sebelum membaca: sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game, chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
The One Who Raises the Mirror
Asal-usul dan Evolusi Punishing Virus
Awalnya, Punishing mengincar “informasi” dan menyusup ke Gestalt, pusat informasi terbesar di Bumi.
Semula memiliki sifat kontaminasi memetik (menyebar lewat bahasa/gelombang elektromagnetik), namun saat wabah 20 Desember 2160 meledak, sifat itu hilang, menyisakan “cangkang kosong” yang dikenal manusia sekarang.
Cangkang ini kemudian menginfeksi manusia, mesin, dan construct, menyerap informasi selama puluhan tahun hingga berkembang menjadi jaringan baru: Ascension-Network.
Ascension-Network dan “Keajaiban” yang Dicari
Pasukan construct menemukan bahwa corrupted tampak saling berbagi informasi, mirip jaringan lama sebelum runtuh → indikasi adanya jaringan di dalam Punishing.
Manusia berusaha mengakses Ascension-Network kembali.
Collins mengejar “keajaiban” yang pernah terjadi sekali: seorang anak construct pernah selamat dari kegagalan pemasangan Inver-Device karena sang ibu yang sudah sepenuhnya terinfeksi melindunginya.
Hasilnya: banyak percobaan dan pengorbanan nyawa (anak-anak diangkat, dijadikan calon construct) demi mengulang “keajaiban” itu – termasuk kasus Lucia dan Luna.
Luna dan Agen Zero
Luna pada akhirnya menemukan Ascension-Network dan menggantikan “dark star” (inti Punishing) di dalam Gestalt, memperoleh kendali atas Punishing.
Namun, statusnya di proses “re-filtering” tidak diterima penuh, sehingga bagi Ascension-Network, Luna hanyalah pengganti sementara (Agent Zero).
Jika seseorang dengan hak agen menyerahkan ruangnya kepada virus, Punishing dapat kembali menyatu dengan Ascension-Network dan memulihkan kemampuan memetiknya → kepunahan peradaban.
Situasi Kritis di Babylonia & Gestalt
Data wall Gestalt terbuka, Babylonia berguncang hebat; Punishing virus terkondensasi menjadi Hetero-Core, bola hitam kecil seperti “dark star”.
Ishmael memahami:
Bila “dark star” ini lolos ke permukaan dan bersatu dengan Ascension-Network, penyebaran global tak bisa dihentikan.
Opsi paling ideal: menghancurkannya sebelum dirilis, termasuk menghancurkan sektor Gestalt terkait → harga yang sangat mahal.
Waktu hampir habis; bahkan kemungkinan-kemungkinan dalam “Chaos” menyempit, menyisakan hanya fungsi “tiket pulang” (reset/ulang siklus).
Pelepasan Hetero-Core dan Tindakan Gray Raven
Pintu Gestalt dibuka; Hetero-Core menyembur keluar.
SKK menarik Asimov menjauh sehingga ia selamat dari lintasan langsung Hetero-Core.
Lucia maju melindungi yang lain; Liv bersiap menembak dengan Levi-Gun tapi kecepatannya tidak cukup.
Lee menembak dengan sniper:
Setiap tembakan mengubah lintasan Hetero-Core, namun bola itu mengoreksi jalurnya sendiri, menunjukkan adanya semacam kesadaran atau sistem adaptif.
Seorang perwira Control Court hampir terkena; seorang prajurit mendorongnya hingga tangannya tersambar arus merah dan terinfeksi.
Untuk menghentikan penyebaran infeksi, prajurit itu langsung menembak bahunya sendiri tanpa ragu, lalu memerintahkan pengecekan Omega Weapons, yang ternyata menyerap sebagian besar arus Punishing sehingga kadar virus di ruangan turun ke level aman.
Kondisi Gestalt: Kerusakan Non-Punishing
Gestalt mengalami kerusakan parah; cahaya merah berganti biru pucat, seperti “nafas terakhir” seseorang sekarat.
Asimov menyambungkan perangkat diagnostik cadangan:
Data Gestalt kacau, tetapi bukan gejala infeksi Punishing biasa; ada jenis “virus” lain.
Ia berniat memotong data Gestalt, membuat backup inti yang belum rusak, dan menyarankan perbaikan hardware segera.
Sebelum proses dapat dilanjutkan, Babylonia berguncang makin keras, menandakan krisis struktural menyeluruh.
Perspektif Ishmael dan “Variabel Akhir”
Ishmael menyadari bahwa:
“Loop” waktu mereka dimulai 20 Desember 2160; sekarang 5 hari menjelang tanggal yang sama → siklus hampir tertutup.
Bila Hetero-Core bersatu kembali dengan Ascension-Network, metode penyebaran peradaban (bahasa, teks, informasi) akan terkorupsi total.
Ia melihat buku cerita anak yang rusak; “cermin penangkap bintang” di dalam cerita itu kini robek, dan lewat “lubang cermin” itu ia melihat sosok yang mendekat.
Ia menduga sosok tersebut mungkin “variabel terakhir” yang bisa mengubah akhir dari siklus bencana ini.
Kepulangan Lamia & laporan misi
Waktu: 5 April, 1 tahun setelah SKK menghilang, 8 bulan sebelum data wall Gestalt runtuh.
Lamia kembali ke Luna hanya membawa sekantong kacang, setelah insiden di bawah laut.
Ia menceritakan pada Luna (selama kira-kira setengah jam) apa yang terjadi di laut, termasuk soal telur dan proyek Cthylla.
Telur, Cthylla, dan informasi yang dibawa pulang
Telur Hetero-Creature yang hendak dibawa Lamia akhirnya terhubung ke Cthylla dan menjadi tidak responsif (hanya seperti Hetero-Creature biasa).
Cinderelik di dalam telur ingin menyelamatkan memori proyek Cthylla untuk Babylonia, dan Lamia menindaklanjutinya.
Luna menilai: telur yang “mati” itu tidak lagi bernilai, tetapi informasi yang dibawa Lamia jauh lebih penting; jika telur masih berguna, Vonnegut takkan membiarkannya dibawa pergi.
Penjelasan tentang Hetero-Creature dan Ascension-Network
Hetero-Creature: sisa individu yang telah “didaur ulang” dan direkonstruksi oleh Punishing.
Menguasai Punishing berarti mengendalikan bentuk dan eksistensi Hetero-Creature.
Untuk lolos “filtering”, kesadaran harus cukup stabil agar tidak hancur saat memasuki Punishing; hanya sedikit manusia yang berhasil, sehingga jumlah Ascendant sangat kecil.
Ascension-Network menentukan siapa yang mengontrol Punishing dengan memilih entitas yang paling “berbobot informasinya”, sering kali dipicu emosi ekstrem.
Telur itu ideal sebagai “alat” Ascendant karena terbentuk dari Punishing pekat dan memiliki kesadaran stabil.
Patchwork kesadaran: Cthylla & Lithos
Cthylla memiliki dua kesadaran berbeda; Lithos menjadi bagian besar dari sebagian besar kesadaran itu.
Lithos membantu Cthylla mengendalikan wujud humanoid dan Tree of Life, dan diduga menahan Cthylla agar tidak kabur sebelum akhirnya terlepas secara paksa.
Satu kesadaran lain hanya mengendalikan Leviathan (paus raksasa/”cradle of rebirth”).
Kesadaran dalam Leviathan hampir tidak terkoneksi dengan Cthylla, namun tetap terikat oleh “rantai” di dasar laut.
Kondisi Luna: kehilangan kontrol atas Punishing
Lamia menyadari Luna terikat karena sudah tidak bisa mengendalikan Punishing dengan baik, lalu menawarkan bantuan dengan motivasi pribadi: ia ingin Luna tetap ada dan ingin terus tinggal di tempat yang ia kenal.
Luna menjelaskan kondisinya berlawanan dengan Cthylla:
Cthylla: kekuatan naik karena patchwork kesadaran.
Luna: kesadarannya justru terurai dan terlepas sedikit demi sedikit.
Koneksi Ascension-Network mulai bergeser ke “seseorang yang mirip dirinya”, dan otoritasnya sebagai agent makin melemah.
Ascension-Network juga berevolusi karena Hetero Tower; informasi di dalam Punishing mencari otonomi, dan kesadaran serupa membuat permintaan serupa pada jaringan (menyinggung kasus Alpha sebelumnya).
Keputusan Luna & “jalan yang benar”
Luna menyuruh Lamia pergi ke mana pun ia ingin; ketika kebebasan tiba, Luna akan memanggilnya kembali.
Dengan sisa kekuasaannya, Luna berniat mengorek apa pun yang tersisa di Ascension-Network.
Ia melihat sosok phantom pucat di area dengan konsentrasi Punishing tertinggi. phantom itu menoleh, mengulurkan tangan dan memperlihatkan “mimpi buruk merah”—sebuah jalan yang “benar” untuk melewati proses re-filtering.
Kalimat penutup: satu-satunya jalan menuju masa depan adalah menemukan kembali kebencian yang telah hilang.
Situasi awal di Babylonia & rencana Luna
Waktu: 15 Desember, 10 menit setelah dinding data Gestalt dibuka.
Kekacauan di Babylonia belum sampai ke permukaan.
Lamia kembali setelah lebih dari setengah tahun, menemui Luna dan Alpha.
Luna menjelaskan bahwa setelah kemunculan Red Tide, ia merasakan tarikan dari kesadaran orang‑orang yang mati di sana.
Ia memutuskan untuk menggunakan kebencian kesadaran para korban Red Tide untuk memperkuat dirinya melalui proses “re-filtering”.
