Eksperimen No. 21 & frame baru di Kurono
No. 21 (BPH-22) sedang diuji dengan frame baru dan sebuah “restraint” hitam di leher yang menahan sekaligus mengatur kestabilan M.I.N.D.-nya.
Yarha, peneliti yang mengembangkan No. 21, bersitegang dengan Vesalius.
Vesalius menganggap Yarha terlalu “melindungi” No. 21 seperti anak kecil, masih mengandalkan Co-Bot (Buddy) dan modul berbagi kesadaran.
Menurut Vesalius, tujuan utama adalah membuat No. 21 mandiri dalam bertarung dan menstabilkan M.I.N.D.-nya, bukan bergantung pada Buddy.
Yarha diam-diam tetap memprioritaskan perasaan No. 21: ia tidak mengaktifkan AI simulasi dan tetap membiarkan jejak koneksi Buddy agar No. 21 merasa lebih tenang, meski secara ilmiah itu tidak ideal.
Masa lalu & sifat No. 21
Diceritakan kembali bagaimana pertama kali No. 21 bertarung: ia seperti binatang buas murni yang hanya tahu bertarung, bukan seperti Construct biasa yang beradaptasi dari manusia ke tubuh mekanis.
No. 21 justru harus “menggali” kemanusiaannya dari naluri kebinatangan.
Instabilitas M.I.N.D.-nya bukan cuma karena struktur frame lama, tapi juga karena kesadaran diri (self-consciousness) yang mulai tumbuh.
Dialog Yarha & No. 21 setelah penyesuaian restraint
Yarha membangunkan No. 21 setelah penyesuaian restraint dan menanyakan kondisinya.
No. 21 sadar ia tak “lulus” eksperimen dan langsung membela Buddy, mengatakan itu bukan salah Buddy.
Ia mengaku bingung dengan tubuh barunya:
“Bukan manusia, bukan hewan, sama seperti aku.”
Ia ingin “berbau seperti manusia” karena kalau tidak, orang takut dan ingin membuangnya.
Ia berkata tidak membenci restraint karena alat itu menghentikan pikirannya saat ia bingung sehingga orang lain tidak perlu takut.
Ia menerima apa pun yang perlu dilakukan pada restraint asalkan bisa lulus tes dan kembali ke Captain Vera dan Noctis.
Yarha berjanji akan berusaha dalam waktu sebulan tersisa.
Tiga bulan kemudian: markas darurat di Bumi (Vera, Noctis, No. 21)
Setting berpindah ke markas darurat di dekat area konservasi manusia.
Vera bernegosiasi dengan petugas liaison soal:
Kekurangan bahan bangunan
Kekurangan tenaga operator mesin
Kekurangan obat anti-inflamasi dan serum
Kasus orang hilang yang diduga terkait Hetero-Creatures
Mereka dijanjikan bantuan dari satu skuad Purifying Force yang akan lewat, tapi tenaga tambahan tetap sangat terbatas.
Kondisi pasukan & sikap Vera/Noctis
Noctis membawa laporan rekon dari Zona A dan bercanda dengan Vera.
Vera kelelahan dan kesal karena CC enggan mengirim lebih banyak bantuan.
Noctis nanya soal No. 21 yang belum kembali dari Zona B, mengira ia menang “balapan” selesai tugas.
Masalah No. 21 dengan rekan Construct lainnya
No. 21 masuk tenda saat Vera hendak menelponnya; ia baru selesai rekon di Zona B “bersama dua Construct lain.”
Vera menemukan ada bagian data Zona B yang hilang dan menegur No. 21 untuk melengkapinya.
No. 21 akhirnya mengaku lirih: rekan-rekan Construct tidak mau bekerja dengannya.
Ia tampak tertekan dan pergi tergesa-gesa, meninggalkan kesan bahwa ia dikucilkan, dan rasa tidak nyamannya dengan frame baru makin kentara.
Vera dan Noctis sama-sama menyadari perilaku No. 21 “agak aneh” sejak pindah ke frame baru; Vera khawatir karena performa tempurnya juga di bawah harapan.
Restraint No. 21 & kunci magnetik
Noctis menemukan sebuah alat di kotak senjata Vera; ternyata itu kunci magnetik untuk melepaskan restraint No. 21.
Noctis merasa kalung restraint itu mengganggu dan menyarankan agar dilepas, tapi Vera mengelak dan tidak menjawab langsung kenapa restraint masih dipertahankan.
Ini menegaskan dilema Vera: ia tahu restraint membebani No. 21, tapi juga mengandalkannya demi keamanan.
Misi baru & kedatangan Gray Raven
Vera mengirim Noctis ke lokasi jauh dengan misi baru karena aktivitas Hetero-Creatures di sana sangat tinggi.
Ia menyuruh Noctis membawa suplai yang cukup dan beberapa set bahan peledak.
Di sana Noctis akan bertemu dengan SKK dan dua anggota mereka.
Vera berencana memanfaatkan kedatangan Gray Raven untuk menggali info tentang asal-usul dan pola distribusi Hetero-Creatures, demi melindungi area konservasi yang nyaris tak terlindungi dengan kekuatan mereka saat ini.
Stage ditutup dengan Vera mengumpat tentang betapa merepotkannya situasi.
Misi No. 21 dan sikap orang lain
No. 21 sedang melakukan pengukuran dan pengisian data recon di hutan utara area konservasi, ditemani Co-Bot bernama Buddy.
Dua Construct lain bergosip bahwa No. 21 “gila” dan pernah mengamuk sampai hendak membunuh rekan satu tim, lalu diselamatkan SKK.
Karena rumor itu, mereka sangat waspada dan menjaga jarak, sesuatu yang sudah biasa dialami No. 21. Ia memilih diam dan menyelesaikan pekerjaannya sendiri.
Pertemuan dengan Canon
No. 21 tertarik pada “daun kering” yang ternyata kupu-kupu sekarat.
Tiba-tiba muncul suara seorang gadis misterius yang menyuruhnya tidak menyentuh kupu-kupu itu.
Gadis itu adalah Canon, seorang Construct yang bekerja untuk area konservasi: melakukan recon dan mengantar barang, dan sebagai imbalan diizinkan tinggal oleh Salans (penanggung jawab area konservasi).
No. 21 memperkenalkan diri dan menunjukkan Buddy, yang ia anggap teman, bukan sekadar senjata. Buddy bahkan menari untuk Canon.
Bahasa dan budaya Canon (“haruka”, “Sinka”)
Canon mengajarkan kata “haruka” (berarti suku/keluarga) dan “Sinka” (hutan).
No. 21 senang dengan kata “haruka” dan menyebut Buddy sebagai “haruka”-nya, lalu juga menyebut Kapten dan Noctis sebagai haruka.
Canon menyanyikan lagu dalam bahasa lamanya tentang Sinka, hutan yang mereka panggil “Ma’am Sinka”, yang memeluk semua makhluk dan membuat orang tak merasa kesepian.
Canon mengenang kampung halamannya dan hutan tak berujung, lalu berhenti sebelum menceritakan terlalu jauh.
Obrolan tentang hewan & kondisi No. 21
No. 21 penasaran tentang hewan-hewan yang hanya ia tahu dari terminal: monyet (Tankun), anak serigala (Sasibi).
Canon mengatakan No. 21 mirip Sasibi, dan bertanya soal bentuk telinga dan ekornya.
