Phase 1
Dua puluh hari lalu, lapisan es raksasa di Kutub Utara runtuh akibat aliran Red Tide yang mengacaukan arus termal. Terjadi rekahan sedalam puluhan kilometer, pelabuhan-pelabuhan pesisir hancur, dan puluhan ribu warga mengungsi.
Bencana ini membuka sesuatu yang tak terduga: Sophiasburgh, bekas ibu kota Arctic Route Union, yang selama ini diduga hancur oleh serangan Punishing Virus. Ternyata kota itu tertimbun di bawah es dan kini muncul kembali, bersamaan dengan para Corrupted yang terperangkap di dalamnya.
Lebih gawat lagi, terdeteksi sinyal energi yang mengindikasikan adanya Ancaman tingkat Ascendant di kawasan tersebut.
Babylonia memutuskan mengirim sekitar satu resimen sebagai bala bantuan. Karena berpengalaman dalam operasi di daerah kutub, SKK ditugaskan untuk:
Bergabung dengan pasukan pendahulu Babylonia dan pasukan Union.
Menetralisasi ancaman Corrupted.
Melindungi warga sipil Union.
Rosetta muncul dengan frame barunya, Malkuth, menggantikan frame Rigor lamanya. Frame baru ini tampak berat, berlapis armor, dan “full armed”.
Rosetta menjelaskan:
Frame baru sudah lulus diagnosa dasar.
Tim logistik menyarankan ia tetap berada di sisi SKK agar M.I.N.D. link bisa menstabilkan kondisinya.
Tanpa deep dive yang dilakukan SKK di Babylonia sebelumnya, Rosetta mungkin masih koma karena ketidakstabilan M.I.N.D.
Rosetta meminta agar SKK terus menemaninya di garis depan, karena blackout lain dari dirinya akan membahayakan misi. Celica menyetujui, karena mereka mewakili Babylonia dan Union, sehingga kerja sama mereka penting secara militer dan politis.
Rosetta berjanji kembali:
Ia akan melindungi SKK dengan segala yang ia punya.
Dengan tetap di sisi SKK, ia yakin “keberuntungannya” akan bertahan, dan mereka akan meraih kemenangan.
Pesawat mendekati zona tempur di atas kawasan Arktik yang diterjang badai salju. Rencananya:
Pesawat hanya akan mengantar sampai wilayah tertentu lalu segera mundur.
Rosetta dan SKK akan turun lewat airdrop untuk segera merapat ke pasukan sekutu di darat, karena Corrupted setempat lemah dalam serangan anti-udara.
Menjelang lompatan:
Rosetta menyarankan SKK mendarat tepat setelah dirinya untuk mengurangi dampak pendaratan.
Di ambang pintu kargo, Rosetta menutup mata, melakukan kalibrasi terakhir; seluruh sistem frame-nya bersiap tempur.
Setelah thruster di punggungnya aktif, ia melompat ke kehampaan, menyatakan: “Rosetta, moving out!”
Rosetta menghantam es hingga retak besar tercipta, memisahkan pasukan ARU dan corrupted. Banyak Corrupted jatuh ke air dingin; Rosetta memerintahkan pasukannya mundur, hanya unit pengintai yang tinggal menjaga garis.
Lee menegaskan bahwa retakan ini akan memperlambat musuh dan Babylonia bisa menahan garis, sehingga mereka juga bersiap mundur.
Tiba‑tiba muncul Zack bersama tiga pengikutnya di seberang celah es. Ia mengungkap identitasnya sebagai Zack, Frostheart Emperor keenam, pewaris kerajaan Sophiasburgh, dan memerintahkan orang‑orang Arktik untuk berlutut bila masih mengakui tahta tersebut.
Zack mengklaim semua Corrupted di sana adalah mantan rakyat Sophiasburgh yang kini dikendalikannya dengan Punishing Virus. Ia menawarkan “perdamaian”: jika mereka menyerah dan bersumpah setia padanya, serangan Corrupted akan berhenti, dan ia akan menyatukan dunia di bawah Sophiasburgh — bukan sebagai “penaklukan” tapi “penyatuan”.
Zack secara khusus menarget Rosetta, memuji bakatnya dan mencoba merekrutnya, berharap jika Rosetta bergabung maka yang lain akan mengikuti.
Rosetta meminta perintah SKK; mengikuti pilihan SKK, ia menolak. Ia menyatakan tidak mengakui Frostheart Emperor dan menyebut ide “menaklukkan dunia” sebagai hal yang sangat bodoh.
Zack tidak terkejut, lalu menunjukkan kekuatannya: ia mengangkat tangan, badai salju berhenti, dan dari balik gunung es serta bebatuan, pasukan Corrupted dalam jumlah besar muncul, siap menyerang di bawah perintah “Amalgamation”.
Halaman berakhir dengan seluruh pasukan Corrupted menyerbu, menandai dimulainya pertempuran besar yang sesungguhnya.
Situasi medan perang & kekuatan pasukan
Medan perang terbelah oleh “sungai es” Rosetta, membuat kedua pihak saling terkunci dalam perang jarak jauh.
Pasukan yang tersedia sangat terbatas: hanya satu resimen ARU, Gray Raven tanpa support-type lengkap, dan sebagian besar Forest Guards dikirim menjaga pelabuhan yang diserang Corrupted.
Palma mengeluh soal kurangnya pasukan dan mempertanyakan keputusan Rosetta, sementara Noan menengahi dan menjelaskan posisi semua orang sebagai “kekuatan elit” yang tersisa.
Asal muasal reruntuhan & Corrupted dalam es
Reruntuhan di gletser dipastikan adalah puing-puing Sophiasburgh lama.
Dahulu ARU mengira Sophiasburgh hancur total karena reaktor energi yang terinfeksi Punishing meledak, lalu kota “menghilang” tertutup es dan laut.
Sekarang terungkap: sebagian kota sebenarnya ambruk ke laut beku dan membeku di dalam gletser, bersama kawanan Corrupted lain di seluruh wilayah ARU yang kini ikut mencair dan menyerang pelabuhan.
Musuh utama: Frostheart Warlords & Amberia baru
Disebutkan lagi gelar “Frostheart Emperor” yang dulunya ada saat kejatuhan Sophiasburgh.
Zack yang sekarang diduga terkait Warlords; Fyodor dikenali sebagai salah satu Warlords bertampang kambing yang terkenal kejam.
Sosok perempuan gelap raksasa yang muncul bersama mereka awalnya disangka Amalgamator Amberia yang lama, tapi dipastikan Amberia asli sudah benar-benar dieliminasi (oleh SKK dan tim, lalu diselidiki khusus).
Simon menduga kemampuan “amalgamasi” Amberia—menggabungkan dan mengendalikan Arctic mechanoid sampai membuat mereka semua gila—masih ada pada sosok baru ini, bahkan mungkin juga dimiliki tiga figur lain.
Yang mengerikan: Zack dan kelompoknya tidak terdeteksi sebagai Corrupted, tapi bisa mengendalikan Corrupted—indikasi kuat adanya teknik amalgamasi.
Beban sejarah & tekad mempertahankan New Sophiasburgh
Pembicaraan soal amalgamasi membuka luka lama bagi pemimpin Border Commune (Antonov & Sergey), mengingat tragedi masa lalu ARU.
Rosetta memutus keheningan:
Mengatakan New Sophiasburgh tidak boleh jatuh, karena dibangun dengan susah payah.
Garis depan tepat di depan kota: posisi “punggung ke dinding”—tidak ada bala bantuan dan tidak ada opsi mundur.
Semua di tenda menyadari mereka adalah garis pertahanan terakhir kota.
Akhir scene
Saat Rosetta mengobarkan tekad untuk bertahan, serangkaian ledakan terdengar di kejauhan.
Adegan ditutup dengan teriakan tentang kebakaran dan kemunculan Ursa berjas lab
Zack & Proyek Amalgamation
Zack kembali ke reruntuhan istana dan dimarahi oleh seorang wanita misterius karena belum menuntaskan rencana menghancurkan “Second Empire” di Arktik.
Wanita itu mempertanyakan kenapa Zack tidak memakai kekuatan Amalgamation untuk langsung mendominasi musuh.
Zack menjelaskan Amalgamation miliknya belum “lengkap” dan telah dikounter oleh pihak lawan; karena itulah ia pergi ke Babylonia.
