sebelum membaca: chapter ini story nya cukup padat dan alur nya maju mundur
chapter ini menceritakan latar dan kisah serta character development Noan, bagaimana ia bisa jadi Ascendant dan juga pertemuannya dengan SKK setelah pengorbanan dirinya di kereta pada chapter sebelumnya
Bangun setelah “kematian”
Seorang pria terbangun di kegelapan setelah “ingat” bahwa dirinya sudah mati dan dilempar jatuh dari Asslam karena membuat pilihan yang salah.
Ia merasakan sakit hebat, kehilangan ingatan, dan baru sadar bahwa tubuhnya sekarang adalah tubuh Construct, bukan manusia sepenuhnya lagi.
Menemukan barang-barang lamanya
Di dekat pintu keluar terowongan, ia menemukan tas selempang berisi: blueprint senjata bernama Rev Blade, buku catatan berlumuran darah, dan sepasang kacamata.
Kacamata itu terasa sangat familiar. Saat ia memakainya dan bercermin di genangan air, ia merasa barang-barang itu lebih “akrab” dibanding tubuh barunya sendiri.
Bertemu pasukan Babylonia
Sebuah tim Construct dari Babylonia menemukannya. Mereka menjelaskan soal:
Construct: manusia dengan tubuh mekanis.
Ascendant: musuh berbahaya yang jadi penyebab Red Tide dan construct yang membelot.
Mereka curiga karena:
Ia kehilangan ingatan (diduga M.I.N.D. deviation).
Datanya tidak ada di database Babylonia.
Alat komunikasinya bukan buatan Babylonia.
Meski ragu, kapten mereka memutuskan membawanya ke markas sementara untuk pemeriksaan.
Pemeriksaan M.I.N.D.
Seorang Support Construct menjelaskan tentang M.I.N.D. deviation: bisa menyebabkan hilang ingatan, tapi datanya di dalam otak masih utuh.
Kasusnya langka namun ia “beruntung” karena kerusakannya tampak ringan; memori mungkin bisa kembali pelan-pelan dengan pemicu tertentu.
Mereka belum bisa mengobatinya di situ, disarankan ke Babylonia nanti.
Pertemuan dengan SKK
Malam hari, pasukan elit datang untuk istirahat; di antara mereka ada SKK.
Saat melihat kotak P3K, si pria tiba-tiba terpicu ingatan samar tentang buku bedah dan membantu dokter—ia menduga dulu mungkin seorang dokter.
Ia menawarkan diri untuk merawat luka sang SKK. Kapten Construct awalnya menolak karena belum percaya, tapi SKK mengizinkan dengan pengawasan.
Saat mengobati, si pria:
Mengaku tidak ingat namanya dan minta dipanggil “Young Man A”.
SKK mengatakan ia pernah melihat sosok seperti dirinya di video, seseorang yang semua orang harus berhati-hati terhadapnya—dan mungkin orang itu sudah “tewas” sekarang.
Young Man A menyadari SKK sebenarnya sedang menguji apakah amnesianya pura-pura atau nyata. Ia sendiri juga takut kalau ternyata dirinya termasuk “orang jahat”.
Keraguan, rasa asing, dan keinginan untuk ingat
Di markas, ia merasa terasing, hanya mengamati dari sudut ruangan.
Melihat seorang kakek dan gadis kecil bertengkar soal selembar kertas milik pengungsi membuatnya sedih dan bertanya-tanya apakah dulu ia juga punya keluarga.
SKK menenangkan si gadis dan memberinya selembar kertas dari buku catatan, membuat gadis itu senang—pemandangan itu membuat Young Man A ikut tersentuh.
Hadiah pena dan kertas dari SKK
SKK kemudian menghampiri Young Man A, menyerahkan pena dan selembar kertas padanya.
Alasan SKK:
Ia melihat senyum lebar Young Man A tadi.
Dengan M.I.N.D. yang mudah menyimpang, memori Young Man A bisa muncul dan hilang berulang-ulang.
Pena dan kertas itu diberikan agar Young Man A bisa langsung mencatat apa pun yang ia ingat sebelum hilang lagi.
Young Man A berterima kasih dengan tulus; bagi SKK ini hanyalah satu pertemuan singkat di antara banyak pengungsi dan prajurit yang mereka temui.
Bagi Young Man A, kebaikan kecil dan kesempatan itu sangat berarti—karena setiap kesempatan yang terlewat bisa membuatnya semakin jauh dari jati dirinya yang hilang.
Awal di basis sekarang
Seorang pemuda (Young Man A) diminta SKK untuk menulis apa pun yang ia ingat.
Ia kesulitan mengingat, lalu mulai menggambar secara naluriah: seorang anak lelaki duduk di kursi rendah, api unggun, padang rumput.
Dari situ ia sadar bahwa ia dulu bisa menggambar, lalu ingat apa yang terjadi pada gambar-gambarnya.
Masa kecil dan ibunya
Semua gambar masa kecilnya selalu dirobek ibunya, dipakai untuk menyalakan api atau dibuang.
Ibunya sangat keras: menganggap menggambar tidak berguna, merusak mata, dan tidak bisa “mengisi perut”.
Ia dipaksa belajar dan bekerja demi masa depan, supaya bisa masuk area reservasi/medis atau setidaknya bisa bertahan hidup di level bawah Asslam.
Anak ini sering berkelahi demi membela nama ibunya, tapi ibunya menganggap itu hanya membahayakan nyawanya.
Situasi sosial di Asslam & pekerjaan ibu
Mereka tinggal di level bawah kereta Asslam, kondisi penuh konflik dan ketidakadilan.
Ayahnya mati dalam kerusuhan; sejak itu ibunya selalu memakai masker dan melakukan pekerjaan yang dibenci orang.
Orang-orang menghina dan mengancam ibunya, memanggilnya “penyihir”, bahkan menghina anaknya.
Meski dihina, ibunya tetap dingin dan tegar, fokus hanya pada kelangsungan hidup anaknya.
Peran Rachel
Satu-satunya orang yang akrab dengan ibunya adalah Rachel, kepala Cargo di level bawah.
Rachel menegur si anak karena berkelahi dengan anak-anak Carriage H dan hampir terlibat masalah dengan para penjaga bersenjata.
Ia juga menasihati: tidak semua orang berani melawan (seperti Hill yang hanya menonton), tapi itu tidak berarti mereka setuju pada para pelaku.
“Pekerjaan” baru di ventilasi
Ibunya ingin anak itu bekerja di Cargo, tapi Rachel bilang sudah menyiapkan posisi yang lebih baik.
Rachel menyuruhnya masuk ke saluran ventilasi dan berjalan sampai ujung, “seolah” membantu tim perawatan.
Di ujung, ternyata ada Storage 08 di Carriage P: gudang buku fisik dan terminal e-book.
Dunia buku yang menyelamatkan
Gudang itu penuh novel, puisi, sejarah, mitologi, komik, dan buku bergambar yang mudah ia baca.
Rachel mengatur agar setiap hari ia punya 4 jam “kerja” di sana, sementara kepada ibunya dikatakan ia membantu kru perawatan.
Di rumah ia bekerja dan belajar keras agar ibunya tak curiga; di gudang buku ia bebas membaca dan “berenang” dalam lautan pengetahuan.
Dari buku-buku itu ia mengenal dunia luar, Golden Age, kisah pahlawan, dan dunia yang bisa diperbaiki.
Lahirnya mimpi dan kompromi
Ia sangat terinspirasi oleh cerita pahlawan yang memperjuangkan keadilan dan memperbaiki dunia.
Ia bermimpi menjadi seperti mereka, atau setidaknya berjuang di sisi mereka melawan penindasan.
Namun kritik keras ibunya membuat mimpinya goyah; ia menyadari realitas keras yang harus dihadapinya.
Ia memutuskan untuk “menyimpan” mimpinya diam-diam:
Untuk saat ini, ia akan patuh pada ibunya dan Rachel, bekerja dan belajar agar bisa bertahan hidup.
Suatu hari nanti, saat hidup stabil dan kereta lebih aman, ia berharap bisa kembali menggambar dan mengejar mimpinya.
Hidupnya terus bergulir dengan tekanan dan pergolakan batin, hingga ia mendekati usia 11 tahun.
Masa kecil si bocah & percakapan ibu–Rachel
Bocah (11 tahun) menguping ibunya (Julie) dan Rachel yang pulang dalam keadaan terluka.
Ada masalah pencurian di Cargo Crew; Rachel dituduh tapi ia menyangkal. Ia mengaku pernah menghentikan perampokan sebelumnya.
Mereka membenci seorang aristokrat bernama Ashlar, tapi tetap “memakainya” demi rencana mereka.
Terungkap bahwa terjadi kerusuhan di mana ayah bocah—seorang bangsawan dari tingkat atas Asslam—tewas. Rachel memicu kerusuhan, tapi bukan dia yang membunuh; pelaku memanfaatkan kekacauan itu.
Ibu bocah disebut “komplotan” para aristokrat, dan ia sadar warga bawah memandangnya seperti itu.
Penjelasan ibu soal dunia & nasib mereka
Asslam penuh kekacauan; tiap orang bertahan hidup dengan caranya (kekerasan, tipu daya, atau bergantung pada orang lain).
Dunia luar diselimuti Punishing Virus; aman hanya jika di dekat CPF. Kalau ibunya mati atau kehilangan pekerjaan, bocah akan jadi Scavenger tanpa makanan, tempat tinggal, dan selalu diteror Corrupted dan perampok.
Ibu meminta anaknya percaya pada rencana Rachel untuk “membebaskan” mereka dari penindasan, meski ia sendiri tak selalu setuju caranya.
Ibu mengakui: untuk orang biasa jadi “pahlawan” ada harga mahal, bisa melukai orang di sekitarnya. Ia bilang ia “menjual masa depannya” untuk membeli hal-hal yang tak bisa ia dapatkan; tapi tidak menjelaskan detailnya.
Ia merencanakan masa depan sang anak: saat 13 tahun, akan dimasukkan ke Cargo Crew Rachel agar punya keterampilan bertahan hidup.
Ketegangan emosi si bocah
Bocah marah karena dianggap “masih anak-anak” ketika bertanya hal serius, padahal diminta bersikap dewasa.
Ia menyinggung hinaan orang lain pada ibunya dan bertanya apakah ibunya tak merasa sedih. Ibunya menjawab bahwa sedih tidak mengubah apa-apa; ia “bahkan tak sempat” bersedih atas kematian suami.
Ia mendesak ibunya menjelaskan soal “masa depan” yang ia jual dan ke mana ia akan pergi, tapi sang ibu selalu mengakhiri dengan kalimat keras, “Kamu harus tidur sekarang.”
Meski dingin dalam kata-kata, pada akhirnya ibu berbaring di samping bocah, menyelimuti dan menyanyikan lullaby lembut tentang kunang-kunang yang menjaga hati dan harapan sang anak.
Lompatan ke masa kini: Young Man A & Lillian
Seorang pemuda (Young Man A) terbangun dari mimpi memorinya masa kecil itu. Ia telah kehilangan ingatan dan ditinggal sementara oleh para Construct dan SKK.
Seorang gadis Construct bernama Lillian datang. Ia menjelaskan bahwa yang lain sudah pergi misi dan ia akan mengantar pemuda itu ke Medical Center 09, pusat medis terbaik di daerah tersebut.
Pemuda itu mengingat banyak hal tentang masa kecil, keluarganya, Rachel, buku-buku yang dia baca, tapi tidak ingat namanya sendiri.
Menurut penjelasan yang pernah didengar Lillian, hal yang dulu ingin dihindari justru paling sulit diingat setelah kehilangan memori—maka kemungkinan ia dulu membenci atau menolak namanya sendiri.
Refleksi tentang “orang biasa” & keadilan
Young Man A bertanya apakah orang biasa bisa tiba-tiba berada di sisi yang “salah” dari keadilan.
Lillian menjawab: justru orang biasa yang paling mudah jatuh ke sisi yang salah, karena mereka tidak punya apa-apa untuk memastikan mereka berada di sisi yang benar.
Kalimat ini memicu ingatan kembali pada pesan ibunya tentang harga yang harus dibayar orang biasa untuk menjadi pahlawan.
Mainan kunang-kunang & rasa sakit misterius
Lillian ditemukan sedang memperbaiki mainan kunang-kunang dari suku cadang dan bohlam bekas.
Young Man A merasa seolah pernah melihat mainan itu; kunang-kunang jelas terkait dengan lullaby ibunya.
Saat menyentuh dan memeriksa mainan yang kini rusak bengkok, muncul kilas balik:
“Luka adalah bagian dari ingatan.”
Seketika ia merasakan nyeri hebat di dada, sama dengan saat pertama kali ia bangun—seolah ingatan dan rasa sakit fisik saling terikat.
Cerita berakhir dengan kesan bahwa ada harga mengerikan yang telah dibayar agar “bocah” itu bisa hidup kembali sebagai Young Man A, dan bekas luka (baik pada tubuh maupun benda seperti mainan firefly) adalah kunci untuk membuka memori itu.
Seorang pemuda (Young Man A) mencoba menyelidiki asal-usul sebuah mainan yang diambil Lillian. Lillian bilang ia hanya menemukannya dan berniat memperbaikinya lalu mengembalikannya, dan ia heran kenapa pemuda itu masih peduli pada mainan kekanak-kanakan. Pemuda itu mengatakan mainan itu mungkin pengingat mimpinya saat kecil.
Karena buntu, pemuda itu menulis pesan di kertas yang ia dapat malam sebelumnya dan menitipkannya pada salah satu Construct di pangkalan sebelum naik kendaraan transport.
Di dalam kendaraan, ia merenung tentang orang yang wajahnya tak bisa ia ingat, anak lelaki yang muncul dalam ingatannya bersama sebuah melodi, serta di mana ibu dan Rachel sekarang. Ia bertekad harus mendapatkan kembali ingatannya.
Ia kemudian menyimak obrolan para Construct:
SKK) pergi karena ada masalah: beberapa penjaga pangkalan membelot dan menghilang.
Mereka berspekulasi beberapa orang mungkin memilih bergabung dengan Ascendant demi kemungkinan kebal virus, dan inilah alasan Purifying Force dikerahkan.
Situasi banyak “bencana” belakangan membuat semua cemas.
Pembicaraan beralih ke Lillian yang tampak murung. Ia kehilangan kontak dengan rekan satu timnya, Talbot, yang keadaannya dikhawatirkan karena mentalnya goyah setelah insiden dengan Anna. Ada kekhawatiran Talbot juga bisa membelot.
Kendaraan berhenti di persimpangan, para Construct berpisah. Lillian dan pemuda itu berjalan menuju Medical Center 09. Di tengah jalan, Lillian mendapat panggilan dari Talbot.
Talbot panik karena dikepung Corrupted dan minta bantuan. Di sana ada CUB berbentuk burung bernama “Blush” (diambil dari “weero” yang sudah kehilangan warna). Blush berteriak minta tolong.
Lillian ragu dan memanggil pemuda itu dengan nama “John”, membuatnya hampir tersedak karena kaget, tapi ia tetap tenang dan langsung setuju untuk membantu. Mereka berdua bergegas menolong Talbot dan Blush.
Young Man A mulai mengingat masa lalunya lewat “ingatan tubuh” saat memegang senjata yang familiar baginya (Rev Blade dan stiletto).
Ia teringat bahwa dulu ia anggota Cargo Crew dan kapten Crew 08 di ACA (Asslam Carriage Association).
Dijelaskan struktur sosial ACA:
Upper level: kereta bangsawan, kereta fungsional, dan kereta tamu.
Lower level: kereta kargo, kereta rakyat biasa, kereta industri.
