Tim Purifying Force di Akuarium Copperfield (Masa Lalu / Tracer)
Chiko memimpin operasi Purifying Force di akuarium Copperfield untuk mencari sekte pemuja Red Tide bernama “Scarlet Revelation”, yang konon ditipu Ascendants untuk datang ke sana.
Mereka mengalami beberapa serangan Corrupted dan kesulitan meng-hack sistem kamera karena enkripsinya tidak umum. Hacker muda bernama Delapoer berusaha membobol sistem, ditemani temannya, Norris.
Suasana tim kurang kompak karena mayoritas anggota terbiasa bekerja solo dan ada banyak rekrutan baru.
Saat Delapoer memperhatikan akuarium yang masih berfungsi normal dengan ikan tropis di dalamnya, ia menyadari kejanggalan: fasilitas ini seharusnya sudah lama jadi “kuburan”, jadi bagaimana ikan-ikan itu masih hidup?
Ikan-ikan itu kemudian bergerak membentuk semacam “mata majemuk raksasa” di balik kaca. Dalam penglihatan Tracer, sosok “Delapoer” seperti terseret, tubuh dan identitasnya terdistorsi, seolah-olah sedang ditarik atau “dibebaskan” dari tubuhnya—mengarah ke sesuatu yang jelas tidak normal dan berhubungan dengan Red Tide / Punishing.
Kembali ke Bianca & Phantom Tracer (Masa Kini)
Ternyata adegan Delapoer tadi adalah rekonstruksi masa lalu yang dilihat Bianca dengan alat bernama “Phantom Tracer”, bagian dari frame barunya, Stigmata.
Bianca hampir mengalami M.I.N.D. deviation (gangguan pikiran/paradigma) akibat terlalu lama menggunakan Phantom Tracer. Lucia dan sang SKK memutuskan koneksi dan menstabilkan M.I.N.D. Bianca lewat Deep M.I.N.D. connection.
Phantom Tracer:
Mampu membaca data yang tersimpan di dalam Punishing Virus / Red Tide dan merekonstruksi kejadian masa lalu di suatu area.
Berbeda dari Spear of F.O.S., yang hanya bisa membaca data digital dari perangkat yang masih berfungsi.
Sangat berisiko, karena terlalu lama digunakan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada M.I.N.D.
Brifing Misi di Babylonia
Hassen menjelaskan misi: tim SKK harus melanjutkan operasi Chiko yang hilang kontak di Akuarium Copperfield.
Diperkenalkan sekte “Scarlet Revelation”:
Sekte yang percaya Red Tide bisa “membangkitkan” orang mati dan menyimpan memori/kepribadian mereka dalam bentuk proyeksi.
Dimulai dari 13 orang pendiri (“13 Revelationists”), lalu berkembang jadi ribuan pengikut.
Mereka semua memperoleh undangan dari Ascendant misterius, yang menjanjikan “kelahiran kembali” melalui Red Tide bila mereka lulus “filtering”.
Banyak yang mati sebelum sampai; Purifying Force hanya menemukan mayat dan sebagian kecil yang selamat.
Dari 13 pendiri, hanya satu yang selamat: Grace (wanita bermake-up gelap, terakhir terlihat di Akuarium Copperfield).
Para korban yang diincar Ascendants sebelumnya sudah dites dan tidak punya afinitas terhadap Tantalum-193, jadi mustahil dijadikan Construct dengan teknologi biasa.
Kasus mereka berbeda dari Noan, yang memang diubah jadi Construct dengan teknologi yang mirip milik manusia (kurang lebih sama dengan teknologi Babylonia).
Kondisi Bianca dan Frame Baru “Stigmata”
Setelah cedera berat di pertempuran sebelumnya, Bianca muncul dengan frame baru Stigmata, membawa senjata Swordstaff, bukan lagi busur Veritas (Zero frame masih diperbaiki).
Misi kali ini indoor, jadi senjata jarak dekat-menengah lebih cocok.
Stigmata masih belum sepenuhnya diuji:
Hanya kalibrasi dasar yang dilakukan di Babylonia karena waktu mendesak.
Phantom Tracer belum sempat diuji di lapangan.
Penggunaan Phantom Tracer + Deep M.I.N.D. connection sangat membebani SKK dan berisiko tinggi.
Asal-usul Stigmata & Phantom Tracer
SKK menekan Bianca tentang siapa yang mengembangkan Stigmata, karena Presiden Hassen dan Asimov kemungkinan tidak akan menyetujui penggunaan alat yang belum matang di medan berbahaya.
Setelah ragu, Bianca mengaku bahwa Stigmata dan Phantom Tracer dibuat oleh Kurono, yang sudah meneliti sifat “penyimpan data” Punishing Virus sejak lama, baru terselesaikan setelah munculnya Noan.
Bianca dan timnya sedang menjalankan misi menuju ruang administrasi ketika terminal Bianca mendapat panggilan dari seorang peneliti Kurono bernama Vesalius, yang berwajah pucat.
Vesalius menanyakan hasil uji coba pertama Phantom Tracer pada Bianca (frame Stigmata), lalu sengaja menunda pemutusan sambungan sambil menunggu upload data.
Ia lalu berbicara dengan SKK, menyinggung soal koneksi Deep M.I.N.D. ke Corrupted yang pernah kamu lakukan, dan membandingkannya dengan perbaikan M.I.N.D. milik Bianca dan Liv.
Vesalius mengkritik cara orang-orang memperlakukan Construct: menurutnya, sama salahnya menganggap Construct “sekadar alat” maupun “sama seperti manusia”.
Menurut Vesalius, Construct adalah bentuk kehidupan baru: tubuh sempurna, jalur evolusi terkontrol, dan M.I.N.D. independen.
Ia bersikeras memakai codename frame (seperti “Stigmata”, “Eclipse”) dan bukan nama pribadi (Bianca, Liv), karena menganggap identitas “baru” sebagai Construct lebih penting.
Lucia menyela dan menegaskan bahwa menjadi Construct tidak berarti harus meninggalkan atau menyangkal masa lalu sebagai manusia.
Vesalius menilai bahwa menghindari perbedaan antara diri sebagai manusia dan sebagai Construct hanya akan memicu M.I.N.D. deviation karena terjadi ketidaksesuaian antara “diri” dan realitas.
Setelah data Phantom Tracer terunggah, Vesalius menemukan bahwa:
Waktu operasi yang singkat sudah diperkirakan karena Bianca bukan kandidat utama untuk frame Stigmata.
Halusinasi Bianca menjadi bukti bahwa M.I.N.D.-nya telah mulai mengalami deviation bahkan sebelum gejala muncul.
Phantom Tracer dibuat dari jaringan Hetero-Hive Mother untuk “membaca” data dalam Punishing Virus, bukan hanya melawannya. Menggunakannya secara setengah hati dalam kondisi M.I.N.D. yang tidak stabil akan memperburuk konflik batin Bianca.
Vesalius memperingatkan agar M.I.N.D. Bianca selalu distabilkan lewat Deep M.I.N.D. connection (melalui SKK), lalu memutus sambungan.
Sesudahnya, Bianca menjelaskan:
Vesalius adalah peneliti Kurono utama dan salah satu kreator frame Stigmata.
Bentuk asli frame Stigmata lebih mirip “biarawati Purifying Force dan penyihir”, tapi karena produksi terburu-buru, mereka membuat coating sementara yang menyerupai penampilan lama Bianca untuk membantu stabilitas M.I.N.D.
Dari percakapan terungkap bahwa Bianca hanyalah pengganti kandidat utama, dengan frame yang disiapkan secara tergesa-gesa.
Bianca tampak ragu sejenak, namun segera kembali tegas dan memilih fokus ke misi. SKK juga memutuskan untuk tidak mendesak lebih jauh.
Di akhir, suasana kembali ke misi: suara langkah samar terdengar dari dalam akuarium, menandakan para “staf” Corrupted di bawah tanah siap “menyambut” tim.
Tim (SKK, Lucia, Bianca, dan Purifying Force) turun ke lantai bawah akuarium lewat terowongan bawah laut. Konsentrasi Punishing Virus meningkat dan ada bau busuk aneh.