Ia membawa kembali “black box data” dari frame Rosetta, yang punya asal-usul yang sama dengan frame dirinya. Data itu diperlukan untuk menyempurnakan tubuhnya menjadi “Ultimate Amalgamator”.
Zack memutuskan: para Warlord yang akan memimpin perang, sementara ia fokus memproses data untuk menyempurnakan frame-nya.
Ia berjanji: setelah menyatukan bangsa Arktik dan mengembalikan kejayaan Sophiasburgh, teknologi Amalgamation akan diserahkan kepada wanita misterius itu.
Sekilas diperlihatkan masa lalu suram: para ilmuwan Arktik yang mati kelelahan dan penyesalan di badai salju, yang menyebabkan kalibrasi akhir kekuatan Ultimate Amalgamation milik Zack gagal diselesaikan.
Babylonia & Eksperimen Malkuth
Di Babylonia, terjadi kebakaran kecil saat uji coba simulasi start-up frame Malkuth. Lee, Antonov, Noan, dan kru memadamkan api.
Muncul Dr. Mina, ilmuwan eksentrik dan ceplas-ceplos, yang ternyata adalah pembangun frame Malkuth dan rekan Rosetta. Dr. Bear menjelaskan situasi ke semua orang.
Mina merasa bertanggung jawab atas koma Rosetta dan terus mencari penyebab kegagalan start-up Malkuth.
Terungkap bahwa:
Malkuth adalah model Amalgamator, dan istilah “Ultimate Amalgamator” juga berasal dari catatan kakek Rosetta, Dr. Puff.
Dr. Puff mendokumentasikan teknologi Amalgamation sekaligus mengembangkan modul penangkal Amalgamation, yang melindungi mesin-mesin Arktik dari dikendalikan musuh.
Mina menyatakan Malkuth yang sekarang masih “jalan pakai trik”, belum mengaktifkan kemampuan Amalgamation penuh seperti di manuskrip.
Tujuannya: menyelesaikan Malkuth dan mengaktifkan kekuatan aslinya agar bisa “lawan api dengan api” dan meringankan beban pasukan di garis depan.
Rosetta menyatakan ia percaya penuh pada Dr. Mina dan pada SKK.
Situasi Perang & Keputusan Rosetta
Seorang prajurit melapor: pasukan Frostheart Emperor memasang generator es untuk menutup retakan es; jalur yang tadi dimanfaatkan akan segera tertutup.
Rosetta menghitung bahwa waktu yang dibeli sudah cukup untuk saling berkenalan dan menyelaraskan kerja sama Babylonia–ARU.
Ia memerintahkan semua cadangan di markas dikerahkan ke garis depan.
Pada akhirnya, Rosetta menyatakan niatnya dengan tegas:
ia akan mengambil inisiatif dan “menyerang mereka terlebih dulu” – membawa perang langsung ke pihak musuh.
Di gerbang New Sophiasburgh, para warga sipil dan sisa personel logistik sibuk memuat barang ke truk kecil untuk dikirim ke garis depan. Mereka kekurangan tenaga petarung, jadi yang bekerja sekarang banyak orang biasa, bahkan anak-anak seperti Evan.
Kondisi “kota” New Sophiasburgh masih memprihatinkan: hanya gerbang yang tampak megah, sementara di dalamnya baru ada fondasi bangunan setengah jadi, tumpukan material berantakan, dan deretan tenda di dataran es. Hidup mereka nyaris tak lebih baik dari dulu.
Para pekerja mengeluh soal keputusan membangun gerbang mewah sebelum menyediakan tempat tinggal layak. Namun mereka juga sadar dulu mereka sendiri yang memilihnya demi “wibawa” kota.
Di tengah kesibukan, Evan melihat beberapa anggota Garda Sipil (mantan pejuang perbatasan) yang diam-diam membicarakan kemungkinan menyerah pada Zack, yang kini disebut Kaisar Frostheart.
Mereka berpendapat: kalau Zack benar-benar musuh, ia sudah menyerang belakang mereka, mengingat pertahanan mereka lemah.
Zack tampaknya sengaja hanya bertempur di medan perang dan tidak menghancurkan wilayah sipil.
Karena mereka semua dulu warga Sophiasburgh dan bagian dari Union, mereka bertanya-tanya: kenapa harus berperang melawan “rumah sendiri”? Jika menyerah, mungkin pembantaian dan pengorbanan akan berhenti.
Kapten Logistik memergoki mereka dan memarahi mereka untuk kembali bekerja, sehingga pembicaraan terputus. Namun kata-kata mereka membekas di hati Evan, membuatnya bimbang dan cemas, seolah menggoyahkan tekadnya saat ia kembali mengangkat kotak bantuan.
Penunjukan Rosetta sebagai komandan operasi
Rosetta ditetapkan sebagai komandan utama operasi gabungan Union–Babylonia.
Alasannya: ini adalah “perang Union”, dan jika Babylonia memimpin, pasukan lokal bisa merasa tidak nyaman.
Rosetta mengakui bahwa wibawanya sebagai komandan belum cukup kuat, jadi ia ingin mengandalkan strategi dan masukan SKK sebagai “co-boss”.
Situasi medan dan tekanan logistik
Pertempuran berlangsung di wilayah Arktik yang akan memasuki musim dingin terdalam.
Persediaan Union buruk: jalur logistik di laut Arktik diganggu Corrupted, dan infrastruktur New Sophiasburgh masih lemah.
Corrupted menahan serangan frontal dan mencoba perang gesekan karena tahu persediaan manusia terbatas.
Kesimpulan strategi: mereka tidak boleh perang lama, harus memaksa pertempuran penentuan secepat mungkin.
Keputusan untuk menyerang, bukan bertahan
Rosetta mengusulkan ofensif langsung ke kota lama Sophiasburgh melalui celah di gerbang utama yang sudah jebol.
Banyak kapten ARU dan Construct awalnya ragu karena mengira mereka akan bertahan di parit, bukan menyerbu kota.
Kota akan menjadi medan yang sempit dan kompleks, tapi justru itu bisa menguntungkan pasukan manusia dibandingkan bertarung di dataran salju terbuka.
Tujuan utama: pusat komando Corrupted
Sasaran operasi: menyerang langsung pusat komando Corrupted di dalam kota dan menghabisi:
Zack si Frostheart Emperor
Tiga Frostheart Warlords
Dengan menjatuhkan mereka, Rosetta yakin perang ini bisa diakhiri.
Rencana pembagian pasukan
Setelah berhasil masuk dan mengamankan pijakan di dalam kota, pasukan akan dipecah menjadi dua kelompok:
Satu tim melalui jalur pegunungan.
Satu tim di sepanjang garis pantai.
Tujuannya: memaksa para Warlord untuk membagi kekuatan, sehingga tidak semua musuh kuat menumpuk di satu titik.
Ancaman para Frostheart Warlords dan “Amberia”
Mereka mengetahui ada tiga Warlord, tapi detail kemampuan mereka terbatas.
Satu di antaranya diduga kuat adalah “Amberia” (Corrupted) dengan pola bertarung mirip Amberia.
Rosetta sudah pernah menghadapinya dan yakin mereka bisa menang jika bertemu.
Berdasarkan info singkat di garis depan, “Amberia” tampaknya akan berada di daerah pantai untuk mengurus kalibrasi Bionic Whale.
Maka:
Satu tim akan menghadapi dua Warlord di pegunungan (dipimpin Dark Aries di bawah komando Simon).
Tim lain, yang berisi Rosetta dan SKK, bergerak ke front pesisir untuk menghadapi “Amberia” dan ancaman Bionic Whale.
Frostheart Emperor dan black box
Zack, Frostheart Emperor, sebelumnya menyusup ke Babylonia untuk mencuri black box data dari frame Rosetta.
Rosetta memperkirakan ia kini sibuk menganalisis data itu.
Karena dekripsi data sangat sulit (bahkan Babylonia gagal), mereka menilai kecil kemungkinan Emperor turun langsung di pertempuran ini dalam waktu dekat, meski hal itu tetap membuat Palma cemas.
Pemungutan suara dan kepercayaan pada Rosetta
Rosetta, sadar belum cukup dipercaya, meminta semacam “persetujuan” terbuka dari pasukan agar tidak ada keraguan di medan tempur.
