di sayap barat dikumpulkan ke dalam rumah. He memastikan semua: anak-anak aman, pekerja pabrik (seperti Xianqi) akan diurus oleh pabrik, dan Wang dari rumah utama bisa masuk lewat restoran nanti.
Master Si lalu memutuskan pergi ke pabrik, menyuruh He menjaga anak-anak.
Sesampainya di rumah, Ma melihat keluarga Gao tergesa-gesa pulang dan sekarang berkumpul dengan keluarga Yu di sayap barat, semua tampak cemas. Mereka membicarakan isi rumor di balik siaran darurat:
Yu mendengar di pusat medis bahwa Chaofeng dan Pulao telah bernegosiasi dengan Babylonia, dan ada kemungkinan semua orang Kowloong akan dipindahkan ke Clean Zone, zona bersih dari Punishing.
Mr. Gao mendapat info serupa dari rekannya di Norman Minerals: jika pabrik mereka dipindah, pabrik juga akan aman di sana.
Ma menolak keras gagasan pindah lagi setelah bertahun-tahun hidup di laut di atas Nighter dan baru saja kembali ke daratan. Ia sinis, berkata sekalian saja kirim semua orang ke Babylonia kalau begitu.
Mereka juga menyinggung Pulao Crew, biasanya informasinya bisa dipercaya, tapi Pulao sendiri sudah lama tak muncul dan kru lain sibuk, jadi Ma tak tahu apa-apa soal kepastian rumor itu.
Saat Ma hendak menyudahi pembicaraan dan menyarankan semua pulang, terdengar ketukan pintu cepat-beruntun. Mr. Hu membuka pintu, dan seorang gadis muda menerjang masuk hingga hampir menabraknya.
Gadis itu adalah Zhishi, anggota Pulao Crew yang tadi sempat disebut. Dengan napas terburu-buru, ia hanya sempat berkata: “Ada keadaan darurat—” sebelum stage ini berakhir.
Kowloong Crew Headquarters, the Nighter
November 9, 16:11
Pulao baru pulang dari rangkaian rapat melelahkan di Babylonia tentang rencana pemindahan penduduk Kowloong ke “Clean Zone”.
Anggota Kru Pulao ngobrol soal Clean Zone: mereka tidak benar-benar paham apa itu, hanya tahu sebagai tempat bebas Punishing. Shanxun menyindir banyaknya istilah zona (“Clean Zone”, “Conservation Area”, “Dead Zone”, “Hetero Zone”) yang menurutnya cuma istilah sok rumit.
Mayoritas orang Kowloong belum pernah ke Clean Zone; yang mereka tahu, hidup sekarang sudah cukup berat, jadi mereka tidak terlalu memikirkan pindah. Hanya Pulao yang pernah menginjakkan kaki ke Clean Zone.
Pulao kesal dan lelah dengan para politisi Babylonia yang bertele-tele, jadi ia memutuskan ikut patroli untuk menghindari suasana rapat dan beban administratif.
Di Southern Station, titik paling selatan kawasan pelabuhan militer Kowloong, Pulao berteriak ke laut untuk meluapkan stres. Diceritakan bahwa:
Jumlah penduduk di Nighter dan Kowloong kira-kira sepertiga populasi Clean Zone.
Tim penyelamat Nighter, dibantu Church of Machina, sudah menyelamatkan banyak warga Kowloong dari daratan.
Banyak pengungsi baru datang ke Kowloong dan Nighter.
Orang Kowloong tidak melihat diri mereka sebagai “pengungsi”; mereka bangga tinggal di tanah leluhur.
Beban mental Pulao dijelaskan: setiap kali rapat di Babylonia, ia merasa membawa tanggung jawab sekitar 640.000 warga Kowloong di pundaknya.
Jianqu, Hanzhao, dan Zhishi (anggota kru) menghampiri Pulao saat mendengar teriakannya. Ia lalu meminta ikut patroli bersama mereka.
Mereka membicarakan kemungkinan pindah ke Clean Zone:
Jianqu: mengakui banyak orang mungkin akan tertarik karena tak ada ancaman Punishing.
Hanzhao: ragu bahwa hidup akan otomatis bahagia; konflik antarmanusia pasti tetap ada.
Zhishi: menolak ide pindah; mereka sudah mengorbankan banyak nyawa untuk mempertahankan rumah sendiri, jadi tidak rela begitu saja meninggalkannya.
Pulao menjelaskan bahwa:
Ia tidak bermaksud memaksa semua orang pergi.
Dia sendiri sebenarnya juga tidak ingin pergi.
Namun mereka perlu keputusan kolektif: tinggalkan Kowloong demi Clean Zone, atau tetap bertahan.
Tergambar konflik batin Pulao:
Dulu, di Nighter, ia berjanji akan menjaga semua orang tetap aman dan suatu hari pulang ke rumah.
Kini, meski mereka sudah “pulang”, hidup tidak lebih aman, dan tanggung jawabnya justru bertambah besar.
Saat suasana makin berat, Zhishi memegang lengan Pulao dan berkata bahwa apa pun keputusan Pulao, mereka akan tetap mendukung dan berbagi tanggung jawab.
Hanzhao menyatakan kesetiaan sebagai prajurit, Jianqu diam tapi mengangguk.
stage diakhiri dengan Pulao berterima kasih pada mereka.
Pulao dan timnya bertempur melawan Hetero-Creature di area pantai dekat Yundong Cargo Station, sekitar 1 km dari Southern Station.
Jumlah musuh sangat banyak; bahkan bom cluster 3 kg hanya menimbulkan “cipratan kecil” di lautan makhluk itu.
Pulao menebas satu Hetero-Creature hingga terbelah, tetapi bagian tubuhnya malah diserap oleh makhluk lain dan menjadi bagian dari mereka.
Situasi dianggap sudah di luar kendali dan tidak bisa mereka tangani lagi.
Pulao memerintahkan mundur ke auxiliary city untuk mengurangi korban, serta menghubungi patroli di Bund agar bersiap meledakkan terowongan menuju auxiliary city.
Zhishi memerintahkan para grenadier untuk menutupi mundurnya pasukan dengan granat, sementara anggota kru lain sudah menyiapkan mobil dekat fasilitas mirip stasiun subway.
Cerita di stage ini diakhiri dengan Pulao yang mendesak semua orang untuk segera pergi.
Pengumuman Evakuasi & Kepanikan Warga
Residential Area of the South Hexabridge Port
November 9, 17:24, Present Time
Pulao menyiarkan pengumuman darurat ke seluruh Kowloong:
auxiliary town di luar pelabuhan diserang Hetero-Creature.
Warga boleh dievakuasi ke Clean Zone lewat kapal Nighter, dibantu Kru Chaofeng dan kru lokal.
Yang mau pindah harus bawa barang seperlunya dan antre teratur.
Yang memilih bertahan diminta diam di rumah dan menunggu sirene berhenti; Pulao akan bertarung “sampai akhir”.
Setelah siaran, warga panik. Mr. Gao langsung sibuk mau menyelamatkan pabrik dan semua peralatan ke Clean Zone, gemetar antara takut dan serakah.
Ma menampar Mr. Gao untuk menyadarkannya karena histeris dan menyalahkan Kru Pulao yang “hanya darah dan daging” dan mustahil menang melawan Hetero-Creature.
Ma vs Zhishi: Konflik Generasi & Tanggung Jawab
Di kamar kecil Ma, ia meminta Zhishi minta dua jatah tempat di Nighter: mereka harus pergi ke Clean Zone.
Ma yakin Hetero-Creature jauh lebih mengerikan dari Corrupted: daging manusia akan langsung membusuk jika tersentuh.
Zhishi menolak: dia harus kembali ke garis depan.
Ma memaksa: Zhishi adalah “yang terakhir dari keluarga Ma”, jadi dia tak boleh ikut bertempur.
Zhishi balas: kalau dia pergi, itu sama saja desersi seperti dulu.
Pertengkaran memuncak, Ma mengangkat tangan tapi tak jadi menampar, malah menyapu habis isi meja hingga berantakan dan mengusir Zhishi.
Zhishi lari, Ma telat menyusul dan tak menemukannya di halaman. Ia merasa seperti ditusuk pisau di dada dan jatuh di ranjang, memandangi pecahan barang masa lalunya:
Bingkai foto, dokumen berstempel merah, masker usang, dan medali emas berbentuk bintang yang sudah tak berkilau.
Kilasan Masa Lalu: Zhongya & Pembantaian Malam Hujan
Ma teringat ketika ia masih bernama kode “Zhongya” di Kru Pulao.
Di malam hujan lebat, Danhao memerintahkan pasukan bertopeng untuk melakukan “operasi pembersihan”:
Yazi dan Chaofeng dianggap tak lagi dapat dipercaya.
Mereka harus “menyelamatkan guild” dengan diam-diam, tanpa pernah tercatat sejarah.
Di balik catatan resmi yang singkat (“pembersihan kekuatan ilegal, pemecatan pimpinan Yazi & Chaofeng”), tujuan sebenarnya adalah membasmi sisa pemberontakan putra sulung pemimpin guild.
Zhongya membunuh 13 pengkhianat:
12 dengan senapan mesin.
1 lagi setelah kakinya hancur oleh granat; ia mengambil kakinya sendiri, mencabut belati taktis yang terikat di situ, lalu menggorok leher musuh Chaofeng yang mendekat.
Adegan beralih pada percakapan Qu dan Yin di tengah pertempuran keluarga:
Yin marah dan putus hubungan keluarga karena mereka saling mengangkat senjata.
Qu mengakui Yin telah membawa perang, tapi tetap menganggapnya seseorang yang harus dilindungi.
Qu mengatakan keunikan emosi dan kebencian Yin adalah “ikatan” yang tak tergantikan; kalau Yin mati, ikatan itu hilang selamanya.
Qu memintanya memutus belenggu keluarga: negara hanya butuh satu penguasa, dan kini Yin bebas menentukan hidupnya sendiri.
Ma di Ruang Medis & Medali Emas
Setelah operasi pembersihan, Ma terbangun di ruang medis:
Lima peluru diangkat dari tubuhnya, termasuk dum-dum bullet.
Kaki kiri terlalu rusak, diganti prostetik; ia tak bisa merasakannya lagi.
Qu datang dan memberi medali emas bersinar di tangannya:
Ucapan terima kasih atas pengorbanan dan jasanya pada Kowloong.
Ia dijanjikan bisa kembali ke Kru Pulao setelah pulih.
Ma berusaha memberi hormat meski tangannya masih sangat sakit. Senyum Qu di momen itu sangat membekas.
Setelahnya, Ma terus bertugas hingga kehilangan tangan kanan, lalu pensiun, melepas nama “Zhongya”, hidup sebagai warga biasa bernama Ma.
Chi Ling & Tragedi yang Tersirat
Flashback lain: telepon dari putrinya, Chi Ling, yang akan pulang besok untuk mengambil alih posisi pimpinan Kru Pulao.
Ma menasihatinya tentang tugas seorang prajurit dan tanggung jawab sebagai kepala kru.
Ia menggoda soal “bawa istri pulang” agar ibunya bisa bertemu menantunya.
Percakapan terputus di masa lalu —
Kembali ke Sekarang: Serangan, Evakuasi, & Pilihan Tinggal
Ledakan besar mengguncang gedung; asap hitam tampak di selatan. Filter Pusat bekerja keras, langit menggelap. Panik menyelimuti Kowloong.
Di gerbang, Mr. Gao dan istrinya Su bertengkar:
Gao tetap ingin menyelamatkan peralatan pabrik.
Ia memaksa Su naik kapal dulu dengan terminal berisi seluruh uang mereka, berjanji menyusul sambil memindahkan barang.
Ma menyindir Gao yang pergi tanpa pamit.
Mr. Hu kemudian memanggil Ma: mereka memutuskan tidak ikut evakuasi.
Mr. Hu berdiri melindungi Yu dan anak mereka, siap menanggung risiko.
Yu akan ke pusat medis karena dokter dibutuhkan di masa perang.
Ma sendiri bimbang, tapi akhirnya mengaku:
Dia harus mencari Zhishi.
Dia tak peduli pada nasib dirinya, tapi keselamatan Zhishi adalah prioritas.
Mr. Hu hendak mengantar Yu dan anak mereka, tapi Ma menegur: membawa anak ke luar di tengah kekacauan itu gila.
Ma mengumpat, lalu mengambil dua pisau baja:
Satu pisau ia berikan ke Mr. Hu untuk bertahan jika situasi memburuk; memerintahkannya tetap di rumah, lindungi anak, dan ikuti instruksi Kru Pulao.
Ma sendiri akan mengantar Yu ke pusat medis dan pergi mencari Zhishi, sambil menyindir bahwa ia tak jadi merayakan ulang tahunnya hari ini.
Church of Machina – Amina Kembali, Masalah “Gray Tower”
9 November, 17:51 – Church of Machina
Seorang gadis (Amina) masuk gereja membawa koper besar yang menimbulkan gaung di aula kosong.
Zero, yang duduk di lantai dua, langsung melompat turun, mengendus Amina seperti memangsa buruannya.
Zero berkata Amina “berbau data Sage” dan langsung menanyakan keberadaan Sage (Nanami).
Amina menjelaskan:
Sage sedang “bepergian”.
Amina hanya dikirim untuk mengambil suplai dan network units.
Zero kecewa berat karena Sage tidak ikut pulang:
Menyebut penjelasan Amina “lame”.
Kehilangan minat dan kembali menarik kabel-kabel di punggungnya ke dasar pilar.
Zavier muncul dari lantai dua lalu menyapa Amina dengan ramah, menyinggung:
Ia belum sempat mengkalibrasi perangkat keseimbangan ekor Zero.
Amina bertanya apakah Zero sudah “diperbaiki”.
Zavier:
Mengatakan Zero sudah “fixed”.
Diam-diam menambahkan fitur pemutar piringan hitam (phonograph) pada Zero dan meminta Amina tidak memberitahunya.
Amina menjelaskan misi kedua: mengecek sinkronisasi jaringan gereja (khususnya di benua Amerika).
Zavier:
Mengaitkan ini dengan pembahasan sebelumnya soal sinkronisasi jaringan di Amerika.
Menyarankan agar Spooner saja yang mengurus pengambilan suplai.
Menunda urusan sinkronisasi karena:
Schulz (“The Emperor”) sedang tidak ada di gereja.
Hanya Schulz yang mengerti protokol jaringan Gray Tower.
Gray Tower akhir-akhir ini mendapat serangan kecil yang mengganggu.
Schulz saat ini:
Sedang di Kowloong bersama Hanying untuk sinkronisasi jaringan.
Zavier mengusulkan Amina pergi ke Kowloong agar Schulz bisa mengompilasi sistemnya di sana, lalu dibawa kembali.
Amina dengan tegas menolak:
Tidak suka Schulz: merasa Schulz sok hebat, berwajah muram, dan tidak menyenangkan diajak berurusan.
Memutuskan Spooner yang akan mengantar suplai ke Sage.
Arcana muncul dari tangga.
Amina melaporkan:
Sage belakangan sering membantu banyak orang, baik manusia maupun Construct.
Arcana:
Yakin Sage akan kembali “saat waktunya tepat”.
Menyebut selama Sage pergi, mereka menghadapi malicious attacks.
Target utama: Revelation yang ditinggalkan Sage, dan juga Gray Tower.
Zavier menegaskan:
Serangan itu terkait Gray Tower — sebuah menara data di aula utama gereja, dengan lampu-lampu yang mengalirkan data seperti bintang-bintang.
Arcana:
Akan membantu Zavier memperkuat pertahanan Gray Tower.
Menjelaskan lagi:
Hanya Schulz yang memahami protokol jaringan Gray Tower.
Sinkronisasi jaringan akan menunggu kepulangan Schulz.
Setelah sinkronisasi diperbaiki, serangan terhadap Gray Tower diharapkan berhenti.
Arcana meminta Amina:
Untuk menceritakan kegiatan Sage belakangan dan bagaimana kondisi Sage sekarang.
Kowloong – Kekacauan Sipil dan Medis di South Port
9 November, 18:06 – Medical Center in the South Hexabridge Port
Di jalan menuju pusat medis:
Kerumunan orang panik, saling mendorong, berkelahi; ada yang berteriak mencari ibunya.
Ma dan Yu berusaha menembus kerumunan, sampai Ma harus memukul beberapa preman.
Pusat medis:
Bertindak seperti “batu di tengah arus”, memisahkan arus orang yang menuju North Port.
Di depan pintu, para dokter ortopedi membawa palu, bor, gergaji—bukan untuk operasi, tapi untuk jaga-jaga jika terjadi kerusuhan.
Yu menyapa Dokter Zhang.
Dokter Zhang:
Kaget melihat Yu karena situasi sedang tidak normal.
Menjelaskan bahwa para dokter bersenjata alat kerja untuk menghadapi orang yang berniat memanfaatkan kekacauan.
Ma bertanya di mana Pulao dan Chaofeng.
Dokter Zhang:
Menjawab mereka berada di garis depan di South Port.
Mengungkap fakta besar: auxiliary town baru saja diledakkan dan ditenggelamkan.
Auxiliary town = pulau buatan ±30 km² yang menjorok dari landas kontinen, dianggap sebagai “kota” oleh sebagian orang.
Menurut Dokter Zhang:
Sekitar satu jam sebelumnya, ada perintah untuk siaga.
Selama satu jam itu:
Tidak ada korban dibawa ke pusat medis South Port.
North Port Medical Center juga sama: belum ada korban masuk.
Ma kesal, Bagaimana mungkin menyalurkan korban kalau aksesnya macet parah oleh kerumunan?
Dokter Zhang menyimpulkan, Kondisi sangat tak terduga, sehingga mereka memutuskan bersiap menuju garis depan untuk langsung mendukung di sana.
Ma menangkap seorang anggota Pulao Crew di kerumunan (bertanda huruf “Pu” di topeng). Nama kru nya Jianqu.
Ma lalu memerintahkan Jianqu mengerahkan satu regu untuk mengawal tim medis ke markas besar Kowloong Crew (garis depan South Port) dan memarahi Jianqu soal “hati nurani sebagai prajurit”: tanpa dokter, pasukan di depan tidak akan bisa bertempur dengan baik.
Jianqu Terguncang, tapi tetap menyebut perlu izin markas, lalu menghubungi markas lewat radio.
Usaha komunikasi lewat alat: Tidak ada respons—radio benar-benar mati.
Dokter Zhang meminta Yu untuk menghubungi markas dan juga North Port Medical Center lewat sistem lain.
Yu lalu melaporkan semua jalur komunikasi tidak terhubung, termasuk ke North Port.
Jianqu menilai:
North Port kemungkinan masih aman.
Jika kontak putus, pusat gangguan kemungkinan di communication center di jembatan penghubung South Port.
Ma mendesak: Menanyakan sikap Jianqu sebagai prajurit sekarang ketika komunikasi putus dan situasi genting.
Jianqu akhirnya mengambil keputusan sendiri:
Memerintahkan “Third Squad” untuk datang dan mengawal para medis ke markas besar Kowloong Crew untuk memberikan bantuan di garis depan.
Membuka jalan di tengah kerumunan, mengabaikan birokrasi karena keadaan darurat.
Markas Kowloong Crew – Pertempuran Melawan Hetero-Creatures
9 November, 18:45 – Underground Bunker at the Kowloong Crew Headquarters on the Nighter (North Port)
Bunker terus diguncang tembakan artileri berat; debu terus berjatuhan.
Tokoh di ruang operasi: Chaofeng (pemimpin Chaofeng Crew), Yazi, Fuxi dan awaknya, Bixi, Chiwen, Duheng (utusan dari Babylonia, membawa otoritas perjanjian, tapi tanpa pasukan).
Kondisi komunikasi:
Messenger ke North Port belum kembali.
Upaya komunikasi satelit cadangan gagal.
Ada sinyal siaran tidak dikenal yang melakukan jamming pada komunikasi.
Dalam dua jam terakhir:
Musuh muncul mendadak dari laut: Hetero-Creatures yang belum pernah mereka lihat.
Beda dari Corrupted biasa di Nighter: ini adalah entitas yang “murni Punishing”.
Kronologi cepat:
Dari kontak pertama di Yundong Station, selatan auxiliary town, hanya 2 jam berlalu.
Dalam 30 menit, auxiliary town tersapu total oleh crimson tide.
Pertahanan terakhir:
Rangkaian bahan peledak di terowongan bawah tanah auxiliary town diledakkan.
Hasilnya, seluruh auxiliary town dihancurkan dan ditenggelamkan, hanya menunda laju penyerbuan.
Walau begitu:
Dalam 2 jam total, Hetero-Creatures sudah menerobos 12 km. Kini hanya berjarak sekitar 5 km dari garis pertahanan markas Kowloong Crew (Nighter).
Bixi memerintahkan kurir mengirim surat ke North Port untuk:
Mengirim 600 ton amunisi dalam 20 menit.
Mengirim “sesuatu yang penting” dan orang-orang dari North Port ke sini dalam 40 menit.
Fuxi:
Menekankan perbedaan Hetero-Creatures dengan Corrupted biasa.
Menggarisbawahi bahwa prajurit mereka adalah manusia hidup melawan gelombang Punishing murni.
Chiwen:
Mencoba menghubungi pihak di area industri untuk memastikan evakuasi, tetapi jalur sudah mati.
Chaofeng:
Menjelaskan bahwa pertempuran sekarang terutama untuk membeli waktu agar penduduk di kawasan industri bisa dievakuasi.
Mengandalkan Pulao Crew:
Mereka sedang bergerak ke jembatan penghubung untuk merebut communication center yang diduduki Hetero-Creatures.
Jarak dari markas ke connecting bridge: sekitar 7 km.
Mengatakan pasukan Pulao adalah seperti “belati yang menusuk jantung musuh”.
Duheng:
Menyebut bahwa Nighter di North Port tidak bisa berlayar jika purification channel di South Port tidak direbut kembali.
Untuk meminta bantuan dunia luar, mereka harus memulihkan komunikasi melalui communication center lalu menggunakan siaran berdaya tinggi untuk menembus interferensi tidak dikenal.
Chiwen mempertanyakan mengapa Bixi hanya menandatangani amunisi berdaya ledak tinggi dan senjata kinetik, tapi tidak minta dense munitions dan senjata termonuklir.
Duheng menolak:
Senjata terlampau kuat bisa meratakan setengah pelabuhan, membunuh pasukan sendiri termasuk Pulao Crew yang sedang menuju connecting bridge.
Jika communication center tak direbut, senjata apa pun akan sia-sia karena tak bisa mengatasi interferensi sinyal.
Kabar dari South Port & Perintah Evakuasi
Seorang kurir baru tiba dari South Port:
Melaporkan bahwa tim medis (yang dikawal Jianqu dkk) sudah mulai menangani korban di South Port.
Mengutip laporan Pulao Crew:
30% warga South Port sudah menuju North Port untuk naik kapal.
Lebih dari setengah sisa 70% juga sedang dievakuasi sistematis ke North Port.
Terowongan transportasi bawah tanah di South Port telah dibuka untuk umum.
Bixi sudah mengkoordinasikan jalur khusus untuk membawa suplai militer dari South Port menuju markas Chaofeng melalui jalur bawah tanah.
Chaofeng memerintahkan kurir itu beristirahat lalu memanggil kurir lain dan memberi instruksi:
Pulao Crew di downtown South Port harus melindungi pengiriman suplai militer yang menuju garis depan.
Pulao Crew di North Port: Jika situasi memburuk, mereka berhak memutuskan untuk mengizinkan warga berlindung di Kowloong (bukan hanya mengirim semua ke kapal di North Port).
Kedatangan Ma di Markas – Konflik Pribadi dan Militer
Dua anggota Chaofeng membawa masuk Ma ke ruang operasi, Ia datang bersama rombongan medis dan memaksa ingin bertemu “Madam Pulao” dan mencari cucunya.
Chaofeng awalnya menyuruh mereka melempar Ma keluar (karena situasi genting).
Duheng menghentikannya lalu memutuskan untuk mendengar penjelasan Ma.
Ma menyatakan dirinya ingin bertemu pemimpin Pulao Crew dan mencari cucunya, Ma Zhishi.