No. 21 menjelaskan bahwa bentuk frame itu dibuat agar ia tidak “gila”:
Ia bisa mengamuk ketika Kapten Vera/Noctis terluka, saat sakit kepala, atau tanpa alasan jelas.
Ia diberi frame baru; kalau mengamuk lagi, ia takut akan “dibuang ke tempat sampah”.
Canon menegaskan bahwa Kapten dan Noctis sangat penting baginya, dan wajar ia sedih saat mereka terluka, tapi ia juga tidak ingin menyakiti haruka lain.
Tabu perburuan & renungan Canon
Canon menceritakan cara berburu terlarang yang diceritakan Kanger:
Menangkap anak burung Lena untuk memancing induknya turun, walau induk tahu itu jebakan.
Anak yang sudah diambil dari orang tuanya tidak bisa bertahan hidup meski dilepas. Karena kejam, cara ini dilarang.
Ia menghubungkannya dengan gagasan bahwa semua jiwa berasal dari langit, dan haruka menenun jiwa-jiwa itu agar tidak sendirian di bumi—sebuah renungan tentang kesepian dan keterikatan.
Akhir pertemuan & jalan pintas
Canon memutus renungannya dan berkata ia harus kembali ke area konservasi.
No. 21 akan pergi ke arah tenda-tenda militer di barat, dan Canon menawarkan jalan pintas di sisi area konservasinya.
Mereka pergi bersama, dengan Buddy mengikuti lincah, dan Canon mulai bercerita lebih jauh tentang pertama kali ia melihat Sasibi saat masih berusia tujuh tahun.
Pelarian dari Hetero-Creature
SKK, Liv, dan Lee melarikan diri dari kepungan Hetero-Creature di City 027.
Mereka naik tangga darurat yang sudah berkarat, lalu Lee menghancurkan tangga itu agar musuh tak bisa menyusul.
Untuk sementara mereka aman, tapi kelelahan dan keterbatasan amunisi mulai jadi perhatian.
Kabar tentang Lucia & Asimov
Lee menanyakan kondisi Lucia, yang masih berada di bawah pengawasan ketat Control Court karena “kontak pribadi dengan Ascendant”.
SKK menunjukkan e-mail rahasia dari Asimov yang menyiratkan bahwa Lucia “baik-baik saja” dan Asimov diam-diam membantu dari dalam.
Liv dan Lee merasa lega, meski masih cemas soal pengawasan M.I.N.D. yang tak jelas batas waktunya.
Perilaku aneh Hetero-Creature
Mereka mendengar suara logam berderit dari arah tangga yang hancur.
Hetero-Creature di bawah menggunakan tubuh mereka sendiri untuk “mengaspal” jalur naik: satu per satu dengan sengaja menusukkan “perut” lunak ke rangka tajam tangga, mati, lalu mayat mereka dipijak Hetero-Creature lain sebagai anak tangga baru.
Ini menunjukkan perilaku kolektif ekstrem dan mengerikan, seolah membangun “menara” dari tubuh sendiri, memicu asosiasi SKK dengan Menara Babel.
SKK memutuskan: tempat itu tidak lagi aman, mereka harus segera keluar.
Analisis tiga titik misi
Liv memaparkan tiga koordinat misi yang sudah/akan mereka selidiki:
Lokasi 1:
16 km di luar area efektif CPF, masih di “area semi-tertutup”.
Punishing Virus di tanah sangat padat, tanaman cepat layu.
CPF terdekat sebenarnya masih berfungsi, jadi seharusnya virus tidak sepadat itu.
Hetero-Creature di sana lebih kuat, diduga mendapat “boost nutrisi”, tapi sumbernya tidak jelas.
Lokasi 2:
5 km barat daya bekas Conservation Area 46, di dalam area CPF, tapi CPF di sana sudah mati.
Saat mereka tiba, kepadatan Punishing tertinggi sudah bergeser 7 km barat daya.
Di titik baru itu ada tumpukan mayat Hetero-Creature seluas ±96 m², sebagian sudah terurai masuk ke tanah.
Diduga mayat Hetero-Creature yang membusuk meningkatkan kepadatan Punishing di tanah.
Syukurnya warga Conservation Area 46 sudah lebih dulu direlokasi, jadi tidak ada korban manusia.
Lokasi 3 (City 027, tempat mereka sekarang):
Kota yang sempat hendak dijadikan conservation area, tapi proyek dihentikan setelah gempa 6 bulan lalu merusak infrastruktur.
Pengungsi tinggal di conservation area kecil lain dalam jangkauan CPF.
CPF di sini masih bekerja meski overload, dan laporan awal dari bumi tidak menyebut adanya Hetero-Creature sebanyak yang mereka temui.
Mereka menghubungkan ketiga lokasi:
Ketiganya punya Hetero-Creature dalam jumlah besar dan tampak punya resistansi tinggi terhadap CPF.
Di dua lokasi pertama, tumpukan mayat Hetero-Creature yang terurai diduga menyebabkan lonjakan Punishing di tanah.
Muncul pertanyaan utama: “Siapa atau apa yang membantai begitu banyak Hetero-Creature tanpa menarik perhatian?”
Liv menduga mungkin Ascendant baru, tapi belum ada bukti.
Ada ketidakkonsistenan soal CPF (mati di satu tempat, aktif di tempat lain), jadi kesimpulan mereka masih belum solid.
Keputusan mundur dan pengintaian jarak jauh
Diskusi terhenti ketika Liv mendeteksi Hetero-Creature bergerak ke arah mereka.
SKK menolak ide Lee untuk menunggu “sesuatu” yang bisa membantai Hetero-Creature muncul, karena terlalu berbahaya tanpa Lucia.
Lee menembakkan sebuah drone pengawas berbentuk cakar ke puncak bangunan untuk memantau situasi dari jauh.
Liv menerima kabar bahwa transport craft tidak bisa mendekati titik penjemputan semula karena kondisi terlalu berisiko.
Mereka memutuskan bergerak senyap menuju conservation area di selatan, di mana sudah ada satu skuad Babylonia yang dipimpin Vera (Cerberus).
Liv mengirim peringatan ke Vera agar bersiap jika Hetero-Creature mengikuti mereka.
No. 21 dan Canon berada di area konservasi tempat warga sipil merayakan “Self-Salvation Day” untuk mengenang masa sulit dan orang-orang yang telah berkorban, sekaligus merayakan bahwa mereka masih hidup.
Seorang remaja bernama Lilin memarahi Canon karena dianggap malas dan menyebutnya “lintah” yang hanya datang saat pembagian suplai, serta menyindir kalau Canon berbeda, aneh, dan tidak benar-benar menjadi bagian dari komunitas. Windger (nenek tua) dan Hoth mencoba menenangkan keadaan, tapi jelas Lilin menyimpan kemarahan karena seseorang bernama Saran yang hilang.
Canon merasa bersalah atas sikap Lilin terhadap No. 21, namun menjelaskan bahwa orang bisa merasakan “vibes” yang berbeda dan cenderung menolak “oddball”/orang yang tidak menyatu dengan kelompok. Ia menyamakan manusia dengan hewan yang menilai dari “bau”; kalau terasa berbeda, mereka menolak.
Di dalam tenda besar, warga berkumpul. Ada makanan sederhana, lampu bohlam kuning yang redup, dan suasana meriah namun emosional. Canon mengambil jatah makanannya lebih awal untuk kemudian ditukar dengan barang kebutuhan tubuhnya lewat para pedagang.
