sebelum membaca: sangat sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena chapter ini sangat emosional, kesan terbaiknya tidak akan bisa didapat jika hanya membaca di page ini. juga chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Commandant
1st —Lost in the Misty Court of Time
Mimpi aneh dan identitas SKK
SKK berulang kali mengalami mimpi aneh: melayang seperti arwah, masuk ke tubuh lain, mengulang masa lalu “dia”, melihat memori rekan, dan dunia damai yang asing.
Lebih sering, ia dikejar bayangan, tubuhnya larut, ia naik “tangga aneh” dan berkali‑kali melihat “akhir” dan membuat pilihan pengorbanan yang hampir sama.
Sebuah sosok di balik “Cermin” mempertanyakan identitas SKK dan apakah ini hanya proyeksi seperti dirinya.
Bangun di tempat asing dan efek samping Key
SKK terbangun di jalan yang tak dikenal, dengan ingatan kabur, telinga berdenging, dan mimisan.
Lucia menenangkannya dan menjelaskan bahwa efek samping penggunaan “Key” untuk memundurkan waktu memengaruhi keduanya, terutama SKK: pusing, hilang ingatan sebagian, dan kebingungan urutan waktu.
Lucia sendiri mengalami masalah shift dan overload M.I.N.D., tapi dapat ditangani selama koneksi M.I.N.D. dengan SKK terjaga.
Saat diminta membantu menyusun ingatan, Lucia menyebut pertempuran melawan Agent Vonnegut di dalam Inver‑Hetero Tower, lalu SKK merasakan serbuan memori menyakitkan.
Latar belakang: pengembangan Omega Weapon dan Omega Core
Pada rapat Science Council, Asimov menjelaskan:
Omega Weapon ditingkatkan jangkauannya, tetapi masih hanya efektif terhadap frame, belum bisa menciptakan “purified zone” sendiri.
“Egg” (yang dibawa Lamia setahun lalu) lemah secara daya, namun sangat kompatibel dengan teknologi Hetero‑Creature.
Data dari Project Winter, Hyperreal frame, Phantom Tracer, dan Omega Weapon digabungkan untuk menjadikan “egg” sebagai “Omega Core”.
Fungsi Omega Core:
Memberi imunitas terhadap Punishing Virus.
Memungkinkan tubuh memanfaatkan Punishing sebagai sumber energi layaknya Ascendant, sehingga tak perlu pengisian di kapsul stasis.
Secara otomatis beralih ke mode cadangan ketika tak ada Punishing, lalu pengguna mengisi energi di ruang hibernasi seperti biasa.
Dengan teknologi sejenis Phantom Tracer, pengguna dapat mengakses sebagian data yang dibawa Punishing (mirip Liv), bisa dinyalakan atau dimatikan sesuka hati.
Frame baru Lucia (Pyroath):
Sudah sepenuhnya teradaptasi, siap dipakai.
Memiliki kemampuan tak kasat mata (stealth) dan banyak fitur eksperimental.
Asimov menuntut minimal tiga bulan uji misi standar sebelum digunakan dalam penyusupan ke Inver‑Hetero Tower karena banyak variabel tak dikenal.
Jika bermasalah, Lucia bisa kembali ke frame lamanya (Plume) setelah diperbaiki dan di‑upgrade.
Masa pengujian dan misi santai
Pada 31 Maret, Lucia berhasil berpindah ke frame Pyroath.
Tiga bulan pertama diisi misi eksplorasi dan penyelamatan berisiko rendah, demi menguji frame baru.
Masa ini menjadi periode relatif santai bagi SKK dan Lucia, termasuk misi dukungan ke pemandian air panas, penanaman pohon, pembuatan anggur, dan kunjungan ke berbagai lokasi wisata.
Misi konservasi dan tragedi Red Tide
Dalam satu misi rutin, SKK dan Lucia mengawal evakuasi warga dari area konservasi 50 km dari Hetero Zone.
Malam hari, pengelola area konservasi meminta mereka menginap demi keselamatan. Seorang gadis kecil bernama Aina memberi Lucia setangkai mawar sebagai ucapan terima kasih.
Malam itu, seluruh detektor di fasilitas telah dirusak sehingga tak ada alarm berbunyi.
Red Tide tiba‑tiba meluap dari Hetero Zone, menerjang 50 km padang tandus, membanjiri area konservasi, menghancurkan sarana evakuasi, dan meruntuhkan bangunan dalam waktu sekitar satu jam.
Lucia, dibantu Lee dan Camu, mencari korban selamat di antara puing dan Red Tide, namun tak menemukan siapa pun hidup.
Pada pagi hari, Lucia menemukan Aina di dalam peti yang cukup kokoh. Aina bersembunyi karena ketakutan, tetapi saat ditemukan tubuhnya sudah membusuk.
Perubahan Inver‑Hetero Tower dan keputusan strategis
Setelah insiden itu:
Inver‑Hetero Tower kadang kembali ke wujud merah kacau seperti saat pertama muncul.
Hetero Zone mengembang cepat seiring menyebarnya Red Tide.
Dewan mempertimbangkan dua opsi:
Mengirim Lucia masuk lebih awal.
Dewan sendiri bekerja sama dengan para Ascendant untuk membeli waktu.
Lucia mendesak untuk segera bertindak masuk lebih dalam agar tragedi seperti Pulia Forest Park tidak terulang.
Namun tepat ketika ia siap mengabaikan kurangnya uji dan masuk lebih dalam, Tower tiba‑tiba kembali stabil.
Setelah menimbang risiko, diputuskan Lucia tetap dibatasi di tingkat atas Tower untuk pengujian lebih lanjut, tidak langsung menembus ke bagian terdalam.
Kerja sama dengan Luna dan informasi hilangnya Agent
SKK menghubungi Luna untuk menahan Red Tide dan menyelidiki Inver‑Hetero Tower.
Luna menemukan bahwa aturan masuk Tower telah diubah, sehingga ia kini terhalang total.
Ia menjelaskan: dulu inti Tower beracun baginya dan mendekat saja perlahan mengikis kemampuan Agent, sehingga ia tak pernah menggali terlalu dalam.
Kini Tower berubah, dan Luna ingin tahu siapa yang dapat melewati inti berbahaya itu dan merebut kendali Tower.
Agent Zero menghilang; keberadaannya tidak diketahui. Luna menduga ada kaitan dengan anomali Tower. Vonnegut juga menghilang, diduga masuk Tower diam‑diam.
Luna menawarkan bantuan: ia dan para Ascendant akan membantu menahan Red Tide dan memberi waktu bagi umat manusia untuk mundur, dengan imbalan akses ke seluruh intel yang dikumpulkan Lucia di dalam Tower nanti.
Rencana evakuasi dan batas waktu lima tahun
Dengan bantuan Luna, Dewan menyiapkan program intake baru untuk mengungsikan orang ke Babylonia, satu‑satunya zona aman besar yang tersisa setelah runtuhnya Clean Zone (melalui insiden A1 Air Terminal dan memetik memetik yang mencemari).
Kapasitas Babylonia terbatas, sehingga disusun kriteria seleksi:
Usia di bawah 36 tahun.
Memiliki minimal satu keahlian kuat atau menunjukkan adaptabilitas copolymer.
Terkait penanggulangan Red Tide, wacana memakai Longinus Arsenal ditolak karena dianggap tidak efektif dan berpotensi membuat Punishing Virus di udara menjadi makin tak terkontrol.
Berdasarkan estimasi Gestalt:
Awalnya, dunia hanya punya sekitar satu tahun sebelum Hetero Zone menyelimuti seluruh planet, dengan kawasan Arctic Route Union mungkin bertahan dua tahun lebih lama.
Berkat upaya Luna menekan Red Tide dan pembangunan pertahanan teknik, umat manusia mendapat tambahan waktu hingga total sekitar lima tahun.
Di ruang sidang, ketika situasi dijelaskan, muncul bisik‑bisik cemas dan komentar sinis bahwa Gray Raven pernah “gagal menyelamatkan beberapa orang”. Hassen menegaskan bahwa ini bukan deklarasi kekalahan, dan bahwa Gray Raven tak akan gagal.
“Jauh kemudian”: Chiko dan pertanyaan tentang pengorbanan
Cerita melompat ke masa “A long, long time later”, ketika SKK kembali berhadapan dengan Hetero‑Creature Chiko, masih terguncang oleh peristiwa hari itu dan rangkaian kejadian sesudahnya.
Lima tahun yang diperoleh menjadi harapan banyak orang bahwa umat manusia dapat merebut “jalan hidup” dari Hetero Zone yang meluas.
Dalam pandangan umum, kemungkinan terburuk adalah “pemakaman pahlawan”: sebagian pahlawan gugur, tetapi dunia baru dan orang yang mereka cintai tetap hidup.
SKK lalu mengajukan dua sikap ekstrem tentang pengorbanan:
Menolak berkorban dan menolak kematian orang yang dicintai.
Bersedia berkorban demi masa depan damai bagi dunia dan orang yang dicintai.
Namun ditegaskan bahwa di zaman bencana seperti ini, pengorbanan sering melampaui sekadar kehilangan nyawa, dan jarang memberi akhir yang damai.
Persiapan sebelum memasuki Inver-Hetero Tower
SKK bersiap dengan Lucia (dalam frame Pyroath) untuk misi ke Inver-Hetero Tower, menggunakan “Dominik’s Invitation” yang sudah diaktifkan, yang diaktifkan menggunakan “Key” yang dibawa Cervantes.
Seorang gadis yang pernah diselamatkan Lucia di shelter, bersama empat penyintas lain, datang memberi buket mawar dan ucapan terima kasih.
Mereka menyadari misi ini sangat penting untuk menyelamatkan semua orang, dan gadis itu mengungkap keinginannya untuk bisa berkontribusi, bukan hanya “menjadi beban”, merujuk dirinya dan warga biasa sebagai “kayu bakar” sementara para pahlawan adalah “gunung”.
SKK berjanji, jika semua beres, kawasan konservasi mereka akan dibangun kembali.
Percakapan perpisahan dengan Gray Raven
Liv kebingungan menentukan logistik tambahan yang perlu dibawa (gel penyembuh, serum, atau ransum). Diputuskan untuk membawa serum.
Liv dan Lee sama‑sama cemas. Liv menekankan agar SKK dan Lucia tidak memaksakan diri dan segera kembali jika terlalu berbahaya.
Lee bersikap dingin namun jelas khawatir; ia tak bisa masuk ke dalam menara sehingga hanya bisa menunggu dan mengatakan “...just come back soon.”
SKK dan Lucia bergandengan tangan memasuki rift menuju Inver-Hetero Tower, sementara Hetero Zone dilaporkan masih menyebar dan waktu umat manusia semakin menipis.
