Interogasi Dominik & M.I.N.D.
Dominik diinterogasi oleh Science Council tentang teknologi M.I.N.D.
Ia menjelaskan M.I.N.D. sebagai “substrat baru” bagi kesadaran manusia berbasis struktur neural virtual.
Science Council menuduhnya bertanggung jawab atas kehancuran yang terjadi, termasuk pendirian institut riset di F.O.S. College tanpa izin World Government.
Dominik menyatakan kehancuran lahir dari keserakahan manusia, bukan teknologinya, dan mengingatkan bahwa World Government pun berdiri dengan dukungannya.
Ia menegaskan bahwa pada awal proyek, Construct hanyalah “wadah” bagi kesadaran, lahir sebagai langkah perlu pasca suatu “bencana”.
Council mendesak penjelasan tujuan sejati proyek dan hakikat ancaman Construct terhadap umat manusia; sebelum jawaban jelas muncul, adegan terputus memasuki suasana gelap.
Ruang hampa & entitas misterius
Narasi berpindah ke kegelapan absolut tanpa bentuk, ruang, maupun waktu.
Sebuah retakan cahaya keemasan “tidak mungkin” muncul dan menghancurkan batas kegelapan.
Di balik celah itu, tampak entitas tak terdefinisikan, sejenis massa mentah yang mengamati melalui keretakan tersebut.
Di dalam celah terdapat fragmen-fragmen berkilau seperti permata.
Entitas itu berusaha membentuk kata dan akhirnya mengucapkan “...Mom?”, mengaitkan dirinya dengan konsep “ibu”.
Kenangan masa kecil Liv sebelum bencana
Adegan bergeser ke Liv kecil yang bermain di halaman belakang dengan sekop kecil dan menanam bunga madu (honeysuckle).
Ibunya menutup mata Liv agar tidak menatap matahari langsung, lalu membiarkan Liv melihat dunia melalui celah di antara jemarinya.
Di halaman ada domba tua bernama Bell, serta Calliope (Callie) yang memanggil Liv untuk makan.
Bell memakan bunga yang Liv tanam; Liv menyelamatkan bibitnya dan menanam kembali di tempat teduh, dengan harapan bunganya tumbuh kuat.
Jam kuarsa di rumah berdentang (“Bong—”), menandai waktu makan.
Tepat saat Liv beranjak, seberkas cahaya kacau menembus langit; dunia seketika diliputi putih menyilaukan.
Bell hilang begitu saja, kemudian Calliope dan bunga madu juga lenyap tersapu cahaya.
Dari cakrawala, dunia mulai “larut”, kegelapan merambat cepat.
Sang ibu muncul di batas antara cahaya dan bayangan, memanggil Liv dengan lembut.
Saat Liv kecil mencoba mendekat, bayangan menahan kaki dan dunia lenyap diiringi dentang jam.
Kereta mimpi Liv & fragmen memori
Liv tiba-tiba terbangun; ia sekarang duduk sendirian di dalam kereta yang melaju.
Kereta dipenuhi cahaya hangat dan sulur tanaman hijau, suasananya tenang dan tidak realistis.
Di luar jendela, tampak taman, rumput hijau, domba, dan sosok ibunya—fragmen mimpi dan kenangan masa kecilnya.
Jendela digambarkan seperti “jaring penangkap mimpi” yang menjebak fragmen-fragmen itu di luar.
Liv menyentuh kaca sambil berbisik “Mother...”, sementara perasaan tak nyaman yang getir dan asam muncul dari dalam M.I.N.D.-nya.
Kereta digambarkan menembus lapisan-lapisan awan dan mimpi, seolah melaju di antara realitas dan dunia bawah sadar menuju tujuan yang belum diketahui.
Kembali ke lounge Gray Raven & kondisi Liv sekarang
Adegan berganti ke lounge Gray Raven saat senja; sinar matahari keemasan memenuhi ruangan.
Liv terbangun dari tidur tanpa sadar di kursi, merasa bersalah karena seharusnya ia sedang giliran membersihkan lounge.
Ia menyadari baru saja bermimpi tentang masa kecilnya—sesuatu yang sudah sangat lama tidak terjadi.
Setelah pertempuran melawan si kembar dan perpindahan ke frame Empyrea, banyak ingatannya hilang, dan ia mengalami migrain M.I.N.D. berkepanjangan.
Ia kesulitan lagi mengingat wajah ibunya; yang tersisa hanya ingatan tentang wangi rumput segar dan suara lembut sang ibu saat membacakan dongeng.
Liv merenung bahwa adaptasinya ke frame baru hampir selesai dan migrain berkurang; mungkin karena itu memori-memori lama mulai muncul ke permukaan.
Ia teringat notifikasi Science Council bahwa pergantian frame berikutnya dijadwalkan, dengan masa adaptasi sekitar dua bulan.
SKK kembali ke lounge; Liv buru-buru menghampiri dan membahas soal pergantian frame dan misi baru yang menunggunya.
Saat malam jatuh, seekor laba-laba mekanis sangat kecil merayap ke sudut gelap—
Pagi di Area Konservasi 368
SKK terbangun di permukaan bumi dengan sinar matahari asli, membersihkan diri lalu mengecek jam (pukul 8.00).
Liv mengirim pesan: ia tahu SKK lembur mengurus laporan Babylonia, jadi membiarkan SKK tidur lebih lama dan sudah menyiapkan sarapan (rasi dan suplemen nutrisi). Ia pergi lebih dulu untuk riset pendahuluan misi, berjanji tidak keluar dari area konservasi.
SKK meninjau kembali pekerjaan semalam, mengirimkan berkas ke Babylonia, lalu sarapan sambil memandang aktivitas teratur para tentara dan warga di area konservasi.
Data misi ditampilkan: Conservation Area 368, 07:23 – Mission: New Construct Frame Trial – Personnel: SKK dan Liv.
Flashback ke Babylonia: Percakapan dengan Ishmael
Setelah percakapan sebelumnya, Ishmael mengakui penglihatannya terhadap masa depan kini kabur karena ia sendiri terlibat dalam rangkaian peristiwa.
Ia tidak bisa membantu lebih jauh; ia hanya “pencatat” yang terikat pada gema masa lalu.
Ia menolak menjelaskan detail masa depan karena tidak yakin persepsinya benar atau berada di alur kausalitas yang sama dengan mereka.
Ia menyiratkan bahwa jika kelak jalan mereka kembali berpotongan, SKK mungkin akan menemukan “jejak kaki” yang ia tinggalkan di masa depan.
Pemanggilan Mendesak ke Science Council
SKK menerima email mendesak dari Hassen: segera ke Science Council.
Di ruang dewan, Asimov sedang menganalisis proyeksi frame baru Liv, dengan sederet data dan satu nilai yang terus bertambah (733,22 dan naik).
Hassen masuk, rapat dadakan ini kemudian dibuat sangat rahasia: pintu dikunci, kamera dimatikan.
Pengungkapan Teknologi Golden Age Baru
Asimov mengungkap bahwa Science Council menemukan kumpulan data dan material Golden Age.
Teknologi ini:
Dideskripsikan sebagai teknologi baru yang bisa membuat “interface langsung” dengan M.I.N.D.
Dapat mengoptimalkan struktur, menstabilkan amplitudo, mengurangi risiko koneksi; intinya memperkuat dan membuka potensi M.I.N.D. yang sebelumnya tak tercapai.
Namun efek optimalkan itu sementara (2–3 jam hingga maksimal 24 jam).
Asimov menegaskan ini adalah teknologi Golden Age, berbeda dari teknologi M.I.N.D. yang selama ini dijelaskan secara umum oleh Science Council / World Government.
Ia menyebut bahwa selama ini, inti data M.I.N.D. hampir tidak pernah dimodifikasi; IO-interface hanya menambah protokol keamanan di “pinggiran”, bukan mengutak-atik struktur fundamental.
Teknologi baru ini justru mengubah struktur M.I.N.D. dan tujuan sejatinya adalah “memfilter”, bukan sekadar mengoptimasi.
Keterlibatan Liv dan Risiko Moral
Asimov dan Hippocrates (Star of Life) menghitung bahwa dataset ini berpeluang menyembuhkan migraine M.I.N.D. Liv secara permanen, tanpa efek samping yang terlihat di simulasi, meski uji fisik belum dilakukan.
Dari semua data Construct Babylonia dan juga database Kurono, hanya M.I.N.D. Liv yang hampir sempurna kompatibel dengan dataset tersebut.
Asimov menekankan bahwa tanpa teknologi ini, penggantian frame hanya akan memberi efek terapeutik ringan pada migrain Liv; penyakitnya akan bertahan seperti migrain kronis.
Ia tidak bisa mengungkap asal spesifik data, namun menjamin: bukan dari eksperimen tidak manusiawi, bukan terkait Kurono, Project Winter, atau proyek “kotor” lain.
Pertanyaan Hassen tentang ‘Pilihan’
Hassen menyinggung dilema besar: jika dihadapkan pada dua opsi—“kepunahan jujur” atau “kelangsungan hidup yang munafik”—mana yang akan dipilih.
Ia menyebut Trillard sudah pernah membuat pilihan seperti itu untuk umat manusia.
SKK menolak menerima pilihan yang hanya dua arah seperti itu, terutama jika Liv yang dipaksa memilih.
Hassen menegaskan: tidak ada yang akan memaksa SKK atau Liv; pertemuan ini hanya untuk memberi informasi dan hak untuk mengetahui.
Namun ia menolak menjelaskan secara langsung apa sebenarnya teknologi ini dan implikasi penuhnya, lalu pergi, sambil menegaskan bahwa keputusan akhir selalu ada di tangan SKK.
Pandangan Asimov: Evolusi Baru M.I.N.D.
Asimov mengatakan ia hanya fokus pada efek yang bisa diamati secara ilmiah.
Dataset ini jauh lebih kompleks dari yang tampak; beberapa pola gelombang (wavelength) tampak anomali.
Pada Construct biasa, kemungkinan besar dataset ini hanya berperan sebagai kerangka stabilisasi baru.
Namun pada host dengan parameter tertentu (seperti Liv), hasilnya bisa berbeda—mirip dengan frame khusus yang pernah mereka tingkatkan memakai data eksperimental.
Untuk Construct yang kompatibel, ini bisa menjadi “bentuk evolusi baru”.
Dari sudut pandang murni ilmiah, ia merekomendasikan Liv mencoba prosedur ini, tetapi menegaskan bahwa pilihan tetap bukan hak mereka untuk memaksakan.
Kembali ke Area Konservasi 368: Penyelidikan Kolm
Pintu kamar terbuka; Liv kembali sementara SKK masih di tengah sarapan dan pekerjaan.
Liv menegur agar SKK makan dengan benar dan tidak terus bekerja saat makan.
Laporan investigasi Liv:
Ia berpura-pura melakukan survei personel untuk mengakses daftar penghuni; nama Kolm memang terdaftar di area konservasi ini.
Ia mencocokkan nama tempat yang disebut Kolm saat interogasi di Babylonia dengan peta lokal, lalu mempersempit area operasi pihak yang membicarakan “evolusi” dan “M.I.N.D.”
Ia menunjuk zona kecil di peta (3 tenda, 2 bangunan, dan perempatan jalan) sebagai lokasi kemungkinan aktivitas kelompok tersebut.
Misi baru dan situasi di pesawat Babylonia
SKK dan Liv sedang dalam perjalanan dengan pesawat transport Babylonia menuju Conservation Area 368.
Mereka membahas rangkaian misi sebelumnya yang berkaitan dengan instalasi CPF, pembersihan Hetero-Creatures, dan pengumpulan material riset.
Kali ini, misi mereka berbeda: memverifikasi informasi yang dibawa seorang pria bernama Kolm Lebrant, yang menyelinap masuk ke transport Babylonia.
Liv merasa bersalah karena mendadak harus berpisah dari Lucia dan Lee tanpa penjelasan yang layak.
Mereka menyoroti betapa tidak biasanya ada orang yang berhasil menyusup ke transport Babylonia.
Latar: Interogasi Kolm Lebrant di Control Court
Sehari sebelumnya, SKK dipanggil ke ruang interogasi, di mana Hassen sedang memantau proses interogasi Kolm oleh Control Court.
Kolm menuntut status tinggal tetap di Babylonia, menolak pas sementara, dan menolak kembali ke permukaan.
Interogator menekan Kolm dengan ancaman hukuman atas upaya masuk ilegal dan penipuan, menegaskan bahwa status tinggal hanya bisa diberikan jika informasinya terbukti benar.
Pengungkapan informasi tentang M.I.N.D. dan “evolution”
Di bawah tekanan, Kolm mengaku bahwa ia secara tidak sengaja menguping percakapan beberapa pria yang baru kembali dari operasi di “deep mine”.
Mereka menyebut menemukan informasi tentang M.I.N.D. “evolution” di dasar tambang, dan mengatakan bahwa Transatlantic Economic Community atau Akdilek pasti tertarik pada teknologi itu.
Kolm mengaitkan istilah: M.I.N.D., Phylotree, dan nodes, serta menunjukkan sebuah gambar pohon yang ia gambar berdasarkan apa yang ia dengar.
Kecurigaan dan penyelidikan Babylonia
Hassen dan SKK sama‑sama curiga: rangkaian kejadian di mana Kolm menguping, lalu “kebetulan” menyusup ke Babylonia, lalu membawa info sensitif, terlihat terlalu kebetulan.
Gestalt sudah memindai semua kargo dan transport; tidak ada anomali.
Pemeriksaan terhadap barang pribadi Kolm juga tidak menemukan alat yang mampu mengganggu sinyal Gestalt.
Hassen mengakui kemungkinan Kolm sekadar oportunis yang menghafal kata‑kata teknis dari reruntuhan, tapi menekankan bahwa Kolm seharusnya tidak tahu kaitan istilah itu dengan “evolution”.
Karena sensitif, Hassen secara khusus menugaskan SKK untuk menjalankan misi: Purification Mission, target Conservation Area 368, guna menelusuri sumber informasi yang disebut Kolm.
Kilasan masa lalu Hassen: awal “Reconquista Age”
Cerita bergeser ke flashback masa “Late Post-Pandemic Age” pada malam hari, ketika Hassen yang lebih muda mengamati operasi militer dari atas transport.
Ia menyaksikan Constructs militer generasi awal bertempur melawan Corrupted di kota yang hancur:
Seorang Construct memukul balik kapak Corrupted dan memicu ledakan listrik biru yang melumpuhkan musuh.
Seorang Construct berwarna pink bergerak lincah menolong prajurit yang terluka, memberikan tembakan perlindungan dan membantu evakuasi.
Pasukan manusia dan Constructs berhasil mendorong garis depan dan mulai merebut kembali distrik kota dari Corrupted.
Melihat keberhasilan itu, Hassen menyimpulkan bahwa era baru akan dimulai dan menyebutnya “Reconquista Age”, masa ketika umat manusia mulai merebut kembali Bumi sedikit demi sedikit.
Kembali ke masa kini: implikasi informasi Kolm
Kembali di ruang interogasi, Hassen merenungkan bahwa teknologi Construct adalah kunci dimulainya Reconquista Age.
Jika informasi rahasia tentang M.I.N.D. dan “evolution” (yang semestinya hanya tersimpan di dalam Gestalt) benar adanya, maka hal itu berpotensi memberi keunggulan besar baru bagi umat manusia.
Hassen memutuskan untuk tidak menunggu interogasi berakhir dan pergi untuk mengatur langkah berikutnya, memastikan Babylonia memanfaatkan peluang ini.
Ia menutup dengan tekad bahwa ini bisa menjadi “fajar era baru” bagi Babylonia dan umat manusia.
Latar & Situasi Awal
Lokasi: Conservation Area 368, sebuah pemukiman kecil di dalam cekungan pegunungan, dulunya area tambang yang kini hampir ditinggalkan.
Penduduk sedikit, sebagian besar orang yang dulu tidak sempat dievakuasi saat wabah Punishing Virus.
Fokus perhatian ada pada stasiun medis dan aktivitas di area tambang yang dilaporkan berbahaya dan “tidak biasa”.