Di lower level, orang biasa terbagi dalam berbagai kru: Logistics, Maintenance, Cargo, dan Bumblebee. Sebelum Bumblebee berkembang, mayoritas orang bawah berasal dari Cargo Crew.
Setelah dunia hancur karena Punishing Virus, Cargo Crew menjadi sangat penting:
Mengangkut dan mendaur ulang sumber daya,
Menjaga perdagangan tetap hidup,
Membawa suplai ke berbagai basis dan membawa pergi barang yang tak dibutuhkan,
Menolong pedagang gelandangan dan orang-orang dalam kesulitan,
Sekaligus menghasilkan kekayaan besar bagi para bangsawan di upper level.
Pekerjaan itu berbahaya (sering diserang Corrupted dan perampok), tapi dulu dianggap pekerjaan impian bagi para Scavenger tunawisma.
Namun, “sesuatu” terjadi di masa lalu hingga pandangan orang berubah: pekerjaan Cargo Crew mulai dilihat sebagai simbol perbudakan dan penjilatan kepada bangsawan, bukan lagi mimpi.
Pemuda itu merasakan ada kenangan penting yang hilang—bagian “apa yang sebenarnya terjadi saat itu” terus menggelinding di dalam M.I.N.D.-nya seperti bola kaca, tapi tidak bisa ia tangkap.
Ia teringat Rachel, yang katanya ingin melakukan revolusi melawan kaum bangsawan demi orang-orang di lower level, dan ia bertanya-tanya: apakah Rachel berhasil?
Cerita ditutup saat ia menyadari ingatannya terputus di titik itu dan ia tidak bisa mengingat lebih jauh.
Kembali ke Medzone & Konflik soal Ascendant
Talbot, Lillian, dan seorang pemuda tanpa ingatan (Young Man A) membawa satu-satunya penyintas serangan ke Medical Center 09.
Seorang teknisi kurus (mantan teknisi area reservasi) membantu Lillian memperbaiki tubuh dan M.I.N.D. si gadis, yang trauma berat karena timnya tewas.
Para prajurit construct membicarakan situasi yang makin buruk: tak ada kabar soal “Omega Weapon”, banyak korban, dan risiko desersi.
Beberapa mengusulkan jadi Ascendant atau bergabung dengan mereka, karena dianggap bisa mengendalikan Corrupted.
Talbot, yang putus asa setelah kematian “Master” di insiden kereta, tergoda untuk melewati “filtering” demi menjadi Ascendant agar bisa mengubah keadaan.
Seorang pengungsi tua menegaskan: jika cara itu bisa menyelamatkan dunia, sudah ada penyelamat dari dulu. Talbot meledak emosi, memukul dinding, dan berteriak bahwa “ambilnya pelan-pelan” hanya membuat lebih banyak orang mati.
Atasannya memperingatkan: jadi Ascendant bukan jalan keluar, kebanyakan akan mati atau jadi Corrupted, dan jika Talbot terus bicara seperti itu, Purifying Force akan turun tangan. Talbot akhirnya minta maaf lalu pergi, diikuti Lillian.
“Blessing Box” dan kesenjangan sosial
Setelah Talbot pergi, para pengungsi membandingkan wacana Ascendant dengan sistem “Blessing Box”: keduanya menjanjikan “keberuntungan” bagi segelintir orang sambil menghancurkan mayoritas.
Blessing Box dijelaskan seperti skema judi/ponzi:
Di dalamnya kadang ada “Blessing Card” (tiket naik kereta dan hidup di tempat lebih aman).
1 orang “beruntung” bisa naik tingkat jadi “anjing aristokrat”, sementara 9.999 lainnya habis dimakan sistem (bangkrut, hancur hidupnya).
Young Man A mendengar ini dan ingat masa lalunya di “lower level” kereta ACA, saat konflik atas–bawah masih terkontrol.
Flashback masa kecil Young Man A – Asal-usul Blessing Box
Saat kecil, ia ikut kerja melipat dan mengisi Blessing Box di gerbong kargo. Isinya: suku cadang murah, obat sisa, barang bekas—dan sejumlah kecil Blessing Card yang sangat langka.
Penjelasan orang dewasa:
Dunia luar keras: basis pengungsi, medzone, area reservasi hanya mau pekerja muda dan terampil.
Banyak orang gagal seleksi kerja, tak punya tempat aman, dan berharap Blessing Card agar bisa naik kereta tanpa seleksi, lalu mencari hidup baru atau jadi kelompok nomaden penolong.
Aristokrat di atas dapat suplai dan tenaga kerja murah; warga bawah dapat kesempatan dan sedikit sumber daya. Di atas kertas, semua “menang”.
Munculnya “Bumblebee” dan memburuknya kondisi
Karena Blessing Box populer, bawah kereta dipenuhi orang gagal seleksi dari tempat lain, kebanyakan skill mereka tidak cocok dengan kebutuhan kereta.
Dibuatlah tim “Bumblebee” yang menampung siapa saja tanpa kerja tetap: mereka jadi tenaga serabutan—bangun ulang area, bertani, bersih-bersih reruntuhan, jadi tentara bayaran dadakan, atau buruh pabrik sederhana.
Tanpa seleksi yang layak, banyak anggota Bumblebee tidak tahan kerja fisik, pemalas, atau bermasalah.
Cargo Crew mengeluh:
Reputasi ACA rusak karena kualitas Bumblebee yang buruk.
Mereka dikeroyok amarah warga basis yang mengira semua orang ACA sama saja.
Young Man A dan temannya Hill tetap disuruh terus melipat Blessing Box, meski mereka tahu makin banyak orang datang dan kondisi hidup tak membaik.
Kemarahan, kecemburuan, dan ketidakadilan
Saat Young Man A berusia 11:
Di gerbong makan level bawah, makanan sangat buruk (sup ampas kacang), sementara orang dewasa menghibur diri dengan alkohol dan rokok.
Seorang Bumblebee, Mike, menuduh ibu bocah (Julie) “kaya karena cara kotor” dan menyuap penjaga agar anaknya dapat kerja ringan di Blessing Box.
Bocah itu memberikan satu-satunya permen ulang tahunnya ke seorang gadis kecil, tapi tetap jadi sasaran iri dan fitnah.
Di meja lain:
Diceritakan kasus orang mati karena kelaparan (dianggap “gula darah rendah”) dan kecelakaan kerja, lalu kompensasi dirampas penjaga yang korup.
Bumblebee merasa mereka dijadikan tumbal dan dikorbankan untuk keuntungan kecil para penjaga dan aristokrat.
Mereka juga iri melihat makanan Cargo crew yang jauh lebih baik. Pertengkaran nyaris pecah, sampai Rachel turun tangan.
Peran Rachel & gambaran sistem yang busuk
Rachel adalah sosok pemimpin/tulang punggung level bawah:
Disegani baik oleh Cargo Crew maupun Bumblebee.
Sering “entah bagaimana” selalu bisa dapatkan suplai tambahan untuk orang-orang bawah.
Ia mengakui keadaan tidak bisa dibiarkan, tapi jika mereka berhenti mengerjakan Blessing Box, aristokrat cukup mencari pihak lain. Posisi mereka makin lemah.
Mereka sudah pernah protes dan mogok, namun tak berdaya karena aristokrat pemilik kereta memegang semua kendali.
Rachel berjanji pada semua orang bahwa mereka akan “mengakhiri semua ini” suatu saat nanti.
Narasi menutup dengan gambaran:
Blessing Box adalah “magnet raksasa” yang menyeret siapa pun yang menyentuhnya ke jurang tanpa jalan keluar.
Di luar kereta hanya ada tanah gersang, perampokan, dan pengembaraan tanpa akhir.
Sistem membuat orang tidak punya pilihan jelas: percaya pada “keberuntungan” sistem Blessing Box atau menolaknya—keduanya sama-sama tanpa jaminan, sampai akhirnya kemarahan massa suatu hari meledak.
Kehidupan di Commoner Carriage & ACA
Dua tahun berlalu; saat bocah berumur 13, gerbong rakyat jelata (Commoner Carriage) jadi sangat sesak dan nyaris tak layak huni.
ACA (Bumblebee) menampung banyak orang baru, tapi pekerjaan makin sedikit, saingan tinggi, upah anjlok, dan kematian kerja dianggap hal biasa.
Beberapa orang naik ke level atas dengan membayar atau lewat tes, jadi penjaga; mereka dibenci tapi tak tersentuh karena “koneksi”.
Banyak yang ingin keluar dari “neraka” ini, tapi tak punya sumber daya untuk Blessing Boxes, jadi terjebak.
Sistem kerja kejam & “dickhead” guards
Assad dan cargo crew harus menjual 10 batch Blessing Boxes (masing-masing 5000 kotak) ditukar obat, padahal makin sulit menemukan orang yang mau barter.
Penjaga dari level atas—disebut “dickheads”—datang bersenjata, mengawasi produksi, dan memukuli pekerja yang lambat.
Aturan pembayaran berubah: bukan lagi dibayar per hasil kerja pribadi, tapi per kuota kelompok; kalau ada satu orang tak mencapai kuota, semua tak dibayar.
Pekerja dipaksa kerja 12 jam di Industrial Carriage dengan kondisi menjijikkan (bau kotoran, air tercemar Punishing Virus), hanya dibayar dua porsi sup energi dan satu voucher makanan—yang sering berujung hanya I.O.U.
Para penjaga menutupi kekejaman sistem dengan “motivasi” kosong dan pep talk murahan soal “kerja keras, jangan mencari alasan”.
Kemarahan, ketidakberdayaan, dan Rachel
Amarah pekerja meledak: mereka benci penjaga, cargo crew yang menjual harapan palsu lewat Blessing Boxes, dan pada akhirnya membenci diri sendiri karena tak mampu mengubah apa pun.
Banyak yang ingin melawan tapi tak punya “senjata” atau kekuatan; mereka merasa dunia rusak dan rumah mereka tinggal kereta ini.
Rachel menekankan bahwa yang salah adalah hierarki ACA, aturan, dan virus—bukan individu yang sama-sama korban. Ia menyerukan persatuan dan “menghancurkan” sistem ini.
Di tengah siaran musik pesta dari kaum aristokrat di level atas (lagu “Burial”), Rachel menggubah liriknya jadi lagu protes vulgar, mengolok-olok aristokrat dan menyerukan bahwa kalau kru kargo mogok, para bangsawan akan jatuh.
Semua ikut bernyanyi, mengubah kemarahan jadi semacam kegembiraan pemberontakan—sampai seorang penjaga muncul dan memukul si bocah (Noan).
Kembali ke masa kini: Medzone & Noan yang lupa nama
Pukulan itu ternyata hanya ingatan: Noan yang sudah dewasa tersadar di meja medis Medzone.
Seorang teknisi kurus menjelaskan bahwa M.I.N.D.-nya pernah diutak-atik seseorang, membuatnya menyimpang, tapi memori dasarnya masih utuh; ia barusan melakukan perawatan ringan agar ingatan kembali.
Seorang anak kecil menarik uban Noan, mengira itu harus dicabut—momen kecil yang ringan di tengah suasana muram.
Pertemuan dengan Lithos
Saat Noan hendak pergi mencari seseorang (Talbot), seorang gadis berambut ungu bernama Lithos memegang jubahnya, memohon agar ia jangan pergi.
Ia ketakutan pada orang-orang di sekelilingnya, tubuhnya penuh bekas luka, gemetar dan menangis.
Noan merasa ia tak berbeda dengan orang lain di sekitar gadis itu, tapi juga sadar Talbot sedang mengalami penderitaan serupa.
Akhirnya Noan memutuskan untuk tinggal demi menenangkan Lithos.
Suasana di Medical Center 09 & putus asa kolektif
Med Center 09 dipenuhi kesibukan muram: manusia dan Construct bercampur, yang dirawat, yang memperbaiki bagian tubuh, yang main kartu di samping pasien kritis.
Para pengungsi berbagi cerita:
Sebuah markas hancur; pemimpin perempuan (“Boss lady”) mati terinfeksi saat melawan Hetero-Creatures, pacarnya bunuh diri setelah evakuasi.
Misi pengambilan sumber daya dan benih berakhir dengan banyak korban.
Mereka mempertanyakan arti semua upaya: bangunan yang akan hancur lagi, orang yang akan mati juga, monster yang tak ada habisnya.
Mereka merasa manusia biasa mustahil bertahan waras; bahkan Construct menangis karena harus membunuh rekannya yang kembali sebagai Corrupted.
Mereka membahas gagasan bahwa satu-satunya akhir adalah jika ada yang bisa mengendalikan monster—menyinggung harapan pada Ascendants, tapi juga takut menggantungkan harapan hanya pada mereka.
Kisah Rachel dari sudut pandang pengungsi
Seorang pengungsi menyebut Rachel, mantan pemimpin Cargo Crew yang dulu menolong orang sakit dan kekurangan hingga kehabisan tenaga. Banyak yang dulu percaya dia akan memimpin revolusi.
Namun Rachel akhirnya mati bukan karena revolusinya gagal, melainkan karena dikhianati.
Pengkhianat itu adalah seorang anak lelaki, putra bangsawan. Ibunya, Julie, korup, memanipulasi laporan keuangan dan menggelapkan sumber daya.
Rachel dulu menampung si bocah, tapi bocah itu menuduh Rachel untuk menutup kejahatannya sendiri.
Pada akhirnya, bocah itu—bernama Noan—dilempar keluar kereta dan mati… setidaknya menurut mereka.
Pemicu kembalinya ingatan Noan
Saat nama “Noan” diucapkan, M.I.N.D. Noan terguncang dan potongan ingatan kembali:
Doa ibunya agar Noan selamat dan bisa menjadi dirinya sendiri.
Rachel menenangkannya.
Hill menyuruhnya berhenti melihat sesuatu dan menyelesaikan pekerjaan.
Tuduhan bahwa ia punya “nyali” menembak demi menyelamatkan diri sendiri.
Orang-orang yang memanggilnya pengkhianat dan mengatakan dia yang seharusnya tertabrak kereta.
Suara-suara lain bercampur: komentar Lillian soal orang biasa cenderung jatuh ke sisi “ketidakadilan”, ucapan tentang orang yang membuang nama untuk melupakan masa lalu, diagnosis bahwa M.I.N.D.-nya “parah”, dan seseorang yang menyuruh “menidurkannya”.
Noan menyadari: ia melupakan namanya sendiri karena kebencian terhadap dirinya dan masa lalunya. Identitas “Young Man A” hanyalah pelarian.
Di tengah kekacauan suara dan memori, suara terakhir berkata: “I trust you.”
Rasa bersalah Noan di masa kini
Noan berdiri di kereta yang terhenti dalam salju, tangannya berlumur darah Rachel, diliputi penyesalan karena telah membunuh mentornya sendiri.
Ia mempertanyakan: “Kapan semua ini mulai salah?” dan ingat kembali masa kecilnya.
Penangkapan ibunya (Julie)
Saat Noan berusia 12 tahun, beberapa penjaga tingkat atas datang membawa perintah penyelidikan laporan keuangan dan sumber daya.
Ibunya, Julie, dibawa paksa dengan tuduhan manipulasi laporan dan penggelapan sumber daya. Ia hanya berkata pada Noan, “Tunggu di sini, Ibu akan kembali,” sebuah janji yang ternyata kosong.
Reaksi warga dan reputasi Julie
Warga tingkat bawah menjelek‑jelekkan Julie: menuduhnya korup, bekerja sama dengan kaum aristokrat, dan menganggapnya pengkhianat kelas bawah.
Noan kebingungan dan terluka, tapi tetap ingin mencari ibunya dan tahu kebenaran.