Para kapten ARU, Construct, dan Bionic Ursa menyatakan setuju, mengakui pengorbanan Forest Guards dan siap bertarung selama nyawa mereka tidak diperlakukan sia-sia.
Mereka menerima rencana ofensif dan bersedia mengikuti perintah Rosetta.
Deklarasi Rosetta dan dimulainya operasi
Rosetta menegaskan tekadnya:
Tujuan Union lama atau alasan keberadaan Sophiasburgh dulu sudah tidak relevan.
Yang penting sekarang adalah melindungi perdamaian dan tempat berlindung yang susah payah mereka bangun.
Ia tidak akan menyerahkan kota dan masa depan mereka kepada siapa pun.
Ia meminta Babylonia memberi dukungan penuh, dan memanggil rekan Arktik untuk mempertahankan kota mereka sendiri.
Operasi resmi dimulai dengan seruan Rosetta:
“For our future... Operation, begin!”
Pertempuran Kota – Simon, Noan, Palma vs Rumyantsev & pasukan Corrupted
Pasukan aliansi yang dipimpin Simon menembus gerbang kota dan berpisah dari kelompok Rosetta.
Mereka berhadapan dengan Frostheart Warlord Rumyantsev (fu shen), sementara Warlord lain, Fyodor, memilih “urusan lain” dan tidak langsung bertarung.
Rumyantsev menyerang garis depan, tapi Simon memerintahkan formasi perisai. Noan memanfaatkan formasi itu untuk melompat dan menyerang barisan belakang Corrupted dengan jurus Rising Engine Level Two – Thunderclap, menghancurkan banyak Corrupted.
Palma memberi dukungan tembakan jarak jauh untuk mengalihkan perhatian Rumyantsev saat Noan mundur.
Strategi Simon: taktik mundur teratur sambil mengincar titik lemah musuh, karena mereka tak bisa menang jika pertempuran berlarut-larut di ruang sempit kota.
Persiapan Pertahanan – Rencana Jangka Panjang Simon
Sergey dan tim mesin sibuk mengumpulkan bahan untuk membangun posisi pertahanan statis (benteng/entrenchment) agar pasukan tidak perlu terus berhadapan langsung dengan para Warlord.
Simon sadar, sekuat apa pun pasukannya, mereka akan kalah oleh jumlah Corrupted jika tidak punya basis pertahanan yang kuat.
Kemunculan Fyodor – Ancaman pada Simon
Saat fokus pada Rumyantsev dan garis depan, Simon tiba-tiba sadar Warlord bertanduk domba, Fyodor, menghilang dari medan depan.
Fyodor ternyata sudah berada di atas gedung, mengarahkan senjata api hasil rampasan tepat ke Simon dan menyatakan waktunya mati—disertai tembakan dahsyat (adegan menggantung/tidak langsung dijelaskan hasilnya).
Markas Komando – Mina, Dr. Bear, dan Asimov soal “Malkuth”
Di tenda komando, Mina dan Dr. Bear berhasil menstabilkan koneksi ke Babylonia untuk meminta bantuan dan menyelesaikan masalah frame Rosetta: “Malkuth”.
Asimov muncul lewat komunikasi sebagai Kepala Teknisi Science Council Babylonia. Tujuannya: membantu mengaktifkan penuh Malkuth dan memahami black box yang mengacaukan sistem M.I.N.D.
Mina menjelaskan:
Black box terkait teknologi Amalgamation, tapi ia hanya pembuat rangka, bukan pencipta teknologi itu.
Karena teknologi di Arktik terputus sejak Insiden Amberia, ia membangun Malkuth hanya dari manuskrip, sehingga kesalahan konstruksi mungkin terjadi.
Asimov menilai laporan diagnostik tidak menunjukkan kesalahan konstruksi, lalu bertanya apakah Malkuth mirip Amberia, yaitu bisa mengendalikan mesin-mesin Arktik lain.
Mina mengakui, jika benar Malkuth adalah “Ultimate Amalgamator” seperti di naskah, maka ia seharusnya punya kemampuan itu, mungkin membutuhkan aktivasi Amalgamation dulu.
Asimov meminta semua data manuskrip dikirim untuk dianalisis dan menyebut Babylonia punya data Amalgamation hasil intersepsi transmisi ARU.
Mina baru sadar Babylonia sebenarnya menyadap mereka dan hendak memprotes, tapi Asimov langsung memutus sambungan sebelum ia sempat menegurnya.
Pertarungan Rosetta vs Dulova
Rosetta, meski memakai frame yang belum lengkap, berhasil menahan dan menembus serangan Dulova, memanfaatkan kecepatan tinggi untuk mendekat.
Terungkap bahwa Dulova yang memanggil pulang Bionic Whale, dan bahwa ia menjadikan para Forest Guards sebagai “sampel eksperimen” demi memperkuat Frostheart Warlords.
Dulova menganggap nyawa hanya “data” dan “statistik” demi kejayaan Union dan proyek Amalgamator/humanoid-hybrid.
Rosetta menolak pandangan ini, menyatakan bahwa tidak ada yang menginginkan “kemuliaan” yang dibangun di atas pengorbanan paksa.
Dalam benturan kekuatan terakhir, Rosetta memanfaatkan celah, menusuk dan menghabisi Dulova dengan pedang cahaya, menghancurkan inti sistemnya.
Dulova sempat menyebut “Puff...” sebelum mati, meninggalkan misteri baru, lalu benar‑benar nonaktif.
Rosetta mengumumkan melalui kanal komunikasi bahwa Dulova, salah satu Frostheart Warlords, telah dikalahkan dan sektor pesisir sudah aman. Kemenangan ini dianggap milik seluruh pasukan aliansi.
Situasi di garis pertempuran lain
Sorak kemenangan menyebar ke seluruh distrik kota, terdengar hingga ke medan lain:
Dark Aries masih bertarung dengan Rumyantsev.
Fyodor yang gagal mengelabui, kini terkepung pasukan ARU setelah manuver nekat Antonov yang menembak bangunan untuk menggagalkan ambush.
Rumyantsev dan Fyodor berniat membunuh komandan Babylonia untuk memutus sistem komando aliansi.
Saat Rumyantsev mulai mengisi energi untuk serangan dahsyat, Simon memerintahkan seluruh unit mundur dan meluncurkan granat asap khusus.
Asap itu bukan sekadar penutup pandang, tapi campuran multi-compound yang mengacaukan kondisi medan. Rumyantsev berlari menembus asap namun hanya mengenai bangunan kosong.
Fyodor menyadari bahwa ini adalah manuver taktis yang cerdik dari pihak aliansi dan mengakuinya dengan senyum sinis.
Phase 2
Situasi Awal & Komunikasi
SKK dan Rosetta memimpin pertahanan di area kota, sementara pasukan Kutub Utara memasang signal array untuk menstabilkan komunikasi di medan Arktik.
Setelah koneksi tersambung, muncul proyeksi Simon, Mina, Diana, Lee, dan lainnya untuk rapat taktis jarak jauh.
Perkembangan Perang & Bionic Whale
Rosetta melaporkan bahwa pertempuran sejauh ini berjalan baik dan mereka menemukan pod Bionic Whale setelah mengalahkan Warlord Dulova.
Dengan perangkat khusus, Bionic Whale bisa dipanggil kembali dan berpotensi menjadi kekuatan besar di perang ini.
Kekhawatiran muncul soal kemungkinan musuh juga memanfaatkan paus tersebut, tapi Dr. Bear yakin dengan memasang modul anti-Amalgamation, paus akan berpihak pada manusia. Tugas ini akan ditangani tim pendukung di garis belakang.
Frame Malkuth & Masalah Aktivasi
Mina mengabarkan bahwa Asimov belum bisa mengaktifkan penuh frame Rosetta: Malkuth.
Asimov menjelaskan Malkuth didesain tanpa protokol aktivasi—ibarat mesin tanpa tombol daya.
Syarat aktivasi penuh ternyata terkait dengan stabilitas M.I.N.D. yang harus mencapai hampir 10.000% (sepuluj ribu), angka yang terdengar mustahil.
Meski syaratnya ekstrem, Asimov menyebut bila perhitungannya benar, Malkuth bisa menjadi faktor penentu untuk mengakhiri perang.
Sumber Corrupted yang Tak Habis-habis
Noan dan Antonov melaporkan bahwa distrik ini dulunya adalah zona industri utama Sophiasburgh dengan banyak jalur produksi di bawah tanah.