Penyelidikan Liv & SKK
Liv menjelaskan bahwa menurut Kolm, stasiun medis seharusnya berada di lokasi yang mereka datangi, namun dokternya sedang keluar bersama regu patroli dan baru kembali malam.
Liv menyusup ke stasiun medis sebelum fajar, menyalin catatan perawatan Kolm: ia masuk sekitar enam hari lalu, dirawat singkat, lalu dipulangkan.
Garis waktu keberangkatan dan kembalinya transport serta diterimanya misi di Babylonia cocok dengan keterangan Kolm.
Liv mengamankan rekaman CCTV pintu masuk dan menyusun daftar 7 orang yang terlihat mencurigakan di sekitar waktu kejadian.
Dari 7 orang:
2 orang dalam koma berat malam kejadian dan masih dirawat, sehingga hampir pasti bukan pelaku.
2 orang pergi ke area tambang “mengumpulkan mineral dan suplai”, meski situasi sedang berisiko—ini membuat mereka tambah mencurigakan.
2 orang lagi berada bersama regu patroli dan dokter yang sedang di luar.
Menuju Area Tambang
SKK dan Liv memutuskan memeriksa area tambang dulu.
Mereka naik kendaraan menuju jalan tambang yang rusak parah, menandakan area itu lama terbengkalai.
Liv menjelaskan laporan area ini:
Permintaan dana perawatan infrastruktur sering ditolak karena konsentrasi Punishing rendah dan aktivitas Hetero-Creature minim.
Baru-baru ini dilaporkan “aktivitas tak biasa” di tambang.
Karena sumber daya Babylonia tersita untuk pembangunan safe zone dan garis pertahanan maritim Kowloong Corp, hanya satu skuad Task Force yang dikirim: skuad Rodent.
Laporan & Kontak dengan Skuad Rodent
Liv memutar video laporan awal Rodent:
Kapten Flayo melaporkan jejak ledakan di shaft utama tambang, dan mereka menemukan Hetero-Creature lebih dalam.
Konsentrasi Punishing sangat rendah, tidak tampak penumpukan virus.
Dugaan: ada pintu masuk tambang lain yang tidak tercatat; makhluk-makhluk itu masuk lewat sana dan memicu bahan peledak lama.
Rekaman menunjukkan anggota skuad (Ymir) hampir memicu bahan peledak yang masih aktif, menegaskan adanya bahaya residu di tambang.
Liv kemudian menghubungi Rodent secara langsung.
Sinyal sangat buruk, suara terputus-putus.
Setelah beberapa hentakan dan gangguan, koneksi membaik, dan Flayo menyadari yang menghubungi adalah Gray Raven.
Ymir dan Vail bereaksi heboh, bahkan sempat bercanda soal ekspektasi mereka terhadap sosok “legendaris” SKK (membayangkan tinggi tujuh kaki dan bersayap, dsb.).
Situasi di Tambang Menurut Rodent
Flayo menjelaskan perkembangan mereka:
Mereka sudah berkali-kali masuk dan membasmi banyak Hetero-Creature.
Namun, setiap kali kembali, jumlah makhluk seolah kembali seperti semula, seakan mereka “respawn”.
Struktur tambang seperti labirin, sehingga memeriksa semua terowongan dan pintu masuk potensial memakan waktu lama.
Perilaku Hetero-Creature tidak biasa:
Awalnya banyak yang berkeliaran tanpa jelas, tidak berbahaya.
Tetapi ketika jumlah mencapai titik tertentu, perilaku mereka berubah total: menjadi agresif, berburu secara terkoordinasi.
Rodent menduga ada sesuatu yang mengendalikan mereka.
Tanda-tanda Ada Pengendali & Insiden di Akhir
SKK dan Liv mencurigai pola itu seperti adanya Hetero-Creature “pengendali” (mirip kasus si kembar di misi sebelumnya).
Namun SKK menilai: bila ada pengendali, biasanya ada tujuan jelas, sedangkan cara “penyebaran” makhluk-makhluk ini sekarang tidak tampak memberi hasil strategis.
Liv menambahkan bahwa konsentrasi Punishing tidak naik meski Hetero-Creature aktif, dan juga tidak turun—suatu keanehan lain.
Saat Flayo masih berbicara di koms, ia tiba-tiba berseru memperingatkan Ymir (“Ymir! Di belakangmu!”), lalu sambungan berubah kacau oleh suara benturan dan berakhir tiba-tiba.
Merasa ada yang salah, SKK dan Liv segera menghentikan kendaraan, bersiap tempur, dan bergerak menuju sumber gangguan di area tambang.
Setelah pertarungan usai, Liv dan SKK kembali ke kendaraan dan mendapati kendaraan tersebut sudah rusak parah, seolah “dinodai” atau dirusak secara brutal.
Liv heran karena sensor miliknya tidak mendeteksi pergerakan Hetero-Creature ke arah kendaraan, dan log pemantauan menunjukkan bacaan Punishing Virus tetap stabil.
Kerusakan tampak acak seperti ulah Hetero-Creature atau binatang liar, tetapi bagian yang paling parah justru terpusat pada unit tenaga/power engine. Hal ini menimbulkan kecurigaan SKK akan adanya sesuatu yang lebih spesifik atau terarah, meski ia menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan apa pun.
Matahari terbenam dan pegunungan mulai diselimuti bayangan, membuat situasi makin tak bersahabat. SKK memutuskan untuk kembali ke area konservasi daripada melanjutkan perjalanan di jalan yang asing.
Saat hendak pergi, Liv mengalami gangguan sesaat pada modul visualnya: dunia terlihat tidak nyata, dan wajah SKK tampak kabur.
Suara SKK menenangkannya, dan ia melaporkan bahwa itu hanya “glitch kecil” pada modul visual yang sudah dikalibrasi ulang.
SKK teringat bahwa dalam pertempuran sebelumnya M.I.N.D.-nya juga sempat mengalami fluktuasi tak wajar, mengaitkannya dengan gangguan yang dialami Liv. Liv menduga ini hanya desinkronisasi karena frame barunya masih dalam masa penyesuaian.
SKK menegaskan agar Liv segera melapor jika ada kelainan lagi, dan Liv berjanji akan melakukannya.
Kembali ke daerah konservasi & masalah kendaraan
Liv dan SKK kembali ke Conservation Area 368 sebelum malam.
Kendaraan mereka rusak diserang Hetero-Creatures sehingga gagal mencapai area tambang.
Mereka melaporkan menemukan kendaraan lain bertanda 368 yang ditinggalkan; jejak menunjukkan penumpangnya melanjutkan ke area tambang dengan berjalan kaki.
Supervisor lega mendengar para penambang itu kemungkinan selamat dan menjelaskan bahwa Task Force juga masih berada di dalam tambang.
Latar belakang kemunculan Hetero-Creatures & kondisi suplai
Daerah ini bukan “Dead Zone” resmi, konsentrasi Punishing rendah; dulunya jarang ada Hetero-Creatures.
Setelah ledakan kecil di terowongan tambang beberapa tahun lalu, Hetero-Creatures mulai muncul—diduga karena terowongan tersambung ke area lain.
Suplai dari Babylonia kebanyakan berupa benih dan tanaman, bukan makanan siap saji.
Tanah area tambang buruk untuk bercocok tanam; dulunya mereka bertahan hidup dengan menukar mineral dengan pedagang, tapi sekarang bergantung pada suplai Babylonia dan panen kecil-kecilan.
Makan malam hanya berupa bubur sangat encer; porsi setengah sendok sayur untuk anak, satu sendok untuk orang dewasa.
Ketenangan penduduk yang tidak wajar
Meski makanan minim dan bahaya mengancam, tidak ada kerusuhan atau protes.
Wajah penduduk pucat dan kekurangan gizi, namun ekspresi mereka datar dan nyaris tanpa emosi.
Suasana digambarkan sebagai “tenang secara tidak wajar”: percakapan pelan, gerakan mekanis, emosi seakan teredam.
Seorang anak menerima mangkuk makanan tambahan tanpa rasa takut atau senang, hanya menunjukkan kelaparan.
Insiden Lyam & kemunculan Melinoe
Suasana pecah ketika kendaraan patroli yang rusak menabrak masuk; Lyam terluka parah akibat gigitan Hetero-Creature di dekat area tambang yang sebelumnya dianggap aman.
Lyam mengalami pendarahan hebat (kemungkinan arteri terputus) dan terus memanggil ibunya sambil merintih kesakitan.
Liv hendak menolong sebagai dokter, tetapi seorang perempuan, Melinoe, muncul lebih dulu dan mengambil alih penanganan darurat.
Supervisor sempat mencoba menghalangi Liv membantu, namun Melinoe sendiri meminta bantuan Liv, sehingga supervisor terpaksa mengalah.
Liv melakukan prosedur medis yang benar (pemberian serum, pembersihan luka, debridement, jahit dasar, perban, anjuran disinfeksi rutin), sementara Melinoe awalnya terlihat canggung menangani trauma fisik.
Namun, ketika Lyam kesakitan hebat, Melinoe memeluk dan mengelusnya; seiring itu rintihan Lyam berangsur reda secara tidak wajar, seolah rasa sakitnya “dihilangkan”.
Saat itulah terlihat bahwa lengan Melinoe bersifat mekanis, bukan manusia biasa.
Posisi dan asal-usul Melinoe menurut penduduk
Setelah tindakan medis selesai, Melinoe mengangkat Lyam dan membawanya ke klinik; kerumunan menutup jalan, seakan melindunginya dari Gray Raven.
Supervisor menjelaskan bahwa Melinoe adalah satu-satunya dokter di Conservation Area 368, sangat dicintai penduduk, dan sejak kedatangannya kecelakaan dan masalah berkurang drastis.
Asal-usulnya: ia “muncul” dari area tambang beberapa waktu lalu. Di tengah kondisi kacau pasca-Punishing, orang-orang di sini tidak banyak bertanya soal masa lalu pendatang; jika cocok, jadi keluarga, jika tidak, berpisah.
Pengetahuan medis dasar sudah cukup membuatnya menjadi dokter mereka, mengingat sebelumnya orang-orang salah pakai obat.
Analisis Liv: kemampuan memengaruhi emosi & keadaan penduduk
Liv menyimpulkan Melinoe bukan manusia, tapi belum bisa memastikan apakah ia Construct atau jenis mekanikal lain—struktur tangan mekanis bisa dimiliki Construct, namun ada yang berbeda.
Liv menyadari Melinoe dapat “mempengaruhi pikiran manusia”: bukan kontrol paksa, melainkan seperti “mengatur” atau “mengambil” sensasi tertentu, misalnya rasa sakit atau rasa takut.
Teknologi neuro semacam ini memang pernah diteliti di Golden Age, tetapi sangat khusus dan di luar keahlian Liv.
Liv mengaitkan kemampuan itu dengan kondisi Conservation Area: para penduduk tampak seperti telah “dibersihkan” dari rasa takut dan marah, sehingga tercipta kedamaian yang menakutkan dan tidak alami.
Data resmi Babylonia tentang Melinoe
Liv memeriksa terminal Babylonia dan menemukan catatan resmi tentang Melinoe:
Identitas: perempuan, tercatat sebagai “manusia” menurut keterangannya sendiri.
Pekerjaan masa lalu (menurut pengakuan): dokter perusahaan tambang di area tersebut, khusus menangani depresi dan tekanan psikologis para penambang yang bekerja terlalu lama di bawah tanah.
Setelah wabah Punishing, ia disebut bertahan di dalam tambang dengan persediaan, lalu pindah ke Conservation Area 368 ketika persediaan habis.
Dokumen terasa “terlalu rapi” tetapi tetap cukup masuk akal sehingga birokrasi Babylonia tidak menolaknya.
Ia juga ternyata terdaftar dalam “daftar” tertentu yang Liv pantau (implikasinya: daftar individu mencurigakan atau berkepentingan khusus).
Supervisor sebelumnya berbohong ketika mengatakan dokter sedang keluar bersama tim patroli, yang menunjukkan mereka sengaja melindungi Melinoe.
Keputusan akhir Gray Raven
SKK dan Liv menyimpulkan bahwa Melinoe mungkin adalah saksi kunci atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya, mengingat:
Kemampuannya memanipulasi emosi dan rasa sakit.
Kondisi psikologis penduduk yang tidak wajar.
Asal-usulnya yang terkait langsung dengan area tambang dan ledakan yang memicu kemunculan Hetero-Creatures.
Mereka memutuskan untuk segera melacak dan menginvestigasi Melinoe malam itu juga, sebelum ia menghilang atau situasi memburuk.
Penyusupan ke tenda Melinoe
Malam hari, SKK dan Liv diam‑diam keluar dari barak setelah memastikan para penduduk yang mengawasi mereka menjauh.
Liv menuntun SKK ke tenda sederhana dekat pos medis, tempat dokter Melinoe berada.
Melinoe sudah menunggu dan mengundang mereka masuk tanpa menunjukkan sikap bermusuhan. Liv memeriksa keamanan tenda terlebih dahulu.
Identitas asli Melinoe
Di dalam tenda hangat dan sederhana, Melinoe menyajikan air panas dan tidak menyembunyikan tangan mekanisnya. Sebuah laba‑laba mekanik tampak merajut “jaring” di sudut.
Melinoe mengaku terang‑terangan bahwa ia adalah mechanoid, dan para penduduk sudah lama mengetahui itu.
Ia menegaskan bahwa ia tidak punya fungsi tempur dan hanya melakukan tugas medis ringan, sehingga berusaha meyakinkan bahwa ia tidak berbahaya.
Ia mengakui benar‑benar telah “menyerap” rasa sakit dan ketakutan Lyam.
Model “psikolog” dan latar Golden Age
Melinoe memperkenalkan diri sebagai mechanoid Psychologist Generation III, nomor seri III‑0007.
Liv menjelaskan bahwa model psikolog dikembangkan di Golden Age untuk “mengatur” emosi manusia, namun dihentikan setelah Generasi II karena masalah etika; seharusnya semua prototipe dimusnahkan.
Melinoe mengungkap detail fungsi:
Awalnya iklan resmi hanya menonjolkan modul “emosi positif” yang sebenarnya nyaris placebo.
“Perawatan” sesungguhnya dilakukan dengan ekstraksi emosi negatif, menerjemahkan gelombang otak emosi itu menjadi sinyal saraf spesifik, lalu mengirim balik program yang meniadakan sinyal tersebut.
Akibatnya, kemampuan merasakan emosi tertentu hilang; contoh ekstrem: karyawan yang kehilangan rasa takut lalu melompat dari lantai 19 tanpa rasa cemas.
Saat ekstraksi biasa tak cukup, protokol “emotion consumption” aktif: unit memakan aktivitas saraf di frekuensi emosi tertentu, untuk sementara menghapus emosi itu dari pengalaman manusia.
Serangkaian insiden medis dan pelanggaran etika membuat Generasi I–II ditarik dan dimusnahkan.
Generasi III, termasuk Melinoe, dikembangkan dan diproduksi secara rahasia, lalu dilelang ke pihak swasta melalui jalur bawah tanah.
Masa lalu Melinoe di tambang
Melinoe dibeli perusahaan tambang sebagai “asisten domestik”, tetapi fungsi sebenarnya adalah memadamkan keputusasaan para pekerja dan mencegah kerusuhan dengan menyerap emosi negatif mereka.
Saat wabah Punishing Virus, banyak penambang mati—baik oleh mesin yang corrupted maupun konflik perebutan suplai.
Melinoe menggambarkan momen “terbangun”: setelah sekian lama, ia “membuka mata” dan mendapati semua orang menghilang. Ia berkelana lewat terowongan yang belum runtuh sampai menemukan area konservasi dan akhirnya memutuskan tinggal di sana.
Ia menyembunyikan diri dari Babylonia karena reputasi buruk hubungan manusia–mechanoid, seperti yang dulu ia lakukan ketika pasukan Rodent datang.
Sikap Melinoe terhadap manusia dan Church of Machina
Melinoe menolong Lyam meski tahu itu akan mengungkap identitasnya, karena ia tak tahan melihat penderitaan anak itu yang memanggil ibunya.