Penjelasan Lucia tentang “Key”, menara, dan pengiriman pesan ke masa lalu
Dalam kilas balik di dalam Constellia, Lucia menjelaskan:
“Key” adalah Dominik’s Invitation yang sudah diaktifkan.
Di dalam menara, mereka menemukan bahwa menara dapat mengirim pesan ke “masa lalu” Lucia, tetapi hanya ke dirinya sebagai Construct yang sedang terinfeksi Punishing Virus.
Frame Pyroath bisa “membaca” Punishing Virus, yang menjadi kunci pemanfaatan kemampuan ini.
Mereka mencoba mengubah masa lalu:
Mencegah musibah di area konservasi, Pulia Forest Park, dan insiden yang menimpa Liv, bahkan peristiwa di pertempuran Kowloong Metropolis.
Namun hasilnya selalu buruk atau tidak efektif: orang yang diselamatkan malah disergap di perjalanan, bantuan selalu terlambat, dan lain‑lain.
Menyadari ada “keanehan” pada menara, SKK akhirnya memakai Key untuk mengintersepsi semua pesan ke masa lalu dan menghapus seluruh perubahan yang telah dibuat, sehingga timeline kembali terkoreksi.
Ingatan mengenai percobaan-percobaan ini jadi kabur dan terasa seperti mimpi.
Penggunaan “Key” sebanyak 74 kali dan dampaknya
Lucia mengungkap bahwa “Key” sudah digunakan 74 kali.
Setiap rewind dan kematian menimbulkan “efek samping” psikologis dan memori pada Lucia: ingatannya mengabur, waktu yang “hilang,” dan trauma tak terucap.
Sambil terus menyelidiki, mereka menemukan retakan pada lantai menara yang berhubungan dengan Red Tide—seolah Red Tide pernah dibawa masuk dan kemudian dipindahkan ke waktu lain.
Mereka melacak titik konvergensi Red Tide, menemukan jejak aktivitas Vonnegut di sana, mengambil sampel, dan menyimpan semua data di Phantom Tracer sebelum berniat kembali untuk melapor ke Science Council.
Key jatuh ke Red Tide dan hilangnya SKK
Lucia menjelaskan bahwa di salah satu kejadian, Key yang dipegang SKK bergetar hebat dan jatuh ke Red Tide; ia mengambilnya kembali dan menyimpannya sejak saat itu.
Di dekat pintu keluar menara, SKK tiba‑tiba menghilang tanpa jejak. Vonnegut adalah satu‑satunya yang tersisa di dalam.
Vonnegut mengatakan SKK sedang “in the process of dying”, kalimat yang menekankan bahwa di menara, konsep hidup, mati, dan waktu tidak berjalan normal.
Lucia yakin Vonnegut terlibat dalam hilangnya SKK.
Keterlibatan Cradle dan kecurigaan soal Agent Zero
Lucia menceritakan bahwa saat ia bertarung sengit dengan Vonnegut, Cradle muncul di tengah kekacauan dan menyatakan bahwa jika ia tidak membunuh mereka, tujuannya tidak akan tercapai.
Lucia mencurigai Cradle telah bersembunyi di dalam Inver-Hetero Tower sejak lama dan mungkin telah melukai SKK berkali‑kali tanpa mereka sadari, sementara fokus utama mereka saat itu tertuju pada Hetero-Creatures dan Vonnegut.
Cradle tampak sangat kuat dan sukar dikendalikan baik oleh Lucia maupun Vonnegut.
Lucia menghubungkan Cradle dengan istilah “Agent Zero” yang pernah muncul dalam catatan Phantom Tracer mengenai era lain, menduga bahwa Cradle mungkin adalah Agent Zero.
Cradle juga menunjukkan permusuhan terhadap Chaos dan Hetero-Creatures humanoid lainnya, bukan hanya terhadap Gray Raven.
Pengungkapan tentang Chaos dan konflik kepercayaan
Lucia baru mengetahui nama “Chaos” dari SKK, lalu heran mengapa ia baru diberi tahu sekarang.
SKK menyadari bahwa pengetahuan tentang Chaos berasal dari mimpi‑mimpi aneh yang sulit dijelaskan secara rasional dan karenanya tidak mudah untuk diceritakan kepada Lucia.
Lucia lalu mengingat kembali situasi genting:
Ia terjebak dalam pertarungan tiga arah yang berkepanjangan dengan Vonnegut dan Cradle.
Ketika mereka hampir memojokkan Vonnegut, SKK tiba‑tiba muncul di tangga menara bersama Chaos.
SKK memerintah Lucia untuk bekerjasama dengan Vonnegut guna mengalahkan Cradle, tanpa memberikan penjelasan yang memuaskan.
Dari sudut pandang Lucia, SKK tampak “berpihak” pada Vonnegut dan Chaos, seolah siap menerima rencana Vonnegut yang mengarah pada “penyatuan” SKK dengan Chaos.
Lucia masih belum memahami motif SKK dan memeriksa tangan SKK, khawatir ada tanda-tanda korosi akibat sentuhan Chaos.
Empat daun semanggi dan Key yang masih dibawa Lucia
Lucia menunjukkan bahwa ia masih menyimpan Key dan sebuah origami empat daun semanggi yang ia lipat bersama SKK saat tes rutin.
Benda-benda kecil ini menjadi simbol keterikatan mereka dan bukti bahwa rangkaian kejadian tersebut memang pernah terjadi, walau memorinya kabur.
Munculnya Chaos di Constellia dan menuju “final battle”
Saat SKK merenungkan kemungkinan bahwa ia benar‑benar pernah bertemu Chaos (seperti dalam mimpinya) dan mungkin mencoba “mengonfirmasi” kebenaran mimpi itu, sosok Chaos mendadak tampak di kejauhan di kota Constellia.
SKK dan Lucia segera mengejarnya.
Kata‑kata terakhir Vonnegut terngiang: “It’s time to bring this drawn-out feud to a close.”
SKK dan Lucia mengikuti jejak Chaos ke gang sempit di Constellia.
Di sana, seorang tentara bayaran (mercenary) menghadang sambil mencekik seorang anak berambut ungu yang tampak familiar, diduga Lithos.
Mercenary itu marah karena ada seseorang yang mencuri mi instannya, dan ia menekan Lithos agar mengaku siapa pelakunya.
SKK hendak turun tangan, tetapi Lucia lebih dulu maju dan berdiri di antara mereka dan mercenary.
Mercenary meremehkan Lucia dan Lithos dengan hinaan kasar, mempertanyakan siapa mereka dan apakah mereka bagian dari “karyawan berisik” yang ia maksud.
Lucia tidak membalas secara verbal; dia sedang menahan diri dan menghitung seberapa keras dia harus memukul, karena:
Orang-orang ini jelas tidak mau diajak bicara baik-baik.
Ada manusia di pihak lawan yang tidak bisa menerima serangan terlalu keras.
Mereka semua tetap menghalangi jalan saat Lucia dan SKK sedang mengejar Chaos.
Lucia, SKK, dan Rose baru saja mencapai tangga galeri seni ketika Red Tide tiba-tiba menyapu jalan. Lucia memperingatkan Rose untuk menjaga jarak karena Red Tide bisa menyebabkan infeksi.
Terungkap bahwa ini pertama kalinya Rose melihat Red Tide. Mereka menyadari kalau Golden Age kini juga tersapu Red Tide, kemungkinan besar karena pengaruh Inver-Hetero Tower yang menghubungkan fenomena itu ke era ini.
Lucia menjelaskan bahwa bencana ini baru mulai: masih ada banyak penyintas dan peralatan masih berfungsi, jadi masih ada harapan. Namun mereka tidak memiliki Omega Files, sehingga hanya bisa memperingatkan orang—dan setiap kali mencoba, mereka malah dianggap penyebar rumor, ditarik untuk “pemeriksaan,” dan sulit lolos tanpa masalah.
Lucia juga khawatir: jika kalian membobol lockdown untuk kabur, apakah itu justru akan mempercepat menyebarnya Red Tide di Golden Age?
SKK bertanya apakah Red Tide di Golden Age disebabkan Vonnegut atau Cradle. Rose bereaksi saat mendengar nama itu tetapi ragu untuk bicara. Lucia menyimpulkan:
Vonnegut sedang sibuk menahan Cradle tanpa ketahuan, jadi kecil kemungkinan dia yang memulai masalah lain.
Cradle, sebagai Hetero-Creature humanoid yang tertarik pada peradaban manusia, kemungkinan akan memanfaatkan kesempatan untuk menghanyutkan sisa Golden Age lewat Red Tide, apalagi Vonnegut juga terus mengawasi dirinya.
Hubungan Cradle dengan Agent Zero masih menjadi misteri.
Mereka mengulas kembali ucapan Vonnegut: ia menyebut tempat ini sebagai “Fog” dan mengusir mereka dari menara dengan kata-kata: “Masuklah ke Fog dan saksikan ancaman sejati yang dihadapi umat manusia.”
Dari analisis peta offline dan lingkungan, Lucia menyimpulkan bahwa secara teknis mereka masih berada di dalam Inver-Hetero Tower:
Menara seolah “menghilang” atau mungkin belum benar-benar muncul di era ini.
Selama terjebak di menara, kalian tidak pernah memindahkan tubuh secara penuh ke era lain, hanya mengirim informasi.
“Fog” kemungkinan adalah suatu area pengaruh menara yang mungkin berada di atas atau di bawah mereka, dan Lucia memutuskan akan mengawasi keduanya.
SKK menyadari tak ada gunanya terus menebak: prioritas kini adalah masuk ke galeri seni untuk mencari informasi, karena:
Mereka sudah tahu sebagian rahasia menara dan memegang sedikit intel.
Mereka harus kembali ke waktu mereka sendiri, karena banyak orang di era asal yang masih menunggu kabar tentang Red Tide dan Hetero Zone.
Rose mengatakan Darcie mungkin sudah kembali, dan teman-temannya sedang berada di dalam galeri. Ia menjelaskan bahwa mereka hanya pergi sebentar membeli mi instan dari mesin penjual otomatis, lalu ditangkap. Mereka memutuskan menemui orang-orang di dalam dulu untuk menggali informasi.
Cerita ditutup dengan suasana Constellia: kota itu kini sunyi di senja Golden Age—indah bak istana di awan, tapi sekaligus terasa seperti nisan bagi kejayaan yang sudah hampir berakhir.
Monolog Seseorang & metafora “Babel Tower”
Seseorang (??) (siluet yuko) bergumam memanggil nama Cradle dan memandang era Golden Age sebagai zaman makmur yang tampak indah, tapi sebenarnya penuh kemalasan dan sifat buruk manusia.
