Kondisi Chief & Liv setelah pertempuran
Chief (SKK) bangun dari koma di rumah sakit Star of Life, masih terluka berat dan Mind Beacon‑nya sedikit terkorupsi.
Dokter Hippocrates melarang Chief keluar dan ikut misi, hanya boleh rehabilitasi.
Simon juga sedang pemulihan, tapi hampir boleh keluar dan akan memimpin Dark Aries dengan anggota baru.
Chief memaksa Simon mengantar ke ICU untuk melihat Liv, yang kini koma dalam specialized frame barunya setelah mengorbankan diri di pertempuran melawan “twins”.
Simon mengatakan keadaan Liv tak akan membaik hanya dengan ditunggu; yang masih bisa bertindak harus terus bergerak.
Dongeng “kelinci dan bulan” dari Norman
Di sidang parlemen Babylonia, wakil Norman Mining Corp, Leonardo Norman, menceritakan kisah kelinci yang ingin menarik Bulan agar bisa terus makan wortel manis.
Kelinci akhirnya terseret ke Bulan dan tak bisa kembali, tapi mereka tetap bahagia karena merasa Bulan sudah jadi milik mereka.
Dongeng ini menjadi kiasan untuk manusia yang “meraih Bulan” – ambisi besar dengan konsekuensi yang mungkin tak mereka pikirkan sampai tuntas.
Sidang darurat Babylonia
Topik utama: bagaimana menyelamatkan umat manusia dari ancaman Punishing Virus dan Hetero-Creatures yang terus berevolusi.
Nikola dan Hassen menegaskan: specialized frame memang menang melawan twins, tapi pengembangannya penuh masalah, khususnya soal stabilitas, dan banyak Task Force gugur.
Usulan Liszt: Tinggalkan Bumi, gunakan zero-point engine
Liszt (Diplomatic Court, orangnya Collins/Kurono) memaparkan data:
Kekuatan Task Force sekarang terlalu lemah untuk benar‑benar merebut kembali Bumi.
Ia tidak menolak misi “reclaim Earth”, tapi mengusulkan “jalan lain”.
Ia mengingatkan bahwa Babylonia aslinya adalah kapal koloni superluminal, bukan sekadar “bahtera” yang diam di orbit.
Liszt mengungkap hasil penelitian terbaru:
Berdasarkan Omega File dari Atlantis, zero‑point reactor bisa membentuk medan yang menyerap Punishing Virus.
Data eksperimental Atlantis juga menunjukkan cara menghasilkan zero‑point energy tanpa memicu wabah Punishing Virus.
Di Bulan masih ada reaktor zero‑point Babylonia dan fasilitas mesinnya, kini dikelola Norman Mining Corp.
Dengan bantuan Norman dan ilmuwan Kurono, mereka:
Berhasil mengaktifkan ulang reaktor di basis Bulan.
Reaktor berjalan di 45,37% kapasitas teori, cukup untuk:
Menghidupkan Babylonia dalam jangka panjang.
Mengembalikan Babylonia ke fungsi kapal koloni antarbintang.
Tidak terdeteksi tanda‑tanda Punishing Virus di lokasi uji.
Liszt menyebut “ahli” yang membantu: Karenina dari Engineering Force, yang paham desain Babylonia dan zero‑point energy.
Keputusan parlemen
Liszt secara resmi mengusulkan:
Menghubungkan kembali zero‑point engine ke Babylonia.
Meluncurkan Babylonia sebagai kapal koloni untuk meninggalkan Bumi yang terinfeksi, dan mencari masa depan di bintang-bintang.
Nikola meragukan keamanan data, tapi legitimasi Karenina sebagai warga Babylonia jadi penopang kuat proposal itu.
Voting:
98,5% setuju, 0% menolak, 1,5% golput.
Hilda menyetujui tapi menegaskan Liszt telah melampaui wewenangnya dan akan ada konsekuensi hukum.
Hassen bersiap mengumumkan keputusan resmi.
Pesan darurat dari Bulan
Sebelum Hassen selesai mengesahkan hasil sidang, Celica menyela dengan panggilan darurat dari basis Bulan.
Pesan tersebut berasal dari Karenina.
Rekaman video Karenina kacau, terputus-putus, tapi maknanya jelas:
Ia menyebut “infeksi”, “bahaya bagi permukaan”.
Ia menyimpulkan: “Aku harus menghancurkan zero-point engine sekarang juga!”
Pesan ini langsung mengguncang keputusan parlemen, karena bertolak belakang dengan laporan optimis Liszt dan rencana peluncuran Babylonia.
Masalah Mesin Transport Babylonia
Babylonia kesulitan mempertahankan jalur “nightmare route” ke permukaan karena serangan Hetero-Creatures terbang.
Banyak pilot gugur; kemampuan terbang saja sudah tidak cukup. Dibutuhkan mesin pesawat baru dengan performa jauh lebih tinggi.
Tugas pengembangan mesin ini diberikan ke Engineering Force, dipimpin Karenina yang ahli di bidang energi dan daya.
Perdebatan Karenina & Teddy soal Desain Mesin
Mesin rancangan Karenina seharusnya menghasilkan 150% tenaga, tapi peningkatan kecepatannya minim.
Ternyata, Teddy mengganti komponen “ekstrem” dalam desain Karenina dengan komponen standar.
Alasan Teddy:
Mesin versi asli terlalu berbahaya: sedikit kesalahan perakitan bisa membuat lubang di Babylonia.
SDM yang bisa merakit dengan presisi setinggi Karenina sangat sedikit, dan tak ada waktu membangun pabrik perakitan otomatis.
Konsumsi energi mesin Karenina 3x lipat mesin transport sekarang, sementara suplai energi Babylonia terbatas dan pesawat harus bisa pulang-pergi.
Karenina kesal, tapi tak bisa menjawab argumen Teddy. Mereka menyadari satu-satunya solusi ideal adalah sumber energi “tak terbatas” seperti zero-point energy, namun teknologi itu terkait langsung dengan asal muasal Punishing Virus.
Kedatangan Collins, Hassen, dan Nikola
Seorang pria grinning dan vulgar, Collins, masuk bersama Hassen dan Nikola.
Collins menyebut soal Omega File yang dibawa balik Gray Raven dari pusat riset Atlantis—informasi rahasia tentang Omega Weapon.
Hassen menjelaskan:
Science Council telah berhasil membuat prototipe Omega Weapon, tapi untuk memproduksinya butuh zero-point reactor yang berfungsi.
Satu-satunya zero-point reactor yang dapat diakses ada di pangkalan bulan (lunar base), yang telah ditutup sejak wabah dan kondisinya tidak diketahui.
Mereka butuh ahli zero-point yang paling kompeten untuk menghidupkan lagi reaktor itu — praktis, itu berarti Karenina.
Dilema & Keputusan Karenina
Collins “mengancam halus”: jika bukan Engineering Force yang menangani, tim random lain akan dikirim untuk menghidupkan reaktor — berisiko fatal.
Karenina sadar: di Babylonia, ia adalah orang yang paling berpengalaman soal zero-point.
Ia bertanya pada Hassen: apakah Omega Weapon benar-benar bisa menghajar Punishing Virus.
Jawaban Hassen: itu satu‑satunya harapan manusia sekarang.
Karenina akhirnya menerima tugas dengan dua syarat:
Tim yang tertinggal di Babylonia tetap melanjutkan proyek mesin transport baru.
(Syarat kedua belum disebut; cerita menggantung tepat saat ia hendak menyebutkannya.)
Adegan Terpisah: Teddy & Norman
Teddy keluar dari bengkel untuk istirahat dan bertemu Norman, yang ternyata adalah kakaknya.
Norman kini sudah kembali ke keluarga Norman demi urusan warisan.
Teddy menegaskan namanya sekarang Teddy, bukan “Christina” (nama lamanya dalam keluarga).
Mereka membahas adik mereka, Victoria, yang hidup lebih “nyaman” daripada keduanya.
Norman bilang Victoria sering marah dan terus mencari kakaknya, dan ia hanya bisa berbohong bahwa Teddy sedang bekerja dan akan pulang jika sudah bebas.
Teddy mengejek Norman karena membohongi anak kecil, tapi tetap menanyakan kabar Victoria—menunjukkan ia masih peduli.
Norman lalu menanyakan: apakah Teddy bahagia dengan pekerjaannya sekarang.
Teddy menjawab singkat: “Biasa saja… yang jelas tidak sebercanda kerjaanmu.”
Norman tersenyum lega dan mengulang pelan: “Bagus…” menandakan ia hanya ingin memastikan adiknya baik-baik saja.
Sudah seminggu sejak Karenina dan Teddy tiba di markas bulan dan menyelesaikan Omega Prototype. Sekarang Karenina menguji frame baru yang dibuat berdasarkan desainnya, dengan bantuan Teddy untuk kalibrasi.
Hasil tes M.I.N.D. dan stabilitas frame sangat bagus, bahkan melampaui frame biasa. Teddy kagum karena teknologi dasar frame itu berasal dari “seseorang” misterius yang memberi model awalnya.
