Latar waktu & tempat
Terjadi di Babylonia, 24 jam dan 12 jam sebelum pasukan Cerberus menerima misi.
Fokus pada intrik politik antara Nikola, Collins, dan Presiden Hassen, dengan Commandant Gray Raven sebagai pusat konflik.
Pertemuan Nikola & Collins
Nikola mendatangi ruang kerja pribadi Collins, yang mewah dan kuno, simbol betapa ia mengabaikan penderitaan orang-orang di Bumi.
Nikola memprotes penahanan SKK oleh Kurono, menyebut itu sudah melewati batas Parlemen.
Collins menertawakan idealisme itu, menganggap Nikola sama “kotornya” dengannya dan mencoba menggoda sisi lamanya dari Kurono.
Collins mengungkapkan niatnya: ia ingin mengutus SKK dalam misi untuk melacak Luna, karena M.I.N.D. Luna terdeteksi lagi.
Nikola awalnya menolak karena prosedur resmi (tugas SKK harus lewat Operation Logistics Center dan bersama skuad resmi).
Collins lalu mengeluarkan sebuah map kertas bertanda “TOP SECRET”—data eksperimen era Dewan Sains zaman keemasan (Golden Age)—sebagai umpan.
Nikola jelas tertarik pada dokumen itu, tapi menegaskan ia tak bisa melanggar aturan.
Akhirnya, Nikola “mengalah”:
Cerberus akan diberi wewenang resmi sebagai skuad operasi.
SKK boleh dikerahkan bersama Cerberus.
Collins boleh mengirim satu orang Kurono untuk mengawasi, tapi yang “rekam jejaknya bersih” dan tidak menimbulkan kegaduhan.
Nikola menekankan: “Hanya sekali ini. Setelah misi, semuanya kembali ke posisi semula, termasuk SKK.”
Sebagai imbalan, Collins memberikan map “TOP SECRET” itu pada Nikola.
Nikola & Hassen: rencana sebenarnya
12 jam sebelum Cerberus mendapat misi, Nikola menyerahkan map itu pada Hassen.
Ternyata ini semua adalah bagian dari rencana mereka:
Hassen sengaja “mengalah” soal SKK melalui jalur Nikola, supaya Collins tidak curiga.
Latar belakang Nikola di Kurono dan konflik rutin antara Nikola dan Hassen membuat “kompromi” ini tampak wajar di mata Collins.
Hassen khawatir karena Kurono bersikap terlalu agresif dan terang-terangan, bukan gaya mereka biasanya.
Ia menduga Kurono mengincar sesuatu yang berhubungan dengan [player name] dan dengan “dia” (seseorang/entitas perempuan yang tak disebut jelas).
Tentang data TOP SECRET & reaktor titik-nol (zero-point reactor)
Dokumen itu berisi laporan berkala zero-point reactor ke Dewan Sains Golden Age.
Hassen menjelaskan:
Dari data yang pernah mereka curi lewat Gestalt (oleh Murray), mereka menemukan data yang tampak disamarkan/enkripsi.
Setelah didekripsi, ternyata berisi koordinat zero-point reactor bernama Atlantis.
Data yang mereka punya cuma sebagian: baru lintang dan ketinggian; bujur tersembunyi di laporan lain—yang sekarang jatuh ke tangan Collins, lalu direbut Nikola.
Artinya, bila kedua potongan data digabung, mereka bisa tahu lokasi lengkap zero-point reactor “Atlantis”.
Nikola mempertanyakan: mengapa orang Golden Age menyembunyikan lokasi reaktornya sendiri dan justru mengirimkannya?
Hassen menyimpulkan: ini kerja “mata-mata”, bukti bahwa meski hanya ada satu Pemerintahan Dunia, konflik dan perebutan kekuasaan tetap ada.
Siapa menguasai zero-point reactor bisa mengatur ulang tatanan dunia.
Hassen menilai, baik di masa keemasan maupun di zaman kiamat sekarang, umat manusia tetap bergulat dengan persoalan yang sama: ketidaksetaraan, perebutan sumber daya, dan konflik kekuasaan.
Interogasi Cerberus oleh Kurono
Cerberus (Vera, No.21, Noctis) dipisah dan diinterogasi setelah misi dibatalkan.
Vera menolak kerja sama, mengejek Kurono, dan menegaskan kontrak mereka sudah berakhir begitu misi selesai.
Kurono ingin mengarantina No.21 karena fluktuasi M.I.N.D.-nya, dan memperlakukan Cerberus seperti “anjing berbahaya” yang harus dikandangkan.
Vera Mendapat Perintah Rahasia
Di tengah ketegangan, Vera menerima koordinat rahasia langsung dari Nikola melalui kanal terenkripsi, khusus untuknya.
Ia segera mengerti bahwa ini misi solo: mendatangi koordinat itu dan membawa “obyek” kembali.
Vera menenangkan No.21 dan Noctis dengan siulan khusus Cerberus (“sit, good doggy”), lalu membiarkan mereka dibawa pergi oleh Kurono.
Penyelamatan SKK di Bumi
SKK ternyata berada di dalam kotak logam di pesawat transport Kurono di Bumi, bukan lagi di Babylonia (ruang interogasi yang sama hanya “disalin” di dalam pesawat untuk mengecoh).
Vera menerobos masuk, menghabisi prajurit Kurono dengan sangat cepat, lalu memotong rantai yang mengikat SKK.
Ia mengungkap bahwa sejak remote connection pertama, SKK sudah diam-diam dibawa ke Bumi.
Vera memaksa kabur dengan menerbangkan pesawat itu, sementara SKK menutup pintu belakang untuk melarikan diri dari pengejaran Kurono.
