sebelum membaca: sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena chapter ini cukup emosional dan mind-bending, kesan terbaiknya tidak akan bisa didapat jika hanya membaca di page ini. juga chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Menghilangnya SKK
Tanggal 1 April, pesawat transport yang membawa SKK ke Babylonia diserang.
Semua peralatan darurat rusak, parasut bocor, dan SKK jatuh ke sungai yang sudah terkorupsi.
Babylonia mencari habis-habisan, tapi SKK tidak ditemukan.
Terbangun di Fasilitas Misterius
SKK terbangun dari koma, terikat di meja kursi tua di ruang medis tertutup, dikelilingi noda darah.
Satu-satunya pintu terkunci rapat sampai Lithos masuk membawa sepiring ikan setengah matang.
Rahasia: SKK Tak Bisa Jadi Construct
Lithos menjelaskan rencana awal mereka: menjadikan SKK sebagai Construct untuk dijadikan “benih” rencana mereka.
Namun hasilnya: SKK tidak punya adaptabilitas terhadap Tantalum-193, alias tidak kompatibel menjadi Construct.
Ini adalah rahasia yang disembunyikan SKK dari semua orang, termasuk Gray Raven, dan sepertinya juga disembunyikan (atau dilindungi) oleh Asimov.
Rencana Alternatif: Adaptasi ke Hetero-Creature & Cthylla
Lithos membeberkan “Plan B”: menggunakan obat yang disuntikkan lewat infus.
Satu suntikan setiap hari, dan akan ada “suntikan terakhir” yang memberi SKK adaptabilitas—
bukan terhadap teknologi Construct, tapi terhadap Hetero-Creature.
Tujuannya: membuat SKK “selaras” dengan entitas bernama Cthylla
Cthylla adalah “Hetero-Hive Mother” yang pernah dibahas SKK sebagai “Hetero-Hive Mother”.
Ia membantu menciptakan Hetero-Sapiens dan melahirkan sepasang kembar (twins) yang bisa menampung M.I.N.D. para Construct.
Mereka ingin menjadikan SKK bentuk “manusia baru” yang melampaui kematian, dengan M.I.N.D. yang stabil, emosi kuat, dan kesadaran diri yang dalam.
Harga yang Dibayar: 48 Jam & Rasa Sakit Ekstrem
Setelah “suntikan terakhir”, SKK hanya punya 48 jam hidup sebagai manusia biasa.
Tubuh akan mulai membusuk, dan obat tersebut memperkuat rasa sakit hingga luar biasa.
Lithos menolak memberi pereda nyeri karena akan menurunkan “kualitas hasil”—rasa sakit dianggap penting untuk sinkronisasi M.I.N.D. dan kesadaran.
Dia khawatir SKK akan memilih bunuh diri sebelum proses selesai.
Hubungan, Cinta, dan Manipulasi Lithos
Lithos mengaku “mencintai” SKK, tapi juga mengakui ia memerlukan SKK agar rencana berhasil.
Ia mencoba “membantu” dengan memberi makan, namun saat SKK menolak, Lithos menusukkan garpu ke tangan SKK untuk “menunjukkan kondisi tubuh” dan betapa parahnya rasa sakit yang akan datang.
Ia memberi kesempatan SKK bertanya, lalu membalas dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan moral.
Lokasi Sesungguhnya: “Kapal Selam” di Kedalaman Laut
Setelah sedikit “tawar-menawar” tanya-jawab, Lithos mengaku:
Mereka berada lebih dari 5000 meter di bawah permukaan laut.
Fasilitas itu bisa dianggap seperti kapal selam raksasa.
Kesimpulannya: SKK nyaris mustahil kabur sendiri, dan Gray Raven akan sangat sulit menemukan tempat ini.
Dilema Moral: Trolley Problem Versi Liv & SKK
Lithos menguji SKK dengan versi “trolley problem”:
5 Liv hasil kloning vs 1 Liv asli; jika tuas ditarik, Liv asli mati demi menyelamatkan 5 klon yang bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Versi kedua: 5 klon SKK vs 1 SKK asli; keputusan penyelamatan ditentukan “Parlemen Babylonia”.
Lithos menyiratkan:
Bisa jadi SKK sekarang adalah salah satu dari 5 klon.
Atau Gray Raven sudah menemukan salah satu klon dan mengira itu SKK asli, lalu berhenti mencarinya.
Ini mengguncang identitas SKK, tapi ia mencoba tetap tidak terpancing.
Keyakinan, Harapan, dan Politik Manusia–Construct
Lithos mengungkit:
Status SKK sebagai “pahlawan manusia” yang tak bisa menjadi Construct membuatnya condong ke pihak manusia.
Jika fakta ini bocor, dukungan dari Construct level bawah bisa merosot.
Ia menyinggung figur lain seperti Chrome serta para “pembelot” yang memberinya informasi tentang Babylonia.
Cat’s Cradle, Dewa, Pahlawan, dan Kebohongan Indah
Lithos mengajak SKK main permainan tali “Cat’s Cradle”, sambil bernostalgia tentang masa kecil dan ayahnya.
Ia menghubungkan:
Cat’s Cradle = harapan palsu / ilusi yang menutupi kenyataan pahit.
Proyek Cthylla, keberadaan dewa, pahlawan, bahkan “pahlawan umat manusia” seperti Komandan, dipandang sebagai “kebohongan” yang manusia butuhkan untuk tetap punya harapan.
Lithos mengakui:
Para pengikut Cthylla banyak yang datang secara sukarela, memilih “kematian” dan penyerahan diri ke Cthylla demi pelarian dari dunia tanpa harapan.
Ia sendiri “tidak berbeda” dari mereka—sekaligus sadar bahwa sosok “Lithos” yang berbicara sekarang pun hanya salah satu salinan yang akan menghilang.
Penutup: Tamu Tak Diundang & Ancaman yang Mendekat
Di akhir, Lithos merasakan kehadiran “tamu tak diundang” yang datang ke fasilitas.
Ia menghentikan permainan tali, bangun, meninggalkan garpu dan piring ikan, lalu mengatakan akan “menyambut tamu itu”.
SKK dibiarkan terikat, dengan kondisi tubuh rapuh, di kedalaman >5000 meter di bawah laut.
Lamia (menyamar sebagai Lillian) terbangun setelah pingsan cukup lama, dengan kepala pusing dan M.I.N.D.-nya masih kabur.
Ia berusaha mengingat apa yang terjadi dan hanya bisa mengaitkannya dengan pertemuannya dengan Loki.
Terminal yang ia bawa hampir tidak berfungsi; saat ia cek, ia menyadari kemungkinan sudah tidak sadar selama sekitar satu minggu.
Sebelum sempat mengecek sinyal, terminal itu benar-benar mati.
Di tengah reruntuhan yang sunyi, Lamia mendengar langkah kaki perlahan mendekat.
Menyadari ada seseorang datang, ia panik dan segera berusaha bersembunyi.
Usaha kabur SKK:
SKK terbangun terbelenggu di meja dengan tubuh sangat lemah.
Menggunakan garpu yang tertancap di tangan, SKK mencabutnya dengan gigi dan memakainya untuk mengungkit borgol.
Setelah berkali-kali mencoba, garpu patah tapi borgol di tangan longgar, lalu SKK memaksakan diri hingga bisa mencabut pakunya dan membebaskan tangan.
Dengan satu tangan bebas, SKK lebih mudah membuka borgol lainnya dan mulai membobol gembok di kaki memakai sisa garpu.
Saat borgol kaki lepas, langkah kaki Lithos terdengar. SKK buru‑buru bersembunyi.
Lithos masuk, melihat borgol yang terlepas dan sama sekali tak kaget. Ia bicara sendiri tentang “mereka yang masih punya ingatan lebih stabil” dan menyebut Project Cthylla, Loki, dan “Mr. Monster” yang harus membantu Cthylla mengendalikan “cradle”.
Ia memanggil SKK “Gray Raven Commandant” tapi pura‑pura tidak mencari dengan serius, lalu pergi bersama “Paper Crane”.
SKK yang hampir pingsan merangkak keluar dari celah sempit, tubuh selemah ketika SKK koma setelah insiden Pulia Forest. SKK sempat berhalusinasi melihat Liv, lalu menegaskan diri harus segera kembali ke Gray Raven.
Latar belakang Shorthalt (Scarab):
Fokus pindah ke Shorthalt, prajurit dari squad Scarab, yang menjadi korban ketiga yang jatuh ke “pit” ini.
Flashback: Commandant Valeria menugaskannya menyelidiki target terkait Project Cthylla dan variasi baru Hetero-Creature atas permintaan Science Council & Purifying Force. Misi bersifat rahasia, mereka harus berpencar.
Sesuai firasat Shiva, lokasi yang tampak sepele itu ternyata markas Lithos. Shorthalt disergap Ascendant dan dikhianati seorang pembelot yang pura‑pura menolong.
Tubuhnya dicincang, potongan tubuh disebar sebagai umpan untuk memancing Valeria datang menyelamatkan, sementara Lithos menahannya hidup‑hidup di “pit”.
Setelah koma panjang, Shorthalt menghabiskan waktu merangkai ulang tubuhnya dengan suku cadang, mencari senjata dan jalan keluar di labirin ruang ilusi ini.
Pertemuan Shorthalt dengan SKK:
Di lorong kumuh taman hiburan, Shorthalt beristirahat sambil memakan permen peppermint beralkohol pemberian Valeria. Itu jadi pengingat hubungan dan kekhawatiran Valeria terhadap keselamatannya.
Terdengar langkah tergesa; ia bersiap dan mendapati seorang manusia yang tampak dikenalnya—ternyata SKK—dikejar Hetero-Creature.
Shorthalt segera menarik SKK, menghajarnya, dan membunuh monster tersebut. Ia kaget tapi senang bisa bertemu SKK di tempat seburuk ini.
SKK mengaku mengenalnya dari cerita orang (Bianca mengira Shorthalt sudah mati). Ia lalu menceritakan singkat bagaimana ia dipotong-potong oleh Ascendant kecil berwarna ungu (Lithos) dan dibuang ke puing.
Ia memberi SKK permen terakhirnya untuk memulihkan tenaga, lalu:
Menjelaskan bahwa tempat ini seperti maze dengan pintu dan lantai ilusi yang terhubung ke lab, panti asuhan, saluran air bawah tanah, dll.
Mengatakan Lithos sering muncul, mengganggu, lalu menghilang begitu saja—kadang malah menolongnya di saat genting, seolah memperlakukannya seperti peliharaan.
Memperingatkan SKK untuk tidak mempercayai omongan Lithos, termasuk klaim bahwa Gray Raven sudah menyelamatkan “klon” dirimu. Menurut logikanya, tak mungkin klon tumbuh dan menipu Gray Raven secepat itu.
Koneksi M.I.N.D. dan rencana berikutnya:
Shorthalt meminta koneksi M.I.N.D. karena pikirannya sudah hampir kacau setelah terlalu lama berkeliaran sendirian di tempat itu.
Setelah terhubung, ia merasa jauh lebih tenang dan berkomentar bahwa Mind Beacon-SKK berbeda dari Valeria: Valeria membuatnya merasa ingin berkelahi, sedangkan aura M.I.N.D.-SKK lebih tenang dan membuatnya ingin bertindak hati‑hati.
Ia menganggap SKK bukan sekadar “prajurit tangguh”, tapi sekarang harus diperlakukan sebagai pasien luka berat: jangan memaksa diri seperti dulu.
SKK menyebut punya micro-terminal darurat pemberian Lee yang disembunyikan di jaketnya, mungkin masih ada pesan di dalamnya meski tidak ada sinyal di kedalaman laut. Masalahnya: jaketnya udah diambil Lithos.
Shorthalt mengusulkan untuk kembali ke tumpukan puing tempat barang‑barangnya dibuang:
Mencari micro-terminal itu untuk dapatkan informasi.
Sekaligus mencari senjata yang layak, karena SKK saat ini tidak bersenjata.
Lamia dan upgrade tubuh baru dari Luna
Luna menjelaskan kalau Ascension-Network terganggu oleh “re-filtering” dan evolusi sistem.
Untuk menyelidiki masalah ini, Luna memberi Lamia upgrade frame: ia bisa punya kaki dan tetap menyimpan bentuk duyung (hybrid), asal M.I.N.D-nya stabil.
Lamia minta sedikit “bonus”: saat punya kaki, ingin lebih tinggi (170 cm), tapi Luna menolak berlebihan.
Luna memperingatkan: jika Luna sepenuhnya menyatu dengan Punishing Virus dan kehilangan diri, Lamia akan kehilangan status Ascendant dan frame-nya hancur, lalu berubah jadi Corrupted biasa. Lamia disarankan cari pelindung lain kalau ingin bertahan hidup, tapi Lamia memilih tetap bersama Luna.
Hubungan Lamia dan Lillian
Lamia memakai informasi dari Lillian untuk menyusup ke markas Lithos; Lillian melaporkan ada perpindahan suplai dan sisa-sisa Construct serta manusia yang tak pernah kembali.
Lillian mengatakan pesan ini mungkin yang terakhir karena dia diawasi ketat. Anehnya, dia justru merasa agak lega karena pengawasan itu membuatnya tidak terus dilempari misi baru.
Lillian curhat tentang masa lalunya: diambil dari panti asuhan, dipaksa menjalani hidup penuh misi pembunuhan, kecelakaan rekayasa, dan hidup sebagai “anak kecil” yang menyelinap untuk menghabisi target.
Dia lelah mengkhianati kepercayaan orang lain, tetapi juga merasa ia tak lagi berhak bermimpi hidup damai.
Lillian menyadari Lamia berubah: dulu Lamia seperti hidup hanya di “saat ini” sebagai Ascendant tanpa banyak memikirkan moralitas; sekarang Lamia mulai mempertanyakan makna dan moral dari perannya.
Lillian menegaskan: bertemu dan bekerja sama dengan Lamia tidak pernah menjadi beban, ia tidak mungkin membenci Lamia—yang menyiratkan ikatan emosional mereka cukup kuat meski hubungan mereka tampak kasual.
Identitas dan pelarian Lamia sebagai “Lillian”
Lamia menganggap identitas Lillian sebagai bentuk “kehidupan normal”: tidak diawasi sebagai Ascendant, bisa mengobrol soal hal-hal biasa dengan orang lain, dan sejenak melupakan misi-misi berat.
Dalam laporannya ke Luna, ia sering melebih-lebihkan kontribusinya; kenyataannya, Roland yang banyak bekerja keras.
Lamia menyusup ke base Lithos, mengikuti para pembelot yang memindahkan suplai dan akhirnya masuk ke area penjara bawah tanah.
Base Lithos dan kegilaan Loki
“Penjara” itu ternyata seperti hotel aneh: pintu sel lebih berfungsi untuk perlindungan diri; para “tahanan” bisa masuk-keluar dan mengunci diri sendiri untuk aman.
Saat Lamia hampir menguak rahasia tempat itu, Loki mendeteksinya meski sedang berkamuflase.
