Insiden Watanabe & Serigala (Masa Lalu, Gurun dekat Oasis)
Seekor serigala abu-abu milik Watt (anggota Forsaken) dikejar bandit gurun karena membawa bukti bahwa mereka menculik anggota kultus “Scarlet Revelation” untuk Kurono.
Serigala itu luka parah namun tetap berusaha lari sampai ambruk di dekat Alpha.
Bandit mencoba menabrak Alpha, tapi ia menebas mobil mereka hingga hancur.
Alpha hendak menolong serigala, namun muncul bayangan traumatis sosok merah di benaknya. Ia menahan diri, menutupi mata kirinya, lalu memilih pergi dan membiarkan serigala mati.
Setelahnya, Watanabe dan Forsaken tiba di lokasi. Mereka menemukan Watt sudah mati di bagasi, dan mengambil chip dari kalung serigalanya (Walker).
Watanabe memutuskan mengkremasi Watt dan Walker bersama, sesuai permintaan terakhir Watt, dan berniat menghubungi Babylonia terkait keterlibatan Kurono dalam kasus penculikan.
Setelah Forsaken pergi, muncul sosok misterius berpayung (Ascendant baru, magenta/ungu-biru lidahnya (Lilith)). Ia menemukan pemutar musik, menggunakannya sebagai alat untuk “mengatur kebetulan” agar manusia menemukan informasi tentang kelompok penculik.
Dia menganggap tugasnya sebagai “penilaian magang” dan bersemangat mengikuti arah kepergian Alpha, tertarik padanya.
Masa Kini – Zona Bersih di sekitar Inver-Hetero Tower
Latar berpindah ke Lucia dan SKK di area konservasi dekat Inver-Hetero Tower yang telah dibalik.
Zona di sekitar menara menjadi “Clean Zone” tanpa Punishing Virus, dengan langit biru dan udara bersih.
Babylonia dan World Government sedang merelokasi area-area konservasi lama ke zona bersih ini untuk menghemat sumber daya CPF dan memberi lingkungan yang lebih aman.
Namun, penduduk di permukaan (staf konservasi, pedagang, Scavenger) ragu dan curiga: takut kehilangan pekerjaan, khawatir dikorbankan sebagai “kelinci percobaan,” atau dimanfaatkan lalu dibuang.
Hassen meminta bantuan SKK untuk “promosi” relokasi dan membangun kembali kepercayaan antara permukaan dan Babylonia, mengandalkan reputasi Gray Raven.
Ia mengakui bahwa Great Evacuation adalah bentuk pengkhianatan sehingga generasinya sulit mendapatkan kembali kepercayaan, dan berharap generasi baru seperti Gray Raven bisa memperbaiki hubungan.
Dengan bantuan SKK, beberapa perwakilan penduduk akhirnya bersedia percaya dan membantu meyakinkan yang lain.
Misi Rekon – Wanshi & Hetero-Creature Baru
Babylonia mengirim satuan gabungan pengintaian (recon) ke 12 arah dari menara untuk memetakan jangkauan zona bersih dan mengambil kembali suplai lama.
Wanshi melaporkan bahwa konsentrasi Virus menurun jauh tetapi tidak nol; batas Clean Zone diperkirakan berada di area FD-12.
Mereka menemukan banyak Hetero-Creature yang perlahan “lapuk”/terkikis, tingkat pelapukan makin kuat dekat menara.
Ditemukan 12 jenis Hetero-Creature baru (total 86 tipe baru sejauh ini), termasuk satu berbentuk ular berkaki delapan, berlapis kristal seperti duri. Kristalnya bisa hancur jadi pasir putih.
Intelligent machine di sekitar sana semuanya mati dengan sirkuit logika rusak berat.
Belum ada jejak Red Tide maupun orang-orang yang hilang. Wanshi berjanji tetap mencari.
Jejak Alpha (Ascendant) di Rekaman Lama
Wanshi menunjukkan rekaman kamera pabrik terbengkalai, di mana terlihat sekilas sosok Construct berambut putih berbaju merah—seorang Ascendant—melintas cepat. Waktu kejadian: 5 hari lalu.
Konsentrasi Virus di lokasi itu aneh, seolah disengaja atau dibiarkan.
SKK dan Lucia langsung mengenali bahwa itu adalah Alpha yang telah lama menghilang.
Mereka bertanya-tanya mengapa Alpha tiba-tiba muncul lagi dan meninggalkan jejak yang begitu jelas, namun menunda memikirkan lebih jauh demi fokus pada tugas sekarang.
Changyu dari ACA yang bekerja sama dengan Babylonia diminta membantu menyusun rencana keamanan baru, mengingat ancaman Ascendants belum berakhir.
Rapat rahasia Kurono & Fort Winter
Para petinggi Kurono mengadakan pertemuan lewat proyeksi terenkripsi.
Mereka kehilangan banyak posisi penting di markas Babylonia setelah insiden Hetero Tower, yang kini diisi orang‑orang Parlemen dan bahkan Constructs.
Laporan datang bahwa markas penelitian besar mereka, Fort Winter (North Asian Research Institute of Life Science and Evolution), tidak merespons. Tim yang dikirim ke sana hilang kontak.
Mereka menduga terjadi insiden misterius di dalam Fort Winter, bukan ulah Ascendants atau Hetero-Creatures.
Pemimpin rapat memutuskan: aktifkan prosedur penghancuran Fort Winter, meski itu berarti kehilangan data penting Project Winter.
Dijelaskan bahwa Parlemen hanya butuh frame khusus kebal Punishing Virus untuk merebut kembali Bumi, sedangkan tujuan Kurono sebenarnya adalah menguasai kekuatan Ascension-Network, sehingga konflik dengan Parlemen cepat atau lambat tak terhindarkan.
Di akhir, mereka menyebut ada “tamu misterius” yang memberikan info penting tentang Gray Raven, yang bisa jadi pukulan telak bagi Hassen.
Kilasan eksperimen & sosok Ascendant
Terdengar suara Kaplan dan peneliti di sebuah lab. Mereka sedang melakukan eksperimen pada seorang “test subject” dan mengirim data ke Fort Winter.
Subjek merasakan kata “Fort Winter” seperti tombak yang menusuk pikirannya, diikuti rasa sakit dan warna merah bagaikan darah.
Saat program “Lullaby” diaktifkan untuk menenangkan M.I.N.D. subjek, tiba‑tiba terdeteksi Punishing Virus.
Kaplan panik dan memerintahkan Contingency Zero.
Sang subjek, yang ternyata adalah seorang Ascendant, membuka mata.
Lucia mengalami gangguan M.I.N.D.
Pukul 02.00 di area konservasi 014, Lucia terbangun setelah merasakan kilasan memori aneh yang ia tidak bisa ingat jelas.
Ia mengaku pada SKK bahwa belakangan ini ia sering mengalami visi dan suara yang tak ada, mirip pengalaman saat masuk ke Deep M.I.N.D. Alpha di City 075, tapi kali ini berbeda: ia tidak bisa mengingat isi visinya, hanya tahu bahwa ia melihat “sesuatu”.
SKK melakukan koneksi Deep M.I.N.D. ke Lucia:
Merasakan kepercayaannya dan kecemasannya.
Pemeriksaan singkat tak menemukan kelainan; data frame Lucia juga normal.
Kalian menduga bisa jadi efek sisa Mind Beacon yang terinfeksi, atau kelelahan. Lucia sempat bercanda soal “Construct yang mau pensiun”, lalu mengakui ia hanya bercanda.
Kamu bersikeras: setelah misi selesai, Lucia harus menjalani pemeriksaan menyeluruh, dan ia setuju.
Alpha dan “resonansi” dengan Lucia
Pukul 02.15, sekitar 10 km dari area konservasi 014, Alpha juga merasakan hal aneh:
Semakin sering muncul suara dan gambar yang bukan miliknya.
Seluruh sensor framenya (pendengaran, visual, dll.) mulai terpengaruh.
Ia menyadari: “Ini seharusnya milik Lucia…”
Alpha mencoba menghentikan gangguan tersebut, tapi gagal. Akhirnya ia memilih memanfaatkannya untuk menebak gerakan Lucia dan merencanakan langkah berikutnya.
Pertemuan Alpha dengan “tamu misterius”
Saat menuju area konservasi, Alpha disapa suara perempuan elegan dari kejauhan (ia tak memperlihatkan tubuhnya, hanya lewat pemutar musik kecil yang jatuh di depan Alpha).
Perempuan ini mengaku tidak bisa “berjalan” dan menawarkan “hadiah” sebagai tanda itikad baik:
Ia memberi informasi bahwa akan ada pesawat kargo yang mendarat di Area D12.
Menyarankan Alpha mengejar “mangsa” di pesawat itu, yang lebih mudah daripada menembus pertahanan area konservasi.
Alpha tak menjawab banyak, tapi jelas menyimak informasi itu dan pergi, sementara sang perempuan berkata, “Kita akan bertemu lagi.”