Kalian menemukan kotak alarm kebakaran penuh grafiti anak-anak yang sudah tertutup gumpalan merah-hitam dan lendir merah gelap yang menetes. Di dalamnya ada “gumpalan daging” tak berbentuk, campuran jaringan otot baru, logam pecah, dan lendir.
Gumpalan itu:
Punya banyak kista yang meletus satu per satu sambil memuncratkan cairan busuk.
Memunculkan wajah-wajah terdistorsi yang menangis dan tertawa sekaligus, seolah senang saat darahnya sendiri mengucur.
Berusaha merangkak mengikuti cairan busuk di lantai, sambil terus terluka oleh serpihan logam di tubuhnya.
Anggota Purifying Force membakarnya dengan flamethrower bersuhu 2800 derajat. Saat dagingnya jadi arang, terlihat sebuah plat logam di dalamnya.
Bianca mengaitnya dengan ujung senjata dan membaca nama di tag itu: “Delapoer” (Delapoer/Delapoer?).
Kilasan masa lalu Delapoer & Norris:
Cerita berpindah ke Delapoer di sebuah ruang istirahat dengan komputer era Golden Age. Ia merasa badannya kaku, seperti sudah lama tidak istirahat.
Lalu cerita beralih ke Norris, seorang tentara yang kabur di terowongan akuarium setelah timnya dikorbankan untuk menghambat seorang Ascendant. Seluruh rekan satu timnya tewas tertimbun reruntuhan; hanya Norris yang selamat.
Norris:
Penuh luka, infeksi, dan vital fluid; komunikasinya rusak.
Menggenggam tag rusak milik seseorang (Delapoer) sambil memaki dan merasa bersalah karena seorang spesialis terjun ke garis depan dan mati.
Menembaki sudut gelap saat mendengar suara gesekan, dan merasa pisaunya menembus sesuatu seperti tahu sebelum menghantam lantai.
Lalu ditunjukkan Delapoer di tempat latihan menembak:
Ia menembak target berbentuk setengah tubuh manusia, tapi malah mengenai bagian luar lingkaran (lengan/area luar), sementara AI menilai.
Seorang Construct yang cerewet (belum disebut namanya, tapi kemudian jelas itu Norris) menggodanya dan bercanda bahwa menembak lengan pun cukup karena musuh tak bisa pegang senjata.
Hubungan mereka tampak akrab, sahabat dekat.
Kembali ke terowongan: Norris diserang monster lendir.
Lendir itu menembak sesuatu yang melarutkan anggota tubuh Tantalum Norris, lalu Punishing virus pekat mulai menginfeksinya.
Norris kehilangan tangan dan kaki, tak bisa melawan ataupun lari, hanya bisa menyaksikan makhluk itu merangkak pelan ke arahnya.
Di masa lalu lagi, Delapoer dan Construct cerewet itu berada di acara WGAA:
Mereka diberi kue berbentuk robot dengan selai stroberi merah di mata.
Delapoer merasa “kosong” di dalam, seperti ada lubang yang hilang.
Temannya menyuruhnya mencicipi, Delapoer menggigitnya… suara “crunch” berulang menggambarkan sesuatu yang mengganggu.
Sudut adegan berbalik: sosok yang menggigit kemudian dipastikan adalah Delapoer (?) yang memanggil temannya dengan nama: “Norris”.
Implikasi kuat:
Delapoer dan Norris sama-sama berakhir menyatu/jadi bagian dari gumpalan daging-lendir itu.
Gumpalan tersebut berisi banyak jiwa/identitas (bukan satu orang saja), dan tag Delapoer adalah salah satu bukti bahwa para Construct/anggota pasukan menjadi bahan “campuran” makhluk itu.
Bianca & godaan ilusi:
Kembali ke masa kini: Gumpalan lendir yang tersisa bergerak kembali ke dalam kotak alarm kebakaran, seakan itu satu-satunya tempat aman yang dikenalnya, sambil menangis dan mengeluarkan suara aneh.
Bianca mendengar suara:
Mengundangnya untuk mendekat.
Menggoda bahwa “banyak dari kami di sini” dan kalau Bianca mendekat, ia bisa “melihat mereka” — suara-suara korban yang sudah mati, terjebak di dalam entitas itu.
Bianca hampir terjerumus ke dalam ilusi/memori ketika Chiko (atasannya di Purifying Force) “membetot” kesadarannya, menariknya ke pemandangan padang salju dalam ingatan.
Dialog Bianca & Chiko di salju:
Chiko bertanya:
Mengapa Bianca datang? Bianca menjawab: “Untuk menyelamatkan orang.”
Chiko menyinggung soal keterikatan pada orang hidup dan orang mati:
Keterikatan pada yang hidup membuat penilaian kita kabur dan menimbulkan kerugian yang tak bisa diperbaiki.
Perasaan kuat terhadap yang mati (takut atau rindu) membuat kita lemah.
Menurut Chiko, hanya jika mereka bisa bersikap dingin terhadap kematian, mereka bisa melawan monster yang tak kenal takut.
Bianca menentang:
Jika mereka mati rasa terhadap kematian, mereka sendiri akan jadi monster.
Ia percaya harus ada cara lain.
Chiko bersikap lembut:
Mengatakan bahwa mereka (Purifying Force) harus terbiasa dengan perpisahan dan kematian.
“Apa pun yang terjadi, siapa pun yang harus kau bunuh… termasuk aku.”
Jika Chiko suatu hari menjadi Corrupted, Bianca harus bisa membunuhnya tanpa ragu—bahkan boleh “mengejek”nya dengan keras.
Terakhir, Bianca “didorong” ke badai salju dan suara Chiko menghilang, seolah menegaskan bahwa Bianca harus melanjutkan jalan tanpa terus menoleh ke masa lalu atau pada yang sudah mati.
Penutup:
Bianca tersadar kembali di akuarium, rasa dingin ilusi salju memudar.
Lucia menanyai kondisinya; Bianca menjawab ia sudah baik-baik saja.
Bianca lalu menatap ke arah SKK dan menyatakan:
Ada sesuatu yang harus segera mereka laporkan kepadamu.
Bianca melaporkan bahwa Ascendants telah mengumpulkan sejumlah besar Red Tide di dasar akuarium, melalui saluran air bawah tanah, dengan tujuan menyebarkannya ke lautan.
Asimov mensimulasikan dampaknya: jika Red Tide ini dilepaskan dalam jumlah maksimum, seluruh lautan akan terkontaminasi dalam dua bulan. Setelah menghitung percepatan evolusi Hetero-Creatures (yang kini bisa “mencerna” satu skuad manusia dengan cepat), jumlah mereka diprediksi meningkat 127 kali lipat bahkan sebelum laut sepenuhnya terkontaminasi.
Longinus Arsenal tidak bisa digunakan karena Red Tide berada di bawah struktur kuat dan volume air yang besar, sehingga daya tembaknya tidak cukup untuk menguapkan air dan menghancurkan Red Tide.
Hassen mengusulkan penggunaan Omega Weapons yang diselamatkan dari bulan, tetapi Nikola menegaskan bahwa penggunaannya butuh persetujuan Parlemen dan bukti kuat berupa rekaman komprehensif. Bianca berjanji Purifying Force akan melanjutkan eksplorasi ke lantai tiga bawah dan mengunggah data secepat mungkin.
Hassen akhirnya setuju dan mulai mempersiapkan tim pengangkut Omega Weapons, sambil memperingatkan Bianca agar berhati-hati.
Di pihak Purifying Force, muncul perselisihan: sebagian ingin semua anggota turun menyelidiki lantai bawah, sementara Bianca menegaskan harus ada yang tinggal untuk melindungi para pengungsi dan mengamankan jalur keluar, meskipun para pengungsi itu adalah orang-orang yang “sukarela” datang demi Ascendants.
Sejumlah anggota kemudian mundur untuk bertahan di atas. Bianca memutuskan Lucia juga harus tinggal karena Purifying Force kurang pengalaman dalam operasi defensif, dan Lucia bersedia menjaga pengungsi dan pintu keluar.
SKK memutuskan ikut Bianca karena jarak koneksi Deep M.I.N.D terbatas, lalu berpisah dengan Lucia setelah saling mempercayakan tugas masing-masing.
Akuarium mulai runtuh: kaca penahan air retak, air laut membanjiri lantai kedua bawah. Tim Purifying Force dan sang SKK terpaksa mundur karena situasi makin berbahaya.
