Seorang Construct berambut ungu terbangun kaget di depan api unggun, masih dihantui mimpi buruk yang terus-menerus datang.
Ia bersembunyi di suatu tempat yang menurutnya aman, tetapi trauma masa lalunya tetap mengejarnya seperti mimpi buruk yang “menggerogoti” dirinya.
Di sampingnya ada sebuah armor bercahaya redup yang disebut Cecily; armor itu seperti “berkomunikasi” dengannya lewat dengungan.
Gadis itu meminta agar tidak lagi dipanggil dengan nama lamanya, dan memperkenalkan nama barunya: Echo.
Melihat nyala api membuat Echo kembali teringat peristiwa di masa lalu: sebuah ledakan hebat dan hari kelam yang menjadi sumber traumanya.
Dalam kilas balik itu, ada suara yang memintanya untuk terus berlari dan tidak menoleh ke belakang, mengingatkannya pada tekadnya dulu untuk mengejar keadilan dan mengakhiri kegelapan.
stage ini berakhir dengan Echo yang masih diburu ingatan hari tersebut—“hari itu”.
Echo terbangun dari mimpi buruk
Echo terusik oleh bisikan mengganggu dan bangun dengan rasa sakit di M.I.N.D.-nya.
Cecily menyuruhnya istirahat, tapi Echo memaksa lanjut karena dia harus mencari Lena.
Mereka berada dekat area konservasi yang paling dekat dengan “tempat itu”, lokasi paling mungkin Lena melarikan diri.
Situasi di area konservasi tepi Clean Zone
Area konservasi ini berada di perbatasan Clean Zone, banyak Construct berlalu-lalang untuk eksplorasi.
Dua Construct membicarakan kabar bahwa SKK akan datang menyelidiki kasus manusia hilang.
Mereka juga menyebut rumor Hetero-Creature yang memakan manusia, dan juga Construct eksperimen buronan berambut ungu.
Echo yang juga berambut ungu hampir dicurigai, tapi mereka menganggap buronan pasti sudah kabur keluar Clean Zone.
Echo lega karena surat penangkapannya dari Babylonia belum menyebar sampai sini.
Pandangan tentang SKK
Echo mengingat orang yang pernah meremehkan sekaligus mengakui kehebatan SKK.
Lalu muncul kilas balik lain tentang seseorang yang mengidolakan “Chief” (SKK) karena banyak prestasi di medan perang meski hanya manusia biasa.
Tekad Echo
Echo sempat berpikir bahwa menyerahkan diri ke Babylonia bisa menjadi bentuk penebusan dosa.
Namun ia menegaskan bahwa sekarang bukan saatnya mati, karena ia harus menemukan Lena dulu, apa pun yang terjadi.
Perpindahan adegan ke Constellia: Dulcinea dan Cervantes
Dulcinea (gadis mekanik berambut putih) sedang melakukan simulasi cerita dengan mesin, memakai dua sampel data: SKK dan “Echo”.
Ia menguji berbagai skenario berbeda dan mendapatkan hasil cerita yang sangat beragam.
Cervantes mengatakan bahwa cerita di dunia nyata akan selalu lebih menarik daripada simulasi.
Dulcinea, yang sejak lahir hidup di Constellia, tidak punya gambaran jelas tentang “dunia nyata”, tapi mulai tertarik.
Cervantes mengizinkannya pergi keluar untuk mengikuti kata hatinya, dan akan menyerahkan sebagian akses manajemen ke orang lain.
Dulcinea akhirnya menghilang dari ruangan.
Latar & Masalah Utama
Lokasi: Area konservasi di perbatasan Clean Zone (khususnya Area 109, dekat Area 112 yang pernah hancur karena Hetero-Creature).
Beberapa area konservasi (107, 108, 109) terus-menerus melaporkan kasus “Hetero-Creature-related missing persons”.
Militer menduga ada Hetero-Creature kuat atau bahkan Ascendant yang berhubungan dengan kasus ini.
Misi Gray Raven & Motivasi SKK
Awalnya ini bukan misi Gray Raven, tapi SKK mengambil misi ini karena permintaan para warga Constellia yang kehilangan keluarga di area konservasi perbatasan.
Tugas: Menyelidiki penyebab orang hilang dan mencari keberadaan mereka di sekitar Area 109.
Insiden di Area Konservasi 109
Setibanya di 109, SKK dan Lee melihat seorang pria agresif mengusir perempuan yang sedang memetik buah, mengklaim itu “tanahnya”.
Seorang Construct perempuan berambut ungu muncul dan menghentikan pria itu, mengutip regulasi area konservasi bahwa hasil alam di luar lahan resmi bebas diambil.
Pria itu marah tapi mundur saat melihat SKK & Lee yang jelas dari militer/Babylonia.
Perkenalan Singkat dengan Echo
SKK menegur sang pria dan menguatkan ucapan gadis ungu bahwa sumber daya itu bukan milik pribadi.
SKK lalu menyapa gadis itu dan memperkenalkan diri sebagai Commandant Gray Raven.
Gadis itu menegang, mengaku bukan Construct yang ditugaskan di situ dan hanya “lewat”, lalu pergi dengan salam perpisahan yang rumit (Lee mengenalinya sebagai salam etiket “World Government’s Rules of Etiquette”).
SKK dan Lee memutuskan fokus dulu pada investigasi orang hilang.
Perspektif Echo & Masa Lalunya
Terungkap bahwa gadis berambut ungu adalah Echo. Ia bersembunyi di hutan dekat area konservasi, mengawasi aktivitas di sana.
Ia mengingat bahwa Lena pernah bilang SKK bisa dipercaya, dan Sica mengidolakan SKK. Namun Echo masih ragu apakah SKK akan menolongnya, mengingat ia sedang diburu dan punya hubungan dengan “tempat” yang ingin ia hancurkan.
Kenangan tentang Lena & Utopia
Dalam kilas balik, Lena menyuruh Echo melarikan diri, menyatu dengan armor “kakak” dan kabur dari sebuah lab saat terjadi keributan.
Lena sendiri tertinggal di lab dan suaranya terdengar lemah; ia memaksa Echo untuk lari dan mengejar “keadilan” serta menghancurkan “kegelapan” itu.
Saat pelarian, M.I.N.D. Echo dan armornya rusak berat. Setelah itu, ingatannya jadi kabur: ia pernah hidup sebagai “Lena” memakai terminal peninggalan Lena, terpisah dari armor.
Pada akhirnya, ia kembali bertemu armor “saudari”-nya, menyadari bahwa mereka adalah “jiwa-jiwa mati, echo yang ditempa dari nafsu dan dosa”, bukan Lena dari Iris Warbler.
Echo belum tahu di mana Lena sekarang; ia yakin Lena akan menepati janji untuk melarikan diri.
Tujuan Echo Sekarang
Area 109 adalah area konservasi terdekat dengan “tempat itu” yang mereka sebut Utopia. Kalau Lena selamat dari ledakan, kemungkinan besar ia pernah melewati area ini.
Jika Lena ternyata tidak lolos, Echo berniat kembali ke "Utopia", menghancurkan semuanya, sekaligus mencari Lena dan membasmi Aurora Squadron, kelompok “gerombolan berdosa” yang ia yakini masih ada.
Data orang hilang yang janggal
Laporan dari Area Konservasi 109 dan 108 menyebut banyak kasus "diserang Hetero-Creature".
Namun, mayoritas korban justru berusia 10–15 dan 50–60 tahun, bukan pekerja dewasa yang biasanya berada di luar.
Lee menyimpulkan: kemungkinan besar mereka tidak hilang karena Hetero-Creature.
Petunjuk dari Science Council & Fort Winter
SKK menerima pesan tersembunyi dari Science Council tentang penilaian internal eksperimen Fort Winter, serta daftar outpost kecil yang “dihancurkan Hetero-Creature”.
Nama-nama outpost itu muncul di laporan Fort Winter, mengisyaratkan keterkaitan yang dalam.
Diputuskan untuk menyelidiki Area Konservasi 112 terlebih dahulu.
Munculnya Echo, “Construct dari Utopia”
Bukannya Lee, seorang Construct berambut ungu yang terlihat sebelumnya masuk ke ruangan, memperkenalkan diri sebagai Echo dari Utopia.
Ia mengajukan aliansi: meminta bantuan SKK untuk menghancurkan Utopia, yang ia sebut sebagai base laboratorium rahasia Aurora Squadron.
Aurora Squadron dilaporkan berhubungan langsung dengan Kurono (organisasi Babylonia yang kuat dan tertutup).
Tawaran Echo & kecurigaan identitas
Echo menawarkan: setelah Utopia dihancurkan, semua data dan isi laboratorium boleh diambil SKK.
SKK curiga: mengingat peringatan Liv tentang “test subject Kurono” yang diburu Purifying Force, dan kasus Lena di Constellia (anggota Iris Warbler yang menghilang setelah kontak dengan subjek uji coba Kurono).
Echo mengakui dia mantan subjek eksperimen Utopia, tapi menegaskan ia bukan Lena dan bukan musuh. Katanya, hubungan dirinya dengan Lena baru bisa dijelaskan setelah menemukan Utopia.
Alasan Echo mencari bantuan SKK
Ia tidak bisa meminta bantuan langsung Babylonia karena sedang diburu oleh mereka.
Dia memilih SKK karena reputasinya sebagai orang yang punya “integritas”.
Echo mengaku tahu soal kasus orang hilang dan mengaitkannya dengan Utopia:
Ada manusia/Construct yang datang secara sukarela,
Tapi ada juga yang “dibawa” ke sana.
Ia menegaskan bahwa hanya dia yang cukup mengenal Utopia untuk memandu ke base rahasia dan menawarkan petunjuk bertahap sebagai “jaminan” kerja sama.
Pertimbangan SKK & janji pada Sica
Kilas balik: Sica merasa laporan insiden Constellia dan kasus Lena janggal (identitas Lena, reaksi militer, dan Kurono yang tiba-tiba muncul).
Sica meminta SKK: jangan langsung melapor ke Purifying Force jika menemukan jejak Lena. Hubungi Jenderal Wells atau Presiden Hassen dulu, karena Kurono mungkin menganggap Lena kunci penting.
Aliansi sementara dengan Echo
SKK memutuskan:
Menerima aliansi hanya sementara, sambil menahan penilaian,
Tetap berhak menghubungi Babylonia kapan saja.
Echo menerima syarat itu, tampak lega namun masih tegang.
SKK memberinya terminal sementara untuk komunikasi, lalu mereka mengatur waktu dan cara kontak sebelum Echo pergi.
Tanggapan Lee
Lee masuk lewat jendela setelah mendapat alarm sebelumnya; SKK sebelumnya menyuruhnya menunggu.
Ia meragukan Echo:
Waktu kemunculan terlalu “kebetulan”,
Kemampuannya tidak tampak seperti prajurit terlatih Kurono,
Ia muncul sebagai “Echo”, bukan Lena, dengan latar belakang yang kabur.
