Bianca tersesat dalam krisis identitas
Seorang perempuan (Bianca) berjalan di wasteland tandus dengan batu nisan di punggungnya, coating-nya terkelupas oleh badai pasir.
Ia mempertanyakan: “Di mana aku?” “Siapa aku?” Sambil melihat bayangannya di dinding runtuh dan mengingat bahwa ia lahir di Snowfields.
Potongan ingatan muncul: rumor bahwa ia membunuh priest yang membesarkannya, orang-orang mengusirnya sebagai “penyihir”, serta tuduhan bahwa siapa pun yang bersentuhan dengan “witch” akan celaka.
Ia digambarkan berada di antara dua identitas: seorang biarawati atau seorang penyihir, dan juga dihina anggota Purifying Force karena dianggap pengecut dan tidak mampu membasmi Corrupted sepenuhnya.
Ia ragu apakah keyakinan dan perannya selama ini benar, dan mempertanyakan “peran” apa yang seharusnya ia mainkan di dunia.
Tenggelam dalam Red Tide
Tanah yang ia pijak berubah menjadi lumpur dan seperti pusaran rawa, lalu ia melihat dirinya sendiri terombang-ambing dalam Red Tide.
Ia mencoba meraih/melawan, sadar bahwa ia tidak boleh “jatuh” seperti ini, tapi korupsi Red Tide makin dalam, menarik kesadarannya menjauh dari tubuh.
Penglihatannya menggelap total, modul visualnya mati, dan narasi menyebut “penyihir” itu jatuh ke “lautan dalam”.
Seseorang memanggil namanya: “Bianca…”, namun ia tidak jelas siapa yang memanggilnya.
Vonnegut dan Lithos memulai rencana Red Tide lebih cepat
Latar berpindah ke markas sementara Vonnegut. Lithos terbangun lebih cepat dari jadwal yang telah disepakati.
Vonnegut menjelaskan bahwa ia sengaja membangunkan Lithos lebih awal karena mereka harus mulai “membiakkan” Red Tide lebih cepat dari rencana.
Alasan percepatan: Vonnegut kehilangan kontak dengan “Tower” dan menduga ada sesuatu yang terjadi di sana. Karena itu, rencana yang terkait fasilitas bawah Copperfield Aquarium tidak bisa ditunda lagi.
Lithos menanyakan tentang level terbawah (lower third level) akuarium, namun Vonnegut memutuskan untuk sementara “membiarkannya saja”.
Vonnegut menegaskan waktu mereka sudah sedikit dan memerintahkan Lithos untuk bergerak cepat, dan Lithos menyetujui perintah tersebut.
Latar & situasi awal
Waktu: 10:00 pagi, di Babylonia.
SKK dan Lucia membaca berkas rahasia tentang tiga tim penyelamat yang hilang di Copperfield Aquarium, dua di antaranya selevel pasukan elit.
Misi penyelamatan ini diklasifikasikan berisiko tinggi. Diduga melibatkan Ascendant, bahkan kemungkinan kekuatan di balik para Ascendant.
Kecurigaan soal informasi Purifying Force
SKk secara spontan bertanya apakah Bianca atau Chiko termasuk tim yang hilang.
Nikola terkejut karena dokumen hanya menyebut “tim penyelamat” dan pergerakan Purifying Force seharusnya sangat rahasia.
SKK mengaku mendapat info dari “bayangan” yang ia “lihat” (semacam visi).
Penjelasan terkait “Time Prison”
SKK menjelaskan pernah “melihat”:
Bianca dalam frame baru bernama Stigmata,
Red Tide yang mengalir ke akuarium melalui saluran pembuangan oleh Ascendant Lithos,
Penyebaran Red Tide ke laut dan lengan Hetero-Sapien yang kabur tertutup ilusi Red Tide.
Asimov sebelumnya sudah menganalisis kondisi SKK dan menduga “visi” itu adalah fragmen dari “garis waktu yang menyimpang” akibat paparan “Time Prison” dan “abnormal time” saat SKK terhubung dengan Selena.
Nikola tetap skeptis, menganggap penjelasan itu belum teruji data, namun Hassen memilih memperhitungkan kemungkinan itu dalam rencana.
Keputusan misi & tindak lanjut internal
Hassen memutuskan misi ke akuarium tetap berjalan, dengan penyesuaian berdasarkan info tambahan SKK; kemungkinan menambah personel.
Perintah: informasi tentang visi SKK dirahasiakan.
Setelah rapat, Nikola:
Berniat mengirim tim rahasia untuk menyelidiki Purifying Force,
Segera memeriksa kemungkinan kebocoran intel di Kurono, karena frame Stigmata milik Bianca sangat rahasia.
Hassen menekankan prioritas: menyelamatkan Bianca dan mencari tahu apa yang terjadi di akuarium, mengingat potensi Red Tide berskala besar atau rekayasa Hetero-Sapien baru oleh Ascendant.
Persiapan keberangkatan di Babylonia
Di ruang operasi / lounge, Lucia dan SKK menyiapkan perlengkapan sambil memeriksa laporan tiga operasi sebelumnya.
Lee menghubungi SKK, ingin ikut misi ke permukaan setelah melihat tingkat ancaman misi naik.
Namun, Asimov sudah melarang Lee turun karena frame spesialis yang sedang dalam fase adaptasi kritis.
Lee akhirnya menyerah, menekankan agar SKK mengutamakan keselamatan dan menjaga komunikasi tetap terbuka.
Liv juga tidak bisa ikut: frame Empyrea masih dalam proses penelitian dan penyesuaian oleh Science Council.
Cuplikan rekaman Bianca & visi baru
Nikola mengirim rekaman tim ketiga. SKK dan Lucia menontonnya di jalan menuju pesawat.
Di video, Bianca muncul dengan frame gelap (Stigmata) yang terasa asing namun familier, menjelaskan tujuan tim:
Mengkonfirmasi status tim penyelamat pertama & kedua,
Mencari Chiko, wakil kapten Purifying Force yang hilang di akuarium.
Latar belakang video: laut kelabu berat seperti kuburan cair.
SKK tiba-tiba mengalami lagi semacam “visi langsung”:
Kehadiran seorang gadis pucat bermata merah, diam, menunjuk ke kejauhan (Chaos).
SKK mencoba memanggil Bianca (yang “muncul” di hadapannya) tetapi ia tak merespons, seolah tak mendengar. Bianca hanya mengucap kata-kata terputus tentang “tropical fish”, Red Tide, dan akuarium sebelum menghilang.
Jauh di laut, Red Tide seperti mengalir mundur, muncul bayangan raksasa humanoid dari dalam air, melantunkan ratapan seperti tsunami.
SKK tersentak sadar kembali di Babylonia, mandi keringat dingin.
Konteks Hetero-Humanoid & keterbatasan waktu
Narasi menegaskan bahwa bayangan raksasa itu terkait sisa-sisa Hetero-Humanoid kembar yang dulunya “hilang” dan kini diduga dimanfaatkan Ascendant sebagai “sampel” untuk membiakkan monster baru.
SKK menghubungkan serpihan kata Bianca dengan akuarium, Red Tide, dan makhluk “Hetero-Creature”.
Alarm keberangkatan pesawat sudah berbunyi, waktu hampir habis untuk tindakan tambahan di Babylonia.
Insiden di pesawat & keputusan darurat
SKK mendadak tersadar sudah berada di dalam pesawat angkut, terbaring, dengan Lucia dan Murray di dekatnya.
Lucia menjelaskan: mereka sedang menonton rekaman Bianca, lalu tiba-tiba SKK berjalan begitu saja tanpa sadar, sampai menabrak Murray yang baru turun.
Murray sempat menawarkan untuk memanggil Star of Life, tapi SKK menolak.
Pilot menegaskan pesawat tidak bisa menunda lepas landas karena kondisi permukaan sangat berbahaya (konsentrasi Punishing tinggi, angin tidak stabil) dan dia masih harus menjemput tim lain.
Mengirimkan informasi penting melalui Murray
Komandan sadar perlu segera mengirim info rahasia tambahan ke Hassen/Nikola, tapi tak bisa lewat kanal umum.
Ia memanggil Murray yang hendak turun, memberikan chip berisi informasi penting, meminta agar chip itu diserahkan ke Celica atau Nikola.
Alasannya: kanal biasa bisa disadap, dan Murray dinilai opsi paling aman yang tersedia saat itu (dengan mempertimbangkan koneksi Lee dan sejumlah fragmen informasi yang pernah disebut Nikola).
SKK buru-buru menyuruh Murray pergi tanpa penjelasan detil, berjanji akan menghubunginya lewat terminal nanti.
Murray, kebingungan, tetap menerima chip dan turun.
Pesawat kemudian lepas landas meninggalkan Babylonia.
Bianca tersadar dan situasi tim penyelamat
Bianca terbangun dengan luka berat dan gangguan M.I.N.D. setelah pertempuran di akuarium Copperfield, sempat mengalami halusinasi tentang SKK.
Ia dan anggota timnya, Sylph, berada di lantai bawah kedua akuarium, terjebak karena Red Tide memutus jalan mundur ke lantai pertama.
Konsentrasi Punishing sangat tinggi, komunikasi dengan Babylonia nyaris terputus, dan kondisi fisik Bianca sudah sangat terkuras.
Status misi dan kondisi pengungsi
Bianca merekam log misi keempat sebagai Kapten Purifying Force: tim ketiga dikirim menyelamatkan orang di akuarium, namun tidak menemukan tim penyelamat pertama dan kedua di dua lantai atas.
Mereka menemukan bahwa seorang Ascendant menyimpan dan mengendalikan Red Tide dalam jumlah besar di tangki utama paling bawah dan menggunakannya untuk menyerang mereka.
Di ruang bawah tanah yang kini mereka tempati, para pengungsi dan anggota Purifying Force yang tersisa berlindung sambil dirawat seadanya.
Serangan Red Tide dan keputusan taktis
Rekaman log terputus saat Red Tide tiba-tiba menyerang, menjerat salah satu pengikut Scarlet Revelation sebelum Sylph membantu Bianca memutus tentakel Red Tide terakhir.
Bianca memutuskan untuk mundur dan mencari rute evakuasi ke permukaan karena para pengikut Scarlet Revelation tidak mampu bertarung; memaksa maju hanya akan menambah korban.
Meski belum menemukan dua tim penyelamat sebelumnya dan Chiko, Bianca menegaskan misi akan tetap diselesaikan namun prioritas saat ini adalah menyelamatkan para pengikut.
Pengungkapan dari Grace (Scarlet Revelation)
Grace, pemimpin para pengikut Scarlet Revelation, berterima kasih sekaligus meminta maaf pada Bianca.
Terungkap bahwa sebelumnya Grace menutup pintu ruang kendali secara sengaja saat melihat tim penyelamat lewat kamera, berniat memanfaatkan momen untuk tampil sebagai “penolong” dengan kemudian membukakan pintu agar mendapat bantuan.
Grace mengaku telah terjebak setidaknya sekitar sepuluh hari di bawah, dengan perhitungan kasar dari rasa lapar dan sering pingsan.
Ia menyatakan tak pernah bertemu tim pertama, tetapi melihat tim kedua dan Chiko berhadapan langsung dengan Ascendant; para pengikut hanya sempat melarikan diri, tak mengetahui nasib Chiko.
Grace, diliputi rasa takut ditinggalkan, menawarkan diri dan para pengikut untuk membantu (misalnya mengintai), namun Bianca menolak dengan tegas karena tidak ingin mereka mengambil risiko tambahan.
Perspektif Vonnegut dan Lithos
Di ruang pemantauan, Vonnegut dan Lithos mengamati Bianca dan rombongan melalui kamera.
Lithos menawarkan untuk melepaskan Red Tide guna memecah kerumunan, karena mereka dapat mengendalikan situasi di akuarium.
Vonnegut menanyakan perkembangan “fusi” Chiko dengan sisa-sisa Hetero-Humanoid; Lithos melaporkan hasilnya lebih baik dari yang diperkirakan, bahkan lebih menjanjikan daripada Grace.
Lithos mengusulkan penggunaan kesadaran yang lebih kuat—seperti Bianca—untuk menciptakan makhluk yang “lebih sempurna”.
Keresahan Vonnegut dan rencana terhadap “Tower”
Vonnegut merasakan ada “ketidaksesuaian” dan kehilangan kendali: “Tower” seperti memutus kontak dengannya.
Ia mencari penyebab dan menemukan petunjuk samar bahwa anomali mungkin berpusat di akuarium Copperfield, namun ia tidak tahu pasti apa yang berubah.
Meski hanya “kecelakaan kecil” dalam skala rencananya, perasaan adanya faktor tak dikenal ini mengganggunya.
Ia tetap yakin bahwa selama “Tower” turun seperti yang dijadwalkan, rencananya akan berjalan; jika tidak, ia telah menyiapkan cara untuk “memaksanya turun”.
Vonnegut akhirnya menyetujui ide Lithos untuk “menggiring domba-domba” (para korban/pengungsi dan tim penyelamat) ke lokasi eksperimen, melanjutkan pemanfaatan akuarium dan Red Tide untuk uji coba fusi makhluk baru.
Menuju Akuarium Copperfield & “visi” SKK
Di pesawat, Chrome menjelaskan bahwa misi ini melibatkan tiga skuad elit: Gray Raven, Strike Hawk, dan Cerberus.
Nikola dan Hassen sudah menilai ulang ancaman akuarium berdasarkan “visi” SKK, tapi itu belum cukup sebagai bukti untuk meyakinkan Parlemen agar memakai senjata Omega dari bulan.
Pesawat tak bisa mendarat, jadi tim harus terjun. Lucia (Plume) akan membantu SKK mendarat dengan perangkat luncur jarak pendek.
Saat pintu pesawat terbuka, SKK kembali mengalami “penglihatan”:
Gadis pucat bernama Chaos muncul dan menunjuk ke suatu arah.
Di laut, ombak merah raksasa dan siluet humanoid kolosal terlihat.
Lalu wujudnya berubah menjadi Bianca dalam frame gelap, berdiri di atas laut. Ia menyampaikan secara terputus tentang: Ascendant di bawah laut, Hetero-Creatures, Red Tide, dan memperingatkan agar berhati-hati, lalu mengucap “selamat tinggal”.
SKK pingsan sejenak saat terjun, lalu sadar saat hampir mendarat. Setelah mendarat, ia mimisan (dianggap hanya pecah kapiler oleh Wanshi) dan ditangani Lucia.
Kecurigaan soal saluran pembuangan & koordinasi dengan Cerberus
Dari data peta, diketahui bahwa area laut tempat mereka terjun berada di atas Akuarium Copperfield.