Reaksi Collins & Rebecca
Di markas Kurono, Rebecca melaporkan bahwa rencana menculik SKK diam-diam gagal karena diselamatkan Vera.
Collins malah tertawa, menganggap ini bukti Nikola (“Nicky”) bergerak sendiri dan sudah mendapatkan sesuatu yang sangat penting.
Rebecca menyadari bahwa prioritas sebenarnya Collins: bukan hanya memanfaatkan kemampuan SKK, tapi menjadikan SKK “kunci” untuk menemukan agent Luna.
Collins memerintahkan pelacakan pesawat Vera. Kalau bisa dicegat, dicegat; kalau tidak, biarkan. Ia mengibaratkan Kurono memegang “kunci”, sedangkan pihak Nikola punya “lokasi harta karun” — dan Kurono bisa merebut harta itu nanti setelah mereka membukanya.
Hassen & Nikola di sisi lain
Di pihak lain (Gray Raven/Babylonia), Celica mengatur pengiriman suplai ke koordinat baru secara diam-diam, meski berisiko menarik perhatian. Semua tampak kelelahan.
Nikola khawatir soal Murray yang mungkin menyimpan salinan intel penting dan memberikannya ke Kurono.
Hassen yakin Murray cukup “pandai berdagang” untuk tidak mengambil risiko yang merugikannya sendiri, dan bukan pengkhianat yang sembrono.
Vera menerbangkan pesawat Kurono untuk menyelamatkanm (SKK) dari markas Kurono. Akselerasi ekstrem membuatmu hampir pingsan, dan luka lamamu kembali terasa. Vera bukan pilot terbaik, tapi cukup mahir untuk kabur dari kejaran musuh.
Saat sadar, kamu menemukan Vera sedang memberimu infus dan memeriksa kondisimu. Ia mengejekmu seperti biasa, bahkan sempat mengancam bercanda dengan menaruh punggung pedangnya di lehermu dan mengatakan bahwa ia bisa “menukar” dirimu untuk apa pun yang ia mau.
Vera menjelaskan bahwa ia hanya mengikuti perintah Chief Commander (Hassen/Nikola) untuk mengevakuasimu ke lokasi tertentu. Meski mulutnya tajam dan ia meremehkan timmu, terlihat jelas kalau ia sebenarnya juga mengkhawatirkan timnya sendiri (No.21 dan Noctis).
Pesawat mencapai koordinat tujuan: sebuah kota/fortress raksasa terapung di tengah samudra—tujuh menara logam abu-abu membentuk struktur kolosal yang tak terdeteksi radar, sunyi total tanpa tanda kehidupan. Kamu mengibaratkannya seperti Atlantis atau sebuah “kuburan di laut”.
Karena pesawat Kurono bisa dilacak, Vera memutuskan kalian harus terjun payung. Kalian memakai satu parasut, denganmu diikat ke Vera, dan mendarat di landasan kota terapung itu.
Di dekat landasan ada beacon merah dengan sebuah kapsul suplai berlogo World Government dan tulisan “FLARE”. Kapsul hanya bisa dibuka oleh SKK, jadi kamu melakukan pemindaian retina.
Di dalam kapsul ada frame lain milik Vera, tampak identik namun terasa lebih kelam, seperti “pedang dalam sarung” yang berlumur darah. Vera menyebut ini frame lamanya yang hanya dipakai dalam keadaan khusus. Ia berganti frame di depanmu (sambil menggoda dan mengolokmu yang jadi canggung), lalu menyimpan frame lamanya kembali di kapsul.
Peralatan komunikasi di kapsul aktif dan memutar pesan rekaman:
Nikola singkat saja memuji Vera karena berhasil menjalankan tugas.
Lalu Hassen muncul dan berbicara langsung padamu. Ia lega kamu selamat, mengakui bahwa Kurono memang tak pernah berniat benar-benar melepaskanmu dan bahkan mencoba menculikmu lagi setelah “berkesepakatan” dengan mereka.
Hassen mengatakan:
Ia tidak sempat menjelaskan semua kebenaran di balik apa yang sudah kamu alami, waktunya terlalu sempit.
Ia dan pihaknya sudah memperkirakan pengkhianatan Kurono, namun sengaja tidak memberitahumu lebih awal agar tidak menambah bebanmu.
Koordinat yang mereka pecahkan mengarah ke kota terapung tempatmu berdiri sekarang; ini adalah salah satu warisan terbesar Zaman Keemasan, mungkin bahkan salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah manusia.
Di sinilah Zaman Keemasan berakhir dan era kegelapan Punishing Virus dimulai.
Di akhir pesan, Hassen mengungkapkan:
kota terapung yang sedang kamu pijak dulunya adalah zero-point reactor.
Hassen menjelaskan bahwa Punishing Virus pertama kali muncul di dalam ruang zero-point reactor pertama, tapi reaktor itu bukan satu‑satunya. Banyak reaktor‑kota lain dibangun secara rahasia, dan lokasi serta datanya hilang saat wabah terjadi.
Salah satu reaktor yang masih utuh adalah reaktor laut dengan kode nama “Atlantis”. Kurono dan Babylonia baru saja menemukan lokasinya dengan cara khusus.
Karena data tentang energi nol-titik dan asal Punishing Virus hilang, penyelidikan Atlantis jadi kunci untuk memahami virus dan menentukan masa depan umat manusia.
Situasi politik kacau: secara resmi, pencarian Kurono terhadap Luna “sah”, sehingga aksi kapten Cerberus menyelamatkan Commandant dianggap pengkhianatan. Namun operasi Kurono sendiri tidak standar, jadi batas antara “sah” dan “tidak sah” sudah kabur.