SKK menilai risikonya besar, tetapi:
Jika berhasil, mereka bisa menghancurkan salah satu laboratorium Kurono.
Jika gagal, setidaknya ada peluang membawa subjek uji Kurono kembali ke Babylonia.
Lee tetap menganggap ini berbahaya dan berjanji akan meminta dukungan tambahan, sambil menyuruh SKK berhati-hati.
Tekad Echo
Di luar area konservasi, Echo kembali ke tempat di mana ia menyimpan armor.
Ia merenungkan bahwa SKK jelas belum mempercayainya, namun menurutnya itu wajar.
Meski tanpa kepercayaan, ia hanya punya satu tujuan yang tak berubah:
Menghancurkan Utopia.
Rapat di Babylonia
Nikola dan Wells membahas pencarian subjek uji Kurono dan hilangnya Lena.
Belum ada hasil dari Task Force maupun Purifying Force; hanya laporan samar tentang konstruksi berambut ungu.
Nikola:
Memerintahkan perluasan pencarian.
Menolak mengerahkan Iris Warbler karena situasi politik sensitif.
Menyebut beberapa pihak di Parlemen ingin membubarkan Iris Warbler dengan memanfaatkan hilangnya Lena.
Mengusulkan penerbitan surat penangkapan ganda untuk Lena sebagai kemungkinan pembelot, agar kasus ini tetap dipandang sebagai konflik Babylonia vs Kurono dan mempermudah pengembalian “test subject”.
Lucia dari Gray Raven masih dalam pemantauan, tapi Science Council sudah menyatakan tidak ada yang janggal; tinggal menunggu keputusan Control Court.
Sica dan Lena
Di luar ruang rapat, Sica menunggu Wells dan menanyakan kabar Lena.
Sica ingin turun ke permukaan untuk mencari Lena karena hubungan sesama anggota Iris Warbler.
Nikola menolak lagi permintaan itu, meminta Sica bersabar dan tidak bertindak gegabah.
Norman, Rebecca, dan Collins
Norman sengaja sering muncul di depan kantor Collins dengan dalih mengejar Rebecca dan memberi hadiah (anting untuk ulang tahunnya).
Ini sebenarnya kedok agar Norman bisa keluar-masuk area Control Court dengan alasan yang “wajar”.
Rebecca jijik tetapi tetap profesional; ia mengingatkan Norman agar membuat janji resmi bila ingin bertemu Collins.
Kesepakatan Norman–Collins
Di dalam kantor, Norman memberikan kertas berisi koordinat Conservation Area 109.
Isi informasi:
Trojan telah tiba di Conservation Area 109.
Tugas Trojan: menghambat Task Force dan Purifying Force menemukan test subject, dan jika mungkin membawanya ke tempat yang telah disiapkan Norman.
Collins:
Menanyakan keandalan koordinat; Norman menjamin “seandal persahabatan mereka”.
Berniat “menambah bahan bakar ke api” dan memanfaatkan kekacauan ini untuk “membersihkan kekacauan Pickman”.
Sepakat akan membantu Norman mendapatkan posisi “pemimpin yang tak tercela” bagi Norman Corp.
Mereka berdua sama-sama sadar hubungan ini saling memanfaatkan, dan Collins bahkan bercanda akan memberi info soal makanan favorit Rebecca sebagai bonus.
SKK dan Echo di Conservation Area
Pagi hari, di Conservation Area, SKK bangun setelah begadang dengan Lee membahas rencana.
Echo mengetuk pintu dan memanggil “Gray Raven Commandant”, lalu menjelaskan bahwa etiket salam berbeda tergantung waktu dan situasi.
Echo mengajak menyelidiki Conservation Area 112 sesuai rencana semalam dan menunjukkan rute dengan menggambar di tanah.
SKK mengingatkannya bahwa terminal yang ia pinjamkan punya fungsi peta; Echo sedikit malu saat tahu itu.
Ternyata rute yang ia rencanakan sangat detail, mencakup prediksi posisi musuh dan area berbahaya.
SKK memutuskan tidak membawa orang lain secara terang-terangan:
Lee tetap di belakang layar untuk memberikan dukungan jika diperlukan.
Ini juga sebagai antisipasi kalau Echo sebenarnya jebakan Kurono.
Echo menerima keputusan itu dan berangkat tanpa ragu.
Kondisi Echo & Serangan di 112
Echo masih terpengaruh gangguan pada M.I.N.D.-nya, tapi bersikeras masih bisa bertarung.
Serangan mendadak menguatkan dugaan bahwa kehancuran Conservation Area 112 berkaitan dengan Utopia.
SKK dan Echo berencana beristirahat di pos terdepan terbengkalai dan tiba di Area 112 besok pagi.
Pengumuman Babylonia & Foto Teasell
Terminal SKK menerima pengumuman: mantan anggota Iris Warbler bernama Lena diduga membelot.
Di foto buram itu tampak sosok di samping armor yang memegangi Echo—Construct itu adalah Teasell, yang dulu membawa Echo dan Cecily kabur dari Constellia.
Echo menyangkal keras bahwa Lena membelot atau berkolaborasi dengan para pembelot.
Hubungan Echo, Teasell, dan Perbedaan Prinsip
Teasell menyelamatkan Echo karena melihat potensinya menjadi Transcendant.
Mereka berpisah karena perbedaan prinsip: Teasell percaya hanya kekuatan yang abadi, sedangkan Echo masih berpegang pada “keadilan” dan “kebenaran.”
Teasell mengejeknya sebagai naif dan meramal Echo akan “mati dalam keadilan yang ia yakini.”
Identitas Lena & Masa Lalu Echo di Utopia
Echo mengakui ia bertemu Lena di Utopia; Lena banyak membantunya dan mengajarinya banyak hal.
Ia menegaskan: Lena tidak membelot, dan Echo tidak memakai identitas Lena untuk bekerja sama dengan pembelot.
Lena adalah anggota Caribou, pasukan di bawah komando langsung Nikola, dengan identitas para anggotanya yang dirahasiakan.
Echo ingin menghancurkan Utopia sekaligus mencari Lena, yang ia yakini masih hidup setelah mereka berpisah saat kabur.
Kecurigaan soal Identitas & Janji Echo
Ada keraguan tentang bagaimana Echo bisa menggantikan Lena dan masuk ke Constellia, dan apakah Nikola tahu Lena menghilang.
Echo mengaku tidak menjelaskan sejak awal karena apa pun yang ia katakan akan terdengar mencurigakan.
Ia percaya Babylonia berniat memanfaatkan statusnya sebagai subjek uji coba.
Echo berjanji: setelah Utopia hancur dan Aurora Squadron menerima balasan yang pantas, ia akan ikut ke Babylonia—selama aliansi mereka bertahan.
Teknologi M.I.N.D. Utopia & Kerja Sama
Senjata yang mereka hadapi mampu mengganggu M.I.N.D. Construct secara langsung—hal yang bahkan belum pernah mereka dengar sebelumnya.
Echo meminta koneksi ke M.I.N.D.-nya untuk menstabilkan kondisinya agar bisa masuk ke Utopia.
Lee mengonfirmasi bahwa Echo tidak sedang menjebak kalian untuk Kurono.
Echo menegaskan: kalian tidak perlu saling percaya; mereka hanya saling memanfaatkan.
SKK menyetujui kerja sama dengan syarat tetap berhak menghubungi Babylonia. Echo menerimanya.
Menuju Cerita Masa Lalu Echo
SKK memintanya menceritakan “kisahnya” saat beristirahat malam nanti.
Echo mengakui itu akan menjadi cerita yang panjang.
Latar
Echo mengenang masa kecilnya di Utopia, sebuah tempat penelitian yang menampung anak‑anak dan Construct.
Dr. Pickman adalah pemimpin Utopia, dipandang seperti penyelamat: menyediakan makanan, air, perawatan, serta “aturan yang adil”.
Echo kecil bernama Alisa; ia ingin menjadi “prefect” terbaik di Utopia dan sangat patuh pada Utopia Protocols.
Ada Construct lain: Cecily (lembut, seperti kakak/pendidik) dan Nata (lebih keras, penuh amarah pada sistem).
Hubungan Alisa & Dr. Pickman
Pickman bersikap hangat pada Alisa, memuji dan menjanjikan camilan kesukaannya.
Terlihat sebagai sosok “baik hati” yang mengajarkan kebenaran dan keadilan melalui aturan dan nyanyian.
Namun, ia juga sibuk dengan “eksperimen”, memanggil guru Alisa untuk membantunya, memberi kesan ada sesuatu yang disembunyikan.
Cecily & Dongeng Eliza
Saat kelas terhenti karena guru dipanggil Pickman, Alisa mencari Cecily untuk mendengar kelanjutan cerita Eliza dan eleven crowned swans.
Cecily menggambarkan betapa indah dan luasnya laut, sesuatu yang belum pernah Alisa lihat.
Ia menekankan bahwa Eliza bisa bersatu kembali dengan saudara‑saudaranya karena ia tetap baik dan murni, tidak berubah, dan bahwa “keadilan akan bergema di seluruh negeri.”
Rencana Pelarian Cecily & Nata
Setelah Alisa pergi (namun kembali sebentar untuk mengambil buku), ia tanpa sengaja mendengar percakapan Cecily dan Nata.
Mereka membahas:
Mencari orang‑orang di Utopia yang mau melarikan diri, tapi gagal karena semua terlalu berterima kasih pada Pickman.
Pickman dianggap “nyaris tanpa cela” di mata penghuni: menyediakan kebutuhan dasar dan aturan adil, sehingga mereka melihatnya sebagai penyelamat.
Kerusuhan sebelumnya: beberapa tokoh pemimpin yang mengganggu ketertiban sudah “dihukum” oleh Pickman.
Cecily dan Nata sebenarnya sadar Utopia adalah “neraka” yang dibungkus sebagai surga.
Nata telah mendapatkan kode pintu keluar dan menyembunyikannya.
Cecily berjanji akan mengatur semua agar mereka kabur bersama Zikka dan Arabella, masih berpegang pada keyakinan bahwa “keadilan akan menang.”
Nata sinis: menurutnya mereka tidak akan berada di tempat mengerikan ini kalau keadilan sungguh ada.
Refleksi Echo di Masa Kini
Kembali ke waktu sekarang: Echo menceritakan ini di sekitar api unggun bersama SKK.
Ia menyadari baru sekarang maksud pembicaraan Cecily waktu itu—bahwa mereka memang ingin kabur dari Utopia.
SKK meragukan gambaran ideal Utopia: kalau memang begitu baik, kenapa para Construct berencana melarikan diri?
Disebut bahwa nama Cecily terasa familiar, mungkin ada di daftar Construct gugur Babylonia atau arsip resmi.
Echo merasa bersalah dan mengatakan:
“Aku penyebab semua dosa ini.”
Mungkin Utopia tidak akan ada tanpa dirinya, dan semua tragedi tidak akan terjadi.