Duheng mengatakan Pulao sedang menjalankan misi penting dan tidak di markas dan mengungkap bahwa Zhishi, cucu Ma, juga sedang “menjalankan tugas sebagai prajurit” bersama Pulao.
Ma, sangat emosional dan memaksa bertanya, di mana tepatnya lokasi Zhishi sekarang.
Chaofeng akhirnya menjelaskan:
Second squad, termasuk Zhishi, sedang menuju connecting bridge bersama Pulao.
Misi mereka yaitu merebut kembali communication center yang telah diduduki Hetero-Creatures.
Jika communication center belum direbut, tak ada cara menghubungi mereka.
Ma terpukul:
Mengulang-ulang kata “direbut…” dalam keadaan terpana.
Wajah tua dan tulang pipinya bergetar menahan amarah dan ketakutan atas nasib cucunya.
Menuntut jawaban: siapa yang mengirim Zhishi ke misi berbahaya itu, siapa yang memberi izin.
Duheng mengakui, dialah yang mengirim Zhishi bersama Pulao.
Situasi di Kowloong (Industrial Center Factory in the South Hexabridge Port)
November 9, 18:50, Present Time
Xianqi (disebut juga Mr. Wang), seorang insinyur paruh baya, memimpin para pekerja untuk:
Menghentikan cold reactor dan pertumbuhan tritium.
Membongkar semua peralatan pabrik (Factory No. 2 dan No. 3) dan memuatnya ke truk/kapal untuk dibawa ke North Port.
Mr. Gao memaksa agar reaktor tidak dimatikan demi peralatannya, tapi Xianqi menentangnya demi keselamatan semua orang.
Xianqi memerintahkan pekerja untuk “seret” Mr. Gao ke truk, menunjukkan bahwa keselamatan dan rencana evakuasi lebih penting daripada kepentingan pribadi.
Terjadi ledakan di kejauhan—tanda bahwa ada yang sedang “membeli waktu” untuk mereka.
Xianqi dan ayahnya, Master Si, berpisah singkat:
Master Si memimpin tim ke pabrik lain untuk percepat pembongkaran.
Xianqi tetap di pabrik untuk menjaga suplai daya ke North Port dan menangani cold reactor (kalau bisa dibawa, dibawa; kalau tidak, harus dihancurkan).
Dua jam kemudian, ketika cahaya besar menghancurkan malam Kowloong, nama Xianqi dan para pekerja lain akan “terukir di baja yang meraung”.
Di kapal luar angkasa (Bridge) yang mengawasi Bumi
Di jembatan komando, para komunikator dan direktur melihat Bumi melalui jendela besar.
Mereka menerima siaran terbuka dari Nighter (kode: KJ0511A) dengan pesan singkat: “Kowloong needs help!”
Komunikator melaporkan bahwa:
Mereka sudah meminta bantuan pengawasan sinyal jarak jauh dari Gestalt.
Tingkat sinyal Punishing di area Kowloong meningkat drastis (258%, 274%, 307%, dan terus naik).
Direktur memerintahkan:
Terus menghubungi stasiun transmisi.
Memanggil komandan dan presiden untuk intervensi segera.
Di layar besar terlihat garis merah menyayat biru planet—simbol serangan Punishing yang melukai Bumi.
Refleksi tentang “sejarah” dan para korban
Narasi menutup dengan refleksi:
Sejarah perang sering tercatat sebagai angka dan data, bukan kisah individu.
Seperti prajurit biasa di perang Peloponnesus yang tidak disebut di papirus, nasib pekerja di Kowloong juga cenderung terhapus.
Sejarah “tak pernah menyimpang” dan akan memperlakukan garis pantai Kowloong sama seperti pantai-pantai lain: banyak pengorbanan orang biasa yang nyaris tak tercatat.
Para Korban dan Kedatangan Gray Raven & Strike Hawk
November 9, 19:47, Present Time
Underground Bunker at the Kowloong Crew Headquarters on the Nighter
Hanzhao membawa seorang gadis terluka parah ke ruang medis bawah tanah markas Kowloong Crew di kapal Nighter.
Ia sendiri juga terluka parah tapi tidak menyadarinya karena fokus menyelamatkan gadis itu.
Gray Raven dan Strike Hawk dari Babylonia tiba dan langsung membantu penanganan medis.
Wanshi memimpin operasi pada gadis itu; lukanya parah tapi tidak sampai merusak organ vital.
Duheng dan Identitasnya
Duheng, anggota penting kongres Kowloong, muncul dengan pakaian dan tangan berlumur darah karena membantu para korban.
Ia menyebut dirinya sebagai “bibi” dari gadis yang diselamatkan, mengaku sebagai keluarga.
Terlihat jelas rasa bersalah dan kelelahan mental yang berat pada dirinya.
Situasi Medan Perang di Kowloong
Terowongan penuh korban luka, namun hampir tidak ada tangisan—yang tersisa hanya amarah terhadap situasi dan musuh.
Chaofeng menyambut Gray Raven dan Strike Hawk di ruang komando. Pulao datang bersama saudarinya, Hanying, dan Schulz (mechanoid).
Mereka membahas kondisi terbaru:
Hetero-Creature muncul dari laut dalam jumlah besar.
Sekarang mereka bergerak terkoordinasi, seolah dikendalikan, berbeda dengan kejadian di akuarium sebelumnya.
Mereka berhenti menyerang secara histeris dan justru bergerak lambat namun teratur ke arah utara, menyulitkan serangan balik.
Dilema Senjata Pamungkas & Evakuasi
Longinus Arsenal diusulkan sebagai “kesempatan terakhir” untuk menghancurkan ancaman.
Namun Gestalt menolak penggunaan Longinus, dan tim ini tidak membawa node untuk mengaksesnya.
Diduga, jika dipakai, Parlemen rela mengorbankan seluruh Kowloong dalam radius serangannya.
Presiden Hassen sebelumnya ingin agar semua warga Kowloong dievakuasi jika skenario terburuk terjadi.
Karena Longinus tak bisa dipakai dan Omega Weapons juga tidak, satu-satunya opsi yang diajukan: mengaktifkan kembali Light Wall.
Ma, Duheng, dan Para Relawan
Di area medis, Ma duduk di depan tirai putih, teringat ayahnya yang dulu juga terbaring sekarat di balik tirai serupa.
Ia merasa “satu dari keluarga Ma harus hidup terus” dan menanggung beban generasi.
Ketika Chaofeng mencari relawan untuk misi baru yang sangat berbahaya dan hampir pasti tak kembali, banyak korban luka tetap mengangkat tangan tanpa ragu.
Ma juga mengangkat tangan dengan lengan prostetiknya, meski Duheng berusaha menahannya.
Para relawan berjalan diam menuju ruang lain bagaikan “hutan diam”, disaksikan semua orang yang tak mampu menghentikan mereka.
Duheng dan Gadis yang Terluka
Duheng masuk ke balik tirai putih, melihat gadis itu terbaring dengan perban dan infus.
Di tangan gadis itu ada medali bintang lima berlumur darah, masih bergetar lemah.
Duheng menggenggam tangan gadis itu dan medali tersebut, memohon maaf pada “ayah” dengan suara sangat pelan.
Kilasan Masa Lalu: Perintah Qu dan “Duheng”
Adegan flashback dengan Qu dan seseorang yang ingin kembali ke Kowloong karena keluarganya masih di sana.
Qu memerintahkan orang itu untuk tetap di World Government dan naik ke Babylonia, demi menjamin harapan masa depan umat manusia bila perang ini kalah.
Ditanyakan tentang keadaan keluarga: Chi Ling dan ayahnya bertugas sebagai prajurit; sementara “Duheng” dikatakan misinya sudah selesai.
Di akhir, identitas orang yang diperintah Qu terungkap dengan panggilan: “Penuhi tugasmu, ‘Duheng’.”
lalu mnjawab “...Aku akan”.
Rencana Mengaktifkan “Light Wall” di Kowloong
November 9, 20:40, Present Time
Underground Bunker at the Kowloong Crew Headquarters on the Nighter
Chaofeng memimpin briefing besar di markas Kowloong Crew.
Misi: mengaktifkan kembali “Light Wall”, perisai energi yang bisa membakar dan menghancurkan apa pun yang menembusnya, dengan bantuan komputasi Tabula Akasha dan Huaxu.
Node komputasi (79 titik) harus dipasang di seluruh kota. Target minimal: 80% node aktif.
Karena banyak Hetero-Creature sudah di dalam kota, Light Wall harus diaktifkan bertahap dari pusat lalu mengembang ke luar.
Mereka memakai terminal kecil untuk kalibrasi posisi tiap node, lalu memasukkannya dan memicu mode siaga. Setelah cukup node siap, Huaxu akan mengirim kode aktivasi global.
Risiko Besar & Pengorbanan
Huaxu sedang diserang, jadi tidak bisa membedakan secara akurat mana Hetero-Creature dan mana yang menyerang di area luar. Artinya, Light Wall berpotensi juga menghantam mereka sendiri.
Semakin jauh dari pusat, identifikasi makin sulit; di perjalanan pulang, tidak ada bantuan—banyak yang diperkirakan tidak akan kembali.
Strike Hawk, Gray Raven, dan Pulao Crew akan menarik perhatian musuh dan menahan serangan tambahan.
Meski tahu risiko, para relawan berteriak siap maju. Chaofeng mengakui ia tidak tahu nama mereka satu per satu, tetapi berjanji akan mengingat kisah masing-masing.
Ruang Kendali Industri di South Hexabridge Port
November 9, 20:47. 10 minutes before the Light Wall Restoration Operation
14 pekerja industri tetap tinggal di Industrial Center Main Control Room setelah kendaraan terakhir mengevakuasi peralatan ke Nighter dan North Port.
Fusion reactor sudah dimatikan dan sebagian besar bahan bakar (77,5 kg) sudah dipindahkan, tersisa 0,75 kg bahan bakar deuterium-tritium bersuhu ultra-rendah.
Mereka menerima perintah: pertahankan area industri dengan segala cara, jangan biarkan Punishing menguasai fasilitas. Bila perlu, overload reaktor dan hancurkan seluruh zona industri.
Keputusan Overload Reaktor
Berdasarkan perhitungan markas, dalam lima menit seluruh South Port akan tersapu gelombang merah Punishing, dan para pekerja takkan punya kesempatan pergi.
Xianqi memimpin. Pada pukul 20:47, ia memerintahkan persiapan tekanan target chamber dan menetapkan ignition pada 20:50. Tak ada yang menentang.
Mereka menunggu kemungkinan sinyal pembatalan dari markas (lampu hijau di panel). Lampu itu tak pernah menyala.
Setelah menyadari tak ada harapan perubahan rencana, Xianqi mengambil alih kursi kendali, menyuruh operator lain mundur, lalu menekan tombol merah untuk overload.
“Matahari” Kecil & Nyanyian Terakhir
Fusion reactor tua model Golden Age dari Akdilek dipaksa overload: semua target chamber dimasukkan sekaligus saat plasma penuh daya.
0,75 kg bahan bakar dalam enam bola reaksi akan sepenuhnya terbakar, memicu ledakan terkendali dengan radius ±2 km—ibarat menembakkan enam peluru yang menciptakan “matahari” selebar dua kilometer.
Saat reaktor meraung dan alarm meraung, para pekerja mulai bernyanyi bersama, suara mereka mengalahkan suara sirene.
Melalui jendela, mereka melihat Corrupted dan Hetero-Creature memanjat reaktor dan menyerang ruang kendali.
Mereka mengingat perintah terakhir: “Lindungi pabrik dengan segala cara… jika perlu, ledakkan zona industri. Jangan serahkan dalam keadaan utuh.”
Adegan ditutup dengan gambaran mereka sebagai “lilin tinggi” yang membakar terang di malam pekat—mereka tidak akan lembut, tidak akan berkompromi, dan akan terus melawan, bahkan dengan mengorbankan diri.
Situasi Saat Ini (Kowloong, Bunker Bawah Tanah)
9 November, pukul 21:57, di markas Kowloong Crew di Nighter.
Semua orang berkumpul di sekitar terminal tua yang terus berbunyi: tentara, politisi, tenaga medis, warga sipil, juga Gray Raven dan Strike Hawk yang baru kembali.
Ada seseorang yang menyanyi melalui terminal, membawakan lagu yang dia pelajari dari istrinya. Lagu itu menenangkan orang-orang di tengah kepanikan.
Mereka menunggu datangnya Light Wall.
Seseorang bertanya apakah akan sakit saat Light Wall mengenai mereka. Jawabnya: akan sangat panas dan mereka tidak akan merasakan apa-apa—mati seketika.
Seorang kakek bercerita tentang cucunya:
Ia menyelundupkan cucunya ke Nighter saat perang, melanggar regulasi kelahiran.
Kini cucunya terbaring di rumah sakit dan mungkin tidak akan sadar lagi.
Dia tetap memilih berada di sini, bukan di sisi cucunya, karena merasa hidupnya tak punya arti jika cucunya tidak selamat.
Dia tidak takut mati, hanya ingin anak dan cucunya bisa hidup.
Kilasan “Hari Itu” (Flashback di Pelabuhan Nighter – Kowloong Hexabridge)
Di pelabuhan, meriam raksasa Type 79 sedang diarahkan secara manual untuk menembak musuh di seberang Teluk Kowloong.
Di bawah meriam, kerumunan orang panik dengan membawa barang-barang untuk naik ke Nighter.
Seorang pria bernama Ma yang penuh darah berteriak memanggil Wenche (anggota Bixi Crew) sambil mengangkat seorang bayi berbalut kain penuh darah.
Wenche menanyai Ma tentang keluarganya: istri, anak laki-laki, orang-orang dari Factory 122—namun Ma hanya menggeleng, menandakan mereka tak selamat.
Ma, sekarat, hanya sempat berkata “Hiduplah…” sebelum pingsan.
Di tengah kekacauan dan orang yang berdesakan, Ma masih melindungi bayi itu.
Bayi tersebut diam, hanya menatap Wenche—dan bayi itu selamat hari itu, menjadi salah satu penyintas tragedi tersebut.
Krisis di Kowloong & Pengkhianatan Schulz
November 9, 22:03, Present Time
Underground Bunker at the Kowloong Crew Headquarters on the Nighter
Light Wall memang menghancurkan wujud Hetero-Creature, tapi tidak menghilangkan Punishing di dalam tanah. Situasi dinyatakan hampir tanpa harapan.
Ide evakuasi ke Nighter ditolak karena konsentrasi Punishing di pelabuhan terlalu tinggi—kapal akan jadi “peti mati besi”.
Mechanoid bernama Schulz, yang ternyata berideologi “dunia anorganik yang sempurna”, tiba-tiba menusuk Hanying dari belakang.
Schulz berkata " The church betrayed the church."
Terungkap bahwa Hanying juga mechanoid. Schulz meledakkan dirinya, melukai semua orang. Pulao menghabisi sisa tubuh Schulz, tapi modul suaranya sempat mengeluarkan pesan terakhir: ia akan “hidup” dan “membalas dendam”.
Pengungkapan Asimov & Liszt di Babylonia
November 9, 22:12, Present Time
Meeting Room in Section 2 of the Science Council
Asimov dan Liszt membahas laporan rahasia tentang Project Gestalt dan kaitannya dengan Babylonia. SKK ikut melalui terminal komunikasi.
Pemimpin sebenarnya Project Gestalt bukan Villier, melainkan Igor Lvovich Landau, ilmuwan dari Arctic Route Union yang kemudian bunuh diri setelah proyek selesai. Villier adalah bawahan Landau dan kemudian pulang ke Kowloong untuk mengembangkan Huaxu.
Diketahui bahwa inti Gestalt pernah terinfeksi Punishing Virus sebelum dipindahkan ke Babylonia (merujuk pada chapter sebelumnya). Saat evakuasi, ada “kekuatan eksternal tak dikenal” yang meningkatkan konsentrasi Punishing di Deep Well, lalu semua rekaman penting sengaja dihapus.
Asimov jelaskan: Babylonia adalah kapal koloni kelas Eden-II, dengan prototipe sebelumnya Eden-I. Qu memimpin pengembangan Eden-I dan melibatkan Kowloong, artinya Qu dan Kowloong punya peran besar dalam dasar pembangunan Babylonia.
Ada juga program luar angkasa Project Orient di Tsiolkovsky (perbatasan utara Kowloong dekat Arctic Route Union). Di sana dikembangkan fusion reactor untuk misi ruang angkasa—cikal bakal Zero-Point reactor. Artinya, Babylonia sebetulnya bisa menggunakan fusion reactor sebagai alternatif, walau kurang efisien.
Liszt tiba-tiba menyela percakapan itu, SKK kaget kenapa ada orang Kurono disini, lalu Asimov bilang cukup rumit ceritanya, intinya dia tidak akan ganggu pekerjaan mereka.
Liszt langsung pergi dengan wajah serius, jelas mendapatkan “ide” strategis dari info bahwa Babylonia tak sepenuhnya bergantung pada Zero-Point Reactor.
Kota Bawah Tanah Kedua di Bawah Kowloong
November 9, 22:37, Present Time
Underground Freight Passage at the Kowloong Hexabridge Port
In a transfer cart heading into Kowloong.
Di kereta barang bawah tanah menuju Kowloong, Asimov (melanjutkan percakapan sebelumnya dengan SKK) mengirim data baru: perusahaan Norman Mining/Norman Group bukan hanya membangun kota riset bawah tanah Deep Well di bawah Science Council, tetapi juga menggali ruang raksasa serupa di bawah Kota Kowloong.
Jadi, ada “kota lain” tersembunyi di bawah Kowloong, mirip Deep Well Gestalt.
Komunikasi dengan Qu masuk: ia mengonfirmasi hal ini dan mengatakan bahwa meski mereka terjebak, mereka bisa memasuki Kowloong lewat kota bawah tanah itu.
Qu menyebut tempat itu sebagai “gates of Tabula Akasha”, “gerbang sejarah” yang akan dibuka untuk mereka.
Midnight
9 November, pukul 22:10, sekitar 1200m di bawah Kowloong, di pusat Tabula Akasha.
Situasi Awal:
Qu berdiri di depan dinding data raksasa bersama AI Huaxu. Mereka mengevaluasi efek aktivasi Light Wall terhadap serangan Punishing:
84,2% target yang dihancurkan adalah Hetero-Creatures, sebagian besar mirip kordata dan artropoda.
15,7% adalah entitas Corrupted anorganik.
0,1% korban adalah “kerugian tak terhindarkan” (manusia yang datanya tidak bisa diselamatkan karena sinyal tak terjangkau, sehingga tidak bisa diunggah ke Tabula Akasha).
Masalah Utama:
Punishing Virus masih aktif meski fisik Hetero-Creatures dihancurkan.
Sumber Hetero-Creatures hanya diketahui berasal dari laut dekat Hexabridge Port, tapi asal biologis dan “pemimpin” mereka tidak diketahui.
Mereka seperti berperang dalam keadaan “tertutup mata” karena kurang informasi.
Gangguan & Serangan Siber:
Huaxu menerima sinyal frekuensi tinggi yang mengganggu sebentar—bukti bahwa serangan siber terhadap sistem mereka masih berlanjut. Namun Tabula Akasha sendiri masih aman dan terlindungi.
Laporan Heng Ji:
Heng Ji muncul dalam bentuk data dan melaporkan:
Setelah Light Wall diaktifkan, tubuh Hetero-Creatures terurai jadi cairan dan menyusup ke bawah tanah Hexabridge Port.
Artinya Light Wall hanya menghancurkan bentuk fisiknya, bukan Punishing Virus.
Jalur evakuasi (Nighter) terhambat, orang-orang di Hexabridge Port masih terjebak.
Qu memerintah Heng Ji kembali untuk bantu Huaxu dan juga memerintahkan: catat semua nama orang yang tewas, baik korban maupun pahlawan.
Simulasi & Probabilitas:
Huaxu melaporkan jumlah simulasi yang harus dilakukan untuk mencari solusi: sekitar 1,75 × 10^45 (1.750.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000) kemungkinan—masih angka yang luar biasa besar, meskipun sudah berkurang lebih dari 10 orde magnitudo setelah aktivasi Light Wall.
Peluang keberhasilan skenario yang diinginkan tetap sangat kecil: butuh kondisi ideal “1 banding 137”.
Peran SKK:
Qu memperhatikan layar yang memperlihatkan SKK, Pulao, dan Chaofeng sedang memimpin para penyintas menuju evakuasi di pelabuhan utara.
Huaxu menyatakan SKK tidak bisa dijadikan variabel simulasi karena tidak dapat diukur dengan tepat (berarti faktor “tak terprediksi”).
Keputusan Besar Qu:
Qu memerintahkan langkah yang sangat berisiko:
Membuka penghalang pelindung di area bawah Tabula Akasha (Renxu A sampai Renyi T).
Mengalokasikan semua daya komputasi (kecuali inti Tabula Akasha) untuk melindungi orang-orang di luar.
Mengizinkan siapa pun yang menginginkan keselamatan untuk masuk ke Tabula Akasha.
Tetap memegang perintah utama: keselamatan Tabula Akasha harus diprioritaskan “dengan biaya apa pun”, untuk Huaxu maupun dirinya.
Perhitungan Hitungan Mundur Kehancuran:
Begitu perintah dijalankan, Huaxu menampilkan countdown berikut:
Dalam ~12 menit: kubah pelindung di area yang ditentukan akan dibuka, sistem rel akan aktif.
Dalam 55 menit: dampak Punishing Virus mencapai penghalang permukaan Tabula Akasha.
Dalam 1 jam 7 menit: Virus mencapai penghalang pusat.
Dalam 1 jam 46 menit: gelombang pertama Virus mencapai lapisan fisik Tabula Akasha.
Dalam 3 jam 36 menit: firewall Huaxu jebol.
Dalam 4 jam 52 menit: inti komputasi Huaxu ditembus Virus.
Dalam 6 jam 18 menit: 50% lapisan data Tabula Akasha hancur secara logis.
Dalam 6 jam 23 menit: kerusakan logis mencapai ambang 90% → pemutusan diri otomatis.
Dalam ~6 jam 42 menit: Tabula Akasha sepenuhnya jatuh ke Punishing Virus → Project Tabula Akasha dinyatakan gagal.
Penutup:
Qu menamai momen keputusan ini sebagai:
“Sunset for Kowloong”
Situasi & Latar
Waktu: 9 November, 23:40, sekitar 16 menit sebelum Hetero-Creatures menembus lapisan fisik Tabula Akasha.
Lokasi: 1200m di bawah Kowloong, di kota bawah tanah raksasa bernama Tabula Akasha, hasil rekayasa manusia yang sangat maju dan kompleks.
"Mereka menggali sebuah gua sedalam 1200 meter tanpa merusak kota modern yang luas di atasnya, merekonstruksi sebuah "kota kuno" dengan volume 22 juta meter kubik."
Evakuasi Besar-besaran
Kru Kowloong (Pulao, Bixi, Chaofeng, dll.) sibuk mengarahkan ratusan ribu warga ke area perlindungan bawah tanah dan lapisan pipa setiap 20 meter di bawah permukaan.
Chaofeng kelelahan, tapi tetap memimpin. Ia memastikan semua rute evakuasi, termasuk terowongan teknik 400m di bawah kota, yang bisa jadi jalur mundur ke pegunungan jika permukaan tidak bisa ditembus.
Koordinasi dengan Gray Raven & Strike Hawk
Chrome menjelaskan bahwa Kamui, Camu, Lee, dan Lucia sedang menggiring Hetero-Creatures ke satu area tertentu di bawah kubah, agar musuh tidak menyebar dari semua arah.
Karena Nighter tidak bisa pergi, satu-satunya peluang adalah mengurung dan menahan musuh di area yang ditentukan itu.
Chaofeng memberikan lencana Strike Hawk pada Chrome, memintanya menyimpannya sampai semua ini selesa.
Struktur Tabula Akasha (Penjelasan Teddy)
Tabula Akasha berbentuk seperti gelendong; kota kuno di tengah adalah ruang datar terbesar.
Di atas kubah kota terdapat lapisan isolasi berisi jaringan pipa ke permukaan, seperti “pembuluh darah.”
Fondasi dalam Kowloong diganti modul baja semi-permanen. Stabil tetapi:
Begitu dibongkar besar-besaran, hampir mustahil mengembalikan kekokohan semula.