Alpha bergegas menuju reruntuhan setelah menerima pesan, menyadari kemungkinan ini adalah jebakan, tapi ia memilih jalan yang masih bisa ia kendalikan demi menyelamatkan Luna.
Suara Channel Noise di kepalanya terus mempertanyakan pilihannya, mengingatkannya bahwa tak ada hadiah gratis dan bahwa “lari sekarang berarti meminjam dari masa depan”. Alpha tetap teguh: ia memilih Luna dan menolak untuk mundur, meski taruhannya adalah “kehilangan segalanya”.
Flashback: Di bawah reruntuhan beberapa bulan lalu, Alpha mengalahkan Voodoo yang sudah nyaris hancur tubuhnya. Lithos muncul dengan Paper Crane untuk membawa Voodoo pergi.
Voodoo mengamuk dan ingin Alpha dibunuh, tapi Lithos menolak karena bukan itu perintah “Mister”. Alpha tidak membunuh Lithos karena menganggap itu tindakan sia-sia dan tragedi masa lalu akan tetap terjadi walau tanpa campur tangan Lithos. Babylonia tidak lagi menjadi fokusnya; menyelamatkan Luna jauh lebih penting.
Dijelaskan bahwa Alpha sengaja tertinggal di bumi untuk menahan Voodoo untuk Roland, agar rencana penyelamatan Luna di bulan punya peluang lebih besar. Ia sudah titipkan semua pesan yang ingin ia sampaikan kepada Luna melalui Roland.
Di masa kini, Alpha berjalan sendiri di alam liar. Ia melihat semacam meteor (Luna yang turun dari langit) dan memanggilnya dalam hati. Walau tak lagi “terhubung oleh darah”, ikatan di antara mereka tetap kuat.
Alpha lalu tiba di rumah lama mereka saat fajar. Pohon linden sudah tumbuh tinggi, pagar tua yang dulu setinggi tubuh kecilnya kini tak lagi menyimpan jejak masa lalu.
Luna muncul, menatap Alpha dengan campuran rindu dan keengganan merusak momen itu. Akhirnya Luna berkata: “Aku pulang, Lucia.” dan Alpha menjawab: “Kau sudah kembali.”
Cerita di stage ini berakhir dengan reuni hangat Luna dan Alpha di rumah masa kecil mereka.
Luna dan Alpha selesai saling menceritakan perjalanan mereka dan membahas evolusi Punishing Virus, termasuk Hetero-Creatures dan eksperimen seperti Hetero-Hive Mother.
Mereka membicarakan Vonnegut dan The Merciful One:
Vonnegut diduga terlibat dalam desersi Construct Babylonia dan punya koneksi dengan pihak manusia yang membocorkan lokasi Luna di bulan.
Walau obsesif, Vonnegut dinilai berbahaya karena tetap tenang dan rasional, serta tidak mau kehilangan posisinya sebagai “agent”.
The Merciful One tampak bukan sekadar agent biasa; identitas dan motifnya masih misterius, bahkan bagi Luna.
Luna dan Alpha mendiskusikan bahwa manusia tidak pernah benar-benar bersatu, dan beberapa dari mereka rela bekerja sama dengan agent demi sesuatu yang bahkan bisa menarik minat agent.
Alpha mengkhawatirkan keterikatan Luna dengan Ascension-Network, tapi Luna memilih tetap maju karena merasa tidak ada jalan kembali selain penyesalan.
Mereka masuk ke bangunan tua yang rusak; Luna teringat Roland dan Lamia, namun ia yakin jika mereka ingin bertemu, mereka akan mencarinya sendiri.
Di dalam, mereka menemukan sebuah Hetero-Creature yang ketakutan pada Luna:
Luna melepaskan duri Punishing Virus-nya dan makhluk itu langsung kabur.
Menurut Luna, Hetero-Creatures dan Corrupted biasanya hanya digerakkan oleh insting dan tidak seharusnya merasakan takut, apalagi pada Ascendant yang membawa Punishing Virus.
Rasa takut menandakan adanya perlawanan dan potensi pemberontakan, sehingga perilaku makhluk itu dianggap aneh dan “di luar program”.
Luna mulai tertarik pada perubahan dan evolusi Corrupted serta Hetero-Creatures, berharap menemukan “kemungkinan baru” yang bisa mengubah standar “filtering” yang diinginkan Ascension-Network.
Di akhir, Luna dan Alpha berbicara tentang masa depan dan keinginan pribadi:
Luna ingin mencari kemungkinan baru.
Alpha merasa untuk saat ini, yang terpenting adalah tetap bersama Luna dan tidak kehilangannya lagi, sambil percaya bahwa kelak ia juga akan menemukan tujuannya sendiri.
Alpha terjebak dalam badai pasir di ruang M.I.N.D.-nya sendiri. Ia dihantam ingatan-ingatan masa lalu: kematian Murol, ajakan Xun untuk kembali ke Babylonia, dan terutama kenangan milik Lucia dan tim Gray Raven (Lucia, Liv, Lee, dan sang SKK).
Tiba-tiba kenangan itu runtuh, ia “kembali” ke masa ketika ia bersama Luna. Mereka sudah lama berkeliling (kota hancur, hutan, salju) karena Luna mencari sesuatu yang bisa sangat memengaruhi Ascension-Network, tapi Luna sendiri tidak tahu wujudnya—hanya yakin akan mengenalinya ketika melihat.
Channel noise di Ascension-Network makin sering terdengar oleh Alpha. Pada akhirnya, sebuah menara merah misterius muncul—penuh Punishing Virus dengan konsentrasi tinggi, dikelilingi gempa dan aktivitas virus aneh yang tertarik ke menara itu.
Luna menjelaskan: menara itu adalah “menara ujian”. Kehadirannya menandakan manusia atau Punishing Virus siap diuji; siapa yang “menang” berhak mengubah “aturan permainan” dunia—semacam alat yang bisa mengubah fantasi jadi kenyataan. Itu tidak langsung mengabulkan keinginan mereka, tapi merupakan bagian penting dari proses menuju “keinginan” mereka.
Seseorang dari pihak manusia sudah lebih dulu memanjat menara.
Setelah ujian selesai, terlihat bahwa manusia yang menang. Menara menyedot dan mengonversi partikel-partikel merah Punishing Virus di sekitarnya; area di sekitar menara hampir bersih dari Punishing Virus, dan itu juga melemahkan kemampuan para Ascendant.
Luna mengatakan menara ini adalah simbol evolusi, tapi bukan obat mujarab. Tidak ada pihak (manusia, Punishing Virus, maupun Ascension-Network) yang benar-benar mencapai akhir; justru sebuah “awal baru” dimulai, dan Ascension-Network juga akan berubah.
Ketika Luna bicara soal masa depan Ascension-Network, persepsi Alpha kembali kacau. Badai dalam ruang M.I.N.D.-nya mengamuk, pilar-pilar merah bermunculan, dan ia seperti tersedot ke dalam rawa merah gelap. Saat berusaha mengingat lebih jauh—terutama soal “filtering”—ia malah tenggelam sepenuhnya dalam kedalaman M.I.N.D.-nya, menghilang tanpa jejak.
Adegan berlangsung di tengah medan perang yang dipenuhi api, asap, dan mayat. Alpha terus bertarung, mengayunkan pedangnya berulang kali, seolah terjebak dalam siklus pertempuran tanpa akhir.
“Filtering” digambarkan sebagai seleksi hidup-mati yang brutal, seakan-akan dunia menyisakan hanya yang terkuat. Alpha mulai mempertanyakan tujuan dan akhir dari proses ini, serta apa yang tersisa setelah semua ini.
Di tengah keraguan itu, muncul sosok bayangan yang menyerangnya. Secara refleks ia membelah bayangan tersebut, tetapi hal ini justru menambah kegelisahannya, karena ia tidak tahu lagi apa yang ia lawan dan untuk apa.
Semakin banyak “monster bayangan” bermunculan. Gerakan pedang Alpha melambat, tetapi fokus dan kesadarannya justru semakin tajam. Ia merasa seperti layang-layang di tengah badai, masih terikat ke tanah oleh seutas benang tipis yang menahannya.
Alpha memutuskan: “Ini harus berhenti di sini.” Ia menyadari bahwa meneruskan jalan penuh darah ini bukanlah jalur yang ia inginkan, meski belum tahu apakah berhenti akan membawanya ke “garis akhir” yang sebenarnya.
Ia melawan para monster sambil melindungi “benang” yang menariknya mundur. Perlahan, bau kematian menghilang dan tergantikan oleh aroma padang rumput. Alpha seakan melewati tirai dan jatuh ke atas rumput yang lembut.
Di akhir, ia terbangun dan mendengar suara Luna yang memanggilnya dengan nama asli: “Kau akhirnya bangun, Lucia.”.
Alpha berada dalam sebuah simulasi tempat yang mirip masa kecilnya: halaman rumah yang sudah diperbaiki, dengan ayunan dua kursi dan Froggie di atasnya. Pemandangan itu membangkitkan kenangan tentang Luna dan keinginannya akan ayunan dulu.