Ia menggambarkan menara raksasa di pameran Golden Age bernama “Babel/Skyreach Tower”: tangga spiralnya berupa tuts piano & senar yang menghasilkan musik jika diinjak secara berurutan.
Menara itu melambangkan peradaban megah yang tampak harmonis, tapi ada orang‑orang yang langkahnya selalu fals dan tak bisa menyatu—itulah “Golden Age” di matanya.
Cradle di Constellia sekarang & rencana Red Tide
Cradle berdiri di kota Constellia yang kini dilanda Red Tide. Di "the future that belongs to her", ia pertama kali muncul di tempat menara itu berdiri, ketika Constellia masih pusat sains.
Ia mengingat sekilas kejatuhannya, dipenjara dalam memetik “sifat manusia”, lalu terbangun di dunia baru dalam tubuh Cradle dengan memori yang banyak hilang.
Meski masih terpengaruh “sifat manusia”, dia tetap menjalankan tugas Agent Zero: menuai peradaban Bumi dengan menenggelamkan kota ke dalam Red Tide.
Konfrontasi dengan Chaos & rencana Vonnegut
Chaos, Hetero‑Creature mirip boneka, muncul dari sudut jalan.
Cradle menebak Vonnegut ingin mengganggunya dengan mengubah Red Tide secara perlahan lewat bagian yang terhubung pada Cradle—proses yang butuh waktu lama atau banyak kali “time rewind”.
Vonnegut malah sudah mendorong Lucia dan sang SKK keluar dari Hetero Tower ke “arena” Cradle, seolah mengorbankan mereka. Cradle menduga Vonnegut mungkin sudah menghapus mereka dari rencana aslinya.
Cradle memancing Chaos dengan menyebut Rose, bertanya kenapa Chaos begitu peduli hingga mengundang SKK demi menolong Rose.
Lucia, SKK, Rose & staf C3 (Darcie)
Di galeri seni C3, lantai dua, Rose dan Lucia menyelamatkan staf lelah bernama Darcie.
Mereka mengaku datang lewat terowongan bawah tanah; Darcie menebak itu dekat parkiran bawah tanah yang masih diperbaiki.
Darcie menjelaskan situasi:
Sebulan lalu terjadi PHK, pekerjaan digantikan mesin, sehingga pekerja memprotes.
Kerusuhan memaksa manajemen memanggil tentara bayaran (mercenaries).
Tembok “disaster containment” dinaikkan, menjebak pekerja dan mercenaries bersama.
Mereka kelaparan, rebutan makanan; suasana makin kacau.
Bangunan berguncang; Lucia mengaitkan dengan masalah di terowongan bawah tanah.
Darcie menyebut sekitar 60 orang berlindung di gedung D7 (twin tower dengan jembatan observasi), masih punya air dan toilet.
Lucia menawarkan menuntun mereka menyeberangi area yang terendam Red Tide karena kebanyakan orang tidak bisa lewat.
Darcie menolak ikut D7 karena kesal dengan “siscon” bernama Yuko Kirishima, rekan yang tiap hari meracau soal adiknya.
Yuko menyesal jarang menghubungi adiknya, kini takut tak sempat bertemu lagi.
Darcie, yang juga kelaparan, terganggu oleh keluhannya.
Rose bertanya tentang adik Yuko; Darcie hanya tahu mereka dulu berseteru dan putus kontak.
Guncangan makin parah; akhirnya Darcie setuju ikut, karena Yuko lebih paham parkir bawah tanah dan mungkin tahu soal terowongan.
Di D7: para mercenary & Chiko
Di gedung kembar D7, di ruang perawatan, kapten mercenary gelisah karena getaran tak henti.
Mercenary perempuan bernama Chiko (dipanggil sebagai Yuko) mengkhawatirkan adiknya; sinyal komunikasi mati total, pesan terakhir dari sang adik tak bisa ditindaklanjuti.
Mona (staf Constellia yang meminta mereka datang) menyesal memanggil mercenary begitu tembok containment ternyata tak tertembus, lebih kuat dari spesifikasi yang ia ketahui.
Seorang pengintai melapor:
Lantai bawah tergenang cairan merah; yang menyentuhnya tubuhnya langsung membusuk.
Tim yang dikirim ke parkir bawah tanah belum kembali.
Ada korban dengan kaki membusuk dari kedua kubu (pegawai & mercenary) yang tak bisa berjalan.
Mereka juga menemukan makhluk aneh/monster, lebih parah dari sebelumnya.
Mona setengah bercanda menduga ini “reality show” sadis, tapi jelas tidak mungkin.
Chiko berspekulasi: mungkin ada lab bawah tanah Constellia yang gagal dan memunculkan monster serta cairan merah.
Mona takut; mengeluh sudah dapat berkat “Great Luck” di gereja, merasa tak pantas kena musibah sebesar ini. Kapten mencibir, mungkin hoki itu baru berlaku di kehidupan berikutnya.
Mereka memutuskan tetap menyelamatkan yang terjebak.
Jalan di bawah terendam Red Tide, satu‑satunya rute ialah lewat jembatan observasi di atap yang menghubungkan dua gedung kembar.
Kapten membagi tugas: Chiko memimpin dua orang ke gedung seberang, kapten turun dengan sisanya untuk evakuasi.
Chiko melangkah ke jembatan observasi; kota di bawah tampak diselimuti cahaya merah muram. Seorang staf menyenandungkan “mad world”, menandai betapa gilanya situasi.
Chiko menegaskan prioritas: selamatkan orang dulu.
Pertarungan Cradle vs Chaos & buah “Memory”
Di luar, kilat merah menyambar Red Tide. Dua Hetero‑Creature merah—Cradle dan Chaos—sudah bertarung sengit lebih dari satu jam.
Cradle memainkan “alat musik” (senar) untuk mengendalikan Red Tide dan memaksa serangan beruntun pada Chaos.
Chaos bertahan berkat force-field barrier dari Vonnegut, fokus menghindar dan bertahan. Setiap benturan memperkuat guncangan bawah tanah; Red Tide seolah “merintih”.
Cradle bosan karena Chaos hanya bertahan. Ia pura‑pura lengah dan kemudian menyelam melalui pusaran Red Tide ke celah jalanan, memancing Chaos mengejar.
Chaos, tahu itu jebakan, tetap menyerang karena tak bisa membiarkan Cradle lepas dan membiarkan bencana terjadi.
Ketika pedang mereka beradu, energi merah yang sangat besar meledak.
Arus merah mengangkat Cradle ke atas, sementara Chaos terjebak dalam pusaran di bawah.
Cradle menyadari ada sesuatu di luka dadanya: “fruit” yang dipegang Chaos telah tertanam di tubuhnya saat benturan tadi.
Ia menyimpulkan itu adalah fragmen Memory milik Chaos, dimasukkan ke tubuh Cradle agar Chaos bisa berbagi otoritas Agent Zero—mirip skema berbagi kekuatan ala Alpha–Lucia atau Luna–Selene.
Cradle menyadari ini adalah trik Vonnegut: kemajuan mereka, tapi ia menganggap caranya terlalu mudah ditebak.
Ia lalu mencungkil “fruit” itu keluar dari lukanya sebelum bisa sepenuhnya menyatu, meski mengakui ada sedikit “residu” yang tak bisa ia bersihkan total.
Dengan kendali penuh yang tersisa, ia memadatkan Red Tide menjadi bola air merah padat dan menjatuhkannya.
Jalanan runtuh seiring retakan tanah yang dalam, disertai gemuruh besar.
Di Golden Time Court sebelah timur, tanah tiba-tiba retak dan ambles, memunculkan “Red Tide” yang membanjiri area parkir bawah tanah. Kota mulai runtuh, jeritan manusia terdengar di mana-mana.
Lucia membawa (menggendong) SKK dan terbang menghindari reruntuhan. Ia melaporkan bahwa Darcie dan Rose sudah diamankan di D7 Twin Observation Tower sisi barat yang masih relatif aman. Lucia SKK memutuskan untuk menyusul mereka karena ada kemungkinan Chaos dan Rose terlibat dalam sesuatu yang lebih besar.
Setibanya di lantai 2 gedung D7, listrik padam disertai suara kaca pecah. Dengan lampu darurat, mereka melihat banyak mayat berseragam serupa para tentara bayaran yang sebelumnya membuat onar. Darcie mengaku mayat-mayat ini belum ada kemarin.
Tiba-tiba kilatan seperti petir menyerang Lucia. Ia menebasnya dan terungkap bahwa itu adalah Hetero-Creature berbentuk kupu-kupu. Segerombolan kupu-kupu menyerbu, menyerang dengan jumlah dan pergerakan lincah, berusaha menempel ke tubuh target sehingga sulit dibasmi tanpa melukai yang ditempeli.
Setelah pertempuran sengit yang menumpuk banyak sayap kupu-kupu yang hancur, kawanan tersebut tiba-tiba mundur bersamaan, seolah menerima perintah langsung.
Lucia menyimpulkan bahwa Hetero-Creature ini tidak mungkin bertindak secerdas itu tanpa kendali seseorang. Dengan sistem Phantom Tracer pada frame Pyroath, ia melacak pecahan sayap dan memastikan bahwa ini adalah Hetero-Creature ciptaan Cradle. Berarti seluruh distrik kini praktis menjadi markas Cradle.
Lucia berpendapat pasti ada retakan besar di bawah yang terhubung langsung ke Inver-Hetero Tower; itu yang membuat Red Tide datang begitu cepat. Mereka sepakat bahwa menahan Red Tide saja tidak berguna—mereka harus kembali ke Tower dan mengatasi sumber masalahnya.
Namun, karena Tower kemungkinan berada di bawah air, Lucia khawatir SKK tidak akan selamat jika memaksa masuk. Ia berniat mencari celah/rift yang terhubung ke Tower dan jalan agar mereka berdua bisa masuk.
Tiba-tiba Lucia mendeteksi sinyal hidup manusia bersenjata di lantai atas, bukan dari kelompok tentara bayaran, plus ada sinyal Hetero-Creature lain di sana. Diduga bisa jadi Yuko atau rekan lain, tapi pola gerak makhluk itu aneh sehingga ia mencurigai Cradle ada di dekat sana.
Mereka memutuskan membagi tugas: Lucia naik ke lantai atas untuk menangani manusia bersenjata dan Hetero-Creature, sementara SKK tetap di bawah bersama Darcie dan Rose. Mereka membentuk jalur komunikasi lokal dan berjanji untuk tetap terhubung.
Sebelum berangkat, Lucia menunjukkan kecemasannya: pengalaman berulang-ulang terjebak dalam loop di Inver-Hetero Tower telah meninggalkan efek samping berat pada tubuh dan ingatannya. Ia tahu mereka kini berada dalam kota asing yang dilanda bencana, dalam jebakan musuh, dan segala kemungkinan buruk bisa terjadi.