Ia menutup pembicaraan dengan mengatakan bahwa itu “cerita lain” dan menyuruh SKK beristirahat.
SKK dan Echo sedang menuju Conservation Area 112, yang tercatat sebagai area yang hancur karena serangan Hetero-Creature. Hampir semua orang di dalam tewas, termasuk pasukan bantuan, dan sisa-sisa jasad pun tidak bisa dipastikan asalnya.
Echo merasa sakit di M.I.N.D.-nya, kemungkinan efek samping interferensi hari sebelumnya. Mereka beristirahat sebentar, dan SKK mengirim laporan ke Lee untuk diteruskan secara terenkripsi ke Asimov.
Dari penuturan Echo, terungkap bahwa Kurono memiliki pasukan rahasia bernama Aurora Squadron di permukaan, berbasis di flying fortress bernama Utopia. Utopia dipimpin Dr. Pickman dan menampung banyak orang: manusia, Construct yang terluka, termasuk beberapa dari Babylonia. Cecily adalah salah satunya, dan dia tampak menyimpan kekecewaan soal Babylonia.
Saat hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba M.I.N.D. Echo kembali terganggu. SKK menyadari ada drone dengan alat pengganggu M.I.N.D. (M.I.N.D. disruptor).
SKK menghubungi Asimov lewat kanal terenkripsi. Asimov menyarankan untuk melakukan Deep M.I.N.D. connection ke Echo memakai Mind Beacon untuk menstabilkan M.I.N.D.-nya dari dalam, meski itu berbahaya karena Echo tidak terdaftar di Babylonia. Ia juga meminta sampel perangkat M.I.N.D. disruptor.
Echo masih setengah sadar, menyetujui koneksi M.I.N.D., dan SKK pun memulai Deep M.I.N.D. connection untuk menyelamatkannya.
Echo dan efek samping M.I.N.D. disruptor
Echo terbangun dengan sakit kepala hebat akibat gangguan M.I.N.D.
Ia mengingat kembali kenangan tidak menyenangkan tentang masa lalunya dan laboratorium, memicu rasa sakit emosional dan fisik.
Hubungan Echo dengan Pickman
Terungkap bahwa Echo adalah anak angkat Pickman, dan ia memanggilnya “Ayah”.
Dahulu Pickman tampak lembut, sabar, dan sering bermain bersama anak‑anak di dek.
Namun jurnal penelitian yang muncul di M.I.N.D. Echo menunjukkan sisi gelap: eksperimen ilegal M.I.N.D. yang dilakukan Utopia.
Muncul keraguan: apakah kebaikan Pickman dulu tulus atau hanya topeng?
Petunjuk tentang identitas dan koneksi ke Babylonia/Kurono
Tulisan tangan di jurnal Pickman terasa familiar, mirip tanda tangan yang pernah dilihat di laporan pemeriksaan SKK.
Disebut juga seorang “Mr. Kurono” yang dulu pernah ditemui Lee, namun waktu itu dikira hanya kebetulan nama.
SKK mulai curiga ada kaitan antara Pickman, Kurono, dan juga pemeriksaan/“treatment” yang pernah ia jalani.
Echo mengaku Pickman tidak pernah membicarakan Babylonia atau dunia luar.
Konflik batin Echo
Echo merasa nilai yang selalu ia pegang—keadilan, kebaikan, cinta—seperti dipermainkan oleh kenyataan pahit tentang Pickman dan Utopia.
SKK menegaskan bahwa apa pun yang benar atau salah, kebenaran akan terus dikejar sampai terungkap, lalu menyuruh Echo beristirahat.
Adegan Trojan di Conservation Area 109
Di dekat Area Konservasi 109, Trojan kembali dari perjalanan dan bertemu seorang construct tak dikenal yang mengantarkan kendaraan serta perlengkapan.
Trojan mengeluh karena harus bekerja saat masa libur dan berniat menagih bayaran tiga kali lipat.
Ia memerintahkan agar informasi palsu tentang “cosntruct berambut ungu” diperluas penyebarannya ke pusat Clean Zone untuk mengalihkan perhatian Purifying Force.
Trojan berniat menangkap subjek uji Kurono demi uang yang cukup untuk pensiun, lalu berangkat dengan kendaraan meninggalkan area tersebut.
Rapat di Babylonia & kasus Silver Falcon
SKK sudah memasuki Conservation Area 112.
Nama “Silver Falcon” kembali muncul, memicu trauma Wells tentang satu skuad elit yang lenyap total dalam misi sederhana melindungi penduduk.
Wells merasa bersalah dan mempertanyakan apakah keadilan yang datang terlambat masih ada artinya.
Penjelasan Asimov tentang penelitian Fort Winter
Fort Winter meneliti dua hal: M.I.N.D. fusion dan M.I.N.D. replication, dengan fokus utama di replication.
Kurono pernah mengusulkan ide ekstrim: menggabungkan banyak kesadaran menjadi satu M.I.N.D. yang sangat kuat, agar lolos seleksi Ascension-Network dan menjadi Ascendant.
Asimov menyebut ini tak realistis menurut teori sekarang, tapi Kurono sudah punya kemajuan besar (contoh: Kamui & Camu dari Strike Hawk).
Ia menyarankan menyelidiki data Construct yang hilang atau membelot, karena sangat mungkin jadi bahan eksperimen.
Setelah rapat, Asimov menerima laporan tentang Aurora Squadron dan laboratorium pribadi Kurono, yang tampaknya kelanjutan riset terkait kompatibilitas M.I.N.D.
Penyelidikan di Conservation Area – kapal terbang Utopia
SKK dan Echo menemukan sebuah pesawat flying fortress yang sudah lama ditinggalkan; ini hanya salah satu unit kecil dari armada Utopia.
Echo membaca jejak dan kode rahasia milik Lena dan menemukan petunjuk lokasi berikutnya.
Pesan suara Pickman & guncangan batin Echo
Tiba-tiba, panel kontrol yang tampak rusak memutar suara serak: itu suara Pickman, ayah Echo.
Ia memanggil Echo dengan nama lamanya, Alisa, bersikap seolah perhatian, namun juga sinis dan manipulatif.
Ia mengatakan semua aturan indah Utopia punya “harga” dan “aturan di atas aturan.” Segalanya berhubungan dengan “harga dan kompensasi.”
Pickman menyebut teman-teman Echo (Lena dari Caribou, Nata dari Silver Falcon, dll.) dan menertawakan situasi.
Dia mengaku menunggu Echo di Utopia, dan meninggalkan backup file tentang teman-teman Echo di panel itu.
Kebimbangan Echo tentang keadilan & Utopia
Echo hancur secara emosional: dulu Utopia benar-benar terasa seperti surga yang adil dan damai, dibangun di atas aturan yang ia yakini.
Ia tidak mengerti kapan dan bagaimana ayahnya berubah menjadi seperti ini, atau apakah semua kebaikan dulu hanya topeng.
Ia menangis, meragukan apa itu “keadilan” dan apakah ia sendiri salah selama ini.
Dukungan SKK & peneguhan kembali Echo
SKK menegaskan bahwa keadilan itu sendiri tidak salah, dan mengingatkan Echo bagaimana ia pernah menolong perempuan yang dibully — sebuah tindakan sederhana tapi sangat berarti bagi hidup orang lain.
SKK menekankan: konsep bisa samar, tapi mengikuti keinginan tulus untuk melindungi yang lemah sudah merupakan keadilan.
Ucapan itu menenangkan Echo; tangannya tak lagi gemetar dan ia berhasil membuka panel.
Data tentang teman-teman Echo & tujuan berikutnya
Di panel, ada banyak file rinci tentang teman-teman Echo: data pribadi, hobi, ulang tahun — menegaskan bahwa Pickman dulu benar-benar memperhatikan semua orang.
Echo menemukan file ET-0215-Lena: status Lena sebagai Construct, sering mencoba menyusup ke benteng luar Utopia, dan kini dinyatakan “Missing” — artinya kemungkinan masih hidup.
Berdasarkan petunjuk, lokasi investigasi berikutnya berada dekat Conservation Area 107, yang juga terkait kasus hilangnya orang karena Hetero-Creature.
Echo memutuskan mereka akan beristirahat dulu malam itu, dan setelah itu ia akan melanjutkan kisah tentang Utopia.
Cecily & Alisa sebagai Construct dan “rencana akhir”
Cecily sudah lebih dulu menjadi construct demi membantu lebih banyak orang.
Alisa kemudian juga menjalani operasi dan menjadi construct atas dorongan ayahnya, Dr. Pickman, agar bisa membantu penelitian dan menegakkan aturan di Utopia.
Pickman menyebut data Alisa “mirip Cecily” dan menyinggung soal “rencana akhir” yang disebutnya akan membuat mereka menjadi “keluarga sungguhan”, tapi ia merahasiakan detailnya.
Hilangnya teman-teman dan kelelahan Cecily
Teman-teman Cecily seperti Nata sudah “pergi” satu per satu, yang ternyata berarti mereka dijadikan subjek eksperimen.
Cecily sangat lelah secara mental, merasa dirinya dan orang-orang dekatnya dikorbankan demi eksperimen Pickman.
Ia tetap berusaha menenangkan Alisa dengan dongeng tentang Eliza: bahwa dengan kebaikan dan keadilan, harapan selalu ada.
Eksperimen penggabungan M.I.N.D.
Di laboratorium, Pickman mencoba menggabungkan berbagai M.I.N.D. menjadi satu, tapi selalu terjadi penolakan.
Sampel dari Utopia memberi tingkat penolakan lebih rendah, dan ia menyiapkan “wadah” khusus untuk menjadi tempat berbagai pecahan kesadaran itu.
Ia memutuskan untuk memakai pecahan kesadaran dari subjek Utopia terlebih dulu agar M.I.N.D. baru jadi lebih kuat.
Pickman mulai mengabaikan aturan Utopia
Alisa mengadu bahwa penduduk baru melanggar aturan distribusi jatah makanan dan air.
Berbeda dari sikapnya dulu, Pickman berkata bahwa semua itu “tidak penting lagi” dan menyuruh Alisa bertindak sesuka hati.
Alisa tetap menegakkan aturan dan menghukum para pelanggar, lalu berniat mencari Cecily untuk mendengarkan dongeng.
Alisa mengintip eksperimen pada Cecily
Alisa secara tak sengaja mendengar percakapan Pickman dan Cecily di sebuah lab yang biasanya tertutup.
Cecily tahu Nata dan timnya sudah “berada di dalam” sebuah armor—artinya kesadaran mereka digabungkan ke sana.
Pickman mengakui: hidup di Utopia akan “berhenti” sehingga mereka tidak menua atau mati; inilah “Utopia” versi akhirnya—sebuah wadah tempat semua kesadaran digabung.
Pengorbanan Cecily
Cecily memaksa diri menjadi “inti” (core) dari proyek ini, karena ia adalah satu-satunya yang paling cocok, setelah semua temannya dijadikan bagian dari armor tersebut.