Alpha mempertanyakan apakah sosok di hadapannya benar-benar Luna. Luna mengaku bahwa ia memang Luna yang Alpha kenal—saudara sekaligus agent—namun sekarang sedang menjalani “filtering baru” oleh Ascension-Network.
Luna menjelaskan:
Spiral tower yang berubah biru menandakan ada manusia yang lolos uji dan mendapatkan “kualifikasi”.
Ascension-Network belum berevolusi sejauh itu, sehingga ia memulai ronde filtering baru terhadap para agent dan Ascendant, demi mencari perwakilan yang lebih kuat.
Filtering Alpha sebelumnya (ruang M.I.N.D. penuh darah dan api) adalah bagian dari proses baru itu, dan menjadi sangat destruktif karena Alpha terus melawan.
Luna sendiri mendapat akses baru ke Ascension-Network saat filtering-nya, membuatnya mengetahui lebih banyak—tapi juga makin terikat pada Ascension-Network. Semakin banyak yang ia ketahui, semakin besar “penjara” yang mengurungnya. Jika terus berlanjut, ia akan sepenuhnya melebur menjadi bagian jaringan itu.
Alpha teringat memori hilangnya: Luna terkurung kaku dalam kristal merah, seperti boneka yang digantung, sebagai “harga” penggunaan kekuatan Ascension-Network—semakin dipakai, semakin seseorang diubah mengikuti kehendaknya.
Luna mengatakan ia belum sepenuhnya menyatu dengan jaringan, namun:
Ia kini terpenjara di situasi tersebut.
Hanya dengan cara inilah ia bisa bertemu Alpha.
Hubungannya dengan Ascension-Network terlalu dalam, sehingga mustahil baginya “memanjat keluar dari tembok” yang mengurung para Ascendant.
Menurut Luna, Alpha berbeda:
Alpha selama ini berada di “pinggiran” dinding itu, tidak sepenuhnya terikat.
Karena itu, Alpha adalah kandidat terbaik untuk menemukan “kemungkinan baru” di luar siklus filtering yang hanya menghasilkan kekuatan dan kesepian.
Luna memberi tahu bahwa ini adalah pertemuan terakhir mereka di dalam M.I.N.D; ia hanya bisa sekali lagi mengurangi dampak negatif Ascension-Network pada Alpha. Ia bertanya apa yang akan Alpha lakukan.
Alpha memutuskan: hubungan mereka dengan Ascension-Network harus diakhiri. Jaringan itu telah membatasi kebebasan Luna, dan kini mencoba melakukan hal sama pada Alpha.
Luna lalu menanamkan koordinat di benak Alpha:
Tempat itu bernama Fort Winter, pusat riset rahasia yang selama ini mereka cari.
Di situlah dulu Luna disimpan sebelum dipindahkan ke bulan.
Ascension-Network pernah terhubung singkat dengan sinyal dari sana—berkaitan dengan frame khusus yang dikembangkan manusia.
Luna yakin di sana ada perangkat yang memungkinkan Alpha terhubung langsung ke Ascension-Network tanpa perantaraan Luna.
Bagi mereka, perangkat itu adalah “pintu” langsung ke Ascension-Network; dengan posisi unik Alpha, mungkin itulah cara menemukan jalan keluar dari jaringan.
Percakapan berakhir saat simulasi menghilang dan Alpha tersadar kembali di dunia nyata.
Alpha bangun dari tidur singkatnya di depan tubuh Luna yang tertidur di dalam kristal merah. Ia sebelumnya mencoba menghancurkan kristal, tapi ternyata kristal itu adalah kandang sekaligus perisai yang tak bisa ditembus.
Di akhir, Alpha menyentuh kristal Luna dan bersumpah bahwa “kandang” seperti ini tidak akan muncul lagi, mengisyaratkan tekadnya untuk memutus belenggu Ascension-Network dan membebaskan Luna.
Waktu: 05:15 sore, Area D12.
Situasi: Beberapa Construct menjaga sebuah pesawat transport, seolah menunggu sesuatu/seseorang.
Alpha mendekat dan menyadari keseimbangan antara Ascendants dan Ascension-Network sudah hancur; kini jadi dominasi sepihak. Ia memutuskan saatnya mengakhiri hal itu.
Dari penampilannya, ia semula mengira itu pasukan Babylonia, lalu menyadari itu adalah Purifying Force.
Alpha mempertimbangkan kemungkinan ini jebakan, tapi menilai konfrontasi di dekat Inver-Hetero Tower justru lebih berbahaya.
Ia mengamati gerakan para Construct, memastikan tidak ada musuh lain yang bersembunyi.
Setelah yakin, ia keluar dari tempat persembunyian dan memutuskan tidak boleh melewatkan kesempatan ini.
Meski tidak tahu berapa banyak pertempuran lagi yang bisa ia jalani sebelum pikirannya sepenuhnya “dimakan”, ia yakin masih mampu menghabisi musuh di depannya.
Di dalam pesawat (Alpha & “Purifying Force”)
Alpha memeriksa pesawat transport yang dipakai pasukan yang mengaku Purifying Force dan menemukan hal janggal: pesawat tidak terdaftar, log penerbangan kosong.
Dari terminal kapten, ia menemukan misi rahasia: target mereka sebenarnya adalah Lucia: Plume (M.I.N.D. ID: BPL-01).
Instruksi misi: amankan pesawat di Area D12 sebelum 17:00, lalu menunggu instruksi lanjut pada 17:30 di lokasi yang sama.
Alpha menyimpulkan mereka lebih “menunggu” Lucia daripada mencari desertir, dan merasa ada kekuatan tersembunyi yang sedang menjebak Gray Raven.
Lewat suara “noise” di modul audio, ada yang mempertanyakan kenapa Alpha tidak memperingatkan Lucia. Alpha menolak, menganggap keselamatan Gray Raven tidak menguntungkannya sekarang.
Alpha menduga pihak di balik kelompok ini adalah Kurono, dan melihat bahwa manusia kini saling menyerang, yang justru mempermudah rencananya.
Ia memutuskan bahwa orang yang memberinya informasi ini jelas bukan sekutu Gray Raven, lalu menghancurkan terminal dan memasukkan koordinat baru ke navigasi.
Di Area D14 (SKK & Lucia)
Setelah selesai mengawal armada transport ke konservasi baru dan berpisah dengan Changyu/ACA, Gray Raven (khususnya SKK dan Lucia) mendapat misi tambahan untuk membasmi sisa Corrupted.
Lucia menghabisi mayoritas Corrupted, sementara SKK menembak yang terpisah agar tidak mendekati kamp sementara.
Saat situasi tampak aman, SKK menyadari luka di lengan kanan Lucia—hal yang tidak wajar mengingat musuhnya lemah. Ini menimbulkan kecurigaan soal gangguan M.I.N.D. trance Lucia.
Tiba-tiba, alarm konsentrasi Punishing Virus tinggi berbunyi, dan sumbernya ternyata Lucia sendiri, bukan Corrupted.
Lucia mendorong SKK dengan keras hingga SKK terbanting, lalu SKK melihat infeksi di tubuhnya meningkat dan Inver-Device tak mampu menstabilkan M.I.N.D.-nya. Ia butuh koneksi M.I.N.D. segera.
Saat SKK mencoba menjalin koneksi, Lucia berteriak melarang, tetapi sudah terlambat.
Koneksi SKK ikut “terinfeksi”:
SKK merasa sesak, jantung seperti dicabik, pikiran terseret ke kekacauan seperti di bawah City 075.
Di tengah kekacauan itu, SKK merasakan satu emosi jelas: permusuhan.
Dalam sekejap, SKK menyadari Lucia menyerang SKK:
Sebilah katana menembus perut SKK, darah SKK dan vital fluid Lucia menetes dari bilah pedang.
Refleks SKK menggenggam dan menahan bilah katana, sehingga serangan tidak mengenai organ vital.
Wajah Lucia dipenuhi konflik: takut, benci, jijik, penyesalan—seolah ada “iblis” yang merebut kendali tubuhnya.
Dengan susah payah, sambil menahan rasa sakit, SKK menstabilkan M.I.N.D. yang kacau dan perlahan menarik katana keluar dari perut SKK, sambil menyuruh Lucia untuk tidak kalah melawan itu.
Waktu pedang tercabut, darah SKK menyembur deras, dan Lucia menjerit putus asa, menunjukkan betapa dia sadar dan tersiksa oleh apa yang baru saja ia lakukan pada SKK.
Lokasi: Ruang Rapat Staf Umum di Babylonia. Nikola, Wells, dan Hassen membahas insiden Lucia yang tiba-tiba tampak terinfeksi dan melukai sang SKK.
Tindakan SKK:
SKK menangani luka sendiri, tidak melapor ke kamp lain, dan mengirim laporan lewat kanal terenkripsi yang belum pernah dipakai sebelumnya. Wells menilai ini sebagai sinyal rahasia yang sengaja ditujukan padanya dan sementara menahan informasi agar tidak menyebar luas.