Lucia tiba-tiba memeluk SKK, menjadikan sentuhan fisik sebagai satu-satunya penghiburan yang jujur ketika kata-kata sudah sering terbukti bertentangan dengan kenyataan pahit.
Ia mengingatkan: SKK harus mengutamakan keselamatan diri, karena hanya dengan menyelesaikan akar masalah, semua orang bisa diselamatkan. Lalu ia mengungkap fakta paling mengerikan: “Key” yang mereka andalkan hampir rusak, mungkin hanya bisa dipakai dua kali lagi—bahkan kemungkinan cuma sekali.
Setelah SKK berjanji untuk mengutamakan keselamatan sendiri, Lucia berangkat ke lantai atas, meminta SKK tetap di tempat dan memanggilnya jika terjadi sesuatu.
Vonnegut, Chaos, dan “Buah” Terakhir
Di inti Inver-Hetero Tower, Vonnegut menyerahkan “fruit” terakhir yang berisi fragmen Memori Chaos.
Pembuatan “fruit” ini menguras Memori Chaos dan butuh “Key” Lucia, yang kini sudah habis.
Vonnegut mengakui sudah memperkirakan kegagalan rencana sebelumnya, tapi mereka tetap mencoba opsi terakhir: menghubungkan Chaos dengan Cradle lewat Red Tide untuk menjaga kendali atas Cradle.
Jika Agent Zero (Cradle) berhasil diganggu, “kehendak asli” Cradle bisa mengambil alih, membuka peluang negosiasi.
Chaos tahu memakai otoritas Cradle akan memperparah kondisi Agent Zero, dan bahwa Lucia & SKK pasti akan mempertaruhkan nyawa mengikuti rencana itu.
Akhirnya, Chaos menerima “fruit” tersebut meski putus asa, mempertanyakan kenapa semua tetap berakhir seperti ini.
Pertemuan dengan Yuko dan Barley di Twin Observation Tower
SKK, Darcie, Rose, dan rombongan tiba di lantai 3 D7 Twin Observation Tower.
Seorang wanita ketakutan, Yuko Kirishima, menodongkan pistol dan salah paham bahwa SKK menyandera Rose; ia menembak, tapi SKK berhasil melucuti senjata, dan peluru justru mengenai salah satu pajangan.
Darcie mengenalkan Yuko dan seorang pria bernama “Barley”, pegawai dari keluarga kaya yang ikut protes “untuk seru-seruan” dan kini terjebak dalam situasi bencana.
Yuko menjelaskan soal parkiran bawah tanah hingga lantai 12 yang kini tergenang Red Tide, sehingga tak bisa dipakai kabur.
Mereka membicarakan Red Tide dan efeknya (lumpur merah penuh virus, mematikan bagi manusia, pengenceran jika bercampur air).
Barley menyebut ada “dinding tak terlihat” seperti kaca super bening di beberapa tempat, yang SKK duga sebagai force field buatan Vonnegut.
Yuko sempat menuduh SKK sebagai penyelidik dari “Um***lla Corporation” (referensi sindiran), karena SKK seolah tahu terlalu banyak.
Pistol Yuko ternyata hanya punya sebutir peluru, yang tadi sudah terpakai. Ia mengakui tertarik emosi dan menekan pelatuk tanpa sengaja.
Situasi Red Tide dan Dinding Penahan Bencana
Dari jendela, SKK melihat Red Tide sudah naik sekitar setengah meter, menelan anak tangga luar gedung.
Red Tide tertahan oleh dinding penahan bencana di tepi distrik, dan sejauh ini belum meluap keluar Constellia.
Namun, jika terus naik, Red Tide akan menenggelamkan lantai dasar dan seluruh distrik, membuat evakuasi mustahil.
SKK mempertanyakan:
Sejak kapan dinding penahan bencana secanggih ini ada di distrik seni pada Golden Age?
Apakah Vonnegut menambah lapisan pertahanan dengan force field?
Apakah dia benar-benar hanya khawatir Red Tide meluap, atau punya agenda lain?
SKK juga bertanya-tanya apakah force field ini juga memanjang ke bawah tanah untuk menahan Red Tide yang merembes lewat retakan.
Kaitan Red Tide, Retakan Waktu, dan Cradle
SKK dan Lucia mengingat kembali bahwa retakan di tanah bisa mengirim Red Tide ke masa lalu maupun masa depan.
Mereka mengaitkan Red Tide mendadak di Pulia Forest Park dan kawasan konservasi sebagai gejala dari penyimpangan waktu/ruang yang sama.
Red Tide, Golden Age, dan Constellia kini semua peringatan tersebut sudah jadi kenyataan.
SKK mengingat rekaman Vonnegut:
Inver-Hetero Tower awalnya adalah “mahakarya” seseorang.
“Core” Vonnegut hanyalah tambahan di atas struktur itu.
Setelah Lee mengubah inti menara, Cradle sulit mendekatinya.
Cradle terus merebut kembali sesuatu yang “miliknya” melalui cara sendiri.
Jika mereka lengah dan Cradle berhasil “mengambil kembali” sesuatu, ia akan melepaskan bencana dari eranya.
Vonnegut menyebut Cradle sebagai Agent Zero pertama, dinamai Dominic, yang turun ke era mereka.
SKK menyimpulkan bahwa Cradle memang adalah Agent Zero, dan bencana yang siap ia lepaskan bisa jadi lebih berbahaya daripada Red Tide—bahkan Vonnegut mengaku tidak mampu menyelesaikannya.
Putus Asanya Chaos
Dalam mimpi/fragmen memori, SKK melihat wujud Chaos seperti boneka kecil Hetero-Creature yang berlutut di lantai Inver-Hetero Tower.
Chaos mencoba menambal retakan di lantai menara dengan tangan gemetar, seakan-akan bisa “menjahit” menara dan menghentikan “darah” (Red Tide) yang mengalir keluar.
Ia menangis darah merah, mengulang bahwa waktunya habis dan ia tidak mampu melakukan apapun.
Kata-katanya “sudah terlambat” selaras dengan peringatan yang sebelumnya SKK rasakan.
Pertarungan Lucia vs Cradle dan Keputusan Turun ke Red Tide
Sesuai peringatan Cradle, selama ia berada di bawah pengaruh Menara, ia tidak bisa benar-benar dibunuh; “fruit” masih bertahan.
Lucia berduel lama dengan Cradle; setiap kali Cradle ditebas, Red Tide membuatnya dapat bangkit lagi.
Malam berganti tahun ketika pertempuran masih berlangsung.
Cradle menawarkan “jalan satu-satunya”: bekerja sama dengannya untuk membunuh Chaos; ia mengancam akan menghalangi jalan keluarnya Lucia dan SKK bila mereka menolak.
Lucia menolak tegas dan menyatakan tidak akan membiarkan Cradle maupun kelompok Vonnegut lolos dari tanggung jawab.
Cradle memanfaatkan kelemahan Lucia: keterikatan emosional pada SKK dan penglihatan akan kematian SKK di ilusi memori, namun ia sudah kebal karena sering melihat trik seperti itu sebanyak ratusan kali di tower.
Lucia menghancurkan ilusi-ilusi Cradle dan menebas kepalanya lagi.
Saat itu, jalanan retak besar-besaran; tanah runtuh dan memperlihatkan bawah tanah yang sudah sepenuhnya dikuasai Red Tide.
Terbuka sebuah “jalan pintas” berbahaya menuju area bawah/inver-hetero tower, sementara Cradle belum sempat pulih.
Lucia segera menghubungi SKK dan menjelaskan bahwa:
Ia akan kehilangan koneksi (terminal akan rusak) jika menyelam dalam Red Tide.
Namun ia harus turun sekarang untuk mencapai pintu masuk menara sebelum Cradle sempat kembali ke sana.
SKK hanya bisa mengingatkan Lucia agar berhati-hati; Lucia bertekad turun ke Red Tide dan berjanji tak akan pergi lama.
SKK bersama Barley, Darcie, Yuko, dan Rose terjebak di Twin Observation Tower, di antara ancaman Red Tide di bawah dan Hetero-Creature di atas. Cradle menyebut orang-orang ini sebagai “kayu busuk” dan sengaja membiarkan mereka menekan SKK lewat kecurigaan dan kepanikan.
Mereka mendiskusikan mayat tentara bayaran yang membusuk tak wajar, kemunculan Hetero-Creature “Red Tide,” serta robot kuat yang mereka sebut sebagai custom robot—sebenarnya Lucia—namun di zaman ini dianggap sekadar robot canggih. Nama Chaos juga muncul, dipandang warga sebagai “monster” mematikan yang menyebabkan kulit busuk seketika, sehingga semua sangat membenci dan takut pada Chaos.
Barley mulai mencurigai SKK: sejak SKK muncul, situasi makin kacau. SKK mengingat pelajaran dari simulasi penyelamatan: di bawah tekanan, ketakutan berubah jadi kemarahan, dan kunci utamanya adalah komunikasi. Namun sebelum sempat menjelaskan, gedung diguncang gempa hebat, listrik padam-nyala, suara langkah Hetero-Creature terdengar, dan Red Tide mulai naik ke lantai atas.
Saat hendak mengungsi ke atas, mereka menyadari Rose menghilang. SKK bersikeras mencari Rose dulu meski Barley menganggap itu berbahaya dan mencurigakan. Mereka berpisah sebentar untuk mencari, dengan batas waktu tiga menit sebelum berkumpul lagi di tangga.
SKK menemukan jejak darah segar dan jepit rambut Rose, lalu mendapati tubuh Rose sudah tergantung di lampu gantung dalam keadaan wajah dan leher membusuk, dengan bekas dua telapak tangan besar di leher.
Chaos kemudian muncul di sudut ruangan. SKK menanyainya apakah ia pelaku, dan Chaos menggeleng. Chaos memberi sebuah kotak transparan berisi “fruit” berbentuk apel, yang ia jelaskan sebagai bagian dari “memori Hetero-Creature” yang ditujukan untuk SKK.
Chaos menjelaskan fungsi buah itu:
Jika berjalan sesuai rencana, “fruit” ini akan menyatu dengan Cradle dan membuatnya sulit dipisahkan, sehingga Chaos bisa menahan Cradle dan mencegahnya bebas mengendalikan Red Tide.
Buah ini terhubung ke Inver-Hetero Tower dan tidak ikut ter-reset saat waktu diputar balik, kecuali Cradle secara khusus menghapusnya.
Namun, manusia yang menelan memori Hetero-Creature pasti mati.