Elevator ke level bawah muncul tiap beberapa blok, dan Corrupted baru terus naik dari sana.
Disimpulkan bahwa musuh memproduksi dan mengonsumsi secara simultan—mereka punya “pabrik” Corrupted di bawah kota.
Rencana Operasi Baru
Strategi berikutnya diputuskan: menghancurkan sumber suplai Corrupted dengan menyerang fasilitas produksi bawah tanah.
Simon akan mengoordinasikan tim lapangan untuk serangan itu; Lee fokus menjaga jalur suplai mereka; Mina mengurus Bionic Whale & Malkuth bersama Asimov; Diana dan Forest Guards akan kembali setelah misi dukungan mereka selesai.
Perintah dari SKK
Rosetta, demi meningkatkan moral pasukan, meminta SKK sendiri yang memberi komando awal operasi.
SKK memutuskan: “Operasi dimulai sekarang!”, dan semua pihak menjawab siap melaksanakan.
Kabar datang bahwa pasukan aliansi berhasil merebut gerbang Sophiasburgh, tapi seorang sopir memperingatkan bahwa di dalam kota ada lini produksi besar yang terus-menerus menciptakan Corrupted. Jika tidak dihancurkan, garis depan akan jebol.
Para penjaga sipil dan pekerja di kamp New Sophiasburgh mulai putus asa. Mereka bertanya-tanya apakah menyerah lebih baik demi menyelamatkan nyawa, mengingat stok sumber daya Sophiasburgh yang besar dan kelelahan mereka setelah perang berkepanjangan.
Perdebatan muncul:
Sebagian merasa Frostheart Emperor hanya ingin menguasai dunia, jadi menyerah berarti menjadi pion perang berikutnya.
Yang lain mengeluh bahwa tiap kali mereka berharap, keadaan justru memburuk: Amberia, kehancuran New Murmansk, dan kini perang lagi.
Evan menyela dengan marah, menolak gagasan untuk menjadi “penjajah lagi” dan menegaskan bahwa Rosetta dan para Forest Guards sedang bertarung; ia tak mau mereka dianggap sia-sia. Namun seorang penjaga sipil membalas bahwa keyakinan saja tidak cukup untuk mengisi gudang atau menghidupkan kembali orang mati.
Penjaga sipil itu meluapkan frustrasinya: mereka sudah berkali-kali “memulai dari nol”—kehilangan rumah, berpindah-pindah seperti pengemis, mengais puing di laut hanya untuk bertahan hidup. Ia takut menang atau kalah sama saja: semua simpanan habis, dan New Sophiasburgh pun hancur.
Saat Evan tidak bisa menjawab kenapa mereka membangun New Sophiasburgh, sang penjaga menjelaskan:
Mereka membangunnya bukan demi visi besar, tapi demi “Sophiasburgh dalam hati” — demi mempertahankan kehangatan dan rasa rumah yang hilang.
Kota baru ini adalah upaya untuk menghidupkan kembali keakraban lama, sekadar api kecil untuk melawan dinginnya kenyataan.
stage diakhiri dengan gambaran dingin medan perang: angin beku, suara meriam jauh, dan keputusasaan yang mengikis sisa kehangatan di antara mereka, sementara Evan terdiam tanpa jawaban.
Situasi perang saat ini
Fyodor melaporkan bahwa selain gerbang utama, kota masih dikuasai pihak mereka.
Rumyantsev mengingatkan agar tidak meremehkan Babylonia dan menganggap situasi ini sebagai kebuntuan taktis.
Kematian Dulova dianggap hanya sebagai kehilangan “posisi” yang harus diisi, bukan sesuatu yang perlu disesali.
Perdebatan soal Bionic Whale & Gray Raven
Sosok wanita misterius (Ascendant) mengejek mereka karena “ceria” meski kalah dan mempertanyakan apakah mereka benar‑benar rela kehilangan Bionic Whale, yang disebut senjata super.
Zack tenang: Bionic Whale akan tak berguna di tangan musuh.
Sosok itu tertarik pada manusia yang sedang bangkit, terutama Commandant Gray Raven (SKK), dan meminta Zack agar tidak membunuh sang komandan.
Tuntutan soal “black box” dan waktu
Sosok misterius mulai tidak sabar menunggu data black box dan penyelesaian Ultimate Amalgamator.
Zack mengatakan prosesnya rumit dan butuh waktu; sosok itu mengeluh bahwa waktu bisa mengangkat atau menghancurkan raja, dan bahkan yang terkuat tak bisa melawannya.
Terungkap bahwa sosok ini menghormati kehidupan—tanpa itu ia tidak akan menjadi Ascendant.
Motivasi Zack: “Penyatu Dunia”
Sosok misterius bertanya: apa yang sebenarnya mendorong Zack menaklukkan dunia?
Zack mengungkap masa lalunya sebagai astronaut:
Ia dilatih, terbang ke luar angkasa, merasakan hampa udara, lalu menempel ke jendela kapsul.
Alih‑alih fokus pada bintang, ia justru terpukau melihat Bumi sebagai satu kesatuan utuh dari luar angkasa.
Teman‑temannya memuji keindahan Bumi, sedangkan Zack justru tersadar:
Dari luar, Bumi tampak tanpa batas, tanpa garis negara; semua garis perbatasan buatan manusia tampak konyol.
Setelah kembali:
Ia berhenti dari pekerjaannya, menggunakan status keluarganya untuk masuk militer.
Ia secara sukarela ikut eksperimen modifikasi, menanggung rasa sakit ekstrem hingga akhirnya menjadi “Ultimate Amalgamator.”
Inti ideologi Zack
Bagi Zack, epifani masa kecil itu bukan sekadar mimpi kekanak‑kanakan:
Anak‑anak bermimpi mengambil bintang;
Ia justru “melihat semua garis pantai menyatu.”
Kesimpulannya:
Bumi dilahirkan sebagai satu, tanpa batas.
Perbatasan dan konflik manusia hanyalah “luka” yang mengotori kesatuan itu.
Tujuan Zack:
Dengan kekuatannya sekarang, ia ingin menghapus semua batas dan perpecahan buatan manusia, menciptakan dunia yang “teramalgamasi” seperti yang ia lihat dari luar angkasa.
Situasi berlangsung setelah sebuah pertempuran; garis pertahanan dasar sudah dibentuk. Para pasukan sedang istirahat singkat sambil tetap bersiap.
Rosetta memberi perintah agar semua unit tidak terlalu maju dan segera mundur ke markas jika ada masalah; misi saat ini adalah pengintaian, bukan penghancuran total.
Rosetta mengakui M.I.N.D.-nya sedang tidak sepenuhnya stabil sehingga ia harus menenangkan diri demi dirinya dan juga SKK.
Fokus strategi aliansi adalah menghancurkan lini produksi Corrupted di dalam Sophiasburgh.
Pabrik-pabrik itu berskala kecil, jadi tiap pabrik hanya menghasilkan sedikit, tetapi kalau banyak yang dihancurkan, suplai musuh akan terputus.
Dengan terus menang di pertempuran kecil dan mengganggu produksi, mereka bisa membalik keadaan yang sebelumnya selalu kalah jumlah.
Saat jumlah musuh sudah berkurang, mereka akan melancarkan serangan besar. Rosetta menyatakan kepercayaannya penuh pada semua pasukan.
Seorang pengintai melapor bahwa tim sabotase sudah siap.
Rencana: setelah tim pengintai menemukan target-target pabrik, mereka akan menyerang lini produksi Corrupted secara terkoordinasi. Rosetta ingin operasi ini berjalan seefektif dan semulus mungkin.
Fyodor muncul dengan “Bionic Whale” yang menerobos es dan melancarkan serangan besar ke markas belakang aliansi, melepas banyak Corrupted untuk menghancurkan basis.
Namun, ternyata markas itu hanya umpan. Atas perintah seorang perempuan, seluruh tenda dan fasilitas diledakkan, menenggelamkan banyak Corrupted kembali ke laut es. Markas asli sudah dipindahkan sebelumnya.
Palma muncul dan menghadang Fyodor di atas punggung Bionic Whale. Terjadi duel jarak dekat sengit antara keduanya; Palma mengira Fyodor hanya strategist, tapi ternyata kemampuan bertarungnya seimbang dengannya.