Hassen dan Nikola memutuskan memanfaatkan status SKK yang sedang “buron” untuk menjalankan operasi rahasia ke Atlantis tanpa menarik perhatian faksi lain di Babylonia.
Misinya: SKK dan kapten Cerberus (Vera) harus menyelidiki reaktor Atlantis, memperoleh intel, lalu kembali untuk “mencuci” nama SKK dan menjadikannya pahlawan di mata publik.
Nikola mengungkap bahwa ia “meminjamkan” SKK ke Kurono tapi menyimpan asuransi: Vera sebagai pelindung. Ia memaksa Vera memakai frame Garnet, meski Vera tidak menyukainya, dan berjanji menjamin keselamatan tim jika misi berhasil.
Vera menerjemahkan implikasi perintah itu:
Saat ini mereka dipandang sebagai kapten Cerberus pengkhianat yang menculik SKK.
Satu‑satunya cara mengubah cap itu menjadi “operasi rahasia resmi” adalah dengan menyelesaikan misi dan kembali hidup‑hidup.
Jika mereka tertangkap atau gagal, Vera akan memikul seluruh kesalahan.
Tepat ketika mereka hendak bergerak, kota/reaktor laut mulai tenggelam, terjadi gempa besar dan laut mengamuk.
Bersamaan dengan air yang masuk ke kota, gerombolan Corrupted muncul bersama gelombang dan mulai memanjat ke area landasan tempat mereka berada, memaksa Vera langsung siaga melindungi SKK.
Setelah mengalahkan Corrupted terakhir di landasan, kota laut tempat mereka berada tetap terus tenggelam.
Vera menyimpulkan bahwa tenggelamnya kota ada hubungannya dengan serangan Corrupted.
Dari struktur dan teknologinya (kamuflase optik, pelindung radiasi, material penyerap radiasi, dan mekanisme menyelam), kota ini bekerja seperti kapal selam raksasa.
Mereka menduga ada pihak lain yang memicu mekanisme tersebut, karena Corrupted yang bentuknya seperti kepiting hanya tampak seperti mesin industri bawah air, bukan sesuatu yang cukup pintar untuk mengaktifkan sistem kota.
Hal ini menimbulkan rasa seolah sedang diawasi oleh orang lain yang tidak diketahui.
Vera menyuruh SKK tetap dekat dan menekankan bahwa jika mereka tidak menemukan pintu masuk kota sebelum tenggelam sepenuhnya, SKK bakal mati tenggelam—sementara ia sendiri yakin tidak akan mati.
Meski diprovokasi Vera, SKK memilih fokus pada misi dan merasa bahwa penyelidikan kali ini tidak akan berjalan dengan tenang atau sederhana.
Cerita membuka dengan kilas balik “sebelum kiamat”. Lustrous untuk pertama kalinya melihat kota terapung/tersembunyi di laut, sebuah keajaiban teknologi yang jadi “permata” Golden Age umat manusia.
Kota utama tampak suci dan megah: pulau buatan, generator tenaga arus pasang surut, gedung tinggi berkilauan, kota cincin bawah laut dengan kamuflase optik, kapal suplai dari orbit, dan perlindungan radiasi sehingga kota itu “tak terlihat” dari luar.
Lustrous biasanya dingin dan rasional, tapi kali ini ia benar‑benar tergetar melihat kota ini. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena kagum semata, tapi karena ambisi dan antusiasme.
Pemandunya menjelaskan bahwa ia datang tepat di “Submergence Day”: karena musim penangkapan ikan, banyak kapal melintas, jadi kamuflase optik saja tak cukup; kota akan tenggelam ke bawah laut selama sebulan dan semua orang akan bekerja di ruang bawah tanah yang luas dan penuh suplai.
Saat diminta menatap matahari untuk “terakhir kalinya” sementara kota akan tenggelam, Lustrous tidak merasa haru. Baginya matahari hanyalah bola energi dari reaksi fusi, sesuatu yang pada dasarnya terbatas karena butuh bahan bakar.
Ia memikirkan zero‑point energy: jika bisa diekstraksi, semua materi bisa menjadi energi dan manusia tidak perlu lagi “menaklukkan matahari”, melainkan melampauinya. Ia akan bergabung dengan mereka yang mengejar riset energi ini—itulah sumber kegembiraan dan debar jantungnya.
Scene lalu berpindah ke masa kini: Vera dan SKK berada di kanal dekat landasan, melihat kapal kecil pengangkut barang yang masih berfungsi dengan baik di reruntuhan kota yang relatif terjaga dari kerusakan Punishing virus .
Mereka naik kapal dan mulai bergerak menuju kota utama, namun tak lama kemudian terdengar suara keras di sekitar mereka—Corrupted muncul dari laut.
Saat kalian berada di atas kapal, satu Corrupted mencoba menyergap dari belakang.
Vera dengan sigap menancapkan Corrupted itu ke dinding logam kapal menggunakan tombak panjinya, memastikan musuh itu benar‑benar tak bergerak sebelum menendangnya keluar kapal.
Vera menyadari bahwa sebagian Corrupted yang muncul bukanlah meka asli dari kota tersebut, yang membuat situasinya terasa janggal.
Muncul pertanyaan: jika bukan dari kota, dari mana semua Corrupted yang kalian hadapi berasal?
Di kejauhan, kawanan besar Corrupted terlihat bergerak rapi dan mengepung kota, pemandangan yang membuat suasana semakin mencekam.
Cerita berlatar 4 jam sebelum dua pengunjung Babylonia tiba di Atlantis.