Risiko lain: jika Cradle beruntung dan menemukan memori percakapan ini di dalam “fruit,” ia bisa mencabutnya sebelum rencana berhasil, membuat mereka kalah total.
SKK sadar ini adalah perjudian hidup-mati terkait pengendalian Cradle, tetapi tetap memutuskan mengambil buah itu dari Chaos. Saat itu Darcie dan Barley muncul, melihat Chaos menghilang dan tubuh Rose tergantung; Darcie langsung menuduh SKK berkolusi dengan monster dan membunuh Rose.
Dalam kepanikan dan kemarahan, Darcie menikam, tapi justru mengenai Yuko yang bergerak melindungi. Yuko, meski terluka, berpihak pada SKK dan berdiri di sebelahnya. Darcie runtuh secara mental, menjerit dan lari ke lantai atas, meski diperingatkan ada Hetero-Creature.
Tak lama kemudian terdengar jeritan mengerikan Darcie, diikuti suara tubuh terguling jatuh ke Red Tide.
Barley, putus asa dan menganggap SKK serta Yuko sebagai “pengkhianat pencinta monster,” mengacungkan pistol ke arah SKK lalu mengubah bidikan ke Yuko dan hendak menembak. Sebelum ia menembak, serentetan tembakan lain menghantam Barley dari arah gelap; Barley tewas seketika.
Penembak itu muncul: seorang tentara bayaran bernama Chiko. Ia mengaku menembak karena melihat Barley hendak menyerang SKK. Yuko, yang membenci para mercenary, langsung menganggapnya ancaman dan menyuruh SKK pergi sementara ia “menahan” Chiko.
Namun Chiko tidak menyerang balik. Saat Yuko mendekat dalam keadaan terluka, Chiko melepas masker pelindungnya dan mengungkapkan identitasnya. Yuko terkejut: ternyata mercenary itu adalah orang yang ia kenal, “Yuko… Yuko… kenapa kamu ada di sini?” ucap Yuko Kirishima.
Di gedung observasi D7:
SKK, Chiko Kirishima, dan Yuko Kirishima berusaha naik ke dek observasi tertinggi sambil dikejar Red Tide dan Hetero-Creatures.
SKK menjelaskan pada Chiko soal Red Tide, Punishing Virus, Hetero-Creatures, dan masa depan. SKKjuga mengungkap bahwa ia berasal dari masa depan, dan menceritakan bahwa Chiko dan Yuko nantinya menjadi Construct dan selamat dari hari ini, namun Chiko gugur dalam tugas.
Chiko menerimanya secara tenang dan menganggap pengorbanan untuk menyelamatkan orang lain sebagai sesuatu yang wajar dalam keluarganya.
Di bawah tanah Constellia:
Lucia bertarung sengit dengan Cradle di dalam Red Tide pekat yang mengganggu sensor dan pergerakannya.
Cradle semakin lepas kendali setelah residu “fruit” tersapu, dan bertarung dengan niat membunuh.
Dalam satu serangan berat, Cradle berhasil melukai parah dada Lucia dan merusak sistem mekanisnya, sambil menegaskan bahwa hari itu bisa menjadi hari kematian Lucia.
Pelarian ke lantai atas dan jembatan observasi:
SKK dan Chiko bergantian menggendong Yuko yang terluka berat sambil menembaki Hetero-Creatures ke arah lantai tertinggi. Red Tide terus naik dan menelan gedung-gedung.
Di tengah pelarian, dinding runtuh, monster menyerang, dan mereka bertarung dengan pistol dan belati. Chiko juga jatuh dan kakinya cedera parah, tapi ia tetap mengangkat Yuko ke tempat aman, mengorbankan dirinya secara refleks.
SKK terus menembak, mengevakuasi keduanya, dan akhirnya mereka bertiga mencapai jembatan observasi—titik tertinggi yang sekaligus buntu, tanpa jalan kabur.
Tekanan psikologis dan ancaman kupu-kupu merah:
Red Tide sudah hampir menelan semuanya, kupu-kupu merah Cradle mengepung kalian di jembatan.
SKK memikirkan “fruit” Hetero-Creature yang diberikan Chaos. Buah ini bisa mengikat Cradle tapi dipastikan membunuh manusia yang memakannya. SKK ragu, mengingat juga kondisi Lucia, apakah dia sudah masuk ke Inver-Hetero Tower? apakah ada cara untuk dia kembali?
Kupu-kupu merah menyerang: satu menusuk bahu Chiko, satu lagi menusuk mata Yuko, menyebabkan rasa sakit hebat dan jaringan yang mulai membusuk.
Pengkhianatan Yuko di bawah paksaan Cradle:
Dalam kepanikan dan rasa putus asa, saat SKK mencoba menyelamatkan dan menyemangatinya, Yuko tiba-tiba menusukkan jarum tipis ke jantung SKK.
Kilas balik singkat mengaitkan momen ini dengan kegagalan simulasi penyelamatan di masa depan.
Terungkap bahwa Yuko melakukan ini di bawah tekanan/keputusan yang terkait Cradle: ia berteriak pada Cradle bahwa itu seharusnya sudah cukup dan memohon agar SKK dibebaskan, bahkan menawarkan nyawanya sebagai ganti.
Kupu-kupu merah kemudian menyebar pergi, seakan menandai berakhirnya “tugas” mereka.
Keputusan terakhir: memakan “buah” dan meloncat ke Red Tide:
Dalam kondisi luka berat dan sekarat, SKK mendorong Chiko pergi dan menolak fokus pada penyelamatan dirinya sendiri.
Mengingat lagi ucapan Lucia bahwa “Key” hanya punya satu-dua kali penggunaan tersisa, SKK menyimpulkan bahwa mereka tak bisa menyia-nyiakan kesempatan itu dan harus mengambil risiko ekstrem.
SKK akhirnya memutuskan untuk memakan buah dari Chaos, meski tahu itu berarti kematian, lalu melompat ke Red Tide dengan niat menjadikannya taruhan terakhir untuk menahan Cradle dan Red Tide.
Perubahan wujud dan perspektif baru dalam Red Tide:
Kesadaran SKK mengambang tanpa bentuk tubuh, seolah menyatu dengan air/Red Tide. Perlahan, persepsinya kembali dan ia mulai “melihat” informasi di sekitarnya.
2 Januari 2161, hari ketiga sejak kedatangan SKK di Constellia.
Karena buah tertanam, Chaos kini bisa menahan kemampuan Cradle dan Red Tide mereda. Cradle kebingungan karena kekuatan Red Tide menghilang tanpa ia pahami sebabnya.
Lucia menemukan sisa-sisa di permukaan:
Lucia tiba di sekitar Twin Observation Building, kelelahan dan terhuyung, lalu berlutut. Ia mengangkat jaket yang terendam Red Tide.
Ia memanggil SKK dengan suara bergetar, mempertanyakan apakah ini satu-satunya jalan yang tersisa, dan kembali dipaksa menanggung kesedihan dan beban keputusan pengorbananmu sendirian.
Sementara itu, di antara barisan kupu-kupu, satu kilatan merah jernih muncul—namun “keajaiban” dan “fajar” masih terasa jauh dari jangkauan.
Cradle
2nd —The static in a glorious age, a rotten log on a lush green mountain.
Gestalt, “dark star”, dan wewenang Agent Zero
Data wall Gestalt dibuka; Babylonia terguncang, Punishing virus memadat menjadi “dark star”.
Ishmael menatap “dark star” dan melihat masa depannya: ia akan kembali menjadi Agent Zero, bekerjasama dengan Selene, lalu berpisah di Hetero Tower, dan akhirnya berpindah ke host lain.
Sistem menyatakan bahwa otoritas Agent Zero telah diperoleh dan diintegrasikan; memicu sinkronisasi data ke Cradle.
Sinkronisasi memori Cradle: misi Chaos Contamination
Cradle mengakses “node” berbeda:
25 Desember 2197: sebuah entitas (Chaos Contamination) tiba di Zero-Point Energy Extraction Center dengan misi mengumpulkan data peradaban dan mengambil “Gate”.
Mereka menemukan teknologi paling canggih: Time Travel Capsule, meretasnya, lalu melepas “contamination meme”.
Kontaminasi menyebar ke ~10,97% populasi, pemimpin sains manusia mati (dianggap “kecelakaan”).
Dominik (ilmuwan muda) menjadi tokoh penting; ia murid tunggal seorang profesor tua, dan sempat menanyakan kabar Nemo (putra profesor) yang kini jadi psikiater di desa.
Penemuan dan eskalasi Kristal Heteromer
Staf pemeliharaan menemukan kristal aneh di komponen inti (disebut Heteromer Crystal).
Dominik dan Science Council mulai meneliti kristal tersebut, memakai kapsul waktu untuk mempercepat riset.
Setiap aktivasi kapsul waktu memicu munculnya lebih banyak kristal dan memperkuat “Chaos Contamination”; insiden kerusuhan global diduga terkait kristal.
Faktor multiplikasi kristal per sekali aktivasi meningkat tajam (71,23% → 84,94% → 95,15%).
Lahirnya Hetero/Babel Tower dan “Chaos Contamination”
Suatu hari, kristal misterius meliputi kapsul waktu dan menjebak penggunanya.
Upaya menyelamatkan dan “mengupas” kristal justru menyebarkan kontaminasi lebih jauh.
Aktivasi terakhir: muncul sebuah “tower” raksasa yang menelan gedung kapsul waktu dan orang-orang di sekitarnya; kristal menyatu dengan kapsul, membentuk menara yang terus tumbuh (Babel Tower / Hetero Tower).
Manusia akhirnya memahami bahwa kristal itu “Chaos Contamination” dan menamai fenomena itu “Chaos”.
Konflik akses dan kebangkitan ingatan Cradle
Sistem mendeteksi konflik akses saat Cradle mencoba memperbarui rekaman inti Hetero Tower.
Cradle menyebut Punishing Virus dan Chaos Contamination, menyadari ia pernah tahu semua itu namun lupa.
Ia menelusuri kisah dari akhir ke awal dan menyadari dirinya memiliki otoritas yang sama dengan Agent Zero (asal-usul dan log yang sama).
Relasi Cradle – Agent Zero – “Chaos”
Cradle mengingat bahwa ia (sebagai entitas Chaos/Agent Zero) dulunya:
Terbentuk dari “Red Tide” dan Hetero Tower.
Tertarik pada cerita peradaban, masyarakat, dan manusia—lebih mengutamakan “kisah” ketimbang individu manusianya.
Didrive oleh insting untuk “pergi, berkembang, menyerap” demi memperkaya peradabannya sendiri.
Ia mempertanyakan: mengapa disebut “Contamination Memetic” dan apakah ia pernah mengambil bentuk “manusia”. Ia yakin jawabannya ada di Hetero Tower.
