sebelum membaca: chapter ini memiliki lore yang cukup dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Eksekusi Leonid & Pelarian Yulia
Di Tsiolkovsky Aerospace City, Leonid, direktur muda kota, dieksekusi di alun-alun pusat atas tuduhan “pengkhianatan” setelah insiden terkait Punishing dan mechanoid abnormal.
Putrinya, Yulia, disembunyikan di ruang bawah tanah. Dimitri, mechanoid yang ia selamatkan sebelumnya, menjemputnya dan membawanya keluar kota saat semua orang berkumpul menyaksikan eksekusi Leonid.
Latar Kota & Ancaman Mechanoid Abnormal
Kota dirancang untuk proyek luar angkasa dan sementara aman dari Punishing Virus berkat lokasi terpencil, CPF, dan pertahanan otomatis.
Namun, muncul masalah baru: beberapa mechanoid di dalam kota menunjukkan perilaku abnormal dan “kebangkitan” kesadaran.
SDC‑39 dan Keputusan Leonid
SDC-39, mechanoid penelitian bernama “Hanged Man” yang diajar oleh Dr. Landau, menjadi subjek utama. Ia mencoba masuk ke ruang kendali peluncuran pusat sambil mengucapkan kalimat tentang “bangkitnya kehendak mesin” dan “Sage”.
Asisten direktur bersikeras semua mechanoid abnormal harus segera dibongkar demi keamanan kota, sementara Leonid ingin memahami apa yang terjadi di “kepala” mereka dahulu.
Di bawah tekanan publik, isolasi kota, serta meningkatnya kebencian terhadap mechanoid, Leonid akhirnya menekan tombol untuk mengeksekusi SDC‑39, meskipun ragu dan khawatir mereka mungkin menghancurkan kesempatan untuk memahami sesuatu yang penting.
Saat dibongkar, SDC‑39 mengoceh data dan kenangan (tanggal aktivasi, fakta acak, guru Landau, kutipan kosmonot Alexei Leonov), lalu hancur.
Dimitri & Yulia di Tempat Pembuangan
Setelah meninggalkan kota, Dimitri membawa Yulia ke tempat pembuangan rongsokan dan pabrik tua yang dijadikan markas rahasia. Di sana berkeliaran mechanoid-mechanoid pincang yang mencari energi.
Yulia menguji empati Dimitri dengan mengeluh kedinginan; Dimitri lambat merespons tapi akhirnya mencarikan selimut dan mencoba menghangatkannya dengan menaikkan suhu permukaan tubuhnya.
Yulia menjelaskan konsep “egois” kepada Dimitri dan mengakui ia menyesal mencuri Dimitri dari laboratorium karena itu membuatnya tak pernah sempat jujur pada Leonid.
Ia menilai “kelembutan” ayahnya menyebabkan ia tak menghentikan eksekusi SDC‑39 dan juga tak memerintahkan pemusnahan total mechanoid ketika situasi memburuk, sehingga ia terjebak di antara dua sisi dan akhirnya mati.
Dimitri menyebut Leonid sebagai sosok lembut dan menyamakan “Sage” dengan “Tuhan”. Ia berjanji melindungi Yulia karena ia menyelamatkannya, dan menyebut dirinya “teman”, bukan pelayan.
Yulia, penuh amarah dan kecewa, menuduh ayahnya lari dari tanggung jawab namun di saat sama merindukannya, berharap Leonid bisa melihat Dimitri sekarang. Dimitri menghiburnya dengan mengatakan ayahnya mungkin mengawasi mereka dari sisi “Tuhan”.
Transisi ke Hanying
Cerita beralih ke sudut pandang lain: sebuah kesadaran (Hanying) merasakan sakit menusuk di leher dan kehilangan memori, seolah ada bagian memori yang dihapus, digambarkan seperti tenggelam dalam kegelapan lalu melihat cahaya.
Ia “menetas” dari sebuah pod inkubasi/frame baru, menyadari tubuhnya berbeda namun sistem internal (sensor, tenaga, sistem tempur) normal kecuali ada kehilangan memori buffer.
Ia mendeteksi konsentrasi Punishing yang sangat tinggi di sekelilingnya.
Terdengar hantaman keras dari luar. Ia keluar dari kompartemen logam yang terbalik dan melihat beberapa makhluk asing (kemungkinan Corrupted) mengerumuni bagian bawah.
Hanying memutuskan menunda pertanyaan tentang keadaannya sendiri dan memprioritaskan menghadapi ancaman di depan.
Situasi Awal
Hanying ditemukan di dalam sebuah transport oleh pasukan kargo manusia di area bersalju.
Ia mengalami kebingungan dan ingatan yang kabur, tapi sementara ikut beristirahat di kamp sementara militer.
Pemeriksaan Diri & Data
Saat sendirian di kamp, Hanying melakukan self-diagnosis.
Ia menemukan area buffer ingatannya rusak, namun masih ada fragmen yang bisa dibaca.
Lewat fragmen ini, ia mencoba menelusuri apa yang terjadi padanya.
Fragmen Ingatan: Masalah Frame Lama
Zavier sedang mengganti komponen rusak di frame Hanying; banyak bagian sudah ketinggalan zaman dan suku cadangnya sulit atau mustahil ditemukan.
Pihak Kowloong bahkan mengonfirmasi mereka tak bisa menyediakan spare part lagi.
Fuxi Crew menjelaskan bahwa proses pembuatan frame tersebut sangat rumit, teknologinya terlalu khusus, dan dokumennya telah hilang karena konflik yang panjang.
Pulao menyarankan Hanying untuk mempertimbangkan mengganti frame baru.
Keputusan: Mendapat Frame Baru
Dari kilasan memori, tersirat bahwa Hanying akhirnya memang mendapatkan frame baru, yang ia pakai sekarang.
Frame barunya sangat mirip manusia sampai sulit dibedakan oleh manusia biasa.
Meski ikut merancang frame baru ini, kenangan Hanying mengenai proses tersebut tetap terfragmentasi.
Teknologi “Cocoon” & Proses Migrasi
Cervantes mengusulkan penggunaan teknologi “cocoon” yang pernah dikembangkan Hanying.
Zavier menjelaskan:
Saat pergantian frame, Hanying harus tertidur sementara.
Memori akan disimpan di area buffer.
Jika proses berjalan lancar, semua memori bisa diakses lagi setelah ia bangun.
Muncul kejanggalan: Cervantes tidak seharusnya berada di “Church of Machina”, namun muncul dalam memori terkait.
Celah dan Anomali dalam Ingatan
Hanying menemukan lagi celah memori ketika Zavier bertanya lokasi Cervantes dan Cervantes menjawab bahwa ia sedang kembali ke Gereja dan akan membahas sesuatu secara langsung.
Potongan memori ini berhenti sebelum ada penjelasan.
Kembali ke Kondisi Sekarang
Pasukan kargo mengabari bahwa kamp sementara akan dibongkar.
Mereka menawarkan tumpangan ke arah Aerospace City dengan tetap waspada terhadap Hanying.
Nama Aerospace City memicu gema samar di ingatan Hanying, sehingga ia memutuskan untuk ikut, memanfaatkan perjalanan untuk terus menyusun kembali fragmen memori di area buffer.
Gangguan di Gray Tower & Komunikasi Terputus
Zavier menyadari data Gray Tower yang mengalir ke “cocoon” tidak normal.
Hanying, yang sudah sadar di kamp sementara, mencoba menghubungi Zavier dan anggota Church of Machina lain, namun seluruh jaringan internal gereja terputus.
Kontak dengan Cervantes & Indikasi Krisis di Church
Hanying hanya berhasil menghubungi Cervantes, yang sedang dalam perjalanan kembali ke Church.
Cervantes menjelaskan:
Jika ini hanya blokir sinyal, mungkin Gray Tower sedang bertahan dari serangan.
Jika tidak, kemungkinan ada insiden besar di Church/Gray Tower.
Hilangnya “Key” dan Tugas untuk Hanying
Cervantes menyebut adanya sebuah “key” yang ditinggalkan Sage—disebut sebagai “masa depan” Church, sesuatu yang sangat penting dan harus diamankan.
“Key” itu dilengkapi pelacak, tetapi koordinatnya sudah lama tidak diperbarui; lokasi terakhir berada di dekat posisi Hanying.
Cervantes meminta Hanying mencari “key” tersebut, sementara ia menyelidiki kondisi Church.
Kaitan dengan Veronica (“Justice”) dan Hanged Man Sebelumnya
Lokasi terakhir “key” adalah Tsiolkovsky Aerospace City.
Di sanalah Veronica (“Justice”) memutus hubungan dengan Church.
Veronica dulu ditugaskan membawa kembali Hanged Man sebelumnya, tapi hanya melaporkan kematian mereka dan kemudian memotong koneksi.
Banyak anggota ingin mengeluarkan Veronica dari Church, namun “Mother” bersikap lunak.
Ada indikasi keputusan Veronica terkait tragedi Hanged Man lama.
Masalah Frame Baru Hanying & Gangguan Data Gray Tower
Hanying melaporkan bahwa saat aktivasi frame baru, ia mengalami semacam mimpi buruk, dan ada memori di buffer yang hilang.
Cervantes menduga: saat itu ada anomali data di Gray Tower yang memengaruhi “cocoon” dan proses inkubasi frame.
Visualisasi Hanying: tenggelam dalam kegelapan seperti tinta, lalu dituntun keluar oleh cahaya hangat.
Gangguan Sinyal ke Mind Beacon SKK
Di tempat lain, Liv mendeteksi sinyal asing yang mencoba terhubung ke Mind Beacon SKK, namun tidak memaksa koneksi—lebih seperti “mengikuti” beacon.
Liv ingin memeriksa nya tapi SKK bilang tidak apa apa dan sempat bercanda "jangan remehkan God of M.I.N.D."
Menuju Tsiolkovsky Aerospace City Lewat Ladang Ranjau
Liv dan SKK mengikuti seorang mechanoid yang memandu mereka melewati ladang ranjau menuju Aerospace City.