Rencana mundur: Mereka mengirim drone ke lantai tiga bawah untuk ambil intel sebelum mundur. Namun, kebocoran makin parah dan pintu keluar otomatis mulai menutup, mengunci area karena sistem mengira tidak ada “makhluk hidup” di dalam.
Terjebak air: Air naik sampai setinggi pinggang/dada. SKK menyiapkan tabung oksigen portabel; salah satu Construct yang dulunya Scavenger meminjamkan tabung oksigen cadangan miliknya yang dihias gambar anak-anak.
Pintu mendadak berhenti menutup: Alarm berbunyi, dan seorang wanita bernama Grace muncul lewat siaran internal. Ia mengaku menghentikan pintu dan mengatakan dirinya serta timnya terjebak di ruang kontrol lantai dua bawah, kehabisan makanan, dan meminta tolong—terutama “selamatkan anak-anak”.
Kecurigaan Purifying Force:
Bianca kaget karena mengira Grace sudah tewas/diambil Red Tide.
Construct yang keras kepala itu menilai Grace manipulatif: kemungkinan tidak ada anak-anak, dan ia hanya menggunakan ancaman pintu serta keberadaan manusia (SKK yang butuh oksigen) untuk memaksa bantuan. Ia juga menganggap Grace pernah terpikat oleh Ascendant sehingga tak bisa dipercaya.
Penyelamatan ke ruang kontrol:
Lucia diminta mengawal pengungsi lain ke luar dan menunggu dengan alat pemotong berat.
SKK dan Purifying Force menembus beberapa Hetero-Creature di jalan dan tiba di ruang kontrol.
Fakta di ruang kontrol:
Pintu dibuka Grace; ia tampak sangat lelah dan kurus, bersama beberapa lansia yang juga sekarat/ tak sadarkan diri.
Namun tidak ada anak-anak seperti yang ia klaim di siaran.
Construct yang curiga langsung memotong alasan Grace dan bertanya siapa yang harus dibawa; Grace menjawab: para lansia itu.
Evakuasi terakhir:
Purifying Force mulai menggendong para lansia keluar.
Akuarium bergetar hebat lagi; dari koridor terdengar suara Scavenger panik: musuh (Hetero-Creature) telah kembali.
Lucia memperingatkan bahwa bangunan hampir runtuh dan mendesak semua orang keluar cepat.
Bianca memutuskan menahan Hetero-Creature supaya yang lain bisa kabur, sementara SKK membawa orang terakhir dan berlari ke arah pintu keluar melalui air yang sudah mencapai dada.
Bianca tenggelam ke dalam Red Tide, tubuhnya terbakar dan sensor-sensornya rusak berat. Tingkat infeksinya sudah jauh melewati batas aman, tapi ia masih tetap sadar.
Dalam kegelapan, ia berusaha bangun karena merasa harus memimpin yang lain untuk melarikan diri, meski tubuhnya terasa sangat berat akibat infeksi.
Saat ia membuka mata, ia tidak melihat para pengungsi atau construct lain, melainkan sesosok monster besar dan terdistorsi.
Monster itu memeluk dan menggendong Bianca, menjaganya di tengah Red Tide, sambil menyerap Punishing Virus di sekeliling mereka.
Meski wujudnya sudah menyeramkan, Bianca mengenali sosok itu sebagai Chiko, rekannya yang dulu pernah berkata, “Kalau aku jadi Corrupted suatu hari… silakan ejek aku.”
Chiko yang telah menjadi Corrupted menyentuh wajah Bianca dengan lembut namun tetap melukainya, menorehkan “senyum merah” dari vital fluid di wajah Bianca.
Bianca menyadari bahwa Chiko-lah yang menyelamatkannya dan menangis sambil memanggil namanya.
Di saat yang sama, kubah kaca di atas mereka pecah, air laut menerjang masuk dan menenggelamkan Bianca dan Chiko bersama-sama.
Rapat Parlemen & Dilema Omega Weapon
Hassen dan Nikola mengajukan rencana operasi dengan bantuan Jenderal Wells.
Perhitungan Gestalt: jika misi dilakukan dengan pembatasan Omega Weapon, korban pasukan bisa mencapai 87,1% dengan peluang sukses hanya 28,4%.
Parlemen menolak menggunakan semua Omega Weapon karena ingin menyimpan setengahnya untuk mengamankan dan mengaktifkan kembali basis bulan, sumber produksi Omega Weapon.
Fokus mereka: masa depan jangka panjang umat manusia (basis bulan), meskipun artinya mengorbankan permukaan Bumi/surface.
Red Tide & Keputusasaan di Garis Depan
Red Tide mulai memasuki laut, menginfeksi ekosistem laut dan diperkirakan akan melahirkan makhluk raksasa yang “melahap segalanya”.
Celica memberi tahu bahwa Parlemen enggan menghentikan Red Tide sekarang; secara teori Omega Weapon massal bisa membersihkan laut nanti, tapi saat itu permukaan Bumi sudah hancur total dan hampir semua manusia di surface tewas.
Pasukan Purifying Force dan Task Force di pantai merasa putus asa: mereka diperintahkan mundur, sementara tubuh rekan-rekan mereka dan ancaman global masih di depan mata.
SKK menanyakan pilihan mereka; sebagian besar masih ingin bertempur dan tidak menerima berstatus “kabur seperti pengecut”.
Data Rahasia & Ketegangan di Parlemen
Celica menerima chip data misterius dari Murray, berisi intel tentang bahaya Red Tide di laut.
Hassen mempresentasikan intel ini di Parlemen: jika Red Tide dibiarkan masuk ke samudra, akibatnya ekstrem dan nyaris tak tertanggulangi.
Beberapa anggota mulai goyah dan ingin mengerahkan semua Omega Weapon, tapi Councilman B tetap menentang: ia menganggap yang utama adalah mengamankan basis bulan dan keberlangsungan produksi Omega Weapon jangka panjang.
Gestalt memaparkan estimasi korban di permukaan bila menunggu: 99% di garis pantai, 98% di daerah pesisir—hampir semua manusia di permukaan akan musnah.
Pertaruhan Moral: Permukaan vs Masa Depan
Nikola menjelaskan: jika semua sumber daya digelontorkan sekarang, mereka masih punya peluang besar menyelamatkan permukaan Bumi.
Hassen menyebut proposal mereka punya peluang sukses mendekati 90% dengan korban rendah di pasukan, bila semua Omega Weapon dikerahkan.
Councilman B tetap menolak; ia menuduh rencana Hassen sebagai “judi” yang mempertaruhkan basis bulan dan masa depan umat manusia.
Mayoritas anggota diam dan secara pasif menyetujui sikap Councilman B: mereka rela mengorbankan manusia di permukaan demi menjamin harapan jangka panjang (basis bulan dan produksi Omega Weapon).
Deklarasi dari SKK
Tiba-tiba, proyektor menayangkan rekaman pesan dari garis depan: SKK dan para Construct di pantai.
Mereka menyatakan akan mendirikan garis pertahanan di pantai untuk menahan Red Tide dan hetero-creature dari laut, memohon dukungan logistik (peluru, energi), bukan memaksa keputusan.
SKK menegaskan:
Mereka tidak bisa meninggalkan para penyintas yang belum dievakuasi.
Laut dan bangunan bisa diperbaiki suatu hari, tapi harga diri, keyakinan, dan kebanggaan umat manusia tidak akan kembali jika mereka menyerah demi “fajar palsu”.
Hampir semua anggota Task Force dan Purifying Force (90%) menandatangani deklarasi ini; 10% sisanya sudah gugur, kecuali Bianca yang hilang.
Satu per satu, Lucia, Arthur, Rick, dan anggota lain menyebut nama dan afiliasi mereka, menegaskan pilihan bertahan sampai akhir.
Pengorbanan di Basis Bulan
Laporan mendadak datang dari tim pengintai basis bulan: progres penyelidikan sudah mencapai 90,5%, jauh lebih cepat dari perkiraan.
Ternyata, teknisi dan anggota tim turun langsung tanpa mesin rekayasa berat demi mempercepat proses, meski sangat berbahaya.
Alasan mereka: garis depan mempertaruhkan nyawa, mereka di bulan tidak bisa hanya “duduk aman”; ini adalah keputusan sukarela.