Cradle kembali ke Hetero Tower, tapi logika intinya sudah diubah
Setelah mengambil alih otoritas Agent Zero, Cradle menyusup ke Hetero Tower yang sudah ternodai Selene dan Agent Zero sebelumnya.
Menara yang dulu adalah “rumah”/“anak” baginya kini diam; penjaganya sudah lenyap.
Saat ia menyentuh inti menara, cahaya biru menyala dan mulai “menghapus” bagian Hetero-Creature dan Punishing yang menyusup ke inti.
Adegan kilas balik: Lee pernah mengubah logika inti tower dari “release and activate” menjadi “absorb and obliterate”, menjadikannya mesin pembersih Punishing. Ia berkata: “Kali ini, kau yang dipakai.”
Asal tragedi: Agent Zero vs Lee di Hetero Tower
Cradle mengingat titik awal cerita dunia ini:
Lee mengetuk “Gerbang” (Gateway) dan menulis ulang logika inti Hetero Tower.
Pada saat yang sama, Agent Zero (dari masa depan berbeda) datang untuk menginvasi Hetero Tower dunia ini.
Karena logika inti telah diubah, “Chaos Contamination” tak bisa lagi berkembang:
Dunia sudah dikuasai Punishing Virus, sehingga tak ada ruang lagi untuk Chaos menyebar.
Menara dijuluki “Inver-Hetero” dan bukan lagi “anak” setia Chaos.
Akibatnya, Agent Zero kehilangan “takhta” dan memorinya “terserap” oleh Blue core, lalu tenggelam di Red Tide—kemudian kesadarannya menyatu dan tertidur di dalam Cradle.
Kondisi saat ini: Cradle, inti biru, dan Vonnegut
Kini Cradle (yang telah mengingat asal-usulnya sebagai Agent Zero) berdiri lagi di hadapan Hetero Tower.
Ia menyadari inti menara masih biru dan “ditulis ulang”; namun ia tetap ingin merebut kembali kendali.
Vonnegut muncul di area inti; ia dilindungi semacam force field biru yang menetralkan serangan inti, membuatnya kebal terhadap penghapusan.
Cradle bersembunyi, memperhatikan bahwa Vonnegut jelas paham soal Hetero Tower.
Rencana Cradle: banjiri menara dengan Red Tide & Hetero-Creatures
Dengan otoritas Agent Zero, Cradle bebas bergerak di dalam menara, namun tak bisa mendekat ke inti tanpa dihapus.
Ia menemukan celah (“rat hole”) berupa retakan merah (portal/relik perjalanan waktu) dan memutuskan memanfaatkannya.
Ia membalik dinding menara yang terbuat dari Punishing Virus, membuka celah besar dan menghubungkannya dengan Red Tide, lalu memanggil Hetero-Creatures sebagai “pasukan” untuk menyerbu inti.
Serangan bertahap ke inti dan observasi Cradle
Hetero-Creature pertama langsung terhapus oleh cahaya biru.
Cradle terus meningkatkan jumlah dan formasi makhluk-makhluk itu:
Mereka maju, disapu cahaya, lalu yang lain memakai sisa-sisa mereka sebagai perisai untuk maju lebih dekat ke inti.
Polanya adalah pengorbanan berantai sampai ada yang dapat menembus jarak.
Cradle menyimpulkan bahwa bila ia terus memperkuat Red Tide dan memperbanyak Hetero-Creatures, pada akhirnya ia bisa mencapai inti tower.
Konfrontasi verbal Cradle – Vonnegut
Vonnegut terus mengawasi Cradle dan inti, tak terganggu oleh Hetero-Creatures.
Cradle mengakui bahwa setelah mendapatkan otoritas Agent Zero, ingatannya mulai pulih: Hetero Tower adalah ciptaannya sekaligus tempat ia “lahir”.
Ia menyebut pengorbanan makhluk-makhluk itu sebagai “pengorbanan kecil” dan meremehkannya.
Cradle menanyai Vonnegut:
Siapa dia sebenarnya?
Mengapa ia bisa tahan terhadap Blue core?
Kenapa ia begitu paham Hetero Tower?
Vonnegut memilih diam; Cradle menyindir bahwa diam tidak sopan dan bahwa kisah Vonnegut menarik perhatiannya.
Saat Cradle menegaskan bahwa ia akan merebut kembali “core”-nya apapun yang terjadi, Vonnegut bereaksi keras dan menyerang.
Log masa depan & Agent Zero
Di masa depan (2198), manusia mengembangkan perangkat medan gaya portabel untuk mencegah penyebaran Chaos Contamination.
Karena menara Hetero sering dipakai untuk memutar balik waktu, menara itu terus meluas.
Medan gaya terlalu mahal, jadi hanya segelintir orang (tim vanguard 12 orang) yang mendapatkannya dan dikirim menjelajah dalam menara.
Catatan tentang misi mereka rusak oleh kontaminasi; keberadaan “I / ME” (entitas pengamat?) tak bisa menembus medan gaya.
Pemimpin manusia, Dominik, menyadari eksistensi entitas ini dan menamainya Agent Zero. Ia lalu menjadikan entitas itu target prioritas vanguard.
Entitas merasa “gelisah” karena tak bisa menembus perlindungan medan gaya dan menganggap selain Dominik hanyalah “kayu lapuk”; Dominik adalah ancaman utama.
Cradle di Golden Age (masa lalu)
Tanggal 24 Desember 2160, setelah pertarungan melawan Vonnegut, Agent Zero (dalam wujud Cradle) datang ke era Golden Age melalui celah di Hetero Tower.
Golden Age digambarkan sebagai kota megah, makmur, sarat teknologi.
Cradle teringat masa depan lain (2197) yang bahkan lebih makmur tetapi kemudian membusuk oleh Chaos Contamination.
Dalam garis waktu itu, ia pernah bertarung habis-habisan dengan Dominik, melemparkannya ke Fog (kabut antardimensi) tanpa key atau receiver, yang seharusnya membuatnya mustahil kembali.
Ia ingat tim vanguard hancur setelah kehilangan Dominik, tanpa satu pun selamat, dan tak tahu bagaimana Dominik bisa lolos dari Fog.
Ia juga tidak tahu mengapa upayanya “gagal” di masa depan tersebut, dan sedang mencari jawabannya.
Pertemuan Cradle dengan Yuko Kirishima
Di Golden Age, Cradle berjalan di kota dan merasa semua orang seperti “kayu lapuk” (tidak ada “pahlawan”).
Ia mendengar sebuah lagu anak bernuansa penyesalan di gang, tentang mencari semanggi berdaun empat untuk “mengembalikan kampung halaman”.
Dari sana ia bertemu Yuko Kirishima, seorang wanita muda yang bernyanyi itu.
Cradle melindungi Yuko dari mesin rusak dan para tentara bayaran, memberi makanan dan bercerita bahwa ia datang dari masa depan dan sedang mencari penyebab kegagalannya dulu.
Karena Yuko dianggap “tidak penting” dan sulit memahami skala besar masalah, Cradle tidak keberatan membagikan rahasia itu padanya.
Setelah beberapa hari akrab, Cradle meminta Yuko menceritakan kisah hidupnya.
Masa kecil Yuko & Chiko
Yuko bercerita bahwa Chiko yang sering ia sebut sebenarnya bukan kakak kandung.
Ibu Yuko meninggal saat Yuko berusia 7 tahun; ayahnya menikahi sepupunya sendiri (tanpa menikah resmi di catatan negara).
Chiko adalah anak dari pernikahan sebelumnya si ibu tiri; penampilannya mirip “anak berandalan” tapi ternyata pemalu dan baik.
Setelah pernikahan, kedua orang tua sibuk dan tak menyiksa Yuko, tapi juga tidak memberi kasih; justru Chiko yang mengisi kekosongan itu.
Chiko berbagi ruang dan terminal, menyemangati Yuko menggambar, bahkan diam-diam mengubah gambar anjing Yuko menjadi boneka plush sebagai hadiah ulang tahun.
Kasih sayang yang tak Yuko dapat dari orang tua ia peroleh dari Chiko; lima tahun berjalan “cepat” dalam kebersamaan itu.
Kejatuhan keluarga
Setelah ulang tahun Yuko yang ke-12, ayahnya tertipu investasi teman dan kehilangan seluruh tabungan keluarga.
Saat kedua orang tua berusaha melapor dan mengurus masalah, mereka mengalami kecelakaan mobil: ibu tiri lumpuh total (hanya lengan kiri yang bisa bergerak), ayah juga cacat permanen.
Uang yang hilang tak pernah kembali; teman penipu menghilang.
Di era Golden Age, meski jatuh, keluarga mereka masih ditopang oleh Regulasi Standar Hidup Minimum World Government: jaminan kesehatan, pendidikan, pangan, tempat tinggal, dan hak tinggal di asrama sekolah dengan makan dan hunian gratis.
Ibu tiri menyuruh Chiko dan Yuko pindah ke asrama sekolah, agar masa depan mereka tidak ikut tenggelam bersama nasib orang tua.
Ayah terpuruk, Chiko menanggung beban
Ayah Yuko tak menerima kegagalannya dan menjadi pecandu judi, berharap kaya mendadak.
Setiap kali liburan sekolah, Yuko dan Chiko pulang dan mencoba menasihati sang ayah, tetapi dibalas dengan kekerasan.
Ayah kemudian bahkan menjual kursi roda medis yang disediakan pemerintah.
Keadaan ini berlangsung sekitar dua tahun, sampai Chiko lulus kuliah dan siap memulai karier untuk bisa nanti membelikan rumah dan robot bantu untuk ibunya.
Ibu menolak diajak pergi; ia merasa akan jadi beban di asrama publik yang sempit dan menyuruh Chiko fokus kerja. Ia mengandalkan Yuko yang masih tinggal untuk membantu.
Kemiskinan “tertahan” dan kerja pertama Yuko
Yuko merasa dirinya dan ibunya sama-sama “beban”; ia tak bisa meminta Chiko membawa keduanya.
Yuko kemudian bekerja sebagai caregiver privat: mengurus lansia, pasien, anak, hingga layanan kecantikan, terutama untuk keluarga yang tidak mau memakai robot domestik.
Di era ini, banyak pekerjaan diambil alih mesin, tapi semua warga hukum tetap mendapat tunjangan minimum. Untuk hidup lebih layak (jalan-jalan, makan enak, hiburan, menabung), orang harus bekerja.
Penghasilan Yuko membantu keluarga, tetapi pekerjaan itu rentan konflik: ia pernah difitnah merusak barang dan diperalat sebagai kambing hitam oleh majikan.