Pertemuan Noan dengan Julie di ruang tahanan
Noan akhirnya menemukan ibunya di ruang kecil di bagian kargo, dijaga ketat dan tampak kelelahan.
Ia menuntut penjelasan: kenapa orang‑orang membenci ibunya, apakah tuduhan korupsi itu benar, dan kenapa ibunya selalu menjaga jarak—tidak makan bersama, selalu bermasker, mengkritik hobinya menggambar.
Pengakuan Julie dan wajah tanpa topeng
Julie bertanya: “Kau masih percaya padaku?” dan Noan menjawab masih percaya.
Julie mengakui bahwa ia memang melanggar aturan, tetapi mengklaim semua itu ia lakukan “demi hari esok yang lebih baik” bagi orang‑orang.
Ia melepas maskernya: wajah penuh luka, mata kosong, dan tangan kebiruan—tanda kerusakan fisik akibat kerja keras dan racun.
Ia mengakui kesalahannya sebagai ibu: terlalu sibuk dengan “caranya sendiri” melindungi Noan, tidak pernah benar‑benar menjelaskan diri, merobek gambar Noan, dan membuatnya menderita.
Pemikiran Julie tentang “monster” dan penyesalan
Julie tahu mereka berdua dicap “monster,” tapi mencoba memaknai ulang: monster tidak harus menakutkan dan terkutuk.
Ia menyebut tokoh “Shrek” sebagai harapannya: meskipun disebut monster, tetap bisa hidup bahagia.
Ia mengakui bahwa dirinya sering berkompromi dengan kelemahannya, tidak pernah jadi orang yang ia cita‑citakan, dan bahwa satu kesalahan bisa menjatuhkan seseorang ke “jurang neraka”.
Pesan terakhir Julie dan persiapan untuk Noan
Ia memberitahu Noan lokasi sembunyi persediaan makanan untuk bertahan hidup sampai Rachel kembali.
Julie menerima bahwa ia tak bisa lagi “meminta maaf dan memulai dari awal”; ia merasa sudah terlambat dan tidak mungkin menebus kesalahan.
Ia berpesan pada Noan: jika di masa depan ia masih menganggap perbuatan ibunya salah, maka jangan pernah mengulanginya.
Perpisahan dan kematian Julie
Waktu kunjungan habis; penjaga menyeret Noan pergi.
Noan meronta, ingin bicara lebih lama, tapi dipukul hingga pingsan.
Malam berikutnya, cargo crew mengumumkan Julie meninggal dengan “keracunan makanan”. Dokter menyebut makanan busuk sebagai penyebab, hal yang “biasa” di tingkat bawah.
Noan curiga. Ia meneliti lewat terminal dan menemukan info tentang keracunan nitrit dengan gejala “sianosis” (ujung jari membiru), mengingatkan pada tangan ibunya, namun ia tetap tidak bisa memastikan kebenaran.
Kesimpulan resmi kasus Julie
Laporan akhir: Julie bekerja sama dengan aristokrat dan cargo crew untuk menggelapkan sumber daya.
Semua kaki tangan dari cargo crew “menghilang”; hanya para aristokrat yang lolos tanpa hukuman.
Nama dalang utama menjadi “rahasia umum” di kereta, namun tidak mengubah apa pun.
Bertahan hidup sampai Rachel kembali
Persediaan yang ditinggalkan Julie hanya cukup 15 hari; Noan kemudian meminta bantuan orang‑orang.
Sebagian orang menolak dan membenci karena ia “anak pengkhianat”, tapi beberapa yang pernah ditolong Julie memberinya makanan, mengakui bahwa mereka berutang nyawa pada ibunya.
Dengan bantuan itu, Noan bertahan sampai Rachel pulang dari misi darurat.
Janji Rachel dan tekad Noan
Rachel sangat terpukul saat mendengar kematian Julie; ia menyesal tidak bisa melindunginya.
Ia memutuskan menjadikan Noan muridnya, berjanji melatihnya supaya bisa melindungi diri dan kelak membebaskan semua orang dari penindasan, serta “menidurkan jiwa‑jiwa yang telah berkorban”.
Noan, masih belum mengerti sepenuhnya beratnya janji itu, berjanji untuk hidup dan mewujudkan cita‑cita tersebut.
Latihan keras dan kesadaran akan kelemahan
Rachel melatih Noan di atap kereta—latihan berat, karena mereka tak punya waktu menunggu tubuh Noan berkembang pelan‑pelan.
Noan berusaha mati‑matian, tapi menyadari kenyataan pahit: ia hanyalah manusia biasa, harus maju dengan darah dan keringat tanpa jalan pintas.
Rachel mendorongnya terus: jika ia berhenti, ia akan mati kelaparan, dan kematian Julie akan sia‑sia.
Titik runtuh dan tekad baru
Saat latihan sendirian ketika Rachel pergi misi, Noan akhirnya runtuh secara mental; ia menangis, membenci kelemahannya sendiri.
Ia teringat kata‑kata ibunya tentang “dewasa adalah belajar berkompromi,” tapi ia sendiri tidak tahu bagaimana harus berdamai dengan rasa sakit dan penyesalan.
Di tengah kelelahan dan tangisan, ia menggenggam satu hal: ia tidak akan menyerah.
Ia bertekad untuk terus maju, bahkan hanya satu langkah kecil, untuk mengurangi rasa sakit yang membakarnya.
Insiden penganiayaan Field
Noan melihat seorang anak cacat bernama Field sedang dipukuli oleh seorang “upper-level guard” palsu.
Meski tahu risikonya, Noan menodongkan senjata dan menembak ke arah helm penjaga itu untuk menghentikannya.
Situasi memanas sampai Niino dan Shauna dari Cargo Crew datang dengan orang-orang mereka, memaksa sang penjaga mundur.
Konsekuensi & teguran
Setelah penjaga pergi, Niino menampar Noan karena nekat dan hampir menyeret semua orang ke dalam masalah, tapi sebenarnya ia juga ingin menolong.
Shauna lebih santai dan mengakui mereka semua muak dengan kelakuan para penjaga, hanya saja takut balasan.
Di tengah itu, kita tahu latar Field: kakinya cacat karena robot tukang kebun, ibunya tewas oleh robot yang sama, ayahnya bekerja di Cargo Crew.
Pertemanan Noan & Field
Noan mengajak Field ke “markas rahasia” (gudang buku) dan berusaha menjaganya di tempat tersembunyi karena kondisi tubuh Field yang lemah dan sering demam.
Orang-orang di kereta menjauh dari Field karena tahu ia punya hubungan dengan kalangan atas/aristokrat, tapi sikap mereka terhadap Noan mulai berubah setelah insiden melawan penjaga.
Pembicaraan Noan dengan Rachel
Rachel kembali dari misi dan menanyai Noan. Ia marah karena tindakan Noan sangat berbahaya, tapi juga sadar Noan tidak bertindak secara impulsif seperti anak kecil—ia tahu risikonya.
Rachel menjelaskan bahwa penjaga tadi sebenarnya penyamar yang memakai seragam guard demi hak istimewa. Ia akan melaporkan ini ke para bangsawan.
Rachel menegaskan ajaran Julie (ibu Noan): harus tahu diri dan berkompromi untuk bertahan hidup, tapi ia juga mengklarifikasi bahwa itu bukan berarti menyerah total—mereka hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk melawan.
Noan menentang kompromi yang membiarkan ketidakadilan terjadi seperti kematian ibunya, tetapi Rachel meminta dia bersabar dan bertindak lebih cerdas.
Pandangan Field tentang “dunia luar”
Field menceritakan tentang area reservasi yang dijaga Construct, dengan seleksi ketat untuk bisa masuk.
Ia bercerita soal seorang pelamar yang melukai peserta lain demi lolos, terinfeksi Punishing parah, diberi serum oleh Construct, tapi mengembalikannya karena satu serum tak akan mengubah nasibnya—lalu ia mati.
Dari sana, Field menyimpulkan bahwa sistem seleksi yang keras menjaga ketertiban, tetapi juga membuat mustahil menyelamatkan semua orang.
Ia dulu menganggap ACA sebagai “utopia bergerak” yang membawa bantuan dan senyuman, tapi realita di kereta ternyata sama buruknya dengan dunia luar.
Noan menyimpulkan: di sini dan di luar sama saja—orang menyakiti orang lain untuk bertahan hidup.
Noan mulai diterima Cargo Crew
Suatu hari, Shauna menyeret Noan dari sudut gelap tempat biasa ia menyendiri dan mengajaknya makan bersama di ruang makan gerbong rakyat jelata.
Anggota Cargo Crew mengakui mereka sering membicarakan Noan: latar belakangnya sebagai anak Julie, kedekatannya dengan Rachel, dan bagaimana dulu mereka menilainya buruk karena perbuatan ibunya.
Setelah melihat keberanian Noan menyelamatkan Field, mereka mulai melihat bahwa Noan berbeda dari Julie dan memutuskan untuk menerimanya.
Niino menekankan bahwa sekarang hanya Noan sendiri yang bisa memutuskan bagaimana ia akan hidup; dunia sudah terlalu berbahaya untuk kembali seperti dulu.
Shauna menjelaskan “aturan sederhana” berteman: saling membantu ketika diminta, dan berani meminta tolong. Ia berjanji akan membantu Noan, dan menegaskan bahwa mereka harus bersatu seperti ketika Noan menyelamatkan Field—karena bersama, mereka kuat.
Noan, yang selama ini kesepian dan dikurung oleh Julie, ragu tapi akhirnya setuju untuk “bergabung dengan kawanan,” mulai membuka diri kepada Cargo Crew.
Field & Noan
Field memilih tetap tinggal di tempat penuh buku dan menunggu keadaan membaik, merasa beruntung karena masih punya Noan yang sering datang bercerita.
Meski ayahnya, Bancroft, punya reputasi buruk, Field menerima nasibnya dengan cukup tenang.
Rencana Rachel & Peran Ibu Noan
Rachel menjelaskan pada Noan bahwa satu-satunya jalan untuk melawan para bangsawan dan Ashlar di atas adalah dengan persenjataan yang lebih baik.
Ia mencari senjata dari pasar gelap/pabrik tua dan butuh banyak “sumber daya” untuk membayarnya.
Noan menyadari “extra pay” Rachel kemungkinan berasal dari apa yang dilakukan ibunya (Julie), yang sampai merelakan dirinya “menyimpang” demi masa depan orang banyak.
Ibunya mengakui ia membantu Rachel, meski tak selalu setuju dengan caranya. Noan mulai menghubungkan kematian ibunya dengan semua ini dan mempertanyakan kenapa ia harus diracun.
Bancroft & Field
Dua bulan kemudian, Bancroft kembali dan berterima kasih pada Noan karena telah menyelamatkan Field.
Bancroft mengaku dulu bekerja di pabrik farmasi dekat area reservasi hingga diserang Corrupted dan istrinya tewas.
Ia punya hubungan “bisnis” dengan orang-orang Ashlar, membawa produk setengah jadi untuk mereka.
Ia meminta Noan menjaga Field lagi karena ia harus pergi dalam misi pengiriman bersama Tim 41.
Terungkap Field sakit dan perlu obat dari dokter di tingkat atas. Untuk mendapatkannya, Bancroft harus menukar sumber daya; yang tersisa hanya gelang peninggalan ibunya. Ia rela mengorbankan semuanya demi menyelamatkan Field.
Kargo Hilang & Sistem Pengkhianat
Bancroft bercerita bahwa kotak kargo mereka pernah diserang, sebagian barang hilang, kemungkinan diambil Scavenger sekarat.
Hal ini mengingatkan Noan pada ucapan ibunya bahwa Cargo Crew sering kehilangan barang.
Bancroft menyebut Barbra si koki kini menggantikan posisi Julie karena direkomendasikan Assad, sehingga kini punya wewenang terkait urusan logistik.
Peringatan Niino & Shauna
Captain Niino memperingatkan Noan agar menjauhi Field karena Bancroft dianggap “bermasalah” dan terlibat dengan pihak atas, serta sudah membuat beberapa anggota Cargo Crew tertangkap.
Shauna menjelaskan bahwa para bangsawan memasang sistem hadiah bagi para “tukang lapor” (snitch) untuk memecah-belah orang bawah.
Mereka menyaksikan seorang warga diseret penjaga dan semua sumber dayanya dirampas—contoh nyata kejamnya sistem ini.
Pandangan Weyland & Tuduhan pada Bancroft
Weyland menambahkan bahwa banyak orang, termasuk Bancroft, bisa jadi melakukan apa saja demi bertahan hidup, termasuk mengkhianati sesama.
Menurutnya, para pengkhianat mengejar keuntungan instan ketimbang memikirkan perubahan jangka panjang.
Mereka mengakui Field anak yang baik dan pintar, tapi tetap menjelekkan ayahnya.
Noan Membela Field
Noan menolak menjauhi Field, karena:
Field adalah temannya.
Noan pernah berada di posisi yang sama—dicap buruk bersama ibunya.
Ia menegur mereka: kalau mereka mudah membenci dan curiga pada orang yang butuh bantuan, bagaimana mereka bisa membuktikan diri tak bersalah kalau suatu hari mereka sendiri dituduh?
Shauna memuji kedewasaan cara pikir Noan dan mengaitkannya dengan kebiasaan membaca.
Isyarat tentang Kematian Julie
Weyland memperingatkan Noan: kalau tak mau mengalami nasib seperti ibunya, lebih baik mengikuti saran mereka.
Noan langsung menanyakan apakah Weyland tahu siapa yang membunuh Julie.
Weyland terlihat panik, mengelak, dan pergi terburu-buru, mengisyaratkan bahwa ia tahu lebih banyak tentang kematian Julie daripada yang ia mau akui.
Kondisi Field/Summer dan ayahnya (Bancroft)
Field sering sakit karena sistem imun lemah dan butuh obat mahal yang didapat ayahnya lewat koneksi dengan kaum bangsawan (aristokrat).
Bancroft jadi kapten kargo yang buruk: barang sering hilang, dia dituduh mencuri dan jadi mata‑mata (memberi info ke aristokrat) demi obat dan mengganti kerugian.
Orang-orang di kereta bawah membenci Bancroft dan juga menjauhi Field karena hal itu.
Percakapan tentang musim panas, kunang-kunang, dan kematian
Field sangat menyukai musim panas karena di musim itu ia tidak sering sakit.
Ia mengajak Noan bermimpi pergi ke hutan melihat kunang‑kunang.
Mereka membahas takhayul “rumput yang mati jadi kunang‑kunang” dan menghubungkannya dengan orang yang telah tiada.
Field mengaitkan cerita rumput dan kunang‑kunang dengan ibunya yang meninggal saat mencoba membawanya ke pabrik farmasi demi membaca buku. Ia merasa bersalah dan terjebak dalam penyesalan.
Noan berusaha meyakinkan bahwa ibunya memilih mengorbankan diri dan tidak ingin Field hancur oleh rasa bersalah.
Karakter Noan di mata Field
Field mengatakan Noan sebenarnya penuh tekad dan kepercayaan pada kisah heroik, terbukti saat Noan menolongnya walau lemah dan melawan penjaga.
Menurut Field, Noan belum punya “kekuatan”, tapi punya “tekad” dan prinsip untuk menolong, meski hasilnya tidak sempurna.
Field berjanji akan menolong orang lain seperti Noan menolongnya, dan mempercayai efek “berantai” kebaikan.
Nama “Summer” dan harapan baru
Noan menggodanya dengan nama-nama panjang, sampai akhirnya Field memilih nama panggilan “Summer” sebagai jimat keberuntungan.
Mereka saling berterima kasih; Noan menyiratkan bahwa Field sudah banyak membantunya secara mental dan emosional.
