sebelum membaca: sangat sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena chapter ini sangat emosional, kesan terbaiknya tidak akan bisa didapat jika hanya membaca di page ini. juga chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Sekelompok pengungsi dari berbagai latar (kaya–miskin, terpelajar–sederhana) berjalan menembus gurun salju dan ngarai batu yang hancur. Mereka menolak naik kapal luar angkasa dan memilih tetap di bumi yang sudah porak-poranda, meninggalkan kebun, teknologi, altar, dan makam mereka. Tanah air mereka sudah sepenuhnya hancur.
Seorang pria paruh baya dan seorang pemuda kelelahan berbagi air dan sup panas. Nyaris semua orang di rombongan ini hidupnya dihabiskan dalam pelarian, selalu menghindari Red Tide dan tak pernah bisa menetap lama.
Di ujung ngarai, mereka mencapai sebuah kamp pengungsi. Suara nyanyian samar terdengar lewat “echo wall” yang memanjangkan gema. Seorang penyanyi keliling bernama Barniga menyanyi di sekitar api unggun, memainkan alat musik petik.
Lagu pertama Barniga adalah semacam himne tentang Golden Age era: kejayaan teknologi (reaktor fusi, base permanen di bulan, teleskop Tycho, kapal koloni “Dawn-III”), penjelajahan luar angkasa, dan optimisme rasional. Ia juga menyinggung mitos bahwa kehidupan di bumi berasal dari “pengunjung” luar, dan bahwa di Golden Age itulah pertanyaan-pertanyaan besar dalam gen manusia tampak akan terjawab.
Pria paruh baya bernostalgia bahwa itu adalah “masa lalu yang indah”. Pemuda itu mengiyakan, meski generasi muda sebenarnya tidak pernah benar-benar mengalami era tersebut; hanya orang-orang sangat tua yang masih hidup di masa yang digambarkan lagu.
Barniga menjelaskan gurunya yang mengajarinya lirik itu, dan mengaitkan lagu dengan gagasan bahwa bahasa membatasi dunia: lewat lagu, manusia menyebarkan keajaiban dan legenda melintasi ruang dan waktu, bahkan melampaui bencana.
Namun suasana menjadi muram. Pria paruh baya dan pemuda itu mempertanyakan kapan penderitaan dan pelarian ini akan berakhir. Keheningan dan keputusasaan menyelimuti para pengungsi.
Barniga lalu teringat bait lain yang dulu diajarkan gurunya dan menyanyikan bagian baru: tentang kepercayaan sebagai cahaya penuntun, jejak para perintis yang bangkit dari abu, luka dan bekas luka yang berubah jadi “parit” bagi kelahiran kembali—sebuah legenda yang bernuansa harapan dan kebangkitan.
Setelah lagu berakhir, kehangatan sup dan api unggun tidak sanggup mengusir kesunyian berat. Seorang pemuda meminta Barniga menyanyikan lagu baru tentang kehidupan mereka saat ini, bahkan menawarkan harmonika berkarat miliknya untuk mengiringi.
Barniga menolak: gurunya sudah gugur dalam pertempuran terakhir ARU, dan ia mengaku tidak pandai menggambarkan bencana atau kondisi dunia mereka sekarang. Karena itu ia “tidak bisa menyanyikan masa kini”. Pengungsi lain tidak memprotes; mereka hanya menerimanya dengan pasrah. Barniga menambahkan, mungkin setelah musim dingin berakhir, ia bisa menyanyikan lagu baru—sebuah harapan yang bahkan para pengungsi sadari mungkin palsu.
Dalam diam, DIa memainkan sebuah dadu. Penggali Kubur membaca buku—di dalamnya pengetahuan, nalar, keinginan, dan kekacauan tertulis dan “dibekukan” dalam teks.
Lalu muncul rangkaian gambaran yang pernah disaksikan sosok wanita (disebut “gravedigger”/penggali kubur, dan juga tampaknya sosok perempuan berambut merah muda yang dari awal duduk mendengarkan):
Dua matahari kembar terbit di dataran, dan cincin di langit yang lebih terang dari bintang.
Jeritan yang hilang di kehampaan luar angkasa, terkubur di “kuburan kapal perang” yang berkilau seperti debu bintang.
Di sebuah menara, seorang pahlawan terluka, tubuhnya yang penuh luka seolah “merobek” tirai waktu untuk membuka “masa depan”.
Narasi menutup dengan refleksi bahwa waktu tidak baik maupun jahat, hanya “adil”. Sang perempuan sudah membuat pilihannya, dan ditekankan bahwa belas kasih adalah kebajikan yang sunyi.
Situasi Kamp & Masalah Air
Kamp berada di wilayah pegunungan bersalju abadi, hidup dari air hasil melelehkan es.
Tim pengambil air melapor bahwa sebagian sungai mulai mencair dan suhu air lebih hangat dari titik beku, kemungkinan ada mata air panas di hulu.
Mereka membawa sampel air untuk diuji. Tangki air kamp saat ini penuh, tapi jelas hanya solusi sementara.
Konflik Soal Mata Air Panas
Pemimpin tim air, Joe Williams, memohon pada Vanessa untuk mengizinkan penyelidikan ke sumber air hangat karena akan mempermudah pengambilan air.
Vanessa menolak keras: daerah itu di luar jangkauan patroli, belum dieksplorasi, berpotensi mengandung Mutated Red Tide atau makhluk berbahaya.
Joe menyinggung kematian Liata (putri bungsu Mrs. Jones sekaligus anak Joe) karena kekurangan air, namun Vanessa tetap menolak demi menghindari risiko kehilangan satu tim penuh hanya untuk “kemungkinan” sumber air.
Setelah Joe pergi, Vanessa menjelaskan bahwa sekalipun benar mata air panas itu aman, Red Tide pada akhirnya akan menembus batuan dan mencemari air tanah juga. Solusi jangka pendek dianggapnya hanya “harapan palsu”; yang dibutuhkan adalah metode pemurnian air.
Ancaman Mutated Red Tide & Rasa Tak Berdaya
Narasi menegaskan bahwa musuh manusia bukan hanya Corrupted atau Hetero-Creature, tetapi juga iklim beku, alam liar, dan Mutated Red Tide yang perlahan merusak seluruh ekosistem air.
SKK merasa bahwa meski telah mendapatkanHetero Tower core, kemajuan masih sangat terbatas dan jauh dari “menyelamatkan dunia”. Vanessa menegaskan bahwa dunia ini “tidak butuh pahlawan”.
Kontak dengan Rosa & Penelitian Filter
Rosa menghubungi SKK dari Aerospace City, menanyakan kondisi air kamp.
Ia menjelaskan bahwa dekripsi data inti Hetero Tower sangat sulit; baru kurang dari 1% data yang terbuka, sementara ia berharap menemukan teknologi untuk memperkuat filter terhadap Red Tide.
Rosa mengirim daftar material penting untuk peningkatan filter (beberapa bahan ditandai merah sebagai prioritas). SKK diminta mengumpulkannya saat mencari suplai.
SKK menanyakan kembali soal “perangkat peningkat kesadaran” (consciousness enhancement device), teori Asimov yang sangat sulit diwujudkan. SKK mempertimbangkannya sebagai rencana cadangan karena Mind Beacon saat ini tak bisa menghubungkan terlalu banyak Construct bila terjadi pertempuran besar.
Rosa menyatakan bisa mencoba menguji konsep itu dengan suplai dari Aerospace City, tapi tidak menjamin keberhasilan maupun keandalannya.
Suasana di Kantin & Kematian Liata
Di kantin, beberapa pengungsi membicarakan Joe dan kemarahan Vanessa, lalu beralih membahas Liata yang baru saja meninggal di usia 18 tahun.
Mereka juga membicarakan betapa ketatnya aturan Vanessa, sampai-sampai mencuri makanan atau buah kaleng dianggap sangat berisiko.
Disebut bahwa kaleng buah terakhir di kamp diberikan pada Liata sebelum ia meninggal, agar ia sempat mencicipi sesuatu yang manis.
Percakapan ringan muncul tentang “lemon slush” buatan sendiri dari es pipa dan vitamin C, menunjukkan upaya kecil mereka untuk mempertahankan rasa normal dan sedikit kenyamanan.
Laporan Medis & Hasil Uji Sampel Sungai
Emma menemui SKK di kantin untuk mengatur rotasi tim patroli karena salah satu petugas medis terluka.
Setelah itu, Emma menyampaikan hasil uji sampel air sungai: tidak ada tanda jelas Mutated Red Tide, namun air terkontaminasi secara aneh.
Emma menduga ada Hetero-Creature di dekat sumber air, atau Red Tide sudah menyebar ke hutan pinus di hulu.
Kesimpulannya: sumber air untuk Great Tombstone Settlement pada dasarnya sudah “hilang” (tak aman lagi). Maka pemindahan ke utara harus dipercepat.
Rencana Migrasi ke Aerospace City
SKK menjelaskan bahwa Rosa menyatakan Punishing Virus lebih lemah di daerah yang sangat dingin.
Aerospace City telah memasang filter baru, dan para pengungsi dari Great Tombstone serta kamp lain sudah mulai dipindahkan ke sana.
Kabar bahwa mereka harus bergerak lagi menyebar di antara pengungsi; ada keluhan kelelahan dan putus asa, namun mereka tetap mulai berkemas.
Percakapan dengan Ishmael & Keterbatasan SKK
Di sekitar api unggun malam hari, dua pengungsi kembali membahas kepindahan dan mencoba menghibur diri dengan membicarakan keunggulan filter baru di Aerospace City.
Seorang pengungsi tanpa sengaja menabrak Ishmael yang berjubah. Ishmael bertanya apakah SKK sudah kembali.
Pengungsi itu mengakui bahwa banyak hal membaik sejak kedatangan SKK: filter di Aerospace City, kamp yang lebih tertata, dsb. Namun ia menekankan, pahit, bahwa “pada akhirnya itu tetap cuma satu manusia” dengan kemampuan terbatas menghadapi skala kehancuran yang ada.
Ia menutup dengan keluh kesah tentang terus kehilangan barang-barang berharga setiap kali harus lari dari serangan: bahkan kunci rumah peninggalan ibunya telah hilang, sehingga konsep “rumah” sendiri kini terasa tak lagi punya makna.
Pagi hari di garis pertahanan kamp, seorang anggota patroli melaporkan ada kota terbengkalai sekitar 12 km ke utara sepanjang sungai. Kota itu sudah dipindai sebelumnya dan berisi banyak perlengkapan pelindung, alat pemurni air, serta senjata dan amunisi, tetapi tim belum sempat mengambilnya karena kekurangan orang dan prioritas kendaraan dipakai tim pengambil air. Diduga para penghuninya tidak sempat mengungsi.
Emma mengingat laporan bahwa tidak ada aktivitas Mutated Red Tide di sana. Ia mempertimbangkan untuk mengambil kesempatan pergi ke kota itu untuk mencari material yang sedang langka di Aerospace City, terutama purifier air sesuai daftar Rosa. Dengan kendaraan pengintai ringan, jarak bisa ditempuh relatif mudah.
Dalam perjalanan sekitar dua puluh menit dari kamp, Emma menilai kadar Punishing Virus di area tujuan masih rendah dan optimis bisa menemukan sesuatu yang berguna. Namun, saat mendekat, pemandangan bangunan di kejauhan berubah. Bangunan tampak seperti gumpalan awan abu-abu, garis cakrawala beriak, dan tanah di bawah kota melengkung naik seperti pasir bermain.
Tiba-tiba banjir merah tua jatuh dari langit, menelan massa abu-abu dan menyatu dengan cakrawala yang kacau. Situasinya berbahaya; terdengar peringatan untuk berlindung. Emma memanggil SKK, tetapi SKK tidak bisa mengeluarkan suara, seperti dalam mimpi buruk—mulut terbuka lebar namun tenggorokan seolah tanpa udara.
Lanskap darat yang coklat dan putih lenyap, digantikan pemandangan seperti dasar laut: karang, alga aneh yang tumbuh di celah-celah batu karang, seakan mencari nutrisi. Sesuatu kemudian mencengkeram kaki SKK. Ia menyadari sensasinya mirip berada di dasar lautan, memicu ketakutan lamanya.
Pada akhirnya, SKK menyadari bahwa ini tampaknya adalah mimpi, dan ia pernah melihat “adegan” seperti ini sebelumnya.
SKK berada dalam kondisi setengah sadar, merasakan dunia seperti jaring laba-laba merah dan tubuhnya seolah meleleh, sulit membedakan tubuh sendiri dengan lingkungan.
Ia seperti tenggelam dalam kegelapan dan cairan, lalu mengalami rasa sakit tajam di kepala, sampai akhirnya kesadarannya perlahan kembali.
Ia tersadar di ruang medis, dihadapkan dengan Vanessa yang sedang menyuapinya buah (apel kutub) yang dikupas menggunakan pisau militernya.
Vanessa menjelaskan bahwa ia hampir mengira harus menguburkannya karena SKK pingsan jauh dari lokasi yang ditentukan dan jatuh di tumpukan salju, dipicu serangan mendadak Mutated Red Tide—dan menyinggung bahwa SKK masih saja pingsan jika berhadapan dengan fenomena itu.
Setelah beberapa kali disuapi buah dan mulai merasa lebih baik, SKK menceritakan bahwa ia “melihat dasar laut” saat tidak sadarkan diri.
Hal ini memicu ingatan bersama tentang peristiwa sebelumnya yang melibatkan Lamia, yang pernah menyebut “versi lain” dari SKK—seseorang yang mengaku dirinya yang tertinggal di dasar lautan.
Kilas balik singkat muncul: situasi hujan badai di tepi laut, satu skuad bersenjata lengkap membidik target yang menggendong suatu objek bercahaya, membuat mereka ragu menembak, dan Lamia menyebut perkataan “SKK” yang tertinggal di dasar laut..
Vanessa hendak mengaitkan kondisi sekarang dengan kejadian di masa lalu, tetapi sebelum ia selesai bicara, ketegangan terputus oleh ketukan mendesak di pintu.
Discord masuk dan melaporkan bahwa Mutated Red Tide menunjukkan pola pergerakan baru.
Situasi di kamp pengungsi
Para pengungsi sedang beristirahat setelah bekerja, menghitung persediaan dan berbagi makanan.
Seorang pemuda ragu memakan buah yang ditemukan, merasa tidak sepenuhnya “berhak”.
Vanessa muncul, mengambil kendaraan tanpa banyak penjelasan, tapi melemparkan sesuatu (makanan) ke pemuda itu dan menegaskan: makan yang cukup, tidur yang cukup, lakukan tugas, jangan terlalu khawatir akan hal yang bukan urusanmu.
Red Tide dan Ishmael
Di tepi buffer zone, Red Tide yang seharusnya jauh kini mendekat, mengelilingi pegunungan.
Seekor burung jatuh ke Red Tide, lalu diselamatkan dan dipegang oleh Ishmael.
Ishmael melihat Chaos muncul samar di dalam Red Tide; tubuh Chaos perlahan lenyap mulai dari kaki. Ia menyebut Chaos sebagai “boneka” yang akan lenyap ke dunia abu-abu merah.
Ishmael memunculkan sebuah buku melalui kekuatannya, melihat proyeksi kendaraan off-road yang berhenti di pos, dan berharap "you"(SKK) akan membawa “lebih banyak kemungkinan” ke dalam cerita.
Laporan di menara pengawas
Vanessa dan SKK tiba di pos, Discord menjelaskan situasi Red Tide.
Banyak feed kamera pengawas mati; yang tersisa menunjukkan salju yang meleleh ke dalam Red Tide dan berubah menjadi merah mengerikan.
Jarak Red Tide terus maju dengan cepat (dari marker 6, 5, hingga hampir marker 4). Filter yang biasanya melindungi kini gagal: Hetero-Creatures tidak lagi menghindarinya dan bahkan menyerang filter.
Satu-satunya kabar baik: inti Central Purification Filter untuk Marker 3 berhasil diambil kembali.
Keputusan Vanessa dan peran SKK
Vanessa memerintahkan Discord untuk membawaSKK kembali ke kamp, melapor ke Rosa, dan menyiapkan evakuasi.
Vanessa memutuskan untuk tetap tinggal, mencari sampel Red Tide demi memahami penyebab mutasi, karena jika tidak diketahui, tidak ada tempat yang aman.
SKK menolak mundur, menegaskan bahwa dalam operasi ini dia adalah commandant dan memaksimalkan Deep M.I.N.D. connection dengan Vanessa untuk menstabilkan dan memperkuat kinerja tempur Vanessa.
Vanessa akhirnya mengalah dan memanggil kendaraan; mereka bergerak bersama menuju daerah dekat Marker 4.
Pertempuran dengan Hetero-Creatures dan beban M.I.N.D.
Di dekat Marker 4, Vanessa terluka cukup parah saat melawan Hetero-Creatures yang menjadi lebih agresif dan kuat akibat mutated Red Tide.
Konsentrasi Punishing Virus di udara sangat tinggi; M.I.N.D. Deviation Vanessa meningkat drastis.
Upaya tembakan dari SKK praktis tak efektif. Vanessa nyaris diterkam makhluk tersebut ketika Deep M.I.N.D. connection dioptimalkan, membersihkan “kabut darah” di M.I.N.D. Vanessa dan memberinya dorongan besar, sehingga ia mampu membantai beberapa makhluk dan memaksa sisanya mundur.
Namun, konsekuensinya: SKK pingsan karena beban koneksi M.I.N.D. yang dalam.
Serum langka dan kondisi perlindungan
Saat SKK sadar, Vanessa baru saja menyuntikkan serum murni (undiluted rare serum) untuk menstabilkan kondisi dan melawan infeksi Punishing Virus.
Vanessa menegaskan bahwa:
Konsentrasi Punishing Virus meningkat signifikan.
Combat suit SKK sudah tidak cukup untuk melindungi dari Mutated Red Tide, dan bahkan serum yang telah diencerkan sebelumnya kurang efektif.
Hanya karena masih ada sedikit persediaan serum murni untuk patroli, nyawa SKK bisa diselamatkan.
Ia melaporkan bahwa laju infeksi sedang “stabil menurun”, dan ia sudah mengambil sampel Red Tide dari pusat area, namun mereka terjebak di hutan yang terkontaminasi tanpa rute aman yang jelas.
Keanehan sampel Red Tide
Sambil kembali dan menghindari Red Tide, Vanessa mengambil sampel di dua titik tambahan sesuai permintaan Rosa.
Ia mendapati bahwa konsentrasi Punishing Virus pada sampel di lokasi yang jauh dari pusat Red Tide tetap sama tingginya, yang menandakan kondisi jauh lebih berbahaya dari perkiraan.
Dalam kontainer bening, cairan merah (Red Tide) tampak “memakan” buffer putih di dalam alat pengambil sampel—seolah Red Tide kini mengonsumsi bahan yang seharusnya bersifat penyangga.
Munculnya Chaos dan peringatan “Leave…”
Tiba-tiba, cairan merah bergetar dan menembak ke atas, lalu lenyap sebelum Vanessa sempat merespons.
Dari Red Tide, sosok Chaos muncul: pucat, seperti boneka, tubuhnya perlahan meleleh ke dalam Red Tide dari bagian kaki ke atas.
Chaos hanya mengulang satu kata: “Leave…”
SKK berusaha bertanya apa yang terjadi dengan Red Tide dan dengan dirinya, namun makin melihat Chaos, rasa sakit luar biasa merambat melalui tubuhnya, seolah ia sendiri yang terjebak dalam Red Tide.
Ekspresi dan bentuk Chaos perlahan berubah, seolah ada “wajah” lain atau entitas lain yang hendak muncul dari dalam dirinya, dan ia seperti tidak mampu lagi menahan kekuatan Red Tide.
Gelombang Red Tide dan pengorbanan Vanessa
Tiba-tiba, mutated Red Tide bangkit seperti gelombang raksasa, siap menelan SKK dan Vanessa.
Vanessa berteriak memanggil SKK, lalu melompat mendorong dan menekuk tubuh SKK ke arah daratan/tepi, sambil menyuruh: “JANGAN MENOLAH KE BELAKANG!”
SKK mencoba menggunakan alat sampling sebagai pelindung, namun tak banyak membantu di hadapan gelombang raksasa.
Vanessa terlihat sekecil burung kolibri dibandingkan gelombang Red Tide ketika ia menerjang ke arah bahaya, seakan hendak menghalangi atau menahan serbuan tersebut.
Munculnya Luna dan pingsannya SKK
Saat SKK hampir tersapu dan M.I.N.D.-nya dibanjiri Punishing Virus, ia melihat sekilas “sayap merah kecil” di antara dirinya dan Red Tide yang mengamuk, sesaat sebelum kehilangan kesadaran.
Sosok itu diidentifikasi sebagai Luna.