Lamia, meski sudah diperkuat Luna, tetap bereaksi dengan naluri kabur. Ia mencoba menyamar sebagai Lillian (yang dikenal Lithos), namun Loki yang kehilangan akal tak bisa membedakan kawan-lawan dan tetap mengejarnya.
Biasanya Voodoo akan muncul untuk menahan Loki, tapi kali ini Loki mengamuk tanpa kendali. M.I.N.D-nya jauh lebih kacau dari sebelumnya; ini diduga efek “re-filtering” atau eksperimen/ubahsuaian lain.
Munculnya Voodoo dan Cinderelik
Cinderelik muncul dan berusaha mengendalikan situasi,
Voodoo muncul mengambil alih, menghadapi Loki secara langsung.
Voodoo menghajar tubuh yang dulu mereka bagi (Loki/Voodoo satu tubuh) tanpa ragu, dan Cinderelik menyebut eksperimen pemisahan M.I.N.D. telah mengubah keduanya.
Cinderelik khawatir dan menanyakan apakah Voodoo tidak ingin “menahan” Loki lebih lama, tapi Voodoo mengaku tidak tahu harus berkata apa untuk membuat Loki bertahan.
Di tengah kekacauan, Voodoo menekan panel darurat di platform atas; aliran energi kacau menyapu area itu. Lamia yang bersembunyi di dalam kontainer ikut tersapu, M.I.N.D.-nya gelap, dan ia pingsan.
Lamia tertangkap dan dibawa ke markas rahasia Lithos
Sebelum pingsan total, pemandangan terakhir Lamia adalah Cinderelik dan Voodoo yang berurusan dengan Loki—momen yang kelak ia ingat sebagai kenangan terakhir tentang Cinderelik sebelum kehancurannya.
Setelah itu, Lamia dan kontainer tempat ia bersembunyi dipindahkan ke markas rahasia terbesar Lithos, jauh di bawah laut, seperti ikan yang terperangkap di lubang.
Saat sadar, ia berada di gang-gang remang, kebingungan soal lokasi dan cara kabur. Ia hanya tahu tempat itu terkait Lithos, seperti yang disinggung Cinderelik.
Untuk bertahan, Lamia kembali memakai wujud Lillian demi mengurangi kecurigaan, sambil bertekad fokus mencari jalan keluar.
Obrolan Red Tide & rencana eksperimen M.I.N.D.
Lamia (menyamar sebagai Lillian) mendengar proyeksi Red Tide membicarakan proyek pengujian stabilitas M.I.N.D. secara ilegal.
Mereka butuh M.I.N.D. manusia yang stabil: Lucia tak bisa (sudah klon), Liv rusak, Lee sulit diakses, SKK terlalu berisiko, dan akhirnya nama Noan disebut sebagai “korban” yang tak akan dicari orang.
Tersinggung juga soal keterlibatan Lithos dan proyek yang berkaitan dengan Fort Winter dan re-filtering Ascension-Network.
Lamia tertangkap & munculnya Lithos
Sebuah kandang raksasa jatuh dan menjebak Lamia (yang disangka Lillian).
Lithos datang, dingin dan sinis, dan mengisyaratkan kalau ini adalah “perpisahan” dengan Lillian yang sudah lama ia kenal.
Shorthalt dan SKK muncul; begitu Shorthalt mau menyerang, lantai pelindung menghilang dan Red Tide memancar, lalu Paper Crane menahan Shorthalt.
“Game” kejam Lithos: paksa tembak Lillian
Lithos menjelaskan bahwa seluruh area ini adalah “cradle” yang ia bangun bersama Cthylla; lantai dan barier adalah bagian dari sistem perlindungan.
Ia memberikan revolver pada SKK, lalu memegang tangan SKKdan mengarahkannya ke kandang Lillian, memaksa menembak orang yang “paling tidak berguna untuk kabur”.
Lithos menuduh Lillian sebagai pengkhianat yang gagal menjalankan tugas yang ia berikan. Lillian membela diri, mengatakan ia cuma terjebak.
Balik keadaan & penyelamatan “Lillian”
SKK mengancam akan menembak diri sendiri untuk menghentikan permainan Lithos, membuat Lithos tertekan dan melonggarkan pegangan.
SKK memanfaatkan celah itu dan mencoba menembak Lithos dari jarak dekat; ia hanya berhasil melukai lengan Lithos.
Saat fokus Lithos teralihkan, Shorthalt menendangnya dari belakang dan merusak Paper Crane cukup lama untuk memberi kesempatan kabur.
SKK menembak gembok kandang dan membebaskan Lillian; bertiga lalu melarikan diri lewat pintu yang muncul.
Pelarian & kondisi tim
Setelah menempuh lorong panjang dan beberapa pertempuran, mereka kelelahan dan berhenti di koridor penuh puing.
Lillian mengaku bukan petarung; tubuhnya (yang kini ditempati Lamia) tidak sekuat aslinya, sehingga ia hanya bisa gerak dasar.
Interogasi Lillian & keterlibatannya dengan Lithos
SKK menekan Lillian: apa hubungan dan kerja samanya dengan Lithos?
Lillian (Lamia) menjawab: Kurono mengancamnya dengan Dark Aries, menculik Simon, dan memaksanya memancing Noan untuk dibuat salinan M.I.N.D.
Ia mengaku tidak setuju, malah berniat menyelamatkan Simon tapi malah terperangkap.
Ia takut meminta bantuan Purifying Force karena masa lalunya dengan Lithos akan terbongkar, dan hubungan itu kerap dipakai untuk memerasnya.
Shorthalt menyatakan muak dengan orang yang “tidak tahu batas”.
Identitas Lithos & isu gender
Shorthalt menjelaskan: Lithos kadang berpenampilan perempuan untuk mengenang seseorang yang penting baginya, tapi itu bukan inti konflik.
Mereka memandang identitas presentasi Lithos bukan alasan permusuhan; masalahnya adalah tindakannya dan rencananya.
Penjelasan Project Cthylla
Shorthalt mengaitkan kata-kata Lithos tentang “Project Cthylla”:
Berawal dari era digitalisasi pikiran saat manusia terobsesi mengunggah data M.I.N.D.
Ilmuwan ingin lebih dari dunia digital kosong: mereka ingin wadah fisik bagi data pikiran, mencari keabadian tubuh dan jiwa.
Dari situ lahir konsep kloning tubuh dan backup pikiran: menghidupkan kembali orang mati lewat rahim ibu (Mother).
Secara teori mungkin, tapi praktiknya gagal — sampai muncul Ascendants dan teknologi sekarang.
Mereka menyebut berbagai contoh hampir-sukses: the Twins, Chiko, Hetero-Sapiens, host, dan Red Tide Projection yang memuat memori orang mati.
Shorthalt menyimpulkan: Lithos ingin M.I.N.D. stabil untuk mencetak “monster” seperti twins melalui Cthylla, yang bisa membawa bencana besar dan mengancam harapan yang dibawa “tower”.
Rencana menghadapi Lithos
Kesimpulan mereka:
Lithos harus dihentikan dengan segala cara.
Namun tempat ini adalah “markas” Lithos; seluruh lingkungan berpihak padanya, sementara mereka terluka dan hanya punya satu peluang tempur besar.
Lithos sendiri kemungkinan punya banyak backup M.I.N.D., jadi meski mereka mati sekali, Lithos bisa “respawn”.
Strategi: cari dan hancurkan backup M.I.N.D. Lithos dulu, baru bisa membunuhnya permanen.
Petunjuk lokasi backup & persiapan
Shorthalt teringat sebuah plaza dengan komidi putar, tempat Lithos pernah masuk dengan sangat waspada.
Ia pernah masuk sekali: di dalam penuh proyeksi Red Tide dan bangunan seperti koridor memori; ia langsung mengalami deviasi M.I.N.D., sakit kepala, dan halusinasi.
Mereka menduga itu area paling penting dan paling terlindungi, kemungkinan lokasi backup M.I.N.D. Lithos.
Masalah: tata letak area ini rumit seperti VR center; tiap pintu bisa tersesat kemana saja. Dibutuhkan banyak waktu dan bekal (sekitar 20 jam) untuk mencapainya.
M.I.N.D. link & rahasia Lamia
SKK dan Shorthalt sudah terhubung M.I.N.D.; SKK menyarankan Lillian juga terhubung.
Lamia (sebagai Lillian) menolak dengan alasan “tidak nyaman terhubung dengan commandant yang belum dikenal”, sebab ia takut identitas aslinya terbongkar.
SKK akhirnya mengalah, tapi meminta Lillian memanggil jika tak sanggup.
Tujuan berikutnya: perlengkapan & terminal Lee
Shorthalt menutup dengan ajakan mengumpulkan suplai: senjata untuk SKK, gel untuk luka, serum, makanan.
SKK juga meminta jaketnya yang hilang, karena di sana mungkin ada terminal buatan Lee dengan lambang Gray Raven.
Mereka bersiap memecah dan mencari perlengkapan sebelum bergerak ke plaza komidi putar.
Situasi Gray Raven & Strike Hawk
SKK sudah hilang 15 hari. Semua squad berusaha tetap “profesional”, tapi sebenarnya kalut dan marah.
Strike Hawk (Chrome, Camu, Wanshi, Kamui) menyerahkan hasil investigasi ke Lucia:
Dokumen 1: Basis sementara para pembelot di City 075, ada eksperimen stabilitas M.I.N.D. yang membuat banyak korban.
Dokumen 2: Di hilir sungai tercemar ditemukan catatan tentang Lithos, para pembelot, Ascendant yang menunggu di tepi sungai pada malam 1 April, serta seorang lelaki tua misterius. Bianca sedang menyelidikinya. Noan juga muncul di lokasi beberapa jam setelah Ascendant pergi, tapi punya alibi di Clean Zone.
Dokumen 3: Tentang Scarlet Revelation dan Project Cthylla di Aquarium Copperfield, termasuk tiga lantai bawah air yang dipakai Ascendants sebagai fasilitas riset host dan Cthylla, kini kosong. Terkait juga dengan Red Tide dan proyek Winter.
Kesimpulan sementara
Ada pihak yang melakukan eksperimen ilegal pada M.I.N.D. dan menghilangkan saksi/bukti.
Ascendant sedang mencari “M.I.N.D. yang sangat stabil” dan mungkin akan menargetkan kandidat yang paling jelas.
Lee menilai hal ini berarti SKK kemungkinan besar tidak mati di sungai.
Lucia memerintahkan: lanjutkan misi, cek info lewat Simon, pantau Noan, dan menuju reruntuhan di belakang Fort Winter tempat Lithos terlihat.
SKK yang hilang: kondisi saat ini
Di sisi lain, SKK bersama Shorthalt dan Lillian (Lamia yang menyamar) terjebak di reruntuhan.
Mereka menemukan jaket Gray Raven dan peralatan medis. Lillian/Lamia merawat luka berat SKK, tapi tampak kikuk dan takut, baik karena tidak percaya diri maupun takut identitasnya terbongkar.
Shorthalt membongkar beberapa terminal rusak untuk merakit terminal sederhana agar mereka bisa saling kontak dalam radius 100 meter.
Pesan-pesan untuk SKK
SKK mengaktifkan micro-terminal di jaketnya dan memutar 27 pesan offline:
Lucia, Lee, Liv, Strike Hawk, Cerberus, dan banyak squad lain mengirim rute pencarian, intel, dan kata-kata penyemangat.
Pesan terakhir dari Vanessa sangat rusak (glitch), berisi:
Mengingatkan bahwa menurut prosedur normal, SKK sudah akan dinyatakan tewas.
Menyinggung masa-masa di F.O.S. dan upacara kelulusan.
Ia pernah membayangkan “jatuhnya” SKK akan seperti apa, dan kini situasinya terasa pahit dan ironis.
Ia menyebut rencana memanggil Liv kembali setelah status kematian SKK dikonfirmasi.
Pesan terputus dan terminal tak merespons lagi.
Kenangan & semangat bertahan
Shorthalt mengenali lagu yang dinyanyikan Vanessa sebagai lagu sekolah F.O.S.; ia mengaitkannya dengan Valeria yang pernah bernyanyi di situasi serupa untuk memberi keberanian.
Ia menyebut semua yang masih hidup sekarang adalah “si beruntung”, dan bahwa kenangan dan orang-orang yang menunggu di luar adalah sumber keberanian untuk terus bertahan sampai bisa berkumpul lagi.
Pergulatan batin Lamia (menyamar sebagai Lillian)
Lamia merasa terhimpit: di satu sisi Lithos dan Ascendants, di sisi lain manusia yang sedang terluka parah namun menyelamatkannya dari “kandang”.
Ia sadar: jika salah langkah, ia akan terbunuh dan jadi bagian dari puing-puing.
Ia mempertimbangkan menyerang diam-diam, tapi teringat kebaikan SKK dan juga ketakutan akan “kandang” berikutnya.
Ia sangat ragu: sebagai Ascendant, bagaimana ia bisa diterima bukan hanya sebagai “senjata yang berguna”? Bagaimana agar tidak dibuang setelah tidak dipakai lagi?
Dialog tentang kepercayaan & masa lalu Lillian
Shorthalt menegurnya karena sikap “Do I really?”—kalimat yang mencerminkan ia merasa tidak benar-benar “punya” siapapun.
Ia menasihati bahwa manusia biasa harus hidup di masa kini; kalau selalu tenggelam di masa lalu, tak ada yang bisa menyelamatkannya.
Lillian/Lamia bertanya: “Kenapa kalian menyelamatkanku tadi?”
SKK menjawab bahwa bahkan jika ia bersalah, ia tidak layak begitu saja dieksekusi Ascendant; prioritas mereka adalah keluar dari sana bersama, bukan menghakimi.
SKK berjanji: jika Lillian begitu peduli dengan masa lalunya, nanti ketika mereka selamat, ia akan bantu menjelaskan pada yang lain dan menyampaikan bagaimana Lillian membantu mereka di reruntuhan, supaya ada peluang hasil yang lebih baik untuknya.
Lamia/Lillian merasa rumit tapi juga lega, memutuskan bersembunyi sedikit lebih lama di balik identitas palsu itu sebelum kebenaran akhirnya terungkap.
Perjalanan ke markas Lithos & suasana aneh
Setelah ±10 jam sejak terbangun dan 6 jam bertarung nonstop, trio (SKK, Shorthalt, Lillian/Lamia) tiba di pintu masuk lorong yang disebut Shorthalt.
Lillian merasa semua berjalan terlalu mulus untuk markas Lithos. Shorthalt bilang area ini memang selalu aneh dan mungkin Lithos tidak terlalu peduli.
Mereka curiga seakan ada yang “memandu” mereka. Shorthalt menyebut kemungkinan klon Lithos, “hantu”nya, atau “para mahkluk besar di atas” sambil menunjuk paus-paus yang berenang di langit.
Penjelasan tentang ilusi dan Ascendant
Lillian menganalisis bahwa taman bermain dan paus terbang ini mirip fantasi anak kecil yang terjebak di dasar laut.
Ia menjelaskan: Ascendant bisa mengacaukan M.I.N.D. dengan Punishing virus untuk menciptakan halusinasi berbasis memori target dan memori Ascendant.