Pemimpin komunitas, Salans, naik ke panggung dan memberi pidato:
Mengucap terima kasih atas kepercayaan semua orang.
Mengingatkan mereka akan masa-masa sulit dan orang-orang yang hilang.
Menyebut ada anggota yang terluka dan hilang, tapi mereka akan diusahakan untuk ditemukan.
Mengabarkan kabar baik: karena dekat dengan Clean Zone, kemungkinan besar kelompok mereka akan dipindahkan ke sana dan hidup lebih aman.
Mengingatkan soal aturan jam berkumpul dan satu porsi makanan per orang.
No. 21 memperhatikan orang-orang yang mengerumuni Salans dan bertanya kenapa mereka melakukan itu alih-alih berebut suplai. Canon menjelaskan: itu cara mereka menenangkan rasa sakit batin—mencari penghiburan dan rasa kebersamaan lewat pemimpin.
Canon lalu menjelaskan posisinya: ia membantu mereka, tapi tidak bisa benar-benar “menjadi bagian” dari mereka. Menurutnya, untuk diterima penuh, ia harus “diasimilasi” dan mengorbankan jati dirinya, sesuatu yang tidak ia inginkan. Ia memilih tetap jadi diri sendiri meski itu berarti tetap dianggap aneh dan terasing.
No. 21 menanyakan perumpamaan: kalau seekor bayi serigala terpisah dari kawanan sejak lahir, bisakah ia kembali? Canon menjawab kemungkinan kecil: tanpa arahan, ia takkan bertahan lama, dan kawanan pun biasanya tak menerima serigala asing. Ini menggarisbawahi rasa terasing No. 21 dan Canon dari kelompok manusia di sini.
Saat mereka hendak pergi, Salans memanggil Canon. Ia minta maaf atas perlakuan Lilin dan berjanji akan menegurnya. Ia paham gaya hidup Canon berbeda dan itu memicu luka lama Lilin. Canon menerimanya dengan datar, mengatakan Windger sudah menenangkan keadaan.
Percakapan mereka terpotong ketika seorang wanita mabuk memaksa Salans minum dan suasana kembali jadi pesta, sementara Canon dan No. 21 keluar dari tenda untuk melanjutkan perjalanan.
Vera datang tergesa-gesa ke area penampungan setelah serangan Hetero-Creature dan meminta No. 21 menghitung jumlah korban.
Hasil pendataan Salans: 6 orang tewas, 12 luka-luka, dan 9 hilang; jika digabung dengan yang sudah hilang sebelumnya, total 26 orang belum ditemukan.
Ada adegan emosional dengan seorang bocah bernama Chap yang menangisi ayahnya, Dack, yang terluka parah di bagian wajah dan belum sadar. Nenek Windger menenangkannya.
Vera merasa janggal karena sebelumnya banyak pasien yang bahkan sulit berjalan, namun sekarang mereka menghilang tanpa jejak.
Hetero-Creature muncul di gubuk darurat yang tadinya dipakai merawat pasien. Vane, perawat muda sekitar 20 tahun, adalah orang terakhir yang mengurus tempat itu dan kini termasuk yang hilang.
Salans menyebut ada pengiriman obat sore harinya yang diserahkan pada Vane, kemungkinan dosis obat diubah, tapi menurut Vera obat tidak mungkin membuat daging dan tulang busuk sembuh secepat itu.
Tidak ada yang melihat pasien kabur atau mendengar teriakan, semua orang sedang beristirahat saat itu sampai seorang anggota melihat monster.
Pintu masuk gubuk memang rusak, tapi penyebabnya tidak jelas, bisa saja karena kepanikan dan pertempuran.
Vera menyimpulkan situasinya tidak masuk akal: jika pasien dipindahkan makhluk itu, seharusnya ada saksi atau jejak.
Vera lalu meminta Salans mengumpulkan orang-orang yang sedang tidak bertugas penting di lapangan terbuka, sementara ia dan timnya akan menyisir area selama setengah jam untuk mencari petunjuk.
No. 21 menemukan jejak seretan Hetero-Creature dan menunjukkan foto gelang milik Vane yang tergeletak di genangan cairan ungu-merah—tanda kuat bahwa Vane pernah ada di sana dan kemungkinan terluka atau lebih buruk.
Vera dan Salans mengumpulkan Musar, Lilin, dan Canon untuk menanyai mereka soal kondisi wilayah barat laut dan selatan.
Lilin melaporkan kalau jalan utama barat laut akhir-akhir ini sepi dari pedagang, sementara Canon menambahkan bahwa hutan di titik pengintaian barat laut menjadi “terlalu sunyi” (burung tidak lagi berkicau, kelembapan udara berubah tidak wajar), yang mengisyaratkan ada sesuatu yang salah.
Musar menjelaskan bahwa selatan hanya padang ilalang tanpa jalur jelas dan tanpa pepohonan, jadi lebih jarang dilalui.
Berdasar petunjuk itu, Vera memutuskan menyelidiki ke arah barat laut dan meminta seseorang yang mengenal penduduk sekitar untuk ikut. Lilin memohon untuk ikut karena ingin menemukan teman-temannya, terutama Saran.
Salans memilih Lilin karena dia kenal baik semua orang yang hilang dan cukup cakap menjalankan misi. Vera mengizinkan, tetapi menegaskan bahwa misi utama adalah pencegahan kejadian buruk lebih lanjut, bukan operasi penyelamatan—meski jika bisa menyelamatkan satu orang pun, mereka akan melakukannya.
Vera juga mengirim dua construct lain ke selatan untuk berjaga-jaga jika ada orang yang melarikan diri ke luar basis dan memerintahkan mereka mengawasi Canon, mengkhawatirkan kemungkinan Canon adalah construct buronan dari Purifying Force.
Tiga construct lain diperintahkan tetap di Area Konservasi untuk menjaga dan siaga.
No. 21 tiba-tiba menyadari ia tidak bisa lagi “melihat” atau tersinkronisasi dengan Co-Bot-nya, Buddy. Ia hanya merasakan sinyal yang sangat lemah dan saat memaksa memusatkan komputasi ke port M.I.N.D., ia merasakan nyeri hebat.
Vera menghentikannya agar tidak merusak M.I.N.D., lalu meminta No. 21 cukup mencoba merasakan arah umum posisi Buddy. No. 21 gagal menemukan arah pasti, namun akhirnya menurut dan ikut berangkat ke barat laut sambil tetap waspada jika ada perubahan sinyal Buddy.
Eksperimen Hetero-Creature & rencana Vonnegut
Di sebuah ruangan gelap, sekelompok Hetero-Creature (berbentuk tanaman dan amfibi) dikurung dalam “kandang” batu dan besi.
Mereka menunjukkan perilaku kerja sama: saling memanjat, bahkan menusuk dan mengorbankan sesamanya untuk dijadikan “tangga” demi mencapai robot pembersih rumah yang sudah kehabisan daya.
Hanya sebagian kecil sampel yang menunjukkan perilaku kooperatif ini, tetapi bagi Vonnegut, itu sudah cukup membuktikan bahwa evolusi sosial mereka mungkin terjadi.
Lithos melapor bahwa Gray Raven sudah pergi dan “mata” yang ditinggalkan telah diambil. Aktivitas sosial Hetero-Creature juga muncul di City 027.
Vonnegut memutuskan:
Memprioritaskan proyek terkait Cthylla.
Mengizinkan Mr. Monster terlibat.