Risiko dan penolakan Lamia
Lamia menentang rencana itu karena sangat berbahaya: jika Luna kehilangan jati diri, kesadaran para korban akan mengoyak dan menguasainya.
Lamia mengingat visinya sendiri: dikendalikan “telur” di laut dalam dan menjadi boneka.
Luna menilai bahwa tinggal diam akan berujung pada nasib yang sama (dikendalikan lalu dibuang).
Motivasi Luna & kondisi hubungan dengan Ascension-Network
Luna mengakui bahwa dulu ia menolak tarikan kesadaran Red Tide sebagai “noise”, tapi ketika izin/otoritasnya berkurang, “noise” menghilang sementara suara korban Red Tide tetap jelas.
Ia menemukan cara menyalurkan kesadaran itu ke dirinya lewat eksperimen.
Ia menyadari sosok yang mengikatnya—“dia”, yang kemudian dipanggil Roland sebagai Selene—semakin menjauh dan tidak lagi sabar menjaga batasan Luna.
Luna menyimpulkan: ketika Selene pergi, itulah satu‑satunya kesempatan untuk melepaskan diri dan menuju titik konvergensi Red Tide.
Masuk ke “mimpi merah” dan data space Ascension-Network
Luna secara sadar “tenggelam” lagi ke dalam mimpi merah (trauma pertempuran, darah, dan kematian), kali ini bukan untuk bertahan, tapi untuk membebaskan diri.
Ia terbangun di data space Ascension-Network: langit berkabut, jalanan melayang hancur, akar Punishing menjalar.
Secara logika, setelah ia “menolak”, Ascension-Network seharusnya memutus koneksi sehingga kesadarannya tak bisa lagi berada di sana.
Namun, ia menemukan sisa akses kecil beserta perintah jaringan yang bertindak sebagai “paku” yang menambatkan kesadarannya di data space.
Alasan Ascension-Network menahan Luna
Luna menyimpulkan bahwa Ascension-Network masih melihat nilai guna terakhir dari kesadaran seorang agen sepertinya: lebih baik dijadikan “nutrisi” jaringan daripada dibiarkan membusuk di luar.
Ia memutuskan harus segera kabur sebelum dimangsa.
Ancaman di data space: “monster” Punishing
Di kejauhan ada makhluk seperti Corrupted, tetapi sebenarnya adalah “monster” yang dijahit dari fragmen data kesadaran tak terhitung jumlahnya.
Mereka saat ini tampak pasif, tetapi jika menemukan “anomali” dengan kesadaran utuh (Luna), mereka akan memburunya sampai tercerai‑berai.
Luna menilai mereka bukan masalah utama; yang penting adalah cara memutus tambatan kesadarannya.
Kepergian Selene dan peluang Luna
Luna menatap area dengan konsentrasi Punishing tertinggi—tempat seharusnya berdiri sosok abu‑abu putih (Selene).
Tempat itu sekarang kosong; dari inderanya ia tahu Selene, boneka pewaris otoritasnya yang setia pada Ascension-Network, telah pergi.
Ini mengonfirmasi: waktu Luna sangat terbatas, dan inilah satu‑satunya kesempatan untuk bebas.
Rencana teknis Luna untuk bebas
Ia menyimpulkan bahwa Ascension-Network menahannya di data space dengan bantuan kristal Punishing yang mengikat tubuh fisiknya di dunia nyata.
Tujuan: menemukan “paku” (nail) yang menambatkan kesadarannya di data space.
Jika “paku” itu dihancurkan di dunia data, maka kristal Punishing di dunia nyata juga akan pecah, membebaskan tubuh dan kesadarannya.
Anomali pada Ascension-Network
Saat melacak “paku”, Luna merasakan sesuatu yang janggal:
Aliran data terlalu cepat.
Keseluruhan sistem terasa tegang.
Dengan izin/otoritas yang tersisa, ia tidak dapat mengakses penjelasan lebih jauh.
Ia memutuskan untuk tetap waspada dan tetap bergerak menuju target.
Luna menghancurkan “penjara waktu”
Luna menghancurkan inti penjara berupa jam pasir kristal dengan cincin berputar.
Ruang dimensi tempat ia disegel mulai runtuh; rantai/ikatan yang menahan Luna akhirnya terputus.
Ia menolak “aturan dan batasan” yang dipaksakan, memilih solusi sendiri.
Dalam kegelapan setelah ruang hancur, kesadarannya pulih sedikit demi sedikit, lalu ia “memandang” ke atas dan menyadari sesuatu soal Babylonia dan keberadaan Selene di sana.
Selene memindai Babylonia melalui Ascension-Network
Selene muncul di atas wilayah manusia (Babylonia), namun dalam wujud yang tidak bisa dilihat atau disentuh oleh manusia dan Construct.
Ia menganalisis kemungkinan menghancurkan Babylonia, tetapi menolak semua rencana karena kekuatan tidak cukup; ia kembali ke tujuan awal: mengatasi “contamination memetic.”
Dengan persepsi yang diperluas oleh Ascension-Network, ia memetakan:
Trillard, United Declaration, dan fakta bahwa memetik kontaminasi sudah bertahan >1 tahun.
Sistem tenaga (power system) hancur → berdampak langsung pada Gestalt.
Sistem komunikasi hancur → berdampak langsung pada Agent Zero.
Omega Weapons aktif dan sedang membersihkan zona, namun memetik kontaminasi tersembunyi masih ada di area terdalam zona bersih.
Target: Agent Zero sebagai inti memetik kontaminasi
Selene menyimpulkan bahwa memetik kontaminasi akan lenyap jika Babylonia berhasil membunuh Agent Zero.
Ia mengikuti jejak data dan akhirnya menemukan Agent Zero.
Konfrontasi awal Selene vs Agent Zero
Sebelum Selene bicara, Agent Zero langsung menyerangnya dengan corruption yang memengaruhi persepsi dan kesadarannya.
Selene, lewat Ascension-Network, mampu memurnikan pengaruh Agent Zero.
Selene menjelaskan bahwa Ascension-Network membutuhkan karakteristik Agent Zero dan ia datang untuk “membantunya bebas.”
Konflik internal Agent Zero: logika Punishing vs kepribadian baru
Agent Zero menolak dengan alasan ia hanya akan dijadikan “nutrisi” bagi Ascension-Network.
Secara logika Punishing, seharusnya tujuan akhirnya adalah Filtering dan ascension; penolakan ini menandakan adanya kepribadian (personality) yang tak sepenuhnya selaras dengan logika aslinya.
Ia menyebut nama “Dominik” dan tersadar bahwa interaksi dengan Dominik telah mengubahnya.
Ada konflik batin: ia mempertanyakan sendiri keputusan dan motifnya, sesuatu yang tak wajar bagi entitas murni Punishing.
Rencana pelarian: menyatu dengan Selene dan kembali ke permukaan
Agent Zero mengakui bahwa ia tak bisa keluar dari Babylonia sendirian dan butuh wadah fisik.
Selene menawarkan tubuhnya sebagai vessel, menurunkan pertahanan dan mengizinkan Agent Zero bergabung.
Satu syarat Agent Zero: ia yang menentukan titik untuk bergabung dengan Ascension-Network di permukaan.
Selene memperingatkan bahwa manusia sudah mengambil alih banyak area di permukaan.
Agent Zero memilih Clean Zone dan menyinggung Inver-Hetero Tower di sana, yang disebut dapat membantu Ascension-Network memperoleh sifat uniknya.
Kecurigaan dan negosiasi singkat
Selene merasakan Agent Zero sengaja menekankan “keraguan” sebagai emosi.
Agent Zero semakin menunjukkan ciri kepribadian, bercampur antara logika murni Punishing dan emosi/kehendak pribadi.
Sistem Babylonia mulai pulih (bunyi reboot), memberi tekanan waktu pada keduanya.
Penyatuan Selene dan Agent Zero
Karena perbaikan sistem makin mempersulit situasi, mereka mempercepat aksi.
Selene dan Agent Zero akhirnya menyatu; prosesnya menimbulkan ketidakcocokan dan rasa sakit berat, tapi mereka masih dapat bergerak dan melanjutkan operasi.
Situasi di Babylonia
Punishing Virus tiba-tiba mengamuk di Babylonia, membuat berbagai mesin di banyak zona menjadi corrupt dan menyerang tanpa kendali.
Omega Weapons tidak mampu melindungi semua area; distrik komersial, ruang persiapan tempur, pusat pemrosesan sumber daya, hingga Star of Life kacau balau.
Babylonia yang seharusnya menjadi simbol harapan manusia kini berada di ambang kehancuran.
Pertempuran di berbagai zona
Spaceport A1 (awal):
Noctis, No. 21, dan Vera melawan mesin yang corrupted saat alarm meraung. Noctis menghancurkan musuh dengan bom dan merasa “senang” bisa bebas bertarung di Babylonia.
Distrik pemukiman:
Yata dan Discord menetralkan target besar (patung mesin promosi yang telah corrupted). Ancaman nyata sudah diatasi, tapi kepanikan warga jadi sumber masalah utama.
Engine Level:
Daerah ini relatif stabil karena pengawasan Engineering Force dan Omega Weapons. Teddy memulihkan komunikasi darurat dan menemukan bahwa pola kerusakan di Babylonia “tidak wajar”, seakan musuh tidak benar-benar berniat “membangun sesuatu di sini”.
Analisis Asimov dan SKK di Gestalt
Dengan saluran komunikasi sementara, Asimov mengumpulkan data kerusakan tiap area Babylonia.
SKK membantu menyaring data.
Setelah koreksi, pola warna di peta 3D Babylonia membentuk seperti “ular merah darah” yang mengarah ke satu titik, yaitu Spaceport A1.