Alisa menerobos masuk, merasakan bahaya, dan mencoba menghentikan Cecily.
Cecily, yang sangat lelah, memutuskan menerima “istirahat” ini: mengorbankan dirinya untuk menjadi inti armor, memohon pada Alisa untuk terus hidup dan melihat dunia menggantikan dirinya.
Memori Alisa berhenti tepat sebelum proses itu berlangsung.
Penjelasan Echo tentang armor Cecily
Di masa kini, Echo menjelaskan bahwa armor itu “Cecily, tapi tidak sepenuhnya”:
Di dalamnya terdapat banyak pecahan kesadaran—sebagian rusak, sebagian sesekali terbangun.
Cecily biasanya hanya bergerak berdasarkan insting.
Mereka mengklasifikasikan Cecily sebagai senjata biologis karena kebanyakan orang yang mencoba terhubung dengannya justru “dimakan” oleh M.I.N.D. raksasa di dalamnya.
Hanya Echo yang bisa menjalin koneksi dengan armor Cecily, kemungkinan karena Cecily secara naluriah masih ingin melindungi Echo.
Echo merasa bersalah: sementara Cecily ingin melindunginya, Echo justru hanya berharap semua orang yang terjebak di dalam armor itu bisa menikmati dunia yang diterangi matahari bersama dirinya.
Lokasi: Conservation Area 107, yang belakangan ini sering diserang Hetero-Creature. Beberapa Construct yang patroli hilang, membuat warga ketakutan.
Saat SKK dan Echo tiba, staf mengecek identitas dengan sangat teliti.
Warga di dalam area konservasi tampak waspada dan mencurigakan; mereka berhenti bicara lalu berpencar saat melihat kalian, seolah menyembunyikan sesuatu. Sikap ini berbeda dengan area konservasi lain yang pernah SKK datangi.
Echo beralasan bahwa kewaspadaan itu sesuai dengan peraturan area konservasi, lalu menceritakan soal “buku peraturan” yang dulu mereka pelajari di Utopia.
Aturan Utopia menekankan keadilan, kebaikan, saling menghormati, dan menyuruh mereka mencari Dr. Pickman jika ada masalah—sebuah “utopia” damai dan penuh kasih. Namun Lena menilai Dr. Pickman tak mungkin menolong semua orang seperti itu.
Echo juga menyadari peraturan Utopia berbeda dengan regulasi area konservasi Babylonia, yang justru menekankan kewaspadaan terhadap orang luar dan pengungsi.
Saat membahas pesan Lena (yang mengatakan ia melihat orang-orang Kurono di sekitar sini), Echo tiba-tiba melihat sekelompok orang berseragam aneh.
Echo mengenali mereka sebagai pasukan Aurora Squadron. Mereka masuk dari luar area konservasi, berbicara pada warga, lalu membawa warga keluar seperti mengawal tahanan, dengan formasi depan–belakang seolah takut warga kabur.
Yang aneh: penjaga area konservasi tidak bereaksi sama sekali terhadap “kekuatan eksternal” ini.
SKK dan Echo memutuskan mengikuti mereka diam-diam. Begitu rombongan melewati batas aman area konservasi, para prajurit mulai membuat jejak pertarungan di tanah.
Echo menyadari sesuatu: kemungkinan “serangan Hetero-Creature” yang dilaporkan selama ini sebenarnya dikamuflasekan atau direkayasa oleh tindakan Aurora Squadron.
Cerita di sini berakhir saat SKK dan Echo segera mengejar mereka karena waktu semakin mendesak.
Setelah Aurora Squadron diusir, para warga yang “diselamatkan” justru marah dan kecewa.
Seorang pria mengeluh karena merasa kehilangan kesempatan masuk “Utopia” yang dijanjikan: air, makanan, dan pakaian hangat, dengan syarat mematuhi aturan dan menjadi “keluarga” para “gentlemen”.
Echo menegaskan bahwa semua itu punya harga: mereka akan dijadikan objek eksperimen. Namun pria itu beranggapan hidup susah sudah biasa dan mereka juga ingin hidup, sama seperti para komandan dan tentara.
SKK menantang cara pikir si pria: di area konservasi juga bisa hidup layak jika mau bekerja; apakah mereka sungguh ingin jadi “keluarga” Utopia, atau hanya malas dan ingin jalan mudah.
Pria itu tersulut emosi, tapi akhirnya pergi dengan kesal kembali ke area konservasi bersama warga lain. Beberapa orang diketahui sudah diam-diam ikut kabur bersama Aurora Squadron.
Echo menghela napas; ia sadar sebagian orang benar‑benar mencari hidup yang mudah, sebagian lagi sudah putus asa dan melihat Utopia sebagai “jalan keluar”, bukan sekadar kenyamanan.
Echo kemudian berterima kasih pada SKK karena kali ini ada yang membelanya. Ia menceritakan bahwa sejak keluar dari Constellia untuk mencari Lena, ia menemukan banyak “Utopia” palsu serupa yang dibangun Pickman dengan flying fortress nya di berbagai tempat.
Skemanya sama: mereka memancing warga dengan sumber daya melimpah, mencuci otak dengan tawaran menjadi “keluarga” jika patuh, lalu menjanjikan masuk “Utopia” bagi yang menurut. Echo pernah menyelamatkan warga lain, tapi tak ada yang percaya padanya—hanya SKK yang mau membela.
Kata‑kata “Justice is bound to echo through the land” memicu ingatan samar Echo tentang Cecily yang menenangkannya di masa lalu, dan sosok lain yang berkata bahwa selama masih hidup, ia masih bisa “membongkar semuanya”. Ingatan dan luka batin itu kini menjadi fondasi keteguhan barunya.
Terakhir, SKK mengajak mengikuti jejak Aurora Squadron ke markas mereka karena waktu mendesak. Echo, setelah tersadar dari lamunannya, setuju dan mereka berangkat mengejar.
Echo & situasi sekarang
Malam hari, Echo dan SKK mengawasi pasukan Aurora yang masuk ke hutan.
Semakin dekat ke markas, kenangan masa lalu Echo tentang “Utopia” makin jelas.
Alisa vs Pickman soal Cecily
Setelah Cecily “meninggal”, Alisa menanyai ayahnya, Dr. Pickman, kenapa Cecily dijadikan bahan eksperimen.
Pickman menjawab semua itu demi “tempat yang lebih baik dari Utopia”, di mana semua akan hidup bahagia dan kuat.
Alisa merasa ajaran “Utopia Protocols” (kasih, keadilan, kebijaksanaan) bertentangan dengan tindakan ayahnya, tapi ia belum punya dasar untuk membantah.
Kedatangan Lena & para Construct baru
Pasukan Aurora membawa sekelompok Construct baru ke “Utopia”.
Seorang prajurit bangga menyebut ini “satu-satunya Utopia di dunia yang hancur”, tapi Lena dengan sinis mempertanyakan kenapa Babylonia tidak pindah ke sini kalau memang sehebat itu.
Alisa memperkenalkan diri sebagai penanggung jawab pendidikan moral.
Lena langsung menyebut Alisa munafik dan menyinggung bahwa ini sebenarnya “laboratorium rahasia Kurono”, bukan Utopia.
Prajurit sebelumnya mengklaim Lena “diselamatkan” dan harus “membayar budi”, padahal jelas ia dibawa paksa.
Kebimbangan Alisa & benih keraguan
Ventilasi rusak, suasana Utopia tegang setelah Cecily “pergi”.
Banyak “pendatang baru sukarela” masuk, patroli gerbang diperketat.
Alisa teringat nasihat Cecily: jangan cuma dengar kata orang, lihat dengan mata sendiri, dengar dengan telinga sendiri.
Kata-kata Lena soal “Kurono” dan “laboratorium” membuat Alisa sadar ada banyak hal yang disembunyikan darinya.
Pertemuan malam pertama Alisa & Lena
Di tengah malam, Lena berpura-pura tidur sambil mengamati patroli dan menandai dinding, memetakan struktur Utopia yang berupa benteng-benteng terbang yang bisa dibongkar-pasang.
Alisa datang dan bertanya langsung soal “Kurono” dan “laboratorium base”.
Lena menolak memberi informasi, mengira Alisa mungkin sedang berpura-pura polos.
Alisa mundur, berjanji akan kembali.
10 malam berikutnya: kepercayaan perlahan tumbuh
Selama 10 malam, Alisa terus datang lewat jendela kamar Lena saat patroli.
Ia memilih rute patroli itu agar bisa mengecek Lena dan berbicara dengannya.
Lena merasa aneh: bagaimana mungkin ada anak sepolos ini di tempat sekejam ini.
Alisa berkata ia menggantikan patroli malam orang lain karena menurut “Utopia Protocols” mereka harus saling membantu.
Lena menjelaskan:
Tempat ini adalah base eksperimen Kurono, melakukan vivisection (bedah hidup) pada Construct.
Di sini semua orang bisa jadi kelinci percobaan berikutnya.
Mereka hanya menerima orang masuk, tidak pernah mengizinkan keluar.
Menyinggung bahwa Alisa sendiri belum pernah keluar Utopia.
Alisa tersentak, menyadari ia memang belum pernah melihat dunia luar secara langsung, hanya tahu “langit biru, rumput hijau, lautan luas” dari apa yang diajarkan padanya.
Pengakuan Alisa tentang Cecily & tekadnya
Alisa mengaku pernah melihat eksperimen sendiri: Pickman mengambil Cecily untuk percobaan.
Ia menyadari itu melanggar Utopia Protocols dan menyatakan tekad:
Ia akan menghentikan mereka.
Ia akan membantu Lena dan yang lain keluar dari sini.
Lena panik dan mencoba menghentikan Alisa, tapi Alisa sudah pergi.
Alisa lalu kembali sejenak, hanya untuk mengucapkan salam malam khasnya:
“Selamat malam, Lena. Bintang-bintang malam ini juga akan menyinari mimpimu.”
Komentar penutup Echo (masa kini)
Echo menjelaskan bahwa butuh waktu lama sebelum Lena benar-benar menurunkan kewaspadaannya.
Setelah itu, Lena sering menyapanya, bercerita tentang dunia luar, dan mengajarinya memanah.
Echo selalu merasa Lena seperti melihat “orang lain” melalui dirinya.
Meski terus memperingatkan Echo untuk tidak terlalu percaya siapa pun, Lena sendiri justru menaruh kepercayaan besar pada Echo.
Echo membangunkan SKK karena mendeteksi pergerakan di depan; mereka mengikuti pasukan Aurora Squadron dan menemukan sebuah kapal udara hitam—salah satu flying fortress kecil milik Utopia, bukan markas utamanya.
Dijelaskan bahwa Utopia sebenarnya adalah benteng terbang raksasa yang biasanya berada di darat, dikelilingi banyak benteng kecil yang turun ke permukaan saat misi.
Echo tiba-tiba merasakan gangguan M.I.N.D.; diduga ada perangkat pengacau M.I.N.D. di sekitar, tapi ia yakin masih bisa menahannya berkat koneksi SKK.