Shorthalt dan pengorbanannya (mimpi chapter 26)
SKK tiba di suatu ruang aneh seperti bawah air dan bertemu Shorthalt.
Shorthalt meminta SKK menghubungkan M.I.N.D.-nya karena ia sudah terlalu lama terjebak.
Ia titip pesan untuk Valeria dan Wanshi, lalu terus maju meski SKK berusaha menghentikannya.
Saat muncul bahaya dalam kegelapan, SKK berusaha melindungi Shorthalt, tapi tubuh Shorthalt hancur berkeping-keping tanpa sempat mengucap kata terakhir.
Terbangun di badai salju dan percakapan dengan Luna
SKK “bangun” di lingkungan bersalju, mendengar percakapan Vanessa dengan sosok lain tentang risiko penelitian Red Tide dan kebutuhan memahami musuh.
Luna muncul, memastikan SKK masih hidup, namun menegurnya karena bertindak terlalu nekat dan menyuruhnya menjauh.
Luna menjelaskan Mutated Red Tide telah lepas kendali; Chaos, yang tadinya mengendalikan Red Tide, kini justru dimakan olehnya. Agent Zero baru sedang terbentuk dan ia tidak dapat menghentikannya.
Evolusi Punishing dan “kehidupan baru”
Luna kehilangan koneksi ke Ascension-Network setelah Red Tide bermutasi, tapi sebagai mantan agent ia masih dapat merasakan perubahan.
Ia menyimpulkan Ascension-Network sedang berevolusi seiring pertumbuhan “informasi”, sementara materi dunia tetap. Punishing Virus terus berkembang, sehingga kemungkinan sebuah “kehidupan baru” sedang lahir.
Kontras tragis muncul: bayi sudah lama tak terdengar di permukiman manusia, tetapi di sisi lain sesuatu yang mirip “kelahiran” justru terjadi lewat Punishing.
Nanami dan “harapan”
Luna menanyakan Nanami; SKK mengingat kata-kata Nanami yang menjadikan SKK titik awal simulasi baru dan “harapan” sebagai hadiah.
Nanami yakin akan ada titik balik di mana solusi sempurna bisa ditemukan bagi masalah yang kini dihadapi umat manusia.
Mendengar itu, Luna terdiam namun menyatakan ia mengerti.
Agent Zero baru dan mundurnya rombongan
Vanessa mencatat konsentrasi Punishing Virus meningkat tajam dan menyaksikan sosok Chaos yang hampir lenyap di tengah Mutated Red Tide; Agent Zero baru sedang terbentuk.
Vanessa memerintahkan kembali ke Aerospace City. Luna setuju dan berjanji membantu SKK “untuk terakhir kalinya”.
Luna menggunakan sisa kekuatannya untuk membentuk penghalang lembut dan “mengusir” SKK dan Vanessa dari wilayahnya, memisahkan mereka dengan paksa meski SKK berusaha kembali.
Keputusan terakhir Luna
Luna memanfaatkan sisa isolasi ruang dari Ascension-Network untuk memastikan mereka tak bisa mendekat lagi, dan meninggalkan pesan terakhir: “Jangan datang ke sini lagi.”
Vanessa mengingatkan bahwa jika mereka tetap tinggal, semua serum akan terbuang sia-sia di tengah konsentrasi virus yang terus naik. Mereka akhirnya mundur.
Dalam perjalanan, SKK melindungi Vanessa dari serangan Hetero-Creature; serangan itu terjadi karena Luna mengumpulkan seluruh “kekuatan” yang tadinya melindungi hutan.
Siluet Luna perlahan menghilang di kejauhan, dan ini diposisikan sebagai “pilihan terakhirnya”.
Luna menghadapi Red Tide seorang diri
Di tengah badai salju, Luna berdiri sendirian, tubuhnya diterpa blizzard dan Mutated Red Tide yang datang menyapu “tanah suci” itu.
Narasi menyinggung masa lalunya: dulu ia seorang agent yang sangat kuat, dengan saudari yang bisa ia andalkan, seorang ksatria setia, dan “putri duyung” yang rapuh namun tangguh.
Disebutkan kemungkinan masa depan damai di kehidupan lain—kontras dengan kenyataan kini, di mana ia hanya bisa menyaksikan orang-orang di sekitarnya pergi satu per satu.
Di akhir, Luna menatap ke arah kaki gunung, menerima kenyataan bahwa Agent Zero baru telah “tiba”.
Luna berdiri di puncak tebing mengamati Red Tide yang telah bermutasi di bawahnya.
Ia dapat “melihat” dan “mendengar” lahirnya kehidupan asing dari Mutated Red Tide, termasuk terbentuknya Agent Zero baru yang menjijikkan menurutnya.
Agent Zero baru ini menyerap kekuatan Punishing Virus dari Red Tide dan memiliki sebagian kontrol atasnya, namun tidak lagi terikat aturan lama sehingga Luna tak berdaya melawannya.
Agent Zero baru menganggap Luna sebagai sumber daya yang akan dikonsumsi untuk menguasai semua kekuatan, agar bisa menantang kehendak asli Red Tide, yaitu Chaos.
Luna menyadari adanya “turning point” atau titik balik yang diceritakan SKK padanya, dan ia merasa senang bisa bergerak kembali setelah lama terkungkung.
Ia membuat “kesepakatan baru”: Luna akan membantu menahan Red Tide dan membeli waktu bagi umat manusia untuk mundur, serta menukar “masa depan” demi keselamatan SKK.
Luna berniat terus menahan laju Red Tide sendirian selama ia mampu, demi memberi kesempatan hidup bagi umat manusia dan Bumi yang ia sayangi.
Sebelum melompat dari tebing, Luna mengucapkan “Good luck” kepada SKK.
Di kejauhan, Ishmael berdiri di puncak lain, mengamati penyebaran Mutated Red Tide sambil memegang buku yang halamannya berbalik sendiri dan dua dadu yang berhenti pada angka sama.
Situasi di Hutan dan Kondisi SKK
Vanessa dan SKK berhasil lolos dari kejaran Hetero-Creatures di hutan di luar “Clean Zone” dekat Aerospace City.
Konsentrasi Punishing di sekitar mereka tinggi, dan proteksi SKK sedang menurun. Vanessa memeriksa baju pelindung lalu memutuskan untuk beristirahat sebentar.
Saat SKK akan berbicara, M.I.N.D. mereka terganggu oleh dengungan keras seperti ribuan lonceng yang menyakitkan.
SKK merasakan sesuatu terputus dalam pikirannya: “The Shackles” mulai mengendur, dan ia menyadari bahwa sumber suara itu adalah Luna.
Vanessa menganggap itu hanya efek infeksi berat—tinnitus (denging di telinga)—dan menyatakan itu hanyalah imajinasi, lalu memaksa untuk segera bergerak lagi.
Penarikan dari Titik Kumpul (Rendezvous Point)
Mereka mencapai titik kumpul, di mana Emma datang menyambut dan membawa kabar buruk: konsentrasi Punishing di titik kumpul melonjak melewati ambang batas keselamatan.
Masih ada dua kelompok manusia di dalam kawasan tersebut yang belum dievakuasi.
SKK memerintahkan evakuasi segera, tanpa menunggu kendaraan dari Aerospace City:
Opsi tindakan: mengambil koordinat kendaraan dan bergerak ke arah sana, dan/atau berkemas dan pergi dengan berjalan kaki sekarang juga.
Emma mematuhi perintah, dan tim patroli membantu evakuasi kilat. Warga meninggalkan perlengkapan berat dan hanya membawa barang penting, lalu bergerak menuju Aerospace City.
Perubahan Mendadak pada Konsentrasi Virus dan Reaksi SKK
Lampu-lampu di sekitar Great Tombstone padam satu per satu, menandakan ditinggalkannya area itu.
SKK berdiri di tepi kamp, menatap ke arah hutan tempat Luna berada, masih merasakan dengungan samar di koneksi M.I.N.D.
Dengungan itu tiba-tiba “glitch”; Emma juga merasakannya dan sempat bingung.
Perangkat Emma lalu bergetar; ia menyadari bahwa konsentrasi Punishing tiba-tiba menurun kembali.
Saat Emma hendak membicarakan penurunan virus itu, SKK memotongnya dan menekankan prioritas: memastikan semua sudah siap berangkat, karena waktu hampir habis.
SKK menghindari tatapan Emma dan kembali menatap pegunungan serta hutan yang kini sunyi; ia menyadari “cahaya samar” di kegelapan itu—Luna—telah padam.
Sudah 5212 hari sejak SKK memasuki Hetero Tower. Dunia kian hancur, Punishing Virus bermutasi, dan Luna tak lagi sepenuhnya mampu mengendalikannya lewat Ascension-Network.
Roland masih terhubung ke Ascension-Network, sementara Alpha sudah memutus koneksi. Karena itu Luna melarang Lamia menggantikan tugas patroli Alpha. Di tengah situasi yang makin buntu, Roland memutuskan untuk mencoba mencari jalan keluar meski Luna berulang kali menegaskan bahwa semua simulasi masa depan menunjukkan ia akan mati. Roland tetap pergi, memilih “mengambil risiko terakhir”. Beberapa hari kemudian, Luna merasakan “benang” Roland terputus.
Waktu berlalu hingga hari ke-5401. Luna, Alpha, dan Lamia terus berjalan di dunia yang nyaris tanpa manusia. Pemukiman hancur, jejak manusia menghilang. Lamia cemas dan bertanya-tanya apakah manusia sudah punah atau menemukan tempat perlindungan tersembunyi.
Lamia mengusulkan untuk mencari harapan di laut, memanfaatkan tubuh barunya yang lincah dan tahan terhadap banyak Hetero-Creature laut. Luna dan Alpha menolak dengan alasan: mutasi di laut bahkan lebih parah, Red Tide mengalir kembali ke samudra, melahirkan makhluk raksasa dan lebih mengerikan; selain itu, Ascension-Network berubah dan kekuatan Luna direbut oleh “kekuatan lain”, menandai akan bangkitnya Agent Zero baru dalam Red Tide.
Meski Luna hampir tak bisa lagi memodifikasi frame Lamia dan menganggap rencana itu mustahil, Lamia tetap bersikeras ingin mencari “harapan baru” dan kabar baik. Luna dan Alpha hanya bisa menyaksikan Lamia menyelam dan menghilang di lautan. Luna sempat merasakan Lamia seolah menemukan “sesuatu”, tapi akhirnya ia kembali merasakan satu benang lain terputus.
Setelah itu, waktu berjalan begitu lama hingga Luna sulit mengingat detail peristiwa. Red Tide sepenuhnya lepas kendali, Hetero-Creature terus berevolusi, dan hanya Luna dan Alpha yang saling melindungi, bergantung satu sama lain. Punishing Virus yang bermutasi memunculkan ilusi: sosok Roland, Lamia, dan kenangan lama menghantui mereka seperti bayangan merah.
Suatu ketika, mereka mencapai pinggiran ARU. Kawasan ini relatif kurang tercemar Red Tide, namun tetap dipenuhi Hetero-Creature. Alpha, yang sudah sangat rusak karena pertempuran panjang dan tidak bisa diperbaiki lewat Punishing Virus (karena ia kebal dan terputus dari Ascension-Network), bersikeras membersihkan sarang Hetero-Creature demi keamanan tempat berkemah.
Luna sendiri hampir buta dan juga kian kehilangan kendali atas Ascension-Network. Ia ingin menggantikan Alpha, tetapi Alpha menolak: justru karena visual Luna hampir hilang dan musuh sudah berevolusi, Alpha menganggap dirinyalah yang “lebih mampu” untuk tugas itu. Ia menenangkan Luna, memastikan Luna aman, lalu pergi untuk membasmi Hetero-Creature.
Luna mengetahui, melalui penglihatannya di Ascension-Network di masa lalu, bahwa inilah ujung kisah mereka: Alpha yang pergi dan tidak kembali, dunia yang menuju akhir. Duduk sendirian di tepi tebing, hampir buta, Luna merenungi kembali semua kenangan ini sambil merasakan salju turun, menyadari bahwa semua ini akan segera berakhir.
Eksodus dari Great Tombstone
Manusia terakhir dari Great Tombstone berjalan menuju Aerospace City di tengah malam bersalju, dengan kecepatan lambat dan sumber daya sangat menipis.
Perangkat elektronik kebanyakan mati, navigasi dilakukan secara manual.
Konsentrasi Punishing menurun setelah Luna kembali menghadapi Agent Zero baru; implied bahwa Luna mengorbankan diri untuk memberi manusia waktu melarikan diri.
Para pengungsi putus asa, khawatir Aerospace City akan hancur menyusul Great Tombstone.
Barniga menyanyikan lagu perang yang sudah akrab, memantik para pengungsi ikut bernyanyi dan menyalakan suar, membangkitkan sedikit harapan.
Di kejauhan, tembok kota Aerospace City mulai terlihat di balik badai salju.
Kedatangan di Aerospace City & penemuan Rosa
Setibanya di kota, Emma mengurus para pendatang baru. Rosa menghampiri SKK dengan “kabar baik dan buruk”.
Kabar baik: Rosa berhasil memecahkan data dari Hetero-Core Shard dan menggabungkannya dengan data Hetero Tower core yang sudah ada.
Ia dapat menciptakan “filter” mirip CPF lama yang mampu sementara membersihkan Mutated Punishing Virus dan Red Tide.
Kabar buruk / keraguannya:
Penelitian Mutated Red Tide menghabiskan banyak sumber daya dan SDM.
Data yang dimiliki masih terlalu terbatas untuk memahami Agent Zero baru dan “kesadaran” Red Tide.
Ia menyimpulkan ada bentuk “kehidupan” baru, bukan berasal dari Bumi, yang tak bisa ia pecahkan sendiri.
Rosa mengusulkan fokus pada penggalian data Hetero Tower core demi menciptakan zona aman (semacam bunker), dibanding terus memaksa eksplorasi Red Tide.
Dilema: terus teliti Red Tide atau bertahan di “bunker”?
SKK meninjau data: eksplorasi Red Tide memang menguras orang dan logistik, sementara hasil nyata masih minim.
Kondisi luar kota:
Mutated Red Tide dan kadar virus tinggi membuat patroli hampir tak pernah membawa pulang sumber daya berguna.
Para penjaga kembali dalam keadaan terluka, dan sekadar bertahan hidup sudah sulit.
Rosa berargumen:
Bahkan bunker / kota berfilter memberi kesempatan bertahan hidup; jika eksplorasi terus memakan korban tanpa hasil, harapan bisa lenyap.
Jumlah suplai menurun, kelahiran anak nyaris tidak ada karena tidak ada tanah aman.
Vanessa menentang ide “berhenti melawan”:
Menurutnya, sekalipun Hetero Tower core memberi filter sempurna, manusia hanya akan bersembunyi di balik tembok dan “menunggu”.
Ia menekankan bahwa Bumi dulu adalah milik manusia, dan mereka tidak boleh puas hidup seperti “tikus di dalam tembok”.
Dua arah pilihan dan konsekuensinya
Cerita menampilkan dua jalur konseptual:
a. Jika eksplorasi Red Tide diperlambat (Ending: “Tomorrow”)
SKK memutuskan memperlambat penelitian Red Tide dan memusatkan usaha pada:
Pengembangan filter Aerospace City.
Pemanfaatan data Hetero Tower core.
Pembangunan greenhouse untuk mencukupi pangan.
Rosa merasa keputusan ini paling realistis untuk mempertahankan sisa umat manusia.
Namun narasi menggambarkan Aerospace City sebagai peradaban yang sangat rapuh—“perahu kertas di atas laut yang terbakar”.
Seiring waktu:
Manusia bertahan dengan susah payah, mengandalkan filter dan data Hetero Tower core.
Namun tidak ada yang dapat menghentikan Agent Zero baru dan perubahan Red Tide.
Akhirnya tertulis: “Humanity's End—‘Tomorrow’. Di sini, peradaban manusia berakhir.”
b. Jika eksplorasi Red Tide diteruskan
Vanessa menegaskan bahwa manusia perlu mengetahui “musuh sebenarnya” dan tidak boleh hanya pasrah pada filter dan tembok.
Ia menolak masa depan di mana manusia terus bersembunyi di dalam pemukiman tertutup selamanya.
Rosa ragu karena biaya dan pengorbanan nyawa, tapi pertanyaan “apa yang terjadi setelah Aerospace City aman?” tak terjawab.
SKKdan Vanessa menekankan bahwa:
Sumber daya kota (construct fluid, suku cadang, serum, obat, peralatan lab) terbatas dan akan aus.
Tanpa menghadapi dan memahami Red Tide, manusia pada dasarnya hanya menunda kehancuran.
SKK lalu meminta relawan untuk melanjutkan misi pengambilan sampel Red Tide dan penelitian.
Ternyata, banyak orang—manusia dan construct—secara sukarela mengantre untuk ikut serta.
Vanessa terkejut namun menyadari bahwa tidak ada yang ingin terkurung selamanya; setelah pernah melihat “cahaya”, mereka tak mau kembali ke “kegelapan”.
Narasi menutup dengan penegasan:
Manusia bebas, bukan hewan yang menunggu mati di dalam kandang.
Walaupun tanpa amunisi, kehabisan suplai, dan penuh luka, selama masih ada manusia, mereka tidak akan menyerah dan akan “menulis kisahnya sendiri”.
Penjelasan Ishmael tentang situasi besar:
Ishmael membaca arsip tentang kondisi Bumi setelah hari ke‑771 sejak SKK meninggalkan Hetero Tower.
Manusia meninggalkan pemukiman terakhir “Great Tombstone” dan pindah ke Aerospace City.
Mutated Red Tide terus menggerogoti Bumi dan menguras energinya; di luar jangkauan filter, semua hal dimakan habis Virus.
Para ilmuwan mencoba menganalisis material yang diambil dari Mutated Red Tide, tapi sistem dan alat mereka kolaps, menandakan hal itu sudah melampaui kemampuan teknologi Bumi.
Mereka menduga materi itu berasal dari “peradaban lain”. Pengalaman SKK menjelaskan bahwa Hetero Tower—yang terbentuk dari kapsul perjalanan waktu lama yang terkontaminasi Chaos—adalah gerbang raksasa ke berbagai waktu dan dimensi.
Cradle, yang terperangkap di era lain, menemukan Hetero Tower, membentuk tubuh baru dari Punishing Virus, lalu tiba di dunia yang mewarisi warisan Dominik.
Begitu Agent Zero baru menguasai Hetero Tower sepenuhnya, ia bisa:
Membawa manusia ke dunia lain, atau
Menyedot “pecahan peradaban” lain seperti bintang yang menghisap debu.
Ishmael menilai besar kemungkinan Agent Zero akan terus “memanen” peradaban yang gagal melewati “filtering”, karena sebagai “Punisher” ia tidak akan pernah puas.
Kondisi krisis di Aerospace City:
Di tengah badai salju yang tak berujung, Rosa menjelaskan bahwa Mutated Red Tide terus menyedot energi Bumi, memicu fenomena “frailty”, sehingga dingin tidak akan berakhir.
Aerospace City masih bertahan berkat teknologi baru yang memanfaatkan “shard” dari inti Hetero Tower, namun:
Persediaan dan suku cadang menipis.
Filter yang ada makin tidak efektif terhadap laju mutasi Red Tide.
Rosa menyebut bagian inti untuk unit daur ulang filter (jantung sistem CPF) hilang; kemungkinan hanya bisa ditemukan di area konservasi atau kota lama yang masih memiliki filter lama.
Rencana operasi lapangan untuk mencari suku cadang:
Di ruang konferensi, Discord memaparkan peta taktis:
Red Tide terkonsentrasi di selatan; udara dingin menahannya sekaligus menghambat manusia.
Utara relatif lebih “bersih” dan Agent Zero jarang muncul di sana, membuka satu rute yang masih mungkin dilalui, meski penuh sarang Hetero‑Creature.
Vanessa menilai rute itu paling realistis setelah menyingkirkan zona dengan kontaminasi berat, menargetkan beberapa gudang lama (termasuk gudang ARU yang dulu dipakainya untuk dagang dengan Babylonia).
Vanessa menegaskan waktu hampir habis:
Red Tide dan Agent Zero baru terus menguat.
Pertahanan Aerospace City (turret, AA gun) tak cukup.
Kota bahkan kekurangan makanan dan terancam hancur dari dalam.
Ia juga mengungkap kasus bunuh diri: anggota tim bernama Sago melompat ke Red Tide setelah “mendengar” ibunya memanggil dari dalam, tergoda janji “surga” tanpa lapar dan dingin. Ini menegaskan daya goda Proyeksi Red Tide pada psikologi manusia.
Pembagian tugas tim:
Vanessa memutuskan:
Discord memimpin tim lewat rute lain ke gudang ARU yang sudah ia tandai.