Mengubah Hetero-Creature menjadi lebih “seperti makhluk Bumi” agar lebih mudah dipahami dan dikendalikan manusia maupun Ascendant.
Cinderelik mengkhawatirkan Project Cthylla karena bisa menghancurkan “pribadi asli” para penyintas dan meningkatkan risiko Haywire.
Vonnegut menjawab bahwa jika mereka tidak bertindak, konsentrasi Punishing Virus akan menciptakan Hetero-Creature kacau yang sulit dikontrol. Proyek Cthylla adalah “rencana cadangan” untuk mencegah hal itu.
Ia memerintah Cinderelik: singkirkan Hetero-Creature percobaan tadi dan mulai mempersiapkan semua yang berkaitan dengan Cthylla.
Perjalanan Gray Raven bersama Noctis
Di luar, Noctis bertarung brutal dengan sekelompok Hetero-Creature, memancing mereka ke satu titik lalu meledakkan mereka dari jarak sangat dekat.
Liv dan Lee menegur Noctis karena ledakannya terlalu dekat dengan SKK; meski SKK memakai powered suit, pecahan ledakan tetap berbahaya.
Noctis bercanda, mengaku tidak suka menghitung, lalu berjanji akan “menghitung dengan benar” lain kali, sambil tetap meledakkan perangkap yang sudah dia pasang sebelumnya.
Dengan bantuan Noctis, kelompok Gray Raven berhasil menyingkirkan banyak pengejar tak lama setelah meninggalkan City 027, dan bergerak menuju Conservation Area tempat Cerberus berpangkalan.
Musuh yang makin kuat & teori “bunuh diri massal”
Noctis merasa Hetero-Creature kali ini lebih sulit dibunuh. Lee dan Liv mengonfirmasi mereka memang lebih kuat.
Misi Cerberus tampaknya juga berkaitan dengan Hetero-Creature, tapi Noctis bilang tugas utama mereka di sana lebih ke urusan manusia (Vera “pusing” bernegosiasi).
SKK mengaitkan kejadian di tangga sebelumnya: beberapa Hetero-Creature “bunuh diri” jadi pijakan agar yang lain bisa naik.
Dari sini muncul dugaan bahwa tumpukan mayat Hetero-Creature di titik koordinat lain mungkin juga hasil bunuh diri massal terencana, bukan sekadar dimusnahkan.
Narasi menjelaskan:
Manusia punya insting bertahan hidup kuat dan pribadi, sehingga pengorbanan diri adalah sesuatu yang heroik dan melawan naluri.
Hetero-Creature tidak terikat nilai individual dan rasa takut mati; tujuan kelompok lebih penting, sehingga bunuh diri strategis adalah tindakan paling logis.
Akibatnya, kawanan Hetero-Creature yang tadinya kacau berubah menjadi pasukan terorganisir dengan daya eksekusi tinggi.
SKK menyadari, jika teori ini benar dan diduga ada campur tangan Ascendant, maka pola pertempuran ke depan akan berubah drastis.
Menuju Conservation Area
Lee menyebut rekaman robot kamera: Hetero-Creature di area itu bergerak pelan ke arah yang sama setelah Gray Raven pergi, lalu kamera rusak secara “terlalu rapi”, seakan ada pihak cerdas yang menanganinya.
SKK memerintahkan agar data tetap diunggah untuk dianalisa frame per frame.
Noctis kemudian memanggil Gray Raven, menunjukkan “jalan pintas rahasia” berupa padang rumput tinggi yang tampak tak berjalur.
Mereka mengikuti Noctis menembus “lautan hijau” itu, sementara dari ujung lain padang rumput sekelompok manusia dan Construct lain juga bergerak dengan senjata di tangan.
Stage ini berakhir saat kedua kelompok bersiap untuk segera berpapasan di tengah hamparan hijau itu.
Vera, No. 21, dan Lilin sedang melakukan pencarian di sebuah area luar ruangan. Vera membagi tugas: No. 21 ke kanan, Vera ke kiri, dan Lilin diminta tetap dekat, namun Lilin protes karena dipanggil “shorty”.
No. 21 berjalan dengan ekspresi datar, fokus pada jejak di tanah. Ekor mekanisnya tanpa sengaja merusak bunga, menunjukkan sikapnya yang polos dan kurang sadar sekitar.
Cerita lalu bergeser ke percakapan Vera dan Asimov tentang frame baru No. 21.
Kurono ditugaskan mengembangkan frame tersebut.
Asimov menjelaskan lebih aman jika satu pihak saja yang merancang, supaya tidak ada kecurigaan antara pihak-pihak yang terlibat dan demi keutuhan data riset.
Vera menahan amarahnya, tapi meminta semua laporan progress dan kompatibilitas sebagai pengawas No. 21. Asimov setuju selama info rahasia tetap aman.
Asimov kemudian menyinggung “keinginan” No. 21 untuk frame barunya. Di formulir, No. 21 menulis: “Memiliki bau manusia.”
Sejak misi di sebuah kota kecil, No. 21 sering menyebut “bau manusia” sebagai sesuatu yang ia sukai.
Bagi Vera, itu terdengar aneh karena “bau manusia” hilang saat seseorang menjadi Construct. Namun, mengingat No. 21 kehilangan pengalaman sebagai manusia, keinginan aneh itu justru terasa menyayat.
Dijelaskan bahwa:
Tujuan awal frame baru adalah memberi lebih banyak “opsi” dan kestabilan pada No. 21.
Namun uji coba menunjukkan frame manusiawi itu justru kurang cocok: kompatibilitas No. 21 lebih rendah dibanding frame lamanya.
Banyak Construct mengalami ketakutan jika “diri ideal” mereka tidak cocok dengan realitas. Pertanyaannya: apakah No. 21 benar-benar memahami keinginan terdalamnya? Apakah ia bisa menemukan “kemanusiaan” yang ia cari?
Kembali ke misi lapangan:
No. 21 bertanya pada Vera, “Apakah Buddy akan mati?”
Vera membalik pertanyaan: jika No. 21 yang hilang, apakah ia akan menyerah? No. 21 menjawab dia akan kembali demi bersama Vera.
Vera menegaskan bahwa berarti Buddy pun tak akan menyerah semudah itu. No. 21 kembali bersemangat dan lari melanjutkan pencarian.
Lilin kemudian menemukan jejak kaki dan langsung berlari mengejarnya, membuat Vera kesal karena ia bertindak gegabah. Vera menyuruh No. 21 mengejar Lilin.
Gangguan komunikasi & situasi awal
Komunikasi dengan Vera terganggu parah, hanya terdengar suara dengan banyak statik.
Seorang Construct mencoba memperbaiki alat komunikasi, tapi peralatannya standar, tidak cukup canggih untuk pelacakan lokasi.
SKK dan Noctis keluar dari transport craft untuk mengecek sekitar.
Masalah medis di area konservasi
Liv menjelaskan bahwa semua korban sudah ditangani, tapi luka-luka mereka justru memburuk.
Serum yang seharusnya efektif jadi tidak bekerja optimal.
Seorang medic juga terkena cairan tubuh pasien yang terinfeksi, sehingga Liv buru-buru membawa obat.
Salans, Noctis, dan kekhawatiran soal Vera
Salans memperkenalkan diri dengan sopan dan menawarkan bantuan.
Ia cemas pada “anak” yang bersama Vera, tapi juga paham harus tetap tenang sebagai pemimpin.
Salans meminta bantuan satu Construct untuk menyelidiki aktivitas mencurigakan di selatan, diduga terkait Hetero-Creatures yang ditemui di jalan.