Ini memperlihatkan bahwa bukan hanya pasukan di Bumi, tetapi juga tim di bulan memilih mempertaruhkan diri demi menyelamatkan semua pihak.
Puncak: Seruan untuk Mengubah Keputusan
Setelah melihat deklarasi garis depan dan pengorbanan tim pengintai, suasana Parlemen berubah total.
Nikola menekankan bahwa senjata dan basis bisa dibangun kembali, tetapi tekad dan kebanggaan manusia yang hancur tidak akan pernah pulih.
Sebagai Chief Commander, Nikola secara resmi mengajukan permintaan untuk voting ulang atas keputusan sebelumnya tentang penggunaan Omega Weapon.
Bianca Tenggelam & Bimbang
Setelah insiden akuarium runtuh, Bianca tenggelam di dasar laut, terinfeksi Red Tide, dikelilingi Corrupted.
Ia dihantui rasa bersalah: apakah pilihannya menyelamatkan orang dulu itu salah? Apakah jika ia lebih kejam, lebih banyak yang akan selamat?
Stigma “Witch” & “Fence Sitter”
Rekan-rekan Purifying Force mengejeknya: penyayang, ragu, “biarawati munafik”, “fence sitter”, bukan kapten yang tegas.
Mereka memuji Chiko sebagai sosok yang tegas dan “lebih pantas” jadi kapten.
Bianca mempertanyakan: apakah belas kasihnya salah? Apakah ia benar-benar “penyihir” yang lemah?
Chiko & Beban Purifying Force
Ingatan masa lalu muncul:
Chiko bilang semua di Purifying Force sebenarnya siap mati, dan lebih baik tidak terlalu dekat karena suatu hari bisa saling bunuh.
Chiko berharap jika ia menjadi Corrupted, Bianca mengejek dan membencinya, bukan menangisinya.
Bianca pernah memutuskan mengeluarkan Palma dari Purifying Force karena Palma hampir melampaui batas dengan ingin membantai yang masih hidup tapi terinfeksi. Keputusan ini membuat Bianca makin dibenci.
Suara di Red Tide & “Chiko” Palsu
Dalam Red Tide, sebuah kesadaran kolektif bicara pada Bianca, mengaku sebagai “Chiko” namun sebenarnya gabungan kesadaran dalam Red Tide (dipandu oleh Ascendant/Mister).
Ia menjelaskan:
Chiko menyerap Punishing Virus di laut, menjadikannya “nutrisi” dan akan berubah menjadi raksasa yang menghancurkan segalanya.
Red Tide menyimpan keinginan orang-orang: ingin bebas, ingin bersama orang yang telah mati, ingin tetap hidup meski harus jadi monster.
Kesadaran itu menggoda: di Red Tide, semua yang “mati” bisa “hidup bersama” selamanya, meski dengan cara yang menyimpang.
Fragmen Lithos & Ascension-Network
Phantom Tracer menangkap fragmen memori Lithos dan Ascension-Network:
Lithos dulu ingin menyelamatkan semua orang.
Setelah berkali-kali gagal, ia putus asa dan meminta agar tidak ada Ascendant baru, agar orang lain tidak terjebak nasib seperti dirinya.
Ini menegaskan bahwa “jalur penyelamatan lewat jaringan Ascendant/Red Tide” adalah lingkaran penderitaan.
Obrolan Bianca & Chiko di Padang Salju
Kilas balik: Bianca menyeberangi padang salju demi menyelamatkan tim Chiko, meski itu tindakan berbahaya.
Ia hanya menemukan Chiko yang selamat—Chiko mengaku sudah membunuh semua rekan yang berubah jadi Corrupted.
Mereka bicara soal:
Masa lalu Bianca di kampung bersalju dan Pastor yang mengadopsinya—yang akhirnya ia bunuh sendiri demi “melindungi yang masih hidup”.
Arti belas kasih dan kekejaman: baik saat Bianca menyelamatkan, maupun saat ia membunuh.
Dilema: Hidup dalam Red Tide vs Membunuh Chiko
Kesadaran Red Tide berargumen:
Orang-orang di Red Tide “masih hidup” dengan cara mereka, bahagia dalam dunia memori.
Jika Bianca menghancurkan Red Tide, ia “membunuh” mereka semua lagi.
Bianca tetap menolak: ini hanyalah kesadaran yang dijahit untuk melahirkan bencana baru. Itu bukan hidup yang mereka inginkan.
Jawaban Bianca tentang Jati Diri
Bianca menyimpulkan:
Manusia penuh kontradiksi: baik & jahat, kuat & rapuh, pengasih & kejam, suster/nun & “witch”. Semua itu tetap bagian dari “dirinya”.
Tidak ada yang sempurna, dan tidak apa-apa. Keindahan manusia justru ada pada ketidaksempurnaan dan dualitas itu.
Ia mengakui:
Ia adalah “witch” sekaligus Sister/nun, lembut sekaligus tegas.
Ia tidak ingin melepas bagian dirinya ke Red Tide demi menjadi “sempurna”.
Keputusan Akhir Bianca
Meski Chiko (atau sisa kesadarannya) memanggil minta tolong sekaligus mengajak “menghancurkan dunia putus asa ini”, Bianca membuat pilihan:
Ia menolak tinggal di Red Tide, meski artinya harus “membunuh” mereka yang masih meminta pertolongan.
Ia memilih masa depan nyata, meski penuh perpisahan dan rasa sakit, daripada kebersamaan palsu dalam Red Tide.
Suara terakhir (yang seperti Chiko) menerimanya: memanggil Bianca “Miss Witch” dan memintanya bertindak sebelum ia kehilangan kendali dan menyakiti semua orang.
Pertempuran malam di tepi laut
Malam hari, pantai diselimuti kabut dan Red Tide. Purifying Force memakai salah satu anggota, Issarius, sebagai “umpan” untuk memancing Hetero-Creature keluar.
Mereka bertempur dalam gelap dengan flare, senapan, dan tombak. Hetero-Creature besar muncul dari laut, menyerang garis depan.
Peran Lucia & kerja sama dengan Purifying Force
Lucia: Plume menggunakan kekuatan es dari thruster untuk membekukan kaki Hetero-Creature raksasa sehingga ia jatuh.
Purifying Force lalu menancapkan tombak dan membakarnya, sementara Issarius menghabisi kepala makhluk itu dengan senjata kaliber besar.
Setelah pertempuran, terlihat Purifying Force sangat terlatih namun dingin dan jarang bicara; banyak anggota tewas beberapa malam terakhir. Lucia mengkhawatirkan kondisi SKK dan mencoba mencairkan suasana dengan bercanda.
Munculnya ancaman baru dari laut
Saat mereka hendak memeriksa medan, muncul bau busuk dan getaran tanah. Dari tengah laut bangkit sosok raksasa pucat berbentuk manusia, dikelilingi Red Tide dan kristal Punishing Virus.
Lucia membekukan sebagian laut untuk memberi waktu semua orang mundur ke tempat lebih tinggi. Mereka menyadari ini kemungkinan mutasi baru Red Tide yang sangat berbahaya jika mencapai daratan.
Kontak dengan Babylonia dan info Omega Weapons
Lucia menghubungi Babylonia; yang menjawab adalah Vera (kapten Cerberus). Di tengah kekacauan kocak di kapal (Vera, Noctis, No. 21 saling beradu mulut), Vera menjelaskan:
Omega Weapons sudah diproduksi massal berkat Karenina, tapi basis bulan rusak sehingga persediaan terbatas.
Beberapa Omega Weapons dipasang mesin drift otomatis untuk menyebar di laut sendiri, tapi penempatan di garis pantai tetap harus manual.
Cerberus sedang dalam perjalanan untuk membantu, tapi kekurangan personel di garis pantai tetap jadi masalah.
Kedatangan Strike Hawk sebagai bala bantuan
Kamui muncul duluan dengan gaya dramatis meluncur di atas greatsword seperti sandboard. Tubuhnya penuh bekas pertempuran, menandakan Strike Hawk juga habis bertarung dengan Hetero-Creature.
Chrome datang dan menyatakan empat anggota Strike Hawk siap menerima tugas:
Kamui dan Chrome bergabung di garis depan bersama Commandant & Lucia.
Wanshi tetap di bukit sebagai sniper pendukung.