Ada juga metode khusus: memakai Corrupted dengan kemampuan ilusi dan perangkat VR untuk membuat ilusi tetap yang menarik semua Construct terkorupsi ke dalamnya.
Namun skala area ini terlalu besar, seperti seluruh bangunan itu sendiri sudah menjadi Corrupted. Karena itu, mungkin bukan sekadar efek corruption biasa.
Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan Ascendant lain, seperti “Cthylla”, bawahan Vonnegut selain Lithos.
Kondisi tubuh SKK memburuk
SKK mulai salah lihat: pagar dikira pintu. Shorthalt khawatir, mendekat dan menyentuh wajah SKK.
Kulit di pipi kiri tiba‑tiba pecah dan terkelupas; darah mengalir. Shorthalt terkejut, menyimpulkan korupsi SKK sudah parah dan tidak sesuai dengan kadar Punishing di area (Lillian dan dia sendiri masih baik‑baik saja).
SKK menduga efek obat sebelumnya, tapi memilih tidak jujur, takut makin merepotkan tim. Ia memaksa mengatakan dirinya baik‑baik saja dan ingin fokus pada misi.
Pembagian penyelidikan tiga pintu
Terdapat tiga pintu di area tersebut, Lithos pernah lewat ketiganya. Mereka memutuskan untuk berpisah: masing‑masing ambil satu pintu agar hemat waktu.
Saat SKK memilih pintu kiri, “Lillian” tiba‑tiba mencegah dan mengklaim pintu itu, dengan alasan “feeling” kalau jalannya hanya bisa dilewati orang sekecil dirinya.
Sebenarnya, Lamia merasakan di balik pintu kiri ada jalur penuh Red Tide, tempat yang tak bisa dimasuki manusia/Construct normal, sehingga mungkin menjadi lokasi rahasia Lithos.
Shorthalt tanpa banyak keberatan menyetujui “feeling” itu:
Lillian (Lamia) → pintu kiri
Shorthalt → pintu tengah
SKK → pintu kanan (yang tampak kurang kokoh dan mungkin lebih “aman” untuk yang sedang terluka).
Kemunculan “anak Cthylla” dan Noan tiruan
Sebelum mereka masuk pintu, Lillian merasakan ada yang datang lewat perangkat pengintai miliknya dan menyuruh semua bersembunyi di balik komidi putar.
Dari arah pintu kanan muncul makhluk asing, kemungkinan “anak Cthylla / Sea Fairy”, berbicara dengan suara anggun tapi patah‑patah.
Makhluk itu mengeluh Lithos masih melarang mereka membunuh Loki, mengatakan Lithos tak bisa melepas Loki meski itu merugikan, menyebutnya “tak layak jadi anak Ibu”.
Ia lalu memberi perintah pada sosok lain: “Empat jam lagi, lanjutkan pembersihan.”
Terungkapnya Noan sebagai klon buatan Kurono
Terdengar suara Noan, namun Lillian langsung menahan SKK agar tidak memanggil.
Lillian menjelaskan: itu bukan Noan asli, melainkan salinan M.I.N.D. yang dibuat Kurono, dengan memori yang kemungkinan sudah dimanipulasi sehingga ia tak mengingat SKK.
Ia menambahkan: Kurono takut Lithos mengkhianati mereka saat transaksi, jadi mereka mengirim klon ketimbang orang asli. Tapi untuk buat klon, mereka tetap butuh akses ke orang aslinya.
SKK mulai mengaitkan ini dengan waktu ketika Dark Aries (Noan) pernah dibawa untuk diinterogasi setelah insiden Red Tide Influx; mungkin saat itulah M.I.N.D.‑nya disalin. Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya orang‑orang terkait Purifying Force di dalam struktur Science Council.
Rencana komunikasi dan risiko SKK
Setelah Noan-klon pergi, Shorthalt mengingatkan agar mereka fokus pada prioritas utama: menemukan tempat Lithos menyimpan M.I.N.D. dan membunuhnya.
Mereka sepakat: tiap setengah jam saling menghubungi lewat terminal. Jika salah satu tak merespons, dua lainnya akan segera menyusul ke arahnya.
Shorthalt menekankan kondisi SKK: jika terluka parah di sini, mereka takkan sempat mengevakuasi dan menjadikannya Construct (mereka tak tahu SKK tidak bisa jadi construct). Artinya, SKK akan mati jika salah langkah.
Dengan perasaan tertekan dan penuh keputusasaan, mereka berempat “setengah” (tiga orang + Noan-klon di latar) berpisah dan memulai perjalanan masing‑masing mengikuti jalurnya sendiri.
Penemuan dokumen Lithos & proyek Cthylla
Shorthalt menemukan laporan penelitian tentang M.I.N.D. dan beberapa nama penting: Kugawa Kurono, Cinderelik, Loki, Voodoo, dan Cthylla.
Dijelaskan bahwa Cthylla adalah “rahim berjalan” yang melahirkan si kembar.
Dari catatan “Lithos”, terungkap:
Loki adalah subjek uji yang rusak kesadarannya, lalu data M.I.N.D.-nya diselamatkan.
Karena kesadarannya tidak stabil, digunakan teknologi fusi kesadaran: tubuh seorang gadis Akdilek tanpa nama dan emosi dijadikan wadah Loki. Gadis itu kemudian menjadi Voodoo.
Metode ini dimaksudkan sebagai dasar untuk “membangunkan” Cthylla. Lithos berharap penelitiannya berguna bagi “Mister”.
Kilgore Trout & tragedi proyek Cthylla
Shorthalt mengungkap identitasnya dulu sebagai polisi dan bahwa ia pernah menangani Project Cthylla dan kasus Kilgore Trout, seorang psikolog/penulis sekaligus pembunuh.
Proyek Cthylla ternyata bertujuan militer: menciptakan senjata perang untuk memecah-belah World Government, bukan sekadar riset idealis.
“Kecelakaan” insinerator yang membakar habis fasilitas sebenarnya terkait kegilaan massal para subjek:
Subjek memenggal para ilmuwan dan memasukkan kepala mereka ke dalam perut sendiri.
Diduga terkait Kilgore Trout atau peniru ajarannya karena makna simbolisnya: para ilmuwan yang ingin “kelahiran kembali” dipaksa “lahir” dari tubuh mereka sendiri.
Shorthalt menyinggung bahwa konsep rebirth lewat rahim subjek memang tujuan Project Cthylla.
Red Tide, bunuh diri Lithos, dan kaitan dengan Cthylla
Lillian menemukan banyak sisa tubuh Lithos dan Red Tide Projection yang merekam momen menjelang tiap kematiannya.
Beberapa proyeksi belakangan menunjukkan Lithos mati dengan tenang, seolah bunuh diri.
Diduga Lithos, sebagai Ascendant dengan M.I.N.D. stabil, dijadikan “material” massal untuk Project Cthylla. Namun motif pastinya masih belum jelas.
Orphanage, masa lalu Lillian & Lithos
Ruangan-ruangan yang diperiksa mirip kamar panti asuhan.
Diungkap bahwa beberapa panti asuhan menjual anak-anak sebagai “barang” ke berbagai pihak—termasuk untuk eksperimen.
Lillian mengaku ia dan Lithos berasal dari panti yang sama dan ikut program awal penelitian Construct; hanya mereka berdua yang selamat.
Di kamar Lithos ditemukan: foto kelompok, mainan, serta banyak aksesoris rambut kayu (seperti bunga kayu di kepalanya) dan bahan ukir kayu.
Disiratkan bahwa aksesoris itu dibuat untuk mengenang seseorang yang penting baginya.
Rosa, Ann & Rand, dan kebohongan “kecelakaan rumah tangga”
SKK teringat pertemuan lama dengan seorang gadis kecil bernama Rosa di Dominik Memorial Square.
Rosa memakai aksesoris rambut milik ibunya, berkata orang tuanya “gugur sebagai pahlawan”, setelah menerima pesan misterius yang menyuruhnya mencari nama mereka di monumen.
Petra, ibu Vanessa, muncul dan menyatakan:
Ann adalah gadis yatim piatu yang dulu diambil kakeknya dan diberi nama keluarga mereka.
Secara resmi, Ann & Rand diklaim mati dalam “kecelakaan peralatan rumah tangga” di hari ulang tahun Rosa.
Rosa kemudian tinggal di bawah tanggung jawab Asimov sebagai ayah baptis.
Di kemudian hari, lewat berkas rahasia, Lucia tahu bahwa Ann & Rand sebenarnya tewas dalam kaitannya dengan Project Winter, bukan kecelakaan biasa.
SKK menyadari: versi resmi dan dokumen terenkripsi saling bertentangan, artinya kematian mereka ditutupi.
Hubungan Rosa – Lithos – aksesoris rambut
Melihat lagi aksesoris kayu Lithos, SKK menyadari: bentuknya mirip dengan aksesoris yang dipakai Rosa dulu.
Disiratkan ada hubungan antara Rosa dan Lithos melalui aksesoris itu, namun belum sepenuhnya terjelaskan.
SKK menunda memikirkan hal itu dan kembali fokus mencari lokasi cadangan memori Lithos.
Monolog Red Tide Projection Lithos
Setelah SKK pergi, aksesoris rambut yang terjatuh memicu Red Tide Projection terakhir:
Lithos menyesal tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang sudah lebih dulu mati.
Ia pernah berharap Rose masih hidup, namun sadar itu hanya harapan kosong.
Ia memohon pada “Mister” agar diizinkan membantu manusia dan proyek yang ia yakini bisa menolong banyak orang, meski Mister membencinya.
Lithos bersedia ditanam “benih kematian” di tubuhnya, agar Mister bisa membunuhnya kapan saja bila diperlukan atau bila kekuatannya disalahgunakan.
Proyeksi menghilang, menyisakan metafora “bunga merah darah” di sudut ruangan—simbol nasib tragis Lithos.
Setelah menutup panggilan, Lamia kembali ke wujud aslinya dan teringat masa lalunya di Atlantis, juga kata‑kata Lillian tentang nasib anak yatim yang bisa saja berakhir di eksperimen tidak manusiawi.
Ia merenungkan bahwa semua orang yang pernah punya ikatan dengannya kini sudah “pergi”:
Gabriel menghilang.
Roland dan Alpha sibuk dengan Luna.
Seorang manusia yang dulu sering menghubunginya merasa keinginannya sudah terpenuhi dan tak perlu kontak lagi.
Lillian pun kini punya tempat lain yang lebih baik dan lebih aman.
Lamia merasa tidak punya tempat untuk pulang, dan identitas “Lillian” yang dipakainya hanya kebohongan yang cepat atau lambat akan terungkap.
Di koridor, ia mendeteksi konsentrasi besar Red Tide dan Punishing Hetero-Hive di bawah tanah. Ia harus mencari cara membersihkan Red Tide, memancing target, dan memanggil dua orang lain ke lokasi tersebut, tapi merasa sangat lelah dan tertekan.
Ia berpikir untuk “berpura‑pura kehilangan terminal” demi bisa istirahat sejenak, sambil larut dalam rasa lelah dan kesepian—merasa seperti “putri duyung” yang tak punya tempat, atau bahkan hanya “monyet sendirian” yang menyusup di antara manusia.
Saat ia tenggelam dalam pikiran, tiba‑tiba muncul hembusan angin aneh di koridor tertutup.
Di ujung koridor, sosok mengerikan muncul—Loki—yang berteriak, “FOUND YOU!”.
Lamia berhasil mengalahkan Loki sendirian, tapi Loki mengamuk lagi dan menabrak hingga tubuhnya hancur dan jatuh ke dalam Red Tide, lalu “dipeluk” dan ditelan oleh pohon raksasa aneh bernama Cthylla, yang menyatu dengan tubuh seorang wanita.
Lamia menelusuri ruangan:
Menemukan akar-akar pohon yang mengalirkan Red Tide seperti pembuluh darah.
Di bagian atas ada kantung seperti kantung darah/rahim buatan yang berisi makhluk-makhluk menggeliat—ia menduga Hetero-Creature mungkin “dilahirkan” dari sana.
Dinding dipenuhi rak sarang lebah berisi toples dengan tubuh-tubuh tanpa anggota badan, kemungkinan besar milik Lithos atau bahan eksperimen.
Saat mencoba memeriksa telur/“egg” berdenyut di Red Tide, Lamia terseret ke dalam serangkaian ilusi/visi:
Adegan masa depan di mana ia seolah membunuh SKK dan memegang “kunci”.
Adegan Lee menembaknya sebagai “hukuman bagi Ascendant”.
Kenangan kelahirannya sendiri, ibunya (Lybia) di meja operasi, dan rasa putus asa ingin kembali ke rahim “Mother”, meminta untuk dicintai dan “dilahirkan ulang”.
Ilusi ini jelas berkaitan dengan hal yang Luna cari, semacam kunci atau memori penting yang tersimpan di dalam telur itu.
SKK dan Shorthalt datang dan “membangunkan” Lamia (yang sedang menyamar sebagai Lillian) dari ilusi. Telur itu terjatuh kembali ke Red Tide.
SKK memarahi lalu langsung khawatir pada kondisi Lillian; ini jadi pertama kalinya Lamia merasa benar-benar ditanya apakah ia terluka.
Mereka menjelaskan kalau mendekati Red Tide saja sudah cukup untuk bikin orang berhalusinasi atau jadi Corrupted.
Mereka membahas “makhluk-makhluk kecil” seperti ubur-ubur yang menuntun jalan:
Lamia dan SKK sama-sama diarahkan oleh makhluk itu ke lokasi ini.
Makhluk tersebut tampak “jinak” kepada SKK, tapi selalu menghindar jika Lamia mencoba menyentuhnya.
Fokus beralih ke misi: menghancurkan Cthylla dan cadangan M.I.N.D. Lithos.
Di rak sarang lebah mereka menemukan banyak toples berisi torso berbagai ukuran—diduga sebagai vessel/prototipe tubuh untuk berbagai tipe, atau replika M.I.N.D. seseorang.
Di antara toples itu, mereka menemukan satu torso yang jelas-jelas adalah Shorthalt sendiri.
Shorthalt tersentak:
Ia sadar Lithos telah membuat replika dirinya, dan mulai mempertanyakan: apakah ia yang sekarang ini “asli” atau cuma salinan?
Ia berjuang sejenak secara emosional, memikirkan bahwa “Shorthalt lain” berarti juga memperebutkan semua yang ia sayangi, termasuk Valeria.
Pada akhirnya ia memutuskan: yang sadar dan bisa mengambil keputusan saat ini adalah “Shorthalt yang nyata untuk saat ini”; ia memilih untuk menghancurkan tubuh cadangannya bersama semua replika lain.
Di sisi lain, ada percakapan berat soal takdir dan pengorbanan:
Shorthalt merasa ada deja vu, seperti seolah ia pernah melalui misi ini sebelumnya, dan ada celah di ingatannya (contoh: sebungkus permen dari Valeria yang entah ke mana habisnya). Ia curiga Lithos menyisakannya karena masih “berguna” untuk rencana tertentu.
Ia menganggap skenario mereka mirip film: untuk menyelamatkan “ksatria” dan “putri”, seorang prajurit harus berkorban, dan pengorbanan itu cepat atau lambat dilupakan.