Chiko menyarankan menyalakan kamera alat rumah tangga untuk perlindungan, tapi pengalaman Yuko sebelumnya justru berujung tuduhan “mengintai” dan pemecatan (meski gaji tetap dibayar lewat agen, ia bahkan dibebani biaya ganti rugi barang).
Ayah meninggal, beban baru
Saat Yuko sudah bekerja di rumah majikan baru (merawat ayah majikan yang baru operasi dan temperamental), Chiko mengabari: ayah mereka meninggal di kasino setelah membunuh seseorang dalam perkelahian dan ikut tewas.
Akibat insiden itu, keluarga harus membayar kompensasi dan menangani kerusakan di kasino; ibu kembali terbebani hutang.
Chiko memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan kariernya dan mencari kerja paruh waktu dekat rumah untuk merawat ibunya.
Rumah keluarga dijual untuk membayar kompensasi dan hutang ayah; mereka pindah ke hunian umum gratis milik pemerintah (public housing) yang letaknya terpencil dan membuat sulit mencari kerja layak.
Yuko dapat “pekerjaan impian” di perusahaan mainan
Suatu “keberuntungan” datang: Yuko akhirnya bisa keluar dari pekerjaan caregiver dan diterima di perusahaan mainan yang ia impikan, menangani maskot gagal populer bernama Froggie.
Ia direkrut karena komik fanart Froggie buatannya menarik perhatian; ia ditempatkan di tim pemasaran Froggie.
Rekan kerja memandang Froggie sebagai produk dengan penjualan rendah dan prospek buruk; departemen lain yang mengurus maskot populer Cinnamon Kitty justru mendapat kenaikan gaji dan bonus.
Manajer Mona tetap optimis: menurutnya, desain unik Froggie punya potensi jika dipasangkan dengan cerita dan strategi promosi tepat; Yuko sangat antusias dan bekerja keras.
Ia membuat komik promosi, stiker chat, dan materi marketing. Gajinya sedikit di bawah kerja caregiver, tapi jauh lebih aman dan menyenangkan, serta ia bangga akhirnya membayar pajak “normal” (tidak hanya penerima bantuan).
Ia belajar banyak skill seni dan pemasaran, dan percaya bahwa kerja keras mereka pada Froggie suatu saat membuahkan hasil.
Kenyataan bisnis: Froggie “dikorbankan”
Tiga bulan setelah Mona menegur Yuko agar jangan terlalu memaksakan lembur, Yuko mendengar gosip di kantin: divisi Cinnamon Kitty mendapat kenaikan gaji lagi dan sedang merencanakan proyek baru bertema “marshmallow”.
Rekan-rekan mulai mengajukan permohonan mutasi ke divisi lebih menguntungkan.
Belakangan, Yuko mendapati bahwa:
Perusahaan berencana mengalihkan produksi konten Froggie ke AI.
Tim manusia akan dikurangi/dirombak, dan sebagian pindah ke proyek lain.
Koleganya yang keluar berkata: semua karya sudah diunggah ke database dan selanjutnya AI akan meneruskan cerita Froggie secara generik dan tak berujung.
Yuko sedih karena Froggie, yang dalam ceritanya mencari semanggi berdaun empat untuk pulang, kini “terjebak” dalam loop cerita AI yang tidak akan pernah mencapai akhir itu.
Pengajuan mutasinya sendiri ditolak; rekan menyarankan ia segera cari kerja lain mengingat situasi finansial keluarganya.
Rencana lagu tema Froggie yang Yuko tulis, awalnya hendak dinyanyikan oleh penyanyi terkenal, juga dibekukan dan hanya tersisa sebagai demo AI.
Keterpurukan Yuko dan bunuh diri sang ibu
Yuko pulang ke asrama umum tempat ibu dan Chiko tinggal dan baru kali itu menyaksikan langsung kondisi mereka yang berat:
Hunian sempit, lingkungan masalah sosial dari penghuni lain.
Ibu lumpuh dengan perawatan terbatas, meski pemerintah menyediakan robot dasar, makanan, dan layanan medis.
Chiko terlihat dengan memar di wajah dan tubuh, indikasi kekerasan di tempat kerja (bar malam) dan risiko lingkungan asrama.
Ibu merasa bersalah telah menjadi beban dan menyarankan Yuko kembali sekolah seni sambil menerima tunjangan, sementara Chiko bisa berhenti dari pekerjaan berat.
Keesokan harinya, ibu bunuh diri di dalam asrama, di samping Chiko yang tertidur:
Karena lumpuh, ia memakai tisu yang dibasahi air gelas, menumpuk di wajah dan menekannya dengan tangan hingga kehabisan napas.
Ia meninggalkan memo singkat di terminal: ingin memberikan uang asuransi jiwanya pada anak-anak, dan “membebaskan” mereka dari dirinya sebagai beban, agar Chiko bisa berhenti kerja buruk di sekitar asrama dan mencari pekerjaan yang sesuai kemampuannya.
Akibat kematian ibu & pandangan Yuko tentang Golden Age
Setelah pemakaman, Chiko menjauh, jarang membalas pesan Yuko, hingga Yuko tak tahu lagi di mana ia berada.
Yuko menggambarkan dirinya sebagai “kayu lapuk” yang bertahan hidup di Golden Age berkat jaminan sosial World Government, tetapi selalu gagal melindungi hal-hal yang ia sayangi:
Masa depan Chiko
Froggie dan karyanya
Ibu mereka
Ia menilai banyak produk dan orang di era ini “dikorbankan”:
Perusahaan mengorbankan produk tak menguntungkan untuk mendukung yang lebih laku.
Banyak keluarga jatuh berkali-kali hanya karena satu kesalahan besar.
Ceritanya menurut dia “biasa saja” karena pola itu menimpa sangat banyak orang lain.
Refleksi Cradle tentang “pengorbanan”
Cradle terdiam, menyadari bahwa dalam kisah Yuko terdapat banyak contoh pengorbanan:
Ibu yang mengorbankan hidupnya demi kebebasan dan masa depan putrinya.
Perusahaan yang mengorbankan Froggie demi produk yang lebih menguntungkan.
Ia mulai bertanya-tanya apakah, di masa depan yang ia alami, anggota tim vanguard yang dulu ia sepelekan juga membuat pengorbanan serupa yang tidak ia sadari, dan apakah itu terkait dengan “kegagalannya”.
Cradle kemudian bertanya pada Yuko:
Jika ada cara untuk keluar dan mengalahkan penyebab bencana, tapi hal itu berbahaya, apakah Yuko mau mengorbankan diri?
Yuko menjawab: “Mungkin iya.”
Tentang orang lain, Yuko menjawab: “Mungkin mereka juga.”
Cradle tersenyum, seolah ingin “menguji” sesuatu pada Yuko, dan mengakui ada satu rahasia yang ia sembunyikan:
Ia mengatakan bahwa dalam beberapa hari, akan muncul dua orang asing di Constellia.
Dua orang itulah yang sebenarnya membawa bencana dan menjebak semua orang di sana.
Log tentang Dominik, Hetero Tower, dan Project String
Sebuah entitas menyinkronkan ulang data terkait Dominik, namun menemukan korupsi data.
Dicatat (22 nov 2198) bahwa tim vanguard pimpinan Dominik menjelajah Hetero Tower dan menemukan Gateway di inti menara, tetapi memutuskan untuk tidak menyeberanginya.
Entitas perekam mulai menunjukkan emosi, lalu berusaha menghapus “kepribadian” yang ditanam Dominik: menghentikan pemantauan perilaku manusia, meniru manusia, dan respon atas emosi. Log kemudian rusak dan dipulihkan sebagian.
Dominik dan tim mengembangkan sebuah “Key” berbasis Chaos Contamination untuk meretas inti Hetero Tower, menamai operasi ini Project String. Detail teknis tidak diketahui.
Dalam rapat tim yang disadap, Dominik menjelaskan bahwa penggunaan “Key” untuk menyusup ke inti Hetero Tower butuh pengorbanan satu orang guna mencegah Gateway terbuka.
Anggota tim No. 7, “Nemo”, secara sukarela menjadi korban, sementara Dominik—yang biasa memimpin di garis depan—kali ini mundur.
Narato/sistem memandang pengorbanan “orang biasa” sebagai batu pijakan di jalan sang hero, dan menyatakan bahwa menghapus sang hero sepenuhnya adalah prioritas tertinggi saat ini.
Kembali ke masa kini: SKK, Lucia, Cradle, dan Red Tide
Waktu: 31 Desember 2160, 17:31. Red Tide yang menyerbu jalan-jalan terjadi satu jam lebih lambat daripada perhitungan awal Cradle.
SKK sudah tidak sadarkan diri lebih dari satu jam dalam pelukan Lucia. Lucia membawa SKK dan Rose ke exhibition hall sebelum Red Tide tiba.
SKK terbangun dengan batuk darah, kemungkinan efek samping dari “Key”. Lucia khawatir itu masih dampak “Key” dan ingin membawanya ke ruang perawatan, sambil memastikan SKK masih mengingat dirinya.
SKK menyebut baru mengalami “mimpi panjang” tentang Cradle dan Agent Zero. Lucia menanyakan apakah itu mimpi yang sama seperti sebelumnya.
SKK lalu menjelaskan:
Cradle membantu Yuko mengusir para tentara bayaran yang membuat onar.
Namun para tentara bayaran itu kemudian ditemukan tewas dengan tubuh yang membusuk/ulserasi.
SKK menduga Yuko tidak sepenuhnya mengikuti instruksi Cradle, sehingga mungkin masih ada harapan untuk memperbaiki keadaan.
Cradle, yang bersembunyi dan mendengarkan, terkejut karena manusia bisa mengetahui detail peristiwa itu lewat “mimpi”. Ia mulai meragukan ingatannya sendiri: apakah ini bukan pertama kalinya semua ini terjadi?
Ia menyadari ada memori yang hilang: pertempuran sengit dengan Lucia di Hetero Tower, intervensi Vonnegut dan Chaos, dan kemungkinan suatu “kematian” SKK. Cradle menduga telah ada pengulangan peristiwa dan penghapusan ingatan.
Cradle menyimpulkan bahwa semakin lama situasi berlarut, semakin ia terkontaminasi dan terikat oleh sesuatu (kemungkinan Chaos). Ia menilai membunuh Chaos di sini tidak efektif karena Chaos lenyap terlalu cepat.
Ia memutuskan untuk bergerak ke Hetero Tower, meninggalkan area yang diselimuti Red Tide.
Yuko, kepercayaan yang goyah, dan penilaian Cradle
Cradle mengingat keraguan Yuko dan pertanyaannya: “Sebenarnya kamu itu apa, Cradle?”