Karenina puas karena mobilitas, kekuatan, dan keseimbangan frame barunya jauh di atas ekspektasi. Senjatanya adalah Blast Hammer yang bisa bertransformasi dan cocok dengan gaya bertarung agresifnya.
Teddy tetap curiga pada Collins dan orang-orang di markas bulan, tapi Karenina tidak terlalu peduli soal kepercayaan; yang penting bagi dia adalah bisa membantu manusia di permukaan, apa pun risikonya.
Direktur penelitian markas bulan, Yarha, muncul dengan sikap kikuk dan rendah diri untuk mengajak mereka ke area pengujian resmi, agar Karenina tidak “memakai” Teddy sebagai target uji.
Setelah mereka pergi, Liszt dan Collins berdiskusi. Liszt heran kenapa Collins mau memakai frame hasil reverse-engineering dari “dia” (seseorang penting/misterius) sebagai model dasar untuk permintaan kedua Karenina.
Collins menjelaskan filosofinya: “Kalau mau menangkap ikan besar, umpannya juga harus mahal.” Dia menganggap pemberian frame canggih itu sebagai umpan untuk memancing sesuatu atau seseorang yang lebih besar.
Uji coba frame baru “Scire”
Karenina menguji frame baru Scire di gravitasi rendah, hasilnya sangat memuaskan.
Collins muncul dan menekankan betapa pentingnya performa frame itu.
Nama kakek Karenina terbongkar
Collins menyebut nama kakek Karenina, Dr. Kalon, pendiri dasar teknologi Construct.
Karenina kaget karena masa lalu kakeknya selalu disembunyikan di dokumen resmi.
Collins menggambarkan Kalon sebagai “orang gila jenius” yang sangat ia hormati dan sering berkata, “Jangan lupakan nilai kehidupan.”
Rahasia pangkalan Bulan
Collins mengaku lebih dari setengah pangkalan Bulan dibangun untuk riset Construct Dr. Kalon.
Meski diperingatkan Liszt karena membocorkan “rahasia terbesar” mereka, Collins tetap memutuskan menunjukan laboratorium Kalon.
Karenina dan Teddy curiga, tapi Karenina ingin tahu lebih banyak tentang kakeknya, sehingga mereka ikut.
Laboratorium rahasia & penjagaan ketat
Mereka melewati banyak pos keamanan dengan tentara Construct tanpa tanda pasukan.
Collins menyebut ada “bayi malaikat” di dalam lab yang tak boleh lepas.
Pengungkapan: Luna di dalam Mega-Omega Weapon
Di pusat lab ada perangkat raksasa mirip Omega Prototype, ditenagai zero-point reactor.
Di dalamnya terdapat seorang gadis pucat yang tertidur—Luna, Ascendant pertama yang dikenal manusia dan pelaku hampir jatuhnya Babylonia.
Karenina kaget dan langsung mengacungkan senjata, tapi tentara di lab menodong balik padanya.
Ide gila Collins tentang Ascendant
Collins menyatakan: semua ini dibangun untuk Luna.
Menurutnya, Ascendant bukan otomatis musuh manusia; yang benar-benar “musuh” adalah “kelemahan”.
Ia bermimpi: jika rahasia Ascendant dan jaringan Ascnet bisa dibuka, kekuatan mereka akan menjadi tahap evolusi berikut manusia.
Bulan, yang dahulu menyaksikan lahirnya teknologi Construct, akan menjadi saksi “evolusi kedua” manusia—menjadi seperti Ascendant.
Rencana menggunakan Luna dan Mega-Omega Weapon
Mega-Omega berfungsi sebagai “asuransi”: kandang yang menyerap Punishing Virus dan bisa melumpuhkan atau membunuh Luna jika dia mengamuk.
Namun, tanpa zero-point energy, sangkar itu tak berguna.
Teddy menyimpulkan: mereka butuh bantuan untuk menghidupkan kembali zero-point reactor, dan itulah tujuan sebenarnya mereka mendekati Karenina dkk.
Identitas Collins dan kelompoknya
Collins mengaku tahu kelahiran Luna dan insiden Kota 075, dan menganggap tindakan Luna seperti pengorbanan diri, bukti bahwa manusia dan Ascendant tak sepenuhnya berbeda.
Di akhir, ia mengungkap identitas kelompok mereka: mereka adalah Kurono, kelompok “orang gila tertua dalam sejarah manusia” yang mengejar evolusi radikal ini.
Eksperimen Zero-Point Energy di Bulan
Para peneliti Kurono dan Engineering Force berkali-kali gagal menyalakan kembali zero-point reactor, sampai semua hampir putus asa.
Hanya Karenina yang tetap ngotot mencoba, teringat pada kakeknya Kalon yang sering gagal tapi kadang berhasil besar.
Saat sebuah pensil tiba-tiba melayang, Karenina sadar ada reaksi zero-point. Ia menghubungkan reaktor dengan mesin gravitasi Babylonia sebagai detektor.
Setelah Teddy memasukkan perintah akhir, gravitasi di ruangan hilang dan semua melayang—tanda zero-point reactor resmi berhasil dinyalakan kembali.
Persiapan Mega-Omega Weapon & Motif Politik
Yarha melaporkan ke Collins bahwa Mega-Omega Weapon sudah tersambung ke sumber zero-point.
Karenina menegaskan ia membantu hanya demi membuat Omega Weapon yang dibutuhkan permukaan, bukan demi Kurono.
Collins mengirim proyek baru: frame spesialis baru yang bisa memaksimalkan Omega Weapon dan menyerap Punishing Virus, berbasis data seorang agent (Ascendant).
Model yang sebelumnya mereka buat dari data Luna ternyata belum cukup kuat untuk target ini.
Luna Dibangunkan & Masa Lalunya Terungkap
Luna, Ascendant yang sedang tertidur, dibangunkan lewat perangkat energy pulse. Semua orang waspada dan memegang senjata.
Collins mengaku pernah menyaksikan “kelahiran” Luna—perubahan dari Corrupted menjadi wujud Ascendant yang sekarang.
Luna menyimpulkan: Collins dan eksperimen merekalah yang membuatnya jadi Corrupted dulu, sementara Collins menyebutnya “kecelakaan” dan “pengorbanan yang perlu”.
Kondisi Luna Sekarang di Bulan
Luna mencoba terhubung ke Ascension-Network tapi gagal; ia tampaknya telah dianggap ancaman setelah insiden City 075.
Namun, Punishing Virus di dalam dirinya belum mengubahnya kembali jadi Corrupted, artinya ia masih seorang Ascendant, walau ia sendiri bingung alasannya.
Ia menjelaskan bahwa kini dirinya tak berbeda dari Construct biasa, hanya masih punya kemampuan menarik Punishing Virus.
Saat ia mencoba memanifestasikan virus, ia kaget: di Bulan hampir tidak ada Punishing Virus.
Liszt memperingatkan, kalau Luna mencoba kabur, Mega-Omega Weapon di belakangnya akan diaktifkan dan memusnahkan semua virus sekaligus dirinya.
Sikap Akhir Luna
Luna menyatakan ia tidak berniat melarikan diri; “Luna” yang dulu sudah mati dan ia tak punya tempat untuk pulang.
Ia memandang sekilas Omega Weapon dan mengakui manusia sudah bisa membuat senjata sehebat itu, tapi tetap menilai akhir umat manusia sudah ditakdirkan.
Meski ucapannya terdengar dingin, di akhir ia berkata: “Tapi berjuanglah sekuat kalian, seperti orang itu…” — kalimat yang dingin namun menyiratkan sedikit harapan pada perjuangan manusia.
disini ada percabangan "pov" menjadi 2 line
struktur chapter:
19-5 → 19-7 → 19-9
↗ ↘
19-4 19-11
↘ ↗
19-6 → 19-8 → 19-10
Yarha & proyek frame baru
Yarha sedang merancang frame spesialis baru di laboratorium Kurono, menggunakan data dari Luna.
Frame ini didesain untuk menyerap Punishing Virus dalam area besar lalu memusnahkannya dengan “Omega Weapon”.
Ia sangat takut pada Luna dan trauma dengan construct berwarna putih, tapi tetap memaksa diri karena alasan pribadi.
Pengorbanan Liv
Karenina datang dan melihat desain frame tersebut.
Terungkap bahwa satu-satunya kandidat pengguna frame adalah Liv dari Gray Raven.
Jika Liv berganti ke frame baru tanpa SKK yang bangun dan bisa menstabilkan M.I.N.D.-nya, Liv akan mengalami gangguan M.I.N.D. fatal dan paling lama hidup hanya 3 jam.
Liv mengetahui risikonya, tapi tetap memilih menjadi “pengorbanan yang diperlukan” demi umat manusia.
Yarha, yang dulu pengecut, sekarang bertekad membantu sepenuh hati karena merasa ini kali langka ia bisa melakukan sesuatu yang “benar”.
