sebelum membaca: beberapa stage mungkin terlewat karena memang hanya battle saja tanpa ada story
Kondisi Vanessa & Egret Setelah Insiden Laut
Vanessa baru keluar dari perawatan Star of Life dan sudah seminggu tidak dapat misi.
Egret kekurangan anggota: hanya tersisa Vanessa dan Bambinata setelah Teasell “hilang/defect”.
Vanessa menolak semua calon pengganti Teasell karena menganggap tak ada yang sepadan dan mulai memikirkan: “Bagaimana caranya menciptakan ‘mainan’ (Construct) yang benar-benar loyal?”
Masalah Bambinata & Modul Memori
Bambinata punya gejala “amnesia”: memori tidak hilang, tapi terkunci di Deep M.I.N.D.
Asimov membuat modul memori eksternal yang menyimpan data penting misi/pertarungan, namun kapasitas terbatas, sehingga memori lama akan terhapus saat ada data baru.
Kecepatan baca data Bambinata melambat, jadi Vanessa menyuruhnya ke Asimov untuk pemeriksaan.
Rekaman Memori: Pertempuran di Red Tide
Vanessa memutar ulang data memori Bambinata pada hari insiden besar di permukaan (Red Tide, Gray Raven, Chief terluka, dsb.).
Vanessa dan Bambinata terkepung Red Tide; Vanessa terluka parah dan sudah menyiapkan “senjata rahasia”: bom yang dipasang di tubuh Bambinata.
Rencananya: Bambinata meledakkan diri untuk membuka jalan dan menjamin keselamatan Gray Raven, sementara Vanessa siap mati sebagai pengorbanan.
Bambinata, walau tubuhnya rusak seperti “boneka tua”, tetap bertarung mati-matian demi melindungi Vanessa dan mencari celah agar sang “Mistress” bisa hidup.
Munculnya Teasell
Saat Bambinata hampir kalah, Hetero-Creature tiba-tiba berhenti: Teasell muncul, tampaknya memanipulasi musuh dengan akses sementara.
Vanessa sadar bahwa Teasell yang dulu jadi “mainan patuh” kini bukan lagi miliknya dan menganggap mereka kini berseberangan.
Konfrontasi Vanessa & Teasell
Teasell mendekat, menghentikan serangan, lalu membalut luka Vanessa dengan perban terakhir yang ia miliki.
Ia mengambil detonator yang dipakai Vanessa untuk mengorbankan bawahannya dan mengungkap perasaannya:
Ia selalu membenci cara Vanessa memperlakukan Construct seperti objek/mainan.
Vanessa memakai mereka, meledakkan mereka, bahkan tidak memberi emosi apapun ketika mereka hancur.
Teasell mengaku menunggu hari ketika Vanessa menekan detonator untuk Bambinata, lalu ia sendiri akan membunuh Vanessa.
Namun ia mengatakan sekarang tujuannya hanya satu: tubuhnya milik dirinya sendiri, bukan milik Vanessa, Egret, maupun Gray Raven.
Ia menolak nama “Teasell” yang diberikan Vanessa; ia ingin identitas itu lenyap dan tidak tercatat sebagai anggota Egret di monumen Babylonia.
Dialog dengan Bambinata Soal “Kebebasan”
Setelah Vanessa pingsan, Teasell mencoba mengangkatnya, namun Bambinata menghalangi.
Teasell bertanya kenapa Bambinata tidak membenci Vanessa, serta menawarkan ide: hidup sebagai individu bebas, membuat keputusan sendiri, bukan sekadar mengikuti perintah.
Bambinata menjawab:
Ia tidak membenci Vanessa.
Yang ia inginkan adalah melakukan apa yang diinginkan Mistress.
Kebebasan bukan syarat untuk menyelesaikan misinya.
Teasell menyadari Bambinata “belum siap” memahami kebebasan, dan meninggalkan pesan: jika suatu hari Bambinata mengerti, carilah dia; ia akan memperkenalkan Bambinata pada “mereka” dan menunjukkan apa itu kebebasan sejati.
Keraguan Baru Vanessa
Setelah mematikan pemutaran memori, Vanessa kaget mengetahui Teasell pernah bicara langsung dengan Bambinata setelah ia pingsan.
Ia mulai cemas: jika suatu hari Bambinata memahami “kebebasan”, apakah ia akan memilih meninggalkan Egret dan Vanessa, seperti Teasell?
Pemeriksaan Bambinata di Lab
Bambinata ke lab untuk periksa modul memori.
Peneliti baru tanpa sengaja menyebutnya “kasus amnesia klasik Egret”, lalu merasa bersalah.
Bambinata menjawab tenang: semua sudah terbiasa, yang penting ia masih bisa “berguna”.
Peneliti lama memutuskan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh karena gejala amnesianya kambuh lagi.