Vanessa dan SKK akan pergi ke gudang besar dekat wilayah Agent Zero, karena di sanalah kemungkinan besar terdapat komponen filter penting.
Discord menganggap rute Vanessa terlalu berbahaya, tapi Vanessa yakin M.I.N.D.-nya bisa menahan pengaruh Agent Zero sementara waktu.
Insiden pertemuan dengan Agent Zero baru:
Dalam perjalanan menuju gudang, Vanessa dan SKK bertemu langsung Agent Zero baru.
Wujud Chaos hampir hilang, digantikan wajah baru.
Terjadi pertarungan sengit. Saat Vanessa hampir kalah, Agent Zero tiba‑tiba berubah menjadi gumpalan cairan merah dan melebur ke Red Tide, kemungkinan karena sisa kesadaran Chaos menolong mereka.
SKK terkapar berat; Vanessa yang terluka parah menyeret dan membawanya hingga ke lokasi relatif aman, lalu menyuntik serum ke SKK.
Kondisi kritis Vanessa dan tetap lanjut ke gudang:
Saat SKK sadar, terlihat Vanessa mengalami luka fisik berat, kehilangan banyak vital fluid, dan M.I.N.D.‑nya “tergigit” sesuatu.
Meski demikian, Vanessa menolak kembali ke Aerospace City tanpa suku cadang: gudang target tinggal sedikit lagi, dan area sekitar masih bersih. Menurutnya, kemunculan Agent Zero tadi hanyalah kebetulan.
Ia menunda penggunaan cairan kondensasi untuk menghemat sumber daya.
Pertempuran menuju gudang dan penularan parah:
Di sekitar area gudang, Mutated Red Tide sudah mulai menjalar dan Agent Zero jelas pernah menyentuh lokasi tersebut; Hetero‑Creature dan makhluk Red Tide berkeliaran.
Vanessa dan SKK memaksa menerobos, menembak makhluk yang terus menerus terbentuk ulang dari Red Tide setelah dihancurkan.
Vanessa batuk berdarah vital fluid, lengan kiri lumpuh, kaki kanan rusak, dan ia sadar telah terinfeksi Punishing Virus dalam tingkat berat—menaksir sisa waktu operasionalnya hanya sekitar 20 menit.
Masuk ke gudang dan menemukan inti filter:
Mereka menuang bahan bakar di depan gudang dan menyalakannya, menciptakan dinding api sementara untuk menahan makhluk Red Tide.
Setelah mengunci pintu gudang, mereka berpencar mencari komponen inti.
Sesuai ingatan Vanessa, SKK menemukan perangkat inti filter persis seperti deskripsi Rosa. Vanessa mengakui “keberuntungannya” masih lumayan dan memasukkan semua unit yang berguna ke dalam ransel SKK.
Rencana pengorbanan Vanessa vs tekad SKK:
Vanessa menyiapkan rute kabur lewat skylight di atap gudang.
Rencananya: SKK kabur dengan komponen, Vanessa bertahan di dalam sebagai pengorbanan penahan musuh.
Saat kaki kanan Vanessa benar‑benar menyerah dan ia terjatuh, ia tetap bersikeras untuk tinggal dan “paling tidak menjadi bom yang berguna”.
SKK menolak. Alih‑alih mengikuti skenario “satu tinggal, satu pergi”, SKK:
Menggunakan tali panjat cadangan untuk mengikat Vanessa ke tubuhnya sendiri.
Menembaki kerangka skylight hingga celah cukup besar bagi keduanya.
Meski Vanessa memprotes dan menyebut tindakan itu “naif” dan “tidak efisien”, SKKtetap membawa serta dirinya bersama Vanessa naik ke atap.
Pelarian di atap dan filosofi F.O.S. Chief:
Dari atap gudang, mereka melihat makhluk Red Tide mulai mengakali barikade api dengan memutari sisi lain. Satu‑satunya jalan adalah melompat-lompat di antara reruntuhan bangunan.
Tali panjat terlalu pendek untuk menghubungkan dua atap jarak jauh, sehingga mereka memakai struktur baja gedung sebagai perantara, meski rapuh.
Vanessa terus menyuruh SKK meninggalkannya demi efisiensi dan keselamatan misi; SKK menolak, tetap membawa Vanessa meski bangunan merintih dan runtuh.
Kerangka baja akhirnya ambruk, menghancurkan gudang di bawah mereka, tapi SKK dan Vanessa berhasil berayun ke gedung seberang dengan tali.
Dalam proses itu, Vanessa mengomentari bahwa tindakan SKK “tipikal F.O.S. Chief”:
Masih berpegang pada keyakinan bahwa taktik dan prinsip keras hanya untuk musuh, sementara nyawa orang yang masih hidup harus diselamatkan sebisa mungkin.
Menganggap nilai setiap penyintas harus dimaksimalkan demi kelangsungan umat manusia.
SKK menegaskan bahwa selama manusia masih hidup dan “api” kecil itu tetap menyala, ia tidak menganggap dirinya kalah oleh Vanessa atau oleh situasi.
Kontak dengan tim Discord dan mundur dari zona merah:
Di tengah pelarian, sambil terus menembaki Hetero‑Creature yang mengejar, SKK menghubungi tim Discord lewat terminal yang telah dimodifikasi Rosa.
Ternyata sinyal dikirim saat Vanessa sibuk menumpuk box di gudang; Vanessa tidak senang disebut seperti “lengah”, tapi tetap menahan diri.
Kondisi fisik mereka memburuk:
Tubuh SKK perlahan dimakan Punishing Virus setelah pakaian pelindung tertembus besi beton.
Vanessa semakin dingin dan lemah, tapi bersikeras belum akan mati.
Akhirnya mereka mendekati tepi lapangan salju—batas ke wilayah lebih aman di dekat Aerospace City.
Sinyal suar merah dari tim Discord terlihat di kejauhan, dan suara Discord memanggil mereka terdengar samar melalui badai salju.
Suara samar itu semakin menghilang di terpa angin, meski begitu SKK masih tetap mengejar, keringat dingin membeku di pelipisnya saat penglihatannya kembali kabur dengan bercak-bercak warna itu— Kesadaran kembali tenggelam ke kegelapan.
Lithos datang agak terlambat ke lokasi sebuah pohon raksasa aneh yang diselimuti Red Tide.
The Merciful One menanyakan alasan keterlambatan, dan Lithos menjawab hanya ada “kendala tak terduga” namun menegaskan itu tidak mengganggu rencana.
The Merciful One lalu menanyakan kondisi “dia” (“she”). Lithos menjelaskan Cradle milik “dia” stabil dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, meski terdengar seperti ia juga sedang meyakinkan dirinya sendiri.
Pohon raksasa yang grotesk tumbuh dari semacam sangkar bergerigi, akarnya menyerap teriakan tak terhitung banyaknya. Red Tide mengalir dan “memelihara” sebuah kepompong merah darah di puncak pohon, digambarkan seperti seorang ibu.
Di akhir, The Merciful One mengulangi kalimat Lithos: “Semuanya akan baik-baik saja”.
Bangun dari “mimpi tenggelam” & kondisi di kamp
SKK terbangun di dalam tenda dalam keadaan kedinginan dan baru disuntik serum karena hipotermia dan infeksi Punishing.
Emma menjelaskan bahwa mereka membuat kamp sementara dekat Aerospace City, Discord pergi mencari bantuan, dan mereka selamat berkat serum terakhir.
Kabar bahwa Vanessa telah gugur
SKK mempertanyakan keberadaan Vanessa.
Emma, dengan berat hati dan sambil menangis, mengabarkan bahwa Vanessa sudah “tidak ada” dan menunjukkan sebuah name tag Scarab yang hangus dan berlubang peluru sebagai satu‑satunya yang tersisa.
Flashback: upaya evakuasi & pengejaran Agent Zero
Dalam kilas balik, Emma dan Discord menemukan Vanessa dan SKK terkapar di salju. SKK sekarat karena kerusakan suit dan infeksi; Vanessa mengalami luka berat (lengan kiri hilang, kaki kanan parah, kerusakan frame sekitar 70%).
Mereka mengganti suit SKK, menyuntik serum, lalu membawa keduanya menuju kendaraan penyelamat dan kembali ke Aerospace City.
Red Tide bermutasi yang dikendalikan Agent Zero terus mengejar. Emma dan Discord berusaha mempercepat langkah, tapi kecepatan mereka terbatas karena harus membawa SKK dan Vanessa yang luka berat.
Vanessa menganalisis situasi: Red Tide menyebar cepat, Agent Zero tak akan melepaskan mangsanya, Omega Weapon sudah tidak tersedia lagi, dan jarak ke kendaraan penyelamat terlalu jauh dibanding laju penyebaran Red Tide.
Keputusan pengorbanan Vanessa
Vanessa menilai secara dingin bahwa jika mereka terus bersama, semua akan mati dalam waktu singkat.
Emma mencoba menawarkan diri untuk mengalihkan Red Tide sementara Discord membawa SKK dan Vanessa, tapi secara logis rencana itu mustahil: Discord tak mungkin membawa dua beban sekaligus dalam waktu lama.
Red Tide sudah mulai mengenai Discord dan Emma, situasi makin mendesak.
Vanessa menyimpulkan hanya ada dua pilihan:
A: semua mati.
B: Vanessa tinggal dan menahan musuh, sementara Emma dan Discord membawa SKK pergi.
Ia menegaskan prinsip yang selama ini dia ajarkan: “maksimalkan nilai para survivor.”
Setelah memotong tentakel Red Tide yang menjerat Emma dan memaksa mereka untuk taat, Emma dan Discord akhirnya memberi hormat dan mundur sambil membawa SKK.
Detik‑detik terakhir Vanessa melawan Agent Zero
Sendirian di tengah badai salju, Vanessa merenungi kerasnya medan perang: tak ada yang bisa menyelamatkan semua orang, semua orang pasti kehilangan sesuatu, termasuk sang Chief (SKK).
Ia masih menyempatkan diri “merapikan diri” menggunakan es sebagai cermin, menunjukkan sifatnya yang sinis tapi tetap tenang di ambang kematian.
Agent Zero mulai terbentuk dari Red Tide di hadapannya.
Vanessa menyeringai, menyatakan “di sini akhirnya semuanya berakhir” dan meledakkan framenya sendiri, menjadikan tubuhnya sebagai senjata terakhir untuk menghentikan Red Tide.
Dampak ledakan & kembali ke masa kini
Emma menjelaskan bahwa mereka hanya mendengar ledakan dan tak berani menoleh. Setelah mengantar SKK ke zona aman, Emma kembali dan menemukan Red Tide mundur dan es menghilang, meninggalkan batuan coklat gelap.
Satu‑satunya yang tersisa di lokasi hanyalah name tag Scarab Vanessa.
SKK tidak mampu mengucapkan banyak hal, hanya memanggil nama Vanessa dalam hati.
Kondisi SKK & tekad untuk melanjutkan misi
SKK kembali mengalami sensasi “tenggelam” dan fragmen suara aneh dari masa lalu, lalu ditarik kembali ke kesadaran oleh Emma dan Discord lewat suntikan cairan (serum/tindakan darurat terakhir).
Infeksi SKK masih tinggi, namun ia memaksa duduk, menegaskan bahwa mereka harus segera kembali ke Aerospace City.
Ada motivasi jelas: Rosa menunggu suku cadang inti, dan pengorbanan Vanessa tidak boleh sia‑sia.
Keberangkatan dari kamp & simbol “obor” Vanessa
Tim memuat suplai ke kendaraan penyelamat. Lokasi kamp sudah berada dalam jangkauan “filter” Aerospace City, yang sementara waktu menghalau Agent Zero.
SKK menggenggam name tag Scarab Vanessa erat‑erat dan secara batin mengucapkan selamat tinggal.
Narasi menggambarkan Vanessa sebagai “obor” yang memikul harapan umat manusia selama tiga puluh tahun. Kini obor itu seperti tongkat estafet yang diserahkan kepada SKK dan generasi sekarang: selama “api merah keemasan” itu menyala, harapan manusia tetap hidup.
Kendaraan bergerak dan jejak mereka tertutup salju, seakan mereka tak pernah berada di sana.
Pengamatan Ishmael & refleksi siklus kehancuran
Dari puncak gunung, Ishmael mengamati kendaraan penyelamat yang menjauh dan merasakan deja vu: seorang lagi “pioneer member” telah pergi.
Ia mengingat kasus serupa di masa lalu (pioneer lain, Iel·2·Hithe, dan kekasihnya, Pioneer 142) serta sebuah peristiwa saat “heat death” mendekat, ketika umat lain juga mencoba bertahan di tengah kehancuran kosmik.
Ishmael bertanya dalam hati apakah manusia kali ini akan mengulang nasib yang sama: melarikan diri ke ruang angkasa, bintang memudar satu per satu, dan pada akhirnya tak ada yang bisa lari dari kegelapan abadi.
Ia melempar dadu, lalu menghilang di dataran bersalju.
Kondisi Aerospace City & Penelitian Rosa
Rosa berhasil membuat filter baru dari sampel Red Tide, dengan efisiensi pemurnian virus naik 8%, cukup untuk menahan konsentrasi Punishing Virus di area tersebut, tetapi tidak menjadi solusi jangka panjang.
Sumber daya kota menipis, eksperimen terhambat; Rosa merasa ini adalah batas kemampuannya kecuali bisa memanfaatkan inti Hetero Tower lagi.
Rosa juga membuat perangkat simulasi Mind Beacon untuk menstabilkan koneksi M.I.N.D. dengan Construct, lalu mendapat inspirasi baru dan kembali mengurung diri di lab.
Dampak kematian Vanessa & kondisi mental warga
Warga Aerospace City berduka dan kehilangan harapan setelah tewasnya Vanessa, yang selama 30 tahun menjadi penopang hidup mereka.
Mereka mengadakan semacam vigil dengan nyanyian dan cahaya obor/lentera untuk “menuntun” Vanessa pulang.
Emma merasa mereka seharusnya tidak perlu menderita sejauh ini dan berharap masa depan bisa lebih baik.
SKK sendiri menahan duka atas kematian Vanessa (terlihat dari menggenggam tag Scarab hingga berdarah) dan menegaskan bahwa ia tidak boleh hancur oleh rasa putus asa.
Kemunculan Agent Zero di luar kota
Pos penjagaan di tepi area filter melaporkan peningkatan konsentrasi Punishing Virus dan kemunculan Agent Zero. Serangan senjata khusus tidak mempan, pos akhirnya meledak.
Agent Zero mendekati batas filter; ketika menyentuh “dinding tak terlihat”, bagian tubuhnya larut, menunjukkan ia tidak bisa langsung menembus barikade filter.
Namun, Red Tide dan Hetero-Creatures terus menekan batas kota dari segala arah, membentuk pengepungan. Agent Zero memerintahkan Hetero-Creatures menyerang, sementara Hetero Tower memancarkan cahaya merah mengancam.
Upaya berkomunikasi dengan Chaos & proyeksi Red Tide
SKK mendatangi tepi pegunungan untuk mengamati Agent Zero.
Saat SKK memanggil Chaos, Agent Zero sementara bertransformasi menjadi wujud Chaos dan mengucapkan kata-kata terdistorsi, menandakan realitas yang memburuk dan kondisi Chaos yang tidak stabil.
Agent Zero menampilkan proyeksi orang-orang terdekat lewat Red Tide dan mengajak SKK“ikut ke dunia baru”. SKK menolak dengan tembakan, menyatakan tidak akan membiarkan peradaban manusia diambil.
Ishmael, mengamati dari jauh, menyimpulkan bahwa “Chaos” sebagai kehendak yang menenun Red Tide kemungkinan besar telah lenyap; tanpa Chaos, Agent Zero baru ini hanya “binatang” murni yang akan melakukan segala cara untuk mengirim peradaban Bumi kembali melewati “Gate”.
Kepungan berkepanjangan & krisis internal kota
Lebih dari 40 hari berlalu sejak Agent Zero muncul; Red Tide dan Hetero-Creatures telah mengepung Aerospace City sehingga warga tidak bisa keluar untuk mencari suplai.
Stok makanan dan obat menipis, pasien luka berat memburuk. Minimal 40 hari lagi dibutuhkan sebelum panen pertama di rumah kaca.
Red Tide terus menggoda warga; sudah ada beberapa yang bunuh diri dengan melompat ke dalam Red Tide.
Naison, yang nekat keluar karena kelaparan, tertular Punishing Virus dan berpotensi kehilangan kaki.
Muncul wacana di antara sebagian warga untuk melakukan voting memaksa SKK masuk ke Red Tide, karena mereka hanya tahu satu hal: Agent Zero berjanji akan pergi jika SKK “bersatu” dengannya.
Spekulasi SKK tentang Hetero Tower, Gate, dan “penonton”
SKK mengaitkan kembali ingatan dari dalam Hetero Tower: Cradle, Vonnegut, Dominik, Chaos, konsep memetic contamination dan Zero-point Energy serta fungsi Agent Zero sebagai mekanisme “filtering” peradaban.
Menyimpulkan bahwa ada entitas lebih tinggi yang:
Mengumpulkan peradaban yang sudah menguasai Zero-point Energy.
Menguji mereka dan “mendaur ulang” data peradaban yang dianggap tidak seimbang/“salah” melalui Gate.
SKK menyadari adanya “penonton” yang mengamati dunia ini (Ishmael, sosok berkerudung di bawah laut, suara-suara yang menyuruh “pergi, ini bukan waktunya”), dan bahwa dunia sekarang mungkin seperti tontonan atau eksperimen bagi mereka.
SKK menantang “penonton” itu secara verbal: jika mereka ingin melihat kehancuran atau kemenangan, mereka harus melihat sampai akhir; peradaban manusia tidak bisa disederhanakan menjadi data yang dapat difilter seenaknya.
Keputusan SKK: masuk ke Red Tide
Menyadari:
Agent Zero terus berevolusi dan mengepung kota.
Persediaan tidak akan bertahan; warga bisa mati kelaparan sebelum badai salju berakhir.
Otoritas Agent Zero tampak belum sepenuhnya stabil.
SKK mempertimbangkan pengalaman di Hetero Tower: dengan menyelam ke Red Tide, menggunakan Mind Beacon untuk “merebut” otoritas dari Agent Zero, atau minimal mengacaukan misinya dari dalam.
Ia memutuskan untuk mengambil risiko itu meski kali ini tanpa Lucia di sisi, menggunakan perangkat stabilisasi Mind Beacon ciptaan Rosa sebagai satu-satunya andalan untuk mempertahankan kewarasan di dalam Red Tide.
Sebelum berangkat, ia menitipkan urusan kota pada Emma dan Discord, lalu menuju kaki gunung tempat Red Tide mengalir.
Niatnya dinyatakan jelas: menjadi “kanker” di dalam Red Tide, menggagalkan misi Agent Zero untuk “mendaur ulang” peradaban Bumi, dan membawa “kayu bakar baru” untuk terus menyalakan api peradaban manusia.
Kesadaran Kembali & Pertemuan dengan Ishmael
SKK terombang-ambing di dalam Red Tide, tubuh dan kesadarannya hancur lalu tersusun kembali, menanggung rasa sakit ekstrem.
Saat kesadaran perlahan pulih, ia tersadar di puncak gunung bersalju dekat Aerospace City, di bawah tenda sederhana.
Di sana, ia bertemu dengan Ishmael (mantan anggota Babylonia Control Court), berambut merah muda, yang melarangnya membuka mata terlalu cepat karena risiko snow blindness.
Ishmael menunjukkan bahwa ia juga sosok misterius berkerudung di bawah laut yang sebelumnya beberapa kali “membunuh” SKK.
Identitas Ishmael: Gatekeeper & “The Merciful One”
Ishmael menyebut dirinya “Gatekeeper”, bukan pembuat aturan, dan menjelaskan bahwa ia hanyalah sebuah “proyeksi” dari dimensi yang lebih tinggi.
Namanya memang Ishmael, kadang dipanggil “the Merciful One”, namun reputasi bahwa ia memberi “satu kesempatan tambahan kepada siapa pun” ia sebut hanya rumor yang dibesar-besarkan.
Ia menegaskan bahwa Punishing Virus bukanlah ujian yang ia ciptakan; ia hanya pengamat dari kejauhan.
Penjelasan tentang Gate, Hetero Tower, dan “Ujian”
Ishmael menghubungkan “Gate” dan Hetero Tower: di balik Gate ada peradaban tanpa kehidupan yang “mengumpulkan” peradaban yang sudah menguasai Zero-point Energy dan mengujinya.
Tempat di mana Ishmael berada ini adalah ruang di balik Gate, yang pernah dijelaskan Nanami sebagai kuburan sekaligus tempat lahirnya peradaban – lahir dan musnah secara bersamaan.
