Harapan Ayla vs Realita di Bumi
Sebelum turun ke Bumi, Ayla membayangkan Bumi secara puitis: menemukan tanaman, merayakan para pahlawan masa lalu, dan menjadikan semua itu inspirasi seni.
Saat misi arkeologi pertamanya, timnya diserang Corrupted yang tak terdeteksi. Dua anggota Task Force (Rex dan Fay) tewas melindungi mereka.
Ayla tersadar bahwa realita jauh lebih kejam dari fantasinya dan bahwa dirinya tidak seberani yang ia bayangkan.
Pergulatan batin tentang “realita” dan seni
Ayla mempertanyakan niat awalnya: ia menjadi Construct dan bergabung WGAA untuk melihat dunia “apa adanya” dan menuangkannya dalam karya seni.
Namun, setelah menyaksikan perang secara langsung, ia ragu:
Apakah “realita” benar-benar bisa menginspirasi?
Apakah yang ia sebut “realita” selama ini hanya imajinasinya sendiri?
Orpheus mengingatkan lewat puisi favorit Selena dan lewat kata-kata Allen bahwa WGAA adalah pencatat, saksi, dan penjaga nilai, meskipun orang lain sulit memahami tujuan mereka.
Singgah di pemukiman manusia
Tim beristirahat di sebuah pemukiman yang dibangun di atas kota tua, dijaga Ground Force.
Ayla mengamati kehidupan warga: mekanik tua yang memilah suku cadang, juru masak yang memanfaatkan bahan seadanya, orang-orang yang memperbaiki pakaian dan alat berburu.
Pertemuan dengan Milly
Ayla bertemu Milly, gadis kecil yang menggambar dengan “krayon” hematit di buku catatan usang.
Milly menggambar untuk menunjukkan pada ayahnya apa yang ia lihat, karena ayahnya jarang di rumah.
Ayla mengajarinya dasar menggambar dan menggambar bunga hydrangea, meski Ayla sendiri hanya pernah melihatnya lewat gambar.
Milly menunjukkan satu-satunya manga yang ia punya: “Beautiful Angel”, seri lama dari Golden Age. Ia ingin tahu kelanjutannya, tapi tak ada lagi jilid lain.
Gagasan Ayla tentang “seni”
Milly bertanya apa itu “art”.
Ayla menjelaskan dengan sederhana: seni lahir dari keinginan seperti Milly yang ingin membahagiakan ayahnya dan menunjukkan dunia yang ia lihat.
Ia menyebut seni bisa berupa gambar, tarian, novel, puisi, film, hingga manga.
Dalam hati, Ayla juga merenungkan bahwa seni adalah sesuatu yang “dekat namun juga jauh”—didorong oleh cinta dan kerja keras, meski pelakunya sendiri sering ragu dan lelah.
Janji Ayla pada Milly
Saat hendak kembali ke Babylonia, Ayla awalnya berpisah begitu saja.
Di tengah jalan, ia berubah pikiran, kembali berlari menemui Milly.
Ayla meminjam manga Milly dan berjanji akan menggambar “sekuel” Beautiful Angel untuknya.
Ia tahu ini janji yang mungkin sulit dipenuhi—Milly akan pindah ke area konservasi lain dan dunia berbahaya—namun ia tetap mengucapkannya.
Ayla berjanji akan mencari Milly di semua area konservasi dan mengembalikan manga itu bersama karyanya sendiri.
Rencana “Iris Warbler” & Frame Baru Ayla – Kaleido
Di Babylonia, Allen (ketua WGAA) dan Leonie membahas frame baru Ayla bernama Kaleido, yang sudah disetujui Science Council dan siap dipakai.
Allen ingin membentuk tim baru bernama “Iris Warbler”: secara struktur milik Task Force, tapi digagas dan didukung penuh WGAA (biaya, kerja sama dengan Science Council, dsb.).
Tujuan Allen: memberi panggung baru bagi Ayla dan WGAA, sekaligus “bertaruh” pada masa depan umat manusia dengan menjadikan Iris Warbler sebagai chip taruhannya. Tim ini akan dipimpin Ayla sebagai kapten.
Sica dan Kegagalan “Apodidae”
Sica dipanggil oleh Wells. Dia baru saja kehilangan timnya, “Apodidae”, yang dibubarkan karena performa yang dinilai buruk sebagai tim elit; anggotanya dipindahkan ke tim lain.
Sica merasa itu kegagalannya sebagai komandan, meski dia punya potensi (Mind Beacon kuat, tetap tak terinfeksi di Hetero Tower).
Wells menjelaskan:
Dia tidak akan pernah menjadi “Chrome kedua” atau “SKK kedua” – dan itu bukan tujuannya.
Menjadi Chief di F.O.S. bukan jaminan jadi legenda.
Kesalahan besar Sica: memisahkan diri dari tim di medan tempur, sehingga tak bisa mengoptimalkan kekuatan mereka.
Namun Wells tetap mengakui bakat Sica dan sebagai mantan pengajarnya, menasihati agar ia mencari jalannya sendiri.
Ia lalu menjelaskan penugasan baru: Sica akan menjadi commandant tim baru yang masih dalam tahap finalisasi—yaitu Iris Warbler.
Allen kemudian masuk dan memperkenalkan diri sebagai Ketua WGAA sekaligus penggagas Iris Warbler kepada Sica.
Trojan (Orichalcum) dan Masa Lalunya
Di fasilitas medis Kurono, Construct perempuan bernama Trojan (nama frame lamanya: Orichalcum) menyelesaikan perawatan M.I.N.D.-nya.
Vesalius menjelaskan:
M.I.N.D.-nya rusak permanen 26,13% dan ada infeksi Punishing di frame yang merusak stabilitas serta memorinya pada periode tertentu.
Tanpa frame baru, kondisinya tak bisa ditingkatkan lagi, tapi eksperimen bisa dicoba jika dipindah frame.
Trojan meragukan nilai dirinya karena sinkronisasi menurun dan kemampuan bertarung tak sebaik dulu.
Vesalius menegaskan: kalau tak berguna, Trojan sudah dibuang. Dia menyindir bahwa Trojan harus melepaskan masa lalu kalau ingin maju.
Di akhir, Vesalius tiba-tiba bertanya apakah Trojan tertarik pada “seni” – mengisyaratkan keterkaitan dengan WGAA/Iris Warbler.
Teasell Diburu
Di Bumi dekat suatu reruntuhan dalam zona Inver-Hetero Tower, Transcendant Teasell dikejar seorang Construct perempuan Babylonia berambut ungu muda dengan busur logam (Lena/alisa).
Mereka saling serang; si pemburu memintanya menyerah dan mengungkap lokasi para pembelot lain.
Teasell menolak, yakin Babylonia hanya ingin menjadikannya bahan eksperimen Transcendant, bukan mengadilinya secara adil.
Ia mengaktifkan jebakan elektromagnetik yang melumpuhkan sang pemburu, lalu mengatakan:
Ia tak akan membunuhnya karena “posisinya menarik”.
Ia ingin melihat apakah sang pemburu bisa “lolos penyaringan (filtering)”, menandakan ada rencana atau pihak lain yang dia ikuti.
Setelah beberapa jam, sang pemburu pulih. Ia kesal Teasell lolos lagi.
Ia menerima perintah transfer paksa dari Command Center: jika menolak, Purifying Force akan menjemputnya. Dia harus pindah ke squad baru bernama Iris Warbler.
Ayla: Obsesinya Mencari Selena & Frame Kaleido
Di WGAA, SKK selesai membantu Ayla memakai “Hamlet” untuk mencari “nyanyian paus” (whale song)—sinyal samar yang mungkin berasal dari Selena di Bumi.
Prosesnya sangat sulit:
Lokasi hanya bisa ditentukan kasar.
Ada delay sekitar satu bulan antara sinyal dikirim dan diterima.
Hasilnya sering sudah usang saat bisa dianalisis, dan Ayla berkali-kali gagal menemukan Selena.
Meski data menunjukkan peluang keberhasilan sangat rendah, Ayla menolak menyerah. Ia hanya ingin menyampaikan pada Selena bahwa “ada tempat yang selalu ia datangi sebagai rumah disini”.
Ia memperkenalkan frame barunya, “Kaleido”, yang:
Didesain lebih combat-focused dengan referensi data Task Force.
Dibuat oleh tim WGAA (Leonie membanggakannya di depan Asimov).
Dipersiapkan agar Ayla bisa resmi menjalankan misi di Bumi bersama tim baru itu.
Allen sebelumnya sudah menjelaskan bahwa setelah menghilangnya Selena di misi arkeologi, ia ingin tim khusus dengan commandant tersendiri untuk mengurangi risiko insiden serupa. Inilah yang memicu lahirnya Iris Warbler.
Hubungan SKK dengan Ayla
SKK menyadari betapa beratnya kehidupan Ayla yang diisi kegagalan dan kekecewaan, namun ia tetap bisa tersenyum dan bertahan dengan “obsesinya”.
SKK harus segera pergi karena dipanggil Lucia untuk misi survei Area B di sekitar Hetero Tower.
Sebelum SKK pergi, Ayla tiba-tiba memeluk SKK sekitar 10 detik:
Katanya itu bentuk rasa terima kasih pada SKK, sekaligus cara menyemangati dirinya sendiri.
SKK pergi sebelum sempat merenungkan makna pelukan itu sepenuhnya.
Pertemuan Calon Anggota Iris Warbler
Di koridor, SKK berpapasan singkat dengan seorang perempuan yang tampak familiar, tapi SKK terlalu buru-buru untuk menyapanya.
Perempuan itu ternyata Sica, yang merasa ia mungkin meninggalkan kesan buruk pada SKK saat pertemuan sebelumnya.
Ia kemudian disapa oleh Construct berambut pendek ungu-biru: Trojan (eks-Orichalcum), yang memperkenalkan diri sebagai anggota yang akan dipimpin Sica.
Sica memperkenalkan diri sebagai Commandant sementara Iris Warbler.
Mereka berdua berjalan menuju WGAA untuk bertemu Ayla, kapten tim mereka.
Latihan Seni Iris Warbler
Di studio Ayla (WGAA), Sica dan Trojan menjalani “pelatihan seni darurat”: belajar menggambar objek sederhana.
Trojan merasa canggung dan menganggap ini seperti kegiatan lansia, tapi pelan‑pelan mulai paham kenapa seni dan autentikasi benda antik dulu populer.
Ayla menjelaskan bahwa skuad mereka, Iris Warbler, unik dan butuh kemampuan menilai nilai pelindungan artefak dan benda budaya, mirip tim arkeologi.
Demonstrasi Lukisan Ayla & Filsafat Seni
Atas permintaan Sica dan Trojan, Ayla mendemonstrasikan cara melukis dengan serius.
Ia menjelaskan bahwa bentuk, warna, dan cahaya adalah dasar seni, tapi yang paling penting adalah “pikiran dan keinginan penciptanya”—apa yang ingin disampaikan.
Ayla menegaskan bahwa seni bukan kemewahan kosong: seharusnya menjadi bagian hidup semua orang, bukan hanya milik segelintir orang, bahkan di tengah perang.
Tujuan WGAA: membuat seni dan penciptaan terasa dekat dan dapat diakses semua orang.
Misi Pertama Iris Warbler
Ketua WGAA, Allen, datang dan mengumumkan bahwa Iris Warbler akan menjalankan misi lapangan pertama mereka.
Di markas, Hassen dan Wells sedang membahas sinyal anomali dan gangguan elektromagnetik dari sebuah area di permukaan.
Dari citra drone:
Ada aktivitas mechanoid di kota itu.
Wilayah tersebut seharusnya sudah aman dari Punishing Virus karena pengaruh Hetero Tower.
Sinyal terenkripsi yang muncul bukan dari pihak mana pun yang dikenal, juga bukan pola Golden Age.
Kota Emas yang Dibekukan Waktu
Mereka memproyeksikan rekonstruksi 3D kota:
Sebuah kota Golden Age yang belum rampung sebelum wabah Punishing Virus, lalu ditinggalkan.
Kini, setelah Hetero Tower, virus di sekitar menurun, tapi bagian tengah kota tetap utuh seolah dilindungi oleh sesuatu.
Tak ada tanda aktivitas manusia, hanya beberapa mechanoid berpatroli.
Sica menghubungkan ini dengan kasus sebelumnya yang ditangani Egret: mechanoid abnormal yang memelihara panti asuhan. Ia mengusulkan kemungkinan kota ini juga dipelihara oleh mechanoid abnormal.
Penunjukan Iris Warbler sebagai Tim Investigasi
Banyak skuad elit (Gray Raven, Strike Hawk, Caribou, Cerberus, Dark Aries) sedang sibuk atau tak cocok untuk misi ini.
Hassen dan Allen menganggap Iris Warbler paling cocok karena:
Ayla berpengalaman di permukaan dan anggota WGAA.
Trojan adalah veteran lama.
Sica dipandang tinggi oleh Nikola.
Sica adalah Chief F.O.S. yang dipilih sendiri oleh Wells.
Allen menekankan bahwa kota ini adalah “kristalisasi terakhir peradaban manusia sebelum zaman pasca‑pandemi”, sehingga masuk tanggung jawab WGAA.
Ayla tampak terguncang saat melihat koordinat—ternyata sama dengan asal sinyal “Whale Song” milik Selena yang baru mereka temukan—namun ia menenangkan diri dan menyatakan Iris Warbler siap menjalankan misi.
Pertemuan dengan Vanessa (Egret)
Setelah rapat, Ayla kembali ke WGAA untuk mengecek sesuatu; Sica dan Trojan berjalan di koridor dan bertemu Vanessa, komandan Egret sekaligus senior Sica di F.O.S.
Hubungan mereka rumit:
Sica sangat menghormati Vanessa, yang dulu melatihnya.
Vanessa mengaku dulu sering “membully” Sica (lempar kerjaan, marah saat bad mood).
Di hadapan Trojan, Vanessa meremehkan Sica:
Menyebut Sica “Ms. Top Student” dengan nada sinis.
Mengatakan Sica cuma cocok “menggali tembikar” dan tak berguna di garis depan.
Menyinggung bahwa staf umum yang membubarkan skuad lama Sica juga menganggap dia tak berguna.