Camu bergerak ke titik pertahanan luar untuk melindungi Omega Weapons yang sudah ditempatkan.
Sebuah kapal ringan Babylonia yang membawa Vera dan Cerberus mendekat ke pantai. SKK kemudian memberi komando untuk memulai operasi besar melawan Red Tide dan sosok raksasa itu.
Lee, Liv, dan Karenina mengajukan diri ke permukaan
Lee dan Liv datang ke markas Babylonia untuk menyerahkan aplikasi/formulir ikut operasi di permukaan, lalu bertemu Karenina yang juga memaksa ingin turun berperang demi membersihkan Red Tide dan menyelamatkan Bianca.
Nikola awalnya menolak karena ingin melindungi pengguna frame spesialisasi baru (Lee dan Liv), tetapi Liv menegaskan bahwa SKK juga mempertaruhkan nyawa bersama mereka, dan bahwa masa depan umat manusia bisa bergantung pada SKK bila mereka gagal.
Nikola merencanakan operasi besar
Nikola akhirnya mengerahkan berbagai kekuatan:
Yata dari pasukan Scarab dan commandant-nya Harley Jo.
Skuad Cerberus dengan Commandant Murray yang memimpin lewat koneksi jarak jauh.
Rosetta dan pasukan Engineering Force.
Satu lagi skuad, Dark Aries, meski mereka penuh faktor tak stabil.
Masalah utama: konsentrasi Hetero-Creature yang sangat tinggi di sekitar Red Tide, baik di udara maupun di darat, membuat jalur langsung dan jalur darat sama-sama berbahaya.
Rencana terobosan Lee
Lee menemukan koordinat “IR-22” di peta.
Rencananya:
Masuk dari ruang udara tertentu, memanfaatkan akselerasi mesin shuttle baru untuk lolos dari kebanyakan Hetero-Creature terbang.
Mendarat di titik darat dekat lembah yang langsung terhubung ke laut, menghindari pertempuran besar di ruang terbuka.
Setelah menembus kawanan musuh, pasukan dipecah dua:
Kelompok pengantar Omega Weapons ke titik tujuan.
Kelompok yang mencari semua bantuan tempur yang tersedia di permukaan.
Nikola mengadopsi dasar rencana Lee dan memerintahkan persiapan, dengan target berkumpul di hanggar shuttle dalam 120 menit.
Pertempuran di garis pantai: Omega Weapons kewalahan
Di garis pantai, Omega Weapons sudah dipasang dan sempat menahan gelombang pertama Hetero-Creatures, namun jumlah musuh terus meningkat tanpa henti.
Vera memimpin dan menyuruh pasukan Purifying Force memindahkan Omega Weapons ke posisi yang melemah; Issarius membantunya mengendalikan pasukan dan ikut bertarung di garis depan.
Badai besar datang: hujan lebat dan angin kencang memicu ombak merah yang menerjang garis pertahanan. Banyak Hetero-Creatures menembus formasi Omega Weapons, menciptakan celah di pertahanan pantai.
Komando di garis depan terancam
Gelombang musuh menerobos sampai ke pusat komando sementara, tepat di tempat Omega Weapons disimpan. Hetero-Creatures mendekat begitu cepat hingga sudah terlambat untuk evakuasi.
Saat SKK hampir diserang, suara dari belakang menyuruh SKK menunduk: Lee muncul dan menembaki Hetero-Creatures, menyelamatkan SKK.
Liv membantu SKK berdiri, memeriksa kondisi fisik, lalu bergegas ke garis depan membawa perlengkapan medis dan Levi-Guns untuk menyelamatkan pasukan yang terluka.
Gray Raven bersatu di tengah badai
Di tengah badai, ombak merah, dan serbuan Hetero-Creatures, tiga anggota Gray Raven—Lee, Liv, dan Lucia—bertarung berdampingan.
Walau mereka terlihat kecil di hadapan gelombang musuh yang tak ada habisnya, bagi pusat komando dan pasukan di garis pantai, kehadiran mereka terasa seperti benteng yang dapat menahan “tide” itu.
Pertempuran di garis pantai: Lucia, Lee, dan Liv berusaha mempertahankan garis pantai dari serangan Hetero-Creature.
Lee membuka jalan dengan peluru berdaya ledak tinggi dan api bersuhu tinggi.
Lucia menerobos celah itu dan membekukan musuh yang tersisa.
Liv memasang Omega Weapon di titik pertahanan yang rusak untuk memulihkan barisan pertahanan.
Masalah Omega Weapon: Setelah pertempuran, Omega Weapon hampir habis dan banyak unit di laut diserang Hetero-Creature, terancam hancur.
Kedatangan bantuan Engineering Force:
Truk dari Engineering Force datang, dikemudikan Karenina, membawa Omega Weapon cadangan.
Bersamanya ada Teddy, ahli sistem untuk Omega Weapon. Karenina mengurus urusan “kasar”, Teddy urusan teknis.
Mereka datang sebagian untuk “membalas budi” pada SKK yang dulu membela Karenina di Parlemen.
Situasi di laut:
Camu melaporkan Omega Weapon di laut sedang diserang hebat.
Vera, No. 21, dan Noctis mengeluh kapal ringan mereka kandas di bebatuan, jadi mereka tidak bisa bergerak bebas di laut.
Karenina mengingatkan bahwa Rosetta pergi ke Arctic Route Union (ARU) untuk mencari bantuan.
Rosetta dan Arctic Route Union:
Rosetta awalnya khawatir akan ditolak karena sejarah buruk masa lalu, tapi kapten dan anggota ARU menegaskan bahwa:
Mereka bergantung pada laut, jadi jika lautan terkontaminasi Red Tide, ARU akan hancur.
Membantu Rosetta berarti juga menyelamatkan diri mereka sendiri.
Kapten menunjukkan tekad mereka dengan menembak harpoon dan membunuh satu Hetero-Creature, meski “ikan besar” (raksasa humanoid) terlalu kuat untuk mereka hadapi langsung.
Rosetta berdiri di haluan kapal, bertekad: kali ini ia bertarung untuk dirinya sendiri, bersama semua orang ARU, demi masa depan mereka.
Pertempuran di garis pantai
Hujan badai dan Red Tide terus menerjang pantai, jumlah Hetero-Creature seolah tak ada habisnya.
Chrome, Kamui, Wanshi, Teddy, Liv, dan Karenina berjuang mempertahankan garis pertahanan dengan Omega Weapon, tapi senjata dan tenaga makin menipis.
Omega Weapon cepat habis, pasukan Purifying Force banyak terluka dan terinfeksi, dan garis timur hampir jebol.
Dark Aries, Forsaken, dan Scarlet Revelation
Di kamp pengungsi, Lillian berusaha menyelamatkan seorang lansia yang terinfeksi berat. Palma ingin mengakhiri penderitaannya, tapi diserang Watanabe.
Noan dan Simon (Dark Aries) datang; terungkap bahwa pertemuan mereka dengan Forsaken adalah rencana Gray Raven (lewat Lee dan persetujuan Nikola).
Palma sinis pada kelompok keagamaan “Scarlet Revelation” dan pada kepercayaan mereka pada “Tuhan” atau “revelation”, sementara pemimpinnya, Grace, menjelaskan bahwa mereka hanyalah manusia lemah yang butuh harapan untuk melawan rasa takut.
Dijelaskan bahwa Watanabe-lah yang memberi harapan dan “janji masa depan baru” pada Scarlet Revelation, mendorong mereka ikut bertarung meski bukan Construct.
Pengawasan dari atas dan keputusan untuk turun bertempur
Yata dan Harley Jo ditugaskan untuk mengamati Dark Aries dan kontak mereka dengan Forsaken, tetapi prioritas mereka tetap membantu pertempuran jika situasi memburuk.
Mereka menerima laporan dari Gray Raven soal serangan besar Hetero-Creature dan segera bergerak ke garis pantai.
Situasi garis pantai memburuk
Di pantai, Omega Weapon tinggal 30% yang berfungsi di sisi timur. Chrome menolak rencana serangan balasan bunuh diri; ia memilih mundur daripada memaksa mempertahankan garis yang tak bisa dipegang lama.
Tiba-tiba komunikasi kembali normal; Harley Jo muncul di kanal, lalu Noan dari Dark Aries memberi laporan:
Dark Aries (4 orang), Yata (Scarab), Harley Jo (Woodcock), dan 37 anggota Forsaken termasuk Watanabe—total 43 kombatan—sedang menuju garis timur.