Ia menyebut mimpi tentang “Nemo” dan “Dominik”:
Di dunia mereka ditemukan kapsul perjalanan waktu, dari situ muncul Heteromer Crystal (yang setara dengan sumber Punishing).
Kristal itu menyelimuti kapsul dan menjadi menara menjulang (cikal bakal Hetero Tower).
Bagi dunia mereka ini disebut “Chaos Contamination”, dan mereka gagal melewati “ujian” tersebut.
Dari kelalaian mereka, memetik memetik (contaminating memetic) bocor ke dunia manusia sekarang, sehingga Hetero Tower muncul terlalu dini dan membawa Punishing Virus ke peradaban ini.
Status Peradaban Manusia: Sudah di Ujung
Ishmael membuka sebuah “buku” dan menyimpulkan: peradaban manusia telah mencapai “akhirnya”.
Dalam semua “ending” yang pernah ia lihat, manusia tidak pernah lolos dari ujian Punishing Virus tanpa luka parah; ujian kali ini pun tidak adil karena adanya kebocoran memetik dari dunia Nemo.
Ia menjelaskan Chaos, Agent Zero, dan Red Tide:
Punishing/Red Tide tugasnya hanya “recycling” (mendaur ulang peradaban).
Sekalipun otoritas Agent Zero dipegang kesadaran yang relatif “baik”, pada akhirnya kesadaran itu akan digerus dan diganti oleh Agent Zero baru dari Red Tide.
Agent Zero baru akan memakan kekuasaan dan kesadaran Chaos sampai Chaos lenyap.
Pertanyaan Ishmael: Mengapa Memilih Masuk Red Tide?
Ishmael mempertanyakan motif SKK:
Ia tahu bahwa “fruit” Chaos mungkin tidak lagi efektif, peluang melawan Agent Zero baru sangat kecil, dan menghalangi Red Tide dengan kesadaran saja hampir mustahil.
Namun SKK tetap memilih masuk Red Tide dengan taruhan nyawanya.
SKK menjawab: ia tidak melihat dirinya spesial, tapi merasa punya tanggung jawab untuk menggunakan kemampuan yang tersisa, entah dengan menjadi “kanker” di dalam Red Tide atau umpan untuk memancing entitas lain.
SKK juga bertanya apakah di antara semua ending yang Ishmael lihat, pernah ada “savior”. Ishmael membaca hal ini sebagai “blind faith” pada variabel yang telah ia sebabkan sepanjang perjalanan.
Penjelasan Lengkap Soal Agent Zero & Keterbatasan Jalan Lain
Ishmael menjelaskan bahwa:
Upaya Vonnegut dan Dominik untuk menyelamatkan dunia ini—baik melalui pengorbanan diri untuk menyegel, maupun mencoba ko-eksistensi dengan Punishing—semuanya gagal.
Red Tide / Punishing tidak pernah akan puas; tugasnya hanya memanen.
Agent Zero baru telah memakan sisa kekuatan Chaos; Chaos yang lengkap pun belum tentu sanggup menahan, apalagi sekarang.
Jika tak ada yang menghentikan Agent Zero dan Hetero Tower, peradaban manusia akan “dipanen” sepenuhnya.
Penawaran Ishmael: Alternatif Selain Menyatu dengan Red Tide
Ishmael menyatakan bahwa pilihan SKK untuk masuk Red Tide memang taruhan berisiko, tapi dalam satu sisi “betul”.
Ia menawarkan pilihan lain:
Memulai “trial” untuk menyeberangi Gateway dengan masuk ke Hetero Tower.
Ia menekankan perbedaan:
“Masuk Hetero Tower” biasa hanya membuat seseorang melihat fragmen ruang-waktu yang kacau dan tak terkendali.
“Melewati Gateway” berarti mendapatkan “kekuatan baru”—sebuah “tingkatan kekuatan” baru.
Contoh: Lee & Undangan yang Ditolak
Ishmael mengungkap bahwa ketika Hetero Tower pertama kali muncul, ada satu Construct yang memasukinya sebagai Construct dan mencapai puncak: Lee.
Lee menolak undangan Ishmael untuk menyeberangi Gateway dengan tegas, karena “masih ada orang yang menunggunya untuk kembali”, dan ia ingin menghadapi masa depan bersama mereka.
Setelah keluar, Lee lupa segala hal yang ia lihat dan kehilangan kekuatan yang ia dapat di Tower.
Ishmael mengakui bahwa ia sulit memahami cara pikir manusia, mungkin karena sudah terlalu lama melayang di dimensi lain.
Apa yang Ditawarkan Gateway: Kekuatan dan Peluang Baru
Ishmael menggambarkan:
“Melewati Gateway” = mendapatkan tingkat kekuatan baru, mirip dengan Future Nanami yang bisa mengirim pesan ke Bumi lintas timeline.
Dengan kekuatan itu, SKK berpotensi mengambil alih Hetero Tower dari Agent Zero.
Namun, ia jujur mengakui: ia tidak yakin apakah kendali penuh atas Hetero Tower bisa benar-benar memungkinkan “rewind time”.
Pola yang ia ketahui: otoritas penuh Hetero Tower hanya berpindah bila Agent Zero benar-benar lenyap. Trial Gateway hanya membuka “kesempatan”, bukan kepastian.
Mengapa SKK Bisa Mengikuti Trial?
Ishmael menyatakan alasan ia muncul:
Pikiran SKK telah mencapai ambang kekuatan tertentu, cukup untuk memulai trial Gateway.
Kemampuan SKK mempertahankan kesadaran di dalam Red Tide barangkali salah satu indikasinya (meski ia tak mengiyakan gamblang).
Sebagai Gatekeeper, satu-satunya “jalan belakang” yang bisa ia buka: mengizinkan SKK masuk Hetero Tower tanpa harus menembus penghalang Agent Zero. Selebihnya, SKK harus berjuang sendiri.
Motif Ishmael & Pilihan Akhir
SKK bertanya apa keuntungan Ishmael dari memberi pilihan ini.
Ishmael menjawab: jika ada yang ia “dapatkan”, itu adalah “kemungkinan baru”—ia ingin tahu apakah benar ada cerita lain, sebuah “kemungkinan” di mana semua orang bisa bertahan hidup.
Ia tidak bisa menjelaskan lebih banyak sebelum SKK benar-benar melewati Gateway, karena “bahasa adalah informasi” dan ia terikat aturan tertentu.
Pada akhirnya, Ishmael menegaskan:
Ia hanya menyediakan kesempatan/opsi (trial Gateway vs terus menyatu dengan Red Tide).
Keputusan sepenuhnya milik SKK.
Pilihan utama SKK
Ishmael, menawarkan dua opsi:
Masuk kembali ke Red Tide dan berebut otoritas dengan Agent Zero yang baru lahir.
Masuk ke Hetero Tower dan mencoba “melewati Gateway” untuk memperoleh “kekuatan tingkat lebih tinggi”.
SKK mempertimbangkan:
Red Tide = peluang konkret untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia dalam jangka lebih panjang.
Gateway = kemungkinan mengubah segalanya, bahkan mendekati kondisi “sebelum semuanya hancur”.
SKK meragukan Ishmael: ia tidak tampak bermusuhan, tetapi bukan manusia, memiliki hubungan dengan Vonnegut, dan ucapannya terasa terlalu abstrak.
Jalur Ending “High Wall” (memilih Red Tide)
SKK menolak tawaran Ishmael untuk Hetero Tower dan memutuskan kembali ke Red Tide.
Ishmael mengantar SKK kembali ke puncak gunung dekat Aerospace City, lalu menghilang, sambil berkata SKK dapat memanggil namanya jika berubah pikiran.
SKK, yang pakaiannya telah terkikis Red Tide, melompat sekali lagi ke Red Tide dengan niat menyatu dengannya dan berupaya bekerja sama dengan kesadaran Chaos untuk melawan Agent Zero.
Saat pernah menyentuh Red Tide, SKK merasakan kesadaran Chaos dan serpihan memori: tentang Vonnegut, Ishmael, Hetero Tower, dan diskusi tentang peran Cradle serta upaya mencari cara lain melawan musuh sejati. Ini menegaskan bahwa menyatu dengan Red Tide dan Chaos adalah jalur yang mungkin.
Setelah lompatan itu, sudut pandang beralih pada masa depan:
Tercatat bahwa sudah 902 hari sejak SKK meninggalkan tower, dan 62 hari sejak ia pergi (lompat).
Rosa menulis surat pada SKK dari Aerospace City:
Setelah SKK pergi, terjadi badai dahsyat Mutated Red Tide di luar kota, namun kemudian mereda dan bahkan mundur dari zona aman semula.
Agent Zero yang baru lahir menghilang tanpa jejak; Red Tide berhenti menyebar, tetapi tidak menyusut dan tetap menggoda manusia untuk “tenggelam” ke dalamnya.
Discord memimpin patroli dan ekspansi hati‑hati; manusia mampu bertahan hidup musim dingin berkat suplai baru, namun tetap terkurung di area sempit sekitar Aerospace City.
Rosa berkali‑kali mencoba meneliti Red Tide dan memanggil SKK, tapi tak pernah ada jawaban. Ia bertanya-tanya apakah SKK berhasil menguasai Red Tide.
Ia bersumpah tidak akan menyia‑nyiakan waktu yang telah “dibeli” SKK bagi umat manusia dan meyakini bahwa suatu hari SKK akan kembali.
Red Tide kini pasif namun terus menjadi ancaman laten; umat manusia hidup di ruang terbatas, seperti melihat langit dari dasar sumur.
Ending “High Wall”:
Peradaban manusia tidak langsung musnah, namun stagnan dalam kondisi tertahan oleh Red Tide.
Ancaman belum hilang, dan masa depan tetap tidak pasti.
Ending alternatif: memilih Hetero Tower
SKK mempertimbangkan serius untuk memasuki Hetero Tower dan melewati Gateway.
Ishmael menjelaskan secara samar bahwa:
“Ujian” Gateway selalu berbeda dan di luar kendalinya.
Ia yakin SKK tidak akan gagal dan menyebut kekuatan SKK melebihi apa yang SKK sadari.
SKK menyimpulkan bahwa jika lulus ujian dan menguasai “Gate” (Bridge Across Dreams, terowongan yang memanjang dari Hetero Tower), ia mungkin dapat:
Menggunakan kekuatan tingkat lebih tinggi.
Jika pun tidak bisa memundurkan waktu ke masa depan yang “benar”, setidaknya meniru Nanami untuk mengirim pesan ke masa lalu dan mengubah jalannya peristiwa.
Dengan persiapan pesan dan instruksi yang sudah dikirim ke Rosa, Emma, dan Discord sebelumnya, SKK tidak merasa perlu kembali ke Aerospace City.
Ishmael membuka sebuah pintu kuno—jalur langsung ke Hetero Tower. Waktu kembali mengalir, fajar menyingsing, dan Commandant melangkah masuk, lalu pintu tertutup tanpa suara.
SKK memasuki Hetero Tower dan langsung diserang oleh gelombang informasi aneh yang masif, seperti bendungan jebol, yang menembus pertahanan mentalnya.
Rasa sakit ekstrem menyerang otaknya, digambarkan seperti aliran listrik bertegangan tinggi yang menyambar seluruh tubuh.
Di dalam menara tampak kristal merah raksasa; ruangannya terdistorsi dan menghasilkan bayangan-bayangan aneh.
Dalam kesadarannya, SKK merasakan gelombang raksasa dan badai di kedalaman pikirannya; sarafnya bergetar hebat, seolah menjerit kesakitan.
Konsentrasi Punishing dalam tubuhnya meningkat tajam dan tak terkendali hingga ia mengeluarkan darah dari mulut dan hampir roboh.
Di saat kritis, ia merasakan sepasang tangan lembut dan familiar menopangnya dari belakang; ia menyangka itu adalah Lucia.
Sebuah proyeksi Lucia memang muncul, namun kemudian menghilang secara tiba-tiba tanpa jejak, meninggalkan SKK kebingungan dan memanggil Lucia serta Ishmael.
Suasana di dalam Hetero Tower menjadi sunyi total tanpa tanda-tanda kehidupan lain.
Ishmael lalu muncul diam-diam di samping SKK. Ia menjelaskan bahwa sosok tadi adalah Lucia, tetapi sebenarnya hanyalah proyeksi yang ditinggalkan di dalam Mind Beacon SKK, bukan Lucia asli.
Sementara SKK bicara, kristal bergerigi tumbuh liar mengelilinginya seperti amber aneh yang menyebar di langit dan sepenuhnya menutupinya.
Ishmael menyadari bahwa “sesuatu” telah dimulai, dan dengan tenang mengucapkan semacam salam perpisahan: “Selamat jalan, Gray Raven,SKK.”
Ruang dan waktu menjadi kacau; persepsi dimensi SKK runtuh, sehingga ia tidak tahu sudah berapa lama bertarung—sekejap, atau ribuan tahun. Ia tampak sendirian menghadapi domain kosmik, namun suara dan ingatan dari berbagai tim (Gray Raven, Strike Hawk, Cerberus, dan lain-lain) menunjukkan bahwa ia sebenarnya tidak pernah benar-benar sendiri.
Semua kegagalan, kematian, dan pertempuran masa lalu menumpuk dalam ingatannya, digambarkan lewat kilas balik puitis: “gear berkarat mulai berputar”, “bintang gelap jatuh”, “crimson” yang memusnahkan “moving paradise”, perjalanan malam tanpa akhir, darah yang tererosi, malam bencana di masa depan buatan, harapan dari kedalaman laut, kehidupan baru di tengah mimpi buruk, gadis yang menyatakan perang pada Malam Abadi, dan kembalinya bayangan masa lalu. Semua ini menggambarkan seluruh kisah yang telah dilalui SKK selama ini.
Di tengah serangan traumatis dan luka batin-fisik yang berulang, SKK tetap memilih untuk melawan. Serangkaian penegasan muncul:
“Aku tidak akan pernah menyerah pada kesempatan untuk bertarung.”
“Aku tidak akan pernah meninggalkan masa depan umat manusia.”
“Aku tidak akan pernah meninggalkan Lucia.”
Lucia menegaskan bahwa selama ia bersama SKK dan Gray Raven, ia bisa mengatasi apa pun, menandai bahwa tekad mereka bersifat kolektif, bukan hanya individu. Narasi menekankan bahwa keyakinan dan keberanian mengalir terus menerus dari Mind Beacon SKK, dan bahwa umat manusia tidak akan hancur di sini.
Di ambang hidup dan mati, SKK menghadapi makhluk berdimensi lebih tinggi yang wujudnya sulit dideskripsikan. “Suara alam semesta” menyatakan bahwa ia telah melihat kehendak SKK. SKK menegaskan bahwa ini bukan hanya kehendaknya sendiri, melainkan “kehendak peradaban.”
Lee menembak ke arah makhluk itu, Lucia menyerang dengan pedang, Liv melepaskan domain kekuatan, dan semua berujung pada satu tembakan dari SKK. Serangan gabungan keempatnya “mengakhiri” bentuk proyeksi makhluk tersebut dalam pertempuran yang digambarkan sangat panjang ini.
Makhluk berdimensi tinggi itu—disebut sang Observer—menghapus “luka”-nya dan melepaskan penyamarannya, lalu perlahan berhenti bergerak sementara proyeksinya memudar.
Setelahnya, SKK dilanda kelelahan ekstrem; kesadarannya seakan tenggelam dalam “air laut mendidih.” Emosi yang berbaur meledak sekaligus sebelum segalanya mereda menuju keheningan. Cerita ditutup dengan kalimat tentang “saat mereka mencapai pintu yang belum dibuka dalam tubuh fana mereka,” llalu Observer memberi semacam pengakuan terhadap pencapaian manusia, diakhiri pernyataan: “Kau berhasil, manusia.”.
Kondisi setelah pertempuran tak berujung
Kabut merah dan kristal aneh menghilang, luka-luka SKK lenyap.
Menara Hetero kembali ke bentuk awal yang diselimuti kabut putih, namun sesuatu telah berubah: SKK kini mendapatkan “kekuatan dimensi lebih tinggi” dan bisa “membaca” waktu-ruang seperti buku.
Saat ia mencoba menggerakkan tangan, struktur Menara Hetero berubah (kristal surut, tangga bergeser), tapi menara tidak bisa sepenuhnya dikendalikan karena intinya (core) sudah diambil keluar sebelumnya.
Penjelasan Ishmael: batasan Menara Hetero dan waktu
Ishmael muncul dan menjelaskan bahwa:
Inti Hetero Tower sudah dibawa keluar SKK.
Menara sudah rusak karena tindakan Vonnegut dan Cradle; jalur-waktu di dalamnya kacau.
Mustahil mendarat di titik waktu yang tepat, bahkan untuk mengembalikan inti.
Ishmael sendiri bisa bergerak karena ia bukan berasal dari dunia SKK maupun peradaban Hetero Tower.
SKK tidak dapat kembali ke “lapisan sebelumnya” karena Agent Zero masih ada di titik waktu saat ia masuk menara, dan inti pun tidak berada di dalamnya.
Kebuntuan dan rasa putus asa SKK
Menara Hetero retak, mengembang tak terbatas ke atas, dan bila runtuh total, semua fragmen di dalamnya—termasuk peradaban manusia dan sisa-sisa peradaban lain—akan lenyap melampaui Gateway.
Sekalipun otoritas Agent Zero direbut paksa, Menara yang sudah kehilangan sebagian besar kekuatannya mungkin tidak bisa memutar ulang waktu ke masa depan yang “benar”.
SKK menyimpulkan bahwa semua usahanya tampak sia‑sia: tak bisa memakai Menara, tak bisa menjamin kelangsungan peradaban manusia.
Saat ia secara refleks menutup celah yang nyaris dimasuki Mutated Red Tide, ia menyadari masih bisa mencegah kerusakan waktu, namun tetap terjebak di dalam menara.
Ledakan emosi dan reaksi Ishmael
SKK menuduh Ishmael menipunya, emosinya tak terkendali; kekuatan barunya memunculkan kristal tajam yang menyerang Ishmael.
Ishmael menghindar tanpa marah, mengingatkan agar ia tenang karena fissure di Menara makin parah.
SKK berhasil menenangkan diri; Red Tide yang sempat mengamuk pun mereda sendiri. Ishmael menilai ia cepat beradaptasi dengan kekuatan baru.
Pilihan pertama: menjadi Observer dan “mengawetkan” peradaban
Ishmael menegaskan ia tidak berbohong:
“Melewati Gateway” dan memperoleh “Higher Power” adalah langkah penting bagi SKK dan peradaban manusia.
Menara Hetero bukan lagi kunci utama—SKK sendiri lah yang penting.
Ia menjelaskan:
Jika dulu SKK menyatu dengan Red Tide, ia bisa menyaingi Agent Zero sebagai Chaos, tapi tetap tak bisa melampaui Punishing Virus atau membalik Red Tide.
Peradaban manusia tetap akan berakhir; itu hanya mengganti “pelaksana akhir”, bukan mengubah nasib.
Ishmael menawarkan:
SKK dapat menjadi Observer dimensi lebih tinggi.
Ishmael akan membantunya “mendaur ulang” Menara Hetero dan memberinya otoritas Agent Zero.
Bersama, mereka akan memakai Punishing Virus untuk mengawetkan informasi peradaban manusia sepenuhnya (seperti “amber”), bukan memanennya lalu dibawa kembali di balik Gate.
Di masa depan, ketika kekuatan yang lebih besar tercapai, peradaban itu bisa “dihidupkan kembali”.
Ia menjamin probabilitas keberhasilan 100%, namun tidak merinci alasan detail (disebut “cerita untuk masa depan”).
SKK menilai ini mirip dengan Agent Zero: umat manusia tetap “berakhir” di bentuk sekarang dan hanya menunggu restart di masa jauh nanti.
Keinginan SKK mencari jalan lain
SKK belum puas dengan kedua opsi yang tampak tersisa:
Menjadi Observer dan mengawetkan peradaban.
Tetap di Menara Hetero, menambal retakan sampai semuanya runtuh.
Ia ingin beristirahat sejenak, berharap seandainya semua ini hanya mimpi dan ia bangun di lounge Gray Raven dengan Lucia, Liv, dan Lee di sekitarnya.
Pilihan kedua: mempertaruhkan segalanya dengan mengubah “masa lalu”
Ishmael, ragu-ragu namun jujur, menawarkan satu opsi berisiko:
Mencoba mengubah masa lalu, dengan memanfaatkan “singularitas” pribadi milik SKK.
“Singularitas” yang dimaksud: “dasar laut” tempat SKK pernah terdampar ke dunia asing sebelumnya (Cradle of Deep Blue/Cthylla (chapter 26)).