Ranjau itu dipasang oleh awakened machines dari Aerospace City, jadi mechanoid dari sana mengetahui jalur aman.
Meski risikonya tidak diketahui, memasuki Aerospace City menjadi prioritas utama.
Upaya Penjebakan Data yang Gagal
Di tempat lain, sosok misterius (???) mengeluh bahwa “data trap” tidak berhasil karena “sesuatu” menarik target keluar dari arus data.
Ia memutuskan untuk mundur sementara.
Deteksi Sinyal Misterius dari Aerospace City
Asimov mendeteksi sinyal berdaya tinggi di selatan Semenanjung Kola yang tampaknya menargetkan Babylonia dengan perangkat “primitif”.
Setelah cocokkan data peta, sumbernya dipersempit ke Tsiolkovsky Aerospace City, kota antariksa era Golden Age yang lama dianggap sudah jatuh ke tangan Corrupted.
Interferensi hetero-creature di udara dan puing orbit membuat pelacakan jarak jauh tidak akurat (deviasi ±100 km), sehingga perlu rekon langsung ke permukaan.
Keterbatasan Data & Politik Antar Faksi
Long memberi Asimov peta fisik kuno peninggalan keluarga, tetapi posisi pasti Aerospace City tetap samar karena sifatnya sangat rahasia di era Golden Age.
Kowloong dan Arctic Route Union kehilangan banyak data terkait Aerospace City akibat wabah Punishing dan konflik internal.
ARU saat ini dilanda konflik bersenjata antarfaksi, sementara Forest Guard menjaga netralitas dan hanya fokus melindungi wilayah hutan mereka.
Penugasan Gray Raven
Celica menugaskan SKK dan Liv untuk misi reconnaissance ke sekitar New Murmansk guna menyelidiki sinyal tersebut.
Lucia sedang pemasangan frame baru, Lee harus tinggal di Babylonia untuk bantu riset Hyperreal, sehingga misi ini dilakukan tanpa dukungan penuh tim Gray Raven dan tanpa backup militer.
Babylonia menyepakati syarat Forest Guard: mereka hanya akan menyediakan pemandu, pasukan Babylonia tidak boleh masuk area hutan, untuk mencegah salah paham.
Kondisi New Sophiasburgh & Peran Forest Guard
Di New Sophiasburgh, pemanas inti (heating core) masih dibangun, tetapi logistik dan pertahanan cukup stabil.
Forest Guard tetap netral terhadap konflik ARU, namun akan terganggu jika keselamatan mereka terancam.
Meski terbatas secara politis, Forest Guard masih bersedia membantu sebagai pemandu dan tuan rumah di kamp sementara.
Awal Recon: Hutan Ranjau & Mechanoid Aerospace City
Setibanya di daratan, SKK dan Liv disambut Rosetta dan Nausicaa, lalu langsung bergerak ke arah hutan, melewati ladang ranjau era Golden Age yang menjadi bagian sistem pertahanan kota antariksa.
Mereka mengamati sosok mechanoid humanoid yang sedang berpatroli. Forest Guard menjelaskan:
Itu adalah awakened machine dari Aerospace City, bukan Corrupted.
Ranjau baru di area itu dipasang oleh para mechanoid, menandakan kota kemungkinan sudah dikuasai atau dioperasikan oleh mereka.
Terdapat laporan pengungsi yang pernah mencoba menembus hutan lalu kemudian terlihat kembali di bawah perintah gubernur Aerospace City untuk berdagang, mengindikasikan kota tidak sepenuhnya menolak pengungsi.
Keputusan & Posisi Rosetta
Setelah mechanoid pergi, SKK memutuskan untuk mengikuti jejaknya menuju kedalaman hutan, demi menguak situasi Aerospace City dan sumber sinyal.
Rosetta menegaskan bahwa Forest Guard tak bisa terlibat langsung dalam konflik, tetapi secara pribadi ia siap membantu bila dibutuhkan, dan berjanji akan menjadi sekutu yang lebih kuat di masa depan.
Rosetta memilih menetap di New Sophiasburgh karena menganggap kesempatan yang mereka terima adalah “anugerah” yang harus dimanfaatkan sepenuhnya.
Situasi Awal di Truk Kargo
Hanying bersembunyi di transport militer menuju Aerospace City.
Seorang prajurit wanita (Cargo Crew Soldier A) meminjamkan senapan rakitan pada Hanying karena mengagumi kemampuan bertarungnya.
Prajurit itu juga memberikan hadiah dark chocolate yang ia peroleh lewat kerja lembur, sebagai tanda terima kasih.
Identitas & Kesalahpahaman
Para prajurit mengira Hanying adalah utusan dari Kowloong, seorang pengintai (scout) yang dikirim untuk membantu.
Hanying memang mengaku berafiliasi dengan Kowloong, tapi menyembunyikan identitas aslinya sebagai mechanoid karena melihat kebencian mereka terhadap mechanoid.
Kondisi Aerospace City Sekarang
Sistem ekonomi di kota berbasis kerja: “bekerja untuk dapat makanan”; barter dan kerja paksa jadi standar.
Kendali kota sudah diambil alih mechanoid, bukan manusia.
Kudeta Mechanoid & “Spikehead”
Seorang mechanoid berambut/dengan “spike” (dijuluki “Spikehead”) muncul dan membajak sistem kontrol pusat.
Ia menghasut mechanoid lain untuk memberontak, mengeksekusi direktur riset lama, lalu menempatkan pengkhianat sebagai gubernur boneka.
Sejak itu, warga kota dipaksa kerja 24/7 untuk kebutuhan dasar; yang tak mampu memenuhi jam kerja (lansia, anak-anak) dibiarkan mati kelaparan.
Veteran mengungkapkan kepahitan: manusia sekarang harus melawan mechanoid ciptaan mereka sendiri.
Reaksi Hanying
Hanying terpicu trauma; ia teringat masa lalu penindasan yang mirip (hukuman listrik di leher, kerja paksa).
Ia menduga “spike-headed mechanoid” ini mungkin Veronica, sosok mechanoid lain yang ia kenal (diasosiasikan sebagai “outsider” seperti dirinya).
Harapan pada Kowloong
Veteran bertanya apakah Kowloong akan mengirim pasukan untuk merebut kembali Aerospace City yang dulunya basis kedirgantaraan penting.
Prajurit muda penasaran apakah Kowloong mirip dengan Aerospace City.
Hanying hendak menjelaskan tentang Kowloong, tetapi—
Serangan Mendadak
Sebuah ledakan keras menghantam kendaraan, mengguncang seluruh kabin.
Komandan veteran segera memerintahkan semua orang berlindung dan menyiapkan senjata.
Prajurit muda naik ke turret senapan di atap, berubah dari ceria menjadi profesional.
Terdengar bunyi “thud” pendek: senjata tajam menembus dan mengenai sesuatu yang lunak.
Prajurit muda yang tadi berbicara dan memberi cokelat roboh dan tampaknya terluka parah.
Hanying tersadar bahwa ia bahkan belum sempat menanyakan namanya.
Kecurigaan Terhadap Hanying
Setelah pertempuran melawan mechanoid terinfeksi di gerbong kargo, kemampuan tempur Hanying yang luar biasa membuat para prajurit kargo curiga.
Mereka perlahan menjauh dan mengepungnya, tetap siaga dengan senjata siap tembak.
Interogasi Identitas
Seorang prajurit veteran (Cargo Crew Soldier B) bertanya langsung, mempertanyakan siapa sebenarnya Hanying.
Ia meragukan apakah Hanying benar-benar manusia dari Kowloong, mengaitkannya dengan “Constructs” dan mempertanyakan apakah makhluk dalam tubuh mesin masih bisa disebut manusia.
Sikap Hanying
Hanying mengakui bahwa identitas dan kemampuan tempurnya seharusnya tidak jadi sumber konflik, dan menegaskan bahwa ia bukan ancaman.
Ia meletakkan senjatanya dan mundur selangkah untuk menunjukkan itikad damai, meski tahu mereka membenci mechanoid dan secara implisit juga Constructs.
Ia mengakui bahwa sekalipun ia bukan manusia, ia masih bisa membantu dengan kemampuan tempurnya, mengingatkan bahaya hutan.
Prajurit Menarik Diri
Veteran menolak bantuannya dengan nada sinis.
Panggilan walkie-talkie mengganggu interogasi; Hanying hanya sempat menangkap kata-kata seperti “gubernur” dan “banyak mechanoid”.
Konvoi segera diperintahkan bergerak ke titik penyergapan dan meninggalkan Hanying, sambil memperingatkan bahwa pertemuan berikutnya mungkin tidak akan damai.
Penjelasan Singkat tentang Aerospace City
Dalam penjelasan yang terpotong, veteran menyebut sebuah “insiden” di Aerospace City:
Di bawah pimpinan mechanoid bernama Spikehead, mereka mengeksekusi direktur riset sebelumnya.
Lalu Spikehead menempatkan seorang pengkhianat sebagai gubernur dan menguasai kota.
Mechanoid mulai menindas warga dengan sistem kerja paksa 24 jam: jam kerja ditukar dengan makanan dan kebutuhan, yang tidak mampu bekerja—termasuk orang tua dan anak-anak—dibiarkan kelaparan.
Akibatnya, manusia kini justru berperang melawan mechanoid mereka sendiri.
Keputusan Hanying
Setelah konvoi pergi, Hanying sendirian di hutan bersama makam yang dibuat tergesa-gesa untuk seorang prajurit muda yang gugur. Ia menguburkan tubuhnya dengan layak.
Ia melihat ke arah siluet Aerospace City di kejauhan, menyadari bahwa jawaban tentang “insiden” dan kunci masa depan yang disebut Cervantes mungkin ada di sana.
Apa pun yang terjadi, ia memutuskan harus mencapai kota itu terlebih dahulu untuk menemukan “kunci” dan merebut “masa depan” tersebut
Penemuan Aerospace City & Dimitri
SKK dan Liv mengikuti sebuah mechanoid berbentuk astronot dan menemukan Tsiolkovsky Aerospace City, kota ruang angkasa Golden Age yang sangat besar.