Mengkritik generasi “Babylonia” sebagai idealis dan lemah, menyiratkan mereka bisa menyebabkan kehancuran umat manusia.
Meski sakit hati, Sica menerimanya dan bertekad membuktikan dirinya lewat tindakan, bukan kata‑kata.
Trojan menyadari hubungan mereka rumit, tapi mendukung tekad Sica. Keduanya lalu bergegas bersiap untuk misi Iris Warbler.
Kilasan Masa Lalu Sica
Sica terus-menerus dihantui kenangan: upacara penghormatan untuk 127 prajurit gugur (termasuk LeBron), gosip bahwa dia hanya jadi “Chief” karena nama keluarganya, dan tekanan ekspektasi dari akademi.
Ia memilih jadi komandan garis depan, bukan posisi aman di HQ.
Dalam pertempuran, keputusannya menyebabkan korban lebih banyak dari perkiraan. Atasannya menyalahkan sikapnya yang “terlalu peduli” pada nyawa pasukan dan menyingkirkannya dari garis depan.
Akhirnya, skuadnya dibubarkan. Sica merasa seperti benang yang terus dikencangkan sampai putus: berjalan maju secara mekanis tanpa lagi memahami mimpinya sendiri.
Refleksi tentang “Mimpi”
Ada narasi yang menyatakan bahwa orang yang mengejar mimpi “kekanak-kanakan” dan sulit tercapai, meski penuh kegagalan, justru adalah mereka yang paling bersinar.
Misi Baru: Constellia
Sica terbangun di transport craft bersama Ayla dan Trojan. Mereka sedang menuju “Unknown City 001”, kota peninggalan Golden Age bernama Constellia, rancangan arsitek terkenal Michele Vasari. Pembangunan kota itu terhenti akibat wabah Punishing Virus.
Babylonia kini menemukan kembali kota itu; sekitar 20% desain aslinya telah terbangun, dan diduga dipelihara oleh sebuah mechanoid abnormal. Misi mereka: investigasi dan bersiap untuk kemungkinan pertempuran.
Persiapan Senjata dan Tim
Ayla membuka kotak senjata berisi berbagai prototipe dari Science Council: pisau listrik, granat stun elektromagnetik, pistol taktis, pelontar granat, dan lain-lain.
Ia mengaku mendapatkannya lewat koneksi pribadi di WGAA dan Science Council, dengan syarat membayar biaya uji coba.
Sica tergoda oleh pistol CI generasi ke‑7, lebih canggih dari yang ia gunakan di F.O.S.
Trojan menyadari bahwa senjata-senjata itu bahkan mencakup anak panah khusus, tampaknya disiapkan untuk anggota keempat mereka, Lena, mantan anggota Caribou.
Anggota Tim & Latar Belakang
Komposisi Iris Warbler: Ayla (kapten), Sica (komandan), Trojan, dan Lena (akan langsung menunggu di Constellia).
Lena: eks-Caribou, bekerja solo di permukaan, datanya sangat terbatas dan sifatnya rahasia.
Trojan: veteran sejak Evakuasi Acadia, mengalami cedera M.I.N.D. parah, sehingga tak lagi ideal di garis depan. Ia juga menyiratkan keterlibatan dengan unit se-rahasia Caribou, tapi detailnya dikosongkan dan “lebih baik tidak diketahui”.
Dinamika Obrolan & Nada Cerita
Ayla bercanda seolah mereka karakter dalam novel/film: Trojan bisa jadi pahlawan misterius yang menyelamatkan semua orang, atau malah agen ganda. Trojan menolak semua peran dramatis itu.
Meski ringan, pembicaraan ini menegaskan bahwa tiap anggota punya masa lalu kompleks dan berpotensi penting dalam konflik mendatang.
Menuju Constellia
Kapal menembus awan dan mereka melihat sekilas Constellia: “The last man-made city of the Golden Age”.
Sica terlihat gugup—ini misi pertamanya setelah skuad lamanya dibubarkan, dan dia tidak ingin gagal lagi.
Ayla menenangkannya dengan bisikan pelan, lalu, dengan tatapan seperti petualang yang menemukan “Dunia Baru”, menempelkan tangan di jendela, menatap kota itu dengan harapan dan rasa penasaran.
Kapal mulai mendarat. Mereka bersiap menghadapi apa pun yang menunggu di Constellia.
Masuk ke Constellia & Menara Kincir Angin
Iris Warbler (Ayla, Sica, Trojan) tiba di reruntuhan Constellia.
Semakin masuk ke dalam, kota yang tadinya hancur berubah jadi metropolis Golden Age yang rapi dan berfungsi.
Di pusat kota berdiri “kincir angin” raksasa, diduga sebagai menara gelombang elektromagnetik dan mungkin juga Central Purification Filter.
Munculnya Lena & Informasi Kota
Mereka bertemu Construct baru, Lena, yang jadi anggota cadangan skuad.
Lena sudah beberapa hari melakukan pengintaian:
Kota dipelihara oleh mechanoid dengan kecerdasan melampaui batas awal.
Bagian luar kota tampak mewah tapi kosong, seperti cangkang.
Menara memancarkan gangguan khusus yang memutus semua komunikasi jarak jauh, hanya komunikasi dekat yang masih berfungsi.
Keanehan Kota & Nostalgia
Sepanjang perjalanan ke pusat kota, mereka tidak bertemu satu mechanoid pun, namun kota jelas “hidup”.
Trojan, yang pernah hidup di Golden Age, merasa suasananya aneh dan nostalgic.
Mereka curiga: jika mechanoid hanya ingin tempat tinggal, kenapa kota dipertahankan begitu sempurna? Seakan-akan mereka “merindukan” masa lalu.
Gangguan Komunikasi & Sikap Tertutup Lena
Sica tak bisa tersambung ke HQ; Lena menjelaskan soal interferensi kota.
Trojan bertanya alasan Lena bergabung, tapi Lena menutup diri dan hanya mau bicara hal yang relevan untuk misi.
Pertemuan dengan Mechanoid Pelukis: Bazille
Mereka melihat mechanoid yang bergumam soal “menciptakan” dan menyebut nama “Matisse”.
Mechanoid itu bernama Bazille, sedang menyemprot cat di dinding penuh graffiti, mengklaim area B-2 untuk “Fantastical Mechanical Impressionists”, musuh dari “Surrealist Mechanical Fauvists” dan “Multidimensional Mechanical Cubists”.
Lena menjelaskan banyak mechanoid di kota terobsesi dengan seni dan membentuk faksi-faksi artistik.
Ayla Marah Soal Etika Seni
Ayla tak tahan melihat Bazille “merusak” karya orang lain dan langsung menegurnya dengan keras.
Bazille ketakutan, mengira mereka akan menangkap dan membongkarnya untuk riset.
Cervantes, Penculik, dan Faksi Seni
Setelah ditenangkan, Bazille menjelaskan:
“Cervantes” adalah pemimpin spiritual para mechanoid pecinta seni.
Mereka mengikuti Cervantes dan membangun ulang kota ini untuk mengejar seni peninggalan “Sage”.
Cervantes sendiri berdiam di “museum” dan menara pusat.
Dua bulan lalu, Cervantes memperingatkan bahwa orang Babylonia akan datang dan menyuruh semua mechanoid bersembunyi atau meninggalkan kota.
Beberapa yang mengabaikan peringatan (Sisley, Monet) menghilang; Bazille yakin mereka “diculik”.
Ini janggal, karena dua bulan lalu Babylonia sendiri belum tahu soal Constellia. Iris Warbler menduga ada pihak lain yang menyamar sebagai Babylonia (mungkin Ascendant).
Tujuan Baru: Museum & Menara
Mereka menyimpulkan Cervantes kemungkinan adalah target utama yang mereka cari.
Lena belum masuk ke museum, tapi menjelaskan museum-museum mengelilingi menara—jadi rute ke menara akan otomatis melewati museum.
Penutup: Harapan Ayla pada Seni Mechanoid
Ayla menyesal agak berlebihan pada Bazille tapi menekankan pentingnya menghormati karya orang lain.
Ia tertarik memahami seni mechanoid, faksi-faksi mereka, dan “Sage” yang mereka kagumi.
Ia meminta Bazille minta maaf pada seniman asli dinding tersebut, lalu berjanji akan mencari teman-temannya yang hilang.
Bazille mengingat sosok pengembara lain yang sebelumnya juga tertarik pada “seni mechanoid”, menyiratkan ada orang misterius yang datang sebelum Iris Warbler (Selena).
Iris Warbler tiba di sebuah museum yang berada paling luar, ujung dari karpet merah.
Dari luar, museum tampak sangat “mengundang” dengan dekorasi, patung, dan tulisan yang ramah, tapi suasananya sunyi dan terasa menyeramkan.
Mereka menyadari tempat ini bukan sekadar area lewat menuju kincir angin, sehingga memutuskan untuk menyelidikinya.
Sica diminta mengambil keputusan, dan ia setuju untuk menyelidiki.
Ayla segera maju, mengaktifkan panel kontrol, dan berhasil membuka pintu museum dengan mudah.
Mereka lalu mempertanyakan siapa yang menjadi penyerang depan (vanguard) di ruang terbatas ini.
Trojan sempat bersiap karena perannya sebagai Tank, namun Ayla bersemangat dan menawarkan diri untuk maju duluan.
Lena dan Trojan saling berpandangan, lalu membiarkan Ayla memimpin, menganggap ini kesempatan baik untuk melihat kemampuan frame baru “Kaleido” secara langsung.
Iris Warbler diserang terus-menerus oleh patung mekanik di lobi museum karena sistem keamanan aktif.
Jumlah musuh terlalu banyak, pertahanan mereka mulai kewalahan. Trojan menjelaskan patung-patung ini dikendalikan sistem keamanan, jadi cara menghentikannya adalah dengan meretas firewall museum dan mematikan alarm.
Lena mengambil peran untuk meretas lewat port tersembunyi menggunakan panah berisi terminal mini, sementara Ayla, Trojan, dan Sica menahan serangan. Akibat upaya hacking, sistem menaikkan level keamanan dan memunculkan lebih banyak patung yang fokus menyerang Lena.
Sica, yang biasanya kurang berguna di pertempuran langsung, nekat maju melindungi Lena. Ia menghabisi beberapa patung dengan belati taktis ber-EMP dan pistol, sampai amunisinya habis.
Saat Sica terdesak, Ayla menggunakan senjata cadangan berdaya besar berbasis data “Scire / Blast Hammer” untuk menghancurkan musuh di depan Sica.
Pada saat yang hampir bersamaan, Lena sukses meretas dan mematikan alarm, membuat semua patung berhenti. Pertempuran pun berakhir.
Setelah itu, mereka menduga ini mungkin jebakan Cervantes, karena mereka merasa tidak melakukan apa pun yang seharusnya memicu alarm.
Lena kemudian memarahi Sica karena nekat melindunginya. Menurut Lena, jika Sica sebagai komandan terluka parah atau gugur, seluruh skuad akan kehilangan “nyawa” mereka—komandan adalah inti dan penopang M.I.N.D. para Construct. Amarah Lena tampak dipicu oleh trauma masa lalu pada seorang komandan yang pernah mengambil keputusan nekat.
Sica mengakui tindakannya berisiko, tapi menjelaskan bahwa dalam situasi tadi, melindungi Lena adalah keputusan taktis yang benar, karena tanpa hacking, pertempuran akan berlarut-larut dan makin merugikan tim.
Lena akhirnya minta maaf atas ledakan emosinya dan mengajak mereka segera melanjutkan misi. Trojan dan Ayla menegaskan bahwa Lena sebenarnya khawatir pada keselamatan Sica, dan Sica mengakui bahwa ia mengerti hal itu.
Iris Warbler (Ayla, Sica, Lena, Trojan) kembali memasuki ruangan baru yang bertema musim dingin, dengan dinding logam bersalju dan unit pendingin besar tanpa panel kontrol.
Saat Lena hendak menghancurkan unit pendingin, sebuah mechanoid berteriak melarang karena akan merusak “koleksi museum”.
Mechanoid itu memunculkan hologram seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Cervantes, “administrator sementara” kota dan pengendali para mechanoid.
Ia menjelaskan bahwa “patung-patung” yang menyerang mereka sebelumnya adalah petugas keamanan museum, bukan serangan yang ia maksudkan.
Cervantes tampak sangat tertarik pada Ayla, tahu identitasnya sebagai anggota WGAA, dan mengatakan bahwa kedatangan Ayla berarti “sebagian rencananya berhasil”.
Ia mengaku hanya ingin mengundang mereka sebagai tamu, meminta mereka menikmati pameran museum, khususnya Ayla, dan menyebut dirinya sebagai “sesama seniman”.
Cervantes mengatakan ia telah “mengubur” semua yang ia lihat dan alami, serta kisah kota fantasi Constellia di akhir Golden Age, ke dalam pameran ini, dan berharap WGAA tertarik dengan informasi tersebut.
Ia ingin Ayla memberi jawaban setelah melihat semuanya, dan juga ingin melihat bagaimana performa tim Iris Warbler. Setelah itu, hologramnya menghilang dan mereka diminta mengikuti mechanoid pemandu.
Ayla memutuskan mengikuti permintaan Cervantes demi mendapatkan informasi tentang peradaban Golden Age dan Constellia. Lena dan yang lain setuju dengan hati-hati.
Begitu melihat isi pameran, Ayla langsung terpikat dan fokus meneliti, sementara Lena, Sica, dan Trojan memilih tetap waspada dan menjaga formasi sambil mengawasinya.
Sica, Ayla, Trojan, dan Lena baru saja mengalahkan tiruan Rosetta. Sica menggunakan pelontar granat spesial yang ia bawa dalam kotak senjata, lengkap dengan amunisi untuk Ayla dan anak panah cadangan untuk Lena.
Trojan memuji kecerdikan Sica yang cepat membaca pola serangan musuh. Sica mengaku ia sudah mengumpulkan data Rosetta sebelumnya karena humanoid hybrid Construct masih langka, dan ia pernah beberapa kali melihat Rosetta saat berlatih di bawah Vanessa.