Di bawah benteng kecil itu, para pengungsi dan Construct yang terluka sedang antre registrasi sebelum dibawa masuk ke dalam benteng. Echo ingin menyusup lewat “pintu belakang” untuk menyelamatkan mereka.
Sementara itu, di lab Utopia, Pickman mendapat laporan bahwa Alisa (Echo) dan SKK sudah mencapai flying fortress. Ia menyebut Alisa masih ceroboh tapi “yang terbaik,” dan menyinggung seorang gadis yang sebelumnya ingin bergabung dengannya namun malah berakhir di Babylonia, membawa data penting.
Pickman menolak menghubungi pihak pengirim data dulu; ia ingin menunggu hasil batch subjek uji coba berikutnya, seolah menganggap orang‑orang itu sebagai “chip” di meja judi.
Di dalam benteng, Echo memimpin melewati area yang masih berantakan (tanda tempat itu belum sepenuhnya jadi). Ia membuka sebuah pintu yang ternyata berisi banyak M.I.N.D. disruptor—sebuah jebakan.
SKK segera memutus suplai daya perangkat itu dan mengunci pintu, lalu memanggil Lee dan Task Force untuk bantuan. Meski alatnya mati, Echo masih kesakitan karena gempuran gelombang M.I.N.D. yang baru saja menghantamnya.
Sebelum bantuan tiba, SKK memutuskan untuk melakukan deep dive ke dalam M.I.N.D. Echo demi menstabilkannya.
Echo Sadar & Tekad Menyelamatkan Orang
Echo tersadar dari Deep M.I.N.D.-nya dan masih merasakan sakit, tapi memaksa diri bangun.
Ia bersikeras mengevakuasi orang-orang dan tidak ingin Utopia mengambil lebih banyak nyawa.
Kedatangan Lee & Situasi Para Pengungsi
Lee datang sebagai bantuan dari Babylonia dan sudah mengamankan para construct yang mengaku dari Aurora Squadron serta memutus sinyal agar mereka tidak terlacak.
Dari berkas yang ia baca, kebanyakan manusia dan construct di fasilitas itu datang secara sukarela: buronan fraksi lain, orang yang dikejar, yang di catatan resmi sudah “mati”, atau yang hanya ingin hidup stabil.
Utopia bagi mereka adalah “mimpi indah”: tempat tanpa rasa lapar dan kecemasan, meski sebenarnya “jurang tak berdasar”. Mereka memilihnya karena tidak punya tempat lain.
Echo Gagal Membujuk Mereka Pergi
Echo mencoba meyakinkan mereka untuk pergi, tapi tidak ada yang mau.
Mereka ingin tetap mengikuti Aurora Squadron demi mencari “Utopia” yang sesungguhnya.
Echo cemas pada Lena: takut Lena sendirian lalu dicuci otak Pickman, menjadi seperti Cecily—percaya pada “kebahagiaan abadi” di Utopia.
SKK menenangkannya, menyuruhnya percaya pada Lena. Echo pun memutuskan untuk percaya.
Evakuasi Sementara & Ancaman Purifying Force
Pasukan Task Force yang dipanggil tiba, membantu mengangkut manusia dan construct ke area konservasi terdekat.
Echo lalu pergi patroli, sementara Lee melapor bahwa Purifying Force (dipimpin Issarius) tak jauh dari lokasi, sedang memburu “subjek uji Kurono”.
Lee sudah menyebar informasi palsu untuk mengacaukan mereka, tapi ia juga menyadari ada kekuatan lain yang ikut memanipulasi informasi, tujuan mereka belum jelas.
Laporan ke Asimov & Kaitan dengan Kurono
SKK mengirim data dari Deep M.I.N.D. Echo dan penandaan Camu ke Asimov.
Asimov menegaskan bahwa semua data kunci ada di dalam Utopia, basis riset rahasia Kurono.
Ia berjanji akan berusaha menjauhkan Babylonia dari urusan ini, tapi SKK harus mengamankan data Utopia sebelum Babylonia tahu.
Silver Falcon & Area Konservasi 112
Asimov menceritakan bahwa Wells dulu memimpin skuad elite “Silver Falcon” yang musnah total dalam misi permukaan yang tampaknya sederhana, di Conservation Area 112.
Di laporan resmi (Fort Winter), area itu disebut hancur oleh Hetero-Creatures, tapi Asimov dan SKK mencurigai Kurono ada di balik tragedi itu, meski belum ada bukti.
Rencana Memanggil ‘Dia’ (Lucia)
Asimov menyebut ia sudah mengirim laporan ke Control Court dan akan mengirim “dia” ke permukaan dengan alasan menyelidiki “sampel abnormal”.
SKK tahu bahwa yang dimaksud adalah Lucia, dan senang karena sudah lama tidak bertemu.
Asimov menutup pembicaraan.
Keputusan Mencari Lena & Janji Lee
Lee mengingatkan bahwa sekalipun Lucia akan kembali dan memperkuat peluang mereka, ia tetap tidak setuju SKK terus mempertaruhkan diri.
SKK menegaskan akan tetap mencari Lena hanya bersama Echo untuk saat ini.
Lee terdiam, lalu berjanji akan membawa Lucia menyusul dan bergabung dengan mereka secepat mungkin ketika Lucia sudah boleh menjalankan misi permukaan.
Rencana Kabur dari Utopia
Di masa lalu, Alisa (Echo) dan Lena merencanakan pelarian dari Utopia, benteng terbang milik Dr. Pickman.
Alisa ingin bukan hanya menyelamatkan Lena, tapi juga membebaskan para manusia dan Construct yang ditahan di “aftercabin” karena menolak ikut eksperimen.
Alisa memanfaatkan pengetahuannya tentang rute patroli, kunci ruang kontrol, dan terowongan darurat untuk menyusun rencana.
Lena awalnya sinis dan tidak percaya, tapi ketulusan dan keberanian Alisa perlahan melembutkan sikapnya. Lena mulai melihat Alisa seperti adik sendiri.
Catatan Dr. Pickman & Asal-usul Alisa
Saat membuka kunci aftercabin, Alisa menemukan buku catatan bertuliskan namanya.
Di dalamnya terungkap:
Alisa adalah anak yang “ditemukan” saat sekelompok anak melarikan diri; Pickman menamainya Alisa dan membesarkannya sebagai “sampel” terbaik.
Utopia dibangun sebagai eksperimen besar: menciptakan “masyarakat sempurna” untuk memproduksi “bahan” terbaik bagi risetnya.
Pickman menerima “bahan-bahan” dari Kurono, termasuk Cecily dari Silver Falcon, yang ia nilai hampir setara dengan Alisa.
Tujuan akhirnya adalah menghubungkan semua kesadaran menjadi satu dan “menghubungi sosok yang lebih besar.”
Alisa menyadari: Utopia dan dirinya adalah bagian dari eksperimen kejam ayahnya. Ia terpukul dan merasa bahwa dirinya dan Utopia adalah “kesalahan.”
Lena Menguatkan Alisa & Makna Kebebasan
Lena menunggu Alisa di mulut terowongan; Alisa datang dengan mata merah, habis menangis.
Di terowongan, notebook Alisa jatuh dan Lena membaca isinya.
Alisa curiga: apakah ayahnya berubah karena orang lain, risetnya, atau kekuatan misterius? Ia sangat terguncang mengetahui bahwa sejak awal niat Utopia penuh malice.
Lena menolak anggapan bahwa Alisa adalah kesalahan.
Ia mengatakan: “Utopia mungkin sebuah kesalahan, tapi kamu tidak.”
Ia mengajak Alisa mendengarkan suara angin melalui pipa dan menyebutnya sebagai “suara kebebasan.”
Di luar terowongan, di bawah cahaya pagi, Lena mengulurkan tangan pada Alisa dan mengajaknya:
Meninggalkan Utopia dan mengejar “keadilan” Alisa sendiri.
Bergabung dengan pasukan (force), menjalani masa percobaan, lalu ikut misi di Bumi bersama Lena.
Menunjukkan dunia luar: kota kosong, padang rumput luas, gua, pegunungan batu, sungai, hingga lautan.
Lena menegaskan: “Tak ada yang lahir sebagai dosa; kamu tak perlu merasa bersalah atas kesalahan Utopia.”
Kegagalan Pelarian & Eksperimen Armor
Kembali ke masa kini, Echo (Alisa) bercerita pada SKK di sekitar api unggun.
Pelarian itu gagal:
Ada pengkhianat di aftercabin.
Hanya sedikit yang berhasil lolos.
Lena, Alisa, dan beberapa orang belakang tertangkap dan dibawa kembali ke Utopia.
Pickman sering datang dan mencoba “mengerti” kenapa Alisa menentangnya; ia yakin Utopia adalah kebaikan bagi dunia.
Setelah itu, Alisa berkali-kali mencoba kabur lagi, tapi gagal karena pengawasan ketat, terutama pada Lena, dan ditutupnya banyak terowongan.
Pickman lalu mengembangkan sebuah armor sebagai wadah M.I.N.D. berskala besar.
Ia mencoba menggabungkan banyak kesadaran ke dalam armor; rencananya, Cecily dan Alisa akan menjadi kesadaran dominan.
Eksperimen gagal: mayoritas kesadaran menjadi gumpalan kekacauan.
Pickman mencoba memasukkan M.I.N.D. Alisa ke armor, tapi “kesadaran di dalam” menolaknya secara halus.
Alisa merasa dilindungi—itu Cecily dan para gadis lain di dalam armor yang menolaknya agar ia tetap bebas.
Hubungan M.I.N.D. Echo – Cecily – Armor
Walau tidak menyatu, M.I.N.D. Alisa secara kebetulan terhubung dengan M.I.N.D. para gadis di dalam armor.
Kadang Cecily bisa “berbicara” dengan Echo, bahkan memakai tubuhnya sesaat.
Pickman tidak tahu soal ini, sehingga Echo menggunakannya untuk:
Mencuri data.
Atas panduan Cecily, memperoleh data yang berisi petunjuk menuju kunci enkripsi untuk mematikan sistem kontrol ruang kendali Utopia.
Namun Echo sendiri belum berhasil memecahkan data tersebut.
Kerja Sama dengan SKK & Harapan untuk Hancurkan Utopia
Echo memberikan perangkat memori berisi data itu pada SKK karena ia memutuskan untuk mempercayainya.
SKK mengenkripsi dan mengirim datanya ke Asimov untuk dianalisis.
Echo mengakui: tanpa bantuannya, menghancurkan Utopia hanya akan jadi mimpi.
Ia menyebut semua ini sebagai “takdir,” sementara SKK menegaskan bahwa ini juga karena usahanya sendiri.
Di depan api unggun, Echo menatap armor dan mengucapkan tekad:
Keadilan akan bergema di seluruh daratan.
Badai mungkin menguasai langit, tapi matahari pasti bersinar lagi.