Ishmael memunculkan kembali buku sejarah peradaban yang ia baca:
Buku kini lebih tipis—indikasi bahwa sebagian “masa lalu” menghilang karena seseorang (“dia/her”) sedang berjuang mengubahnya.
Ada bagian halaman yang awalnya kosong yang kemudian terisi samar setelah SKK dan Lucia keluar dari Hetero Tower, lalu makin jelas setelah SKK bertemu Nanami.
Ia melihat “dasar laut” dan “kamu” dari masa lalu di sana.
Perintah tersembunyi dalam “buku sejarah”
Pada bagian yang terkait momen SKK melewati Gateway, muncul teks tak jelas yang pada akhirnya terbaca sebagai:
“—SKK, kembalilah ke dasar laut.”
Mengucapkan kalimat itu memicu sejenis penghalang besar di ruang kosong yang runtuh; Ishmael menyebut ini sebagai “keajaiban” yang hanya dimiliki manusia.
Teks itu menghubungkan:
Lucia, Nanami, dan semua orang yang “memanggil” SKK.
Harapan dan ketakutan mereka membentuk api kecil peradaban yang menembus batas ilusi ruang-waktu dan memberi petunjuk ke masa depan.
Perbedaan dengan rencana Vonnegut
Ishmael menegaskan perbedaan mendasar dari rencana Vonnegut:
Vonnegut ingin SKK masa lalu kembali ke Cradle of Deep Blue agar Cthylla menetaskan “key” sesuai keinginannya, menjadikan Chaos sepenuhnya boneka Vonnegut.
Chaos versi itu hanya menahan Red Tide di dalam laut sementara, tapi tetap akan pada akhirnya dikuasai kehendak Agent Zero—hampir sama hasilnya dengan jika SKK meloncat ke Red Tide waktu itu.
Namun sekarang:
Jika SKK saat ini (yang sudah melewati Gateway dan punya Higher Power) kembali ke bawah laut, Cthylla bisa menetaskan Chaos versi “lengkap”.
Chaos yang lengkap dapat mengalahkan Cradle.
Bila SKK dapat sepenuhnya menguasai Menara Hetero sebelum rusak, mungkin ia bisa:
Menarik kembali garis waktu ke hari sebelum kedatangan Hetero Tower.
Pilihan mengulang waktu & risiko bagi peradaban
Ishmael memberi tahu bahwa ada kemungkinan menarik garis waktu kembali ke hari sebelum kemunculan Hetero Tower.
Namun konsekuensinya tidak diketahui: bisa membuat SKK benar‑benar “mati di dasar laut” dan berpotensi menyeret seluruh peradaban manusia ke loop waktu abadi.
Ishmael, sebagai “teman”, sebenarnya tidak menyarankan opsi berisiko ini dan justru menawarkan jalan lain: menjadi Observer berdimensi lebih tinggi, dengan cara “mengawetkan” peradaban manusia seperti serangga dalam amber.
Dilema moral komandan
SKK mempertanyakan nasib orang‑orang yang lahir dalam 30 tahun terakhir jika garis waktu diubah.
Ishmael menjawab bahwa “yang ditakdirkan” tetap akan ada, tetapi lahir di masa yang lebih baik—bukan dalam “kegelapan total” seperti sekarang.
SKK bergulat antara:
Menjadi Observer dan “mengawetkan” peradaban.
Mengambil risiko ekstrem kembali ke dasar laut untuk berusaha memecah takdir yang sudah ditentukan, dengan bahaya kematian sejati dan loop tanpa akhir.
Permintaan terakhir: data untuk Nanami
Sebelum memilih, SKK meminta Ishmael mengirim semua data riset Aerospace City (termasuk analisis inti Hetero Tower) kepada Nanami di luar angkasa.
Tujuannya: jika SKK gagal dan terjebak loop, Nanami bisa memahami “wasiat terakhir” dan niat SKK dari data itu.
Ishmael menyetujui permintaan ini.
Cabang Ending 1: Menjadi Observer – Ending “Gravekeeper of Civilization”
Jika SKK memilih menjadi Observer, Ishmael menyebut ini “ending terbaik” yang ada dalam skenario yang ia ketahui.
SKK menerima “pengetahuan”: melihat berbagai akhir yang sudah diprediksi “Mereka” (makhluk berdimensi lebih tinggi yang menetapkan “aturan”, menguji, dan “memanen” peradaban).
Dalam visi itu terlihat beragam nasib suram:
Babylonia yang akhirnya tetap tersusul Punishing Virus.
Umat manusia di permukaan yang terjerat Agent Zero baru.
Manusia yang terjebak di Aerospace City lalu akhirnya masuk ke “surga” Red Tide.
Ishmael menjelaskan:
“Mereka” menyaring peradaban yang “benar”, dan hanya yang lolos dapat tiket ke lautan bintang.
Punishing Virus adalah “penipuan terbesar” yang ia kira dulu bisa menjadi kunci lolos ujian.
Bersama Ishmael, SKK belajar memanipulasi Punishing Virus untuk “menyegel” seluruh informasi peradaban manusia, menjadikannya seperti amber:
Dunia membeku; magma Bumi menjadi “jantung” yang berhenti; semua informasi (peradaban) dimampatkan menjadi satu “orang” sebagai simbol.
Peradaban tidak lenyap, tetapi berhenti total, menunggu masa depan di mana aturan bisa diubah dan waktu bisa ditulis ulang.
SKK dan Ishmael sebagai Observer lalu “mengembara” di lautan bintang tanpa batas, mencari masa depan lebih tinggi di mana “amber” itu dapat dibangkitkan kembali.
Inilah Ending: “Humanity’s Ending: Gravekeeper of Civilization” – peradaban berhenti, disegel, menunggu kemungkinan di masa depan.
Cabang Ending 2: Kembali ke dasar laut & menjadi Chaos sejati
SKK menganalisis bahwa semua jalan yang sudah “diketahui” Observer dan makhluk tinggi lainnya bermuara pada kegagalan.
Karena itu, “jalan liar” yang belum pernah terlihat justru punya harapan terbesar; tidak ada akhir yang lebih buruk daripada kehancuran yang sudah ditakdirkan.
Ia menolak menjadi Observer dan menolak “pelestarian” tanpa hidup:
Menyebut bahwa hidup beku dalam amber tidak beda dengan mati; “fragmen bertahan hidup” dan “sekerat harapan” nilainya sama.
SKK memilih kembali ke dasar laut, meski Ishmael menegaskan risikonya:
Kematian sejati.
Kemungkinan terjebak dalam loop Cradle of Deep Blue, mati berulang tanpa jalan keluar.
Ishmael mengungkap perbedaan penting dari ending lama di mana SKK dulu menyatu dengan Chaos di dalam tower mengikuti rencana Vonnegut:
Dalam garis itu, Vonnegut gagal keluar lewat Gateway; Red Tide menguat tanpa batas, Chaos menjadi wadah hasrat Red Tide.
Manusia yang ingin merebut kembali Bumi menjadi bentuk mengerikan; Vonnegut dan umat manusia lain terjebak dalam konflik abadi di permukaan.
Ending ini sudah “tertulis” dan tidak lagi mungkin setelah SKK meninggalkan Hetero Tower dan mengejar jalur baru.
Kali ini, skenarionya berbeda:
Ishmael akan mengirim “diri” SKK kembali ke dasar laut, masuk ke telur Cthylla, dan menetas sebagai Chaos sejati.
SKK sendiri—dengan “penglihatan” yang melampaui Chaos—akan menjadi inti Chaos dan tidak bisa sepenuhnya dikendalikan Vonnegut.
Setelah mengalahkan Cradle, Chaos versi SKK bisa memanfaatkan penuh kekuatan Hetero Tower sebelum rusak.
Penutup: Tekad menembus takdir
Ishmael mengakui bahwa ia tak lagi bisa memprediksi masa depan; semua perhitungan Gestalt, Huaxu, bahkan dirinya tak menjangkau jalur ini.
Jalur baru ini hanya mungkin berkat:
Tebasan Lucia yang memecah belenggu Hetero Tower.
Perjalanan Nanami melintasi bintang mencari kebenaran.
Kehendak banyak orang yang bersama‑sama menciptakan “opsi baru” di luar skenario yang ditentukan “Mereka”.
SKK memutuskan dengan mantap: kembali ke dasar laut, menerima kemungkinan kematian dan loop tak berujung demi satu peluang tipis bagi masa depan manusia.
Ia bertekad:
Merobek tirai waktu, membakar jalur takdir yang busuk.
Menanggung semua penderitaan dan kegelapan.
Mencuri “seberkas api” untuk membawa “fajar sejati” bagi umat manusia.
Kondisi SKK & Latar Waktu
SKK dinyatakan hilang sejak 1 April (April mop), setelah terjun ke Red Tide akibat sabotase di pesawat transport.
Vonnegut sebelumnya menyebut sekarang sudah 10 Mei, sebulan setelah kejadian itu.
Namun Lamia, yang bersama SKK di dasar laut, mengira sekarang baru sekitar 30–31 Maret.
Tubuh SKK & Cradle of Deep Blue
SKK terbangun dalam kondisi tubuh hampir sepenuhnya membusuk dan terkorupsi Punishing Virus, hampir “dipeluk” sepenuhnya oleh Cthylla seperti yang diprediksi Lithos.
Sesuai janji Ishmael, kesadaran SKK tiba di “Cradle of Deep Blue”, sebuah ilusi/ciptaan rumit yang bahkan menipu makhluk berdimensi lebih tinggi.
Lamia melindungi SKK dengan barrier karena area tersebut kembali menjadi Hetero-Creature yang berbahaya bagi manusia, dan mengatakan mereka sedang naik dari dasar laut menuju permukaan.
Kilasan Ingatan & Kebohongan Waktu
SKK merasakan rasa sakit hebat di kepala, disertai kilasan cahaya dan fragmen ingatan: tentang dark star, Hetero Tower, Red Tide, Golden Age, percobaan Lithos, Shorthalt, Lillian, Loki, Cthylla, dan lain-lain.
Pertanyaan sederhana “sekarang tanggal berapa” memicu runtuhnya tirai ingatan: SKK menyadari bahwa ia hilang pada 1 April, sementara Vonnegut menyebut 10 Mei; perbedaan dengan tebakan Lamia (30–31 Maret) menguak bahwa ingatan dan persepsinya telah “disetel” atau disegel.
Tersingkap bahwa Ishmael pernah “mengalihkan” pandangan dan menyegel ingatan SKK di satu “momen tertentu” sampai waktu yang tepat.
Identitas & Kesadaran Diri
SKK menyadari bahwa apa yang ia alami sebelumnya — mimpi, proyeksi, atau versi lain dari dirinya — pada dasarnya tetaplah “dirinya”.
Ia menyimpulkan bahwa tidak pernah ada “yang lain”; yang ada hanyalah “aku” dalam berbagai bentuk pengalaman dan sudut pandang.
Babylonia & Rasa Ditinggalkan
Lamia, yang tidak bisa mendengar “kebenaran” dalam batin SKK, mengira Babylonia telah menelantarkan SKK, karena tidak ada pertolongan datang untuk mencegah kebangkitan Cthylla.
SKK mencoba menyampaikan bahwa dirinya tidak benar‑benar “ditinggalkan”, tapi ucapan dan kesadarannya terhalang oleh “aturan” dunia/ilusi (kena sensor, seperti yang terjadi di chapter 26), sehingga Lamia hanya menangkap sebagian.
Takdir, Cthylla, dan Akhir yang Tak Berakhir
SKK melihat lebih jauh, seperti dalam mimpi‑mimpi sebelumnya: seekor paus raksasa meratap, akar pohon raksasa menembus sebuah “peti mati” raksasa.
Lamia menangis dan mempertanyakan kenapa akhir SKK harus terjadi di tempat ini, padahal ia menganggap SKK “super beruntung dan tak terkalahkan” layaknya pahlawan cerita.
Dengan susah payah, SKK mengucapkan: “Death is not the end.” Lamia langsung terdiam sejenak dan mneyadari bahwa ada yang beda dari SKK, tapi ia tak bisa mendeskripsikannya.
Penutup Bab
Lumpur merah menelan manusia terakhir ini pada fajar 1 April.
Cerita ditutup dengan pernyataan bahwa bahkan dalam kematian, mereka akan terus mencari jalan mereka dan “berbaris dalam parade sebagai mayat”
Hari pertama di F.O.S. dan rasa deja vu
SKK datang sebagai mahasiswa baru di F.O.S. Military Command College.
Seorang senior ramah memberikan formulir pendaftaran dan menjelaskan cara mengisinya.
Saat melihat formulir, di kolom “Nama” tiba‑tiba muncul gelar asing di benaknya: “Gray Raven Commandant”, seolah itu identitas lainnya.
Kampus, suara musik, dan suasana penyambutan tiba‑tiba menumpuk dengan gambaran aneh: bangunan asing, kabut putih, dan kristal merah berdenting seperti logam. Ini menimbulkan perasaan bahwa kenyataan yang sekarang tumpang tindih dengan ingatan lain.
Kode 931206 dan pecahnya ingatan
Saat hendak mengambil map hasil ujian dari tas, SKK ditabrak mahasiswi yang terburu‑buru. Map terlepas, kertas laporan tercecer.
Di pojok kanan atas laporan terlihat kode tulisan tangan “931206”, dengan angka 9 yang digambar panjang seperti bekas luka.
Melihat kode itu memicu transisi mendadak: suara guntur, kegelapan lembap, detak jantung yang keras di telinga.
SKK merasakan berada di dalam sesuatu yang disebut “Chaos” atau “Egg”—sebuah kondisi/ruang kesadaran tempat ingatan‑ingatan tercerai‑berai mulai muncul secara kacau.
Serpihan ingatan Gray Raven dan orang‑orang penting
Dalam “egg” ini, memori yang muncul campur aduk:
Lucia, Lee, Liv memperkenalkan diri pertama kali sebagai anggota tim Gray Raven (dengan nama frame masing‑masing seperti Lotus, Palefire).
Shorthalt muncul dalam beberapa kilasan percakapan:
Menyinggung bahwa SKK sering ke Youth Center dan tentang “anak itu” yang kini pasti sudah tumbuh besar.
Menyebut Project Cthylla sebagai proyek gila yang sudah dihentikan, mempertanyakan mengapa masih dianggap penting.
Menyebut Ascendant kecil bermata ungu yang tidak membunuhnya, hanya mencincangnya dan menimbunnya di puing‑puing.
Noan muncul dengan tekad kuat tentang “mimpi” dan “masa depan” yang ada di balik kegelapan, percaya bahwa harapan akan menang dan mewujudkan impiannya.
Terdengar juga suara yang berkata: “Ini bukan kehendakku seorang.” “Ini adalah kehendak peradaban!”
Semua ini digambarkan sebagai fragmen ilusi yang terus menerus pecah dan tersusun ulang.
Perubahan “cerita” dan loop takdir
Dinyatakan bahwa “cerita” ini telah diam‑diam mengubah akhir takdir—artinya, jalur peristiwa yang seharusnya terjadi telah menyimpang.
Yang di dalam “egg” (Chaos) bukan lagi kesadaran lama; “pandangan SKK” kini menempel pada Chaos yang belum menetas.
Dengan kata lain, kesadaran/jiwa SKK dipindahkan ke entitas baru dalam Tree of Life Vonnegut, sehingga kelanjutan eksistensi SKK terjadi dalam wadah yang berbeda.
Ishmael, buku raksasa, dan Tree of Life baru
Fokus berpindah ke Ishmael, yang merasa ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama ia melakukan sesuatu yang benar‑benar “petualangan”.
Ia membuka buku yang di dalamnya ada gambar paus raksasa, dihiasi benang merah‑emas yang berpilin.
Waktu melompat ke 1 April. Dijelaskan bahwa Vonnegut tidak pernah membuat hanya satu rencana:
Ia menumbuhkan Tree of Life baru yang berakar dalam Red Tide, sebagai cadangan (seperti “kelinci licik dengan banyak liang”).
Pohon kecil ini memancarkan cahaya merah aneh. Di dalam pelukannya ada “telur merah” yang berdenyut pelan — itulah Chaos baru.
Vonnegut belum menyadari bahwa kesadaran di dalam telur itu telah diganti, dan kini mengandung “SKK”.
Setelah itu, diceritakan bahwa pangkalan bawah laut kacau saat paus raksasa menerjang permukaan laut, mengait kejadiannya dengan “parade bawah laut”.
Tema harapan, kematian, dan kelanjutan
Ishmael, sambil mengamati “buku cerita” ini, tertarik dan menantikan apakah SKK benar‑benar dapat menemukan kunci untuk memecah “closed loop”—yakni lingkaran takdir yang terulang.
Telur merah kembali berdenyut, menandakan kehidupan baru yang akan lahir.
Disimpulkan bahwa:
Akhir cerita sudah berubah; “parade di bawah laut” bukan lagi hanya untuk mereka yang ditinggalkan, melainkan juga bagi mereka yang masih terus mencari jalan.
“Kami” ingin terus hidup dan melihat hari esok, bukan sekadar mati dengan indah.
Kematian bukanlah akhir; di ujung “kematian” ada hari esok berisi “harapan”.
Ditutup dengan gambaran bahwa obor akan dinyalakan lagi, dan lambang Gray Raven akan kembali bersinar di bawah cahaya matahari.
Kedatangan Ishmael & kondisi “egg”
Ishmael datang ke markas bawah tanah dan melihat “egg” merah di bawah Pohon Kehidupan kecil.
Vonnegut menyebut “egg” itu sebagai “key” yang akan segera menetas; ia menjelaskan bahwa kunci ini lebih mirip SKK itu sendiri ketimbang “putri”-nya.
Proses pengenalan memori dan kesadaran pada key tidak berjalan sempurna; ada pecahan memori milik pihak lain.
Alasan pemilihan SKK sebagai “key”
Ishmael bertanya kenapa Vonnegut memilih SKK tersebut, padahal banyak M.I.N.D stabil lain.
Vonnegut membutuhkan seseorang yang memahami harga dari kekuatan dan sanggup menanggung siklus penderitaan berulang.
Kebanyakan orang akan menyalahgunakan kemampuan jika tahu sejauh apa mereka bisa melakukannya; risiko ini ingin dihindari Vonnegut.
Menurutnya, hanya SKK ini yang berpotensi menjadi “key” yang sempurna, tetapi memakai SKK asli sebagai key selalu gagal di berbagai siklus waktu.
Sikap Ishmael terhadap rencana Vonnegut
Ishmael menyatakan ia tidak ingin perkembangan yang ada terhapus; ia ingin menyaksikan “rules” dihancurkan.
Karena itu ia tidak akan menghalangi, baik manusia maupun Ascendants.
Ia menilai Vonnegut setelah mati lebih “membosankan” dibanding saat hidup, dan mengingatkannya bahwa ia nyaris lupa jati dirinya karena terus menyatu dengan berbagai “suara”.
Penetasan Chaos & penamaan
Detak “egg” makin cepat, menandakan krisis pencarian jati diri. Ishmael mengusulkan pemberian nama untuk mempercepat penetasan.
Ia bercanda ingin menamai sesuai nama SKK, tapi Vonnegut menolak dan memilih nama sementara “Chaos”, sampai makhluk itu menamai dirinya sendiri.
Telur akhirnya menetas; Ishmael menyadari “pilihan” tertentu telah dibuat (dihubungkan dengan “you”/SKK).
Vonnegut terkejut karena Chaos tampak jauh lebih “lengkap” dari dugaan.
Status Chaos sebagai “ticket” dan rencana awal Vonnegut
Ishmael menilai kesadaran yang stabil lebih baik, membuat Chaos menjadi “return ticket” yang hampir sempurna.
Ishmael meminta Vonnegut menjelaskan rencana awalnya. Vonnegut menyebut ia akan membawa Chaos masuk ke Hetero Tower.
Menurutnya, rencana Dominik untuk “menyegel” contamining memetic hanyalah angan; sumber masalah harus dihancurkan dari akarnya.
Ketidakpastian di dalam Hetero Tower
Vonnegut mengakui ia tidak tahu apa yang sekarang terjadi di dalam Hetero Tower, apalagi setelah “dikacaukan” oleh seorang Construct.
Ia menyebut kemungkinan di dalamnya: Golden Age yang terjerat, ruang yang ditenggelamkan Red Tide, atau bahkan pertemuan dengan peradaban baru.
Ishmael tidak bisa memberitahu kondisi aktual menara, tapi menilai kunci yang makin lengkap adalah hal positif.
Kepemilikan diri Chaos & posisi SKK
Saat Ishmael hendak menyerahkan Chaos kepada Vonnegut, Chaos secara naluriah tampak tidak menyukai Vonnegut.
Terungkap bahwa SKK memiliki kendali atas kehendak Chaos; Vonnegut tidak sepenuhnya bisa mengendalikannya.