SKK menyimpulkan: tujuan Ascendants bukan hanya menyimpan Red Tide di dalam fasilitas, tetapi juga memanfaatkan saluran pembuangan besar ke laut.
Ia menghubungi Vera (Cerberus), menjelaskan spekulasinya, dan meminta Cerberus menyapu permukaan laut untuk menemukan dan menjaga saluran pembuangan utama akuarium.
Vera menyindir, namun setuju untuk mengerjakan tugas itu. Camu dan Kamui akan membawa suplai untuk bergabung dengan Cerberus.
Kondisi Akuarium Copperfield saat ini
Akuarium dulunya simbol teknologi bionik canggih, kini hancur, namun sebagian besar sistem di dalam masih berfungsi dan terlihat “terlalu bersih” untuk tempat yang seharusnya lama ditinggalkan.
Di sepanjang koridor, tangki ekosistem besar masih utuh dengan ikan tropis bionik yang tetap aktif.
Ini memunculkan kecurigaan: jika ini markas Ascendants, berarti rencana mereka sudah berjalan lama.
Tim Purifying Force: Chiko dan insiden Red Tide
Chiko memimpin tim Purifying Force (misi Scarlet Revelation) memasuki akuarium lebih awal.
Mereka kesulitan menembus sistem pengawasan karena enkripsi, sementara koridor dipenuhi Corrupted.
Rekrutan baru Delapoer berulang kali mencoba membobol sistem, sementara Norris memberi semangat dan menyebut ingin pindah ke skuad Delapoer setelah misi.
Di sepanjang rute, ikan tropis bionik di balik kaca menatap mereka dengan kilatan aneh di mata.
Delapoer tertarik pada ikan ini, tertinggal dari rombongan tanpa disadari.
Tiba‑tiba kaca pecah, Red Tide menyembur keluar dan menyerang. Chiko memerintahkan mundur, dan para veteran berhasil keluar dari area itu.
Red Tide kemudian surut kembali lewat pipa pembuangan secara teratur, seolah dikendalikan secara cerdas, sementara ikan bionik mengamati dalam diam.
Kedatangan tim penyelamat Bianca
Bianca dan tim penyelamatnya tiba di area luar akuarium, mencari Chiko dan tim Scarlet Revelation.
Konsentrasi Punishing sangat tinggi; Red Tide tampak mengalir dari saluran pembuangan seperti darah.
Bekas pertempuran menunjukkan bahwa Red Tide yang dikendalikan melalui saluran pembuangan telah memaksa tim sebelumnya mundur ke arah tertentu.
Melihat gerakan ikan tropis bionik di balik air serta cahaya merah di mata mereka, Bianca menyadari ada yang tidak wajar dan menembak ikan tersebut secara naluriah.
Gray Raven di lantai bawah akuarium
Di lantai bawah (Lower Level 1), Gray Raven menyelidiki jejak pertempuran dan Red Tide.
Lucia memetakan struktur internal:
Akuarium punya 5 lantai.
Lantai terendah: tangki besar untuk pertunjukan makhluk laut bionik.
Lantai di atasnya: tangki air laut ekologi.
Mereka saat ini berada di Lower Level 1, dan seluruh cairan di area ini berpotensi terkontaminasi Red Tide.
Chrome menganalisis jejak pertempuran dan menduga tim Purifying Force diserang tiba‑tiba oleh Red Tide serta sudah mengalami korban; datanya disiapkan untuk dikirim ke Babylonia.
Wanshi mencatat bahwa konsentrasi Punishing sangat tinggi dan sifat Red Tide di sini berbeda—menyebar sangat cepat dan terlihat sangat berbahaya.
Beberapa ikan bionik di tangki ekologi masih berenang santai, kontras dengan kerusakan parah di sekitar, menegaskan keanehan situasi.
Petunjuk baru: suara dan lorong tersembunyi
Di tengah diskusi, SKK mendengar suara gesekan samar.
Di dekat tanda “Lower Level 2”, lorong di balik tirai air ternyata terbuka.
Dari balik sana terdengar suara makhluk (geraman dan cicitan).
Laporan Gray Raven & Mutasi Red Tide
Celica melaporkan data dari Chrome: di akuarium ditemukan massa daging merah raksasa bercampur potongan tubuh construct dan wajah-wajah yang berbisik, disebut sebagai “Hetero-Creatures”.
Visi SKK yang menyatakan bahwa Lithos mempercepat evolusi Hetero-Creatures melalui Red Tide dianggap semakin terkonfirmasi.
Science Council menyimpulkan Red Tide sedang bermutasi, mengubah dari Corrupted → Red Tide → Hetero-Creatures.
Dilema penggunaan Omega Weapons & ancaman luas
Hassen dan Nikola menilai ini ancaman besar, namun Nikola yakin “prediksi” saja tidak cukup untuk meyakinkan Parlemen agar mengizinkan penggunaan Omega Weapons dari pangkalan bulan.
Alasan politis: zero-point reactor di bulan dipandang sebagai harapan jangka panjang merebut kembali Bumi, sehingga banyak pihak menolak “mengorbankannya” demi operasi sesaat.
Hanya ancaman yang secara langsung mengancam permukaan, Babylonia, dan kepentingan mereka yang mungkin mengubah keputusan.
Hassen meminta Celica memetakan penyebaran Red Tide: diperkirakan akan memengaruhi 13 kawasan konservasi dan banyak lahan tanam di sekitarnya.
Analisis Asimov: Red Tide bawah tanah & keterbatasan Longinus
Asimov mengonfirmasi: Ascendants membiakkan Red Tide secara massal di bawah akuarium; konsentrasi Punishing di sana menunjukkan mutasi.
Jika tidak segera diintervensi, Red Tide Influx akan memicu ledakan Hetero-Creatures dan berpotensi menghancurkan garis pertahanan pesisir.
Longinus Arsenal tidak efektif karena Red Tide di akuarium berada tiga lantai di bawah tanah; daya tembak akan berkurang ~60% sebelum mencapai target.
Intervensi Vesalius soal Stigmata & Phantom Tracer
Vesalius (dari Kurono) menelpon, menuntut penjelasan tentang keberadaan Stigmata, karena frame itu adalah proyek Kurono yang hanya dipinjamkan ke Babylonia.
Ia khawatir: data M.I.N.D. terakhir Stigmata penuh gangguan, kemungkinan sudah terinfeksi Punishing; tanpa commandant, risiko kerusakan fatal sangat tinggi.
Ia menyindir Bianca/Stigmata yang tidak bisa menerima dirinya dan situasinya, menganggapnya “pathetic” dan menyalahkan sikap mentalnya atas deviasi M.I.N.D.
Soal Phantom Tracer, Asimov menjelaskan bahwa penggunaan penuh dapat menyebabkan deviasi parah pada M.I.N.D. Bianca dan performanya tak ideal; Vesalius menegaskan itu “urusan Stigmata sendiri”.
Vesalius menuntut Babylonia menemukan cara untuk membawa Stigmata kembali, mengancam dengan “tagihan” biaya pengembangan frame bila gagal.
Kondisi Bianca & rencana frame baru
Asimov menunjukkan data: sinkronisasi M.I.N.D. Bianca (Stigmata) mengalami deviasi berat, dan mereka sudah terlalu lama tak menerima laporan misi. Kemungkinan mereka kini di lantai bawah kedua atau ketiga akuarium, dengan gangguan komunikasi karena Punishing yang sangat pekat.
Hassen mengingatkan tentang proyek frame baru khusus untuk Bianca. Asimov menjelaskan:
Tujuannya bukan sekadar frame pembawa Omega Weapon, tapi frame dengan konsep berbeda, berbasis kemampuan “pemurnian”.
Koreksi istilah: lebih tepat disebut “kompresi” daripada purifikasi.
Contoh: Phantom Tracer “mengencerkan” Punishing dengan mengacaukan struktur informasinya, mirip meneteskan tinta ke aliran air — bukan benar-benar menyucikan.
Penggunaan jaringan Hetero-Hive Mother & batas waktu frame baru
Jaringan (tissue) Hetero-Hive Mother dari Kurono dapat dimanfaatkan.
Asimov berhasil mensimulasikan efek “kebalikan Phantom Tracer” dengan peralatan eksternal, cukup untuk menopang operasi tempur frame baru, tapi:
Waktu operasi maksimal sekitar 5 jam sebelum energi habis dan sistem melakukan shutdown paksa.
Nikola menilai durasi itu cukup untuk kebutuhan mendesak.
Hassen memutuskan frame baru ini akan dikirim bersama tim pengangkut Omega Weapons; Asimov diminta mengurus persiapan.
Penutup: Asimov dan “kunci” Punishing
Asimov kembali ke Science Council, melewati pengamanan berlapis untuk memasuki lab rahasia dan menatap data di ruang penyimpanan frame.
Ia merenungkan bahwa kemampuan Phantom Tracer mengurai informasi Punishing tak hanya hasil teknologi Kurono, tetapi inti sesungguhnya berasal dari jaringan Hetero-Hive Mother yang tertanam di dalamnya.
Spesimen itu kini aman di Science Council dan dipandang punya potensi lebih dari sekadar “decrypt/kompres” informasi Punishing.
Asimov membayangkan seolah ada “pintu terkunci” di hadapannya; yang ia butuhkan adalah “kunci” yang dapat membedah esensi Punishing Virus secara nyata.
Situasi di Akuarium – Lantai B2
Konsentrasi Punishing meningkat, sinyal ke Babylonia terganggu.
Tim menemukan banyak “Hetero-Creatures” serta plat nama metal dingin dari para construct Babylonia yang sudah gugur.
Koridor bercabang:
Kanan: SKK bersama Lucia.
Kiri: Chrome dan Wanshi.
Di koridor kanan, mereka menghancurkan robot pengumuman akuarium yang masih aktif dan menemukan lendir Red Tide bercampur vital fluid yang masih segar, menandakan korban baru.
Mereka kemudian menemukan seorang construct Purifying Force yang sudah menjadi corrupted campuran daging dan Red Tide, lalu dimusnahkan oleh alat insinerasi. Plat nama metal mengkonfirmasi bahwa para korban adalah construct Babylonia. Lucia menegaskan mereka harus segera menemukan sisa tim penyelamat.
Pertemuan dengan Chrome & Wanshi, dan Construct Asing “Lulu”
Di aula akuarium lantai B2, tim SKK bertemu Chrome dan Wanshi lalu saling bertukar info: Hetero-Creatures dapat menginfeksi/merusak para construct.
Chrome menunjukkan seorang construct perempuan yang babak belur namun kuat, yang telah menghabisi semua Hetero-Creatures di koridor kiri, tetapi menolak memberi info rinci.
Saat SKK menuju koridor kiri, suara tembakan dan keluhan terdengar; mereka bertemu construct perempuan berambut panjang yang mengira mereka “hantu”.
Ia menolak menjelaskan identitas fraksi, menyebut Babylonia “tukang jagal”, dan mencoba pergi sendiri. Namun akhirnya ia menghentikan mereka dan bertanya tujuan mereka di akuarium, curiga mereka mencari “data” atau sesuatu yang berharga.
Tim mengambil sikap waspada dan melanjutkan, sementara construct itu diam‑diam mengikuti dari jarak aman.
Info Darurat dari Asimov – Kondisi Bianca & Frame Baru
Chrome mendapat sinyal lemah dan mengunggah laporan misi; Asimov berhasil tersambung.
Bianca dalam kondisi kritis:
Frame “Stigmata” berada dalam status gawat, kemungkinan sudah sangat terkorup Punishing.
Bianca mengalami deviasi M.I.N.D. yang berat.
Vesalius melaporkan status Stigmata. Asimov menyebutkan bahwa frame baru Bianca, “Crepuscule”, sudah disiapkan bersama CUB Phantom Tracer yang dimodifikasi.
Crepuscule:
Dikembangkan secara rahasia sebelumnya.
Daya tempur hanya sekitar 5 jam sebelum energi habis dan otomatis masuk mode tidur.
CUB Phantom Tracer harus diaktifkan bersamaan dengan frame baru untuk memperpanjang daya tahan operasi.
Asimov menjelaskan filosofi desain Kurono: mereka memprioritaskan fungsi dan teknologi, menyiapkan frame dulu, baru kemudian mencari pengguna kompatibel massal dari database. Metode ini agresif, mempersingkat siklus pengembangan, tetapi membuat umur pakai frame pendek dan meningkatkan risiko deviasi M.I.N.D.
Bianca menggunakan Stigmata berdasarkan kesepakatan data eksperimen dengan Kurono; Babylonia sendiri jauh lebih konservatif dan lambat dalam pengembangan frame khusus.
Solusi sementara seperti coating darurat tak bisa mengatasi akar masalah: ketidakcocokan frame.
Asimov menegaskan bahwa koneksi Deep M.I.N.D. hanya bisa menstabilkan secara sementara; penggantian frame tetap solusi terbaik. SKK diminta mengantarkan kapsul transport Crepuscule ke Bianca.
Lulu Bergabung Sementara & Mengungkap Tujuan
Saat tim melanjutkan perjalanan dan diserang lagi oleh Hetero-Creatures, Lulu menembak salah satu yang mengincar anggota Purifying Force dari belakang, menyelamatkannya.
Lulu lalu menyatakan ada “syarat”:
Ia juga datang untuk menyelamatkan seseorang bernama Grace, yang diidentifikasi sebagai tokoh Scarlet Revelation.
Lulu mengakui tak mampu menerobos sendiri area lantai bawah 3 yang penuh corrupted dan makhluk aneh.
Ia menawarkan: jika Babylonia membantunya menemukan Grace, ia akan memberikan semua info rute yang ia miliki.
Saat diragukan kejujurannya, Lulu menantang mereka untuk membunuhnya jika rute yang ia berikan palsu, sambil menyindir reputasi Babylonia.
Lulu akhirnya memperkenalkan diri: “Lulu, Grand Protector Pertama Scarlet Revelation”. SKK mempertanyakan klaim ini, karena Scarlet Revelation tidak diketahui punya teknologi membuat construct. Lulu menjawab dengan nada menggampangkan, lalu mengakui bahwa ia hanyalah construct “di permukaan” yang diambil oleh Grace, dan sekarang mengikuti demi bertahan hidup.
Tentang Grace:
Grace meninggalkan “orang-orang tua, lemah, dan sakit” di luar, lalu memimpin para pengikut sehat masuk ke akuarium untuk “mencari keselamatan”.
Tanpa Grace, beberapa pengikut hampir nekat melompat ke Red Tide demi “keselamatan”. Lulu merasa terpaksa menyusul untuk mencegah mereka mati konyol.