Ada tamu tak diundang lain: Lamia, Ascendant berbentuk seperti putri duyung, datang dari dasar laut bersama banyak Corrupted yang ia kumpulkan di perjalanan.
Ia merasa seperti “ratu yang kembali” tapi sadar dirinya hanyalah parasit yang bertahan hidup dengan bergantung pada orang lain. Kini, saat semua yang ia andalkan sudah pergi, ia terpaksa berpikir dan bertindak sendiri.
Ia tiba di suatu reruntuhan dan menemukan sebuah kubus putih yang memberinya perasaan nostalgia dan asing sekaligus. Ia yakin “orang itu” tidak berbohong—ia akhirnya menemukan apa yang ia cari.
Setelah berjalan lama di dalam reruntuhan, Lamia menemukan robot kecil bernama “421”. Ia berlutut di hadapannya dan mengatakan bahwa ia sudah mendapatkan kubus itu.
Saat robot hendak mengambil kubus, Lamia malah menariknya kembali dan meminta bantuan lain: ia ingin menemukan sebuah tempat penting yang sudah lama ia lupakan.
Di dalam kepalanya berkali-kali muncul sepotong koordinat yang tidak lengkap—ia hanya bisa mengingat bagian awalnya. Ia tak ingat pasti tempat apa itu, hanya bahwa itu adalah tempat yang sangat penting, yang harus ia datangi lagi, terkait obsesi dan masa lalunya.
Lamia ragu dan bertanya apakah ia bisa mempercayai robot itu. “421” menjawab bahwa ia bisa dipercaya dan meminta Lamia memberikan kubus itu, lalu menjelaskan dengan detail apa yang ingin ia ketahui.
Robot “421” tampak penasaran pada Lamia dan ingin tahu lebih banyak dari Ascendant yang sedang terdesak ini.
Latar Tempat – Kota Atlantis yang Membeku dalam Waktu
SKK dan Vera memasuki pulau utama berbentuk piramida yang menggantung di atas kawah raksasa, dikelilingi air terjun melingkar yang jat ke jurang tak berdasar.
Enam menara abu-abu menjulang seperti batu nisan raksasa di sekitar kota.
Kota besar Golden Age masih penuh gedung tinggi dan jalan lebar, catnya belum pudar, tapi semua tampak mati: jendela gelap, tak ada kehidupan.
Kesannya seperti waktu berhenti; Atlantis melupakan dunia, dan dunia melupakan Atlantis.
Kondisi Vera & Kekhawatiranmu
Setelah mengalahkan Corrupted dan tiba di kota dengan selamat, kamu melompat dari kapal dan mengikuti Vera.
Kamu menanyakan apakah Vera baik-baik saja, karena dia terlihat muram sejak menerima pesan dari Hassen.
Vera menanggapinya dengan sinis, menyuruhmu berhenti khawatirkan orang lain dan fokus mencari intel sebelum kota tenggelam.
Kamu mengungkit soal 21 dan Noctis—menunjukkan bahwa kamu khawatir pada mereka.
Ancaman Terselubung dari Chief Commander
Kamu menyebut janji Chief Commander (Nikola) yang mengatakan akan melindungi 21 dan Noctis.
Vera menjelaskan bahwa itu bukan janji, melainkan peringatan: jangan mengkhianati dia.
Dari sini kamu mulai mengerti maksud Vera—bahwa kata-kata Nikola punya ancaman tersirat.
Hubungan Vera, Kurono, dan Parlemen
Vera menjelaskan bahwa dia dulu orang Kurono sebelum dipindah ke Task Force.
Nikola juga dulunya orang Kurono; itu diketahui generasi lama, tapi tak dibanggakan.
Menurut Vera, secara fundamental Parlemen dan Kurono sama saja; mereka cuma berada di sisi berbeda dalam “permainan catur” politik.
Dia menyebut kalian hanyalah pion dan taruhan dalam permainan mematikan antara Parlemen dan Kurono.
Vera menyuruhmu berhenti buta mempercayai pihak berkuasa dan lebih fokus menyelamatkan diri sendiri.
Makna Frame Garnet & Misi Sebenarnya
Frame yang dipakai Vera sekarang bernama Garnet—didesain khusus untuk melawan Construct, mengeliminasi “pengkhianat”.
Frame ini bahkan tidak terdaftar di sistem mana pun, menandakan sifatnya yang rahasia dan kotor.
Menurut Vera, itu berarti Chief Commander menganggap musuh kalian kali ini adalah Construct-Construct Kurono.
Ia mempertanyakan: bisakah kamu benar-benar menganggap Construct Kurono bukan bagian dari Babylonia?
Dia menyinggung bahwa apa yang kalian lakukan sekarang tak beda jauh dari perang saudara manusia zaman dulu.
Kesimpulan pahit Vera: dia dipilih untuk misi ini agar Gray Raven tidak perlu “mengotori tangan” mereka.
Serangan Corrupted
Ketika Vera masih berbicara, tiba-tiba tanah bergetar hebat.
Corrupted yang bersembunyi di kegelapan mulai muncul.
Vera menyuruhmu mundur, bersiap menghadapi serangan baru.
Kamu dan Vera baru saja menghabisi gelombang Corrupted, tapi frame Vera mulai overheat dan ia terluka cukup parah di lengan karena melindungimu.
Kalian bersemunyi di dalam gedung yang dilapisi material khusus sehingga sinyal sulit terdeteksi oleh mesin; Corrupted pun lewat tanpa menyadari keberadaan kalian.