Fyodor memanfaatkan getaran dan ketidakstabilan Bionic Whale, mengaktifkan peluncur rudal dan memaksa Palma mundur hingga ke tepi hanggar peluncur. Palma sempat kehilangan pijakan dan nyaris jatuh, memberi Fyodor peluang untuk serangan penutup.
Di momen terakhir, Palma memelintir tubuhnya dengan gerakan mustahil bagi manusia biasa, memperpanjang mantis blade-nya dan menusuk dada Fyodor. Fyodor jatuh ke laut beku dan menghilang, sementara Bionic Whale berhenti berfungsi dan Corrupted mulai melemah.
Saat Palma mengira situasi terkendali dan memerintahkan pasukan untuk membersihkan sisa Corrupted, es di kejauhan retak dan dari celah-celahnya muncul Hetero-Creatures dalam jumlah besar.
Pasukan aliansi panik karena mengira hanya akan melawan Corrupted, bukan Hetero-Creatures. Pertempuran justru berubah lebih mengerikan: es yang semula putih mulai berlumuran darah, menandakan bahwa meski Warlord dan Bionic Whale sudah diatasi, neraka pertempuran baru benar-benar dimulai.
Phase 3
Mina dan Dr. Bear memindahkan markas ke pesisir dan mengonfirmasi bahwa Babylonia benar soal serangan; markas lama sedang dalam kondisi pertempuran. Mereka sedang menyiapkan modul anti-Amalgamation untuk dipasang pada Bionic Whale yang akan memimpin operasi.
Dr. Bear melaporkan bahwa modul sudah sekitar 80% jadi dan sebagian sudah dikirim ke Bionic Whale. Paus utama bernama Derek akan memimpin kawanan dan menjadi kunci sinkronisasi.
Asimov menghubungi Mina dan mempertanyakan kenapa unit Malkuth yang digunakan Rosetta punya kemampuan transformasi (mode “centaur”) yang tidak tercantum di naskah asli. Ternyata Mina diam-diam menambah fitur itu, dan Dr. Bear mengeluh karena menambah biaya uji coba.
Asimov menegaskan bahwa masalah M.I.N.D. Rosetta bukan hanya karena transformasi. Ia menjelaskan bahwa naskah Malkuth sebenarnya bukan palsu, dan “black box yang cacat” itu justru menyimpan potensi overclock luar biasa—mencapai nilai mendekati 10.000%, yang sebelumnya mereka kira bug.
Menurut Asimov, Malkuth didesain untuk “bertaruh pada kemungkinan”, bukan kesalahan perhitungan. Untuk mewujudkan potensi itu, “black box” harus “diisi penuh”.
Di sela pembicaraan, teknisi melaporkan bahwa paus pemimpin Derek sudah ditemukan. Mina memerintahkan semua personel bebas untuk berkumpul dan memprioritaskan modifikasi Derek, karena Derek adalah pusat komando bergerak yang mengoordinasikan ribuan sinyal mesin lain, mirip sistem kawanan tapi tanpa menghapus kehendak masing-masing unit.
Asimov kemudian mengajukan pertanyaan teoretis: apakah mungkin menempatkan dua atau lebih M.I.N.D. berbeda dalam satu frame. Mina awalnya menertawakan ide itu sebagai “chimera” yang akan menghancurkan frame karena penolakan kesadaran.
Namun, setelah mengaitkan “bug” Malkuth, kemampuan bionic whale seperti Derek, dan pertanyaan Asimov, Mina menyadari sesuatu. Nada bercandanya menghilang dan ia menjadi serius, lalu berkata pada Asimov: “Katakan saja apa yang harus kulakukan.”
Kota New Sophiasburgh diserang Hetero-Creature yang tiba-tiba muncul dari laut beku. Warga dan Civilian Guard panik karena hampir semua sumber daya sudah dikirim ke garis depan, jadi pertahanan mereka lemah.
Sebuah komunikasi dari unit Babylonia masuk. Awalnya warga mengira Babylonia datang menyelamatkan mereka, tetapi ternyata Babylonia justru meminta bantuan: mereka sedang menjalankan perintah Science Council untuk memasang jalur komunikasi penting di Arktik, namun terkepung Hetero-Creature.
Permintaan bantuan ini memicu perdebatan:
Ada yang bilang mereka bahkan tak sanggup mempertahankan kota sendiri.
Ada yang khawatir kalau jalur komunikasi gagal dan garis depan jatuh, pada akhirnya mereka semua akan musnah juga.
Sebagian mulai putus asa.
Di tengah kekacauan, Evan, seorang anak, menembakkan pistol ke udara untuk menghentikan keributan. Ia mengusulkan:
Menghancurkan gerbang kota seperti taktik Rosetta di pertempuran sebelumnya, supaya air es membanjiri wilayah sekitar dan menenggelamkan monster.
Lalu menggunakan kapal di pelabuhan untuk mengevakuasi tim Babylonia.
Para orang dewasa menolak karena gerbang dan bangunan itu adalah peninggalan Sophiasburgh lama, dibangun kembali dengan susah payah dan sarat makna bagi mereka.
Anak‑anak, dipimpin Evan, meluapkan semua kekecewaan mereka pada orang dewasa:
Janji sekolah dan makanan hangat tak ditepati, yang ada mereka dijadikan tenaga kerja.
Mereka dipaksa tampil saat perayaan, tapi tak mengerti apa yang dirayakan.
Cat terakhir malah dihabiskan untuk membuat bangunan kubah bawang (onion dome) agar mirip kota lama.
Mereka menuduh orang dewasa hanya mementingkan nostalgia dan diri sendiri.
Evan menyimpulkan bahwa:
Mereka tidak butuh onion dome, landmark Sophiasburgh, atau Frostheart Emperor.
Kota ini bukan “Sophiasburgh” yang lama, melainkan benar‑benar “New Sophiasburgh”—harus punya identitas dan keputusan sendiri, bukan sekadar bayangan masa lalu.
Ucapan Evan membuat semua orang terdiam dan terpukul, menandai momen penting di mana generasi muda menantang obsesi orang dewasa pada masa lalu demi keselamatan dan masa depan mereka.
Evakuasi & Serangan Hetero-Creature
Rosetta membawa SKK kabur dari zona tempur di tengah badai salju.
Hetero-Creature muncul dari retakan es dan menyeret para prajurit. Rosetta menyelamatkan mereka dibantu tembakan SKK.
Munculnya Duryodhana
Seorang Ascendant menyerang Rosetta secara brutal.
Ia memperkenalkan diri sebagai Duryodhana, Ascendant yang bertarung dengan gaya liar dan penuh amarah.
Dalam percakapan singkat, Duryodhana mengaku:
Dialah dalang di balik jatuhnya Babylonia.
Ia yang membantu memperkuat serangan Hetero-Creature lewat Ascension-Network.
Duryodhana mencoba menerobos garis pertahanan untuk mendekati SKK.
Pertarungan Rosetta vs Duryodhana
Rosetta menghadang Duryodhana dan melindungi SKK.
Keduanya bertarung jarak dekat dengan sangat brutal, sampai saling mengunci tubuh dan saling menyeruduk kepala (headbutt) berkali-kali.
Duryodhana semakin bersemangat karena menganggap ini adalah “pertarungan hidup-mati yang sesungguhnya”.
Godaan & Ancaman Duryodhana
Duryodhana mengatakan kalau ia “tidak berniat membunuh” SKK karena ada seorang “anak” (kemungkinan Aisling) yang akan marah.
Ia menggoda SKK agar ikut dengannya dengan iming-iming:
Informasi tentang ke mana sebenarnya F.O.S. pergi.
“Kekuatan yang bisa lolos dari Filtering”.
Intervensi Derek & ARU
Di tengah kekacauan, terdengar lengkingan paus mekanik Derek, lalu hujan rudal menghantam area pertempuran.
Semua pihak, termasuk Duryodhana, mengangkat perisai. Distrik hancur diselimuti ledakan dan api, memberi celah bagi Rosetta untuk lepas dari cengkeraman Duryodhana.
Rencana Mengaktifkan Malkuth
Mina menghubungi lewat komunikasi, mengatakan mereka telah menemukan kunci untuk mengaktifkan Malkuth.
SKK melihat file eksekusi “Malkuth” di visor dan memberi perintah untuk mengaktifkannya melalui link dengan M.I.N.D. Rosetta.