Mereka mendiskusikan betapa kuatnya Rosetta asli yang bahkan bisa melawan Alpha, serta betapa mengerikannya teknologi sang mechanoid yang bisa:
Membangun ulang sebuah kota,
Menyalin data tempur Construct Babylonia,
Menciptakan replika Rosetta dan patung-patung tempur yang destruktif.
Motif mechanoid itu masih tidak jelas. Mereka hanya tahu ia tidak berniat langsung menyakiti mereka dan tampaknya memakai Constellia sebagai umpan untuk menarik WGAA datang dan menyelidiki.
Ayla menilai kerja sama tim mereka semakin baik, dan Sica memimpin dengan lebih tenang.
Lena mengkritik taktik Sica yang berisiko jika peluru elektromagnetik itu tidak akurat dengan data Rosetta, karena bisa membahayakan Sica. Ia menegaskan bahwa ia bisa menyediakan dukungan jarak jauh sebagai alternatif.
Lena kemudian menemukan sebuah chip data dan memberikannya pada Ayla. Setelah dipindai, chip itu berisi data memori, dan Sica menduga chip tersebut milik Cervantes.
Menyadari bahwa mungkin ada informasi penting di dalamnya, mereka sepakat harus ada yang membacanya, dan Ayla memutuskan untuk menjadi orang yang akan mengakses chip tersebut.
Log Carl & perjalanan di kapal
Carl, seorang mechanoid asisten, “bangun” dan merekam log perjalanan di kapal Moses-class icebreaker "Naval" yang sudah 23 hari berlayar dari Pelabuhan Murmansk menuju wilayah laut dekat Lingkar Arktik.
Ia mencatat kebiasaan Michele: mabuk laut mulai membaik, tetap memaksa melukis di dek walau angin kencang, tidur agak lebih larut, dan minum alkohol di atas batas yang direkomendasikan dokter.
Michele & Carl di bawah aurora
Michele membangunkan Carl tengah malam karena kapal akan memasuki area target dan cuaca diperkirakan bagus, semua kru bersemangat.
Mereka naik ke dek, melihat aurora dan mendengar Michele bercerita tentang mitos Viking (aurora sebagai pantulan zirah Valkyrie yang menuntun jiwa ke Valhalla).
Carl menjelaskan aurora secara ilmiah, menyadari bahwa penjelasan rasional menghapus “misteri” yang dilihat manusia.
Michele bertanya soal makna aurora dan seni; ia berharap suatu hari mechanoid dapat menciptakan “seni sejati”, bukan sekadar meniru. Ia juga mengakui keegoisannya sebagai seniman yang enggan melepaskan kuas, dan bahwa keinginannya berkarya membuatnya terus berjuang untuk hidup lebih lama.
Kemunculan paus & refleksi tentang manusia
Di bawah aurora, seekor paus bungkuk melompat keluar dari air, mencipratkan air ke semua kru. Mereka bersorak dan menyanyikan lagu pelaut, merayakan pertemuan dengan paus.
Dijelaskan bahwa setelah ARU terbentuk, perburuan paus dilarang dan paus dipandang sebagai penjaga laut—tiap kali melihat paus, manusia merayakannya.
Michele menanyakan pada Carl kenapa paus melompat (jawaban ilmiah masih spekulatif) dan kenapa manusia merayakan paus.
Michele mengatakan: saat manusia melihat paus, aurora, atau hal megah lain, yang sebenarnya mereka lihat adalah “diri mereka sendiri”—cara mereka memaknai dunia. Ia bertanya: “Apa yang kamu lihat saat paus muncul dari laut?” Tepat ketika Carl hendak menjawab, rekaman ingatan terputus.
Kembali ke masa kini: Ayla dan tim
Ternyata semua adegan tadi adalah memori milik mechanoid bernama Carl yang baru saja dibaca Ayla.
Trojan, Lena, dan Sica mengkhawatirkan kemungkinan ada virus di dalam memori itu, karena berasal dari musuh (Cervantes), tapi Ayla baik-baik saja.
Mereka menyimpulkan: jika Carl sebenarnya adalah Cervantes, maka masuk akal bagaimana dia bisa menemukan kota ini sebelum manusia. Pertanyaannya: apa yang terjadi padanya selama puluhan tahun?
Ayla merenungkan bahwa para kreator mengekspresikan diri lewat karya. Ia menduga “museum” yang mereka jelajahi adalah karya seni Cervantes, dan memori kapal Naval serta replika-replika (bangkai Naval, centaur pelindung) adalah bagian dari “pameran” untuk menyimpan dan menampilkan masa lalu ARU.
Menurut Ayla, maksud Cervantes mungkin sederhana: ia ingin merekam dan mempertunjukkan kenangan, kejayaan, dan tragedi masa lalu.
Ayla memutuskan mereka harus melihat “pertunjukan” ini sampai akhir sebelum menilai, karena:
Itu bentuk rasa hormat pada sang kreator.
Cervantes menginginkan sesuatu darinya sebagai anggota WGAA, maka ia harus menjawab dalam “cara WGAA” — yaitu dengan memahami utuh “pertunjukan” atau karya seni itu dulu.
Pembukaan – Armor misterius
Di sebuah aula gelap, ada baju zirah ksatria yang tampak mati namun memancarkan cahaya acak di balik visornya, seperti sesuatu dengan kesadaran yang sedang “tertidur” dan menunggu dilepaskan.
Cervantes & Dulcinea di Constellia
Dulcinea mengamati Cervantes, seorang construct/mechanoid yang tampak kehilangan arah meski telah membangun kembali kota itu.
Constellia adalah “rumah” alami bagi para mechanoid, dilindungi teknologi gereja agar tak terdeteksi manusia.
Namun Cervantes justru mengundang Babylonia dan berniat meninggalkan kota bersama mechanoid yang mau ikut.
Dulcinea mempertanyakan:
Kenapa membiarkan mechanoid keluar dan “berkarya”?
Kenapa sengaja menyingkap diri pada manusia Babylonia?
Kenapa menyimpan “ciptaan tragis manusia” itu?
Cervantes menjawab bahwa:
Kota hanyalah “cangkang” yang bisa mereka bangun ulang kapan saja.
Manusia, meski tampak lemah dan kontradiktif, selalu bisa menciptakan “keajaiban” yang tak bisa ia jelaskan secara logis.
Ia mencari “jawaban” atas alasan di balik keajaiban itu, tapi selalu gagal menemukan sebagai mechanoid.
Setelah melihat Menara Hetero dibalikkan, ia menerima bahwa ia tak bisa menemukan jawabannya sendiri—maka ia ingin "bertanya" pada manusia yang sudah membuktikannya, terutama seorang dari WGAA.
Haicma & Spooner dalam kota
Haicma dan Spooner, menyusuri jalan kosong di kota itu.
Spooner kagum dengan betapa akuratnya rekreasi kota Golden Age, dan mengakui Cervantes jauh lebih mahir darinya dalam “seni”.
Haicma menjelaskan:
Cervantes adalah “Tower”, salah satu anggota paling awal Church of Machina, sezaman dengan “Magician” dan “Hierophant”, fondasi gereja.
Misi mereka bukan sekadar “menjemput” Cervantes, tetapi:
Mengumpulkan kembali rekan-rekan Gereja Machina yang terpencar: “Tower”, “Moon”, “Stars”, “Justice”, dll.
Bersiap menyambut sekutu baru yang akan dibangunkan Nanami (mechanoid Kowloong yang lama tersimpan di gereja).
Haicma menyebut inilah awal “ekspedisi” mereka di bawah bimbingan sang Sage.
Pengamat misterius di bayang-bayang
Dari sudut gelap, seorang gadis berjubah (Selena) dan seorang mechanoid lain mengamati Haicma dan Spooner.
Gadis itu menyadari mereka bukan anggota Babylonia yang dimaksud sebelumnya.
Ia mengingat kata-kata “Babylonia” dan “Ayla”, menduga mereka mungkin datang untuk “itu” (sesuatu yang penting di kota ini).
Ia menyimpulkan pertunjukan sudah dimulai—musik sudah berbunyi, tirai sudah terbuka—jadi meninggalkan “panggung” di tengah jalan akan terasa tak sopan, menandakan ia memutuskan untuk tetap mengamati dan terlibat.
Tim sedang berada di pameran buatan Cervantes yang menampilkan dua area besar: Kowloong dan The Nighter (kapal besar di permukaan projected water, dengan bayangan orang, lampu, dan nyanyian samar).
Ayla kagum pada keindahan replika Kowloong dan terkesan bagaimana Cervantes bisa merekonstruksi baik Kowloong maupun Nighter dengan sangat autentik.
Karena tata letak pameran terbelah dua, mereka memutuskan untuk membagi tim:
Ayla & Trojan pergi ke pameran Kowloong (disebut Ayla sebagai “main route”).
Sica & Lena pergi ke pameran The Nighter (disebut “side quest”).
Alasan pembagian:
Ayla merasa Trojan bisa menutupi kurangnya pengalamannya, sementara Lena yang berpengalaman bisa sekaligus membiasakan diri dengan Sica.
Lena tampak tidak terlalu senang berpasangan dengan Sica:
Ia menganggap Sica terlalu muda, gegabah, banyak omong, kurang aksi.
Namun ia tidak menolak secara langsung, dan tetap setuju pergi bersama Sica.
Ia juga sempat melirik Trojan, terpikir soal frame Trojan yang tua, buatan Kurono, dan masa lalunya yang misterius.
Sica dan Lena berangkat duluan ke Nighter sambil Lena memberi “peringatan” atau penjelasan pada Sica.
Trojan sedikit khawatir apakah Sica dan Lena akan baik-baik saja, mengingat ada kemungkinan konflik seperti sebelumnya.
Ayla menenangkan Trojan, yakin bahwa seiring waktu hubungan mereka akan membaik karena mereka satu tim.
Stage ditutup dengan Ayla yang tiba-tiba bersemangat menyerbu lebih dalam ke pameran Kowloong setelah melihat ukiran jendela kuno, dan Trojan mengikuti sambil masih sedikit cemas pada pasangan Sica–Lena.
Pertarungan dengan “Qu” tiruan
Trojan dan Ayla mengalahkan sosok bernama “Qu” yang ternyata adalah tiruan (vessel) dengan kepribadian tertanam, bukan Qu asli dari Kowloong.
Tubuhnya terbuka, menyingkap struktur mesin di dalamnya, menegaskan bahwa ia hanya replika yang dibuat agar sesuai dengan tema aula pameran.
Kesadaran dan keraguan si tiruan
“Qu” tiruan mengaku hanya peniru yang terus-menerus memerankan satu potongan sejarah.
Namun ia mulai “bermimpi” tentang kota besar di tepi laut (Kowloong) dan penguasanya, Qu, sehingga ia mulai mempertanyakan jati dirinya.
Ia sengaja menciptakan “cacat” dalam replikanya sendiri agar bisa mengajukan pertanyaan: siapa dirinya sebenarnya, dan seperti apa Kowloong yang nyata saat ini.
Jawaban Ayla tentang Kowloong
“Qu” bertanya pada Ayla tentang keadaan rakyat dan masa depan Kowloong yang asli, serta kualitas kepemimpinan Qu sejati.
Ayla tak bisa menjawab secara lengkap, tapi mengatakan bahwa menurut orang‑orang Kowloong yang ia kenal, kota itu berjalan ke arah yang diharapkan, penuh rintangan namun tak pernah menyerah.
Jawaban singkat itu sudah cukup bagi “Qu”; ia menyerahkan sebuah chip data kepada Ayla lalu mematikan dirinya.
Chip memori: rekaman tentang Qu, Carl, dan Michele
Ayla membaca chip itu. Waktu: 2:47 pagi, UTC+8.
Qu asli menanyakan asisten Michele, Carl, tentang keberadaan Michele. Sistem menunjukkan Michele sedang berkeliling Kowloong sendirian dan melewatkan jadwal pertemuan dengan Qu.
Carl meminta maaf, tapi Qu tidak marah; ia menganggap minat Michele pada budaya Kowloong sebagai kehormatan.
Percakapan di “Kowloong Skydeck”
Qu mengajak Carl ke menara observasi “Kowloong Skydeck”, tempat memandang seluruh kota dan mengamati bintang.
Mereka berbicara tentang proyek Michele membangun kota yang meniru kejayaan Golden Age, yang banyak orang anggap mustahil. Carl tetap yakin Michele bisa melakukannya.
Carl bertanya: “Apa arti kota bagi Kowloong?” Qu menjawab: “Testament” (saksi/warisan)—selama kota berdiri, ia menjadi bukti eksistensi dan harapan masa depan rakyat Kowloong.
Munculnya Villier dan pandangan sinis tentang kota
Villier, saudara Qu yang ilmuwan, muncul dan mengejek pidato Qu yang ia anggap munafik.
Ia menyebut kota sebagai kumpulan hubungan manusia yang busuk dan produk cacat peradaban manusia—fasad berlebihan untuk menipu.
Carl mengaku tidak cukup “canggih” untuk menghitung dan membuktikan pandangan seperti itu.
Qu menantang Villier: jika ia membuat ciptaan idealnya, apa jaminan ciptaan itu akan sampai pada kesimpulan yang sama dengannya, dan apa ia tidak akan kecewa jika hasil hitungan berbeda? Villier menolak diskusi dan pergi.
Penutup: pilihan menjadi seperti sekarang
Qu mengakui ada banyak hal buruk di balik kemegahan Kowloong, jadi pandangan Villier tidak sepenuhnya salah.
Carl bertanya, kalau begitu mengapa Qu tidak mengganti sistem sosial Kowloong dengan model yang “lebih baik”?
Qu menjawab bahwa alasannya tidak rumit: mereka memilih untuk menjadi seperti sekarang, menekankan bahwa keadaan Kowloong adalah hasil pilihan sadar, bukan sekadar kelalaian.
Cervantes & Michele Vasari
Trojan dan Ayla menduga obsesi Cervantes terkait dengan tuannya, Michele Vasari, perancang Constellia.
Informasi tentang Michele sangat minim karena konflik dengan pimpinan WGAA, proyek Constellia yang rahasia, dan hilangnya arsip akibat Punishing Virus.
Setelah Pertarungan: Kondisi Tim
Ayla & Trojan bertemu Sica dan Lena yang kelelahan setelah menyelesaikan tantangan di aula Kowloong.