Rasa bersalah & renungan Karenina
Karenina merasa bahwa “pengorbanan yang perlu” ini seakan adalah dosanya, atau dosa seluruh manusia: mereka lemah, sehingga harus mengorbankan seseorang demi harapan.
Ia menyadari: bila bukan Liv, mungkin Lucia, Bianca, sang SKK, atau bahkan dirinya sendiri yang dikorbankan.
Percakapan dengan Luna
Luna berkomentar bahwa manusia selalu maju lewat pengorbanan dan rasionalitas dingin.
Karenina menyinggung bahwa Luna sendiri dulu adalah salah satu “korban sains”: menjadi Corrupted karena teknologi Construct yang belum matang, berbasis teori kakeknya.
Luna mengaku sudah pasrah; ia menganggap dirinya hanya “sial”.
Kilasan masa kecil Karenina & Kalon
Flashback: Karenina kecil di slum, sering berkelahi dan dicap hanya bisa menghancurkan.
Kakeknya, Kalon, menjelaskan bahwa:
Bulan terbentuk karena tabrakan besar yang “menghancurkan” Bumi.
Bahkan teori Big Bang: ledakan dahsyat yang melahirkan seluruh keindahan alam semesta.
Pesan Kalon: kehancuran tidak selalu buruk; dari kehancuran bisa lahir sesuatu yang indah.
Tekad Karenina terhadap sains & harapan
Kembali ke masa kini, Karenina mengakui bahwa sains selalu membawa ketidakpastian dan “pengorbanan yang perlu”.
Namun ia percaya: suatu hari, kekuatan destruktif sains dapat diubah menjadi harapan baru tanpa harus mengorbankan orang lain.
Luna tersenyum, menganggap Karenina sama keras kepala berharap seperti kakaknya (Lucia).
Karenina bersumpah tidak mau kalah dari Lucia dan kawan-kawan yang masih bertarung di permukaan; pertarungan prajurit hampir usai, tapi “pertarungan insinyur” baru dimulai.
Roland & origami kelinci
Roland menemukan sebuah buku catatan terbakar dengan tulisan yang terputus.
Ia duduk di tanah hangus dan melipat kertas kosong menjadi kelinci origami.
Cinderelik muncul, heran kenapa Roland membuat kelinci yang menurutnya “lemah” dan tidak mengerti kenapa itu disebut menggemaskan.
Cinderelik menyuruh Roland ikut dengannya; “Mister” (Vonnegut) memanggil untuk memberinya “hadiah” (imbalan).
Saat pergi, Roland menatap lagi kelinci kertas itu dan menyebutnya dalam hati “Lady White Rabbit”, jelas menyembunyikan maksud tertentu.
Deal dengan Vonnegut: info tentang Luna
Cinderelik membawa Roland ke Vonnegut.
Vonnegut mengatakan Babylonia punya “senjata pamungkas” dan jawaban putus asa mereka terhadap Punishing Virus.
Dari ngobrol ini, terungkap bahwa Luna masih hidup dan menjadi “kartu as” manusia.
Vonnegut memberitahu lokasi Luna: di pangkalan bulan (lunar base) Babylonia, di mana zero-point reactor dihidupkan lagi untuk membuat “Omega Weapons” yang mematikan bagi Punishing Virus.
Luna terhalang oleh Ascension-Network: kehilangan kekuatan sebagai agent, tapi status agent-nya masih ada, membuat situasinya berbahaya bagi jaringan itu.
Misi Roland: selamatkan atau musnahkan Luna
Tujuan Vonnegut: Roland harus menyelamatkan Luna dari manusia, karena keberadaannya membuat manusia bisa “curang” terhadap Ascension-Network.
Namun jika Luna tak bisa diselamatkan atau dianggap tak layak diselamatkan, ia harus dihapus total: tubuh, pikiran, bahkan idenya.
Cinderelik memberikan sebuah kotak berisi stem cell Hetero-Hive Mother yang bisa tumbuh tanpa batas dengan memakan materi dan energi.
Vonnegut ingin Roland memakai “makhluk” ini sebagai alat untuk menghabisi Luna jika perlu.
Cara menuju Bulan
Transcendant “Voodoo” datang dan melapor bahwa di kota terbengkalai 20 km di timur ada banyak prajurit Babylonia yang hendak naik pesawat luar angkasa utuh untuk kembali ke Babylonia.
Kapal itu diduga mampu pergi ke Bulan.
Rencana: mereka harus merebut kapal itu duluan, lalu memakainya untuk “jalan-jalan” ke Bulan.
Ketika Roland bertanya kapan “ia” berangkat, Voodoo menegaskan: bukan “aku”, tapi “kita”—menandakan misi tim.
Origami kelinci & pesan rahasia
Kembali ke lokasi kelinci origami:
Seseorang (Alpha) menemukan kelinci itu, membuka lipatannya, dan menemukan wadah mikroskopis berisi pesan terenkripsi.
Pesan itu dibaca cepat dan wadahnya dihancurkan agar menyatu dengan abu—menghilangkan bukti.
Orang itu lalu bergegas ke arah timur, mengikuti jejak kaki Roland dan yang lain.
Origami dikembalikan ke bentuk kelinci, tapi lipatannya “tak akan pernah sama seperti sebelumnya”, menandakan perubahan yang tak bisa sepenuhnya dipulihkan.
Kenangan Lucia Kecil & Janji pada Adik
Di malam hari, Lucia kecil datang ke kamar ibunya sambil membawa buku cerita favoritnya tentang Bulan dan kelinci.
Ibunya sedang hamil; Lucia takut mendekat karena pikir bayi itu rapuh, tapi sang ibu menggenggam tangan Lucia dan menempelkannya ke perut, membuat Lucia merasakan gerakan bayi untuk pertama kali.
Ibu mengusulkan nama “Luna” untuk bayi jika perempuan, terinspirasi dari Bulan yang sangat disukai Lucia.
Ibu berpesan bahwa Lucia akan menjadi kakak dan harus menjadi panutan, berjalan di “jalan yang benar”, dan melindungi adiknya.
Lucia, meski masih kecil dan belum sepenuhnya paham, dengan serius menerima peran sebagai kakak dan tugas untuk melindungi Luna.
Luna di Laboratorium Bulan
Adegan bergeser ke masa kini: Luna terbangun di laboratorium remang-remang di Bulan. Ia mengingat bahwa dirinya sekarang hanyalah “mayat berjalan” yang terkurung sebagai agent.
Di lab, hanya ada Karenina yang sedang membongkar node daya dari Mega-Omega Weapon, mengganti bagian-bagian spesial dengan komponen biasa agar Kurono tetap bisa melakukan perbaikan tanpa benar-benar memahami teknologinya.
Karenina berniat menyembunyikan sebanyak mungkin data dan teknologi senjata itu agar Kurono tidak sepenuhnya menguasainya di masa depan.
Kabar Tentang Pertempuran & Lucia
Karenina memberi tahu bahwa pertempuran di surface sudah selesai; ia akan kembali ke Babylonia besok.
Umat manusia selamat dari bencana kali ini, meski dengan kerugian besar: banyak korban dan wilayah yang hancur akibat Hetero-Creatures dan Red Tide.
Senjata/frame khusus yang dibuat berdasarkan informasi dari Luna membantu Liv menyelamatkan banyak orang. Gray Raven dan Task Force selamat, meski mereka paling parah terluka.
Luna menyadari Lucia masih hidup dan menyelamatkan banyak orang, dan ia kagum karena meski sudah berkali-kali diterpa keputusasaan, Lucia tetap berjuang demi harapan.
Keyakinan Karenina & Konflik Batin Luna
Karenina menyebut Lucia sangat kuat, dan dirinya adalah “rival sejati” Lucia. Ia yakin selama ada yang percaya pada Lucia, Lucia akan terus menentang takdir.
Karenina ingin suatu hari melampaui dan mengalahkan Lucia, sambil menyamakan persaingan itu dengan perjuangan tanpa akhir manusia melawan Punishing Virus—tidak ada yang kalah untuk selamanya.
Sementara itu, Luna sendiri merasa kosong: ia tidak punya arah, keyakinan, atau masa depan. Namun, di dalam dirinya masih ada kerinduan dan penyesalan.
Ia berpikir, seandainya Luna tidak pernah lahir, Lucia mungkin tidak akan terluka karena melindunginya dan bisa menjalani kehidupan yang berbeda.
Penghapusan Eksistensi Luna
Karenina menyebut bahwa data tentang “agent” seperti Luna sangat dirahasiakan, baik di Kurono maupun Babylonia. Keberadaan Luna tak akan pernah diketahui publik, bahkan oleh Lucia.
Mendengar itu, Luna mengatakan bahwa nama “Luna” tidak perlu ada lagi di mana pun. Ia menerima untuk “menghilang” dari sejarah, merasa itu adalah hal terbaik.
Karenina berpamitan sambil berkata tidak akan melihat Luna lagi. Luna membalas dengan “...See you”, meski kemungkinan mereka takkan bertemu.