Gosip Construct Lain tentang Egret & Teasell
Dua Construct biasa bergosip bahwa:
Pertempuran besar di laut sangat mengerikan, hampir semua elite dikerahkan.
Egret kini kekurangan anggota karena ada yang “menghilang/defect” (Teasell).
Reputasi Egret: anggota yang ikut misi bersama mereka hanya punya dua kemungkinan: pulang tanpa luka atau tidak kembali sama sekali.
Mereka curiga ada yang “salah” di Egret, sehingga menolak ide bergabung ke sana, tidak seperti Gray Raven yang tidak pernah ada kasus pembelotan anggota.
Vanessa mendengar dari balik sudut, lalu muncul dan dengan dingin menghina mereka sebagai “sampah” yang tak pantas bergabung tim elite.
Misi Baru: Pergerakan Presiden dan Cerberus
Vanessa menerima telepon Bambinata dari lab:
Bambinata tiba-tiba mendapat perintah misi langsung dari Presiden.
Di misi itu, Bambinata akan bertemu juga dengan kapten Cerberus.
Vanessa belum menerima pemberitahuan resmi, jadi ia langsung menghubungi Celica dan memaksa ikut sebagai pengawas Bambinata, dengan alasan:
Setelah ada anggota Egret yang kabur (Teasell), akan lebih aman jika satu-satunya Construct Egret yang tersisa dimonitor langsung oleh komandannya.
Nikola menyetujui, dan Vanessa resmi ikut dalam misi tersebut.
Rencana Collins & Inver-Device
Rebecca menegur Collins karena situasi setelah insiden markas bulan: Kurono kehilangan Luna, Liszt bisa bangkit lagi, dan proyek Ascendant dihentikan.
Collins tetap santai. Ia menjelaskan bahwa data eksperimen lama tentang Inver-Device yang ia minta dari Rebecca adalah “kartu tawar-menawar”-nya.
Ia menduga kemunculan Ascendant berkaitan dengan Inver-Device, dan percakapan dengan Luna di basis bulan menguatkan dugaan ini.
Collins berencana “menitipkan” data lama itu ke Parlemen/Science Council: dengan berbagi sebagian kunci, ia yakin pada akhirnya semua pihak akan dipaksa membagi hasil riset demi umat manusia.
Babylonia & proyek frame baru Lee
Di sisi lain, Hassen, Nikola, dan Celica membahas riset kerangka khusus baru untuk Lee, yang diharapkan bisa membuat penggunanya benar-benar kebal Punishing Virus (perbaikan atas Empyrea).
Kunci keberhasilan: memahami dan mengoptimalkan Inver-Device, sehingga penelitian Inver-Device kembali jadi prioritas utama.
Collins menghubungi Babylonia
Collins menghubungi Hassen dan Nikola, mengirimkan file terenkripsi berisi data eksperimen awal Kurono tentang Inver-Device, menggunakan subjek nyata (melanggar etika, tapi dilakukan sebelum adanya aturan perlindungan).
Data lengkapnya tersimpan di sebuah shelter di permukaan. Collins memberikan koordinat dan “secara dermawan” meminta Babylonia mengirim pasukan untuk mengambilnya.
Ia secara khusus mengusulkan Vera (ex-Cerberus, ex-Kurono) sebagai Construct yang dikirim. Hassen menambahkan satu lagi: Bambinata dari Egret, demi keamanan, lalu memutuskan mengirim Vera + Bambinata.
Motif & intrik politik
Hassen dan Nikola sadar ini berisiko, tapi menilai satu-satunya cara memahami rencana Collins adalah ikut serta dalam setiap langkah permainannya.
Mereka juga menyebut ada proposal terkait Vera yang akan dikirimkan padanya.
Collins di sisi lain menilai Vera dan Nikola sebagai “orang Kurono” yang pada akhirnya diikat oleh keuntungan/profit; ia ingin menguji seberapa kuat “ikatan” itu.
Ia juga tertawa saat membaca data tentang Bambinata—menyebutnya sebagai sebuah “kebetulan menyenangkan” (serendipity), menyiratkan ia tahu masa lalu/eksperimen terkait Bambinata.
Briefing misi: Vera, Bambinata, dan Vanessa
Vera heran mengapa misi sederhana ini perlu dua Construct. Celica menjawab: kondisi permukaan berbahaya, jadi mereka dikirim berpasangan.
Nikola muncul dan menegaskan misi ini keputusan mendadak tanpa pengintaian, jadi formasi ini dipilih untuk mengurangi risiko. Jika Vera masih punya pertanyaan, ia akan menjawabnya “di waktu dan cara yang sesuai”.
Vera kemudian menyadari:
Entah misi ini sarat intrik politik dan Bambinata dikirim untuk mengawasinya,
Atau Nikola sungguh menyiapkan sesuatu untuknya terkait proposal tadi.