Saat SKK menyinggung nama “Echo” dan hubungannya dengan kata-kata itu, ia tersipu, namun menerima makna bahwa ia membawa harapan banyak orang.
Echo berharap ia tidak mengecewakan mereka yang mempercayainya.
Echo dan SKK menemukan sebuah flying fortress yang tampak kosong, tapi ada tanda (mark) yang ditinggalkan Lena, menandakan ini lokasi investigasi terakhirnya.
Di dalam, Echo hanya menemukan hologram Lena, bukan Lena asli.
Lena mengatakan ia sekarang berada di “Utopia” dan merasa lelah, jadi ingin “istirahat” di sana. Ia mengisyaratkan tidak lagi mengejar kebebasan dari Utopia dan meninggalkan Echo sendirian.
Echo putus asa karena Lena sebelumnya pernah berjanji akan menunjukkan dunia luar padanya. Hologram itu hancur ketika Echo mencoba meraihnya.
SKK menyadari ini adalah bagian dari rencana Pickman untuk mengacaukan M.I.N.D. Echo.
Pickman lalu muncul di layar besar. Ia memanggil Echo sebagai “Alisa” dan membujuknya kembali ke Utopia, menjanjikan bisa bersama Lena, Cecily, Nata, dan yang lain selamanya.
Identitas aslinya di dunia nyata terungkap: Kugawa Kurono, seorang dokter Star of Life yang namanya “kebetulan” muncul di laporan pemeriksaan SKK.
Pickman mengakui bahwa ia yang berada di balik kasus orang-orang hilang. Menurutnya, ia hanya “memberi pilihan ketiga” selain hidup dan mati, menjadikan manusia sebagai “bahan” untuk Utopia.
Ia menggambarkan Utopia sebagai tempat di mana semua orang akan hidup selamanya, tak menua dan punya kekuatan besar—sebuah “keindahan” menurut sudut pandangnya.
Setelah mengakhiri percakapan, Pickman mengaktifkan mekanisme benteng. Terowongan tersembunyi terbuka, mesin menyala, dan flying fortress mulai lepas landas.
Echo berteriak, mengarahkan SKK: “…This way!”.
Alisa/Echo di ambang kehancuran
Alisa terjatuh dalam “jurang tanpa akhir” penuh api dan mimpi buruk, ingin menyerah karena kelelahan.
Suara Cecily dan kenangan masa lalu memanggilnya, mengingatkan tentang janji untuk melihat dunia dan mengejar keadilan.
Ia akhirnya menerima identitasnya: “Aku Alisa… Aku Echo!” dan bangun dari mimpi buruk itu.
Kondisi Echo setelah diselamatkan
Echo dibawa ke tempat aman di dalam flying fortress setelah diserang oleh M.I.N.D. disruptor yang ditinggalkan Pickman.
Deep M.I.N.D.-nya terganggu parah; teknisi Babylonia tidak bisa sepenuhnya memahami kerusakan karena model framenya bukan milik Babylonia.
Mereka menyarankan Echo untuk berhenti bertarung karena framenya rusak berat dan butuh banyak penggantian suku cadang.
Echo panik mendengar mereka dari Babylonia dan berusaha kabur lewat jendela, walau sebelumnya ia sempat berjanji akan ikut kembali ke Babylonia.
SP penangkapan dicabut
SKK mendapat notifikasi bahwa warrant penangkapan untuk Lena dan subjek uji (Echo) dicabut sementara.
Hal ini membuat Echo terkejut karena ia sebelumnya dianggap buronan.
Identitas Pickman terungkap
Lee dan SKK berdiskusi lewat terminal. Ternyata:
Pickman = Kugawa Kurono, dokter Babylonia yang pernah mereka temui.
Rekam jejak Kurono di Babylonia tampak bersih, sehingga sulit dicurigai sebelumnya.
Kesimpulan dan kekhawatiran
Kurono mengungkap identitasnya karena ia merasa sudah mencapai tujuannya, sehingga tak rugi lagi bila diketahui dunia.
SKK dan Lee menduga eksperimen Kurono mungkin sudah berhasil, memberi dia rasa percaya diri seperti itu.
Mereka memutuskan berhati-hati dan ingin menghubungi Asimov untuk mencari data tersembunyi di Babylonia sebelum dihapus atau disita.
SKK berharap Utopia akan memberikan jawaban atas semua misteri ini.
Sidang Parlemen Babylonia
Parlemen membahas usulan untuk memberantas semua laboratorium dan eksperimen ilegal (termasuk yang mirip Project Winter).
Perdebatan muncul soal definisi “eksperimen ilegal”, karena banyak kemajuan militer dan penelitian lahir dari uji coba in vivo (pada manusia/Construct).
Asimov mengakui bahwa Project Winter adalah kesalahan moral, menolak dalih “keadaan darurat”, dan menegaskan bahwa ada batas etis yang tak boleh dilanggar meski demi kemajuan.
Beberapa anggota dewan khawatir: tanpa eksperimen ini, bagaimana kemajuan teknologi bisa dijamin?
Data Korban dan Dampak Moral
Nikola menegaskan ia menolak “pengorbanan yang tidak perlu” dan mengakui Project Winter memberi manfaat, tetapi menelan harga jauh lebih besar.
Wells menampilkan data hilangnya banyak pasukan dan Constructs Babylonia yang “sebenarnya tidak perlu hilang” karena eksperimen itu.
Wells mengaku tahu tapi dulu tak menghentikan mereka, dan menyebut para subjek bisa saja sedang “dibakar hidup-hidup” saat mereka berdiskusi nyaman di ruang sidang.
Ia memperingatkan: jika terungkap bahwa Babylonia membiarkan lab kejam ini demi data riset, para Construct bisa kehilangan kepercayaan dan membelot.
Keputusan Parlemen
Setelah perdebatan, usulan untuk menghapus laboratorium dan riset ilegal disetujui dengan selisih suara tipis.
Akibatnya, surat perintah penangkapan terhadap Lena dari Caribou dan subjek uji Kurono dicabut sementara. Mereka masih akan dicari, tapi tidak langsung ditangkap.
Percakapan Asimov & SKK
Asimov menghubungi SKK:
Mengonfirmasi hasil sidang dan perubahan status buruan.
Memperingatkan bahwa Kurono mungkin akan nekat dan melakukan hal gila.
Menyarankan bila perlu membawa Construct terkait dan meminta bantuan langsung pada Hassen dan Nikola.
SKK mengabarkan: di Utopia, mereka menemukan identitas asli Dr. Pickman—dia adalah Kugawa Kurono dari Star of Life.
Rencana Tindak Lanjut
Asimov menduga Kurono sudah menyusup sangat dalam ke struktur Babylonia dan merasa dirinya tak bisa dihentikan.
Ia memperkirakan riset Kurono hampir rampung, sehingga Gray Raven akan butuh tambahan bantuan:
Lucia diizinkan turun ke Bumi.
Liv juga dikirim sebagai dukungan.
Asimov menegaskan:
Kurono kemungkinan akan menghancurkan laboratoriumnya sebelum pihak lain (termasuk Purifying Force) tiba.
Gray Raven harus memperoleh dan membawa pulang data sebelum itu terjadi.
Data yang dikirim SKK sudah ia pecahkan; Lucia memegang kunci, dan Lee tahu cara memanfaatkannya.
Untuk urusan Star of Life, Asimov akan menyelidikinya bersama Hippocrates.
Situasi Babylonia & Rencana Serangan ke Utopia
Lee melaporkan bahwa permohonan dukungan Lucia dan Liv telah disetujui dengan cepat karena kondisi mendesak.
Militer membutuhkan bukti untuk menjatuhkan Kurono, dan mereka sedang berusaha mempersempit lokasi Utopia, tapi sejauh ini baru perkiraan kasar.
SKK bersiap memimpin operasi untuk mengakhiri ancaman Utopia.
Echo di Area Konservasi
Echo sedang dirawat oleh seorang Support Construct di tenda aman Babylonia.
Kondisi Echo cukup parah: M.I.N.D rusak dan sistem sirkulasinya juga mengalami kerusakan.
Echo mengaku dulu pernah merasakan sakit, namun kini seperti sudah terbiasa—rasa sakit mental (trauma masa lalu: Cecily, ayahnya, Lena) jauh lebih berat daripada luka fisik.
Harapan Perbaikan di Babylonia
Support Construct menjelaskan tentang Asimov, pemimpin Science Council Babylonia dan teknisi utama yang sangat andal; ia kemungkinan bisa memperbaiki M.I.N.D. Echo sepenuhnya.
Echo mendengar bahwa Babylonia bisa menjadi tempat yang baik baginya, dan diminta untuk beristirahat dan menyerahkan semua pada mereka.
Keputusan Echo untuk Pergi
Setelah Support Construct pergi dan mengira Echo tertidur, Echo bangun diam-diam.
Ia berdialog dengan armor Cecily, yang menempel di dahinya dan merespons dengan dengungan halus.
Meski Babylonia terdengar menjanjikan, Echo merasa itu bukan tempat yang seharusnya ia tuju sekarang.
Ia memutuskan pergi sendirian karena ada hal yang “harus ia lakukan sendiri”.
Rencana Echo: Menjadi Penunjuk Jalan ke Utopia
Di luar sepengetahuan siapa pun, Echo dan armor Cecily meninggalkan area konservasi.
Dari pembicaraan SKK dan Lee yang ia dengar, Echo tahu Babylonia hendak menyerang Utopia, tapi belum tahu lokasi tepatnya.
Echo mulai memikirkan untuk menjadikan dirinya “obor dalam kegelapan”: memasang pelacak (locator) pada dirinya sendiri agar Babylonia dapat menemukan Utopia.
Ia menganggap ini sebagai belenggu dan dosa berdarah yang harus ia tebus, serta jalan penghakiman yang harus ia tempuh sendiri.
Telepon ke Pickman (Ayahnya)
Echo akhirnya menghubungi nomor Pickman—ayah sekaligus sosok yang sangat kelam di masa lalunya—untuk pertama kalinya.
Pickman memanggilnya “Alisa” dan mengira ia kembali untuk menjadi bagian “keluarga” Utopia.
Echo berkata ingin kembali ke Utopia, dan Pickman mengirimkan alamat tanpa curiga.
Dalam hati, Echo bertekad: ia akan menemukan Pickman, mengadilinya, dan jika perlu, masuk neraka bersamanya.
Reaksi Babylonia & Persiapan Pasukan
Support Construct panik ketika menyadari Echo menghilang dan menyalahkan dirinya sendiri.
SKK menemukan secarik kertas dari Echo:
“Tolong jaga baik-baik Cecily saat aku membantumu menemukan Utopia.”
Namun, armor Cecily juga tidak ada—menandakan Cecily “tidak rela” membiarkan Echo pergi berperang sendirian.
Lee melaporkan bahwa Lucia dan Liv akan tiba dengan pod airdrop dalam sekitar 25 menit.
SKK memutuskan: itu cukup, dan mereka bersiap bergerak.