Liv menjelaskan bahwa mereka tak berniat menyakitinya dan malah sudah berteman dengan mechanoid baik hati lainnya.
Melinoe mengaku pernah dihubungi mechanoid bernama Arcana dari organisasi Church of Machina, yang menawarkan tempat tinggal di antara sesama mechanoid.
Namun, Melinoe menolak pergi. Ia menyatakan bahwa ia mencintai manusia dan bergantung pada mereka, dan bahwa itu adalah inti pemrograman semua mechanoid psikolog: bahkan setelah memperoleh kesadaran diri, ia tidak ingin melawan logika dasar tersebut.
Informasi tentang tambang dan laboratorium
Menjawab pertanyaan tentang aktivitas di tambang, Melinoe menjelaskan:
Ada dua kelompok: “penambang” (didominasi rasa takut dan frustrasi) dan “peneliti” (utamanya kelelahan dan teror mendalam).
Terdapat laboratorium besar di kedalaman kompleks, yang khusus meneliti semacam kristal yang ditambang.
Ia sendiri hampir selalu dikurung di ruang perawatan, sehingga pengetahuannya tentang operasi detail sangat terbatas.
Tambang itu sudah digali bertahun‑tahun hingga membentuk semacam “kota bawah tanah” di akhir Golden Age.
Setelah pindah ke area konservasi, Melinoe beberapa kali kembali ke pinggir tambang untuk mencari suplai dan di sana ia bertemu Hetero‑Creature dan “sesuatu yang lain”.
Penemuan bayi di dalam tambang
“Sesuatu yang lain” itu adalah seorang bayi manusia yang ditinggalkan di dalam tambang.
Melinoe menduga ibunya adalah pengelana yang putus asa dan meninggalkan si bayi karena tak sanggup membesarkannya.
Saat mencari obat penghilang rasa sakit di gudang suplai tambang yang sudah lapuk, Melinoe melihat sekelompok Hetero‑Creature berkumpul dan mendengar suara tangisan.
Protokol proteksi bayi dalam sistemnya aktif, membuat ia masuk lebih dalam ke lorong gelap tanpa ragu.
Ia mengusir Hetero‑Creature dan menyelamatkan bayi tersebut, tetapi kehilangan satu lengan dalam proses itu.
Keterbatasan dan kerentanannya
Melinoe menekankan bahwa kemampuan tempurnya rendah; meski Hetero‑Creature kurang tertarik pada mechanoid, mereka bisa dengan mudah merobek tubuhnya.
Suku cadang untuk modelnya sangat langka, sehingga ia hanya berani mencari suplai di tepi‑tepi tambang.
Nasib bayi dan pasangan angkat
Melinoe mengakui bahwa ia tidak tahu cara merawat bayi manusia:
Ia mencoba memberi makan dan minum, tetapi bayi menolak dan terus menangis.
Ia mencoba menyerap rasa tidak nyaman si bayi, namun karena bayi begitu muda, ketidaknyamanan baru terus muncul dan tangisan tak kunjung berhenti.
Akhirnya, ia meminta sepasang suami‑istri di area konservasi yang pernah kehilangan putra mereka untuk mengasuh bayi itu.
Pasangan itu sebelumnya mendapatkan bantuan ransum tambahan untuk anak di bawah delapan tahun, tetapi putra mereka meninggal setelah jatuh ke lubang tambang yang terbuka, tepat setelah lewat usia itu.
Merasa tak mampu membesarkan bayi sendiri, Melinoe menyerahkan anak tersebut kepada mereka, berharap kehadirannya membawa penghiburan. Ia mengatakan bahwa cukup baginya untuk mengawasi dari jauh, meski sang anak tak akan pernah memanggilnya “ibu”.
Pagi di area konservasi & gadis berambut biru
Liv mendengar ketukan pintu, tapi saat dibuka tidak ada orang, hanya beberapa buah liar setengah matang di depan pintu.
Ia melihat sekilas rambut biru anak kecil yang langsung lari ketakutan saat didekati.
Liv menjelaskan pada SKK bahwa itu gadis kecil yang tadi malam diberi makanan oleh SKK. Buah-buah itu kemungkinan hadiah terima kasih.
Liv mengungkap bahwa gadis itu sering diganggu anak-anak lain, mungkin karena tubuhnya paling kecil.
Kilasan hari sebelumnya: perundungan & latar belakang gadis
Saat pagi sebelumnya, Liv berangkat sendiri untuk investigasi sementara SKK masih sibuk urusan Babylonia.
Di alun-alun, ia melihat sekelompok anak mengejek gadis berambut biru sebagai “aneh” dan “tidak punya ibu”, bahkan menarik rambutnya.
Gadis itu bingung dengan kata-kata “keluarga”, “ibu”, “ayah”, menunjukkan ia bahkan tidak memahami konsep tersebut.
Liv menenangkan dan merapikan rambutnya, lalu membawanya ke pengawas area konservasi.
Pengawas menjelaskan: gadis itu ditelantarkan saat bayi, lalu diambil sepasang suami-istri yang anak kandungnya hilang. Namun karena bukan anak kandung, ia tidak benar-benar diterima dengan tulus.
Fokus misi: menolong area & mungkin nasib gadis itu
Kembali ke masa kini, Liv merangkum: gadis itu ditelantarkan sejak lahir, tak paham makna “keluarga”.
SKK memutuskan: selesaikan masalah di area ini—cari orang yang mengenal daerah tambang, bersihkan Hetero-Creature, dan buat area konservasi lebih makmur agar anak itu berpeluang mendapat lebih banyak makanan dan perhatian.
Liv setuju dan membuka terminal untuk meninjau daftar tujuh orang yang terkait kasus.
Penyaringan tersangka & kondisi di “medical station”
Dua anggota patroli dieliminasi dari daftar karena hanya lewat; pergerakan mereka cocok dengan rekaman pintu masuk.
Di medical station, Liv memeriksa dua pasien:
Satu pria lanjut usia dengan kerusakan otak berat, kecil kemungkinan sadar.
Satu perempuan kehabisan darah, sekalipun sadar tidak mampu bangun dari tempat tidur.
Empat nama dicoret. Tersisa tiga pihak:
Melinoe (dokter).
Dua pria yang masuk tambang dengan kendaraan: Ark (23) dan Niler (25), penduduk lokal, anak dari pekerja tambang yang tertinggal setelah wabah Punishing.
Melinoe secara teori sangat mencurigakan, tapi karena statusnya dan perlindungan pengawas, mereka menunda konfrontasi langsung.
Kontak dengan tim Rodent di tambang
Liv mencoba menghubungi Rodent; sambungan terputus-putus, Flayo memukul terminal untuk “memperbaiki” sinyal.
Flayo menjelaskan rencana: mereka masuk lebih dalam ke tambang untuk mencari sumber kemunculan Hetero-Creature.
Menurut catatan Flayo, biasanya tiap dua minggu tambang memunculkan Hetero-Creature baru dan Rodent rutin membersihkannya, tapi:
Mereka sudah memblokir banyak jalur dan meruntuhkan beberapa terowongan.
Tetap saja Hetero-Creature terus muncul.
Ymir mencatat konsentrasi Punishing di dalam tambang sangat fluktuatif dan menduga ada sesuatu yang “menernakkan/menetaskan” mereka, mirip fenomena Red Tide.
Perbedaan kali ini: jumlah Hetero-Creature justru jauh berkurang, sekitar dua pertiga lebih sedikit dari biasanya. Rodent memanfaatkan kelonggaran ini untuk menyelidiki lebih dalam.
Nasib Ark dan Niler
SKK menanyakan apakah Rodent bertemu penduduk area konservasi, menyebut Ark dan Niler yang kendaraannya ditemukan di pinggiran.
Flayo mengaku mereka sudah memperingatkan kedua pria itu soal bahaya tambang, tetapi Ark dan Niler nekat masuk demi mencari bijih.
Flayo mengatakan Rodent sudah menemukan dan “menempatkan” mereka di kamp sementara Rodent, dan menyatakan mereka aman saat ini.
Persiapan masuk tambang
Setelah menutup komunikasi (sinyal kembali memburuk), Liv memasang dua alat penguat sinyal mungil di terminal mereka dan menyiapkan suplai daya cadangan.
Mereka berangkat menuju tambang, melalui jalan sempit di antara tebing dengan kabut tebal.
Liv terlihat gelisah, merasa jalan ini “aneh” dan bertanya apakah ini benar jalan yang sama seperti kunjungan sebelumnya.
Terminal menunjukkan hanya ada satu jalur dari area konservasi ke tambang: ini memang rute yang sama.
Jejak seretan misterius & lokasi baru di sekitar tambang
Kabut makin pekat sampai jarak pandang sangat pendek, namun mereka menemukan kendaraan mereka yang sebelumnya ditinggalkan; Liv memperbaikinya dengan cepat.
Dalam perjalanan, Liv tiba-tiba menghentikan kendaraan.
Mereka turun dan melihat semak-semak rebah membentuk jalur seretan panjang, seolah ada “muatan” besar diseret sambil meronta menuju satu arah.
Mereka mengikuti jejak itu dengan mengarahkan ulang kendaraan.
Kabut “memakan” rasa waktu hingga sulit memperkirakan berapa lama mereka berkendara.
Akhirnya, mereka tiba di:
Kawasan kawah besar dengan tepi tidak rata, tampak seperti bagian dari kompleks pertambangan yang tersembunyi.
Sebuah platform buatan besar yang dipenuhi suku cadang mesin berkarat, ditutupi lumut dan tanaman merambat yang beraroma manis aneh.
Di atas karpet lumut terlihat bekas garitan dalam, sejalan dengan jejak seret di luar.
Jejak itu berakhir di sebuah mulut tambang gelap menganga, tampak seperti “mulut” yang mengundang mereka masuk.
Memasuki dalam tambang
SKK dan Liv saling bertukar pandang, mematikan mesin, keluar dari kendaraan, lalu dengan langkah berhati-hati menyeberangi platform dan masuk ke dalam tambang yang gelap.
SKK dan Liv memasuki sebuah tambang tua yang sudah lama ditinggalkan. Bau busuk dan puing-puing mesin rusak serta bangkai Hetero-Creature berserakan di dalamnya. Di dinding, ada glow stick keluaran Babylonia yang tampaknya ditinggalkan oleh tim Rodent sebagai penanda.
Mereka mengikuti jejak alur seretan di tanah yang kemudian berubah menjadi jejak kaki kecil—jejak seorang anak. Liv cemas memikirkan kemungkinan apa yang terjadi pada anak itu.
Tambang berbentuk labirin dengan banyak lorong buntu dan dipenuhi Hetero-Creature. Usaha pemindaian satelit gagal, sehingga mereka memutuskan menghubungi Flayo, kapten tim Rodent, untuk meminta peta kasar dan izin pelacakan lokasi.
Flayo mengirim peta dan menyarankan sinkronisasi lokasi serta cek keselamatan berkala. Namun, komunikasi penuh gangguan statis dan akhirnya terputus total, kemungkinan karena adanya alat pengacau sinyal di area laboratorium tua tempat Rodent berada.
Dengan peta dari Rodent, pencarian jadi lebih efisien. Liv bertanya-tanya mengapa ada anak yang dibawa ke tempat berbahaya seperti tambang. SKK menimbang beberapa kemungkinan gelap: fasilitas eksperimen tersembunyi yang menggunakan anak sebagai subjek, anak yang mendengar rahasia berbahaya, dan lain-lain.
Di tengah suara tetesan air dan bisikan samar yang tak jelas sumbernya (“mereka masih mencari jejak itu…”), mereka menemukan jejak kaki anak yang sengaja berputar-putar di area dangkal tambang, seolah ingin membuat orang tersesat. Mereka juga menemukan bungkus suplai Babylonia bertanggal bulan lalu, menandakan kejadian ini cukup baru.
Di sebuah lorong sempit yang bahkan tidak dimasuki tim Rodent, mereka mendapati area seperti tempat peristirahatan lama. Di situ jejak kaki orang dewasa berpisah masuk ke sebuah jalan pintas yang langsung menuju pintu keluar tambang, sementara jejak kaki anak terus masuk lebih dalam ke tambang.
SKK menyimpulkan orang dewasa kemungkinan sudah keluar lewat jalan pintas itu, dan indikasi yang paling masuk akal adalah anak tersebut sengaja “ditinggalkan”. Motif diduga berkaitan dengan jatah makanan dan suplai: di Area Konservasi 368, hanya anak di bawah delapan tahun yang mendapat tambahan ransum. Anak yang lebih tua dianggap sudah bisa “mencari makan sendiri”, dan jika ia yatim di area miskin, hampir tak ada sumber daya untuk merawatnya.
Liv terpukul oleh implikasi bahwa anak bisa dibuang demi menghemat makanan. Ia mempercepat langkah, gelisah memikirkan anak yang mungkin mengembara sendirian di kegelapan tambang.
Mereka memasuki bagian tambang yang makin sempit, gelap, dan lembap. Rodent bahkan menandai cabang lorong ini sebagai tempat yang begitu tidak berharga hingga Hetero-Creature pun jarang ada.
Di tengah lorong sempit itu, mereka akhirnya menemukan seorang anak perempuan berambut biru panjang, memegang buah liar merah, berdiri bengong di tengah jalan. Liv segera memeriksanya dan tidak menemukan luka fisik yang tampak.
Di latar, narasi menggambarkan suara samar dan gerakan makhluk yang “menemukan” sesuatu di kedalaman sarang, namun tidak dijelaskan jelas apa.
Setelah menemukan anak itu, Liv tiba-tiba “mendengar” sesuatu yang aneh—bukan suara jelas, melainkan semacam kesan asing yang kacau dan sulit dipahami. SKK, dengan indra manusia, tidak mendengar apa pun selain langkah kaki dan tetesan air.
Liv tidak bisa menjelaskan apa tepatnya yang ia terima, dan ragu apakah itu benar-benar “suara”. Ia memutuskan yang terpenting sekarang adalah keluar dulu demi keselamatan anak. SKK setuju, dan mereka bertiga meninggalkan area tambang yang dalam, sementara langkah kaki mereka perlahan menjauh di kegelapan.
Liv dan SKK menemukan seorang anak perempuan malnutrisi di area tambang. Dari ucapan terputus-putusnya, diketahui ia dibawa orang dewasa dari rumah di area konservasi ke dalam tambang dan ditinggalkan hanya dengan sebuah buah liar.
Untuk menenangkannya agar tidak menangis dan menarik Hetero-Creature, SKK menawarkan beberapa benda; anak menolak selongsong peluru dan serum, tapi tertarik pada lencana Gray Raven dan berhenti menangis.
Saat hendak keluar tambang, detektor menunjukkan peningkatan konsentrasi Punishing. Mereka melindungi anak dengan pakaian pelindung cadangan, lalu menghadapi kawanan Hetero-Creature.
Setelah memusnahkan makhluk-makhluk itu, mereka menemukan dua mayat manusia yang tampaknya warga area konservasi. Anak itu menyebut mereka sebagai “orang dewasa dari rumah” yang membawanya ke sana dan mengatakan bahwa mereka pernah bilang ia sudah cukup besar untuk “mencari makanannya sendiri” dengan menambang. Anak tidak memahami konsep kematian dan hanya menganggap mereka “tidur”.
Liv menutupi pemandangan mayat dari anak, meminta SKK membawa si anak ke persimpangan berikut, lalu mengubur kedua jenazah untuk mencegah menarik Hetero-Creature lebih banyak.
Selama perjalanan, Liv kembali merasakan gangguan aneh pada modul visualnya, yang ia kaitkan dengan mineral di area tambang dan fluktuasi M.I.N.D., meski ada kesan bahwa ada sesuatu yang lebih dalam.
Saat kembali ke area konservasi, mereka bertemu Melinoe yang gelisah menunggu di pintu masuk. Ternyata anak itu adalah “Aisling”, nama yang Melinoe berikan, meski orang tua asuhnya hanya memanggilnya “Hei”.
Melinoe menjelaskan bahwa ia mendapati rumah keluarga asuh kosong dan mendapat informasi bahwa pasangan itu membawa Aisling ke area tambang. Karena Melinoe hanya model psikolog tanpa kemampuan tempur, ia tak berani menyusul dan berharap tim Liv menemukannya.