Keadaan memburuk: obat habis dan tekanan sosial
Dua bulan berlalu, Bancroft terus gagal, makin ditekan, dimarahi Rachel, dan dipandang buruk.
Obat Field habis, ia makin sering demam dan kondisinya memburuk, tetapi terus berbohong ke ayahnya agar sang ayah tidak khawatir.
Field mengerti ayahnya menyerahkan informasi tentang orang-orang di kereta ke aristokrat demi obat dan kompensasi barang hilang, dan ia mulai merasa bersalah pada korban-korban tak langsung dari “pengkhianatan” ayahnya.
Ia takut orang-orang dekat Noan akan jadi korban berikutnya dan meminta Noan jangan ikut campur terlalu jauh.
Catatan terakhir Field dan kepergiannya
Setelah percakapan tentang tidak ingin Noan ikut terlibat, Field menghilang.
Di gudang buku, Noan hanya menemukan mainan kunang-kunang yang belum selesai dan buku catatan Field.
Di awal, tulisan Field rapi dan berisi hal-hal tentang musim dan alam; semakin ke belakang tulisan makin kacau, penuh noda darah, dan bernada gelap.
Di dua halaman terakhir, Field menulis semacam “surat” puitis:
Ia menyebut waktu perpisahan sudah dekat.
Ia akan “berjalan dalam kegelapan dan kehampaan” seorang diri.
Ia tak ingin kegelapan itu menelan hati sahabatnya; ia ingin lenyap tanpa membebani Noan.
Ia menggambarkan dirinya bepergian sendirian dalam dunia gelap yang hanya miliknya.
Nada tulisan mengisyaratkan keputusan untuk “menghilang” atau mengorbankan diri, seolah berpamitan tanpa secara langsung menulis kata “bunuh diri”.
Pencarian Field dan konflik dengan cargo crew
Noan panik, berteriak memanggil Field/Summer di gerbong bawah, tapi dimarahi warga yang ingin beristirahat.
cargo crew dan anggota Bumblebee awalnya bersikap dingin; mereka benci Bancroft dan tidak peduli pada anaknya.
Noan membantah: menilai aturan dari aristokratlah yang salah, bukan sekadar “apel busuk” seperti Bancroft.
Orang terpaksa menjual informasi karena sistem yang memungkinkan itu.
Menyalahkan satu orang dan mengorbankannya tidak menyelesaikan masalah; akan selalu ada “Bancroft” berikutnya.
Mereka marah pada aristokrat tapi justru memperlakukan Field sama kejamnya.
Intervensi Kapten Shauna
Kapten Shauna muncul dan membela sudut pandang Noan.
Ia mengungkap bahwa banyak orang lain di kereta juga melakukan hal “abu‑abu” demi keluarga (istri sakit, anak, orang tua), sama seperti Bancroft.
Kru lain sengaja membiarkan Bancroft mengurus muatan sendirian supaya dia salah dan kena hukuman, jadi mereka pun tidak sepenuhnya tak bersalah.
Shauna menegaskan: Rachel berjuang memperbaiki hidup semua orang, sementara mereka diam saja atau malah membantu aturan yang menindas.
Ia akhirnya memaksa mereka memilih: ikut mencari Field atau tidak.
Semua mulai bergerak mencari Field
Anggota perawatan (maintenance) menawarkan untuk cek rekaman kamera dan menyusuri ventilasi, serta meminta Noan ikut membantu.
Beberapa kru Bumblebee dan kargo akhirnya ikut mencari; seorang anak diminta memeriksa tempat-tempat bermain dan tempat persembunyian.
Shauna menghubungi Rachel lewat terminal untuk memastikan Field tidak sedang ikut misi kargo.
Meskipun tidak semua orang membantu, lebih banyak yang bergerak daripada jika Noan sendirian.
Di akhir, saat matahari mulai terbit, Noan terus memanggil nama Field, masih belum tahu di mana sahabatnya, dan cerita berhenti pada ketegangan pencarian itu.
Hilangnya Field & keputusan Bancroft
Setelah pencarian semalaman, Noan hanya menemukan sehelai benang dari syal Field di ventilasi gudang G54.
CCTV punya blind spot karena berdebu; cukup untuk anak kecil lewat tanpa tertangkap kamera.
Bancroft kembali dari misi, memastikan Field tidak ikut rombongan dan tidak ada barang yang hilang.
Assad menyindir bahwa Field mungkin ikut ke City 074 dan memergoki pencuri barang—mengarah bahwa Bancroft dicurigai, lalu memprovokasi bahwa Field mungkin tertinggal di kota.
Bancroft, dilanda rasa bersalah dan panik, memutuskan turun ke City 074 mencari Field, siap hidup di luar kereta sampai kereta kembali. Noan ingin ikut, tetapi ditolak karena terlalu berbahaya.
Setelah itu, Bancroft dan Field seakan “lenyap” dan tak terdengar kabarnya lagi. Untuk mengenang, Noan menyelesaikan kunang-kunang mekanik yang dulu ditinggalkan Field.
Perkembangan Noan
Noan terus berlatih, kehujanan sendirian, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencari Field.
Setahun setelah kematian Julie, ia lulus tes Rachel dan boleh ikut misi di luar kereta sebagai anggota Cargo Crew.
Pengalaman hidup dengan orang-orang lain menghaluskan sifatnya; ia lebih matang, tidak segegas dulu, tapi “api” dalam dirinya tetap menyala.
Dalam salah satu misi, ia melihat kunang-kunang di hutan untuk pertama kali; ini mengingatkannya pada Field dan mimpinya, di mana Field selalu tersenyum di antara kunang-kunang.
Noan terus bertanya: apakah Field masih hidup bersama Bancroft jauh dari ACA, atau sudah tiada?
Noan terbangun dari koma
Noan tersadar dari mimpi panjang masa lalunya sambil menggenggam tangan Lithos.
Lithos menjelaskan bahwa Noan sebelumnya “ditidurkan” karena M.I.N.D.-nya tidak stabil, tapi ia tidak bangun-bangun; kabel alat terapi M.I.N.D. sempat terputus di tengah pertempuran.
Di dekat mereka, Talbot berdebat keras dengan para Construct: Talbot ingin menerima tawaran Ascendant demi memperoleh kekuatan, meski dengan risiko mengorbankan orang lain. Para Construct menolak dan mengancam akan melaporkan ke Purifying Force.
Komunikasi basis terputus, dan orang-orang mengaitkan kondisi ini dengan pola serangan Ascendants pada basis lain, yang membuat semua tegang.
Kedatangan Roland & kilas balik Noan dengan Ascendants
Ascendant Roland muncul, menyapa para “pengkhianat” yang ingin bergabung dengan pihak Ascendant dan menyebut Vonnegut akan segera datang.
Dalam kilas balik, terungkap:
Noan dulu pernah jatuh dari kereta dan ditangkap oleh Gemini, lalu dibawa ke City 210.
Ia menjalani prosedur/operasi aneh di ruangan putih, di kursi yang sangat mencolok.
Vonnegut menganggap Noan “kebetulan bagus”: manusia kebal Punishing, cocok sebagai bagian rencana baru.
Roland dan Vonnegut berdiskusi: mereka "filtering" Construct yang membelot; yang gagal seleksi sengaja dibiarkan kembali untuk memicu Babylonia.
Ada sosok Ascendant misterius yang “menciptakan” Noan:
Ia ingin Noan bergabung dan menganggap rencananya (mengubah orang jadi "pecahan kenangan" dalam Red Tide) sebagai cara “membuat semua orang hidup bahagia tanpa rasa sakit”.
Noan menolak menjadi “komplotan” mereka dan menentang pembacaan memorinya.
Ascendant itu memperingatkan: karena Noan membawa “tanda”-nya, jika ia menjauh, ia akan perlahan kehilangan kendali dan berubah menjadi monster.
Noan tetap menolak, sehingga Ascendant itu menyerangnya dan berusaha menghapus memorinya, bermaksud “mengulang dari awal”.
Dari sini Noan menyadari: ia bukan hanya korban biasa, tapi “anomali” yang berasal dari eksperimen Ascendant—dan pernah diundang langsung untuk bergabung.
Kembali ke sekarang: serangan baru
Noan merenungkan ancaman Ascendant: kalau ia jauh dari “penciptanya”, ia bisa lepas kendali, tetapi untuk saat ini ia masih stabil.
Tiba-tiba basis jadi kacau: laporan datang bahwa banyak Corrupted mendekat, alarm tidak berbunyi, para penjaga tak terlihat.
Lillian curiga ini berkaitan dengan Ascendant yang disebut Talbot; Talbot malah bersemangat karena merasa “janji” Ascendant padanya akan ditepati.
Noan, yang kini sadar hubungan dirinya dengan para Ascendant, tetap memutuskan: ia akan ikut bertarung bersama yang lain menghadapi serangan yang datang.
Pertempuran di sekitar Medical Center 09 sudah berlangsung tiga jam. Pertahanan hancur, jalan dipenuhi mayat Corrupted, dan konsentrasi Punishing Virus serta Red Tide di luar semakin parah, membuat semua orang terjebak.
Para prajurit Construct mulai curiga bahwa serangan ini bukan acak dan mungkin ada Ascendant yang sengaja memancing musuh ke area medis. Talbot dituduh membawa Ascendant, sementara kondisi para pengungsi dan pasukan semakin kritis.
Noan muncul setelah ikut bertarung dan ternyata tingkat infeksinya sangat rendah, membuat semua orang curiga. Ia mengaku baru mengingat bahwa sebelum kehilangan ingatan, ia pernah bertemu Ascendant, dan kemungkinan punya hubungan dengan mereka.
Perdebatan memanas: sebagian ingin mengusir atau bahkan membunuh Noan dan Talbot karena dianggap membawa malapetaka, sementara Lillian menolak karena kondisi luar terlalu berbahaya dan CPF akan segera kolaps jika mereka tetap terkurung.
Noan, mengingat pengalaman pahit masa lalunya tentang orang tak bersalah yang dihukum karena “salah pergaulan”, memutuskan untuk bertindak. Ia menawarkan diri keluar menembus Red Tide untuk mencari bala bantuan, memanfaatkan “anomali” pada dirinya sebelum ia kehilangan kendali.
Talbot dan beberapa Construct khawatir Noan bisa mati diserang Corrupted atau karena konsentrasi virus, dan juga takut Noan akan kabur. Noan menegaskan bahwa jika mereka membunuhnya sekarang, semua orang tetap akan mati karena terjebak.
Seorang pengungsi tua membela Noan. Ia berargumen bahwa:
Jika Noan berniat lari, ia tidak akan jujur soal Ascendant.
Jika Noan ingin melindungi Talbot, maka membiarkan Talbot tetap di dalam akan memaksa Noan untuk kembali.
Paranoia tanpa bukti hanya akan menghancurkan mereka sendiri, terutama ketika jumlah orang yang masih hidup sudah sangat sedikit.
Akhirnya para Construct luluh. Mereka mengizinkan Noan pergi sendiri mencari bantuan, sementara Talbot dan dua lainnya tetap di pusat medis. Noan berjanji:
Ia tidak akan menggunakan kekuatan Ascendant (jika ia memang memilikinya) untuk menyakiti siapa pun.
Ia akan kembali dengan bala bantuan, meski tahu Purifying Force mungkin akan mengejarnya karena hubungannya dengan Ascendants.
Cerita ditutup dengan Noan meninggalkan Medical Center 09, setelah berpamitan singkat dengan Talbot, Lillian, dan Lithos, dan mengatakan: “Tunggulah aku.”
Noan berlari di tengah pemandangan neraka: langit gelap, bayangan merah, dan sungai darah. Dari dalam “Red Tide”, terdengar suara-suara yang menyalahkannya karena tidak menyelamatkan mereka, memanggilnya dengan nama panggilannya: “Shrek”.
Noan lalu mengingat pertemuannya dengan seorang Ascendant yang menyebut dirinya sebagai “pembelot” Task Force. Mereka membahas “filtering”: proses seleksi untuk menjadi bagian Ascendants. Yang gagal akan berakhir sebagai Corrupted atau hidup sengsara sebagai Scavenger.
Ascendant itu menjelaskan bahwa Red Tide menyimpan data, jiwa, dan ingatan orang-orang yang mati. Menurutnya, mereka “lahir kembali” di dalam Red Tide, bebas dari penderitaan, dan bisa disusun menjadi “order” atau dibiarkan menjadi “chaos” sesuai keinginan “Mister”.
Ia mengungkap bahwa Noan/Shrek sudah dimodifikasi:
Ia meminjam akses “Mister” dan menanam “sihir” ke dalam tubuh Noan.
Selama Noan berada di dekatnya, Punishing Virus tidak akan membahayakan, malah bisa jadi kekuatan: membaca informasi Red Tide, melihat yang mati, menyelamatkan yang hidup, dan membunuh yang ingin ia bunuh.
Ascendant itu ingin Noan bergabung, menggunakan kekuatan tersebut, dan membenci dunia yang terus “menghasilkan mayat”. Noan menolak, karena tidak ingin menjadi komplotan Ascendants, meski itu berarti ia berisiko kehilangan kendali dan berubah jadi monster jika menjauh darinya.
Noan merasa ada yang janggal dengan keputusannya di masa lalu:
Jika ia memakai kekuatan itu tanpa menyakiti orang, bukankah ia bisa menolong?
Mengapa ia menolak? Apa yang ia lupakan?
Saat ia kembali menatap proyeksi Red Tide, sosok perempuan dalam Red Tide berbicara: “Sudah terlambat, Shrek.”
Ia mengutip kalimat tentang burung dalam sangkar dan angsa di langit—bahwa manusia hanya bisa memilih dari hal yang mereka ketahui, dan orang tanpa masa lalu (yang lari dari masa lalunya) akan tersesat menuju masa depan.
Noan bertanya siapa dia. Proyeksi itu menjawab bahwa ini adalah pertemuan kedua mereka. Saat itu Noan menyadari: “...Bella?”
Cerita berakhir dengan terungkapnya bahwa suara dalam Red Tide itu adalah Bella, dan bahwa ini “sudah terlalu terlambat”.
Situasi umum
Noan (17 tahun, kapten muda Cargo Crew) datang ke basis pengungsi milik keluarga Bethe untuk mengambil Blessing Box terakhir yang diisi dengan suku cadang senjata dan amunisi untuk rencana pemberontakan Rachel.
Blessing Box yang dulu dipakai bangsawan untuk menindas kaum bawah sekarang dijadikan “alat” Cargo Crew untuk mengumpulkan kekuatan.
Obrolan dengan cucu Bethe (Bella)
Noan bertemu cucu Bethe (yang belakangan menyebut namanya: Bella Bethe).
Mereka membahas:
Penyamaran senjata dalam Blessing Box.
Bethe tua menolak ikut terlibat lebih jauh dalam pemberontakan karena takut menyeret basis ke bahaya.
Di sini tergambar bahwa para pedagang bawah pun memilih berhenti di “jual senjata saja”, tidak berani jadi tempat perlindungan.
Tragedi di kelompok Bumblebee
Noan mendatangi kelompok pekerja Bumblebee yang baru selesai kerja rekonstruksi.
Terlihat:
Darah, kelelahan, dan tidak ada penjaga tingkat atas di sana.
Kapten Bumblebee menjelaskan:
Mereka dipaksa kerja di area CPF yang rusak dengan alat pelindung kurang.
Pengawas (guard) mabuk, malas, cuma muncul kalau untuk denda.
Target kerja tidak manusiawi, denda berlebihan, sampai upah mereka hangus karena satu orang tak penuhi kuota.