Kemunculan Vanessa
Di pesawat, Vera menggoda Bambinata yang sangat patuh dan pendiam.
Tepat sebelum pintu pesawat tertutup, Vanessa, komandan Egret dan “mistress” Bambinata, masuk sebagai Commandant misi.
Vera menyindir bahwa Vanessa pasti sangat memedulikan Bambinata sampai rela turun ke permukaan demi satu Construct yang tersisa di timnya.
Percakapan terakhir memperlihatkan:
Relasi kuat “mistress–Construct” antara Vanessa dan Bambinata,
Ketegangan halus antara Vera dan Vanessa,
Dan bahwa misi ini, meski di atas kertas hanya “pengambilan data”, jelas sarat kepentingan dan pengawasan terhadap Vera.
Latar tempat & waktu
Vanessa dan tim Egret tiba di sebuah bangunan bergaya retro yang dulu dijadikan shelter Kurono.
Pemandangan itu memicu Vanessa untuk mengingat masa kecilnya—saat pertama kali bertemu Bambinata.
Kehidupan Vanessa sebelum Bambinata
Di Babylonia, pukul dua siang, Vanessa kecil biasa minum “latte ramah anak” bersama ibunya, Petra.
Orang tuanya, Petra dan Raymond, bersiap menyambut kedatangan “adik” baru yang akan diadopsi.
Vanessa menolak keras punya adik dan merasa tidak didengarkan. Ia takut kehilangan perhatian orang tuanya.
Pertemuan pertama dengan Bambinata
Seorang peneliti Kurono datang membawa Bambinata, yang mengalami amnesia dan pernah dijadikan subjek penelitian.
Petra dan Raymond menyambut Bambinata dengan hangat, memintanya memanggil mereka “Mother” dan “Father”.
Vanessa memperkenalkan diri dengan enggan, menolak menatap Bambinata, dan menilai Bambinata sebagai gadis menyebalkan yang berpura-pura patuh agar disayang.
Foto keluarga baru
Orang dewasa meminta peneliti memotret mereka: Petra, Raymond, Vanessa, dan Bambinata bersama sebagai keluarga.
Meski tidak rela, Vanessa dipaksa berdiri di samping Bambinata dan “tersenyum” untuk foto keluarga baru itu.
Kecemburuan Vanessa yang makin besar
Setelah itu, Petra dan Raymond lebih sering di rumah, tetapi waktunya dihabiskan untuk riset dan perawatan Bambinata.
Mereka tampak sangat gembira dengan kemajuan penelitian dan kerja sama Bambinata.
Vanessa makin sering dimarahi karena sikapnya, dan ia merasa retaknya hubungan keluarga diabaikan karena obsesi ilmiah orang tuanya.
Insiden foto di ruang tamu
Vanessa menemukan Bambinata sedang meletakkan foto keluarga baru (dengan Bambinata) di meja, menggantikan foto lama yang hanya berisi Vanessa dan orang tuanya.
Marah besar, Vanessa mendorong Bambinata hingga terjatuh dan menjatuhkan bingkai foto sampai pecah.
Bambinata menjelaskan bahwa itu perintah Mother, tapi Vanessa menuduhnya ingin “mencuri” ayah dan ibunya, menyebut Bambinata “boneka patuh” dan berteriak, “Aku benci kamu!”
Kembali ke masa kini
Vanessa dewasa mencoba mengingat ekspresi Bambinata waktu itu, tapi ingatannya terasa janggal, tidak sepenuhnya cocok.
Vera membuyarkan lamunannya dan menggoda Vanessa soal panggilan “mistress”-nya Bambinata, membuat Vanessa kesal.
Mereka lalu melanjutkan misi, menghindari pintu depan dan mengintai bangunan lewat jendela yang kacanya sudah pecah.
Bambinata terpisah dari Vanessa & diserang “Mother”
Bambinata “bangun” di sebuah aula besar yang gelap, tanpa data bagaimana ia sampai di sana.
Ia mencoba menghubungi Vanessa (Mistress), tapi ada gangguan yang membuatnya tidak bisa mengontrol tubuhnya.
Muncul dua mechanoid: “Dottie” dan sosok “Mother” yang memanggilnya “Doris” dan memaksa dia menjadi “anak yang baik” dalam “keluarga” mereka.
Bambinata menolak, menegaskan bahwa namanya adalah Bambinata yang diberikan oleh Mistress.
Mother tiba‑tiba menyuntikkan Punishing Virus ke Inver-Device Bambinata, membuat kesadarannya tenggelam ke dalam M.I.N.D. yang dalam.
Masuk ke Deep M.I.N.D. & kepompong data
Dalam kegelapan batin (Deep M.I.N.D.), rasa sakit dan suara menghilang, berganti kehampaan.