Munculnya “dark star” di Spaceport A1
Di Spaceport, Noctis, Vera, dan No. 21 menghadapi bola hitam berarus listrik merah—wujud Agent Zero & Selene yang telah menyatu.
Bola hitam menghancurkan penghalang terkuat pelabuhan dan mematikan semua alarm dengan sekali ledakan listrik.
Vera dan Lee bergabung, lalu menyimpulkan: entitas ini adalah sumber kehancuran Babylonia dan jelas berusaha kabur melalui Spaceport.
Strategi: cegah pelarian dengan menghancurkan pesawat
Lee ingin menahan dan mengusir entitas itu dari Spaceport.
Vera menolak cara “setengah hati” dan mengusulkan solusi ekstrem: hancurkan semua pesawat luar angkasa agar si “dark star” tidak punya sarana kabur.
Noctis dengan senang hati meledakkan pesawat satu per satu, sementara Vera dan Lee menahan serangan bola hitam.
Tinggal satu pesawat terakhir; ketika Noctis hendak menghancurkannya dengan bom, bola hitam mengamuk dan menyerang langsung Noctis.
Kedatangan SKK dan dua skuad penuh
Tepat sebelum Noctis mengorbankan diri, tembakan laser dari kejauhan menendangnya menjauh, dan pedang mengalihkan bom ke pesawat terakhir, menghancurkannya.
SKK, Lucia, Liv, dan anggota lain tiba. Dua skuad mengelilingi bola hitam yang tampak “tersudut” dan hampir tak bisa bergerak.
Lee mengingatkan bahwa makhluk yang terpojok paling berbahaya, tetapi Noctis meremehkannya dan maju.
Ekskalasi Punishing dan kekuatan menekan
Liv menetralkan medan listrik, Noctis menerobos, namun bola hitam mengeluarkan suara listrik asing dan:
Menghasilkan cahaya merah menyilaukan dan tekanan dahsyat seperti gunung menindih semua orang.
Hampir semua Construct lumpuh dan jatuh ke tanah, hanya Lee yang masih mampu bergerak.
Konsentrasi Punishing di area tersebut mencapai tingkat kritis (alarm terminal berbunyi).
Pola merah menyebar dari bola hitam, membuat seluruh Spaceport A1 bergetar, seolah akan runtuh.
Lee bimbang antara menyelamatkan rekan-rekannya dan menghadapi “dark star”.
Kondisi Babylonia & Clean Zone
15 Desember
Spaceport A1 di Babylonia terinfeksi Punishing secara ekstrem, lalu terlepas dari Babylonia dan jatuh ke Bumi.
Trajektori jatuhnya diarahkan tepat ke Clean Zone dimana Inver-Hetero Tower berdiri.
Ketika pecahan-pecahan menghantam area menara, sebagian besar puing lenyap begitu menyentuh Inver-Hetero Tower.
Akibatnya, sebagian wilayah Clean Zone berubah menjadi Hetero Zone; Punishing di dalam Clean Zone mulai naik, sehingga zona itu tidak lagi benar-benar “bersih”.
Dampak di Clean Zone
Staf dan penduduk panik; sistem pemadam kebakaran otomatis aktif, namun tidak bisa memakai banyak robot karena risiko corruption Punishing.
Detektor menunjukkan Hetero Zone mulai merangsek ke tepi Clean Zone; ekspansi melambat tapi terus berlanjut.
Inver-Hetero Tower melemah, Clean Zone menyusut, dan tempat itu dinyatakan tidak lagi sepenuhnya aman.
Kedatangan Gray Raven & Pintu Baru
Satu jam setelah Spaceport A1 jatuh dan lenyap di menara, Gray Raven tiba di Clean Zone.
Laporan di lapangan: kerusakan besar tapi sebagian besar area terdampak tidak berpenduduk.
Di menara muncul sebuah “pintu” gelap baru di antara kristal biru.
Cahaya dan peluru yang ditembakkan ke dalam pintu lenyap; tangan SKK yang menyentuh bagian dalam langsung menghilang, namun ujung jarinya merasakan seperti menyentuh sesuatu yang padat.
Lee, yang kebal corruption, masuk tapi menemukan ruang buntu gelap tanpa jalan lanjut. Tower kini tertutup baginya.
Spekulasi soal Frame & Akses Menara
Para Construct menduga akses ke menara bergantung pada frame khusus yang pernah digunakan Lee:
Data eksperimen Empyrea
Dokumen Enhanced Inver-Device (temuan Egret)
Teknologi Phantom Tracer dan Ascendant.
Disebutkan ada usaha membuat frame baru dengan spesifikasi sama, namun gagal karena “sesuatu” dari Phantom Tracer tidak bisa direplikasi.
Frame baru itu jelas dimaksudkan untuk Lee.
Memori & Janji Lee
Lee merasakan ada sesuatu yang terlupa dalam M.I.N.D.-nya: suara yang mengingatkannya bahwa jika keluar dari “sana”, ia akan:
Kehilangan kemampuan melihat masa depan dan mengutak-atik waktu.
Melupakan apa yang ia lihat tentang masa lalu dan masa depan.
Ia pernah memilih: “Apa pun masa depannya, aku akan mencarinya bersama mereka.”
Sekarang ia tak lagi bisa masuk menara, tapi berniat menghadapi konsekuensi itu bersama tim ketika sudah siap.
Keadaan Luna Setelah Pembebasan
Setelah rantai kristal yang membelenggunya hancur, sebagian besar kekuatan Luna ikut lenyap.
Ia tak bisa lagi melayang, harus berjalan dengan tubuh rapuh; Alpha menuntun tangannya, Lamia berjaga di depan.
Mereka berjalan di tanah yang dipenuhi Red Tide.
Penjelasan Luna tentang Red Tide
Red Tide bukan sekadar Punishing virus pekat:
Awalnya ia menilai Red Tide lemah: tak setajam Punishing biasa, sulit dikendalikan, tak bisa dijadikan senjata presisi atau dipasang ke frame.
Hetero-Creature awal hanya “mainan” Gabriel, kuat tapi bodoh dan hanya melakukan pembantaian tanpa makna.
Setelah melihat proyeksi Red Tide, Luna menyadari fungsi sesungguhnya:
Red Tide menyerap informasi dari Ascension-Network.
Itu membuat “konsep” Bumi dapat mengisi Punishing, sehingga Punishing menjadi lebih “dibatasi” dan dengan demikian lebih mudah dikendalikan.
Ia mengibaratkan dirinya dan “dia” (Selene?) dengan kisah “cermin penangkap bintang”: masing-masing hanya melihat bagian parsial satu sama lain.
Rencana Luna: Re-filtering ala “Egg”
Luna ingin memakai Red Tide untuk menghasilkan efek serupa “egg” buatan Vonnegut, guna memulihkan kekuatan framenya lewat proses re-filtering.
Lamia keberatan karena Vonnegut butuh persiapan lama untuk egg, sedangkan mereka hanya punya sekitar satu hari.
Syarat teknis:
Harus ada “seseorang” yang bisa “menenun” Red Tide (bukan sekadar mengendalikannya).
Lithos disebut mahir namun dianggap tidak cukup; kalau cukup, Vonnegut tak butuh Cthylla.
Luna yakin orang yang dibutuhkannya akan datang sendiri, bukan harus dicari.
Vonnegut, Cradle, dan Status “Agent”
Luna sempat bicara dengan Vonnegut:
Ia hanya mengonfirmasi teori-teori Luna, tanpa memberi solusi praktis.
Vonnegut memperingatkannya soal Cradle.
Cradle:
Humanoid Hetero-Creature yang mirip Cthylla tetapi “lebih lengkap” dan lebih lemah dalam tempur.
Bukan hanya makhluk, tapi “jabatan”/“title”: ketika satu Cradle mati, entitas lain bisa menggantikan, jadi tidak bisa dimusnahkan permanen.
Sifat ini mirip konsep “agent”.
Luna ingin membuat kesepakatan dengan Cradle, dan untuk itu ia membutuhkan bantuan Gray Raven.
Mengapa Luna Butuh Gray Raven
Luna harus masuk ke dalam Red Tide untuk re-filtering:
Ia memerlukan koneksi M.I.N.D. untuk menstabilkan pikirannya.
Hanya SKK yang mampu memberikannya koneksi tersebut.
Selain memulihkan kekuatan frame, Luna harus merebut kembali “otoritas agent”-nya yang:
Jatuh ke dalam Inver-Hetero Tower di Clean Zone bersama “Selene”.
Saat ini berada di dalam menara itu, yang hanya bisa dimasuki agent yang sudah melalui re-filtering.
Masuk ke Clean Zone & Taruhannya
Untuk masuk ke menara, mereka harus menembus Clean Zone yang kini penuh ancaman Punishing dan pertahanan manusia.
Tanpa dukungan Gray Raven, infiltrasi akan terlalu berbahaya.
Luna berargumen:
Gray Raven punya alasan kuat: sebagian Babylonia lenyap ke dalam menara, dan menara itu ancaman langsung bagi manusia.
Bahkan bagi Ascendant, hanya agent yang sudah di re-filter yang bisa masuk; bagi manusia tantangannya lebih besar lagi.
Cradle juga ancaman yang “tak bisa diabaikan” oleh umat manusia.
Alpha menuntut rencana cadangan jika gagal:
Luna menyatakan tidak ada pilihan lain dan ia sudah siap menanggung risiko.
Jika ia hilang dalam Red Tide, setidaknya akan ada Hetero-Creature yang “berbicara seperti dirinya” sebagai semacam kenangan.
Alpha menolak kemungkinan itu; Luna meminta agar Alpha mempercayainya.