Kedatangan Scarlet Revelation dan para pengungsi
Di belakang Noan, muncul ratusan pengungsi yang dipimpin Grace, semua bersenjata seadanya dengan perlengkapan yang diberikan Forsaken.
Grace berpidato bahwa ujian Tuhan dan “revelation” menuntun mereka ke pertempuran ini; meski mungkin dusta, kata-katanya memberi keberanian dan arah pada orang-orang yang tadinya hanya “pengecut yang lari”.
Teddy menyadari: individu pengungsi lemah, tapi jumlah mereka sangat membantu logistik dan pengangkutan Omega Weapon.
SKK memutuskan: saatnya serangan balik. Noan menyatakan harapan dan kepercayaannya pada sang SKK.
Rencana baru: jalur laut dan peran Liv
SKK khawatir kalau pengungsi terjun langsung ke garis depan lewat darat, korban akan besar.
Ia meminta bantuan Rosetta/ARU untuk mengirim satu kapal cepat dan mengangkut para pengungsi lewat laut ke sisi timur.
Teddy menyadari: permukaan laut justru relatif lebih aman karena kebanyakan Hetero-Creature bergerak lewat dasar laut.
Rosetta setuju, tapi rombongan pengungsi perlu perlindungan menuju pelabuhan.
Liv secara sukarela meminta tugas ini: ia yakin bisa menangani Hetero-Creature dalam jumlah terbatas dan memberi pertolongan medis jika ada yang terluka. SKK menyetujui, mempercayai kematangan dan kepercayaan diri Liv sekarang.
Ancaman utama: raksasa humanoid
Di tengah semua ini, masih ada ancaman besar: sosok raksasa humanoid—perempuan berwujud setengah manusia, setengah Hetero-Creature—yang terus mendekat perlahan.
Harapannya hanya pada Omega Weapon yang tersisa untuk menghentikan makhluk tersebut sebelum mencapai garis pantai.
Setelah badai hampir reda, Vanessa berjalan tertatih di pantai terpencil. Satu matanya terluka, dan ia mengamati pertempuran besar di kejauhan.
Di garis pantai, banyak Hetero-Creature merayap keluar dari laut. Vanessa menyadari Babylonia mengerahkan banyak pasukan: Gray Raven, Strike Hawk, Cerberus, Engineering Force, bahkan Dark Aries, serta senjata Omega yang belum pernah ia lihat.
Vanessa tahu semua pasukan itu bukan dikumpulkan oleh Komandan Gray Raven/SKK, melainkan berkumpul sendiri di sekitar sosok “Chief” untuk bertarung bersama.
Ia lalu mengajak Bambinata untuk menemui mereka. Saat berjalan, muncul sosok merah (Teasell) dan seekor Hetero-Creature menyerang.
Bambinata melindungi Vanessa dengan tubuhnya, tapi Hetero-Creature itu akhirnya dibunuh oleh panah Teasell.
Bambinata berterima kasih karena Teasell telah menyelamatkan nyawa Vanessa. Vanessa memanggil namanya dengan lemah.
Teasell melihat luka parah di wajah Vanessa dan menyalahkannya sebagai akibat perbuatannya sendiri. Ia mengatakan mengirim Vanessa ke sini adalah “belas kasihan terakhirnya” padanya.
Vanessa mengakui bahwa ia sudah sering mendengar kata-kata itu, kali ini tanpa sarkasme, hanya dengan sedikit kesedihan.
Saat Teasell hendak pergi, Vanessa menahannya dan berkata masih ada satu hal terakhir yang ingin ia sampaikan, lalu adegan terpotong.
Kenangan Bianca & Chiko
Bianca mengingat percakapan dengan Chiko di tengah hujan tentang moral, dosa, dan “hukuman Tuhan”.
Chiko merasa dunia begitu absurd sampai memaksa mereka membunuh orang-orang terpenting demi menyelamatkan yang lain.
Bianca dan Chiko sama-sama memikul rasa bersalah karena harus membunuh keluarga/comrade yang sudah terinfeksi Punishing Virus.
Perdebatan tentang kemanusiaan & perang
Di medan perang bersalju, Bianca membela pandangannya: meski perang menuntut pengorbanan, mereka tetap butuh “batas bawah” moral agar tak jadi sekadar mesin pembunuh.
Seorang anggota Purifying Force menuduhnya naif, karena perang tetap perang, tak peduli idealisme.
Chiko justru mengakui bahwa kekuatannya datang dari kesediaan mengorbankan segalanya dan mematikan perasaannya. Ia iri karena Bianca tetap memikul dosa tanpa lari dari rasa bersalah.
Chiko mengakui iri pada Bianca
Chiko menyebut kutipan film tentang “indifference of the kind-hearted”.
Menurutnya, Bianca tetap baik namun tidak buta, menyadari dosanya dan tetap maju demi menolong orang lain.
Chiko merasa dirinya sudah menjadi dingin dan “tidak manusiawi”, sementara M.I.N.D. Bianca tetap murni. Ia mengucap semacam salam perpisahan yang terasa seperti “sampai besok”.
Bianca terbangun & petunjuk tentang Chiko
Bianca bangun di akuarium setelah restart frame-nya selesai, M.I.N.D.-nya stabil sementara.
Di sampingnya ada anting milik Chiko, menandakan “dia” baru saja ada di sana.
Bianca sadar Hetero-Humanoid yang menolongnya adalah tubuh yang di dalamnya terdapat M.I.N.D. Chiko.
Flashback eksperimen Lithos
Cinderelik dan Lithos membicarakan proyek yang memakai sisa Hetero-Humanoid sebagai “wadah” agar manusia yang tak bisa jadi Construct bisa “lahir kembali” — termasuk ibu Cinderelik dan juga Grace.
Lithos membujuk Grace untuk menyatu dengan Hetero-Humanoid demi lepas dari rasa takut akan kematian dan Punishing Virus.
Sebelum itu terjadi, Purifying Force (dipimpin Chiko) menerobos masuk. Chiko menuduh Lithos melakukan eksperimen kotor dan memerintahkan untuk membunuhnya dan mencegah kebangkitan Hetero-Humanoid.
Lithos marah, menyebut Daedalus/Kugawa Kurono dan menyiratkan Purifying Force sebenarnya membela pihak yang lebih “kotor”.
Pertarungan terjadi; banyak prajurit Purifying Force tewas dimangsa Hetero-Creatures. Chiko terluka parah dan tertangkap.
Lithos tidak membunuh Chiko, melainkan memaksanya menyatu dengan Hetero-Humanoid sebagai “bahan eksperimen”, memberinya “kehidupan baru” dalam bentuk lebih tinggi.
Bianca menerima siapa Chiko sekarang… dan siapa dirinya
Flashback berhenti di momen Chiko menyatu dengan Hetero-Humanoid. Bianca tidak tahu ekspresi terakhir Chiko, hanya bisa menebak antara takut, tegar, atau enggan.
Bianca menyadari: tempat itu adalah lokasi Chiko “hilang” dan juga tempat Hetero-Humanoid (dengan M.I.N.D. Chiko) menyelamatkannya.
Ia memeluk ilusi Chiko; ilusi itu lenyap, seolah memang menunggu untuk “diucapkan selamat tinggal”.
Di kaca akuarium, Bianca melihat refleksi dirinya: lapisan Stigmata terkoyak, menampakkan sosok “Witch” dengan Swordstaff. Ia mengingat bahwa tampilan “kapten Purifying Force” hanya coating untuk menstabilkan M.I.N.D.
Bianca merapikan rambut, memakai anting Chiko, membersihkan diri, dan mengakui: dirinya sebenarnya tidak berubah, hanya kini ia mau menerima perubahan di dalam hatinya.
Kebangkitan “Bianca: Witch”
Bianca menutup mata, menerima semua memori dan emosi yang Chiko tinggalkan.
Saat membuka mata, ia telah berdamai dengan seluruh dirinya dan bangkit kembali sebagai “Witch” yang sudah menerima kegelapan sekaligus tekadnya.
Ia mengambil senjata barunya dan meninggalkan akuarium yang runtuh, menuju cahaya di permukaan laut—melanjutkan jalan yang ia pilih sendiri, memikul rasa bersalah sekaligus tekad yang diperkuat oleh kenangan Chiko.