Muncul banyak “kepompong data”, berisi potongan-potongan memori Bambinata yang pernah hilang karena amnesia.
Ketika ia menyentuh satu kepompong, memori masa lalu mulai diputar.
Memori 1 – Masa adopsi & rasa takut “tak berguna”
Seorang peneliti Kurono menjelaskan bahwa Bambinata akan diadopsi oleh sepasang dokter terkenal di Babylonia (yang nanti menjadi “orang tua” Bambinata).
Mereka berharap dengan bantuan mereka, Bambinata bisa berhenti sering lupa (amnesia) dan bisa bertahan sendiri di masa depan.
Peneliti juga mengisyaratkan bahwa nasib eksperimen yang lain biasanya berakhir tragis (dipakai riset lalu dibuang).
Bambinata mulai memahami ia “bernilai” hanya selama dia berguna, dan takut kehilangan tempatnya bila tidak punya tujuan.
Memori 2 – Cemburu & ketakutan Vanessa (Rosie)
Vanessa menangis, merasa kedua orang tuanya merebut perhatian darinya dan memberikannya pada Bambinata.
Ia takut digantikan karena tidak cukup berprestasi (hanya juara 3), merasa cintanya orang tua bersyarat.
Bambinata melihat dirinya dalam ketakutan Vanessa: sama‑sama takut kehilangan nilai dan tempat.
Bambinata mencoba menghibur, menjelaskan bahwa ia ada untuk menjamin masa depan Vanessa, bukan untuk merebut orang tua.
Vanessa memaksa Bambinata “pinky promise” agar tidak memberitahu siapa pun bahwa ia menangis—momen ini jadi awal Vanessa memanggilnya “Bambinata” dan mengakuinya sedikit sebagai adik.
Memori 3 – Eksperimen chip memori & “reset” Bambinata
Di lab, orang tua angkatnya (dokter Petra dan Raymond) mengaktifkan Bambinata lagi.
Ia tak ingat apa‑apa, bahkan siapa dirinya; mereka memasang chip memori untuk menyimpan data ingatan dan mengatasi amnesianya.
Mereka memperlakukan ini sebagai eksperimen: chip masih prototipe, kinerjanya belum sesuai harapan.
Vanessa mengintip di luar lab, lalu kesal saat tahu Bambinata “meng-overwrite data” tentang dirinya dan lagi‑lagi lupa.
Petra membandingkan Vanessa dengan anak lain yang dianggap jenius, memarahinya karena kurang “inisiatif”, memperkuat rasa inferior Vanessa.
Petra memuji Bambinata yang “patuh”, berharap Vanessa bisa sepatuh itu.
Kehidupan rumah: Bambinata sebagai anak patuh, Vanessa sebagai anak yang merasa tersisih
Saat makan, Bambinata diperintah duduk di sofa, tidak perlu makan karena Construct. Ia cuma menunggu perintah, sangat taat.
Setelah makan, Petra menyuruh mereka tidur siang bersama di kamar Vanessa, agar mereka “lebih akrab sebagai saudara”.
Bambinata masuk kamar Vanessa dengan sangat hati‑hati, sadar ia memasuki ruang pribadi yang dulu hanya milik Vanessa.
Momen kecil keakraban di kamar
Vanessa tampak ketus, menyuruh Bambinata cepat berbaring.
Saat Bambinata hampir tidur, Vanessa melempar selimut untuk menutupinya dan mengomel agar “tutup perut biar tidak masuk angin”, meski Bambinata secara logika tahu Construct tak bisa sakit.
Dari cara bicara Vanessa yang kasar tapi sebenarnya peduli, Bambinata merasa ada kelembutan yang disembunyikan di balik kata-kata keras itu.
Vanessa bertanya lagi apakah Bambinata sungguh tidak ingat dirinya, dan Bambinata menjelaskan bahwa orang tua hanya bilang mereka memasang sesuatu untuk membantunya mengingat.
Bambinata tidak takut karena sudah terbiasa: selama ada orang yang memberinya perintah (orang tua dan Vanessa), ia tahu apa yang harus ia lakukan; rasa takut diganti kepatuhan.
Vanessa menggerutu bahwa Bambinata bahkan lupa janji pinky promise, lalu menyuruhnya cepat tidur.
Kesadaran Bambinata memudar lagi, kembali ke kegelapan setelah memori itu berakhir.
Vera dan Vanessa sedang bertarung melawan Construct musuh sambil membahas Bambinata yang tiba-tiba memutus koneksi M.I.N.D. dan menghilang.
Vanessa menduga ada gangguan/interferensi dan mengaitkannya dengan area “abu-abu” di blueprint gedung, yang tidak tercatat fungsinya. Ia percaya di situlah fasilitas penelitian Kurono berada, dan kemungkinan tempat Bambinata berada.