Vonnegut, Lithos, dan Chaos
Setelah inti Menara Inver-Hetero dimodifikasi manusia, menara kembali terkontaminasi sehingga bisa dimasuki sekali lagi oleh nya.
Vonnegut menyimpulkan Dominik gagal menemukan penerus, sehingga rencana mereka harus dipercepat.
Lithos membawa boneka merah (Chaos) kepada Vonnegut. Chaos menunjukkan reaksi penolakan terhadap Vonnegut.
Vonnegut menjelaskan:
Sumber kekuatan mereka berbeda dari Luna, dan Lilith tidak menyadarinya.
Lithos akan menggantikan Vonnegut sebagai Ascendant di bawah komando Luna, sekaligus bisa mengawasi/ikut campur urusan Lilith bila perlu.
Ancaman seperti Cradle adalah “anomali” yang akan terus muncul dengan identitas berbeda sampai “orang yang tepat” menempati peran itu.
Masalah dari masa depan ikut terbawa bersama teknologinya ke masa kini.
“Sesuatu” akan pasti menyatu dengan Ascension Network, entah lewat Luna atau Cradle; yang berbeda hanya siapa pengendalinya. Dalam kondisi sekarang, Cradle (sebagai Hetero-Creature) dianggap ancaman yang relatif lebih kecil.
Vonnegut mengutus Lithos pergi ke Luna dengan misi terakhir itu; setelahnya Lithos bebas memilih hidup atau mati.
Lithos memutuskan bertahan hidup agar bisa memastikan kabar bahwa Rose mungkin masih hidup.
Di akhir, Lithos menanyai Vonnegut: sosok di hadapannya bukan lagi Profesor Kilgore Trout yang dulu menyelamatkannya dari panti asuhan.
Rencana Luna dan Ascendants
Luna bertemu Roland di perbatasan Clean Zone–Hetero Zone. Tubuhnya sudah terlalu lemah untuk terus bertarung; ia bahkan tak bisa lagi melayang tanpa memaksa Punishing.
Misi terakhir Luna: memancing SKK datang tanpa menarik perhatian pihak lain dan tanpa memicu perang dengan manusia.
Tugas:
Lamia diminta menyusup ke Clean Zone dan menghubungi SKK.
Alpha akan mengalihkan perhatian musuh bila perlu.
Roland membantu dengan kontak bawah tanah di Babylonia.
Lamia ragu karena keamanan tinggi dan khawatir membuat SKK marah, tetapi akhirnya menurut.
Luna memaksakan diri mengaktifkan modul levitasi dengan bantuan konsentrasi tinggi Punishing di Hetero Zone, menahan rasa sakit berat agar bisa menyamarkan kondisinya.
Kondisi di Clean Zone & SKK
Setelah insiden di Inver-Hetero Tower:
57 luka ringan (7 di antaranya Construct), 2 luka berat, tidak ada korban jiwa.
Liv tinggal di pusat medis membantu Lillian (Dark Aries) yang kurang pengalaman menangani pasien manusia.
Di sisi lain, SKK:
Mengingat invitation Dominik untuk menambahkan data SKK ke “Dominik”.
Dulu menolak, menganggap dunia membutuhkan makhluk hidup yang berjuang demi “esok”, bukan bayangan masa lalu. Keputusan ini tidak disesali, tetapi SKK sadar masih banyak hal yang belum jelas dari invitation itu.
Data menunjukkan konsentrasi Punishing di area meningkat pelan namun terus-menerus; waktu mereka makin terbatas.
Kontak Pertama: Roland, Alpha, dan Lamia Menyusup
Lee mendeteksi Roland di Clean Zone dan langsung meningkatkan status kewaspadaan.
Kontak dengan Liv terputus; situasi darurat.
Lillian mengabarkan melalui kanal darurat bahwa staf medis disandera.
Wajah Lamia (dengan kikuk nya) muncul di terminal Lillian:
Mengaku mencari cara memperbaiki masalah di tower.
Karena jalur komunikasi normal gagal, ia memakai cara ekstrem: penyanderaan untuk memanggil Komandan Gray Raven ke lokasi tertentu di tepi Clean Zone.
Meminta agar hanya Gray Raven yang datang; jika tidak, sandera terancam.
Menyebut Luna yang menyuruhnya tidak melakukan pembantaian; tindakan ini diklaim sebagai “jalan terakhir”.
Menghubungkan masalah Inver-Hetero Tower dengan Ascension Network.
Alpha muncul lewat komunikasi, memerintahkan Lamia mundur karena Liv telah menyadari keberadaannya.
Setelah Lamia pergi, Liv menegaskan:
Ia dan semua orang di pusat medis selamat.
Lee melapor bahwa Roland telah mundur dan keberadaan Ascendants sudah terdeteksi oleh petugas patroli.
Keputusan SKK:
Pasukan lain stand by.
SKK akan melapor dulu, lalu menangani langsung permintaan pertemuan Ascendants.
Gray Raven diperintahkan kembali ke posisi SKK untuk persiapan.
Situasi Awal & Pertemuan
Gray Raven tiba di lokasi yang ditandai Lamia pada tengah malam dan berhadapan dengan para Ascendant (Luna, Roland, Lamia, Alpha).
“Lillian” yang tampak sebagai sandera ternyata penyamaran Lamia; Luna langsung menyadarinya begitu ia bicara.
Tegangan & Negosiasi
Kedua pihak saling mengarahkan senjata, namun tidak ada serangan; lebih sebagai “formalitas” dan uji niat.
Luna mengungkapkan waktu pasti anomali di Ascension-Network, yang cocok dengan kemunculan “dark star” di Gestalt—bukti bahwa ia punya intel yang Babylonia tidak bisa dapat dari data spaceport.
Luna menyebut “Selene” yang ia rasakan pergi saat kejadian di Babylonia, mengaitkannya dengan masalah saat ini.
Permintaan & Tawar-menawar
Tujuan Luna:
Meminta koneksi M.I.N.D. dengan SKK untuk menstabilkan M.I.N.D.-nya.
Meminta bantuan Gray Raven menemukan dan menghadapi Cradle.
Mencari informasi dan akses ke Inver-Hetero Tower guna menyelesaikan masalah yang ditimbulkan “Selene”.
Imbalan dari Luna:
Informasi tentang Ascension-Network, pihak-pihak kunci dalam insiden, dan intel terkait—agar Gray Raven/Babylonia tidak “meraba dalam gelap”.
Pertimbangan Gray Raven
SKK dan tim menyadari risikonya, namun:
Ini satu-satunya petunjuk konkret tentang Inver-Hetero Tower dan Cradle.
Mereka butuh Luna bergerak untuk dapat intel yang lebih pasti.
SKK melakukan koneksi M.I.N.D. singkat dengan Luna; tidak ada korupsi dari Ascension-Network, menandakan hubungan Luna–Ascnet sudah berubah.
Meski Luna mengaku “baik-baik saja”, gerakan tubuhnya (mencengkeram lengan sendiri) menunjukkan ketegangan internal.
Rencana Operasi
Roland menjelaskan bahwa Cradle bersembunyi di Hetero Forest; ia tak bisa beri koordinat tepat karena keterbatasan frame, jadi area harus disisir.
Roland, Lamia, Lee, dan Liv akan menjadi tim pendahulu (advance team) untuk menemukan posisi spesifik Cradle.
Alpha akan tetap bersama Luna.
Pembagian tugas Gray Raven:
Lee + Liv: masuk ke Hetero Forest bersama Roland dan Lamia untuk mencari Cradle. Lee memimpin operasi lapangan.
Lucia: tetap bersama SKK untuk menjamin keselamatannya dan mengawasi Luna.
SKK menyetujui risiko dengan keyakinan bahwa:
Ia memakai powered armor yang ditingkatkan.
Dapat memanggil dukungan udara kapan saja.
stage ini hanya battle dan disambung dengan percabangan "pov" menjadi 2 line
struktur chapter:
30-9
↗
→ 30-8
↘
30-17
Kemampuan Cradle & Situasi Awal
Cradle mengungkap bahwa ia bisa membaca memori semua M.I.N.D. yang rentan Punishing virus, tetapi kesulitan mengakses memori Lee dan SKK.
Lee dan SKK menjauh untuk berdiskusi diam‑diam tentang rencana terhadap Cradle.
Permintaan Luna pada Cradle
Luna meminta bantuan Cradle untuk menyatu dengan Red Tide, membangun ulang framenya di dalamnya, dan merebut kembali kekuatannya.
Cradle mengingatkan risikonya: tubuh Luna akan mengandung komponen Hetero-Creature dan ada bahaya kehilangan kesadaran. Luna tetap menerima risiko itu.
Cradle meminta “harga”/imbalan tambahan dari Luna.
Rencana Gray Raven
Lee dan SKK menduga Luna ingin melakukan sesuatu terkait “egg” yang disebut Lamia sebelumnya.
Mereka memutuskan menunggu sampai kesepakatan Luna–Cradle selesai, lalu ketika Luna sibuk dengan Inver-Hetero Tower, mereka berencana menyerang Cradle karena menganggapnya terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup.
Masuknya Teasell, Lithos, dan Voodoo
Tiga sosok muncul dari kabut: di antaranya Teasell (dari pasukan Egret) dan Lithos (Ascendant).
Lithos mengatakan ia datang untuk “membayar sisa harga” berdasarkan kesepakatan terdahulu yang diatur oleh “Mister”.
Terungkap bahwa “Mister” telah pergi, dan Lithos hendak menyerahkan sesuatu pada Luna sebagai bagian dari kesepakatan itu.
Latar & Motif Lithos
Cradle menyadari ada bagian memori Lithos yang “hilang” tentang dirinya. Lithos menyimpulkan bahwa memori yang hilang berarti dianggap tidak penting.