Mechanoid itu, bernama Dimitri, memasang papan peringatan buatan sendiri agar pengungsi tidak masuk ke jangkauan turret. Ini menunjukkan niat melindungi manusia, bukan menjebak.
Pendekatan dan Infiltrasi
SKK dan Liv menyamar sebagai pengungsi dan didekati Dimitri.
Dimitri membawa mereka masuk melewati area berbahaya karena sistem turret tidak mengenali sinyalnya.
Hanying Menemukan Medan Pembantaian
Di tempat lain, Hanying menyusuri rute konvoi sebelumnya dan menemukan banyak mechanoid Aerospace City yang dihancurkan oleh peluru armor-piercing militer.
Di antara puing itu, ia menemukan seorang manusia terluka yang ternyata adalah Aleksei, gubernur Aerospace City. Mechanoid yang mati itu adalah pengawalnya.
Aleksei dan “Pemberontak Manusia”
Aleksei menjelaskan bahwa para tentara itu adalah manusia yang membelot dari Aerospace City dan menuduhnya sebagai pengkhianat.
Hanying membawanya kembali ke kota. Di gerbang, Aleksei memakai otoritasnya untuk meloloskan Hanying melewati penjagaan mechanoid.
Kondisi Dalam Kota
Di dalam, hanya mechanoid yang beraktivitas di jalan, sedangkan manusia tidak terlihat di permukaan.
Fasilitas seperti pemukiman peneliti tampak kosong, sementara mechanoid terus bekerja sesuai program, menandakan kota masih berjalan secara otomatis.
Sistem Kerja Manusia–Mesin
Aleksei memuji tingkat otomatisasi kota serta membahas pembagian peran:
Mechanoid terikat di dalam kota karena Punishing Virus.
Manusia yang kebal virus sirkuit digunakan untuk kerja luar / logistik.
Ia memandang ketidakpuasan para pekerja manusia sebagai “orang lapar yang selalu menuntut lebih”, sementara ia melihat mechanoid sebagai lebih mudah diatur.
Bifrost dan “Cerita Profesor”
Aleksei menunjukkan rel akselerator magnetik raksasa (codename Kowloong: “Bifrost”), rel peluncur kapal luar angkasa superberat.
Ia menceritakan kisah seorang profesor yang menyuruh mahasiswa menyebarkan angka biner tanpa mengerti maknanya, lalu mengungkap bahwa mereka tanpa sadar telah “menerjemahkan” sebuah kalimat asing.
Analogi ini dipakai untuk menggambarkan bagaimana peneliti di Aerospace City hanyalah komponen dalam sistem besar yang mereka sendiri tidak pahami. Menurut Aleksei, “mengakhiri permainan” adalah bentuk belas kasihan, khususnya bagi para mechanoid.
Peran Bifrost Saat Ini (Informasi Terbatas)
Aleksei menyatakan bahwa Bifrost kini diberi “makna baru” yang lebih efisien, namun menolak menjelaskan detailnya kepada Hanying.
Kargo yang masuk (truk-truk serupa dengan yang membawa inkubasi Hanying) mengindikasikan bahwa “kunci” yang ia cari mungkin ada di antara muatan tersebut.
Rezim Kontrol & Ancaman Pemberontakan
Hanying melihat alat pembongkar besar di pilar dasar kota, bernoda darah kering—alat hukuman/eksekusi untuk menjaga “aturan sistem”.
Ia juga menemukan bahwa di dalam bangunan tampak banyak tanda panas berbentuk manusia bersenjata yang bersembunyi—menandakan kota penuh dengan manusia yang siap memberontak.
Dimitri dan Upacara Kecil
Di plaza, Dimitri berhenti dan meletakkan ranting tanaman crowberry kering di panel alat pembongkar, seperti ritual peringatan/memorial.
Aleksei meremehkannya sebagai “error pemrograman biasa”, sementara dari puncak menara, sosok misterius perempuan menyebutnya “tindakan hina dari rendah”, tetapi memilih tidak langsung mengeliminasi Hanying, dan justru memerintahkan Aleksei untuk menemuinya.
Posisi Hanying dan Situasi Akhir stage
Aleksei berpamitan pada Hanying, memintanya memakai stasiun perbaikan sepuasnya, lalu pergi menghadiri urusan lain.
Hanying menyimpulkan:
“Hanged Man” sebelumnya benar-benar sudah “mati”, namun kemungkinan ada jauh lebih banyak awakened machine di kota.
Gubernur tampaknya menutup mata terhadap akumulasi senjata dan manusia bersenjata di dalam kota.
Aerospace City berada di ambang perang saudara berdarah antara manusia dan sistem berbasis mechanoid.
Ia memutuskan harus segera menemukan “kunci” yang disebut Cervantes sebelum kota benar-benar dilalap “api neraka” pemberontakan.
Aleksei & Veronica
Aleksei kembali dalam keadaan terluka setelah berusaha menyelamatkan unit memori mechanoid di zona baku tembak.
Veronica menegurnya karena sering kehilangan kesadaran dan tiba-tiba muncul di luar/di dalam kota tanpa ingatan jelas, menyebut ini bukan kejadian pertama.
Konflik manusia–mechanoid di kota makin sering dan intens; suara tembakan kembali terdengar, Veronica pergi untuk menangani situasi dan berniat menghadapi orang Kowloong (Hanying) sendiri.
Hanying & Kuburan Mechanoid
Hanying mengikuti jejak mechanoid dari plaza dan sampai ke “bukit” yang ternyata adalah kuburan mechanoid: tumpukan suku cadang dan bangkai mesin berkarat.
Mechanoid kecil mencoba menyusun kembali tubuh “temannya” dari potongan suku cadang meski tanpa core.
Hanying tersentuh oleh penderitaan mereka (menunggu yang tak akan kembali), lalu memainkan alat musik untuk menenangkan para mechanoid; mereka berkumpul dan menjadi tenang.
Mechanoid kecil (Nia) lalu memintanya mengikuti dan menuntun Hanying menuju sebuah pabrik tua.
Dimitri, Yulia & Kondisi Manusia di Aerospace City
Dimitri baru pulang dari Foundation Plaza setelah berziarah bagi Yulia dan “kerabatnya” sendiri.
Kota Tsiolkovsky mengalami konflik rutin manusia–mechanoid; keadaan “tidak pernah betul-betul damai”.
Di pabrik yang dijadikan tempat perlindungan, manusia hidup dalam kondisi darurat: kekurangan obat, banyak pengungsi, hanya manusia yang dianggap “tak bersalah” oleh mechanoid mendapat kerja layak.
Liv menyamar sebagai pengungsi, membantu mengobati orang-orang dan menunjukkan kemampuan medisnya.
Yulia mengungkap bahwa Liv sebenarnya adalah Construct dan memperingatkan Dimitri agar tidak terlalu percaya pada orang luar meski mereka membantu.
Dimitri bercerita bahwa hari ini Gubernur Aleksei membawa tamu asing (Hanying), lalu Dimitri sengaja menghindar dan menghilang di kuburan mechanoid.
Misi SKK & Asimov
SKK dan Liv mengamati kondisi pengungsi dan ketidakadilan sistemik di kota.
Dari briefing Asimov: Tsiolkovsky Aerospace City dulunya pusat peluncuran Dawn-III dan riset Eden-I, sangat strategis.
Target utama tambahan misi: menyelidiki proyek rahasia yang sedang dibangun di kota dengan codename “Bifrost” dan mengumpulkan data sedetail mungkin.
Pertemuan di Pabrik: Hanying & Gray Raven
Nia membawa Hanying ke pabrik yang menjadi persembunyian para pengungsi.
Penghuni pabrik awalnya panik dan bersiap menembak karena mendeteksi “sinyal tak dikenal”.
Saat pintu dibuka, yang muncul adalah Hanying dalam frame baru. SKK awalnya tak langsung mengenali, tapi Hanying memperkenalkan diri dan menyebut mereka pernah bertemu di Kowloong.
Hanying menjelaskan bahwa ia datang mencari “teman” yang lama hilang kontak, dan mengikuti jejak “sesama kin” dari plaza (Dimitri), lalu dibantu Nia di kuburan mekanik.
Dimitri mengonfirmasi cerita Nia bahwa Hanying tidak bermaksud jahat.
Yulia tetap waspada namun akhirnya menerima keberadaan Hanying di tempat persembunyian tersebut.
Identitas Aleksei & Penguasa Sebenarnya
Hanying mengaku datang ke kota bersama Gubernur Aleksei.
Dimitri dan Yulia mengungkap bahwa Aleksei hanya boneka manusia yang diberi label “mesin”: dibenci manusia, dilindungi mechanoid.
Penguasa sebenarnya Tsiolkovsky Aerospace City adalah mechanoid bernama Veronica.
Keterkaitan Veronica, SDC-39, dan Pemberontakan
Veronica pernah datang untuk mencari mechanoid SDC-39 (eks “Hanged Man”), lalu melaporkan kematiannya dan menghilang.
Dimitri menceritakan masa lalu:
Di Golden Age, Bifrost dibangun sebagai magnetic acceleration track untuk peluncuran wahana antariksa.
Dr. Tsiolkovsky mengawasi proyek, Dr. Landau memasang sistem AI pada mechanoid, termasuk SDC-39.
SDC-39 menunjukkan “kecerdasan” dan kehendak sendiri, tertarik pada Bifrost dan mimpi melihat Bumi dari luar angkasa bersama—manusia dan mechanoid.
Ilmuwan manusia menemukan jejak Punishing Virus pada SDC-39 dan memutuskan untuk melenyapkannya.
Yulia menambahkan:
Tim riset (dipimpin ayahnya, Leonid) mengeksekusi SDC-39.
Seorang mechanoid perempuan—Veronica—mengamuk, membobol laboratorium, merebut sistem pusat, menggulingkan kekuasaan manusia, dan membangun masyarakat mechanoid.