Setelah Karenina pergi, lab kembali sunyi. Luna menutup mata, berharap waktu berlalu lebih cepat dalam mimpi, dan dalam hati memanggil nama kakaknya: “Lucia…”
Roland dan Voodoo sedang dalam perjalanan mencari Luna.
Roland sengaja banyak mengeluh untuk mengulur waktu dan mencari celah agar bisa menyingkirkan Voodoo, karena ia sadar Voodoo dikirim untuk mengawasinya, bukan benar-benar menemaninya.
Voodoo menegaskan bahwa Roland bukan teman satu kelompok mereka; ia hanya berada di dekat “Mister” karena kepentingannya sendiri.
Saat Voodoo bertanya mengapa Roland masih ngotot mencari Luna yang sudah kehilangan kekuatan, Roland berbohong setengah-benar:
Luna memang kehilangan kekuatan, tapi masih berstatus agent Ascnet.
Roland mengaku ingin memanfaatkan Luna untuk mendapat status agent itu untuk dirinya.
Voodoo menganggap ide Roland gila, bahkan lebih gila dari mereka. Roland menganggap hidup hanya menarik jika punya tujuan seperti itu.
Di akhir, Voodoo mendadak berhenti dan mengatakan bahwa tujuan mereka sudah tiba, yaitu di bawah reruntuhan.
Roland menyadari selama perjalanan tadi sebenarnya banyak kesempatan bagi Voodoo untuk menyerangnya, tapi itu tidak terjadi, sehingga situasinya tetap penuh kecurigaan. Mereka lalu masuk ke dalam reruntuhan.
Pertarungan sengit terjadi antara Alpha dan Voodoo.
Voodoo menyerang secara brutal dan cepat, memakai cakar, sayap, dan bilah di ekornya untuk mencoba menusuk jantung Alpha dari belakang.
Alpha ternyata sudah mengantisipasi semua gerakan Voodoo. Ia memakai sarung pedangnya (via mount module) untuk menahan serangan ekor dari belakang, lalu menendang Voodoo begitu keras hingga hampir menghancurkan rangkanya.
Saat Alpha hendak mengejar Voodoo, Roland menahannya dengan rantai. Alpha menarik Roland mendekat, membisikkan sesuatu di telinganya dan menyelipkan sesuatu di tangannya sebelum melemparkannya ke arah Voodoo. Alpha menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan mereka menyakiti Luna.
Voodoo menyuruh Roland membawa stem cell dan menyalakan kapal demi menyelesaikan tugas “Mister”. Roland setuju secara lisan dan pergi, tapi jelas fokusnya bukan hanya pada perintah Voodoo.
Voodoo, murka karena rangkanya yang dibuat “Mister” rusak, menerjang Alpha dengan kecepatan luar biasa.
Alpha memilih diam dan bersiap melakukan satu tebasan penentu: ia menyarungkan katana, menurunkan pusat gravitasi, menunggu momen ketika pedang dicabut dari sarung. Begitu suara pedang keluar memecah keheningan, Alpha yakin satu tebasan cepat itu akan menentukan hasil pertarungan mereka.
Karenina dan tim Engineering Force sudah menyelesaikan tugas di Bulan: zero-point reactor telah menyala kembali dan produksi Omega Weapon dimulai. Mereka bersiap untuk pulang.
Karenina menatap reaktor itu dengan perasaan kagum dan sentimental, memikirkan betapa hebatnya ilmuwan Golden Age yang mampu menciptakannya. Ia bertekad suatu hari membuat sesuatu yang lebih hebat.
Teddy menggoda Karenina dan menyebut mimpinya seperti lamunan, tapi juga mengakui bahwa penemu reaktor seperti itu mungkin memang orang yang tak bisa membedakan mimpi dan kenyataan.
Yarha muncul tiba-tiba untuk “mengepasi” mereka atas perintah Kurono—memastikan mereka tidak membawa atau meninggalkan sesuatu yang seharusnya tidak. Hubungan mereka diingatkan: kerja sama ini bisa saja berakhir jadi permusuhan di masa depan.
Tiba-tiba seorang peneliti melapor bahwa daya reaktor menurun. Karena pengangkut baru tiba beberapa jam lagi, Yarha meminta bantuan.
Teddy mendorong Karenina untuk mengecek reaktor karena ia “zero-point energy enthusiast”, dan Karenina akhirnya setuju, khawatir gangguan reaktor akan mempengaruhi produksi Omega Weapon.
Karenina pergi bersama Yarha untuk memeriksa reaktor, sementara Teddy ditinggal dengan firasat buruk—merasa “sesuatu yang buruk akan terjadi.”
Sebuah pesawat luar angkasa Babylonia menerobos awan gelap dan melesat ke angkasa tanpa ada awak kapal lain, hanya ada Roland berdiri di haluan seperti kapten yang dramatis.
Roland mengingat masa lalunya sebagai aktor cilik yang berbakat tapi tidak pernah jadi peran utama. Ia merasa mungkin sampai sekarang pun dia tetap bukan “tokoh utama”, namun ia tetap memilih untuk memainkan perannya sebaik mungkin.
Ia menyamakan dirinya dengan ksatria pemberani yang menyelamatkan putri, dan pesawat ini sebagai kudanya. Namun, kenyataannya ia sadar genre ceritanya lebih mirip horor: ia membawa sebuah wadah berisi daging yang diawetkan dalam cairan, yang terus berubah bentuk—ia menyebut dirinya seperti ular yang memberi apel beracun pada sang putri.
Saat ia menunggu momen “seseorang datang menghalangi”, pesawat tiba‑tiba bergetar hebat, alarm pertahanan menyala, dan Hetero-Creatures mulai turun menyerang.
Roland, yang entah dari mana mengeluarkan chain blade dan shotgun, bersiap melawan mereka sambil menyadari bahwa alur “siapa yang hidup dan mati” kali ini mungkin tidak akan mengikuti naskah biasa.
Roland menggunakan sebuah monster dalam kontainer/kotak untuk melahap semua Hetero-Creatures sampai habis, bahkan jejak Punishing Virus pun lenyap.
Hetero-Creatures lain berhenti mengejar karena tampak takut pada “monster” di tangan Roland. Ini membuat Roland merenungkan naluri hidup dan mati, dan bagaimana manusia mencari alasan untuk hidup.
Ia menatap Bulan dan bertanya-tanya apakah jawabannya ada di sana. Alasan hidupnya sekarang adalah tetap bersama gadis berambut putih (Luna) dan membantu apa pun yang ia pilih.
Namun, ia terganggu oleh pertanyaan: “Apakah Luna layak diselamatkan?” yang ditinggalkan Vonnegut.
Roland memegang dua hal penting: chip penyimpanan dari Alpha di tangan kiri, dan kontainer berisi stem cell dari Vonnegut di tangan kanan.
Ia menyadari bahwa mereka semua hanyalah “tokoh sampingan”, dan pada akhirnya hanya Luna sendiri yang bisa menentukan nasibnya: memilih hidup atau mati.
Yarha hampir diserang Corrupted di laboratorium, tapi berhasil menembak satu musuh sebelum hampir kena dari belakang. Serangan itu digagalkan Karenina yang menyelamatkannya dengan palu raksasanya.
Di dalam lab, banyak model frame percobaan untuk proyek baru telah terinfeksi dan berubah menjadi Corrupted. Jumlah Corrupted terus bertambah, sementara Karenina tidak bisa bertarung habis-habisan karena banyak mesin sensitif di ruangan.
Inver-Devices di kepala Karenina mendeteksi konsentrasi Punishing Virus di udara dan membantu mengantisipasi serangan Corrupted.
Karenina menghubungi Teddy. Ia melaporkan kalau banyak Corrupted muncul di bulan, sesuatu yang seharusnya mustahil karena tidak seharusnya ada Punishing Virus di sana.
Teddy menduga dua kemungkinan:
Sumber bencana di bumi dulu bukan berasal dari zero-point reactor, atau
Ada orang Kurono yang memalsukan/menyabotase hasil inspeksi reaktor.
Komunikasi terputus. Karenina memutuskan masuk lebih dalam ke area reaktor untuk mencari sumber infeksi, sementara Teddy dan tim lain akan datang untuk membantu evakuasi dan menahan sebaran Corrupted.
Yarha, meski orang Kurono, memberikan kartu identitas dengan otoritas Norman Mining Corp kepada Karenina supaya ia bisa mengakses lebih dalam area reaktor. Ini berpotensi membuatnya dianggap pengkhianat, tapi ia memilih membantu karena keadaan darurat.
Akhirnya, Karenina berangkat sendiri menyusuri bagian terdalam reaktor untuk menyelidiki sumber Punishing Virus dan menghentikan bencana baru yang sedang terjadi di bulan.
Karenina di Zero-Point Reactor
Karenina menembus terowongan dengan konsentrasi Punishing Virus yang terus naik, Inver-Device di framenya sudah di ambang batas karena tak terhubung dengan seorang commandant.
Ia menghabisi gelombang terakhir Corrupted dengan Hammer, lalu mengaktifkan sistem kontrol gravitasi dan mengubah senjatanya menjadi meriam gravitasi untuk memusnahkan musuh dan menjatuhkan terowongan, menahan virus dan Corrupted di belakangnya.