Lithos memohon agar ia dan dua rekannya diterima Luna sebagai bawahan.
Ia mengonfirmasi Lilith telah pergi membawa barang-barang milik Mister demi tujuannya sendiri, dan ia tidak mengikutinya karena sifat Lilith yang takkan menerima orang “membosankan” seperti dirinya.
Konfrontasi dengan Alpha
Alpha meragukan identitas Lithos dan langsung menodongkan pedang ke lehernya, hampir membunuhnya jika tidak dihentikan Voodoo.
Lithos bertanya: jika Alpha bisa kembali ke masa lalu, apakah ia akan membunuh Lithos sebelum bertemu Ravenge, mengakui bahwa Ravenge bukan satu‑satunya korban.
Ia merelakan hidupnya: tugas utamanya hanya mengantarkan “bargaining chip” pada Luna. Setelah itu, ia siap mati, tapi meminta beberapa hari untuk menemukan satu‑satunya keluarga yang masih hidup.
Ia menawarkan: selama waktu itu, Luna sebagai Ascendant bisa selalu melacaknya dan mengakhiri hidupnya kapan saja.
Luna menunda keputusan: jawabannya akan diberikan setelah ia keluar dari Inver-Hetero Tower.
Penyerahan “Bargaining Chip” & Keputusan Cradle
Lithos menyerahkan sesuatu pada Luna (data chip) sebagai harga/bargaining chip.
Luna lalu menyerahkan chip itu pada Cradle. Cradle menelannya dan memproses isinya.
Cradle menyadari informasi tentang “Agent Zero” dan menyimpulkan tujuan mereka sejalan dengan tujuan Luna.
Dengan chip itu, Cradle mengaku tidak lagi punya alasan untuk menolak; ia menerima kesepakatan:
Cradle akan membantu Luna membangun ulang framenya di dalam Red Tide dan bekerja sama menuju Inver-Hetero Tower.
Star Beyond
Misi di Red Tide
Tim (Gray Raven, Ascendants, dan Cradle) tiba di zona terdalam Hetero Zone, di tepi kolam Red Tide.
Cradle membentuk pola “teratur” pada Red Tide agar bisa dipakai sebagai media untuk mencapai Ascension-Network.
Luna memutuskan untuk masuk sendiri ke Red Tide, dan menawarkan Deep M.I.N.D. connection dengan SKK agar mereka bisa “melihat apa yang ia lihat”.
Luna Tenggelam dalam Red Tide
Begitu masuk, Luna diserang oleh emosi, kenangan, dan kesadaran korban Red Tide yang mencoba merebut tubuhnya.
Mereka mempertanyakan: “Kenapa kamu yang terpilih?”, iri dan marah karena Luna yang mendapatkan akses ke Ascension-Network dan bertahan hidup.
Luna nyaris kehilangan stabilitas M.I.N.D.-nya; sebagian fragmen kesadarannya terlepas dan menyebar ke kabut Red Tide.
Fragmen Kesadaran & Reaksi di Permukaan
Lewat fragmen itu, Luna “melihat” Lucia dan Alpha berbicara dengan SKK, mengungkap rasa bersalah Lucia karena tidak dapat menyelamatkan Luna di masa lalu dan ketakutan akan bahaya yang sama terulang.
Fragmen itu padam, dan Luna sadar ia harus berpegang pada Mind Beacon SKK untuk bertahan.
Cradle Menyalahgunakan Kesempatan
Saat Luna dalam keadaan lemah, Cradle memanfaatkan celah untuk membaca pengetahuan dalam kesadaran Luna: tentang kehendak Ascension-Network, “agent”, dan data kesadaran.
Cradle mempertimbangkan untuk:
Menghancurkan kesadaran Luna.
Menjadikan Luna semacam “proyeksi Red Tide” yang tunduk padanya.
Menggantikan Luna untuk menyelesaikan “ujiannya” dan merebut otoritas agent, mungkin bahkan melampauinya.
Ia ragu sebentar, namun mulai “menaikkan gelombang” Red Tide untuk menenggelamkan Luna lebih dalam.
Kecurigaan & Konfrontasi
SKK merasakan gangguan berat di M.I.N.D. connection; Alpha langsung curiga ke Cradle dan mengincar Red Tide.
Cradle mengklaim Luna “terseret lebih dalam” dan menawarkan untuk membatalkan kesepakatan serta menarik Luna keluar, tapi menegaskan bahwa “bayaran” tidak akan dikembalikan.
SKK mencoba menstabilkan koneksi; dari Luna hanya terdengar teriakan penuh benci: “Cra...dle...!”
Alpha langsung menyerang; Cradle membangkitkan gelombang Red Tide dan Hetero-Creature dalam jumlah besar.
Pertempuran di Permukaan
Gray Raven dan Roland bertempur melawan Cradle dan Hetero-Creature.
Lithos menahan Teasell dan Voodoo untuk tidak ikut campur; ia memilih bersikap netral demi tidak dianggap musuh, namun siap membantu jika situasi benar-benar gawat.
Cradle berkali-kali “mati” dan bangkit lagi lewat Red Tide, memanfaatkan keunggulan medan.
Cradle mencoba memecah-belah: ia mengatakan bisa memberi semua yang Luna tawarkan pada Gray Raven dan mempertanyakan perlunya kerja sama erat manusia–Ascendants jika hanya demi keuntungan.
Alpha menolak terpengaruh dan menegaskan bahwa target satu-satunya adalah Cradle; SKK menyimpulkan Cradle hanya mengulur waktu demi tujuannya.
Upaya Penyelamatan Luna
Sementara pertempuran berlangsung, SKK terus menguatkan M.I.N.D. connection untuk menemukan Luna di dalam Red Tide.
Pikiran disederhanakan menjadi misi inti: “Temukan Luna. Bantu Luna.” agar transmisi makin kuat.
Mind Beacon Luna akhirnya ditemukan, namun pada saat itu Red Tide mengamuk hebat.
Kembalinya Luna & Kejatuhan Cradle
Di tengah kekacauan, cahaya seperti sinar bulan menyelimuti hutan; Luna muncul kembali, nyaris di batas kemampuannya, tetapi masih mampu mengendalikan Punishing Virus.
Ia menunjuk Cradle; Punishing Virus di udara mengkristal menjadi banyak tombak dan menusuk Cradle.
Hetero-Creature yang terbentuk dari Punishing Virus dihancurkan Luna hingga menjadi fragmen.
Cradle jatuh ke Red Tide dalam keadaan hancur, namun belum sepenuhnya lenyap—Lamia memperingatkan bahwa Cradle belum benar-benar musnah.
Pada saat fragmen tubuh Cradle hendak kembali ke Red Tide, Omega Weapon digunakan untuk menyelesaikan sisanya.
Akhir Pertempuran
Pertempuran berakhir, area menjadi senyap.
Alpha menangkap tubuh Luna yang jatuh dari udara; jelas Luna sudah mengerahkan seluruh kekuatannya.
Luna berterima kasih secara langsung pada SKK atas “bantuan terakhir” melalui M.I.N.D. connection, lalu menutup mata, kelelahan dalam pelukan kakaknya.
Kondisi Luna & Bahayanya
Luna ditemukan dalam kondisi kritis; framenya (dibentuk dari Red Tide) mulai membusuk seperti tubuh manusia yang membusuk.
Liv memeriksa dan menyimpulkan bahwa M.I.N.D. Luna kacau balau, tidak utuh, dan tercampur data yang corrupted—mirip kondisi Liv saat memakai frame Empyrea.
Jika dibiarkan, Luna akan sepenuhnya hancur dan kembali terseret ke Red Tide.
Masalah M.I.N.D. Connection
Pengalaman sebelumnya: untuk menyelamatkan Liv, Lucia harus menyelam jauh ke M.I.N.D. Liv dan membantu SKK membangun remote connection.
Mengulang hal yang sama pada Luna sangat berbahaya, karena:
Data korup lebih parah.
Luna adalah Ascendant, sehingga resiko corruption terhadap SKK jauh lebih besar.
Membawa Luna ke Babylonia tidak mungkin karena trauma dan risiko yang terkait dengan Project Winter.
Rencana Penyelamatan Luna
SKK sudah menyiapkan Deep M.I.N.D. connection dengan Luna sebelum Luna masuk ke Red Tide; sekarang hanya perlu di-restart.
Roland menawarkan bantuan: dia atau Alpha bisa melakukan deep dive, tapi SKK menolak karena koneksi dengan dua Ascendant sekaligus hanya akan membuatnya benar-benar corrupt.
Peran Lamia
Lamia menawarkan bantuan: ia akan mengendalikan Punishing Virus dalam tubuh Luna dan menempatkannya dalam kondisi “stagnan” sementara, untuk memperlambat erosi frame Luna.
Ini memberi jendela waktu aman bagi SKK untuk melakukan Deep M.I.N.D. connection.
Kemampuan Lamia ini ia pelajari lewat Ascension-Network, meski awalnya ia tampak ragu untuk mengakuinya.
Menurut Lamia, Luna belum sepenuhnya mampu mengontrol framenya, terutama dalam kondisi sekarang.
Keputusan Akhir
Meski berisiko besar, SKK memutuskan untuk memulai kembali Deep M.I.N.D. connection demi menyelamatkan Luna.
Gray Raven (khususnya Lucia) siap memutus koneksi secara paksa bila terjadi sesuatu yang salah.
Adegan berakhir ketika SKK mulai fokus dan menyelam ke dalam M.I.N.D. Luna, lalu sosok samar terlihat di tepi penglihatan.