Di sisi lain, Dr. Bear menghubungkan dirinya dengan Derek dan menyiapkan tombol besar untuk mengirim sinyal aktivasi.
Aktivasi yang Menyimpang
Mina menekan tombol, mengumandangkan “Shine like an aurora—Malkuth!”.
Aurora memang muncul, tetapi berwarna merah darah, bukan seperti yang diharapkan.
Cahaya merah menyebar dari pusat kota dan menelan seluruh medan perang.
Mina panik dan menyadari ada yang salah, sementara suara misterius berkata: “Aku sudah bilang itu tidak akan berhasil.”
Munculnya aurora merah & kekacauan medan perang
Tiba-tiba muncul aurora merah yang membuat Arctic machine dan banyak Construct mengalami gangguan parah; sebagian bahkan mati total atau pingsan.
Koneksi M.I.N.D. Rosetta dengan SKK sempat terputus, membuatnya lumpuh dan terkena pukulan Duryodhana, tapi koneksi segera dipulihkan sehingga ia bisa bertahan.
“Ultimate Amalgamation” mulai aktif
Duryodhana menyebut kalau “Ultimate Amalgamation” telah dimulai.
Hetero-Creature berkumpul di belakang Duryodhana dan bergerak layaknya pasukan yang sepenuhnya patuh, menjadi dinding hidup yang mengikutinya.
Serangan balik tak terduga pada Duryodhana
Saat Duryodhana hendak mengakhiri semuanya, misil tiba-tiba meluncur dari langit.
Tentakel muncul dan membelit Duryodhana; Hetero-Creature yang tadinya jadi perlindungannya kini menelannya sendiri, berubah menjadi gelombang besar yang juga mengarah ke posisi SKK dan para Construct.
Zack mengungkap kekuatan sebenarnya
Di istana yang disinari cahaya merah, Zack duduk di singgasananya dan merasakan penuh kendali atas arus informasi—kekuatan Ultimate Amalgamator.
Ternyata pemrosesan data black box sudah selesai sebelum Duryodhana berangkat; Zack sengaja menahan kekuatannya untuk digunakan di momen paling tepat.
Hakikat Ultimate Amalgamator
Zack menjelaskan bahwa Amalgamation adalah kekuatan untuk mengendalikan segala sesuatu dengan menanamkan “pikiran” atau memetic memetic dasar ke dalam makhluk lain.
Ia bisa mengaktifkan lebih banyak memetic, memanipulasi “fondasi pikiran”, dan mengendalikan arctic machine (termasuk Corrupted), mirip otoritas Amberia, meski belum sampai ke kontrol total ala Phylotree/Sefirah.
Perintah terakhir Zack
Dengan aurora merah yang kini menjadi simbol kendalinya atas medan perang, Zack merasa Corrupted, Ascendant, dan bahkan Babylonia bukan lagi ancaman.
Ia memberi perintah final: “Pergi. Amalgamasikan dunia.”
Ini menandakan dimulainya operasi besar Zack untuk menyatukan/dominasi dunia lewat kekuatan Ultimate Amalgamator.
Pertempuran melawan Hetero-Creatures makin kacau. Serangan tanpa henti dari laut beku dan aurora merah membuat pasukan aliansi kelelahan dan hampir putus asa.
Tiba-tiba muncul lagi rudal dari laut—ternyata berasal dari bionic whale milik musuh (whale pods) yang dikendalikan Frostheart Emperor. Palma melaporkan masih ada beberapa paus lain yang sebelumnya disembunyikan musuh.
Salah satu paus muncul, dan di atasnya berdiri Fyodor, salah satu Frostheart Warlord yang pernah ditemui sebelumnya. Palma tampak punya dendam pribadi dengannya.
Di sisi lain, Mina dan Asimov berusaha mengaktifkan Malkuth, frame baru Rosetta, dengan memanfaatkan Derek sebagai pusat M.I.N.D. berskala besar. Masalahnya: unit pemrosesan utama Derek sudah hancur (diduga terkait pertarungan dengan Alpha dulu).
Asimov menyimpulkan Derek masih bisa dipakai sebagai server raksasa, sementara perhitungan inti akan ia tangani dari markas. Namun Derek harus diarahkan untuk menabrak titik tertentu di tengah kawanan musuh.
Palma protes karena lokasi itu sangat berbahaya: ada tembakan penghalang dari darat dan beberapa bionic whale musuh di laut, sementara pasukan sudah kelelahan. Namun Asimov menegaskan satu-satunya cara menang adalah mengaktifkan Malkuth dan membangun M.I.N.D. array yang tahan interferensi aurora.
Kondisi di medan perang memburuk: aurora merah menebal, menempel pada semua pasukan, membuat mesin terganggu dan Construct mulai mengalami gejala mengerikan—kristalisasi vital fluid dan rasa seperti bagian dari M.I.N.D. mereka direnggut. Banyak yang mulai roboh dan tidak bisa bertarung.
Di tengah keputusasaan ini, SKK harus memilih: mundur atau memaksa menerobos demi rencana Derek. Mina, ARU, dan para Construct memilih tetap bertarung sampai akhir selama masih ada peluang menang. Rosetta juga menegaskan keinginannya untuk menang sebagai seorang komandan.
Keputusan diambil: SKK memerintahkan operasi terobosan dimulai. Semua pasukan menjawab dan bersiap melakukan serangan putus asa untuk membuka jalan bagi rencana Malkuth.
Phase 4
Pertempuran besar di wilayah es sedang mencapai titik kritis. Medan perang hancur, penuh asap, es, dan darah, sementara Corrupted dan Hetero-Creatures terus berdatangan dari pabrik bawah tanah yang aktif kembali.
Pasukan manusia dan Construct sudah di ambang batas; moral turun, banyak yang terluka, dan posisi mereka terjepit. Palma menyarankan mundur, Lee dan Simon kesulitan bertahan.
Rosetta menolak ide mundur. Ia menegaskan bahwa jika mereka mundur sekarang, tanah itu akan jatuh ke tangan Frostheart Emperor dan pengorbanan para tentara akan sia-sia.
Rosetta mengandalkan “satu kesempatan terakhir”: kekuatan di tanah itu yang bahkan ditakuti para Ascendant—yaitu Diana dan Forest Guards. Ia percaya Diana akan menepati janjinya untuk kembali.
Rosetta maju sendirian ke tengah kawanan musuh, mengerahkan pedang cahaya sampai batas maksimal. Ia menyuruh yang ragu dan yang terluka mundur, bahkan menyarankan SKK menjauh demi keselamatan.
Namun SKK memilih tetap tinggal dan bertarung bersama mereka. Keberanian Rosetta memantik kembali harapan dalam pasukan, termasuk Palma.
Di sisi lain, Mina memerintahkan Dr. Bear memaksa mesin bionic whale Derek ke output maksimum, meski berisiko meledak—karena kalau mereka kalah, “jalan pulang” tidak ada artinya.
Rumyantsev, Warlord Frostheart, menantang Lee secara langsung; Lee menjawab dengan percaya diri akan mengalahkannya dengan cepat. Simon dan Noan juga menunjukkan tekad mereka untuk terus bertarung.
Semua pihak berjuang seperti ini adalah pertempuran terakhir: kalah berarti habis. Mereka berusaha membuka jalan untuk mendukung serangan pod bionic whale.
Saat keadaan tampak putus asa dan SKK hanya bisa terus memerintah sambil berharap mukjizat, akhirnya sebuah suara muncul: “Maaf membuatmu menunggu.”
Momen “keberuntungan” yang dinanti pun tiba, menandai titik balik pertempuran dan memberi harapan bahwa keadaan akan berbalik.
Pertempuran besar berlangsung di atas dan sekitar bionic whale. Forest Guard, dipimpin Diana, bertarung sengit melawan Fyodor dan pasukan Corrupted yang keluar dari tubuh paus tersebut. Fyodor sendiri, meski bukan petarung, terpaksa terus berduel dengan Diana.
Di sisi lain, Dr. Mina mengarahkan Derek dan para bionic whale ke posisi tertentu sebagai bagian dari rencana besar, sementara Asimov memantau jarak dan sumber daya komputasi.
Dari tengah himpitan kawanan Hetero-Creature, Ascendant bernama Duryodhana bangkit, menerbangkan monster yang tak terhitung banyaknya ke udara. Ia tertarik pada kekuatan yang mirip “Phylotree’s Sefirah” dan mengincar Rosetta serta kekuatan yang dibawa bionic whale.