Saat protes, para penjaga mengancam mematikan CPF dan filter air di tempat istirahat—yang artinya sama saja membunuh mereka.
Terjadilah perkelahian; beberapa Bumblebee terluka, satu orang (ol’ Ed) mati karena infeksi, satu lagi ditembak di perut (liver), dan ada beberapa korban luka lainnya.
Dilema medis dan logistik
Noan ingin memakai obat-obatan dari kargo untuk menolong para pekerja yang terluka.
Anggota Cargo Crew ragu karena itu adalah “barang dagangan” dan kalau stok kurang, mereka sendiri akan dihukum.
Noan memutuskan: obat dipakai untuk menyelamatkan yang luka berat, dan ia akan “menanggung kerugian”.
Mereka sadar satu orang yang tertembak di perut hampir pasti tidak tertolong, jadi fokus pada korban lain yang masih bisa diselamatkan.
Kematian bertambah dan “kecelakaan” di gudang
Setelah pemakaman singkat, Bumblebee naik truk dengan duka mereka.
Di gudang, beberapa peti terjatuh dan menimpa tiga penjaga tingkat atas hingga tewas.
Penyebabnya:
Penjaga sedang memeriksa Blessing Box yang terlalu padat diisi “barang”.
Istri dari pria Bumblebee yang baru saja mati tertembak menggerakkan crane, menjatuhkan peti-peti ke para penjaga, tampak sebagai kecelakaan namun jelas bermotif balas dendam.
Cargo Crew panik karena tiga penjaga mati di area mereka.
Noan memutuskan:
Mereka akan mengaku itu kecelakaan murni, tanpa kaitan dengan Blessing Box atau permusuhan pribadi.
Cucu Bethe (Bella) menawarkan diri untuk menjadi saksi dan “mengakui” kelalaiannya dalam pengepakan agar versi kecelakaan itu terdengar meyakinkan.
Percakapan serius Noan–Bella
Setelah semuanya “dirapikan”, Bella menilai Noan tampak hampir runtuh secara mental.
Noan menyangkal, bilang ia hanya lelah, bukan sedih—karena tak punya waktu untuk larut dalam duka.
Tersirat:
Noan sangat terpukul oleh kematian orang-orang Bumblebee, terutama ol’ Ed yang dulu merawatnya dan menemaninya melihat Julie untuk terakhir kali.
Tapi ia mengingat pesan Rachel: sebagai kapten inti Cargo Crew, ia tidak boleh bertindak impulsif, karena nasib ribuan orang bergantung padanya.
Bella bertanya:
Dari mana Rachel mendapatkan banyak barang untuk diperdagangkan.
Seberapa besar peluang mereka menang.
Kapan mereka akan bergerak, karena itu adalah batch senjata terakhir.
Jawaban Noan selalu: “Tidak tahu”—karena:
Rachel sengaja menyimpan rahasia agar jika ada yang tertangkap, tidak ada rencana yang bocor.
Bella mengungkap:
Kakeknya menilai usaha mereka pasti gagal.
Kalau Akdilek kacau, basis pengungsi seperti mereka akan kena dampaknya.
Ia khawatir soal orang tua di kereta dan anak-anak seperti Noan.
Noan menegaskan sikapnya:
“Lebih baik jadi mayat daripada jadi pelayan dan kaki tangan bangsawan.”
Dia juga menjelaskan pandangannya soal kepemimpinan:
Ia jadi kapten bukan karena paling hebat, tapi karena dipercaya sebagai rekan setara.
Ia mendengar rekan setimnya sama seringnya mereka mengikuti dia.
Penutup & pengenalan nama
Bella akhirnya memperkenalkan diri: Bella Bethe.
Noan hampir memanggilnya “Bebe”, dan langsung dipukul Bella; ia lalu memanggilnya “Bethe”.
Narasi menyebut:
Itu pertama dan terakhir kalinya Noan memanggilnya dengan nama itu.
Noan siap berkorban dan tak menyangka akan bertemu lagi dengan Bella di masa depan.
Saat Noan pergi sambil berkata “Sampai jumpa,” Bella baru menyadari: ia lupa menanyakan nama Noan.
Noan sedang mencoba meminta bantuan dari sebuah markas, sama seperti yang ia lakukan di masa lalu.
Dulu, Bella Bethe pernah berkata bahwa jika mereka terlibat lebih jauh, markasnya akan dalam bahaya, jadi bantuan mereka hanya sebatas menjual senjata.
Kapten Rachel juga pernah berusaha mencari bantuan dari banyak markas, tapi kebanyakan bahkan kesulitan menjaga diri sendiri.
Kini Noan heran: apa yang terjadi pada kamp Bella sampai-sampai sekarang ia berada di dalam Red Tide?
Proyeksi Red Tide memanggil Noan dan memintanya tetap tinggal, seolah akan memberitahu jawabannya.
Noan menolak, karena orang-orang di Medical Center 09 masih menunggunya. Ia memilih tugasnya saat ini daripada terjebak dalam masa lalu.
Saat berpamitan, ia memanggilnya “Bella” (bukan lagi “Bethe”), menandakan kedekatan dan perubahan hubungan, meski ia sendiri tidak sempat memikirkan alasannya.
Ia lalu bergegas pergi menuju markas terdekat, meninggalkan pertanyaan-pertanyaan tentang Bella dan Red Tide untuk lain waktu.
Noan muncul di hadapan para Construct yang mengira dia adalah Ascendant dan menyerangnya.
Noan tidak melawan, hanya memohon agar mereka percaya bahwa banyak pasien terperangkap di Medical Center 09 dan butuh pertolongan segera.
Saat mereka hampir membunuh Noan, kadar Punishing Virus meningkat dan memunculkan duri merah dari tanah yang menyerang tanpa pandang bulu. Noan tidak bisa mengendalikan kekuatan itu dan malah terluka sendiri saat berusaha melindungi Construct terdekat.
Para Construct mulai ragu: Noan jelas punya kekuatan seperti Ascendant, tapi sikapnya tidak seperti musuh. Mereka akhirnya mengirim permintaan bantuan ke pasukan elit dan memutuskan pergi menyelamatkan Medical Center 09, sementara Noan tetap tinggal.
Setelah mereka pergi, Noan bimbang dengan identitas dan kekuatannya, bahkan berpikir mungkin harus menyerahkan diri pada pasukan elit.
Tiba-tiba Lithos muncul. Ia memperhatikan luka Noan dan menunjukkan bahwa ia bisa menenangkan/menahan duri merah itu tanpa terluka.
Dari cara bicara, Lithos tahu banyak soal Ascendant dan Punishing Virus. Noan curiga, dan lewat pemicu kalimat “naughty children need to be disciplined”, ingatan Noan mulai kembali.
Noan akhirnya ingat bahwa Lithos-lah yang dulu mengubahnya menjadi Construct.
Noan bertanya soal identitas dan kata ganti Lithos; Lithos menyinggung bahwa Noan “akhirnya ingat” dan mengakui bahwa ia adalah Ascendant yang selama ini menyamar di antara mereka.
Lithos mengaku menyamar karena khawatir Noan tidak bisa mengendalikan kekuatannya atau tidak dapat menerima dirinya, dan mengatakan bahwa hanya dengan ikut bersama Lithos, Noan bisa belajar mengendalikan “anomali” itu.
Noan menolak langsung ikut karena ia belum mengingat semuanya—ia ingin menilai sendiri kebenaran versi Lithos.
Lithos menentang keinginannya, mengatakan bahwa mengingat masa lalu “tidak baik” untuk Noan, lalu mengungkap fakta penting:
Lithos sudah mengatur ulang (reset) memori Noan empat kali.
Setiap kali Noan menolak Lithos dan kehilangan kendali atas kekuatan Ascendant, para pihak lain memburu Noan.
Lithos mengaku terpaksa membunuh mereka semua demi melindungi Noan, dan setiap kali Noan melihat mayat-mayat itu, M.I.N.D.-nya menyimpang dan ia kembali kehilangan kestabilan.
Meski diberi tahu semua itu, Noan tetap bersikeras ingin mengingat dulu sebelum mengambil keputusan.
Lithos menerima, mengulurkan tangan, dan berkata akan sabar menunggu sampai Noan “mengerti” dan bisa menjadi “keluarga”-nya, menandakan obsesi Lithos untuk terus mengulang siklus ini sampai Noan memihaknya.
Noan & kilas balik ingatan
Saat memegang tangan Lithos, ingatan Noan membludak: tragedi Cargo Crew, darah, teriakan, dan dirinya yang selalu menjadi satu-satunya yang selamat.
Lithos menawarkan “kekuatan” melalui Ascension-Network, agar Noan bisa mengendalikan Corrupted dan menjadi “pahlawan”, tapi ada harga: Noan harus menjadi Ascendant seperti dirinya.
Pengakuan Rachel tentang kerja sama dengan Ashlar
Noan kembali ke masa lalu: ia duduk di kompartemen Rachel, tujuh jam sebelum pertempuran dengan penjaga atas.
Rachel menjelaskan mengapa ia bekerja sama dengan Ashlar:
Cargo Crew dulu kacau dan saling gontok demi jatah.
Julie (ibu Noan) dan ayah Noan memperkenalkannya pada Ashlar sebagai satu-satunya jalan untuk mengubah keadaan.
Rachel menakut-nakuti bangsawan lewat kerusuhan bersenjata di bawah, Ashlar menyediakan koneksi & suplai.
Lama-lama, permintaan Ashlar makin parah, sampai menyuruh Rachel “mengurus” ayah Noan yang dianggap mulai “menyimpang”.
Rachel menyesal tidak bisa melindungi Julie dan ayah Noan, dan mengakui Julie mulai memanipulasi buku (catatan) untuk kumpulkan senjata demi membebaskan mereka dari Ashlar.
Julie, masa lalu Noan, dan pesan yang ditinggalkan
Rachel menceritakan sisi lain Julie: bukan orang jahat, tapi terbebani rasa bersalah dan kecemasan.
Julie takut Noan tidak bisa hidup mandiri, maka ia kirim Noan ke Cargo Crew, tetapi di dalam hati ingin Noan bebas melakukan hal yang ia sukai: membaca, menggambar, dan bersama orang yang ia sayang.
Julie pernah berkata pada Noan: “Aku harap kamu bisa menjadi dirimu sendiri.”
Rachel mengulang pesan itu: Noan boleh memilih masa depannya sendiri, tapi jangan mengulangi kesalahan mereka.
Motivasi Lithos & Red Tide
Dalam ingatan lain, Lithos membeberkan masa lalunya:
Tumbuh di panti asuhan kejam, disiksa, tapi juga diselamatkan oleh “ibu” dan saudara-saudara yatimnya.
Punishing virus menghancurkan “kandang” itu dan memberi mereka kebebasan, tapi akhirnya mengambil semua orang yang ia cintai.
Lithos ingin mencari cara agar manusia bisa hidup berdampingan dengan Punishing, menganggap Red Tide sebagai “kelahiran kembali” daripada kematian total.
Dia menyimpan sisa-sisa “keluarga” dalam sebuah toples kaca, dan ingin melindungi semua yang tertinggal, termasuk diri Noan, dengan kekuatan absolut—meski jalannya salah.
Lithos mengingatkan Noan tentang akhir Cargo Crew, memaksa Noan “mengingat dan memilih”.
Keretakan internal Cargo Crew & rencana pemberontakan
Di masa lalu, Rachel dan Assad membahas kondisi Cargo Crew:
Suplai senjata & logistik didapat lewat manipulasi buku (Barbra meneruskan peran Julie).
Banyak anggota punya agenda sendiri; semakin lapar, semakin saling menggigit.
Assad mengakui ia tak peduli dengan orang lain bila berhasil naik ke atas, tapi tetap berguna karena koneksi ke level atas.
Noan menanyai soal Bancroft; Assad tak mengaku membunuhnya, tapi mengakui ia senang orang “merepotkan” seperti Bancroft hilang.
Rachel berniat:
Menyelesaikan urusan kereta, lalu membiarkan Noan keluar dari Cargo Crew untuk mencari Field di City 074.
Memulai aksi secepat mungkin, karena semua senjata sudah diselundupkan ke dalam kereta.
Julie, kesehatan, dan perkembangan Noan
Rachel menyinggung kondisi fisik Julie: sebenarnya sudah lama sakit, batuk-batuk, takut mati sebelum Noan bisa mandiri.
Rachel menilai Noan sabar, mau belajar (contoh: bongkar pasang Rev Blade seharian), dan itu membuatnya berbeda dari banyak orang yang sudah mati.
Julie sering mengomel soal masa depan Noan, tapi diam-diam ingin Noan tetap bisa membaca dan menggambar.
“Membakar buku” & kritik terhadap kebodohan
Noan mengulang ucapan ibunya: jangan jadi orang bodoh yang membakar buku untuk menghangatkan diri; hanya orang yang belajar dari buku yang bisa bertahan.
Rachel menyadari ironi: apa yang mereka lakukan dengan memanipulasi catatan & suplai, mengorbankan idealisme, seperti “membakar buku” demi selamat sesaat.
Penemuan penyadap (wire) di jaket Assad
Rachel mabuk berat dan pingsan. Noan hendak menyelimutinya dengan jaket Assad.
Noan menemukan benda keras di kerah jaket, membongkar jahitannya, dan mendapati alat penyadap (wire).
Assad mengaku jaket itu dari Barbra sejak kemarin, mengklaim wire cuma dipakai istrinya untuk memantau apakah ia selingkuh, bukan untuk rencana senjata.
Ia menyuruh Noan tidak panik, mengatakan Rachel takkan bisa dibangunkan, dan ia akan pergi menemui Barbra untuk “mengendalikan situasi”.
Noan curiga; cara Assad kabur mengingatkannya pada Bancroft yang dulu menghilang.
Penemuan mayat Assad & awal pemberontakan besar
Noan melihat mayat Assad yang disiksa dan dibunuh dengan sangat kejam, lalu tubuhnya dipertontonkan para penjaga kelas atas untuk menakut-nakuti kaum bawah.
Para penjaga menekan Rachel agar mengaku soal barang yang disembunyikan Cargo Crew, mengancam akan membantai semua anggota inti.
Noan memberi sinyal lewat kunang-kunang jamnya; Rachel paham ia masih hidup dan siap membantu.
Ketegangan memuncak, seorang warga muda tertembak, dan di momen kacau itu Noan memecahkan lampu, memulai serangan balasan dalam gelap.
Cargo Crew dan warga berhasil membantai sekitar 30 penjaga, meski ada korban di pihak mereka. Rachel menegaskan: setelah membunuh para penjaga, tidak ada jalan kembali. Inilah titik resmi pecahnya pemberontakan besar di kereta Asslam.
Perang di dalam kereta: taktik rakyat vs senjata bangsawan
Warga yang siap bertarung berkumpul di Gerbong G; yang lemah dan tak bisa bertarung mundur ke belakang rangkaian kereta.
Pertempuran besar pecah: penjaga unggul di senjata dan perlindungan, namun rakyat dipimpin Rachel dan para kapten (Niino, Shauna, dll) yang memakai taktik gerilya dan pengetahuan detail soal kereta.
Mereka menyerang dari ventilasi, atap, memutus listrik, dan memasang jebakan sederhana (paku, kaca pecah, kabel terkelupas, rangka payung, dll) yang sangat efektif di ruang sempit.
Walau begitu, penjaga terus menyerang dengan senjata berat. Korban di kedua pihak sangat besar. Rakyat maju dengan tekad, tapi setiap langkah dibayar dengan nyawa. Gambaran kereta berubah menjadi neraka: darah, pecahan logam, daging manusia, dan mayat menumpuk di lorong sempit.