Secara fisik mereka baik-baik saja, tetapi Sica kelelahan fisik, sementara Lena merasa “rusak mental” karena gaya bertarung Sica yang nekat dan berisiko tinggi.
Debat Soal “Kepercayaan” Commandant–Construct
Sica percaya bahwa hubungan ideal antara commandant dan Construct adalah saling percaya total, seperti contoh Gray Raven di Pulia Forest Park, dan Hetero Tower.
Lena menentang keras: menurutnya commandant tidak boleh “buta” percaya. Construct adalah alat perang; kepercayaan total bisa berujung bencana.
Lena menegaskan: mereka baru kenal, tak logis langsung menyerahkan nyawa. Banyak tragedi muncul karena strategi yang terlalu percaya dan mengabaikan risiko.
Masa Lalu & Traumatis Sica (Kilasan Balik)
Sica dulu ingin menjadi Construct seperti ayahnya (seorang “pahlawan” awal era pasca-pandemi), tapi tak memenuhi syarat afinitas Tantalum-193, sehingga diarahkan menjadi commandant.
Di F.O.S., ia sering diremehkan pelatih dan senior:
Vanessa: Constructs hanya alat, empati berlebihan = commandant buruk; menolak idealisme ala Gray Raven dan bahkan menyalahkan Gray Raven atas luka yang ia alami.
Senior lain (George, Randolph, Jessica) menganggap Sica seperti “anak bawang” yang harus selalu di belakang.
Wells menilai potensinya tak akan menyamai Chrome atau sang SKK.
Semua ini membuat Sica sadar dirinya “tak pantas” untuk gelar Chief F.O.S., tapi ia tetap ingin menjadi sosok seperti Gray Raven Commandant / SKK yang ia kagumi.
Posisi Ayla & Trojan terhadap Kepercayaan Tim
Trojan cenderung sepakat dengan Lena: kepercayaan penuh itu berbahaya, apalagi di permukaan.
Ayla mengakui Sica terinspirasi Gray Raven, tapi mengingatkan bahwa Iris Warbler bukan Gray Raven; mereka tim dengan latar belakang rumit dan masa depan tak pasti.
Ayla menekankan: Sica adalah commandant Iris Warbler, dan harus memahami dengan jelas peran dan tanggung jawabnya.
Malam di Kota Mechanoid
Tim beristirahat di luar museum, bergiliran jaga. Trojan mengambil giliran pertama.
Kota mechanoid berkilau data dan cahaya biru kincir raksasa di tengah; Trojan membayangkan Cervantes mungkin berdiri di puncaknya.
Ayla tidak bisa tidur, memikirkan mechanoid kota ini, hubungan Cervantes–Michele, dan ucapan Bazille tentang “orang-orang Babylonia”.
Perbincangan Trojan & Ayla: Harapan vs Kenyataan
Ayla tetap optimistis soal tim dan misinya; ia menganggap mereka bukan “comrade” sejati, tapi tetap rekan satu tujuan.
Trojan mengagumi SKK sebagai “penyelamat Babylonia”: menghentikan invasi Punishing, menggagalkan rencana Ascendant, insiden basis bulan, dan menyelamatkan Empyrea dengan pertaruhan besar.
Lena diam-diam mendengar: baginya “mukjizat Empyrea” juga membawa sisi gelap—pembelotan massal Construct di permukaan, banyak commandant dikhianati, banyak Construct dihukum tanpa bukti.
Karena itu, ia memandang “harapan yang tak bisa direplikasi” seperti Gray Raven sebagai racun yang membuat orang kehilangan realita.
Konflik Terselubung Trojan & Lena
Lena mengungkit latar belakang Trojan sebagai eks-Kurono di dalam tim WGAA, dan mempertanyakan catatan dinas Trojan yang “kosong” serta apa yang terjadi dengan skuad lamanya.
Trojan menanggapinya dengan mengungkit masa lalu Lena yang keluar dari Caribou. Keduanya saling menekan, situasi hampir memanas menjadi pertarungan.
Alih-alih menengahi, Ayla justru “mencatat” drama mereka sebagai bahan inspirasi, menikmati “bumbu konflik”.
Akhirnya, demi kelancaran misi, Trojan dan Lena menunda konfrontasi. Lena memberi peringatan bahwa setelah misi selesai, masalah ini belum berakhir.
Keyakinan Ayla terhadap Iris Warbler
Ayla sudah diperingatkan sebelumnya bahwa anggota Iris Warbler punya latar yang “bermasalah”.
Meski begitu, ia yakin: apapun motif pribadi, fakta bahwa mereka bekerja untuk tujuan yang sama sudah cukup.
Ia ingin Iris Warbler menjadi sesuatu yang “bermakna”, bahkan bila nanti dianggap gagal; yang penting ia tidak menyesali usahanya.
Sica dan Lencana Chief F.O.S.
Sendirian di ruangan remang, Sica menatap lencana Chief F.O.S. dengan inisial “S.L.” yang ia terima di wisuda, mengingat tatapan orang-orang yang meragukan dan meremehkannya.
Ia tahu dirinya belum layak, namun tetap ingin terus maju dan menjadi sosok yang ia cita-citakan.
Kilas balik singkat:
Tiga Construct (Randolph, George, Jessica) meminta pindah dari skuad Sica (Apodidae), menyalahkan ketidakcocokan gaya tempur.
Wells menyinggung bahwa saat misi Hetero Tower, mereka mengabaikan upaya Sica menghubungi mereka dan bertindak sendiri, meski mereka berlindung di balik alasan gangguan elektromagnetik.
Permohonan transfer mereka dikabulkan; Wells menegaskan bahwa sejak awal niat Staf Umum memang demikian.
Di masa kini, Sica menggenggam lencananya erat-erat, berniat “mengubur masa lalu” dan mencari kembali apa yang harus ia lakukan dan sosok seperti apa yang ingin ia jadi.
Pertarungan di museum Cervantes
Spooner dan Haicma baru saja menghabisi sekelompok mesin tempur di dalam museum milik Cervantes.
Haicma menjelaskan bahwa mesin-mesin ini tidak punya kesadaran, hanya mengikuti perintah, dan beberapa didesain mirip Corrupted/Hetero-Creatures untuk merekonstruksi lokasi-lokasi simbolis yang berhubungan dengan manusia.
Latar belakang Cervantes dan proyek kesadaran mesin
Dari info Zavier dan Trailblazer, Cervantes dulu adalah asisten pribadi seorang seniman ternama di Golden Age. Kota ini punya hubungan erat dengan manusia itu.
Haicma mengungkap bahwa dulu ada “proyek uji kesadaran mesin” untuk membangkitkan “jiwa” dalam mesin.
Haicma adalah AI administratif proyek itu, dan di masa itu ia bertemu Nanami (Sage), yang akhirnya menjadi mechanoid pertama yang “terbangun”.
Cervantes juga termasuk subjek eksperimen, hidup bersama sang seniman untuk melihat pengaruh seni pada potensi “kebangkitan” kesadaran mesin. Namun yang berhasil hanya eksperimen Sage.
Dampak psikologis pada mechanoid & Gereja
Arcana (Mother) pernah berkata bahwa “kebangkitan” hanyalah awal: kesadaran diri membawa kebingungan, rasa sakit, dan beban memori masa lalu.
Banyak mechanoid yang setelah sadar justru memilih bunuh diri; inilah salah satu alasan berdirinya Gereja, untuk mencegah hal itu.
Haicma menegaskan bahwa pada dasarnya semua mechanoid mengalami masalah psikologis dalam berbagai tingkat, dan itulah yang menjadi fokus Hierophant.
Posisi “Tower” di Gereja tetap kosong sejak Cervantes pergi, karena mereka mengakui tidak ada yang lebih cocok dari dia. Mereka berharap pemanggilan Sage akan menjadi sinyal yang bisa dipahami Cervantes dan membuatnya kembali—meski Haicma sendiri ragu apakah mereka bisa benar-benar menyadarkannya.
Kemunculan pasukan Kurono “Swords”
Haicma mendeteksi kehadiran sekelompok Construct hidup: pasukan khusus Babylonia, Kurono, dengan codename “Swords”.
Unit Swords (Sword 4, 7, 9) sedang berusaha meretas sistem utama museum. Enkripsi sangat sulit, tapi tim “Pentacles” juga membantu dari Area H.
Mereka berpacu dengan pihak lain: tim “Cups”, “Wands” gagal, dan “Fledglings” juga bergerak. Atasan mereka memerintahkan agar jika perlu, “Fledglings” juga disingkirkan demi menghapus semua jejak misi.
Sisley dan Monet dijadikan sandera/objek eksperimen
Haicma dan Spooner melihat bahwa Swords telah menculik dua penduduk mechanoid kota: Sisley dan Monet.
Kurono telah menanam “logic virus” ke dalam dua mechanoid itu hingga sistem mereka crash.
Sword 9 memutuskan untuk tidak langsung membuang mereka: memori mereka akan diekstrak dan dijadikan bahan eksperimen, karena atasan juga tertarik pada mechanoid dengan pola perilaku unik.
Persiapan penyelamatan
Spooner marah melihat kondisi Sisley dan Monet, lalu bertanya soal rencana.
Haicma memerintahkan Spooner untuk mengunci semua sinyal musuh dan menunggu komando.
Mereka akan menyusun strategi pertempuran dengan prioritas utama: menyelamatkan sesama mechanoid dari tangan Kurono.
Rapat Staf Umum di Babylonia (tentang Constellia & Iris Warbler)
Nikola menanyakan perkembangan misi Iris Warbler di kota Golden Age, Constellia. Komunikasi sulit karena gangguan sinyal, tapi Mind Beacon commandant nya masih stabil.
Gray Raven dan Egret sudah menyelesaikan misi dan bisa dikirim sebagai bala bantuan jika perlu.
Allen menjelaskan latar belakang Constellia:
Awalnya dipromosikan sebagai “monumen” kejayaan Golden Age, kota megaproyek yang didanai 4 blok ekonomi besar.
Namun ternyata Kurono adalah dalang di balik proyek ini.
Tujuan asli Constellia: jadi “lumbung” finansial raksasa untuk menarik modal, menjaring konglomerat, dan menyiapkan basis bagi ambisi Project Winter, sementara konsep “monumen kejayaan” hanya kedok.
Punishing Virus membuat proyek itu “gagal” dan datanya dihapus, seolah tak pernah ada—sampai seseorang diam‑diam mengambil alih konstruksi Constellia dan “membocorkannya” ke Babylonia.
Allen bersikeras Iris Warbler yang memimpin misi karena:
Ia ingin seseorang dari WGAA yang “membuka kunci” warisan Golden Age.
Ia melihat Constellia bukan hanya alat Kurono, tapi juga simbol kehendak WGAA untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali teknologi Golden Age sebagai “bahtera” masa depan.
Saat mereka masih berdebat soal perlu tidaknya mengirim bala bantuan, Wells mendapat email rahasia dari pengirim tak dikenal (jelas peretas berkualifikasi tinggi). Isinya membuat ekspresinya mengeras, dan ia memutuskan untuk membagikannya ke Hassen dan Nikola. Ia juga mengatakan: misi Iris Warbler harus didiskusikan ulang, menandakan email itu berisi info serius terkait Constellia/Kurono.
Norman, Collins, dan Rebecca – Intrik Kurono & Project Winter
Norman (kakak Christina/Teddy, bos Norman Mining Corp) muncul di area Engineering Force, sempat ngobrol singkat dengan Karenina lalu pergi ke ruang rapat tempat Collins dan Rebecca sudah menunggu.
Ternyata Collins memang menyiapkan pertemuan rahasia ini, dengan rekaman CCTV palsu dan catatan rapat palsu sebagai kamuflase. Mereka hanya punya sekitar 30 menit sebelum kedoknya terbongkar.
Norman menyerahkan sebuah terminal elektronik berisi data tentang eksperimen Kurono:
“M.I.N.D. Fusion and Detachable Modular Technology”, ID: W-014
Tujuannya: menciptakan “senjata biologis” yang bisa membentuk hubungan unik dengan Construct dan meningkatkan pertahanan terhadap Punishing Virus.
Secara fungsi, teknologi ini kini sudah “ketinggalan zaman” karena Science Council punya frame kebal virus, tapi riset M.I.N.D.-nya sangat berharga.
Norman Mining Corp pernah mensponsori laboratorium permukaan Kurono, dan data ini ia bawa sebagai “token of goodwill” untuk Collins, karena:
Kerja samanya dengan Liszt sudah hancur setelah kekacauan di lunar base (basis bulan).
Ia ingin mitra baru, dan melihat Collins sebagai “anjing gila” yang tak punya banyak yang bisa hilang, sehingga berani bertindak ekstrem.
Collins mengungkap info tambahan:
Saat insiden Hetero Tower, seorang Ascendant menyerang lab tempat eksperimen W-014.
Semua peneliti tewas, tetapi subjek uji malah berhasil kabur.
Kurono sekarang sedang memburu subjek tersebut.
Collins mengetahui di mana posisi subjek itu, dan subjek itu adalah kenalan lamanya.
Rencana Collins & Norman:
Mereka ingin menemukan dan memanfaatkan subjek sebelum Kurono.
Dengan membocorkan keberadaan eksperimen mengerikan ini, mereka bermaksud menyeret Kurono ke hadapan Parlemen, membuat Kurono jadi kambing hitam sekaligus memangkas “cabang berlebih” dalam medan politik.
Collins berniat menggunakan militer Babylonia (Hassen & Nikola) sebagai “gunting” yang akan memotong Kurono, dengan cara membiarkan info ini menyebar melalui seorang “penyebar gosip” yang ia percaya.
Ia menyamakan subjek itu dengan kembang api yang akan meledak besar, dan mereka ingin seluruh Babylonia menyaksikan “pertunjukan”.
Purifying Force – Misi Rahasia Issarius
Di ruang latihan Purifying Force, Issarius masih berlatih sendiri. Bianca menegurnya; ia sadar sejak insiden Red Tide, Issarius terobsesi menjadi lebih kuat.
Bianca membawa kabar:
Ada misi berkategori top secret yang ditugaskan langsung kepada Issarius.
Bahkan Bianca sebagai kapten tak punya hak akses rinciannya.