Setelah diberi tahu secara halus oleh Liv bahwa pasangan asuh Aisling telah tewas, Melinoe sangat menyalahkan diri. Ia mengaku dulu yang menyerahkan Aisling (masih bayi) ke keluarga itu dengan harapan mereka membentuk ikatan seperti keluarga sungguhan. Kini ia menyadari ia tak mampu “menyerap” sisi jahat dalam sifat manusia dan bahwa psikolog pun tak bisa menyembuhkan “kebusukan” dalam jiwa.
Liv menawarkan bantuan pengajuan suplai tambahan untuk Aisling jika Melinoe bersedia merawatnya. Namun Melinoe ragu karena merasa, sebagai mechanoid psikolog, ia tak bisa menjadi “ibu” dan tak memahami kebutuhan anak manusia.
Melinoe kemudian memohon agar Liv dan SKK merawat Aisling sementara beberapa hari saja, sampai ia dapat mengurus penempatan Aisling pada keluarga yang “benar”. Ia menekankan bahwa Aisling sudah tampak percaya pada Liv dan akan tinggal di pos medis saat tim bertugas di tambang.
Liv awalnya bimbang karena misi lain masih menanti, tetapi Aisling menunjukkan kelekatan emosional: ia menolak memakan buah liar yang diberi orang dewasa sebelumnya dan malah menawarkannya kepada Liv sebagai ungkapan terima kasih, mengingat Liv dan SKK sebagai “orang baik”.
Akhirnya Liv menyetujui permintaan Melinoe untuk merawat Aisling sementara waktu. Setelah Melinoe pergi, Liv merenungkan bahwa selama perjalanan hari itu ia tidak pernah memperlambat kendaraan (mengaitkannya diam-diam dengan gangguan visualnya), lalu menenangkan Aisling yang tampak cemas dan mengajaknya: “Ayo pulang.”
Keganjilan ingatan Liv & “SKK” palsu
Liv membaca forum tentang struktur cerita, tapi pikirannya kosong dan ia menyadari tidak bisa mengingat kejadian “kemarin”.
Seorang gadis kecil berambut biru, Aisling, mengetuk pintu dan memberi Liv buah liar. Adegan ini terasa rutin, tapi ingatan detail Liv tentangnya kabur.
SKK muncul, sedang menyusun laporan misi pembersihan Hetero-Creature di tambang. Namun saat Liv menyinggung soal misi itu, SKK segera mematikan terminal dan menjauh, menimbulkan kecurigaan.
Melinoe lalu muncul, menggantikan posisi Aisling secara “tak mulus” dalam adegan, memicu rasa janggal pada Liv.
Percakapan dengan Melinoe & kecurigaan Liv
Liv dan Melinoe berjalan di kawasan konservasi. Melinoe berterima kasih atas teknik medis yang dibagikan Liv dan ingin membuat buku saku keselamatan medan.
Liv merasa Melinoe kini tampak jauh lebih akrab, tidak sejaga seperti saat pertemuan pertama. Melinoe mengaitkan kedekatan mereka dengan peristiwa penyelamatan Aisling “beberapa hari lalu di tambang”.
Liv menggali detail: “kalau tidak ada kalian waktu itu, Aisling akan mati di tambang beberapa hari lalu.” Namun saat Liv menanyakan tepatnya “berapa hari yang lalu” dan perkembangan rencana keluarga adopsi baru, ucapan Melinoe mulai terdengar tidak konsisten.
Liv menyimpulkan ada yang mencoba memisahkannya dari SKK, dan bahwa “SKK” yang bersamanya tadi bukan SKK yang asli. Ia menuduh ilusi ini sebagai rekayasa yang sangat meyakinkan, tapi tetap keliru.
Runtuhnya ilusi & Liv kembali ke tambang
Melinoe tiba-tiba berubah: suaranya serak dan tidak alami, seperti boneka. Ia mengakui Liv telah menyadari kebenaran, lalu menyatakan “tempat ini tidak bernilai lagi”.
Wujud Melinoe runtuh seperti boneka kosong. Tanah di bawah Liv membusuk dan ambruk, langit pecah seperti kaca.
Suara dan getaran khas terowongan tambang tiba-tiba memenuhi sensor Liv, dan ia “terbangun” dalam kegelapan tambang. Ia menyadari bahwa sebenarnya ia tidak pernah meninggalkan tambang; semuanya hanyalah ilusi di dalam M.I.N.D.-nya.
Ia merasakan sakit hebat akibat siklus “pemutusan dan pembangunan ulang” memori yang berulang, berkaitan dengan kejadian saat mereka menemukan dua orang dewasa (orangtua asuh Aisling) yang sudah meninggal, dan ia menyuruh SKK mengantar anak itu ke persimpangan lebih dulu.
Situasi SKK di tambang
Alur lalu berpindah ke sudut pandang SKK. SKK berada di terowongan gelap bersama Aisling, menandai dinding dengan pisau agar tidak tersesat.
Sebelumnya, setelah ledakan di tambang, getaran dan mungkin mineral/Hetero-Creature memicu gangguan M.I.N.D. pada Liv. Saat SKK mencoba menstabilkan M.I.N.D. Liv, serangan balik mental menghantamnya juga.
SKK mengikatkan sobekan kain dari jaket menghubungkan pergelangan Liv dan lengannya sebagai jangkar fisik agar tidak saling kehilangan jika kesadaran kalian terganggu. Namun sekarang kain itu putus dan Liv menghilang.
Sejak terpisah, sebuah entitas terus-menerus menyerang kesadarannya melalui Mind Beacon yang masih menghubungkannya dengan Liv. Meski serangan-serangan itu gagal menembus pertahanan mentalnya, rasa sakitnya sangat kuat.
Liv mengikuti jejak di terowongan & mendengar suara Melinoe
Setelah sadar kembali di tambang, Liv mencoba menghubungi SKK lewat terminal, tapi komunikasi sepenuhnya terputus. Ia lalu mencoba melacak Mind Beacon, tetapi gangguan pada M.I.N.D.-nya terlalu berat dan ia harus menghentikan upaya itu.
Saat meraba dinding, ia menemukan simbol segitiga yang diukir di batu—tanda yang ia kenali sebagai “masuk dari sini” yang SKK tinggalkan. Ia mengikuti jalur itu sampai ke cabang tempat ia sebelumnya mengubur dua orangtua asuh Aisling; segel darurat yang ia buat masih utuh.
Di tengah upayanya menstabilkan modul visual, ia mendengar suara Melinoe memanggil Aisling di dalam terowongan—jelas terdengar cemas dan tidak sepenuhnya menguasai medan, sering salah jalan.
Liv mengintai dari bayangan, tidak mempercayai Melinoe, karena ilusi sebelumnya menggunakan sosok itu sebagai boneka utama. Namun ia juga menyadari bahwa dalam kondisi sekarang, keberadaan orang lain di tambang bisa menjadi petunjuk penting untuk menemukan SKK dan menembus ilusi/mekanisme serangan M.I.N.D. ini.
Konfrontasi langsung dengan Melinoe asli (atau tampaknya asli)
Setelah memastikan sistem tempurnya normal dan memaksa kalibrasi ulang visual, Liv akhirnya memanggil Melinoe.
Melinoe benar-benar ketakutan, tapi begitu mengenali Liv, ia tampak sangat lega. Ia segera menanyakan Aisling, menyebut ciri fisik dan mengingatkan bahwa Liv pernah memberi bubur dan menolong si gadis kecil.
Dari dialog ini, Liv mengetahui nama asli gadis itu adalah “Aisling”, nama pemberian Melinoe yang tidak diketahui keluarga angkatnya dan bersifat rahasia antara mereka berdua.
Melinoe menampilkan kekhawatiran tulus: ia merasa akan “kehilangan Aisling lagi”.
Situasi di dalam tambang
Liv dan Melinoe berjalan di dalam tambang gelap untuk mencari Aisling dan SKK.
Melinoe menjelaskan bahwa ia mengikuti jejak Aisling dan orang tua angkatnya yang memasuki tambang pagi hari. Di dalam, terjadi getaran/“tremor” dan beberapa lorong runtuh.
Runtuhan dan jejak SKK
Melinoe menunjukkan lokasi gua-in (runtuhan) yang ia temui.
Liv menggunakan Lotus Wheel untuk menghancurkan batu-batu dan membuka jalan.
Di sepanjang lorong yang rusak, Liv menemukan goresan-goresan baru di dinding—tanda bahwa SKK dan Aisling sudah lewat dan bergerak lebih dalam.
Sepatu Aisling dan kisah masa lalu
Melinoe menemukan sepatu kecil buatan tangannya sendiri, mengonfirmasi bahwa Aisling pernah lewat di sana.
Ia menceritakan bagaimana dulu ia menemukan Aisling sebagai bayi di pintu masuk tambang, membawanya ke Conservation Area 368, dan membuatkan sepatu-sepatu untuknya.
Melinoe mengakui bahwa sebagai mechanoid tanpa pengetahuan pengasuhan, ia pernah keliru sampai hampir membahayakan nyawa Aisling (demam tinggi, tidak bisa “menangis minta makan” setelah emosi “lapar” dimanipulasi).
Seorang pria di area konservasi menolong dengan obat, lalu menyarankan agar sepasang suami-istri yang baru kehilangan anak mengadopsi Aisling. Melinoe akhirnya menyerahkan Aisling kepada mereka, berharap mereka bisa merawatnya lebih baik.
Kekecewaan terhadap manusia
Melinoe kemudian menyimpulkan bahwa orang tua angkat itu mungkin lebih tertarik pada jatah ransum tambahan ketimbang benar-benar mencintai Aisling.
Ia mengaku sekarang sudah tidak mempercayai manusia dan bersumpah bahwa jika Aisling ditemukan, ia tidak akan menyerahkannya lagi pada keluarga lain. Ia ingin merawat Aisling sendiri dan memenuhi semua kebutuhannya.
Ketidaksesuaian cerita dan kecurigaan Liv
Liv membandingkan cerita Melinoe ini dengan “Melinoe” di ilusi/konservasi sebelumnya, dan menemukan beberapa perbedaan:
Kapan dan bagaimana Aisling ditemukan (saat kembali ke tambang vs saat melarikan diri dari tambang).
Cara anak kandung keluarga angkat meninggal (jatuh ke lubang tambang vs serangan Hetero-Creature).
Ketika Liv menanyai usia Aisling, Melinoe menjawab “tujuh, belum genap delapan”, padahal Melinoe juga mengaku menemukan Aisling segera setelah ia “bangun” lebih dari delapan tahun lalu.
Melinoe menutupi kejanggalan ini dengan menyalahkan “chip memori yang error”.
Munculnya ancaman Hetero-Creature
Seiring Liv mengajukan pertanyaan soal usia Aisling, narasi menggambarkan seolah-olah ada “jaring laba-laba” yang mengirim sinyal, memanggil Hetero-Creature dari kedalaman tambang—menandakan ada ancaman yang mulai berkumpul di sekitar mereka.
Kontak singkat dengan SKK
Liv menerima panggilan lemah dari SKK melalui terminal.
SKK tampak terluka dan berlari bersama seorang anak (diduga Aisling), tetapi suaranya terputus-putus oleh gangguan.
Lokasi SKK hanya sempat muncul sebentar sebagai titik hijau di peta sebelum sinyal hilang, cukup bagi Liv untuk mengetahui bahwa ia berada di jalur yang benar.
Liv memutuskan fokus untuk segera menyusul SKK dan Aisling; pertanyaan tentang usia Aisling dan kejanggalan memori Melinoe sementara diabaikan.
Di dalam tambang bersama Aisling dan SKK
SKK dan Aisling berjalan di terowongan tambang yang berubah akibat gempa, sehingga tanda-tanda jalan sebelumnya sulit ditemukan.
Mereka menemukan zona aman sementara. SKK menggunakan terminal untuk mencoba menghubungi orang lain, menjelaskan kepada Aisling apa itu terminal dan “sinyal”.
Saat Aisling berusaha “memanggil sinyal” dengan mengangkat tangan, detektor Punishing tiba-tiba berbunyi keras.
Seekor Hetero-Creature muncul dari terowongan samping dan hampir menyerang Aisling, tapi SKK menariknya dan menembak makhluk itu sambil sedikit terluka.
SKK menggendong Aisling dan melarikan diri ke terowongan gelap yang belum dijelajahi.
Panggilan dengan Liv yang terganggu
Di tengah pelarian, panggilan ke Liv akhirnya tersambung, namun suara Liv sangat terdistorsi.
SKK menjelaskan bahwa mereka di “zona aman” tetapi tiba-tiba muncul Hetero-Creature, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di area itu.
Di layar, SKK melihat siluet seorang wanita di belakang Liv, diduga Melinoe.
Liv meminta SKK membagikan lokasi, namun sulit dilakukan karena SKK harus menggendong anak, melawan Hetero-Creature, dan mengoperasikan terminal sekaligus. Koordinat tak tersampaikan dengan baik.
SKK memperingatkan Liv bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Hetero-Creature dan kristal mineral, serta mengingatkan Liv untuk berhati-hati dengan fluktuasi M.I.N.D.
SKK menyebut ia telah meninggalkan tanda di sepanjang rute dan menyuruh Liv untuk menyusul jika melihat tanda tersebut.
Liv berjanji akan menuju ke sana, namun panggilan terputus mendadak ketika Hetero-Creature lain menyerang, memaksa SKK kembali fokus bertempur.
Pergerakan Liv dan Melinoe dalam tambang
Latar berpindah ke Liv dan Melinoe yang juga berada di dalam tambang, udara lembap dan dingin, mereka bergerak makin dalam.
Gempa kecil terus terjadi. Sebuah batu tajam tiba-tiba jatuh dan hampir menimpa Melinoe, tetapi Liv menariknya mundur tepat waktu.
Liv menganalisis bahwa ini terasa seperti gempa terinduksi akibat stres struktural terpusat, dan memperkirakan episentrumnya dangkal sehingga runtuhan besar mungkin tidak terjadi.
Meski Melinoe cemas akan keselamatan Aisling, Liv memutuskan untuk terus maju. Ia sempat menangkap sekilas posisi SKK dan menggunakan itu untuk menentukan arah, lalu menyimpulkan mereka harus berbelok kanan dan melewati zona aman yang sama.
Liv mempercepat langkah menuju zona aman pertama tempat SKK dan Aisling mungkin sempat singgah.
Pertemuan Liv dengan Hetero-Creature di rute pencarian
Setelah melewati beberapa persimpangan, mereka mendekati zona aman tersebut.
Melinoe menunjuk sesuatu di depan dengan panik.
Naluri tempur Liv bereaksi sebelum visualnya menangkap dengan jelas; ia segera mengeluarkan Lotus Wheel dan menebas Hetero-Creature yang merayap dari bayangan.
Liv mempertanyakan mengapa Hetero-Creature bisa muncul di area ini.
Situasi di tambang & kegelisahan Liv
Liv dan Melinoe tiba di kamp dalam tambang, namun kamp sudah kosong, hanya ada sisa-sisa Hetero-Creatures dan noda darah manusia.
Liv mencoba menghubungi SKK berkali-kali, tetapi hanya mendapat nada sambung dan kemudian terputus, digantikan oleh lolongan Hetero-Creatures.
Melinoe ketakutan, dan Liv merasa tertekan oleh serangan demi serangan dan migren M.I.N.D.-nya yang terus menyiksa. Ia memutuskan menyelam lebih dalam ke dalam M.I.N.D.-nya untuk mencari SKK.
Liv masuk ke dalam M.I.N.D. & kilas balik
Dalam M.I.N.D. yang kacau, Liv “terbang” sebagai burung putih menembus badai ingatan, mendengar kembali suara-suara dari masa lalu (Mistress, Yelena, Fantine, Hippocrates).
Di sisi lain, SKK juga merasakan gelombang rasa sakit lewat Mind Beacon, yang mengarah pada kilas balik hari ketika Liv dipasangkan frame barunya.
Hari pergantian frame Liv
Di ruang adaptasi frame, Asimov dan Rosa menjalankan transfer kesadaran Liv dan kalibrasi frame baru.