Analisis awal:
Lokasi Gray Raven dekat tepi Clean Zone, jadi kemungkinan infeksi akibat konsentrasi virus tinggi hampir mustahil.
Tidak ada Ascendant terdeteksi di sekitar Lucia.
Mind Beacon SKK sudah diperiksa berkali-kali dan kecil kemungkinan jadi sumber infeksi.
Mereka menyimpulkan ini bukan kasus infeksi biasa dan butuh bantuan Science Council.
Kecurigaan terhadap Lucia:
Nikola mengajukan hipotesis bahwa masalah berasal dari M.I.N.D. Lucia, mengingat:
Ia adalah satu‑satunya keberhasilan eksperimen backup M.I.N.D.
Pernah menyelam ke Deep M.I.N.D. Ascendant, memakai frame spesialis pertama, dan Gray Raven sendiri sangat “spesial”.
Menurut Nikola, dibanding SKK yang “biasa saja”, Lucia punya terlalu banyak faktor tidak pasti.
Usulan tindakan Nikola:
Gray Raven dipanggil pulang, SKK ditempatkan di bawah pengawasan militer untuk mencegah Kurono menjebloskannya lagi dengan dalih “observasi”.
Lucia diperiksa oleh Science Council secara jarak jauh di kapal transport, agar Kurono tidak curiga.
Jika Science Council tidak bisa memperbaiki kondisi Lucia, ia mengusulkan “pemusnahan” Lucia, supaya ia menghilang sebagai pahlawan dan tidak jatuh ke tangan Kurono atau bahkan berbalik menjadi Ascendant.
Pertentangan dengan Hassen:
Hassen menolak opsi pemusnahan karena:
Lucia adalah “bendera/ikon” heroik yang menopang moral militer dan kepercayaan rakyat pada Parlemen.
Jika bahkan Gray Raven tidak bisa “selamat sampai akhir”, para pejuang akan putus asa.
Nikola menegaskan militer juga punya batas risiko; bila Lucia dibiarkan, ia bisa jadi senjata politik bagi Kurono, yang diibaratkan “hiu haus darah”.
Peran Wells dan keputusan sementara:
Wells menengahi, mengingatkan bahwa keputusan akhir harus didasarkan pada analisis ilmiah Science Council, bukan sekadar debat politik.
Mereka sepakat: Science Council akan melakukan pemeriksaan jarak jauh terhadap Lucia di kapal, tanpa membawa mereka langsung ke Babylonia agar tidak menarik perhatian Kurono.
Staf Umum (Wells) akan berusaha meminimalkan dampak apa pun hasilnya nanti.
SKK bermimpi seolah berjalan di atas awan di daerah bersalju yang asing, melihat benteng gelap di kejauhan, lalu mempertanyakan: di mana aku? kenapa aku di sini? siapa aku? sebelum terbangun.
SKK tersadar di tenda sementara dengan luka yang sudah dibalut dengan benar. Liv ada di sampingnya, merawatnya dan memberi air minum.
Dari percakapan, terungkap bahwa:
Semalam SKK merawat Lucia, mengirim laporan, minum painkiller, lalu pingsan.
Efek samping obat membuat perutnya sakit.
Liv dan Lee dikirim untuk mendukungnya karena Lucia “tidak dapat beroperasi”.
Liv menemukan sesuatu yang serius soal kondisi Lucia saat membersihkan luka SKK, tapi sulit mempercayainya.
Komandan Nikola hanya mengatakan pada mereka bahwa Lucia tidak bisa bertarung, sementara Celica menekankan agar mereka mempercayai keputusan SKK.
Ada info bahwa sebuah pesawat medis sedang diarahkan Lee ke lokasi untuk melakukan operasi jarak jauh.
Tiba-tiba alarm berbunyi: Corrupted datang dalam jumlah besar dan berpotensi mengancam pesawat medis.
SKK segera mengatur posisi tempur:
Liv dikirim ke posisi tertentu.
Lee mengkonfirmasi sendiri posisi yang harus ia tuju, menawarkan dukungan tembakan jarak jauh.
Liv menegaskan agar SKK tidak memaksakan diri, dan mereka semua bergerak ke posisi masing‑masing untuk menghadapi serangan.
Pertarungan SKK
SKK dan Gray Raven sedang dikepung gelombang Corrupted.
Peluru tinggal sedikit; SKK hanya menembak untuk menghambat gerakan musuh sambil menunggu bantuan Lee dan Liv.
Saat peluru benar-benar habis dan SKK bersiap dengan pisau, posisi manusia terasa sangat lemah dibanding para Construct.
Corrupted semakin mendekat, mengeluarkan suara aneh dan liar.
Alpha Diselimuti Punishing Virus
Di sisi lain, Alpha mendarat di pegunungan bersalju dekat Fort Winter dan terus merasa seolah diawasi.
Ia melihat Inver-Hetero Tower dari kejauhan. Saat itu, modul penglihatannya “meledak” dengan warna merah dan rasa sakit hebat.
Suara-suara dan bisikan “Ascend… Evolve…” memenuhi sistemnya, sementara Punishing Virus yang telah dimodifikasi menara itu mulai mengerumuninya.
Virus tersebut:
Membakar dan menggerogoti tubuh Alpha,
Mengubah cairan vitalnya jadi tar hitam,
Mendeformasi pakaian, pedang, dan rangkanya,
Mencemari M.I.N.D.‑nya dengan amarah yang bukan miliknya.
Alpha seperti “dimandikan” dalam Punishing Virus pekat tanpa ada yang menyelamatkannya, berbeda dengan mitos Achilles.
Saat Corrupted mencoba menerkamnya, sebuah tangan yang tertutup lumpur menghancurkan kepala Corrupted. Alpha bangkit dalam bentuk baru yang telah “jatuh ke dalam jurang”, lalu menyeringai menghadapi gelombang Corrupted.
Vonnegut & Lilith di Kasino Bawah Tanah
Di sebuah kasino tua yang hancur, Lilith dan Vonnegut bermain kartu sambil berdiskusi rencana.
Lilith mempertanyakan keputusan Vonnegut:
Babylonia dan Forsaken dibiarkan menemukan data yang mengarah ke lokasi Fort Winter.
Kurono masih “bekerja sama” dengan mereka, tapi Vonnegut rela melepas informasi di sana.
Vonnegut menjelaskan:
Informasi berguna hanya jika sampai ke pihak yang “tepat”.
Data di Fort Winter sudah tidak bernilai baginya; ini saat terbaik untuk “memainkan kartu” itu.
Ia ingin menciptakan “dunia baru” dan menganggap pengorbanan orang-orang masa lalu sebagai bagian dari “keadilan” manusia.
Ini dianggapnya situasi win-win: manusia mendapat balas dendam/keadilan, sementara ia mendapat apa yang diinginkan.
Menghalangi kemenangan mereka sekarang hanya akan memicu perlawanan yang lebih kuat; ini bukan permainan zero-sum, yang penting dia “menang lebih banyak setiap kali”.
Ia juga menyinggung Lilith yang membawa Alpha ke pasukan Kurono yang mengejar Lucia; Lilith mengaku tidak tahu, hanya ingin Alpha berutang budi padanya.
Misi Terakhir: Memastikan Nasib Alpha
Cinderelik datang memberi tahu Lilith bahwa “persiapan” sudah selesai.
Vonnegut memerintah Lilith untuk pergi dan memeriksa status Alpha:
Apakah Alpha akan dimakan virus dan jadi “pedang paling tajam” Ascension-Network,
Atau ia menerima “hadiah” Ascension-Network dan berevolusi sesuai keinginan jaringan.
Vonnegut mengakhiri permainan kartu tanpa pernah membuka kartunya, dan menyebut tugas ini sebagai “ujian terakhir” Lilith.
Proto-Power Armor & Discord
Pasukan SKK terkena serangan mendadak dan kewalahan tanpa Lucia.
Seorang kontak bernama Discord dari Purifying Force mengirimkan Proto-Power Armor khusus untuk SKK.
SKK memakai armor hitam itu, terhubung dengan AI di dalamnya, dan mendapatkan akses ke berbagai modul (energi, analisis, senjata, peningkatan kekuatan).
Dengan bantuan sistem penandaan taktis dan pistol energi, SKK akhirnya bisa bertarung langsung dan menembus barisan Corrupted, bukan hanya memberi komando dari belakang.
Misi Rahasia & Kecurigaan Gray Raven
Setelah pertempuran, Lucia yang pingsan dibawa ke kapal medis dan dimasukkan ke ruang karantina.
SKK dan Gray Raven diberi misi baru: mengumpulkan data lapangan untuk Proto-Power Armor, dengan perjanjian kerahasiaan yang harus kamu tanda tangani langsung.
Identitas Discord dan dokumen misi tampak resmi, tetapi Lee curiga: ini bukan gaya operasi Kurono, dan terasa seperti upaya memisahkan kalian dari Lucia untuk sesuatu yang tidak bisa lewat jalur militer biasa.