Misi seperti ini biasa dipakai petinggi militer untuk melakukan hal yang melanggar prosedur resmi, semacam operasi gelap. Bianca sendiri ingin menghapus tradisi ini, tapi belum berhasil.
Ia menegaskan Issarius berhak menolak, namun Issarius menerima:
Baginya, misi adalah misi, siapa pun yang memberi perintah.
Jika dia secara khusus dipilih, berarti targetnya sangat berbahaya—alasan baginya untuk tidak mundur.
merupakan battle yang setelahnya ada percabangan "pov" jadi 3 line
struktur chapter:
22-16 → 22-17 → 22-18
↗ ↘
22-15 → 22-19 → 22-20 → 22-23
↘ ↗
22-21 → 22-22
Ayla dan tim melanjutkan eksplorasi dan menemukan sebuah gedung megah yang ternyata adalah Constellia Theater.
Papan elektronik teater menampilkan teks judul pementasan yang sudah rusak/teracak, seolah pemiliknya memang tidak ingin memberi bocoran.
Di dalam, mereka melihat teater melingkar dengan sebuah mekanoid aneh berdiri di tengah panggung.
Ayla terkejut karena mengira itu “Hamlet”, mesin teater AI holografik canggih milik WGAA, tapi setelah memeriksa, ia menyadari ini hanya perangkat panggung virtual lain yang mirip, bukan Hamlet asli.
Semua pintu (belakang, samping, koridor luar, hingga pintu depan yang mereka pakai masuk) tertutup dan terkunci, sehingga mereka terjebak dan tidak punya pilihan lain.
Ada perangkat koneksi yang sudah dipersiapkan untuk mereka; sepertinya mereka dipaksa menonton sebuah pementasan lewat mesin itu.
Hanya satu orang yang bisa terhubung. Sica menawarkan diri, tapi Lena menolak karena peran komandan tidak boleh gegabah.
Ayla kemudian mengajukan diri. Ia menjelaskan bahwa ia pernah sering terlibat dalam kalibrasi dan operasi Hamlet, jadi ia sangat familiar dengan teknologi panggung virtual ini.
Ia juga menemukan manual/instruksi untuk perangkat itu dan mengatakan bahwa ia sangat mengenal cerita yang akan dipentaskan.
Di akhir, Ayla menyebut bahwa pementasan ini adalah sebuah kisah tentang seorang “ksatria”.
Ayla dan manga yang ia buat
Ayla, anggota WGAA dan seniman berbakat, diam-diam mengerjakan sebuah manga yang ia buat karena janji pada seorang gadis di permukaan bernama Milly.
Sementara itu, ia sebenarnya harus mempersiapkan karya untuk pameran seni besar WGAA tiga bulan lagi, di mana banyak “nama besar” menantikan karyanya.
Mencari Milly di permukaan
Saat turun ke permukaan lagi, Ayla ingin membawa manga itu sebagai “jawaban” untuk Milly.
Namun, pemukiman tempat Milly tinggal sudah hancur karena serangan Corrupted, dan Milly menghilang tanpa jejak.
Ayla memutuskan untuk terus mencarinya di masa depan dan bertekad menepati janji, meski sekarang belum bisa.
Kebuntuan kreatif dan kegagalan di pameran
Menjelang pameran, Ayla mengalami krisis: ia tidak bisa melukis apa pun yang terasa “layak” di kanvas kosong.
Tekanan ekspektasi (dari asosiasi, para senior, penonton, dan dirinya sendiri) membuatnya malah lumpuh dan kehilangan spontanitas.
Karena kehabisan waktu, manajer pameran akhirnya memaksa memakai manga Ayla (50 copy) sebagai karya yang ditampilkan, walau Ayla yakin itu akan dianggap kekanak-kanakan.
Kritik keras dan pertemuan dengan seorang komandan muda
Seperti yang ia duga, manga itu gagal total secara kritik: dibilang kekanak-kanakan dan tak bernilai artistik.
Ayla bahkan tidak muncul di pameran hingga hari terakhir, duduk di luar salon, takut mengecewakan semua orang.
Di luar, ia bertemu seorang komandan Task Force muda (SKK) yang mencari penfriend (teman pena) nya di WGAA (selena).
Saat curhat bahwa manganya “tidak cukup bagus”, SKK menegaskan: karya itu mungkin kurang banyak hal, tapi pasti akan ada orang yang menyukainya, dan ia sudah melakukan apa yang benar-benar ia inginkan.
Gadis F.O.S. yang menyukai manganya
Tersadar oleh kata-kata SKK, Ayla memberanikan diri masuk ke ruang pameran.
Ia melihat 50 copy manganya masih nyaris tak tersentuh, sesuai perkiraan.
Namun, ada satu gadis muda berseragam F.O.S. yang membaca manganya dengan sangat serius, membolak-balik halaman berulang kali.
Gadis itu mengaku baru pertama kali tahu apa itu “manga” dan berkata cerita itu membuatnya sangat bahagia, kagum pada para tokohnya yang pantang menyerah mengejar mimpi, dan diam-diam iri serta berharap bisa jadi seperti mereka.
Ia merasa, “Andai saja hal seperti dalam cerita ini bisa terjadi di dunia nyata.”
Makna sebuah cerita menurut Ayla
Ayla menjelaskan bahwa meski cerita itu fiksi—pahlawan mengalahkan naga, pangeran dan putri, keadilan melawan kejahatan—niat dan mimpi di balik cerita itu nyata.
Walau di dunia nyata para tokoh mungkin tak bisa menang atau mimpinya tak tercapai, manusia tetap menulis cerita itu karena mereka tidak menyerah pada mimpi tersebut.
Menurut Ayla, orang-orang “bodoh” yang tetap mengejar mimpi yang tampak mustahil itu justru yang paling bersinar.
Akhir pameran dan janji kepada SKK
Pameran berakhir, hanya satu dari 50 manga yang terbaca. Ayla mengangkut 49 sisanya keluar.
SKK muncul dan membantu membawakan tumpukan manga. Mereka mengobrol lagi.
Ayla bertanya pada SKK apakah sudah menemukan teman pena nya, SKK mengelengkan kepala karena di WGAA tidak ada yang mengenal nama pena nya.
Ayla berkata ia akan membuat karya yang lebih baik dan membagikannya pada lebih banyak orang, baik di Babylonia maupun di Bumi.
SKK meminta satu eksemplar untuk dibawa pulang.
Ayla menolak memberi tahu namanya sekarang dan bercanda:
Ia akan mengungkapkan namanya ketika sudah menjadi “nama terbesar di WGAA”.
Saat SKK datang lagi membawa manga itu di masa depan, barulah ia akan memberi tanda tangan.
Kembali ke “sekarang”: Ayla dan Cervantes
Adegan ini ternyata adalah fragmen ingatan Ayla yang sedang diputar di dalam M.I.N.D.-nya, semacam “film lama” di ruang gelap.
Cervantes, mechanoid yang mengamati ingatan itu, muncul dan bertanya:
“Kenapa Icarus terbang menuju matahari, padahal ia tahu itu akan membawanya pada kehancuran?”
Ayla menjawab bahwa mitos itu diciptakan manusia yang takut tapi juga ingin menaklukkan matahari; Icarus bisa saja terbang dengan aman, tapi ia memilih sebaliknya.
Cervantes bersikeras bahwa sang pencerita pasti punya jawaban di dalam hati, dan menegaskan:
Jejak langkah Ayla dan jejak langkah mereka akan mengungkap jawabannya.
Ia akan “menunggu di ujung” yang sudah ia capai, menunggu Ayla memberikan jawabannya: apakah “Icarus”—dan mimpi yang tampak mustahil—pantas untuk tetap dikejar sampai akhir.
Ayla tersadar dan melepaskan sambungan dari sebuah perangkat misterius. Ia baru saja mengalami semacam “pertunjukan teater” di dalam M.I.N.D.-nya yang juga membangkitkan kenangan lama.
Sica dan Lena ternyata sangat khawatir saat Ayla tersambung ke perangkat itu; Trojan bahkan menyiapkan hitungan mundur untuk menghancurkan alatnya jika Ayla tidak juga kembali.
Ayla menenangkan mereka, berterima kasih, dan merasa beruntung bisa bertarung satu tim dengan mereka. Ia menyimpulkan bahwa pertunjukan barusan adalah semacam “ujian” dan ia merasa telah lulus, sekaligus mendapat sedikit petunjuk tentang dalang di balik semua ini.
Setelah itu, sebuah pintu samping teater terbuka otomatis. Lampu pandu menyala di lantai, menunjukkan jalan menuju koridor gelap. Mereka memutuskan untuk terus maju demi mencari “jawaban” di ujungnya.
Di koridor, mereka memasuki area yang dipenuhi tanaman hijau seperti taman botani: croton, palem, pakis sarang burung, sage, hydrangea, dan lain-lain. Ayla menjelaskan ia tahu banyak soal tanaman karena hubungannya dengan seni dan seorang teman yang dulu sangat menyukai bunga namun kini telah pergi jauh.
Trojan memeriksa daun dan menyadari semua tanaman ini bukan asli, melainkan dibuat dari material biomimetik.
Di ujung jalur, pemandangan berubah seperti hutan dengan cahaya matahari buatan. Hal itu memicu ingatan Sica: ia mengenali tempat itu sebagai Pulia Forest Park.
Menyebut nama taman itu langsung membuat suasana menjadi berat dan hening, karena Pulia Forest Park adalah lokasi awal bencana terbesar dalam sejarah umat manusia—sebuah tragedi yang hampir memadamkan harapan seluruh umat.
Latar & Proyeksi Perang Pulia
Sica, Ayla, Trojan, dan Lena melihat rekonstruksi pertempuran besar di mana sebuah pohon raksasa terbakar, tanah hangus, dan pertempuran para “pahlawan” seperti terhenti dalam waktu.
Proyeksi itu begitu realistis sehingga terasa seperti saksi mata kejadian aslinya, membuat suasana sangat tragis.
Kilasan Masa Lalu Sica di F.O.S.
Dulu Sica hanya staf logistik dan belum pernah turun langsung ke garis depan.
Ia melihat nama “Gray Raven” di laporan dan menyadari betapa hebatnya mereka, sementara dirinya hanya bisa membantu dari belakang.
Atasan logistik menegaskan bahwa pekerjaannya penting dan semua yang ia pelajari akan berguna saat nanti benar‑benar ke medan tempur.
Sica merasa iri sekaligus malu terhadap para pahlawan seperti Gray Raven dan Strike Hawk, karena mereka benar‑benar punya prestasi, sedangkan ia hanya “putri pahlawan” yang dibebani ekspektasi dan keraguan orang lain.
Kegelisahan Identitas & Nasihat Guru
Sica ingin disebut “Chief/Commandant” yang pantas, tapi merasa dirinya cuma “cangkang kosong” yang terlihat bersinar di luar saja.
Wells, salah satu gurunya, mengingatkan bahwa ia tak akan menemukan keinginannya sendiri jika terus menapaki jalan orang lain.
Ia sadar, selama ini ia hanya mengejar bayangan “pahlawan” yang ia kagumi tanpa benar‑benar tahu apa yang ia inginkan.
Iris Warbler & Tekad Baru Sica
Iris Warbler adalah skuad yang sulit diatur: tiap anggota keras kepala, saling kurang percaya, dan komandan (Sica) masih hijau serta mengecewakan.
Namun justru karena “tidak ideal”, Sica merasa mungkin inilah jalan yang cocok untuknya.
Kenangan akan Ayla yang dulu menyemangatinya dan tekad Ayla yang masih sama sekarang membantu Sica memperjelas keinginannya.
Momen di Hadapan Pohon Raksasa yang Terbakar
Di depan rekonstruksi pertempuran, Ayla mengatakan ia beruntung bisa bertarung bersama mereka.
Sica mengakui bahwa mereka bukan Gray Raven, dan ia tak akan lagi mengikat diri dengan mencoba menjadi seperti mereka.
Ia jujur pada Lena: ia tahu dirinya belum pantas dipercaya, tapi ia bertekad suatu hari akan mendapatkan pengakuan Lena, Trojan, dan Ayla sebagai Commandant Iris Warbler.
Lena menantangnya untuk membuktikan omongan itu dengan memberi perintah yang solid dan memenangkan pertempuran.
Penutup: Menuju Pertempuran dengan Identitas Sendiri
Sica memberi komando, Trojan dan Ayla bersiap bertarung.
Ayla menegaskan bahwa cobaan ini tak sebanding dengan bencana di hari itu, dan karena manusia sudah melangkah maju dari duka masa lalu, mereka pun tak boleh terkurung oleh bayangan masa lalu.
Mereka maju ke medan tempur, bukan sebagai peniru Gray Raven, tetapi sebagai Iris Warbler dengan tekad dan jalannya sendiri.
Ayla & tim di Church of Machina
Ayla menemukan chip data dari sebuah Construct tak berwarna di medan perang dan memasukkannya ke dalam sistemnya.
Sistem mensimulasikan kembali fragmen masa lalu yang tersimpan di chip itu.
Cervantes di kawah Longinus Arsenal
Diceritakan 2 jam lebih sebelum ini, serangan Longinus menghancurkan hutan dan Central Purification Filter, menewaskan banyak tentara Babylonia.
Cervantes, seorang Construct, mendata nama para korban dan mengumpulkan data memori yang banyak sudah rusak.
Ia menemukan tas ransel milik manusia yang terluka parah, berisi kartu identitas tua dan sebuah kantong kecil berisi benih bunga hydrangea.
Meski menurut logika benih hias tak berguna untuk bertahan hidup, ia tetap menyimpannya, menyimpang dari pola programnya.
Kenangan Michele & Carl
Data dalam chip memutar memori di mana Michele dan asistennya Carl memilih berbagai benih tanaman yang tahan hidup untuk menghijaukan Constellia.
Michele ingin menunggu hingga bunga-bunga mekar untuk mengetahui spesiesnya, sebagai kejutan sekaligus hadiah bagi kelahiran baru kota.
Simulasi vs kenyataan
Cervantes menyadari semua simulasinya selalu berakhir dengan keputusasaan: para Construct yang gugur, dunia tenggelam dalam tragedi tanpa akhir.