Munculnya mechanoid raksasa dan terpisahnya kelompok Rachel–Noan
Saat jumlah penjaga yang tersisa tinggal sedikit, muncul orb mechanoid raksasa yang menembakkan laser merah, dikirim bangsawan untuk mematahkan pemberontakan.
Senapan dan bahkan peluncur granat Shauna hampir tak mempan pada lapisan logamnya.
Mechanoid memisahkan pasukan: Rachel memimpin kelompok di depan, sementara Noan, Niino, Shauna, Jimmy, dan Mike tertinggal di gerbong belakang.
Penjaga memanjat ke atap kereta, dilindungi mechanoid, untuk menyelinap ke belakang, di mana warga tak bersenjata bersembunyi.
Rachel menghubungi mereka: Asslam akan memasuki Terowongan 204 dengan langit-langit rendah. Ia memerintahkan semua orang mundur ke belakang Gerbong G dan “mengamankan diri”.
Rencananya: meledakkan Gerbong G untuk memutus rangkaian kereta dan menghentikan penjaga yang merayap di atap.
Ledakan Gerbong G dan pemisahan kereta
Pukul 9:01, saat kereta keluar dari Terowongan 204, Gerbong G diledakkan. Kereta terbelah dua.
Lokomotif dan gerbong kelas atas melaju beberapa kilometer sebelum berhenti; gerbong bawah berguncang hebat tapi kebanyakan warga di Gerbong Rakyat selamat karena sudah bersiap.
Di sisi rakyat belakang: hanya ada Shauna, Niino, Noan, Jimmy, dan Mike yang masih bisa bertarung. Mereka berencana menurunkan semua orang dari kereta dan kabur lewat luar.
Namun sebelum sempat, sebuah helikopter penjaga datang dan menembaki gerbong tanpa belas kasihan.
Kematian Jimmy dan rencana nekat Shauna
Jimmy terluka parah dan ditinggalkan di area terbuka. Penjaga sengaja menembaknya pelan-pelan, mengenai anggota tubuh setiap kali ia bergerak, sambil tertawa—menggunakannya sebagai umpan untuk memancing warga keluar.
Dalam keadaan kesakitan dan ketakutan, Jimmy tetap mengangkat pistol dan menembak ke arah cahaya, berusaha melawan sampai peluru terakhir, memaksa penjaga akhirnya “menghabisinya” dengan tembakan ke dada.
Shauna, Niino, Noan, dan Mike terjepit. Shauna melihat peluang di sistem pneumatik gerbong (sisa mekanisme darurat sebelum kereta beralih ke energi Helium-3). Kalau bisa dibuka, semburan udara panas dan tekanan tinggi bisa mengacaukan formasi penjaga.
Mereka sudah tak punya bahan peledak; Shauna berkata ia bisa membuka katup itu hanya dengan obeng, asal bisa mendekat selama tiga detik di bawah cover fire mereka.
Niino menolak karena sama saja bunuh diri, tapi Shauna bersikeras: ini satu-satunya cara menyelamatkan yang lain, dan ia mengingatkan bahwa Rachel pernah berkata Niino harus menuruti Shauna kalau berbeda pendapat.
Di tengah hujan peluru, Shauna menghitung mundur dan sambil itu menjawab lamaran samar Niino minggu lalu: “Jawabannya iya. Setelah ini kita pindah dan tinggal bareng.”
Mereka memberi tembakan penutup selama tiga detik. Shauna berhasil mencapai sistem pneumatik, membukanya, tapi langsung ditembak dan tewas dalam ledakan kecil. Uap panas menyebar, memecah barisan penjaga, memberi celah bagi yang lain untuk kabur dan bersembunyi.
Pertempuran dalam gerbong terbakar & kematian Shauna yang tak bisa diselamatkan
Noan, Niino, dan Mike memanfaatkan pengetahuan mereka tentang struktur kereta untuk melakukan serangan kilat dari kegelapan. Mereka mematikan lampu, menjadikan sinar matahari sebagai latar yang membuat penjaga tampak jelas sebagai target.
Mereka menghabisi penjaga satu per satu dengan jebakan dan sergapan, namun penjaga mulai mengebom semua tempat yang bisa dijadikan perlindungan. Api menjalar di dekat area pneumatik; gerbong mulai berubah jadi lautan api.
Niino nekat mencoba menarik kembali jenazah Shauna; ia tidak mau meninggalkan mayat rekan-rekannya di neraka api ini.
Saat merayap menuju tubuh Shauna, ia menginjak jebakan beruang (trap) yang dipindahkan penjaga di dekat mayat untuk menjebak siapa pun yang datang mengambilnya. Kakinya terjepit parah; hujan peluru langsung menghantam posisinya dan dua peluru menembus perut Niino.
Noan dan Mike menghabisi penjaga terdekat dan berhasil menarik Niino kembali ke tempat aman, tapi mereka harus meninggalkan jasad Shauna untuk dimakan api.
Pemberontakan hampir hancur & Niino sekarat
Di balik cover, Niino berdarah hebat. Mereka menerima panggilan dari Weyland yang mengabarkan bahwa kelompok lain hampir habis dan terpisah dari Rachel; kontak dengan Rachel terputus.
Mike menyimpulkan mechanoid raksasa di depan mungkin sudah menghancurkan kelompok Rachel; pemberontakan besar ini tampak gagal.
Noan mencoba menghentikan pendarahan Niino, tapi luka terlalu parah. Niino perlahan kehilangan kesadaran, meratap kalau ini benar-benar hasil dari semua perjuangan mereka, betapa tragis akhirnya.
Tawaran menyerah & sandera: pilihan terakhir Noan
Penjaga menghidupkan sistem siaran publik dan mengancam: para “perusuh” yang bersembunyi harus menyerah, kalau tidak para sandera—termasuk anak-anak—akan dieksekusi.
Mike marah karena warga biasa kini dicap “komplotan pemberontak”, padahal mereka hanya dijadikan sandera.
Noan berkeras mereka tak boleh menyeret warga tak bersalah ke dalam hukuman kolektif. Ia mengusulkan satu-satunya cara: berpura-pura menyerah untuk mendekat ke penjaga.
Noan dan Mike mengangkat tangan, bangkit dari perlindungan dan berjalan pelan ke arah penjaga, membawa Niino yang tak sadarkan diri. Di balik kaki, Noan menyembunyikan pisau tempur.
Pengorbanan Hill & “cinder” yang menyala di akhir hayat
Di antara para sandera, Noan melihat Hill—wanita tua penakut yang sejak dulu merawat anak-anak dan memperhatikan Noan, tapi tak pernah berani melawan.
Hill menangis, meminta maaf karena selalu gagal melindungi mereka. Ia mengaku dulu melihat apa yang dilakukan Barbra setelah Julie diambil, melihat Barbra “memakan” mereka dan mati, tapi terlalu takut untuk memberi tahu siapa pun.
Noan mencoba menenangkannya dan berkata tak apa, namun Hill meratap semakin keras.
Saat Noan dan Mike hampir sampai di depan penjaga—tiba-tiba terjadi ledakan besar dan rentetan tembakan: Hill meledakkan granat yang entah kapan ia ambil.
Pengorbanan Hill menjadi klimaks moral bab ini: seseorang yang selama ini dianggap lemah, penakut, dan “tak sanggup melawan” justru memilih momen terakhir hidupnya untuk melakukan aksi paling berani, menyelamatkan “anak-anaknya” dengan mengorbankan diri.
Noan merenungkan kembali kata-kata Rachel: “Tidak semua orang punya keberanian untuk melawan orang jahat.” Ia mulai mempertanyakan, apakah itu benar untuk umat manusia secara keseluruhan? Orang bisa berubah—yang muda tumbuh dewasa, yang tua juga bisa berubah—bahkan bara terakhir yang sekarat pun masih bisa menyala dan membakar diri demi orang lain.
Noan & kematian Rachel
Noan menyusuri ladang salju dan menemukan Rachel sekarat, kehilangan satu tangan.
Rachel mengakui banyak kesalahan: bekerja dengan Ashlar, membiarkan Assad korup, hingga keterlibatannya dalam kematian ibu Noan.
Ia menyerahkan terminal berisi seluruh catatan kotor kerja sama dengan Ashlar dan memaksa Noan menembaknya, agar Noan bisa hidup sebagai “pahlawan” yang menghentikan pemberontakan dan mewarisi Cargo Crew.
Rachel mati dengan sengaja ditembak memakai tangan Noan, mengakhiri kalimat terakhirnya tentang “Julie”.
Penjara & pesan rahasia
Noan dipenjara 14 hari di sel yang dulu menahan ibunya, diawasi berbagai faksi: orang Ashlar, pengawal kerajaan, juga seorang construct muda (changyu).
construct itu menyampaikan pesan dari “Leader” (Jamilah): permintaan maaf, ucapan terima kasih, dan pesan singkat, “Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.”
Mereka menyadari Noan masih menyimpan terminal Rachel.
Sidang “dewan” sementara
Di sidang, hadir bangsawan, rakyat jelata, pihak kerajaan, dan tamu Babylonia. Jamilah menegaskan bahwa Cargo Crew & Bumblebee penting bagi misi merebut kembali Bumi.
Ashlar telah menekan Noan sebelumnya: bila Noan mengikuti skenario yang menyalahkan Rachel & kerajaan, ia akan dijadikan pahlawan; kalau tidak, ia dieksekusi dan rakyat bawah diusir.
Versi bohong Ashlar
Ashlar memutar balik fakta:
Menuduh Rachel menimbun senjata ilegal dan memulai kerusuhan.
Mengklaim senjata mematikan yang ia gunakan sebenarnya milik Rachel.
Aston mencoba melawan dengan bukti buku catatan dari Barbra (yang ternyata sudah dibunuh), tapi Ashlar menuduh bukti itu palsu.
Ashlar mengusulkan menghapus monarki dan membentuk “parlemen” ala Babylonia, seolah membela rakyat, padahal untuk merebut kekuasaan.
Pilihan Noan
Rakyat bawah awalnya marah saat tahu Noan yang “membunuh” Rachel.
Dalam batinnya, Noan mengenang ajaran ibunya, Rachel, dan kritik terhadap Rachel yang jadi tiran demi senjata. Ia sadar Rachel selalu menggantungkan harapan pada kekuatan yang lebih besar (Ashlar, sistem).
Noan menyadari inilah saat menentukan masa depan, meski ia tahu pilihannya akan membunuhnya.
Noan melawan narasi
Di sidang, Noan menyatakan kebenaran:
Rachel menimbun senjata untuk memperjuangkan hak setara rakyat bawah dan melawan eksploitasi Blessing Box.
Musuh sejati adalah Ashlar yang punya senjata militer tersembunyi dan membantai Cargo Crew sekaligus warga sipil.
Rakyat belakang mendukung, tapi Ashlar melawan dengan pidato moral palsu tentang “cinta, harapan, dan pengorbanan individu tidak penting demi masa depan besar.”
Ashlar balik menyudutkan Noan
Saat Noan mengungkap bahwa ia memegang terminal berisi 20 tahun bukti kejahatan Ashlar, Ashlar langsung memelintir cerita lagi:
Menuduh orang tua Noan kriminal, ibunya memanipulasi catatan untuk Rachel.
Menggambarkan Noan sebagai dalang yang menyusup di sisi Rachel demi balas dendam dan membunuhnya dari dalam.
Para bangsawan langsung mendukung Ashlar tanpa bukti, hanya mengikuti kekuasaan.
“Menunjuk rusa dan menyebutnya kuda”
Ashlar menjelaskan kisah klasik: seorang kanselir menguji pengaruhnya dengan menyebut rusa sebagai kuda; para pejabat pura-pura setuju demi menyelamatkan diri.
Pesannya: orang yang mengatakan kebenaran justru mati duluan, sedangkan “salah bersama” adalah trik bertahan hidup.
Ashlar memberi “kesempatan terakhir” pada Noan untuk menyerahkan terminal karena ia yakin bisa “meyakinkan” Babylonia dengan bukti versi dia.
Terminal dihancurkan, harapan hancur
Noan menolak tunduk dan melemparkan terminal ke arah construct muda Babylonia, mencoba menyelamatkan bukti.
Sebelum tangannya turun, Noan ditembak berkali-kali oleh pihak Ashlar.
Pasukan mengepung construct, dan dalam kekacauan, sebuah peluru menghancurkan terminal di tangan construct.
Pecahan terminal dan jari Noan diinjak-injak kerumunan; semua data bukti lenyap.
Suara “dari masa depan” mengejek pilihan Noan: pengorbanan Cargo Crew jadi seolah sia-sia, mimpi rakyat bawah padam.
Akhir: pengkhianatan sistem & nasib Noan
Noan, sekarat, tetap bersikeras bahwa jalan menyerah pada Ashlar bukanlah mimpi yang ia inginkan; yang ia impikan adalah rakyat yang tidak kelaparan, tidak dieksploitasi, dan diperlakukan adil.
Namun teriakan dan mimpi itu tenggelam dalam sorak para penindas.
Ashlar, dingin, memerintahkan: Noan yang masih hidup untuk “dilempar keluar kereta,” sama seperti Assad.
Adegan berakhir dengan pertanyaan menggantung: apakah Noan menyesali pilihannya, di tengah dunia yang hanya mengakui “kuda” saat penguasa menunjuk “rusa”?
Noan berada di ambang kematian di tengah badai salju, pikirannya memudar dan ia mengalami mimpi serta mimpi buruk tentang dua kemungkinan nasibnya.
Dalam satu versi, hanya dia yang mati di salju sementara semua orang lain selamat dan hidup di Asslam.
Dalam mimpi buruk lainnya, ia justru selamat dari jatuh dari kereta cepat berkat sebuah kunang-kunang mekanik pemberian temannya yang menahan peluru. Namun semua orang yang ia sayangi tewas di musim dingin itu, menyisakan dia sendiri dalam rasa sakit dan penyesalan.
Sebuah suara misterius (Lithos, Ascendant) bertanya apakah ia menyesal menyerahkan “barang bukti” itu, dan menggoda bahwa pikirannya mungkin sudah terserap oleh memori kematiannya.
Lithos mengatakan bahwa saat ia meninggalkan Medical Center 09 untuk mencari Noan, ia meninggalkan “hadiah” atas nama Noan untuk orang-orang yang menolak Ascendants—mengisyaratkan bahaya besar di sana.
Setelah Noan tersadar dari memori tersebut, Lithos sudah menghilang, hanya menyisakan peringatan.
Menyadari bahwa Medical Center 09 kemungkinan sedang dalam bahaya dan meski ia sadar itu mungkin jebakan, Noan memutuskan ia tidak bisa tinggal diam dan harus pergi menyelamatkan orang-orang di sana.
Kondisi Noan & rasa bersalahnya
Noan terluka parah setelah pertempuran dan tahu ia mungkin tidak akan selamat dari serangan berikutnya.
Ia mengingat mimpinya dulu: ingin jadi pembuat manga, pekerja keras, dokter yang baik, orang yang tidak merepotkan, dan yang terutama—“pahlawan” yang mengubah dunia putus asa ini.
Kenyataan berbalik: ia dibuat menjadi Ascendant oleh pihak musuh, kekuatannya berbahaya, dan ia merasa menjadi “pendosa” yang melukai orang-orang tak bersalah.
Dilema: ikut Ascendant atau menyerahkan diri
Noan berniat mencari Lithos (Ascendant) untuk belajar mengendalikan “anomali” di tubuhnya, meski sadar itu berarti melangkah ke jalan yang ia benci.
Ia dikejar pasukan (SKK dan tim), yang menganggap satu-satunya yang selamat dari pembantaian tentu mencurigakan.