Situasi & Tujuan
SKK menyinkronkan penglihatan dengan Luna melalui Mind Beacon untuk membantunya mencari fragmen M.I.N.D.-nya yang hilang di dalam data yang telah di corrupt Punishing.
Tubuh-tubuh yang terlihat adalah “wadah” bagi data orang mati yang telah terserap Punishing; mereka kini beku berkat intervensi Lamia.
Pengalaman Luna dengan Punishing
Ini bukan pertama kalinya Luna kehilangan fragmen M.I.N.D. dalam data corrupt Punishing; sudah terjadi tiga kali sejak ia menjadi agent.
Efeknya: pikirannya dipenuhi pikiran asing, lalu seperti terjebak dalam mimpi yang tak bisa ia tinggalkan dan perlahan melupakan jati dirinya.
Dulu, sebelum SKK ada, kakaknya yang biasanya “membangunkannya”. Kini, karena tingkat corruption Red Tide, bahkan sang kakak menyarankan Luna mencari bantuan SKK.
Hakikat Suara & Data Korup
Jeritan yang terdengar adalah ratapan satu era: suara orang-orang yang mati dalam kiamat, kenangan dan emosi mereka tersimpan dalam Punishing.
Data ini bukan hanya “rekaman orang mati”, tetapi juga bagian yang telah terdistorsi oleh sifat Punishing sendiri; mereka “hidup” sebagai informasi dalam sistem itu.
Ascension-Network & “Kedewaan” Para Agent
Luna menjelaskan bahwa:
Ascension-Network menghasilkan “noise” yang pada intinya adalah keinginan massa: keinginan yang terpecah, tak lengkap, dan saling bertentangan.
Agent ibarat “dewa palsu” dari sebuah agama baru. Mereka adalah figur yang diangkat oleh kumpulan harapan dan emosi manusia yang kuat.
Hanya Ascendant yang melewati “Filtering” bisa memanifestasikan wujud mereka secara utuh di hadapan orang lain.
Struktur Kehendak Ascension-Network
Keinginan massa tidak pernah selaras:
Ada yang didominasi kebencian (balas dendam, amarah).
Ada yang didominasi cinta (kasih sayang, perlindungan).
Ada penyesalan, hasrat, kesombongan, amarah, dan seterusnya.
Punishing merespons agent yang "sejalan" dengan emosi tertentu:
Punishing yang berisi informasi penuh kebencian butuh agent yang mau mengeksekusi balas dendam.
Punishing yang bisa dikendalikan seorang agent adalah kumpulan “orang-orang” (informasi) yang mau mengikutinya.
Karena itu kemampuan agent terbatas: mereka tidak dapat menguasai seluruh Punishing, hanya bagian yang selaras dengan emosi dan “aliran” mereka.
Tabu sejati bagi kehendak Ascension-Network: ketiadaan keinginan atau emosi sama sekali.
Filtering & “Kelangsungan Hidup” dalam Punishing
Setelah informasi orang mati bergabung dengan Punishing, mereka menganggap diri mereka telah melewati Filtering dan “bertahan hidup” dalam bentuk baru ini.
Mereka memanggil rekan-rekannya dari dalam kesunyian, sementara Punishing terus mengumpulkan informasi baru, baik dari yang hidup maupun yang mati.
Keinginan massa bersifat sepihak – tidak ada jaminan bahwa harapan satu pihak selaras dengan pihak lain.
Selene & Replika M.I.N.D.
Selene berasal dari “bayangan” Luna yang tertinggal dalam gugus kebencian.
Kebanyakan informasi orang mati yang tersisa di Ascension-Network didominasi kebencian, sehingga Selene terbentuk sebagai refleksi dari sisi kebencian Luna, mirip masalah replika M.I.N.D. yang pernah dialami kakaknya.
Sebagai agent, Luna tidak bisa memutus koneksi dengan Ascension-Network begitu saja.
Vonnegut & Jenis Kehendak yang Mengikatnya
Luna tidak tahu detail kehendak yang beresonansi dengan Vonnegut, hanya merasakan ada penyesalan yang tak terhapuskan dalam suara yang terkait dengannya.
Perubahan Luna & Sikapnya terhadap Manusia
Luna mengakui perjalanan penjelajahannya di dalam Punishing mengubah cara pandangnya:
Ia menyadari dirinya tak berbeda dari para korban; nasib tidak memilih berdasarkan usaha atau keunggulan.
Ia hanya “kebetulan” menemukan Ascension-Network, dan “keberuntungan” itu membawa beban dan tanggung jawab.
Ketika ditanya apakah ia masih membenci manusia:
Ia menjawab bahwa jika ia menghitung dirinya sendiri sebagai manusia yang ia benci, maka ya, ia masih membenci umat manusia, termasuk dirinya.
Meski begitu, ia tetap ingin kerja sama dengan SKK berlanjut dan tidak ingin pertemuan ini menjadi yang terakhir.
Sikap & Tujuan Baru Luna
Luna menyatakan bahwa ia kini tidak berdiri di bawah “kehendak” siapa pun.
Ia ingin masa depan “nyata” di mana semua orang yang ia sayangi aman.
Untuk mewujudkan itu, ia siap “mendeklarasikan perang” terhadap aturan dunia dan Ascension-Network.
Untuk sementara, manusia dan Construct bukan musuhnya selama mereka tidak menyerangnya.
Target Berikutnya: Inver-Hetero Tower
Luna berencana menuju Inver-Hetero Tower untuk menemukan Selene dan memulihkan seluruh hak istimewa agen.
Berdasarkan informasi Vonnegut, menara itu dibangun dengan asumsi “Punishing bisa dikendalikan”, sehingga tidak menghalangi para agent.
Serangan Terencana Hetero-Creature
Dalam perjalanan keluar dari Hetero Forest, tim menyadari keadaan “terlalu sunyi” dan tak ada gangguan seperti saat masuk.
Ternyata, banyak Hetero-Creature bersembunyi di bawah tanah dan meledak keluar secara serentak—jelas ini adalah jebakan terencana, di luar kemampuan taktis Hetero-Creature biasa.
Luna, Alpha, dan Lucia menahan serbuan besar di garis depan; Roland, Lee, Liv, dan Lamia menutup celah di belakang.
Bertahan di Posisi Menguntungkan & Panggil Bantuan
Lee mengusulkan mundur ke celah gunung sempit untuk mengurangi keunggulan jumlah musuh dan meminta bantuan Babylonia.
Lucia membuat dinding es raksasa untuk menahan sementara gerombolan.
Di dalam celah, Liv, Roland, dan Lamia menahan musuh; Lee menyiapkan komunikasi jarak jauh; Luna terbang untuk mengurangi gangguan Punishing dan mengintai.
Skala Ancaman & Fokus pada Luna
Dari udara, Luna dan Lucia melihat: hampir seluruh Hetero Forest memompa energi Punishing untuk memproduksi Hetero-Creature dalam jumlah masif.
Semua Hetero-Creature berlari sambil menatap langit—targetnya adalah Luna.
Alpha menilai Hetero-Creature tetap bisa diatasi secara taktis, tetapi Luna dan Alpha sepakat bahwa bertarung di sana tidak perlu karena bukan tujuan utama mereka.
Keputusan: Berpisah & Mengalihkan Musuh
Jalur evakuasi dari Babylonia sudah ditandai.
Luna menyarankan kelompok dipecah dan berkumpul kembali dekat Clean Zone agar Hetero-Creature tak mengerumuni satu titik.
Gray Raven berangkat lebih dulu; Luna, Alpha, Roland, dan Lamia memutuskan memutar jalur dan “menggiring” serta mengelabui kawanan yang mengejar Luna.
Luna melepaskan “pembatas” (membuka sayap, menaikkan konsentrasi Punishing), dan Roland menyusun rute jebakan dengan memanfaatkan “jejak” atau “aroma” Luna agar kawanan tersesat.
Serangan Mendadak & Kemunculan Vonnegut
Dalam perjalanan menuju Clean Zone, Gray Raven kembali disergap Hetero-Creature dari bawah tanah.
Tanah terbelah, akar Hetero-Tree bangkit, memisahkan SKK dari tim.
SKK hampir diterkam, tapi dilindungi oleh semacam dinding tak kasat mata.
Di dalam medan gaya tertutup itu, Vonnegut muncul, sementara Hetero-Creature di luar terus menghantam penghalang.
Dialog Pendek dengan Vonnegut
Peluru SKK kehilangan momentum sebelum menyentuh Vonnegut.
Vonnegut mengakui ia sengaja membuat Lithos menyampaikan informasi ke Cradle agar punya “leverage”, tapi ia menyangkal bekerja sama dengan Cradle.
Ia menanyakan apakah SKK mendapat sesuatu terkait “Dominik” dan menyatakan bahwa “pihak terkait” akan menjadikan SKK pilihan utama jika ingin meninggalkan jejak di era ini.
Ia menyuruh SKK “memperhatikan” karena petunjuk lebih dekat dari yang dikira, sambil menatap ke arah Clean Zone.
Setelah mengaktifkan force field dan memutus suara di luar, Vonnegut menghilang.
Pertemuan dengan Scarab Squad (Discord & Yata)
Setelah kembali bergabung dengan Gray Raven, mereka bertemu Discord dan Yata dari tim Scarab—eks Purifying Force.
Scarab mengamankan jalur dan mampu mendeteksi Hetero-Creature yang bersembunyi di bawah tanah.
Discord mengurus armor SKK dan mengungkap bahwa ia dulunya penjahit.
Yata menyinggung bahwa hanya Scarab yang dikirim mungkin karena misi ini melibatkan Ascendants, dan menyiratkan adanya pihak-pihak yang ingin SKK terus dicurigai, tak peduli benar-salah.