Tekadnya jelas: Utopia tak seharusnya ada di Bumi, dan misi mereka adalah mengakhirinya.
Eksperimen Pickman di laboratorium Utopia
Pickman sedang menguji “sampel” Construct baru, membandingkannya dengan Alisa dan mengakui kualitasnya masih di bawah, tapi “cukup lulus.”
Proses fusi M.I.N.D. sedang berlangsung. Construct di dalam kapsul berontak hebat lalu menjadi diam, sementara progress fusi meningkat meski ada sedikit penolakan.
Dua anggota Aurora Squadron menarik keluar Construct yang tampak seperti mayat.
Seorang peneliti mulai ragu apakah yang mereka lakukan ini benar.
Pickman menjelaskan visinya: dunia baru di mana manusia berhenti menua, tidak ada kematian dan kesedihan, dan mereka bisa melakukan kontak dengan “kekuatan yang lebih besar.”
Ia mengaitkan penelitiannya tentang Ascendants: Ascension-Network memilih mereka karena M.I.N.D. yang sangat stabil. Jika banyak M.I.N.D. stabil digabung, lalu dipimpin satu kesadaran terkuat untuk menjangkau Ascension-Network, itu akan menjadi “evolusi” baru manusia.
Menurut Pickman, manusia tidak seharusnya membatasi evolusi hanya pada bentuk Construct; inilah alasannya ia terus mendorong eksperimen meski berbahaya dan belum matang secara teori.
Persiapan Gray Raven dan kembalinya Lucia
Di sisi lain, SKK tengah menyiapkan tugas untuk Construct yang tinggal di area konservasi dan mengoordinasi bantuan dari skuad sekitar.
Setelah semua siap, SKK mendapati Lee sudah menunggu di kendaraan dan siap berangkat.
Tiba-tiba, Lucia dan Liv memanggil SKK. Lucia kembali dan melapor secara resmi: “Lucia of Gray Raven, reporting for duty!”
SKK menanyakan kondisi Lucia; ia menjawab bahwa framenya sudah sepenuhnya diperbaiki dan ia merasa sangat baik, meminta SKK untuk tenang.
Dialog singkat menegaskan bahwa setelah Pertempuran Fort Winter, mereka jarang berinteraksi, tetapi Lucia memegang teguh janjinya: ia akan kembali, berapa pun lama waktunya. Kini, janji itu telah ia tepati.
Walau mereka ingin mengobrol lebih lama, waktu mendesak dan misi menunggu.
Gray Raven lengkap kembali: Lucia, Liv, dan Lee siap bergerak bersama sebagai satu tim, bukan lagi terpisah. SKK memberi komando, dan mereka menjawab serempak, bersiap menuju tujuan berikutnya.
Liv & SKK di Utopia
Liv berhasil meretas sistem kontrol pusat Utopia memakai kunci enkripsi dari Asimov.
Semua flying fortress kecil “dikunci” mengelilingi flying fortress pusat, sehingga tim bisa langsung menerobos menuju benteng pusat apa pun titik keluar mereka nanti.
Lokasi Echo terlacak berada di salah satu benteng kecil. SKK dan tim bergegas ke sana, berharap masih sempat menyelamatkannya.
Echo & Cecily di benteng kecil
Echo bersembunyi di sudut gelap, kelelahan setelah berkali‑kali menerobos kapal musuh—tiap pintu yang ia buka selalu ada lebih banyak musuh.
Ia merasa Utopia sangat besar dan nyaris tak ada habisnya, tapi ia menolak menyerah karena ini perjuangan bersama.
Ia menguatkan diri dengan keyakinan bahwa “matahari selalu muncul setelah masa tergelap”.
Tiba‑tiba dek berguncang: itu adalah efek dari aksi Liv dan SKK. Echo sadar bantuan telah datang, kepercayaannya pada Gray Raven terbayar.
Meski lelah, bersama armor Cecily ia memutuskan untuk maju lagi, matanya kembali bersemangat.
Pickman & eksperimen M.I.N.D. di ruang kontrol Utopia
Di ruang kontrol Utopia, Pickman mengawasi eksperimen fusi M.I.N.D. pada seorang Construct di dalam kapsul.
Progres fusi meningkat, tapi masih ada penolakan dan sisa kesadaran sekitar 62%. Pickman menganggap itu sudah “cukup bagus”.
Masalahnya, sampel tersisa hanya tiga, dan belum ada “pemimpin” yang diperlukan untuk menyatukan semua kesadaran menjadi satu entitas stabil yang bisa terhubung ke “kekuatan yang lebih besar”.
Pickman menatap layar yang menampilkan Echo dan armor Cecily bertarung, menyimpulkan bahwa Alisa (Echo) maupun Cecily sama‑sama berpotensi menjadi “pemimpin” ideal bagi eksperimennya.
Ia tersenyum, menyebut akan memakai “Rencana B”, lalu melepas sarung tangannya.
1.Rapat di Babylonia (Wells, Nikola, Hassen)
Gray Raven sudah menemukan fortress utama Aurora Squadron dan sedang berusaha menembus pertahanan banyak fortress kecil di sekelilingnya.
Echo telah menyusup ke salah satu benteng dan tampaknya menjatuhkan kapal-kapal kecil.
Babylonia ingin merebut data sebelum Kurono menghancurkannya. Kurono sendiri sudah mengirim pasukan pribadi tanpa sempat menutupi jejak.
Wells gelisah dan marah soal Kurono, menggenggam lencana Silver Falcon sampai melukai tangannya. Hassen menenangkannya dan mengatakan semuanya akan berakhir cepat atau lambat.
Percakapan Collins & Norman
Mereka mengevaluasi situasi: rencana berkembang lebih jauh dari dugaan, tapi mereka terbiasa “improvisasi” meski penuh risiko.
Norman berencana menarik Trojan sebelum mereka “tenggelam di rawa” (situasi makin berbahaya).
Dua file terenkripsi masuk ke terminal Collins; satu juga untuk Norman. Mereka berharap ini cukup untuk memaksa para “tetua” di belakang mereka untuk akhirnya bergerak.
Setelah Norman memutus sambungan, Collins menatap ke luar jendela ke arah Bumi dan menyesalkan bahwa dirinya tak bisa ikut langsung dalam “pertunjukan kosmik” ini.
Ruang Kontrol Utopia (Pickman dan peneliti Utopia)
Seorang subjek uji tersambung ke banyak kabel; proses “M.I.N.D. fusion” mencapai 100%, dengan sedikit penolakan dan 71% kesadaran tersisa.
Peneliti ragu soal konsekuensi lanjutan, tapi Pickman yakin: ini eksperimen terbesarnya, dan ia memvalidasi sendiri hasilnya.
Pickman menjelaskan bahwa “utopia” yang mereka bangun adalah dasar terciptanya fusi M.I.N.D. sempurna, karena semua sampel hidup dengan “aturan” yang sama.
Ia menyerahkan tindak lanjut eksperimen kepada sang peneliti—yang juga muridnya—dan menenangkannya dengan keyakinan bahwa semua makhluk akan bertemu lagi di “tempat” yang sama nanti.
Muridnya memanggilnya “Teacher”; Pickman tersenyum, lalu masuk ke dalam “vessel” untuk memulai tahap akhir eksperimen.
Pertempuran mencapai puncak di fortress pusat Utopia. Echo berhadapan dengan ayahnya (Pickman) yang sudah menjadi subjek eksperimen mengerikan.
Pickman masih berpegang pada prinsip “survival of the fittest” dan menganggap jalan mereka benar. Echo menolak pandangan itu, teringat pada Cecily, Lena, dan Gray Raven yang selalu menemaninya berjalan di dalam kegelapan.
Echo menembakkan panah terakhirnya dan mengucapkan selamat tinggal pada ayahnya, mengakhiri hidup sang subjek uji. Utopia mulai hancur; rangkaian ledakan membuat semua benteng terbang runtuh seperti efek domino.
SKK, Lucia, Lee, dan Liv melarikan diri dari benteng yang roboh, menggunakan jetpack jarak pendek. Mereka tidak bisa menghubungi Echo karena gangguan sinyal dan hanya bisa berharap dia selamat.
Di sisi lain, Echo yang terluka parah dan hampir hancur tubuhnya terbaring di dek miring. Saat hampir menyerah, sosok Lena muncul lagi dalam M.I.N.D.-nya, menguatkannya dan “membantunya berdiri” untuk pergi meninggalkan tempat yang “selalu salah” itu dan mencari kebebasan. Cecily juga terasa di dalam dirinya, walaupun dalam kondisi rusak berat.
Akhirnya, di tengah asap dan reruntuhan, Echo muncul—disangga oleh armor tanpa kaki—dan bertemu kembali dengan SKK dan Gray Raven. Ia tampak sangat lemah tapi tersenyum seperti prajurit yang pulang dari perang.
Echo mengabarkan bahwa Pickman sudah mati: dia memindahkan kesadarannya ke subjek tes baru dan mencoba berhubungan dengan Corrupted, namun eksperimennya gagal—kehancuran Utopia menjadi buktinya.
Echo menyerahkan chip memori berisi data penting eksperimen. Dengan chip itu dan data yang dikumpulkan Lee, Asimov dan Babylonia diyakini bisa memulihkan data dan juga memperbaiki Echo serta Cecily.
Echo pingsan karena kelelahan. Meski langit masih gelap, narasi menutup dengan harapan: perang ini mungkin berakhir, dan suatu hari matahari pasti akan menembus kegelapan.
Asal-usul rencana Utopia & Project Cthylla
Asimov meninjau kembali rencana Kugawa Kurono: memasukkan banyak kesadaran ke satu M.I.N.D. yang kuat untuk menyentuh Ascension-Network dan menjadi Ascendant.
Utopia dibangun karena Kurono menemukan bahwa jika Construct hidup dengan standar moral yang “ideal menurut manusia”, tingkat penolakan fusi M.I.N.D. akan menurun.
Asimov menyimpulkan: data eksperimen M.I.N.D. adalah hasil paling penting dari Project Cthylla, dan ia ingin terus menggali misteri M.I.N.D.
Gestalt, Science Council Golden Age, dan dokumen yang hilang
Asimov mencari arsip penuh Science Council Golden Age di Gestalt, tapi kebanyakan catatan musnah saat Evakuasi Acadia.
Hampir semua rapat & log personel hilang; satu-satunya dokumen relevan:
“Dr. ███ dipanggil dari Kowloong untuk memimpin Science Council Section 3.”
Namun, tak ada lagi catatan tentang “Section 3” di Gestalt, seolah bagian itu dihapus dengan sengaja.
Di saat yang sama, Gestalt mendapat serangan siber berulang dengan pola yang mirip, mengingatkan Asimov pada insiden sebelumnya yang terkait “Huaxu”. Ia merasa ada jebakan besar tersembunyi di masa lampau.
Posisi Babylonia terhadap Kurono & Echo
Asimov dan SKK membahas situasi:
Task Force hampir memusnahkan Aurora Squadron.