Penemuan di Ruang Inti Reaktor
Di ruang inti, reaktor memancarkan cahaya biru dengan semburat merah Punishing Virus.
Karenina menemukan “peneliti” yang ternyata sudah lama mati dan hancur jadi debu akibat Punishing Virus.
Dari tumpukan kertas penuh rumus, Karenina melihat nama yang dikenalnya: Dr. Kalon (kakeknya).
Sebuah alat rekam kaset jadul jatuh; saat ia mengambilnya, beberapa Corrupted muncul. Mereka ternyata adalah Construct prototipe kuno yang tak pernah diproduksi massal.
Zero-point reactor ini bagaikan kapsul waktu berisi peneliti yang gugur, prototipe lama, dan nama seorang genius—Dr. Kalon.
Flashback: Dilema Dr. Kalon
Dr. Kalon memimpin riset Construct dan Inver-Device. Tingkat keberhasilan operasi hanya 18,7% — artinya kebanyakan calon Construct mati.
Penyebab utama kegagalan adalah Inver-Device, yang bekerja dengan bantuan Punishing Virus, tapi mekanismenya nyaris tak dipahami.
Data dan teori asli banyak hilang akibat wabah; mereka hanya bisa meniru struktur Inver-Device tanpa mengerti teknologi di dalamnya (black box).
Inver-Device harus disuntik Punishing Virus dalam dosis tertentu, tapi salah dosis berujung host berubah jadi Corrupted dan harus dieliminasi.
Keputusan “Bunuh Diri” Ilmiah
Virus mudah didapat di permukaan bumi tapi fasilitas tak memadai; di Babylonia justru dilarang keras melakukan eksperimen virus.
Kalon mengusulkan satu-satunya opsi: mengaktifkan kembali zero-point energy reactor di Bulan untuk “menciptakan” sedikit Punishing Virus sebagai sampel riset — langkah yang sangat berbahaya dan berpotensi mengulang tragedi masa lalu.
Babylonia pasti tak akan menyetujui, jadi mereka bekerja sama dengan organisasi luar, tanpa bantuan mesin, hanya kertas, pena, dan otak.
Keyakinan Para Murid
Kalon menegaskan risikonya:
Perhitungan harus nyaris tanpa cela; satu kesalahan bisa membunuh mereka.
Mereka bisa mati kapan saja karena masih terlalu sedikit yang diketahui soal virus ini.
Ia menggambar lingkaran kecil di papan yang melambangkan basis di Bulan dan menulis namanya di dalam, lalu meminta semua orang mempertimbangkan matang-matang.
Seorang peneliti yang biasanya sering berbeda pendapat justru mengambil penghapus, menghapus batas lingkaran kecil itu, lalu menggambar lingkaran besar yang bisa “menampung banyak nama” dan menulis namanya juga.
Tindakan ini memicu tawa dan semangat di lab; satu per satu peneliti ikut menuliskan nama mereka.
Narator (salah satu murid/peneliti) juga menulis namanya, melihat rasa lega sekaligus rasa bersalah di wajah Dr. Kalon—lega karena keyakinannya dibagi murid-muridnya, bersalah karena kemungkinan besar banyak dari mereka tak akan pernah kembali dari Bulan.
Rapat Kurono & Rencana Babylonia
Collins senang karena keberhasilan frame spesialis baru memberinya alasan untuk memperluas pengaruh di Parlemen.
Rebecca, Collins, dan Liszt bersiap menghadiri rapat Dewan Pemerintahan Dunia. Liszt juga mengundang CEO Norman Mining sebagai perwakilan warga.
Collins ingin menggunakan rapat itu untuk mengusulkan penelitian Ascendant (evolusi baru manusia).
Namun, Liszt diam‑diam menyiapkan usulan lain: memasang kembali reaktor dan mesin zero-point pada Babylonia agar bisa berfungsi sebagai kapal koloni antarbintang dan meninggalkan Bumi.
Collins marah karena usulan itu secara praktis akan “mengorbankan” obsesinya pada riset Ascendant. Liszt menjawab bahwa ia bukan bawahan Collins dan bahwa penelitian Ascendant akan ditunda tak terbatas karena sudah melewati batas anggaran dan risiko.
Liszt mengaku siap menjadikan dirinya dan Collins sebagai “umpan” demi tujuan utamanya: melindungi Babylonia dan memilih jalan terbaik bagi umat manusia. Collins menyadari bahwa Liszt sama gilanya dengan dirinya, hanya dengan arah yang berbeda.
Karenina & Zero-Point Engine di Bulan
Di pangkalan bulan, konsentrasi Punishing Virus meningkat dan banyak Corrupted berkumpul. Karenina berusaha memancing mereka keluar, tapi tiba‑tiba gravitasi di sekitarnya kacau.
Corrupted yang menyerangnya terhenti di udara, lalu dihantam ke dinding. Medan gravitasi membanting, melempar, bahkan mencabik Corrupted di sekitarnya.
Karenina menyadari ini akibat zero-point engine yang kelebihan daya karena pusat kontrol yang terinfeksi Punishing Virus.
Saat pensil di sakunya jatuh dan langsung hancur jadi serbuk saat menyentuh gelombang gravitasi, ia paham betapa ekstremnya kondisi itu.
Jika mesin terus berjalan liar, bukan hanya Punishing Virus yang jadi masalah—seluruh pangkalan bulan bisa hancur. Zero-point reactor yang terkubur dalam tanah mampu menggerakkan Babylonia melintasi ruang, jadi ledaknya akan memusnahkan segala di sekelilingnya.
Karenina memutuskan: ini harus dihentikan, apa pun risikonya.
Catatan Peneliti: Lahirnya Inver-Device & Bencana
Narasi berganti ke seorang peneliti yang menceritakan masa lalu: mereka memperingatkan Kurono, tapi tetap dipaksa memproduksi massal Inver-Device sebelum kelayakan dan keamanannya benar‑benar teruji.
Seorang perwira Kurono menyebut penderitaan dan kematian akibat operasi Construct sebagai “pengorbanan yang perlu” demi harapan bagi umat manusia.
Karena hanya tersisa sedikit peneliti dan minim mesin, mereka harus bekerja dekat dengan Punishing Virus; banyak yang terinfeksi berulang, tubuh hancur, otak rusak (termasuk Dr. Kalon).
Produksi yang tergesa dan mesin yang terkontaminasi Virus menyebabkan kebocoran. Beberapa model Construct berubah menjadi Corrupted dan mulai memburu para peneliti tak bersenjata.
Akhirnya, hanya narator dan Dr. Kalon yang selamat dan mencapai area zero-point reactor.
Pengorbanan Terakhir di Dekat Reaktor
Dr. Kalon yang sudah tidak stabil menunjukkan Bumi dan membicarakan rencana membuka perisai luar angkasa agar tekanan negatif mengisap Virus ke ruang hampa.
Narator memasukkan Kalon dan semua dokumen riset ke satu‑satunya life pod yang masih berfungsi dan meluncurkannya ke luar angkasa dengan harapan ada kapal kargo yang menyelamatkannya.
Narator sendiri tinggal untuk tugas terakhir: mematikan rangkaian zero-point reactor secara manual, karena sistem tak lagi punya program kontrol.
Ia berjalan menuju inti reaktor dengan tubuh hampir kehabisan oksigen, dikejar para Corrupted. Namun justru ini memberinya kesempatan untuk mengurung semua Corrupted di dalam saat reaktor dimatikan dan area ditutup selamanya.
Tanpa waktu menulis laporan resmi, ia menggunakan perangkat rekaman kuno miliknya untuk meninggalkan pesan terakhir:
Jika suatu hari ada yang menemukan rekaman ini, berarti umat manusia belum punah dan fire of science masih menyala.
Ia menutup pesannya dengan permintaan: ceritakanlah kepadanya kisah masa depan umat manusia.
Karenina berusaha mematikan suplai daya ke zero-point reactor secara manual.
Namun, gelombang gravitasi abnormal meluas lebih jauh dari yang ia perkirakan, sehingga ia sama sekali tidak bisa mendekati mesin.
Ia memutuskan untuk kembali ke lab propulsi untuk mencoba mematikan reaktor dari jarak jauh, tetapi jalan kembali sudah runtuh.
Saat mencari jalan lain, ia melihat cahaya dari langit-langit: sebelumnya gelombang gravitasi telah melempar satu Corrupted hingga menembus dinding dan langit-langit ruangan reaktor.
Karena pangkalan bulan lebih kuat menahan benturan dari luar daripada dari dalam, dinding bagian dalamnya retak akibat serangan Corrupted.
Menyadari celah tersebut sebagai kesempatan, Karenina mengangkat Blast Hammer dan berlari menuju retakan di dinding untuk menerobosnya.
Karenina kembali ke laboratorium propulsi dan mendapati para kru Teknik dan peneliti Kurono yang selamat, dengan Yarha yang sedang merawat para korban luka.