SKK menjadi waspada dan meminta Lee meninjau lagi perjanjian rahasia itu.
Analisis Kondisi Lucia – Transformasi Menjadi Seperti Ascendant
Di tempat lain, Asimov melaporkan hasil analisis Lucia kepada Nikola dan Hassen.
Ia menyimpulkan bahwa:
Data frame Plume milik Lucia sedang berusaha kembali ke bentuk aslinya, yaitu data frame Alpha.
Akibatnya, Lucia perlahan bertransformasi layaknya Ascendant, dan frame-nya mulai menyerap Punishing Virus.
Anomali pada koneksi SKK (seolah terkena Corruption Mind Beacon) muncul karena data Plume yang berubah itu.
Inver-Device Lucia terus menerima sinyal misterius, yang diduga menjadi penyebab perubahan data frame dan gangguan pada M.I.N.D.-nya.
Dua Solusi untuk Menyelamatkan Lucia
Solusi 1: Melepas Inver-Device sepenuhnya.
Gejala abnormal langsung hilang dalam uji coba.
Tapi Lucia akan benar-benar rentan terhadap Punishing Virus dan tak bisa bertarung lagi.
Solusi 2: Menghancurkan sumber sinyal.
Sinyal mirip radiasi menara Hetero dan sulit diblokir total.
Asimov bisa memasang blocker parsial pada Inver-Device Lucia untuk mengurangi gejala saat ia mendekati sumber.
Namun sumber sinyal masih belum jelas bentuk dan wujudnya, bahkan mungkin tidak punya bentuk fisik.
Dugaan Besar: Kaitan dengan Alpha & Scarlet Revelation
Asimov menduga sumber sinyal mungkin terkait aktivitas M.I.N.D. Alpha, tapi pola sinyalnya tidak 100% cocok dengan sampel lama.
Nikola menghubungkan lokasi sumber sinyal dengan kasus anggota Scarlet Revelation yang hilang, yang sebelumnya ditangani Purifying Force dan terkait Project Winter Kurono serta para Ascendant.
Berdasarkan info dari Watanabe dan operasi gabungan dengan Forsaken, salah satu titik penting yang mereka duga sebagai tempat penyerahan para penganut yang diculik bertepatan dengan area sumber sinyal yang ditandai Asimov.
Nikola menyimpulkan:
Jika sumber sinyal itu terkait Ascendants atau eksperimen Kurono yang lepas kendali, mereka kini sedang berada dalam situasi di luar kendali mereka.
Lucia akan digunakan sebagai “penunjuk jalan” untuk menemukan sumber sinyal tersebut, meski risikonya besar untuknya.
Serangan di tengah pengawalan Lucia
Discord dan tim Purifying Force sedang mengawal Lucia yang tertidur dalam pod isolasi untuk dipasangi “blocker”.
Tiba‑tiba shuttle mereka diserang rudal dari pesawat tempur tak dikenal di udara.
Sayap kiri rusak, bahan bakar bocor, shuttle jatuh.
Discord memerintahkan semua orang masuk ke pod pelarian. Lucia dimasukkan ke satu pod sendirian, dengan senjata dan terminal, serta pengaturan “delayed awakening”. Transmitter SOS pod sengaja dimatikan agar tidak terlacak.
Kegelisahan batin Lucia / Alpha
Di kegelapan M.I.N.D., ia berjalan di antara gelembung‑gelembung memori: masa lalu bersama adiknya, pertarungan, pengkhianatan, kasih sayang, keburukan manusia, sekaligus keindahan kemanusiaan.
Ia dilanda rasa bersalah karena telah “melanggar hukum” dengan menodai pedangnya dengan darah seseorang yang penting.
Suara orang‑orang yang penting baginya (Lamia, Liv, Roland, Lee, Luna) muncul silih berganti, menawarkan pelarian, rumah, istirahat, atau bergabung dengan Ascension-Network.
Di puncaknya, sisi Lucia dan Alpha saling menyatu dalam tekad: mereka menolak melarikan diri, ingin menyaksikan masa depan dengan mata sendiri, memulihkan dunia / membawa perubahan, dan akan terus bertarung.
Lucia terbangun di salju
Sistem reboot, “Consciousness: Lucia” aktif. Ia keluar dari pod, menemukan perlengkapan masih ada, tapi Inver-Device sudah dimodifikasi dan alat komunikasi tak ada sinyal.
Ia sadar transmitter SOS pod dimatikan secara manual, berarti musuh kemungkinan bukan Corrupted/Hetero-Creature.
Ia menemukan pesan dari Discord: jika terpisah dari tim, Lucia harus mencari sumber sinyal yang menyebabkan gejala di framenya dan menghancurkannya untuk menyelamatkan diri.
Lucia menyimpulkan: sumber itu adalah Alpha.
Ia merekam pesan terakhir dengan sadar penuh (semacam surat wasiat), meninggalkan terminal di pod, membawa peralatan dan name tag, lalu berjalan menuju puncak gunung, berniat “mengakhiri semuanya”.
Alpha terbangun dan menyadari kontradiksinya
Alpha bangun di tempat lain, Corrupted sudah lenyap, lumpur di tubuhnya hilang.
Ia melihat frame barunya: mantel putih, tangan kiri merah dibalut perban hitam namun tetap memancarkan listrik merah—tanda ia makin terseret ke arah “filtering” Ascension-Network.
Ia menyadari: kekuatannya sendiri adalah belenggu—semakin ia pakai, semakin ia menjadi seperti yang diinginkan Ascension-Network.
Ia mengingat Gray Raven dan menegaskan bahwa mereka tetap pion yang bisa dikorbankan.
Ia melihat sosok yang mendekat di tengah badai: Lucia.
Konfrontasi di puncak gunung
Lucia dan Alpha akhirnya saling berhadapan di puncak bersalju.
Alpha mengaku: Ascension-Network sedang melakukan ronde “filtering” baru, dan karena akar M.I.N.D. mereka sama, Lucia ikut terpilih secara keliru.
Meski Alpha dihancurkan, proses filtering tidak akan berhenti; bahkan tekanan ke Lucia bisa jadi berlipat.
Lucia bertanya apakah Alpha bisa menghentikan filtering. Alpha mengakui ada satu solusi—ia memang ingin melawan Ascension-Network.
Ajakan kerja sama vs. perbedaan prinsip
Lucia mengajukan kerja sama sementara: Ascension-Network jadi musuh bersama, mendorong Alpha ke pihak Network sepenuhnya hanya merugikan semua.
Alpha mempertanyakan: apakah Lucia berniat mengkhianati Babylonia? Menuduh Lucia makin “setia” pada manusia dan hanya jadi senjata yang mudah dipakai.
Lucia menolak diam: kurangnya saling percaya berarti mereka hanya bisa bekerja sama sementara, tapi ia tidak mau pasif lagi.
Alpha menolak dan mengancam bahwa Lucia sedang menggali kuburnya sendiri.
Deklarasi tekad Lucia
Lucia menghunus pedang: jika Alpha tak mau bekerja sama, ia akan “memaksa” perubahan dengan kekuatan.
Ia mengakui Gray Raven sekarang adalah “rumahnya” dan sekaligus kelemahannya—ia tak mau lagi mengorbankan diri dengan cara yang melukai orang yang hidup.
Ia telah merasakan “sakit hati” dan bersumpah tidak membiarkan orang lain merasakan hal yang sama.
Ia bertekad: menyelesaikan ancaman ini, lalu kembali ke Gray Raven apa pun konsekuensinya—sidang militer, pengawasan, bahkan dijadikan objek penelitian—untuk meminta maaf kepada SKK dan semua yang mencemaskannya.
Duel tak terelakkan
Alpha, marah, juga menghunus pedang, meniru stance Lucia, menyebut Lucia “tak pernah belajar” dan menyayangkan harapan masa lalunya terhadap Lucia.
Mereka saling menantang:
Lucia ingin melihat apakah Alpha mampu menahan kekuatan Ascension-Network.
Alpha ingin melihat pilihan apa yang akan diambil Lucia.
Alpha menyalurkan partikel merah ke tangan kirinya untuk menghubungkan kesadarannya dengan M.I.N.D. Lucia, sehingga tingkat infeksi Lucia menurun.
Lucia menyadari Alpha tadi mencoba “melepaskan” sekaligus mengendalikan kekuatannya lewat pertarungan.
Alpha mengakui ia sengaja melakukan itu untuk “membeli waktu” dan bahwa kini Ascension-Network adalah musuh bersama mereka. Jika mereka bertarung sampai mati, itu hanya menguntungkan Ascension-Network.
Mereka membahas soal “filtering” dan kemampuan merasakan keberadaan satu sama lain, tapi Alpha mengatakan beberapa hal hanya bisa dipahami jika menjadi Ascendant, sesuatu yang Lucia tolak.
Alpha menerima tawaran kerja sama Lucia untuk sementara dan memperingatkan bahwa jika orang lain melihat Lucia bersamanya, Gray Raven bisa kena masalah—namun Lucia sudah memberi kesaksian sebelum berangkat.