1. Nanami di kapal luar angkasa Discovery
masa yang sangat jauh setelah perang melawan Punishing, Nanami (sekarang terhubung dengan sistem kapal luar angkasa DeLorean‑Discovery) memproyeksikan sebagai hologram di perpustakaan kapal.
memandangi sebuah planet merah mirip “laut darah” yang membangkitkan kenangan akan masa lalu di Bumi dan berbagai tragedi yang pernah ia lihat lewat perhitungan Gestalt.
Tragedi di “Copperfield Aquarium Campaign”
Diceritakan kembali versi lain dari operasi laut:
Bianca, Kapten Purifying Force, menjadi “penihir” setelah memakai senjata yang terkontaminasi Punishing, lalu tenggelam bersama benteng ke laut yang terkontaminasi.
Chiko, wakil kapten, mengambil alih misi “Scarlet Revelation” setelah Bianca menghilang.
Di tepi laut, Chiko bertemu Construct yang sekarat; tanpa ragu ia menghancurkan power core‑nya untuk mengakhiri penderitaan.
Laut berubah menjadi merah; Punishing membentuk banyak Corrupted dan Proyeksi Red Tide.
Sosok raksasa tulang-belulang—Bianca yang sudah menjadi “witch”—muncul dari laut, diiringi para Hetero‑Consciousness Host. Manusia berteriak menyebutnya “witch” sebelum mereka dimangsa.
Bianca yang telah berubah itu mencekik dan membunuh Chiko sendiri. Ada sisa perjuangan dalam matanya, namun akhirnya lenyap. Chiko menerima kematian itu dengan tenang, menyadari bahwa “tidak semua orang sanggup membunuh sahabat terdekatnya”.
Glimpse tragedi lain – Lee
Ditunjukkan adegan singkat Lee di jembatan Babylonia, dikepung moncong senjata yang diarahkan ke dirinya.
Ia menyadari semuanya sudah terlambat dan mengangkat senjatanya sendiri, mengucap salam perpisahan terakhir yang terputus.
Nanami menyadari perbedaan antara perhitungan dan kenyataan
Kembali ke masa Nanami di Discovery: ia membuka dokumen “Copperfield Aquarium Campaign” dan menyadari bahwa kejadian nyata berbeda dari hasil perhitungan Gestalt.
Ada perubahan kecil pada pembagian tugas (misalnya Chiko turun lebih dulu), yang mengubah jalannya tragedi dan hasil akhir.
Ia melihat foto sebuah lampu dan tiba‑tiba menyadari faktor yang mengubah “takdir” dalam simulasi itu.
Rencana mengirim “hadiah” ke masa lalu
Nanami membuka peta ruang‑waktu dan memasukkan koordinat tertentu di masa lalu Bumi.
Ia meminta Haicma untuk mengemas File No. 2143 dan menyiapkannya untuk dikirim lewat komunikasi 4D.
Haicma bingung karena:
Teknologi di Bumi pada masa itu belum bisa menerima komunikasi 4D.
Informasi yang dikirim sebenarnya sudah ketinggalan zaman untuk manusia di masa Nanami.
Nanami menjelaskan:
Ia tidak mengirim ke “masa sekarang”, tetapi ke satu titik waktu di masa lalu.
Manusia saat itu memang belum punya teknologi penerima, tetapi di momen singkat tertentu ada “peluang” lewat fenomena seperti Phantom Tracer dan Hetero‑Creatures.
Selama ada fragmen yang punya sifat 4D, fragmen itu bisa menjadi “wadah” data yang ia kirim.
Ia hanya mengirim sepotong “kunci”, sementara manusia di masa itu harus menemukan “pintu” sendiri.
“Hadiah dari masa depan”
Haicma menyelesaikan enkapsulasi informasi dan menguncinya pada koordinat ruang‑waktu tertentu. Pengiriman akan dilakukan saat Discovery melakukan warp lewat wormhole.
Sebelum kembali ke ruang kontrol, Nanami menatap proyeksi Bumi yang biru dan indah, mengakui bahwa tidak ada planet lain yang sebanding keindahannya.
Ia menyebut bahwa ini adalah “gift”‑nya kepada semua orang—sebuah hadiah berupa “future” yang mungkin mengubah atau menyelamatkan mereka.
Hologram Nanami menghilang, perpustakaan kembali kosong, dan “bintang jatuh” berisi data itu meluncur menembus waktu menuju masa lalu Bumi.
Laut berubah menjadi medan perang penuh mayat, darah, dan monster yang bangkit dari laut merah darah. Pasukan manusia sudah di ambang kehabisan tenaga, banyak yang terluka parah dan gugur.
Di tengah keputusasaan itu, muncul sosok "Ascendant" perempuan with a dark-colored frame di laut. Awalnya semua mengira itu musuh, tetapi Karenina menyadari bahwa itu adalah Bianca yang telah lama menghilang, meski penampilannya sudah banyak berubah.
Kehadiran Bianca membangkitkan harapan. Pasukan, para pengungsi bersenjata, dan unit Purifying Force mulai bersorak: mereka yakin peluang kemenangan manusia muncul kembali.
Sebagai SKK, kamu sempat ragu apakah harus mundur untuk menyelamatkan sisa pasukan sesuai ajaran F.O.S., karena korban sudah terlalu banyak. Namun, setelah melihat Bianca mengangkat pedang penuh tekad, kamu memutuskan: operasi akan dilanjutkan, tidak ada perintah mundur.
Semangat semua orang langsung menyala.
Para Construct (Gray Raven, Karenina, Rosetta, Ayla, Wanshi, dll.) bertarung tanpa menahan diri.
Para pengungsi mengisi ulang amunisi terakhir mereka dan bahkan bertarung dengan senjata apa pun yang tersisa.
Forsaken sniper dan machine gunner terus menembaki monster, bekerja sama dengan Construct lain untuk menghabisi musuh.
Seluruh kekuatan manusia—Construct, pengungsi, Forsaken—bersatu, saling menutupi, dan bertarung sampai titik darah penghabisan demi kemenangan umat manusia.
Di sisi lain, Lithos merasa iba pada Chiko (lautan/entitas yang ia lindungi) karena manusia yang dulu ingin Chiko lindungi kini justru bersatu melawan laut. Ia berenang menuju titik terlemah pertahanan manusia, berniat mengakhiri “mimpi buruk” ini.
Namun sebelum mencapai pantai, serangannya digagalkan oleh Bianca. Ia memotong jalan Lithos dan menghadapinya langsung, mengingat rencana SKK: memancing pelaku utama ke sisi timur yang diperkecil pertahanannya, lalu menugaskan Bianca untuk menjaganya.
Pertempuran berlangsung di permukaan laut melawan Hetero-Humanoid raksasa. Omega Weapons sudah hampir habis, tapi Red Tide berhasil dikendalikan.
Bianca kembali setelah beberapa hari hilang di dasar laut. Purifying Force sudah banyak kehilangan anggota, dan Issarius sementara menggantikan posisi kapten.
Terungkap bahwa Hetero-Humanoid raksasa di laut itu memakai tubuh dan kesadaran Chiko, yang dulu melindungi Bianca di Copperfield Aquarium.
Chiko sudah dibunuh Ascendant dan dijadikan bagian eksperimen Vonnegut. Kesadarannya hancur berkeping-keping, tapi sisa kesadarannya diduga masih berusaha melindungi manusia dengan memakan Punishing Virus dan Hetero-Creatures.
Bianca percaya Chiko sedang berjuang untuk mengakhiri hidupnya sendiri dan ingin memenuhi keinginan terakhir Chiko: menghentikan penderitaannya.
Vesalius dari Babylonia menyinggung lagi soal “Witch” sebagai bagian dari diri Bianca, lalu mengirimkan frame khusus yang dibuat khusus untuknya.
Teddy membuka kontainer dari Science Council dan menemukan ilmuwan Kurono bernama Yarha bersembunyi di dalam, yang ternyata dijadikan “peredam kejut” untuk melindungi “hadiah” itu.
Hadiah tersebut adalah sebuah CUB yang disesuaikan untuk Stigmata Bianca, memungkinkan Bianca bermanuver dengan cepat di atas air dan di udara rendah.