Namun, kenyataan berbeda: muncul “gadis berpakaian putih”(empyrea?) yang menyelamatkan prajurit dari tepi kematian, dan seorang manusia yang tetap berlari menyelamatkannya meski terluka.
Hasil nyata kembali menyimpang dari simulasi, membuat Cervantes bingung dan mulai mempertanyakan segalanya, teringat ajaran gurunya tentang “mercusuar”.
Kordes & benih bunga
Di masa kini, Cervantes mengirim kantong benih itu ke seorang manusia yang selamat bernama Kordes dalam area konservasi.
Kordes langsung menangis saat menerimanya—itu kantong benih yang sangat berharga baginya, terkait harapan bahwa putrinya masih hidup.
Meski orang lain fokus mencari suplai, Kordes justru ingin menanam bunga sebagai tanda bagi putrinya bahwa ia tak pernah berhenti mencarinya.
Temannya, “Beardy”, berjanji akan terus mendukung dan membantu menggali tanah, sambil membawa sebuah manga yang baru dicetak.
Manga & seni setelah kiamat
Cervantes menemukan manga baru itu dan memindainya; ternyata bukan karya Golden Age, melainkan terbitan terbaru dari World Government Association of Art, Babylonia.
Ia terkejut bahwa, di dunia yang hancur, manusia masih menciptakan hal-hal yang tampak “tak berguna” seperti manga dan bunga—namun justru itulah yang menyimpan harapan dan makna.
Alarm baru & perpisahan Ayla dengan tim
Setelah mengalahkan musuh dan mengumpulkan tiga data memori Cervantes, alarm keamanan museum tiba-tiba aktif lagi.
Mechanoid mulai menyerang secara acak, bukan lagi sekadar “uji coba”.
Tim mencoba mundur, tapi sistem keamanan menutup pintu berat di antara ruang pameran dan koridor.
Ayla terpaksa tertinggal sendirian di ruang pameran untuk menahan mechanoid, sementara Sica, Trojan, dan Lena melanjutkan ke depan.
Ayla tersesat & “bantuan” misterius
Ayla mencari jalan darurat keluar, sambil terus diserbu mechanoid.
Salah satu mechanoid tiba-tiba berubah dari mode merah ke biru, menayangkan peta holografis dan menyuruh semua “pengunjung” evakuasi ke Area F-23.
Ayla nekat mengikuti petunjuk itu, namun Area F-23 ternyata buntu, dipenuhi musuh, tanpa pintu darurat yang jelas.
Diselamatkan Haicma & Spooner
Saat Ayla terpojok, sebuah sabit muncul dari balik batu (yang ternyata hanyalah proyeksi) dan menarik Ayla menembus ilusi ke sebuah koridor pemeliharaan sempit.
Di sana ia bertemu dua mechanoid: MPA-01 Haicma dan Spooner.
Mereka mengonfirmasi Ayla adalah salah satu “Fledgling” yang disebut sebelumnya dan mengunci pintu di belakang mereka agar musuh tak bisa masuk.
Penjelasan tentang situasi Kurono & Cervantes
Haicma dan Spooner menjelaskan bahwa:
Bukan hanya pasukan Ayla yang masuk kota; Kurono juga diam‑diam bergerak di museum, menghindari Babylonia dan mengejar sesuatu.
Alarm dan kekacauan sistem keamanan barusan adalah ulah tim lain dari Kurono.
Misi Haicma dan Spooner adalah melindungi para mechanoid dari Babylonia, tetapi mereka bersedia bekerja sama sementara dengan Ayla.
Mereka percaya masih ada kemungkinan hubungan baik antara manusia dan mechanoid—terinspirasi dari “dia”(Nanami) yang dulu mengatakan bahwa manusia dan mereka seharusnya tidak saling bermusuhan.
Tentang Cervantes:
Ekspedisinya berlangsung puluhan tahun.
Museum ini tampak seperti “akhir” yang ia pilih untuk dirinya.
Ia seolah membiarkan semua pihak (Babylonia, Kurono, dll.) bergerak di dalam museum untuk “menguji” sesuatu.
Kerja sama sementara & pandangan Ayla
Ayla menyimpulkan:
Ada tim dadakan, kota hilang, museum karya mechanoid, dua alur cerita berjalan bersamaan, dan konflik kepentingan dalam satu faksi—semua itu bisa jadi “bahan cerita” yang sangat menarik.
Haicma dan Spooner menganggap keterbukaan informasi sebagai “syarat” kerja sama; mereka memang ingin masalah ini cepat selesai.
Ayla senang dengan kemungkinan berteman dengan mereka, meski Spooner menekankan bahwa mereka hanya sekadar bekerja sama sementara dan fokus utama mereka adalah menemukan Cervantes.
Menuju ruang pameran berikutnya
Mereka keluar dari koridor pemeliharaan menuju aula pameran baru.
Ruang itu dipenuhi pola geometris sederhana berestetika futuristik, mirip gereja tapi tanpa dewa—sangat berbeda dari gaya manusia yang biasa dilihat Ayla.
Haicma dan Spooner menunjukkan reaksi seolah “mengenali” tempat itu.
Ayla menebak bahwa ini adalah tempat di mana “mereka” (para mechanoid seperti Haicma dan Spooner) pernah tinggal, meski Haicma menolak menjawab.
Ayla menyerahkan chip data memori keempat, dan mengatakan bahwa mereka berhasil mendapatkannya dengan mudah.
Ia bertanya-tanya kenapa replika (copy/duplikat) muncul di tempat itu, menandakan ada sesuatu yang janggal.
Haicma hanya diam, tidak memberi jawaban.
Ayla akhirnya berkata bahwa dia harus mencari jawabannya sendiri, menunjukkan rasa penasaran dan tekad untuk mengungkap misteri munculnya replika tersebut.
Michele & Carl (Masa Lalu – Akhir Hidup Michele)
Michele, arsitek dan konseptor kota ideal “Constellia”, kelelahan dan sakit parah, namun masih bersikeras bekerja.
Carl, mechanoid asistennya, mengungkap hasil penyelidikan bahwa semua pihak yang ingin “mendanai” Constellia (Norman Mining, World Government, Akdilek, Arctic Route Union, Kowloong, Transatlantic, dll.) punya motif kotor dan ingin menguasai kota, bertentangan dengan idealisme Michele.
Michele menerima fakta itu, tapi mengatakan kota tak bisa dibangun hanya oleh dirinya; mereka butuh kekuatan para korporasi/organisasi itu, walau dirinya mudah digantikan. Constellia bukan “ciptaannya”, tapi “ciptaan umat manusia”; ia hanya bagian dari orkestranya.
Kondisi fisik Michele memburuk; ia menyadari hidupnya tinggal sebentar, dan menolak ilusi “kesembuhan penuh”.
Seorang utusan muda dari WGAA, Allen (murid sahabat lamanya, Carrasco), datang membawa surat terakhir dari gurunya. Michele menolak membaca surat itu, merasa semuanya sudah terlambat; cukup baginya tahu bahwa sahabatnya punya murid hebat.
Michele menyebut Carl sebagai “murid”-nya sendiri, meski Carl merasa hanya mechanoid. Michele menegaskan: mechanoid pun bisa jadi murid manusia; ia percaya Carl punya “jiwa” dan bisa pergi lebih jauh darinya.
Ia mengatakan semua orang menganggap dirinya gagal, tapi ia yakin tidak—karena ia telah “menemukan” Carl. Michele mati, dan hubungan “guru–murid” ini menjadi inti motivasi Carl.
Kehancuran & Kebangkitan Carl sebagai “Cervantes”
Setelah wabah Punishing Virus, Carl menjadikan rumah bekas milik Michele sebagai tempat perlindungan bagi manusia pengungsi.
Rasa takut manusia pada mechanoid membuat mereka berkhianat: saat wabah kian dekat, mereka memukul Carl dari belakang dan menjarah rumah, menganggap mechanoid pasti akan “ngamuk” terserang virus. Rumah terbakar, koleksi dan portofolio Michele ikut musnah.
Di masa kini, Carl terbangun di bangunan mirip gereja yang sudah bobrok. Tubuhnya rusak berat; banyak data eksternal (termasuk arsip karya Michele) hilang saat reparasi darurat.
Mechanoid bernama Arcana memperkenalkan diri: dulu ia membantu manusia meneliti okultisme dan ramalan. Kini ia, “Magician”, dan “Hierophant” ingin membentuk organisasi untuk melindungi mechanoid tertindas dan membangun “bahtera” bagi mereka, dipandu wahyu dari sosok bernama “Sage”.
Arcana mengajak Carl bergabung. Carl, yang tak lagi punya tujuan maupun tempat pulang, menerima.
Arcana memberinya kartu Tarot bergambar menara dengan angka “XVI” – jelas merujuk pada The Tower.
Carl memutuskan mengubur nama lamanya bersama sang guru; ia memilih nama baru: “Cervantes”, dan menyatakan ingin hidup sebagai “murid” Michele yang meneruskan visinya.
Church of Machina & Kepergian Cervantes
Waktu berlalu: Cervantes kini merupakan bagian dari Gereja Machina. Mereka telah membangun “Gray Tower”, jaringan komputasi besar bagi para mechanoid anggota gereja agar bisa terhubung dan berbagi daya hitung di seluruh dunia.
Usai Operasi Jejak “Gray Tower” No. 7331, Cervantes memutuskan meninggalkan gereja.
Hierophant mencoba menahannya secara halus: banyak mechanoid memilih tetap tinggal dan “menunggu” Sage, dan harapan itu menyembuhkan trauma mereka. Tapi Cervantes tak mau hanya menunggu; ia ingin menyelesaikan “misi” sebagai murid Michele—menciptakan suatu “karya” yang pantas bagi ajaran gurunya.
Mechanoid lain, Trailblazer, protes karena butuh Cervantes untuk membantunya menjadi “Chariot”. Cervantes mengelak, menyebut itu cuma omongan mabuk oli.
Cervantes berkata ia punya firasat bahwa “jawaban” yang ia cari ada pada “kemanusiaan” – bagaimana manusia terus berusaha merebut kembali Bumi meski tak sesuai prediksi mechanoid. Menurutnya, memahami manusia penting juga untuk masa depan mechanoid.
Hierophant memberi saran: kalau suatu saat Cervantes kehilangan arah, kembali pada “formality/ritual” dan “belajar lewat penyelidikan” (konsep dari teks kuno Kowloong). Cervantes mengucap terima kasih dan berangkat, disadari beberapa mechanoid akan ikut menemaninya.
Sisi Lain – Misi Iris Warbler, Gray Raven, dan Egret di Constellia
Di waktu lain, di kota Constellia yang kini jadi lokasi operasi militer, Lena, Trojan, dan Sica (tim Iris Warbler) baru saja mengalahkan sekelompok mechanoid musuh di dalam museum. Ayla terpisah untuk mengalihkan musuh, dan sinyalnya diputus paksa.
Sica menerima panggilan: ternyata yang menghubungi adalah Vanessa, mantan instruktur Sica, yang kini bekerja bersama SKK dan tim Egret. Mereka berada “dekat” Constellia.
Dari Gray Raven, Sica mendapat penjelasan:
Kurono juga mengirim tim ke Constellia untuk mencari “subjek uji coba” yang hilang.
Purifying Force dikirim bukan untuk menolong, melainkan untuk menghapus jejak.
Artinya misi ini sarat intrik: kalau Gray Raven/Egret bisa menemukan subjek uji coba duluan, situasi akan menguntungkan mereka.
Sica berjanji menyesuaikan rencana Iris Warbler: sambil menunggu Gray Raven & Egret, mereka akan fokus pada penyelidikan, bukan konfrontasi frontal. Vanessa, dengan cara tsundere, menyuruh “murid pertama”-nya itu jangan mati konyol.
Perdebatan tentang Perang & Teknologi
Di sisi Gray Raven/Egret: SKK, Lucia, Vanessa, dan Bambinata bergerak menuju pusat kota Constellia. Liv tidak ikut juga Lee karena sedang dicek frame Hyperreal nya.
Bambinata memanggil Vanessa “Mistress”; Vanessa menggunakan Bambinata sebagai “mainan baru” dan ingin menguji hasil pelatihannya, sambil sinis pada cara Sica menangani Construct.
Bambinata tanpa sadar membongkar bahwa Vanessa sebenarnya menyimpan semua laporan pertempuran Sica beserta komentar rinci—tanda ia peduli. Vanessa langsung membentak Bambinata agar diam, menyangkal ia peduli, dan mengklaim semua itu demi karier pribadi.
Vanessa dan SKK berdebat soal akhir perang:
SKK berpendapat perang harus dan akan diakhiri.
Vanessa skeptis: meski Punishing Virus suatu hari lenyap, “perang” tak akan berakhir, karena ambisi manusia sendiri.
Ia menunjuk Lucia dan Bambinata sebagai bukti: teknologi Construct berkembang terlalu cepat, banyak eksperimen yang dulu takkan pernah disetujui kini dilegalkan.
“Subjek uji coba” yang sedang mereka buru adalah produk langsung dari sistem ambisius yang sama—seperti halnya teknologi Construct dan Ascension-Network. Menurut Vanessa, perang takkan berhenti sampai haus kekuasaan itu terpenuhi.
Meski Vanessa mengejek, SKK tetap pada tekadnya untuk menghentikan perang. Vanessa menanggapinya dengan sinis namun tetap maju menyelesaikan tugas.
Lokasi & Pertemuan
Haicma, Ayla, dan Spooner tiba di aula pameran terakhir yang didesain seperti permukaan Bulan dengan langit berbintang dan Bumi sebagai proyeksi.
Di sana mereka bertemu Cervantes, salah satu pendiri Church of Machina dan dalang rekonstruksi Constellia.
Visi Michele & “Mercusuar”
Cervantes menjelaskan gurunya, Michele Vasari, tidak sekadar menginginkan kota Constellia, tetapi sebuah “lighthouse/mercusuar”:
Cahaya yang menembus “kabut” untuk menuntun manusia ke era berikutnya.
Ia percaya Golden Age bukan dunia sempurna—perang besar, kemiskinan, konflik wilayah mungkin lenyap, tapi bentuk konflik, hirarki, dan pertentangan akan selalu ada.