Lucia mempertanyakan apakah Lulu bisa dipercaya. SKK menilai kondisi frame Lulu buruk, tidak tampak seperti Ascendant, dan tujuan menyelamatkan Grace untuk sementara selaras dengan Babylonia. Keputusan: bekerja sama dengan waspada.
Bianca, Sylph, Grace & Scarlet Revelation di Lantai B3
Di lantai B3, rencana awal Bianca adalah mundur ke permukaan dari lantai B2, tetapi peningkatan Red Tide memblokir jalur.
Red Tide tampak “berburu” dan menggiring mereka ke arah tertentu. Bianca dan Sylph berjuang mundur sambil mengawal para pengikut Scarlet Revelation ke daerah perlindungan di dekat lantai B3 bawah.
Struktur lantai B3:
Satu sisi untuk pertunjukan makhluk laut besar.
Sisi lain berupa labirin rumit.
Suara-suara dari Red Tide: bisikan yang memanggil “witch”, mengundang untuk “bergabung” dan menyelamatkan. Bianca terus berusaha mempertahankan kesadaran dan melawan halusinasi.
Grace memimpin para pengikut, tetapi mereka terdesak, hanya satu jalan ke depan seolah sedang “digembalakan” oleh Ascendant.
Seorang pengikut (Follower A) hampir melompat ke Red Tide, menganggap itu adalah “rebirth” dan mengira salah satu makhluk adalah “Marvin” yang melambaikan tangan.
Grace menahannya dengan mengklaim bahwa waktunya “belum tepat” dan bahwa makhluk-makhluk itu adalah “hukuman dari langit”. Ia menggunakan bahasa religiusnya untuk menunda para pengikut agar tidak langsung bunuh diri ke Red Tide.
Sylph menyindir bahwa Grace “mulai lagi dengan omongannya”, sementara Bianca menganggap yang penting para pengikut tidak menambah masalah dengan masuk ke Red Tide. Sylph juga mencatat bahwa Grace terus menjatuhkan batu kecil sebagai penanda jalur.
Kondisi tim Purifying Force yang bersama Bianca dan Sylph:
Tiga orang terluka dan menunjukkan gejala corrupted serta deviasi M.I.N.D.
Dua orang tersapu Red Tide saat mundur karena tak cukup cepat.
Bianca menilai tempat itu belum aman dan ingin terus bergerak, tetapi tiba-tiba harus menebas Hetero-Creature yang menyerang Sylph dari belakang.
Red Tide memuntahkan lebih banyak makhluk dari saluran pembuangan. Bianca memerintahkan Sylph untuk membawa yang lain masuk ke sebuah ruangan dan menutup pintu, sementara ia menjaga belakang.
Sylph menuruti, membantu mengangkut construct luka-luka dan mengarahkan pengikut Scarlet Revelation.
Bianca, kelelahan dan terluka, tetap menahan serangan Hetero-Creatures dan bisikan Red Tide. Saat pintu hampir tertutup, ia memberikan serangan terakhir lalu kehilangan kesadaran.
Tepat sebelum Red Tide menelannya, Sylph melompat keluar, menarik Bianca, lalu menggunakan tali panjat untuk kembali ke dalam ruangan. Pintu tertutup rapat dan Red Tide terus menghantam dari luar.
Vera, Noctis, dan No. 21 di saluran pembuangan akuarium
Tim Cerberus tiba di dekat Copperfield Aquarium lewat laut untuk mencari saluran pembuangan.
No. 21 melacak posisi saluran melalui bau, sementara Noctis mengeluh karena sulit ditemukan.
Mereka menemukan outlet pembuangan besar yang mengeluarkan sedikit Red Tide dan makhluk aneh.
Vera menyadari “makhluk” itu dulunya manusia (kemungkinan Construct atau manusia biasa yang tersesat dan terkorupsi Red Tide).
Vera menyimpulkan konsentrasi Punishing sangat tinggi dan Ascendant mungkin masih dekat.
Tugas utama mereka: memasang dan menyiapkan Omega Weapons di dekat outlet laut untuk menahan Red Tide.
Vonnegut dan Lithos memulai rencana evakuasi dan banjir Red Tide
Di ruang pemantauan, Vonnegut dan Lithos memperhatikan pergerakan SKK dan Lucia melalui kamera. Vera bahkan menatap langsung ke kamera, menunjukkan kemampuan Babylonia mendeteksi alat pengintai.
Vonnegut memerintahkan Lithos membuka floodgate dan melepaskan Red Tide dari dasar fasilitas uji coba yang ditinggalkan.
Lithos keberatan karena proses fusi Chiko dengan Hetero-Humanoid belum selesai dan masih berada di tangki penyimpanan di level bawah ketiga.
Vonnegut memerintahkan Lithos membawa Chiko ke fasilitas cadangan di pulau lewat jalur bawah air, sementara ia sendiri akan “mengurus” tangki penyimpanan dan menyusul kemudian.
Vonnegut mempertanyakan lenyapnya “Tower” dan menduga SKK terkait hal tersebut.
Lithos mencoba mengevakuasi Chiko, tapi eksperimen berbalik arah
Lithos bergerak di area penuh Hetero-Creature yang patuh padanya menuju tangki penyimpanan Red Tide raksasa.
Ia mengangkat Chiko—sosok humanoid hasil eksperimen—dari tangki dengan bantuan “Paper Crane”.
Memori Chiko sebelumnya sudah dipangkas agar mudah dikendalikan. Awalnya proses berjalan stabil.
Tiba-tiba Chiko mengamuk: meronta, mematahkan diri dari alat dengan mengorbankan bagian tubuh, lalu menyerang Lithos.
Red Tide yang dikendalikan Lithos tidak mempan terhadap Chiko yang sudah menyatu dengan Hetero-Humanoid.
Lithos berlindung di dalam Paper Crane yang menutup dirinya seperti sangkar pelindung.
Chiko lalu menghilang setelah serangan gagal, tanpa ekspresi dan tampak bertindak tanpa kesadaran diri yang jelas.
Lithos frustrasi karena eksperimen melenceng: Chiko tak punya “kesadaran diri”, tapi justru “bangkit” dan berusaha bebas dan menyerang.
Ia mengeluh bahwa Chiko seharusnya menjadi “subjek uji yang patuh” demi tujuan “melampaui kematian” yang menurutnya dikejar manusia.
Lithos mengejar Chiko dengan Paper Crane, mengarah ke tempat pelarian.
Banjir Red Tide dari saluran pembuangan dan reaksi Cerberus
No. 21 mendengar suara dari dalam pipa pembuangan dan memberi tahu Vera.
Vera memerintahkan mundur beberapa menit sebelum Red Tide mulai mengalir keluar dalam jumlah kecil.
Noctis menertawakan No. 21 karena mengira suara kecil itu penting.
Vera menyadari ada sesuatu yang besar terjadi dan menyuruh semua mundur naik bukit.
Beberapa menit kemudian, suara seperti guntur terdengar dari dalam pipa, lalu Red Tide dalam jumlah masif meledak keluar seperti naga air, membanjiri area.
Noctis terkejut; ia menyadari jumlah Omega Weapons yang mereka bawa tidak sebanding dengan skala Red Tide ini.
Vera menyimpulkan: floodgate sudah dibuka karena sesuatu yang besar sedang terjadi di dalam akuarium; Ascendant tidak mungkin sengaja mengorbankan markas hanya untuk menyerang mereka.
Ia memerintahkan: Noctis memutar balik membawa kapal ke posisi mereka, dan No. 21 mencari pengendali floodgate.
Komunikasi dengan SKK terputus-putus karena gangguan Punishing Virus. Vera berhasil menyampaikan:
Floodgate outlet sudah dibuka.
Cerberus akan memasang semua Omega Weapons di outlet dan mencoba menutup floodgate jika mungkin.
Namun, bahkan dengan pengorbanan besar, mereka tidak cukup untuk sepenuhnya menghentikan arus Red Tide dari laut.
Vera memperingatkan bahwa dengan Red Tide dilepas, Ascendant mungkin akan habis-habisan atau kabur.
Sinyal akhirnya terputus total saat Red Tide semakin mengamuk.
No. 21 menemukan bahwa panel kontrol floodgate telah disabotase.
Vera menyadari ini memang sengaja dan mereka kekurangan alat; ia menenangkan No. 21 dengan mengatakan mereka “masih punya kapal”.
Posisi SKK dan tim di dalam akuarium
Dari sudut pandang SKK, komunikasi dengan Vera terputus mendadak saat Vera sedang menjelaskan situasi.
Lucia menanyakan status Cerberus; SKK menjelaskan bahwa Red Tide telah dilepas dari outlet, dan Ascendants mungkin akan kabur atau menyerang.
Lucia mencatat bahwa timnya belum bertemu langsung dengan Ascendant, kemungkinan musuh masih mengawasi dari jauh via pengawasan.
Tim berada di koridor level bawah kedua, dalam area akuarium berisi tank besar dengan ikan bionik.
Lulu terbukti jujur soal rute: ia memimpin tim melewati mayoritas area runtuh dan terkontaminasi sampai ke pintu masuk level bawah ketiga.
Lebih dalam lagi, sinyal ke Babylonia hampir pasti hilang; semua transmisi dari Bianca dan Chiko memang terputus setelah mereka memasuki level bawah kedua.
SKK memerintahkan Wanshi membawa data intel dan sampel yang sudah didapat kembali ke Babylonia dan mengamankan jalur mundur; ini juga kesempatan bagi anggota lain yang ingin mundur.
Lulu menolak mundur, menegaskan bahwa ia akan mencari Grace sampai ketemu, bahkan jika Grace sudah tertelan Red Tide.
Chrome memberi isyarat bahwa Lulu tak akan menjadi beban.
Tim yang tersisa bersiap melanjutkan turun ke level bawah ketiga.
Pelarian Grace, Bianca, dan Sylph
Grace menggotong Bianca yang tak sadarkan diri sambil mundur dari serangan Red Tide dan Hetero-Creatures, meninggalkan batu ramalan sebagai penanda bagi tim penyelamat.
Seorang pengikut Scarlet Revelation ingin meninggalkan para Construct Purifying Force karena beban, mengingat para Construct sendiri pernah berkata boleh ditinggalkan.
Kilas balik: Sylph menilai kondisi tim Purifying Force (banyak yang luka berat) dan Scarlet Revelation (masih bisa bergerak). Ia menyuruh Grace dan kelompoknya maju dulu, tapi Grace menolak meninggalkan mereka.
Saat Red Tide menjebol pintu, Sylph mendorong Grace ke lorong yang lebih aman dan memintanya bertemu di depan, lalu menahan Red Tide di belakang.
Sikap baru Grace terhadap Red Tide dan keyakinannya
Dalam pelarian, pengikut mengusulkan “pelarian” lewat Red Tide sebagai rebirth sesuai doktrin mereka.
Grace menolak: Red Tide di akuarium, penuh daging menjijikkan dan monster, tidak sesuai gambaran “rebirth” yang indah dalam ajaran mereka.
Ia menyimpulkan Red Tide di tempat ini telah dimanipulasi secara artifisial, menyesatkan para penganut, sehingga tidak bisa membawa “kelahiran kembali” yang benar.
Grace memutuskan bahwa mereka harus memanfaatkan kekuatan Babylonia dan para Construct untuk keluar dan mencari “surga” yang sesungguhnya, meski berarti memanipulasi kebaikan para Construct dan berpotensi diburu Babylonia.
Sylph muncul kembali, membantu melindungi mereka dari Hetero-Creatures, dan hanya menekankan bahwa struktur di atas mereka runtuh dan mereka harus terus bergerak.
Situasi kritis di koridor dan isolasi di lantai bawah
Koridor mulai runtuh, air laut dan Red Tide menerjang masuk. Sylph menyelamatkan seorang pengikut dan Construct yang dibawa, tetapi kelompok menjadi tercerai-berai.
Mereka lari ke arah yang ternyata buntu oleh pintu logam tertutup, sementara dari belakang Red Tide dan Hetero-Creatures semakin mendekat.
Tim Gray Raven & Strike Hawk mencari jalan turun
Di bagian lain, Lucia, Chrome, dan tim menilai beberapa koridor yang mengarah ke lantai bawah ketiga:
Koridor utama penuh Red Tide pekat, hampir mustahil dilalui.
Koridor spiral runtuh, tidak jelas sejauh mana keruntuhannya.
Koridor sempit yang tampak cocok diledakkan, tetapi Red Tide merembes ke celah-celah, seolah “mengawasi” dan memblokir semua rute.
Lulu menemukan batu dengan simbol rune yang ia kenali sebagai milik Grace, menandakan adanya jalur sempit di balik celah.
Mereka memutuskan menggunakan satu-satunya bahan peledak mini di titik itu dan berhasil membuka jalan sempit menuju area staf yang mengarah ke area pertunjukan di lantai bawah.
Rapat Babylonia: ancaman Red Tide dan Omega Weapons
Di Babylonia, Nikola, Hassen, Celica, dan para dewan berdebat soal apakah perlu menggelar Omega Weapons.
Analisis Asimov: Red Tide berisi fragmen gen manusia, vital fluid, dan Punishing Virus abnormal; diduga Ascendant mencoba menciptakan “organisme” baru dengan menggabungkan manusia, Construct, Hetero-Creatures, dan Red Tide.
Jika Red Tide akuarium mencapai laut, jumlah Hetero-Creatures di permukaan bisa melonjak minimal 127 kali.
Para dewan berselisih: satu pihak menekankan produksi Omega Weapons massal untuk jangka panjang, pihak lain menyoroti korban jiwa dan kehancuran area konservasi bila menunggu terlalu lama.
Nikola mengungkap Ascendants memegang sisa tubuh kembar Hetero-Humanoid, menambah urgensi ancaman.
Hassen menekankan dampak langsung pada pelabuhan dan area konservasi yang terkait kepentingan ekonomi dewan; tanpa pengendalian segera, Red Tide akan menyebar luas ke garis pantai.
Kesimpulan: demi melindungi aset Babylonia dan tujuan akhir “merebut kembali Bumi,” mereka memutuskan mengerahkan Omega Weapons. Sementara itu, laporan dari Engineering Force di pangkalan bulan menunjukkan proses pemulihan pangkalan hampir selesai.
Engineering Force & logistik menuju akuarium
Di bawah komando Nikola, Engineering Force mendarat dan mulai membersihkan reruntuhan akuarium untuk pemasangan Omega Weapons.
Karenina memaksa Teddy memikirkan cara membawa pod transportasi frame Bianca ke area akuarium bawah yang sudah rusak berat dan sempit.