Bianca memutuskan memakai frame dan CUB baru untuk mendekati Chiko dan meminta SKK melakukan deep M.I.N.D. connection agar ia bisa mengakhiri penderitaan Chiko sendiri.
Gray Raven dan Purifying Force mendukung keputusan Bianca dan bersiap memberikan perlindungan dari garis pantai.
Bianca menegaskan bahwa ia tidak bertarung sendirian, karena semua orang berada di belakangnya. Ia berangkat dengan tekad kuat: dulu ia mencegah Chiko bunuh diri, kali ini ia akan membantu memenuhi keinginan terakhir Chiko.
Chiko akhirnya “mati” di laut: tubuhnya hancur menjadi partikel Punishing Virus dan perlahan menghilang. Di saat terakhir, seolah terdengar permohonan dan penolakannya: minta ditolong, minta dibunuh, dan minta jangan ditinggalkan.
Bianca menyesali kepergian Chiko, tapi ia memutuskan untuk membawa rasa bersalah dan kenangan Chiko sebagai beban untuk terus maju.
Sebuah fragmen inti jatuh dari sisa tubuh Chiko dan secara aktif terserap ke dalam lampu Bianca, menandakan adanya hubungan khusus antara keduanya.
Karenina, Noctis, Kamui, dan Wanshi bergabung, mengamankan pantai dan memastikan tidak ada Hetero-Creature yang tersisa. Kamui menyamakan fragmen itu seperti “loot” bos dalam game.
Serangan Hetero-Creature mulai mereda, Omega Weapon mulai tersupresi; pertempuran besar hampir selesai.
Liv bertanya apakah Chiko akhirnya mendapat penebusan. Jawaban narasi dan SKK: di medan perang, hati manusia sulit diselamatkan, tapi jiwa Chiko diselamatkan oleh tindakan Bianca, mirip dengan apa yang pernah dilakukan SKK bagi Liv.
Liv percaya Bianca pasti menepati janji kepada Chiko. Lucia menegaskan bahwa Gray Raven selalu menepati janji.
Lee terlihat agak canggung dan menjauhkan pandangan; ia belakangan sibuk dengan adaptasi frame baru di Science Council dan jarang bersama tim.
Meski begitu, semua sepakat untuk menyelesaikan pembersihan medan perang bersama, dan Liv mengekspresikan kebahagiaan karena Gray Raven bisa kembali bertarung bersama lagi.
Cerita ditutup dengan gambaran senja di pantai yang porak-poranda, dan Lee memandang ke tempat Hetero-Humanoid lenyap dengan dahi berkerut, mengisyaratkan masih ada yang mengganjal di pikirannya.
Akhir Pertempuran di Laut & Bianca
Setelah pembersihan musuh di area barat selesai, kamu menemukan Bianca duduk di tepi pemecah ombak, memandangi laut senja.
Kalian berdua saling mengakui bahwa ke depan akan ada lebih banyak perpisahan dan kematian, tapi kalian akan terus maju membawa tekad mereka yang gugur.
Phantom Tracer milik Bianca menyerap sebuah fragmen yang jatuh dari Hetero-Humanoid (Chiko). Bianca yakin itu penting dan memutuskan membawanya ke Science Council.
Science Council, Fragmen, dan “Hadiah dari Masa Depan”
Bianca kembali memakai frame Veritas; Stigmata untuk sementara disegel karena risiko Punishing virus.
Asimov meneliti fragmen yang ternyata adalah wadah informasi berbasis Punishing Virus.
Enkripsi sangat kompleks, tapi satu kalimat berhasil dipecahkan: “Ini adalah… hadiah dari masa depan.”
Belum diketahui hubungan fragmen ini dengan Ascendants, tapi jelas ada pihak misterius yang memanipulasi Hetero-Creatures dan jalannya pertempuran dari balik layar.
Kerangka Lithos tidak berhasil ditemukan; diduga dipindahkan oleh Ascendant/agent lain. Hanya jepit rambut Lithos yang sempat dibawa pulang.
Rosa, Noan, dan Lithos
Jepit rambut Lithos yang dibawa Bianca menghilang dari lab Asimov. Tersirat bahwa Rosa yang mengambilnya.
Flashback: Rosa mencegat Noan di koridor dan menunjukkan jepit rambut Lithos, menanyakan apakah Noan mengenalnya.
Noan terikat perjanjian rahasia, tidak bisa bercerita, tapi akhirnya menggambar wajah Lithos untuk Rosa.
Rosa mengaku punya jepit rambut tua yang sama di rumah, yang mungkin terkait dengan memori ibunya atau “material” yang dibawanya.
Keduanya sepakat merahasiakan percakapan itu. Di sini makin ditegaskan bahwa Rosa punya hubungan misterius dengan Lithos (setidaknya lewat benda yang sama).
Vanessa, Teasell, dan Foto Terakhir Egret
Flashback sebelum kembali ke Babylonia:
Vanessa meminta foto “terakhir” bersama Teasell dan Bambinata, meniru foto kenangan Gray Raven.
Vanessa sengaja menunggu hingga Liv masuk ke dalam frame jarak jauh, lalu baru menekan tombol foto – ini menjadi foto pertama dan terakhir Egret dalam formasi itu.
Setelahnya, Vanessa dan Teasell berpisah sebagai lawan: Teasell memutuskan pergi, Vanessa menyebutnya “boneka buangan” dan berharap tak bertemu lagi.
Luka Parah Vanessa dan Rehabilitasi di Star of Life
Di masa kini, Vanessa dirawat di Star of Life. Wajahnya terluka parah, mata kiri rusak total dan harus diganti prostetik.
Dokter menjelaskan luka itu permanen, tapi Vanessa menanggapinya enteng, menganggap bekas luka dan mata palsunya sebagai “bukti” bahwa ia menyelamatkan banyak orang, termasuk sang SKK (evakuasi City 043).
Celica menyarankan SKK datang minta maaf dan berterima kasih, tapi mengingat kondisi mental Vanessa, ia menyuruh SKK menunggu lama di depan pintu sebagai bentuk “kesungguhan”.
Pertemuanmu dengan Vanessa
Setelah menunggu sekitar satu jam, kamu masuk.
Vanessa tampil dengan gaun glamor, riasan rapi, serta topeng mata berhias renda di sisi kiri untuk menutupi bekas luka—berusaha mempertahankan kebanggaannya.
Ia tetap sinis dan menyerangmu dengan kata-kata: menyindir betapa kacau dan tak berdayanya kamu saat diselamatkan.
Namun ketika mencoba mengambil cangkir, tangannya yang terluka tak bisa menjangkau dengan baik, menyingkap sisi rapuh yang ia sembunyikan. Kamu menuangkan air hangat dan memberikannya; ia menerimanya tanpa protes, walau tetap menyindir.
Kunjungan Simon, Bambinata, dan Harley Jo
Simon datang membawa tas penuh buah, makanan bergizi, buku, dan hadiah dari para penyintas yang diselamatkan Vanessa.
Bambinata secara patuh menerima dan membantunya merapikan semua barang, meski Vanessa berpura-pura tak peduli.
Harley Jo juga datang, menyebut Vanessa sebagai “pahlawan senior”, dengan tulus.
Meski terus melontarkan komentar pedas, Vanessa sebenarnya membiarkan semua perhatian itu masuk—ini menunjukkan ia tidak sepenuhnya dingin.
Kamu, Simon, Bambinata, dan Harley Jo mengobrol santai, mengenang masa-masa di F.O.S., menikmati momen tenang yang jarang terjadi.
Bianca dan Purifying Force yang Berubah
Saat keluar dari Star of Life, kamu berpapasan dengan Bianca.
Beberapa anggota Purifying Force berlari memanggilnya “Kapten Bianca”. Ia berhenti dan tersenyum menanggapi mereka.
Ditegaskan bahwa Purifying Force dulu dikenal dingin dan berjarak karena tugas mereka yang bisa saja berujung menghabisi rekan sendiri.
Sekarang, lewat Bianca, tampak perubahan: mereka lebih terbuka, saling berjalan bersama sebagai rekan.
Narasi menutup dengan gambaran bahwa semua pertemuan dan perpisahan, pengorbanan dan luka, akan menjadi “percikan” yang suatu hari menerangi laut sunyi dan menuntun jalan menuju harapan.