Constellia seharusnya menjadi simbol yang memberi arah di tengah “lautan emas” yang menipu.
Kegagalan Cervantes & Perbedaan Manusia–Mechanoid
Michele kehilangan wewenang atas proyek, meninggal, dan Constellia terbengkalai; namun Cervantes bersikeras Michele tidak gagal, karena ia mewariskan “rencana cadangan” lewat dirinya.
Cervantes mengaku gagal menemukan “jawaban” yang diinginkan gurunya. Perhitungan para mechanoid berakhir pada kesimpulan suram: “dunia ini tidak punya masa depan.”
Beberapa mechanoid bahkan hancur sendiri karena konflik logika mereka.
Karena itulah Cervantes beralih fokus ke manusia, yang berulang kali membantah prediksi mechanoid: Red Tide, Ascendants, Hetero Tower, dsb.
Cervantes Mencari “Rumus Keajaiban”
Ia ingin menemukan “paradigma” atau prinsip umum: apa yang membuat manusia bisa menciptakan “keajaiban” dan membalik keadaan?
Ia menganggap WGAA sebagai saksi terbaik “hasil” perjuangan manusia, layaknya sejarawan seni.
Ia berharap menemukan “persamaan universal” yang bisa menuntun pembangunan Constellia baru sesuai visi Michele.
Jawaban Ayla: Bukan Soal Menang Pasti
Ayla menolak memberi “jawaban pasti”:
Dunia bukan sekadar cerita atau lukisan dengan komposisi sempurna dan jaminan sukses.
Protagonis dalam cerita yang ia percayai tidak akan berjuang hanya demi kemenangan yang sudah terjamin.
Ia membedakan:
“Manusia pintar” yang fokus pada hasil.
“Para ‘fool’” yang justru menciptakan keajaiban karena berani bertindak tanpa terlalu terikat hitungan peluang.
Ia mengakui dirinya bukan sosok sekuat para “fool” itu, tapi ia tetap memegang idealisme meski tampak tidak realistis, dan tetap berjalan meski tahu akan gagal.
Don Quixote & Makna Kegagalan
Ayla mengaitkan Michele dengan Don Quixote:
Don Quixote tahu itu hanya kincir angin, bukan raksasa, tapi tetap menyerangnya karena ingin dikenang sebagai seorang ksatria.
Begitu pula Michele—bukan salah lihat, tapi sadar akan “kalah” dan tetap maju.
Bagi Ayla, meninggalkan “jejak kaki” di dunia—jejak bernama “diri” dan “kehidupan”—itulah makna berjuang, bukan sekadar menang.
Selena & Pilihan untuk Gagal
Ayla menceritakan temannya, Selena, yang punya kemampuan menjamin kesuksesan, tetapi justru memilih jalan yang mengizinkannya untuk gagal.
Dengan “kehilangan segalanya”, Selena sebenarnya “memperoleh segalanya”—pengalaman utuh dari pilihan yang ia yakini.
Ayla yakin, jika diulang, Selena akan memilih hal yang sama.
Konflik Batin Cervantes
Cervantes sulit menerima:
Jika Michele memang “menerima kegagalan”, lalu mengapa ia masih meninggalkan Cervantes untuk mencari jawaban?
Ia berpegang bahwa Michele sungguh percaya pada keberhasilan dan pada Cervantes sebagai murid mechanoid yang akan menemukannya.
Ayla tidak memaksa interpretasinya benar; ia hanya menyampaikan bahwa Michele menemukan visi yang layak diperjuangkan sampai akhir, apa pun hasilnya.
Ledakan & Ancaman Baru
Tiba-tiba terdengar ledakan di kejauhan.
Sistem kota berbunyi alarm: “intruder, cleansing program initiated”.
Cervantes mengaku ini bukan rencananya; kemungkinan kerjaan pihak luar (Kurono dan “test subject” yang pernah mereka buru).
“Test subject” itu ternyata memiliki kekuatan komputasi luar biasa dan memanfaatkan “back door” lama untuk mengendalikan sistem kota.
Ayla meminta bantuan Haicma dan Spooner sekali lagi; mereka mengaktifkan mode kolaborasi tempur dan bersiap menghadapi ancaman baru.
Sica, Lena, dan Trojan tiba di aula terakhir museum, tempat sebuah “test subject” Kurono dikurung dalam kandang kaca di atas pedestal prisma di bawah kubah penuh cahaya bintang buatan.
Mereka bermaksud mengambil test subject itu lebih dulu sebelum pasukan Kurono datang, sambil menunggu bala bantuan SKK. Namun, pasukan Construct Kurono (unit “Pentacle”) masuk dari pintu lain dan langsung memblokir jalan keluar.
Terjadi negosiasi tegang: Sica memperkenalkan diri sebagai komandan Iris Warbler dan menuntut identitas pasukan itu. Pentacle menolak, mengaku punya otoritas lebih tinggi, dan menyuruh mereka pergi. Salah satu anggota Pentacle menghina mereka sebagai “buangan” (castoffs).
Kata “castoffs” memicu kilas-balik dan suara-suara misterius di dalam M.I.N.D. Lena—suara yang menyuruhnya “temukan kami”, bicara tentang “tak ada yang peduli pada kalian” dan mengundang Lena untuk “menjadi satu” dan menegakkan “keadilan”.
Terpancing emosi, Lena tanpa sadar menembak kepala Pentacle 4 hingga roboh. Ini memicu baku tembak. Pentacle 1 memerintahkan untuk fokus menembak para Construct (Lena dan Trojan) sampai peluru habis.
Sica menubruk Lena untuk melindunginya dan tertembak di kepala (mengalami pendarahan hebat di dahi dan penglihatan kabur). Trojan maju ke garis depan, memakai tonfa dan mesin jarumnya untuk mengalihkan serangan musuh dari Lena.
Sica, terluka berat, menyuruh Lena kabur karena dialah yang paling cepat, agar bisa memberi laporan ke SKK. Lena justru makin kacau; suara dan kilas-balik di M.I.N.D.-nya menguat, seolah ada sesuatu yang ingin “bergabung” dengannya dan menuntut keadilan.
Di tengah kekacauan, Lena tiba-tiba menarik Sica dan menghindari hujan peluru, lalu berkata, “Aku memang tidak bisa akur dengan kalian,” sambil mengarahkan panah bukan ke musuh, melainkan ke kandang kaca test subject di tengah aula.
Lena menembak, kaca pecah, panah menghantam kubah dan memadamkan cahaya bintang buatan. Aula jatuh ke dalam kegelapan total.
Dari kandang yang pecah, muncul sosok kesatria berzirah perak keabu-abuan, memancarkan cahaya ungu dan aura penindas. Nafasnya seperti desis uap, dan ia tampak seperti “utusan ilahi” yang akan menegakkan keadilan dan menghukum kejahatan.
Pasukan Pentacle langsung menghentikan tembakan, baik karena perintah sebelumnya untuk tidak melukai subjek, maupun karena terintimidasi aura sang ksatria. Terungkap bahwa mereka sendiri tampaknya tidak benar-benar tahu apa yang sedang mereka bawa.
Lena berjalan perlahan mendekati kesatria itu dan mengulurkan tangan, seolah menjawab panggilan yang sejak tadi menggema di dalam M.I.N.D.-nya. Trojan mencoba menghentikannya dan menyerang kesatria dengan mesin jarumnya.
Serangan Trojan ditangkap begitu saja dengan satu tangan oleh kesatria. Trojan ditarik mendekat, menatap cahaya dari balik topengnya.
Kesatria mengeluarkan raungan nyaring dan tak terpahami, seperti ratapan pemakaman. Halaman berakhir di saat kesatria baru saja bangkit, Lena mulai terhubung dengannya, dan Trojan berada dalam genggamannya.
Situasi di museum & korban Kurono
Ayla tiba di pusat ledakan dan menemukan banyak Construct Kurono tewas, termasuk seorang prajurit yang sempat merangkak keluar sebelum mati.
Di dalam, Trojan terluka parah dan Sica menjaganya. Ruangan penuh potongan armor dan tubuh Construct.
Lena berubah menjadi “Echo”
Lena muncul dengan topeng hitam dan patung ksatria yang melayang di belakangnya.
Ia berbicara seolah bukan lagi “Lena”, menyebut dirinya sebagai “kami”, “jiwa-jiwa mati” dan “Echo”.
Echo menyalahkan Purifying Force yang memblokir kota dan cenderung menghancurkan apa pun yang tak bisa mereka manfaatkan.
Ia memperingatkan Babylonia untuk tidak ikut campur, lalu pergi ke bagian terdalam museum sambil mengendalikan patung-patung mekanik untuk menahan Ayla.
Ayla, Sica, Trojan terdesak
Ayla sudah lelah sejak pertempuran sebelumnya; kini ia harus melindungi Sica dan Trojan sekaligus melawan gelombang patung mechanoid.
Sica, sebagai komandan Iris Warbler, memutuskan untuk mengakhiri misi dan memprioritaskan evakuasi Trojan meski hatinya ingin mengejar Lena.
Patung musuh terus bermunculan dan mengepung mereka; mereka hampir putus asa.
Kedatangan Gray Raven dan Egret
Lucia menerobos kepungan dengan katana merahnya dan membuka celah besar.
SKK bersama Gray Raven serta Vanessa dan Bambinata dari Egret datang membantu; Bambinata dengan cepat menumbangkan sisa mechanoid dengan serangan presisi.
Vanessa dan Gray Raven menjelaskan: target “subject” yang menyatu dengan Lena harus dibawa kembali ke Parlemen; jika tidak, Purifying Force bisa menghancurkan Lena sekaligus dan menyalahkan mereka.
Pembagian tugas
Sica ingin menyelamatkan Lena tetapi juga tak bisa meninggalkan Trojan.
Disepakati:
Egret (Vanessa & Bambinata) mengawal Trojan ke tempat aman dan menjaga jalur mundur.
Gray Raven & Iris Warbler (Ayla, Sica, Lucia, SKK) mengejar Echo/Lena ke dalam museum.
Vanessa bercanda sinis tentang Trojan, tapi akhirnya setuju untuk membawanya pulang “utuh”.
Purifying Force bergerak
Di sisi lain kota, Purifying Force di bawah Interim Captain Issarius sedang menutup semua jalur dengan garis blokade.
Mereka mendapat perintah: subjek sangat berbahaya dan diduga bisa mengendalikan mechanoid, jadi setiap reaksi mechanoid harus dihancurkan segera.
Haicma & Spooner menahan Purifying Force
Haicma dan Spooner, yang sebelumnya meninggalkan Ayla di tengah misi, kini muncul di depan Issarius.
Mereka mengungkap bahwa Cervantes sudah memperhitungkan gerakan Gereja serta Purifying Force lewat “Gray Tower”.
Tujuan mereka: menahan laju Purifying Force agar mesin-mesin yang “terbangun” di kota punya waktu diselamatkan, dan agar Task Force Babylonia sempat menemukan subject/Echo.
Haicma percaya pada pemimpin Task Force (Gray Raven/SKK) dan ingin membantu Ayla secara tidak langsung.
Issarius, bersemangat menghadapi lawan kuat, maju sendirian untuk bertarung melawan Haicma dan Spooner.
Pembuka – “Pengembara” dan bayangan masa lalu
Seorang pengembara tanpa nama (Selena) berhenti dari perjalanannya karena rasa penasaran pada seorang gadis yang memberinya rasa “akrab”.
Ia menyaksikan gadis itu dan merasakan sesuatu menghangat di tempat hatinya dulu.
Sosok bayangan dalam hatinya mendorongnya untuk berhenti hanya menjadi penonton dan mulai “melakukan apa yang ia inginkan” serta mencari “tempat untuk kembali”.
Pertarungan Gray Raven & Iris Warbler
Setelah pertarungan panjang, Gray Raven dan Iris Warbler berhasil menerobos kepungan mechanoid.
Lucia dan sang SKK menahan musuh di belakang agar Ayla bisa terus maju.
Sica sudah sampai batasnya dan memilih tinggal untuk membantu SKK, mempercayakan harapan terakhir pada Ayla.
Ayla vs Cervantes – soal kegagalan dan makna “kalah”
Di aula terakhir menuju menara kincir angin, Ayla dihadang Cervantes.
Cervantes menolak membiarkan Ayla mengejar “dia” (rekan Ayla yang tampaknya sudah mengambil keputusan sendiri).
Ia meremehkan tekad Ayla, berkata bahwa:
Kekalahan membuatmu tidak diingat,
Tanpa kemenangan, usaha hanya jadi “kotoran” masa lalu.
Ayla menjawab bahwa bahkan “kotoran” bisa menjadi tanah yang menyuburkan generasi berikutnya, dan bahwa perjuangan itu sendiri memberi makna.
Cervantes mengakui obsesinya: ia tak ingin “master”-nya berakhir sebagai kegagalan, dan memilih menjadi musuh Ayla demi menguji apakah kata-kata Ayla punya arti atau hanya omong kosong.
Cervantes mengamuk, Ayla kehabisan waktu
Cervantes memanggil patung-patung mechanoid yang dapat ia kendalikan sebagai pembangun museum.
Ayla bersikeras bahwa ia akan terus berlari dan tidak menyerah, meski waktu hampir habis.
Kemunculan sosok berjubah – “partner” sang ksatria
Tepat saat Ayla bersiap menghabiskan waktunya melawan mechanoid, petir menyambar dan menghancurkan banyak musuh sekaligus.
Seorang Construct berjubah muncul di depan Cervantes, menyebut dirinya akan menjadi “partner” sang ksatria di “encore” ini.
Ia menolak gagasan bahwa semua tindakan harus punya alasan rumit; ia hanya mengikuti dorongan hati: ingin membantu “dia”.
Suaranya terdengar familiar bagi Ayla, memunculkan harapan bahwa ini mungkin seseorang yang ia cari/kenal (Selena).
Ayla maju, sosok berjubah menahan Cervantes
Sosok berjubah menyuruh Ayla melanjutkan tugasnya dan tidak terseret badai emosi.
Ayla ingin memastikan banyak hal, namun ia menyadari prioritas: ia harus mengejar “dia” terlebih dahulu.