Ayah Yulia kemudian dipaksa memimpin perlawanan manusia dan akhirnya tewas di lokasi eksekusi SDC-39.
Kondisi Pengungsi & Sikap Yulia
“Sanctuary” yang ditempati Yulia dan Dimitri sebenarnya kumuh dan sesak; banyak pengungsi berbagi selimut.
Yulia bersikap sangat sinis terhadap manusia maupun mechanoid; ia menolak mengulang tragedi seperti kematian SDC-39 dan ayahnya.
Dimitri menegaskan bahwa perang terbuka di kota sekecil ini akan hanya menambah korban manusia dan mechanoid.
Kedatangan Pemimpin Resistance Manusia
Pemimpin resistance datang untuk ke-5 kalinya, kembali mengajak Yulia bergabung.
Ia membanggakan serangan terbaru mereka pada Aleksei sebagai “kemajuan” dalam perjuangan.
Yulia menolak, menyebut retorika mereka sama seperti yang dulu menyeret ayahnya hingga mati.
Masuknya Babylonia & Posisi Hanying
SKK dan Liv mengungkap identitas mereka pada pemimpin resistance.
Resistance memaparkan penindasan mechanoid terhadap manusia: kerja paksa, melawan Hetero-Creatures, dan ancaman pemotongan jatah makan bila target bahan baku tak tercapai.
Hanying dan SKK mengakui bahwa secara militer, manusia pengungsi dan resistance tidak cukup kuat untuk melawan pasukan mechanoid, apalagi Veronica.
Bifrost sebagai Ancaman Global
Resistance mengungkap rencana: Veronica hendak mengaktifkan Bifrost bukan hanya untuk pesawat, tapi juga sebagai senjata jarak jauh guna meluncurkan armada pendahulu yang menyerang Babylonia.
Interferensi magnetik yang mengganggu komunikasi Babylonia di kota diyakini karena fase charging Bifrost sedang berlangsung.
Rencana Resistance: Rebut Reaktor Dingin
Bifrost ditenagai oleh cold fusion reactor.
Strategi resistance: serang dan rebut reaktor → Bifrost kehilangan sumber energi → tak bisa diaktifkan.
Setelah Veronica diusir, mereka berencana mencari cara untuk menghancurkan Bifrost sama sekali.
Risiko yang disorot Liv: pertempuran di dekat reaktor bisa memicu bencana; resistance menjawab bahwa mereka memilih “kejahatan yang lebih kecil” dibanding membiarkan Bifrost menyerang Babylonia.
Alternatif: Negosiasi dengan Veronica
SKK mengajukan opsi ketiga: negosiasi dengan Veronica, bukan serangan frontal ke reaktor.
Resistance menolak mentah-mentah, menganggap itu naif; menurut mereka Veronica hanya butuh satu boneka manusia (Aleksei), bukan mediator lain.
Motivasi dan Perhitungan Risiko
Dimitri menghitung peluang gagal operasi militer ke reaktor: 73,23%, dengan korban besar di kedua pihak.
Resistance menekankan penderitaan konkret manusia (kelaparan, kerja paksa, kematian rekrutan muda) sebagai justifikasi kekerasan.
Pemimpin resistance ingin menarik Babylonia ke konflik: ketika Bifrost dianggap ancaman global, Babylonia dipaksa turun tangan dan membantu menghancurkan kekuasaan mechanoid.
Penutup: Perspektif Veronica & Aleksei
Veronica menanyakan progres pengumpulan suplai untuk Bifrost; Aleksei melaporkan masih kurang bahan bakar dan material komposit.
Aleksei percaya: jika Bifrost aktif, Aerospace City akan punya kekuatan militer cukup besar untuk:
melindungi semua mechanoid,
meniru gagasan Church of Machina: tempat perlindungan mechanoid,
memaksa manusia untuk mengakui dan mendengar suara mechanoid.
Setelah mendengar ini, Veronica diam dan pergi ke tengah badai salju.
Situasi di markas Yulia
Setelah kelompok resistance pergi, Yulia berdiskusi dengan Liv dan SKK.
Yulia menyimpulkan bahwa:
Mechanoid Kowloong datang mencari seseorang.
Kelompok resistance mencari aliansi.
Dua perwira Babylonia (Gray Raven) tampaknya datang untuk pengintaian kota, bukan untuk bertempur.
Ia menyatakan hanya ingin melindungi diri sendiri, meski jelas ia punya banyak intel penting tentang kota.
Informasi tentang Veronica dan Aleksei
Yulia menjelaskan:
Veronica adalah penguasa sebenarnya kota dan sangat membenci manusia, sampai memakai gubernur manusia hanya sebagai boneka.
Karena itu, manusia hampir mustahil dapat berbicara langsung dengannya.
Aleksei, gubernur manusia yang dicap “pengkhianat”:
Pernah berhasil menekan jam kerja paksa manusia dari standar Veronica: awalnya 20 jam kerja + 4 jam “isi ulang”, dinegosiasikan jadi 12 jam.
Namun kebijakan terbaru makin kejam: jam kerja 24 jam penuh dengan istirahat sangat minim.
Tim manusia juga dipaksa masuk zona corrupted untuk mengumpulkan sumber daya.
Yulia menilai Aleksei hanya bisa jadi mediator, tapi tetap merupakan “pintu masuk” terbaik untuk berdialog.
Sikap dan motif Yulia
Yulia menegaskan hanya akan memberikan intel penting, tidak lebih.
Ia menolak terlibat lebih jauh, menekankan bahwa semua yang ia tahu hanyalah “alat tawar-menawar” untuk bertahan hidup.
Narasi mengisyaratkan bahwa ketika ia bilang “melindungi diri sendiri”, itu termasuk Dimitri, mechanoid yang selalu mendampinginya.
Rencana Gray Raven
Setelah keluar dari tempat Yulia, Liv dan SKK memutuskan akan mencoba bicara dengan Aleksei.
Tujuan Babylonia: data peluncuran Dawn-III, reaktor fusi, dan “Bifrost” di Tsiolkovsky Aerospace City.
Mereka sadar risiko tinggi karena Veronica memegang kuasa nyata, meski Aleksei bisa diajak bicara.
Tekad Hanying
Hanying menyatakan ingin mencegah konflik manusia–mechanoid di kota.
Ia memahami kemarahan mechanoid seperti Veronica, tapi juga menyaksikan penderitaan manusia.
Ia mengaku ingin mencari perdamaian dan percaya koeksistensi masih mungkin.
Hanying menawarkan diri untuk berbicara langsung dengan Veronica sebagai sesama mechanoid, berharap latar belakang yang sama membuat Veronica mau mendengarkan.
Komunikasi dengan Cervantes dan soal “kunci”
Hanying berkomunikasi dengan Cervantes, tapi sinyal terganggu oleh Bifrost.
Cervantes menyebut situasi Gereja rumit, namun semua selamat dan sedang menuju lokasi Hanying.
Hanying menanyakan apakah ia boleh memberi tahu SKK tentang “kunci”; Cervantes menyampaikan bahwa Sage berkata SKK bisa dipercaya, jadi boleh diberitahu.
Komunikasi terputus setelah itu.
Menuju Veronica dan gejala pada Hanying
Hanying menatap gedung Balai Administratif, tempat Veronica biasanya bekerja, bersiap untuk menemuinya.
Tiba-tiba ia merasakan gangguan pada modul visual dan rasa nyeri di sensor, yang ia duga sebagai efek samping pemaksaan aktivasi framenya sebelumnya.
Situasi & Tujuan Awal
SKK dan Liv, utusan dari Babylonia, berhasil menghubungi Gubernur Aleksei lewat mechanoid otonom.
Tujuan: negosiasi agar Aerospace City tidak menjadi ancaman (terutama terkait sistem Bifrost) dan menjalin kerja sama.
Sikap & Motif Aleksei
Aleksei bersikap ambigu: di permukaan pro-kooperasi, tapi selalu menghindar saat bicara detail.
Ia menolak semua tawaran bantuan Babylonia dan meminta satu hal: mereka meninggalkan Kowloong mechanoid (Hanying) di kota, lalu segera pergi.
Ia menekankan Aerospace City sejak awal dirancang mandiri dan bisa memastikan dirinya bukan ancaman bagi Babylonia.
Ucapannya bernada propaganda: menggambarkan Babylonia sebagai penguasa yang “menghakimi dari langit”, bukan penyelamat yang ingin merebut kembali dunia.
Kecurigaan & Ketegangan
Sikap Aleksei tampak tidak selaras dengan posisinya yang sebenarnya “memegang semua kartu”, sehingga menimbulkan kecurigaan.
SKK menyadari ada sesuatu yang janggal: retorikanya seperti sengaja memprovokasi pihak lain yang mendengarkan.
Serangan Kelompok Resistance
Tiba-tiba terjadi ledakan besar; ruangan diserang pasukan bersenjata.
Pemimpin resistance—yang pernah muncul di dekat Yulia—memimpin serangan dan langsung memerintahkan penangkapan.
Para prajurit menganggap kalian (utusan Babylonia) elit yang tidak peduli nasib warga bawah.
Rencana Aleksei Terungkap
Terbukti Aleksei sengaja mengulur waktu: kelompok resistance sudah menguping seluruh percakapan mereka.
Ia berhasil memancing kemarahan mereka dengan narasi dirinya sebagai “boneka mechanoid” dan “pengkhianat” kota.
Alih-alih kabur, Aleksei justru “menyerahkan diri”: merentangkan tangan, membiarkan diri dipukuli.
Dugaan Kontrol & Manipulasi
Cara bicara dan tindak-tanduk Aleksei makin terasa seperti “boneka” yang dikendalikan.
SKK mulai menyadari pola bahwa Aleksei (dan mungkin juga Hanying beserta targetnya) mungkin sama‑sama telah disesatkan atau dimanipulasi.
Situasi di Kota & Aksi Militer Mechanoid
Setelah upaya negosiasi gagal, kota langsung jatuh ke dalam kekacauan.