Ia langsung menarik Yarha ke pusat kendali, di mana Teddy sudah mencoba menganalisis data reaktor.
Terungkap bahwa kontrol pusat zero-point reactor telah terinfeksi Punishing Virus, sehingga:
Semua perintah dari panel kontrol ditolak.
Reaktor terus memompa energi dan menyebabkan gelombang gravitasi berbahaya.
Upaya:
Mematikan dari jarak jauh: gagal karena program sudah terinfeksi.
Mematikan secara manual: mustahil karena gelombang gravitasi terlalu kuat, tidak ada yang bisa mendekat.
Teddy menjelaskan:
Gelombang gravitasi menyusut bukan karena mereda, tetapi karena kepadatan energi meningkat.
Jika dibiarkan, reaktor akan:
Menghasilkan lebih banyak Punishing Virus.
Menginfeksi lebih banyak pusat kendali.
Membuat lebih banyak reaktor bermasalah sampai semuanya overload.
Pada puncaknya, sebagian kecil Bulan bisa runtuh dan hancur, pecahannya akan jatuh ke Bumi dengan kecepatan sangat tinggi, membinasakan manusia di surface. Semua orang di markas bulan juga akan lenyap seketika.
Satu-satunya peluang:
Sebelum reaktor meledak, akan ada jendela waktu yang sangat singkat ketika gelombang gravitasi cukup menyusut sehingga mereka bisa mendekat.
Di saat itu, mereka harus menghancurkan zero-point engine untuk menghentikan gelombang gravitasi sebisa mungkin.
Konflik batin Karenina:
Ia sadar menghancurkan mesin itu perlu untuk menyelamatkan semua orang.
Namun zero-point engine dulu adalah simbol harapan umat manusia dan puncak teknologi di Golden Age, sehingga ia ragu apakah ia pantas menghancurkannya.
Langkah terakhir di halaman ini:
Karenina meminta Yarha cara menghubungi Babylonia.
Meski sinyal terganggu (stasiun sinyal diduga juga sudah terkontaminasi virus), mereka memutuskan mengirim pesan satu arah.
Teddy sudah menyiapkan laporan situasi.
Cerita ditutup dengan Karenina yang mengirim permintaan komunikasi ke Babylonia, setelah mantap dengan keputusannya.
Krisis di Bulan & Perdebatan di Parlemen
Karenina mengirim laporan darurat: terjadi kebocoran Punishing Virus di basis bulan dan zero-point reactor menjadi tidak stabil.
Liszt menolak ide penghancuran reaktor karena menganggap zero-point engine adalah “harapan masa depan umat manusia” dan semua pengorbanan demi itu layak.
Norman khawatir karena “saudara perempuannya” masih di Bulan, tapi Liszt menegaskan ia hanya boleh mengakui Victoria sebagai saudara demi citra keluarga.
Masuknya Collins dan SKK
Rapat dihentikan sementara; saat dilanjutkan, Collins datang membawa dua orang: Simon (Dark Aries) dan SKK.
Collins sendiri sedang dalam investigasi, jadi ia tak ikut rapat, tapi “mereferensikan” SKK untuk memberi pendapat karena pengalaman tempurnya yang besar.
Kesepakatan Rahasia dengan Collins
Beberapa jam sebelumnya, Collins mendatangi SKK di ruang perawatan.
Ia menjelaskan: bila reaktor tidak dihancurkan, semua orang di Bulan akan mati dan puing akan menghantam Bumi; bila dihancurkan, Karenina berisiko dijadikan kambing hitam oleh Liszt.
Collins mengaku tak begitu peduli pada Karenina, tapi sangat mementingkan Luna, yang ia yakini kunci evolusi masa depan umat manusia.
Ia memanfaatkan “sifat rakus menyelamatkan semua orang” milik SKK: mengajaknya bekerja sama sementara demi menyelamatkan Bulan dan mengubah arah keputusan Parlemen.
Pertarungan Argumen: Liszt vs SKK
Dalam rapat darurat, Liszt mengulangi sikapnya: penghancuran reaktor adalah kerugian besar; pengorbanan jiwa di Bulan adalah “pengorbanan perlu” demi satu-satunya harapan, yaitu zero-point engine.
SKK, meski masih terluka, naik ke podium dan menyerang titik lemah Liszt:
Jika selama ini mereka mempercayai data dan kompetensi Karenina untuk mengaktifkan kembali reaktor, mengapa sekarang mereka tidak mempercayai penilaian Karenina di lapangan yang mengatakan reaktor harus dihancurkan?
Sementara Parlemen berdebat, orang di Bulan sedang mempertaruhkan nyawa berulang kali.
Makna Sebenarnya dari “Harapan”
Liszt menggunakan contoh Liv dan kerangka khusus baru sebagai simbol bahwa pengorbanan diperlukan untuk “harapan” (zero-point engine).
SKK membalik konsep itu:
Harapan bukan benda seperti reaktor atau kerangka tempur, tapi “orang-orang yang menciptakan harapan.”
Rumah bisa direbut kembali, kesalahan bisa diperbaiki, dan keajaiban bisa diciptakan oleh manusia yang tetap berpikir dan bergerak maju.
Zero-point engine bisa dibuat lagi; ia lebih memilih mempercayai orang-orang di basis Bulan yang sedang berjuang daripada sebuah mesin.
Menuju Keputusan Akhir
Ucapan SKK menggeser suasana; para anggota mulai ragu pada Liszt dan mempertimbangkan nilai manusia di atas mesin.
Hassen lalu menutup diskusi dan menyerahkan keputusan akhir pada seluruh warga Babylonia melalui sistem pemungutan suara Gestalt.
Gestalt mengumumkan: keputusan telah dibuat (namun hasilnya belum diungkap di sini).
Yarha cemas karena belum ada balasan dari Babylonia, tapi Teddy menegaskan mereka tak bisa menunggu jika ingin menghancurkan zero-point engine.
Karenina memutuskan: Teddy dan pasukan Engineering harus mengenakan pakaian pelindung, membawa orang-orang yang terluka menjauh dari gelombang gravitasi, mencari tempat aman, lalu menunggu komunikasi pulih dan meminta bantuan Babylonia.
Karenina memilih pergi sendirian untuk menghancurkan zero-point engine, merasa orang lain hanya akan menjadi beban.
Teddy mengakui keputusan itu, berkata tidak perlu mati bersama Karenina, lalu pergi bersama Yarha dan kru.
Setelah semua pergi, Karenina bersiap dan bertekad menuju satu tempat lain terlebih dulu sebelum menghancurkan zero-point engine.
Luna berada di ambang antara mimpi dan sadar, terputus dari Ascension-Network, mengira dirinya akan lenyap sebagai agent dan menjadi Corrupted biasa.
Dalam “mimpi gelap”-nya, ia bertemu bayangan Lucia yang berusaha membangunkannya, namun suara Lucia tak terdengar dan Luna perlahan terseret keluar dari mimpi itu.
Luna terbangun di lab konstruksi di Bulan dalam rasa sakit hebat. Omega Weapon di belakangnya sedang menyedot Punishing Virus dari tubuhnya, membuatnya lemah dan hampir mati.
Terjadi kekacauan di basis: zero-point reactor dan mesin terkait mengalami kegagalan akibat kontaminasi Punishing Virus. Karenina menerobos masuk ke lab tempat Luna berada.
Karenina menjelaskan bahwa ia sudah melapor ke Babylonia dan harus menghancurkan zero-point engine untuk mencegah gelombang gravitasi menyebabkan bencana ke Bumi. Namun, energi yang berlebih masih berpotensi meledak dan menimbulkan kerusakan besar.
Menurut perhitungan Karenina, jika Luna bisa memulihkan kekuatan sebagai agent, ia dapat menyerap Punishing Virus dengan kekuatan sebanding Omega Weapon, sehingga menghabiskan banyak zero-point energy dan mengurangi dampak ledakan gelombang gravitasi.
Karenina dengan pragmatis meminta bantuan Luna, meski Luna adalah musuh.
Luna menolak: ia tidak bisa lagi terhubung ke Ascension-Network, tak berniat membantu hanya demi tetap hidup, dan menganggap kematian mungkin lebih baik agar kedua “saudari”nya dapat melangkah tanpa terbebani dirinya.
Luna juga meragukan niat Babylonia untuk menyelamatkan mereka; menurutnya, Babylonia lebih mungkin mengorbankan orang-orang di Bulan maupun di Bumi demi menjaga zero-point reactor sebagai “harapan masa depan” umat manusia.
Luna memperingatkan bahwa jika Karenina tetap menghancurkan mesin itu, ia akan menjadi “musuh umat manusia”, karena mematahkan simbol harapan yang dipegang manusia. Karenina kini dihadapkan pada pilihan: menyelamatkan nyawa dan meminimalkan bencana, atau menjaga “harapan” yang diwakili teknologi tersebut.
Roland di Bulan
Roland tiba diam‑diam di permukaan Bulan dengan misi membawa “hadiah” ke Luna.