Saat diberi “peringatan terakhir”, Noan berhenti dan secara pasrah meminta agar ia ditembak saja, karena menganggap dirinya terlalu berbahaya.
Dialog dengan SKK: masih ada pilihan
SKK menanyai Noan tentang apa yang terjadi di Medical Center 09. Noan mengakui ia dibuat oleh Ascendants, tapi tidak minta dimaafkan.
SKK menawarkan dua pilihan:
Ikut ke Babylonia, diteliti peneliti di sana untuk memperbaiki anomali.
Mati di sini sebelum sepenuhnya menjadi Ascendant.
Noan khawatir: jika Babylonia gagal mengatasi anomali, ia kehilangan kesempatan mendapat “kekuatan” yang bisa membantu orang (seperti harapan Talbot dan para “deserter”).
SKK menjawab: bergabung dengan Ascendants demi kekuatan itu sama saja mengkhianati semua yang sudah mati karena Punishing dan Ascendants. Perubahan sejati harus datang dari umat manusia sendiri, bukan dari “penyaringan” yang kejam.
SKK juga mengingatkan pesan Noan sebelumnya (janji Noan untuk menerima undangan mereka begitu mengingat jati dirinya).
Setelah bimbang, Noan memutuskan mengikuti ajakan SKK ke Babylonia.
Pengkhianatan Lithos & munculnya Lucia
Saat Noan berjalan mendekati SKK untuk bergabung, Lithos tiba-tiba menusuk punggungnya.
Lithos panik karena Noan “hendak meninggalkannya”, lalu bersembunyi di balik tubuh Noan dan menyerang SKK.
SKK menembak, tapi Lithos menghindar dengan mudah.
Lucia muncul dan menahan serangan Lithos, langsung mengenalinya sebagai Ascendant yang dulu memanipulasi Commandant Ravenge (gray raven sebelum SKK) dan para penguasa, penyebab tragedi masa lalu.
Lithos mengingat Lucia dan menyadari versi Lucia yang jadi Ascendant berbeda dengan Lucia di hadapannya sekarang.
Motif Lithos & kaburnya musuh
Lucia menuduh Lithos sebagai dalang Corrupted yang menjebak orang-orang di Medical Center, lalu menyatakan bahwa para korban sudah diselamatkan dan dievakuasi.
Lithos mengaku dulu punya rencana lain dengan “koeksistensi” bersama manusia, yang gagal, tapi sekarang ia mengklaim telah menemukan “cara baru untuk hidup berdampingan dengan manusia” dan mencari “rekan” yang mau berjalan di jalan itu.
Ia menolak menjelaskan detailnya, hanya berjanji akan mati begitu “cara” itu sempurna. Lucia tidak percaya dan berniat menghabisinya.
Lithos lalu menggunakan kemampuan mengacaukan modul visual (ilusi, “mimpi” penuh mayat dan mesin ular raksasa yang jadi kursi) dan memanggil “Paper Crane”-nya untuk membawa kabur dirinya dan Noan.
Sebelum pergi, ia menegaskan tidak akan menyakiti SKK dan Lucia saat ini, dan menyebut SKK sebagai “Commandant Gray Raven yang baru”, menandakan ia tahu sejarah tim Gray Raven.
Di ambang hidup-mati & mimpi panjang
Setelah dijatuhkan dari kereta, Noan hampir mati dan terombang-ambing di antara siksaan, penyesalan, dan mimpi berulang tentang kematian orang‐orang yang ia sayangi (Field, Rachel, ibunya, dll.).
Ia berkali-kali bermimpi dikejar bayangan, terjatuh ke rawa darah, diseret tangan-tangan menuju jurang—hanya dirinya saja yang mati dalam mimpi itu, sampai ia merasa kematian dalam mimpi lebih nyaman dari kenyataan.
Diselamatkan & hidup tersembunyi di basis
Ternyata Noan selamat karena tali yang putus tersangkut pilar dan ia jatuh ke tumpukan salju; “kunang-kunang” mekaniknya juga menahan peluru di dadanya.
Seorang Construct muda (anak buah “Leader” dari kalangan bangsawan (changyu)) menyelamatkannya, membayar rumah sakit dan menyembunyikan identitas Noan, sambil menitip pesan: pengorbanan semua orang di kereta tidak akan sia-sia.
Noan dirawat lama; ia terus dihantui mimpi buruk dan sulit membedakan mimpi dengan realitas, sampai ia sering mengorek luka di atas matanya hanya untuk memastikan ia “bangun”.
Label “pengkhianat” & kehilangan arah
Di basis, Noan mendengar cerita resmi tentang insiden Asslam: disebut sebagai kerusuhan Cargo Crew yang dikhianati “tikus” (mole) bernama Assad/Noan.
Namanya jadi bahan gosip, ada yang bilang si pengkhianat sudah mati, ada yang bilang hidup dan infonya bisa ditukar suplai. Noan hanya bisa meringkuk di ranjang, kedinginan dan sendirian.
Dalam “mimpi kereta”, ia berbicara dengan bayangan Rachel, ibunya, dan Kapten Shauna, mempertanyakan apakah pilihan mereka benar, dan apa arti masa depan Asslam bila semua orang yang ia sayangi telah tiada. Ia bahkan ingin “menyusul” mereka.
Setahun kerja serabutan & keputusan pergi
Setelah sekitar setahun di basis, Noan bekerja serabutan: urus rumah kaca, bersih-bersih, bongkar mesin rusak, dsb. Ia bekerja keras demi ransum saja, sampai menghalangi orang tua lain dapat pekerjaan.
Dokter basis menasihati: ia masih muda, tak bisa terus jadi tukang kerja kasar tanpa arah, dan menanyakan rencananya.
Noan akhirnya memutuskan pergi keesokan harinya. Dokter menyuruhnya ambil upah enam bulan dan berhenti mengorek lukanya.
Noan pun meninggalkan basis, membawa ransel berat dan tujuan samar: menuju City 074, kota tempat Field terakhir kali diketahui.
Menjadi Scavenger & bertemu Bella lagi
Noan bergabung dengan kelompok Scavenger, mondar-mandir antar kota sembari perlahan mengarah ke City 074.
Di sebuah gang sepi saat salju mulai mencair, ia bertemu lagi dengan Bella Bethe yang dulu pernah berbisnis dengan Cargo Crew.
Bella marah pada Bethe: ternyata Bethe bukan kakek kandungnya dan telah membohonginya selama 24 tahun; ia memutus hubungan dan tak mau pakai nama “Bethe” lagi.
Bella hendak mencari ibunya yang ternyata masih hidup. Mengetahui Noan juga mengembara menuju City 074, ia mengajak jalan bersama dengan alasan “lebih aman berdua”.
Membuang nama & memilih “Shrek”
Saat Bella menanyai namanya, Noan menolak memakai nama “Noan” yang kini identik dengan “pengkhianat” dari laporan resmi. Ia bilang tak punya nama.
Bella berkomentar bahkan monster di game pun punya nama seperti “Slime”; Noan menjawab sinis agar dipanggil saja “Slime”.
Ia kemudian teringat pada kenangan dengan ibunya yang memanggilnya dengan panggilan sayang “Shrek”—monster yang menurut sang ibu bisa tetap bahagia.
Ia akhirnya memilih memperkenalkan diri sebagai Shrek, bukan lagi Noan.
Perjalanan berdua & latihan menggambar
Pada hari ke-25 perjalanan mereka, Bella “menyiksa” Shrek dengan menyuruhnya menggambar potret ibunya hanya dari deskripsi puitis ala buku esai yang ia baca (rambut seperti sulur anggur, tatapan seperti riak dan sebagainya).
Shrek kesal karena jarang menggambar sejak gabung Cargo Crew dan merasa tidak berbakat, tapi Bella terus memaksa, mengatakan Rachel pernah bilang Shrek pandai menggambar dan ingin ia terus melakukannya.
Butuh 50 hari hingga gambar itu akhirnya disetujui Bella. Sambil mengeluh karena instruksi Bella terlalu abstrak, Shrek dianjurkan untuk “membuka diri” dan terus berlatih.
Hubungan yang canggung tapi saling menopang
Keduanya melanjutkan perjalanan, sering ikut Scavenger lain, mencari suplai dan informasi.
Mereka jarang bicara, memendam rahasia masing-masing:
Shrek menimbun masa lalu di kereta dan rasa bersalahnya.
Bella menyembunyikan luka batin karena dibohongi Bethe puluhan tahun.
Setelah waktu berjalan, Shrek tumbuh dari remaja kurus jadi pemuda, tapi traumanya tetap: ia masih sulit tidur dan berkali-kali menyentuh luka di atas mata.
Bella memberinya kacamata-goggle untuk menutupi dan melindungi luka itu, serta mengawasinya agar mau tidur—bahkan bercanda bahwa ia seperti “ibu” Shrek. Shrek sering pura-pura mendengkur supaya Bella tenang.
Belajar berdamai dengan malam & realitas
Karena takut tersesat lagi antara mimpi dan realita, Shrek sering bergadang sampai pingsan di siang hari dan menyusahkan perjalanan mereka.
Dengan waktu, ketika mereka melintasi hutan di malam musim panas dan melihat kunang-kunang, Shrek teringat melodi lama, lalu mulai menggunakan kunang-kunang mekaniknya sebagai “jangkar” ke dunia nyata.
Berkat itu, ia perlahan menemukan sedikit kedamaian dari siksaan mimpi buruk dan rasa bersalah.
Bella mencari Elena Bella & kondisi Asslam sekarang
Bella mendapat info dari staf area konservasi bahwa empat tahun lalu ada perempuan bernama Elena Bella, anggota Bumblebee, yang datang dengan anak laki-laki 3 tahun yang sakit dan meninggal malam itu.
Nama itu cocok dengan orang yang Bella cari.
Mereka juga membahas nasib Cargo Crew dan Bumblebee setelah insiden besar: banyak yang mati, disalahkan, atau bersembunyi.
Kejatuhan Ashlar dan peran pengorbanan masa lalu
Diceritakan bahwa Ashlar makin dibenci: membunuh bangsawan yang menentangnya, menyalahkan Cargo Crew, bahkan menyerang Maintenance Crew (hanya Sophia yang selamat dan jadi Construct).
Babylonia makin menjauh dari Ashlar, kekuasaannya merosot.
Seorang anggota meremehkan pengorbanan Cargo Crew lama, tapi Kapten Cargo Crew marah dan menjelaskan:
Tanpa pengorbanan Cargo Crew & Bumblebee, tidak akan ada kebebasan dan kejatuhan Ashlar seperti sekarang.
Bukti yang dikorbankan oleh anggota inti Cargo Crew-lah yang perlahan menghancurkan kekaisaran Ashlar.
Mereka layak disebut pahlawan, bukan “pengorbanan sia-sia”.
Isu Ascendants, Heterozygote, dan Sophia
Ashlar sekarang sibuk mengumpulkan orang lewat Blessing Box, mencari “Ascendants” yang katanya kebal.
Beberapa hari lalu, ada Heterozygote (monster raksasa) jatuh di kereta dan dihancurkan oleh pasukan Babylonia.
Di hadapan orang banyak, Sophia menyatakan ingin menciptakan dunia tanpa perlu kereta maupun Babylonia; kata-katanya membuat Ashlar tampak seperti badut di depan publik.
Bella & Noan di City 074
Bella dan Noan tiba duluan di City 074 sebelum kereta masuk stasiun.
Bella yakin Elena Bella pasti berada di kereta Asslam, karena itu satu-satunya tempat orang tanpa rumah dan yang lari dari Bethe.
Noan menyuruh Bella fokus mencari Elena saat kereta tiba; ia sendiri memutuskan “jalan-jalan” dan menyuruh Bella menemuinya nanti di Base South-3 kalau ia kembali.
Perjalanan Noan mencari Field (Summer)
Noan kembali ke City 074 setelah tujuh tahun, mengikuti rute yang pernah dilalui Cargo Crew, untuk mencari kebenaran tentang Field/Summer.
Flashback: dulu di tahun pertamanya di Cargo Crew, Noan ingin kabur mencari Field, tapi Rachel melarang karena misi, dan Shauna menasihatinya:
Manusia tidak sempurna, wajar tidak semua orang menolong.
Yang penting adalah tujuan bersama orang-orang level bawah.
Belajar menerima ketidaksempurnaan orang, dan mempercayai bagian dari seseorang yang memang bisa dipercaya (misalnya dedikasi Rachel pada revolusi).
Pengkhianatan/keputusan kelam Rachel terhadap Field
Rekonstruksi kejadian tujuh tahun lalu:
Konvoi Bancroft diserang Corrupted, satu truk terbalik.
Mereka berhenti untuk melindungi kargo—keputusan yang justru memicu lebih banyak serangan.
Dalam kekacauan, Field yang diselundupkan di peti terluka parah, tertimbun kargo.
Setelah pertempuran, Rachel menemukan Field yang hampir sekarat di bawah peti, sekitar 10 menit sebelum Bancroft datang.
Untuk menutupi kesalahan dan menghindari konsekuensi, Rachel mengambil keputusan kejam untuk tidak menyelamatkannya, meninggalkannya di sana.
Kematian Field dan kebun pir
Pukul 3:16 AM, Field terbangun sendirian di kebun terlantar, tubuhnya makin lemah, darahnya terasa dingin, dan ia tahu ia akan mati.
Dia berbaring di samping sebuah tunas kecil, menatap langit dan mengucapkan, “Selamat tinggal, Noan...”, lalu meninggal.
Pukul 3:16 PM di masa kini, Noan tiba di tempat yang sama: kebun yang kini hancur, hanya menyisakan satu pohon dengan bunga pir putih yang sedang mekar, dan sisa-sisa kain yang mirip syal Field tersangkut di cabang.
Noan menerima kematian Field dan mengucapkan selamat tinggal
Noan menyadari bahwa harapan bahwa Field masih hidup adalah penipuan terhadap dirinya sendiri. Di depan pohon pir, ia menerima kenyataan bahwa:
Field telah mati dan tubuhnya telah menyuburkan tanah, menumbuhkan pohon itu.
Pengorbanan dan kenangan Field tetap hidup melalui Noan.
Ia memegang kelopak bunga pir yang tertiup, seolah menjadikannya jawaban dari Field.
Noan mengucapkan terima kasih berulang kali kepada “Summer”, mengingat bahwa:
Tanpa Field, ia akan tetap menjadi anak kesepian dan penuh kebencian.
Perubahan lembut dalam dirinya adalah warisan Field.
Ia memahami bahwa kematian tidak menghapus makna; Field telah “bertransformasi” menjadi cahaya, api, kereta yang terus maju—alasan Noan terus hidup.
Di akhir, Noan berkata: “Terima kasih… dan selamat tinggal.” kepada tanah dan bunga pir, menutup penantiannya selama tujuh tahun.
Kabar tentang ibu Bella
Bella datang ke Base South-3 dan memberi tahu Noan (Shrek) bahwa ibunya meninggal tiga tahun lalu karena sakit, bahkan sebelum pemberontakan berhasil.
Ibunya meninggalkan jurnal dan semua barangnya pada seorang teman.
Dalam jurnal, sang ibu tetap percaya bahwa setelah pemberontakan menang, hidup di lapisan bawah akan membaik: ada sekolah, orang-orang tidak harus berebut makanan atau toilet, dan ia berani mencari Bella.
Perdebatan tentang mimpi, buku, dan kenyataan
Bella bertanya apakah mimpi ibunya sudah terwujud atau justru semuanya makin buruk.
Mereka berdua menangis, tapi saling mengejek soal "air mata tidak berguna".
Bella meremehkan manga “Cardman Rider” yang Noan baca, mengatakan dunia nyata tidak seperti cerita, orang jatuh belum tentu bisa bangkit lagi.