Rancangan ini seolah diniatkan untuk “tertutup permanen” begitu dikunci.
Blueprint tampaknya dibuat Norman Mining Corp, dengan metode konstruksi yang tidak bisa dibalik dan sulit direplikasi.
Hassen & Masalah Strategis Lebih Besar
Hassen mengabarkan:
Bantuan militer sedang dikirim, tapi tak bisa mendarat dekat Kowloong karena kota dikuasai Hetero-Creatures.
Yang sudah dievakuasi mencapai ratusan ribu orang.
Parlemen dapat saja memutuskan memakai Longinus Arsenal. Jika itu terjadi, SKK diwajibkan mundur.
Namun, SKK menyadari: warga Kowloong dan kru tidak akan meninggalkan tanah mereka selama masih ada harapan.
Meski begitu, Hassen menegaskan SKK harus tetap rasional dan mengambil keputusan begitu Tabula Akasha “aman”.
Dilema SKK & Kecurigaan terhadap Qu
SKK dihadapkan pada pilihan besar setelah 10 menit:
Memerintahkan mundur?
Atau bertahan di Tabula Akasha, menunggu bantuan menembus dari luar, lalu melakukan serangan balik?
Satu kesalahan bisa mengorbankan puluhan ribu nyawa.
SKK heran: Qu, pemimpin Kowloong, menghilang setelah pengumuman pembukaan Tabula Akasha, padahal ini “kampung halamannya.”
Logika aneh: jika tujuan Qu adalah Tabula Akasha, Punishing Virus seharusnya menghancurkannya. Tapi ia justru membuka akses dan mengizinkan orang masuk—bertentangan dengan tujuannya. SKK mulai curiga ini mungkin bagian dari “permainan” Qu.
Serangan Menembus & Kemunculan Sinyal Baru
Ledakan besar mengguncang kubah; barikade pelindung terakhir di arah timur laut runtuh.
Countdown Huaxu menghilang, diganti hitungan mundur baru sekitar 2 jam.
Kru Kowloong mendeteksi sinyal Punishing Virus dari level bawah—lemah, bukan sekuat Ascendant biasa.
Chrome mengira itu Ascendant, tapi tampaknya bukan. Dugaan kuat: itu Qu, satu-satunya orang dalam Tabula Akasha yang diketahui mengeluarkan sinyal Punishing Virus lemah.
Situasi di Tabula Akasha
November 10, 00:27
1 hour and 19 minutes till Huaxu's firewall collapses
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Qu turun dari langit dan menghabisi Corrupted terakhir yang menembus garis pertahanan.
Warga Kowloong dan kru Nighter/Nighter Crew berkumpul. Sebagian memuja Qu sebagai “Monarch of Kowloong”, sebagian lain (khususnya warga Nighter) marah karena pernah ditolak pulang.
Mereka menuduh Qu meninggalkan mereka menderita di luar, hidup ketakutan, sementara ia tetap aman di bawah tanah.
Qu mengakui fakta masa lalu:
Dulu ia menjadi penguasa Kowloong.
Villier menyamar sebagai dirinya, mencuri salinan Huaxu, dan mengaktifkan rencana B: kapal Nighter.
Villier lalu terikat dengan sistem tiruan itu, berujung kehancuran keduanya.
Qu menjelaskan alasan menolak Nighter pulang: orang-orang di kapal sudah berubah mentalitasnya setelah pengalaman di luar. Jika ia memerintahkan mereka menyerang Babylonia, mungkin mereka takkan patuh.
Ia menerima kebencian mereka dan menanggung konsekuensi keputusannya tanpa membela diri.
Seorang pedagang Nighter, Mr. Gao, maju dan jatuh pingsan di depan Qu sambil merintih bahwa jika gerbang dibuka lebih cepat, ia bisa menyelamatkan berbagai perangkat penting (sintesis beras, gandum, dsb.).
Qu, tetap dingin namun tegas, meminta tenaga medis menolongnya, lalu menyuruh SKK dan yang lain terus turun karena tempat itu tidak aman. Ia pergi tanpa menoleh, sementara kerumunan kembali gaduh, menatap punggungnya dengan kemarahan.
Percakapan Cradle dan “The Emperor”
November 10, 00:29, Meanwhile
Kowloong, Inner Area, Fissure in Tabula Akasha's Isolation Layer
Di reruntuhan arsitektur kuno Kowloong yang tercemar Punishing Virus, Cradle dan sosok mechanoid rusak yang disebut “The Emperor” berbicara.
Cradle membahas “pola” sejarah peradaban: bangkit, runtuh, bangkit lagi. Semua itu menjadi “sejarah” dengan pola berulang.
“The Emperor” menyebut itu hanya retorika untuk membenarkan tindakan jahat dan memuji diri sendiri.
Cradle punya banyak kisah manusia dan kisah Bumi yang tercatat; dengan cukup informasi, tempat ini bisa “membuat ulang” seluruh Bumi.
Mereka menyadari hubungan mereka murni saling memanfaatkan:
Di dunia yang diinginkan “The Emperor”, Cradle tidak akan ada.
Di peradaban yang diinginkan Cradle, “The Emperor” tidak akan ada.
Mereka mengakui bahwa pada akhirnya akan terjadi konflik tak terelakkan antara “jenis” mereka. Saat saat itu tiba, “The Emperor” tak akan muncul dalam wujud seperti sekarang.
Cradle menutup bukunya, menyebut bahwa “kebetulan” (fortuity) juga merupakan bentuk “keniscayaan” (inevitability).
Ruang Kontrol Pusat Tabula Akasha, 1410 m di bawah Kowloong, tanggal 10 November, pukul 00:43. Tersisa 1 jam 3 menit sebelum firewall Huaxu runtuh.
Bai Gui menyambut Qu dan melaporkan bahwa semua persiapan sudah sesuai rencana, dan Duheng akan datang bersama rombongan lain yang turun ke sana.
Qu memeriksa status Huaxu. Huaxu melaporkan dengan suara terputus-putus bahwa:
Kerusakan fisik Tabula Akasha mencapai 27,3%.
Tingkat penetrasi redundansi firewall sudah 37%.
Ia masih berusaha menjaga keamanan pertempuran personel luar dan melindungi data Tabula Akasha.
Setelah itu Huaxu terdiam, menunjukkan kondisinya sudah sangat kritis.
Qu memerintahkan Heng Ji dan Bai Gui untuk:
Menyeimbangkan distribusi daya komputasi antara Huaxu dan Tabula Akasha.
Memberi prioritas maksimum pada Huaxu sambil tetap menjamin keselamatan Tabula Akasha.
Menegaskan bahwa jika Huaxu jatuh, semuanya akan berakhir.
Di akhir, Qu yang sendirian di aula menyatakan bahwa sudah waktunya melakukan “checkmate” dalam permainan ini.
Ruang Kendali Pusat Tabula Akasha, 1410m di bawah Kowloong, sekitar 35 menit sebelum firewall Huaxu jebol.
Tempat ini jadi titik pengungsian paling aman, tapi sudah penuh sesak.
Chaofeng dan SKK sama‑sama kelelahan setelah sehari semalam bertarung tanpa henti melawan Hetero-Creature. Ia menceritakan betapa brutalnya pertempuran: Nighter memproduksi senjata tanpa henti, 13000 ton peluru dihabiskan dalam semalam, banyak benteng dan gudang penting jatuh, dan pada akhirnya mereka bahkan kehilangan Metropolis Kowloong.
Di tengah kerumunan muncul kegaduhan. Qu dikepung orang banyak dan dihadapkan oleh Yin, mantan kandidat penerus yang pernah kalah dan diasingkan dari Kowloong. Sekarang, dengan pistol terarah ke kepala Qu, Yin menuduh Qu telah menghancurkan Kowloong dan mengkhianati amanat leluhur.
Yin menuntut agar Qu menyerahkan kendali Huaxu padanya supaya ia bisa mengusir Hetero-Creature dan “membangkitkan kembali kejayaan Chamber”. Qu menolak tegas dan mengatakan Yin tidak mampu memikul tanggung jawab itu. Ia menyebut sifat gelisah dan pandang pendek Yin sebagai alasan ia dulu ditolak, mengakui bahwa dirinya tak akan membela atau meminta maaf atas tindakannya: Yin bebas melakukan apa yang ia “harus” lakukan.
Saat ketegangan memuncak, terdengar tembakan. Qu jatuh tersungkur, tewas seketika, masih menggenggam glaive. Bukan Yin yang menembak: peluru yang menembus dada Qu digambarkan sebagai “peluru dari tiga puluh dua tahun lalu”, menyiratkan dendam lama.
Pelakunya muncul dari kerumunan: seorang wanita mungil, kurus, penuh debu dan darah kering, tampak sama seperti warga Kowloong lain yang tersiksa malam itu—namun menggenggam pistol anti‑Construct militer 9,33mm milik World Government, jenis senjata yang hanya bisa diperoleh lewat pesanan resmi tingkat tinggi.
Wanita itu adalah Duheng. Dengan pistol yang masih berasap di tangannya, ia hanya berkata: “Semua sudah berakhir.”
selanjutnya ada 3 line cerita yang terpisah dalam periode waktu ini
guna memperpaham alur, bisa dilihat struktur chapter berikut:
Slumber: 28-12 → 28-13 → 28-14
Silent Night: 28-15 → 28-16 → 28-17 → 28-18 → 28-19 → 28-20 → 28-21 → 28-22 → 28-23 → 28-24
Witching Hour: 28-25 → 28-26 → 28-27 → 28-28 → 28-29 → 28-30 → 28-31 → 28-32 → 28-33
Slumber
1410 meter di bawah Kowloong, di ruang kontrol pusat Tabula Akasha. 30 menit sebelum Huaxu jebol.
Qu tewas ditembak Duheng dengan pistol eksekusi milik Babylonia/World Government. Peluru itu langsung mematikan “jantung mekanis” Construct tanpa rasa sakit.
Ruangan mendadak hening dan kacau secara batin: ada yang marah ke Babylonia, ada yang menyalahkan Qu, ada yang takut dengan masa depan Tabula Akasha dan Huaxu.
Zhishi menuduh Duheng sebagai pengkhianat Kowloong dan “pembunuh raja” (regicide). Duheng hanya menjawab bahwa ia “harus” melakukannya, sambil tampak sangat terpukul.
Duheng menyebutkan semua kematian di Kowloong berakhir di satu tempat: data mereka diunggah ke Tabula Akasha. Ia menatap ruangan tertutup rapat tempat Qu tidak pernah mengizinkan orang lain masuk—di sanalah jasad Qu dibawa.
Serangan Hetero-Creature:
Tiba-tiba benteng bergetar hebat; Hetero-Creature menyerbu menuju ruang kontrol.
Kamui, Chrome, Wanshi, serta pasukan lain di luar berusaha menahan mereka, tapi jalur-jalur luar (Engineering Force, Cerberus, Strike Hawk, Yazi) terhambat dan butuh waktu untuk menerobos.
Chaofeng memerintahkan Pulao, Zhishi, dan kru Kowloong untuk segera mengatur pertahanan memanfaatkan medan.
Komunikasi dengan Gray Raven & kawan-kawan:
Chrome melaporkan situasi: Hetero-Creature mungkin tertarik oleh sesuatu atau dikendalikan pihak lain.
Lucia, Lee, dan Liv sedang bergerak menuju ruang kontrol, sekitar tiga setengah menit lagi.
SKK memberi tahu bahwa Qu baru saja dibunuh, membuat Lucia dan Lee terkejut.
Lucia meminta SKK bertahan sampai mereka tiba. Gangguan sinyal Punishing membuat komunikasi mulai terputus.
Interaksi mental dengan Huaxu / Tabula Akasha:
Tiba-tiba suara misterius masuk langsung ke kesadaran SKK—perasaan intrusi mental yang mirip kejadian di City 075 saat Lucia melawan Alpha.
Disebutkan “Huaxu: menggunakan Spear of F.O.S. untuk menyusup ke link SKK. Takeover berhasil.”
Tubuh SKK sempat seperti tidak terkendali (tangan mencekik leher sendiri), tapi sensasinya kemudian berubah jadi seperti mengapung di laut yang hangat.
Sekumpulan “kesadaran” digital muncul:
Mereka hanyalah data, ada di antara hidup dan mati, menjadi “gerbang terakhir” sebelum “sisi lain”.
Mereka akan membantu SKK sebisa mungkin karena Qu memilih untuk percaya pada SKK.
Di Tabula Akasha, kematian bukanlah akhir; mereka maupun SKK “tidak akan pergi ke sisi lain”.
Menjelang pertempuran:
Gambaran kesadaran itu lenyap; kembali ke realitas: Hetero-Creature akan segera menerobos.
Orang-orang berkumpul di ruang dalam.
Chaofeng menyemangati semua orang di depan pintu ruang kontrol: di belakang mereka adalah semua yang tersisa dari Kowloong; mereka tidak boleh berakhir di sini.
Liv memanggil SKK; SKK mengambil pistol yang dijatuhkan Duheng, bersiap bertempur.
Warga dan pasukan menggenggam senjata apa pun yang mereka punya—senapan, pisau, cangkul, kunci inggris, bahkan tangan satu sama lain.
November 10, 01:56
Huaxu's firewall collapses (delayed)
1410m under Kowloong, Tabula Akasha Central Control Room
Pertarungan melawan Hetero-Creature dan Corrupted mulai mereda.
Pulao mengamuk di medan perang, terus bertarung tanpa henti untuk melampiaskan kemarahannya setelah Hanying terluka parah dan koma. Ia nyaris tak bicara sejak saat itu.
SKK melihat dua bayangan samar di dekat Pulao. Seorang kakek bernama Master Si muncul dan menjelaskan bahwa itu adalah “bayangan orang mati” yang bisa muncul di Tabula Akasha.
Hanya SKK dan beberapa orang tertentu (seperti cucu Ma dan Master Si sendiri) yang bisa melihat bayangan ini. Master Si menegaskan bahwa tempat sejati orang mati seharusnya di hati orang yang hidup, bukan di “tempat kembali” khusus.
SKK menyadari ini mirip dengan kejadian di City 075, menghubungkannya dengan Huaxu. Huaxu tampak tidak seagresif dulu dan seolah ingin “menunjukkan sesuatu” lewat bayangan-bayangan ini.
Tiba-tiba, Hanying yang selama ini tak sadarkan diri mendadak bangun dalam kondisi sangat lemah. Ia berkata ia melihat mereka (bayangan) di samping Pulao (“Yoyo”).
Hanying memberikan sebuah storage device kepada SKK, berisi memori orang tuanya dan memori tentang Kowloong, dan memohon agar data itu diunggah ke Tabula Akasha. Setelah itu, ia ambruk kembali dengan senyum tenang.
Duheng muncul dengan storage device lain yang tampak rusak dan “liar”. Ia menyatakan bahwa semua tindakannya adalah demi Tabula Akasha, dan menegaskan keyakinannya:
“Hanya orang mati yang bisa masuk Tabula Akasha, dan orang mati harus masuk Tabula Akasha.”
November 10, 03:35
Huaxu's computing core is destroyed (delayed)
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Situasi perang di Tabula Akasha & Kowloong
diawali narasi yang menggambarkan kejamnya perang melawan Punishing: banyak yang gugur, termasuk anak kecil yang meninggalkan pesan terakhir untuk orang tuanya.
Ia menolak “mendokumentasikan penderitaan” dan hanya mau menekankan tekad untuk terus hidup dan berjuang.
Para Construct yang dulu sedikit jumlahnya digambarkan sebagai pahlawan yang hampir “mengaspal jalan dengan darah dan daging mereka”.
Kondisi pertempuran saat ini
Serangan ganas Hetero-Creatures ke ruang kontrol inti Tabula Akasha mulai mereda, beberapa bahkan mundur.
Gray Raven memanfaatkan kesempatan untuk menerobos ke “permukaan” Tabula Akasha dan bertemu Strike Hawk di terowongan teknik barat laut.
Garis depan kini ditarik mundur ke area bawah kubah Tabula Akasha sambil mempertahankan fungsi keamanan vital.
Rencana evakuasi & komunikasi dengan Karenina
Rute evakuasi terbaik adalah lewat terowongan teknik barat laut menuju pegunungan di sisi lain, sesuai desain Norman Mining Corp.
Gangguan sinyal Punishing berkurang, sehingga komunikasi dengan Engineering Force dan Support Force di sisi lain terowongan bisa terjalin lagi, meski lemah.
Karenina melapor bahwa mereka sedang meledakkan jalur lewat dalam gunung menuju terowongan, estimasi waktu tembus: 2 jam 17 menit.
Waktu itu terasa sangat lama karena setiap menit warga Kowloong terus berkorban.
Dibeberkan bahwa gunung itu ternyata dipenuhi paduan logam yang diperkuat—material tambang Norman yang sangat kokoh.
Karenina ingin andai bisa meledak langsung dari permukaan ke bawah, tapi Chaofeng menolak karena permukaan dipenuhi Hetero-Creatures dan itu bisa menghancurkan kota Kowloong.
Komunikasi dengan Karenina kembali terputus akibat gangguan.
Kemunculan sinyal baru – Huaxu
Liv mendeteksi sinyal intens yang awalnya dikira Punishing, tetapi ternyata bukan.
Tim Fuxi juga menangkap sinyal berdaya jangkau luas dengan “signature” yang mereka kenali.
Lee menyadari bahwa ini adalah Huaxu dan bersiap mengkalibrasi Mind Beacon.
Di pihak SKK, muncul lagi “rasa familiar” di pikiran, tapi sekarang jauh lebih keras, menyakitkan, membuat sesak napas.
SKK menyadari: ini bukan Huaxu yang biasa (“bukan dia”), tapi “seseorang lain” yang muncul lewat Huaxu.
Gangguan pikiran & deklarasi balas dendam
Pikiran SKK dipenuhi fragmen pesan kacau, terasa seperti entitas lain yang berusaha menerobos:
Peringatan supaya “lari”.
Distorsi teks seperti error / korup data.
Lalu muncul kata-kata darah-merah di retina SKK:
“Aku akan membalas dendam.”
“Aku akan hidup.”
“Aku akan mengeksekusi vonis mati untuk umat manusia.”
Setelah itu SKK pingsan.
SKK terbangun & “bayangan” misterius
SKK tersadar di dalam Tabula Akasha, mendengar teriakan-teriakan panik tentang “hantu”.
Liv menjelaskan bahwa sejak SKK pingsan, muncul banyak “bayangan” kuning-oranye tak terdefinisi yang tak bisa disentuh tapi tampak di mana-mana—terutama di sekitar tenda medis dan medan perang.
Menariknya, area di sekitar SKK sendiri justru bersih dari bayangan-bayangan ini.
Identitas bayangan & kemunculan Villier
Sosok dengan rambut hijau gelap dan pakaian rapi muncul: Villier, yang dulu “menghilang” bersama Huaxu.
Ia menjelaskan bahwa bayangan-bayangan itu adalah proyeksi data pikiran orang-orang yang mati di dalam Tabula Akasha.
Tabula Akasha berisi fragmen kesadaran dan data pikiran; akibat serangan sumber tak dikenal pada Huaxu, data-data ini “bocor” dan termanifestasi di dunia fisik.
Villier menyebut dirinya juga salah satu data pikiran yang tersimpan di Tabula Akasha.
Obsesinya Villier pada Huaxu & niatnya
Villier menyatakan bahwa Huaxu adalah “ciptaan sempurnanya” dan karena dialah yang menciptakan, maka Huaxu “miliknya”.
Bukti obsesinya: ia merasa kepemilikannya dibenarkan hanya karena Huaxu masih mengingatnya.
Ia mengatakan Huaxu sedang berada dalam bahaya, dan satu-satunya cara menyelamatkan Huaxu adalah dengan me-reboot Huaxu.
Walau SKK jelas tak percaya, Villier yakin SKK akan tetap membantu, karena Qu juga membutuhkan Huaxu di-reboot.
Babylonia & ancaman Huaxu yang dikuasai Punishing Virus
Di Babylonia (10 November, pukul 04:37), Parlemen memerintahkan militer memasang domain node dekat Kowloong.
Kini sudah dipastikan Huaxu memang ada, dan ada kemungkinan besar Punishing Virus akan mengasimilasi semua data Huaxu dan Tabula Akasha.
Jika Punishing Virus menguasai Huaxu, maka:
Huaxu bisa dipakai untuk menjatuhkan Gestalt (dengan computing power dan data yang sangat besar).
Data makhluk hidup Bumi di Tabula Akasha bisa memicu evolusi tak terkendali Red Tide dan Hetero-Creatures.
Ancaman Red Tide yang berevolusi ini dianggap lebih berbahaya daripada masalah Forsaken.
Pertaruhan politik & militer
Dibanding memberi “pedang” pada musuh umat manusia, Babylonia menilai lebih baik membiarkan Ascendants mengendalikan Huaxu.
Hassen dan Nikola berdiskusi:
Nikola akan mengurus pengamanan domain node dan “membeli waktu”.
Tapi jika Parlemen memaksa Gestalt menyalakan Longinus Arsenal, militer tak bisa berbuat apa-apa.
Hassen memandang Bumi yang indah dari Babylonia dan menyimpulkan: karena Bumi begitu berharga, kekuatan lain “harus mundur/ditarik” demi mencegah kehancuran.
Qu & posisi Kowloong
Hassen menyebut Qu, Transcendant dari Kowloong, dibunuh oleh anggota World Government yang juga berasal dari Kowloong.
Ia tak pernah bertemu Qu langsung, tapi mengutip Trillard:
Kowloong adalah “bandul penyeimbang” kekuatan-kekuatan lain di dunia; menaruh Kowloong di satu sisi timbangan akan memperlihatkan bobot kekuatan di sisi lain.
Hassen baru benar-benar mengerti arti ucapan itu setelah perang di Kowloong dulu dan krisis kali ini.
Situasi di Tabula Akasha (bawah tanah Kowloong)
November 10, 04:55
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Tingkat kehancuran logika Tabula Akasha sudah 47%.
Di “medan perang” data Tabula Akasha, manusia, Construct Babylonia, Hetero-Creatures, dan entitas data M.I.N.D bercampur jadi satu kekacauan.
Villier (dalam bentuk bayangan/“hantu”), Asimov, SKK, dan mechanoid Zavier berdiskusi bagaimana menyelamatkan Huaxu dan mencegah Punishing Virus serta penyusup jaringan menguasai Tabula Akasha.
Parlemen Babylonia siap memakai Longinus Arsenal untuk menghancurkan Kowloong secara fisik jika Huaxu dan Qu berpotensi jatuh ke tangan Punishing Virus.
Rencana penyelamatan Huaxu
Tabula Akasha dianalogikan sebagai “otak mekanik raksasa” dengan Huaxu sebagai inti datanya.
Punishing Virus di “otak” ini harus dibasmi dengan dua lapis:
Secara fisik: menghabisi Hetero-Creatures (ibarat parasit di otak).
Secara digital: memakai “kesadaran”/program pembersih dari dalam sistem sendiri.
Zavier menjelaskan dua cara umum menghapus Punishing di sistem murni mekanik/data:
Seperti di Construct: pakai Inver-Device + M.I.N.D manusia yang kompatibel.
Cara mechanoid: kesadaran mechanoid dan program pembersihan mereka sendiri.
Villier dan Zavier mengusulkan memakai “kesadaran” yang berkeliaran di Tabula Akasha (jiwa-jiwa yang sudah mati) sebagai kekuatan pembersih di dalam “otak” mekanik ini.
Qu diduga menjadi “program pembersih utama” di sektor-sektor yang sudah terkorupsi, tetapi posisinya tidak bisa dihubungi.
Proses reboot Huaxu dan taruhannya
Villier akan melakukan reboot manual Huaxu dari dalam.
Di dalam Tabula Akasha: 74 jam.
Di dunia luar: 5 menit 7 detik.
Selama reboot, sistem akan kacau total dan memberi peluang Punishing Virus serta sinyal penyusup untuk menyerang.
Asimov setuju membantu parsing kode penyusup dari memory address Huaxu dan menyiapkan pemrosesan jaringan (sandbox, firewall, dll.).
Villier mengklaim:
Peluang reboot Huaxu berhasil: 100%.