Alpha akhirnya mengungkap tujuan penyelidikannya: North Asian Research Institute of Life Science and Evolution, yang lebih dikenal sebagai Fort Winter, laboratorium rahasia Kurono. Di sana juga tersimpan catatan tentang Project Winter yang selama ini ditelusuri Lucia.
Kedatangan Godwin ke Fort Winter
Seorang peneliti bernama Godwin tiba di sebuah benteng penelitian tersembunyi di pegunungan, bernama “North Asian Research Institute of Life Science and Evolution” (Fort Winter).
Ia disambut seorang pria sopan (seorang pebisnis, bukan peneliti) yang membandingkan penelitian mereka dengan “judi batu giok”: entah berbuah hasil besar, atau cuma batu kosong.
Pria itu menyiratkan Godwin sebelumnya “gagal” atau ditolak lembaga lamanya, lalu mengatakan bahwa di sini Godwin akan mendapat dukungan penuh dari investor tersembunyi.
Setelah pria itu pergi dengan helikopter, Godwin merenung tentang:
Kerapuhan manusia di luar Bumi.
Bahwa manusia masih terikat pada Bumi seperti tali pusar, dan proyek luar angkasa hanyalah memperpanjang ekosistem Bumi ke luar angkasa.
“Project Winter”: sebuah proyek rahasia besar yang bertujuan mengubah manusia sendiri agar bisa bertahan di “musim dingin mematikan” ruang angkasa, memotong “tali pusar” itu, dan mengendalikan waktu sebagai sumber daya tertinggi.
Godwin lalu memasuki benteng melalui pintu baja hitam yang terbuka, melangkah ke koridor gelap.
Kedatangan Lucia dan Alpha ke Fort Winter
Beberapa waktu kemudian, Lucia dan Alpha tiba di Fort Winter yang tampak aneh-aneh sepi: tidak ada alarm, tapi kamera pengawas masih aktif dan mengikuti gerak mereka.
Benteng tersebut seperti mengamati tanpa bereaksi, seolah menonton aktor di panggung.
Gerbang utama hanya bisa dibuka dari dalam; Lucia menyarankan mencari pintu darurat lain.
Alpha menolak, lalu membuka kunci gerbang dengan menyentuh perangkat keamanan dan mengalirkan arus listrik merah melalui sistem.
Gerbang pun terbuka, memperlihatkan lorong gelap. Alpha memimpin, dan mereka berdua masuk ke dalam benteng.
Setelah menjatuhkan robot keamanan terakhir, Alpha dan Lucia memeriksa dokumen di laboratorium rahasia tersebut.
Alpha menemukan laporan tentang serangkaian serangan di beberapa basis kecil (seperti City 023, Conservation Area 112, Depot D56) yang ternyata bukan hanya ulah Hetero-Creatures, tetapi juga hasil rencana manusia yang memanfaatkan kekacauan untuk menjalankan eksperimen gelap Project Winter dan "mengumpulkan" orang hilang.
Alpha mengaktifkan program penghancuran diri pada tabung kultur, membubarkan para subjek uji coba, dengan alasan itu adalah "akhir yang damai" dibanding terus dijadikan alat Project Winter.
Lucia sedih dan marah setelah membaca laporan, menyadari adanya konspirasi manusia di balik tragedi itu. Meskipun Alpha menganggap melaporkan hal ini hanya akan mendatangkan masalah dan tak mengubah apa pun, Lucia tetap ingin melawan kegelapan itu.
Alpha bersikap sinis: selama manusia menginginkan Ascension-Network, keserakahan akan membuat kegelapan ini terus berulang, bahkan frame spesial yang menolong mereka selama krisis pun berasal dari rencana kotor ini.
Lucia tetap berpendirian bahwa kesalahan masa lalu tidak boleh dijadikan alasan untuk terus berbuat salah, dan bahwa dunia belum begitu buruk sampai mereka harus menyerah pada kebaikan.
Dialog Godwin & Asisten Riset
Godwin menginterogasi asisten riset yang mencoba membocorkan informasi. Ia curiga ada campur tangan Science Council, Kowloong, atau Akdilek.
Asisten mengaku tak disuruh siapa pun; mereka hanya tak tahan lagi melihat eksperimen yang dianggap tak bermoral.
Godwin membenarkan penggunaan manusia hidup sebagai subjek eksperimen, menyamakannya dengan klon dari Proyek Cthylla, dan menyebut eksperimen ini perlu demi “evolusi baru”.
Ia berargumen bahwa:
Pengetahuan sains sudah terlalu luas untuk dikuasai manusia biasa.
Tanpa modifikasi diri, manusia akan tertinggal dan tak mampu berinovasi.
“Orang‑orang zaman lama” hanyalah fondasi bagi era baru, sementara mereka (para peneliti) adalah “pelopor” yang harus siap menumpahkan darah dan berkorban.
Asisten menentang moralitas pandangan ini dan menyebut Godwin sebagai “iblis” karena di matanya tidak ada masa depan, hanya pengorbanan tanpa batas bagi orang lain yang takkan diberi kesempatan kedua.
Lucia & Alpha di dalam institut
Lucia dan Alpha menyusuri institut dan menemukan jejak pertempuran: bekas peluru, layar hancur, furnitur terbalik.
Aneh, tidak ada mayat atau darah; semua tampak sudah dibersihkan robot pembersih, tapi robot itu tak mungkin memindahkan tubuh, sehingga mereka menduga ada orang lain di sana.
Alpha teringat suara misterius yang sebelumnya memberitahunya soal shuttle dan curiga ini bisa jadi jebakan.
Tiba‑tiba Alpha menyerang sosok hitam, dan terungkap itu adalah subjek uji coba yang kabur dari tangki kultur.
Mereka menyimpulkan ini adalah “produk rakitan” eksperimen: makhluk dengan otak, tapi bukan manusia maupun Construct, hanya tiruan tanpa pikiran.
Alpha memperingatkan bahwa mereka mungkin akan menghadapi banyak musuh seperti ini dan menegaskan agar Lucia tidak ragu atau terjebak rasa iba hanya karena makhluk itu masih punya otak. Lucia setuju dan siap bertarung tanpa belas kasihan.
Lucia dan Alpha dikepung oleh banyak infected test subjects di sebuah ruangan bawah tanah.
Mereka bertarung terus-menerus, kelelahan, sambil menahan gangguan suara bising di M.I.N.D. mereka. Serangan musuh tak henti-henti, tetapi keduanya saling menutupi dan bekerja sama dengan sangat kompak.
Saat mulai terdesak, mereka memutuskan berhenti bertahan dan melakukan serangan pamungkas bersama:
Lucia menggunakan thruster dan es untuk membekukan musuh dalam area luas.
Alpha kemudian mengeluarkan tebasan kilat yang menghancurkan semua test subject yang sudah dibekukan.
Serangan ini menghabisi semua musuh, tetapi juga membuat lantai runtuh. Keduanya jatuh ke bawah, namun Lucia menggunakan kekuatan es untuk membekukan batu-batu jatuh dan membentuk lintasan, sehingga mereka bisa turun dengan selamat.
Mereka berakhir di sebuah ruang bawah tanah yang tidak tercatat di data Kurono. Alpha menyimpulkan bahwa tempat ini adalah fasilitas rahasia, dan di sinilah Luna pernah berada sebelum dipindahkan.
Godwin dan permintaan militerisasi riset
Godwin diminta mengubah arah penelitiannya untuk membuat Construct sebagai senjata militer melawan Virus Punishing.
Ia menolak karena risetnya bukan untuk tujuan perang, dan menyarankan cari Daedalus atau Polar Institute.
Pihak yang memintanya menekan Godwin, menyebutkan umat manusia sedang kalah perang dan butuh senjata baru.
Godwin menyebut material yang ada tidak cocok, dan Project Cthylla sudah gagal jadi dia tak punya cadangan.
Pihak itu menjawab akan ada “relawan” dan dukungan penuh dari departemen lain; Godwin meragukan apakah mereka benar-benar rela.
Mereka dengan dingin menyatakan bahwa kegagalan operasi dan “subjek uji yang gagal” tetap berguna untuk menguji cara meningkatkan kompatibilitas dengan kopolimer tantalum. Kegagalan dianggap hal biasa di masa perang.
Lucia & Alpha di koridor bawah fasilitas Kurono
Setelah meninggalkan area runtuh, Lucia dan Alpha menyusuri koridor gelap di level bawah yang hanya punya satu jalur lurus.
Alpha melihat bekas serangan senjata Construct dan menyimpulkan Kurono masih berusaha merebut kembali “aset penting” di sini, sehingga mereka tak tampak di level atas.
Alpha menyadari Kurono punya akses masuk sendiri, berbeda dengan Lucia dan kawan-kawan yang datang “kebetulan”.
Pembicaraan tentang Luna
Lucia menanyakan soal Luna: tempat ini adalah lokasi Luna sebelum dipindahkan.
Alpha sadar bahwa Lucia hanya diberi “sebagian kebenaran” tentang Luna.