Ia diserang Corrupted sisa model construct lama, lalu menyadari ada pihak lain yang sudah lebih dulu tiba di Bulan dan mengacau.
Ia mengecek stem cell dalam kontainer dan menegaskan bahwa sebagai “aktor profesional”, ia harus menuntaskan pekerjaannya.
Keraguan Karenina & Kembalinya Para Teknisi
Setelah gagal meyakinkan Luna, Karenina bimbang karena keputusan menghancurkan zero‑point engine menyangkut harapan seluruh umat manusia.
Teddy dan para teknisi, termasuk staf Babylonia dan Kurono (Yarha dan timnya), kembali ke markas bulan meski seharusnya bisa evakuasi.
Alasan mereka:
Teknisi Babylonia: mengumpulkan dan merekam semua data zero‑point engine demi restorasi dan pengembangan di masa depan.
Kurono (Yarha dan peneliti): butuh “hasil” untuk dilaporkan, terutama setelah Vesalius jadi direktur riset, dan juga demi bertahan hidup.
Mereka mulai mengakses data yang dulu sangat dirahasiakan oleh Kurono. Karenina menyadari: membangun zero‑point engine baru mungkin saja jika semua data ini terselamatkan.
Teddy menegur Karenina yang merasa harus menanggung semuanya sendiri, mengingatkan bahwa:
Mereka bertarung bersama.
Karenina cukup fokus menghancurkan zero‑point engine; urusan harapan dan data biar mereka yang tanggung.
Di tengah guncangan dan ledakan, mereka berpisah ke tujuan masing‑masing:
Karenina ke reaktor untuk menghancurkan zero‑point engine.
Para teknisi menuju area reaktor untuk mengukur output energi dan menyelamatkan data.
Teddy “mengancam” dengan hangat: jangan mati, kalau usaha mereka sia‑sia karena Karenina mati, dia akan “mencari sampai ke neraka.”
Luna dan Omega Weapon
Roland akhirnya tiba di lab konstruksi yang pintunya telah bengkok, dan menemukan Luna di tengah ruangan.
Sebuah perangkat cincin raksasa, Omega Weapon, sedang menyedot dan melenyapkan Punishing Virus dari tubuh Luna. Akibatnya, “agent Luna” perlahan sekarat.
Roland sempat berpikir untuk menembak Omega Weapon, tapi ragu karena bisa saja malah mempercepat kematian Luna, dan menyadari kalaupun diselamatkan, hidup Luna hanya akan diperpanjang sebentar.
Ia menerima bahwa hanya Luna yang bisa “menulis ulang” akhir ceritanya sendiri; jika takdirnya adalah mati diam‑diam di Bulan, itu bagian dari nasib. Namun ia tetap berharap Luna bisa mengubah akhirnya dan “memulai perjalanan lagi”.
Roland memasukkan sebuah unit penyimpanan ke panel kontrol yang terhubung ke M.I.N.D. Luna, mengirim pesan dari orang yang memintanya mengantar “hadiah” itu.
Lalu ia membuka kontainer berisi “hadiah” dari Vonnegut: suatu materi yang mengalir ke kabel Omega Weapon dan masuk ke dinding mengikuti cahaya biru zero‑point energy, dengan izin Roland untuk “melahap segala sesuatu di Bulan”.
Sebelum pergi, Roland menatap Luna terakhir kali dan berbisik bahwa ia berharap ketika Luna membuka mata, ia bisa menjadi “dirinya yang sejati”.
Karenina bertarung di markas bulan yang hancur karena gelombang gravitasi zero-point engine. Ia memakai Blast Hammer dan sistem gravitasi di framenya untuk mendekati mesin itu lewat udara.
Saat mencoba menembak zero-point engine, gelombang gravitasi seperti “sengaja” menghalanginya, seolah mesin itu punya kesadaran dan mempertahankan diri.
Karenina lalu melihat ada materi pucat aneh menempel di dasar zero-point engine, terus tumbuh membungkusnya. Saat ia lengah dan terjatuh, materi itu sepenuhnya menyelimuti mesin.
Cangkang pucat itu retak seperti mata yang “menatap” Karenina, lalu tumbuh lengan dan kaki, berubah menjadi humanoid menyeramkan bernama Pale Mutant.
Makhluk ini memancarkan gelombang gravitasi liar, menghisap energi zero-point engine, mengeluarkan darah biru yang berubah merah (Red Tide/Punishing Virus), dan terus beregenerasi. Jika dibiarkan, seluruh bulan akan tertutup Punishing.
Karenina menyadari satu-satunya cara adalah menghancurkan zero-point engine, meski itu keputusan besar.
Pada saat genting, lampu navigasi Babylonia mulai berkedip, menyampaikan pesan sederhana dari World Government: mereka menyetujui keputusan Engineering Force—Karenina diizinkan untuk menghancurkan zero-point engine.
Mendapat restu dan dukungan seluruh umat manusia, Karenina meneguhkan tekadnya, menantang si monster Punishing dan berjanji akan menghancurkannya dan zero-point engine tanpa ragu.
Seorang gadis "terbangun" dan melihat tubuhnya berwarna putih, berbentuk mesin, tidak seperti manusia. Ia mulai bertanya-tanya tentang jati dirinya.
Ia merasa kecewa saat menyadari dirinya mungkin adalah robot, bukan manusia, meski ia sendiri tidak tahu kenapa status “manusia” begitu penting baginya.
Sekelilingnya hanyalah kegelapan, sampai muncul sebuah titik cahaya di kejauhan, seperti suar yang memanggilnya.
Ia teringat cerita tentang manusia yang melihat cahaya saat akan mati, lalu bingung karena ia mengira dirinya robot. Ia pun bertanya-tanya apakah ia sedang sekarat.
Ia merasa ada seseorang di masa lalu yang sering menceritakan banyak kisah padanya sampai ia tertidur, tapi ia tidak bisa mengingat siapa orang itu.
Saat menyentuh wajahnya, ia menyadari ada air mata yang mengalir—ia sedang menangis, meski tidak tahu alasannya.
Dengan ingatan yang kosong dan penuh kebingungan, ia memutuskan berjalan menuju titik cahaya itu, berharap bisa menemukan jawaban tentang siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi.
Alpha setiap tahun tetap menyiapkan hadiah ulang tahun untuk Luna, meski tahu Luna sudah tiada. Tahun ini ia juga menyiapkan hadiah—gantungan Frog—dan menitipkan harapan agar Luna menemukan jalannya sendiri.
Di markas bulan yang sedang runtuh, Luna hampir mati tersapu badai ruang hampa. Ia melihat gantungan Frog kecil milik Alpha hampir terhempas keluar angkasa.
Tangan Luna terikat borgol elektromagnetik. Meski kekuatan Punishing Virus-nya hampir habis, ia memaksa memutus borgol dengan kekuatan fisik, membiarkan lengannya terbakar dan terluka, demi meraih gantungan Frog itu.
Saat menggenggam Frog, Luna teringat tangan-tangan yang tetap bertahan walau hancur:
Alpha (saudari berambut putih) yang memeluknya erat di malam hujan.
Lucia (saudari berambut hitam) yang tetap mengangkat katana meski tangannya remuk.
Sang SKK yang mengulurkan tangan pada musuh terkuat demi melindungi manusia.
Ia menyadari: Ascendant, Construct, dan manusia sebenarnya tidak begitu berbeda—mereka semua berjuang demi harapan dan orang yang berharga.
Suara Teddy dari siaran internal memberitahu bahwa Pemerintahan Dunia menyetujui keputusan Engineering Force: Karenina boleh menghancurkan zero-point engine. Luna mendengar sorak manusia dan tersadar bahwa manusia masih bisa percaya dan tertawa.
Luna mulai berharap ia juga bisa punya “harapan baru”: menjadi jembatan netral antara manusia dan Ascendants, demi mewujudkan surga tempat ia dan kedua “saudari”-nya bisa hidup bersama.
Ia menyampaikan keinginannya ke Ascension-Network. Di tengah interferensi, jaringan itu menerima “permintaan” Luna:
Koneksi disetujui.
Luna diterima kembali sebagai “agent” dan pionir jalan baru.
Punishing Virus di seluruh pangkalan bulan terserap ke tubuh Luna, membentuk armor putih. Omega Device menambah output energi zero-point, namun tak mampu menghancurkan virus secepat Luna menyerapnya.
Luna bangkit kembali dalam wujud lamanya, kini diakui Ascension-Network sebagai pelopor kemungkinan baru. Alih-alih pergi, ia memilih bertahan di sana, menyerap Punishing Virus dan menantang energi tak terbatas Omega Weapon.
Di akhir, Luna menatap manusia dan berkata bahwa ia ingin melihat masa depan yang mereka ciptakan, menyerahkan segalanya demi menjelajahi kemungkinan harapan bersama.
Karenina sedang bertarung di markas bulan melawan pale mutant yang terbentuk dari zero-point engine dan potongan daging putih.
Monster ini bisa memanipulasi gravitasi, mengubah arah batu-batu yang beterbangan dan menggagalkan serangan udara Karenina.