Sistem keamanan seperti kamera sudah diutak-atik pihak lain, jadi mereka tak bisa mengandalkannya.
Vera menyarankan metode komunikasi sederhana (kode, tanda), dan menyindir ketergantungan Vanessa pada teknologi, sementara Vanessa balik meremehkan cara “primitif”.
Vera mengingatkan bahwa ia pernah membuat kesepakatan dengan Bambinata bahwa ia tidak wajib menyelamatkannya jika terjadi sesuatu, tetapi Vanessa mengancam secara halus soal hukuman militer dan “dua anak anjing” yang Vera tinggalkan.
Saat mengobrol, Vanessa hampir disergap musuh dari belakang, tapi Vera bergerak cepat dan menyelamatkannya. Setelah itu, Vera mengakui ia mungkin salah paham soal hubungan Vanessa dan Bambinata, lalu memutuskan berhenti bercanda dan bertarung dengan serius, menegaskan agar Vanessa tidak menjadi penghambat.
Vera dan Vanessa sedang menjelajahi sebuah ruangan; Vanessa tampak terpaku pada sepasang sepatu balet yang ditemukan, tapi tidak mau membicarakannya, dan Vera memilih pura‑pura tidak melihat.
Adegan lalu beralih ke masa lalu/kenangan: Vanessa mengajarkan gerakan balet yang ia pelajari di kelas kepada Bambinata, karena hari itu Bambinata sibuk membantu ayahnya meneliti.
Vanessa menari dengan indah di bawah cahaya matahari, sehingga Bambinata membayangkan dirinya seperti burung bangau putih/Egret yang anggun namun terkurung.
Setelah selesai menari, Vanessa meminta melihat catatan Bambinata, tapi ternyata buku catatannya kosong—Bambinata hanya “merekam” tarian itu di M.I.N.D.-nya.
Saat Vanessa berganti baju, Bambinata menggambar Vanessa yang sedang menari di ruangan terang. Ia merasa ada yang “kurang”, lalu menggambar sosok kecil di samping Vanessa, tapi sosok itu dibiarkan kosong dan penuh titik‑titik karena ia belum tahu siapa/apa sosok itu.
Vanessa memergoki Bambinata menggambar alih‑alih berlatih, lalu mengajaknya berlatih gerakan dasar balet bersama di atas mat.
Di akhir, dijelaskan bahwa sosok kosong yang digambar Bambinata itu ia simpan “dalam hati”, menandakan seseorang yang belum ia definisikan namun penting baginya.
Kelas balet & kehebatan Bambinata
Di kelas balet, guru meminta Bambinata memperagakan gerakan dasar.
Meski hanya 12 gerakan dasar, Bambinata menarikan semuanya dengan elegan, seolah koreografi penuh.
Guru memuji Bambinata sebagai yang paling akurat, dan menyebut ia “memang ditakdirkan untuk balet”, meski ia seorang Construct.
Rasa minder dan frustrasi Vanessa
Vanessa sebenarnya punya dasar teknik yang sangat bagus dan rajin berlatih, tapi tetap tidak bisa melampaui Bambinata di mata guru.
Ia kesal dan bertanya pada Bambinata apakah ada “trik rahasia” atau cara khusus untuk menari lebih baik.
Bambinata menjawab ia tidak memikirkan teknik, hanya mengikuti alunan musik—bahkan merasa tidak memikirkan apa-apa.
Vanessa lalu menyimpulkan sendiri: Bambinata pasti “menyukai” balet, makanya bisa menari lebih baik dari dirinya yang membenci balet.
Kebingungan Bambinata tentang “suka”
Untuk pertama kalinya, Bambinata bertanya pada dirinya sendiri: apakah ia benar-benar “suka” balet?
Ia mencoba mencari di data memorinya apakah ada perintah untuk “menyukai” sesuatu, tapi tidak menemukan.
Ia tidak paham apa bentuk “menyukai”, apakah itu sesuatu yang muncul dari diri sendiri tanpa perintah, dan apakah “menyukai balet” bisa mengisi kekosongan di hatinya.
Tekanan Petra & cara pandangnya
Tiga hari kemudian, Petra memarahi Vanessa karena tidak mendapat peringkat pertama di kelas balet.
Menurut Petra, bakat tambahan seperti balet adalah “chip tawar-menawar” sosial di Babylonia; semua anak keluarga berpengaruh harus punya banyak keahlian.
Ia menganggap “kemajuan” tanpa hasil puncak tidak ada gunanya; yang penting hanya hasil akhir.
Pilihan masa depan & peran keluarga
Petra menekankan bahwa dunia luar keras: orang bisa berubah jadi mesin atau mati cepat, sehingga nilai dan status keluarga adalah perlindungan.