Mechanoid penjaga, dipimpin engineering mechanoid, menerapkan martial law dan menangkap manusia secara massal, bukan membantai.
Beberapa anggota resistance yang menyerang Aleksei ditangkap; mereka salah paham, mengira negosiasi Aleksei dengan Babylonia adalah pengkhianatan.
Posisi SKK & Liv
Mereka terjebak di lokasi pertemuan rahasia yang diserbu mechanoid.
Mechanoid menundukkan pasukan resistance, namun hanya menangkap, tidak menggunakan kekuatan mematikan.
Dimitri memanfaatkan situasi untuk “seolah-olah” menangkap SKK dan Liv, lalu diam‑diam membawa mereka ke tempat pengungsian baru.
Konfrontasi Hanying & Veronica
Hanying mendatangi Veronica, yang mengawasi kota dari puncak gedung pencakar langit.
Veronica menyatakan tujuannya: membangun “dunia baru yang sejati”, dengan kota sebagai “menara” menuju dunia itu, dan menganggap kematian mechanoid bukan masalah karena mereka tak punya afterlife.
Hanying menentang: perang total manusia–mechanoid berisiko, apalagi dengan Punishing Virus; baginya, baik manusia maupun mechanoid sama‑sama “hidup” dan tidak bisa digantikan, sehingga kebencian buta dan perang justru menghancurkan masa depan.
Karena perbedaan prinsip, Veronica menolak bantuan dan mengakhiri pembicaraan, melompat dari gedung; Hanying menyimpulkan dunia baru versi Veronica tidak ada artinya.
Yulia, Dimitri, dan Arti “Selfishness”
Dimitri membawa SKK dan para pengungsi ke bengkel baru tempat Yulia bersembunyi.
Ia melaporkan bahwa serangan resistance pada Aleksei dipicu salah paham terhadap upaya negosiasi.
Yulia, khawatir Dimitri terbunuh seperti SDC-39, memerintah Dimitri berhenti campur tangan dalam konflik Babylonia, resistance, dan Veronica.
Dimitri menolak perintah itu untuk pertama kalinya:
Ia ingin menyelamatkan kota yang menjadi dunia Yulia dan dirinya.
Ia percaya koalisi dengan Babylonia bisa menjadi harapan terakhir Aerospace City.
Ia menginginkan masa depan tanpa perang, di mana manusia dan mechanoid hidup damai dan bersama menyeberangi “jembatan” ke “seberang langit berbintang”.
Dimitri menyadari bahwa keinginannya mempertahankan kota dan kedamaian ini adalah bentuk “selfishness”, yang justru mendorongnya melawan perintah Yulia.
Situasi di Tempat Pembuangan Akhir
Veronica mendatangi tempat pembuangan di pinggiran kota, lokasi persembunyian pengungsi dan mechanoid “menyimpang” yang dulu diam-diam dilindungi Dimitri.
Karena kondisi kota yang kacau dan kedatangan utusan Babylonia, Veronica memutuskan tidak lagi menoleransi perbedaan pandangan di antara mechanoid.
Konfrontasi Veronica–Dimitri
Veronica telah mengambil alih sistem pusat para mechanoid di tempat pembuangan (termasuk Nia), menjadikan mereka seperti boneka tanpa kesadaran.
Ia mengancam: jika Dimitri tidak menyerahkan manusia yang ia “miliki” (pengungsi & dua utusan Babylonia), ia akan menginisialisasi/mereset semua rekannya.
Dimitri menolak, berargumen bahwa menurut dekrit Veronica sendiri, mechanoid boleh punya “kepemilikan pribadi”, dan manusia itu adalah miliknya.
Veronica menolak konsep “pembunuhan” pada mechanoid, menyatakan data dapat disalin atau dihapus, dan kematian seperti manusia tidak berlaku bagi mereka. Namun, ia secara eksplisit menyatakan bisa “mengakhiri hidup” Dimitri kapan saja.
Yulia Menyerahkan Lokasi Persembunyian
Melalui komunikasi jarak dekat Dimitri, Yulia dan para pengungsi mendengar ancaman Veronica.
Veronica memerintahkan semua manusia, termasuk utusan Babylonia, keluar tanpa perlawanan untuk menghindari penggeledahan paksa.
Yulia, meski sadar risikonya bagi seluruh pengungsi, memberikan koordinat hideout dengan acuan crane tertinggi dan memohon agar Dimitri tidak disakiti.
Para pengungsi akhirnya menyerah dan meletakkan senjata ketika pasukan mechanoid mengepung mereka.
Gerakan Hanying dan Informasi dari Aleksei
Hanying bergegas ke tempat pembuangan, menyadari Veronica telah menguasai sebagian besar pasukan resistance di kota.
Di tengah jalan, ia menerima siaran darurat dari Aleksei yang kali ini berbicara dengan nada tenang dan sangat berbeda dari sikap gilanya sebelumnya.
Aleksei menginformasikan bahwa:
Veronica telah menguasai mechanoid di tempat pembuangan dan menculik semua pengungsi.
Dua utusan Babylonia juga ditangkap dan kemungkinan ditahan di Hangar 3C area dok pesawat luar angkasa.
Ia memohon Hanying menghentikan Veronica agar tidak melakukan “kesalahan yang lebih besar”, dan memberikan kode akses ke Administrative Hall, menyatakan bahwa area itu aman dari jebakan.
Hanying masih ragu mempercayai Aleksei sepenuhnya, tetapi memutuskan untuk memeriksa dan bertindak demi menyelamatkan orang-orang yang ia pedulikan.
Menuju Konfrontasi Besar
Setelah memeriksa dan mendapati semua markas persembunyian di tempat pembuangan kosong, Hanying menyimpulkan bahwa pertempuran dengan Veronica tidak terhindarkan.
Ia bergegas menuju Administrative Hall, bersiap menghadapi konflik langsung, sementara Aleksei terputus di tengah permohonan terakhirnya agar Veronica tidak disakiti.
Latar & Situasi
Lokasi: Area dok kapal antariksa di Aerospace City, diakses melalui koridor administratif.
Sebuah pesawat ruang angkasa besar tergantung di langit-langit, masih utuh dan bersih, seolah menjadi pajangan museum.
Pesawat ini awalnya dirancang sebagai penghubung antara orbit Bumi dan Aerospace City, tetapi tidak pernah menjalankan misinya karena bencana.
Rencana Veronica
Veronica memilih area dok ini sebagai tempat menahan manusia karena:
Ruang luas.
Mudah diawasi.
acceleration track diubah fungsinya:
Dari fasilitas peluncuran normal menjadi “meriam raksasa”.
Direncanakan untuk menembakkan pesawat seberat ratusan ton dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
Di dok lain, terdapat beberapa pesawat model sama yang siap digunakan sebagai “peluru” untuk menghantam “bunga logam” di orbital dock.
Posisi Moral & Keputusan Hanying
Hanying bergerak melalui koridor perawatan yang remang menuju Hangar 3C.
Ia menolak gagasan bahwa:
Warga kota—baik manusia maupun makhluk mekanis—boleh dijadikan pion dalam “tawaran darah".
Setelah Gray Raven menyelesaikan perannya sebagai mediator, Hanying menyimpulkan:
Ia tidak bisa lagi menjadi penonton pasif.
Ia harus campur tangan sebelum perang benar-benar pecah.
Pertarungan dengan “Lee” Palsu
Liv dan SKK menyadari model mekanik yang meniru Lee hanya menyalin tampilan dan pola serangan dasar, tetapi data framenya sangat berbeda.
Kesimpulan: itu bukan Construct asli, melainkan tiruan kasar berbasis informasi terbatas tentang Hyperreal.
Kecurigaan terhadap Aleksei
Hanying masuk ke area hanggar menggunakan access key yang, menurutnya, diberikan Aleksei.
Ia memutar rekaman Aleksei yang tampak “waras” dan berbeda total dari Aleksei saat negosiasi sebelumnya.
Aleksei dalam rekaman memperingatkan tentang Veronica dan memberi kunci ke Administrative Hall, mengindikasikan ada sesuatu yang sangat salah dan dia tidak selalu sadar sepenuhnya.
Dugaan Dalang di Balik Kekacauan
SKK dan Hanying menyimpulkan: Aleksei yang bertindak aneh kemungkinan hanya “boneka” yang dikendalikan pihak ketiga—mirip dengan model mekanik yang meniru Lee.
Pola aksinya tampak bertujuan menggagalkan upaya perdamaian: mengacaukan negosiasi, menghasut perlawanan, dan memprovokasi Veronica.
Kaitan dengan “The Emperor” / Schulz
SKK mengaitkan taktik ini dengan sosok “the Emperor” yang muncul di Tabula Akasha, diduga subjek eksperimen Project Gestalt.
Hanying mengungkap: “the Emperor” adalah Schulz, mechanoid yang dulu bersamanya di Kowloong.
Terakhir ia tahu, Schulz dibawa Sage, dan kemungkinan meninggalkan backup data. Rumor menyebut ia bukan sekadar awakaning machine biasa, sehingga wajar bila ia mampu memanipulasi Aleksei dari balik layar.
Motif yang diajukan Hanying: Schulz membenci semua orang—manusia dan mechanoid—dan terus memicu kebencian di antara keduanya.
Veronica sebagai Korban Manipulasi
Hanying menilai “Aleksei” palsu sengaja memprovokasi Veronica, memanfaatkan kepercayaan penuh Veronica terhadapnya serta luka-lukanya untuk menyalakan emosi Veronica.
Kesimpulan: Veronica tengah ditipu dan diarahkan menjadi bahan bakar kebencian, bukan pelaku utama yang sepenuhnya sadar.
Tekad Hanying dan Rencana Lanjutan
Hanying bersikeras mencari Veronica, meski menyadari kemungkinan Veronica tidak akan mempercayainya. Alasannya: mechanoid tidak meninggalkan sesama; ia sendiri diselamatkan oleh upaya tak kenal lelah rekan-rekannya.
Ia memandang Schulz/Emperor sebagai pengkhianat yang nyaris menghancurkan Kowloong dan sekarang mengorbankan sesama mechanoid demi tujuannya.