Karenina memakai meriam dan Blast Hammer-nya, memanfaatkan sistem pengendali gravitasi di rangkanya untuk menembus gelombang gravitasi monster secara frontal.
Ia berhasil memotong kaki kanan mutant, namun gelombang gravitasi mutant menahannya sehingga mutant sempat mulai beregenerasi.
Karenina lalu menyadari regenerasi mutant kali ini jauh lebih lambat. Teddy menjelaskan: suplai zero-point energy berubah, sebagian dialihkan ke “Omega Weapon” tempat agent (Luna) berada, dan akibatnya para Corrupted lain juga tiba-tiba melemah.
Karenina menafsirkan hal ini sebagai tanda bahwa sang agent memilih untuk tetap hidup.
Mutant kemudian berlari ke tengah medan tempur untuk menyerap lebih banyak energi nol-titik jarak jauh.
Teddy memperingatkan bahwa gelombang gravitasi akan mencapai titik kritis dalam 12 menit 21 detik.
Karenina memutuskan harus menghabisi mutant itu sebelum selesai menyerap energi.
Pertarungan berlangsung di Bulan antara Karenina dan pale mutant yang memakai zero-point engine. Tubuh mutant sudah hancur dan tidak bisa beregenerasi lagi.
Meski tubuhnya juga rusak parah, Karenina memaksa bangkit dan mendekati mutant. Ia menahan usaha mutant untuk kabur dengan mengubah Blast Hammer ke mode meriam gravitasi dan “menarik” mutant kembali ke permukaan Bulan.
Kedua pihak memaksimalkan kekuatan gravitasi:
Mutant mengerahkan seluruh energinya ke zero-point engine untuk menghasilkan gelombang gravitasi yang dapat mencabik Karenina.
Karenina memaksa alat pengendali gravitasi di framenya sampai melewati batas, memampatkan gravitasi dan cahaya, lalu menghantam dengan serangan terakhir: “Just crush and burn!!”
Benturan ini menghancurkan tubuh monster; zero-point engine rusak berat dan tenggelam ke bawah permukaan Bulan, masih memancarkan gelombang gravitasi yang mendistorsi tanah di sekitarnya. Ledakan gelombang gravitasi tadi juga membuat Karenina terpental dan berguling jauh.
Tanah Bulan di sekitar mulai berubah: bebatuan mencuat seperti pedang dan tanah lunak mengalir seperti pasir. Karenina hampir tertelan runtuhan tapi berhasil melompat menjauh.
Teddy muncul lewat komunikasi dan menyuruh Karenina lari ke koordinat yang telah ia kirim, menjelaskan bahwa gelombang gravitasi di zero-point engine akan meledak dalam 3 menit.
Karenina protes karena koordinat itu juga ada dalam jangkauan bahaya, tetapi tiba-tiba komunikasi dengan Teddy terputus total.
Dalam keadaan bingung dan marah, namun tak punya pilihan lain, Karenina tetap berlari menuju koordinat yang Teddy berikan.
Rapat darurat & misi Bianca/Chiko
World Government menyetujui keputusan Karenina untuk menghancurkan zero-point engine, meski akan menimbulkan banyak masalah (basis Bulan, reaktor, Kurono, dll).
Komunikasi ke basis Bulan terputus, sehingga nasib Karenina dan tim tidak diketahui.
Bianca meminta izin ke Nikola untuk turun membantu Karenina, tapi ditolak karena ia harus patuh perintah.
Chiko menawarkan diri untuk mengurus misi pengejaran para pengkhianat sendirian, namun Nikola memutuskan keduanya ditugaskan:
Bianca ke City 006 (lebih berbahaya),
Chiko ke City 015 (lokasi baru, dianggap lebih ringan).
Nikola mengungkapkan ia telah mengirim satu skuad Mountain Vulture dengan pesawat ruang angkasa untuk mencari Engineering Force di Bulan.
Setelah Bianca dan Chiko pergi, Nikola mempertimbangkan untuk mengirim Gray Raven ke City 015 karena mereka terus meminta kembali ke medan tempur.
Celica lalu menghubungi Nikola: bukannya menemukan Engineering Force, Mountain Vulture justru bertemu musuh.
Keadaan di kapal ruang angkasa – Karenina & tim
Sebuah shuttle tua meninggalkan Bulan; Bulan sudah tampak kecil di belakang.
Teddy dan Karenina mendiskusikan “mutant” yang menyatu dengan zero-point engine di Bulan dan asal-usulnya.
Karenina memegang tape recorder yang ditemukan di inti reaktor, yang isinya sudah ia ketahui.
Mereka menyadari akar insiden di Bulan berasal dari “pengorbanan yang diperlukan” di masa lalu, yang dampaknya masih mengancam umat manusia sekarang dan di masa depan.
Mereka berharap kekuatan manusia saat ini cukup untuk mengubah masa depan itu.
Kondisi di life pod
Mereka semua—Engineering Force, ilmuwan Kurono, dan beberapa prajurit pingsan—berdesakan di pod penyelamat yang sempit.
Terjadi momen komedi: Karenina tanpa sadar menekan kepala Yarha, Teddy menginjak perut Yarha, dan mereka saling mengeluh soal ruang sempit.
Teddy berkata mereka beruntung masih hidup, dan mulai memikirkan cara memulihkan zero-point engine dengan data yang mereka bawa.
Mereka juga membahas nama untuk mesin baru; dari speaker internal, sang pilot menyarankan nama “DeLorean” dan mengenalkan diri sebagai Kapten Rolmo. Suaranya terasa familiar bagi Karenina.
Identitas Rolmo & pengkhianatan di tengah jalan
Kapten Rolmo mengaku kapal itu adalah kapal tua buatan Kurono, kini terdaftar di Babylonia.
Saat ditanya, ia menjawab waktu tempuh ke Babylonia dengan sangat tidak jelas (bisa sehari, 8 jam, atau 10 menit).
Tiba-tiba kapal terguncang. Rolmo mengaku mereka sedang diserang oleh space fighter Babylonia karena ia telah membajak kapal tersebut.
Karenina kaget dan menyadari Rolmo adalah sosok yang pernah ia temui (suara yang ia kenal dan benci).
Rolmo, yang jelas bukan sekutu penuh, dengan santai menyalahkan manusia dan mengatakan ia tidak suka mereka.
Ia kemudian “mengakhiri perjalanan” para penumpangnya dengan cara:
Membuka kunci pengaman pod,
Mencatapult (membuang) life pod berisi Karenina dan lainnya ke luar angkasa,
Lalu mempercepat kapal utamanya menuju Bumi.
Cerita berakhir dengan Karenina mengumpat keras saat pod mereka terlempar, sementara Rolmo kabur sendirian ke Bumi.
Adegan masa lalu – Dongeng Lucia & Luna
Lucia menceritakan kisah kelinci di Bulan kepada Luna sebelum tidur.
Kelinci-kelinci itu tinggal di Bulan, menanam banyak wortel, lalu menemukan “monster wortel” yang terbentuk dari roh semua wortel yang pernah mereka makan.
Untuk melawan monster itu, para kelinci membangun robot bernama Iron Bunny.
Cerita terhenti karena sudah waktunya Luna tidur, dengan janji Lucia akan melanjutkan cerita besok. Suasana hangat dan penuh kasih sayang kakak-adik.
Adegan masa kini – Laboratorium di Bulan hancur
Gelombang gravitasi yang mengamuk menghancurkan laboratorium kecil dan menimbun senjata raksasa Omega Weapon; agent yang dulu ditahan sudah tidak ada.
Di tengah zero-point engine yang rusak dan memancarkan cahaya biru menyilaukan, sosok putih (Luna) melayang tanpa terpengaruh.
Daging pucat (materi terinfeksi Punishing) mencoba merayap ke tubuh Luna, tapi menyentuh Luna lalu berubah menjadi abu merah dan lenyap.
Zero-point engine hampir meledak dan akan menghancurkan segala sesuatu di permukaan Bulan.
Keputusan Luna – Mengendalikan kehancuran
Luna melihat kekuatan destruktif sains itu dan memutuskan untuk mengendalikan kekuatannya.
Ia mengumpulkan seluruh Punishing Virus di pangkalan Bulan, membentuk bola pelindung keras yang menutupi zero-point engine dan dirinya sendiri.
Gelombang gravitasi yang kacau ikut berkumpul mengitari Luna.
Luna memegang frog pemberian Lucia dekat dadanya dan bertekad “Aku akan pulang… ke tempat Kakak berada.”
Bola virus dan gravitasi itu terangkat, lalu menghilang dalam cahaya menyilaukan.
Reaksi Alpha di Bumi
Seorang gadis berambut putih (Alpha) berjalan sendirian di alam liar.
Ia tiba-tiba berhenti, seolah merasakan sesuatu, lalu menatap langit menjelang fajar.
Sebuah meteor muncul di langit dan turun perlahan. Alpha menyebut nama “Luna…” dan segera berlari ke arah matahari terbit.