Lucia menanyakan keadaan Luna sekarang, tapi Alpha menolak menjawab, berkata Lucia tidak perlu tahu, kecuali untuk menghabisi ancaman besar seperti “Polyphage”.
Alpha menyinggung bahwa Lucia datang tanpa skuad karena tak ingin mereka terseret, dan menyuruh Lucia menerima konsekuensi pilihannya.
Alpha menyuruh Lucia berhenti bermimpi akan hal yang mustahil dan “tinggalkan Luna.”
Gangguan pada M.I.N.D Alpha dan kemunculan Corrupted
Alpha tiba-tiba terganggu oleh kebisingan dalam M.I.N.D‑nya, merasakan iritasi yang ia sadari pasti dipicu oleh sesuatu.
Sebuah gerbang di depan terbuka, muncul sosok pincang yang sudah sepenuhnya terinfeksi.
Lucia menduga itu subjek uji lain, tapi menyadari dia sudah jadi Corrupted. Ia bertanya apakah Alpha bisa mengendalikannya langsung.
Alpha menjawab sinis, menyiratkan bahwa kalau Lucia ingin jadi Ascendant lebih cepat, tersentuh Corrupted bisa mempercepat corruption.
Alpha memperingatkan Lucia agar tidak tersentuh, karena itu akan memperparah corruption Ascension-Network.
Teriakan Corrupted menjadi semacam “tanda serangan”, memicu gerombolan Corrupted lain yang mulai menerjang mereka.
Lokasi & Situasi
Cerita berlangsung di laboratorium lantai paling bawah Fort Winter.
Godwin sedang melakukan eksperimen penting terkait Empyrea, Stigmata, dan Ascension-Network.
Ia terobsesi dengan data, mengabaikan kondisi fisik, bawahan, bahkan peringatan gempa.
Godwin & Eksperimen
Asisten menegur Godwin agar istirahat karena “vessel” sudah hampir mencapai batas stabilitas M.I.N.D. dan ada peringatan gempa.
Godwin menolak berhenti, memaksa melanjutkan eksperimen dengan parameter model berikutnya.
Gempa makin parah, situasi di lab jadi kacau: teriakan, bunyi benturan, darah—para peneliti dan penjaga terbunuh.
Keberhasilan Gila Godwin
Meski terminal sudah mati, Godwin dengan cara tertentu tetap bisa “melihat” aliran data hijau dengan sangat jelas, seolah seperti buku gambar anak-anak.
Ia tertawa liar dan berseru bahwa ia “berhasil” menguasai kunci ke Ascension-Network.
Darah keluar dari mata dan hidungnya, tapi dia tetap memaksa untuk “merekam data”, padahal semua orang di lab sudah mati.
Ada sosok hitam / “Test Subject” yang masuk ke lab; Godwin memarahinya seperti bawahan yang buang-buang waktu.
Masuknya Lucia & Alpha
Lucia dan Alpha masuk ke lab yang kini penuh bau menusuk, darah kering, meja kursi terbalik, dan terminal hancur.
Robot pembersih tidak diizinkan masuk karena ini lab super rahasia, sehingga kondisi kehancuran masih utuh.
Lucia, yang sebelumnya berusaha menghindari kontak langsung dengan Corrupted, tetap terkena sedikit virus.
Biasanya tingkat infeksinya ringan, tapi kali ini sedikit virus pun memicu lonjakan infeksi parah—“riak kecil” jadi “tsunami” yang mengancam menelan kesadarannya.
Perangkat Penghubung Ascension-Network
Alpha yang relatif masih bisa bergerak memandu: Lucia menyalakan alat, Alpha masuk ke ruang di balik jendela observasi.
Di dalam, alat itu ternyata terhubung bukan ke Construct, tetapi ke kerangka manusia yang sudah sangat terkorupsi Punishing Virus.
Kerangka itu dirantai ke kursi, tulang pergelangan tangan dan dada retak-retak, tanda pernah berjuang keras sebelum mati.
Alpha menyadari: “Ini pasti perangkat koneksi yang disebut Luna. Ini yang akan membawaku ke Ascension-Network?”
Saat disentuh, kerangka itu langsung hancur berkeping-keping.
Alpha Mengambil Alih
Tanpa waktu untuk ragu, Alpha memasang perangkat koneksi pada dirinya.
Lucia menekan tombol.
Kesadaran Alpha langsung terseret ke dalam “pusaran”.
Pertemuan terakhir Alpha & Luna
Alpha kembali ke “rumah” dalam Ascnet bersama Luna, yang menjadi satu-satunya tempat perlindungan dan ikatan terakhir di antara mereka.
Alpha mengakui bahwa ia terlalu bergantung pada Luna dan menyesal telah menyerahkan semua keputusan pada Luna tanpa bertindak sendiri.
Ia memutuskan untuk “berpisah sementara” dan pergi jauh agar bisa membuka lebih banyak kemungkinan bagi pilihan Luna di masa depan.
Penjelasan tentang Punishing Virus & Ascension-Network
Dalam M.I.N.D.nya, Alpha mendengar suara-suara familiar (Xun, Murol, Nikola, Luna, Roland, Asimov, dsb.) yang mengungkap “hukum” alam semesta:
Punishing Virus selalu ada sebagai salah satu “struktur informasi” alam semesta.
Ascension-Network lahir secara “tak terelakkan” dari interaksi struktur-struktur ini.
Tugas Ascension-Network adalah menyaring peradaban dan populasi sampai muncul individu-individu yang bisa “melawan” hukum penyaringan itu sendiri.
Dengan kata lain, Ascension-Network adalah mekanisme seleksi kejam yang mencari kemungkinan untuk melampaui nasib yang sudah “ditentukan”.
Perlawanan Alpha terhadap “dirinya sendiri”
Alpha menolak konsep “takdir tak terpatahkan” dan menantang wujud lain dirinya sendiri—sebuah bayangan/phantom Alpha yang mewakili kemauan Ascension-Network.
Mereka bertarung sengit di ruang M.I.N.D.; setiap benturan pedang mengguncang dan meretakkan ruang kesadaran itu.
Karena M.I.N.D.-nya sudah rusak berat, Alpha mulai kalah dan hampir runtuh secara mental.
Lucia menyelam ke M.I.N.D. Alpha
Saat Alpha hendak dikalahkan, Lucia masuk lewat deep dive dan memulihkan M.I.N.D. Alpha dengan cara menggabungkan M.I.N.D. mereka (seperti yang pernah terjadi di City 075).
Risiko: jika fusi terlalu jauh, kesadaran Lucia akan terhapus/ditimpa.
Meski kini mereka berada di jalur yang berbeda, Lucia menegaskan bahwa mereka tetap ingin melawan takdir yang sama.
Lucia menahan serangan phantom Alpha, memberi Alpha waktu untuk bangkit kembali.
Kemenangan Alpha & pengorbanan yang tersembunyi
Alpha dan Lucia bertarung bersama dan akhirnya menghancurkan phantom Alpha.
Fusi M.I.N.D. hampir melewati batas; Alpha menyuruh Lucia segera pergi sebelum kesadarannya terhapus. Lucia menghilang bersama serpihan salju.
Fragmen data phantom Alpha hendak kembali ke “tubuh utama”, tetapi Alpha membuat “kurungan tak terlihat” yang menahan data itu.
Keputusan akhir Alpha: menjadi “kandang” bagi hukum penyaringan
Alpha mengungkap niat sebenarnya: ia ingin berhenti menjadi pion dalam “filtering,” dan justru menjadikan dirinya “kandang” bagi kekuatan itu.
Dengan menahan dan mengendalikan fragmen Ascension-Network dalam M.I.N.D.-nya, Alpha menciptakan “kekuatan penangkal/penjera” (power of deterrence) untuk melawan hukum filtering.
Ia sadar:
Babylonia tak akan berterima kasih.
Para Ascendant lain akan menganggapnya pengkhianat.
Semua pihak akan mengincar dirinya karena nilai uniknya.
Ia mungkin tak punya sekutu dan akan terseret ke “kekosongan” di kemudian hari.
Meski begitu, Alpha menerimanya. Ia memilih menjadi “sang kandang” yang menahan dan menantang takdir, membuka jalan menuju kemungkinan akhir lain bagi dunia ini—“ini baru permulaan” baginya.
Rekaman rahasia tentang Lucia
Lee berhasil meretas sebuah alamat komunikasi terenkripsi dan memutar rekaman suara Asimov dan Nikola yang membicarakan Lucia.
Liv memeriksa dan memastikan rekaman itu asli (bukan palsu).
Isinya sejalan dengan pengalaman SKK, tapi sumbernya tidak jelas, sehingga mereka curiga ini bisa jadi upaya mengadu domba.
SKK memutuskan untuk menghubungi Nikola, namun bertekad hanya akan menanyakan hal yang berkaitan dengan Lucia, sementara Lee menghapus jejak penyadapan terlebih dulu.