Yata menegaskan posisinya di “pihak yang tidak ingin SKK dihukum hanya berdasarkan tuduhan kosong.”
Kembali ke Clean Zone & Lanjut Misi
Tim berhasil keluar dari Hetero Forest dan kembali ke Clean Zone.
Lucia telah melaporkan semua detail, termasuk informasi tentang Inver-Hetero Tower dan petunjuk terkait Dominik.
Dikonfirmasi bahwa Luna sudah tiba di titik temu yang disepakati.
Gray Raven pun siap berangkat.
Pagi mulai menyingsing, Ascendants mengawal Luna menuju Menara Inver-Hetero di bawah pengawasan Purifying Force dan Scarab.
Bianca memastikan semua orang yang melihat “agent” sudah dipindahkan agar operasi tetap rahasia, dan mengatakan mereka akan membantu menutupi gerakan Ascendants.
Luna mengatakan jika semua berjalan lancar, ini akan menjadi langkah terakhir. Namun, ia sendiri tidak tahu apa yang ada di dalam menara, dan tidak bisa menjanjikan bahwa hanya Selene yang akan mereka incar.
Meski penuh risiko dan ketidakpastian, pihak manusia memilih mempertahankan sedikit harapan ketimbang pasrah pada kematian.
Luna berpamitan pada Alpha dan padaSKK dengan senyum sendu namun nakal, menyiratkan bahwa mereka akan bertemu lagi: “See you soon.”
Luna dan Menara
Luna menembus labirin dan penghalang menara dengan mudah berkat framenya yang diperkuat Punishing.
Ia menyentuh Gerbang yang belum lengkap dan menyadari adanya Punishing “masa lalu” yang bisa jadi saluran komunikasi informasi.
Luna heran bagaimana manusia dulu dapat mengendalikan menara, mengingat manusia tidak bisa membaca sinyal Punishing dan hanya satu frame bisa kebal Punishing. Ia menduga ini terkait struktur frame tertentu.
Fungsi Menara dan Inti Anti-Punishing
Luna mencoba membaca aliran sinyal Punishing, tetapi semuanya terblokir.
Ia merasakan adanya inti anti-Punishing di puncak menara yang menekan fungsi asli menara dan sekaligus mempertahankan Clean Zone.
Ia tahu semakin tinggi ia naik, semakin berkurang penguatan pada framenya, tetapi di puncak itulah Selene dan tujuan utamanya berada, jadi ia tetap maju.
Pengaruh Selene dan Visinya
Di dekat Gerbang yang belum lengkap, muncul bayangan Ethereal orchids yang mekar, simbol pengaruh Selene.
Sejak proses “re-filtering” Ascension-Network merenggut kebebasan mereka, suara Selene makin dominan, memakai kekuatan curian untuk menampilkan “visi masa depan” yang diklaim sebagai hasil pengamatan Network.
Selene menggambarkan masa depan suram: tanpa kebencian, semua akan mati dan hanya Luna yang tersisa untuk menderita.
Kenangan Pribadi Luna
Bunga orchid/anggrek salju adalah bunga favorit Luna dari kampung halamannya, terkait memori hangat: sinar matahari, suara gorden, panggilan kakaknya.
Setelah menjadi agent, Luna mencari bunga itu di reruntuhan, tapi menemukan bahwa semua hanya bunga rumah kaca yang dibesarkan ibu dan kakaknya—seperti dirinya.
Tanpa mereka, semua hal itu lenyap tanpa jejak. Sebelum naik ke tingkat berikutnya, ia menatap sekali lagi bayangan anggrek salju, sadar bahwa “kesempatan menulis ulang masa lalu” di depannya mungkin hanya ilusi.
Konflik Selene dan Agent Zero
Di dekat Gerbang yang paling dekat dengan inti, Selene yang menyatu dengan Agent Zero sedang “menguliti” dirinya dari pengaruh Zero.
Selene menganggap tujuan mereka harusnya sama: menyelesaikan Gerbang dan meninggalkan era ini sepenuhnya.
Agent Zero, yang telah "dirusak" Gestalt, justru menikmati kehancuran itu sendiri dan menolak menjadi boneka, ingin menghancurkan segalanya tanpa terikat rencana.
Perbedaan Tujuan dan Rencana Selene
Selene menegaskan tujuan: Gerbang harus lengkap, mereka harus meninggalkan era ini, dan peradaban manusia harus dimusnahkan.
Agent Zero menyorot masalah kunci: tanpa “key”, Gerbang yang lengkap pun tidak bisa membawa semua pergi.
Selene memutuskan:
Luna akan dijadikan kunci.
Agent Zero tidak boleh kembali ke masa lalu, karena memetik yang sudah “tercemar” akan melemahkan Ascension-Network dan menghentikan manifestasi informasi yang lahir dari kebencian.
Selene menyatakan dengan tegas bahwa bahkan di bawah kepemimpinannya, misinya tetap: menghancurkan manusia dan membangun dunia baru untuk mereka yang setia padanya.
Penutup
Selene menggenggam bola mata hidup di dadanya dan berjalan menuju Gerbang, berulang kali menegaskan bahwa Gerbang harus diselesaikan.
Kebangkitan Cradle dari Red Tide
Di tepi Red Tide, materi merah kental membungkus pecahan-pecahan dan perlahan membentuk sosok Cradle.
Ia mengeluh tentang senjata manusia yang hampir menghancurkan wujudnya sepenuhnya, dan butuh lebih dari setengah jam fusion yang menyakitkan untuk memulihkan bentuknya, meski sekarang tampak terpelintir dan rusak.
Situasi di sekitar Inver-Hetero Tower
Di luar, banyak orang tiba-tiba berkumpul di sekitar Inver-Hetero Tower tanpa jelas siapa penyebar awal rumor.
Dua prajurit construct membicarakan kabar “ada yang aneh” di menara dan mengaitkannya dengan unit Scarab.
Yata dan Shiva, yang sedang menyelidiki, menyangkal adanya informasi resmi dan menyebutnya hanya rumor, mencoba meredam kecurigaan agar orang-orang tidak semakin mendekat.
Kekhawatiran soal penyelidikan & rumor
Discord cemas karena hari sudah hampir subuh; semakin terang, semakin besar kemungkinan orang-orang akan curiga dan menyelidiki lokasi.
Yata kesal ada pihak yang “melebih-lebihkan” situasi dan menghentikan Shiva sebelum dia mengucapkan sesuatu yang sensitif.
Motivasi dan rencana Cradle
Cradle mengamati kerumunan di sekitar menara lewat “pandangan Punishing” dan menyadari situasinya tidak ideal.
Ia berpikir: bila bisa masuk sebelum Agent Zero sepenuhnya dinetralkan, ia bisa merebut lebih banyak “legacy” (warisan/data/ingatan) tersebut.
Namun ia menilai risikonya terlalu tinggi sekarang, jadi memutuskan menunda, meski tahu akan kehilangan sebagian besar “legacy”. Ia puas karena masih bisa menyelamatkan bagian yang dibutuhkannya dan mengklaim akan meneruskan cerita dan “semangat” sosok yang diwarisinya di dalam dirinya.
Pertanyaan tentang “Agent Zero”
Saat hendak kembali ke Red Tide, Cradle mempertanyakan istilah “Agent Zero” untuk polusi memetik itu:
Mengapa polusi itu disebut Agent Zero?
Apakah itu pernah benar-benar seorang “manusia” atau “individu”?
Ia menenangkan diri dengan keyakinan bahwa kebenaran soal Agent Zero akan ia ketahui nanti.
Di puncak menara, Gate yang diaktifkan oleh kekuatan gabungan Selene dan Agent Zero membuka sebuah terowongan gelap menuju timeline lain, yang menjadi tujuan Luna.
Tubuh “gadis” (wadah yang berisi dua kesadaran: Selene dan Agent Zero) berbaring di kehampaan, berjuang antara dua kehendak. Tangan kanan berusaha meraih sesuatu, tapi tangan kiri menusuknya dengan pisau.
Teriakan Selene dan Agent Zero terdengar bersamaan; wujud gadis itu bergetar dan terdistorsi, menunjukkan kedua kesadaran itu saling bertabrakan dan tidak stabil. Agent Zero menyadari ada yang salah dengan Hetero Tower ini: kekuatan mereka berdua terus melemah.
Selene menegaskan bahwa Agent Zero sendiri yang memilih tempat ini untuk bergabung dengan Ascension-Network dan menghancurkan peradaban Bumi, tapi dalam praktiknya Agent Zero justru terus melawan proses transfer kekuatan—bahkan rela risiko hancur bersama demi lepas dari Selene. Selene menuduh Agent Zero menolak menjalankan “tugasnya”.
Lewat rasa sakit yang terus dipaksakan pada tubuh bersama itu, Selene perlahan mengambil alih kendali. Teriakan Agent Zero melemah dan akhirnya menghilang.
Saat Luna mendekati puncak, Selene merasakan kehadirannya dan mengubah sikap: ia “menawarkan” jalan keluar bagi Luna. Ia menuntut Luna menjadi “kunci” untuk kembali ke momen awal ketika Luna pertama kali masuk ke Ascension-Network, dengan tujuan “mengoreksi” pemahaman Luna dan memurnikan tujuan Luna.
Selene menyatakan bahwa Ascension-Network tidak membutuhkan kesadaran yang rumit dan “berat”—baginya, hanya emosi murni yang bisa menembus sistem filtering, dan kebencian adalah emosi terkuat. Ia mengklaim bahwa Ascension-Network diciptakan untuk kebencian dan balas dendam, serta menanamkan gagasan bahwa seluruh manusia hidup itu licik dan hina.