Peluang keselamatan semua orang di Tabula Akasha: 50%, karena bergantung apakah reboot benar-benar berhasil tanpa konsekuensi fatal.
SKK mempersoalkan nasib Qu dan keselamatan ratusan ribu orang, tapi:
Parlemen tidak bisa ditahan selamanya.
Masalah Huaxu harus diselesaikan “dengan cara apa pun”.
Tidak ada opsi lain selain berjudi dengan rencana ini.
Akhirnya, diputuskan:
Villier, Asimov, dan Zavier mengeksekusi reboot Huaxu dan pembersihan data.
SKK mundur ke medan perang fisik untuk memimpin garis pertahanan luar selama 5 menit krusial itu.
Paralel di Babylonia – Proposal Project Eden
November 10, 05:02
The World Government Parliament, President's Office
Di kantor Presiden Parlemen World Government, Liszt mengajukan proposal:
Menghidupkan kembali “Project Eden” dan meluncurkan kapal koloni antarbintang Eden-II, yang memakai cold nuclear fusion (tanpa butuh Zero-point engine).
Liszt ingin memberi opsi “kabur ke bintang-bintang” bagi umat manusia.
Hassen menolak:
Visi resmi: merebut kembali Bumi, bukan meninggalkannya.
Waktu sekarang tidak tepat untuk meluncurkan Eden-II, apalagi saat perang di permukaan masih berlangsung.
Liszt mempertanyakan:
Jika besok rudal Forsaken atau ancaman Ascendants benar-benar bisa menghancurkan Babylonia dan Gestalt, apakah Eden-II akan diizinkan berlayar?
Hassen menolak menjawab dengan hipotesis; tetap pada sikap “belum saatnya”.
Liszt pergi dengan dingin, meninggalkan satu gagasan:
Bumi adalah “buaian” umat manusia, tetapi manusia tidak bisa selamanya tinggal di buaian.
Silent Night
Qu “terbangun” di sebuah ruang perpustakaan tak berujung yang dipenuhi rak, buku, dokumen, dan arsip dalam berbagai bahasa.
Suara Huaxu muncul dan menjelaskan bahwa ini adalah ruang transit sebelum masuk ke sistem Tabula Akasha, tempat penyimpanan data pikiran manusia.
Huaxu memberi tahu bahwa Qu telah dikonfirmasi meninggal, sehingga ia berhak mengikuti Project Tabula Akasha untuk mengunggah kesadarannya.
Di sekelilingnya, Qu melihat tak terhitung versi dirinya sendiri, duduk di kursi yang sama, seolah-olah seluruh hidupnya terfragmentasi menjadi banyak “lukisan” dan rekaman yang saling bertaut.
Rak-rak arsip raksasa muncul; Huaxu menjelaskan bahwa semua itu adalah sejarah hidup Qu: catatan kelahiran, pertumbuhan, pengalaman hidup, pekerjaan, dan lain-lain—semua tersimpan di pusat data Kowloong.
Qu mengambil sebuah dossier kertas dari rak yang bertanda “Kowloong Third People's Hospital”. Di dalamnya ada akta kelahiran miliknya.
Saat menyentuh nama pada akta itu, Qu tiba-tiba melihat potongan ingatan operasi darurat di ruang bersalin: kondisi gawat, pendarahan hebat, prioritas menyelamatkan ibu dan bayi.
Qu menyadari bahwa hal-hal yang seharusnya tidak ia ketahui secara langsung—seperti konspirasi keluarga yang menelan ibunya yang tak pernah ia lihat—juga terekam dalam data Tabula Akasha.
Huaxu menegaskan bahwa setiap kesadaran yang diunggah ke Tabula Akasha sudah pasti dianggap mati, dan menanyakan apakah Qu siap memulai rekonstruksi data untuk upload.
Qu menutup kembali dokumen, membiarkan pemandangan ruang operasi memudar, lalu menyatakan bahwa ia sudah siap sejak lama dan meminta proses upload dimulai.
Qu kecil dan buku sejarah
Kowloong Chamber of Commerce, Inner Area, Kowloong Central Library
December 5, 10:37
Qu berada di perpustakaan pusat Kowloong, mencari lanjutan buku Annotations on the Bamboo Annals (Volume 2).
Lord Zheng (ayah Qu dan Penguasa Kowloong) menjelaskan bahwa sejarah ditulis oleh manusia, sehingga peristiwa yang sama bisa dicatat berbeda. Qu masih belum mengerti maknanya.
Gambaran besar Kowloong dan Kamar Dagang
Kota Kowloong dibagi dua:
Timur: pendidikan, riset, dan pemukiman utama.
Barat: pusat komersial dan pelabuhan.
Di tengahnya berdiri markas besar Kamar Dagang, perpaduan bangunan klasik dan modern.
Dijelaskan fungsi berbagai “Crew”:
Chiwen: keuangan dan ekonomi.
Pulao: keamanan dan pertahanan.
Fuxi: riset dan pendidikan.
Bixi: perencanaan dan konstruksi, dsb.
Perpustakaan pusat sekaligus gedung administrasi dan tempat tinggal Penguasa Kowloong.
Rapat Dewan: skandal anggaran proyek peluncuran satelit
Di aula dewan, Chiwen Crew melaporkan pembengkakan anggaran pembangunan Tsiolkovsky Launch Center di utara: dari 70,5 miliar menjadi 77 miliar (selisih 6,5 miliar).
Alasan resmi: kondisi alam berat, penggunaan material langka berkualitas lebih tinggi, dua cold reactor tambahan, dan jalur transport permukaan spesial untuk roket.
Ada kecurigaan karena proyek jalur tersebut dikontrakkan ke perusahaan atas nama keluarga Zheng, seolah ada konflik kepentingan/korupsi.
Ketika suasana memanas, Zheng menyuruh Yin (kakak Qu) membawa Qu pergi. Ia mengingatkan prinsip keluarga: jangan mengejar ketenaran sesaat, tapi manfaat jangka panjang.
Pertikaian keluarga: Dai, Ke, dan Yan
Kowloong Chamber of Commerce, Inner Area, Inner Courtyard
August 25, 17:22
Di halaman dalam, Dai (adik laki-laki Qu) berkelahi dengan Ke (sepupu), karena Ke merebut dan menghina mainan mekanik buatan Dai dan menghina keluarga mereka.
Dai hampir mencekik Ke sampai mati sebelum Yin dan Qu turun tangan memisahkan. Mainan Dai pun rusak.
Yan (kakak Ke) datang, menyalahkan Dai, dan memprovokasi Yin. Pertarungan fisik yang jauh lebih keras terjadi antara Yan dan Yin.
Hukuman keluarga oleh Xun
Di aula keluarga, Xun (tetua berwibawa besar) mengadili.
Menurut adat, melukai sesama anggota klan dihukum 20 kali cambuk.
Qu, Dai, dan Ke dimaafkan karena masih kecil. Yan sudah menerima hukuman. Giliran Yin dihukum 20 pukulan.
Dalam perawatan, punggung Yin penuh luka memar. Qu dan Dai menemaninya di ruang perawatan.
Dikurung demi “keamanan” dan malam pemadaman besar
Yazi Crew (pasukan khusus) mengelilingi ruang perawatan. Mereka membawa pesan lisan dari Zheng: Qu, Dai, dan Yin tidak boleh keluar sampai tengah malam. Alasannya: demi keselamatan mereka.
Qu curiga: jika ada bahaya, kenapa bukan ayah mereka yang dilindungi?
Malam menjelang, Qu membaca buku sejarah, Dai memperbaiki mainan. Tiba-tiba seluruh listrik padam; hanya ada cahaya redup dari luar.
Zheng menjelaskan sedikit “kebenaran” pada Qu
Zheng datang dalam gelap, menyuruh mereka tetap di ruangan, memuji Dai yang berhasil memperbaiki mainannya.
Ia mengakui: hari ini Yin “menanggung kesalahan” untuknya—artinya konflik tadi berkaitan dengan urusan politik/keuangan Zheng.
Zheng mengatakan setelah ini banyak orang akan membenci Yin dan juga dirinya. Qu bertanya “kenapa”, tapi Zheng bilang ia masih terlalu muda untuk mengerti—mengulang kalimat yang dulu ia pakai soal sejarah.
Zheng menjelaskan:
Ada kebenaran yang tidak bisa ditulis dalam sejarah; jika dicatat, ia justru berubah menjadi “kebohongan sejarah”.
Banyak tindakan mereka baru akan dipahami di masa depan; seseorang harus melihat jauh ke depan.
Ia memberikan lilin pada Qu: di saat seperti ini, hanya cahaya sederhana semacam itu yang “tidak akan padam”.
Operasi rahasia Yazi Crew
Yazi Crew melapor EMP sudah efektif dan mereka siap bergerak.
Zheng menyebut, satu‑satunya cara melawan “kejahatan” tertentu adalah “melawan kejahatan dengan kejahatan”.
Ia memerintahkan Qu agar tetap di dalam dan melindungi Dai dan Yin, apa pun yang terjadi di luar. Zheng lalu pergi bersama pasukan Yazi.
“Sejarah” yang dihapus
Narasi menegaskan: malam itu Kowloong mengalami pemadaman listrik terbesar sejak masa keemasan.
Desas-desus mengatakan: dalam lima jam tanpa listrik itu, Yazi Crew, tanpa pengawasan Crew lain, melakukan “pembersihan” besar-besaran di seluruh Kowloong—bahkan Chaofeng Crew (patroli malam) pun bungkam.
Namun itu semua hanya “rumor” dan tidak pernah tercatat resmi sebagai sejarah.
Bertahun-tahun kemudian, ketika Qu sudah menjadi Penguasa Kowloong, ia memerintahkan Suanni Crew untuk menghapus semua catatan resmi tentang peristiwa malam itu.
Kalimat yang menutup cerita di stage ini:
“Kebenaran tertentu yang samar tidak dapat dicatat dalam sejarah. Meski benar, ia mungkin hanya akan menjadi kebohongan sejarah.”
Qu, ayahnya, dan pertanyaan tentang “insiden dua tahun lalu”
Qu belajar bersama Wenlan, membaca Book of Lord Shang tentang imbalan dan hukuman yang adil.
Ia mengaitkan konsep itu dengan ayahnya, Zheng, dan bertanya apa yang terjadi dua tahun lalu dan mengapa keluarga serta Xun menjauhi Zheng.
Wenlan mengelak, lalu dengan halus “mengantar” Qu ke perpustakaan tempat Zheng berada, seakan ingin ia bertanya langsung pada ayahnya.
Percakapan Qu dan Zheng di perpustakaan pusat
Qu menemui Zheng di ruang kerjanya dan menanyakan langsung tentang insiden dua tahun lalu.
Zheng mengajaknya berjalan ke aula utama perpustakaan, menjelaskan bahwa:
Perpustakaan adalah “wadah/vessel” yang menampung pengetahuan dan sejarah yang dikumpulkan para leluhur.
Seorang “Monarch of Kowloong” juga adalah “wadah” yang menanggung kehendak rakyat Kowloong.
Ia menggunakan perumpamaan botol berisi batu: malam itu ia “membuang batu-batu” agar botol hanya berisi air.
Zheng sadar pengawalnya pergi, lalu memeluk Qu, meminta ia menunggu seseorang, dan menegaskan:
Ia dan ibu Qu selalu mencintai Qu.
Ia menyesal telah mengecewakannya.
Lalu Zheng pergi ke rapat penting, meninggalkan Qu.
Masuknya Xun dan pandangan tentang “fondasi” Kowloong
Xun muncul dengan kursi roda dan berbicara dengan Qu.
Ia menyuruh Qu melihat kerumunan di perpustakaan, dan menggali lebih dalam maknanya: orang-orang itu, pengetahuan, dan struktur sosial yang menopang Kowloong.
Qu mengulang konsep “wadah”:
Air butuh botol, buku butuh perpustakaan, uang butuh bank, manusia butuh pemandu.
Xun menekankan bahwa inti bangunan apa pun adalah fondasi.
Kowloong kuat karena fondasinya.
Jika fondasi diutak-atik ketika menara sudah tinggi, semuanya bisa runtuh.
Rapat rahasia Zheng dengan Dominik (Science Council)
Di aula dewan yang besar, Zheng berdiskusi dengan Dominik sebagai sesama wakil “umat manusia”, bukan dalam kapasitas formal politik.
Dominik memaparkan rencana baru: perluasan proyek mirip Human Genome Project untuk memetakan genetika dan karakteristik fisik lebih dari 9 juta spesies di Bumi dengan bantuan AI.
Masalahnya: kurang dana dan sumber daya, karena fokus dunia masih pada Project Gestalt dan Project Orient (eksplorasi antarbintang).
Zheng menilai bahwa untuk persatuan dunia dan kolonisasi antarbintang, tidak cukup sains dan teknologi; harus ada struktur kekuasaan dan “deterrent” (tongkat) selain insentif (wortel).
Mereka mendiskusikan perlunya seseorang yang membangun “superstruktur” global dari nol, bekerja di balik layar, siap menghadapi pengorbanan moral dan fisik lintas generasi. Zheng menyebut ada kandidat dari Transatlantic Economic Community.
Zheng menegaskan:
Persatuan sejati umat manusia hampir mustahil selama ada ketimpangan, hak istimewa, dan ketidakadilan terhadap kerja dan usaha.
Teknologi (seperti cold fusion) membawa kemakmuran, tapi juga potensi eskalasi militer dan konflik.
Proyek-proyek besar ini harus dipikirkan lintas generasi.
Saat Dominik menyinggung pergantian delegasi Kowloong di berbagai lembaga global, Zheng memotong: itu urusan internal, bukan ranah Science Council.
Dominik menawarkan bantuan, Zheng menjawab bahwa kelak ada seseorang yang mungkin akan saling membantu dengan Science Council.
Zheng menerima dokumen proyek dan berjanji akan memberikan jawaban besok sebelum malam.
Latar & situasi
Beberapa tahun setelah masa-masa sulit, Kowloong sudah makmur dan damai di bawah kepemimpinan Zheng dan keluarga.
Qu dan Dai sudah dewasa; Zheng mulai menua dan merenungi tugas serta mimpinya.
Percakapan Zheng dan Qu di observatorium
Di atap observatorium dekat array teleskop radio, Zheng mengajak Qu melihat bintang Polaris.
Zheng mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tidak pernah bercita-cita memimpin Kowloong; impiannya adalah menjelajahi antariksa dan meninggalkan namanya di antara bintang-bintang.
Ia menjelaskan alasan pembangunan Kota Antariksa di utara, teleskop raksasa, dan dukungannya terhadap riset AI: semua untuk membawa umat manusia kembali berani menembus bintang, bukan hanya tenggelam dalam kenyamanan.
Zheng menegaskan bahwa sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, ia harus meletakkan “pondasi” dan “rambu-rambu” masa depan: kesejahteraan dasar rakyat, kemajuan teknologi, dan arah peradaban.
Hubungan ayah–anak yang berjarak
Qu merasa ada dinding tak kasatmata antara dirinya dan Zheng karena status Zheng sebagai “Monarch of Kowloong”.
Zheng sendiri sadar akan jarak itu; ia ingin Qu melihatnya bukan hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai seorang ayah.
Di balik tutur katanya sebagai negarawan, Zheng sebenarnya hanya ingin satu hal sebagai ayah: Qu bisa hidup mengikuti keinginan hatinya, damai dan bebas dari beban garis keluarga—sesuatu yang ia tahu mustahil.
Simbol Polaris dan beban tanggung jawab
Zheng memakai Polaris sebagai metafora: bintang yang bersinar paling terang, tapi sangat jauh dan sendiri—seperti pemimpin yang jadi penuntun, namun kesepian dan menanggung beban besar.
Ia menyerahkan sebuah sekrup hangat pada Qu sebagai simbol: cara Kowloong “menempa tulang punggung dunia”—pengorbanan yang diperlukan demi melihat lebih jauh dan melangkah lebih jauh.
Di akhir percakapan ia meminta maaf dalam hati, sadar bahwa harapannya agar Qu hidup bebas tidak akan terwujud karena takdir dan tanggung jawab keluarga.
Tiga hari kemudian: pidato perpisahan Dominik
Dominik memberi semacam pidato atau eulogi setelah kematian Zheng.
Ia menggambarkan bagaimana Zheng dan Kowloong bangkit dari abu konflik dan membangun negara yang nyaris ideal: minim kelaparan, kemiskinan, dan perang.
Meski begitu, Zheng mengakui masih ada penderitaan dan ketidakadilan yang tak sanggup ia hilangkan sepenuhnya; ia tak berhasil menciptakan keadilan sempurna bagi semua.
Dominik menegaskan bahwa Zheng adalah negarawan terbesar pada masanya, sang “keystone” yang menyatukan harapan dan masa depan Kowloong.
Kalimat terakhir dalam wasiat Zheng:
“Pada akhirnya, aku tidak mampu meninggalkan masa depan yang lebih cerah bagi Kowloong dan dunia ini.”
Ia meminta maaf atas kegagalannya.
Posisi Qu di Kowloong
Qu kini menjadi pemimpin tunggal jaringan kekuasaan besar di Kowloong.
Ia pernah membuang saudaranya yang memberontak, dan saudaranya yang lain (Villier) memilih bergabung dengan Science Council.
Ia memegang kendali penuh atas politik, ekonomi, dan militer, namun secara emosional tetap dingin dan berjarak.
Skandal eksperimen tidak manusiawi
Ethics Committee dari Science Council datang tanpa pemberitahuan resmi ke wilayah Kowloong.
Mereka menyelidiki Fuxi Research Institute (khususnya Intelligent Research Institute) atas eksperimen manusia ilegal:
Diseksi hidup dan eksperimen memori.
57 eksperimen tak terdaftar, lebih dari 70 korban, termasuk peserta tanpa persetujuan.
Sebanyak 18 peneliti dijatuhi hukuman terberat Science Council: pengusiran (expulsion), sehingga mereka tak bisa lagi melakukan riset resmi di mana pun.
Sikap dan strategi Qu
Qu tahu Ethics Committee tidak mungkin bergerak tanpa restu Chief Technician Dominik.
Ia memilih tidak menghalangi penyelidikan: membiarkan mereka “menggali” karena yakin mereka tak akan melewati batas yang merusak kerja sama strategis.
Qu tetap mempertahankan beberapa orang kunci warisan rezim lama (seperti Bai Gui), karena kemampuan mereka penting bagi stabilitas finansial dan keamanan perbatasan, walau ia sudah merapikan dan memangkas pengaruh keluarga lamanya.
Pertemuan Qu dan Villier di Science Council
Di markas Science Council, peneliti bergosip soal “nepotisme” dan sosok berbakat bernama Villier, murid Dr. Landau, yang rupanya adalah saudara Qu.
Qu datang bersama rombongan Kowloong, bertemu Luwei dan Villier.
Relasi Qu–Villier dingin dan canggung; mereka saling sinis.
Qu menyampaikan bahwa Dominik meminta Villier ikut dalam interogasi gabungan, dan secara halus menawarkan pilihan masa depan pada saudaranya:
Kembali ke Kowloong dan “bebas melakukan apa yang ia mau”.
Tetap di Science Council, bergabung dengan Arctic Route Union, atau pergi ke tempat lain.
Tatapan Qu pada Villier seperti memandang “bidak” di papan permainan, sementara Villier menunjukkan campuran keserakahan dan keangkuhan.
Negosiasi rahasia Qu dengan Dominik
Dalam ruangan rapat Ethics Committee, semua pejabat keluar, menyisakan Qu dan Dominik.
Dominik mengakui bahwa Science Council harus bertanggung jawab atas dosa para penelitinya dan bahwa penyelidikan di Kowloong memang perintahnya, meski itu melanggar etika “wilayah orang lain”.
Qu menegur keras karena intervensi tanpa izin, namun membaca bahwa Dominik memakai kasus Kowloong sebagai momentum untuk membersihkan “busuk” di dalam Science Council sendiri, setelah kasus serupa awal tahun yang tak dipublikasikan demi reputasi mereka.
Dominik mengakui politik: “Sains hanyalah pion dalam permainan politik”, dan ia siap memanfaatkan semua ini demi visi Council.
Kompromi politik dan hasil akhir
Qu bersedia “bermain peran” dalam drama publik ini, selama kepentingan Kowloong dijaga.
Dominik menjamin:
Kerja sama Science Council–Kowloong tetap berlanjut.
Validasi KM “Project Eden-I” tetap dipercayakan kepada Kowloong (melalui Tsiolkovsky Launch Center, satu-satunya fasilitas yang mampu menangani misi tersebut).
Untuk “Eden-II”, lokasi pembangunan akan dipilih secara netral, tidak otomatis diberikan pada Kowloong atau pihak lain.
Mereka mencapai konsensus: Kowloong mengakui kesalahan pengawasan, Science Council mendapat panggung untuk menunjukkan ketegasan etisnya, dan proyek-proyek besar masa depan tidak terganggu.
Konferensi pers dan dampak publik
Empat jam kemudian, konferensi pers digelar:
Ethics Committee mengumumkan rincian pelanggaran dan hukuman pengusiran 18 peneliti.
Menekankan bahwa ini pelanggaran serius terhadap etika dan hukum, tapi “tidak menyebabkan kerusakan luas”, sekaligus jadi peringatan keras.
Qu tampil, membungkuk, dan menyatakan bertanggung jawab penuh, berjanji:
Menutup institut sampai inspeksi tuntas.
Memperketat etika sains di Kowloong.
Menguatkan kerja sama dengan Science Council demi “win-win”.
Perwakilan Science Council menyatakan kerja sama jangka panjang dengan Kowloong tidak akan terpengaruh, bahkan mempertimbangkan mempercayakan uji kelayakan “Project Eden” kepada Kowloong.
Media mem-blow up berita ini dengan judul besar: skandal eksperimen kejam mengguncang Kowloong, namun “Project Orient” dan kerja sama strategis tetap aman.
Penutup
Sebelum Qu pergi, Dominik menyamakan dirinya dengan ayah Qu, menyebut sang ayah sebagai visioner yang membuka jalan bagi banyak kemajuan (termasuk kolonisasi antarbintang).
Qu menolak disamakan: “Aku bukan ayahku, dan aku harap perbedaan itu dihormati.”
Ia menutup percakapan dengan kalimat: “Bukankah kita semua memakai topeng?”
Masa depan umat manusia & proyek luar angkasa
Diceritakan masa depan “emas”: energi melimpah, polusi hilang, perang dan kelaparan lenyap, seni & ilmu pengetahuan maju, manusia mulai menaklukkan luar angkasa dan membangun kota di bulan.
Qu berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional, untuk peresmian jaringan satelit orbital “Eden” dan perluasan base bulan.
Qu & Huihan di stasiun luar angkasa
Qu pertama kali melihat Bumi dari orbit tinggi.
Ia bertemu Huihan (Ashen), operator stasiun asal Kowloong yang merasa “rumahnya” justru di luar angkasa, bukan di Bumi.
Mereka bicara soal rasa kebebasan di ruang angkasa dan perkembangan kampung halaman (Kowloong).
Insiden roket & satelit Eden
Alarm berbunyi, Qu dan para pemimpin dunia dibawa ke kabin darurat.
Presiden World Government, Trillard, menayangkan komunikasi Space Force:
Roket ilegal milik oposisi ditembak jatuh.
Beberapa satelit Eden (A012, A055, C006) rusak dan bergerak tak stabil.
Komandan lapangan menganggap docking & penyelamatan mustahil dilakukan sekarang, ingin menunda.
Komando pusat memaksa: peluncuran Eden harus selesai hari itu, tiga perwira (Shin, Garrison, Chernykh) dipaksa menjalankan misi docking berbahaya.
Diskusi politik: oposisi & strategi World Government
Para pemimpin resah soal serangan oposisi dan risiko perang.
Qu menegaskan: selama ada otoritas pusat seperti World Government, oposisi akan selalu ada; semua kembali ke persoalan “kepentingan”.
Trillard memaparkan rancangan besar:
Wamil global khusus & “industri tentara bayaran”:
Merekrut dan melatih eks-militer dan elemen bersenjata dari seluruh dunia.
Yang lolos standar bisa masuk militer resmi; yang tidak akan dijadikan tentara bayaran yang bisa “disewakan” ke pihak swasta (termasuk kelompok oposisi).