Vera tampak kesal saat kamu meminta maaf atau menanyakan keadaannya, menganggap itu hanya omong kosong yang tidak membantu situasi.
Ia merawat lukanya sendiri dengan sangat terampil, setara Liv, dan menolak bantuanmu meski jelas pernah punya latar belakang keahlian teknis/medis yang tidak ia jelaskan.
Setelah agak tenang, Vera meluapkan kekesalannya:
Ia menganggap misi ini, juga tindakan Parliament dan Kurono, sebagai sesuatu yang bodoh dan tidak berarti.
Menurutnya, Kurono ingin mengurungmu dengan alasan berkhianat, sementara Parlemen ingin mengorbankanmu demi “umat manusia” — sama‑sama ingin memanfaatkan dan menghabisimu, hanya dikemas dengan cara berbeda.
Vera marah bukan hanya pada mereka, tapi juga pada dirinya sendiri karena tetap menjalankan misi ini.
Ia mengkritik keras penggunaan zero-point energy:
Semua orang tahu Punishing Virus berasal dari zero-point reactor.
Manusia sudah membayar mahal dengan kehancuran dunia, namun tetap “menggoda takdir” dengan mengutak-atik hal yang sama lagi.
Baginya, kota ini adalah “kuburan bagi keangkuhan manusia,” bukti ambisi berlebihan yang berakhir pada kehancuran.
Atlantis & Lustrous
Atlantis adalah kota-riset bawah laut yang menjadi pusat penelitian reaktor titik nol.
Lustrous, sang direktur riset, memandang Atlantis seperti otak raksasa: manusia hanyalah “nutrisi” bagi mesin dan data.
Sistem di sini kejam: siapa pun yang tak berguna bagi riset akan “dibuang” ke daratan dan tak pernah kembali.
Kondisi Atlantis Saat Ini (Vera & SKK)
Vera dan SKK menjelajahi Atlantis yang kini kosong.
Laboratorium rapi, tak ada puing, tak ada mayat, tak ada tanda pertempuran, hanya debu tebal merata.
Tidak ada jejak infeksi Punishing Virus di fasilitas maupun lingkungan—tempat ini “bersih” tapi sepenuhnya ditinggalkan.
Makanan sudah habis; kota sempat terus beroperasi setelah wabah, lalu penghuninya entah pergi ke mana.
Kecurigaan & Ketakutan
Vera menyadari semua terlalu “bersih” dan aneh: jika mereka pergi, dunia seharusnya tahu tentang Atlantis.
Ia sengaja menghancurkan pintu untuk memancing musuh (mekanoid, drone, atau Corrupted) keluar, tapi tak ada respons.
SKK mengakui rasa takut akan “ketidaktahuan”; Vera menekankan bahwa musuh yang terlihat lebih baik daripada ancaman tak terlihat.
Rekaman Lustrous
SKK menyalakan proyektor di meja bertuliskan “Research Director: Lustrous”.
Dalam jurnal video, Lustrous menjelaskan:
Komunikasi dengan daratan terputus; mereka melanggar mandat kerahasiaan demi mencari info.
Mereka baru mengetahui adanya Punishing Virus dari siaran umum.
Untuk mencegah infeksi:
Kapal suplai yang datang disuruh ditenggelamkan.
Empat kapal selam diminta menenggelamkan diri; dua patuh, dua mencoba kabur dan dihancurkan sistem pertahanan.
Ada usulan menampung pengungsi atau kembali ke daratan untuk “menyelamatkan umat manusia”, tapi Lustrous menolak:
Atlantis tak boleh terbuka dan lokasinya tak boleh bocor.
Tugas mereka adalah meneliti, bukan menjadi tempat pengungsian atau tim penyelamat.
Mereka memutuskan tetap mengurung diri dan meneruskan riset reaktor titik nol, bahkan mencoba meniru kondisi reaktor pertama yang melahirkan Punishing Virus, demi memahami asal-usulnya.
Lustrous yakin keputusannya logis, tapi ia mengakui dua kali meragukan diri sendiri—seolah “melempar koin” dua kali—namun tetap memaksa diri percaya bahwa ia bertindak benar.
Komentar Vera tentang Atlantis & Sejarah
Vera mengejek para peneliti: setelah tragedi reaktor pertama, mereka malah mencoba mengulanginya.
Ia menyimpulkan: manusia tak belajar apa pun dari sejarah.
Perdebatan Vera & SKK soal “Manusia vs. Parlemen”
Vera menyinggung masa lalu SKK:
Meski membantu mengalahkan Polyphage dan menghentikan Red Tide, SKK tidak diperlakukan sebagai pahlawan, malah dicurigai dan dimanfaatkan oleh Parlemen.
Ia heran kenapa SKK masih mau mempertaruhkan nyawa demi mereka.
SKK menjawab bahwa ia tidak memilih Parlemen, melainkan memilih umat manusia.
Vera menertawakan jawaban itu sebagai sesuatu yang “konyol tapi diucapkan dengan serius”, namun pada akhirnya mencamkan kata-kata tersebut—ia menganggapnya naif, tapi tetap mengingatnya.
Ia memberi perumpamaan: jika ada sumbu detonasi di kegelapan dan kita membawa api, reaksi logis adalah memadamkan api; SKK justru dianggap seperti orang yang akan tetap menjaga nyala api itu.
Kota tempat mereka berada terus tenggelam; hanya puncak beberapa kota satelit yang masih terlihat di atas air. Badai petir mendekat dan tekanan air mengancam menghancurkan seluruh kota bila proses penenggelaman tidak berhenti.
Ada dua jenis Corrupted:
Cleaner Bot milik base, hanya sedikit terinfeksi dan masih relatif utuh.