Sebuah ledakan jauh terdengar; Teddy memetakan struktur akuarium dan menyadari titik tersebut adalah area saluran pembuangan.
Operasi Cerberus menutup saluran Red Tide di laut
Di garis pantai, Vera dan unit Cerberus (bersama sisa Strike Hawk) memasang Omega Weapons pada sebuah kapal.
Rencananya: menenggelamkan kapal yang dipasangi Omega Weapons tepat di saluran pembuangan akuarium untuk menyumbat titik masuk Red Tide ke laut; bagian kapal dan senjata diposisikan sedemikian rupa untuk memaksimalkan efek penutupan dengan persediaan terbatas.
Meskipun ada keraguan, tidak ada solusi lain yang lebih efektif dan cepat.
Setelah semua personel lain memastikan diri dalam posisi aman, Vera sendiri menghancurkan sistem tenaga kapal dengan tombak-benderanya, memicu rangkaian ledakan terkontrol.
Kapal pecah dan tenggelam di perairan dangkal yang terkontaminasi Red Tide, dan aliran Red Tide dari saluran tersebut nampak melemah.
Vera memerintahkan Noctis menandai lokasi untuk koordinasi dengan Gray Raven, lalu menyindir SKK agar tidak tampak terlalu menyedihkan ketika mereka bertemu.
disini ada percabangan "pov" menjadi 2 line
struktur chapter:
35-9 → ...
↗
35-8
↘
35-18 → 35-19 → 35-20
Menelusuri akuarium & ancaman Red Tide
Tim mengikuti batu rune buatan Grace di koridor akuarium.
Red Tide memblokir jalan, tapi mereka menemukan rangka logam di langit-langit dan menyeberang lewat atas.
Mereka tiba di sebuah pintu metal berpassword yang sudah rusak dari sisi mereka.
Grace di ambang putus asa
Di sisi lain pintu, Grace panik karena pintu rusak, Bianca pingsan di belakangnya, dan Sylph sendirian menahan serangan Hetero-Creatures sementara Red Tide naik.
Grace mencoba mengutak-atik kabel seperti Lulu, tapi sistem mati total.
Proyeksi Red Tide muncul sebagai “hantu” Marvin dan para pengikut Scarlet Revelation, menggoda Grace untuk menerima “rebirth” dalam Red Tide dan dunia bahagia tanpa penderitaan.
Grace hampir terjerumus, mengingat kembali doktrin “rebirth” Scarlet Revelation yang dulu ia khotbahkan.
Pencerahan Grace: memilih kemanusiaan, bukan “dewa” palsu
Jeritan kesakitan Sylph menyentak kesadaran Grace.
Ia meremas batu rune terakhir di sakunya: rune “M” (Mannaz) yang berarti “kemanusiaan” dan “kau sangat penting”.
Momen itu menyadarkannya bahwa ia lebih percaya pada kehidupan dan masa depan manusia ketimbang “rebirth” Red Tide.
Ia menolak ilusi dan menyebut Red Tide sebagai “dewa palsu”, mengayunkan linggis untuk mengusir proyeksi.
Pertemuan kembali dengan tim Babylonia
Saat ada yang mencoba membuka pintu dari sisi lain, Grace—masih dalam mode bertarung—mencoba memukul “musuh” yang datang.
Pintu jebol; ternyata itu Lulu dan tim Babylonia. Lulu hampir kena serang linggis, tapi menghindar.
Grace tersadar bahwa yang datang benar-benar Lulu dan SKK, bukan ilusi Red Tide.
Kondisi kritis Bianca & koneksi Deep M.I.N.D.
Tim menemukan Bianca dengan korupsi Punishing Virus sangat parah; M.I.N.D.-nya kacau.
SKK melakukan Deep M.I.N.D. connection mendesak di tempat, menembus isi M.I.N.D. Bianca yang penuh bayangan mimpi buruk, teriakan, dan hinaan (“witch”, “devil”, dsb.).
Bianca merespons lemah, tapi terpaksa memutus koneksi karena korupsi terlalu berat.
Secara fisik, Bianca batuk vital fluid, namun masih sempat melaporkan:
Ada jejak Ascendant, termasuk “Lithos” dan mungkin lainnya.
Mereka menguasai ruang monitoring dan memompa Red Tide melalui sistem drainase, menghalangi jalan.
Chiko kemungkinan ditangkap mereka.
Red Tide yang mereka ubah dapat melelehkan Constructs; makin banyak Construct yang terserap, makin kuat “monster” yang lahir.
Mayoritas pengikut Scarlet Revelation sudah diamankan; Sylph tahu jalan ke mereka.
Masalah evakuasi & terlalu banyak korban luka
Beberapa penyintas (Purifying Force dan pengikut Scarlet Revelation) mulai berdatangan; ada belasan orang, tapi hanya tiga orang dan “setengah” (Sylph yang terluka) yang masih bisa bergerak.
Chrome mengusulkan untuk tetap menjadi rear guard, sementara SKK dan Lucia membawa Bianca keluar dulu.
SKK ragu karena luka Sylph dan banyaknya korban, dan ancaman Ascendant yang masih mengintai.
Masuknya dukungan: Karenina & Teddy
Terminal SKK tiba-tiba tersambung ke komunikasi jarak dekat yang diretas Teddy.
Karenina dan Teddy menjelaskan:
Mereka tidak di Babylonia, tetapi sudah berada di area akuarium.
Lantai pertama bawah (lower first level) hancur total seperti habis pertarungan dua mesin raksasa; penuh reruntuhan dan Red Tide, namun hampir tak ada Hetero-Creatures dan Ascendant di sana.
Engineering Force memakai alat berat dari area konservasi untuk menjebol langit-langit lower first level.
Lower second level terendam air laut dan Red Tide, sangat sulit dimasuki.
Mereka sekarang merambat di dalam duct ventilasi sambil membawa frame baru untuk Bianca.
Duct ventilasi terlalu sempit untuk evakuasi massal, terutama banyak korban luka, jadi tidak bisa dipakai mengungsikan semua orang.
Karenina menyebut Parlemen sudah menyetujui penggunaan Omega Weapons; tim mereka hanya gelombang awal, dukungan gelombang kedua segera menyusul.
Teddy akan sinkronkan koordinat dan rute pendek agar bisa bertemu dengan tim Gray Raven.
Keputusan taktis & perpisahan sementara
Setelah koordinat masuk ke terminal, SKK memutuskan:
Chrome tinggal di lower third level untuk menjaga dan mengatur para penyintas, sambil membersihkan rintangan dan menunggu gelombang bantuan kedua.
SKK dan Lucia membawa Bianca maju ke titik pertemuan dengan Karenina, karena kondisi Bianca tidak memungkinkan menunggu lama.
Keadaan Akuarium & Red Tide
SKK dan Lucia berada di reruntuhan akuarium yang hancur, kini dipenuhi aliran kecil Red Tide.
Mereka menunggu Teddy dan yang lain, sambil memeriksa koordinat untuk pengiriman frame baru Bianca.
Di aula pertunjukan, ada tirai air raksasa dan patung paus besar yang masih tergantung.
Visi & Hubungannya dengan Chiko/Bianca
SKK kembali mengalami “visi”:
Melihat Bianca dalam frame gelap disentuh monster tinggi yang memutilasi wajahnya.
Melihat badai besar di laut, gelombang raksasa merah, dan kristal Punishing menyerang pasukan Babylonia.
Melihat Ascendant berambut ungu di kursi besi, dan sosok besar pucat yang ternyata Chiko yang dimodifikasi dengan anggota tubuh Hetero-Sapien.
SKK menyadari informasi ini terkait “Time Prison” dan perubahan masa lalu, lalu mempertanyakan apakah masa kini masih akan mengikuti “bayangan” (visi) tersebut.
Dalam semua visi sebelumnya, Bianca selalu berakhir tenggelam atau menjadi “witch,” tidak pernah selamat dengan frame baru. Hal ini menimbulkan keraguan: apakah akhir cerita sudah tetap, dan apakah Chiko masih bisa diselamatkan.
Kesadaran akan Perbedaan & Ketidakhadiran Vonnegut dalam Visi
Di antara semua “bayangan” yang pernah dilihat, SKK menyadari Vonnegut tidak pernah muncul.
Ini memicu kecurigaan bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan “dunia” dan apa yang telah terjadi pada SKK sendiri.
Munculnya Vonnegut & Isyarat soal “Tower”
Siaran menginterferensi sistem suara; Vonnegut memperkenalkan diri sebagai “agent” dan jelas sudah mengawasi gerak-gerik mereka.
Ia meminta SKK menemuinya di “storage tank,” menawarkan pertukaran informasi mengenai “Tower” dan Punishing Virus.
Vonnegut menyiratkan bahwa jika SKK benar-benar memahami “Tower,” ia tidak akan berada di sini sekarang.
Setelah itu, ia memutus sambungan, seakan yakin SKK pasti akan datang.
Serangan Red Tide & Upaya Kabur
Lucia memperingatkan bahwa Red Tide makin menyebar.
Dipastikan Vonnegut adalah dalang atau setidaknya salah satu otak serangan Red Tide terhadap Babylonia.
Di bawah kendali Vonnegut, Red Tide mengalir dari segala arah dan memaksa SKK, Lucia, dan Bianca yang tidak sadarkan diri untuk naik ke tempat yang lebih tinggi.
Di lokasi lain, Karenina dan Teddy juga mendengar suara Vonnegut lewat pengeras suara. Teddy menjelaskan struktur akuarium yang dikelilingi terowongan kaca sehingga jalur turun langsung berbahaya.
Karenina memaksa menerobos, menghancurkan struktur atas dengan gelombang gravitasi, mengakibatkan air dan Red Tide menerobos masuk. Teddy ikut terseret tapi tetap menyeret pod frame baru Bianca.
Pertemuan dengan Karenina dan Teddy
Arus air menghubungkan area mereka dengan lokasi Lucia dan SKK. Karenina menemukan Lucia yang sedang membawa Bianca.
Terowongan kaca menghalangi; Karenina mencoba menghancurkannya dengan gravitasi, sementara Teddy sebenarnya sudah menyiapkan bahan peledak terarah untuk itu.
Kaca pecah, air dan Red Tide menerjang, menenggelamkan lorong.
Dalam kekacauan itu, Karenina melepaskan pengaman pod frame baru Bianca, mendorongnya mengikuti arus menuju Komandan.
Upaya Membangunkan Bianca lewat Deep M.I.N.D.
SKK mencoba menghubungkan Deep M.I.N.D. Bianca untuk membangunkannya.
SKK merasakan sakit kepala hebat; M.I.N.D. Bianca tampak sangat terluka dan dikotori Punishing Virus, tapi terlindungi semacam penghalang.
Bianca bereaksi samar, hanya mampu menyebut “I... I am...”, menunjukkan kesadarannya belum pulih penuh.
Pemasangan Pod Frame & Eskalasi Serangan
Lucia melempar pod frame ke arah SKK. Ia mengikat Bianca dan pod dengan tali panjat agar tidak terpisah oleh arus.
Vonnegut, kesal dengan intervensi mereka, meledakkan dinding luar level bawah ketiga. Air laut masuk lebih deras dan memicu banjir besar di seluruh area.
Karenina dan Teddy semakin tersapu arus, sementara Lucia memperingatkan SKK.
Keputusan diambil untuk mengikuti arus air dulu dan mencari kesempatan untuk berkumpul kembali.
Situasi awal di stasiun & hujan aneh
Bianca duduk linglung di peron menuju Copperfield Aquarium ketika tiba‑tiba hujan turun deras di ruang tertutup.
Chiko muncul membawa payung dan berkata ini adalah “hadiah terakhir” untuk Bianca.
Sebuah kereta berhenti di peron; suasananya kacau, gelap, dan diterpa badai.
“Pilihan” yang ditawarkan Chiko
Chiko bertanya: jika bisa memilih, Bianca ingin menjadi “penyihir” (witch) atau “Gadis Suci” (Holy Maiden).
Chiko menyerahkan gagang payung pada Bianca, lalu mengatakan bahwa peron ini adalah “pemberhentian terakhir” bagi dirinya, sedangkan Bianca harus naik kereta dan pergi.
Bianca mencoba mengejar Chiko, tetapi tubuhnya tak bisa bergerak ketika memasuki tirai hujan. Cahaya menyilaukan menelan semuanya.
Bianca terbangun di laut & mendekati frame baru
Bianca “terbangun” di lingkungan baru: bawah laut, dipenuhi reruntuhan dan pola air biru pucat.
Ia mengikuti tali yang terikat di tubuhnya menuju pod transport frame baru, lalu memverifikasi identitas sebagai Kapten Purifying Force.
Pod terbuka, menampilkan frame baru yang pernah ia lihat saat masih dikembangkan oleh Science Council.
Konflik batin: penyihir vs Gadis Suci
Pertanyaan Chiko tentang “penyihir atau Gadis Suci” kembali menggema di benak Bianca.
Coating sementara di frame lamanya sudah terkikis Red Tide; rangka Stigmata telanjang mengambang di dasar laut.
Bianca teringat tuduhan masa lalu: disebut “penyihir”, dituduh membunuh Toby, dan rasa takut dicap “pembunuh ayah”.
Di sisi lain, sebagai pemimpin Purifying Force, ia juga diingat sebagai “iblis” oleh para Construct yang diburu, meski ia juga telah menyelamatkan banyak manusia dan prajurit.
Ia mempertanyakan: pantaskah ia jadi “Gadis Suci” jika tangannya berlumur darah orang bersalah dan tak bersalah?
Kesimpulan identitas Bianca
Bianca mengakui bahwa dunia tidak hitam‑putih, dan label “penyihir” serta “Gadis Suci” hanyalah cap yang dipaksakan orang lain.
Ia memutuskan:
tidak akan menerima kejahatan yang bukan miliknya,
tapi juga tidak akan menyangkal dosa yang benar‑benar ia lakukan.
Ia menolak didefinisikan pihak luar dan menyimpulkan:
Dia adalah sekaligus Gadis Suci dan penyihir — hitam dan putih, terang dan bayangan, dua sisi dalam dirinya yang harus ia kendalikan sendiri.
Dengan tekad baru dan mengikuti “lifeline” dari SKK, ia membuka mata di dalam air, menerima identitas barunya dan frame baru tersebut.
Bianca sedang berada di akuarium yang terendam dan bergerak menuju lokasi SKK. Sistem drainase mulai menguras air laut, sementara fenomena Red Tide memicu gangguan M.I.N.D. yang menampilkan ilusi dan kenangan.