Jalur aman menurutnya adalah jadi peneliti seperti orang tuanya.
Raymond pulang dan, sedikit lebih lunak, berkata bahwa jika Vanessa tidak mau balet, ia boleh berhenti—layaknya mengubah arah riset yang salah.
Nasib balet Bambinata
Vanessa khawatir tentang Bambinata, karena guru bilang Bambinata sangat berbakat dan (menurut Vanessa) menyukai balet.
Petra menegaskan bahwa Bambinata hanyalah anak yang patuh, hanya mengikuti keinginan orang tua. Lalu menatap Bambinata menunggu persetujuan.
Dalam konflik antara keinginan orang tua dan harapan Vanessa agar ia mengakui kesukaannya, Bambinata memilih menjawab patuh: “Ya, Ibu.”
Akhirnya diputuskan: keduanya tidak melanjutkan balet; Bambinata akan tetap mengikuti apa pun yang dilakukan Vanessa.
Konflik batin Vanessa & Bambinata
Setelah orang tua pergi, Vanessa kesal karena Bambinata tidak mengaku bahwa ia suka balet.
Menurut Vanessa, jika Bambinata mengaku, mungkin orang tua akan mengizinkannya terus menari, karena bakatnya diakui guru.
Bambinata mengatakan ia “tidak yakin”, dan itu membuat Vanessa semakin kesal—bukan karena Bambinata salah, tapi karena Bambinata “tidak melakukan kesalahan apa pun” dan tetap mengorbankan dirinya.
Vanessa memutuskan akan mencari bidang lain dan bertekad: “Aku tidak akan kalah lain kali.”
Bambinata refleks ingin terus mengikutinya, dan Vanessa mempertanyakan: apakah itu keinginannya sendiri atau hanya karena perintah orang tua.
Dipaksa memilih, Bambinata menjawab ia ingin tetap bersama Vanessa, membuat Vanessa menghela napas—ia tidak bisa memahami kenapa Bambinata rela mengorbankan hal yang ia sukai hanya untuk itu.
Kegelisahan Vanessa & Bambinata hilang
Vanessa dan Vera menyusuri fasilitas bawah tanah mencari Bambinata.
Rasa kehilangan Vanessa terhadap “boneka” seperti Teasell kambuh lagi.
Malam di kamar: krisis jati diri Vanessa
Vanessa curhat ke Bambinata soal merasa tidak punya bakat, gagal seleksi asisten lab, dan dipaksa jadi peneliti.
Ia membenci peran yang dipaksakan orang tuanya dan merasa semua usahanya sia-sia.
Bambinata membelanya dan berkata Vanessa hanya belum menemukan hal yang ia sukai.
Vanessa bertanya: jika ia mencari jalan hidupnya sendiri, akankah Bambinata mendukung? Bambinata menjawab akan selalu mendukung.
Konflik dengan orang tua & keputusan kabur
Vanessa menolak pergi ke lab, ingin masuk F.O.S. Military Command College.
Petra dan Raymond memaksa: semua sudah “diatur” demi masa depan Vanessa, dan mereka mengklaim itu bukti cinta.
Vanessa menuduh mereka hanya mencintai bagian dirinya yang berguna / “bernilai”, bukan dirinya sepenuhnya.
Ia menyatakan tetap akan masuk akademi militer dan ingin membawa Bambinata, meminta cara merawat chip memorinya.
Orang tuanya menyebut Bambinata “subjek penelitian penting” dan menekan Bambinata agar tetap menjadi “anak baik” yang patuh.
Bambinata, terjebak antara perintah dan isi hatinya, hanya bisa diam. Diamnya itu ditafsir sebagai pengkhianatan oleh Vanessa.
Vanessa melepaskan tangan Bambinata, berpura-pura dingin: ia benci punya “pengganggu” yang selalu ada di sisinya, dan bersumpah akan jadi cukup kuat untuk mengambil apa pun yang ia inginkan dengan paksa. Lalu ia pergi dari rumah.
Reset Bambinata & jejak samar Vanessa
Beberapa waktu kemudian, Petra membawa Bambinata yang sudah di‑reset kembali ke kamar Vanessa.
Semua data tentang Vanessa di chip memorinya telah ditimpa, tapi fisik kamar dan barang-barang Vanessa masih ada.
Bambinata merasakan “kosong” aneh—ia merasa namanya “Vanessa” familiar tapi tak bisa mengakses memori.
Secara naluriah, ia tetap tidur di sisi ranjang yang dulu bukan miliknya, lalu terdorong oleh rasa ingin tahu untuk mencari sumber perasaan ini.
Ia menemukan laci rahasia di samping ranjang, berisi kertas dan gambar: siluet seorang gadis menari dan sosok kecil tak jelas.