Corrupted dari laut sekitar yang membawa Punishing Virus, dengan tingkat infeksi dan abrasi berbeda.
Vera tidak peduli pada nasib kota; yang ia inginkan hanya menemukan zero-point reactor sebelum kota hancur.
Karena manusia sudah tidak terlihat dan tidak ada waktu untuk menggeledah semua gedung, mereka memutuskan memanfaatkan Cleaner Bot yang hanya sedikit terinfeksi untuk mengakses data jaringan lokalnya.
Dari data itu, mereka menemukan pola patroli yang membentuk “sarang” tiga dimensi, dan di pusatnya ada area yang tidak tercatat di sistem bot—tempat yang kemungkinan besar adalah lokasi reaktor titik nol dengan izin akses lebih tinggi.
Mereka menyimpulkan harus menuju bawah (down) untuk mencapai reaktor, namun terlebih dahulu harus mencari cara untuk menembus penghalang elektromagnetik yang masih aktif.
Vera menemukan barier elektromagnetik di markas Atlantis.
Barier ini hanya ditujukan untuk menghentikan “orang luar” yang ID-nya tidak terdaftar di sistem kota.
Anehya, semua perangkat barier masih utuh dan tidak rusak.
Artinya, “musuh” yang masuk ke Atlantis lebih dulu dan memicu mekanisme penenggelaman kota berhasil lewat tanpa dihentikan sistem keamanan.
Hal ini membuat Vera curiga dan bertanya-tanya sebenarnya siapa yang mereka hadapi—sampai ia berspekulasi apakah kota ini “berhantu”.
Lokasi & Situasi
Kamu dan Vera akhirnya mencapai area terdalam kota: ruang reaktor nol‑titik (zero‑point reactor) di dasar laut, terlindungi kaca raksasa.
Atlantis perlahan tenggelam; kalian mencari cara menghentikan proses itu melalui panel kontrol pusat.
Pertemuan dengan Lamia
Lamia, Ascendant yang pernah muncul bersama Roland, sudah ada di sana duluan dan tampak tidak stabil secara mental: ketakutan, putus asa, lalu penuh kebencian.
Ia berkata ingin “menenggelamkan semuanya bersama dirinya” lalu menggunakan kemampuan untuk menghilang dan kabur, meski Vera berusaha menghentikannya.
Gagal Mengendalikan Reaktor
Kamu mencoba mengoperasikan sistem pusat, tapi identifikasi biodata gagal dan semua fungsi terkunci pada perintah “lanjutkan penenggelaman”.
Vera heran bagaimana Lamia bisa memakai sistem ini, sementara kalian tidak.
Rekaman Rapat para Direktur
Muncul rekaman rapat yang dipimpin Lustrous, direktur riset.
Komunikasi dengan permukaan dan satelit terputus total; kemungkinan besar peradaban manusia di luar base sudah musnah akibat Punishing Virus.
Stok logistik hanya cukup sekitar 15 bulan; kalau semua sumber daya difokuskan ke riset, paling lama 23 bulan.
Mereka memutuskan mengorbankan departemen satu per satu demi mempertahankan penelitian zero-point reactor:
Pertama: Administrasi
Lalu: Logistik → Medis → Komunikasi → Robotik → Data
Terakhir: Riset (dipimpin Lustrous).
Mayat dibuang ke laut karena tak ada fasilitas pengelolaan jenazah.
Pengakuan Lustrous tentang Nasib Basis
Rekaman berlanjut ke pesan pribadi Lustrous beberapa tahun setelah wabah.
Semua staf lain sudah mati kelaparan, makanan habis, tak ada yang datang menyelamatkan.
Dia menjelaskan bahwa mereka berusaha merekonstruksi kegagalan zero-point reactor pertama untuk mencari asal Punishing Virus, tapi:
Virus muncul hanya sebagai efek fisik tidak langsung, lalu “lenyap” seketika.
Seolah‑olah ada “sesuatu” yang menyerap virus itu—ia menyebut konsep/teknologi itu sebagai “Omega File”.
Omega File & Warisan untuk Masa Depan
Lustrous menyimpan Omega File di sakunya dan berniat pergi ke observatorium tertinggi di kota setelah merekam pesan ini.
Ia mengakui bahwa tanpa sampel dan peralatan, ia tidak bisa memastikan Omega File akan berguna di luar basis ini.
Meski mereka gagal “menangkap tetesan hujan” (virus), mereka merasa setidaknya telah menemukan “airnya” (medium/energi yang menyerapnya).
Pembenaran Moral & Pesan Terakhir
Lustrous mengulas keputusan kejam mereka: mengorbankan departemen demi riset, menempatkan dirinya paling terakhir di daftar untuk mati.
Ia menyatakan mereka tidak menyesal dan akan tetap membuat pilihan yang sama demi kemajuan ilmu pengetahuan, meskipun virus yang menghancurkan dunia lahir dari zero-point reactor pertama.
Penyesalan satu‑satunya: mereka hanya bisa melangkah sampai titik ini.
Pesan terakhirnya untuk siapa pun yang menemukan rekaman ini:
Jangan lupakan keinginan manusia untuk mencapai bintang.
Jangan hilang keberanian untuk terus maju meski dunia dihancurkan.
Ia menyerahkan seluruh “warisan” peneliti Atlantis—terutama Omega File—kepada para pencari di masa depan, lalu pergi untuk “menyusul rekan‑rekannya”.
Rekaman & “the last spark”
Rekaman tentang Atlantis selesai diputar.
Terungkap bahwa tidak ada evakuasi atau mayat—semua orang bertahan sampai akhir, menghabiskan semua “bahan bakar” otak raksasa di atas Atlantik.