Di tengah Red Tide, Bianca melihat “bayangan-bayangan” masa lalu:
Kenangan gereja: Bianca kecil sebagai biarawati yang rajin berdoa demi anak-anak, keselamatan orang-orang, dan keselamatan jiwa-jiwa.
Monolog Father Snow: Seorang mechanoid yang merawat Bianca seperti anak sendiri. Ia memuji Bianca, menyadari waktu berlalu cepat, dan memohon pada Tuhan agar melindungi Bianca dan anak-anak manusia lainnya, bahkan rela menerima hukuman jika ia kelak “tersesat”.
Kenangan beralih ke:
Waktu Bianca menjadi Construct tertahan: Ia dipasung dengan alat pengekang dan menghadapi Wen.
Monolog Wen: Ia mengeluh pada “manusia cerewet” yang membuat rencana bisnisnya kacau. Ia menjelaskan bahwa mereka menjual “keamanan” yang didapat lewat senjata, dan senjata terkuat di era itu adalah Constructs. Wen menyebut Bianca sebagai ciptaannya yang terbaik, namun menganggap imannya sebagai “cacat” karena mencegah penghapusan kesadarannya sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa semua senjata, termasuk Bianca, punya usia pakai dan akan berakhir seperti para Construct yang pernah dibasmi Bianca.
Bianca digambarkan mulai ragu pada doanya:
Ia merasa banyak berdoa, tetapi balasannya hanya penderitaan.
Terlihat kenangan akan Construct pembelot yang ia bunuh:
Construct itu menyebut Bianca sebagai “penyihir dari Purifying Force” dan memohon, mengaku hanya ingin hidup dan karena itu menjual informasi tentang Task Force.
Di titik ini, Bianca mempertanyakan kontradiksi dalam dirinya: mengaku berpegang pada iman, tapi sering dilanda pikiran yang bertentangan.
Narasi kemudian menyorot perubahan diri Bianca:
Tangan yang dulu digunakan untuk berdoa dan memegang bunga lily kini memegang senjata—pistol dan busur.
Tubuhnya sekarang dingin, logam, penuh luka, dan diberi banyak label oleh orang lain.
Namun, satu hal tak berubah: dialah yang selalu berada “di balik tangan-tangan” itu—baik saat berdoa maupun saat membunuh.
Suara batin (atau proyeksi) menegaskan:
“Imanmu tidak salah. Iman itulah yang membuatmu kuat. Kontradiksi dalam dirimu itulah yang memberi kelembutan. Itulah yang menjadikanmu Bianca.”
Bianca menerima bahwa kontradiksi antara “Holy Maiden” dan “witch”, antara iman dan kekerasan, adalah bagian dari dirinya.
Sambil terus maju melewati proyeksi Red Tide:
Bianca bertanya dalam hati, jika setelah semua ini ia masih bisa berbicara dengan seseorang (diimplikasikan: SKK), apa yang akan dikatakan orang itu setelah melihat dirinya sekarang.
Ia menyimpulkan bahwa orang itu mungkin akan senang dengan sosoknya saat ini.
Di akhir:
Bianca menegaskan identitasnya: ia bisa memainkan peran apapun—berkaitan dengan iman maupun pertumpahan darah, cahaya maupun bayangan—tetapi ia tetap dirinya sendiri.
Dengan pedang panjang di tangan, ia menerobos pintu tertutup dan menyatakan:
“Aku adalah Holy Maiden, sekaligus witch. Aku adalah… Bianca.”
Mimpi Kabur & Gadis Berambut Biru (Chiko muda)
Kesadaran SKK tenggelam dalam kabut putih dan cermin gelap yang menampilkan Chaos.
Cermin hancur, lalu SKK “jatuh” ke mimpi lain milik seorang gadis berambut biru yang tampak hidup sebagai pelajar biasa, membicarakan masa depan (Science Council, Star of Life, jadi Construct itu berisiko, dsb.).
Berbeda dari mimpi-mimpi sebelumnya, kali ini SKK bisa berbicara dengannya.
Peringatan tentang Heteromer Shard & Chaos
Gadis biru itu menyadari kehadiran SKK dan bicara langsung:
Menyuruh SKK mengambil “Heteromer Shard” dan menyinggung bahwa SKK seharusnya mengingat sesuatu, tapi memori itu terblokir (ucapannya terdistorsi, sensor seperti █▇).
Ia mengatakan mendengar suara Chaos melalui Red Tide, dan suara Chaos-lah yang menuntunnya ke tempat ini.
Ia memberi tiga perintah penting:
Jangan percaya sepatah kata pun dari Vonnegut.
Bunuh Chiko.
Ambil Heteromer Shard.
Ia menegaskan bahwa “belum waktunya” bagi SKK untuk memahami semuanya. Identitasnya dianggap “tidak penting”.
Mimpi runtuh, kesadaran SKK ditarik kembali ke tubuh SKK disertai rasa sakit hebat.
Bangun di Dalam Tangki Red Tide Bersama Vonnegut
SKK terbangun di “storage tank” berisi Red Tide bergolak, dengan Hetero-Creature yang lahir dari sana lalu dihentikan oleh suatu penghalang energi.
Vonnegut, seorang agent, sudah menyiapkan force field pelindung di sekeliling SKK.
Ia ingin menginterogasi SKK, terutama tentang apa saja yang sudah SKK “lihat”.
Interogasi: “Penglihatan”, Red Tide, dan Tower
Vonnegut mengakui ia membawa Red Tide ke akuarium untuk “membiakkan Hetero-Creature”: Red Tide memberi “kelahiran kembali” bagi yang dikorbankan.
Ia menjelaskan hubungan agent–Ascendant:
Ascendant bukan “bawahan”; agent hanya bisa menawarkan pilihan, keputusan tetap di tangan Ascendant.
Vonnegut berkali-kali menuntut SKK menceritakan apa yang sudah SKK “lihat”: laut, Red Tide, serangan Hetero-Creature di zona pesisir, dll.
SKK akhirnya menyebut “Tower”, sesuatu yang jelas memicu reaksi Vonnegut.
SKK mengklaim pernah mendaki Tower. Vonnegut menganggap itu mustahil karena tubuh manusia biasa tidak bisa masuk Tower, sehingga ia curiga SKK berbohong dan mungkin sama sekali tak pernah melihat Tower.
Kebuntuan Vonnegut & Rencananya
Dari catatannya, Vonnegut mengingat bahwa:
Tower sebelumnya terus berkembang.
Ia menyiapkan Red Tide, “key”, dan proyek Cradle of Deep Blue untuk mengambil alih Tower ketika “turun”.
Namun, pertumbuhan Tower tiba-tiba berhenti, dan koneksinya dengan “dirinya yang lain” di dalam Tower terputus total.
Hal ini membuatnya merasakan ada sesuatu yang “keluar rel” dari rencananya, sekaligus ragu apakah SKK benar-benar terkait dengan hilangnya Tower.
Filosofi “Masa Depan”, Pilihan, dan Kekuasaan
Vonnegut mengeluh tentang “jalan buntu” peradaban:
Manusia mengembangkan Construct yang makin maju.
Hetero-Creature berevolusi melalui Red Tide.
Semua hanya berputar dalam “koridor spiral” tanpa akhir.
Menurutnya, dunia butuh seseorang yang menarik kendali dan menetapkan aturan untuk memecah kebuntuan.
Ia berkata tidak bisa melihat masa depan dan belum punya otoritas untuk itu, tapi:
Menjelaskan bahwa Punishing Virus pada dasarnya adalah sarana meneruskan “informasi”.
Ia dapat menggunakannya untuk mentransmisikan memori, sehingga ia memiliki pengetahuan tertentu tentang “masa depan” dari informasi yang diturunkan.
SKK menentang pandangannya tentang “hak memilih”, menekankan bahwa peradaban berhak menentukan nasib sendiri dan tak boleh dipaksa ke satu jalur.
Vonnegut menyanggah dengan dingin: hak memilih bukan milik yang lemah.
Vonnegut Berniat Membawa SKK Pergi
Ia memutus pembicaraan dan memperkecil force field, berniat “mengemas” dan membawa SKK pergi untuk membantu memecah kebuntuan dunia menurut rencananya.
Ia menegaskan SKK tidak pernah punya hak untuk memilih dari awal, dan memberitahu SKK bahwa Lucia terperangkap oleh Red Tide di area lain, sehingga mencoba mengulur waktu sia-sia.
SKK menembaknya, tapi peluru jatuh tak berdaya sebelum menyentuhnya—force field membuat SKK tak berdaya.
Interupsi Bianca
Saat Vonnegut menyatakan tempat ini akan segera runtuh dan hendak membawa SKK, serangan cambuk mendadak memotong ucapannya.
Bianca muncul dan memanggil SKK.
Chiko, Lithos, dan ritual “kelahiran kembali”
Chiko (monster, bersembunyi di Red Tide) dikejar Lithos yang duduk di kursi eksekusi bernama Paper Crane.
Lithos memanipulasi Chiko, mengatakan proyek ini memberi “rebirth” bagi mereka yang tak bisa menjadi Construct, dan itu “baik untuk umat manusia”.
Saat bersembunyi, Chiko terseret ke dalam ingatan traumatisnya:
Ia mengingat sosok wanita bernama Yuko di seberang Red Tide, panggilan “Yuko!!”, lalu momen Yuko tertembak dan jatuh.
Ingatan keluarga: pertemuan dengan ibu tiri, dipanggil “Chiko” dan “Yuko”, kematian ayah, pesan-pesan terakhir tentang asuransi jiwa dan permintaan agar mereka bisa “bebas darinya”.
Semua kehilangan itu membuat Chiko hancur secara mental; Lithos menyimpulkan bahwa mereka “sejenis” dan menawarkan jalan keluar dari penderitaan: rebirth lewat eksperimennya.
Paper Crane menghancurkan armor mutasi Chiko. Chiko yang putus asa meminta dibunuh, tapi Lithos menolak karena “eksperimen belum selesai”.
Lithos membawa Chiko ke altar di tengah pulau, meletakkannya dengan hati-hati, menjanjikan akhir dari rasa sakit dan mimpi manis yang bahkan kematian tak bisa sentuh.
Ia menyadari Chiko sangat merindukan seseorang (Yuko) dari ingatannya.
Red Tide kemudian menyelimuti tubuh Chiko di altar sebagai langkah akhir ritual “kelahiran kembali”.
Karenina & Teddy setelah insiden akuarium
Karenina dan Teddy terhempas keluar akuarium oleh air laut dan nyaris tenggelam, lalu merangkak ke pantai.
Vonnegut menculik SKK, menghancurkan akuarium, sehingga Red Tide di dalam bocor ke laut.
Red Tide memicu gelombang besar Hetero-Creatures menuju garis pantai.
Karenina segera melapor ke Babylonia: mereka kekurangan suplai dan butuh bantuan; batch pertama Omega Weapons akan tiba sekitar 30 menit lagi.
Evakuasi di reruntuhan akuarium & koordinasi pasukan
Di level bawah (Lower Level 1) Copperfield Aquarium, Engineering Force menggali lubang besar hingga tembus ke permukaan sehingga cahaya masuk.
Di bawah koordinasi Chrome, para pengikut Scarlet Revelation dan Construct yang luka dari Purifying Force keluar satu per satu melalui jalur sempit.
Para pengikut berterima kasih pada “Tuhan” atas keselamatan, sementara Lulu kesal dan menolak dikaitkan dengan ucapan syukur religius mereka.
Chrome menanyakan kondisi luar, status kapten dan wakil kapten, serta keberadaan Lucia dan SKK.
Laporan: area bawah sudah sepenuhnya terendam air laut bercampur Red Tide, Hetero-Creatures tersebar ke lautan dan menuju pantai.
Karenina mengonfirmasi bantuan Omega Weapons sedang dikirim; Celica juga sudah mengirim tim pendukung.
Vera muncul, siap memimpin operasi di garis pantai.
Pembagian tugas melawan ancaman Red Tide
Keputusan taktis:
Chrome memimpin Kamui dan Camu untuk menyusuri akuarium mencari Lucia dan SKK.
Vera memimpin Cerberus dan bekerja sama dengan Karenina menyiapkan dan menyebar Omega Weapons di sepanjang pantai.
Perubahan sikap Scarlet Revelation melalui Grace
Grace, sebagai perwakilan Scarlet Revelation, mendekati Karenina dan Vera, menawarkan bantuan.
Vera meremehkan mereka, menyindir agar mereka “berdoa saja di pantai” kalau benar punya kuasa melawan Red Tide.
Grace menjelaskan:
Dulu mereka pasrah, mengandalkan doa karena merasa tak mungkin jadi Construct dan tak berdaya melawan monster.
Namun setelah melihat manusia dan Construct bertarung mati-matian hingga napas terakhir, ia mempertanyakan kenapa Scarlet Revelation tidak bisa melakukan hal yang sama demi masa depan mereka sendiri.
Ia menggenggam rune “Mannaz” (simbol umat manusia), menegaskan betapa pentingnya kemanusiaan.
Karenina, melihat kebutuhan logistik di pantai barat, meminta Scarlet Revelation membantu mengangkut suplai ke barat agar Engineering Force bisa memasang Omega Weapons.
Grace menyetujui dengan antusias.
Vera masih ragu: ia menuntut jaminan bahwa para pengikut tidak akan kabur dengan suplai.
Grace berjanji akan mengatakan kepada para pengikut bahwa ini adalah “ujian langsung dari Tuhan” dan bila lulus, mereka akan meraih “rebirth” yang sesungguhnya.
Vonnegut bertarung melawan Bianca, yang menggunakan frame Crepuscule dengan pedang yang bisa berubah menjadi cambuk. Serangannya makin presisi karena koneksi M.I.N.D.
Vonnegut terkejut karena ia tidak pernah melihat frame Bianca yang ini di catatan lama, membuatnya ragu apakah ingatannya mulai terdistorsi akibat hilangnya “Hetero Tower”.
Dalam pertarungan, Vonnegut terluka di pipi dan memutuskan untuk menghentikan force fieldnya. Ia lalu mengaktifkan semacam mekanisme yang mengguncang lantai dan mengacaukan Red Tide dalam tangki, memicu gerakan para Hetero-Creatures di dalamnya.
Vonnegut berniat menjebak dan menghabisi Bianca dan SKK di akuarium, sambil yakin bahwa “backup” rencananya sudah aman, sehingga kematian SKK tidak akan menggagalkan rencananya.
Jalan masuk yang sebelumnya digunakan telah hancur, dan jika mereka kembali lewat sana, mereka justru akan berhadapan dengan Chiko yang sudah tumbuh penuh. Vonnegut berencana “menenggelamkan” semua “benih haywire” di akuarium yang sebentar lagi runtuh.