Noctis menerima tugas ikut tim Salans untuk memburu / mengamankan Hetero-Creatures.
Analisis Lee & dugaan pola serangan musuh
Lee menunjukkan tiga titik CPF (Central Purification Filter): nomor 1 dan 3 masih hijau (normal), nomor 2 mati (abu-abu).
Tiga titik misi (1, 2, 3) masing-masing berada dalam jangkauan satu CPF.
Lokasi kalian (area konservasi) ditandai sebagai titik baru di peta.
SKK menduga: area konservasi akan menjadi lokasi ke-4 tempat Hetero-Creatures berkumpul.
Kalian lalu men-zoom out peta:
Muncul titik besar: Inver-Hetero Tower.
Terlihat Clean Zone berbentuk cincin di sekeliling menara.
Tiga titik misi dan area konservasi berada di luar Clean Zone, membentuk “ring” di luar zona bersih.
Dugaan: Hetero-Creatures secara tidak wajar berkumpul di lingkar luar Clean Zone.
Implikasi:
Musuh mungkin sedang melakukan serangan balik yang lebih besar dan diam-diam, tepat setelah manusia mulai unggul.
Clean Zone yang dianggap aman bisa berubah jadi “penjara aman tapi terkepung”.
Jika semua Hetero-Creatures di ring luar ini belajar bekerja sama, keamanan absolut Clean Zone harus dipertanyakan kembali.
Sinyal Vera & gejala ganjil di tenda
Construct berhasil menangkap potongan sinyal suara Vera, namun tak bisa melakukan komunikasi dua arah atau pelacakan.
Saat mereka berdiskusi, waterpass/level vial di langit-langit tenda bergetar, seolah ada getaran atau angin.
Tidak terasa seperti gempa biasa; saat keluar tenda, tidak ada angin besar.
Getaran besar & munculnya “hutan bola”
Tiba-tiba, getaran makin kuat, terasa seperti ribuan serangga merayap di bawah tanah.
Orang-orang di area konservasi panik dan berteriak “gempa”.
Salans menyuruh semua orang ke area terbuka dan menjauhi bangunan/tenda.
Di kejauhan, terlihat pemandangan aneh:
Pucuk-pucuk pohon berwarna cerah muncul dari kedalaman hutan hijau gelap.
Mereka tumbuh sangat cepat, jauh melampaui ukuran normal pohon.
Akar-akar besar muncul di udara tanpa menyentuh tanah, terhubung ke batang-batang tebal yang bersumber dari satu “badan” kayu pusat.
Bentuknya:
Bukan sekadar satu pohon biasa.
Lebih seperti organisme tumbuhan raksasa gabungan, bagian-bagian berjalin, tekstur dan pola seperti kayu.
Satu-satunya istilah yang bisa dipikirkan: “hutan berbentuk bola” (globular forest)—massa tumbuhan kacau yang hidup, menggantung, bukan hutan normal.
Transport yang dibawa tim Vera sudah penuh dengan lansia, anak-anak, dan beberapa yang terluka di atas tandu. Mereka bersiap dievakuasi dari area konservasi karena kemunculan “hutan globular” yang aneh dan berbahaya.
“Hutan globular” itu digambarkan seperti tumor raksasa yang tiba-tiba tumbuh dari tanah, akarnya merobek bumi dan menimbulkan getaran berkala. Pertumbuhannya mulai melambat, tapi tetap terasa mengancam.
Salans melaporkan bahwa semua korban terluka sudah naik, dan diperkirakan perlu dua–tiga kali perjalanan untuk mengevakuasi semua orang. Ia memutuskan untuk tinggal sampai orang terakhir pergi, sambil membantu warga merobohkan rumah-rumah rapuh agar tidak menimpa orang saat gempa berikutnya. Ini membuat SKK semakin menghormati Salans sebagai pemimpin.
Di tenda, Lee menunjukkan sebuah perangkat bantuan remote connection milik Cerberus yang mereka temukan. Perangkat ini lebih canggih daripada standar dan bisa dipakai untuk mencoba menghubungi No. 21 di frame barunya.
Seorang Construct memperingatkan bahwa hanya komandannya Cerberus yang biasanya bisa terkoneksi, dan frame baru No. 21 belum sepenuhnya dikalibrasi, sehingga percobaan koneksi akan sulit dan menyakitkan.
Meski begitu, SKK tetap memutuskan untuk mencobanya demi menolong No. 21 dan tim Cerberus, yakin bahwa meski frame-nya berubah, No. 21 tetap No. 21. Cerita di stage ini berakhir saat SKK menutup mata dan mulai membangun remote connection.
Mimpi / Memori No. 21 sebagai “anak serigala”
No. 21 bermimpi dirinya sebagai seekor anak serigala abu-abu yang terbangun di hutan.
Ia mencium bau kawanan serigala dan mencoba bergabung. Kawanan itu waspada dan tidak langsung menerimanya, tapi kemudian memanfaatkan kehadirannya—setidaknya ia diizinkan ikut di posisi paling belakang.
Saat dikejar predator, ia hampir menjadi korban, namun berhasil lolos dan kembali mengejar bau kawanan.
Walaupun secara teknis diterima, ia selalu dipinggirkan: paling belakang saat berjalan, makan dan minum selalu giliran terakhir, dan tidak diajak bermain.
Di permukaan air, ia melihat bayangannya sendiri: tubuhnya berbeda dan di punggungnya ada deretan bulu yang berdiri seperti “rambut jelek” yang membuatnya tampak seperti monster berbulu bagi serigala lain.
Ia mulai berpikir kalau ia mengubah dirinya—menghilangkan “bulu” itu—mungkin bisa lebih diterima.
Tergoda suara dalam pikirannya, ia menggores dadanya dengan cakar, mencabik bulu dan kulit hingga berlumuran darah, mencoba menyerupai serigala lain yang berwarna ungu-kemerahan. Rasa sakit ekstrem ini mengguncang sistem rasa sakit mekanisnya dan membangunkan M.I.N.D No. 21.
No. 21 terbangun di dunia nyata
No. 21 sadar dan mendengar Vera memarahinya karena pingsan di tengah pertempuran melawan Hetero-Creature.
Mereka berada di suatu “hutan” mutan—penuh “pohon” dan tanaman yang tumbuh liar—yang ternyata merupakan sarang Hetero-Creature.
Sebelumnya, No. 21 mencoba menyelamatkan Lilin yang jatuh ke “air” berwarna merah (semacam Red Tide versi baru/lebih parah), tangannya sempat menyentuh cairan itu. Vera hanya bisa melakukan perawatan darurat, dan tanpa material frame baru No. 21, lengannya seharusnya sudah hancur.
Komunikasi dengan luar, termasuk dengan Noctis, tidak berfungsi, kemungkinan terganggu oleh hutan termutasi ini.
Mereka memutuskan untuk mundur mengikuti arah bau perkemahan yang bisa dideteksi No. 21, sambil Vera menandai simpul-simpul batang pohon untuk menghindari tersesat karena pertumbuhan tanaman yang sangat cepat.
Kemunculan ancaman baru
Di atas, kumpulan sulur dan tanaman raksasa yang menyerap Red Tide membentuk sebuah polong besar baru.
Polong itu hampir tembus pandang; di dalamnya tampak bayangan hitam yang bergerak seperti makhluk yang akan lahir.