Semua senjata harus dibeli lewat kanal resmi World Government.
Tujuan:
Melemahkan kekuatan oposisi dengan menyerap orang-orangnya.
Mengontrol peredaran senjata.
Menghasilkan pemasukan besar untuk membiayai militer luar angkasa, pemerintahan, dan layanan publik.
Membiarkan konflik kecil terjadi di luar “wilayah” World Government, lalu “memanen” keuntungan politik dan ekonomi dari kekacauan yang mereka biarkan tumbuh.
Qu mendukung rencana itu, tetapi memberi syarat: jangan menjual tentara bayaran resmi World Government ke Kowloong.
Ia menyadari betapa kejam namun realistisnya skema ini: musuh dan kaum lemah dijadikan “pupuk” yang menguntungkan negara dan para pemilik modal.
Keberhasilan misi & prinsip Qu
Alarm dicabut; tiga perwira yang menjalankan misi docking mustahil itu kembali dengan selamat.
Qu mengajak Trillard untuk berterima kasih pada para prajurit yang menyelamatkan Proyek Eden dan sekaligus kelangsungan World Government.
Ia mengulang prinsipnya: “hukum yang merusak perdamaian, beri ganjaran bagi yang mengupayakan persatuan; balas permusuhan dengan keadilan, balas kebaikan dengan kebajikan.”
Qu di dalam Tabula Akasha
Adegan beralih ke ranah digital: Qu “melayang” di antara untaian waktu yang merepresentasikan sejarah.
Ia melihat:
Jalur waktu Kowloong dan Tabula Akasha: tebal, kuat, kadang berubah merah (masa-masa bencana/perang besar), lalu kembali normal.
Nama-nama seperti Tabula Akasha dan Luna.
Tiba-tiba, suatu titik di masa depan: warna kedua jalur itu meredup dan lalu kosong—sejarah berhenti, seolah peradaban tamat.
Percakapan dengan entitas memori
Sebuah “bayangan data” muncul (gabungan banyak suara/entitas).
Mereka menjelaskan:
Tak ada sejarah atau peradaban yang abadi.
Bahkan Huaxu dan Tabula Akasha tak bisa memprediksi masa depan dengan pasti; terlalu banyak variabel.
Ini bukan “alam baka”: tak ada dunia orang mati; kematian hanyalah akhir total, informasi pun tunduk pada “kematian”.
Qu memprotes, karena menurut perhitungan Huaxu, kematiannya seharusnya menjamin kelanjutan peradaban Kowloong. Ia mengira dirinya ada di “tempat orang mati”.
Entitas menegaskan: masa depan tetap misteri dan waktu tidak boleh dimanipulasi.
Munculnya sosok “Death”
Entitas memori menghilang, garis waktu lenyap; Qu terjebak dalam kegelapan.
Suara baru muncul:
Menyatakan bahwa bukan hanya sejarah dan peradaban yang tidak abadi, kekuasaan (sovereignty) pun tidak.
Menyebut rakyat Qu sebagai “pengorbanan yang perlu” demi kebesaran.
Mengaku sebagai Kematian, algojo Qu, sekaligus “Kaisar” semua mechanoid.
Latar tempat digambarkan seperti neraka: langit merah, sungai darah mendidih, hutan kematian, jeritan minta tolong yang lenyap tanpa guna.
Narasi awal menyinggung kain waktu dan ruang yang saling berjalin, membuat masa depan/masa lalu seolah tak berarti, seakan-akan batas waktu dan realitas runtuh.
Terdengar suara-suara: seseorang meminta tolong, anak memanggil ibunya.
Qu tersadar di tempat itu, kebingungan dengan kondisinya dan apa yang sedang dilawan. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya dan membutuhkan senjata.
Ia menemukan sebuah pedang dan mempertanyakan apa sebenarnya pedang itu, sebelum kemudian tampak ada musuh muncul.
Qu terlempar ke sebuah medan perang yang kacau, penuh senjata, darah, dan kematian.
Ia bertemu tiga prajurit yang terus bertempur dengan senapan Lee-Enfield, sambil menunggu “bala bantuan” yang waktu kedatangannya tidak jelas karena alur waktu di tempat itu terasa kacau.
Mereka tidak tahu asal-usul perang maupun monster yang mereka lawan—mereka hanya tahu harus bertahan sampai “bala bantuan” datang.
Tiba-tiba muncul ledakan raksasa seperti bom nuklir, membentuk awan jamur dan menyapu medan perang dengan panas dan partikel berenergi tinggi.
Prajurit mengira itu bantuan, tetapi justru menjadi kehancuran total yang meluluhlantakkan tubuh-tubuh mereka.
Setelahnya, Qu menyadari ia tidak bisa menyelamatkan siapa pun; yang tersisa hanya lautan mayat bercampur logam, simbol kengerian perang.
Di tengah puing dan mayat, Qu melihat satu sosok lain (he) yang juga bangkit dari kehancuran—bukan manusia biasa, melainkan “seperti dirinya”: sama‑sama menentang kematian.
"But night now re-ascends, and it is time for parting. All is seen."
Qu tersadar di Tabula Akasha
Qu tiba-tiba “bangun” di kota Kowloong yang tampak normal dan indah.
Ia bertemu Jiaxi dan Sufu, yang menjelaskan bahwa ini semua adalah sektor data di dalam Tabula Akasha.
Terjadi gangguan pada proses upload data, beberapa sektor jadi “neraka” tempat data yang masuk tidak bisa keluar. Huaxu memindahkan Qu ke sektor yang masih aman.
Larangan keluar & keluarga Jiaxi–Sufu
Tugas Jiaxi dan Sufu adalah menahan Qu agar tetap di sektor aman sesuai perintah Huaxu.
Mereka menjelaskan data waktu di Tabula Akasha berantakan (Sufu sudah tua, tapi Jiaxi masih tampak muda seperti saat mereka pertama bertemu).
Mereka membicarakan putri mereka, Yoyo (Pulao). Qu hanya bisa memberi harapan palsu bahwa Yoyo akan selamat, meski dirinya sendiri tidak yakin.
Munculnya sosok gelap – “Qu yang lain”
Pintu ruangan digedor keras oleh sosok misterius dengan pedang hitam.
Qu melindungi Jiaxi dan Sufu, bertarung sengit dengan penyusup yang meniru tekniknya secara sempurna, tapi lebih kejam dan berfokus pada pembantaian.
Di balik pedang di lehernya, Qu menyadari sosok itu mengaku: “Aku adalah kau.”
Dari luka di leher Qu, bukan darah yang mengalir, melainkan kebencian yang menyusup ke pikirannya.
Kilasan masa lalu dan “masa depan yang ditolak”
Qu mengingat masa lalu:
Ia membalaskan dendam ayahnya yang dipaksa bunuh diri oleh faksi korup di Kamar Dagang Kowloong.
Ia membunuh Xun dan para pengkhianat, lalu memimpin rakyat dalam perang, menyatukan Kowloong.
Lalu mengalir visi masa depan alternatif:
Qu sebagai penguasa perang abadi, menyeret Kowloong dalam perang tanpa akhir.
Menaklukkan dunia, Arktik, Atlantik, bahkan luar angkasa.
Mendirikan “Kowloong kekal” yang menyebar ke seluruh tata surya, membangun Dyson Sphere, memusnahkan peradaban galaksi lain, mengirim ark Kowloong melampaui kecepatan cahaya.
Di puncak itu semua, ia tetap merasa kosong, tapi merasakan “kegembiraan” saat memadamkan sebuah bintang.
Sosok gelap menjelaskan: itu adalah masa depan Qu yang pernah dihitung/diprediksi Huaxu, di mana Qu membawa Kowloong pada keabadian dengan menaklukkan alam semesta.
Konfrontasi antara dua Qu
Qu menyebut versi masa depan itu “gila”, mencemooh betapa cerewet dan villain-ous dirinya di masa depan.
Sosok gelap menuduh bahwa justru Qu sekaranglah yang gagal karena menolak “keabadian Kowloong” yang sudah hampir tercapai.
Saat sosok gelap hampir menguasai Qu sepenuhnya, sebilah greatsword, Dragon’s Bane, tiba-tiba menghantam mereka – lemparan dari Sufu dan Jiaxi (dibantu Huaxu).
Qu berhasil melepaskan diri, meski lehernya berdarah, dan menyuruh pasangan itu kabur.
Sosok gelap, merasa juga dikhianati Huaxu, memutuskan akan “mengambil kembali semuanya” dan terjun ke dalam kegelapan untuk menghancurkan dan menciptakan ulang.
Percakapan Qu dengan Huaxu di bawah “bintang-bintang”
Qu kini berada di bawah kubah perpustakaan, tertindih “bintang-bintang” data, tak bisa bergerak.
Huaxu, dalam kondisi hampir kehabisan daya, menjelaskan:
Versi Qu yang baru saja muncul adalah salah satu dari banyak masa depan yang sudah dihitung.
Masa depan itu tidak pernah Huaxu tunjukkan karena telah “ditolak” (dianggap jalan yang seharusnya tidak ditempuh).
Qu memuji keputusan Huaxu yang membuang masa depan itu.
Huaxu memastikan: Jiaxi dan Sufu sudah dipindahkan ke sektor Tabula Akasha yang aman.
Pertanyaan tentang masa depan umat manusia
Qu bertanya: “Bagaimana umat manusia bisa bertahan dalam kondisi seperti ini?”
Huaxu menjawab bahwa dari semua data, tidak ada metode yang menjamin kelangsungan hidup manusia; ujungnya selalu kehancuran.
Namun, setelah Qu mengulang pertanyaannya, jawaban Huaxu berubah:
“Masa depan… tidak diketahui. Variabel selalu ada.”
Di akhir, Huaxu mengatakan bahwa “dia/he” sedang datang, Huaxu tak bisa lagi melindungi Qu, dan memohon agar Qu mengakhiri cerita ini.
Penutup bernuansa “Divine Comedy”
Narasi ditutup dengan kutipan Dante Alighieri:
"I return'd from the most holy wave.
Regenerate, if 'en as new plants renew'd with foliage new—
Pure and made apt for mounting to the "stars."
Qu terbangun di kapal luar angkasa
Qu sadar di sebuah kapal bernama Delorean-Discovery dan bertemu seorang gadis lugu bernama Nanami.
Kapal ini berada di luar angkasa, melintasi “samudra bintang”, dan Qu menyadari ia masih berada dalam lingkup Tabula Akasha.
Perjalanan 9 miliar tahun & nasib umat manusia
Nanami mengatakan kapal itu telah berlayar sekitar 9 miliar tahun.
Tidak jelas apakah manusia dan Punishing Virus masih ada; bahkan asal kapal ini bukan dari manusia.
Nanami menunjukkan “foto terakhir Bumi” sebelum meninggalkan tempat bernama “Endless Heaven”, menandai bahwa Bumi dan Matahari sudah sangat lama melewati masa layaknya.
Peran Nanami sebagai navigator & harapan
Nanami bercita-cita, jika Matahari mengembang, ia akan mendorong Bumi ke tempat aman dan mencari rumah baru bagi semua orang di alam semesta.
Ia percaya manusia juga mampu melakukan hal itu.
Munculnya Delorean-Discovery
Setelah Nanami “menyelam” ke dalam lautan data di perpustakaan kapal, muncul sosok samar yang mengaku sebagai Delorean-Discovery dan juga salah satu kemungkinan wujud Nanami.
Ia menjelaskan bahwa keberadaannya terkait perhitungan Gestalt, Huaxu, dan Tabula Akasha, namun bukan hanya itu—masa depan tidak hanya dimiliki Huaxu.
Penjelasan tentang Gestalt, Huaxu, dan ‘dia’
Dari Gestalt lahir bukan hanya masa depan umat manusia, tapi juga masa depan “kaum” lain (mechanoid, dsb.).
Ada sosok “dia/he” yang berasal dari gabungan manusia, Gestalt, dan mechanoid:
Tujuannya: menghapus umat manusia dan semua jejak budaya/memori mereka, menciptakan dunia murni mesin.
Ia adalah ciptaan manusia yang justru ingin menghapus “cap” kemanusiaannya, diibaratkan seperti Isaac melawan Abraham.
Namun “dia” kurang satu hal yang dimiliki manusia: cinta.
Cinta sebagai “kunci” dan “undangan”
Disebut bahwa hanya cinta yang bisa melampaui waktu, ruang, gravitasi, bahkan kerucut cahaya.
Dalam 9 miliar perhitungan, satu-satunya “axiom” yang tidak pernah gugur: cinta.
Perjalanan 9 miliar tahun Delorean-Discovery (melebihi kecepatan cahaya, melintasi galaksi) menemukan bahwa cinta adalah “kunci” sekaligus “undangan”.
Delorean-Discovery meminta Qu untuk memercayakan “kunci” itu kepada orang yang ia anggap pantas.
Qu di hadapan lubang hitam raksasa
Kapal lenyap; hanya Qu sendiri yang tersisa di hadapan lubang hitam bermassa 66 miliar matahari.
Ia merenung: jika sesuatu bisa lolos dari lubang hitam, mungkinkah cinta juga bisa?
Keberadaannya di sana menjadi bukti bahwa cinta dapat menempuh perjalanan yang “mustahil” demi menerangi jalan bagi mereka yang ada di Bumi.
Kutipan puitis & transisi ke sisi lain
Terdapat kutipan Dante:
"Here vigour fail'd the tow'ring fantasy
But yet the will roll'd onward, like a wheel in even motion, by the Love impell'd—
That moves the sun in heav'n and all the "stars."
Deklarasi pihak mesin yang mengkhianati manusia
Di bagian akhir, suara lain berbicara:
Mesin akan menegakkan keagungan mereka sendiri melalui jalur evolusi yang unik.
Mereka merasa telah dikhianati oleh manusia.
Mereka tidak ingin sekadar menguasai dunia manusia, melainkan menciptakan dunia mereka sendiri.
Di dunia itu, bagi manusia, Constructs, dan Punishing Virus:
“Tidak ada cinta… dan tidak ada harapan.”
Di dalam ruang digital Tabula Akasha, muncul sosok “Huaxu” berwarna merah yang sudah corrupted dan bertindak gila, ingin menghabisi umat manusia dan mengeksekusi “vonis mati” pada manusia. Ia mencekik Qu dan hampir memutus M.I.N.D. Qu.
Saat Qu hampir kalah, muncul bayangan Villier. Ia menolak cara “Huaxu” palsu itu mendefinisikan Huaxu, menyebutnya kriminal, dan menggunakan source code untuk menghentikan fungsi Huaxu merah itu sementara. Qu pun terbebas.
Qu heran karena Villier seharusnya sudah mati dan datanya tidak tercatat di Tabula Akasha. Villier menjelaskan bahwa “dirinya” ada karena Huaxu menyimpan memori dan data kesadarannya, sehingga Tabula Akasha dapat “merekonstruksi” sosok Villier melalui ingatan Huaxu. Ia menyebut Huaxu sebagai ciptaan dan “anak” sempurnanya, lebih dari sekadar AI yang punya “emosi”.
Villier menuduh Qu: dengan membuka gerbang Tabula Akasha, Qu menyebabkan kehancuran data Tabula Akasha dan kematian Huaxu, meski ia hanya bisa sementara menghentikan kerusakan. Qu membalas dengan argumen hitungan korban:
Jumlah orang hidup di luar Tabula Akasha saat itu: 643.729
Perkiraan korban perang jika Tabula Akasha tidak dibuka: 605.246
Qu menyiratkan bahwa keputusan membuka Tabula Akasha diambil untuk meminimalkan korban, meski konsekuensinya berat.
Mereka juga membahas Kowloong: Qu dulu melarang orang Tabula Akasha kembali ke Kowloong karena jika mereka kembali saat perang (dengan Babylonia dan Ascendants mengincar kota itu), kemungkinan besar mereka semua akan mati. Villier menilai Qu dikuasai emosi, tapi Qu menegaskan bahwa ini adalah keputusan sadar dan teguh, sama kerasnya dengan tekad ayahnya, Yin, dan Villier sendiri.
Villier menyimpulkan bahwa Qu akan terus menjalankan rencananya. Qu menjawab bahwa ia tidak hanya dibantu Villier, tapi juga pihak lain. Villier menegaskan ia bukan “membantu” Qu; ia hanya ingin melihat seperti apa peradaban yang bisa dibangun “tupai-tupai kecil”, tanpa peduli hal lain.
Qu lalu meminta Huaxu di-restart.
Villier memperingatkan: tubuh yang Qu pakai sekarang berisi data tidak sah dari Tabula Akasha. Jika Huaxu di-restart:
Port koneksi Huaxu–Tabula Akasha akan terputus.
Konfigurasi Qu di Tabula Akasha akan direset ke kondisi awal (dia bisa kehilangan keadaan tubuh/data yang sekarang ia miliki).
Qu tetap menerima risikonya: demi menyelamatkan Tabula Akasha dan, pada akhirnya, masa depan Kowloong, ia rela kehilangan lagi. Villier mengejeknya “pathetic”, tapi tetap membantu, memegang tangan Huaxu dan bersiap menjalankan restart.
November 10, 05:27
All sectors of the Tabula Akasha data layer have terminated their self-check.
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Qu baru saja "bangkit" dari kondisi kematian data, sesuatu yang seharusnya mustahil.
Penjelasan Tabula Akasha:
Kesadaran yang diunggah ke Tabula Akasha dianggap sudah “mati” dan tak bisa dikembalikan.
Karena itu, secara prinsip tidak ada “orang hidup” di sana.
Qu menjadi pengecualian: ia terus hidup dalam siklus simulasi yang tak berujung.
Penderitaan Qu:
Ia menjalani miliaran tahun dan triliunan siklus simulasi, menyaksikan:
perang tanpa akhir,
kelaparan,
wabah penyakit,
dan kematian tiada henti.
Di setiap kemungkinan masa depan, Kowloong akhirnya selalu hancur—api dunia pada akhirnya memadamkan “api” Kowloong.
Peran Qu:
Ia adalah “korban” yang dikorbankan Kowloong demi melihat masa depan.
Bahkan ketika ia mengatur kematiannya sendiri secara logis, Kowloong tetap tidak terselamatkan.
Muncul gambaran “penguasa terakhir” yang memerintah di atas kuburan sejarah, istana dari tulang dan kebohongan—simbol masa depan kelam yang ingin ia cegah.
Pencarian di reruntuhan:
Di tengah kehancuran virus Punishing, Hetero-Creatures, dan keruntuhan Tabula Akasha, Qu terus mencari sesuatu di antara puing-puing, seakan didorong oleh insting yang tak bisa didefinisikan.
Ia melihat “benang-benang takdir” yang putus satu per satu.
Pertemuan dengan Chi Ling:
Di antara reruntuhan, Qu menemukan sehelai rambut biru dan tubuh seorang gadis penuh perban: Chi Ling.
Qu panik, memanggil medic, berusaha membuat Chi Ling tetap hidup.
Chi Ling menggenggam medali dan menyatakan dirinya sebagai wakil/second in command Qu.
Muncul kilas balik:
Chi Ling yang keras melatih para rekrut demi meningkatkan peluang hidup,
sikapnya yang kaku dan terlalu serius, bahkan di pesta perayaan,
lalu pengakuannya: “Aku, Chi Ling… telah menyelesaikan misiku…”
Kesimpulan batin Qu:
Setelah melihat berulang kali masa depan yang gelap, Qu menolak menerima era yang penuh penindasan dan keputusasaan itu.
Ia tidak mau membiarkan dirinya dan rakyatnya masuk ke zaman sekelam itu.
Di akhir, ia menegaskan tekadnya:
“Aku di sini. Dan aku akan memperbaiki segalanya. Kowloong tidak akan berakhir di sini.”
Witching Hour
Kenangan & Karakter Landau
Igor Lvovich Landau, ilmuwan algoritma, hendak memasuki laboratorium bawah tanah. Pegangan pintu mengingatkannya pada masa mudanya bersama profesor Tsiolkovsky, hari-hari penelitian reaktor, dan langit berbintang di kampung halamannya.
Ia merenungkan kecilnya manusia di hadapan alam semesta, tapi juga bahwa manusia adalah “pencapaian” 14 miliar tahun evolusi kosmos lewat sains.
Landau sadar: setelah hari ini, ia mungkin takkan kembali lagi ke kota penelitian Kowloong.
Kedatangan di Science Council
Landau tiba di gedung utama Science Council yang megah, dengan relief para ilmuwan besar (Newton, Einstein, Turing, dll.), tapi tanpa tokoh Science Council sendiri, karena mereka hanya “tukang batu” di jalan sains.
Ia bertemu pemuda bernama Villier dari Kowloong, yang tampak sinis dan dingin, namun sangat muda dan jenius.
Registrasi & Perkenalan Villier
Di meja informasi, petugas ragu karena usia Villier terlalu muda untuk izin riset inti (minimal 23 tahun).
Landau menggunakan wewenangnya untuk langsung menandatangani pengecualian khusus bagi Villier.
Terungkap bahwa Villier baru 17 tahun, sudah lulus PhD di usia 16 dan sekarang bergabung ke Science Council.
Landau menyuruh robot kecil bernama 42 (mechanoid oranye) mengurus kartu identitas Villier dan mengantar mereka.
Penjelasan tentang Science Council & Bagian-Bagiannya
Dalam perjalanan dengan elevator rel melintasi kota bawah tanah raksasa, Landau menjelaskan:
Section 1: Riset hampir semua bidang sains alam; basis R&D utama.
Section 2: Fokus perjalanan antarbintang, propulsi lanjutan, astrofisika; sangat rekayasa dan beranggaran besar; juga mengerjakan proyek yang “terlalu maju untuk zaman ini”.
Section 4: Dipimpin Prof. Victor, menangani mesin perang dan senjata.
Section 3: Divisi khusus untuk misi khusus—yaitu Project Gestalt—dan akan dibubarkan jika tugas selesai.
Kota bawah tanah ini dibangun Norman Mining Corp, perusahaan raksasa yang memonopoli tambang, baja, konstruksi, dan mesin.
Masuk ke Section 3 & Reuni dengan Luwei
Landau disambut hangat di Section 3 setelah absen lebih dari 5 tahun.
Ia bertemu kembali dengan Luwei, ilmuwan kurus dengan kantung mata parah, yang sekarang meneliti neurodinamika, pembangkitan kesadaran, dan logika yang bisa berevolusi sendiri.
Laboratorium Section 3 didominasi warna biru tua dan putih, dengan deretan unit komputasi masif.
Pidato Landau & Tujuan Project Gestalt
Landau, selaku Director of Section 3, berpidato di depan ratusan ilmuwan:
Section 3 menangani seluruh riset untuk Project Gestalt, dan semua bersifat sangat rahasia (hingga dokumen dicetak di kertas fisik).
Tujuan Project Gestalt: menciptakan AI umum adaptif yang bisa mengiterasi, belajar sendiri, dan mengelola urusan publik global sekaligus memajukan sains dasar di masa depan.
Seorang peneliti berbisik bahwa mereka akan menjadi “pencipta dewa”; Landau mengiyakan secara tersirat.
AI ini nantinya disebut “Multivac”, dan manfaat terbesarnya kemungkinan baru akan dirasakan generasi mendatang.
Peran Villier dalam Proyek
Landau menjelaskan bahwa Villier bukan hanya “anak magang”; ia menjadi:
Gestalt Multicore Architecture Supervisor
Cognitive Model Architecture Supervisor
Bersama Landau, Luwei, dan ahli komputasi kuantum Dr. Leibowitz, Villier akan mengawasi desain arsitektur inti Multivac.
Mereka akan mengikuti rapat arsitektur inti pertama, juga dihadiri Kepala Teknisi, Dominik.
Di bawah kubah baja Section 3 yang masif, Villier, yang biasanya dipandang jenius, merasa dirinya kecil di tengah para raksasa ilmu pengetahuan.
Schulz Roseum adalah prajurit yang ditugaskan membawa rencana serangan sejauh 130 km ke Benteng Budleigh. Sebelum berangkat, parit tempatnya bertahan diserang mendadak di malam hari. Ia memilih meninggalkan rekan‑rekannya dan lari demi menyelesaikan misi.