Ishmael menjelaskan bahwa ketika SKK menjadi Chaos sejati, penglihatannya akan melampaui Chaos dan dunia ini, sehingga pikirannya tak dapat dimanipulasi Vonnegut.
Pemeriksaan memori Chaos oleh Vonnegut
Vonnegut terus bertanya siapa Chaos dan apa yang ia ingat, menyebut kata kunci: Gray Raven, Babylonia, SKK.
Chaos tidak memberi reaksi apa pun, tampak seperti boneka tanpa emosi.
Lithos berpendapat bahwa tanpa memori yang ditanam, seharusnya Chaos memang tidak memiliki kesadaran diri.
Vonnegut ragu, karena menurutnya Hetero-Creature yang sudah difusi dengan memori SKK mestinya mengingat sesuatu.
Konfirmasi Lithos soal proses “cradle”
Lithos menegaskan tidak ada kejanggalan dalam proses: semua subjek kabur sudah diamankan Sea Fairies, cradle stabil, dan data normal.
Ia mengaku melihat sendiri kelahiran “egg” Chaos; semua berjalan sesuai rencana Vonnegut.
Munculnya Anomaly & langkah berikutnya
Vonnegut tetap curiga bahwa sesuatu yang tak terdeteksi telah terjadi pada Chaos, tetapi tidak melihat perilaku abnormal jelas.
Ia menyatakan waktu telah habis dan menginformasikan perubahan di Hetero Tower; ia menduga “Anomaly” telah menyadari keberadaan dunia ini.
Hetero Tower sekarang terbungkus kristal berlapis, membuat jalur “kembali” lenyap.
Terjebak terlalu lama dalam siklus waktu tertutup, Vonnegut memutuskan satu-satunya cara adalah menghancurkan siklus itu, membawa Chaos sebagai harapan terakhirnya, lalu meninggalkan markas.
Kesadaran SKK berada dalam kondisi kacau: rasa sakit memenuhi M.I.N.D., ruang di sekelilingnya terdistorsi, muncul Spiral Tower merah yang runtuh, dan cahaya merah menembus langit gelap. Suara-suara samar memanggilnya untuk bangun sebagai “SKK”.
SKK mengalami krisis identitas yang berat: ia melihat siluet-siluet familiar berjuang di tepi ruang dan waktu, seorang perempuan bertarung demi seberkas harapan, pecahan kristal bergerigi, serta bayangan-bayangan yang mengejarnya saat tubuhnya perlahan larut.
Di hadapan sebuah “cermin” konseptual, ia ditanya: “Gray Raven Commandant… sebenarnya siapa kamu?” Berbagai kemungkinan identitas muncul: Komandan Gray Raven, nama SKK, hantu yang tenggelam di dasar laut, dan “Chaos” yang baru lahir. Pada akhirnya, ia menegaskan: “Aku adalah diriku sendiri”, dan kesadarannya menjadi jernih.
Dengan bantuan Hetero Tower, pandangan SKK sementara “menempel” pada Chaos.
Ia tersadar di sebuah platform kosong yang diselimuti kabut putih, dengan tangga spiral menjulang tanpa akhir. Di sana, Vonnegut tergeletak pingsan di dekatnya. Tempat ini terasa berbahaya untuk berdiam terlalu lama.
SKK memutuskan untuk menyeret Vonnegut bersamanya—meski Vonnegut curiga padanya, tidak ada pilihan lain di dalam menara ini. Di tepi platform hanya ada jurang kehampaan, sehingga satu-satunya jalur adalah menuju tangga.
Di sekitar tangga, terdapat banyak gerbang yang berdiri di atas platform-platform kecil yang berbeda ukuran. SKK bingung karena tidak mengingat area seperti ini ketika sebelumnya berada di Hetero Tower.
Sebelum ia sempat menentukan arah atau memanggil Ishmael, jalan di belakang mulai runtuh. Terdesak, SKK segera menyeret Vonnegut, membuka gerbang terdekat, dan bergegas masuk.
Saat melintas, ia melihat simbol familiar diukir pada gerbang tersebut. Vonnegut mulai siuman dan bergumam pelan, sementara simbol “Four-Winged White Raven” seolah “membuka sayapnya”
Chaos dan Vonnegut “dimuntahkan” kembali ke platform kosong di dalam Hetero Tower. Tangga spiral masih membentang, tapi Gerbang yang baru saja mereka masuki menghilang. Semua gerbang di sepanjang tangga kini tertutup rapat dan tak bisa dibuka.
Vonnegut mencoba menguji ruang itu dengan kekuatannya, namun ruang tersebut tidak merespons sama sekali. Ia menduga mungkin ini ilusi, lalu mempertimbangkan untuk “membuka jalan sendiri” secara paksa.
Sebelum sempat bertindak, kekuatannya dinetralisir oleh cahaya muram milik Ishmael, yang tiba-tiba muncul. Ishmael mengatakan mengandalkan kekerasan bukan kebiasaan baik dan menyadari ada “pergeseran” di pintu masuk menara yang menyebabkan mereka berdua muncul di sana.
Ishmael menyebut tempat itu sebagai ruang di mana mereka akan terjebak selamanya jika tidak cepat keluar. Ia membuka sebuah retakan gelap dengan Keystaff dan menyebutnya sebagai “pintu masuk” ke sebuah “kuburan”, memperingatkan bahwa mereka akan menjadi bagian dari “kuburan” itu bila tetap tinggal. Ia lalu masuk ke retakan, diikuti Vonnegut dan Chaos, dan ruang itu menutup kembali.
Di sisi lain retakan, mereka kembali ke area Hetero Tower yang “biasa”. Vonnegut menahan Ishmael dan bertanya tentang kondisi Red Tide, khususnya Cradle. Ishmael menjawab bahwa tidak ada yang berubah: Cradle masih menjalankan tugasnya—menyebarkan Red Tide, mengumpulkan informasi, dan “melahap” permukaan.
Vonnegut tampak terganggu, dan Ishmael menyindir apakah ia menyesal. Vonnegut menyangkal adanya penyesalan, menyebut ini adalah jalan yang perlu ditempuh menuju “masa depan”.
Narasi mengungkap bahwa saat mengembangkan Red Tide, Vonnegut tidak menyangka Agent Zero akan “terlahir kembali” darinya. Ia mengira Agent Zero butuh waktu lama untuk menemukan dunia ini, dan ia masih punya cukup waktu. Namun celah di Bridge Across Dreams masih belum bisa ditutup, “dia/she” masih ada, dan hanya soal waktu sampai “dia” menemukan dunia ini.
Nemo pernah menyarankan perlunya pendekatan baru dan bahwa proyeksi dalam Red Tide tak selalu sekadar ilusi. Vonnegut kemudian terus mengembangkan Red Tide demi mencari jawaban, namun menyadari masalah baru: asal Red Tide dan Chaos Contamination punya kemiripan yang mencolok.
Mengingat fenomena Chiko yang menjadi raksasa, Vonnegut mengakui tak pernah membayangkan Hetero Tower akan termanifestasi di Bumi dalam bentuk seperti sekarang, dan menilai dunia ini masih terlalu “awal” untuk itu.
Ishmael mengutip kembali kata-kata Vonnegut sendiri: ketika Dominik dan dirinya (Vonnegut/Nemo) muncul di tempat itu dalam bentuk berbeda, seharusnya ia sudah bisa menduga bahwa bukan hanya teknologi masa depan yang dibawa ke masa kini, tapi juga masalah-masalah dari era itu.
Vonnegut mengaku tidak menyangkal kesalahannya, namun menyatakan bahwa sekarang “semuanya akan berakhir”. Pada saat itu, ia merasakan sensasi seolah ada sesuatu yang ditarik dari kesadarannya, sementara interior Hetero Tower beriak halus seakan menyambut kembalinya sosok yang dulu menjadi tuannya.
Ishmael menyadari “dia” telah kembali (“Ah… It’s her”), menyimpulkan waktunya untuk pergi sudah tiba, dan mengucapkan selamat berjuang sebelum meninggalkan tempat tersebut.
Kembalinya Cradle & Konflik Awal
Cradle “kembali” ke Hetero Tower dan mencoba menyentuh Hetero-Core, tetapi ditolak oleh force field.
Vonnegut dan Chaos muncul untuk menghabisinya. Cradle bertahan dan kabur, namun tetap diburu jauh dari area inti.
Cradle Memulihkan Memori Lewat Red Tide & Chaos
Cradle membuka celah di dinding Hetero Tower dan membiarkan Red Tide masuk untuk memperkuat dirinya.
Dalam pertempuran berulang melawan Vonnegut dan Chaos, Red Tide yang menyentuh tubuh Chaos menyerap fragmen “informasi”.
Dari siklus kematian-regenerasi ini, Cradle perlahan mengingat kembali masa lalu: vanguard team, Project String, Dominik, dan identitasnya sebagai Agent Zero.
Setelah cukup memori kembali, Cradle bangkit dengan kekuatan dan otoritas Agent Zero yang hampir pulih sepenuhnya, membalik posisi: kini dialah pemburu, Vonnegut dan Chaos menjadi pihak yang terdesak.
Kebuntuan & Kecemasan Vonnegut
Di luar menara, Vonnegut menyadari bahwa Chaos tumbuh terlalu lambat dibanding pemulihan Cradle.
Ia mengakui bahwa ia bertindak terlalu tergesa-gesa demi “jawaban akhir” dan kepulangan, dan menyalahkan dirinya sendiri.
Vonnegut memutuskan untuk memakai “fruit” sebagai rencana darurat, mengekstraknya dari kesadaran Chaos (yang menyakitkan baginya).
Ia menyadari kesadaran Chaos juga pernah rusak sebelumnya, mencurigai ada hal yang tak ia ketahui, namun menunda mengusutnya.
Serangan Ulang Cradle ke Inti & Perangkap Fruit
Celah Hetero Tower tiba-tiba membuka dan memindahkan Vonnegut dan Chaos mendekati inti, tempat Cradle sudah menyerang.
Cradle menghancurkan perangkat force field yang Vonnegut pasang untuk memantau situasi dan menyerang inti melalui Red Tide serta Hetero-Creatures.
Dalam konfrontasi dekat, Cradle pura-pura membuka pertahanan dan memeluk Chaos, menggigit dan memakan tubuhnya untuk merebut otoritas Agent Zero.
Atas aba-aba Vonnegut, Chaos menusuk dada Cradle dan memaksa “fruit” ke dalam tubuhnya.
Buah itu larut dan menyebar di tubuh Cradle, mengacaukan otoritas yang ia kuasai dan menciptakan risiko: jika ia lanjut memakan Chaos, ia mungkin malah dimakan balik dan kehilangan otoritas Agent Zero sepenuhnya.
Cradle Menerobos Vonnegut & Ancaman pada Inti
Chaos sementara menahan Cradle dengan otoritas Red Tide yang belum stabil.
Cradle memilih mempertaruhkan semuanya: mengalihkan kekuatan untuk menyerang Vonnegut demi melemahkan medan gaya yang melindungi inti.
Spike kristal merah menembus tubuh Vonnegut, luka parah muncul dan kupu-kupu merah mulai memakan energinya. Pertahanannya atas inti mulai goyah, beberapa Hetero-Creatures berhasil menembus ke dekat inti.
Cradle mendekat dan hampir berhasil mengontaminasi inti Hetero Tower.
Intervensi Fog & Tawaran Kerja Sama pada SKK
Sebuah cahaya putih dan dengung mengganggu seluruh menara; sebuah retakan yang memuntahkan Fog terbuka di belakang Vonnegut.
Vonnegut menyimpulkan Fog tidak bisa menahan Cradle selamanya dan berusaha menyegelnya dengan kristal emas, tapi Red Tide terus berusaha kabur dari dalam retakan.
Vonnegut mengungkap bahwa ia tahu SKK sedang “melihat” melalui Chaos dan memanggilnya secara langsung.
Menyadari bahwa dia mungkin tidak bisa bertahan dan bahwa mengulang loop lagi tak menguntungkannya, ia mengusulkan kerja sama: membunuh Cradle dan “mendaur ulang” inti sejati Hetero Tower, agar loop tertutup ini berakhir.
Key, Pengorbanan, dan Tujuan Dominik
Vonnegut menjelaskan bahwa untuk memakai “key” untuk mengintervensi inti Hetero Tower dibutuhkan pengorbanan, same as vanguard team yang akhirnya menjadi bagian menara.
Di lini waktu ini, Lucia tidak pernah masuk Hetero Tower, sehingga tidak ada “key” milik Dominik untuk menyimpan inti.
Vonnegut mengeluarkan key miliknya sendiri: kristal kotak emas yang berasal dari tubuhnya, dan menandai bahwa ini adalah hal yang paling ia benci—mengulang pengorbanan seperti vanguard team dulu.
Ia mengakui dunia mereka dibekukan dan tersegel oleh Hetero Tower, dan tak tahu apakah pengorbanan lagi akan benar-benar mengubah apa pun.
Namun, ia tetap memutuskan untuk mempertaruhkan segalanya di tangan SKK/Chaos, berharap Hetero Tower berakhir di “lapisan” ini.
Instruksi Akhir Vonnegut pada SKK/Chaos
Untuk kembali ke “lapisan sebelumnya” Hetero Tower dibutuhkan otoritas Agent Zero dan inti Hetero Tower. Menara tidak boleh runtuh atau semuanya mati.
Tugas SKK/Chaos: ambil inti, kendalikan menara dengan otoritas Agent Zero, lalu segera segel retakan di belakang inti.
Vonnegut berjanji menahan Cradle selama mungkin. Namun, force field yang menahan Fog dan Red Tide runtuh; spike merah kembali menghujam tubuh Vonnegut.
Chaos, memegang kunci emas yang berisi inti, tenggelam ke dalam Red Tide dan menghilang.
Vonnegut Menjadi “Tamu ke-13” & Serangan Terakhir Cradle
Cradle lolos dari Fog dan menghabisi kristal emas pertahanan Vonnegut. Ia mengejek perubahan Vonnegut akibat terlalu sering mengulang waktu.
Cradle menuju inti menara, menyentuhnya, dan mulai mengambil alih, tetapi merasakan kehampaan dan kebosanan dari kemenangan yang terlalu mudah, sambil diganggu konflik batin soal “kepribadian” dan statusnya sebagai Cradle vs Agent Zero.
Saat ia teralihkan oleh suara hati, tubuh Vonnegut mulai berubah—kristal emas menyelimuti tubuhnya dan merambat ke arah inti.
Sebagai “Vanguard Member No. 7”, ia menerima bahwa kini gilirannya berkorban, menyatu dengan inti sebagai “tamu ketiga belas” Hetero Tower.
Tubuh Vonnegut lenyap; inti menerima kristal emasnya. Cradle berusaha merebut inti dengan paksa meski tubuhnya hancur, namun Chaos muncul lebih cepat dari Red Tide dan:
Menusukkan kristal kotak emas (key) ke dalam inti.
Kematian Cradle & Penyegelan
Ledakan cahaya biru besar memenuhi menara. Cradle menderita luka parah dan mencoba kabur via Red Tide, tetapi force field luas yang diciptakan Chaos mengisolasinya di luar.
Cradle perlahan terhapus dalam cahaya inti. Ia mempertanyakan apakah ini benar-benar “selamat tinggal”, lalu lenyap, menyisakan satu kupu-kupu merah bersayap rusak.
Chaos (SKK) mengambil kupu-kupu itu dan memaksanya masuk ke kristal emas yang kini memuat inti Hetero Tower. Kupu-kupu larut dan menghilang sepenuhnya.
Hetero Tower bergetar seolah meratapi hilangnya tuan lamanya.
Rift Terbuka & Pergi ke Dunia Chaos Contamination
Dengan inti kini tersimpan dalam kristal emas, ruang di lokasi inti mulai robek, menampakkan dunia lain—wilayah Chaos Contamination.
Force field terakhir yang ditinggalkan Vonnegut menahan serangan dari balik retakan untuk sementara.
Chaos memeluk kristal emas yang berisi inti dan tenggelam ke Red Tide, pergi menuju sisi lain—membawa Hetero Tower (melalui intinya) keluar dari dunia aslinya.
Ishmael sebagai Pengamat & Kembalinya Agent Zero
Ishmael muncul diam-diam, mengomentari apakah semua ini bisa disebut “berhasil” dan hendak mencocokkan kejadian dengan “buku cerita”-nya, tapi ia tidak menemukan catatan yang pas dan memilih menunggu, karena merasa ini tontonan yang menarik.
Waktu berlalu. Force field Vonnegut menipis dan hampir ditembus spike merah.
Red Tide beriak; sosok dengan sayap yang membawa banyak harapan muncul dari dalamnya.
Chaos kembali ke Hetero Tower dengan otoritas Agent Zero yang sepenuhnya lengkap, menstabilkan ruang dengan kristal merah, dan mengambil alih kembali menara yang kini benar-benar berada di bawah komandonya.
Kebangkitan “Pandangan” dan Konfirmasi “Tiket Pulang”
Narasi dibuka dengan sudut pandang yang mengamati dunia dari atas, diselingi kilasan suara Lucia, Liv, Lee, Vonnegut, dan Ishmael.
Ishmael menyadari bahwa “key” sudah lengkap, dan menyebut bahwa “dia” (Chaos/Agent Zero) akhirnya menjadi “tiket pulang” yang nyaris sempurna.
Chaos Menguasai Kewenangan Agent Zero di Hetero Tower
Kesadaran SKK/Chaos “terjatuh” kembali ke dalam Hetero Tower. Kekacauan menurun, Red Tide mereda, retakan menutup, dan sisa kekuatan Cradle menyatu ke menara.
Chaos kini memegang otoritas Agent Zero dan dapat menyatu penuh dengan wujud ini.
Namun saat mencoba mengendalikan Hetero Tower (menghentikan pertumbuhan, mengembalikan semuanya ke “jalur yang benar”), menara hanya merespons lemah, seolah rapuh dan hampir runtuh.
Menara yang Terlalu Sarat “Masa Lalu–Masa Depan”
Karena ulah Vonnegut dan Cradle, informasi di dalam Hetero Tower telah berlipat ganda.
Berbagai “lapisan” masa lalu dan masa depan yang pernah diubah tetap menumpuk sebagai “fondasi” rapuh.
Jika Chaos memaksa mundur ke lapisan sebelumnya atau mengubah segalanya saat fondasi tidak stabil, seluruh tumpukan informasi berisiko runtuh dan menghapus peradaban manusia.
Penjelasan Ishmael: Batasan Kekuatan dan Takdir yang Sama
Ishmael mempertanyakan: Hetero Tower benar-benar “tak bisa dipakai”, atau Chaos “tak berani memakainya”?
Ia menjelaskan bahwa mereka berdua adalah semacam proyeksi, sama-sama mampu melihat melampaui dunia biasa, dan pada dasarnya jenis eksistensi yang serupa — dengan akhir yang juga serupa.
“Ini semua adalah apa yang ‘Mereka’ ukirkan”: struktur takdir dan hasil manipulasi “Mereka” sudah tertanam.
Chaos Memilih Melawan Takdir, Meski Taruhannya Kewarasan dan Kehidupan
Ishmael menawarkan sudut pandang: keadaan sekarang “masih bisa diterima”; Punishing Virus akan “mengawetkan” peradaban ini, dan suatu hari mungkin bisa dipulihkan.
Namun Chaos menolak: ia tidak datang sejauh ini untuk pasrah. Ia tidak takut mati dan tidak ingin akhir seperti yang dikatakan Ishmael.
Ia memutuskan:
Akan “memangkas cabang” Hetero Tower,
Membongkar lapisan-lapisan waktu yang tidak seharusnya ada,
Mendorong semua kembali ke masa sebelum kedatangan Hetero Tower.
Ishmael memperingatkan bahwa menyerap arus informasi tanpa akhir ini akan menghancurkan M.I.N.D. Chaos; bahkan “dewa” pun bisa mencapai senja kekuatannya.
Tekad yang Berakar pada Kenangan dan Ikatan
Terpampang kilasan pesan Lucia: ia memilih tinggal di masa lalu, namun mempercayakan masa depan pada SKK yang akan terus maju mencari tempat di mana semua orang bisa kembali.
Lucia menegaskan bahwa apa yang tertinggal di dunia ini bukan sekadar proyeksi, tapi juga:
Kenangan,
Emosi,
Ikatan.
Inilah yang menjadi basis tekad Chaos untuk mengubah segalanya, meski berisiko lenyap.
Chaos Menyerap Seluruh “Riwayat” Peradaban Manusia
Chaos memaksakan tindakan: benang-benang merah tak terhitung jumlahnya muncul, membelit Hetero Tower dan Bumi, memaksa gerbang “samudra bintang” terbuka.