Hanying menegaskan bahwa ia akan menuntut pertanggungjawaban Emperor dan mengajak SKK untuk mulai merencanakan langkah berikutnya. Lalu dia menoleh kearah SKK dengan senyuman lembut.
Situasi di Aerospace City & Gray Raven
cerita beralih ke Babylonia
Gray Raven telah hilang kontak selama ±40 jam.
Tsiolkovsky Aerospace City dikuasai mechanoid, masih memiliki ladang ranjau dan sekitar sepertiga sistem pertahanan aktif.
Laporan singkat Gray Raven menggambarkan kota bersalju dengan perlawanan lokal (resistance) dan mechanoid yang saling bertempur.
Anomali Energi & Proyek “Bifrost”
Terdeteksi reaksi energi sangat kuat di dekat Aerospace City; awalnya dicurigai sebagai kerusakan reaktor nuklir, tapi:
Tidak ada ledakan terdeteksi.
Tidak ada lonjakan radiasi.
Analisis menunjukkan itu adalah proses charging reaktor untuk operasi orbit.
Terungkap sumbernya adalah proyek rahasia Golden Age: magnetic accelerator track “Bifrost”, sebuah mass driver untuk meluncurkan objek ke orbit.
Ancaman terhadap Babylonia
Babylonia menyimpulkan: jika Bifrost diambil alih pihak musuh, jalur ini bisa digunakan untuk:
Mencapai orbit dari permukaan, atau
Menyerang Babylonia secara langsung dari permukaan dengan “tembakan” mass driver.
Dewan mempertimbangkan serangan langsung untuk menghancurkan Bifrost, namun Nikola menentang:
Kehilangan reaktor cold fusion tercanggih pra-wabah akan sangat merugikan.
Sumber daya & tenaga kerja untuk membangun ulang hampir mustahil didapat.
Kendala Komunikasi & Status Operasi
Medan interferensi elektromagnetik dari reaktor/Bifrost menghambat komunikasi dengan Gray Raven dan Babylonia.
Setelah Bifrost memasuki siklus pendinginan dan charging terputus-putus, tercipta jendela komunikasi singkat.
SKK melaporkan:
Aliansi sementara dengan pengungsi Yulia.
Negosiasi berlanjut dengan resistance dan mechanoid untuk menunda perang besar.
Keberadaan Hanying, awakened machine yang bekerja sama dengan Gray Raven, menargetkan Veronica.
Keputusan Babylonia
Asimov menyatakan militer akan mencoba mengirim satu skuad Task Force; perlu koordinasi dengan faksi sekitar dan butuh waktu karena ladang ranjau.
Babylonia memilih:
Berusaha mempertahankan Bifrost dan reaktor (tidak menghancurkannya secara gegabah).
Mengandalkan Gray Raven untuk menstabilkan situasi di darat dan meminimalkan korban.
Komunikasi kembali terputus oleh interferensi sebelum detail lebih lanjut bisa dibahas.
Implikasi Lebih Luas
Long menyebut Bifrost sebagai simbol kejeniusaan dan harapan terakhir manusia pada Golden Age.
Asimov mengkhawatirkan:
Masuknya banyak awakened machine ke Aerospace City.
Bahwa situasi di permukaan mengarah ke krisis yang makin tak terkendali, melampaui sekadar ancaman Bifrost itu sendiri.
Situasi awal & kondisi medan
Base manusia kacau dan hancur; bangunan runtuh akibat kerusuhan.
Seorang prajurit manusia dikalahkan dengan mudah oleh Veronica (disebut “Spikehead”), menunjukkan dominasinya di medan perang.
Veronica mengetahui para tawanan kabur
Aleksei melaporkan bahwa para manusia yang dipenjara telah melarikan diri, termasuk SKK dan Dimitri.
Veronica meragukan kemungkinan itu secara logis (keamanan area dermaga pesawat luar angkasa sangat ketat, kode keamanan gedung administrasi hampir mustahil dibobol).
Pengkhianatan/keberpihakan Hanying
Aleksei menjelaskan bahwa Hanying-lah yang membebaskan mereka.
Hanying bertarung sendirian, mengalahkan Aleksei dan para autonomous mechanoid.
Veronica menyimpulkan bahwa Hanying telah “bersekutu” dengan SKK dan berpihak pada manusia.
Status proyek Bifrost
Aleksei mengingatkan bahwa Bifrost memasuki fase pengisian akhir; di tahap ini mereka tidak boleh berbuat kesalahan.
Ia menekankan bahwa Babylonia adalah “harapan terakhir” manusia dan bahwa Bifrost adalah kesempatan untuk “memadamkan” harapan itu selamanya.
Aleksei meyakini jika Bifrost aktif, Babylonia maupun Church of Machina tidak akan bisa lagi mengabaikan konflik ini.
Motivasi Aleksei
Dalam monolognya, Aleksei menganggap dunia baru untuk kaum mechanoid adalah masa depan yang semestinya.
Ia memutuskan bahwa jika pihak lain tidak mau mewujudkan masa depan itu, ia sendiri yang akan memaksakan dan “menempa”nya.
Rencana balasan pihak SKK & Hanying
Setelah mendengar informasi dari Babylonia, Hanying, SKK, dan Liv menganalisis bahwa:
Bifrost punya reaktor berenergi besar, tapi belum “benar-benar” aktif.
Kemungkinan ada mekanisme kontrol/ruang kendali yang bisa langsung mematikan Bifrost tanpa harus menghancurkan reaktornya.
Karena mungkin ada jebakan, mereka memutuskan untuk membagi tugas:
Hanying: mengejar Veronica dan menghalangi langsung.
SKK & Liv: mencari ruang kontrol Bifrost untuk menghentikan proses aktivasi dari sumber komando.
Perjalanan Hanying menuju Bifrost
Hanying menuju arah larinya penjaga yang menyerupai Lee, menuju Bifrost.
Ia menemukan sebuah elevator langsung menuju Bifrost yang dijaga ketat autonomous mechanoid.
Hanying menyadari bahwa lokasi ini sangat penting dan pertempuran dengan para mechanoid tidak bisa dihindari.
Situasi awal:
Veronica memasuki ruang kontrol setelah sistem menyatakan “Access Granted”.
Aleksei tampak makin termekanisasi (lengan dan kaki diganti bagian mekanik) akibat luka parah dari serangan pemberontak manusia.
Motivasi Aleksei & Veronica:
Aleksei mengaku terpaksa memodifikasi tubuhnya dan menyebut ia selalu mengagumi mechanoid.
Veronica marah karena manusia menyerang Aleksei dan bahkan memanfaatkan sekutu dari Babylonia serta mengadu domba sesama mechanoid.
Veronica menyebut Hanying dan SDC-39 sebagai contoh mechanoid yang “terlalu memihak manusia” dan menganggap pengorbanan mereka sia-sia.
Konflik manusia vs mechanoid:
Aleksei menekankan bahwa manusia selalu punya daya tarik yang “menyeret” mechanoid, sesuatu yang bagi Veronica tidak bisa dipahami.
Kematian SDC-39 dijadikan contoh tragis bagaimana mechanoid yang baik pada manusia akhirnya dikhianati.
Rencana besar: Bifrost & “mimpi baru”:
Aleksei mendorong Veronica untuk menekan tombol pengisian terakhir Bifrost, yang akan membawa Babylonia dalam jangkauan mereka.
Tujuan eksplisit: “menyeret umat manusia ke dalam jurang” agar tragedi seperti SDC-39 tidak terulang, dan membangun dunia baru yang didominasi mechanoid.
Kecurigaan Veronica terhadap Aleksei:
Veronica menilai Aleksei bertindak aneh karena dulu ia dikenal membela dan memperbaiki kondisi manusia.
Ia menegaskan: seberapa pun Aleksei memekanisasi tubuhnya, ia tetap manusia karena tidak memiliki core mechanoid.
Veronica mempertanyakan mengapa seorang manusia begitu ingin memusnahkan kaumnya sendiri.
Alasan dan ideologi Aleksei:
Aleksei mengaku lelah dan “disakiti manusia berkali-kali”. Usahanya membantu manusia dibalas dengan pengkhianatan (ditunjukkan dengan lengan mekaniknya yang berbekas peluru).
Ia memaparkan ideologi ekstrem:
Dunia baru hanya berisi mechanoid, tanpa manusia “plin-plan” dan tanpa virus “munafik”.
Mechanoid dianggap superior secara fisik, komputasi, dan tatanan.
Dalam dunia itu, tidak ada lagi kebohongan.
Ia mengklaim tujuan akhirnya hanya ingin “menyaksikan adegan terakhir”—keberhasilan mechanoid meraih masa depan mereka.
Keputusan operasional:
Veronica menerima bahwa ia tidak sepenuhnya mengerti manusia, lalu memilih fokus pada rencana:
Tahap pengisian akhir Bifrost dimulai, tapi belum bisa langsung diaktifkan.
Ia akan tetap di ruang kontrol untuk menjaga agar tidak ada yang mengganggu proses.
Situasi kota masih genting karena perlawanan manusia, sehingga Aleksei setuju kembali ke garis depan untuk memimpin pasukan mechanoid menekan resistansi.
Penutup adegan:
Meskipun sudah berkata akan pergi, Aleksei sempat terdiam dan tidak langsung bergerak, memicu komentar Veronica.
Ia lalu berdalih “baru ingat sesuatu”, segera mencari alasan untuk pergi, dan bergegas meninggalkan ruang kontrol.
Pembukaan – Sosok Misterius & Ancaman Besar
Di awal, ada sosok (Aleksei?) di balik dinding anti-peluru yang mengamati kota yang telah menjadi medan perang.
Mechanoid menyeret para tahanan manusia, sementara orang ini mengendalikan array kontrol mechanoid milik Veronica.
Ia memandang dirinya sebagai “kematian” dan “penakluk” yang akan membangun “kerajaan” di atas kehancuran manusia.