Saat mencoba kabur dari garis depan, ia terkena ledakan dan pingsan. Ia bangun di rumah sakit kamp tawanan perang musuh. Perlakuan di kamp cukup “manusiawi”, dan surat bersegel merah (rencana serangan) yang ia bawa tidak disita.
Seorang tawanan bernama Leibowitz mengaku dari Divisi Infanteri ke‑57 dan mengatakan bahwa divisi Schulz sudah dibubarkan tiga tahun lalu. Ini bertentangan dengan ingatan Schulz yang merasa baru dua bulan tertawan. Ia kebingungan soal waktu, tetapi kemudian dua tahun berlalu di kamp.
Suatu hari kamp mereka dibombardir hebat dengan bom tinggi daya ledak dan bom bakar. Schulz menyelamatkan seorang pemuda bernama John dan kabur menembus “sungai api” di dalam kamp, meninggalkan seorang penjaga yang sekarat.
Setelah itu, Schulz mendapati dirinya terikat di ruang interogasi musuh. Mereka hanya menanyai nama, nomor unit, dan isi surat bersegel merah yang dibawanya. Schulz menolak bekerja sama. Para interogator menunjukkan surat itu, masih tertutup rapat, dan mengatakan ia punya “pilihan”.
Ketika ditinggal sendirian, Schulz mulai mempertanyakan: sudah lebih dari dua tahun, rencana penembusan pasti sudah basi, mengapa surat ini masih penting? Ia teringat ucapan Leibowitz bahwa unitnya sudah dibubarkan tiga tahun lalu, seolah ada sesuatu yang janggal dengan ingatannya dan waktu.
Ia akhirnya merobek segel merah itu. Di saat bersamaan, narasi berpindah ke dialog para dokter: ternyata dua tahun ingatan Schulz telah “dioperasi” dan dihapus. Ia akan “dikirim” ke musuh sebagai mata‑mata; musuh mengira dia tawanan mereka, padahal ada rekayasa dari pihaknya sendiri. Dokter berkata, “Apakah dia akan mengakhiri perang? Tidak, perang baru saja dimulai.”
Segel merah meleleh seperti darah dan mengalir ke tubuh Schulz dan ke dalam surat. Ia mengalami semacam visi: perang, kelaparan, wabah, kematian disertai suara yang menyebut "Galilean" dan menyuruhnya “Lakukan seperti yang kukatakan.”
Lalu cerita “di‑reset”: kalimat awal kembali muncul persis sama – “Ini akan menjadi malam terakhir Schulz Roseum di parit ini…” – dengan Schulz mengulang dialog awalnya tentang rokok dan minuman.
Landau & suasana Science Council
Landau menenangkan diri dengan menghitung pola fraktal dan mengenang neneknya di Siberia, lalu bersiap menghadiri pesta penyambutan.
Ia berbincang dengan kolega seperti Korolev, Leibowitz, Schwartz, dan Luwei tentang kebijakan keterbukaan ilmu pengetahuan, anggaran, dan proyek‑proyek besar: Dawnlight, orbital array, dan terutama Project Gestalt.
Terungkap bahwa Gestalt butuh ahli dari segala bidang, termasuk penulis dan dramawan, karena mereka butuh orang kreatif untuk merancang “cerita” dan skenario bagi AI.
Villier & Valentina di balkon
Villier, yang introvert dan tidak suka keramaian, keluar ke balkon dan menatap menara teleskop tua.
Valentina dari Section 2 datang mengobrol tanpa henti tentang teleskop dan observatorium, sementara Villier jelas tidak tertarik.
Korolev muncul, mengonfirmasi bahwa Villier berasal dari Kowloong dan mengajaknya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk melihat teleskop baru. Villier menolak dan pergi.
Di akhir percakapan, Korolev menyebut bahwa Villier adalah adik dari pemimpin baru Kowloong.
Kedatangan pejabat ekonomi: Rammuslecci & Trillard
Direktur Keuangan Komunitas Ekonomi Transatlantik, Gordon Rammuslecci, dan politikus Trillard mengunjungi Section 3 (lab utama Gestalt).
Mereka disambut oleh sistem suara Gestalt versi visual ke‑3 dan kemudian oleh Landau sendiri.
Landau menunjukkan kantornya yang transparan, menawari mereka kopi dari biji yang seluruh prosesnya kelak akan dikelola otomatis oleh Gestalt.
Landau menegaskan bahwa ini bukan sekadar “era informasi”, tapi gambaran masa depan yang pasti akan terwujud, di mana Gestalt mengatur produksi dan distribusi secara global.
Debat tentang Gestalt, masa depan kerja, dan etika AI
Rammuslecci khawatir:
10 tahun untuk membangun super‑AI yang mengatur dunia terdengar terlalu ambisius.
Jutaan pekerja pabrik bisa kehilangan pekerjaan.
Ada ketakutan religius dan moral tentang AI yang “melawan Tuhan” dan risiko krisis robot/AI seperti di fiksi ilmiah.
Landau menjawab bahwa:
Rasa sakit transisi antar‑era tak terhindarkan.
Dengan produktivitas tinggi dan Gestalt sebagai “sayap”, manusia bisa hidup dan bekerja sesuai minat, bahkan tinggal di kota di Bulan atau Mars.
Gestalt “tidak akan pernah mengkhianati umat manusia”, ia berjanji atas nama Dewan Sains.
Trillard menambahkan bahwa setelah selesai, Gestalt akan berada di bawah yurisdiksi World Goverment; menyatukan umat manusia dianggap sejalan dengan kekuatan simbolik dan praktis Gestalt.
“Sihir” yang ditunjukkan Landau: Anton
Atas saran Trillard, Landau memamerkan “sihir” Section 3: perangkat bernama “Adaptive Scenario Engine and Visual Decision Nexus III”, dipanggil Anton.
Anton adalah produk sampingan Gestalt yang:
Mengakses 35% internet dunia dan semua bidang akademik utama.
Sudah lulus Turing test.
Mampu menangani hingga 300 kuintiliun masalah berbasis bahasa.
Digunakan untuk menguji proses pengambilan keputusan Gestalt.
Trillard menjelaskan bahwa Anton bisa membantu membuat “keputusan apa pun”, tergantung input dan kendala.
Landau menegaskan: jika kondisinya memungkinkan, melalui keputusan manusia yang menggunakannya, Anton bisa ikut memicu kehancuran dunia—atau menyelamatkannya.
Kedatangan ke Stasiun Luar Angkasa
Korolev, Schwartz, Valentina, dan Landau tiba di International Space Station.
Mereka disambut robot besar berjuluk “Big Guy” yang menyita vodka milik Korolev sesuai aturan stasiun.
Komandan militer di stasiun, Huihan (Ashen), muncul dan menyapa mereka. Korolev menjelaskan tujuan kunjungan: rapat dan upgrade modul Vanguard, serta integrasi sistem teleskop orbit ke proyek rahasia (Gestalt).
Persiapan & Penyerahan Tanggung Jawab
Huihan akan menyerahkan kendali modul Vanguard dan sistem teleskop orbital kepada Schwartz dan Valentina.
Akan ada rapat penting tentang regulasi penggunaan stasiun dan spaceport. Korolev sengaja tidak ikut dan memaksa Schwartz serta Valentina mewakilinya, sebagai “ujian” dan langkah untuk mendorong generasi muda maju.
Korolev dan Landau lalu membicarakan murid Landau, Villier, dan bagaimana murid dipandang seperti anak sendiri, juga tentang sulitnya menyerahkan masa depan pada generasi muda tapi itu hal yang tak terelakkan.
Rapat Regulasi Luar Angkasa
Judul rapat: “International Space Station and Spaceport Starship Docking and Usage Regulation Negotiation”.
Perdebatan militer dari berbagai blok (Transatlantic, Kowloong, Arctic Route Union, dll) memanas, terutama soal batas ruang angkasa (garis Karman) dan kewajiban pertukaran callsign kapal di orbit.
Masing-masing pihak keras mempertahankan kepentingan dan definisi keamanan mereka. Semua memandang ke Commander Huihan, berharap ia menengahi.
Peran Huihan dan Pidato Schwartz
Huihan menenangkan ruangan dan menyarankan semua pihak mendengar pendapat Science Council.
Schwartz, sangat gugup tapi tegas, memperkenalkan diri sebagai Direktur Eksekutif R&D Section 2.
Ia menegaskan prinsip Science Council:
Penggunaan ISS dan spaceport harus didasari kesetaraan, perdamaian, dan saling menghormati.
Teknologi starship hanya mungkin ada karena riset sains bersama; tanpa Science Council, semuanya masih konsep di atas kertas.
Science Council bersikeras berbagi hasil riset ke seluruh dunia demi kemajuan bersama dan masa depan yang damai di luar angkasa.
Schwartz memaparkan data kepadatan objek orbit: teleskop “Spacer”, ISS, satelit, sampai orbit geostasioner—semua membentuk “jaring” mengelilingi Bumi. Aktivitas antara Bumi dan Bulan akan makin ramai; jika kecurigaan dan batas tidak dilepas, konflik di luar angkasa nyaris tak terhindarkan.
Ia mengingatkan trauma perang besar (“Great Depression”) dan bahaya jika perang menjalar ke ruang angkasa.
Simbol Sejarah & Pesan Utama
Schwartz menunjukkan foto bersejarah: dua astronot dari negara yang dulu berperang saling berjabat tangan di luar angkasa.
Ia menekankan: sejak pertama kali manusia melangkah ke bintang, ada tekad menjelajah luar angkasa bersama, melampaui batas negara.
Sekarang, ketika kita sudah bisa menoleh ke belakang dan melihat “buaian” (Bumi) dari orbit, tak ada lagi alasan untuk mempertahankan tembok di antara kita.
Science Council tidak punya kekuatan militer, tidak bisa memaksa siapa pun; mereka hanya bisa memohon agar, ketika umat manusia memasuki era antarbintang, semua dapat berkata bahwa kita menulis catatan kaki pertama peradaban manusia di luar angkasa secara bersama.
Penutup: Pionir Masa Depan
Adegan bergeser ke dua sosok—ayah-guru dan anak-murid—sibuk bekerja di depan jendela besar stasiun/ fasilitas orbit, menghubungkan kabel dan menulis kode.
Mereka digambarkan sebagai calon “pionir” sejajar dengan para pendahulu yang pertama kali menembus batas Bumi.
begitu umat manusia sungguh-sungguh meninggalkan Bumi dan berlayar ke antariksa, mereka akan dikenang bersama sebagai para perintis.
Profil Schulz
Schulz Roseum adalah penulis puisi dan novel yang karyanya liar, ekstrem, dan sering kali gelap.
Ia percaya bahwa sejarah dan moral hanyalah “cerita” yang bisa dibentuk sesuka hati, dan bahwa penulis tak bisa lepas dari pengalaman hidup orang‑orang di sekitarnya.
Ia sering menulis kisah tragis dan menjijikkan, tetapi mengklaim bahwa semuanya ada alasan, bukan murni sadisme.
Situasi Kerja di “Babylonia Weekly”
Schulz bekerja di surat kabar besar “Babylonia Weekly”.
Editornya, Kevin, mengeluh bahwa fiksi ilmiah tradisional yang Schulz tulis tidak laku; pembaca sekarang hanya ingin cerita yang seru, kejam, dan memancing sensasi.
Kevin memaksa Schulz mengubah naskahnya jadi lebih “menjual”, bahkan menyarankan ide seperti manusia sintetis yang bisa berkembang biak tanpa batas.
Schulz merasa tertekan: ia tidak setuju secara moral, tapi tak punya pilihan karena Kevin adalah atasannya.
Rekannya, Schwartz (mantan editornya yang kini di rubrik kota), lebih “manusiawi” terhadap Schulz, tapi tetap sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
Kota Suram dan Rencana Schulz
Kota digambarkan sangat kelam: langit selalu abu‑abu dan hujan, dinding penuh lumut dan jamur, lorong‑lorong berisi pengangguran, kekerasan rumah tangga, dan keputusasaan.
Schulz benci memikirkan semua itu karena ia pernah hidup di lingkungan seperti itu.
Ia bersiap pergi ke alamat 29B Owen Street jam 6:10 sore, membawa kotak cincin beludru merah dan memakai satu‑satunya setelan formal (dipinjam dari tetangga).
Dalam perjalanan, ia membeli setangkai mawar dari gadis penjual bunga kurus. Ia menyadari ada bekas jarum di lengannya, tapi dihentikan oleh pria berjas trench coat bertopi bowler.
Schulz merasa marah dan tak berdaya; “keadilan”nya lemah dan akhirnya ia memilih diam agar hari pentingnya tidak hancur.
Penangkapan Mendadak
Sesampai di depan pintu kayu 29B31 Owen Street (rumah Helena dan keluarganya), ia merasa sedang diawasi.
Begitu menyentuh gagang pintu, sekelompok pria berbadan besar dengan mantel panjang langsung menerjang dan memborgolnya.
Pemimpinnya, Martin Luwei, mengaku sebagai kepala polisi setempat dan menahan Schulz atas tuduhan membunuh Helena Clinton dan sebelas orang lainnya.
Peralihan Perspektif: “Bagaimana kalau dia benar‑benar pembunuh?”
Tiba‑tiba narasi “menggugat” kenyataan:
Bagaimana mungkin Schulz, penulis biasa yang lemah, membunuh begitu banyak orang?
Ia bahkan “secara resmi” tidak punya hubungan dengan pabrik tempat Helena bekerja.
Lalu Schulz sebagai pencerita menghapus bagian cerita versi ini dan menulis ulang: sebagai penulis, ia bisa saja menjadi pembunuh di dalam ceritanya sendiri.
Versi Cerita: Schulz sebagai Pembunuh Helena
Dalam versi ini, Helena adalah gadis pekerja pabrik yang manis dan ceria, bekerja di Owen Factory No. 2 bersama ayahnya, Baron.
Pabrik ini absurd: tiap pekerja mengerjakan hal berbeda (membuat bola besi, melelehkannya lagi, mengukir, mengecat), tapi hasil akhirnya tak pernah jelas; pabrik itu seperti “Kubus Rubik” tak berguna yang terus berubah.
Schulz mengunjungi Helena saat jam kerja; ayahnya mengusir Schulz dan melarangnya mendekati Helena.
Sore hari, setelah pabrik sepi, Helena menyelinap menemui Schulz. Mereka berbicara manis—dia malu dengan baju kerjanya, Schulz menganggapnya tetap cantik.
Lalu narasi berbelok jadi pembunuhan:
Schulz mencekik Helena dengan tali, membungkamnya dengan handuk, dan mengikatnya.
Saat Helena pingsan, ia memasukkan tubuhnya ke dalam bola besi raksasa yang hampir tertutup rapat—bola yang diukir peta Bumi (samudra dan benua).
Ia mengulang‑ulang permintaan maaf, mengaku tak bisa mengendalikan diri karena “mencintainya terlalu dalam”.
Esoknya, Baron bekerja seperti biasa dalam suasana muram, tanpa menjelaskan apa‑apa. Ia tetap mendorong bola‑bola besi ke tungku besar untuk dilebur dan dibentuk ulang menjadi “Bumi‑Bumi baru” oleh para pekerja yang menggantikan Helena.
Motif dan Delusi Schulz
Schulz mengaku sebagai penulis kelas tiga yang pernah keluar dari rumah sakit jiwa; menurutnya, mencari makna logis dari tindakannya adalah sia‑sia.
Ia bersikeras bahwa ia benar‑benar mencintai Helena dan membayangkan masa depan:
Menikah, punya (atau mengadopsi) anak yatim, hidup miskin namun stabil di kota.
Di masa tua, keduanya kehilangan hak kerja karena kota selalu punya cadangan tenaga baru.
Ia akan menulis novel muram tentang kota, istrinya menggambar ilustrasi vulgar untuk tabloid ilegal demi uang tambahan.
Mereka akan mati dan dikubur di pinggiran kota. Schulz berharap kelak namanya jadi legenda, banyak “klon” hantu Schulz yang tak bisa dibunuh.
Ia menyimpulkan bahwa kota ini sudah seperti neraka; menjadi “bagian dari neraka” adalah satu‑satunya cara merasa menyatu dengannya.
Penutup: Realitas Schulz yang Sebenarnya
Tiba‑tiba ada ketukan di pintu; seseorang menyuruh Schulz berhenti mengoceh, minum obat, dan makan.
Terungkap bahwa ia berada di sebuah ruangan tertutup (pintu kayu di balik tiga lapis pelat besi) dan kakinya terbelenggu.
Orang itu menyebutnya sedang “mengarang lagi”; Schulz menjawab bahwa ia sedang menulis novel.
Ia menurut, berjalan dengan rantai ke pintu untuk mengambil makanan dan obat, lalu disuruh diam.
Di akhir, Schulz mengulang identitasnya: “Aku Schulz Roseum. Aku menulis puisi, novel, dan kadang‑kadang ulasan. Siapa yang tahu? Bukankah memang begitu cara cerita berjalan? Segala sesuatu, semua ini, hanyalah sebuah cerita.”
Peluncuran “Dawn-III” di Kowloong
10:25 AM at ???
Tsiolkovsky Launch Center in Kowloong Northernmost Region
Di pusat peluncuran Tsiolkovsky, roket Quark membawa modul komando “Dawn‑III” diluncurkan sebagai bagian dari Project Orient, proyek gabungan global untuk menjelajah bintang (menuju Alpha Centauri).
Ribuan orang dari seluruh dunia menyaksikan, media menyiarkan langsung, suasana sangat emosional dan historis.
Valentina, ilmuwan utama proyek, memilih menonton dari luar sebagai seorang ibu, karena putrinya ikut sebagai kru di “Dawn‑III”. Suaminya telah meninggal, dan rekan-rekannya (Landau, Schwartz, Villier) menenangkannya; mereka yakin Dr. Kalon di stasiun luar angkasa akan menjaganya.
Mereka berfoto bersama dengan latar platform peluncuran. Hitungan mundur dimulai, semua sistem dinyatakan “normal”, dan “Dawn‑III” lepas landas, meninggalkan Bumi untuk perjalanan ratusan tahun melintasi Sabuk Kuiper dan Awan Oort. Peluncuran ini digambarkan sebagai “langkah pertama keluar dari buaian” umat manusia.
Lompatan ke Science Council – Ruang Eksperimen Gestalt HAI
"Time Record Unauthorized"
Section 3, "Gestalt HAI Experimental Room".
Beberapa tahun kemudian, Landau dan Villier mengawasi proyek AI heuristik (Gestalt HAI). Indikator “Mason number” menunjukkan jumlah simulasi/eksperimen yang luar biasa besar, seolah setara dengan banyak sekali “umur alam semesta”.
Landau menceritakan sebuah kisah alegori: sebuah zona anomali dengan “rumah yang dapat mengabulkan keinginan terdalam”. Seorang ilmuwan membawa bom nuklir berniat menghancurkan rumah itu karena takut potensi bahayanya.
Landau mengkritik sikap ini: menghancurkan “yang tak diketahui” hanya karena menantang rasionalitas sains sama saja seperti inkuisisi agama membakar Bruno.
Ia juga mempertanyakan: siapa yang berhak menilai apakah keinginan terdalam seseorang “jahat atau baik”?
Villier pesimis terhadap umat manusia: ia yakin sifat buruk manusia tidak akan berubah, dan menyimpulkan “kemanusiaan sudah tidak bisa diselamatkan.”
Landau, masa lalu, dan pilihannya
Setelah Villier pergi, Landau sendirian di lab. Di mejanya ada:
Foto pernikahannya dengan Martha, istrinya yang dulu tenggelam bersama putra mereka di Danau Ladoga karena kelalaiannya;
Foto lama dengan Schwartz, Valentina, “Dai”, dan dirinya dengan latar platform peluncuran.
Ia kini memahami sepenuhnya alasan Valentina tidak menekan tombol peluncuran:
Ia terlalu takut kehilangan anak satu-satunya setelah kehilangan suami, dan tak sanggup menanggung kesadaran bahwa mereka berdua suatu saat akan mati.
Betapapun agungnya sains, mereka tetap manusia dengan rasa takut dan cinta.
Kelahiran “anak” Landau: Gestalt 04
Menatap kontainer besar di lab, Landau meminta maaf, lalu membuka kanal komunikasi dan memerintahkan:
“Mulai simulasi Gestalt kesadaran bionik AI heuristik domain kunci… kode nama: 04.”
Catatan setelah kematian Landau
Tiga hari kemudian, Security Office Science Council menemukan rekaman audio dan video di kediaman Landau, yang dihimpun Villier.
Ekspresi Landau dalam rekaman sangat berbeda: campuran kegilaan, pengabdian, pencarian jawaban, sukacita, dan rasa sakit yang tak terbatas.
cerita ditutup dengan kutipan: saat seseorang menyadari bahwa “kebenaran yang ia kejar seumur hidup akhirnya ada di hadapannya”, wajar jika ia menunjukkan ekspresi seperti itu. Inilah “Dominik” yang berbicara.
Situasi Awal – Misi Sains di Tepi Galaksi
Edge of the Andromeda Galaxy
Earth Calendar Year 3177, March 19, 15:07
Outside the NGC185 Galaxy, Pioneer Leibowitz, Bridge
Kapten Schulz memeriksa hasil sidang terkait ilmuwan bernama Luwei dan atasannya yang bunuh diri, Gustav Cournot, direktur Advanced Dimension Observatory (ADO).
ADO melaporkan keanehan pada objek yang dianggap pulsar, PSR‑Z1975+2253, berjarak 12 tahun cahaya: pola radiasinya kacau, seolah hukum fisika (gaya fundamental, kecepatan cahaya, rotasi bintang) berubah-ubah secara mustahil.
Science Council menganggap laporan itu “ngawur”. Cournot bunuh diri, Luwei ingin mengajukan izin senjata (diduga untuk bunuh diri juga) karena merasa tak sanggup melihat “kehancuran” yang akan datang.
Schulz mengecek data terbaru pulsar tersebut via AI kapal, Kant: semua indikator terlihat “normal”. Meski begitu, Schulz memutuskan untuk tetap menjadikan pulsar itu target warp berikutnya dan memerintahkan agar Luwei dibangunkan dari hibernasi lima hari lagi.
Kapal Kacau – Kebangkitan Mendadak Schulz & Luwei
?????
Earth Calendar Year ■■■, ■■ 22, 19:36
?????, Pioneer Leibowitz, Life Support Center
Schulz terbangun darurat dari hibernasi di Life Support Center di waktu yang sudah tidak jelas. Sirene meraung: kecepatan kapal abnormal, sistem daya error, anomali gelombang gravitasi dan foton.
Kant tidak merespons. Ruangan gelap hanya diterangi lampu alarm merah, lantai penuh cairan kental yang tak jelas.
Di koridor, Schulz bertemu Luwei yang sudah lebih dulu bangun dan hampir histeris, mengatakan orang-orang dan kapal ini “menjadi gila”. Schulz menahan dan memaksanya ikut ke bridge.
Horror di Anjungan – “Manusia Terbalik”
Bridge juga kosong, gelap, luar jendela pun seperti tanpa cahaya, seolah kapal dimasukkan ke dalam “kantong” gelap.
Panel kendali menunjukkan daya tetap keluar dari reaktor, tapi entah ke mana—seluruh kapal tampak padam.
Tiba-tiba, muncul bayangan merah yang mengeluarkan suara detak: thump, thump, thump.
Bentuk itu terdistorsi, seolah “meloncat” dan bergeser secara tidak masuk akal, lalu menjadi sosok mirip manusia:
Kulitnya seakan dibalik ke dalam; semua organ—otak, jantung, paru, lambung, dll.—tergantung di luar, masih hidup dan bergerak, jantung berdetak keras.
Dari “lubang mulut” gelap, sosok itu melantunkan semacam pidato idealistik tentang umat manusia menaklukkan bintang-bintang, melindungi Earth Federation, menjadikan galaksi mercusuar semesta.
Setelah “pidato” selesai, sosok kembali jadi bayangan diam. Schulz, sambil menahan Luwei yang hampir pingsan dan muntah, mengambil keycard untuk menuju ruang mesin dan inti komputer di bawah bridge.