SKK menanggapi dengan jujur: ia sendiri mungkin yang pertama gugur, melihat kondisi tubuh dan tingkat korupsinya. Keduanya saling menyemangati untuk “berjuang sampai akhir” meski takut dan putus asa.
Lamia/Lillian merasa tersisih sekaligus tersentuh:
SKK menegaskan kalau mereka hanya bisa selamat kalau tetap bersama dan saling bergantung, meminta Lillian untuk tidak ragu menyambung koneksi M.I.N.D. jika terjadi sesuatu.
Lamia tersentuh, tapi sekaligus sedih, karena semua perhatian itu bukan ditujukan pada “Lamia” melainkan “Lillian” yang ia tirukan.
Akhirnya, mereka mengambil keputusan:
Semua torso replika Lithos, Cthylla beserta “wanita” di dalamnya, dan fasilitas ini harus dihancurkan, agar bencana kedua seperti yang disebabkan oleh si kembar tidak terjadi lagi.
Shorthalt mengeluarkan bom EMP yang selama ini ia simpan; meski Lamia mengusulkan untuk kabur saja setelah menghancurkan M.I.N.D. Lithos, SKK menegaskan bahwa mereka tak bisa lari—Cthylla harus dihentikan di sini juga.
Lillian/Lamia, meski tidak yakin, akhirnya menyetujui rencana penghancuran total itu.
Penghancuran Pohon & Serangan Monster
Trio (SKK, Shorthalt, Lillian/Lamia) meledakkan “pohon besar” dan semua replika memori di dekat Cthylla.
Ruangan jadi gelap, muncul banyak monster anemon bergigi raksasa. Lillian terluka, Shorthalt pakai granat untuk membuka jalan mundur.
Kemunculan Cthylla & Telur Raksasa
Suasana makin mencekam dengan suara langkah aneh dan partikel Punishing merah.
Cthylla muncul membawa telur raksasa.
Shorthalt dan SKK mencoba menyerang, tapi telur itu menyambar SKK, mematahkan tulang rusuk dan membuat kulit melepuh.
Gangguan M.I.N.D. Lillian (Lamia)
Kontak dengan telur dan Cthylla memicu sakit kepala parah dan banjir memori di M.I.N.D. Lillian.
Terungkap kegelisahan batinnya: merasa seperti “serigala berbulu domba”, takut identitas aslinya sebagai Ascendant ketahuan, dan merasa dirinya hanya “sumber intelijen”.
Pertempuran Memburuk & Kematian Shorthalt
Telur menyerang lagi, menusuk lengan SKK dengan sengatan Punishing.
Shorthalt maju melindungi SKK, namun tubuhnya dihancurkan seketika dan hancur menjadi potongan yang langsung diserap tanah dan Cthylla.
Vital fluid dan M.I.N.D. Shorthalt terserap ke tubuh Cthylla, meninggalkan trauma dan keterkejutan pada Lillian dan SKK.
Telur Mengamuk & SKK Memaksa Balik Melawan
Telur bergerak super cepat mengejar mereka.
SKK yang sudah terluka parah tetap memaksa bertarung: melempar pedang Shorthalt hingga melukai dan menjatuhkan telur, lalu menusuknya ke tanah.
Tembakan terakhir diarahkan ke Cthylla untuk menghalanginya menyelamatkan telur, sementara struktur terowongan mulai runtuh.
Dilema Lillian: Kabur atau Mengakui Diri sebagai Ascendant
Lillian tahu dia bisa menyelamatkan semua kalau berhenti menyamar dan bertarung sebagai Ascendant (Lamia), tapi itu berarti membuka identitasnya di depan manusia yang mungkin tidak akan menerimanya.
Dia sadar SKK telah mempercayainya; konflik batinnya memuncak antara rasa takut dan keinginannya untuk berhenti selalu mundur.
Lillian Menanggalkan Samaran: Munculnya Lamia
Akhirnya dia berteriak “Screw it!” dan maju, berubah ke wujud mermaid Ascendant dengan Halberd Blade.
Senjata dan kendalinya atas Red Tide membuat aliran Punishing berhenti di sekitar Cthylla dan menyerang balik.
Namun, koneksi M.I.N.D. ke seorang Ascendant mempercepat korupsi Mind Beacon SKK; SKK batuk darah, sulit bernapas, dan hampir pingsan.
Ambruknya Kesadaran SKK
Dunia terasa berputar dan runtuh di mata SKK, tubuhnya tidak sanggup berdiri.
Sebelum kehilangan kesadaran, ia melihat Lamia bertarung, menggenggam telur yang terpaku di tanah.
SKK di dasar sumur
Setelah pertarungan dan gempa karena lamia, SKK jatuh ke dasar semacam sumur/well dan terluka parah, demam, serta Mind Beacon nya makin kacau.
SKK mengenang Shorthalt dan Valeria, merasa kehilangan dan putus asa, tapi tetap memaksa diri untuk bertahan hidup.
SKK menemukan ransel (makanan kering, serum, peluru, belati, obat demam) yang kemungkinan besar jebakan, tapi tetap kamu pakai karena tidak punya pilihan.
Sumur mulai berguncang, air mengalir, lalu muncul botol air dan perban dari atas. SKK memanjat dengan bantuan belati, hampir berhasil, tapi lubang sumur tertutup batangan logam (kemungkinan ulah Lithos) dan dia jatuh lagi.
Dinding sumur ternyata hidup seperti bagian dari Hetero-Creature; tonjolan di dinding membentuk tulisan yang memohon agar SKK tetap di dalam karena “di luar sangat berbahaya”.
Saat amukan dan keputusasaannya memuncak, tulisan di dinding makin banyak, seperti jeritan permohonan dari makhluk yang sekarat, meminta manusia di dalam untuk tetap tinggal.
SKK akhirnya menyerah dan berkata akan tetap di sana. Guncangan berhenti, lubang sumur menutup hampir sepenuhnya, dan SKK tertidur kelelahan setelah obat pereda nyeri mulai bekerja.
Gray Raven menemukan ruang kloning SKK
Beberapa hari kemudian (16 April, pukul 4 pagi), Gray Raven (Lucia, Liv, Lee) menemukan rumah sakit tua dan sebuah ruangan tersembunyi di kamar mayat bawah tanah.
Di dalam, ada enam jasad dengan wajah yang sama dengan SKK: beberapa kaku, beberapa membusuk, beberapa masih berdarah, semua dengan ekspresi tragis.
Mereka menahan emosi, mengecek kemungkinan masih ada yang hidup, lalu menemukan ruang bersih dengan deretan chamber kriogenik. Di ujung, ada satu SKK yang masih hidup.
Mereka sadar ini menimbulkan pertanyaan: jika SKK asli ditemukan nanti, apa yang harus dilakukan pada clone ini? Mereka menunda menjawabnya.
Lee meretas terminal dan menemukan rekaman: Lithos memindahkan mesin “memory synchronizer” ke sana, berniat mengembalikan ingatan “kalian dari Fort Winter”, dan mengaku terlambat menyadari siapa “kalian” sebenarnya.
Lucia menyambungkan ini dengan momen setelah misi Fort Winter (pemasangan node domain dan penembakan Longinus Arsenal). Saat itu, SKK dibawa pergi untuk “monitoring Mind Beacon yang terkorupsi”.
Mereka menyimpulkan: di sanalah kesempatan Project Winter memanipulasi tubuh dan ingatan SKK, memproduksi clone, dan mempersiapkan sinkronisasi memori.
Percakapan Lithos dan Vonnegut
Sementara itu, Lithos melapor pada atasannya, Vonnegut:
SKK hilang di dasar sumur.
Cthylla mengamuk karena terbangun terlalu cepat.
Cadangan M.I.N.D. di sekitar Cthylla dihancurkan SKK.
Replika M.I.N.D. milik Lithos dan Shrek (Noan) hancur, risiko kehilangan kendali atas Cthylla dan cradle meningkat.
Lamia menyusup dan mengambil Cinderelik (si “telur/egg” penting itu).
Vonnegut menilai Cthylla dan cradle yang terpenting; SKK juga vital karena tinggal satu suntikan lagi agar obat di dalam tubuhnya “sempurna”.
Ia memerintahkan Lithos memakai “kunci” untuk mengaktifkan perangkat di ruang kontrol, di mana ada replika M.I.N.D. terakhirnya: frame yang ia tinggalkan sebelum menjadi Ascendant. Itu akan dipakai untuk menstabilkan Cthylla sementara.
Vonnegut menyuruh Lithos segera menemukan SKK dan menyuntikkan dosis terakhir, sementara urusan telur dan Cthylla diserahkan pada Lilith.
Vonnegut juga menegaskan kembali nasihat lamanya: “Jangan terlalu bergantung pada rasa sakit.”
Masa lalu Lithos & rasa bersalahnya
Dalam perjalanan mengambil kunci, Lithos mengganti penampilan: melepas aksesoris dan pakaian Rose, kembali ke pakaian lamanya dari panti asuhan. Ia meminta maaf pada Rose dan mengakui bahwa ia masih menjadikan rasa sakit sebagai alat penebusan.
Narasi membongkar trauma Lithos:
“Paper Crane”, kursi medis hadiah donatur baik hati, diubah para “fathers” di panti asuhan menjadi kursi penyiksaan.
Anak-anak (“bunga-bunga belum mekar”) disiksa, tubuh mereka “dibuka” dan diperlakukan sebagai spesimen atau mainan, semuanya dibungkus dalih “cinta” dan “untuk kebaikanmu”.
Lithos tumbuh dengan konsep cinta yang menyatu dengan sakit dan penyiksaan, sehingga ia mengulang pola yang sama sebagai Ascendant.
Ia menyadari dirinya sekaligus korban dan pelaku: “Lithos” dan juga “Fathers”.
Ia melakukan hal-hal ekstrem (contoh: memotong dagingnya sendiri untuk memberi makan kelinci) atas nama “kebaikan” makhluk lain, tetapi justru menciptakan siklus ketergantungan dan kehancuran.
Ia yakin demi menyelamatkan segelintir orang di tengah bencana, ia berhak “filtering” dan mengorbankan banyak yang lain, lalu berbohong bahwa semua itu demi kebaikan mereka—hingga ia percaya kebohongannya sendiri.
Kematian berkala (melalui replika M.I.N.D. yang sering hancur) jadi cara pelariannya, seolah tiap kali mati ia bisa mengurangi sedikit rasa bersalah.
Dalam idealnya, ia ingin mati bersama “Paper Crane”, hancur seluruhnya sambil sadar dan merasakan rasa sakit yang amat sangat, sebagai satu-satunya bentuk pengampunan yang ia anggap pantas.
Lamia memegang “telur merah raksasa” misterius yang bisa mengubah dan “mengedit” masa lalu–masa depan dengan mengubah node peristiwa. Telur ini menampilkan ilusi dan kemungkinan hidup lain berdasarkan keinginannya.
Ia melihat hidup “sempurna”: ibu yang lembut, teman banyak, jadi murid pintar di Babylonia, hidup seperti putri. Namun saat simulasi dibuat lebih realistis (hanya mengubah sedikit node), ibunya tetap dingin, menyesali kelahirannya, dan menyalahkan Lamia atas hidupnya yang hancur. Luka lama Lamia soal “andai aku tidak lahir, apakah Ibu tidak mati?” kembali terbuka.
Lamia mencoba lagi: di satu simulasi ia menjadi ilmuwan jenius “Dr. Lamia”, tapi kesadarannya diekstrak untuk proyek Cthylla dan dijadikan produk AI komersial—hidupnya “hebat” hanya sebagai komoditas.
Ia juga melihat masa kecilnya di Atlantis: diabaikan para peneliti, merasa seperti noda yang dihindari semua orang, hanya ingin “jadi orang biasa seperti yang lain,” sekolah normal, hidup sederhana.
Dengan telur, ia mengubah 31206 node:
Menghapus ibu dari hidupnya,
Menjadikan dirinya siswi biasa di sekolah biasa,
Memotong semua masa kelas yang membosankan dan hanya menikmati “sepulang sekolah” dan masa-masa damai.
Akhirnya ia hidup sebagai pemandu wisata di akuarium Copperfield, mengeluh pekerjaan membosankan, tetapi itu masih hidup yang relatif “normal”. Sampai Punishing datang.
Saat Punishing menyerang, ia mencoba memajukan waktu, namun dunia justru hancur lebih cepat. Telur tidak bisa menghapus Punishing maupun eksistensinya sendiri. Ia kembali mati dengan cara remeh, dan telur tak memberi jalan keluar.
Bingung, Lamia memanggil Roland dalam simulasi dan meminjamkan telur padanya, berharap dapat inspirasi.
Roland memakai telur untuk mewujudkan masa kecil yang damai bersama ibu dan saudaranya, hidup super biasa tanpa drama. Saat Punishing datang, ia memilih mati dengan tenang setelah mengucap selamat tinggal.
Saat Lamia memintanya “coba lagi”, Roland menolak hidup dalam kebohongan kedua kalinya. Ia mengatur “kecelakaan” saat dirinya masih bayi—membalikkan tubuh bayi Roland di buaian sehingga mati sebelum hidupnya benar-benar dimulai.
Simulasi Roland berakhir mendadak. Koridor kembali kosong, meninggalkan Lamia sendirian lagi.
Cerita berawal dari perumpamaan Allegory of the Cave Plato: tentang orang-orang yang terbelenggu dalam “gua” ketidaktahuan, hanya melihat bayangan dan mengira itu adalah kenyataan. Ini dipakai sebagai metafora untuk keadaan Lamia.
Lamia diberi kesempatan oleh “telur” (egg) untuk membuat berbagai keinginan. Setiap kali ia berharap sesuatu, simulasi masa depan terbentang, namun bersamaan dengan itu muncul “retakan” pada waktu—pertanda bahwa perubahan node waktu akan menghancurkan dunia.
Ia mulai dari keinginan-keinginan “biasa”:
Ingin pengetahuan.
Ingin teman dan dipandang sebagai “orang biasa”, bukan tontonan.
Ingin jadi idola/pop star, guru hebat, dermawan yang sangat berpengaruh, bahkan lebih kuat daripada Alpha, hingga berada di atas Ascension-Network dan membuat semua agen tunduk padanya.
Setiap keinginan ini memicu konsekuensi besar di masa depan: percepatan Punishing, bencana seperti tragedi Pulia Forest yang berulang, hingga potensi kehancuran skala dunia.
Pengamat di “koridor” waktu menyadari bahwa kalau semua node waktu yang terkait dengan keinginan Lamia diubah, realitas akan hancur. Namun Lamia yang sedang larut dalam keinginan tak menyadari bahayanya.
Telur ini ternyata adalah alat Vonnegut:
Telur mengisi jalur dari “tujuan” ke “hasil” dengan rangkaian tindakan di masa lalu, lalu memperlihatkan hasil akhirnya pada Lamia.
Ini terkait dengan Hetero Tower di Clean Zone, yang berfungsi sebagai “signal tower” untuk mengirim/menerima pesan lintas waktu (dimensi keempat).
Vonnegut ingin menggunakan telur sebagai “kunci” untuk membuka “pintu” waktu melalui menara itu.