Bianca, yang tidak ingin membuang waktu, terus menekan Vonnegut. Menilai situasinya tidak menguntungkan, Vonnegut memilih kabur alih-alih meneruskan pertempuran panjang.
Setelah memastikan Vonnegut tidak punya trik lagi, Bianca menyarungkan senjata dan mengecek kondisi SKK, yang lalu menyuntikkan serum lewat baju pelindung untuk mempertajam fokus.
Bianca menjelaskan bahwa frame Crepuscule memerlukan peralatan eksternal di CUB dan hanya dapat digunakan sekitar 5 jam dalam pertempuran, tapi ia merasa durasi itu cukup untuk menyelamatkan SKK.
Menjawab pertanyaan tentang bagaimana dia masuk, Bianca mengatakan bahwa ketika sadar, ia sudah berada di laut. Ia masuk ke akuarium lewat dinding luar yang rusak di lower level 3, mengikuti kebocoran Red Tide. Ia menegaskan bahwa construct masih bisa bergerak di air laut yang telah terkorupsi Red Tide, meski ada batasannya.
Jalan masuk tadi tidak bisa dipakai lagi, namun Bianca menemukan jalur lain: sebuah lorong dalam akuarium yang terhubung ke kota terdekat. Meski dikabarkan terowongan bawah tanah itu sudah runtuh, ia mengusulkan untuk mencobanya.
Saat keduanya hampir tertimpa struktur logam, Bianca menepisnya dengan cambuk pedang, lalu mengajak SKK segera berlari menuju jalur pelarian tersebut.
Kondisi Chiko
Di sebuah “altar merah” dengan pohon aneh yang akarnya menancap ke Red Tide, Chiko terjebak dalam mimpi buruk yang dipenuhi halusinasi padat yang muncul dari Red Tide.
Ia melihat berbagai kemungkinan masa depan dan fragmen ingatan: Bianca yang corrupt, Constellia di akhir Golden Age, serta skenario di mana Yuko menjadi Construct lalu berakhir sebagai Corrupted dan menyebabkan banyak kematian.
Semua gambaran itu mengarah pada satu akhir: Chiko tenggelam di laut, lalu Heteromer Shard muncul dari tubuhnya.
Dialog dengan “Chiko Muda” dalam Mimpi
Chiko dewasa berbicara dengan versi muda dirinya di tepi laut.
Mereka mempertanyakan makna hidup dan mati seperti yang diperlihatkan, dan apakah kematian seperti itu “berarti” atau “dibenarkan”.
Disebutkan bahwa kematiannya dapat menjadi titik balik peradaban manusia, karena ia telah bergabung dengan Hetero-Humanoid dan mengirim “informasi dari masa depan ke masa kini”.
Chiko berharap bisa menyampaikan informasi ini ke Bianca, yang ia yakini adalah satu-satunya yang bisa menanganinya.
Chiko muda mengatakan bisa menyampaikan pesan itu ke “Chaos”.
Chiko menerima kemungkinan kematiannya—bertanya apakah kesadarannya akan tetap ada setelah mati, atau bisa bertemu orang-orang yang telah meninggal, lalu memutuskan “itu sudah cukup” dan mengucap selamat tinggal saat Red Tide menelan pulau terakhir itu.
Chiko menanyakan apakah Chiko muda mendengar kata terakhir Yuko untuknya; Chiko muda hanya membuka mulut tanpa suara, dan Chiko menyimpulkan bahwa ia tidak akan pernah tahu, lalu tersenyum tipis dan “tenggelam” dalam Red Tide.
Kebangkitan sebagai “Monster” & Kematian Lithos
Chiko, yang kini disebut “monster” dan terikat pada batang pohon, membuka mata. Lithos menyatakan “fusi telah lengkap” dan data terlihat sempurna, walau ia merasa ada sesuatu yang janggal.
Lithos memanggil Chiko untuk duduk di depan altar sambil bersiap menunggu “Mister” datang.
Tiba-tiba, salah satu anggota tajam tubuh “monster” tersebut menebas Lithos sebelum kursi eksekusi logam sempat menutupnya.
Lithos terbelah dua dan mati tanpa sempat bicara. Chiko/monster kembali tenang di altar seolah tidak terjadi apa-apa.
Kedatangan Vonnegut & Evaluasi Chiko
Vonnegut tiba di pulau, menyaksikan adegan tersebut, dan menyadari Chiko sedang mencoba menyerap Red Tide. Ia menilainya sebagai perjuangan sia-sia.
Tubuh Chiko berubah secara liar: anggota tubuh aneh muncul, ia menjerit, dan Red Tide di sekelilingnya bergejolak seperti air mendidih.
Vonnegut menemukan tubuh Lithos dan memastikan bahwa Chiko memang berpotensi menjadi “tiket pulang” baginya, namun kesadaran Chiko yang tidak stabil menjadikannya risiko besar.
Ia menyimpulkan bahwa ia tidak bisa sekaligus mengendalikan Hetero Tower dan mengontrol “tiket pulang” yang tidak stabil ini, dan juga menilai melanjutkan inkubasi Cthylla menggunakan tubuh Chiko terlalu berisiko.
Ia menganggap situasi ini “sayang, tapi belum cukup”, kemudian menyimpan frame Lithos, mencatat status dan data Chiko, dan memutuskan untuk melanjutkan proyek Cradle of Deep Blue dan inkubasi Cthylla, sambil menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada menara tersebut.
SKK dan Bianca berjalan di lorong sempit yang runtuh, mengikuti jejak Red Tide yang makin jelas. Mereka bersenjata dan sangat waspada karena kemungkinan jebakan atau kehadiran Vonnegut/Ascendants.
Terminal SKK tiba‑tiba menerima panggilan dari Lucia melalui saluran jarak pendek yang sebelumnya disiapkan Teddy. Lucia melaporkan berada di area yang tak terlacak, dikelilingi air laut dan banyak Hetero‑Creature. Setelah SKK menjelaskan situasi, Lucia berjanji akan membersihkan musuh di areanya dan kemudian menuju pulau untuk menyusul.
SKK dan Bianca melanjutkan perjalanan melalui lorong bawah akuarium menuju sebuah kota di pulau terdekat, seperti tertulis di papan petunjuk karatan. Mereka menyadari akuarium sudah tidak aman dan harus segera keluar.
Semakin jauh, pemandangan makin aneh: pilar batu bergerigi menjulang dengan noda air dan sisa Red Tide. Bianca melindungi SKK dan mengirim CUB untuk mengintai.
Melalui penglihatan CUB, mereka melihat pusat pulau: reruntuhan dan pilar batu seperti tulang ikan mengelilingi sebuah altar. Di tengah altar berdiri “monster” berambut biru, dengan anggota tubuh terpelintir dan tubuh menggantung lemas, tapi matanya yang semula kosong sedikit fokus ketika menyadari kehadiran CUB.
Narasi internal menandakan “monster” ini pernah menjadi rekan Bianca: ia mengingat misi‑misi bersama, bagaimana Bianca tetap memegang harapan meski tercemar dosa dan kotoran. Suara Chiko muncul, mengingatkan bagaimana ia memandang pembunuhan sebagai kejahatan dan memuji Bianca yang tidak menyalahkan dunia atau Punishing Virus, melainkan tetap menanggung dosanya sendiri dengan jiwa yang “bersinar terang”.
Terguncang oleh kilasan kenangan, “monster” menjadi bingung dan bertindak naluriah—atau menurut sisa ingatannya—dengan menyerap Red Tide dan ciptaan Punishing di sekitarnya, membuat tubuhnya tumbuh besar dan terdistorsi, seolah menyatu dengan altar dan laut merah.
Saat altar merah perlahan berubah menjadi laut tenang, wujud “monster” membesar. Chiko memanggil, “Captain, you made it.” Bianca segera merasakan sesuatu yang familiar dan berbahaya, namun sebelum bisa memproses sepenuhnya, “monster” menyerang dengan lengan terpuntir.
Bianca menghindar, dan di sela serangan itu ia melihat bayangan Chiko yang akrab: Chiko yang berlumuran darah tapi tersenyum lembut, bertanya pelan apakah ia sudah menjalankan misinya dengan baik. Adegan berakhir di bawah sinar bulan yang menerangi altar.
Di tengah hujan lebat, Bianca mengerahkan seluruh kemampuan framenya, memancarkan cahaya putih yang mampu melemahkan Red Tide.
Dengan bantuan perangkat “reversal”, ia berhasil menjatuhkan dan membunuh monster raksasa yang selama ini mereka hadapi.
Bianca menyadari bahwa monster itu adalah Chiko, yang sejak awal selalu tampak sinis terhadap Babylonia dan Purifying Force, namun sebenarnya sering mengambil misi paling berbahaya dan memberi Bianca waktu untuk menyelidiki.
Dari pengamatan Bianca, Chiko selama ini menyerap Punishing Virus di Red Tide dan memusnahkan Hetero-Creatures di laut, terus melakukannya sampai akhir hidupnya. Bantuan Babylonia datang terlambat, namun Bianca menilai keputusan itu murni pilihan Chiko sendiri.
Bianca mengaktifkan perangkat “reversal” hingga maksimum, membuat tubuh raksasa Chiko terurai menjadi partikel Punishing dan lenyap. Ia mengucapkan selamat tinggal sekali lagi.
Setelah virus Punishing memudar, sebuah pecahan kristal terlepas dari sisa tubuh Chiko. Bianca menyadari itu adalah Heteromer Shard.
Muncul potongan dialog misterius dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya, yang sebelumnya memerintahkan: jangan percaya Vonnegut, bunuh Chiko, lalu ambil Heteromer Shard. Wajah seorang gadis muda digambarkan perlahan berubah menjadi wajah monster yang sudah mati, menandakan bahwa “monster” tersebut memang Chiko.
Suara misterius itu menegaskan bahwa identitasnya tidak penting. Tersirat bahwa ada agenda tersembunyi di balik perintah membunuh Chiko dan merebut shard tersebut.
Sebelum Bianca sempat bereaksi lebih jauh, CUB miliknya secara otomatis melahap Heteromer Shard yang masih berdenyut dengan Punishing.
Bianca dan SKK lalu memutuskan kembali ke akuarium untuk berkumpul lagi dengan yang lain.
Di bagian akhir, ditekankan bahwa Bianca masih dirinya sendiri, tapi juga telah berubah: ia melepaskan semua label yang diberikan orang lain dan mengubahnya menjadi simbol jati diri yang unik miliknya. Ia lalu mengajak SKK untuk pergi.
Situasi di garis pantai dan bantuan baru
Pertempuran melawan Red Tide dan Hetero-Creatures di sepanjang pantai masih berlangsung sengit; pasukan kekurangan orang.
Watanabe dan kelompok Oasis datang membantu dengan sekitar seratus orang dan diberi tugas membawa serta mengoperasikan Omega Weapons di sektor timur dan selatan.
Omega Weapons menahan Red Tide di permukaan, tapi jumlah musuh sangat banyak.
Kembalinya SKK dan Bianca
Teddy mendeteksi sebuah perahu kecil di laut: SKK dan Bianca muncul kembali, sebelumnya hampir dinyatakan gugur.
Bianca dengan frame Crepuscule memancarkan cahaya putih yang mampu mengusir Punishing Virus dari air laut, membuat Red Tide surut dan mengangkat moral pasukan.
Chrome menjelaskan mereka menyusuri jejak Red Tide di akuarium, menemukan saluran pembuangan dan petunjuk “Lower Level Passage”, kemudian dengan perahu rakitan kecil mereka tanpa sengaja bertemu Bianca dan SKK.
Penjelasan tentang Chiko dan penurunan jumlah musuh
Saat Omega Weapons mencapai performa puncak, jumlah Hetero-Creatures di pantai mulai berkurang.
Teddy merasa jumlah musuh tidak sebanyak yang seharusnya.
Bianca menjelaskan: Chiko, wakil kapten Purifying Force, bertarung hingga gugur, lalu dijadikan bagian eksperimen oleh agent dan Ascendant. Meski demikian, Chiko masih mempertahankan kesadaran sendiri dan di altar pulau ia menyerap sejumlah besar Red Tide dan Hetero-Creatures di laut. Inilah alasan berkurangnya musuh.
Fajar mulai menyingsing; Bianca tahu frame Crepuscule hanya bisa bertempur sekitar lima jam, tapi ia bersikeras terus bertarung sampai detik terakhir dan mengajak SKK menyaksikan “fajar setelah badai”.
Pasca-insiden: Satu minggu kemudian di Science Council
Satu minggu setelah kejadian, pembersihan Hetero-Creatures di garis pantai selesai, tetapi sebagian lautan masih tercemar Red Tide. Dampak jangka panjang terhadap lingkungan laut dan kemungkinan evolusi menjadi organisme mirip Hetero-Humanoid belum dapat diprediksi.
Asimov meneliti Heteromer Shard.
Kontak dengan Heteromer Shard dan “visi” SKK
SKK melihat Heteromer Shard dalam wadah kaca; saat melihatnya, kesadarannya ditarik dan ia mengalami rangkaian “visi” yang sangat jelas:
Bianca dalam frame Stigmata memasuki akuarium bersama SKk dan Lucia; setelah menyelamatkan Grace, Bianca berpisah.
Bianca menemukan Chiko, lalu tenggelam ke “kedalaman laut”.
Lithos muncul, berniat membeli waktu agar Chiko Hetero-Humanoid sempat berinkubasi, tapi ia dibunuh Bianca.
Pantai menjadi ladang pembantaian dengan darah, cairan vital, dan Red Tide bercampur di ombak; “penyihir” (Bianca) membunuh “monster” (Chiko) di laut.
Adegan-adegan ini hampir identik dengan visi yang pernah dialami SKK sebelumnya, seolah “versi lengkap” dari sebuah kemungkinan masa lalu—yakni skenario jika SKK benar-benar masuk akuarium bersama Bianca. SKK menyimpulkan Time Prison saja tak cukup menjelaskan fenomena ini.
Pesan rahasia dari Nanami
Dalam kegelapan itu, muncul “bayangan” Nanami di antara bintang-bintang, memperkenalkan dirinya sebagai pesan khusus hanya untuk SKK.
Nanami mengatakan ia telah “sedikit melanggar aturan” dan akan menanggung harganya sendiri, sehingga SKK harus menjaga rahasia ini.
Ia memberi petunjuk bahwa “jawaban” tersembunyi dalam sebuah rahasia yang hanya SKK yang tahu, dan bahwa ini hanyalah bayangannya; Nanami “yang asli” kini sudah “melayang bahagia di antara bintang-bintang”.