Fragmen-fragmen waktu dan peristiwa (merah dan emas) menyelimuti planet biru:
Momen tersebarnya Punishing Virus,
Babylonia yang dikejar virus,
Eternal Winter,
Mutasi hewan, keputusasaan, pengorbanan, perpisahan, keluhan “kenapa aku lahir di dunia seperti ini”, dan seterusnya.
Chaos menyerap semua “gema berlebih” dari peradaban: kematian, kelahiran, kemarahan, kesedihan, kegembiraan, perlawanan terhadap penjajah.
M.I.N.D.-nya berulang kali hancur dan menyatu kembali di bawah banjir informasi lintas waktu dan sebab-akibat, nyaris gila.
Visi Akhir: Berbagai “Akhir Dunia” dan Senjata “Mereka”
Dalam amukannya di Hetero Tower, Chaos menyaksikan berbagai akhir peradaban dan dunia:
Senjata “Mereka” yang menghancurkan planet seolah “diiris tipis”,
Planet yang diselimuti kabut merah pekat,
Aturan realitas yang dibalik: siang–malam tertukar, tanah tak terjangkau, kehidupan tenggelam di lautan,
Bintang seperti matahari yang mengembang dan menelan satu kawasan bintang.
Gerbang Bergambar four-winged white raven: “Kuburan” dan Pembaca Cerita
Di tengah kegilaan, Chaos berhenti di depan sebuah gerbang bertanda lambang four-winged white raven — simbol yang terasa familiar.
Ishmael sebelumnya menyebut ini sebagai salah satu pintu masuk ke graveyard.
Chaos menyadari bahwa pihak lain (Ishmael) telah membaca “kisahnya” selama ini.
Ia menyentuh gerbang dan, di bawah benang-benang takdir yang saling bersilangan, tersenyum tenang:
Ia ingin “membaca” kisah “kamu” (ishmael) sebagai balasan,
Ingin melihat “amber” (peradaban ishmael) yang sebenarnya, yang selama ini terhenti.
Latar berupa “kota” aneh yang tersusun dari bangunan dengan bentuk beragam, dikelilingi oleh bintang, planet, dan pita cahaya iridesen yang mengorbit sebuah matahari gelap. Kota ini penuh sinar bintang tetapi sangat sunyi.
Di pusatnya berdiri seekor gagak putih raksasa dengan empat sayap.
Ishmael duduk di puncak bangunan tertinggi—tempat favoritnya yang ia datangi saat senggang, karena hanya di sana ia bisa merasa tidak sendirian.
Ia kemudian merasakan kehadiran kehidupan asing, mengangkat kepala, lalu menunjukkan rasa muak.
Dari “Red Tide” yang merembes melalui celah tak terlihat, muncul banyak Hetero-Creatures.
Ishmael menghunus Keystaff-nya dan menatap makhluk-makhluk itu dengan dingin, lalu menyatakan bahwa mereka akan tetap di sana sebagai “nutrisi”
Gerbang perlahan tertutup.
Sebuah buku dengan ukiran Four-Winged White Raven muncul di tangan Chaos.
Buku itu berat, dengan garis-garis abu-abu muda yang membentuk tulisan rumit. Chaos menunduk menatapnya.
Chaos membuka tome tersebut dan menyatakan niatnya:
Ingin melihat “masa lalu” milikmu (ishmael).
Ingin melihat berbagai kesulitan yang telah orang itu alami.
Ingin mencari apakah ada “jawaban” baru.
Ingin mengetahui mengapa peradabannya kini tersisa hanya satu orang saja.
Kehidupan Ishmael dan puncak peradaban
Ishmael, peneliti muda di sebuah peradaban kosmik yang sangat maju, bersiap pergi ke distrik rekreasi bersama rekannya, Etha.
Peradaban mereka telah menguasai energi bintang panas, teleportasi ruang, dan eksplorasi galaksi, serta sedang mulai meneliti “waktu”.
Mesin penangkap pesan waktu & kata “heat death”
Etha menceritakan mesin di institut yang bisa menangkap “pesan” dari masa depan atau masa lalu.
Mesin itu sebelumnya menangkap pesan dua byte: “heat death”.
Topik ini terkait riset dosen Ishmael, Raheleh, yang memodelkan alam semesta, meneliti regresi kosmik, heat death, dan kemungkinan pembalikan informasi.
Raheleh dan verifikasi mesin waktu
Raheleh mengumumkan di depan para peneliti bahwa perjalanan waktu telah diverifikasi melalui serangkaian eksperimen (tanda di masa lampau, kemunculan di momen sejarah, dsb.).
Ia menjelaskan konsep mesin waktu yang bekerja melalui mainframe dan terminal data stream.
Raheleh menyatakan akan menjadi ilmuwan pertama yang melakukan perjalanan ke masa depan, sementara Ishmael melanjutkan riset model kosmos dan heat death. Sebagian besar ilmuwan lain meremehkan nilai praktis mesin waktu.
Raheleh pergi ke masa depan
Tiga hari kemudian, Raheleh benar-benar memasuki mesin waktu dan mengucapkan salam perpisahan pada Ishmael, menekankan bahwa ini hanya seperti “perjalanan panjang”.
Setelah ia pergi, Ishmael meneruskan riset dan memakai data yang dikirim Raheleh dari masa depan untuk menyempurnakan model kosmos dan studi heat death.
Pesan-pesan Raheleh dari masa depan
Pada awalnya Raheleh rutin mengirim data dan komentar tentang “betapa menariknya” pengalamannya, serta berbagai inferensi untuk pemutakhiran model kosmos.
Lama-kelamaan, pesan dari Raheleh terhenti.
Pesan baru: “Ishmary, the heat death hypothesis has become reality—”
Etha datang membawa salinan pesan rahasia yang ditangkap mesin penangkap pesan waktu: “Ishmary, the heat death hypothesis has become reality—”.
Waktu penerimaan pesan itu (23:03 hari sebelumnya) bertepatan dengan fluktuasi kecil di mainframe waktu.
Meski tampak seperti salah ketik, Ishmael mengungkap bahwa hanya Raheleh yang sering salah menulis namanya menjadi “Ishmary”.
Bersama Ta·3T-class, Ishmael lalu mengumpulkan lebih banyak fragmen pesan masa depan yang terdistorsi: Raheleh melihat alam semesta hendak musnah, arus data tak terbalikkan, dan menyebutkan bahwa hipotesis heat death benar-benar terjadi.
Konfirmasi heat death dan hitung mundur
Institut akhirnya terpaksa mengakui bahwa heat death bukan lagi sekadar hipotesis.
Dengan data dari masa depan, model regresi kosmik Raheleh disempurnakan. Di dalamnya ada fitur hitung mundur menuju fase kontraksi alam semesta (momen mendekatnya heat death).
Sebelum lengkap, bagian hitung mundur selalu rusak. Setelah celah terakhir diisi data Raheleh, model menampilkan hasil: sisa sekitar 10 tahun standar sebelum heat death.
Untuk menguji, mereka mengirim subjek uji ke masa lebih dari 10 tahun ke depan dengan tombol pengirim pesan. Semua koneksi ke mainframe terputus dan tidak ada pesan kembali, pola fluktuasi terakhir identik dengan kasus Raheleh—seakan semua menabrak “dinding” yang disebut heat death.
Panik, penolakan, dan proyek penyelamatan peradaban
Di rapat tingkat tinggi, sebagian ilmuwan menolak percaya heat death, berargumen alam semesta luas dan sumber energi melimpah.
Pihak pimpinan menegaskan data, pesan Raheleh, dan model kosmos telah diverifikasi, serta mengingatkan bahwa populasi dan konsumsi energi berkembang sangat cepat; migrasi bintang per tahun menguras energi besar.
Mereka memutuskan melanjutkan arah riset Raheleh: mencari suatu “substansi” di alam semesta yang mampu menyimpan “informasi” sehingga peradaban mereka bisa disimpan di dalamnya dan “bertahan” melewati heat death.
Eksperimen besar dan pengorbanan bintang
Dibentuk tim khusus, dibangun detektor raksasa, termasuk detektor materi gravitasi sebesar asteroid dan planet.
Ishmael memimpin eksperimen ini. Pengaktifan detektor materi gravitasi menguras energi hingga sepersepuluh energi sebuah bintang per kali uji; beberapa bintang sudah padam.
Ishmael resah karena biaya energi sangat besar, tapi direktur bersikeras bahwa yang terpenting adalah mempertahankan peradaban, apa pun biayanya.
Peringatan samar dari data (“DO NOT EXPLORE”)
Di sela-sela eksperimen, saat Ishmael dibawa Etha keluar lab, peralatan di laboratorium yang gelap menampilkan pesan rusak sebagian: “▅I▅▅SH▅MARY▅▅— ▅DO▅▅▅▅NOT▅▅▅EXPLORE▅——”, yang tampak seperti peringatan untuk Ishmael agar tidak melanjutkan eksplorasi ini.
Penemuan “Code Virtual Particle”
Eksperimen berbiaya besar terus memakan bintang, sementara universitas dan para peneliti tetap berasumsi alam semesta begitu luas sehingga kehilangan galaksi dan bintang tidak segera terasa.
Mendekati padamnya bintang deret utama terakhir, tim Ishmael akhirnya menangkap substansi yang dicari.
Log eksperimen menunjukkan rangkaian kegagalan berulang hingga waktu 7871/23/03 standar, di mana detektor materi gravitasi akhirnya mencatat: “Experiment Successful – Gravitational magnetic field captured – Code Virtual Particle”.
Ishmael terkejut dan hampir tidak percaya bahwa substansi hipotetis itu benar-benar ada.
Tanggal dan jam keberhasilan (23:03) juga bertepatan dengan waktu-waktu kunci pesan sebelumnya.
Penemuan Substance-0 dan Klaim “Penyelamatan”
Institut Riset Galaksi menemukan materi baru bernama Substance-0, yang dapat mereplikasi materi hingga ke tingkat atom, termasuk “kehidupan”.
Direktur Silton mengumumkan bahwa Substance-0 akan menjadi sarana menyimpan seluruh peradaban demi lolos dari heat death alam semesta.
Ishmael yang menemukan Substance-0, justru curiga: sifatnya sepenuhnya kacau dan berbahaya, tanpa pola yang bisa dipahami.
Migrasi Massal ke Substance-0
Meski Ishmael keberatan, direktur menyingkirkannya dari lingkaran inti proyek. Data eksperimen tetap menunjukkan “replikasi sukses” tanpa henti.
Uji coba pertama: makhluk hidup yang “masuk” ke Substance-0 kembali sebagai wujud kabut, tetap dapat berpikir dan berkomunikasi, mengklaim mereka hidup sebagai “kesadaran murni” yang menjelajah galaksi.
Pemerintah galaksi lalu mendorong migrasi massal ke Substance-0 sebagai bentuk “evolusi”. Sahabat Ishmael, Etha, termasuk gelombang kedua dan meyakini itu adalah langkah evolusi yang benar. Ishmael tetap menolak ikut.
Tanda-Tanda Anomali dan Lahirnya “Punisher”
Ishmael mengawasi laporan eksperimen dan tetap tidak menemukan pola dalam perilaku Substance-0: semuanya tetap benar‑benar kacau.
Substance-0 mulai meluas dari wadahnya, lalu berkembang liar dan menunjukkan sifat korosif: apa pun yang tersentuh ditelan seketika.
Sistem mencatat entitas baru: “Birth – Successful”, menandakan kelahiran suatu “kehidupan baru” di dalam Substance-0.
Peradaban menamai kehendak baru ini “Punisher”, karena kehadirannya seperti hukuman atas kesombongan peradaban yang mengira sedang naik tingkat, padahal menuju kehancuran.
Krisis, Penangkapan Direktur, dan Upaya Perjalanan Waktu
Direktur lama yang masih mempromosikan Substance-0 ditangkap, dan Ta·3T-class diangkat menjadi direktur baru untuk mengatasi krisis.
Makhluk‑makhluk yang tadinya direplikasi di dalam Substance-0 menghilang dari pengamatan; tanda kehidupan mereka lenyap, sementara Punisher makin kuat.
Ta dan Ishmael memodifikasi mainframe waktu menjadi sistem perjalanan waktu (dengan nama teknis panjang yang kemudian disingkat sebagai travel terminal dan time mainframe).
Mereka menamai lembaga baru penyintas sebagai Shrike Research Institute. Para pioneer (time traveler) dikirim kembali ke masa lalu berulang kali untuk mengubah sejarah, terutama periode antara “Genesis Year” (munculnya Substance-0) dan “Terminus Year” (keruntuhan peradaban). Semua misi gagal; Punisher muncul di berbagai titik waktu dan memburu para pelancong waktu.
Misi Ishmael: Mencegah Riset Substance-0 di Akar
Ishmael mendaftar sebagai time traveler ke-367. Misinya: kembali ke masa sebelum Substance-0 ditemukan dan mencegah Profesor Raheleh memulai penelitian yang akan mengarah ke Substance-0.
Dalam proses perjalanan waktu, terminal Ishmael memperlihatkan ukiran pesan terpotong dari Raheleh, yang terombang-ambing dalam “kekosongan”:
Raheleh mengonfirmasi bahwa hipotesis heat death menjadi nyata.
Ia memperingatkan Ishmary bahwa kegagalan tak dapat dihindari, dan agar tidak mengeksplorasi heat death lebih jauh.
Raheleh sendiri tersesat di luar aturan alam semesta, terminalnya tak lagi terdeteksi, seolah ia “tak pernah ada”.
Pengungkapan: Substance-0 = Punishing Virus, Alat “Penyaringan” Kosmik
Cerita kembali ke “saat kini” di mana Chaos (SKK) membaca kisah ini dari buku bergambar Lambang Four-Winged White Raven, sementara Ishmael hadir sebagai narator.
Chaos menyimpulkan bahwa Substance-0 pada peradaban Four-Winged White Raven adalah bentuk lain dari Punishing Virus di Bumi. “Punisher” di sana adalah Agent Zero mereka. Ishmael mengiyakan.
Ishmael menjelaskan: tidak ada satu peradaban pun yang “menciptakan” substansi ini. Baik Chaos Contamination, Punishing Virus, maupun heat death adalah alat kehendak kosmos untuk “mendaur ulang” atau “menyaring” peradaban.
Jika satu peradaban bisa bertahan menghadapi bencana-bencana ini, mereka dapat melangkah lebih jauh di “lautan bintang” dan memperoleh lebih banyak pengetahuan; jika gagal, mereka dieliminasi.
Bagaimana Ishmael Bertahan dan Solusinya
Ishmael menyebutkan bahwa setelah banyak siklus mimpi buruk di dalam loop waktu, dikejar Substance-0 yang juga belajar merusak mainframe waktu, ia akhirnya berhasil melakukan sesuatu (bagian detail sengaja disensor teks) dan memperoleh otoritas Substance-0.
Dengan kewenangan itu, ia:
Memindahkan peradabannya ke dalam suatu subspace di balik “Gate”, membuat mereka hidup seperti sebelumnya di dalam cincin bintang (stellar ring).
Menjadikan dirinya Gatekeeper yang dipilih oleh kehendak dunia.
Itu adalah “solusi” versi Ishmael: bukan menghentikan tragedi, melainkan mengikutinya, merebut kendali, lalu menyembunyikan peradabannya di luar jangkauan pemusnahan langsung.
Motif Ishmael Membantu Chaos(SKK) dan Posisi Manusia
Chaos menuduh: berarti Punishing Virus di Bumi pada akhirnya berasal dari proses/konsep yang sama. Ishmael menolak gagasan bahwa Virus ini “diciptakan” peradaban, menegaskan lagi bahwa itu mekanisme seleksi kosmik.
Ishmael mengaku awalnya hanya memproyeksikan sosok “Ishmael” ke dunia Chaos untuk hiburan, sampai ia melihat Chaos dan menilai Chaos punya potensi menjadi sekutunya. Hutan kosmik itu gelap; ia perlu sekutu kuat.
Chaos bersikeras tetap ingin menyelamatkan peradaban manusia dan “membawa mereka pulang”, apa pun yang terjadi dan apa pun ia akan menjadi.
Ishmael menyadari Chaos telah lama mengambil keputusan. Ia bertanya: dengan semua yang sudah diungkap, Chaos tetap bersikeras? Chaos menjawab ya, ia tak pernah berniat menyerah.
Chaos dan banjir “informasi”
Chaos menyerap informasi dari Hetero Tower yang terus bercabang ke tak terhitung banyak “worldline”.
Ia dipaksa merasakan berbagai kehidupan dan penderitaan makhluk lain; tubuh dan M.I.N.D.-nya hampir hancur karena beban informasi satu peradaban penuh.
Ishmael menyimpulkan bahwa bahkan makhluk tingkat tinggi pun seharusnya tidak mampu menanggung semua “waktu” dan informasi itu.
Namun, Ishmael menyadari ada beberapa benang merah “informasi” di tubuh Chaos yang menghilang, menandakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perhitungannya.
Ishmael mengunjungi Nanami di kapal luar angkasa
Ishmael muncul di Delorean Discovery dan memberikan sebuah pecahan Hetero-Core berisi seluruh data riset dari Aerospace City, titipan dari SKK di Bumi.
Nanami dengan gembira menerimanya dan yakin SKK sedang berjuang keras seperti dirinya, sehingga merasa tidak perlu menanyakan kondisi SKK secara khusus.
Nanami merasakan Hetero Tower berubah dan “informasi” di dalamnya berkurang, sesuatu yang Ishmael jelaskan sebagai efek dari SKK yang sedang “menenun” informasi di sisi lain.
Di sekitar, Trailblazer dan Zavier memakai “rencana Nanami” untuk berjudi, menimbulkan protes marah dari Nanami.
Rencana Nanami: mengonvergensi kausalitas dan memundurkan simulasi
Ishmael menyadari keselarasan yang baik antara kesadaran dan frame Nanami, juga melihat kerusakan berat sebagai bukti Nanami telah lama “mengonvergensi kausalitas”.
Nanami mengakui hal itu: ia berusaha mengembalikan berbagai simulasi ke “awal mula”, ke kondisi sebelum kemunculan Hetero Tower.
Logika Nanami: jika runtuhnya Hetero Tower menyebabkan lenyapnya peradaban manusia, maka mencegah Hetero Tower muncul dari awal berarti menyelamatkan manusia.
Ia berkeyakinan bahwa dengan mengurangi aliran “informasi” dan mengembalikan arus waktu ke wujud asalnya, dunia dapat kembali seperti pertama kali ia lihat.
Nanami percaya bila ia mengonvergensi informasi dari sisi ini dan SKK menenun informasi dari sisi lain, beban SKK akan berkurang dan mereka pada akhirnya akan meraih “kemenangan” serta bisa bertemu lagi.
Motivasi Nanami dan reaksi Ishmael
Ketika ditanya mengapa begitu gigih membantu peradaban manusia, Nanami menjawab lugas: karena ia menyukai manusia dan menyukai SKK.
Ishmael yang telah mengembara melewati kelahiran dan kehancuran banyak peradaban, hampir lupa apa artinya “menyukai” sesuatu; ia biasanya hanya mencari perubahan dan hiburan dalam kisah peradaban.
Melihat idealisme Nanami, Ishmael terdiam dan tampak sedikit terusik, seolah ada ketertarikan baru terhadap peradaban manusia ini.
Ishmael kembali ke ruang observasi dan menilai berbagai “ending” manusia
Di ruang observasinya, Ishmael membuka kembali “buku peradaban manusia”, yang memvisualisasikan beragam akhir sebagai tulisan benang emas-kirmizi:
Ending “Tomorrow”: SKK menaiki perahu kertas di atas lautan api; inilah “Akhir Umat Manusia — ‘Tomorrow’”, di mana peradaban berakhir.
Ending “High Wall”: Manusia terkurung di sekitar Aerospace City, diancam Mutated Red Tide yang mengelilingi mereka. Peradaban tidak langsung punah, tetapi mandek dalam keterbatasan—“Humanity’s Ending: ‘High Wall’”.
Ending “Gravekeeper of Civilization”: Observers terus mengembara di kosmos, menjadi semacam penjaga atau penjaga makam peradaban; peradaban manusia tidak maju lagi, hanya “tersangkut” di sana.
Dalam semua jalur, SKK seperti mengemudikan perahu kecil menembus lautan api, mengelak dari setiap akhir yang muncul, memikul beban satu peradaban sambil mencari “waktu yang benar” yang mungkin bahkan tidak ada.
Konfigurasi baru: Gray Raven(SKK) , Chaos, dan Nanami
Pada konfigurasi cerita kali ini:
SKK tidak memasuki Red Tide, tetapi melewati Gateway dan “naik dimensi”.
Setelah itu, SKK menggantikan kesadaran SKK Bawah Laut, memunculkan Chaos yang “utuh”.