Lamia memahami konsep re-filtering:
Punishing menyimpan data M.I.N.D. “tanpa pemilik” yang berkumpul dan perlahan menyaingi, bahkan menimpa otoritas agent/Ascendant.
Jika dibiarkan, kumpulan kesadaran ini akan menjadi parade raksasa Punishing—sebuah monster tak terbayangkan yang mengancam manusia dan Ascendant.
Re-filtering dibutuhkan agar agen merebut kembali otoritas atas M.I.N.D. mereka.
Telur adalah Punishing Heteromer berkonsentrasi tinggi yang memuat kesadaran yang sepenuhnya patuh pada Ascendant, berguna untuk membantu melewati re-filtering sekaligus melakukan simulasi berbasis pesan Punishing.
Lamia mengaitkan ini dengan Project Cthylla:
Hetero-Creature raksasa dulu juga dimaksudkan sebagai “signal tower”.
Cthylla sebagai “ratu lebah”/Hetero-Hive Mother menghubungkan semua Hetero-Creature—jika Lamia bisa menguasainya, ia bisa mengontrol pasukan Hetero-Creature.
Vonnegut mengincar kombinasi: telur (kunci waktu), menara (penerima/pemancar), dan Cthylla (pusat kendali makhluk Hetero).
Lamia lalu memakai telur untuk mewujudkan keinginan yang lebih besar:
Ia “keluar dari gua” secara ekstrem—melanglang buana ke “lautan bintang”, meninggalkan tata surya begitu saja.
Ia melihat jagat raya, menembus lubang hitam, menyaksikan jawaban-jawaban sains dan filsafat yang tak mampu sepenuhnya ia pahami.
Seiring waktu, ia akhirnya memahami makna semua itu, menyentuh “tepi” semesta, dan pikiran gelapnya memudar.
Dari perspektif kosmik, ia mulai menganggap keinginan-keinginan sebelumnya (ketenaran, penghormatan, dsb.) sebagai hal yang kecil dan lucu.
Dengan kekuatan kosmik, ia dengan mudah menggenggam bulan dan memicu pasang besar yang menenggelamkan Atlantis dan membunuh sisa jiwa-jiwa di sana—namun ia memandangnya dengan dingin, larut dalam skala besar kehancuran dan kelahiran 1.570.000 peradaban kosmik.
Pada akhirnya, ketika “laut bintang” kolaps ke nol dan simulasi reboot, ia menyadari dirinya lebih memilih luasnya imajinasi semesta ketimbang kembali ke realitas pahit.
Namun waktu simulasi habis. Kembali ke realitas, Lamia sadar:
Ia tetaplah “villain” yang harus berjuang untuk bertahan hidup.
Telur hanya menunjukkan masa lalu yang perlu diubah demi mencapai hasil keinginannya; bukan keajaiban instan.
Ia menyadari nilai telur sebagai kunci solusi re-filtering dan sebagai alat yang diincar Luna serta Vonnegut.
Lamia memahami juga sisi manusia dan emosinya:
Ia harus keluar dari ruang M.I.N.D. ini sambil tetap memegang telur, tetapi butuh koneksi M.I.N.D. baru agar tidak menjadi liar dan hancur.
Satu-satunya kandidat: SKK, yang pernah salah mengira dirinya sebagai Lillian namun tetap mempercayainya.
Ini menimbulkan konflik batin: apakah ia harus memanipulasi dan memanfaatkan orang yang menunjukkan kebaikan padanya?
Pada akhirnya, setelah semua simulasi dan keinginan ekstrem, Lamia menyadari keinginan terdalamnya:
Ia tidak mau lagi tinggal di “gua” ketidaktahuan.
Ia ingin melangkah ke “cahaya” seperti orang-orang yang berani maju ke bintang-bintang meski harus mengorbankan nyawa.
Dan keinginan yang paling jujur dan menyakitkan:
“Tolong katakan padaku... orang yang baru saja mengetahui siapa aku sebenarnya... apakah mereka akan memaafkanku?”
SKK terjebak di dasar sumur dan mengalami mimpi/delirium tentang sosok bernama “Mother”, yang wujudnya gadis muda namun berperan seperti ibu penuh kasih, protektif, dan pengasih terhadap “anak” yang terluka parah.
Dalam mimpi itu, Mother menenangkan rasa bersalah sang “anak”, memuji pengorbanannya sebagai pahlawan, dan menawarkan pelarian: melupakan misi, rasa tanggung jawab, dan hanya “pulang” padanya.
Di saat bersamaan, Mind Beacon SKK makin terkikis, mimpi dan corruption bercampur, membuat SKK tergoda untuk menyerah pada pelukan Mother dan meninggalkan beban sebagai penyelamat dunia.
Setelah tertidur selama sekitar 24 jam, SKK bangun dan berhasil memanjat keluar dari sumur. Di permukaan, “surga” itu sudah rusak: bangunan runtuh, puing beterbangan, dan sosok-sosok seperti ubur-ubur (phantom) menjauh saat didekati.
Tiba-tiba terdengar ratapan panjang seorang wanita, memicu gempa besar dan runtuhan. Dari dinding yang runtuh, bermunculan Hetero-Creatures yang mengelilingi SKK namun tidak langsung menyerang.
Sesosok bayangan di langit-langit turun, tembakan SKK tidak mempan karena tubuhnya seperti cairan. Hetero-Creatures kemudian mencengkeram SKK hingga kulitnya meleleh dan tubuhnya hampir tak berdaya.
Di tengah rasa sakit dan kekacauan, sebuah suntikan (last injection) tiba-tiba muncul, dan diingatkan bahwa setelah suntikan terakhir ini SKK hanya punya 48 jam hidup, bahkan Babylonia mungkin tidak bisa menyelamatkannya.
Seekor Hetero-Creature humanoid yang menyebut dirinya “Sea Fairy” mulai berbicara. Cara bicaranya terputus-putus, tetapi isinya penting:
Menyebut dirinya dan yang lain sebagai “manusia zaman baru”, sementara manusia sekarang disebut “monyet yang belum berevolusi”.
Menjelaskan bahwa Hetero-Creatures dan Hetero-Sapiens adalah kesadaran orang mati yang menyatu dengan Punishing, dan banyak di antaranya adalah replikasi kesadaran Lithos.
Mengatakan bahwa Mother menyatukan dan “menharmonikan” mereka, sehingga kesadaran mereka tidak terpecah seperti “host”.
Menyampaikan visi: manusia lama akan “digantikan” melalui kematian dan “dilahirkan kembali” sebagai mereka; data kesadaran manusia yang mati terus berlanjut di dalam Red Tide dan Hetero-Creatures.
Sea Fairy mengulurkan tangan, mengajak SKK ke “ruang aman” untuk menunggu kematian dan “kelahiran kembali” dalam 47,7 jam.
SKK menolak: tidak mau pasrah menunggu mati dan menyatakan masih puas dengan dirinya sebagai manusia sekarang, sekaligus menunjukkan tekad untuk tetap melawan meski kondisi fisiknya hancur dan waktunya terbatas.
Pertemuan dengan “Noan” Transcendant
SKK bertemu sosok yang sangat mirip Noan di dalam terowongan, tapi dia sekarang adalah Transcendant dan buta sebelah.
Ia mengaku ingat semuanya: SKK, Gray Raven, Palma, Lillian, dll, dan ingat “jalan yang dulu ia pilih”. Namun, ia sekarang membantu Lithos karena ingatannya baru pulih setelah menjadi Transcendant.
Soal klon dan manipulasi ingatan
Di tempat ini ada banyak klon diri SKK tanpa ingatan, memakai pakaian lab.
Noan menduga ingatan SKK sudah dimanipulasi Lithos, karena dia ingat nama “Noan” tapi tidak ingat pertemuan mereka.
Klon-klon itu kabarnya dipindahkan dari lab rahasia dekat Fort Winter, sama dengan yang pernah disebut Lithos soal “lima klon” dan siapa yang benar-benar dicari Gray Raven.
Kebenaran tentang Hetero-Creature dan Red Tide
Hetero-Creature yang baru mereka lawan adalah komunitas otonom yang terdiri dari humanoid yang memiliki kepentingan bersama.
Red Tide menyimpan informasi orang-orang yang sudah mati.
Cthylla menggunakan “Tree of Life” untuk menanam pecahan kesadaran ke tubuh Hetero-Creature humanoid, menciptakan komunitas “harmonis” yang saling melengkapi.
Kesadaran itu berasal dari orang-orang yang “melarikan diri ke sini”, yang tertipu mimpi “surga di rahim Cthylla” dan iming‑iming kelahiran kembali sebagai “gadis laut abadi”.
Kejamnya harapan palsu
Noan menjelaskan bahwa banyak orang datang ke sini karena putus asa:
Di luar, mereka tak punya harapan.
Di sini, dijanjikan kenyamanan “mother”, rebirth, dan lepas dari tubuh yang membusuk.
Tapi pada akhirnya, mereka menjadi bagian dari Hetero-Creature, “anak-anak” Cthylla—bukan diselamatkan.
Karena itu, Noan menegaskan: jangan mengasihani “mereka” dan jangan berharap bisa berdamai; mereka bisa menjadi “demon lord” ketika tiba-tiba mendapatkan kekuasaan.
Situasi di dalam ‘Rahim’ Cthylla
Tempat kalian berada sekarang adalah “Cthylla’s cradle” atau rahim raksasa Cthylla—sebuah Hetero-Creature besar yang terhubung dengannya.
Orang yang mati di sini akan menyatu dengan lantai dan diserap rahim, lalu “dilahirkan kembali”.
Rahim raksasa ini berada di dasar laut dalam. Noan menunggu kesempatan untuk “melepaskan” atau mengapungkannya ke permukaan, supaya dunia luar bisa menemukan dan menghancurkannya.
Rencana: kontrol room, joystick, dan M.I.N.D.
Satu‑satunya tempat yang punya sinyal adalah control room; rencananya:
Pergi ke control room.
Mencoba menghubungi Task Force/Babylonia.
Kalau bisa, bawa Cthylla ke permukaan supaya bisa dihancurkan.
Untuk “mengapungkan rahim” ini, perlu:
Menemukan ruang penyimpanan salinan M.I.N.D.
Menghadapi Lithos.
Mencari “joystick” — kesadaran kedua yang mengendalikan Cthylla.
Struktur kontrol Cthylla:
Ada 3 kesadaran: Cthylla sendiri + 2 M.I.N.D. stabil yang menjaga agar sistem tidak runtuh.
Kalau salah satunya hilang, terjadi “collapse” terus-menerus dan semua tenggelam mati di laut dalam.
Syarat menjadi kesadaran Cthylla yang kedua
Untuk menjadi “joystick” kedua Cthylla, dibutuhkan:
M.I.N.D. yang sangat stabil.
Diterima oleh Cthylla (kalau ditolak, SKK malah jadi salah satu anak-anaknya).
Caranya: mati di dalam rahim Cthylla; akar “Tree of Life” akan menyerap kesadaran SKK.
Tapi: tak ada yang bisa hidup berdampingan lama dengan Cthylla; pada akhirnya kesadarannya akan dilumat dan dibentuk menjadi salah satu anaknya.
Satu‑satunya cara “paksa” adalah mengorbankan seseorang untuk dijadikan kesadaran kedua, dengan konsekuensi dia pasti hancur.
Hanya tiga orang yang memenuhi syarat: Noan, Lamia, dan SKK sendiri.
Dilema pengorbanan
Jika komunikasi gagal, satu dari mereka bertiga harus dikorbankan agar rahim bisa dikendalikan dan dinaikkan ke permukaan.
SKK bergulat dengan rasa bersalah: pernah gagal menyelamatkan orang lain, tidak ingin mengorbankan Noan “untuk kedua kalinya”, dan mempertanyakan apakah layak menyelamatkan diri dengan mengorbankan orang lain.
SKK memutuskan: fokus dulu ke rute yang tidak mengorbankan siapa pun—yakni pergi ke control room dan mencari bantuan.
Motivasi Noan dan kesepakatan untuk bekerja sama
Noan awalnya hendak pergi sendiri untuk “mengacaukan rencana Lithos” dan “melihat Cthylla untuk terakhir kalinya,” karena ia mendengar tangisan Cthylla yang tidak ingin melahirkan orang mati itu.
Ia menerima bahwa Cthylla “harus diistirahatkan”, karena jika dibiarkan, dunia bisa hancur.
Ia juga menegaskan Cthylla tak bisa memilih kematian sendiri, karena tubuh Hetero‑Creature akan terus beregenerasi di bawah Punishing.
SKK mengajaknya bekerja sama: pergi ke control room, berusaha menghubungi Task Force, dan mencari cara membawa Cthylla ke permukaan.
Setelah ragu sejenak, Noan setuju untuk bekerja sama dengan SKK, meski ia menegaskan bahwa ia sekarang adalah seorang Transcendant.
Perjalanan ke ruang kontrol
SKK dan “Noan” berjalan selama 8 jam melewati banyak lorong runtuh menuju ruang kontrol.
Di sepanjang jalan, Hetero-Creatures terus bermunculan dan menyerang. SKK terluka parah dan memperlambat perjalanan.
Pintu ruang kontrol & keberadaan Lamia
Mereka menemukan “pintu” ke ruang kontrol berupa sebuah pintu yang mengambang di udara, dijaga banyak Hetero-Creatures.
Noan merasakan ada seseorang dengan sebuah telur di kejauhan—ternyata itu Lamia.
Lamia dan telur Cinderelik
Lamia sedang bertarung melawan Hetero-Creatures sambil memegang telur raksasa; setiap kali menyerang, dia tampak seperti kerasukan atau hampir kehilangan kesadaran.
Noan menjelaskan bahwa telur itu adalah Cinderelik, Transcendant satu sayap pengikut Vonnegut.
Cinderelik belum benar-benar “menetas” karena M.I.N.D.-nya tidak stabil; telur ini bekerja seperti penguat kekuatan yang sekaligus mengacaukan M.I.N.D. pengguna.
Lithos dan agent nya menganggap telur ini sangat penting sebagai semacam amplifier.
Motivasi Cinderelik & info tentang Cthylla
Noan menceritakan bahwa Cinderelik memutuskan menjadi Hetero-Creature setelah mendengar kematian Kugawa Kurono.
Dia ingin “lahir kembali” melalui Cthylla (ibunya) untuk mengetahui apakah sang ibu masih mengingatnya, dan bersedia menjadi “kunci” bagi mereka sebagai permohonan terakhir.
Noan tahu hal ini karena mereka terkadang lengah di hadapannya.
Pendekatan pada Lamia & ajakan kerja sama
SKK menyadari penggunaan telur mengacaukan M.I.N.D. Lamia, lalu memanggilnya dan memperingatkan agar berhenti memakai telur itu.
Hetero-Creatures takut pada telur dan menjauh dari Lamia.
SKK menjelaskan bahwa dirinya dan Noan ingin masuk ke ruang kontrol dan tujuan kalian sejalan dengan Lamia.
SKK menekankan ingin bekerja sama dengan Lamia sebagai individu, bukan dengan “Ascendant” secara umum.