Rosetta maju untuk menahan Duryodhana sendirian. Dengan dukungan perintah dan koneksi M.I.N.D. dari sang SKK, Rosetta perlahan bisa menahan serangan brutal Duryodhana, meski rencana Mina dan Derek tampak terancam karena mereka terhalang Hetero-Creature sebelum mencapai titik tujuan.
Situasi makin genting: komunikasi dengan Mina terputus, Asimov ragu untuk memicu rencana utama karena risiko kehancuran kesadaran Rosetta jika transformasi gagal lagi.
Di tengah tekanan, armada kapal sekutu yang mengawal Forest Guard muncul di kanal komunikasi dan menguatkan posisi taktis. Tak lama kemudian, suara Dr. Mina kembali—ia memerintahkan agar Rosetta mengaktifkan “Malkuth” sekarang juga, sebelum Derek memberi sinyal.
Duryodhana berusaha menghentikan Rosetta dengan serangan mematikan, tetapi Rosetta menahannya tepat di detik terakhir. Rosetta menyatakan keinginannya yang mutlak: ia “harus menang” dan siap mempertaruhkan segalanya.
SKK akhirnya memercayai Rosetta dan memerintahkannya mengaktifkan Malkuth lebih awal, bertaruh bahwa Mina dan Derek akan tepat waktu mencapai titik tujuan.
Di bawah aurora merah, waktu seakan melambat. Rosetta yang selama ini merasa selalu sial akhirnya “merebut keberuntungannya sendiri”. Sistem Malkuth aktif sepenuhnya—ditandai dengan deklarasi:
“Codename Malkuth, all systems operational, array deployed.”
“I will smash through every obstacle in my way!”
Langit masih dipenuhi aurora merah yang panas dan menekan, lalu tiba-tiba ditembus cahaya hijau (viridian).
Kedua cahaya itu — merah dan hijau — saling beradu di udara. Merah terasa ganas dan menghanguskan, sementara hijau melambangkan keteguhan dan perlahan menekan balik merah.
Para construct dan bionic machin merasakan efeknya: tubuh mereka bisa bergerak lagi dan rasa “terbakar” di M.I.N.D mereka mereda.
Asimov menjelaskan bahwa aurora hijau adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh frame Rosetta lewat array M.I.N.D-nya, dan aurora merah bekerja dengan prinsip yang sama.
Fokus beralih ke Rosetta: pedang cahayanya kini diselimuti kilau hijau pucat seperti aurora. Ujung pedang itu bergetar mengarah ke langit.
Di kejauhan, dinding runtuh dan Duryodhana sudah terpental entah ke mana — menandakan kekuatan serangan Rosetta barusan.
Rosetta memanggil sang SKK, berdiri dalam sorotan cahaya hijau, menunggu perintah untuk mengakhiri pertarungan.
SKK memerintahkannya maju, dan Rosetta bergerak untuk menuntaskan kemenangan.
Rosetta dalam wujud centaur mengamuk di medan perang Sophiasburgh, menghancurkan pasukan Corrupted tanpa bisa dihentikan. Mina ikut bertarung di garis depan dengan palu penghancur es, memanfaatkan kekuatan dari susunan (array) khusus yang seharusnya bukan untuk manusia.
Dr. Bear panik karena Mina memaksa memakai array yang tidak dikalibrasi untuk manusia, tapi akhirnya membantu dengan mengendalikan array untuk mendukung pertempuran.
Di tengah pertarungan, Mina menekan Asimov agar menjelaskan teknologi “Amalgamation”:
Amalgamation adalah teknologi jembatan M.I.N.D., membangun jaringan kesadaran raksasa dari banyak individu (Amalgamation array).
“Cacat” pada M.I.N.D. humanoid-hybrid ternyata celah desain yang sengaja dibuat agar cocok dengan Amalgamation.
Bionic machine punya titik akses Amalgamation khusus; humanoid-hybrid dan kolektif non-humanoid dipakai sebagai node untuk membentuk satu sistem besar.
Efeknya bukan cuma penguatan, tapi “penyelesaian/kelengkapan” sistem: individu dan kolektif saling melengkapi, berbagi kesadaran dan kekuatan.
Mina mengaitkan ini dengan istilah “Ultimate Amalgamator Malkuth”: bukan hanya Amalgamator-nya yang sempurna, tapi seluruh sistem beserta frame bawahannya menjadi utuh.
Asimov menjelaskan:
Versi ideal Amalgamation adalah kesadaran bersama dan penguatan timbal balik.
Frostheart Emperor memakai versi corrupt, mirip penyalahgunaan Amberia: bukan koneksi sejajar, tapi menjadikan node lain sekadar perpanjangan kehendak tunggal.
Dia tidak butuh sinkronisasi rumit; cukup menanam satu emosi/perintah dominan (seperti kemarahan dan kebencian) untuk mengaktifkan modul tempur. Karena itu dia tidak butuh “anchor” seperti Derek.
Asimov juga mengungkap bahwa untuk menanggung beban pemrosesan Amalgamation pihak mereka, ia memakai kluster server besar dari seseorang dengan julukan “The Unwinged”.
Cerita ditutup dengan perang yang masih buntu, Mina bersikeras maju membantu Dr. Bear meski diperingatkan lagi bahwa array bukan untuk manusia.
Evan dan kelompoknya baru saja menyelesaikan operasi berbahaya: mereka memakai gerbang kota New Sophiasburgh sebagai umpan untuk bisa naik ke kapal dan menyelamatkan beberapa Construct yang sedang menjalankan misi penting.
Di titik yang ditentukan, mereka memasang alat sinyal, tapi sebagian perangkat rusak akibat pertempuran sebelumnya. Karena unit komunikasi sangat sensitif dan butuh posisi tinggi, Evan dan anak-anak lain rela “disusun” (naik di pundak) untuk membantu para Construct memasang alat itu.
Berkat usaha mereka, operasi garis depan dinyatakan berhasil. Para Construct memuji ketahanan Evan, meski masih memanggilnya “anak kecil”.
Ketika melihat ke langit, Evan menyaksikan aurora hijau terang yang indah. Pemandangan itu membuatnya teringat Rosetta dan para pejuang lain di medan perang, seolah ia bisa melihat wajah mereka di balik cahaya tersebut.
Seorang bionik Ursa dari armada pendukung datang, membawa pesan dari komandannya: mereka berterima kasih dan mengakui semua yang ada di sana sebagai “prajurit pemberani”. Ucapan itu membuat banyak orang menahan tangis.
Meski New Sophiasburgh sudah hancur “karena ulah bocah-bocah itu” (termasuk Evan), para penjaga sipil memutuskan pergi menuju Sophiasburgh lama untuk “mengambil kembali” kota mereka.
Ursa hanya bisa menghela napas, lalu menyuruh Evan menyiapkan dua kapal untuk mengikuti para penjaga itu, agar mereka tidak mati sia‑sia.
Rosetta dalam wujud centaur memimpin serangan hingga mencapai gerbang kekaisaran dan berhadapan langsung dengan Zack, yang menyebut dirinya Frostheart Emperor.
Zack menawarkan “jalan damai”: Rosetta dan SKK diminta bersumpah setia padanya. Jika mereka bergabung, ia ingin menggunakan dua Ultimate Amalgamator untuk melanjutkan kampanye Amalgamation dan menyatukan dunia di bawah Arctic Route Union.
Rosetta menolak keras ide Amalgamation dan penyerahan diri.
Zack lalu memaparkan ideologinya:
Menurutnya, masalah terbesar umat manusia adalah pertikaian internal (infighting) dan “memetic” sosial seperti negara, ideologi, dan kepentingan sempit yang saling bertentangan.
Ia mencontohkan tragedi Sophiasburgh: saat Punishing virus menyerang, manusia saling mengkhianati demi sumber daya, tatanan sosial runtuh, dan Corrupted menyusup hingga ke inti energi kota.
Untuk mencegah meluasnya virus, Zack mengaku terpaksa meledakkan Sophiasburgh bersama beberapa pengikut setia. Baginya, kehancuran kota itu lebih disebabkan oleh ulah manusia sendiri daripada virus.
Dari pengalaman itu, Zack menyimpulkan:
Dunia yang terpecah akan kalah lagi seperti Sophiasburgh.