Akhirnya, Selene mengajak Luna memeluk kebencian sebagai inti dirinya. Ia menyiratkan bahwa ketika Luna “bangun” nanti, dunia akan mendengar pekikan amarah Luna.
Lokasi & Kondisi
Luna dan Selene tertarik melalui “Gate” ke area dekat inti menara.
Punishing dalam tubuh mereka mengotori inti biru, sementara inti yang telah dimodifikasi Lee menyerap kekuatan destruktif itu.
Semakin dalam ke terowongan, kekuatan mereka dari Ascension-Network dan Punishing menghilang; mereka dipaksa bertarung hanya dengan fisik.
Pertarungan Luna vs Selene
Selene, yang merupakan wujud Ascension-Network, ternyata lemah dalam pertarungan fisik murni.
Meski kekuatan setara, Selene terus terdesak dan tak mampu menyelesaikan kalimat karena serangan Luna.
Luna memanfaatkan lingkungan (koridor berduri) dan bertarung murni dengan tubuhnya, tanpa kekuatan spesial, lalu menjepit dan mengalahkan Selene.
Konflik Ideologi
Selene menganggap manusia yang bertahan hidup itu “hina” dan percaya pada rencana Ascension-Network: filtering sebagai “masa depan yang benar”.
Dia yakin Luna seharusnya mengikuti kehendak Ascnet dan menuduh Luna serta Agent Zero telah “tersesat”.
Luna menolak pandangan ekstrem itu, mengatakan emosi dan motif tidak pernah sesederhana atau se-“murni” yang Selene inginkan. Membuang emosi tidak otomatis membuat seseorang lebih baik atau bijaksana.
Luna menuduh Selene sebenarnya juga terikat pada sesuatu yang tak bisa ia lepaskan—membenci dunia karena ada hal yang tak mampu ia relakan.
Kekalahan Selene
Luna menebas Selene sebelum Selene sempat membantah.
Dalam saat-saat terakhir, Selene memperingatkan bahwa masa depan yang direncanakan Ascension-Network adalah “tak terhindarkan”.
Kekuatan Baru Luna & Visi Masa Depan
Setelah anomali lenyap, kekuatan Luna pulih, bahkan melampaui yang pernah ia miliki.
Namun “corruption trait” yang seharusnya muncul justru tidak ada.
Ketika Luna mencoba melacaknya dengan kekuatannya, ia diserbu banjir data dan cahaya—serangkaian visi tentang berbagai kemungkinan masa depan.
Semua Masa Depan Menuju Kehancuran
Luna melihat banyak sekali masa depan: harapan berubah jadi keputusasaan, hidup jadi kematian, semua berujung kehancuran dan akhir yang tidak tuntas.
Di tengah visi ini, suara Selene menjelma menjadi “noise” yang berbisik: bertanya apakah Luna akan mengubah masa depan, memuji tekadnya membentuk masa depan sendiri, dan menggoda bahwa ia dapat “mengulang” dari awal yang lebih baik.
Godaan untuk Mengubah Masa Lalu
Suara itu mengatakan masa lalu terlalu menyakitkan; Luna bisa menulis ulang masa lalu yang menghantui dirinya.
Jalannya seolah jelas: cukup dengan mengangkat tangan, semua penderitaan bisa dihapus.
Di akhir, Luna terdiam, lalu perlahan mengangkat tangannya.
Situasi pasca insiden Inver-Hetero Tower & kerja sama dengan Luna
Luna keluar dari menara setelah menstabilkan inti, tapi kerusakan permanen membuat Clean Zone tak bisa dipulihkan sepenuhnya.
Status Agent Zero tidak jelas.
Luna menyatakan kerja sama dengan SKK berhasil, dan membuka kemungkinan kerja sama di masa depan, namun menegaskan bahwa ia dan para Ascendant hanya mempercayai SKK, bukan Babylonia.
Stabilitas Clean Zone & rencana teknis Babylonia
Beberapa hari kemudian, Asimov mengonfirmasi konsentrasi Punishing di Clean Zone telah stabil dan aman berkat bantuan Ascendant.
Masalah Gestalt masih rumit.
Babylonia mulai merencanakan proyek untuk memiliki frame yang dapat mengakses Inver-Hetero Tower secara bebas, seperti Lucia. Asimov tahu SKK tidak menyukai ide ini sehingga pembicaraan dihentikan.
Misteri chip Dominik dan password “hitungan zaman”
SKK menggunakan chip Dominik dan masuk ke ruang data berisi protokol tanya jawab standar serta sebuah “black box” yang terkunci password.
Upaya pakar sandi Babylonia untuk menebak password gagal.
SKK mencoba kombinasi angka pribadi “931206” sebagai password, tapi salah.
Setelah diingatkan oleh sistem soal kompleksitas password akun kerja (harus campur huruf/angka/simbol), SKK menyadari password Dominik mestinya juga tidak sesederhana angka saja.
Dengan mengacu pada petunjuk Vonnegut bahwa kunci “lebih dekat dari yang kau pikirkan”, SKK mengubah 9→q dan memasukkan “q31206...”.
Sistem menerima: password benar, akses diberikan. Artinya, rahasia Dominik memang terkait erat dengan SKK.
Luna, Selene, dan makna perjalanan waktu
Dijelaskan bahwa Selene ingin memakai Luna sebagai “kunci” untuk kembali ke masa lalu, menjerumuskannya ke jalur kebencian yang sama.
Setelah mengalahkan Selene dan mewarisi pengetahuannya, Luna tahu bahwa mengubah masa lalu secara kasar hanya menghasilkan rangkaian kegagalan dalam berbagai simulasi—nasib kematian keluarga dan dirinya tak benar‑benar bisa dihindari dengan cara kasar tersebut.
Luna sadar: perjalanan ke masa lalu bukan untuk mengubah sejarah besar, tapi untuk menghadapi perasaannya sendiri.
Kunjungan Luna ke masa lalu & percakapan telepon dengan ibunya
Luna pergi ke tanggal 5 Januari 2161, hari ke‑16 setelah outbreak Punishing, ke kampung halamannya yang sama seperti di masa kini.
Ia berniat hanya melihat ibunya dari jauh karena sadar risikonya jika mengubah masa lalu.
Namun bunyi telepon mendorongnya untuk masuk ke bilik telepon dan secara impulsif menelepon rumahnya sendiri.
Ia berbicara dengan ibunya, mengaku sebagai “teman Luna”, menahan diri untuk tidak memperingatkan soal bahaya atau mengungkap identitas dan kondisi sebenarnya.
Mereka mengobrol ringan, saling menemani di tengah malam yang kacau. Ibunya sedang menunggu Lucia dan ayahnya pulang, sementara Luna berkata ia juga sedang menunggu “keluarganya” pulang.
Di akhir, Luna lemah karena ia bukan “kunci” resmi; perjalanan ini punya batas. Ia hanya sempat menanyakan apakah snow orchid di rumah masih hidup, lalu mengucapkan “selamat malam”.
Percakapan itu memberi Luna sedikit ketenangan emosional, tanpa mengubah jalannya sejarah secara besar.
Kembali ke masa kini: harapan Luna & Alpha
Luna terbangun bersama Alpha di reruntuhan rumah masa kecilnya.
Mereka menemukan bibit snow orchid yang ternyata masih ada di sana, sesuatu yang “seharusnya” sulit ada di dunia yang dilanda Punishing.
Dari keberadaan snow orchid itu, Luna menyimpulkan:
Ada area atau kemungkinan yang tidak terjangkau perhitungan Ascension-Network dan tidak sepenuhnya dikendalikan Punishing.
“Cermin” mungkin melihat langit berbintang yang luas, tapi tetap dibatasi bingkai; artinya tidak mahatahu.
Luna bertekad tidak akan membiarkan Alpha pergi atau membiarkan ramalan Ascension-Network menjadi kenyataan. Ia percaya masih ada variabel yang bisa diubah.
Kondisi Luna
Luna kelelahan parah dan mengalami fluktuasi M.I.N.D. yang serius saat pencarian Cradle.
Untuk menstabilkannya, diperlukan koneksi M.I.N.D. prematur sebagai latihan sebelum konfrontasi Red Tide.
Situasi di Ranah M.I.N.D.
SKK memasuki manifestasi kesadaran Luna: sebuah pulau yang dikelilingi laut gelap berbahaya.
Air laut menyakitkan dan melemahkan, tapi kekuatan SKK memurnikan dan menstabilkan area kecil di sekitarnya.
Sebuah bangunan yang merupakan “rumah masa lalu” Luna muncul di tengah pulau; menyelesaikan langkah di dalamnya akan menstabilkan M.I.N.D. Luna.
Konflik dan Keraguan
Perjanjian non-agresi dengan Luna hanya janji lisan, tanpa jaminan.
Setelah insiden di Inver-Hetero Tower, Ascendants bisa mengancam Pusat Medis dan Clean Zone kapan saja.
Jika Cradle melancarkan Red Tide lagi, Gray Raven dan Clean Zone akan dalam bahaya besar jika Luna berkhianat.
SKK sadar tidak ada kepastian Luna akan mematuhi kerja sama di masa depan.
Tujuan Utama
Menstabilkan M.I.N.D. Luna melalui koneksi dan menyelesaikan “ritual” di rumah masa lalunya.
Menjalin kerja sama dengan Luna meski tanpa jaminan penuh, demi menghadapi ancaman Red Tide.
Mencari cara untuk “mengikat” atau membatasi Luna agar risiko pengkhianatan di masa depan berkurang.
Keputusan Akhir
Meski dipenuhi keraguan, SKK memilih tetap maju: membuka pintu besi, memasuki rumah, dan fokus pada tugas menstabilkan M.I.N.D. Luna.