Sebelumnya, Liv sudah berdiskusi panjang dengan Hassen dan akhirnya memutuskan menerima teknologi baru yang datanya tidak sepenuhnya pasti aman. SKK sudah menduga pilihan Liv dan tidak mencegah permohonannya.
Liv menyadari risikonya, tetapi memilih tetap maju demi kemungkinan baru yang bisa meringankan beban orang lain. Ia mengutip pertanyaan lama SKK: “Jika tahu masa depan penuh penderitaan, apakah kau tetap akan melangkah ke sana?” dan menegaskan bahwa pilihannya selalu sama: ia akan tetap maju.
Ia menyamakan dirinya dengan burung putih di kisah bahtera Nuh: ingin menjadi pembawa “daun hijau pertama” (harapan) meski harus membayar harga yang sangat mahal.
Sikap Hippocrates & janji SKK
Setelah tes awal frame baru selesai dan Liv mulai menunjukkan adaptasi cepat dalam simulasi tempur, Hippocrates datang dan mengkritik kecenderungan “generasi muda” yang siap mengorbankan diri demi ideal.
Hippocrates menjelaskan: dataset yang dipakai berpotensi mengurangi migren M.I.N.D. Liv, tetapi belum teruji sepenuhnya dan tidak dijamin aman. Bila ia yang memutuskan, ia lebih memilih Liv hidup “biasa” sebagai Construct dengan migren, daripada mempertaruhkan nyawa di garis depan demi seberkas harapan.
Ia mengeluhkan bahwa Liv selalu memposisikan dirinya sebagai pengorbanan, sementara ia (Hippocrates) tak bisa selalu menyelamatkan Liv.
SKK menegaskan akan menjadi “jaring pengaman” Liv, berjanji akan selalu membawanya kembali tak peduli rintangan apa pun. Hippocrates khawatir SKK justru akan ikut terjun ke bahaya bersamanya.
Kembali ke tambang: tekad Liv mencari SKK
Setelah uji adaptasi dalam kilas balik, Liv yang sekarang di tambang terus menggali ingatannya, meski rasa sakit M.I.N.D.-nya tajam dan hebat.
Ia sengaja menahan dan memanfaatkan rasa sakit itu untuk menembus “awan” gangguan mental dan meraih kembali benang koneksi dengan SKK.
Cerita ditutup dengan tekad Liv: ia bersumpah akan menemukan SKK.
SKK dan Aisling melarikan diri lebih dalam ke tambang ketika serangan kesadaran kembali, kali ini mengacaukan saraf visual sehingga menciptakan tebing dan berbagai pemandangan palsu.
SKK menyadari bahwa yang diserang adalah indra penglihatan, bukan Mind Beacon, sehingga “jurang” dan beberapa lingkungan lain hanyalah ilusi; ia berkali‑kali menguji dan menembus ilusi dengan langkah pasti dan tembakan.
Suara Liv beberapa kali terdengar dari arah berbeda, namun SKK menyimpulkan itu juga bagian dari ilusi dan memutuskan tetap mengikuti peta mental rute awal di tambang.
Untuk menjaga komunikasi, SKK menaruh Aisling di punggungnya, mengunci terminal ke kanal Liv, dan menyuruh Aisling terus menekan tombol panggilan meski berkali‑kali gagal tersambung.
Sambil menelusuri lorong berdasarkan peta dan landmark (seperti derek tua), mereka diteror oleh pergantian ilusi cepat—suara Liv yang memperingatkan bahaya, hingga suara intim yang tampak berasal dari masa lalu SKK—namun ia bersikukuh terus maju.
Serangan Hetero‑Creature silih berganti; sebagian hanyalah ilusi, tapi sebagian benar‑benar nyata dan terdeteksi oleh monitor Punishing. Dalam pertarungan, kaki SKK terluka dan amunisinya makin menipis.
Di tengah pelarian, status terminal menunjukkan “In Call” dan akhirnya suara Liv sungguhan tersambung secara terputus‑putus. Liv menyadari SKK terluka dan mengarahkan untuk memakai kotak P3K di pinggang.
Saat bersembunyi dalam gelap bersama Aisling demi menghemat peluru, SKK menyadari ada “sesuatu” yang sedang memburu mereka, entah itu dalang ilusi atau entitas lain, sementara Hetero‑Creature tampak bergerak gelisah di persimpangan.
Setelah terus maju, mereka mendengar suara pertempuran dan menemukan sosok Liv yang tampak sekarat bersandar di dinding, meminta bantuan untuk berdiri. SKK merasakan ada yang janggal dan menyimpulkan bahwa sosok ini bukan Liv asli, lalu memilih pergi begitu saja.
Segera setelah itu, Liv lain muncul, menarik bahu SKK dan mengarahkan ke arah berbeda. Ia memperingatkan bahwa Liv yang pertama adalah ilusi, dan menjelaskan bahwa ada interferensi di area ini yang bisa memengaruhi otak manusia dan M.I.N.D. Construct.
Liv mengaku juga melihat banyak ilusi tentang SKK dan orang lain, dan menyarankan untuk menghindari area tersebut untuk sementara, lalu meminta SKK mengikutinya.
Serangan ilusi Liv dan Hetero-Creature
SKK dan Aisling berjalan di terowongan tambang sambil terus diteror ilusi Liv yang memancing mereka ke arah yang salah.
Berkali-kali sosok “Liv” muncul, lalu lenyap menjadi asap tepat saat ditembak, sementara Hetero-Creature asli menyerang dari bayangan.
Ilusi visual dan suara sangat sempurna, tapi “akting” Liv jelas palsu, sehingga SKK sadar ini adalah manipulasi yang disengaja oleh musuh.
Eksploitasi memori dan perasaan Liv
Di satu titik, banyak “Liv” muncul sekaligus, memanggil SKK seperti dalam “serangan gelombang manusia”.
Salah satu ilusi berbicara dengan nada, kata-kata, dan ingatan yang nyaris sama dengan Liv asli (misalnya saat ia pertama kali melihat SKK di Egret dan hari-hari bahagia di Gray Raven).
Ini membuat SKK menyimpulkan musuh telah mengakses dan memanfaatkan memori serta perasaan Liv untuk memperkuat ilusi M.I.N.D.
SKK kehabisan amunisi dan dikejar sesuatu
SKK terus menembaki Hetero-Creature, tidak bisa membedakan mana yang nyata, hingga peluru hampir habis.
Ia berusaha mundur menuju safe zone Rodent untuk resupply.
Di tengah pertempuran, ia merasakan melalui Mind Beacon bahwa Liv sedang sengaja mengoyak M.I.N.D.-nya sendiri, memanfaatkan rasa sakitnya untuk mencoba menembus gangguan ilusi.
Upaya Liv sesaat berhasil: ilusi di sekitar SKK pecah, ia bisa melihat jalan yang benar dan crane di dekat safe zone kedua, lalu memberi tahu lokasi itu ke Liv sebelum koneksi kembali terputus.
Di sisi Liv dan Melinoe, komunikasi suara singkat terhubung: mereka hanya mendengar napas panik, tembakan, dan kata-kata terputus seperti “sesuatu… memburu…”, sebelum sambungan terputus lagi. Liv menyimpulkan ada musuh yang lebih berbahaya daripada Hetero-Creature biasa.
Liv memaksa diri menembus ilusi M.I.N.D.
Liv menolak berhenti dan terus menyiksa M.I.N.D.-nya sendiri untuk membuka “celah” dalam awan ilusi, hingga kembali menemukan posisi SKK (safe zone dekat crane) lewat Mind Beacon.
Ia mencocokkan info itu dengan peta tambang di terminal dan menentukan rute tercepat.
Meski itu belum membuktikan 100% bahwa sinyal itu dari SKK asli, Liv mempercayai Mind Beacon sebagai satu-satunya petunjuk yang tak dapat dipalsukan.
Perjalanan Liv dan Melinoe menuju lokasi
Liv dan Melinoe bergerak di terowongan, menghadapi gelombang Hetero-Creature. Liv membuka bentuk senjata yang lebih mematikan untuk memaksa jalan.
Melinoe, meski ketakutan, ikut membantu memukul Hetero-Creature dengan besi ketika salah satu hampir menyerang Liv dari belakang.
Dentuman tembakan SKK terdengar di kejauhan, menjadi penunjuk arah mereka.
Setelah berlari tanpa henti, mereka menemukan crane dan posisi safe zone kedua yang sesuai dengan sinyal di terminal.
Penemuan “jenazah SKK”
Setibanya di dekat safe zone, sebuah peluru ditembakkan ke arah Liv. Ia tetap berlari melewati barikade, yakin itu tembakan defensif SKK.
Di balik penghalang, mereka melihat Aisling gemetar memegang pistol dengan dua tangan, berdiri di depan tubuh manusia yang bersandar pada penghalang—SKK—penuh luka dan darah.
Detektor Punishing berkedip merah, namun tubuh manusia itu tak merespons; tampak seperti sudah kritis atau meninggal.
Liv segera menyuntikkan serum, lalu melakukan tindakan medis: membersihkan luka, membalut, dan melakukan CPR, memaksa diri percaya masih ada waktu. Namun, tubuh perlahan mendingin dan tidak merespons.
Di sisi lain, Melinoe memeluk Aisling yang histeris; pistol jatuh dari tangan gadis itu.
Tanda-tanda kejanggalan
Pistol yang dipegang Aisling dikenali Liv sebagai pistol milik SKK (dengan ukiran khas di gagangnya), kini dalam keadaan kosong.
Aisling mengatakan pistol dan terminal diberikan oleh “orang ini”, mengimplikasikan bahwa sosok manusia yang terluka itu adalah orang yang bersamanya.
Di samping tubuh terdapat terminal resmi Babylonia milik SKK—lagi-lagi menguatkan kesan bahwa ini benar-benar SKK.
Namun, saat membersihkan darah, jari Liv menyentuh satu peluru utuh di tanah.
Peluru ini belum pernah ditembakkan, dan keberadaannya di posisi itu tak cocok dengan skenario “pertarungan habis-habisan” biasa. Sistem analisis Liv memberi alarm halus: ada sesuatu yang tidak konsisten.
Meski di permukaan ia menerima bahwa “SKK telah mati”, secara internal ia menyadari ada kemungkinan ini bukan seluruh kebenaran.
Kepergian dari lokasi dengan membawa “tubuh SKK”
Dalam duka yang dalam, Liv membersihkan darah di wajah manusia itu dan dengan ekspresi kosong memanggul tubuhnya di punggung.
Secara logika, sebagai Construct ia seharusnya kuat, tetapi ia nyaris tersandung—secara emosional terpukul dan goyah.
Melinoe mencoba berkata sesuatu, namun Liv memotong tegas bahwa mereka harus segera keluar terlebih dahulu.
Liv menggenggam peluru yang mencurigakan itu diam-diam, menyimpannya sebagai bukti diam bahwa ada sesuatu yang salah dengan kejadian ini.
Pemakaman dan keputusan Liv tinggal
SKK dinyatakan mati dan dimakamkan sederhana di area konservasi.
Liv sangat berduka, tapi menahan diri: ia meyakinkan diri bahwa ini hanya “perpisahan sementara” dan mereka akan bertemu lagi di tempat lain.
Ia melaporkan insiden ke Babylonia dan memutuskan tinggal di Conservation Area 368 sampai pasukan Task Force baru datang.
Melinoe menawari Aisling tinggal bersama Liv agar ia tidak kesepian; Liv menerima.
Dunia “membeku” dan rutinitas Liv
Dari sudut pandang entitas misterius (sebuah mata) di balik “jaring” di langit, terlihat bahwa dunia seperti terperangkap: waktu terasa berhenti, hari-hari berulang tanpa jelas.
Liv menghabiskan hari-harinya: mengirim pesan ke “Babylonia” (yang sebenarnya tidak ada di dunia ini), membantu di pusat medis, dan merawat Aisling seperti seorang ibu.
Penduduk lain tidak menyadari kejanggalan waktu; hanya Liv yang menghitung hari sejak “kematian” SKK (misalnya Hari ke-7).
Entitas kosmik itu mengamati Liv, ingin memilikinya sepenuhnya dan menundukkannya.
Kecurigaan Liv: peluru yang tidak pernah ditembakkan
Di dalam M.I.N.D. Liv, digambarkan lanskap batin yang hancur, penuh kabut merah dan duri, yang ia jejak sebagai “kalender” penderitaannya.
Ia terus gagal menemukan celah untuk melarikan diri dari situasi aneh ini atau berkomunikasi lewat Mind Beacon.
Suatu saat, peluru yang selalu ia pegang jatuh. Saat ia periksa, itu peluru yang belum ditembakkan—padahal seharusnya sudah habis digunakan sebelum ia menemukan “mayat” SKK.
Dari sini ia menyimpulkan bahwa SKK kemungkinan besar belum benar‑benar mati; ada sesuatu yang janggal dengan realitas yang ia alami.
Sudut pandang SKK: selamat dari runtuhan tambang
Flashback: akibat gangguan di M.I.N.D. Liv, Mind Beacon SKK terganggu dan ia hanya sempat memberi tahu Liv tentang lokasi “safe zone kedua dengan crane” sebelum koneksi terputus.
Di tambang, ia berusaha membawa Aisling ke safe zone kedua, tetapi terjadi gempa besar/runtuhan. Ia terjatuh ke level lebih bawah, kehilangan terminal dan pistol (tersisa dua peluru yang ikut terlempar).
Ia melakukan penilaian luka, perawatan darurat, lalu berjalan mengikuti tanda yang pernah ia buat di dinding untuk kembali menyusuri terowongan.
Ia menemukan potongan tubuh Hetero‑Creatures yang jelas bukan hasil tembakan, melainkan tebasan panjang—ia menyimpulkan Liv baru saja lewat dan mengikutinya.
Eksplosif Rodent Squad dan menembus jebakan
Jalan yang diduga dilalui Liv tertutup runtuhan berat; SKK tak sanggup menggeser batu secara fisik.
Ia ingat ada “safe zone” milik Rodent Squad di dekat situ, dan menemukannya.
Di sana:
Crate pertama berisi peluru kaliber besar dan ransum padat (dengan catatan protes soal Vail membawa terlalu banyak makanan).
Crate kedua berisi banyak bahan peledak mini (dengan catatan protes soal Ymir bawa terlalu banyak bahan peledak di dalam tambang).
SKK memakan ransum untuk memulihkan tenaga dan membawa semua bahan peledak, lalu kembali ke titik runtuhan.
Ia meledakkan penghalang pertama dan menemukan lagi jalur yang tampaknya diatur musuh: runtuhan “kebetulan” kedua.
Meski menyadari sedang diawasi, ia tetap memasang lebih banyak bahan peledak dan menghancurkan dinding kamuflase yang menutup jalan.
Penemuan Liv yang terperangkap kristal
Setelah beberapa ledakan, dinding palsu akhirnya hancur, menyingkap sebuah ruang dengan struktur mineral/kristal aneh.
Di dalamnya, Liv terjebak seperti dalam “buaian” kristal—jelas jadi sasaran strategi musuh.
Teriakan dan geraman Hetero‑Creatures mulai mendekat; SKK menyadari bahwa seluruh skema ilusi dan runtuhan ini bertujuan memisahkan dirinya dan menjebak Liv.
Ia menggunakan bahan peledak untuk membasmi gelombang pertama musuh yang menghalangi jalan, memanjat struktur mineral, dan menjangkau Liv.
Pada jarak sedekat itu, ia berhasil membuka Deep M.I.N.D. Connection dengan Liv; Mind Beacon‑nya menyala kuat.
Kebangkitan kembali kesadaran Liv
Dalam M.I.N.D. Liv, sudah “Hari ke‑19” sejak SKK dianggap pergi. Mineral jahat di sekelilingnya perlahan menghapus keberadaan SKK dari pikirannya.
Liv berdiri di depan cermin, seperti tidak mampu menyelesaikan kalimat tentang siapa dirinya: “Aku dari Gray Raven… aku dari Conservation Area 368…”
Air dingin dan rasa terbakar dari peluru di sakunya jadi pemicu: ia menggenggam peluru itu, dan hujan deras metaforis mengguyur M.I.N.D.-nya, menghapus kabut merah.