Satu-satunya jalan adalah penyatuan dunia secara paksa, menghapus “memetic” yang berbeda-beda dan menggantinya dengan satu memetic tunggal: Arctic Route Union.
Dengan begitu, menurutnya, umat manusia dapat bersatu penuh dan akhirnya mampu melawan Punishing Virus serta kembali ke “Eden” yang dijanjikan.
Rosetta menentang: bagi dia, memaksakan persatuan seperti itu berarti menghancurkan kehendak bebas dan mengembalikan ARU ke masa lalunya yang kelam.
Zack memberikan pilihan terakhir: tunduk dan ikut dalam visinya, atau menjadi penghalang yang harus disingkirkan.
Rosetta dan SKK memilih bertarung.
Adegan ditutup dengan konfrontasi klimaks: Zack dan Rosetta sama‑sama menghunus senjata, aurora merah bergejolak di langit, dan mereka bersiap menentukan visi masa depan dunia lewat pertarungan ini.
Pertarungan Terakhir Rosetta vs Zack
Di bawah aurora hijau, Rosetta dan Zack bertarung habis‑habisan.
Zack bersikeras bahwa dunia butuh “memetic” besar seperti Arctic Route Union untuk mengekang sifat buruk manusia.
Rosetta menolak, menyatakan bahwa ia hanya peduli pada manusia yang hidup di dalamnya, bukan pada memetic atau kejayaan masa lalu.
Benturan Ideologi
Zack percaya memetic kuat dan aturan keras adalah “kebijaksanaan yang dibayar dengan darah” dan satu‑satunya cara mencegah kehancuran manusia.
Rosetta menegaskan bahwa bertarung demi kemanusiaan saja sudah cukup sebagai tujuan bersama, dan bahwa “Arctic Route Union” yang hanya membawa penderitaan sudah kehilangan makna.
Keduanya mengumpulkan energi terakhir untuk satu serangan penentu.
Kemenangan Rosetta dan Kejatuhan Zack
Dalam benturan terakhir, Rosetta menang; Zack berdiri terpaku, tubuhnya rusak berat.
Zack memperingatkan bahwa memetic yang saling bertentangan akan terus muncul dan mempertanyakan apakah Rosetta bisa menekannya seperti hari ini.
Ia mengakui bahwa Rosetta “tidak sendirian di dunia ini” berkat SKK.
Zack lalu memohon terakhir: agar tanah bersalju ini menjadi mercusuar paling terang di Bumi, namun Rosetta menolak karena khawatir itu justru mengundang ancaman baru.
Zack Pergi Mengakhiri Perang
Zack memutuskan kembali ke istana untuk menghentikan produksi Corrupted dan mengakhiri perang.
Rosetta percaya, sebagai Frostheart Emperor, Zack mampu menangani apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
SKK dan Rosetta bersiap menyatakan kemenangan, sementara aurora hijau bergoyang di langit es.
Konfrontasi dengan Duryodhana
Di ruang takhta, Duryodhana—Ascendant yang dulu membangunkan Zack—sudah menunggu, diselimuti energi Punishing.
Dahulu, Zack menawarkan bantuannya memimpin perang melawan manusia dengan imbalan kekuatan dan pasukan Punishing, dengan dirinya sendiri sebagai “bayaran” setelah perang usai.
Kini perang berakhir dan Zack mengaku tak punya apa‑apa lagi untuk ditawarkan pada Punishing.
Pengkhianatan Terbalik dan Pengorbanan
Duryodhana, yang sudah pernah dikhianati sebelumnya, bersiap memaksanya bertarung.
Rumyantsev muncul dari bayangan, menahan Duryodhana, sementara seluruh istana memancarkan lampu merah tanda bahaya.
Zack menyatakan: “Demi kemanusiaan. Demi tanah air yang kucinta,” lalu mengajak Duryodhana “masuk neraka bersamanya”.
Ledakan Terakhir dan Akhir Perang
Istana dilahap ledakan merah yang dahsyat; api dan energi meledak keluar dari atap yang hancur sebelum badai salju dan aurora menelan pemandangan itu.
Dalam kilatan terakhir, Zack teringat pandangan pertamanya pada Bumi sebagai bola biru yang tenang di tengah bintang‑bintang.
Zack dan Duryodhana tampaknya lenyap dalam ledakan itu, menandai berakhirnya perang.
Phase 5
Setelah Kekalahan Frostheart Emperor
Istana tempat Frostheart Emperor berada meledak; diduga ia sendiri yang memicunya, menepati janjinya untuk mengakhiri perang.
Pasukan musuh kehilangan kendali, para Warlord tersisa dan Ascendant Duryodhana menghilang. Perang berakhir.
Percakapan dengan Rosetta di Arktik
Rosetta mengakui beberapa hal yang dikatakan Zack benar, tapi cara ekstrem menjadikan Arctic Route Union sebagai “memetic” dominasi dunia adalah kesalahan.
Ia meragukan kemampuan Arktik (sumber daya & Amalgamation) untuk menopang perang jangka panjang.
Rosetta tidak menolak jika ada kekuatan hegemon baru, asal tidak memaksa dan memelintir kehendak orang dengan kekerasan, dan bila itu untuk kebaikan banyak orang.
Ia bahkan menerima kemungkinan Arctic Route Union lenyap, karena masa depan seharusnya diputuskan oleh generasi sekarang, bukan oleh keinginan para pendahulu.
Keinginan terbesarnya sederhana: bisa “hidup dengan baik” agar suatu hari bisa berkata pada orang-orang yang telah mencintainya, “Aku baik-baik saja sekarang.”
Petunjuk soal Ascendant & “Joyride” yang Gagal
Rosetta melaporkan temuan instalasi mirip base station di Sophiasburgh dengan konsentrasi tinggi residu Punishing Virus, mungkin terkait Duryodhana.
Medan sulit dijangkau kendaraan, jadi ia berniat membawa SKK menunggang di punggungnya (sudah disiapkan pelana khusus).
Sebelum rencana ini terlaksana, Dr. Bear, Lee, Noan, Palma, dan Simon muncul memanggil SKK, menggagalkan momen itu.
Rosetta tampak sedikit kecewa tetapi pasrah, mengulang kalimat khasnya: “It really isn't my lucky day.”
Diskusi Hassen & Asimov: Kekuatan Baru Melawan Punishing
Mereka mendiskusikan perlunya bentuk kekuatan baru setelah Gestalt, misalnya sistem seperti Malkuth dan reaktivasi Phylotree of Ousia.
Asimov menyebut performa Limpidity (Liv) sebagai bukti potensi besar Phylotree.
Namun ada risiko besar, apalagi banyak data lama proyek itu telah dihancurkan pada Post-Pandemic Age.
Munculnya Nirvatia dan Ancaman Balapan Menuju Carthaki
Nirvatia, Direktur Keamanan Science Council, muncul menawarkan dokumen asli era Golden Age terkait riset M.I.N.D.
Ia menjelaskan zona radiasi Carthaki (pusat riset M.I.N.D. di masa lalu) kini tertutup Red Mist akibat Great Akdilek Explosion.
Intelijen militer menunjukkan seorang Ascendant juga sedang mencoba mencapai kota itu.
Artinya, bukan hanya manusia yang memburu Phylotree of Ousia, dan waktu mereka sangat terbatas.
John Doe & Duryodhana: Konspirasi di Balik Layar
Di fasilitas riset terbengkalai, Duryodhana (sebelumnya dokter) datang ke markas bawah tanah John Doe.
Ia mengaku salah menilai—di Arktik ia hanya menemukan jejak sangat samar “Sefirah”.
Duryodhana melihat sepotong “amber” emas transparan yang berisi seorang gadis muda tertidur, dengan “akar” bening menjulur dari dadanya ke dinding amber. Ia mengenali “aroma” yang sama (diduga terkait Sefirah/Phylotree).
John Doe menyuruh Duryodhana kembali melapor tentang status F.O.S., menegaskan mereka hanya sekutu sementara yang mengejar tujuan sama.
Setelah Duryodhana pergi, John Doe mengaktifkan panel; amber bersinar, sulur-sulur bening menyebar sepanjang lantai, dan gadis itu terbangun.
Udara dipenuhi aura jahat tak terdefinisi, menandakan bangkitnya sosok atau kekuatan berbahaya baru.