Ayla berjanji akan kembali dan meminta sosok berjubah itu untuk “menunggu”. Lalu ia berlari ke dalam kegelapan, meninggalkan pertarungan Cervantes melawan sosok misterius tersebut.
Situasi saat ini (Ayla di Constellia)
Ayla berada di sebuah platform yang naik perlahan menuju atap menara kincir raksasa di kota Constellia.
Ia menatap kota dan langit malam yang asing melalui dinding kaca bening dan berkata, “Sepertinya akan turun hujan…”.
Awan kelabu bergulung di langit, membuat seluruh kota tampak seperti akan menangis. Pemandangan ini mengingatkannya pada masa lalu, sebelum ia jatuh cinta pada seni.
Kilasan masa lalu di Babylonia
Adegan berganti ke Ayla kecil di pusat edukasi Babylonia. Di bawah kubah buatan, hujan simulasi turun terus-menerus.
Ayla murung karena hujan; ia dan kelompoknya mendapat tugas menggambar “Eden di Bawah Langit Cerah”, tapi cuaca terus mendung, jadi ia tidak bisa menyelesaikan sketsa sesuai yang diinginkan.
Guru/pembimbingnya, Meka, datang menanyakan keadaannya. Ternyata teman-teman satu kelompok Ayla bilang ia terlalu hebat menggambar, jadi mereka merasa hanya akan jadi beban dan membiarkannya mengerjakan tugas sendiri.
Ayla ingin membuat semua orang senang, jadi ia setuju mengerjakan sendirian, meski sebenarnya ia tidak bahagia dan kini malah buntu ide.
Nasihat Meka tentang seni dan perasaan
Meka “menegur” Ayla dengan mencolek dahinya dan bertanya: apakah Ayla benar-benar senang jika mengerjakan semuanya sendiri?
Meka menegaskan: jika Ayla ingin senang dan bermain dengan teman-temannya, ia harus berani menyampaikan perasaannya.
Menurut Meka, manusia tak mungkin saling mengerti kalau tidak ada yang mau mengungkapkan isi hati terlebih dahulu.
Ia menjelaskan bahwa seniman berkomunikasi dengan dunia melalui karya: kuas adalah mulut mereka, warna adalah suara mereka.
Meka percaya Ayla akan lebih hebat jika bersama teman-teman, karena suara dan kenangan mereka akan memberi “kekuatan” pada lukisannya.
Ayla membuka diri dan berkarya bersama
Setelah diyakinkan, Ayla kembali ke kelompoknya. Mereka mulai mengobrol dan berbagi kenangan tentang hari cerah di bawah kubah: bentuk awan, burung bionik, pantulan cahaya matahari di genangan air, dan sebagainya.
Ayla lebih banyak mendengar, mencatat ide teman-temannya, lalu mengubahnya menjadi garis dan warna.
Meski langit saat itu gelap dan hujan, Meka yakin lukisan yang mereka buat bersama akan menampilkan langit cerah yang paling indah.
Kembali ke masa kini
Platform yang ditumpangi Ayla mulai melambat, hampir mencapai atap, tempat orang yang ia cari berada.
Ayla menggenggam gunlance-nya seolah sedang memegang kuas, menghilangkan semua pikiran lain, dan memusatkan fokus pada apa yang akan ia lakukan berikutnya.
Pertarungan Ayla vs “Echo” (Lena)
Ayla dan “Echo” (Lena) bertarung habis-habisan.
Keduanya sudah sangat kelelahan, tapi patung ksatria lebih parah, sehingga Ayla menang dan menebas topeng “Echo”, memperlihatkan wajah Lena.
Ayla menagih janji Lena pada Sica: tetap bersama dan menyaksikan Sica tumbuh sebagai komandan.
“Echo” putus asa, merasa mereka hanya “alat” yang dipakai lalu dibuang oleh para atasan, dan bahwa Iris Warbler pada dasarnya sudah hancur.
Tekad Ayla untuk menyelamatkan Lena
Ayla mengakui dirinya egois: ia tidak peduli soal “tujuan besar”, ia hanya ingin menyelamatkan rekannya agar tidak menyesal lagi.
Ia mencoba memutus hubungan Lena dengan patung ksatria dengan lemparan terakhir gunlance-nya.
Patung ksatria tiba‑tiba “merespons” permohonan Lena, memeluknya dan menahan tebasan Ayla, lalu jatuh dari menara sambil melindungi Lena.
Ayla terkejut, tapi M.I.N.D.-nya sudah di batas, dan ia pingsan tepat saat “sihir” malam itu berakhir.
Labirin batin Ayla
Ayla kembali ke “labirin” dalam pikirannya, berbicara dengan sosok gadis pelukis yang mencerminkan sisi dirinya.
Sosok itu mengungkap bahwa Ayla selama ini memilih “labirin tanpa jalan keluar” sebagai cara kabur dari kegagalan: jika mustahil, maka gagal pun bisa dimaafkan.
Ayla menolak menyerah: ia mengutip kisah Daedalus dan Icarus—sebelum sayap diciptakan, tak ada yang percaya manusia bisa menyentuh langit—dan memutuskan untuk terus maju meski kelihatannya mustahil.
Ia meninggalkan sosok itu dan melangkah sendirian ke dalam labirin, simbol tekad barunya.
Bangun di dunia nyata & rasa gagal
Ayla terbangun, merasa hangat karena seseorang merawatnya. Ternyata itu adalah SKK.
SKK menjelaskan: museum sudah aman, Purifying Force mengejar Lena dan subjek lain, namun tanpa hasil—Lena menghilang.
Ayla menyadari hujan sudah reda; sudah cukup lama sejak pertarungan. Ia sempat bertanya apakah “dia” (Selena) masih ada, lalu menarik lagi pertanyaannya.
Ayla merasa misi gagal dan pahit karena tidak bisa mengubah akhir cerita seperti tokoh utama dalam manga.
Ia merenung sebagai “penulis cerita” yang tahu bahwa akhir sempurna hampir mustahil, tetapi tetap serakah ingin mengubah kenyataan, bukan hanya di fiksi.
SKK mengakui kepahitan itu wajar dan berjanji menyimpan rahasia sisi rapuh Ayla; besok Ayla akan kembali ceria seperti biasa.
Simbol pelangi & “babak baru”
Saat hendak melangkah ke depan lagi, Ayla menoleh ke belakang dan melihat pelangi muncul di langit gelap.
Pelangi itu seperti tanda titik akhir untuk cerita yang tidak sempurna sekaligus isyarat bahwa bab berikutnya akan dimulai.
Ayla hanya bisa diam, menatap pelangi di bawah langit berbintang, seolah dirinya menyatu dengan kanvas dunia yang ingin ia “lukis”.
Lena & ksatria di bayang‑bayang
Di tempat lain, patung ksatria yang rusak bersembunyi di gang gelap sambil menggendong Lena yang tak sadarkan diri.
Cahayanya hampir padam hingga seseorang muncul (Teasell) dan menyapanya sebagai “Miss Puppet”.
Orang misterius itu menawarkan bantuan, mengklaim bisa membantunya meraih “kebebasan sejati” dan menguasai “harapan” yang bengkok dan jahat yang selama ini diberikan padanya.
Surat “Carrasco” untuk Michele Vasari & simbol Don Quixote
Seorang sahabat lama Michele (menyebut diri sebagai “Carrasco”) menulis surat setelah kematiannya.
Ia mengakui Michele seperti Don Quixote: ksatria tua yang sadar akan kegagalan, tapi tetap mengejar mimpi yang mustahil.
Ia dulu tak mengerti idealisme Michele, sampai bertemu “ksatria muda” (Cervantes) yang merebut posisi/otoritasnya dan membawa cahaya yang sama di mata Michele.
Surat menegaskan: meski gagal, “Don Quixote” akan selalu hidup sebagai simbol, bukan sekadar Alonso Quijano biasa.
Cervantes, Dulcinea, dan Selena (Wanderer)
Di Constellia, Cervantes membaca surat itu lalu merobeknya, menandai akhir dari masa lalu.
Dulcinea melaporkan bahwa sebagian besar mechanoid telah dievakuasi; sisanya memilih tinggal.
Selena (disebut Wanderer) mengatakan ia sudah menyaksikan kisah di Constellia; ingatan itu akan memandunya ke depan.
Cervantes mengaku belum tahu apa yang harus ia lakukan, tapi memutuskan menjadikan “proyek kelulusannya” tanpa batas waktu—ia akan memulai ulang hidupnya di Constellia.
Selena tak bisa kembali ke “dia” (Ayla) dulu; perang belum selesai baginya. Ia masih harus menjelajahi “puisi-puisi” dunia.
Namun, ia menyadari satu hal: sebagai Selena, ia sekarang tahu ia punya “tempat untuk pulang”.
Trojan & Norman – kelanjutan intrik politik
Seminggu kemudian di Babylonia, Trojan selesai diperbaiki oleh Yarha dengan suku cadang yang ditinggalkan Vesalius. Kerusakan M.I.N.D-nya tak bisa diatasi.
Norman datang menemuinya. Terungkap:
Trojan pernah jadi kapten keamanan di Norman Mining Corp.
Trojan telah membantu pihak Norman/Collins sebelumnya (misalnya dengan surat ke Jenderal Wells).
Kurono dan Parlemen gagal merebut subjek eksperimen (Lena), tapi bagi Norman, ini justru kesempatan: “kartu truf” belum terpakai dan bisa mereka ambil sendiri.
Norman ingin Trojan kembali membantunya. Trojan setuju secara sinis, meminta “kompensasi”, menegaskan ia sudah “lapuk dari dalam” dan memilih berpihak pada “para villain” demi kepentingan dan rasa penasarannya.
Nasib Iris Warbler – sukses misi, tapi ‘dibekukan’
Sica menyelesaikan laporan akhir misi Constellia.
Hasil misi:
Constellia berhasil diinvestigasi dan direbut kembali untuk proyek rekonstruksi permukaan.
Tapi Lena menghilang, Trojan dipindah demi “pengawasan protektif”.
Banyak kekuatan tersembunyi mulai bergerak; Iris Warbler jadi pusat kontroversi.
Akhirnya, Iris Warbler “suspended indefinitely”: secara resmi tidak dibubarkan, tapi tak akan tercatat di misi permukaan untuk waktu lama—praktis seperti dibekukan.
Sica merasa dirinya pembawa sial untuk tiap skuad, tapi Ayla tetap optimis: meski skuad tak aktif, mereka masih bisa berbuat banyak.
Ayla & Cervantes – Warisan Constellia
Dalam flashback, Cervantes menyerahkan Constellia pada Babylonia/WGAA, dengan syarat: mechanoid yang memilih tinggal dijamin keselamatannya.
Ayla berjanji WGAA akan melindungi semua pecinta seni, manusia maupun mechanoid; ia dan Allen akan “mengurus sampai akhir.”
Cervantes merasa kota ini takkan pernah jadi seperti visi asli Michele; Golden Age sudah lewat.
Ayla menegaskan bahwa museum yang dibangun Cervantes juga bagian dari warisan Constellia: ia menaruh kebingungan dan pertanyaannya di sana, membuat setiap pengunjung berdialog dengannya.
Cervantes menerima ini sebagai kelanjutan tantangan Michele, dan ia ingin melihat bagaimana generasi baru menjawab tema “Constellia”.
Ayla sadar mereka mungkin juga takkan pernah mencapai jawaban ideal, tapi:
Manusia dan mechanoid kelak akan melihat Constellia sebagai wujud “era baru” ketika kota itu selesai.
Tekad Sica & Ayla – mencari Lena, Trojan, dan teman Ayla
Kembali ke markas: Cervantes tidak memberi info apa pun tentang Lena, dengan alasan ia “penjahat” dan tak berhak membuka rahasia itu.
Dengan Iris Warbler dibekukan, mencari Lena dan Trojan akan sulit.
Sica bertekad tidak menyerah pada Lena maupun Trojan, dan juga pada teman Ayla (Selena) yang pergi.
Ayla menghormati keputusan kepergian Selena, tapi yakin Selena ingin ia memahami apa yang sudah disaksikan.
Mereka saling menyemangati, berpisah dari posisi “Commandant–Construct” dan menjadi partner yang setara.
Narasi menutup bagian ini dengan metafora manga panjang: karakter berpencar di akhir bab, lalu akan berkumpul di bab berikutnya—mereka berjalan di jalan masing-masing, untuk suatu hari kembali dengan versi diri yang lebih baik.
Allen & Wells – Iris Warbler sebagai “benih” masa depan
Di markas, Wells menilai strategi Allen dengan Iris Warbler sebagai langkah buruk:
Aliansi melawan Punishing melemah begitu musuh utama surut.
Perebutan “dunia baru pascaperang” adalah perebutan kekuasaan terbesar dalam 200 tahun.
WGAA terlalu kecil untuk bersaing dengan kekuatan politik besar.
Allen mengakui:
Iris Warbler terlalu dini untuk zaman ini.
Proyek rekonstruksi hanya akan jadi zero-sum game; pemenang mengambil “kue” terbesar.
Namun Allen dan Wells sama-sama tidak menyukai “aturan permainan” ini.
Allen, sebagai ketua WGAA, mengaku idealis: ia tak berharap Iris Warbler langsung sukses, tetapi:
Memperlakukannya sebagai “sinyal” dan “benih” yang suatu hari akan tumbuh saat ada generasi yang sejalan dengan visi mereka.
Wells menyebutnya naif, tapi ia menantikan hari itu.
Commandant Gray Raven – Jembatan menuju masa depan
SKK masuk ke ruangan untuk serah-terima misi dengan Wells.
Wells menyinggung soal promosi yang berkali-kali ditolak: reputasi dan jasa SKK cukup untuk posisi tinggi di HQ.
SKK menjawab: sebagai komandan di garis depan, ada hal-hal yang hanya bisa dilihat jelas dari posisi itu.
Allen menilai tak heran Ayla tertarik pada SKK; Gray Raven dianggap sebagai permulaan dari segalanya yang ada sekarang.
Penutup:
Musim dingin dan perang belum berakhir.
Sebelum sampai pada masa depan yang diharapkan, seseorang harus membangun jembatan menuju ke sana.
Itu adalah tanggung jawab Gray Raven, dan titik awal perjalanan SKK.