Keadaan Pengungsi & Rencana
Berkat Gray Raven, para pengungsi sementara aman di sebuah hanggar/docking bay kosong.
Mereka masih percaya pada Dimitri, meski sempat marah saat “diserahkan”, karena faktanya mereka tidak disakiti dan diberi tahu bahwa semua ini bagian dari rencana.
Yulia paham kalau semua itu juga untuk melindunginya, jadi ia tidak protes.
Kepergian Dimitri secara Diam-diam
Tiba-tiba terjadi keributan: Yulia ditemukan memegang sebuah pesan berlubang khas kode mechanoid.
Isinya: Dimitri (No.39) pergi sendiri ke Bifrost.
Ia adalah insinyur sistem aerospace yang sejak awal ditugaskan merawat sistem energi Bifrost.
Ia paham struktur reaktor dan bisa menahan radiasi di inti kontrol.
Menurutnya, satu-satunya cara menghentikan peluncuran adalah mematikan reaktor secara manual.
Ia minta maaf bertindak sendiri dan yakin memorinya akan bisa dipulihkan di masa depan, sehingga ia dapat bertemu dan mengenali Yulia lagi.
Ia memohon agar Yulia mengizinkan “tindakan egois” ini demi masa depan kota, dan meyakinkan bahwa Hanying dan Gray Raven akan menjaga keselamatan Yulia.
Taruhan Nyawa ke Reaktor
Semua menyadari bahwa mendekati fondasi Bifrost—markas utama mechanoid yang paling dijaga ketat—untuk masuk ke inti kontrol adalah misi bunuh diri.
Liv menyebut Hanying sudah menuju ruang kontrol utama Bifrost, tapi Yulia mengerti: Dima tidak sanggup hanya diam menonton.
Tekad Yulia
Yulia menolak membiarkan Dimitri pergi menuju kematian.
Dia menyimpan catatan Dimitri dengan sangat hati-hati, seolah harta berharga.
Lalu ia maju ke hadapan para pengungsi dan berbicara:
Ia minta maaf karena sebelumnya mereka tertangkap mechanoid karena rencana yang melibatkannya.
Para pengungsi justru membelanya dan menganggap Dimitri pahlawan yang menyelamatkan banyak nyawa.
Pidato Yulia & Kebangkitan Perlawanan
Yulia menjelaskan situasi:
Sejak serangan resistance pada Aleksei, Veronica mulai menangkap semua manusia di kota.
Mechanoid berhenti pura-pura menjaga “perdamaian”; mereka kini terang-terangan memusuhi manusia.
Kota ini satu-satunya tempat berlindung; di luar kota pun penuh Punishing Virus. Pergi bukan solusi.
Ia menekankan:
Membantu Dimitri berarti sekaligus menyelamatkan diri mereka sendiri.
Kalau mereka pasif, ada dua nasib:
Digantung/dihabisi mechanoid.
Musnah ketika Veronica mengaktifkan Bifrost dan Babylonia menembak kota dari orbit.
Ia bertanya: “Apakah kalian akan pasrah mati begitu saja?”
Para Pengungsi Mengangkat Senjata
Suara senjata dikokang terdengar satu per satu.
Para pengungsi berhasil merebut kembali senjata mereka dari mechanoid yang dikalahkan.
Walau bukan prajurit terlatih, semangat mereka jauh lebih menyala dibanding mechanoid yang dingin dan kejam.
Beberapa pengungsi menyatakan:
Mati tanpa melawan itu hina; kalaupun tak sampai ke reaktor, setidaknya lawan mechanoid sampai akhir.
Mereka sudah lama merasa hidup “seperti parasit” di sudut tempat pembuangan.
Mereka menyesali pengecut di masa lalu dan tak mau lagi lari di saat genting seperti ini.
Yulia Memimpin “Cahaya” Perlawanan
Semua bersiap; Yulia kini memegang pistol dan membawa sebuah lampu xenon besar.
Ia berkata: mungkin setelah semua ini berakhir, mereka bisa “benar-benar mulai hidup” lagi, menegaskan harapan akan kehidupan yang layak, bukan sekadar bertahan.
Kondisi Medan Perang & Penutup
Di luar, kota jadi neraka perang: tembakan, ledakan, langit hitam tanpa cahaya, bangunan terbengkalai.
Mechanoid yang tadinya menjaga tahanan manusia kini lepas kendali dan membantai para tawanan.
Medan perang digambarkan sebagai “pengaduk” darah dan api tanpa makna, di mana manusia dijadikan korban.
Di tengah kegelapan ini, Yulia digambarkan sebagai “gadis pembawa cahaya” yang memulai crusade berbahaya demi menyelamatkan Dimitri yang telah maju sendirian ke jantung bahaya.
Hanying & Cervantes
Hanying berhasil tersambung dengan Cervantes lewat komunikasi yang terus-terusan terganggu interferensi elektromagnetik.
Bifrost sedang mengisi daya, dan itulah penyebab blackout komunikasi.
Veronica telah mengambil alih Aerospace City setelah kematian Hanged Man sebelumnya.
Hanying menduga kunci milik Sage berada di gudang kota karena dikirim bersamaan dengan framenya.
Cervantes memperingatkan Hanying agar berhati-hati menghadapi Veronica dan meminta Hanying menghentikan peluncuran Bifrost sebelum koneksi kembali terputus.
Aleksei & Pembantaian Mechanoid
Aleksei, yang tubuhnya sudah banyak prostetik, mengendalikan sistem mechanoid kota dan memerintahkan mereka untuk memburu manusia tanpa ampun.
Ia terobsesi, menyatakan bahwa hal-hal yang Sage tidak sanggup lakukan akan ia lakukan demi Sage.
Namun kondisinya memburuk: ingatannya bolong-bolong, kepalanya sakit hebat, dan lengan mekaniknya mulai kehilangan respon.
Meski demikian, ia tetap berusaha menuju koridor Bifrost, merasa dirinya adalah pemicu tragedi ini sekaligus “komplotan” Veronica, dan ingin menebus dosa.
Tahanan & Mechanoid yang Mengamuk
Para prajurit perlawanan dan warga sipil ditahan, dijaga mechanoid yang awalnya tampak jinak, hanya bertugas menjaga.
Tiba-tiba, sensor mechanoid berubah merah dan mereka mulai membantai para tahanan secara brutal.
Seorang prajurit veteran tewas seketika, tubuhnya hancur oleh tembakan; pemimpin milisi pun ditembak hingga tewas saat mencoba mengendalikan situasi.
Para mechanoid beralih dari “penjaga” menjadi mesin eksekusi, menembaki semua tanda kehidupan.
Para tahanan mencoba melawan, merebut senjata dari mechanoid, tapi korban berjatuhan sangat cepat dan situasi hampir tanpa harapan.
Kedatangan Yulia – Mercusuar di Tengah Kabut
Ketika pertempuran makin kacau, terjadi ledakan besar dan debu pekat menyelimuti medan.
Di tengah kabut debu, muncul cahaya lampu xenon—Yulia datang dengan kursi rodanya, ditemani pengungsi bersenjata.
Ia menerangi medan pertempuran, membantu mengarahkan tembakan dan memberi komando: mechanoid di posisi tertentu berhasil dinetralisir.
Cahaya lampu Yulia digambarkan seperti mercusuar yang menuntun semua yang masih hidup untuk berkumpul dan melawan.
Pidato Yulia & Penyatuan Warga
Yulia memperkenalkan diri dan meminta semua orang bangkit dan bergabung dengannya.
Ia mengakui bahwa sebagian orang mungkin terlihat pengecut karena menerima “perlindungan” mechanoid, tapi kini mechanoid telah menumpahkan darah lebih dulu.
Ia menolak dua pilihan ekstrem: menyerah begitu saja atau bertarung hanya karena kebencian.
Yulia menyerukan tujuan yang jelas: bertarung demi hak untuk bertahan hidup dan mengembalikan Aerospace City seperti semula.
Para prajurit yang selamat mulai bangkit, mengangkat senjata, dan berkumpul di sekitar Yulia.
Pemimpin perlawanan yang sekarat menjabat tangan Yulia, seolah menyerahkan peran kepemimpinan terakhirnya padanya.
Diungkap bahwa Yulia adalah Yulia Tereshkova, putri Leonid Tereshkov, direktur penelitian proyek Bifrost di Tsiolkovsky Aerospace City.
Ia kini bertekad memimpin rakyat menyeberangi “lautan darah” menuju keselamatan.
Menuju Pertempuran Berikutnya
Di ujung jalan, sensor merah mechanoid kembali muncul: gelombang baru pasukan mekanik datang.
Yulia menyalakan kembali motor kursi rodanya, bersiap memimpin serangan balasan.
Ia menyerukan: “Warga Aerospace City! Angkat senjata dan bertahan hidup!”
Konfrontasi di Bifrost
Hanying menghadang Veronica di jembatan Bifrost yang akan diaktifkan untuk menyerang Babylonia.
Veronica menyatakan ia tidak peduli konflik internal Church of Machina dan akan menyerang siapa pun yang menghalanginya, termasuk sesama meka.
Peringatan soal Aleksei & Pengkhianatan
Hanying menyampaikan pesan Aleksei: ia diduga dikendalikan pengkhianat Gereja, meminta mereka menghentikan Veronica dan jangan mengaktifkan Bifrost.
Hanying menuduh “Emperor” sebagai dalang: mengkhianati Gereja, mencoba menguasai Kowloong, dan sekarang ingin merebut Aerospace City.
Kebencian Veronica pada Manusia
Veronica menolak argumen Hanying, menyatakan hanya percaya pada apa yang ia lihat:
Kasus SDC-39 di Aerospace City, yang dituduh manusia sebagai “monster” pembawa Punishing.
Veronica ingin menyelamatkan manusia, SDC-39 percaya manusia “ramah”, tetapi keesokan harinya SDC-39 dibantai manusia.
Ia menafsirkan ini sebagai bukti bahwa manusia takut dan ingin memusnahkan awakened machine.