“The Last Spark” kesadaran mereka disimpan di puncak menara yang diibaratkan mercusuar.
Refleksi Vera & kemiripan dengan para ilmuwan
Vera menyebut semua ini “gila”, lalu tertawa karena merasa mereka sama gilanya dengan dirinya.
Ia menyadari para ilmuwan tidak menjadikan tragedi sebagai pelajaran, melainkan hanya “eksperimen gagal” yang harus diulang.
Ini mengingatkannya pada masa lalu: hidupnya hanyalah siklus “membunuh dan bertahan hidup” berulang-ulang hingga Nikola merekrutnya dan menawarkan “jalan keluar” penuh rasa sakit, tapi dengan janji ada cahaya di ujungnya.
Filosofi tentang obor kemanusiaan
Vera menanyakan kembali soal “obor”—apakah akan dipadamkan?
Jawabanmu: tidak akan memadamkan obor, karena ingin melihat apa yang ada di ujung kegelapan dan menghajar orang yang memasang “detonating cord”.
Kalian menyimpulkan: manusia selalu melawan rasa takut dan yang tidak dikenal—dari takut binatang buas, api, “dewa”, hingga berani memakai sains untuk menguak rahasia.
Meski takut pada hukuman dan kematian, manusia tidak berhenti maju. Jika berhenti, manusia akan selamanya percaya bumi pusat alam semesta, petir adalah murka dewa, dan bersembunyi di pohon.
Manusia terus mengangkat “obor” lebih tinggi karena rasa ingin tahu—itulah keberanian paling murni dari jutaan tahun evolusi.
Intinya: jika diulang dari awal, manusia tetap akan memilih jalan yang sama.
Krisis: kaca retak dan banjir
Tiba-tiba terdengar retakan di dinding kaca—tekanan air terlalu tinggi.
Kalian harus menghentikannya lewat sistem kendali pusat, tapi hanya Lamia yang entah kenapa diakui punya otorisasi.
Kalian menyimpulkan: kalau Ascendant mengincar info zero point energy, tujuannya pasti puncak menara.
Melawan kota yang menganggapmu musuh
Alarm berbunyi, bukan karena air, tapi karena kalian dianggap “penyusup”, sementara Lamia bebas lewat.
Vera menghancurkan pintu-pintu dan gerbang berlapis-lapis dengan tombaknya, tapi setiap penghalang ditembus, muncul lebih banyak alarm dan sistem keamanan.
Atlantis tetap berjalan seperti mesin tanpa pengelola, dan menganggap Lamia sebagai sekutu, kalian sebagai musuh.
Air terus mengejar kalian dari bawah, sementara corrupted yang dibawa Lamia berkumpul, mengikuti aliran air dan menghadang jalan ke puncak menara.
Kamu (SKK) dan Vera sudah menghabisi semua rintangan di jalan menuju observatorium.
Di sepanjang dinding logam, terlihat goresan panjang dan dalam, jelas merupakan bekas serangan twinblade milik Lamia.
Dari bekas-bekas itu bisa dipastikan Lamia menuju observatorium untuk data zero-point reactor.
Namun, kamu mulai meragukan motif sebenarnya Lamia—apakah benar dia hanya mengejar data reaktor itu—tapi tidak ada seorang pun yang bisa menjawab keraguanmu sekarang.
Di ruang rapat, Lustrous dan para direktur Atlantis mengambil keputusan terakhir. Admin Director menyamakan mereka dengan bagian otak: hanya “pikiran” (tujuan) yang, bukan “nutrisi” (para pekerja). Mereka semua menerima takdir mereka dan menyerahkan beban akhir pada Lustrous.
Lustrous kemudian sendirian di observatorium, memandang kota laut Atlantis yang sudah mati. Semua rekan yang dulu ia pimpin sudah tiada. Selama ini ia menjadi “bendera” yang tak boleh menunjukkan kelemahan, tapi kini, ketika semua orang sudah pergi, ia kembali menjadi manusia biasa.
Ia kelelahan, merasa sudah menyelesaikan tugasnya, dan memutuskan untuk berhenti di sini. Meski dulu ia bercita-cita menembus tepi alam semesta, akhirnya ia “pergi dengan tenang” dan memilih mengakhiri hidup sendiri, bukan karena kelaparan.
Waktu berlalu; kamu dan Vera datang ke observatorium dan menemukan jasad Lustrous yang sudah mengering, masih dengan pakaiannya. Di sampingnya ada peti suplai penuh makanan—tanda bahwa Lustrous sengaja bunuh diri, bukan dipaksa keadaan.
Vera tertawa pahit saat menyadari Lustrous ternyata tidak sanggup terus bertahan sampai akhir, menyebutnya “penipu licik” dengan nada campur antara marah dan sedih.
Sebagai bentuk penghormatan dan “menerima tongkat estafet”, Vera memakan hardtack dari peti meski sebagai Construct ia tidak butuh makan. Itu menjadi ritual simbolis: flag (semangat, mimpi, dan beban Lustrous) kini berpindah ke Vera.
Vera lalu mengambil “warisan” Lustrous dari dalam mantelnya dan menyerahkannya padamu agar kamu menyimpannya dengan aman. Setelah itu, ia pergi untuk “spearfishing” dan mencari apapun yang masih bisa diselamatkan dari Atlantis, meneruskan perjuangan generasi sebelumnya.
Hujan turun sangat deras, seakan seluruh air dunia berkumpul di satu tempat.