Fragmen memori (ballet, sinar matahari, musik) muncul dan hilang. Tak ingin melupakan, ia mengambil pena dan mencoba meninggalkan sesuatu sebelum semua bayangan menghilang—upaya putus asa untuk mempertahankan jejak Vanessa.
Beberapa tahun kemudian: Vanessa kembali sebagai perwira
Vanessa, kini seorang Commandant, datang ke rumah dengan seorang prajurit Construct dan surat tugas resmi militer.
Surat tersebut memerintahkan Bambinata untuk bergabung ke satuan elit Egret sebagai anggota cadangan.
Petra menolak, mengatakan tak ada yang mengajukan Bambinata ke militer. Vanessa mengaku dialah yang mengajukannya.
Petra memaksa Vanessa menunggu karena Raymond sedang melakukan perawatan rutin pada Bambinata.
Vanessa ke kamar lamanya & temukan gambar Bambinata
Di kamar lamanya, semuanya hampir tak berubah.
Vanessa membuka kembali laci rahasia dan menemukan: jepit rambut kesukaan Bambinata, dasi kupu-kupu yang dulu ia berikan, boneka jari, kuas, dan setumpuk gambar.
Di setiap gambar, ada momen masa kecil Vanessa (ballet, belajar, dll) dan selalu satu sosok “orang ke-2” berupa figur tongkat tanpa wajah.
Di sisi gambar, Bambinata menulis kata-kata terpatah-patah: “sister”, “black butterfly hairpin”, “don’t go”, “remember”, dan nama “Vanessa” yang makin lama makin salah tulis.
Vanessa menyadari Bambinata berjuang keras untuk mengingat dirinya meski memorinya terus diutak‑atik. Ia menyimpan semua gambar itu di sakunya.
Orang tua “mengosongkan” Bambinata sebelum diserahkan
Saat kembali ke ruang tamu, Raymond sudah “menyerahkan” tubuh Bambinata yang tak aktif, slot chip memori di belakang kepala sudah kosong.
Petra mengakui mereka tidak bisa menolak perintah militer, tetapi berhak menyimpan hasil penelitian: chip memori tak akan diberikan.
Vanessa murka, tapi menahan diri. Ia memerintahkan anak buahnya membawa Bambinata ke Science Council untuk proses selanjutnya.
Petra mengusirnya secara emosional, menegaskan “jangan pernah kembali”, dan Vanessa menjawab dingin sambil pergi.
Upgrade di bawah Asimov & nasib memori Bambinata
Asimov menyelesaikan upgrade frame Bambinata menjadi unit siap tempur dan menyimpan bagian-bagian lama sesuai permintaan Vanessa.
Karena chip asli tak ada, dia merancang modul eksternal baru untuk menyimpan memori, dengan partisi terpisah:
satu untuk data tempur, tim, dan misi;
bagian lain menyimpan sisa-sisa data lama yang kacau.
Ia menjelaskan:
Chip lama kemungkinan dicabut tidak semestinya, sehingga data yang tersisa di M.I.N.D. acak dan memicu M.I.N.D. deviation.
Untuk mencegah hal itu mengganggu pertempuran, data pribadi dipisah dari data fungsional.
Asimov menunjukkan satu entri “call sign” bernama “Rosie” yang terbentuk otomatis dari serpihan memori Bambinata; Vanessa bisa mengubahnya, tapi ia tak melakukannya.
Menurut Asimov, amnesia Bambinata bukan hilang data, melainkan ingatan tenggelam di “Deep M.I.N.D.”; jika suatu hari mekanisme Inver‑Device dipahami, secara teori semua memori bisa dipanggil kembali. Namun itu nyaris mustahil dalam kondisi riset saat ini.
Vanessa menerima pendekatan ini secara dingin: yang ia butuhkan hanya Constructs yang taat. Lalu ia menegaskan pada Bambinata yang baru‑diupgrade bahwa ketaatan adalah satu-satunya hal yang penting baginya sekarang.
Pertarungan & kondisi Bambinata
Vanessa, Bambinata, dan Vera berhasil mengalahkan mechanoid “Mother” di ruang bawah tanah.
Setelah itu baru terlihat kalau tubuh Vanessa rusak parah, dan Vera menyuruh Vanessa tetap terhubung Deep M.I.N.D. dengan Bambinata sementara ia mencari suku cadang.
Monolog Bambinata tentang “mimpi panjang”
Bambinata menceritakan mimpi panjang tentang masa lalu: rumah besar yang ia tinggali bersama Vanessa dan orang tua dengan jas lab.
Ia mengingat hal-hal kecil yang Vanessa ajarkan: menutup perut saat tidur, cara mengaduk kopi tanpa suara, menata rambut, cara berdiri, dan lain-lain.
Ia menyimpan banyak gambar yang ia gambar diam‑diam tentang Vanessa, tapi sekarang tak ingat di mana.