Polong mulai bergetar hebat, lalu terlepas dan jatuh. Vera berteriak memperingatkan No. 21 untuk menyingkir.
Lilin adalah seorang anak pengungsi yang baru saja kehilangan orang tuanya. Ayah dan ibunya mengorbankan diri dengan memancing monster agar Lilin bisa kabur bersama rombongan pengungsi lain, dipimpin seorang pria yang disebut “pemimpin pengungsi” dan ditemani seorang wanita bungkuk.
Sang ibu, meski terluka parah, memaksa Lilin memegang tangan “paman” (pemimpin pengungsi) dan berjanji padanya untuk tidak melepaskan, lalu berlari ke arah lain sebagai umpan. Lilin selamat, tapi terpukul dan menangis, dipaksa menghadapi kenyataan pahit.
Di rombongan, pemimpin pengungsi sebenarnya tidak peduli pada Lilin; ia hanya mau membawanya karena dibayar dengan setengah botol alkohol oleh ayah Lilin. Ia merasa semua orang hanyalah rekan seperjalanan sementara dan tak mau ada “beban”.
Lilin mulai “berguna” dengan ikut jaga malam, makan sendiri untuk pertama kalinya, dan tidur sendirian, berusaha hidup seperti yang diinginkan orang tuanya dan orang dewasa di sekitarnya.
Beberapa hari kemudian, rombongan dikejar Hetero-Creature. Seorang pria luka menjadi pengorbanan, lalu rombongan terpecah dua. Lilin yang kelelahan terjatuh dan kakinya terkilir. Ia memohon bantuan pada pemimpin pengungsi, mengulurkan tangan seperti pesan ibunya.
Pemimpin pengungsi ragu sejenak, lalu memilih meninggalkan Lilin. Ia hanya menendang satu kaleng makanan ke arah Lilin sebagai “balas budi” dan lari, membiarkan Lilin menjadi mangsa monster.
Lilin pasrah, ketakutan, membayangkan nasib orang tuanya. Tubuhnya perlahan mati rasa karena dingin dan ketakutan, sampai akhirnya diselamatkan oleh kelompok lain yang dipimpin Salans, bersama Saran dan yang lain.
Mereka menemukan Lilin hampir mati karena hipotermia dan kakinya bengkak parah. Mereka memeluknya, menghangatkan tubuhnya, menggosok tangan dan kakinya, dan memanggil nama satu sama lain di dekatnya. Sentuhan tangan hangat membuat Lilin teringat ibunya dan janjinya untuk “memegang tangan dan hidup”.
Dalam kondisi setengah sadar, Lilin panik dan memohon seperti sebelumnya: jangan tinggalkan aku, aku akan melakukan apa saja, aku masih punya kaleng makanan. Ia bahkan memaksa Salans menerima kaleng itu sebagai “bayaran” agar tidak dibuang lagi.
Salans akhirnya menerima kaleng tersebut dan berjanji: Lilin akan ikut dengan mereka, mereka akan datang menolong kapan pun ia memanggil, dan sekarang Lilin boleh istirahat dengan tenang.
Di masa depan (saat ia terseret Red Tide), Lilin mengenang semua orang yang pernah mengulurkan tangan padanya: Bos, Saran, Granny Windger, ayah-ibunya. Ia tenggelam dalam arus ungu-merah, tubuhnya mulai berubah, tapi ia merasa seolah semua orang itu kembali “memegang tangannya”, menepati janji untuk tidak meninggalkannya sendirian.
Vera dan No.21 baru saja mengalahkan monster berwarna ungu-hijau. Daging monster itu cepat membusuk dan lenyap ke tanah. Vera terluka di lengan tapi hanya menanganinya dengan gel penyembuh yang sudah hampir habis.
Saat mereka melanjutkan perjalanan, tiba-tiba No.21 roboh karena suara dering tajam yang menyerang M.I.N.D-nya, lalu kesadarannya terputus.
No.21 lalu “terlempar” ke kenangan/ilusi seekor anak serigala:
Anak serigala terluka parah di perut, bulunya berlumuran darah. Ia senang karena merasa sekarang warnanya mirip serigala lain, berharap bisa diterima kawanan.
Namun, saat ia mendekati kawanan, mereka justru menggeram dan kabur darinya. Di saat yang sama, burung pemangsa raksasa (elang) menyerangnya.
Saat hampir mati, serigala hitam muncul dan bertarung sengit dengan elang sampai menang, lalu memakannya. Serigala hitam jelas sangat kuat dan berbahaya, bahkan bagi sesama serigala.
Anak serigala ketakutan, bersembunyi di semak sampai serigala hitam pergi. Lalu ia tergoda memakan bangkai elang, tapi di detik terakhir menahan diri karena takut akan jadi “terlarang” dan takkan diterima kawanan.
Ketika lari menjauh dari godaan itu, ia sadar sudah tersesat dan kehilangan jejak kawanannya di hutan luas. Ia merenung bahwa serigala adalah makhluk berkelompok, dan sendirian ia sulit berburu dan bertahan.
Muncullah ide: mengikuti serigala hitam dari jauh.
Ia berpikir bisa belajar cara bertahan hidup sendiri darinya, sambil tetap menjaga jarak agar tidak diserang.
Ia mengejar bau darah serigala hitam yang perlahan memudar, sadar kalau ia harus cepat sebelum luka di kaki serigala hitam sembuh dan baunya hilang.
Anak serigala & serigala hitam:
Selama beberapa hari, “anak serigala” mengamati serigala hitam penyendiri dan belajar cara berburu dan bertahan hidup darinya.
Tiba-tiba kawanan elang raksasa (wolfeater) mengejar serigala hitam. Anak serigala bersembunyi, dan kemudian menemukan serigala hitam sudah mati, tubuhnya dimakan para predator.
Di hadapan mayat itu, No. 21 mengalami semacam ilusi/serangan M.I.N.D.: serigala hitam seakan berbicara ke dalam pikirannya, menjelaskan bahwa makhluk yang terpisah dari “kolektif” punya kemungkinan mati jauh lebih tinggi, seperti serigala hitam dan wolfeater yang bertindak sendiri.
“Kolektif” itu mengundangnya untuk bergabung, menjanjikan penerimaan penuh, “aroma” sesama jenis, dan menghapus kesepian dan keraguan identitas.
Godaan “kolektif” & konflik batin No. 21:
No. 21 ingin punya “aroma” yang sama dengan kawanan—yang lalu dipahami sebagai “aroma manusia”: Kapten/Vera, Noctis, SKK, dan lain-lain.
Entitas “serigala hitam” menekankan bahwa yang ia inginkan sebenarnya adalah “aroma sesamanya”, “teman sejati”, dan menawarkan konsep kolektif di mana semua individu melebur demi “kehendak kolektif”.
Ilusi berganti-ganti wujud: dari serigala hitam menjadi Vera, Noctis, No. 20, sampai menjadi No. 21 sendiri, menakut-nakuti bahwa akhir dari individu yang sendirian adalah kehancuran.
Entitas itu memintanya memilih: datang dan membawa juga “bagian lain dirinya” ke dalam kolektif.
Percakapan No. 21 dengan SKK:
SKK berhasil menyambung komunikasi dengan No. 21 lewat M.I.N.D., meski sinyalnya sangat tidak stabil.
No. 21 mengakui bahwa musuh itu benar: ia memang ingin aroma “sesama jenis”.