Vera melompat ke atap dan menemukan Ascendant homanoid-fish hybrid, Lamia, berdiri tak jauh darinya, menatap langit dengan tatapan kosong sementara hujan membasahi wajahnya.
Vera mengacungkan tombaknya dan mengancam Lamia agar membatalkan perintah penenggelaman kota, kalau tidak akan ia serang.
Saat melihat mata Lamia, Vera tertegun—tatapan putus asa Lamia mengingatkannya pada dirinya sendiri di masa lalu, ketika semua rekannya telah tewas dan ia berdiri sendirian di bawah hujan, menyamarkan air mata dengan air hujan.
Lamia menolak, berkata bahwa “ini miliknya” dan menyuruh semua untuk berhenti mengganggu tempat itu, lalu memerintahkan kota untuk “tenggelam”.
Dengan penuh kesedihan dan keputusasaan, Lamia berteriak “TENGGELAM!” dan menyerang Vera dengan pedang kembarnya, menandai awal pertarungan di antara mereka.
Vera dan Lamia bertarung sengit di tengah hujan di atas platform yang dikelilingi lautan.
Senjata mereka—twinblade Lamia dan tombak Vera—saling beradu hingga menimbulkan suara berdering tajam dan gelombang udara yang terasa di sekeliling.
Vera memanfaatkan celah pertahanan Lamia dan hampir mengenai dada Lamia, namun gelombang besar dari samping mengganggu arah serangannya.
Serangan itu hanya menggores lengan Lamia, tetapi cukup kuat untuk merobek kulit buatannya dan memperlihatkan tulang logam di dalamnya.
Lamia kesakitan dan ketakutan; ia menyadari bahwa meski berada di “wilayahnya” (laut), ia tetap tidak bisa mengalahkan Vera.
Ia teringat “percikan” yang sama pada seseorang dari kota bawah laut yang kini telah hilang, menyadari bahwa Vera punya sesuatu yang tidak ia miliki.
Vera kembali menyerang; Lamia semakin panik, memohon Vera menjauh sambil mundur terus.
Ketika ombak besar kembali menghantam platform, Lamia berbalik menjauh dari arah tombak Vera dan melompat ke dalam gelombang, seolah mencoba melarikan diri.
Kota Tenggelam & Bangkit Lagi
Kota tempat pertempuran mulai benar‑benar tenggelam; hanya puncak menara dan atap observatorium yang tersisa.
Vera kelelahan dan frustrasi karena gagal menghentikan Lamia dan memaksanya membatalkan perintah penenggelaman.
Saat semua seolah selesai, kapal transport Babylonia dengan logo Gray Raven datang.
Tiba‑tiba terjadi gempa besar, dan kota yang tadinya tenggelam justru naik kembali dari laut, seakan “disucikan” dan memancarkan kembali kejayaannya di bawah sinar matahari.
Refleksi Vera tentang Umat Manusia & Penaklukan
Vera merenung soal waktu kosmis: usia alam semesta 13,8 miliar tahun disusun jadi satu tahun, dan sejarah manusia baru muncul di “malam terakhir”.
Dari mengenali musim melalui bintang sampai menancapkan bendera di bulan hanya “60 detik” dalam skala itu.
Punishing Virus, dibanding skala kosmis, hanyalah sekejap saja.
Vera menancapkan tombak‑benderanya seperti astronot Apollo 11 menancapkan bendera di bulan: tindakan naluriah penaklukan dan klaim wilayah.
Manusia menaklukkan Bumi, lalu bulan, dan kini Babylonia seakan “menaklukkan kembali” Bumi.
Teori tentang Punishing Virus (Jurnal Lustrous)
Penulis jurnal (Lustrous) mengajukan teori bahwa Punishing Virus bukan diciptakan oleh zero‑point energy, melainkan masuk melalui “jalur” yang dibuka oleh teknologi ini.
Virus itu:
Tidak mungkin muncul di peradaban primitif tanpa listrik/digital.
Hanya mengancam peradaban teknologi tinggi.
Kesimpulan: Punishing Virus adalah “filter besar” peradaban – semacam parasit yang tumbuh di dalam peradaban maju untuk membatasi, atau menghancurkan, bila peradaban itu terlalu “sakit”.
Hakikat Peradaban Manusia: Terus Mengambil & Maju
Sejak “monyet turun dari pohon”, manusia naik rantai makanan dengan tangan dan gigi, lalu dengan api, tombak, mesin uap, mesin pembakaran, generator, komputer.
Manusia selalu “mengambil”: daging dari hewan, sumber daya dari alam, energi dari matahari, angin, pasang surut.
Ketika sudah menguasai Bumi, manusia mulai menggapai bintang. Itulah alasan Babylonia dibangun.
Untuk menjelajah galaksi, dibutuhkan sumber energi lebih besar dari apa pun yang pernah ada; karena itu mereka mencoba menaklukkan energi titik nol.
Bencana saat ini bukan sesuatu yang mereka sesali karena “mencoba”. Satu‑satunya penyesalan: mereka belum berhasil menaklukkannya sepenuhnya.
Pesan Terakhir Lustrous
Jurnal ini adalah catatan terakhir Lustrous yang ditujukan pada “pencari hari esok”.
Ia mendorong generasi berikutnya untuk terus maju, tanpa menoleh ke belakang dan tanpa penyesalan:
“March on. Do not look back. Do not stop. Do not regret. March on.”
Ia menutup dengan kutipan puisi Dylan Thomas:
“Do not go gentle into that good night…
Rage, rage against the dying of the light.”
Intinya: meski dunia hancur, manusia harus tetap melawan, terus maju, dan tidak menyerah pada kegelapan.
Sebelumnya ...15 ... Selanjutnya