Keraguan dan penolakan Lamia menyerahkan telur
Lamia ragu karena statusnya sebagai Ascendant dan takut mereka membencinya seperti Ascendant lain.
SKK meyakinkan bahwa mereka perlu bekerja sama, terutama untuk membuat M.I.N.D. connection dan memanggil bantuan di ruang kontrol agar bisa keluar dan mengalahkan Lithos.
Lamia menolak memberikan telur karena:
Tanpa telur, framenya tidak akan bertahan lama, dan dia bisa kehilangan status Ascendant dan jadi Corrupted.
Telur itu adalah satu-satunya harapannya untuk mewujudkan semua keinginannya.
Dia akhirnya menyetujui bekerja sama, tapi tetap menolak menyerahkan telur.
7. Kesepakatan akhir
Setelah SKK mundur sedikit dan tidak memaksa telur, Lamia mulai melunak.
SKK mengusulkan untuk memulai dengan membangun koneksi M.I.N.D, meski Lamia memperingatkan itu akan merusak Mind Beacon nya. SKK tetap menerima risikonya.
Lamia, setelah ragu dan menimbang bahwa ini satu-satunya kesempatan untuk mengalahkan Lithos dan keluar hidup-hidup, akhirnya berkata setuju.
Cerita di stage ini berakhir saat Lamia melangkah mendekat ke arah SKK dengan telur, senjata, dan kawanan Hetero-Creatures di belakangnya.
Klip berita tentang Profesor Kilgore Trout
Seorang psikiater terkenal, Kilgore Trout, menerbitkan “autobiografi” yang mengaku telah memanipulasi 13 pasiennya (semua punya catatan kriminal dan “dilindungi” alasan gangguan jiwa) hingga bunuh diri.
Ia sebelumnya membantu polisi mengungkap banyak kasus kriminal yang melibatkan orang dengan gangguan jiwa.
Publik terbelah: ada yang mengutuknya, tapi ribuan orang juga membela, melakukan petisi dan pawai mendukungnya.
Trout sempat terlihat di kerumunan pendukung dan diduga kabur dari penjara.
Polisi kesulitan menetapkan vonis karena kurang bukti baru, dan banyak yang meragukan apakah buku itu benar ditulis olehnya.
Eksperimen hukuman mati & upload data pikiran
Ada kontrak eksperimen sukarela untuk narapidana hukuman mati: tubuh mereka boleh dipakai eksperimen medis, dengan kompensasi bagi keluarga.
Ternyata banyak penyalahgunaan: paksaan, eksperimen kejam, sehingga memicu skandal besar, protes massal, dan program itu akhirnya dibubarkan dan dilarang secara hukum.
Dalam dokumen yang disensor, disebutkan tentang upload “mind data” dan “Project Cthylla” – proyek yang memakai kloning dan backup pikiran agar manusia bisa “lahir kembali” lewat “Mother”, kebal penyakit dan cedera fatal, menuju keabadian.
Disebut juga bahwa data pikiran seseorang hilang dan dia “melarikan diri”, mengisyaratkan bahwa ada seseorang yang berhasil lolos dari kontrol lewat teknologi ini.
Ada judul berita bahwa Kilgore Trout dikonfirmasi telah meninggal, tapi detailnya tidak dijelaskan.
Petunjuk masa lalu Vonnegut
Di antara berkas-berkas itu, SKK menemukan sebuah novel tua milik Lithos. Dari dalamnya jatuh foto samar seorang pemuda.
Di halaman terakhir buku itu ada catatan seperti buku harian seorang anak di panti/asrama yang dipaksa “melayani” para pria yang disebut “fathers”:
Seorang pria terhormat datang lagi, hanya mengobrol, bertanya tentang hidup si anak, Rose, dan para “father”.
Si anak menanyakan nama; pria itu menunjuk buku di samping ranjang dan berkata: kalau nanti kau bisa membacanya, panggil aku Vonnegut. Kalau kita bertemu lagi, dia akan “menjemput” anak itu.
Anak itu ragu apakah harus percaya. Ia juga menyebut Riel yang sudah lama menghilang dan hanya Rubik’s cube-nya yang dibawa pulang oleh “Father”.
Reaksi emosional SKK
Saat membaca semua itu, pikiran SKK mulai kacau—Mind Beacon-nya rusak dan mengganggu penilaian.
Lamia menyadari ada yang aneh: ia melihat SKK seperti sedang menangis, meski SKK berusaha menyangkal dan menampilkan senyum.
Meski begitu, ia memutuskan menahan diri: ini bukan waktunya tenggelam, mereka harus memprioritaskan mencari bantuan dan keluar dari tempat itu.
Waktu tersisa ditampilkan T‑minus 37,5 jam.
Lamia, transmiter, dan kanal Ascendants
Kamu, Lamia, dan Noan menemukan transmiter yang dipakai Lithos untuk berkomunikasi.
Tidak ada sinyal karena ini kanal khusus Ascendants. Lamia mengaku bisa membongkar sandi Lithos dan menyalakan alatnya, meski jelas ia seperti “belajar sambil jalan”.
Ia menemukan pesan tersembunyi di dalam Punishing yang hanya bisa dilihat Ascendants, dan mengkritik cara Vonnegut, Lithos, dan Luna memanfaatkan Punishing serta Corrupted.
Pandangan Lamia tentang kekuatan dan ketidaktahuan
Lamia mengutip ucapan Gabriel: yang lemah butuh kerja sama dan teknik, sedangkan kekuatan mutlak mengabaikan hal-hal itu.
Ia menambahkan bahwa “kekuatan” punya efek menurun dan menyinggung betapa banyak orang terjebak dalam ketidaktahuan tanpa menyadarinya.
Lamia menyebut ia melihat semacam “refleksi”, tapi menolak menjelaskan.
Masalah ID card dan “Insufficient balance”
Transmiter butuh kartu identitas untuk akses. Lamia memutuskan M.I.N.D. connection agar SKK bisa istirahat, lalu pergi mencari kartu.
Ia membunuh satu Corrupted, membaca memori, lalu menemukan berkas dan kartu ID di dinding kristal Punishing.
Berkas itu milik Kana Kurono, kandidat Project Cthylla dengan operasi penyatuan ke Tree of Life yang dijadwalkan sebelum wabah Punishing.
Saat Lamia memakai kartu itu di konsol, muncul pesan: “Insufficient balance. Access denied.” Seolah di fasilitas ini pun semua harus “bayar” untuk akses. Lamia kesal dan berniat mencari jalan lain dengan mengutak-atik Corrupted lain.
Munculnya Cinderelik
Tiba-tiba Lamia mendengar suara aneh yang memanggilnya bersembunyi—ternyata itu Cinderelik?.
Cinderelik? tersenyum dan mengajaknya bersembunyi lebih dalam.
SKK dan Noan: berkas XX003 & kontrak Cthylla
Sementara itu, SKK dan Noan menemukan notebook lain di ruangan berbeda. Di dalamnya ada berkas, kartu ID, dan kontrak kosong Project Cthylla.
Berkas itu tentang subjek XX003:
Dulu seorang ahli bioteknologi yang sakit kanker turunan dan akhirnya ikut Project Cthylla.
Ia “mati” lalu beberapa kali dilahirkan ulang melalui Tree of Life, hingga akhirnya hidup kembali dalam tubuh dari seri CB.
Proyek berhasil menyelamatkan talenta ilmiahnya, tapi bukan ingatan atau kepribadiannya.
Ibunya (CB107) meninggal karena penolakan kesadaran dan organ setelah melahirkan XX003.
Pertanyaan moral muncul: apakah XX003 masih bisa disebut “dirinya yang asli”?
Kontrak Cthylla menjelaskan:
Tujuan: kelahiran kembali dengan memori dan kepribadian utuh.
Hanya untuk subjek yang otaknya masih berfungsi.
Proses melibatkan digitalisasi pikiran, tubuh asli pasti mati, tanpa anestesi.
Subjek menyerahkan data biologis dan kehilangan hak kunjungan setelah digitalisasi.
Notebook juga berisi tangkapan layar wawancara Kilgore Trout, sebagai semacam catatan nostalgia.
Kondisi fisik SKK dan sikap Noan
SKK ingin mengirimkan ID ini ke Lamia, tetapi Noan menolak membantu SKK secara fisik karena ia Transcendant—sentuhan langsung berisiko.
SKK tetap memaksakan diri berjalan meski kakinya terkoyak oleh corruption Punishing.
Noan minta maaf, berharap ia adalah Noan yang asli untuk mengingatkan dirinya akan semua kesalahan yang dulu ia buat.
Flashback: Kugawa Kurono, Kana, dan tekanan dari atas
Cerita bergeser ke masa Golden Age, menampilkan percakapan antara Kugawa Kurono dan seorang pejabat sponsor proyek:
Kugawa dikritik karena kurangnya kemajuan Project Cthylla dan hubungannya dengan subjek CB103.
Ia membela diri, menjelaskan bahwa ia ingin menguji korelasi stabilitas emosi dengan kompatibilitas Tree of Life, sampai-sampai punya anak alami dengan CB103: Kana Kurono.
Pejabat mengancam:
Proyek terlalu mahal dan ilegal, tak ada hasil.
Menyuruh “memanfaatkan” atau “menyingkirkan” Kana.
Menyarankan mengubah tujuan proyek dari “keabadian” menjadi alat kontrol—Queen Bee System, di mana Cthylla mengontrol anak-anaknya lewat koneksi M.I.N.D.
Pendanaan Cthylla dipotong setengah dan diberi tenggat sembilan bulan. Kugawa dan tim, yang sudah terlalu dalam dalam eksperimen ilegal, terpojok.
Tersisa 31 peneliti dan 47 subjek hidup—sebuah “utopia keabadian” yang kini hanya tampak sebagai kegilaan.
Lamia & Tes “Queen Bee System”
Lamia menemukan konsol berisi memo Kana Kurono dan dokumen soal “Queen Bee System” dan sistem poin.
Dari memo Kana, terungkap:
Ada sosok misterius ▃▆▁▂▄▁ di dalam monitor, yang katanya “menjaga” mereka.
Orang di fasilitas ini harus ikut tes untuk mendapatkan poin demi bisa “hidup sampai besok”.
Poin bisa didapat dari ikut eksperimen dan tes; yang nilainya rendah akan dikirim ke base eksperimen mutasi tubuh.
Kana tertekan: ingin ikut tes demi poin, tapi juga menolak menjadi objek “Queen Bee System” dan kontrol “Mommy” (Cthylla).
Lamia dipaksa mengikuti tes stabilitas emosi yang terhubung ke monitor. Jawabannya yang jujur membuat skornya banyak minus, terutama saat ia menolak pernyataan seperti “bersedia membiakkan yang mati”, “itu membawa kebahagiaan”, dan “tak tertarik pada apa pun selain membiakkan yang mati”.
Dari sini tersirat: untuk “lulus” dan bertahan hidup, subjek harus sepenuhnya menerima ideologi Cthylla dan “pembiakan orang mati”.
Flashback: Kana Kurono & XX003
Adegan beralih ke masa lalu: Kana dan XX003 (anak CB107, tidak bisa dikontrol sistem Cthylla) di lounge. XX003 membawa bagian model kapal mainan yang Kana inginkan, menggunakan robot servis karena mereka tidak punya tangan lagi (terikat).
Mereka menyuruh robot itu merakit kapal, sementara Kana berbisik pada XX003:
“Mommy” dan para peneliti sedang menguji cara membuat Mommy agresif dengan Queen Bee System.
Jika Queen Bee System dipakai dua kali lagi, semua orang akan mati; peneliti kekurangan poin, jadi bakal ada pihak luar yang datang menyerbu.
Cthylla ingin membalas dendam dan membunuh semua orang sebelum akhir itu tiba.
Kana akan menjadi Cthylla dalam satu jam; ia tahu dirinya tak punya masa depan, dan berharap XX003—yang tak bisa dikontrol Mommy—akan selamat dan keluar melihat dunia.
XX003 menolak ide ditinggal sendirian, merasa tak tahu harus apa tanpa Kana dan Mommy yang tersenyum untuknya.
Waktu Kana habis; robot memanggilnya untuk jadwal berikut (transformasi menjadi Cthylla), dan Kana pergi, meninggalkan XX003 yang hancur dan merasa hanya “replika” yang mirip, bukan “asli”.
Trauma XX003: Mengorbankan Diri Menjadi “Kana”
Ingatan XX003 berlanjut: di hadapan “Mommy” yang kehilangan Kana, XX003 memaksa dirinya menggantikan Kana.
Untuk menyerupai Kana, ia:
Mencabut sayapnya sendiri dengan paksa meski sangat menyakitkan.
Memotong rambutnya agar sama seperti Kana.
Ia memohon di depan Cthylla: “Lihat, aku sama persis dengan Kana, kan?”
Tujuannya:
Memenuhi keinginan orang lain agar tidak ditinggalkan sendirian.
Membuat “Mommy” percaya bahwa Kana tidak benar‑benar hilang.
Cthylla akhirnya sedikit tenang, memanggilnya “Kana” kembali. XX003 meneguhkan diri: kalau ia tak bisa mewujudkan harapannya sendiri, ia hanya perlu “menjadi orang lain” yang diinginkan orang lain.
Kembali ke Lamia: Perangkap Fusi Kesadaran
Narasi menyatu: suara, ingatan, dan keraguan (“Mengapa kau tak pernah mengakui aku apa adanya?”; “Kalau kesadaran kita terlalu lemah, bagaimana kalau kita menyatu saja?”) menyerbu M.I.N.D. Lamia.
Kabel monitor yang membelit Lamia berubah menjadi seperti tali pusar merah yang menghubungkannya ke “telur merah raksasa.
Lamia sadar: tes dan mesin ini sejak awal adalah perangkap untuk fusi kesadaran antara dirinya dan Cthylla.
Jeritan Cthylla menerobos masuk ke ruang kontrol; Hetero‑Creature datang berbondong‑bondong dengan agresi terarah, seolah mengikuti instruksi.
Ruangan tertutup rapat, koneksi M.I.N.D. ke luar tak bisa dilakukan; Red Tide memercik ke pangkuan Lamia.
Tanpa sempat berpikir lebih jauh, kesadaran Lamia terseret jatuh ke “lautan merah”.
ps: agak sedikit kebingungan di sini kalau tidak baca secara langsung, kamu bisa baca di dalam game atau disini
Kana Kurono
XX003
Lamia sadar dari ilusi & M.I.N.D. fusion
Lamia keluar dari ilusi, gemetar, dikelilingi bangkai Hetero-Creature yang ia bunuh saat M.I.N.D.-nya kacau.
SKK sudah babak belur dan memberinya kartu ID dengan kode XX003.
Diketahui Hetero-Creature yang teratur ini kemungkinan dikendalikan seseorang, diduga Lithos.
Soal telur Cinderelik & kepercayaan (setengahnya bohong)
Telur di pelukan Lamia adalah sumber semua masalah, tapi ia tetap memeluknya erat.
SKK tidak merebut telur, dan berkata bahwa SKK mempercayai Lamia:
Bahwa dia tidak membenci dunia segitu dalamnya.