Bintang-bintang hancur, benang-benang emas menyelimuti SKK, dan ia terbangun dengan tubuh berkeringat dingin.
Dekripsi Heteromer Shard dan kode rahasia
Asimov melihat fluktuasi tidak wajar pada Heteromer Shard dan menanyakan apa yang SKK lihat. SKK kesulitan menjelaskan secara langsung.
Asimov memaparkan bahwa Heteromer Shard tampaknya adalah wadah transmisi data murni dengan enkripsi sangat kompleks. Satu-satunya bagian yang berhasil didekripsi: “Ini adalah… gift of the ‘future’.”
Petunjuk Nanami muncul kembali di benak SKK: “jawaban” tersembunyi dalam rahasia pribadi.
Commandant mengingat secara spesifik sebuah kode: “q31206” (berkaitan dengan arsip dan sensasi perih di ujung jari). Kode ini muncul sangat jelas di tengah ingatan lain yang kabur.
Asimov terkejut ketika SKK menyebut mereka mungkin telah “melihat” kode dekripsi. Pemeriksaan menyatakan otak dan Mind Beacon SKK normal, sehingga Asimov kebingungan tapi memutuskan untuk mencoba kode tersebut dan meminta SKK datang lagi jika mengalami fenomena serupa.
Hasil operasi dan rencana ke depan
Saat meninggalkan Science Council, SKK menerima laporan Celica:
Berkat pengerahan cepat Omega Weapons dan bantuan satuan elit, SKK dan Bianca berhasil menghentikan Hetero-Humanoid di pulau.
Persentase korban jauh di bawah proyeksi awal (40–50%), bahkan sangat rendah dibanding “visi” mengerikan yang dialami SKK (pantai penuh mayat, luka parah, laut merah darah dan Red Tide).
Celica menyebut ada kemungkinan upacara penghargaan dan menyarankan SKK menyiapkan seragam resmi.
SKK kemudian merenungkan langkah berikut: mengejar Vonnegut dan menggagalkan rencananya, menyelidiki sumber “visi” dan fenomena waktu, atau agenda lain.
Narasi ditutup dengan gambaran sinar matahari Babylonia dan benang-benang emas “sebab-akibat” yang menyatu membentuk jalan baru di hadapan SKK.
Asimov & Heteromer Shard
Asimov berhasil mendekripsi data dari Heteromer Shard dengan metode yang tidak ia jelaskan.
Data tersebut berisi konsep “Hetero Tower Core” dan teknologi canggih yang melampaui sains saat ini.
Pola datanya terasa seperti ada seseorang yang memulai dari “hasil akhir” lalu menyusun kembali prosesnya—metode yang terasa familiar bagi Asimov.
Ia bingung apa itu “Hetero Tower” dan mengapa kubus kristal itu disebut “Hetero Tower Core”.
Meski belum paham sepenuhnya, ia memanfaatkan “teknologi inti” dari data itu untuk memodifikasi Omega Weapon dan mengintegrasikannya dengan Central Purification Filter (CPF), menciptakan zona aman yang “sebenarnya”.
Teknologi tersebut cepat divalidasi, dan batch pertama CPF yang sudah dimodifikasi dikirim ke permukaan.
Misi penggantian inti CPF bersama Bianca
SKK dan Bianca dikirim ke area konservasi di permukaan untuk mengganti inti CPF lama dengan versi yang sudah ditingkatkan.
Semua skuad lain sedang dikerahkan, sehingga misi ini tergolong lebih ringan dibanding pertempuran penuh, tapi tetap tidak sepenuhnya mudah.
Lokasi CPF ada di dalam hutan untuk menghindari kumpulan Corrupted dalam jumlah besar, sehingga mereka harus berjalan kaki setelah meninggalkan kendaraan.
Suasana permukaan digambarkan tenang dan indah (cahaya lembut, pepohonan, bunga liar), membuat misi ini terasa “nyaman” bagi Bianca.
Kondisi frame baru Bianca
Bianca menjelaskan bahwa setelah data Hetero-Core diambil, Science Council mengembangkan inti daya baru untuk framenya, menggabungkan Omega Weapon yang telah di-upgrade dan perangkat “reversal” asli.
Hasilnya belum sepenuhnya sesuai visi Asimov, namun Bianca kini tidak lagi terikat pada batas waktu lima jam penggunaan frame.
Mereka berdua menganggap ini sebagai kabar sangat baik.
Mata air & perubahan Bianca
Dalam perjalanan, mereka beristirahat dan menemukan sebuah mata air tersembunyi.
Refleksi Bianca terlihat di air; frame-nya putih bersih, tetapi kerudung kepalanya masih menunjukkan bekas terbakar dari pertempuran di akuarium.
WGAA bisa memperbaiki kerudung itu, namun Bianca memilih mempertahankan bekas luka bakar tersebut sebagai pengingat cara ia harus menghadapi dirinya yang sebenarnya.
Ia mengakui mungkin telah berubah setelah berbagai pengalaman (Zero, Veritas, Stigmata, Crepuscule), tetapi menegaskan bahwa apa pun yang terjadi, ia tetap “Bianca, Kapten Purifying Force.”
Ia lalu menggenggam tangan SKK dan mengajak melanjutkan perjalanan.
Vonnegut & hilangnya Hetero Tower
Di tempat lain, Vonnegut duduk di sofa dan menelusuri terminal lamanya, memikirkan “Hetero Tower.”
Ia menyadari Hetero Tower tidak sekadar berhenti tumbuh; konsep menaranya sendiri seakan “tidak pernah ada” di alam semesta ini.
Ia mencatat sejumlah kata kunci: Chiko, akuarium, Hetero Tower, dan SKK, lalu menyadari semuanya terhubung sebagai penyebab lenyapnya Hetero Tower.
Vonnegut memutuskan perlu “memancing” Hetero Tower agar muncul kembali, sambil juga melanjutkan urusan terkait Cthylla secara paralel.
Ia merasakan kegelisahan yang berkembang menjadi “kebisingan kacau” di benaknya.
Ia menyatakan bahwa “Cradle of Deep Blue” kini siap digunakan; Lithos menyanggupi untuk menanganinya.
Cerita menutup dengan gambaran bahwa Vonnegut adalah sosok yang selalu menuntaskan apa yang ia niatkan.
karena sebelumnya ada percabangan pov, maka setelah ini stage loncat ke stage tertentu
struktur chapter:
35-17 → 35-21 → 35-22
Bianca terbangun di kamar tidurnya, merasa seperti baru saja melewati mimpi yang sangat panjang dan nyata berisi kematian, ketakutan, air laut, dan kehampaan, namun detail mimpi itu segera menghilang.
Di rumah, ia bercerita pada orang tuanya bahwa ia bermimpi tentang kunjungan sekolah ke akuarium di tepi laut bernama Copperfield Aquarium dengan teman-teman dan guru dari sekolah Babylonia. Ayahnya mengusulkan mereka pergi ke akuarium bersama-sama.
Bianca hampir terlambat naik bus sekolah. Saat naik, ia disapa sopir bus dan bertemu Chiko, gadis berambut biru yang duduk di tempat biasa mereka. Chiko menanyakan PR mereka, dan ingatan Bianca tentang mengerjakan PR yang sulit perlahan “terbentuk” di benaknya, seolah baru dipasang ulang.
Adegan meloncat ke tengah hari: Bianca—sekarang sudah dewasa—berdiri di depan Science Council dengan laporan afinitas Tantalum-193. Staf memperingatkan risiko operasi menjadi Construct: kegagalan, serta hilangnya status sebagai manusia secara permanen. Bianca tetap teguh karena ingin melawan Corrupted dan menyelamatkan lebih banyak orang.
Setelah operasi, Bianca keluar sebagai Construct. Chiko sudah menunggunya di depan. Chiko menegur Bianca karena mengajukan diri sendirian, dan menyebut bahwa sebenarnya Bianca punya banyak pilihan lain (Science Council, Star of Life). Bianca menegaskan ini adalah pilihannya sendiri demi Babylonia.
Mereka membicarakan penugasan: pasukan elit di garis depan, Engineering Force, dan Purifying Force. Chiko secara khusus menyuruh Bianca untuk tidak masuk Purifying Force karena menurutnya itu tidak cocok, dan menyarankan pasukan elit.
Malam hari, Bianca keluar dari kantor kapten—teks berulang dan bertumpuk menunjukkan dia “keluar” dari kantor Purifying Force dan Engineering Force secara bersamaan. Papan nama ruangan berganti-ganti antara “Engineering Force” dan “Purifying Force”, membuatnya merasa ada yang salah dengan modul visualnya dan menandakan distorsi realitas/ingatan.
Seusai misi, Chiko mengajak Bianca menonton film berjudul “The Way Home”. Filmnya sederhana: dua tokoh, Delapoer dan Norris, berada di Snowfields. Delapoer berkali-kali menyatakan Norris sudah mati, sementara Norris bersikeras ia masih hidup, dan mereka mempertanyakan bagaimana keluar dari Snowfields. Adegan film ini paralel dengan tema hidup-mati dan kesadaran.
Di bioskop, Chiko tiba-tiba bertanya apakah Bianca ingat saat mereka pertama kali bertemu.
Cerita bergeser ke ruang rapat Purifying Force. Lampu neon berkedip, kapten Purifying Force mengeluhkan gangguan lampu dan menganggapnya masalah kecil. Ia meminta perkenalan anggota baru: Bianca memperkenalkan diri, lalu Chiko, Delapoer, Norris, dan yang lain. Bianca gelisah, mempertanyakan apakah memang Chiko bergabung Purifying Force bersamaan dengannya—lagi-lagi menandakan ketidakstabilan ingatan.
Kapten kemudian menekankan “aturan paling penting” Purifying Force: “Jauhi ikan tropis, karena tidak ada ikan tropis di akuarium.” Pernyataan paradoks ini menggema di M.I.N.D. Bianca, seolah memicu sesuatu.
Adegan mendadak pecah menjadi kecelakaan pesawat angkut di tengah badai salju di Snowfields. Bianca datang untuk menyelamatkan korban. Ia menemukan Chiko masih hidup namun terluka berat, sementara anggota skuad lain sudah menjadi Corrupted dan telah “diurus” oleh Chiko sendiri.
Chiko menyebut bahwa tindakan Bianca tidak masuk akal karena berbahaya dan peluang selamat rendah. Ia juga mengungkap bahwa kapten Purifying Force sudah gugur, dan kini baik Bianca maupun Chiko dipertimbangkan sebagai kandidat kapten berikutnya. Chiko menuduh kemungkinan motif Bianca: menyelamatkannya agar berutang budi.
Bianca mengabaikan tuduhan itu dan fokus menolong Chiko secara fisik, meski M.I.N.D.-nya sendiri juga sudah di ambang batas. Ia menyatakan prinsipnya: tidak akan menyerah pada siapa pun yang masih punya peluang untuk bertahan hidup.
Chiko mempertanyakan apa sebenarnya yang Bianca cari jika bukan kekuasaan atau privilege. Bianca menjawab bahwa yang ia inginkan saat itu sederhana: agar mereka berdua bisa keluar hidup-hidup.
Tim logistik akhirnya datang menyelamatkan mereka. Saat suasana mereda, Bianca menanyakan pada Chiko soal aturan Purifying Force: adakah akuarium di Babylonia, dan mengapa harus menjauhi ikan tropis? Chiko terdiam, dan tepat saat itu modul visual Bianca meledak dalam kilatan warna—menandakan gangguan besar pada persepsi/realitasnya.
Cerita diakhiri dengan transport craft yang terbang menembus awan.
Di dalam film yang sedang diputar di bioskop, Delapoer menyeret “mayat” Norris keluar dari Snowfields dengan cara konyol. Norris mengeluh kakinya patah, Delapoer memasangnya kembali begitu saja. Mereka hendak meninggalkan Snowfields, dan Delapoer mengaku tak ingat bagaimana Norris bisa mati.
Di luar film, Chiko dan Bianca menonton dan mengobrol. Chiko mengaku bahwa dulu di Snowfields ia berniat memancing Bianca ke sarang Corrupted agar bisa merebut posisi Kapten Purifying Force. Namun, rencana itu tak terjadi karena ada anggota lain yang justru menyeret tim mereka ke sarang Corrupted lebih dulu; seluruh tim itu akhirnya terkorupsi dan Chiko sendiri yang menghabisi mereka.
Chiko lalu menceritakan masa lalunya:
Keluarganya hidup miskin; ayahnya tertipu hingga menjerumuskan seluruh keluarga dalam masalah. Ibunya yang lumpuh berusaha tidak “membebani” anak-anaknya.
Nenek yang diharapkan bisa menjadi tempat berlindung ternyata sudah meninggal.
Chiko bekerja dari satu tempat ke tempat lain dan selalu diperlakukan tidak adil: dituduh, gajinya dipotong, dipecat, dan terus-menerus dieksploitasi sebagai pekerja lemah.
Dari pengalaman hidup pahit ini, Chiko menyimpulkan bahwa satu-satunya “jalan keluar” yang terlihat baginya saat itu adalah mendaki tangga kekuasaan—menjadi kapten, lalu terus naik ke pusat kekuatan—agar mungkin bisa mengubah sistem yang menindas seperti ini. Ia merasa hidupnya tidak pernah memberinya banyak pilihan; seolah-olah ia tak pernah benar-benar punya “pilihan.”
Bianca bertanya kenapa, kalau begitu, Chiko akhirnya berhenti bersaing untuk posisi kapten. Chiko menjawab: karena itu sia-sia. Dunia penuh kematian, pengkhianatan, dan kekerasan; secara “akal sehat” jika ia merebut jabatan orang lain, orang itu akan membencinya dan mungkin mencoba membunuhnya. Namun, Bianca justru datang menjemput dan menyelamatkannya di Snowfields, bertindak sesuai keyakinannya sendiri, sesuatu yang Chiko tak pernah sanggup bayangkan untuk dirinya. Setelah itu Chiko penasaran pada “ending” Bianca: apakah Bianca akan hancur oleh realitas, atau benar-benar bisa hidup setia pada prinsipnya.
Cerita beralih ke masa lalu misi pengejaran seorang “pembelot” di Snowfields:
Chiko menyebut Purifying Force hanyalah “alat” Babylonia, sementara Bianca tetap bersikeras bahwa tugas mereka adalah mencari kebenaran dan menilai kasus pembelotan secara adil.