SKK menjelaskan bahwa “sesama jenis” di antara manusia tidak pernah benar-benar seragam: manusia selalu berbeda, bahkan rekan satu tim pun bisa berubah; satu-satunya yang pasti “sejenis” denganmu adalah dirimu sendiri.
No. 21 akhirnya menyatakan pilihannya: ia akan kembali kepada Kapten (Vera) dan “belajar dari manusia”, menolak ajakan kolektif.
Entitas kolektif mengatakan “bagian lain” dirinya akan membuat pilihan lain, lalu koneksi pun terputus.
Kondisi di luar: SKK, Liv, Lee, Noctis, dan Purifying Force:
SKK tersentak keluar dari koneksi M.I.N.D. dengan hidung berdarah; Liv segera memberinya obat. Repeated connection–disconnection sangat menguras fisik dan mentalnya.
Meski disarankan istirahat, SKK bersikeras mencoba lagi, sambil menunggu sebagai “istirahat singkat”.
Noctis cemas terhadap kondisi No. 21 dan Vera, bersiap dengan bom untuk menghancurkan “hutan globular” dan menolong mereka.
Lee melaporkan ada pesawat Purifying Force datang, kemungkinan membawa suplai yang diminta Vera. Lee menyarankan kerja sama: mereka tak bisa menghindari area berbahaya itu kalau lanjut ke utara, dan mungkin punya perangkat komunikasi lebih baik.
SKK menyetujui untuk menghubungi mereka.
Refleksi tentang “kolektif” vs individu:
SKK memandang hutan globular: terlihat megah dan hidup, tapi sebenarnya adalah struktur buatan makhluk yang “menggerogoti takdir manusia”.
Ia merenungkan bahwa kolektif bisa jadi cara bertahan hidup, tapi identitas tiap individu-lah yang membuat kesatuan itu bermakna dan membuat keberagaman dunia tetap lestari.
Ia menutup dengan harapan pada No. 21 dan Vera agar bertahan dan kembali, supaya keraguan-keraguan No. 21 bisa dibicarakan lagi dengan tenang di lounge bersama rekan-rekan satu timnya.
No. 21 terputus dari remote connection dan terbangun di tengah lautan mayat Hetero-Wolves, dengan Vera yang terluka parah namun masih berdiri dan bertarung demi melindunginya.
Vera menegur No. 21 dengan keras: ia marah karena No. 21 terus berusaha menjadi “seperti manusia lain” dan hidup mengikuti ekspektasi orang lain, bukannya menentukan jalan dan prinsipnya sendiri.
Vera menjelaskan bahwa Cerberus adalah “anjing-anjing liar” yang menolak dikendalikan—mereka menggigit, bukan mengikuti. Ia menggenggam kerah pengekang di leher No. 21 dan memaksanya sadar bahwa “kalung” tidak hanya benda fisik, tapi juga ketakutan, standar, dan manusia lain yang mengikat dirinya.
No. 21 menyadari bahwa selama ini ia membuang bagian-bagian dari dirinya demi “menyesuaikan diri”, sehingga kehilangan batas jati dirinya. Ucapan Vera membuatnya memutuskan untuk menerima dirinya apa adanya: telinga bionik, ekor penyeimbang, kekuatan sensorik, dan daya tempur—semua itu bagian dari dirinya sebagai No. 21, bukan sekadar “bukan manusia”.
Vera memberikan sebuah kunci perangkat untuk membuka pengekang frame No. 21, dan mengatakan bahwa keputusan ada di tangan No. 21: mau melepaskan batasannya dan mungkin menanggung konsekuensi, atau tetap menahan kekuatannya. “Tali kekangmu sekarang ada di tanganmu sendiri.”
Mereka bersiap kabur dari hutan yang seperti “makhluk raksasa” yang akan menelan mereka, sebelum tunas-tunas baru Hetero-Creature muncul dari tanah. No. 21 memandu arah berdasarkan aliran udara dan bau musuh.
SKK tiba-tiba berhasil tersambung lewat remote connection ke M.I.N.D. No. 21, memastikan kondisi mereka. Atas instruksi Vera, No. 21 menyampaikan permintaan agar Noctis membawa tiga kotak P3K dan memberi tahu titik temu.
Setelah koneksi diputus untuk menghemat daya komputasi, Vera dan No. 21 bergerak: Vera di depan, No. 21 menjaga belakang. Vera menggoda No. 21 yang kini jauh lebih tegas dan dapat diandalkan, lalu mereka berjalan menuju matahari terbenam, meninggalkan medan pertempuran sambil bersiap menghadapi bahaya berikutnya.
Vera dan No. 21 sedang dikejar para Hetero-Creature di dalam hutan. Kaki mekanik Vera rusak, membuatnya hampir tak bisa bergerak.
No. 21 terus menebang dan memotong pohon serta tanaman raksasa untuk menghalangi kejaran musuh, sambil menopang tubuh Vera dan memandunya keluar dari hutan.
Mereka menemukan “tangga” dari tanaman berbentuk kuncup-bunga dan sulur. Di bawahnya ada jurang penuh duri; kalau jatuh hampir mustahil naik lagi.
No. 21 menyembunyikan Vera di rerumputan tinggi, lalu memutuskan untuk maju sendirian untuk mengamankan jalur pelarian. Ia bertekad menyelamatkan Vera secepat mungkin.
Tiba-tiba ia merasakan sakit di M.I.N.D., seolah ada sesuatu yang memanggilnya—namun ia tak sempat memikirkannya lebih jauh dan terus berlari.
Ia kemudian berhadapan dengan “Buddy”, yang kini tubuhnya dipenuhi tanda ungu dan ternyata sudah berubah menjadi Hetero-Creature. Tubuh “inangnya” terkoyak dari dalam oleh makhluk baru itu.
No. 21 tetap memanggilnya “Buddy” meski ia sudah tak merasakan aroma familiar lagi. Buddy menyerangnya tanpa ragu dengan cakar raksasa, hampir mengenainya.
No. 21 goyah secara emosional: ia tak tega menyerang, karena Buddy selama ini terasa seperti bagian dari dirinya sendiri, bahkan lebih penting daripada Vera dan Noctis di dalam hatinya.
Ia menyadari sakit kepala sebelumnya adalah panggilan Buddy yang sedang “meminta tolong”, dan ia menyesal karena tidak mengerti lebih cepat.
Meski merasa bersalah dan terus meminta maaf, No. 21 mengingat bahwa Vera masih menunggunya. Ia memutuskan tidak bisa menyerah di sini.
Akhirnya No. 21 meneguhkan hati: walau itu adalah Buddy, ia akan “menghukum” dirinya sendiri dan terpaksa menjatuhkan Buddy di tempat itu demi menyelamatkan kaptennya.
Dari dalam hutan, muncul bayangan gelap yang mengamuk. Semua mengira itu musuh baru dan langsung mengarahkan senjata.
Di bawah sorotan lampu, terlihat bahwa sosok itu adalah No. 21 dan Vera, berlumuran cairan merah keunguan, membuat No. 21 tampak seperti “binatang buas” yang siap menyerang.
Semua hampir menembak, tapi SKK dan Noctis berteriak menyuruh mereka menurunkan senjata.
No. 21, yang biasanya pendiam, berteriak lantang untuk pertama kali: ia mengidentifikasi diri sebagai No. 21 dari Cerberus dan meminta semua orang menolong Vera yang terluka parah.
Noctis membawa Vera ke Liv. Liv mengatakan tingkat corruption Vera sudah jauh di atas ambang aman dan segera memulai penanganan.