Chaos mengalahkan Cradle di dalam Hetero Tower dan menjadi kehidupan yang telah “disaring” oleh kehendak kosmik—namun tetap tidak menyerah, terus mengorganisasi “waktu” di dalam menara.
Di saat yang sama, Nanami di luar menara berjuang mengonvergensi benang kausalitas secara terbalik, mencoba mendorong semuanya menuju kondisi awal.
Kedua upaya ini (Chaos di dalam, Nanami di luar) menciptakan kemungkinan jawaban berbeda bagi peradaban manusia yang telah terkorosi dan penuh luka.
Dilema dan keputusan Ishmael: membantu atau tetap mengamati
Ishmael merenungkan: haruskah ia ikut campur dan menolong peradaban ini, dengan membayar “harga” tertentu, demi bisa terus membaca kisah mereka?
Ia menimbang harga yang perlu dibayar, lalu memutuskan: “Kenapa tidak diselesaikan seperti ini saja.”
Ia mempertanyakan keberadaan suatu “benda” yang bisa membantu: sebuah dadu kayu yang diselimuti materi eksotis dan berkilau seperti logam.
Ide dasarnya: dadu itu cukup digelindingkan, lalu mereka mengikuti hasilnya, seolah menyerahkan sebagian keputusan jalur masa depan pada “lemparan” tersebut—sebuah cara untuk melihat apakah SKK masih menyimpan “jalan ke depan” di dalam hati.
Dadu itu mulai berputar di udara, bahkan sebelum berhenti— buku peradaban manusia sudah membuka halaman baru.
Kondisi Chaos dan penyerapan “waktu yang salah”
Chaos berada di ruang kosmik kosong, dikelilingi benang-benang kacau yang mewakili aliran waktu dan informasi sebuah peradaban.
M.I.N.D.-nya sudah berkali-kali robek dan disembuhkan sampai menjadi hampir “lembaran kosong”, namun tetap dipaksa menampung informasi salah dari Hetero Tower.
Dia bergulat antara dua pilihan: terus menyerap “waktu yang salah” hingga hancur, atau berhenti sejenak untuk menjaga kewarasannya.
Jalur Ending “Annihilation” (jika Chaos memaksa diri terus maju)
Chaos memilih untuk tidak berhenti dan memaksa mempertahankan kewarasan sambil mencoba memperbaiki benang-benang waktu, berusaha mengembalikan dunia ke orbit yang “benar”.
Namun kapasitasnya terbatas: sebagai makhluk hidup dengan hanya satu M.I.N.D., ia tidak mampu menampung keseluruhan “waktu salah” dari satu peradaban yang terus berdifraksi dan menghasilkan informasi baru tanpa henti.
Akibatnya, informasi yang direkam Punishing Virus meluap, menghancurkan Bumi. Galaksi-galaksi punah satu per satu, alam semesta menuju “heat death”, dan sisa materi—termasuk Punishing Virus—pada akhirnya lenyap atau lebih tepatnya “didaur ulang”.
Di masa yang sangat jauh, mungkin akan lahir kembali planet biru-hijau dan siklus tertutup ini terulang.
Chaos, yang kehilangan kewarasannya, akhirnya meledakkan diri. Ia lenyap dari garis ruang-waktu tersebut; bahkan Ishmael tidak tahu apakah Chaos benar-benar musnah atau terhempas ke tempat lain.
Nanami, yang telah kehilangan SKK sebagai anchor point, tersesat selamanya di aliran waktu; peradaban mesin juga nantinya akan lenyap.
Ishmael menyaksikan akhir peradaban manusia, menutup buku yang mewakili kisah umat manusia, dan menyimpulkan: apa pun perjuangannya, akhir versi ini adalah “Humanity’s Ending: Annihilation”.
Panggilan dari kegelapan dan perubahan jalur (jika memilih berhenti sejenak)
Di tengah kekacauan M.I.N.D.-nya, Chaos mendengar panggilan “SKK…” dan nama Lucia, Liv, Lee, namun tidak menemukan sumber suara itu.
Panggilan ini membuatnya berhenti sebentar di ambang kegilaan, duduk bingung sambil memeluk planet yang dibalut benang-benang waktu dan mempertanyakan apakah ia harus terus melanjutkan atau tidak.
Sanitasinya hampir habis terbakar oleh banjir informasi; ia ragu langkah berikutnya.
Kedatangan Ishmael dan “jawaban” yang berbeda
Ruang bergetar, sebuah retakan familiar muncul, dan Ishmael datang. Ia terkejut melihat Chaos masih mempertahankan kewarasan, karena di “akhir” yang pernah ia saksikan, Chaos seharusnya sudah gila, Bumi terperangkap oleh Punishing Virus, lalu Chaos meledak dan peradaban manusia punah.
Ishmael menyadari bahwa “ending” yang sekarang berbeda dari yang ia ketahui. Ia memanggil Chaos sebagai “Gray Raven”, tetapi Chaos sudah tidak mampu lagi memproses informasi dengan jelas.
Ishmael membuka bukunya; halaman terakhir membentuk kata-kata baru dengan teks merah keemasan. Ia menyadari bahwa hasilnya berbeda—seolah “jawaban dadu” telah berubah.
Pemahaman baru Ishmael tentang takdir
Ishmael menyimpulkan bahwa kehancuran (doom) tidak sepenuhnya sudah ditakdirkan, dan pelestarian (preservation) bukan satu-satunya jalan keluar. Ternyata memang ada satu jalur menuju sesuatu yang “benar”.
Meski Chaos hampir sepenuhnya gila dan tak bisa diselamatkan, sebagian besar “waktu salah” dari Hetero Tower sudah terserap. Di sisi lain, Nanami terus berusaha mengumpulkan kembali benang-benang kausalitas.
Semua kehendak di planet itu bekerja ke arah yang sama, dan pada akhirnya akan menyambut sebuah “keajaiban baru”.
Penutup: Ishmael mengambil alih
Ishmael menyatakan rasa hormat kepada Chaos dan peradaban manusia atas kisah agung yang mereka tunjukkan dan karena telah memperlihatkan padanya satu “masa depan” lain.
Ia mengakui bahwa ia masih bisa merasakan kesedihan, meski mengira sebagian besar emosinya telah hilang.
Dengan senyum lembut, ia membungkuk memberi hormat, lalu berkata: “Dari sini… serahkan padaku.”
Ia menutup buku peradaban manusia dan menyentuh kening Chaos.
Proses “penenunan waktu” hampir selesai, bersamaan dengan usaha Nanami untuk menyatukan benang-benang kausalitas yang juga mendekati akhir.
Ishmael menyentuh kening Chaos untuk mempercepat proses tersebut, dengan tujuan mencegah Chaos kehilangan kewarasan sekaligus memenuhi keinginannya.
Ishmael meminta kekuatan terakhir Chaos, lalu mengaktifkan/ melepaskan kekuatan “Four-Winged White Raven”.
Ia menyatakan bahwa setelah menerima “harga” yang telah dibayar Chaos, ia akan membantu membangun kembali peradaban yang dianggap sebagai hak milik Chaos.
Ishmael berdiri di depan sebuah cincin bintang raksasa sambil membolak-balik sebuah buku.
Di halaman terakhir buku itu muncul dan lenyap teks berwarna emas kemerahan, membentuk sebuah “jalur” baru, yang ia sebut sebagai semacam “keajaiban” (meski ia sendiri meragukan istilah itu).
Dari sudut pandangnya, ia menyaksikan “percikan-percikan” kehendak yang berkumpul di dalam M.I.N.D. SKK serta jeritan dan perjuangan seluruh peradaban yang ditulis dengan “tulang dan darah” mereka.
Semua kehendak itu bersatu menjadi ledakan tekad yang “mengguncang langit dan bumi”, menolak untuk menerima akhir yang sama sekali lagi. Ini digambarkan sebagai roda nasib yang mulai berputar.
Ishmael tersenyum, menyadari bahwa dari kumpulan kehendak inilah ia akhirnya “melihat” masa depan peradaban ini.
Menyadari potensi dan kelayakan peradaban tersebut, ia memutuskan untuk ikut “mendorong” mereka ke depan, meskipun sadar bahwa tindakannya mungkin akan berakibat mahal bagi dirinya sendiri.
Ia berniat berdiri di sisi peradaban ini untuk menyaksikan akhir yang sepantasnya mereka dapatkan, dan mengucap, “Semoga Four-Winged White Raven melindungi kita...”
Di akhir, terdengar bunyi logam beradu ketika ia mengguncang dadu di tangannya—
Kembali ke masa F.O.S. & kebingungan memori
SKK “terbangun” di hari kelulusan di Akademi F.O.S., disapa oleh Vanessa di aula upacara.
Ia bingung, setengah sadar, dan ingat bahwa Vanessa seharusnya sudah mati.
Seorang instruktur datang, mengatakan ada masalah pada berkas akademik SKK dan membawanya ke ruang arsip.
Ruang arsip & 931206
Di ruang arsip yang remang-remang dengan lampu berkedip, guru pengelola arsip meminta SKK menulis kode yang seharusnya tercetak mesin.
Guru menyebut serangkaian angka (9, 3, 12, dst.), tetapi tokoh utama kesulitan menuliskannya, seolah ada hambatan tak terlihat.
Suasana menjadi makin surreal: ruangan diselimuti kabut putih, suara guru terdengar seperti gema dari dalam memori.
Pada akhirnya, dengan jari bergetar, SKK secara paksa menuliskan “931206”, coretan angka 9 memanjang seperti luka di kertas.
Setelah itu, kesadarannya terlepas dari tubuhnya dan dunia kembali jatuh dalam kegelapan.
Nanami, Ishmael, dan rencana “gift of the future”
Adegan berpindah ke luar angkasa: sebuah kapal besar melintasi sungai bintang, Nanami duduk memandang galaksi di jendela.
Ishmael muncul dari celah di antara bintang-bintang dan memastikan Nanami telah menerima sebuah pecahan Hetero-Core yang telah lama menempuh perjalanan waktu.
Mereka membahas rencana yang harus dilakukan pada “titik waktu” tertentu, dengan batasan bahwa mereka tak boleh terlalu mengganggu “garis waktu akhir” dan tidak boleh tertangkap oleh “Mereka”.
Menyembunyikan informasi dalam log navigasi & kata sandi
Nanami berencana menyisipkan informasi “tambahan” (redundan) ke dalam Hetero-Core, disamarkan sebagai log navigasi yang tak penting, karena data paling sederhana justru paling tidak akan dicurigai.
Ia memutuskan menambahkan kata sandi khusus—bukan yang terlalu jelas seperti “DeLorean” atau “737373”.
Akhirnya dipilih sebuah kode rahasia yang “hanya diketahui SKK”, tertulis sebagai “q31206” (diucapkan Ishmael dengan heran).
Mengirim informasi ke Bumi di masa lalu
Nanami membuka layar bercap “Copperfield Aquarium Campaign” dan menunjukkan alur informasi yang mengarah ke suatu titik di masa lalu: peristiwa ketika Chiko menggantikan Bianca ke laut setelah Bianca terluka.
Ia meminta Haicma menyiapkan “File No. 2143” untuk dikirim lewat komunikasi 4-dimensi ke Bumi, tepat saat lompatan lubang cacing Delorean, memanfaatkan momen tunggal yang tidak akan mengganggu jalur waktu besar secara fatal.
Haicma mengingatkan bahwa manusia saat itu tidak punya kemampuan menerima komunikasi 4D dan tindakan ini berisiko menarik perhatian “Mereka”, tetapi akhirnya menyetujui karena itu satu-satunya celah.
Makna “hadiah dari bintang-bintang”
Nanami menyebut kiriman ini sebagai “hadiah masa depan” bagi semua orang—informasi dari masa depan yang dikirim ke masa lalu untuk membantu.
Ia merasa perjalanannya sendiri mungkin hampir berakhir. Ishmael meragukan apakah SKK benar-benar bisa menemukan rahasia itu, terutama kata sandi spesialnya.
Nanami menegaskan kepercayaannya penuh pada SKK, menyatakan bahwa ini adalah “rahasia kecil” antara dirinya dan SKK dan bahwa SKK pasti akan memahaminya.
Kapal terus melaju di antara bintang-bintang, membawa “bintang jatuh” berisi informasi yang akan menembus waktu dan tiba di tujuan yang telah ditentukan.
Kebangkitan SKK & Rasa Deja Vu Penderitaan
Cerita dibuka dengan gambaran seperti bangkit dari kematian: jantung berdegup dalam kegelapan, rasa seolah baru keluar dari mimpi buruk yang sangat nyata.
SKK tersadar di tengah rapat dengan Hassen, tubuh terasa seperti habis mengalami penderitaan hebat, tetapi detailnya kabur.
Hassen menyinggung soal misi terakhir dan laporan tentang Lithos serta Red Tide. Kata-kata itu memicu rasa kehilangan dan kesedihan samar dalam diri SKK.
Dorongan untuk Menemui Gray Raven
Meski belum memahami apa yang hilang, SKK dilanda dorongan kuat dan panik untuk segera memeriksa kondisi Gray Raven.
Ia memotong rapat dan berlari menuju lounge Gray Raven, dikejar rasa takut bahwa sesuatu yang tak dapat diperbaiki telah terjadi.
Rasa putus asa dan bayangan mimpi buruk (kebakaran, tangisan, kegelapan) terus mengejarnya.
Konfirmasi: Gray Raven Masih Ada dan Baik-Baik Saja
SKK menghempas pintu lounge. Di dalam, sinar pagi yang hangat menyambut—berbanding terbalik dengan kegelapan mimpi.
Lucia, Liv, dan Lee semua hadir, sehat dan utuh. Mereka khawatir karena mendengar SKK pingsan di rapat lalu tiba-tiba berlari ke lounge.
Liv memeriksa kondisi fisik SKK; vital dan keadaan luar normal. Lee siap menghubungi Star of Life.
Cahaya pagi dan keberadaan Gray Raven menghapus kengerian mimpi: seolah semua pengorbanan berat yang pernah dialami telah “dihapus”, sementara dunia saat ini berjalan normal.
Fajar yang Menelan Pengorbanan
Narasi menekankan bahwa “para pahlawan” serta penderitaan dan harga yang mereka bayar terkubur di balik cahaya fajar pertama.
Tidak ada seorang pun yang akan mengingat tragedi dan pengorbanan tersebut, tetapi justru karena itulah “keajaiban” dan fajar baru bisa terbit.
SKK secara samar merasakan bahwa dirinya (dan Gray Raven) telah melewati “malam tergelap” untuk sampai ke titik ini, walau ingatan detailnya tertutup.
Babylonia, 12:00 – Perspektif Ishmael
Di Control Court, dua petugas membicarakan kejadian pagi tadi: SKK yang tampak aneh dan kabar kemungkinan gangguan Mind Beacon dalam misi terakhir, padahal misi itu seharusnya rutin.
Ishmael muncul setelah misi panjang. Ia menjawab santai bahwa misinya “berakhir sesuai harapannya”. Ia lalu bergabung makan siang dengan rekan-rekannya, tampak tenang di permukaan.
Penjelasan Global: Chaos, Agent Zero, dan Vonnegut
Narasi menyatakan bahwa Agent Zero telah tewas dibunuh oleh Chaos dan “lenyap” dari celah antara masa lalu dan masa depan—seolah eksistensinya terhapus dari alur waktu.
Semua jejak masuknya Vonnegut ke dunia ini juga sepenuhnya dihapus oleh Chaos.
Hetero Tower tidak akan turun lagi sebelum peradaban manusia mencapai tingkat perkembangan tertentu.
Waktu dan kausalitas telah “disatukan kembali” menjadi satu jalur pasti menuju masa depan, tanpa cabang lain.
Harga yang Dibayar & “Masa Depan” yang Diwujudkan
Ishmael menyadari bahwa ia telah membayar harga besar, namun ia rela berdiri di sini demi menyaksikan “masa depan” peradaban ini.
Status sekarang adalah: segala sesuatu berjalan normal, bencana-bencana besar yang semula mengancam telah digugurkan dari kenyataan.
Ishmael menegaskan bahwa semua sudah berjalan “seperti yang diinginkan SKK”, lalu meninggalkan pertanyaan terbuka: dalam jalur masa depan yang telah dipatenkan ini, pilihan apa yang akan diambil umat manusia kali ini?
Lucia mulai menulis catatan pribadi
Ia menulis untuk merekam perasaan dan kejadian yang sulit ia ungkapkan saat itu terjadi.
Ia berharap bisa terus konsisten menulis.
Insiden aneh dengan SKK setelah misi City 006
Setelah kembali dari City 006 dan sedang menyampaikan laporan operasi, SKK tiba-tiba pergi ke lounge Gray Raven dan pingsan.
Tim membawa SKK ke Star of Life; hasil pemeriksaan medis menunjukkan semuanya normal.
Setelah sekitar 3 jam 28 menit, SKK bangun dengan ekspresi seolah habis mengalami hal yang sangat mengerikan.
SKK berulang kali memeriksa kondisi semua anggota, bahkan memaksa pemeriksaan ulang dengan instrumen, seolah tidak percaya laporan dokter.
Saat Lucia bertanya, SKK hanya menyebut itu “mimpi buruk”.
Perubahan perilaku SKK
Dalam hari-hari berikutnya, Lucia mengamati bahwa SKK sering terlihat kosong, seperti berjalan dalam tidur, atau merasa dunia ini tidak nyata.
Hal itu membuat Lucia sangat khawatir.
Mimpi-mimpi Lucia dan kecurigaannya
Sudah tujuh hari sejak insiden itu. Lucia mengakui ia sendiri mulai “bermimpi” juga.
Ia melihat menara spiral merah, Babylonia yang hancur, sebuah frame aneh yang katanya milik dirinya, dan ruang yang dipenuhi kabut putih.
Ia yakin itu bukan sekadar mimpi:
M.I.N.D. tidak seharusnya bisa “menciptakan” detail sedemikian lengkap.
Frame Hyperreal baru saja selesai dikembangkan, bentuk dan kemampuan detailnya masih rahasia, bahkan hanya berupa blueprint.
Namun dalam “mimpi”, ia melihat detail kemampuan tempurnya dengan jelas.
Ia menyimpulkan: tidak mungkin ia bisa membayangkan hal-hal yang secara resmi “belum ada”.
Ia juga bermimpi tentang dirinya dan SKK di sebuah lapangan terbuka (bagian tulisan itu terlihat robek, isinya tidak lengkap).
Lucia mulai menduga bahwa yang ia dan SKK alami mungkin bukan mimpi, melainkan sesuatu yang benar-benar terjadi.
Memori yang memudar dan beban SKK
Mimpi-mimpi itu pelan-pelan memudar dari ingatan, tapi Lucia berusaha keras mencatat setiap fragmennya.
Potongan itu terlalu terpisah untuk membentuk gambaran utuh; bisa jadi itu:
Pertempuran dahsyat,
Misi yang pasti gagal,
Atau masa depan yang tidak ingin ia hadapi.
Ia menyadari SKK mungkin sudah lama menanggung beban menyakitkan sendirian.
Sudut pandang SKK: ingatan yang hilang
Narasi berpindah ke sudut pandang SKK.
Dari jendela kecil lounge, SKK melihat Lucia sedang serius menulis di buku catatannya, tampak misterius belakangan ini dan sering menanyakan hal-hal aneh.
Beberapa hal yang ia sebut terasa seperti pernah SKK alami dalam mimpi, sementara yang lain sama sekali tidak ia ingat.
SKK menyadari seolah banyak kenangan yang “seharusnya ia ingat” sudah hilang.
Panggilan terminal mengingatkan bahwa sudah waktunya pergi menjalankan misi ke permukaan, membuatnya menyingkirkan pikiran yang membingungkan itu.
Percakapan singkat sebelum misi
SKK mengetuk bingkai jendela logam dan memanggil Lucia. Ia terkejut, lalu menatapnya.
SKK mengingatkannya bahwa sudah waktunya berangkat. Ia minta maaf karena hampir lupa, lalu berkata perbekalan sudah disiapkan di ruang persiapan.
Sebelum berangkat, Lucia memanggilnya dan mengatakan: “SKK, kamu sudah bekerja sangat keras.”
SKKbingung dengan maksudnya. Ia menutupinya dengan berkata itu hanya karena ia juga “mendapat mimpi buruk”.
Ia lalu cepat-cepat beres-beres dan berangkat bersamanya.
Janji Lucia dan “waktu yang sangat panjang”
Narasi kembali ke pikiran SKK: belakangan ini SKK juga sering melihat fragmen mimpi yang aneh tapi kabur.
SKK penasaran dengan mimpi Lucia dan bertanya.
Lucia menjawab bahwa ia akan menceritakannya lebih banyak saat mereka sudah berada di pesawat pengangkut.
Ia menambahkan: “Kita punya waktu yang sangat, sangat panjang di depan.”