Bahwa dia peduli pada manusia yang telah “menciptakan” dirinya.
Kata-kata ini menggoyahkan hati Lamia; ia bertanya apakah kepercayaan itu tulus atau cuma kerja sama sementara.
Di balik itu, narasi mengungkap ini sebenarnya rencana licik:
SKK dan “Noan” sempat berdiskusi bagaimana mengambil telur saat Lamia tenang.
Telur penting dan berbahaya bila jatuh ke Ascendant lain yang benci manusia.
Tapi Lithos bisa mengendalikan Punishing di sekeliling Noan, jadi menyerahkan telur pada Noan juga berisiko.
Akhirnya Noan menyarankan “membujuk musuh jadi sekutu”, yaitu mengandalkan Lamia.
Pertanyaan Lamia: bisakah manusia & Ascendant hidup berdampingan?
Tersentuh oleh kepercayaan itu, Lamia mulai melunak dan bertanya apakah manusia dan Ascendant bisa damai.
SKK menjawab bahwa itu mungkin, meski belum tentu setara.
Lamia menyebut sikap Luna yang belakangan tampak berubah, menandakan harapan kecil pada hubungan damai ini.
Ancaman Lithos mendekat
SKK memperingatkan: Lithos dan Cthylla akan menemukan Lamia selama ia memegang telur.
Dua ID card baru akan berguna hanya kalau Lithos dikalahkan—kalau tidak, masa depan habis.
Lamia mulai merenungkan gagasan “menyingkirkan Lithos”.
Lithos & Cthylla muncul
Lithos datang, mengomentari bagaimana SKK sulit ditemukan dan menyadari bahwa ada seseorang (Noan) yang memandu SKK.
Ia menyindir soal kebohongan bahwa “SKK tidak bisa melihat”.
Lithos juga mencurigai bahwa SKK bukan bergerak secara buta, tapi dengan bimbingan informasi dari luar.
Konfrontasi tentang Cthylla & telur (Cinderelik)
Lithos memerintahkan: Lamia, kembalikan Cinderelik pada Mother (Cthylla).
Telur di pelukan Lamia bereaksi saat Cthylla muncul.
Lamia meragukan bahwa Cthylla benar-benar “ibu” yang baik bagi Cinderelik.
Ia menuduh Lithos selalu membohongi Cthylla—bahkan jika Cinderelik “lahir kembali”, dia hanya akan diperalat lagi.
Lithos balik menyerang: Lamia juga menjadikan “anak” ini alat selama ini.
Pertempuran tak terelakkan
Atas desakan SKK, Lamia akhirnya mengangkat senjatanya, siap melawan.
Lithos maju ke depan, melindungi Cthylla di belakangnya, berniat menyingkirkan “pengkhianat” lebih dulu.
SKK menekankan: bila mereka kalah, tidak ada masa depan; semua bergantung pada mengalahkan Lithos.
Lamia mengungkap bahwa ada “dia” dengan izin/power yang lebih tinggi yang membuat Lithos tak bisa bebas mengendalikan Punishing.
Lithos mengancam bahwa ia bisa bertarung tanpa henti, dan sisanya bisa dihabisi oleh Cthylla.
Lithos telah berkali-kali mati; tubuhnya hancur setelah tertusuk berulang kali.
Ia menerima kematiannya sebagai bagian dari “misi” yang harus diselesaikan: mati pada waktu yang sudah ditentukan.
Kesadarannya akan bergabung dengan cradle Cthylla untuk menggantikan sang “pengkhianat” sebagai “joystick” baru, meskipun ia tahu ia tidak akan bertahan lama di sana.
Tujuan utamanya: menjebak SKK pada saat terakhir, jadi ia harus menghitung waktu dengan sangat tepat.
Ada dua variabel yang belum terselesaikan: Lamia dan “pengkhianat” yang membawa Cthylla pergi. Karena tidak punya waktu, Lithos menyerahkan urusan itu pada “dirinya yang lain” yang menyatu dengan Cthylla.
Ia menyadari kalau rencananya bisa gagal—dan menganggapnya sebagai balas dendam seorang “replika” pada dirinya.
Lamia kemudian berjalan mendekati Lithos, menatapnya saat kepalanya tertembus.
Di akhir, Lithos tetap tersenyum dan mengulang dalam hati bahwa misinya sudah selesai dan semuanya berjalan sesuai rencana—namun narasi menegaskan bahwa itu kebohongan yang ia katakan pada dirinya sendiri.
Kondisi SKK dan Lamia
Setelah Lamia membersihkan darah, “Noan” berhasil menjauhkan Cthylla sementara.
SKK sudah parah tercemar Punishing, tubuh sekarat, kaki melepuh, penuh luka.
Lamia akhirnya menggendong SKK ke ruang komunikasi, sambil tetap membawa “telur” (Cinderelik).
Gagal menghubungi Babylonia
SKK dan Lamia berhasil mengaktifkan pemancar dan memasukkan ID serta sandi darurat.
Seorang prajurit Construct menghubungkan ke Celica, tapi respons Celica terasa aneh dan mencurigakan.
Sebelum SKK bisa memahami situasinya, konsol tiba-tiba meledak, melukai paha SKK dan merusak alat komunikasi.
SKK hampir pingsan karena sakit dan corruption, dan Lamia menolong semampunya.
Tersadar di akuarium bawah laut
SKK bangun di koridor akuarium sepi, sudah diberi pertolongan pertama dan infus oleh “Noan”.
Lamia menjelaskan bahwa dia menjaga agar Punishing tetap terkendali sehingga tak bisa mengobati langsung, dan bahwa “Noan” sudah pergi.
Mereka menyadari waktu tersisa sekitar 20–30 jam sebelum struktur runtuh total.
Penjelasan tentang lokasi dan bahaya runtuhnya base
Lamia menyadari tempat mereka kini adalah bangunan nyata (semacam pangkalan laut / kapal selam) yang tersambung ke “tubuh” Hetero-Creature raksasa.
Jika makhluk itu benar-benar kolaps, seluruh reruntuhan akan tenggelam dan remuk di tekanan air, bahkan bisa membahayakan Lamia.
Hetero-Creature yang ditahan di sana akan lepas dan mengamuk jika kendali hilang, sehingga “telur” dan Cthylla menjadi kunci.
Masalah utama: Cthylla tidak boleh keluar hidup-hidup
SKK sadar: kalau Cthylla berhasil dibawa ke permukaan, Vonnegut pasti sudah menyiapkan pihak yang menjemput dan mengulang rencana bencana untuk umat manusia.
Pulia Forest Park dijadikan contoh tragedi yang tidak boleh terulang.
SKK bertanya apakah Lamia bisa mengalahkan Cthylla; Lamia menjawab tidak, setidaknya di kondisi sekarang, di kedalaman ini.
Pilihan-pilihan putus asa SKK
SKK memikirkan beberapa opsi, tetapi semuanya buruk:
Minta bantuan Babylonia: Terlambat, begitu bantuan datang, Vonnegut dan Cthylla mungkin sudah kabur.
Menjadikan Lamia sebagai kesadaran kedua Cthylla: Lamia pasti menolak, dan bila berhasil pun bisa berubah jadi ancaman baru bagi umat manusia.
Opsi lain: Sudah tidak ada, karena semua replikasi kesadaran SKK sudah dihancurkan sebelumnya.
Akhirnya, SKK menyimpulkan:
“Aku sendiri yang akan menjadi kesadaran kedua Cthylla.”
Tujuannya: menahan Cthylla dan Vonnegut cukup lama sampai pasukan lain tiba dan membunuhnya—termasuk membunuh dirinya yang sudah menyatu dengan Cthylla.
Percakapan dengan Lamia soal harapan dan kemanusiaan
SKK bertanya makna telur bagi Lamia: itu kesempatan Lamia mengejar keinginannya, melihat bintang-bintang, mengejar impian orang-orang yang mati demi luar angkasa, memahami kebenaran alam semesta.
Lamia bicara dengan nada “Ascendant”, menganggap matinya peradaban tak seberapa dibanding siklus kosmik, seperti meremehkan nilai keseluruhan umat manusia.
SKK mengingatkan bahwa Lamia dulu peduli pada manusia yang menciptakannya, dan bahwa bertentangan dalam perasaan itu “manusiawi”: bisa peduli sekaligus lelah terhadap manusia.
Cinderelik dan rasa bersalah Lamia
SKK mengajukan pertanyaan tajam: “Kalau kamu bebas jadi ‘Lamia’ dengan telur ini, di mana posisi Cinderelik?”
Ini menyentil Lamia: Cinderelik dikorbankan jadi “alat” agar Lamia punya kesempatan baru.
Lamia sedih karena salah satu dari sedikit orang yang percaya padanya, yakni SKK, tampak kecewa dan sekarat di depannya.
Ia terpaksa mengakui bahwa ia tidak ingin menjadikan Cinderelik sekedar alat. Dia juga paham banyak jiwa yang pernah terhubung dengannya, dan bahwa ia tidak benar-benar “tidak peduli pada manusia”.
Harapan kecil yang SKK titipkan
SKK mengatakan: ada banyak orang seperti Lamia dan Cinderelik yang butuh bantuan, bahkan jika mereka bukan Ascendant ataupun Construct.
Orang-orang seperti itu mungkin akan senang hidup bersama Lamia bahkan tanpa telur.
SKK berterima kasih, menyesal mereka bertemu di waktu seburuk ini, dan mengakui bahwa hidupnya sebentar lagi akan berakhir.
Ia mengingatkan: kalau telur diambil dan digunakan untuk rencana Vonnegut, korban jiwa akan tak terhitung, dan Lamia akan berakhir sendirian di “langit penuh bintang” yang kosong dari manusia—sesuatu yang sebenarnya bukan dunia yang ia idamkan.
Kedatangan Cthylla
Saat Lamia masih bimbang dan berusaha menjawab, suara tangisan Cthylla terdengar dari kejauhan.
Lamia memutuskan: ia akan memancing Cthylla menjauh dari lokasi SKK terlebih dahulu, dan berjanji akan kembali setelah itu.
Noan palsu & rencana kabur
"Noan" datang setelah Lamia pergi.
Ia memberi sedikit ketamin karena Lithos melarang anestesi, lalu menyuruh SKK untuk tidak gampang mengorbankan diri.
Setelah berpamitan dengan cara yang canggung dan emosional, ia pergi menemui Lamia dan menawarkan kesepakatan:
Lamia bisa kabur ke permukaan bersama SKK.
Sebagai gantinya, dia meminta “telur” (egg) Cthylla untuk mengendalikan Cthylla dari dalam, dengan cara menjadi kesadaran kedua Cthylla dan merebut kendali dari Lithos.
Lamia, yang sebenarnya sangat ingin mewujudkan keinginannya lewat telur itu, akhirnya rela menyerahkan telur tersebut.
Pengorbanan Noan palsu & Cthylla
Setelah Lamia pergi, "Noan" itu sendirian menunggu Cthylla datang.
Ia memanggil “ibunya” (Cthylla), membawa Cinderelik sebagai umpan emosional karena Cthylla ingin meminta maaf pada Cinderelik.
Cthylla, yang berisi dua kesadaran (dia sendiri dan Lithos), berjuang untuk maju.
Pemuda itu mengorbankan diri, “lahir kembali” bersama Cthylla, dan dengan begitu melepaskan diri dari absurditas dunia, sekaligus mengacaukan rencana Lithos.
Lamia menuju penjara Cthylla & mimpi SKK
Lamia berhasil keluar dari “kandang” bawah laut dan melihat reruntuhan besar di dasar laut yang penuh Punishing.
Ia berenang secepat mungkin menuju pusat Punishing, tempat Cthylla dan Hetero-Creature dikurung.
Sementara itu, sang SKK yang hampir mati bermimpi:
Kembali ke aula wisuda, mendengar lagu himne F.O.S. dan mengingat rekan-rekan yang sudah gugur.
Cthylla muncul dalam mimpi sebagai sosok perempuan yang asing di dalam memori yang hangat.
Cthylla menjelaskan betapa menyiksanya penggabungan kesadaran dengan dirinya: merasakan semua rasa sakit kelahiran dan kematian yang ia alami.
Ia meminta satu janji: jika SKK tetap mau bergabung dengannya, tolong bantu ia “bunuh diri” suatu hari nanti.
SKK lalu melihat Lucia, Liv, Lee, Shorthalt, dan Noan dalam mimpi salju, semuanya memintanya untuk tidak pergi, untuk tetap percaya pada mereka. SKK bimbang antara harapan dan keputusasaan.
Kembali sadar: sudah setahun hilang
SKK terbangun dan melihat Lamia kembali, basah kuyup, membawa name tag Shorthalt.
Lamia menjelaskan: ia sudah menghancurkan pengikat Cthylla, mereka sedang naik menuju permukaan.
Saat SKK menanyai waktu, terungkap bahwa:
Mereka jatuh ke sini sekitar 30–31 Maret.
Hari terakhir yang diingat komandan adalah 1 April (April Fool’s Day).
Tahun yang disebut Lamia mengungkap bahwa sudah setahun penuh berlalu sejak SKK menghilang.
SKK menyadari kemungkinan besar:
Lithos membuat banyak klon dirinya tanpa ingatan.
Gray Raven mungkin menemukan “salinan” dirinya dan berhenti mencari yang asli.
Atau ia memang sudah dianggap hilang/ditinggalkan.
Rasa ditinggalkan & pengakuan diri SKK
SKK mulai yakin bahwa tidak ada yang akan datang menyelamatkannya atau menghentikan Cthylla tepat waktu.
Ia merenungkan konsep “nilai”:
Sesuatu yang berharga bagi seseorang bisa tak bernilai bagi yang lain.
Ia bukan jenius, hanya manusia biasa yang bekerja sangat keras.
Kode sandi terminalnya “931206” ternyata adalah kode laporan uji kopolimer adaptasi yang menunjukkan ia tak bisa menjadi Construct; ia menjadikannya pengingat untuk terus maju sebisa mungkin sebagai manusia biasa di garis depan.
Ia merasa sudah sampai batas kemampuan dan menerima bahwa ini mungkin akhir hidupnya.
Lamia tidak percaya Babylonia benar-benar menelantarkan orang sepertinya, tapi SKK merasa faktanya menunjukkan hal sebaliknya.
Wishes, Lamia, dan “jadilah lebih serakah”
Lamia mengaku dirinya pun “tak punya apa-apa” bila tak memeluk telur itu; ia hanya bisa sejauh ini karena keinginan yang diikatkan pada telur.
SKK berkata ia tak akan memaksa Lamia melepaskan keinginannya, justru memintanya untuk “jadi sedikit lebih rakus/serakah”:
Jangan cuma mengejar “kebenaran di langit berbintang”.
Sertakan juga “orang-orang yang ingin hidup” dalam keinginannya.
Ia ingin Lamia punya keberanian untuk menginginkan lebih: berlayar ke bintang-bintang sambil menggandeng tangan orang-orang yang penting baginya.
Lamia mulai mengerti: orang yang mengirimnya ke dunia mungkin ingin ia melanjutkan “keajaiban” kehidupan, bukan mengurung diri pada satu tujuan sempit.