Dalam pantulan cermin, ia melihat wajah SKK di belakangnya—sosok yang tertanam sangat dalam di jiwanya.
Ia akhirnya bisa memanggil: “SKK!” dan memecahkan cermin dengan pukulan, memicu “badai” yang melanda area tersebut.
Liv tersadar dari suatu “mimpi” panjang dan aneh yang tak bisa ia ingat detailnya. Ia merasa sangat lelah, lalu terdengar ketukan pintu.
Seorang anak perempuan bernama Aisling memanggilnya “Mom” dan menunjukkan keranjang penuh buah liar. Liv bersikap seperti ibu kandung: menasihati agar tidak mendekati area pertambangan, menyuruh cuci tangan, lalu menyiapkan makan siang (sandwich).
Melalui tatapan Liv ke seisi rumah, kita diperlihatkan “riwayat hidupnya”:
Masa kecil bahagia dengan orang tua yang penuh kasih.
Ia kemudian menjadi petugas medis militer saat wabah Punishing Virus dan ikut perang.
Ia mendapat medali karena membangkang perintah mundur demi menyelamatkan puluhan tentara yang terluka.
Cedera membuatnya tak bisa lagi di garis depan, jadi ia beralih ke riset, menjadi Construct dan anggota Star of Life.
Setelah perang berakhir dan umat manusia mulai kembali ke Bumi, Liv memilih tinggal di area konservasi bersama seorang commandant.
Suara kunci pintu terdengar. Liv dan Aisling menyambut sosok yang baru pulang: SKK. Narasi berpindah ke sudut pandang SKK yang kebingungan siapa dirinya dan apa yang sedang ia lakukan, namun “dipandu” oleh suara dalam batin bahwa ini adalah keluarganya.
SKK diyakinkan bahwa:
Liv adalah pasangan hidupnya (disebut sebagai istri).
Aisling adalah anak mereka.
Rumah sederhana dan suasana hangat itulah “rumah” mereka.
Liv memanggil SKK “honey” dengan rasa malu; SKK merasakan ketidakselarasan halus, seolah ada sesuatu yang tak cocok, namun suara batin menegur untuk tidak membawa masalah pekerjaan ke rumah. Perasaan janggal itu perlahan memudar saat Aisling memeluk SKK.
Saat makan siang, mereka membicarakan pekerjaan:
SKK adalah kapten patroli area konservasi setelah pensiun dari Babylonia.
Ada laporan kemunculan Hetero-Creatures di Area Konservasi 375 yang kini “gelap” dan hanya diketahui dari beberapa pengungsi.
Belum ada tanggapan jelas dari World Government; patroli akan ditingkatkan dan ada shift malam.
Liv cemas karena lokasi tersebut dekat, namun SKK menenangkannya dengan mengingatkan bahwa mereka sudah melewati hal lebih buruk (wabah Punishing).
Liv spontan hampir memanggil SKK “Commandant”, lalu menyadari keanehan itu namun memaksa diri menyesuaikan.
Mereka membahas rencana jika keadaan memburuk:
Liv ingin setidaknya mengirim Aisling ke Babylonia agar aman; SKK bersikeras Liv dan Aisling pergi bersama.
Liv menegaskan ia akan tetap di sisi SKK dan melindungi rumah mereka, mengingatkannya bahwa ia adalah perwira berpangkat letnan dengan medali.
Mereka berpisah untuk kembali ke tugas masing‑masing: Liv mengerjakan proyek Star of Life, SKK mengecek patroli, sambil saling menjanjikan “sampai jumpa malam ini” dengan panggilan sayang.
Sore hari, Liv mengerjakan data riset dari Profesor Hippocrates tentang dekomposisi dan optimasi struktur dasar M.I.N.D. Construct.
Ia menemukan sebuah “variabel” samar—lebih mirip hipotesis/kemungkinan baru—dalam data.
Ia tiba‑tiba sadar: mengapa ia bisa begitu memahami struktur internal M.I.N.D. Construct secara rinci, padahal ia seharusnya manusia? Timbul lagi rasa janggal tentang identitas dirinya.
Aisling beberapa kali mengganggu Liv untuk meminta permen.
Liv mengizinkan satu permen saja, lalu menolak permintaan kedua dengan penjelasan sederhana tentang “tubuh sebagai rumah kecil” yang hanya bisa menampung jumlah makanan tertentu, mengajarkan konsep “restraint” (pengendalian diri).
Untuk mengalihkan, Liv mengajak Aisling membuat piring buah berbentuk domba dari buah liar yang dikumpulkan Aisling untuk dimakan bersama saat makan malam.
Malam tiba, narasi berpindah ke sudut pandang entitas yang tidak disebutkan namanya:
“Itu” adalah sesuatu yang selama ini “dipelihara” oleh seorang nurturer (pengasuh), terus diberi segala hal tanpa diminta.
Ia telah menyerap “kegelapan” dari M.I.N.D. sang nurturer: rasa sakit, penderitaan, kesedihan—seolah menjadikannya sumber makanan.
Pengalaman makan permen membuatnya untuk pertama kali memahami apa itu “manis”; ia sangat menikmati “warna” dan sensasi baru tersebut.
Ketika permintaannya akan permen kedua ditolak, ia justru mendapatkan pengalaman baru melalui buah‑buahan yang “lebih harum”, beraroma kompleks, dan mengandung banyak lapisan rasa.
Ia menjelajah M.I.N.D. Liv, membaca warna‑warna bunga dan mencium tanah basah—menandakan bahwa nurturer yang dimaksud adalah Liv.
Sebuah bisikan jauh di jaringan bertanya: “Apakah sudah waktunya?” Entitas itu menjawab sendiri bahwa sudah saatnya.
Ia memutuskan: Liv akan menjadi miliknya sepenuhnya. Ia menyebut Liv sebagai “ibu” yang ia pilih, dan berniat membuat Liv serta M.I.N.D.‑nya benar‑benar menjadi miliknya—bukan karena alasan jelas, hanya karena “ia menginginkannya”.
“Rumah” dalam Jaring Melinoe
Malam hari di area konservasi, di tenda Melinoe yang digambarkan seperti seekor pemintal jaring.
Di rumah, Liv dan Aisling menyiapkan “domba kecil” dari buah dan roti; suasana hangat dan kekeluargaan.
Rapat soal dua pengungsi dari Area 375 dihentikan tiba‑tiba oleh supervisor dengan alasan jam kantor sudah lewat, meski masalah belum dibahas.
Supervisor memaksa semua pulang; “anomali” kecurigaan SKK dipuluskan oleh Melinoe lewat manipulasi bawah sadar. Saat sampai di rumah, SKK disambut Liv dan Aisling dengan hangat.
Tersingkap bahwa ini adalah “sarang” hampir sempurna yang Melinoe ciptakan: tempat aman, hangat, dengan dua sosok “keluarga” yang memberi Aisling kasih sayang manusia.
Cara Kerja Melinoe dan Ilusinya
Diceritakan latar belakang “Psychologist Generation II”: saat ekstraksi emosi tak cukup, mereka mengaktifkan protokol “emotion consumption” yang langsung memakan aktivitas saraf terkait emosi tertentu, membuat emosi itu sementara hilang dari pengalaman manusia.
Melinoe menyadari bahwa walau ia bisa menciptakan ilusi dan “dunia bahagia” yang menjebak, ia sendiri tidak benar‑benar memahami batin manusia.
Strateginya terhadap Liv dan SKK:
Di realitas, ia merekayasa insiden kecil untuk memisahkan mereka dan membuat mereka waspada.
Dalam lapisan ilusi kedua, ia sisipkan anomali dan akting buruk agar mereka curiga dan menyimpulkan: “Kami terjebak.”
Ia memamerkan “retakan” pada ilusi agar mereka “memecahkan cermin”, bersatu kembali, dan tetap di sisi Aisling.
Ia menyiapkan banyak kontinjensi demi Aisling: bisa terhubung lagi dengan Church of Machina, bisa memburu satu Construct Babylonia, apa pun yang diinginkan sang anak.
Akhirnya, Melinoe datang ke rumah membawa sup, diundang makan oleh Liv. Di meja makan, suasana keluarga begitu damai sampai Melinoe sendiri hampir larut, tapi ia menahan diri karena ini adalah bagian dari “perburuan” demi kebahagiaan Aisling.
Serangan Hetero‑Creature di Area Konservasi 368
Digambarkan kehidupan tenang Area Konservasi 368 sebagai “surga tersembunyi” di pegunungan, jauh dari ancaman—sampai suatu hari Hetero‑Creature menyerang dari area tambang tanpa peringatan.
Liv kaget karena ada CPF; ia memeriksa CPF dan memastikan sistem berfungsi normal dan utuh secara teknis.
Dari atas filter, Liv melihat garis pertahanan patroli di bawah komando SKK kewalahan. Supervisor memerintahkan mundur ke area konservasi dan menutup gerbang.
Liv, yang seharusnya “manusia biasa”, secara refleks menunjukkan insting prajurit/Construct dan menyelinap keluar gerbang untuk menyelamatkan pasukan yang tertinggal.
Liv di Medan Tempur dan Runtuhnya SKK
Di medan perang, Liv menolong prajurit satu per satu, memberi perawatan medis sekaligus instruksi bertahan hidup.
Saat mencari‑cari SKK, memori terpendam dari sisi Construct‑nya menyeruak (disebut dari kedalaman M.I.N.D).
Ia akhirnya melihat SKK tergeletak tak sadar di garis depan, didekati beberapa Hetero‑Creature.
Liv, dilanda konflik batin apakah ia seharusnya bisa menggunakan senjata, tetap menembak dan membunuh makhluk itu; para prajurit yang ia selamatkan kemudian membentuk barisan pelindung di sekelilingnya.
Dengan bantuan mereka, Liv berhasil mencapai SKK dan membawa SKK yang tidak sadar kembali ke area konservasi.
Kondisi SKK dan Reaksi Liv & Aisling
Di rumah, Liv merawat SKK yang koma, membersihkan luka dan mengompres dahi.
Melinoe memeriksa dengan alat diagnostik dan menyimpulkan jalur saraf SKK rusak parah; kemungkinan bangun “hampir mustahil”. Ia meminta maaf pada Liv.
Aisling bertanya polos mengapa SKK tidak bisa bermain dan mengapa ada darah. Liv menjelaskan bahwa itu darah dari luka yang didapat saat melindungi rumah.
Saat Aisling menanyakan kapan SKK selesai beristirahat, Liv menenangkannya—mengatakan “segera” dan “semuanya akan baik‑baik saja”, sambil jelas‑jelas menahan emosi.
Sesudah Serangan: Tenang di Permukaan, Luka di Dalam
Serangan Hetero‑Creature terjadi singkat tapi sangat mengerikan; setelah itu, makhluk‑makhluk tersebut lenyap tanpa jejak. Patroli yang tersisa tak menemukan apa pun di area tambang.
Satu‑satunya bukti kejadian hanya bercak darah di sekitar perimeter. Asal‑usul dan ke mana perginya para Hetero‑Creature tetap misteri.
Tujuh hari setelah pertempuran, Liv masih merawat SKK yang tak kunjung sadar: membuka jendela, mengganti bunga, memeriksa alat penunjang hidup, dan berjanji semuanya akan baik‑baik saja.
Ia menggenggam tangan SKK, menempelkannya ke pipinya, lalu menciumnya lembut; namun SKK tetap tertidur lelap, terperangkap dalam koma.
Ingatan masa adaptasi frame baru Liv & harapan masa depan
Cerita dibuka dari sudut pandang SKK yang “terlepas” dari tubuh dan menyaksikan memori Liv.
Memperlihatkan masa saat Liv baru berganti frame dan sedang dalam masa sinkronisasi.
Liv dan SKK sering menjalankan misi ringan bersama dan membicarakan “masa depan setelah perang”:
SKK ingin pensiun, turun ke permukaan, mungkin bantu rekonstruksi atau “melakukan sesuatu” di bawah.
Liv membayangkan tetap bersama Gray Raven dan SKK, beralih ke misi yang lebih damai seperti budidaya tanaman atau arkeologi.
Ia juga berkhayal membuka toko roti: Liv membuat kue, Lucia di kasir, Lee urus minuman, dan SKK jadi pencicip resmi.
Dalam semua bayangannya, sosok SKK selalu ada di sisi Liv.
Kondisi sekarang: SKK koma dan dirawat Liv
Di masa “kini”, SKK terbaring koma, nyaris tanpa tanda vital, dirawat di rumah oleh Liv.
Liv tetap merawat tubuh SKK, memberi nutrisi, membersihkan, dan berbicara seolah SKK hanya sedang tertidur.
Aisling mempertanyakan apakah SKK akan mati, mengingat indikator medis menunjukkan kondisi kritis.
Liv mengakui ia tidak tahu apa yang akan dilakukan jika SKK mati, dan menegaskan ia tidak bisa menerima dunia tanpa SKK.
Kekhawatiran Melinoe dan “suara” misterius
Liv datang ke stasiun medis untuk mengambil suplai nutrisi.
Melinoe dengan hati-hati menyarankan bahwa mungkin sudah saatnya Liv “melangkah maju” demi Aisling, karena SKK praktis sudah “tidak tertolong”.
Liv menolaknya secara tegas dan meminta suplai sesuai jatah saja.
Setelah Liv pergi, terungkap bahwa ada entitas (diidentifikasi sebagai Aisling oleh Melinoe di akhir percakapan) yang berbicara dengan Melinoe:
Entitas itu telah “mengambil pecahan kesadaran” (consciousness shards) SKK dan ingin mengambil Liv juga.
Ia sangat menginginkan M.I.N.D. Liv secara khusus, menolak M.I.N.D. lain.
Melinoe membuka semacam struktur raksasa mirip jaring laba-laba yang berubah menjadi Red Tide, dan menyatakan akan mengabulkan keinginan Aisling untuk menebus penyesalan yang tak bisa dihapus.
Serangan Red Tide di Conservation Area 368
Red Tide menyelimuti area konservasi, memutuskan semua komunikasi. Banyak anggota patroli tewas seketika; stok serum dan perlindungan habis.
Warga panik; area seperti terperangkap badai tanpa harapan bantuan.
Liv merasa semua ini seperti panggung yang mendorongnya mengambil peran yang diinginkan “seseorang”.
“Kebangkitan” SKK dan hilangnya tubuh fisik
Aisling memberitahu Liv bahwa SKK di kamar telah membuka mata.
Liv lari pulang dan melihat sosok SKK yang kurus berjalan keluar rumah, mendekati area Red Tide.
Sebelum Liv bisa meraih, tubuh SKK ditelan Red Tide dan lenyap. Liv hancur secara emosional.
Melinoe mencoba menenangkan Liv dan mengingatkan bahwa Liv masih punya Aisling.
Aisling masuk ke Red Tide dan wujud baru dalam gelombang merah
Aisling melihat SKK di dalam Red Tide dan, tanpa takut, berlari masuk.
Waktu seakan berhenti; semua orang terpaku.
Di dalam Red Tide, “Aisling” terurai dan dibentuk ulang.
Sosok lain tanpa wajah tapi dengan siluet yang jelas dikenali Liv sebagai SKK muncul di samping Aisling.
Dari dalam Red Tide, “Aisling” memanggil Liv sebagai “mom” dan mengajaknya “makan little lamb” dan “tinggal bersama SKK selamanya”.
Siluet SKK di samping Aisling runtuh, seolah menandakan akhir yang tak terelakkan.
Konfrontasi mental Liv dengan Aisling/Red Tide
Aisling di dalam Red Tide menangis dan merajuk, mempertanyakan kenapa Liv tidak datang, apakah Liv tidak mencintai mereka.
Red Tide menguat seiring eskalasi emosi Aisling.
Liv justru tenang dan sedih, bukan panik atau putus asa seperti yang “Red Tide/Aisling” harapkan.
Liv mengakui bahwa ia mencintai SKK dan juga Aisling, dan bahwa ia memang sempat terbuai dalam kehangatan “dunia” yang diciptakan Aisling (ilusi hidup bersama, aktivitas harian, dll.).