Bambinata selalu ingin menggambar dirinya berdiri di sisi Vanessa, tetapi tidak tahu “wujud” seperti apa yang pantas ia miliki — jadi ia tak pernah mampu mengekspresikan perasaannya dengan jelas.
Kini ia menyesal: andai ia lebih cepat mengerti, gambar‑gambar itu takkan punya begitu banyak ruang kosong. Ia berkata kalau ia akan memilih berdiri di sisi Vanessa meski tanpa perintah, bahkan jika bertentangan dengan perintah dan berisiko dibuang.
Refleksi batin Vanessa
Vanessa teringat masa lalu dan menyadari bahwa selalu ada sepasang mata biru (Bambinata) yang diam‑diam memperhatikannya.
Ia sendiri dulu ingin didengar, dipahami, dan tak sendirian.
Karena takut sendirian dan kalah, ia memilih mengontrol segala sesuatu dengan keras demi memastikan perhatian itu kembali padanya.
Dari tindakan Bambinata kali ini, barulah ia merasa mendapat jawaban yang ia tunggu selama ini.
Pemeriksaan kondisi Bambinata (Asimov & Vanessa)
Asimov melaporkan bahwa M.I.N.D. Bambinata normal, tak ada perubahan signifikan, dan hanya Inver‑Device yang rusak.
Pengendalian oleh mechanoid/mother kemungkinan adalah evolusi fungsi eksperimen pada Bambinata, dan kilas balik memorinya bisa jadi akibat Punishing virus berkonsentrasi tinggi atau efek eksperimen masa lalu.
Modul memori eksternal Bambinata telah diformat atas perintah atasan berwenang (diimplikasikan Presiden Hassen), sehingga data misi hilang.
Asimov sempat mengambil snapshot data sebelum format untuk riset soal amnesia Construct.
Percakapan Vanessa & Bambinata setelahnya
Vanessa mengajak Bambinata pulang ke lounge.
Bambinata cemas, mengira ia melakukan kesalahan karena modul memorinya dioperasikan bukan oleh Vanessa.
Vanessa menegaskan bahwa Bambinata tidak bersalah dan bahwa modul hanya “dipelihara/maintenance” saat ia tak sadar, sekaligus menunjukkan bahwa ia paham apa yang ingin dikatakan Bambinata namun tak bisa.
Vera, Nikola, dan “peran” Vera
Vera selesai diinterogasi/diperiksa sambil dijaga dua Construct. Ia kesal tapi tak berdaya.
Nikola mengabarkan hasil: M.I.N.D. Vera bersih, ia bebas pergi. Pemeriksaan itu hanya “prosedur wajib”.
Mulai sekarang, interaksi pribadi Vera akan dianggap diizinkan, dan jika ia perlu menyusun dua laporan misi (untuk dua pihak), ia bisa mengirim salinan ke Nikola lewat kanal terenkripsi.
Nikola juga mengingatkan soal janji lain: Vera harus “mengurus” barang yang ia dapat sebelum diserahkan resmi; Nikola akan menyiapkan tahap berikutnya.
Jika Kurono menghubunginya, Vera diminta “menyambar umpan”. Ia sadar dirinya sedang dipakai oleh kekuatan yang sulit ia kendalikan, tapi ia memutuskan ini semua layak dilakukan demi rekan‑rekannya di Cerberus.
Pertemuan di koridor: Vera vs Vanessa
Vera selesai inspeksi, bertemu Vanessa yang menjemput Bambinata dari ruang observasi.
Mereka saling menyindir tajam:
Vanessa menyebut Bambinata sebagai “mainan” yang ingin ia manfaatkan beberapa hari lagi sebelum dapat yang baru.
Vera balas mengejek bahwa Vanessa sebenarnya sangat panik ketika kehilangan “bonekanya” itu, dan “terima kasih” karena memperlihatkan begitu banyak emosi di wajah cantiknya.
Vera pergi sambil menggoda mereka sebagai “mistress & maid” dan menyindir Vanessa sebagai “your highness”.
Penutup: hubungan Vanessa & Bambinata
Vanessa menahan diri untuk tidak beradu mulut lagi dan menertawakan dirinya sendiri.
Bambinata melihat kalau di balik hinaan, sebenarnya ada semacam keakraban aneh antara Vera dan Vanessa.
Vanessa mengajak Bambinata kembali ke lounge Egret.
Mereka berjalan di lorong diterangi cahaya matahari; bayangan mereka memanjang di dinding reflektif: satu di depan (Vanessa), satu di belakang (Bambinata).
Bambinata selalu mengikuti dari belakang, siap selama ia dibutuhkan dan namanya dipanggil.
Dengan itu, selama ia bisa bangun dan menemani sang “Mistress” setiap hari, ia tidak lagi takut akan kehampaan ketika terbangun.