Permintaan terakhir SKK & penyerahan diri pada Cthylla
SKK menegaskan: ia sudah merasa bencana ini tak akan dicegah oleh kedatangan Gray Raven tepat waktu.
Ia menyanyikan baris lagu tentang bintang dan laut, mengingat bahwa keberadaannya kini hanya mungkin karena darah generasi sebelumnya — dan hal yang sama berlaku untuk Lamia.
Ia mengajukan satu permintaan terakhir pada Lamia:
Jika nanti ia menyatu dengan Cthylla, ia tidak ingin mati di tangan Gray Raven.
Ia meminta Lamia menjadi orang yang “mengakhirinya”, bila saat itu tiba.
Lamia menangis, tetapi berjanji “akan berusaha sekuat mungkin”.
SKK melepas name tag-nya dan meletakkannya di samping ekor Lamia, di samping name tag Shorthalt, meminta Lamia untuk meninggalkannya di pantai kelak sebagai penanda.
Di akhir, SKK berkata: “Bawa aku, Cthylla. Lepaskan aku, Lamia.”
Tubuhnya perlahan dibungkus struktur merah.
Semua sisa waktu, darah, dan penyesalan “tenggelam ke dalam lumpur merah”.
Lamia mengucapkan salam perpisahan, menyadari bahwa ia mungkin tak akan bisa menggenggam tangan itu lagi selamanya.
Waktu: 1 April, dini hari, tepat satu tahun sejak SKK menghilang.
Sebuah peti mati berbentuk paus yang berisi jasad SKK muncul dari laut dalam, bersama 612 jiwa lain yang juga tewas dan terlupakan.
Semua jiwa itu digambarkan dipenuhi penyesalan, kebingungan, dan kesepian; harapan mereka untuk “akhir” atau tujuan yang jelas belum tercapai.
Di momen singkat ini, mereka seolah memohon izin untuk menyanyikan “lagu-lagu lama” yang berubah menjadi nyanyian paus panjang, lalu melangkah ke jalan tanpa kembali.
Narasi menekankan bahwa mereka berjalan di jalan yang sudah dipaving oleh darah para pendahulu. Sekarang, giliran mereka meneruskan hidup—atau warisan—kepada generasi berikutnya.
Meski sudah menjadi bagian dari “Red Tide” dan ratapan mereka tak terjawab, mereka tetap mencari jalan bahkan setelah mati, berbaris dalam “parade jenazah”—sebuah perjalanan abadi para korban yang tak dikenang.
Akhir Cthylla & Cinderelik
Kesadaran “telur merah” perlahan hancur dan akan menjadi data kacau seperti Hetero-Creature biasa.
Cinderelik menyesali kegagalan Proyek Cthylla dan keputusan ayah Kana yang bunuh diri, merasa semua usahanya sia‑sia.
Ia tetap ingin membuktikan bahwa Proyek Cthylla berharga dan tidak seharusnya ditinggalkan, setidaknya dengan “meninggalkan jejak” mereka.
Kemunculan Lithos & Lilith
Setelah Cthylla hancur, Lithos dan Lilith datang mengambil “anak” (telur) sesuai keinginan Vonnegut, demi melindungi kesadaran SKK.
Mereka mengeluh karena hilangnya Cthylla membuat banyak rencana ulang, dan mereka tak bisa lagi menggunakan Cthylla untuk menahan ekspansi Hetero Zone atau mengubah Hetero jadi pasukan.
Lithos membawa telur itu untuk “ditetaskan”, lalu keduanya pergi sebelum pasukan Babylonia datang.
Lamia Menyerahkan Diri pada Manusia
Dalam hujan, Lamia menunggu sampai pasukan Babylonia tiba. Mereka menganggapnya hanya sebagai “Ascendant”, bukan Lamia.
Ia maju sendiri, mengembalikan dua name tag milik Shorthalt dan Gray Raven Commandant/SKK (versi lain yang mati di Cradle).
Awalnya pasukan mengira Lamia membunuh mereka, tapi Lamia menjelaskan bahwa ia bertemu “SKK lain” yang telah ditinggalkan dan mati di hadapannya.
Pengakuan Lamia & Konfirmasi SKK
Lamia menyebut kode “931206” dan menjelaskan pengalaman di Cradle: bertemu jiwa‑jiwa terluka, mencoba kabur bersama, lalu satu per satu berkorban, sampai akhirnya menerima “permintaan terakhir” dari SKK itu.
SKK yang sekarang memahami apa yang ia maksud dan mengakui bahwa panggilan mereka dulu dianggap prank karena Babylonia sudah punya SKK yang “asli”.
Diskusi tentang Pengorbanan
Lamia bertanya: bila seseorang bisa selamat jika menunggu sedikit lebih lama, tapi dapat menyelamatkan orang lain dengan mengorbankan diri sendiri, apakah masih akan memilih berkorban?
SKK menjawab “I would”, bukan karena keuntungan pribadi, tapi karena itu yang mereka ingin lakukan—“spark” bagi mereka adalah orang‑orang yang masih hidup, dan mereka ingin orang‑orang itu hidup lebih lama dan lebih bahagia.
Keinginan Lamia & Penyerahan Telur
Lamia menyatakan alasannya datang: memenuhi keinginannya “sebaik dan sesempurna mungkin”.
Ia menyerahkan telur (sisa Cthylla / “anak” itu) pada manusia karena itu adalah:
keinginan telur itu sendiri,
permintaan dirinya,
dan juga wasiat dari “SKKlain”.
Ia memperingatkan agar tidak menyentuh langsung telur karena masih berbahaya sebagai Hetero-Creature.
Lamia Menghilang ke Laut
Setelah telur dimasukkan ke dalam isolation case dan SKK mengucap “Terima kasih, Lamia”, Lamia menghilang dan kembali ke laut sebelum mereka bisa menangkapnya.
Para prajurit panik mencarinya, tapi ia sudah tenggelam jauh ke kedalaman.
Perasaan “Villain” yang Bahagia
Lamia menyadari bahwa dari sudut pandang manusia, ia tetap “villain/Ascendant”, meski ia baru saja menyerahkan kekuatan yang bisa menghancurkan dunia.
Namun, anehnya, ia merasa bahagia karena para “pahlawan” kini memegang harapan masa depan—dan sebagian dari keinginannya tersampaikan.
Ia mengamati dari kejauhan saat Gray Raven dan SKK pergi; ia berharap bisa mendengar lagi kata “terima kasih” dan melihat tatapan ramah, tapi yang tersisa hanya suara angin dan ombak.
Kerinduan pada Manusia dan Bintang
Ketika langit cerah, ia menatap pantai dan langit berbintang, mengingat bahwa dulu ia bisa saja “menggapai bintang” namun memilih melepaskannya demi mengikuti kata‑kata SKK:
“Terus kejar langit berbintang dan jangan berhenti bergerak maju.”
Kini ia “tidak lagi maju sendiri dengan telur itu”, melainkan mempercayakan masa depan pada mereka yang masih bisa melangkah.
Janji dan Kesepian Lamia
Ia mengaku tidak menyesal, tetapi tetap merasa sedih dan kesepian karena pada akhirnya tetap tersisih dan “diasingkan” ke laut dalam.
Meski begitu, ia berjanji tidak akan menyerah. Suatu hari, ia ingin mencapai “langit berbintang” itu tanpa meninggalkan siapa pun lagi.
Menyadari hal itu mungkin akan memakan waktu amat sangat lama, ia menatap ekornya dan permukaan laut yang memantulkan cahaya bintang.
“Surat Cinta” yang Takkan Pernah Sampai
Lamia menyanyi sendirian lagu yang baru ia pelajari—lagu yang bukan miliknya—seperti seorang buangan yang berpura‑pura pernah menjadi bagian dari “kerajaan para pahlawan”.
Air matanya jatuh ke laut, membentuk riak bak mata yang memantulkan bintang.
Dengan nyanyian dan tangis tersebut, ia mengirim “surat cinta” yang takkan pernah sampai ke bintang, hanya bisa dititipkan pada bayangan bintang di permukaan laut.
Vonnegut, The Merciful One, dan “Key” (Chaos)
Beberapa bulan setelah kejadian utama, Vonnegut dan sosok bernama The Merciful One berada di markas sementara yang remang.
Mereka membicarakan sebuah “kunci” yang berbentuk telur di Tree of Life—intinya adalah reinkarnasi/inti SKK.
Vonnegut menjelaskan bahwa “key” ini lebih tepat dianggap sebagai SKK itu sendiri, dengan kesadaran dan ingatan yang belum lengkap, tercampur dengan pecahan ingatan orang lain.
The Merciful One menyinggung rencana Vonnegut soal Hetero Zone dan konflik manusia vs Punishing; Vonnegut berniat mengunjungi Luna dan merekrut siapa pun yang bisa melawan virus, termasuk Ascendants.
Mereka juga membahas beban “kekuatan” yang berulang: kebanyakan orang akan menyalahgunakan kekuatan ketika menyadari kemampuannya. Vonnegut memilih SKK ini karena ia paham “harga” dari kekuatan.
Telur itu menetas, lahirlah sosok kecil pucat seperti boneka, terikat rantai. The Merciful One bercanda ingin menamainya “Billy Pilgrim”, tapi Vonnegut menolak dan memilih nama sementara: Chaos, sampai makhluk itu menamai dirinya sendiri.
Kembali ke Babylonia & Kasus Kloning SKK
Di hari yang sama, di Babylonia, laporan operasi berakhir dengan kesimpulan resmi: “Salah satu klon SKK tewas dalam kecelakaan.”
Komandan Nikola menganggap ini bagian dari skema Ascendants. Intinya, klon dikorbankan selama SKK “asli” bisa kembali.
Diceritakan kembali kejadian masa lalu ketika SKK menghilang (awal April):
16 April: Seorang manusia bangun telanjang di lab bawah tanah tua, terikat di meja operasi. Ia kabur, bertelanjang kaki dengan alas seadanya dari kardus dan kain.
Ia bertemu seorang Construct yang pura-pura menolong, tapi ternyata menjebaknya kembali ke wilayah Lithos—penuh pembelot, Corrupted, kultis Scarlet Revelation, dan lorong seperti labirin.
Butuh empat hari penuh untuk kabur dari “neraka” itu.
Lucia kemudian menjelaskan bahwa pada dini hari 16 April, Gray Raven menyelamatkan klon SKK di dekat Fort Winter:
Klon itu bangun tanpa ingatan dan meninggal di ruang gawat darurat, sehingga kehilangan sumber informasi penting.
20 April, manusia yang babak belur itu mencoba kabur lagi:
Ia melumpuhkan penjaga, mengambil jaketnya, dan menyusun jebakan batu untuk mengalahkan Construct yang mengejarnya.
Hampir putus asa karena tidak bisa mengirim sinyal tanpa ketahuan, ia bertemu Zong—wajah pertama yang familiar—yang menyeretnya ke dalam badai konflik dengan Forsaken.
Akhirnya, Gray Raven menemukan kembali SKK yang menyimpan semua ingatan, hanya kehilangan memori antara 1–16 April dan mengalami cedera ringan.
Konfirmasi Identitas & Kehidupan Setelahnya
Di rumah sakit Babylonia, SKK pulih dengan cepat, bahkan bisa bermain kartu dengan Vanessa dan Simon. Vanessa menyebut keberuntungan SKK “mustahil,” karena biasanya orang yang hilang selama itu sudah tak terselamatkan.
Satu-satunya korban yang “resmi” hanyalah klon yang diabaikan. SKK asli kembali pada “kisahnya sendiri”.
Hippocrates dari Star of Life datang membawa hasil tes: tidak ada tanda pertumbuhan dipercepat karena obat, artinya tubuh SKK bukan klon hasil percepatan—ini “yang asli”.
Ia memberikan berkas laporan medis cetak, mempersilakan SKK memintanya diulang bila merasa ada yang janggal.
Misi Baru & Kasus Orang Hilang (Bethe)
Setelah sembuh, SKK membantu Purifying Force membasmi pengkhianat dan merancang program pencegahan serta penataan ulang.
Bianca menjelaskan bahwa rumor tentang Recall sebagai kebohongan besar Babylonia memicu banyak pembelotan; karena siapa pun yang merasa akan disiksa atau dieksekusi bisa nekat melakukan apa saja. Karena itu, sistem “eksekusi” lama harus direformasi.
Dalam penyelidikan orang hilang, hampir semua kasus punya hasil—kecuali satu: Bethe, lelaki tua yang terlihat di tepi sungai pada 1 April, lalu lenyap sampai musim gugur.
SKK lalu mengkonfrontasi Noan—yang kebetulan juga berada di tepi sungai tanggal 1 April dan diawasi karenanya—dengan video Bethe.
Noan mengaku setelah hening sesaat:
Bethe adalah mantan eksekutif bisnis senjata bawah tanah di Golden Age dan penyandang dana panti asuhan. Setelah bosnya tewas saat Great Evacuation, ia menguasai sebagian bisnis bosnya.
Bethe memanfaatkan koneksi dengan Akdilek, Kurono, dan Babylonia untuk “mengalirkan” senjata yang tak terpakai ke pihak-pihak yang membutuhkannya di era apocalypse.
Cetak biru Rev Blade yang “dibuang Babylonia 10 tahun lalu” ternyata dibeli dari Bethe, lalu berputar di pasar gelap dan berakhir... kembali di Babylonia.
Hanya sedikit orang yang tahu keberadaan Bethe karena dia jarang tampil langsung, kecuali untuk pelanggan lama. Noan sendiri hanya bertemu dia lewat perantara Fantine.
Noan mengingat:
Fantine (ibu Cosette) dan Noan pernah berjalan bersama ke area konservasi setelah bencana Pulia Forest Park; saat itu SKK pingsan.
Suami Fantine memohon bantuan Noan mencari Fantine yang hilang.
Jejak Fantine membawa mereka ke basement Bethe: ruangan penuh bau busuk, tulang, dinding bercakar, sisa jari di ventilasi, dan foto anak-anak—neraka hidup.
Karena fokus menyelamatkan Fantine, mereka gagal menangkap Bethe. Noan menyesal: kalau saja saat itu Bethe dihabisi, tragedi yang menimpa SKK (penculikan, eksperimen, klon) mungkin tak terjadi.
Kecurigaan, Berkas Tes, dan “Parade Orang Mati”
Bunyi bel rapat strategi membuyarkan lamunan SKK, membawa kembali ke ruang lounge kosong.
Ia teringat pesan panik Celica yang dulu ia abaikan—semua orang mengira kemunculan “ikan paus raksasa” hanyalah trik Ascendants.
Ia kini bertanya-tanya: andaikan dulu ia menanggapi serius dan menyelamatkan “dirinya yang lain” (klon), apa yang akan ia lakukan terhadap konsekuensi yang muncul?
SKK membuka kembali berkas laporan medis dari Hippocrates yang selama ini ia simpan. Data penuh istilah teknis yang awalnya tak ia pahami.
Di halaman terakhir, ia menemukan nomor seri tulisan tangan yang nyaris tak terbaca, tetapi maknanya mengisyaratkan satu hal:
“Parade orang-orang mati” (Cradle of the Dead) masih terus berlangsung.