Pasukan Purifying Force yang dipimpin Issarius dihentikan misinya tepat sebelum bentrok dengan Gray Raven.
Echo kini terlihat jelas oleh Babylonia—mencoba merebutnya lagi akan berisiko bagi Kurono.
Asimov juga tertarik pada subjek uji Kurono dan armor senjata biologis itu, berencana membawanya ke Babylonia “untuk istirahat” setelah semua selesai.
Echo, pemakaman korban Utopia, dan nasib Lena
Di permukaan, di padang hijau bekas medan perang, Echo membuat kuburan massal bagi mereka yang gugur dan menulis pesan di batu nisan bersama Cecily.
Echo menyerahkan name tag Lena pada SKK, meminta agar itu diberikan ke Sica.
Ia mengakui pahit: Lena kini telah menjadi bagian dari M.I.N.D. Cecily—tidak akan kembali sebagai individu.
Flashback:
Saat Utopia kacau karena serangan dari luar, Lena memandu “Alisa” (Echo) lewat komunikasi untuk melarikan diri membawa armor, menyuruhnya lari dan tak menoleh.
Setelah itu Lena tertangkap, dijadikan “bahan” dalam eksperimen Fusi M.I.N.D. No. 246 atas perintah Dr. Pickman, dan menerima nasibnya demi harapan kecil yang ia selamatkan (Echo).
Perasaan bersalah Echo & tekad menjadi “gema keadilan”
Echo merasa bersalah pada Sica dan kawan-kawan, bingung bagaimana menyampaikan bahwa Lena tak akan kembali.
Ia percaya, suatu hari Sica akan menjadi Commandant hebat yang akan membuat Lena bangga.
Echo takut semuanya hanya mimpi: seolah ia masih di Utopia menyaksikan Cecily dan Lena berkorban.
SKK menyemangatinya: teruslah melangkah, setiap detik bertahan di mimpi buruk membuatmu lebih dekat pada harapan.
Echo lalu bertekad:
Akan menjadi “echo” keadilan, lagu yang akan dikenang dunia, hakim kebenaran yang lahir dari kebohongan Utopia.
Ia malu dengan kata-katanya yang “terdengar muluk”, tapi SKK mengakui itu sebagai impian yang layak dikejar.
Rencana masa depan Echo
Babylonia awalnya ingin meneliti Echo & Cecily, namun setelah negosiasi, keputusan diserahkan pada Echo.
Echo memutuskan akan:
Tetap di Bumi untuk memburu sisa Aurora Squadron.
Menghancurkan benteng terbang Utopia lain yang masih tersisa agar “Utopia kedua” tak pernah muncul.
SKK berjanji akan bicara pada atasan Babylonia; secara praktis, Babylonia butuh seseorang seperti Echo di lapangan.
Echo masih kaku dengan etika lama “World Government’s Rules of Etiquette”, yang ternyata tak lagi dipakai di Babylonia, dan ia malu karenanya.
SKK akan kembali ke Babylonia malam itu lebih dulu untuk urusan administrasi, sementara Gray Raven dan Echo menyelesaikan pembersihan.
Hari naas: kecelakaan pesawat SKK
Malam hari, SKK naik pesawat transport menuju Babylonia. Semua tampak normal, kru lelah, suasana datar.
Lucia menghubungi lewat terminal, bercanda soal April Fools’ Day dan menanyakan “hadiah” untuk SKK. Jawabannya: “Kembalilah dengan selamat.”
Saat pesawat menembus awan, peringatan Asimov terlintas: musuh yang terdesak bisa nekat melakukan hal gila.
Email ramalan Nanami (“hati-hati kalau kamu sendirian tahun ini!”) juga teringat tiba-tiba.
Tiba-tiba, gas yang hanya berpengaruh pada manusia memenuhi kabin. Itulah awal kecelakaan.
Reaksi di Babylonia: krisis baru
Di Babylonia, Hassen & Wells membahas masalah lain:
Data rapat dewan sebelumnya bocor ke pihak permukaan.
Bahkan informasi yang belum diketahui penuh oleh Babylonia sudah beredar.
Terjadi protes & konflik bersenjata di beberapa area konservasi dan base; Forsaken terdeteksi terlibat.
Watanabe (Forsaken) menghilang 3 hari, menandakan ada operasi mereka sendiri. Hassen menduga ada pihak ketiga yang memanfaatkan arus kekacauan ini.
Lalu panggilan darurat datang:
Pesawat yang ditumpangi SKK jatuh.
Mayat SKK tidak ditemukan.
Pesawat jatuh ke sungai tercemar Red Tide → risiko infeksi/kontaminasi sangat tinggi.
Hassen memerintahkan pencarian total:
Task Force setempat dan penjaga di area konservasi digerakkan.
Latar belakang kru pesawat diperiksa tuntas.
Ia menegaskan: SKK harus ditemukan.
Penyelamatan misterius di tepi Red Tide
Di tepi sungai Red Tide di Bumi, seorang Ascendant berambut ungu, Lithos, menyerahkan tubuh SKK yang tak sadarkan diri pada seorang lelaki tua.
Lelaki tua ini lebih mengerti cara menangani “tahap awal” kondisi seperti ini, dan sebenarnya tampak enggan terlibat.
Lithos menyebut akan memakai “Noan” untuk mengalihkan perhatian Babylonia. Nama itu membuat tangan sang lelaki tua bergetar ketakutan.
Lithos memanggilnya “Father”.
Laki-laki itu tak nyaman dipanggil begitu; ia menyebut status “Father” sudah jadi masa lalu.
Lithos menertawakan nasib mereka dan akhirnya memanggilnya dengan nama yang sekarang: Mr. Bethe.
Mereka akan menangani kondisi SKK secara diam-diam, sebelum Babylonia menemukan apa yang terjadi.
merupakan percabangan "pov" setelah 25-6 dan dilanjut 25-21
struktur chapter:
25-6 → 25-20
↘
25-7
Pembantaian Silver Falcon & Pengkhianatan
Di permukaan bumi yang membeku, satu construct (anggota Silver Falcon) sekarat di antara puing dan anggota tubuh yang hancur.
Seorang construct pembersih datang, membaca name tag: Nata, Zikka, dan Komandan Arabella—semuanya dicatat sebagai “tewas”.
Padahal korban itu masih hidup dan memohon bantuan, tapi sang pembersih dengan sadar mengabaikan permohonan tolong dan menginjak lencana Silver Falcon yang masih memancarkan sinyal darurat.
Kilas balik ke 12 jam sebelumnya – Motivasi Cecily
Di Babylonia, Nata, Zikka, dan Cecily berdiskusi soal misi baru: melindungi Conservation Area 112 dari Corrupted dan Hetero-Creature.
Terungkap bahwa Cecily sangat peduli pada anak-anak di area konservasi yang pernah ia selamatkan; ia sering mengunjungi mereka dan bahkan memberikan jatah suplai miliknya.
Cecily menemui Jenderal Wells untuk menanyakan proposalnya: ia ingin Babylonia menerima anak-anak tersebut secara adil.
Wells menjawab pahit: Babylonia hanya bisa menerima anak yang “sangat unggul” atau punya orangtua dengan kontribusi besar. Ia mengakui bahwa itu tidak adil, tapi “begitulah realitas Babylonia”.
Cecily masih berpegang pada kata-kata lama Wells tentang keadilan dan kebenaran yang akan menang, dan merasa kecewa ketika kenyataan tidak sesuai.
Di Utopia – Rencana Pelarian Cecily, Nata, Zikka, Arabella
Cerita berpindah ke Utopia, fasilitas eksperimen Pickman. Cecily terbangun dari mimpi buruk di ruang pengamatan.
Bersama Nata dan Zikka, ia memakai bahasa isyarat rahasia untuk menghindari kamera dan pengawas.
Zikka menyebut informan yang bisa dipercaya; dari dialah mereka dapat info jalur kabur (pipa ventilasi).
Nata sudah menyiapkan senjata rakitan dengan bahan seadanya.
Cecily menggenggam lencana Silver Falcon yang rusak, menunjukkan rasa bersalah dan tekadnya.
Mereka memutuskan: “Kita bergerak malam ini”, berniat kabur dan sekaligus mencari cara menghubungi Wells.
Alisa – “Bunga baik” di tanah busuk
Alisa adalah gadis baik dan patuh aturan di Utopia, sangat mempercayai Cecily.
Cecily melihat Alisa sebagai satu-satunya hal murni dan baik di lingkungan Utopia yang busuk.
Di tengah gejolak batin dan mimpi buruk, Alisa mengajaknya menemani kelas karena ayahnya sibuk. Cecily menahan rasa sakit, tetap lembut, dan menyanggupi.
Gagal kabur, Nata dikorbankan
Upaya kabur pertama mereka gagal. Pipa ventilasi ketahuan, Aurora Squadron mengaktifkan M.I.N.D. disruptor, dan mereka tertangkap.
Terungkap bahwa setelah itu, Nata dijadikan “harga” dari kegagalan: ia dimasukkan ke dalam bejana eksperimen.
Pickman menikmati data eksperimen dari tubuh Nata dan menyebut ia akan menjadi bagian dari “Utopian pertama”, dunia maya abadi tanpa rasa sakit.
Cecily tidak pernah melihat Zikka dan Arabella lagi setelah insiden tersebut.
Penemuan pahit: Silver Falcon sudah “resmi mati”
Alisa melihat Pickman berbicara dengan seorang construct: dialah yang kita lihat di awal, orang yang memanipulasi data kematian.
construct itu dibayar untuk memalsukan catatan: Nata, Zikka, dan Komandan Arabella semuanya resmi tercatat sebagai tewas.
Bagi Babylonia, Silver Falcon sudah “mati di atas kertas”, sehingga tidak ada yang akan mencarinya lagi.
Cecily, yang mendengar dan mengingat kembali, terpukul: ia menyadari hanya dirinya yang masih hidup sebagai anggota Silver Falcon.
Hancurnya kepercayaan & keinginan untuk menyerah
Cecily tersiksa oleh ingatan:
Saat dia diserang Corrupted dan tidak ada bala bantuan.
Saat ia menekan tombol darurat di lencana, tidak ada yang menjawab.
Saat upaya kaburnya di Utopia bocor seakan-akan ada yang sengaja membiarkan rencananya diketahui.
Semua itu membuatnya yakin: mereka sudah dikorbankan dan ditinggalkan.
Ia memikirkan tawaran dunia “tanpa rasa sakit” di Utopia dan mulai merasa mungkin mengakhiri segalanya di sana adalah yang “paling mudah”.
Ia mengucapkan selamat tinggal dalam hati kepada Silver Falcon dan meminta maaf karena “melarikan diri”.
Permintaan terakhir pada Alisa
Cecily meminta maaf pada Alisa karena akan meninggalkannya sendirian.
Ia tahu permintaannya egois, tapi tetap memohon:
“Jika suatu saat matahari terbit…”
“Lihatlah lebih banyak dunia ini untukku.”