“Cangkang” sarang/hutan yang tadi mengurung mereka terus menyusut dan mengering, diduga karena aksi No. 21 dan Vera yang menghancurkan sumber gangguan.
Sinyal komunikasi kembali; Lee melaporkan bahwa kini mereka bisa menghubungi Babylonia (meski dengan jeda) dan akan mengirim laporan situasi.
SKK teringat pada warga sipil terakhir yang dievakuasi, terutama mereka yang kehilangan orang yang dicintai; SKK bertekad mencari jawaban atas nasib mereka.
Lalu SKK ingat pesan untuk No. 21: sebelumnya, di area konservasi, seorang gadis bernama Canon menghampiri SKK.
Canon menyebut Co-Bot putih kecil milik No. 21 yang bisa “menari”, bernama Snore, yang dikabarkan hilang.
Canon menitipkan pesan: “Jika Canon melihat Snore, dia akan menjaganya tetap aman.”
SKK menyampaikan pesan itu pada No. 21. Ia terdiam, lalu mengatakan bahwa ia sebenarnya sudah menemukan “Buddy” (Snore).
No. 21 menjelaskan pelan bahwa sakit kepalanya kemungkinan karena Buddy terus memanggilnya, tapi ia menyadarinya terlambat.
Dari ekspresi sedih No. 21, SKK menyimpulkan bahwa nasib Snore berakhir tragis, bukan akhir yang diharapkan siapa pun.
SKK juga menyadari bahwa No. 21 telah banyak berubah setelah kejadian ini; pertumbuhannya dibayar dengan harga yang sangat mahal—sebagian dirinya harus “dikorbankan”.
SKK menyuruh No. 21 segera dirawat, dan menawarinya untuk bicara dengannya kapan saja setelah kembali. No. 21 menyetujui dan melangkah pergi.
Rapat darurat Babylonia soal “Hetero Zone”
Hassen dan para dewan membahas situasi genting di sekitar Clean Zone.
Stok Omega Weapon menipis, tapi ancaman Hetero Zone mengharuskan penambahan deployment.
SKK memaparkan hasil investigasi:
Hetero-Creature mulai menunjukkan perilaku berkelompok dan strategis (misalnya “membentuk jembatan” dengan mengorbankan diri).
Diduga ada “kesadaran” tingkat kelompok, seolah ada sosok “tuhan” yang mengarahkan insting mereka.
Mayat Hetero-Creature seolah melebur dan “bereinkarnasi” lewat tanah menuju Hetero Zone.
Hetero Zone mengeluarkan gangguan elektromagnetik kuat, hilang setelah musuh intinya dikalahkan.
Posisi Hetero Zone dan area perilaku aneh membentuk busur di luar Clean Zone, membuat “satu langkah di luar Clean Zone = bahaya tinggi”.
Teori tentang Inver-Hetero Tower:
“Absorption Theory” (menyerap & memurnikan virus) diragukan, karena tidak ada jejak virus pun di tepi Clean Zone.
Dikhawatirkan Clean Zone sendiri mungkin memicu mutasi baru.
Skenario terburuk: Hetero-Creature berkembang jadi spesies / peradaban baru dengan kerja sama tingkat tinggi.
Kesimpulan rapat:
Clean Zone tidak boleh dihentikan, tapi Hetero Zone harus terus dipantau & dibendung.
Harap basis bulan (Lunar Base) segera aktif lagi untuk pasokan Omega Weapon.
Setelah rapat – pertemuan dengan Sica dan No. 21
SKK keluar rapat dalam keadaan kelelahan; bertemu Sica yang tampak sibuk membaca laporan tentang Construct hilang.
Lalu bertemu No. 21 yang menunggu Vera.
No. 21 mengangkat kembali percakapan tentang “bau” dan “jenis”:
Dia dulu ingin memiliki “bau manusia” agar bisa dianggap “sejenis” dengan semua orang (kapten, Noctis, SKK, bahkan orang yang takut dan ingin menyingkirkannya).
SKK menjelaskan bahwa manusia satu sama lain berbeda, dan satu-satunya “sejenis” yang pasti adalah dirinya sendiri.
No. 21 lalu menyimpulkan:
Dia tidak perlu lagi memaksa diri “berbau seperti manusia”.
Dia punya bau dan kebebasan sendiri.
Definisi kebebasan bagi No. 21: kebebasan untuk menolak hal-hal yang tidak ingin dia lakukan.
Tentang Buddy/Snore:
No. 21 merasa bersalah karena tak bisa melindungi Buddy sepenuhnya.
Ia memutuskan meng“hukum” dirinya dengan membiarkan Buddy “tidur di dadanya selamanya”.
Ia bersumpah tidak akan membiarkan siapa pun lagi mengambil “haruka”-nya—sebuah konsep yang dia pelajari dari Canon dan sebut sebagai “teman”.
Interogasi terhadap Vera oleh Control Court
Di ruangan lain, Vera diinterogasi oleh Ishmael dan Lesti dari Control Court.
Tuduhan: sebagai kapten Cerberus, Vera diduga membiarkan No. 21, yang diawasi ketat, menggunakan perangkat kunci pembatas frame tanpa izin yang semestinya.
Dasar aturan: menurut perjanjian sementara No. 21, hanya Vera yang boleh menggunakan kunci itu jika diprediksi akan kehilangan kesadaran dan perlu melepas limit No. 21.
Vera berargumen:
Pertempuran di Hetero Zone sangat kacau; dia sendiri tak yakin memori mereka utuh, sehingga tak bisa memastikan prosedur dilanggar seperti yang dituduhkan.
Ishmael mengatakan mereka belum menjatuhkan vonis; tapi karena keterangan Vera mengambang, Control Court akan melakukan investigasi menyeluruh.
Potensi hukuman:
Jika salah di No. 21: dia akan diskors dari skuad.
Jika salah di Vera: dia akan dicopot dari posisi kapten.
Vera menerima dengan sikap sinis tapi tenang, paham bahwa ini bisa jadi manuver politik untuk mengendalikan No. 21 dan/atau dirinya.
Keluar ruangan – dinamika Cerberus dan Gray Raven
No. 21 menguping di balik pintu; saat pintu dibuka Ishmael dan Lesti keluar, mereka menyapa SKK.
Vera muncul, menyindir penampilan SKK dengan seragam resmi dan bercanda bahwa ini “wajah pahlawan sejati Babylonia”.
Noctis datang, dan mereka bertiga mulai bercanda soal siapa yang akan traktir minum:
Vera memutuskan “Siapa yang bodoh, dia yang bayar” → otomatis Noctis.
No. 21 “menghukum” Noctis dengan gulat kecil & memaksa dia mentraktir 20 gelas minuman elektrolit rasa mangga.
Suasana berubah menjadi ringan dan hangat; Cerberus saling bercanda dan bertengkar kecil dengan akrab.
SKK memperhatikan senyum tulus No. 21—berbeda dengan senyum dahulu yang hanya hasil tiruan. Kini dia benar-benar menunjukkan ekspresi miliknya sendiri.
Penutup – kutipan Hermann Hesse
Stage ditutup dengan kutipan dari Hermann Hesse tentang:
Hidup tiap orang sebagai jalan menuju dirinya sendiri.
Tidak ada yang sepenuhnya menjadi dirinya, tapi semua berusaha.
Setiap individu unik, membawa “jejak lahir” dan evolusi di dirinya.
Hanya diri sendiri yang benar-benar bisa menafsirkan dirinya.