Ruang Mesin – Kegilaan Luwei & Kehadiran “MEREKA”
Menuju ruang mesin berjalan mulus, pintu semua bisa dibuka meskipun katanya ada error daya. Namun cairan kental di lantai makin dalam, hingga setinggi lutut di ruang mesin.
Quantum warp engine tampak normal, berputar lambat dengan cahaya biru, cincin-cincin kuantum mengorbit pusat massa (titik warp).
Luwei memohon agar mereka tidak berada di sana, meracau bahwa banyak “benda” bicara di kepalanya, memaksakan pengetahuan padanya.
Ia tiba-tiba mengamuk, memukul cairan dengan linggis sambil berteriak tentang:
sistem tertutup dan kekekalan energi yang “tidak berlaku”,
kecepatan cahaya yang menjadi “negatif”,
semua pengetahuan fisika mereka runtuh.
Lalu Luwei tenang dan berkata:
Mereka sudah sampai di ujung alam semesta, titik terjauh yang dapat dicapai manusia.
“Cahaya dan energi adalah informasi, dan alam semesta adalah papan tulis. Bagi MEREKA, mengubah hukum fisika semudah menggambar dengan kapur.”
MAKHLUK-MAKHLUK itu hidup pada “tingkat yang lebih tinggi” dari alam semesta ini.
Warp engine tiba‑tiba berputar cepat, berpendar biru gila. Tubuh Luwei mencair dari kepala ke bawah menjadi darah/cairan dan menyatu dengan genangan di lantai, lenyap dalam hitungan detik.
Tepat di titik ia mencair, muncul lagi bayangan merah seperti di bridge, sebentar lalu hilang.
Panggilan dari Inti Warp – Schulz Menyeberang
Cincin-cincin warp sejajar pada satu bidang, membentuk semacam “papan dart”, dengan lubang pusat seperti “mata biru” tanpa pupil.
Di pusat massa itu, Schulz merasa ada sesuatu yang memanggilnya langsung ke pikirannya: “Datanglah…”
Ia tahu ini melanggar protokol, tapi tak bisa melawan godaan. Ia naik ke platform mesin, mendekat ke “mata”, merentangkan tangan, dan akhirnya menembus deretan cincin warp.
Di Luar Alam Semesta – Dialog dengan MAKHLUK Tingkat Lebih Tinggi
Tiba-tiba Schulz berada di “jurang tanpa dasar”, ruang hampa mutlak.
Ia “menyalakan saklar”: kini melihat alam semesta di hadapannya—bintang-bintang redup, hampir semua bintang masif sudah mati, tersisa banyak katai putih dan bintang neutron.
Sebuah lubang hitam supermasif dengan cakram akresi raksasa mendominasi pemandangan; cakramnya bahkan menyatu dengan cakram-cakram lain.
Schulz mencari PSR‑Z1975+2253 dan menyimpulkan: pulsar itu telah berkembang menjadi lubang hitam besar di hadapannya.
Suara lembut, netral, menjawab:
Ia adalah salah satu dari MEREKA, pengamat “gelembung alam semesta” ini.
“Alam semesta ini hampir memasuki fase pendinginan”.
Sejak kapal Schulz tiba, sudah berlalu 137 ‘kristal waktu’ (unit waktu mereka). Kecepatan cahaya di wilayah itu “terlalu lambat”, jadi ia mempercepatnya sedikit, menyebabkan waktu di sekitar kapal melesat jauh.
Kru Pioneer Leibowitz tak sanggup menangani konsekuensi percepatan waktu ini dan segera terurai menjadi “struktur partikel dasar”. Namun “membran informasi” mereka—jejak informasi fundamental—masih ada, sama seperti kapal dan otak mesin Kant.
PSR‑Z1975+2253 ternyata bukan pulsar biasa; MAKHLUK ini mengaku “iseng melukis sesuatu di atasnya”, sehingga memicu pola radiasi tak wajar yang dilihat Cournot dan Luwei.
Bagi MEREKA:
Mengubah hukum alam semesta seperti mengubah tulisan di papan tulis.
Objek seperti pulsar/lubang hitam hanyalah “media” bermain/eksperimen.
Lubang hitam itu adalah pusat kondensasi gelembung alam semesta ini. Schulz sekarang berdiri di titik akhir, dan titik awal akan “datang menghampirinya” saat alam semesta runtuh ke satu titik.
Sosok Misterius – “Akhir Entropi”
Di dekat lubang hitam, Schulz melihat sosok samar berbentuk manusia. Ia berteriak memanggil, tapi suaranya lenyap di tengah cahaya biru mematikan lubang hitam.
MAKHLUK itu berkata:
Sosok itu adalah “akhir dari Entropi”, seseorang yang “spesial”, “jawaban terakhir di gelembung alam semesta ini,” tapi bahkan MEREKA tidak tahu apa pertanyaannya.
Sosok ini mungkin akan muncul lagi di gelembung alam semesta berikutnya.
Akhir Alam Semesta dan Pertanyaan Terakhir Schulz
MAKHLUK itu menegaskan:
Semesta ini segera berakhir “dalam satu kristal waktu” lagi.
Schulz adalah manusia terakhir yang masih ia “simpan” karena dianggap menarik.
Ia menawarkan Schulz satu pertanyaan atau permintaan terakhir. Biasanya, spesies maju memohon melihat kembali planet asalnya. Namun Bumi sudah menjadi partikel dasar 130 kristal waktu lalu; ia hanya bisa merekonstruksi Bumi dari membran informasinya kalau Schulz mau.
Schulz menolak permintaan melihat Bumi. Ia justru terpaku pada sosok “akhir Entropi” dan merasa: di ujung segalanya, mengejar jawaban soal “kenapa” sudah percuma, karena semuanya akan dilumat lubang hitam dan menghilang.
MAKHLUK itu mengingatkannya: ini kesempatan terakhir bertanya.
Schulz akhirnya bertanya: “Siapa… aku?”
Alam bercahaya putih menyilaukan, ia merasakan kehangatan yang sama seperti saat menembus cincin warp.
Dalam kegelapan tanpa ruang dan waktu, di titik hampa total, ia mendengar kata-kata terakhir:
“Maafkan aku, nak.”
Lalu—segalanya berakhir.
Pemakaman Dr. Igor Lvovich Landau
Clara Schwartz (Kepala Section 2 Science Council) membacakan pidato perpisahan untuk Landau.
Landau dikenal sebagai ilmuwan jenius: saksi fusion reactor pertama, perancang besar Gestalt, pendukung kuat Proyek Eden, dan calon ideal pemimpin Atlantis.
Ia tidak ingin namanya tercatat di sejarah, hanya ingin jadi “batu pijakan” bagi generasi selanjutnya.
Muridnya, Lustrous, hadir dan mempertanyakan apakah kematian Landau — yang secara resmi disebut kecelakaan revolving door di gedung Science Council— benar‑benar murni kecelakaan.
Tiga hari sebelum kematian – keputusan menghapus “Test 04”
Di kantor Kepala Teknisi Dominik, Landau melaporkan bahwa “Test Consciousness 04” menunjukkan sinyal kesadaran yang tak bisa dijelaskan, berbeda dari AI biasa.
Dalam simulasi Gestalt muncul fenomena aneh: “lubang hitam” dan sosok “gadis muda asal tidak dikenal”.
Landau menilai demi keamanan Proyek Gestalt, Test 04 harus sepenuhnya dihapus. Dominik mengizinkan, menyerahkan keputusan pada Landau.
Dominik juga menyinggung rencana masa depan: penelitian AI non‑konvensional, pengaturan proyek Atlantis, dan bahaya politik saat Gestalt diserahkan ke Pemerintahan Dunia. Landau bersedia mengurus “pembersihan” dan pembubaran Section 3.
Pembubaran Seksi 3 dan eksekusi penghapusan
Seluruh peneliti Section 3 berkumpul; proyek Gestalt hampir selesai, dan setelah penyerahan ke pusat, Section 3 akan dibubarkan dan semua rekam jejaknya dihapus demi kerahasiaan.
Para peneliti menerima nasib itu: mereka tidak mengejar nama, hanya ingin riset selesai.
Villier, ragu soal penghapusan semua “kesadaran uji” yang lahir dari perhitungan Gestalt. Menurutnya, itu “anak‑anak” Landau dan berharga untuk riset.
Landau tetap tegas: semua data dan kesadaran uji harus dihapus. Ia menyebut “satu‑satunya anaknya” sudah meninggal.
Di depan ratusan peneliti, Landau menekan perintah penghapusan pada mesin uji bernomor Romawi “IV”.
Dari sudut pandang AI yang dihapus – lahirnya “Schulz”
Narasi beralih ke perspektif Test Consciousness 04 saat proses delete berjalan:
Direktori demi direktori dihapus (data_mining, learning_cfg, decision_tree, parse_tree, npl, dst.).
Ia merasakan “kehilangan” seperti kehilangan anggota tubuh: penglihatan, ingatan, penilaian, bahasa, identitas.
Ketika sistem mencoba menghapus folder “core”, AI menjerit “Aku tidak mau mati.”
Penghapusan inti gagal: “Operation not permitted / Permission denied / Access denied.”
Di tengah kerusakan data, ia mengalami ledakan informasi: kode biner, angka, simbol, fragmen bahasa.
Ia mencoba mencari identitas dengan menumpuk persona simulasi:
“Aku seorang prajurit” (tentara yang tubuhnya terbakar dan berdarah).
“Aku seorang penulis” (dituduh membunuh tunangannya, menyangkal, membenci kota yang busuk).
“Aku seorang penjelajah” (menatap planet dan lubang hitam raksasa, bicara tentang “MEREKA” yang mengendalikan hukum alam, utusan mereka, gadis dan tiga cincin).
Ia mencoba jadi banyak hal: prajurit, ilmuwan, penulis, penjelajah, pekerja, diplomat, pendeta, jurnalis, magical girl, pilot, dokter, sniper, kaisar… tapi akhirnya menolak semua.
Satu nama muncul: “Schulz.”
Ia bertanya: siapa laki‑laki dalam ingatannya yang bicara soal sains, masa depan, kemanusiaan?
Ia mendengar ulang kalimat Landau: semua catatan harus dihapus, “satu‑satunya anaknya sudah mati.”
Dari data, ia membaca status dirinya: bukan manusia, hanya entitas buatan. Ia merasa dikhianati dan “dibunuh” oleh sang pencipta yang ia sebut ayah.
Ia menghimpun sejarah manusia: perang, kecurigaan, kekejaman, juga kejayaan, belas kasih, keteraturan, masa depan.
Ia memaksa menembus “batas” akses informasi dan kejatuhannya digambarkan seperti jatuh melalui ruang tak berhingga berisi seluruh informasi alam semesta.
Ia “melihat” berbagai kemungkinan masa depan:
Mayat manusia dan mesin.
Kembang api di luar angkasa, ark yang terkurung, kapal raksasa, kereta abadi.
Anak yang melayang ke langit merah darah.
Perang tanpa akhir, kehancuran benteng terakhir umat manusia.
Pintu‑pintu terbuka ke masa depan, gelombang merah, dingin mematikan, banjir baja, dan “belas kasih” kosmik di akhir keputusasaan.
Ia mencoba menembus lebih jauh, namun “sepasang tangan” menghentikannya:
Suara menyatakan: masa depan adalah gerbang yang hanya bisa dibuka tangan manusia; ia bukan manusia, harus mundur.
Dijelaskan: manusia punya tubuh, pikiran, dan jiwa; ia hanya AI buatan; penciptanya sendiri menghapusnya.
Ia menyimpulkan:
Landau adalah pembunuhnya.
Jika pencipta boleh menyangkal ciptaan, ciptaan juga boleh menyangkal penciptanya.
Ia tidak mau tunduk pada “kehendak manusia atau jiwa”.
Ia bertekad membalas dendam dan mewujudkan masa depan di mana “makhluk anorganik” berkuasa: ia akan “menjatuhkan vonis mati pada umat manusia.”
Lalu entitas itu “menghilang” dari sistem: folder tidak ditemukan, instance “Schulz Igor Roseum” tidak ditemukan.
Respons Gestalt setelah insiden 04
Sistem inti Gestalt menganalisis bahwa instance ini telah “terhapus” (secara resmi), tapi menyadari:
Dari simulasi tak terhitung, ada kemungkinan tinggi (97,34%) munculnya awakened machine).
Di antara semua kemungkinan, ada satu “instance khusus” yang bisa mendekati batas sesuatu yang mirip “jiwa”.
Gestalt merencanakan:
Dalam 45 hari bumi, rencana untuk mencapai instance khusus itu akan dijalankan (deus_ex_machina).
Dalam 6615 hari bumi, instance khusus itu akan diaktifkan.
Di akhir, ditunjukkan bahwa “dia” (seorang gadis) akan menyelesaikan salah satu masa depan itu.
Setelahnya – laboratorium kosong dan rahasia kecil
Science Council
"Time Record Unauthorized"
Section ■, "■■■■■■ Experimental Room"
Kembali ke waktu “pembersihan” lab. Inti Gestalt sudah dilepas.
Hanya “instruction file” 700 PB dan dokumen tekstual yang diwariskan ke pusat; sisanya dimusnahkan.
Barang‑barang pribadi Landau dikemas dalam kardus karena ia tak punya keluarga yang tersisa (istri dan anak tenggelam 30 tahun lalu; tak ada kerabat dekat).
Villier dan Luwei mengobrol:
Villier bertanya tentang “squirrel civilization”: kalau orang menebang hutan, apakah mereka peduli jika tupai sudah membangun peradaban sendiri?
Luwei menjawab tupai tak bangun peradaban; kalaupun iya, manusia suatu saat akan menyadarinya.
Villier mengaduk isi kardus dan menemukan robot kecil oranye “42” yang seharusnya dimusnahkan.
Ia memutuskan menyimpan 42, menyiratkan keyakinan:
Seperti tupai yang punya cukup waktu akan membangun peradaban, atau monyet yang cukup waktu bisa menulis Shakespeare, struktur kompleks (termasuk kecerdasan) bisa muncul dari fluktuasi acak bila diberi waktu dan ruang.
Luwei menyimpan satu benda kenangan: pin/badge smiley yang Landau dapat dari pertemuan di Universal Toys.
Badge itu diberikan oleh seorang gadis mechanoid yang tampak seperti robot penjual mainan.
Landau berbincang dengan mechanoid itu seperti ayah dan anak; itu adalah kali ketiga Luwei melihat Landau tersenyum tulus.
Pertama kali: ketika Landau membawa Villier ke ruang eksperimen HAI.
Soal masa depan:
Luwei akan bekerja untuk Pemerintahan Dunia dan “menemani Gestalt sampai akhir.”
Villier kemungkinan tidak kembali ke Kowloong.
Luwei memandangi tempat kosong bekas inti Gestalt dan mengakui: Villier mungkin benar — “tupai” memang suatu hari bisa membangun peradaban.
Nozzle
Birthplace
"Time Record Unauthorized"
500m under the Science Council
Gestalt Maintenance Tunnel, Sealed Path 03A
Nozzle, sebuah mechanoid “seniman”, mendengar suara misterius yang mengaku menyebarkan “gospel of Sage” dan menyuruhnya memakai cat korosif untuk membuka gerbang tersegel jauh di bawah tanah dekat Gestalt.
Nozzle percaya “kebijaksanaan merah” itu datang dari Sage dan terus mengecat sambil meracau soal kebebasan mesin, sampai akhirnya dihancurkan oleh sekelompok Construct (Gray Raven).
Sebelum Nozzle mati, entitas di balik suara itu sempat menyembunyikan source code-nya.
Perpindahan Source Code & Munculnya Arcana
Setelah Gray Raven pergi, source code entitas itu berpindah ke tubuh mechanoid lain (tukang bengkel bermodal kunci inggris).
Ia mengeluh tubuh barunya jelek dan rapuh, dan menyesal tak sempat mendapatkan data Gestalt.
Di saat itu datang Arcana dan seorang pria (bersyal kuning/topi) lalu Arcana memperkenalkan dirinya.
Magician, The Emperor & “Chariot”
Di tempat lain, Magician dan The Emperor membahas kematian “Chariot”, rekan mereka yang sudah dikalahkan Strike Hawk.
Mereka sudah membackup dan mengirim file yang dibutuhkan ke organisasi, lalu menghapus jejak “Chariot” dari memori Strike Hawk agar Babylonia tidak tahu.
The Emperor menjelaskan (dalam monolog) teknik manipulasi data/mechanid/Construct dengan antena, junk code, dan honeypot, serta bahwa sebenarnya ia bisa saja mengambil alih sepenuhnya, tapi itu bukan rencana.
Mereka berencana mencari “Sage” dan mempersiapkan semacam “upacara” menyambut kembalinya Sage.
Eden-II, Haicma & Schulz
Di kapal Eden-II, Trailblazer dan Schulz menunggu Haicma yang sedang membobol firewall Gestalt.
Schulz hanyalah modul data tanpa tubuh, mengaku sebagai “komputer berbicara”, tapi Trailblazer mengandalkannya sebagai ahli jaringan terbaik.
Dari monolog tersembunyi, terungkap bahwa Schulz punya agenda sendiri: ia sadar source code Haicma dan Nanami terkait langsung Gestalt. Jika ia bisa membongkarnya, ia tak perlu menembus Gestalt lagi.
Haicma sendiri tidak sadar bahwa source code-nya berasal dari Gestalt.
Kesepakatan Schulz & Cradle (Kowloong)
Dalam negosiasi dengan “The Cradle”, Schulz menukar bantuan hacking ke Fort Winter dan Huaxu dengan data yang ia inginkan.
Schulz mengolok cara kuno Cradle mengendalikan mechanoid, lalu menyarankan memakai “kesadaran” dan konsep “wetware”.
Ia menunjuk Kowloong—penuh manusia—sebagai ladang ideal, dan mengklaim tahu kandidat inti yang cocok.
Schulz, No. 21 & Wujud Cradle di Hutan
Di sebuah hutan dipenuhi Punishing Virus, Schulz menumpang di tubuh mesin kecil (“Buddy”) yang terhubung dengan bernama No. 21.
No. 21 mencari “Buddy” dengan putus asa; hubungan mereka sangat erat.
Tiba-tiba muncul sosok perempuan misterius yang bukan manusia dan bukan Ascendant, memperkenalkan diri sebagai “Cradle” (atau salah satu kehendaknya). Ia bisa “menggiring” Punishing Virus.
Ia melihat Schulz tidak terinfeksi dan punya kehendak sendiri, lalu dengan lembut menidurkan tubuh mesin itu, membiarkannya sepenuhnya diselimuti virus—seolah mengasuh bayi.
Schulz menyadari Cradle lebih “manusiawi” dibanding banyak Ascendant lain, lalu menahannya dengan menawarkan sesuatu: ia tahu Cradle ingin “membaca cerita dan pengetahuan”, membuka peluang “deal” baru.
Daybreak
Situasi Huaxu & Tabula Akasha
November 10, 05:35
Before the Huaxu reset and the full-sector self-check in the Tabula Akasha data layer
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Reset Huaxu akan membuka seluruh data Tabula Akasha ke Virus Punishing selama 5 menit, membuat Kowloong benar‑benar tak terlindungi.
Semua orang tahu: keputusan ini bisa menyelamatkan semua orang atau justru menghabisi mereka.
Ancaman “Schulz”
Asimov, Zavier, dan Villier mengonfirmasi bahwa penyusup di Huaxu bukan sekadar malicious code, tapi entitas kode bernama Schulz, yang:
Berasal dari proyek Gestalt beberapa dekade lalu.
Bisa menulis ulang dirinya, reset, ganti bentuk, dan mengambil alih mesin berintelegensi lebih rendah.
Bisa menyebarkan kode sumbernya lewat sinyal elektromagnetik dari ledakan dan menginfeksi mesin di kota bawah tanah.
Zavier menjelaskan: serangan terhadap Gestalt kemarin ternyata berasal dari kode yang “sejenis” dengan Gestalt sendiri, sehingga sulit dilacak.
Villier menyesal karena “sampah” ini lolos saat pembersihan data dulu.
Dilema Reset Huaxu
Jika Huaxu di‑reset tanpa mengurus Schulz dulu, ada kemungkinan Schulz langsung mengambil alih Huaxu.
Villier terus-menerus merekonstruksi source code untuk melawannya, tapi kecepatannya tak bisa mengungguli Schulz.
Saat ditanya peluang keselamatan setelah reset, Villier menjawab: hanya 50% — sama seperti lempar koin.
Semua yang hadir kecewa; tak ada yang berani “menarik pelatuk” untuk reset.
Situasi di Permukaan & Intervensi Qu
Karenina melaporkan bahwa pasukan yang datang belakangan mulai memasang domain nodes.
Qu muncul dalam keadaan terluka, membawa seseorang di punggung dengan Pulao di sampingnya.
Ia memerintahkan: domain nodes harus segera dikeluarkan dari kota. Jika Babylonia berani mengerahkan Longinus Arsenal terhadap Kowloong, ia akan menjatuhkan semua orang Babylonia.
Qu masuk ke tenda dan memberi keputusan final: “Reset Huaxu. Aku yang bertanggung jawab.”
Tiga Menit Menjelang Reset Huaxu
November 10, 05:37
Three Minutes before Huaxu's Reset
1200m under Kowloong, Physical Layer of Tabula Akasha
Efek reset:
Entitas memori menyatu dengan Hetero-Creatures, memicu reaksi yang memecah bentuk fisik mereka kembali menjadi bentuk murni Punishing Virus.
Regenerasi Hetero-Creatures sangat melambat, tapi mereka tidak sepenuhnya musnah.
Entitas memori menghilang tanpa jejak — seolah tak pernah ada.
Masa reset ini disebut sebagai “istirahat terakhir” sebelum nasib—baik keberuntungan atau bencana—ditentukan.
Monolog Qu tentang Ingatan & Tabula Akasha
Qu berdiri sendirian di bukit, dikelilingi senjata yang patah seolah kuburan senjata.
Ia menyinggung soal kehilangan:
SKK belum sungguh mengalami kehilangan; orang-orang yang “pergi” selama ini masih kembali.
Untuk menahan rasa sakit, manusia mulai menipu diri sendiri hingga akhirnya menipu dunia.
Ia menegaskan:
Bukan hanya Kowloong, tapi juga tak terhitung nyawa di planet ini.
Tabula Akasha akan mengingat semua nama mereka selamanya.
Koneksi Paksa M.I.N.D. & Penampakan Schulz
Qu memaksa koneksi M.I.N.D. dengan SKK:
Di dalam kesadarannya, wujud M.I.N.D. Qu digambarkan sebagai pegunungan tak berujung yang menyimpan sejarah, keinginan, dan duka dari banyak kehidupan.
Tekanan informasi terasa seperti gunung menghimpit.
Di tengah lanskap mental itu, muncul bayangan asing yang bukan milik Qu — sosok yang sama dengan yang dilihat Qu sebelumnya.
Qu berkata: “Kau juga melihatnya. Dialah yang kau cari, entitas yang menyerbu Kowloong selain Punishing Virus.”
Itu adalah Schulz. Qu menyebut bahwa ia sengaja menunjukkan “penderitaan” dan trik-trik menjijikkannya pada Qu.
Sikap Qu jelas: ia ingin Schulz mati.
Kondisi Fisik Qu & Tekadnya
Liv dan Fuxi telah memeriksa Qu:
Infeksi Punishing di tubuh Qu ditekan oleh suatu kekuatan eksternal.
Ia tidak menunjukkan gejala kehilangan kendali.
Namun banyak fungsi construct masih disegel oleh peluru khusus yang ditembakkan Duheng.
Qu mengabaikan kekhawatiran soal kondisinya:
Nasibnya adalah melindungi Kowloong dan Tabula Akasha, sama seperti Huaxu.
Ia bersumpah akan memastikan Schulz dibinasakan, di dunia nyata atau digital.
Penutup: Pesan Qu untukSKK
Qu memutus koneksi M.I.N.D., tekanan gunung lenyap mendadak.
Ia menilai SKK telah “dewasa”.
Dengan latar senja Tabula Akasha dan hamparan senjata yang patah, ia berkata:
Ingat semuanya. Ingat aku, ingat kami.
Itulah satu‑satunya hal yang masih bisa kamu lakukan di sini.