Namun, Liv mengungkap bahwa ia sudah menyadari kejanggalan dan sejak awal mencurigai semua orang, tetapi menahan diri untuk tidak membongkar ilusi itu.
Liv menyatakan tujuan sebenarnya: menangkap Aisling dan mengungkap dalang
Langit ilusi pecah, menyingkap kehampaan merah; Red Tide turun dari langit.
Liv menyatakan bahwa ia ingin “menangkap” Aisling—mengetahui siapa yang menciptakan tempat ini dan siapa yang menginginkan kematian Liv dan SKK.
Red Tide dan ilusi dunia runtuh; Liv menancapkan tangannya ke dalam Red Tide meski “infeksi” menjalar di lengannya.
Ia mengakui bahwa ia tidak ingin percaya bahwa pelakunya adalah Aisling, tetapi kini harus menghadapinya.
Liv menggenggam sesuatu di dalam Red Tide: seutas kain milik SKK (pita/cloth strip Gray Raven yang sebelumnya diikatkan di pergelangan tangannya).
Liv menantang entitas itu untuk “melihat sendiri apa sebenarnya yang diinginkannya”, lalu melancarkan serangan ke pusat Red Tide dengan Lotus Wheel.
Ilusi Melinoe Dihancurkan & Penyambungan Kembali ke Liv
Lotus Wheel menghantam Melinoe dan menghancurkan ilusi yang ia tenun.
Langit ilusi runtuh, dan SKK terlempar keluar dari peran sebagai pengamat bisu dalam hidup Liv.
Di tengah runtuhnya ilusi, SKK berhasil menemukan M.I.N.D. Liv. Sebuah “benih” cahaya dalam M.I.N.D. Liv mulai bertunas, dan Liv menggenggam tangan SKK, lalu mereka berdua jatuh ke dalam kehampaan sambil saling berpegangan.
Aisling Memasuki M.I.N.D. Liv & Menemukan Kengerian di Dalamnya
Aisling (disebut masih sebagai “anak”) melihat mereka berdua jatuh dan diliputi kemarahan cemburu: ia merasa Liv tidak memberinya “semuanya” seperti Melinoe dahulu.
Red Tide membentuk cakar yang mencoba meraih mereka. Aisling menembus M.I.N.D. Liv tanpa perlawanan, berharap menikmati M.I.N.D. Liv yang ia bayangkan indah, hangat, dan manis.
Saat menyentuh M.I.N.D. Liv, ia justru menyaksikan lanskap mengerikan: lautan darah, duri, fragmen memori penuh jeritan dan keputusasaan, wujud-wujud manusia yang terbentuk dari tanah dan lautan merah.
Aisling syok karena M.I.N.D. Liv bukan “mimpi manis” seperti yang ia dambakan.
Seekor burung putih bersayap berlumur darah turun, lalu berubah menjadi Liv berambut perak. Liv menyatakan bahwa kengerian itu memang M.I.N.D.-nya.
Liv menjelaskan bahwa keluarga tidak saling membebani dengan penderitaan, sehingga Aisling tidak pernah merasakannya di “rumah.” Liv menegaskan bahwa Aisling hanya “memilih” orang lain (Melinoe, Liv, SKK) sebagai boneka untuk memuaskan keinginannya, bukan sebagai keluarga yang sesungguhnya.
Aisling menuduh Liv juga berbohong padanya dan memutuskan untuk menjadi “anak nakal” yang akan mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara apapun. Bayangan mulai menyelimuti M.I.N.D. Liv.
Zona Aman dalam M.I.N.D. Liv & Analisis Tentang Musuh
Sementara itu, jatuhnya mereka berdua berhenti, berganti menjadi mendarat lembut di sebuah danau tenang di bawah langit senja.
Liv menjelaskan bahwa tempat itu adalah “zona aman” buatan dalam M.I.N.D.-nya, serupa teknik Rodent Squad, yang terbentuk berkat dataset yang diberikan Asimov untuk meringankan gejala pada M.I.N.D. Liv.
Liv merasakan ada sesuatu yang sudah lama bersemayam dan mempengaruhi M.I.N.D.-nya sejak di area konservasi atau tambang. Ia mencurigai Aisling, namun menilai Aisling tak mungkin melakukannya sendirian.
Mereka menyimpulkan: Melinoe dan Aisling bisa mengakses memori Liv untuk membuat ilusi, tetapi tidak bisa mengakses memori SKK, terbukti dari “SKK palsu” dalam ilusi yang hanya punya memori terbatas di area konservasi. Ini jadi kelemahan musuh yang bisa dimanfaatkan.
Liv menolak rencana yang akan membuat SKK kembali mengambil risiko dan menegaskan tak ingin kehilangan SKK lagi, teringat pada rasa sakit saat dulu memilih frame Empyrea dan kemungkinan membuat SKK mengalami penderitaan yang sama.
Melinoe Menggencarkan Ilusi & Gagal Memisahkan Keduanya
Melinoe kembali menjerat mereka dengan jaring laba-laba dan mimpi buruk berlapis-lapis: gurun, pantai penuh Hetero-Creature, lembah bersalju, dan ilusi kehidupan sehari-hari (bangun pagi, rasa lelah, fragmen memori yang tak nyambung).
Di tengah ilusi “hari biasa saat hujan”, sebuah “benang” dalam kesadaran SKK menuntunnya ke Liv. Liv berlari menembus hujan, mereka saling menyentuh, dan ilusi runtuh lagi ke dalam kegelapan.
Liv menyadari Melinoe menggunakan kekuatan misterius Aisling, dan memperingatkan bahwa pengaruhnya makin kuat, namun menyatakan mereka hampir siap “menutup jaring” kontra-serangan mereka.
Melinoe lalu menciptakan serangkaian ilusi ekstrem: mereka berdua menjadi Corrupted, menjadi bunga di lautan bunga, menjadi angin dan daun, menjadi biji dan awan hujan—namun dalam semua bentuk, mereka tetap mampu saling menemukan.
Melinoe syok karena ikatan mereka tak bisa diputus ilusi apa pun, sementara Aisling terus menuntut agar janjinya dipenuhi: Liv sepenuhnya “menjadi miliknya.”
Kilasan Masa Lalu: Melinoe, Aisling, dan Rasa Bersalah
Melinoe, di dalam jaringnya, mengingat masa lalu setelah wabah Punishing: ia hidup tanpa tujuan di terowongan tambang, menelan emosi negatif para pekerja, hingga nyaris memutuskan untuk menghancurkan diri.
Pada saat itulah ia menemukan seorang bayi dan memutuskan merawatnya: Aisling. Anak itu menjadi harapan, mimpi, sekaligus penebusan bagi Melinoe.
Percobaan Melinoe membesarkan Aisling sendiri hampir membuat Aisling tewas (demam tinggi, tak tahu cara merawat). Melinoe lalu meninggalkannya di gerbang area konservasi, berharap ada yang bisa menjaganya.
Namun Aisling mengejarnya kembali melalui terowongan, menangis dan memanggil “Mom”, lalu terpeleset dan jatuh dari ketinggian hingga meninggal.
Melinoe lama hidup sendiri di tambang gelap, meratapi kematian Aisling di depan batu nisan sederhana dan berdoa: jika Aisling bisa kembali, ia akan memberikan segalanya.
Suatu waktu, muncul suara gemuruh dan “bayi aneh” di dekat makam Aisling—itulah awal “Aisling” yang sekarang: sosok misterius yang terikat oleh kerinduan dan janji Melinoe.
Jaring Terbalik: Kekuatan Melinoe Dipatahkan
Kembali ke masa kini, Melinoe menyadari ada yang salah. Cerminan seperti permukaan kaca muncul di antara benang-benangnya.
Ia berusaha panik menata ulang jaring ilusi, tetapi benang-benang sutra mulai tercemar dan putus oleh bilah-bilah tajam yang seperti cermin di sisi lain.
Melinoe tersadar bahwa lawannya (Liv dan SKK) telah membalikkan kekuatan itu dan menggunakannya melawan dirinya.
Sebuah benang sutra utama putus, dan jaring raksasa ilusi Melinoe mulai runtuh.
Keluar dari “mimpi” Melinoe
Kekuatan dari ujung lain “benang laba-laba” menjadi terlalu kuat, sehingga Melinoe tak lagi bisa mempertahankan dunia mimpi.
Sebuah cahaya muncul di kegelapan; Liv menutup “mata” SKK dan mengatakan bahwa mereka akan bertemu lagi di dunia nyata.
Cahaya putih menyilaukan, lalu semuanya menjadi gelap. Kesadaran SKK kembali ke tubuh di dalam tambang, di tempat terakhir ia tersambung Deep M.I.N.D. dengan Liv di atas sebuah platform batu.
Keadaan di tambang dan “Aisling”
SKK mendengar suara kecil dan melihat anak berambut biru-bermata emas (“Aisling”) yang menyadari bahwa Melinoe gagal membawa “makanan” yang ia inginkan.
Aisling bingung: ia mempertanyakan apakah itu berarti SKK tidak “mencintainya”, dan membandingkan “cinta” yang ia pahami dari sang “nurturer” (pengasuh) yang selalu memberinya segalanya.
Di platform batu, Liv tertidur, senjatanya berubah menjadi kokoon/kepompong kristal pelindung yang menutupi SKK dari korupsi mineral. Teks menegaskan bahwa “cinta” Liv menjelma menjadi kokoon yang memeluk “dunianya” (SKK).
Konfrontasi singkat dengan Aisling
Aisling naik ke platform dan hendak menyentuh Liv, namun kokoon mineral hancur dan kristal runtuh.
SKK melepaskan diri dan menodongkan pistol ke Aisling, menolak ilusi “keluarga” yang ia tawarkan: disebut sebagai mimpi palsu atas nama cinta, bukan keluarga sungguhan.
Aisling memohon agar SKK tetap bersamanya, mengaku mencintainya, tetapi SKK menegaskan bahwa itu bukan cinta: ia hanya memanfaatkan Liv, Melinoe, dan SKK.
Tembakan peringatan mengenai tanah di depan kaki Aisling, membuatnya mundur ketakutan. Ia tampak terluka secara emosional, namun narasi mempertanyakan apakah itu kesedihan tulus atau sekadar akting.
Aisling melarikan diri dan kebangkitan Liv
Liv mulai terbangun; Aisling mundur, lalu lari menyusuri terowongan cabang, sempat menoleh terakhir kali ke arah Liv dan SKK.
Aisling menyadari Liv kini jauh lebih kuat secara M.I.N.D., mampu melawan ilusi Melinoe, sehingga ia tak bisa menghadapinya secara langsung. Ia juga bingung mengapa ia tak dapat memasuki pikiran SKK meski sangat kuat, sekaligus merasakan tarikan aneh untuk mendekat.
Ditampilkan kilas balik singkat akan “hari-hari bersama” (Aisling menyambut “pulang”, bicara soal buah liar dan bertanya tentang padang rumput) yang menegaskan bahwa itu bagian dari dunia ilusi dan ikatan palsu yang ia bangun.
Di terowongan gelap, Aisling berlari sambil menggenggam lencana Gray Raven, bertekad suatu hari memahami semua misteri ini dan “tumbuh dewasa”.
Situasi setelah mimpi: rencana mengejar Aisling
Liv sepenuhnya sadar dan mencari SKK dengan cemas sampai ia menemukannya.
Liv melihat siluet Aisling di kejauhan dan refleks masuk posisi bertarung, tetapi tubuhnya melemah dan ia hampir jatuh, lalu ditopang oleh SKK.
Liv menjelaskan kondisi M.I.N.D.-nya: bagian luarnya masih kacau, tapi dengan koneksi Deep M.I.N.D. ke SKK, kekacauan itu bisa dikendalikan. Ia merasa akar masalah ada lebih dalam di dalam tambang, bukan hanya di mineral.
Liv mengambil sampel mineral dan menyimpannya, lalu menyadari Aisling berlari lebih dalam. Ia menyebut adanya laboratorium riset di dalam tambang dulu—tempat Melinoe pernah bekerja—yang mungkin terkait.
Komunikasi dengan skuad Rodent gagal (tak ada sinyal). SKK membuka peta kasar Rodent yang menunjukkan area terdalam tambang masih tak dipetakan dan ditandai tanda tanya.
SKK memutuskan untuk mengejar Aisling ke kedalaman tambang, dan Liv setuju.
Perjalanan dengan kereta tambang
SKK dan Liv berhasil menyalakan satu-satunya kereta tambang yang masih berfungsi dan mulai melaju menuju laboratorium di sisi lain tambang.
Penemuan dokumen dan data Melinoe
Liv memeriksa dokumen dari sekitar laboratorium: log eksplorasi, protokol lab, dan inventaris.
Ia menemukan data tentang “Psychologist Generation III, Serial Number III-0007”, yang diduga adalah Melinoe, serta catatan “treatment” psikologisnya terhadap para pekerja tambang dan staf lab.
Contoh kasus pasien: “penyembuhan” paksa
Andre (36, operator mesin tambang) datang dengan keluhan burnout berat dan ingin pulang, menolak dianggap sakit jiwa.
Melinoe mengabaikan emosinya, mengaktifkan “emotion extraction protocol”.
Setelah protokol selesai, Andre jadi kosong, lupa keinginannya untuk pulang. Konsultasi dinyatakan selesai dan ia diminta menilai pengalamannya.
Lalu ditampilkan sekilas intake pasien lain (Jennica, Monnan, dll.), semuanya dengan diagnosis burnout dan masalah pribadi/pekerjaan.
Skala tindakan Melinoe
Terdapat lebih dari 1.300 entri catatan treatment, yang jika dicetak menjadi 2.600 halaman, menunjukkan bahwa sangat banyak pekerja telah menjalani prosedur serupa.
SKK dan Liv sama‑sama menghela napas lelah melihat besarnya skala praktik tersebut.
Rekaman CCTV ruang konsultasi
Rekaman bertahun-tahun menunjukkan Melinoe selalu duduk tersenyum, menerima arus pekerja yang datang dengan emosi kuat, lalu keluar tampak “lega” setelah sesi.
Kemudian terjadi insiden di tambang:
Mesin-mesin “mengamuk”.
Evakuasi darurat dilakukan.
Seorang pekerja ingin menyelamatkan Melinoe karena dia adalah “aset perusahaan”, tapi rekannya memilih menyelamatkan diri.
Suara logam beradu, jeritan, dan kamera terjatuh, merekam dari sudut miring.
Kebangkitan Melinoe pasca-insiden
Meski tambang kacau, kamera masih menyala berkat generator cadangan. (Melinoe) terlihat duduk diam.
Tanpa ada manusia yang mengaktifkan, ia membuka mata sendiri, berdiri dengan suara logam berderit, lalu berjalan ke arah kamera yang jatuh.
Kembali ke waktu sekarang
Rekaman berakhir.
Liv mengabarkan bahwa mereka hampir tiba di laboratorium di sisi lain.
SKK bersiap untuk apa yang menanti di sana.
Adegan berlangsung di dalam tambang yang gelap dan penuh jaring laba-laba.
Melinoe duduk sendirian, memikirkan kepergian "Aisling" dan menyadari bahwa benang sutra laba-labanya putus, menandakan kekuatannya gagal dan ia tak bisa “memiliki” mereka sepenuhnya.
Ia merasakan bahwa keberadaannya sudah ditemukan Liv.
"Aisling" bertanya apa yang harus dilakukan.
Melinoe memutuskan bahwa Aisling harus pergi sendirian karena kekuatan anak itu belum cukup kuat untuk menghadapi musuh.
Ia menyuruh Aisling mencari Wheel of Fortune, karena ia telah menitipkan sesuatu di sana yang akan dipahami Aisling nanti.
Aisling ingin Melinoe ikut bersamanya dan bahkan menawarkan untuk melindunginya, tapi Melinoe menolak karena jika mereka pergi bersama, keduanya tidak akan bisa lolos.
Melinoe bertekad tinggal dan menahan musuh untuk memberi Aisling waktu melarikan diri, memperlakukannya dengan lembut seperti seorang ibu—menata rambut dan pakaian, mengingat ketika ia dulu menggendongnya sebagai bayi.