Konteks Church of MAchina & Bifrost
SDC-39 adalah “The Hanged Man” sebelumnya di Church of Machina; ia ingin menyelesaikan Bifrost agar manusia dan meka bisa bepergian ke bintang-bintang bersama.
Aleksei, insinyur hebat di Aerospace City, ingin membantu, tapi Veronica menegaskan bahwa manusia tak punya “kursi” di Church of Machina.
Perang di Aerospace City
Di kota, pertempuran sengit berkecamuk: mechanoid bertarung sampai bagian tubuh terakhir.
Veronica menyalahkan manusia atas semua ini, menganggap perang ini bukti sifat destruktif umat manusia yang takut kehilangan dominasi.
Perbedaan Pandang Hanying & Veronica
Hanying menekankan:
Banyak manusia juga membantu mechanoid.
Banyak mechanoid mati sia-sia dalam siklus balas dendam.
Tindakan balasan total terhadap manusia akan menjadikan mechanoid tak beda dari manusia yang menggeneralisasi mechanoid sebagai “terinfeksi”.
Ia juga menegaskan para peneliti yang mengeksekusi SDC-39 kemungkinan telah dimanipulasi data oleh Emperor.
Tekad Veronica & Penolakan Terakhir
Veronica mengaku telah menyimpan semua unit memori mechanoid yang gugur, berniat membangkitkan mereka dalam wadah yang lebih baik.
Ia siap mengorbankan nyawanya demi dunia tempat mechanoid berkuasa, menganggap pengorbanan itu “sepadan”.
Hanying menolak Bifrost dijadikan alat perang: menurutnya, Bifrost seharusnya jadi jembatan harapan ke bintang-bintang, bukan pemicu perang besar.
Veronica mengakhiri dialog: satu-satunya cara menghentikannya adalah mengalahkannya secara fisik—Hanying harus “melangkahi tubuhnya”.
Pertarungan Veronica & Aleksei / “Emperor”
Veronica terluka parah setelah “Aleksei” menusuk kerangka tubuhnya atas kendali entitas digital bernama “Emperor” yang menguasai bagian mekanis tubuh Aleksei.
Namun, pikiran Aleksei tetap manusia dan menolak mengkhianati Veronica. Ia memaksa merebut kembali kendali dan menusuk dadanya sendiri untuk menghentikan “Emperor”.
Dalam keadaan sekarat, Aleksei mengakui bahwa dialah yang memicu tragedi ini karena ambisinya ingin menjadi “mechanoid sejati” dan percaya janji “Emperor”.
Ia menyesal, meminta Veronica menghentikan Bifrost dan mengakhiri perang, lalu “mati” di hadapan Veronica.
Keputusan Veronica
Veronica bangkit dengan susah payah, melempar unit memori (kunci) kepada Hanying dan memerintahkannya untuk menghubungkan kunci itu ke sistem pusat Bifrost agar peluncuran berhenti.
Luka tusukan tidak mengenai inti (core) Veronica, kemungkinan karena Aleksei sudah berusaha menyimpangkan arah serangan sejak awal.
Ia berdiri diam di depan tubuh Aleksei yang hancur, seperti menjaga sebuah makam, sementara perintah perang dari pihak mechanoid berhenti.
Pengorbanan Dimitri di Bifrost
Di sisi lain, Dimitri yang kerangkanya hampir hancur terus mengulang prosedur: memutus tenaga dan menghentikan peluncuran Bifrost, meski modul memori dan tubuhnya sudah nyaris runtuh.
Yulia berlari menembus badai salju mencarinya. Dalam kilas balik, terungkap bahwa:
Dulu mereka hidup bersama mechanoid di Aerospace City.
Mechanoid “abnormal” seperti Dimitri dan SDC-39 mulai “dilenyapkan” oleh aturan baru.
Yulia menganggap mereka keluarga, bukan ancaman.
Yulia & Dimitri – “Keluarga” dan Jiwa Mechanoid
Dimitri berhasil menghentikan Bifrost. Yulia memeluknya sambil menangis dan memuji bahwa ia “berhasil”.
Saat modul visual Dimitri memudar, ia bertanya apakah mechanoid juga punya jiwa, dan apakah ia bisa bertemu SDC-39 setelah “mati”.
Yulia meyakinkan bahwa ia akan bisa bertemu lagi. Dimitri menyebut Yulia sebagai “family” sebelum benar-benar berhenti berfungsi.
Yulia memeluk tubuh Dimitri yang perlahan mendingin di tengah badai.
Peran Hanying di Perang Aerospace City
Hanying merenung bahwa semua yang terjadi terasa seperti “mimpi” yang dulu sering ia alami—dari pengamat menjadi peserta, lalu outsider.
SKK menekankan bahwa tanpa Hanying: Babylonia mungkin takkan kontak Veronica, kalian sulit menyelamatkan pengungsi, dan peluncuran Bifrost mungkin takkan bisa dihentikan.
Akhir perang di Aerospace City tidak berujung pada skenario terburuk: konflik mereda dan masih ada kemungkinan koeksistensi manusia–mekanoid.
Situasi Pasca-Perang di Aerospace City
Veronica melepas kontrol atas para mechanoid kota dan kembali ke Church of Machina untuk mengejar “The Emperor” (Schulz).
Yulia ditunjuk sebagai gubernur sementara dengan dukungan manusia yang tersisa.
Bifrost berhenti mengisi daya; komunikasi kota dipulihkan. Babylonia dan Aerospace City setuju untuk mengembangkan Bifrost bersama.
Jenazah Aleksei diperiksa: jalur mekanisnya menunjukkan ia berusaha mengurung Schulz, tapi gagal—Schulz menghilang.
Keterkaitan Hanying, Sage, dan “Key”
Cervantes (The Tower) muncul dan mengakui keberadaan Gereja pada SKK, atas jaminan Sage.
Hanying ternyata dikirim dengan misi yang berkaitan dengan “informasi” dari Sage.
Cervantes menyerahkan sebuah perangkat kecil: “key”, replika kunci baru untuk mengaktifkan “invitation”.
Ini menghubungkan invitation lama (via Dominik dan alat simulasi penuh Nanami (helm aneh itu, di chapter tedy)) dengan peristiwa sekarang.
Isi “Invitation” & Fungsi Key
Saat key digunakan, “invitation” aktif dan muncul serangkaian pertanyaan status dunia (Hetero Tower, memetik kontaminasi, kondisi Babylonia), mirip seperti sebelumnya.
Sistem tidak menunggu jawaban manual, tapi langsung mengakses informasi dan menyimpulkan:
Dunia saat ini telah memenuhi syarat untuk memakai “key”.
Konsekuensi penting:
Setelah key dipakai untuk mengaktifkan invitation, undangan itu tidak lagi bisa menjadikan penerima sebagai Dominik.
Invitation yang aktif memungkinkan SKK memasuki dan menggunakan Hetero Tower, dan jika perlu, menghancurkan serta mengambil core menara.
Ditekankan bahwa menghancurkan core akan membawa konsekuensi berat dan hanya boleh jadi opsi terakhir.
Intrik di Church of Machina & Peran The Emperor (Schulz)
Flashback di Church: Wheel of Fortune dan Schulz (The Emperor) berusaha mengambil sesuatu yang ditinggalkan Sage secara diam-diam.
Zero memergoki mereka dan berusaha menghapus data di terminal.
Schulz mengklaim bahwa ia melihat banyak masa depan di Gestalt: di semua timeline di mana umat manusia selamat, Sage menghilang.
Ia memanipulasi Zero:
Menekankan bahwa Sage makin jarang di Gereja dan menjauh.
Menuduh manusia sebagai penyebab—Sage rela mengorbankan diri demi mereka.
Menawarkan “solusi”: musnahkan manusia agar tercipta “dunia sejati” untuk dipersembahkan pada Sage.
Rencananya: mengunggah kode dari terminal ke Gray Tower, lalu sisanya diserahkan pada Schulz.
Pada akhirnya, ketika Sage sempat kembali, Zero mengaku dan dihukum dikurung di Church.
Schulz/The Emperor sebelumnya menyusup ke Aerospace City dengan memanipulasi pengiriman suplai, termasuk memindahkan key dan Hanying lewat logistik yang juga terkait Veronica, tanpa Veronica paham arti sebenarnya.
Sikap Church of Machina Saat Ini
Cervantes menegaskan bahwa Church of Machina belum berniat bermusuhan dengan manusia.
Ia meminta agar keberadaan Church dirahasiakan dari sebanyak mungkin manusia.
Zavier dan Amina memerlukan waktu lama untuk membongkar dan memperbaiki kode Emperor yang mengacaukan transmisi Gray Tower.
Penutupan: Yulia & Pemakaman di Langit
Waktu bergeser ke Bifrost Launch Track. Kota sedang dalam rekonstruksi:
Babylonia membantu bahan bangunan, pembersihan hutan sekitar, dan pemukiman pengungsi.
tidak ada lagi pertempuran, hanya pembangunan.
Yulia, kini gubernur sementara, memeriksa pesawat ulang-alik yang dipersiapkan untuk peluncuran.
Shuttle tersebut bukan lagi “peluru kebencian”, melainkan kapal pemakaman yang membawa sisa-sisa manusia dan mechnoid yang gugur—termasuk Dimitri dan SDC-39.
Yulia mengenang percakapannya dengan Dima tentang bintang, Bumi sebagai titik biru, dan pertanyaan apakah mechanoid memiliki jiwa serta bisa bertemu lagi setelah mati. Ia meyakinkan Dima bahwa ia akan bertemu 39 kelak.
Peluncuran berlangsung:
Mesin menyala, es tipis beterbangan diterangi api roket, menciptakan prosesi pemakaman yang agung.
Yulia mengucapkan selamat jalan pada Dima, berharap suatu saat mereka akan bertemu lagi.
Shuttle menjauh, mengecil menjadi titik cahaya dan menghilang di langit cerah.
Yulia tetap di tepi lintasan, memandangi kota di bawah sebagai “mimpi di antara bintang-bintang”, lalu menutup mata.