Dalam perjalanan, Bianca mengungkap bahwa Snowfields dulu adalah kampung halamannya; ia dibesarkan oleh seorang Pastor di gereja, yang kemudian ia sendiri bunuh setelah Pastor itu terkorupsi oleh Punishing Virus. Ia berharap Pastor itu bisa “sampai ke surga,” meski Chiko meragukan adanya surga di dunia yang sudah hancur seperti ini.
Untuk membalas keterbukaan itu, Chiko menceritakan keluarganya: ibunya yang lumpuh memilih bunuh diri agar tidak menjadi beban, dan adiknya, Yuko, yang ia temui kembali dalam sebuah misi di Constellia ketika menghadapi kerusuhan. Setelah pertempuran berat, Yuko menggunakan peluru terakhir di pistol yang diberi Chiko untuk bunuh diri, sambil tersenyum seolah ingin mengatakan kematiannya “bermakna.” Chiko menolak gagasan bahwa kematian bisa punya makna; baginya semua itu hanya “kayu busuk” yang dipakai untuk membangun jalan menuju masa depan.
Terminal Bianca kemudian berbunyi: hasil investigasi keluar—Delapoer telah terkorupsi, M.I.N.D.-nya menyimpang, dan dialah yang membunuh Norris. Chiko dan Bianca memutuskan melanjutkan tugas Purifying Force: mengangkat senjata pada mantan rekan demi melindungi yang masih hidup.
Mereka akhirnya menemukan Delapoer, kini menjadi Corrupted, tampak kebingungan di perbatasan antara Snowfields dan hutan. Delapoer mengaku hanya “memakan sebuah kue,” bersikukuh tidak membunuh Norris, dan jelas menunjukkan gejala deviasi M.I.N.D. Sebelum akhir adegan, Delapoer mengucap kalimat ganjil: “Jauhi akuarium... ikan tropis... tidak ada ikan tropis di akuarium itu,” lalu pesawat transport mendarat di tengah badai salju.
Adegan film: Delapoer & Norris
Di dalam bioskop, Bianca dan Chiko menonton film tentang Delapoer dan Norris di akuarium.
Delapoer dianggap membunuh Norris dan dinyatakan bersalah di bawah timbangan “Justice”, meski ia mengaku tak sanggup membunuh sahabatnya sendiri.
Norris mengakui dirinya sudah mati dan bersikap pasif, sementara Delapoer terus mempertanyakan siapa sebenarnya yang “seharusnya” mati.
Pertanyaan Chiko tentang kemanusiaan Bianca
Chiko bertanya bagaimana Bianca bisa tetap mempertahankan “kemanusiaan” dan harapan pada dunia meski berada di Purifying Force.
Bianca mengingat masa lalunya: dicap sebagai “penyihir”, diusir, dianggap pembawa sial dan pembunuh.
Ia kemudian bergabung dengan Daedalus untuk melindungi kota dan gereja, tetapi justru menyakiti lebih banyak orang tak bersalah lewat tindakan yang “dibenarkan”.
Pengakuan dosa dan tekad penebusan Bianca
Bianca mengakui dirinya berdosa, menyadari bahwa ketika ia menoleh ke belakang, ia sudah membuat banyak kesalahan.
Meski begitu, ia ingin menebus dosa, bahkan jika jalan itu berakhir pada kehancuran dirinya.
Ia percaya bahwa dalam dunia yang cacat pun akan selalu ada orang yang berpihak pada kebenaran; di dalam jurang pun, cahaya akan tetap muncul.
Ia menegaskan bahwa bergabung dengan Babylonia dan Purifying Force adalah pilihannya sendiri, dan menganggap itu pilihan paling “benar” yang pernah ia buat.
Akhir film dan mulai kaburnya kesadaran Bianca
Film tentang Delapoer berakhir, dan Chiko bertanya apakah Bianca menyukai akhir cerita itu serta seperti apa cerita yang ingin Bianca tulis untuk dirinya sendiri — bukan tragedi maupun komedi, melainkan kisah “Bianca”.
Kesadaran Bianca semakin tidak stabil; ia terganggu oleh suara hujan yang tiba‑tiba turun di dalam bioskop.
Saat hujan turun, frame Bianca berganti: dari “Stigmata” ke “Veritas” lalu ke “Zero”.
Memori alternatif / kemungkinan hidup lain
Tiba‑tiba muncul “kenangan” atau skenario lain: Bianca dan Chiko seperti gadis biasa di Babylonia, membicarakan PR dan modifikasi Construct.
Chiko mengungkap bahwa ia dulu membayangkan memberi Bianca hidup damai lewat memori palsu: tumbuh dengan keluarga penuh kasih, punya teman, lalu bekerja di Science Council atau Star of Life.
Namun, dalam semua kemungkinan itu, Bianca tetap memilih menjadi Construct, dan bahkan ketika Chiko mencoba mengarahkannya ke Engineering Force atau Task Force, Bianca tetap memilih Purifying Force.
Chiko menyimpulkan: itulah jati diri Bianca—seseorang yang akan tetap memilih jalan itu.
Stasiun, hujan, dan “hadiah terakhir” Chiko
Latar berpindah ke stasiun kereta Babylonia dan kemudian ke Copperfield Aquarium; hujan turun deras di area tertutup, menciptakan suasana surealis.
Chiko muncul dengan payung, menutupi Bianca dari hujan, dan menyebut ini adalah “hadiah terakhir” untuk Bianca.
Di tengah hujan dan kereta yang datang, Chiko bertanya: jika bisa memilih, apakah Bianca ingin menjadi “penyihir” atau “Holy Maiden”?
Chiko menyerahkan gagang payung pada Bianca, lalu berkata bahwa ia akan “tinggal” di sana, sementara Bianca harus pergi dan melanjutkan hidupnya.
Perpisahan di tengah hujan merah
Chiko berdiri di tengah peron, di bawah hujan yang berubah menjadi merah pekat di kakinya, menyebut tempat itu sebagai “perhentian terakhirnya”.
Ia mendesak Bianca untuk naik kereta dan pergi, menegaskan bahwa apa pun pilihan Bianca (penyihir atau Holy Maiden), semuanya sah selama itu pilihannya.
Kereta datang dengan cahaya menyilaukan dan suara klakson, hujan menelan seluruh stasiun, dan Bianca berusaha berlari ke arah Chiko tetapi tubuhnya tak bisa bergerak begitu menembus tirai hujan.
Chiko mendorong Bianca secara simbolis: “Pergilah, Bianca.”
Hujan dan kristal merah menelan stasiun, dan Bianca terseret ke dalam kilatan cahaya sebelum terdengar panggilan: “Bianca, bangun!”
Hujan deras berkepanjangan mengancam kamp kecil para pengikut Scarlet Revelation yang dipimpin Grace. Persediaan makanan menipis, benih tanaman yang baru ditanam tersapu hujan, dan semua orang cemas.
Grace mencoba melakukan ramalan dengan batu rune. Hasilnya buruk (simbol pembatasan, bahaya, kemalangan), tapi ia tetap menyampaikan pidato penghiburan pada para pengikut, menyebut kesulitan ini sebagai “ujian dari Tuhan” yang harus mereka tahan.
Smoker, yang mengurus logistik, menghitung persediaan dan menyebutkan detail: hanya tersisa beberapa pak ransum dan kurang dari lima kaleng makanan (termasuk yang sudah dipakai untuk anak sakit dan pengikut yang hampir mati karena infeksi ringan Punishing Virus). Bantuan dari area konservasi juga tidak bisa diandalkan lagi.
Lulu, seorang Construct berambut panjang dan bersenjata (lengan berupa senapan), kembali dari tempat yang sebelumnya “diramalkan” Grace. Di sana ternyata hanya ada kamp pengungsi kecil yang telah ditelan Red Tide. Setelah bertarung melawan Corrupted dan Hetero-Creatures, ia hanya membawa sedikit hasil: dua gulung perban, satu kaleng buah, sedikit makanan lama, dan beberapa butir beras. Lulu mengomel bahwa ramalan Grace tidak memperingatkan hujan deras yang merusak senjatanya.
Saat makan malam sederhana dimasak, para pengikut mengucap doa syukur kepada “Tuhan Red Tide”, sementara Lulu sinis dan merasa seharusnya mereka berterima kasih padanya, bukan pada “Tuhan”.
Lulu kemudian memberikan selembar kertas lusuh yang ia temukan di kamp pengungsi: sejenis undangan Scarlet Revelation menuju Copperfield Aquarium, dengan janji bahwa yang lulus “uji” dan mencapai “tempat di tepi laut” akan “lahir kembali dalam Red Tide”. Tanda pada surat itu menunjukkan itu memang dibuat oleh Revelationist yang dikenal Grace, namun nasibnya tidak jelas.
Lulu dan Grace berdiskusi: bertahan di kamp berarti perlahan kelaparan dan Lulu lambat laun rusak karena tak ada suku cadang. Pergi ke tepi laut dan ke Copperfield Aquarium tampak seperti satu-satunya opsi, meski berbahaya dan meragukan. Lulu bersikap sinis, sementara Grace ragu-ragu untuk kembali meramal karena hasil ramalannya akhir-akhir ini selalu buruk.
Tiba-tiba generator rusak (diserang Corrupted), lampu padam, dan batu-batu rune Grace jatuh berserakan di lantai gelap. Di tengah kekacauan kecil—anak-anak hampir mencuri makanan namun diusir Smoker—Grace menyentuh satu rune secara kebetulan: “R” yang berarti kereta/perjalanan dan semua urusan akan berjalan lancar.
Grace menafsirkan rune itu sebagai “jawaban ilahi” dan merasa lega. Dengan keyakinan baru, ia memutuskan bahwa mereka harus pergi ke tepi laut dan menghadapi “ujian” itu.
Di depan para pengikut yang gelisah, Grace mengumumkan bahwa ia menerima “wahyu baru”: Tuhan telah menunjukkan jalan—mereka akan berangkat menuju laut untuk menjalani ujian, dan bila berhasil, akan mengalami “kelahiran kembali”. Ia membakar surat undangan di api unggun; lambang Scarlet Revelation tampak jelas sebelum dilalap api, sementara pengikut kembali melantunkan doktrin tentang pujian, surga, dan kehidupan abadi melalui Red Tide.
Cerita berakhir dengan Grace memimpin rombongan Scarlet Revelation, berpegang pada harapan tipis yang disimbolkan rune “R”, menuju Copperfield Aquarium—tempat yang dijanjikan sebagai lokasi “rebirth”
Grace dan para pengikut Scarlet Revelation tiba di dekat Akuarium Copperfield, di tepi laut yang dipenuhi reruntuhan. Mereka menganggap tempat ini sebagai “medan ujian” menuju “kelahiran kembali” lewat Red Tide. Grace menekankan bahwa ini baru awal dan mereka harus sabar menunggu waktu yang tepat.
Lulu yang bekerja sama dengan Grace tapi tidak percaya kultus Red Tide, memperingatkan bahwa konsentrasi Punishing di area sekitar sangat tinggi dan ada banyak Corrupted. Ia juga menegaskan bahwa ia tak berniat “bunuh diri” bersama mereka.
Di hari-hari awal kamp:
Mereka menemukan sedikit suplai makanan dari kamp pengungsi tua.
Lulu menembak Corrupted yang mendekat.
Lulu mengintai ke akuarium dan melihat kelompok lain dengan benda ritual—ternyata itu kelompok Revelationist Nether, sang “Glory Banner”, yang juga pemuka Scarlet Revelation. Ia melihat mereka masuk ke akuarium dan tak melihat jejak mereka keluar.
Konsentrasi Punishing makin memburuk. Beberapa pengikut mulai menunjukkan gejala infeksi (kulit rusak, halusinasi). Grace memutuskan memindahkan kamp ke area yang lebih aman, tapi banyak pengikut menentang karena takut “kehabisan tempat” di alam keselamatan jika terlambat.
Desas-desus menyebar di antara pengikut:
Beberapa mengaku mendengar “wahyu ilahi” berupa suara ombak Red Tide.
Mereka mengklaim melihat sosok Nether di dalam Red Tide yang mengatakan kelompoknya sudah lulus ujian dan mendapat kelahiran kembali.
“Wahyu” itu menjanjikan bahwa jika masuk ke akuarium dan mencapai dasar, mereka akan diberi keabadian; tidak ada lagi perbedaan manusia–Construct, tidak perlu kerja keras, semuanya akan “setara”.
Dorongan untuk segera masuk ke “medan ujian” makin kuat:
Smoker dan beberapa pengikut lain diam-diam pergi ke akuarium, mencuri empat kaleng makanan terakhir.
Pengikut yang tersisa mendesak Grace untuk memulai ujian di akuarium secepatnya, terpengaruh oleh kabar tentang Nether dan janji keabadian.
Grace ragu-ragu:
Ia berulang kali melakukan ramalan dengan batu rune, tetapi tidak mendapat hasil positif.
Saat menarik batu secara acak, ia menemukan satu batu kosong yang sebelumnya tidak pernah ada. Dalam sistem kepercayaannya, rune kosong melambangkan nasib/ketidakpastian: dapat berarti kematian, perubahan terus-menerus, dan keberanian untuk maju.
Ia dilanda konflik batin: apakah “undangan” ke medan ujian benar dan apakah benar ada kebebasan di dalam Red Tide, atau semuanya jebakan yang akan menghancurkan mereka.
Setelah semalam penuh kebimbangan, pada hari kedelapan Grace mengambil keputusan:
Ia meminta bantuan Lulu: ia akan memimpin sekelompok pengikut masuk ke akuarium, sementara Lulu tinggal di kamp untuk merawat anak-anak dan para pengikut yang terluka, lalu mengantar mereka ke area konservasi terdekat jika Grace dan rombongan tidak kembali.
Ia menawarkan bagian suplai yang lebih besar untuk Lulu sebagai kompensasi, dan menyebut ini sebagai “permintaan terakhir” setelah sebelumnya menyelamatkan nyawa Lulu.
Lulu keberatan karena keputusan itu terasa terlalu cepat dan berbahaya, tetapi akhirnya setuju sambil menekankan bahwa ia mungkin tidak bisa menahan para pengikut yang ingin memaksa pergi ke Red Tide jika Grace tak kembali.
Di akhir, Grace mengumpulkan para pengikut dengan mengayunkan linggis di tangannya, memimpin doa dan seruan iman:
Ia menyatakan bahwa mereka akan memasuki medan ujian dan memulai cobaan mereka.
Para pengikut melafalkan doa, memuji Tuhan Red Tide dan memohon surga serta kehidupan abadi.
Mereka kemudian berangkat, menjadi kelompok Scarlet Revelation terakhir yang memasuki akuarium – “medan ujian” yang akan menentukan nasib mereka.