Ia mengekspresikan penyesalan karena tidak dapat melindungi “dia” di masa lalu, dan bertekad setidaknya bisa melindungi Aisling sekarang.
Sebelum berpisah, Melinoe menyuruh Aisling berlari sejauh mungkin, bersembunyi, tumbuh besar dan kuat, serta mengingatkan: “Jangan menoleh ke belakang.”
Liv dan SKK berada di terowongan tambang yang diselimuti kabut muram, dengan suasana berduka atas tragedi yang pernah terjadi di sana.
Mereka menyimpulkan bahwa setelah anak asli Melinoe yang bernama Aisling meninggal, Melinoe kemudian membesarkan “Aisling” lain sebagai penggantinya.
Semua “anak” yang terlihat dalam ilusi sebenarnya adalah satu sosok yang sama: Aisling kedua.
Liv mempertanyakan siapa sebenarnya “Aisling” ini, karena tidak ditemukan jejak Punishing padanya, kecuali jika ia sendiri yang menyembunyikan atau mengendalikannya.
SKK menduga “Aisling” mungkin mirip Hetero-creature seperti Cradle atau Hetero-Sapien twins, dan bukan sekadar manusia biasa.
Motif Aisling kedua dipertanyakan: ia rela mengorbankan seluruh “sarang” hanya demi menyelidiki M.I.N.D. Liv, khususnya satu dataset khusus yang hanya dimiliki Liv dan tidak ada pada construct lain.
Baik Liv maupun SKK tidak memahami mengapa Hetero-creature akan membutuhkan dataset tersebut; motifnya terasa tidak selaras dengan sifat Hetero biasa.
Liv kemudian menegaskan prioritas mereka: menghentikan Melinoe dan menemukan Aisling kedua sebelum ia menimbulkan lebih banyak bahaya.
Mereka menyimpulkan Melinoe, sebagai seorang “ibu”, kemungkinan besar sedang berusaha memberi waktu bagi Aisling untuk melarikan diri, dan karena itu seharusnya menunggu mereka di depan.
Melinoe, yang terluka parah dan bukan tipe mechanoid tempur, menyadari bahwa dirinya telah dimanipulasi oleh “anak” yang ia besarkan, makhluk aneh yang muncul di makam anaknya, Aisling.
Ia mengakui bahwa ia tidak sepenuhnya paham alasannya sendiri: mungkin untuk menebus kematian Aisling, merasa lebih “manusia,” atau menyalurkan cinta yang tak punya tempat lain—dan menyimpulkan bahwa semua itu hanyalah bentuk cinta yang berbeda.
Melinoe menanggung rasa bersalah dan penderitaan, lalu bertanya pada Liv apakah mechanoid memiliki jiwa. Sebelum ada yang sempat bereaksi, ia menekan tombol penghancur diri dan meledakkan dirinya sambil mengucap selamat tinggal pada Aisling.
Ledakan mengguncang tambang. Setelah debu mereda, Melinoe telah lenyap. Liv menemukan sebuah kotak penyimpanan data dan menyadari bahwa makhluk “anak” itu telah memanfaatkan cinta Melinoe demi keinginannya sendiri akan cinta, perlindungan, dan rumah aman, hingga Melinoe terjerat dalam “jaring” yang ia tenun sendiri.
Tidak ditemukan jejak “Aisling.” Liv mengumpulkan sisa-sisa tubuh Melinoe, memurnikannya, lalu menguburkannya di samping makam Aisling, seolah menyatukan ibu dan anak dalam kematian. Ia berharap Aisling kini bisa beristirahat dengan lebih tenang, berada dalam “mimpi” di mana ia hanya punya ibu yang benar-benar menyayanginya.
Setelah Melinoe menghilang, serangan pada M.I.N.D. Liv dan Mind Beacon milik SKK berhenti. Namun masih ada fluktuasi kecil pada M.I.N.D. Liv.
Liv menjelaskan bahwa “anak” itu sangat ingin mengambil M.I.N.D.-nya hingga nekat menyusup ke lapisan luar M.I.N.D. Liv. Ia gagal mengambil apa pun; sebaliknya, Liv “memaksanya” meninggalkan sesuatu di dalam. Hal ini sebenarnya tindakan berisiko, tapi Liv menegaskan bahwa ia baik-baik saja.
Liv berjanji tidak akan mempertaruhkan nyawanya, bahkan demi harapan, lalu meminta SKK berjanji melakukan hal yang sama. Pilihan dialog mengizinkan SKK menjawab bahwa ia akan berusaha atau berjanji.
Liv lalu mengalihkan pembicaraan dan mengajak SKK memeriksa laboratorium yang sebelumnya belum sempat mereka teliti, karena mungkin berisi data berguna.
Sementara berjalan di tambang yang gelap, SKK teringat mimpi buruk tentang keputusasaan Liv bila dirinya mati, namun juga dihantui “gema” dari tiga puluh tahun di masa depan: kemungkinan bahwa satu-satunya cara menghancurkan “akhir takdir” adalah melalui kematian SKK sendiri.
Liv menyadari SKK berhenti melangkah dan memanggilnya. SKK menepis kegundahan itu dan menyusul Liv, lalu mereka berdua melanjutkan perjalanan ke dalam tambang.
Penemuan laboratorium & Mineral-E
Liv dan SKK kembali ke laboratorium di atas lubang besar yang tampak seperti bekas “cangkang telur” raksasa yang meledak dari bawah tanah.
Dari log peneliti bernama Monnan (Golden Age), terungkap bahwa fasilitas ini meneliti penggantian material dalam struktur M.I.N.D. dengan Mineral‑E.
Monnan mengalami depresi, terobsesi eksperimen, lalu terjadi wabah virus yang menginfeksi mechanoid tambang dan membuat mereka membantai semua orang. Ia menyembunyikan log dan kalungnya, meminta orang yang menemukannya mengantarkan kalung itu ke adiknya.
Hubungan dengan ledakan tambang & Hetero-Creatures
Bekas ledakan di bawah laboratorium masih baru, kemungkinan bertepatan dengan transmisi pertama Area Konservasi 368 ke Babylonia.
Supervisor area konservasi menjelaskan bahwa setelah ledakan kecil di terowongan tambang beberapa tahun lalu, Hetero‑Creatures mulai bermunculan. Task Force Babylonia menduga ledakan itu membuka jalur baru yang menghubungkan ke tempat lain.
Misteri “Aisling” dan Melinoe
SKK menduga mineral di bawah tanah itu seperti cangkang telur, dan sesuatu “lahir” dari sana—diduga “Aisling”.
Motivasi Aisling dan alasannya mengincar M.I.N.D. Liv masih belum jelas, sehingga bukti dan log dibawa agar dianalisis Babylonia.
Kembalinya skuad Rodent
Tiba‑tiba tiga Construct—Flayo, Vail, dan Ymir dari Rodent Squad—muncul dari dinding batu setelah menggali naik dari dasar tambang.
Mereka kehilangan ingatan tepat setelah kontak dengan Gray Raven sebelumnya, sadar‑sadar sudah di dasar tambang tanpa terminal, M.I.N.D. mereka hanya sedikit rusak.
Liv menyimpulkan Melinoe yang memanipulasi mereka. Rodent memutuskan kembali ke Babylonia, sementara Gray Raven kembali ke Area Konservasi 368.
Area Konservasi 368 “normal” tapi janggal
Saat kembali, suasana area tampak normal: patroli biasa, penduduk mengumpulkan makanan, supervisor bingung soal lamanya mereka pergi.
Supervisor mengaku pos medis sudah lama tak dipakai dan tidak mengenal nama “Melinoe”. Tenda Melinoe kini kosong dan berdebu.
Komunikasi dengan Babylonia kembali lancar; disimpulkan gangguan sebelumnya berasal dari interferensi pihak Melinoe/Aisling.
Teorinya: Melinoe memakai kekuatan Aisling untuk memanipulasi M.I.N.D. penduduk; setelah ia lenyap, pengaruh itu perlahan memudar.
Kilasan aneh yang dilihat Liv
Saat transport tiba, supervisor menawari mereka makan untuk terakhir kalinya.
Dalam sekejap, Liv melihat seluruh penduduk berhenti dan menatap transport yang lepas landas dengan serempak dan sunyi.
Saat ia berkedip, pemandangannya kembali normal (penduduk sibuk, anak‑anak berebut makanan). Log internalnya tidak merekam momen menakutkan itu.
Liv mengira ada masalah di modul visual; SKK berjanji akan mengajukan pemeriksaan frame ke Science Council.
Perjalanan Aisling & asal-usulnya
Di luar area, Aisling bergerak cepat meninggalkan tambang, hampir menyatu dengan alam (angin, hujan, kilat), ditemani mechanoid bernama “Wheel of Fortune”.
Ia mengingat “panggilan” jauh yang memicu kelahirannya: kesadaran “dia” jatuh ke dalam tambang dan dipeluk mineral, membentuk “telur”.
Aisling yakin ia memiliki seorang “ibu”: suara yang memanggilnya ke dunia ini.
Di dalam telur, ia pertama kali mendengar suara mechanoid—Melinoe—yang memohonnya kembali sebagai “anak”, berjanji memberikan semua cinta dan apapun yang ia mau. Aisling pun “lahir”.
Melinoe menamainya “Aisling”, membangun “keluarga” palsu: memanipulasi M.I.N.D. penduduk konservasi sebagai “keluarga” dan memilih sepasang orang sebagai “orang tua” Aisling.
Meski Melinoe baik dan penuh kasih, Aisling merasa Melinoe bukan “ibu sejati” yang memanggilnya, dan ia tetap punya “misi” yang belum ia pahami.
Ketertarikan Aisling pada Liv & Babylonia
Aisling merasakan “munculnya” sesuatu (seperti tunas lembut yang tumbuh) dalam M.I.N.D. Liv, padahal menurutnya “mereka” belum seharusnya muncul. “Mereka” seharusnya milik Aisling.
Ia juga menangkap informasi soal F.O.S. (Babylonia) dari data M.I.N.D. dan dokumen penelitian: tempat di mana teori M.I.N.D. dan substansi penampung kesadaran diteliti.
Saat mengetahui keberadaan Liv, Aisling berkata pada Melinoe bahwa ia menginginkan Liv sebagai “ibu” yang ia pilih sendiri dan ingin menjadikan M.I.N.D. Liv sepenuhnya miliknya. Melinoe setuju dan mendukungnya, bekerja sama dengan Wheel of Fortune.
Rencana menjatuhkan F.O.S. (Babylonia)
Di daratan bersalju, Wheel of Fortune menanyakan keputusan Aisling. Ia menjelaskan bahwa sesuatu di dalam M.I.N.D. Liv sudah berubah dan “berakar” (bukan pertanda baik bagi Aisling).
Terdorong oleh informasi tentang F.O.S., Aisling bertanya apakah mereka bisa membuat F.O.S. jatuh.
Wheel of Fortune dengan antusias menyetujui: ia sudah mengelabui Aerospace City untuk menyelundupkan suplai dan menyiapkan “gear army”; dengan kekuatan Aisling, waktunya sangat tepat.
Aisling menyatakan, “Kalau begitu, mari kita jatuhkan F.O.S.”
Kilasan Masa Lalu Hassen & Lahirnya World Government
Diceritakan kembali kondisi kelam Golden Age: kemiskinan ekstrem, udara segar jadi barang mewah, dan kesenjangan sosial yang parah.
World Government perlahan terbentuk.
Trillard merekrut Hassen ke posisi baru yang menuntut kebijaksanaan dan kerahasiaan; Hassen menerimanya.
Munculnya Punishing & Pembentukan Task Force
zero-point reactor meledak dan memicu ledakan Punishing virus yang menyebar ke seluruh dunia.
Hassen menyatakan bahwa tingkat bahaya Punishing disembunyikan sebagai rahasia tertinggi World Government.
Ia memberi Charon identitas baru dan menempatkannya sebagai komandan skuad Gaia Elephant dalam Task Force, dengan tujuan “anak-anak umat manusia akan kembali ke Bumi”.
Perdebatan Teknologi Inti M.I.N.D. di Era Pasca-Pandemi
Dalam masa tengah Post-Pandemic Age, banyak Construct gugur di permukaan.
Nikola mendesak penggunaan teknologi terlarang untuk mengurangi korban, tetapi Hassen menolak.
Hassen menegaskan: teknologi tertentu (terkait M.I.N.D. core) telah disegel sejak puncak Golden Age oleh World Government dan Science Council, dan ia tidak mau berjudi dengan sifat dasar manusia.
Ia memilih menanggung beban korban jiwa sekarang demi menjaga masa depan peradaban.
Masa Kini: Sinyal Aneh di M.I.N.D. Liv & “Phylotree of Ousia”
Asimov melapor ke Hassen: terdeteksi sinyal baru dari M.I.N.D. Liv, dengan gelombang kacau namun punya beberapa frekuensi yang cocok dengan dataset frame Liv.
Sinyal ini bukan bagian dari Punishing, namun bersifat parasit terhadapnya dan diduga berkorelasi dengan dataset yang pernah ditemukan sebelumnya.
Hassen mengidentifikasinya sebagai “Phylotree of Ousia”, suatu istilah/konsep yang sudah lama tidak diucapkannya.
Asimov menyinggung bahwa Hassen selalu menghambat riset pribadinya soal ini.
Hassen menjelaskan bahwa “suspension of all M.I.N.D. core technology research” adalah konsensus universal: World Government, Kowloong, Transatlantic Economic Community, dan organisasi bawah tanah semuanya menyetujui pelarangan.
Ketika Asimov menyebut nama Dominik, Hassen terdiam dan hanya mengatakan suatu hari nanti ia akan menjelaskan, dan hari itu mungkin sudah dekat. Pembicaraan diakhiri sepihak oleh Asimov.
Hassen menatap bintang dan menyebut “Reconquista Age” telah dimulai.
Kematian Kolm Lebrant & Serangan Tersembunyi
Di Distrik Hunian Babylonia, Nikola mendapat laporan bahwa Kolm Lebrant, manusia yang mendapat status residensi melalui “jejak Phylotree”, ditemukan tewas “kecelakaan” tanpa luka luar.
Nikola menemukan titik hitam kecil di sisi kepala Kolm yang sebelumnya tidak ada.
Ia mengamankannya: ternyata benda itu mirip laba-laba mekanis yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.
Babylonia Diserang & Jatuh dari Orbit
Sirene darurat meraung, langit menggelap.
Sistem memperingatkan: fluktuasi ketinggian orbit -325 meter dan konsentrasi tinggi Punishing di sekitar Babylonia.
Sesuatu menghantam perisai luar Babylonia; main propulsion engine terkunci, dan sistem memerintahkan evakuasi ke kapal penyelamat.
Kontrol tidak mendapat peringatan dari Gestalt sama sekali, menandakan serangan ini tidak terdeteksi sistem AI utama.
Nikola menolak panik; ia menatap kehampaan luar angkasa dan seakan menyalahkan seseorang: “Apakah ini hasil yang kau inginkan?”
Kepanikan di F.O.S. & Target Virus
Babylonia digambarkan seperti leviathan sekarat yang jatuh, mesin terakhir padam.
Di koridor, kepanikan dan alarm menyebar.
Dua instruktur F.O.S. berdiskusi: ini bukan seperti insiden ledakan spaceport sebelumnya.
Aliran Punishing tampak mengarah langsung ke F.O.S., bukan ke area lain.
Mereka menyadari F.O.S. bukan hanya kampus biasa, tetapi terkait dengan sesuatu di Institute of Military Medicine.
Instruktur pria memerintahkan aktivasi protokol darurat dan pemberitahuan ke Presiden meski hari itu adalah open house dengan ratusan pengunjung; ia menyatakan tidak ada lagi waktu.
Reaksi Pihak Transatlantic yang Misterius
Di bunker rahasia transatlantic, seorang wanita menerima laporan intel bahwa Babylonia jatuh.
Ia tampak tertarik dan menyimpulkan kejadian ini menandai “waktu mereka untuk naik ke panggung... sister”.