Noan membalas bahwa justru karena para pahlawan di cerita juga menderita, kisah mereka menarik.
Mereka berdebat soal:
Apakah nasihat orang tua selalu benar.
Apakah penderitaan bisa membuat seseorang jadi lebih baik.
Cara mereka masing-masing menutupi rasa sakit: Noan dengan buku dan fantasi, Bella dengan idealisme “harus jadi lebih baik”.
Masa lalu dan nama asli Noan (Shrek)
Bella bertanya apa yang terjadi di kereta sampai Noan berubah seperti sekarang, dan menyinggung bahwa “Shrek” mungkin bukan nama aslinya.
Noan tak mau mengungkap identitas dan masa lalunya, karena tak ingin selalu menjelaskan dan membenarkan diri.
Bella mengatakan jika itu masih mengganggu, berarti Noan belum berdamai dengan masa lalu.
Keduanya saling menyadarkan bahwa mereka sama-sama menyembunyikan banyak hal, hanya mau membahas buku, bukan luka pribadi.
Rencana masa depan & pilihan jalan hidup
Bella mengajak Noan memutuskan: kembali ke Asslam atau ikut dengannya.
Noan merasa tak ada lagi tempat untuknya di Asslam selama Ashlar masih ada.
Bella memutuskan untuk tinggal sementara di tempat itu sebelum menentukan tujuan selanjutnya, dengan keyakinan: hidup sudah mencapai titik terburuk, dari sini seharusnya hanya bisa membaik.
Noan ingin memberi “nama baru yang diberkati” pada Bella, tapi Bella menolak—ia merasa sudah melewati sisi terburuk hidup.
Kematian Bella & penyesalan Noan
Di bagian "Red Tide Projection", Noan berbicara pada bayangan Bella yang muncul dari Red Tide.
Ia mengingat: ternyata yang membunuh Bella bukan bencana besar, melainkan kelompok Scavenger lain yang lengah tidak mereka waspadai.
Noan berterima kasih dan minta maaf karena tak pernah menceritakan kisah hidupnya pada Bella.
Ia menyadari: mereka berdua selalu saling menyembunyikan masa lalu, jadi hanya bisa terhubung lewat buku.
Ia membayangkan, jika Bella masih hidup, mungkin mereka akan menjadi pedagang Forsaken bersama, lebih jujur, dan akhirnya benar-benar menjadi sahabat. Tapi sekarang semua sudah terlambat.
Kabar dari Mike & nasib Asslam
Noan teringat pertemuannya dengan Captain Mike beberapa bulan lalu di markas Forsaken.
Mike memberitahu bahwa Niino meninggal karena komplikasi luka lama, pelan-pelan melemah, lalu tertidur dan tak pernah bangun.
Mike mengembalikan barang-barang Noan: pedang pendek, desain senjata dari Rachel, jurnal Field, dan manga dengan penanda pear blossom.
Mike juga mengabarkan bahwa Ashlar sudah benar-benar tiada, dan keadaan Asslam mulai membaik; ada harapan akan muncul sekolah di lapisan bawah seperti yang diimpikan ibu Bella.
Pengorbanan mereka dalam pemberontakan tidak sia-sia.
Perubahan Noan setelah kehilangan semua orang
Setelah Bella mati, Noan mulai belajar bedah dan kedokteran sendiri, meski tak menguasai semuanya, karena ingin membantu orang lain sebisa mungkin.
Ia membuat kesepakatan dengan Forsaken dan menjadi pedagang mereka, tetap berusaha berkontribusi pada orang lain.
Namun bencana Pulia Forest Park Ruins memicu Red Tide yang kembali membanjiri kota dan menewaskan banyak orang.
Melihat orang-orang yang terus bertarung meski tanpa harapan, Noan teringat orang-orang di kereta—Rachel, Field, Shauna, Niino, Weyland, Ed, Aunt Hill, dan lainnya yang telah gugur.
Makna pemberontakan & pilihan Noan
Noan dulu ragu: apa gunanya pemberontakan dan semua pengorbanan, jika mereka yang berjuang sudah mati?
Saat melihat para pejuang yang mempertaruhkan nyawa melawan Red Tide, ia mengerti:
Ia benar saat menolak menyerahkan terminal pada Ashlar.
Jika ia menyerah saat itu, ia akan mengkhianati semua pengorbanan mereka.
Ia menerima bahwa:
Musim semi akan tiba, seperti kata Bella.
“Winter does not take, for some would light fires with their souls.” Musim dingin tak bisa menghabisi segalanya karena ada orang-orang yang rela membakar diri mereka sebagai terang bagi orang lain.
Mereka yang gugur adalah “cinders that light up the night”: kecil seperti kunang-kunang, tapi cukup untuk menyalakan sumbu ledakan besar—dari pengorbanan kecil lahirlah kemungkinan besar di masa depan.
Noan kini & tekad akhirnya
Noan menyadari bahwa setiap detik ada orang yang mati untuk menahan banjir bencana, membangun “bendung” dengan nyawa mereka.
Ia mengakui: jika harus mengulang, ia akan membuat pilihan yang sama—bukan karena menyerah pada masa depan, tapi karena ingin meneruskan tiket ke masa depan itu pada orang lain.
Ia berpamitan pada Bella: ia harus mengantar Matches dan serum-serum ke markas Forsaken—masih ada orang yang menunggu bantuannya.
Ia berharap ini adalah pertemuan terakhir dengan Red Tide, menandakan ia ingin terus maju, bukan terjebak di masa lalu.
Di akhir, Noan terbangun dengan semua memorinya kembali; meski tubuh penuh luka dan terikat, ia tidak lagi tersesat. Ia sudah menemukan jawaban atas arti pengorbanan dan masa lalunya.
Noan mengucapkan perpisahan dengan masa lalunya, namun ia menyadari bahwa kata “selamat tinggal” kali ini bukan melupakan, melainkan pengakuan bahwa orang-orang yang ia sayangi memang pernah ada di sisinya.
Ia mengakui bahwa ia masih dipenuhi penyesalan dan rasa tidak berdaya, dan ia bukan orang suci yang bisa begitu saja melupakan semuanya. Luka dan penyesalan itu menjadi bagian dari dirinya, dan ia memilih untuk membawanya dalam perjalanan hidup ke depan.
Meski masih banyak hal yang tak bisa ia ubah dan penyesalan baru akan terus muncul, ia menyadari bahwa rasa sakit yang ia rasakan adalah bukti bahwa ia masih peduli. Karena itu, ia memutuskan bahwa ia tidak harus “melepaskan semuanya” untuk bisa maju.
Kerlip kunang-kunang (firefly) yang menemaninya menjadi simbol semua kenangan yang menerangi jalannya di dalam kegelapan. Setelah mengucap semacam “terima kasih” dan menyadari bahwa kenangan itu sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi, Noan menoleh ke dunia nyata—dunia yang berisi duka sekaligus kebahagiaan.
Dengan suara angin laut dari mercusuar sebagai latar, ia melangkah menuju “kebebasan sejati” yang kini ada tepat di depan matanya.
Noan selamat dan menantang Lithos
Noan yang terluka parah melarikan diri dari Corrupted dengan terjun ke laut, lalu memaksa diri bangkit karena tahu Lithos masih mengancam orang lain.
Di sisi lain, Lithos menghadapi SKK sendirian. Ia menawarkan untuk menjadikan SKK sebagai Construct dan “teman”-nya, mengaku ingin menemukan cara koeksistensi manusia–Ascendant, tapi caranya melalui “filtering”.
Dialog ideologi: harapan vs filtering
Lithos menganggap harapan manusia cuma ilusi yang akan memusnahkan mereka, dan bahwa satu‑satunya cara selamat di dunia yang diracuni Punishing Virus adalah melalui filtering dan kekuatan Ascendant.
SKK menolak pandangan itu dan tetap percaya pada rekan‑rekannya dan kemungkinan perubahan.
Saat Lithos hendak membunuh SKK dengan serangan seperti rainstorm, Noan muncul di detik terakhir dan menahan serangan tersebut.
Keputusan Noan dan “jawaban”nya
Noan menyatakan harapan bukan ilusi, melainkan lahir dari pengorbanan dan penderitaan.
Lithos berusaha lagi menggoyahkan tekad Noan: Babylonia tidak akan mempercayainya, dia akan dieksploitasi dan dikambinghitamkan.
Noan mengakui semua risiko itu, tapi tetap memilih untuk tidak lagi mengulangi kesalahan masa lalu, mengejar “Eden”-nya sendiri, dan mempertahankan mimpinya walau jalan di depan penuh duri.
Pertarungan dan “kematian” Lithos
Noan dan Lithos bertarung sengit. Noan berhasil melukai tangan Lithos dan menusuk dada Lithos.
Lithos pasrah, berkata bahkan jika Noan tidak membunuhnya, ia akan segera mati juga, dan meminta Noan kelak memperkenalkan diri lagi karena ia mungkin tak akan mengingatnya.
Sebelum Noan bisa mengakhiri segalanya, suara Vonnegut muncul dari kegelapan, dan Paper Crane menelan Lithos lalu kabur. Noan mencoba mengejar tetapi dihalangi semacam medan gaya.
Vonnegut mundur, Gray Raven datang
Vonnegut menyatakan “eksperimen dan permainan” mereka telah berakhir, mengisyaratkan bahwa deserter hanya bagian dari skema yang lebih besar.
Tak lama, Lucia tiba dengan bala bantuan. Para korban, termasuk anggota Purifying Force, dibawa ke Babylonia; banyak yang terluka berat, Bianca dalam kondisi kritis.
Noan tumbang karena kerusakan dan infeksi sudah mencapai batas.
Dalam perjalanan pulang dan pengakuan Noan
Di pesawat, Lucia menyesalkan misi deserter yang belum tuntas di sisi Ascendant, meski mereka setidaknya menyelamatkan banyak orang.
Noan bangun di ruang karantina, infeksinya tinggi. SKK memintanya tetap sadar dan menanyai namanya lagi.
Setelah pergulatan batin, ia meninggalkan nama samaran “Shrek” dan mengakui nama aslinya: Noan. Ia memilih nama itu sebagai simbol tekadnya, meski penuh luka dan kebencian masa lalu.
Evaluasi Science Council dan penempatan Dark Aries
Asimov menjelaskan pada Nikola dan Hassen bahwa tubuh Noan punya anomali: ada teknologi koneksi khusus yang ditinggalkan Lithos, sehingga dulu dia bisa dikendalikan Ascendant. Namun, Noan bukan Ascendant ataupun Transcendant.
Asimov menanam “asuransi” dalam tubuh Noan untuk mencegah kehilangan kontrol, tetapi belum bisa menjamin aman 100%.
Diputuskan Noan tak dikurung lagi, namun dijauhkan dari misi terkait Ascendant sementara waktu. Kurono pasti tertarik mempelajarinya.
Nikola menempatkan Noan di skuad Dark Aries yang baru dihidupkan kembali. Anggotanya: Palma (kapten), Lillian, dan Noan—semua punya “masalah” atau keterkaitan dengan Kurono. Simon ditugaskan sebagai komandan yang sekaligus mengawasi mereka.
Kecurigaan dan masa depan penelitian
Noan menduga misi deserter dan kemunculan Vonnegut/Lithos kemungkinan hanyalah pengalihan; tujuan utama agent itu mungkin lain.
Asimov melihat potensi teknologi koneksi Lithos pada Noan sebagai bahan pengembangan frame spesialis (termasuk untuk Lee). Nikola tetap lebih percaya bertaruh pada Lee daripada pada Noan yang statusnya masih abu‑abu.
Liv bangun dan misteri penyelamatnya
Liv menjalani terapi lanjutan dengan Hippocrates. Migrainnya membaik berkat bantuan medis dan dukungan SKK.
Hippocrates menemukan peralatan monitor dan medis di kamar Liv pernah dimodifikasi secara diam‑diam tepat sebelum Liv bangun, dan seluruh rekaman dihapus. Ada “penyelamat anonim” yang membuat kebangkitannya mungkin, dan Hippocrates berniat mencari orang itu.
Pertemuan kembali dengan Noan di Babylonia
Keluar dari Star of Life, SKK bertemu Noan yang sedang bingung mencari kantor permohonan perlengkapan dan coating atas perintah Simon dan Palma.
SKK mengantarnya ke WGAA. Lee kebetulan lewat, melihat sosok yang mirip “Shrek” dan semula tak percaya.
Di WGAA, Noan iseng memilih preview coating warna pelangi yang dianggap “jelek” oleh staf. Saat mengganti ke coating normal, Lee akhirnya menghampiri dan memastikan bahwa itu memang Shrek yang dulu menghilang di insiden kereta.
Reuni Noan dan Lee
Terungkap bahwa Noan adalah “Shrek” yang pernah bekerja sama dengan Lee di masa lalu dan menyelamatkan orang dengan membawa Omega Weapon lalu melompat dari kereta.
Lee mengakui keberuntungan Noan luar biasa buruk sekaligus luar biasa besar, tapi pada akhirnya ia mengatakan bahwa ia senang Noan masih hidup, lalu pergi mengurus urusannya dengan Asimov.
Noan mengomentari bahwa Lee sebenarnya ingin SKK beristirahat, menunjukkan kepekaannya pada orang lain.
Obrolan jujur: Shrek, Noan, dan penyesalan
Noan memilih coating standar, tidak minta kustom. Saat mengantar SKK kembali, mereka bicara soal nama panggilan “Shrek”. Noan tak keberatan dipanggil Shrek—itu juga bagian dari dirinya.
SKK menanyakan apakah ia menyesal datang ke Babylonia, mengingat ia sekarang ditanyai, diawasi, dijauhi, dan dijadikan objek eksperimen. Noan menjawab tidak menyesal.
Ia sudah memikirkan semua konsekuensi itu sebelum menerima ajakan SKK dan sebelum menolak ajakan Lithos. Kesulitan adalah harga dari pilihan.
Filosofi Noan tentang rasa sakit dan tekad
Noan membalik pertanyaan pada SKK: perjalanan SKK sendiri bukankah juga penuh rasa sakit dan kehilangan? Pernahkah ia menyesal menjadi “pahlawan”?
Ia menyimpulkan: tak lari bukan berarti tidak sakit. Rasa sakit justru bukti bahwa mereka masih punya orang yang disayangi, hal yang dijaga, dan masa depan yang ingin dilihat.
Ia menegaskan, lebih baik hidup dengan rasa sakit dan penyesalan daripada menyerah pada mimpi hanya demi hidup yang lebih mudah. Di situlah ia dan SKK sejalan.
Perpisahan sementara dan “jalan rumput liar”
Noan berterima kasih pada SKK: sudah menyelamatkannya—baik saat pertarungan maupun dengan mengajaknya ke Babylonia.
Mereka berpisah di persimpangan menuju lounge Gray Raven dan Dark Aries, saling berjanji akan bertemu lagi.
Narasi penutup menggambarkan hidup Noan sebagai “rumput liar”: biasa, mudah diinjak dan ditebas, namun tetap menyerap air, embun, bahkan darah dan daging mereka yang mati, lalu terus hidup.
Rumput liar tidak indah, tapi pengorbanannya adalah harga agar jiwa bisa “membakar”. Mereka memilih mati melawan daripada tunduk dan lenyap dalam diam.
Noan berjalan di jalan yang ditaburi kematian orang‑orang yang ia sayangi; suatu hari ia juga akan mati, dipandu oleh “kunang‑kunang” (cinta dan pengorbanan mereka). Namun bahkan saat itu, ia akan menghadapi akhir dengan senyum—itulah pilihan rumput liar seperti dirinya.