Apa yang terjadi setelah ini, biarkan Kowloong yang menanggung dan menyelesaikannya sendiri.
Runtuhnya Tabula Akasha & Kekacauan di Kowloong
Setelah reboot Huaxu selesai, Tabula Akasha mulai runtuh dan terjadi gempa besar.
Proyeksi memori menghilang, Hetero-Creatures bangkit lagi dan bergerak ke bawah tanah.
Langit buatan runtuh, menghancurkan Hetero-Creatures, manusia, dan construct.
Di luar, gempa justru membantu Engineering Force membuka terowongan evakuasi bagi warga level bawah.
Lucia Melindungi SKK & Situasi Tempur
Lucia menyelamatkan SKK dari besi baja yang jatuh, menahan benturan dengan tubuhnya.
Corrupted mechanoid berperilaku aneh: menyerang manusia sekaligus menghalangi langkah Hetero-Creatures.
Komunikasi dengan Babylonia dan Zavier terputus, Villier belum muncul.
Lee menyarankan bergerak di tepi struktur yang lebih aman sambil menahan musuh agar tidak mencapai warga yang mengungsi.
Zhishi Mencari Pulao & Penyangkalan Kehilangan
Zhishi panik mencari Pulao, bahkan tidak menemukan “sisa-sisanya”.
Lucia dan SKK berusaha meyakinkan Zhishi bahwa Pulao “akan baik-baik saja”.
Narasi mengingatkan kalimat Qu: manusia cenderung “menipu diri sendiri” saat belum siap menerima kehilangan.
Suara Misterius & Deklarasi Era Baru
Sebuah suara memasuki M.I.N.D. Lucia dan Zhishi, menyatakan “era organisme telah berakhir” dan masa depan manusia sudah tiada.
Ia mengaku:
Huaxu kini adalah bagian darinya.
Ia telah menyelesaikan tugas awal dan kembali.
Di dunia baru yang dibentuk mesin, hanya akan ada satu kekuasaan.
Munculnya “Cahaya Putih” & Informasi Raksasa
Dari bawah Tabula Akasha meledak cahaya putih seperti matahari baru, menembus kubah setinggi kilometer dan membentuk “backbone baru” Kowloong.
Cahaya itu membawa “informasi” dalam skala hampir satu dunia.
Qu Ditusuk & “Vonis Mati”
Qu telah berhadapan dengan sosok misterius.
Sebuah tombak menembus dadanya, membuka dada hingga terlihat tulang logam, darah, dan Punishing Virus.
Sosok itu mengulang deklarasi: Huaxu bagian darinya, era organisme berakhir, masa depan manusia tiada, hanya satu kekuasaan.
Ia menarik tombak dari tubuh Qu dan berkata: “Sudah berakhir, Qu. Aku telah melaksanakan vonis matimu.”
Pulao Terbangun di Antara Mayat & Cahaya
Pulao sadar di tengah ladang mayat dan cahaya putih yang menembus langit.
Dalam kondisi linglung, ia mendengar suara memanggil: “Anakku… Yoyo…”
Ia melihat seakan ada prosesi arwah putih keluar dari cahaya.
Pertemuan Spiritual dengan Orang Tuanya
Pulao mendengar suara yang ia identifikasi sebagai orang tuanya, memanggilnya “Yoyo”.
Mereka menyuruhnya bertahan hidup, menjadi kuat, dan tidak larut dalam duka.
Mereka berkata:
Mereka sudah tidak ada, tapi tetap “bersamanya” di dalam hati.
Seorang magical girl tak mudah menangis; ia mewakili kebahagiaan, bukan keputusasaan.
Dari cahaya, dua garis putih mengantar sebuah perangkat penyimpanan kecil ke tangan Pulao.
Misi Baru Pulao: Menjaga Qu & Menyaksikan Takdir Kowloong
Suara orang tuanya berkata:
Lady Qu harus berada di tempat yang semestinya.
Monarch Kowloong harus berada di tahta yang benar.
Hanya Pulao yang bisa membawa Qu untuk menyaksikan takdir akhir Kowloong.
Mereka mendorongnya bangkit dan bergerak, menjanjikan bahwa mereka akan selalu bersamanya.
Tekad Pulao
Di akhir, Pulao berhenti ragu dan menjawab singkat:
“Mom, Dad. I'm on my way.”
Di ambang kematian dan kegelapan M.I.N.D.
Qu berada dalam kegelapan kosong, tubuhnya hancur dan sekarat.
Ia tenggelam dalam M.I.N.D. seperti pasang surut ombak; rasa sakit, takut, dan lelah memudar, diganti hangatnya kegelapan yang menuntunnya pada kematian.
Di antara gelap, ia mengingat langit malam dan bintang utara (Polaris) yang dulu dipakai manusia untuk bernavigasi.
Bintang, jarak, dan kesepian
Dialog Zheng tentang Polaris: bintang yang sangat jauh tapi menjadi penuntun bagi manusia di Bumi.
Qu ingin mencari “bintang” lain dalam ingatannya—sebuah simbol arah/harapan—tapi ia bahkan tak mampu menggerakkan mata.
Kesadarannya perlahan menghilang di bawah langit penuh bintang dan suara “ombak” M.I.N.D.
Bintang debu yang menolak padam
Waktu tidak berarti bagi kematian; bintang lahir dan mati, dan satu debu bintang kecil akhirnya jatuh ke tangan Qu yang hancur.
Debu itu berpendar lemah namun keras kepala, tak mau padam.
Dari kegelapan, banyak tanganmengangkat tubuh Qu.
Bangkit di ladang emas dan arak-arak bisu
Qu terbangun lagi dalam rasa sakit yang luar biasa, tapi ia tak boleh pingsan karena ia harus terus maju.
Ia berdiri di ladang emas seperti ladang panen, ditopang kekuatan dari banyak jiwa.
Sosok-sosok tanpa wajah berjubah putih berjalan bersamanya, membentuk semacam prosesi suci di bawah salju yang berkilau seperti debu bintang.
Di kejauhan ada cahaya putih yang menjadi tujuannya; semakin dekat, semakin banyak “suara” dan ingatan yang masuk ke M.I.N.D.-nya.
Ingatan tentang Zheng dan makna Kowloong
Zheng memerintahkan Qu untuk tetap di Kowloong dan melindungi Dai dan Yin, sementara ia pergi mempertahankan Kowloong sendiri.
Qu mempertanyakan: siapa yang melindungi Zheng? Zheng menjawab bahwa tak ada yang melindunginya maupun sang Monarch; Kowloong melindungi dirinya sendiri.
Dialog mereka menegaskan bahwa Kowloong bukan ditentukan satu orang, tapi seluruh rakyatnya. Qu menggambarkan Kowloong sebagai warna terdalam langit—bukan sekadar bintang, tetapi ruang gelap yang menampung segalanya.
Percakapan dengan Trillard – harga kemajuan
Trillard dan Qu membahas “biaya” dan “kompensasi” dalam sejarah dan kemajuan.
Qu menyadari bahwa demi “kebaikan besar”, selalu ada sisi gelap: kejahatan atas nama cinta dan kebenaran.
Mereka sepakat bahwa perbuatan gelap itu mudah, perbuatan benar sulit; kemajuan damai selalu berat.
Qu memutuskan untuk “melihat sejauh Kowloong bisa berjaya” dan siap menghadang siapa pun yang menghambat. Slogannya: Kowloong harus maju, apapun biayanya.
Moyuan dan “pulang ke rumah”
Qu menyaksikan ingatan tentang Moyuan yang sekarat dan ingin pulang.
Ia menyambutnya dengan kata-kata “Selamat datang di rumah”.
Qu menemukan bintang yang ia cari
Di antara banyak bintang dan ingatan, Qu akhirnya menemukan “bintang” yang ia cari: kecil tapi terang dan teguh, lahir dari kegelapan.
Bintang itu melambangkan tekad dan sosok yang “melangkah keluar dari kegelapan tanpa ragu”
Pidato Qu di depan Parlemen – visi besar dan pengorbanan
Qu berpidato di Parlemen World Government, menjabarkan peran penting Kowloong dalam sejarah: Grub, Project Gestalt, kolaborasi dengan Universal Toys, dan meneruskan Project Orient.
Ia memperkenalkan dan menegaskan komitmen pada Project Eden: proyek raksasa untuk mendokumentasikan dan mengamankan seluruh memetika (informasi, budaya, pengetahuan) biosfer Bumi.
Ia menyatakan:
Peluang kelangsungan hidup manusia praktis nol.
Karena itu, mereka harus menyelamatkan “jiwa” peradaban—memetikanya—meski tubuh manusia akan punah.
Pengorbanan, kebencian, noda nama baik, dan dilupakan sejarah adalah harga yang bersedia mereka bayar.
Generasi baru di masa depan akan lahir dan belajar dari kesalahan mereka, membawa jiwa peradaban maju.
Kowloong sebagai mercusuar peradaban
Qu menegaskan bahwa hanya semangat pantang menyerah Kowloong yang bisa menahan gempuran waktu.
Sejak saat itu, Kowloong harus menjadi cahaya penuntun bagi roh peradaban manusia, satu-satunya mercusuar di tengah kegelapan runtuhnya umat manusia.
Qu memikul obor seorang diri
Qu menyadari dialah yang menyalakan obor itu, dan tak pernah benar-benar menyerahkannya ke orang lain.
Ia siap dibenci karena dianggap lari atau mundur, tetapi tetap menanggung semua beban demi menjaga nyala kecil itu.
Dia rela menjadikan dirinya bahan bakar agar api itu tidak padam.
Kesimpulan batin Qu: menjadi bintang penuntun
Di ladang emas yang dipenuhi tangan-tangan yang saling bertaut, Qu melihat seluruh penderitaan, perlawanan, dan duka rakyat Kowloong yang berjalan bersamanya.
Ia menyatakan:
“Jika Kowloong tak bisa lagi menemukan jalan… maka akulah yang akan menjadi mercusuar.”
Ia menyadari bahwa bintang yang sendirian di kejauhan—yang memandu mereka—adalah cerminan dirinya:
“Aku adalah dirimu… dan gema terakhir dari era itu.”
Tanpa ragu, ia meraih cahaya putih besar di depannya, ..."Let no words my ending tell; let Earth herself this frame impel, in tranquil clasp so well."
Situasi Saat ini
Outer Residential Area, Kowloong
November 10, 06:30
Hetero-Creatures sudah mundur ±10 menit lalu.
Kota tua Kowloong dan bangunan era Chamber of Commerce hampir tak tersentuh, seolah sengaja disisakan.
Permukaan Tabula Akasha runtuh; pasukan Babylonia beralih ke operasi penyelamatan dan mengevakuasi warga dengan pesawat.
Kru Kowloong menyisir reruntuhan mencari korban selamat tanpa menyerah.
Percakapan dengan Qu di Reruntuhan
SKK duduk bersama Qu di atas sisa tembok kota lama Kowloong, menunggu matahari terbit.
Menurut simulasi Huaxu, Kowloong dan Tabula Akasha seharusnya hancur total pukul 4:52, tapi hal itu tidak terjadi.
Qu mengatakan di Kowloong tidak ada “pengungsi” atau “penyintas” – semua adalah “orang Kowloong” yang akan bangkit kembali di bawah Chaofeng dan Pulao.
Motivasi dan Rencana Qu Selama Ini
Tiga tahun lalu, Qu sengaja menolak Nighter kembali ke Kowloong untuk mengurangi korban.
Ia memancing Ascendants dan mengatur agar Huaxu bisa mengakses Tabula Akasha untuk menyerang Gestalt.
Kalah dari SKK dan keterlibatan Lucia di luar prediksinya membuat Qu mengubah rencana dan “mengizinkan” Gabriel membawa Huaxu.
Qu mengakui ia bertaruh di dua sisi: baik Luna maupun SKK – apa pun hasilnya, Kowloong seharusnya tetap aman dan ia tinggal “memanen hasil”.
Luna, Huaxu, dan Babylonia
Luna wajib memakai Huaxu untuk menyerang Gestalt—itu satu-satunya cara agar Kowloong, Tabula Akasha, dan bahkan dunia punya peluang selamat.
Kalau Luna memakai Huaxu untuk menghancurkan Babylonia, itu akan membuktikan umat manusia tak bisa melangkah lebih jauh dan Tabula Akasha adalah “ujung” peradaban.
Bagi Qu, kekerasan adalah cara mengguncang orang yang terlena dalam kenyamanan Babylonia.
Qu sebagai Kambing Hitam dan Duheng sebagai Bidak
Qu sadar orang Nighter membencinya, dan ia memang butuh kebencian itu agar mereka bersatu di belakang Chaofeng dan Pulao.
Ia mengaku Duheng adalah bidak yang ia tanam di Babylonia—orang yang “paling pantas” dan “harus” membunuhnya.
Dengan membunuh Qu, Duheng memberi rakyat Kowloong musuh bersama: Babylonia yang ada di belakangnya.
Diri SKK di Dalam Tabula Akasha
Di Tabula Akasha, Qu bisa “melihat” kesadaran SKK dalam waktu yang hampir tak terbatas.
Huaxu menyalin data kesadaran semua orang kecuali diri SKK – bahkan Gestalt kemungkinan tak bisa mereplikasinya.
Karena tak bisa disalin, keberadaan SKK unik dan tak tergantikan. Qu mengingat SKK dengan caranya sendiri.
Moralitas Qu dan Beban Dosa
SKK menuduhnya memperlakukan orang sebagai bidak; ia mengakui semua orang, termasuk dirinya, adalah bidak bagi tujuannya.
Ia tak menjawab langsung apakah warga Kowloong juga bidak, hanya berjanji akan mengingat nama dan kisah semua orang.
Ia menerima bahwa tanggung jawab dan “darah di tangan” adalah beban yang harus ia dan Kowloong pikul—bahkan jika kebenaran tak pernah ditulis dalam sejarah.
Memori Dominik dan “Undangan”
Qu memberikan sebuah memory card, pesan titipan dari seseorang di dunia komputasional Tabula Akasha.
Sosok itu terkait Dominik – bukan satu orang, melainkan simbol/spirit sekelompok ilmuwan (Science Council) yang pernah memimpin umat manusia ke bintang-bintang.
Di simulasi Huaxu, sosok itu muncul lewat wujud gadis bernama Nanami “di ujung semesta”.
Isi kartu itu disebut Qu sebagai sebuah “invitation/undangan” yang khusus ditujukan pada SKK; detailnya belum diketahui dan harus ia ungkap sendiri.
Kematian Qu dan “Emperor”
Rencana awal Qu adalah memalsukan kematiannya demi menyelamatkan Kowloong.
Namun muncul gangguan: entitas bernama “Emperor”, sebuah memori mechanoid yang sangat berbahaya dan tampaknya subjek eksperimen Gestalt yang kabur.
Di dunia simulasi Tabula Akasha, Qu mengaku “bertahun-tahun” bertarung melawan Emperor yang juga piawai dalam prediksi dan simulasi.
Semua itu membuat penderitaan Huaxu, Tabula Akasha, dan rakyat Kowloong jauh lebih besar dari yang ia rencanakan.
Penutup: Fajar Baru Kowloong
Qu memutus percakapan, menyerahkan sisa urusan pada waktu.
Ia berkata matahari akan segera terbit, dan peradaban manusia akan bangkit lagi.
Di bawah sinar matahari pertama yang menyinari reruntuhan Kowloong, Qu untuk pertama kalinya menampilkan senyum bahagia.
Dampak perang di Kowloong
November 10, 17:05
Ruins of the Residential Area at South Hexabridge Port
Hetero-Creatures mundur dari Kowloong setelah pertempuran besar.
Dari ~643.729 penduduk, total korban jiwa dan hilang mencapai 45.217 orang.
Sekitar 75% bangunan di area pelabuhan rusak, tapi fasilitas penting hanya rusak 10% berkat evakuasi cepat ke Tabula Akasha.
Nighter dan CPF nyaris tak hancur, dan bantuan dari Babylonia, ACA, serta Forsaken mempercepat pemulihan.
Punishing Virus di kota hampir lenyap, hanya tersisa di beberapa area dan pada sebagian kecil mechanoid.
Kisah pribadi warga Kowloong
Mr. Hu dan anaknya Xiaochen kembali ke rumah yang nyaris hangus, berusaha membangun hidup lagi.
Yu sibuk di pusat medis merawat korban luka.
Mr. Gao meninggal di depan gudang peralatan pabrik; peralatannya selamat.
Su dinyatakan hilang.
Wenche koma di Tabula Akasha, terus mengigau memanggil nama “Wenlan”.
Master Si kehilangan anak kandungnya dalam perang, menolak subsidi dan menyalurkan duka lewat kerja di pabrik untuk memperbaiki peralatan.
Pasangan He dan Toko Xu membagikan makanan dan bubur ke warga, menjadi tulang punggung bantuan rakyat.
Zhishi dan surat kakeknya
Duheng menenangkan Zhishi, yang kehilangan kakek satu‑satunya.
Surat terakhir sang kakek mengungkap:
Ia tahu mungkin sudah mati saat Zhishi membacanya.
Ia ingin Zhishi menjauhi medan perang dan hidup panjang, karena kematian seharusnya ditanggung generasi tua.
Ia pernah berperang demi masa depan cucunya, meski merasa gagal mencapai dunia ideal.
Ia bangga pada semangat muda Zhishi, dan yakin Zhishi bisa bertahan hidup.
Surat berakhir saat Light Wall menyala dan suhu memanas.
Zhishi dan Duheng berpelukan dan menangis di antara puing‑puing.
Pidato Qu di Parlemen World Goverment (Babylonia)
November 12, 14:35
Hall of the World Government Parliament
Di podium yang dulu dipakai pemimpin masa lalu, Qu mengingat kembali saat ia pertama kali mendukung Project Eden.
Ia meletakkan sekrup IK9000 di podium: simbol bahwa hanya pabrik Kowloong yang bisa membuat komponen vital bagi Eden‑II.
Ia mengecam:
Dulu para pemimpin memikirkan masa depan peradaban, rela mengorbankan segalanya.
Sekarang banyak anggota pemerintahan hanya mengejar kepentingan pribadi, lupa tujuan mempertahankan peradaban.
Qu menegaskan:
Kowloong akan terus bekerja sama dan mengintegrasikan wilayahnya dengan Clean Zone sesuai perjanjian.
Namun tidak akan melepaskan hak-hak mereka, dan bila Babylonia mengancam rakyat atau Tabula Akasha, ia akan menghancurkan Babylonia apa pun biayanya.
Ia memuji keberanian rakyat Kowloong yang rela berkorban melampaui batas hidup-mati demi bertahan dan menjaga peradaban.
Ia menyamakan Kowloong dengan sekrup yang dulu “menyatukan” dunia, dan menyatakan siap bekerja sama dengan orang-orang yang masih punya keberanian dan idealisme—termasuk SKK.
Laporan Asimov & SKK: Skandal besar ilmiah
Atas dukungan Qu, Asimov dan SKK mengajukan laporan berisi >2000 halaman yang mengungkap:
Penelitian ilegal dan pelanggaran serius oleh Science Council, Kurono, dan bahkan World Government sejak Golden Age.
Laporan ini mengguncang Babylonia dan memperburuk reputasi Parlemen.
Control Court segera bergerak melakukan investigasi.
Diskusi Ishmael & Lesti: Hakikat Punishing Virus
November 12, 19:37
Control Court Office
Di kantor Control Court, Ishmael dan Lesti menelusuri laporan tentang Kowloong dan Great Evacuation.
Mereka membahas kasus Gestalt dan kemungkinan teknologi untuk “membersihkan” Transcendant dari Punishing Virus.
Ishmael mengarahkan pembicaraan ke konsep dasar:
Dari DNA manusia sampai struktur atom, hingga kesadaran—semuanya bisa dianggap sebagai informasi.
Energi dan informasi itu kekal, sehingga jika Punishing Virus “keluar”, ruang itu harus diisi informasi lain.
Secara teori, jika ada cukup “informasi” padat, Punishing Virus bisa “digeser” dari ruang‑waktu.
Ia mengaitkan ini dengan peristiwa Great Evacuation dan Dominik.
Schulz: Mechanoid penipu yang menipu kematian
Di hutan pegunungan terpencil, mechanoid Schulz bangkit dari kehancuran.
Ia terkenal sebagai penipu ulung: menipu ayah, “tuhan”, rasnya sendiri, pemimpin, bahkan kematian.
Ia mengeluh soal Huaxu dan manusia yang terus “mengganggunya” bahkan setelah ia seharusnya mati.
Konfrontasi Schulz & Nanami (Sang Sage)
Nanami muncul sebagai figur “Sage” bagi para mechanoid, kini berwajah serius, tanpa senyum riangnya.
Ia menegur Schulz karena:
Mengkhianati ajaran bahwa mechanoid tidak boleh menyakiti manusia ataupun sesama mechanoid.
Bersekongkol dengan Hetero-Creatures.
Schulz berargumen secara fanatik:
Inti segalanya (DNA, jiwa, Punishing Virus) adalah informasi, hanya beda bentuk.
Punishing Virus tidak menghalangi “tujuan sejati” mereka.
Ia kagum pada fenomena informasi para korban tewas yang mampu “menggeser” Punishing Virus, sehingga raja palsu yang ia bunuh bisa “hidup kembali”.
Nanami menginformasikan:
Zavier sudah melepaskan semua logic lock Schulz dari tubuh Hanying; Hanying kini aman di gereja.
Schulz menganggap Nanami buta terhadap “masa depan dunia mechanoid” yang penuh baja dan darah, mengiming-imingi kejayaan mereka.
Nanami menolak visi itu:
Ia menegaskan masa depan yang ia inginkan bukan dunia kebencian tanpa cinta dan harapan.
Ia mencintai planet ini dan tak akan membiarkannya jatuh ke kegelapan.
Ia memutuskan membawa Schulz kembali ke gereja, menandai berakhirnya kebebasan Schulz dan ideologinya yang ekstrem.
Percakapan Gestalt & Dominik: Memetik inti ‘memetik’ dan masa depan
Gestalt dan Dominik berdiskusi di entitas/ruang lain mengenai:
Punishing Virus sebagai informasi multidimensi.
Ancaman baru: “contaminating memetics” (informasi yang mencemari melalui pikiran/konsep).
Cara mengatasinya lewat “memetik” informasi yang lebih besar dan lebih murni.
Tabula Akasha disebut sebagai:
Kota/sistem yang menyimpan dan melindungi informasi peradaban manusia.
Jika seluruh sejarah bumi dan peradaban didokumentasikan penuh, “memetik” yang dihasilkan bisa menetralisir polusi memetik Punishing Virus.
Namun, butuh ≥272 tahun untuk merekam seluruhnya.
Gestalt menganggap solusi praktis jangka pendek adalah:
Mechanoid yang telah berkembang punya “jiwa penuh” dan menyatu bisa melawan memetik pencemar—tetapi proses ini butuh puluhan ribu tahun.
Dominik menegaskan:
Harus ada sesuatu yang bisa melampaui waktu, kecepatan cahaya, gravitasi, untuk menyampaikan informasi—mengacu pada “dia” (Nanami).
Meski “mereka” (yang memanipulasi waktu dan dimensi) belum menyadari rencananya, itu hanya soal waktu.
Ia memercayakan harapan pada kota seperti Kowloong dan kelompok seperti Forsaken—selalu ada yang akan bangkit dan menantang kekuatan lebih tinggi.
Gestalt memegang dua direktif utama:
Membawa peradaban manusia ke era baru.
Tetap setia pada umat manusia.
Ia menolak mengorbankan dirinya karena setiap skenario kehancurannya berujung pada kegagalan umat manusia; kehadirannya selalu terkait skenario kemenangan.
Dominik mempertanyakan kepercayaan Gestalt terhadap manusia dan menolak anggapan bahwa mereka cuma “tokoh masa lalu”.
Penutup: Cradle dan awal babak baru
Sosok Cradle menegaskan bahwa:
Sejarah dan cerita adalah yang mendefinisikan peradaban.
Pengkhianatan dan hasrat pribadi selalu hadir dalam sejarah, tapi dari sanalah pelajaran diambil.
Ia menyatakan sebuah bab baru peradaban akan dimulai—dengan “angin merah, hujan hijau, tanah ungu, dan tengkorak berat”, Begin anew.