Pertemuan Alpha dan Lilith di Fort Winter
Alpha terbangun saat Fort Winter mulai bergetar hebat dan alarm berbunyi; ia melihat sosok asing di tempat Lucia sebelumnya.
Alpha melempar belati, namun serangan itu ditahan oleh payung ungu berbentuk bulan milik seorang wanita tinggi ramping bernama Lilith.
Lilith memperkenalkan diri dengan sopan, mengaku datang dengan “itikad baik”, dan menyebut Alpha sebagai Ascendant/agent baru.
Alpha menyadari Lilith adalah sosok yang sebelumnya membuka gerbang Fort Winter, melalui kamera.
Lucia dan motif Lilith
Lilith mengatakan Lucia pingsan karena kelebihan beban M.I.N.D. dan sudah ia tinggalkan di tempat aman di luar Fort Winter.
Lilith mengaku ingin berbicara tanpa gangguan, dan menjelaskan ledakan di Fort Winter adalah ulah orang Kurono yang mengaktifkan program bunuh diri pesawat.
Alpha menuntut lokasi Lucia, tapi Lilith menolak memberitahukannya secara langsung; ia ingin “menyaksikan kekuatan” Alpha sebagai Ascendant senior yang dikaguminya.
Lava, masa lalu, dan ajakan
Lantai runtuh, Alpha dan Lilith jatuh ke area bawah yang berisi lautan lava—tempat para ilmuwan membuang “kegagalan” eksperimen mereka.
Lilith menjelaskan bahwa para ilmuwan dan hasil eksperimen mereka pada akhirnya sama-sama berakhir sebagai “kegagalan” yang dibuang, menyindir kesombongan mereka yang mengklaim mengendalikan evolusi.
Ia mengaku punya masa lalu yang mirip dengan Alpha dan bercanda soal membuat “Asosiasi Korban Proyek Winter.”
Lilith kembali mengajak Alpha “bergabung” dengan mereka, tetapi Alpha menolak dan hanya peduli dengan keberadaan Lucia.
Lilith menantang Alpha: jika ingin informasi soal Lucia, Alpha harus “menunjukkan seberapa banyak yang bisa ia dapatkan” dari Lilith.
Pertarungan sengit antara Alpha dan Lilith berlangsung di dalam fasilitas yang hampir runtuh dan dikelilingi lava.
Alpha berhasil mengelabui Lilith dengan serangan tipuan: ia melemparkan katana seolah-olah menyerang, lalu menendang Lilith saat lengah.
Lilith mencoba menggunakan Punishing Virus untuk memperbaiki dirinya, tetapi kendalinya atas virus terganggu oleh kekuatan Alpha sebagai “agent”, sehingga ia tidak bisa menyesuaikan konsentrasi virus.
Menyadari tak mungkin menang dan bahwa tempat itu akan segera runtuh serta pasukan Babylonia akan datang, Lilith menyerah.
Ia memberikan dua hal pada Alpha:
Lokasi Lucia, yang tampak bersandar pada pohon bersalju.
Sebuah storage unit berisi data yang dibutuhkan Alpha untuk mengakses core database.
Lilith mengaku tugas utamanya dari Vonnegut adalah mengajak Alpha bergabung, dan setengah bercanda meminta “ulasan” lewat perekam suara yang sudah ia siapkan sebagai kejutan.
Alpha mengabaikannya dan pergi tanpa menjawab.
Setelah Alpha pergi, Lilith mengaktifkan perekam suara—keluar buket bunga yang ternyata berisi cairan korosif. Cairan ini mempercepat kehancuran platform baja, membuat fasilitas akan tenggelam ke magma sebelum siapa pun datang.
Lilith lalu meninggalkan tempat itu, berkata ia harus pergi sebelum “anak anjing kecil” menemukan dirinya.
Misi Penyelamatan Lucia & Pertemuan dengan Alpha
Setelah 3 jam, Gray Raven dikirim untuk menyelamatkan Lucia yang hilang di daerah bersalju.
SKK memaksa ikut misi meski Nikola ragu karena kondisi Gray Raven tanpa Lucia.
Di tengah badai salju, SKK bertemu Alpha yang sedang menggendong Lucia.
Alpha mengembalikan Lucia tanpa perlawanan, mengatakan penghalang Inver‑Device Lucia sudah tidak dibutuhkan.
Alpha memberikan sebuah storage unit berisi data Project Winter, menyuruh SKK “membuka mata pada kebenaran” meski itu berarti menatap ke dalam “jurang”.
Mereka berdiskusi soal masa depan, pilihan melindungi Lucia, dan kemungkinan dianggap berkhianat. Alpha lalu pergi, mengatakan jalan mereka belum saatnya bersinggungan lagi.
Pergolakan Batin Lucia & Asal-usul Hubungannya dengan SKK
Di ruang kosong dalam kesadarannya, Lucia dihantui identitasnya sebagai “sampel”, “kunci” riset Punishing Virus.
Dia mendengar rekaman percakapan Nikola dan staf Kurono:
Kurono awalnya ingin menjadikan Lucia objek pengawasan ketat dengan “commandant milik mereka sendiri”.
Namun seorang lulusan baru (SKK) menolak perintah transfer.
Nikola akhirnya berkata, “Biarkan saja dia jadi Commandant Gray Raven.”
Lucia Terbangun & Statusnya di Gray Raven
Lucia terbangun di departemen Construct rumah sakit Star of Life.
Ia khawatir pada luka SKK; SKK menenangkan bahwa lukanya tidak parah dan menyalahkan diri Lucia adalah hal yang tidak perlu.
Frame dan M.I.N.D. Lucia mengalami kelelahan dan kerusakan berat; ia butuh perbaikan jangka panjang.
Discord masuk dan memaksa SKK keluar karena jam kunjungan selesai.
Sebelum berpisah, Lucia meminta SKK menyampaikan pada Lee dan Liv: “Aku sudah kembali.”
Pesan Lucia: Mengundurkan Diri sebagai Kapten
Discord mengembalikan terminal Lucia ke SKK, menyebut ada satu pesan baru.
Isinya: rekaman Lucia, murni atas kehendaknya sendiri.
Lucia mengakui gejala abnormal yang membuatnya sempat melukai SKK dan tidak menjamin kapan ia bisa benar-benar kehilangan kendali.
Untuk mencegah tragedi, ia secara resmi mengundurkan diri sebagai Kapten Gray Raven, sampai masalahnya terselesaikan.
Dia berjanji pada Lee, Liv, dan SKK: ia akan kembali dengan selamat, berapa pun lama waktunya.
Gerakan di Belakang Layar: Lilith, Vonnegut, Kurono, & Cthylla
Di tempat lain, Lilith melapor ke Vonnegut: Alpha menolak bergabung dan bahkan menentang tujuan mereka.
Lilith menyerahkan sebuah storage unit data yang ia dapat berkat “kunci” dari bibinya.
Vonnegut menyebut data itu bagian dari janji lama yang harus ia tepati, dan bahwa persiapan untuk “membangunkan Cthylla” hampir selesai.
Mengenai Forsaken yang dipimpin Watanabe, Vonnegut yakin mereka “takkan punya waktu” mengurusi mereka karena akan muncul gangguan lain (deserter Babylonia, dll.).
Ia menyiratkan bahwa banyak konflik sekarang bermuara pada satu akar penyebab yang sama.
Watanabe & Forsaken
Watanabe mengunjungi makam rekan-rekannya yang gugur, berjanji pengorbanan mereka tidak sia-sia dan suatu hari tatanan asli akan dipulihkan.
Forsaken kedatangan banyak pendatang baru, tapi kekurangan pelatih. Watanabe memutuskan turun langsung dan menyebut akan mengundang “senior” yang sangat ia hormati.
Laporan lain: Babylonia kembali mengirim utusan ke Clean Zone.
Gadis Construct Misterius
Di rumah sakit, seorang gadis Construct dengan kehadiran sangat redup bertanya ke resepsionis soal “Mr. Kugawa Kurono”.
Ia diawasi diam‑diam oleh Ishmael dari kejauhan.
Asimov, Science Council, dan Data Fort Winter
SKK mengunjungi Asimov dan Rosa di Science Council untuk mengucapkan terima kasih terkait penanganan kasus Lucia.
Asimov memerintahkan Rosa mencari semua arsip tentang M.I.N.D. overload di eksperimen Hyperreal, menunjukkan kecurigaannya sudah menguat.
SKK menyerahkan salinan rekaman eksperimen Fort Winter (Project Winter) kepada Asimov, mengakui itu versi lengkap yang tak dibagikan resmi ke Nikola.
Asimov menjelaskan:
Militer dan Kurono selalu menyembunyikan sebagian informasi dan menjadikan Science Council alat untuk menjalankan agenda mereka.
Selama masih ada pihak yang mengincar manfaat Project Winter, secara politik proyek itu bisa hidup kembali kapan saja.
Tujuan Asimov: menghancurkan harapan terhadap Project Winter secara ilmiah, membuktikan proyek itu salah dari akarnya.
Tujuan SKK: mencegah tragedi yang sama terulang.