Ia merefleksikan bahwa jika saat mengusir alat kerja/machine Cradle melukai lebih sedikit orang, mungkin Yuko tidak akan seketakutan dan setidakcuriga itu.
Cradle telah berusaha meyakinkan Yuko bahwa semua tindakannya adalah untuk melawan musuh yang lebih besar, dan bahwa ia tetap “Cradle dari cerita”—pelindung umat manusia hingga akhir.
Namun Cradle juga menyadari:
Setelah SKK mengetahui rahasia Yuko dan keraguannya, serta mulai membujuknya, keyakinan Yuko mungkin akan runtuh.
Dia menyebut Yuko sebagai “kayu busuk” dan memutuskan membiarkan Yuko menentukan sendiri pilihannya, menjadikannya tolak ukur keberhasilan upayanya selama beberapa hari terakhir.
Menuju konfrontasi selanjutnya
Cradle bersiap menghadapi “sang hero” (yang ia anggap ancaman utama). Ia turun ke kedalaman (menuju Hetero Tower) sementara kupu-kupu merah berterbangan menjauh.
Di sisi lain, Lucia dan SKK menaiki tangga exhibition hall, bersiap menghadapi kekacauan di atas: pertempuran yang berulang dan Yuko yang masih terjerat keraguan dan kecemasan.
Lucia menggenggam tangan SKK, dan ketika mereka membuka pintu exhibition hall, Lucia berkata: “Mari kita pergi, Commandant.”
Konfrontasi dengan karyawan dan tentara bayaran
Saat rombongan hendak pergi, dua tentara bayaran muncul dan memperingatkan agar menjauh dari para karyawan.
Mereka menuduh bahwa kupu-kupu merah dan monster hanya menyerang tentara bayaran, bukan karyawan, sehingga mencurigai para karyawan sebagai biang keladi.
Para tentara bayaran menuding seorang gadis dengan kuas lukis dan custom robot miliknya: orang yang melawannya dipukuli robot itu, lalu beberapa hari kemudian sakit dan meninggal.
Salah satu tentara bayaran berkata bahwa robot itu justru pernah mengaku sedang memburu dalang di balik monster, sehingga memunculkan kontradiksi.
Lucia dan yang lain lalu langsung menanyai Yuko. Yuko mengakui bahwa ia pernah mengatakan pada Cradle bahwa merekalah yang menjebak dan bertanggung jawab atas situasi ini.
Barley, yang marah karena penderitaan yang mereka alami, mencoba memukul SKK, tetapi Lucia langsung melumpuhkannya dan menegaskan bahwa SKK mempertaruhkan kesehatan demi menyelamatkan mereka.
Lucia menuduh Cradle sedang mengintimidasi dan memanipulasi mereka, dan menyatakan bila mereka benar-benar berniat jahat, mereka tak perlu repot—Lucia seorang diri bisa memaksa mereka.
Yuko meminta Lucia melepaskan Barley dan berjanji mereka akan mendengarkan penjelasan Lucia dan SKK.
Percakapan Chaos dan Vonnegut di dekat inti Inver-Hetero Tower
Chaos berdiri di dekat inti menara sementara Vonnegut menanamkan kristal Hetero kecil ke tubuh Chaos untuk perbaikan sementara dan perlindungan, agar ia bisa mendekati inti.
Vonnegut melarang Chaos bertarung lagi melawan Cradle dalam kondisi sekarang. Chaos khawatir karena “fruit” yang ia tanam menciptakan hubungan dua arah dengan Cradle, membuat Cradle bisa mengendalikan dirinya bila ia meninggalkan menara. Vonnegut menjawab dingin: kalau begitu, jangan keluar.
Chaos menegaskan bahwa Cradle akan segera datang untuk merebut inti karena waktunya menipis. Vonnegut tetap menekankan bahwa prioritas Chaos adalah bertahan hidup.
Chaos bertanya apakah, setelah itu, Vonnegut akan membunuh Cradle. Vonnegut menjawab tidak, karena Chaos belum siap menerima otoritas Agent Zero dan menggantikan Cradle; kesadaran Chaos belum stabil.
Vonnegut menjelaskan mengapa ia memilih “yang tersisa” dan para klon untuk menciptakan “Key” meski berisiko: menurutnya Babylonia tidak menyediakan tempat bagi orang-orang seperti mereka.
Ia mengaku dalam banyak percobaan mengoreksi garis waktu yang menyimpang, ia pernah memakai “the original you”/"Chaos Asli", tetapi tujuan Chaos kala itu selalu bergeser ke “returning home” alih-alih mengejar masa depan, sehingga tidak berhasil.
Chaos kini memilih tidak lagi membuang kesempatan untuk balas dendam. Ia mengakui bila pun ingin membunuh Vonnegut, itu hanya akan terjadi setelah semua urusan selesai. Namun ia marah karena orang lain harus dikorbankan demi “melengkapi” kesadarannya.
Vonnegut mengatakan pembuatan “Key” dari kesadaran manusia sebenarnya mustahil; kelahiran Chaos sendiri sudah merupakan keajaiban, dan di masa depan ini mereka hanya bisa menciptakan “replika”. Hal yang sama berlaku untuk Agent Zero: sampai inti menara direbut kembali, ia tetap terikat oleh tubuh sekarang dan kepribadian “Cradle”.
“Fruit” yang ditanam Chaos ke Cradle kini menjadi belenggu tambahan bagi Cradle, sehingga memberi waktu bagi Vonnegut dan pihaknya. Waktu inilah yang mereka butuhkan.
Vonnegut menyebut bahwa setelah beberapa kali pengulangan waktu, usia/pertumbuhan Chaos kini sekitar enam–tujuh tahun; jika kesadarannya makin lengkap dan ia siap menerima otoritas Agent Zero, tubuh Chaos akan tumbuh lebih besar, dan saat itu ia bisa menahan “naluri” Agent Zero untuk menjalankan misi takdirnya.
Rencananya: Chaos yang sudah lengkap akan memiliki otoritas Agent Zero namun cukup stabil untuk menentang takdir tersebut. Namun penghancuran menara oleh Cradle berulang kali mengurangi waktu yang tersedia.
Sekarang, karena Chaos sudah punya cara membatasi Cradle dan mencegahnya mengendalikan Red Tide sesuka hati, Vonnegut menaruh harapan pada Lucia dan SKK untuk “menyelesaikan” Chaos lebih cepat dan menemukan musuh yang sebenarnya di Constellia.
Chaos mengetahui “Key” milik Lucia hampir habis; jika Cradle menghancurkannya lagi, Lucia takkan bisa kembali dengan aman ke Inver-Hetero Tower. Vonnegut tidak menjawab.
Di akhir, Chaos bertanya apakah Vonnegut punya rencana cadangan jika semua tetap berjalan sesuai keinginan Cradle dan mereka gagal membalik keadaan. Vonnegut menjawab singkat: tidak ada.
Rencana sabotase terhadap Project String & Dominik
Sebuah entitas menyadari kelemahan pada “Key” yang dibawa tim vanguard manusia dalam misi Project String menuju Hetero Tower.
“Key” punya dua ujung: input (dipegang Nemo/No.7, yang dikorbankan) dan receiving (dipegang Dominik).
Entitas ini menyusup ke receiving end, memanfaatkan kelemahan tersebut untuk membuka Gateway dan melempar Dominik beserta seluruh tim vanguard ke dalam Fog, bermaksud menjadikan Dominik hilang selamanya di tempat tanpa waktu.
Setelah itu tercatat bahwa inti Hetero Tower meleleh dan seluruh tim vanguard jatuh ke Fog.
Pertarungan Cradle vs Vonnegut & kemunculan Chaos
Cradle kembali ke inti Hetero Tower dan berhadapan dengan Vonnegut. Ia berusaha menghancurkan inti dengan sabitnya, tetapi selalu ditahan oleh force field Vonnegut.
Sengketa berkepanjangan melemahkan energi, sementara inti menyerap Punishing Virus. Cradle mundur sejenak.
Tiba-tiba Cradle ditikam dari belakang oleh Chaos. Senjatanya dipatahkan Cradle, tetapi Cradle terluka parah dan menyadari kekuatannya menghilang lebih cepat dari biasa.
Cradle menyapa Chaos, menyadari tubuh Chaos kini lebih dewasa dan “manusiawi”. Cradle mencurigai ada hubungan antara abnormalitas dirinya dan Chaos.
Kekuatan memori & kontrol: Cradle vs Chaos
Cradle memanggil Red Tide, menciptakan Hetero-Creature dan kupu-kupu merah untuk mengepung inti.
Ia menduga Chaos bisa menghapus ingatannya. Chaos menjelaskan bahwa Cradle “memakan” terlalu banyak hal yang sulit dicerna; kekacauan ingatan adalah efek samping, dan terkait dengan SKK.
Cradle menyerang lagi lewat pasukan Hetero-Creature, menyamarkan serangan mematikan. Chaos berlindung di belakang Vonnegut.
Chaos melompat dan menyentuh dada Cradle di tempat “fruit” berakar paling dalam, melumpuhkan tubuh Cradle. Tujuannya jelas: kepala Cradle.
Vonnegut menghentikan Chaos, menyuruhnya melepaskan Cradle. Cradle menyadari Vonnegut pernah menghentikan Chaos sebelumnya.
Meski lumpuh, Cradle sebagai Agent Zero tetap bisa memerintah Hetero-Creature: ia memerintahkan mereka untuk membunuh Chaos.
Serangan terhadap inti & pengorbanan Chaos
Vonnegut memerintahkan Chaos untuk mundur ke terowongan evakuasi dari force field.
Cradle menggunakan kupu-kupu merah untuk terbang melewati Vonnegut dan langsung menuju Blue core—itulah target sesungguhnya.
Chaos panik, menerobos serbuan Hetero-Creature, melompat di atas mereka dan mengejar Cradle.
Dekat inti, tubuh Chaos mulai larut, sementara Cradle dilindungi kupu-kupu. Chaos tetap maju dan mengorbankan tubuhnya sebagai tameng untuk menghalangi Cradle mendekati inti.
Cradle “memakan” Chaos & arus memori
Cradle memuji usaha Chaos, lalu memeluknya erat seperti pelukan hangat yang berubah menjadi alat pembunuhan.
Cradle menggigit leher Chaos dan memakan “daging” dan fragmen ingatannya, berusaha merebut kembali “kontrol” yang ada dalam tubuh Chaos.
Aliran memori yang sangat besar masuk ke kesadaran Cradle:
Potongan memori sebelum “kelahiran” Chaos.
Potongan memori kehidupan Chaos sekarang.
Di antara fragmen itu, Cradle melihat Vonnegut berbicara dengan Chaos, dan sosok wajah yang asing sekaligus familiar, hingga ia mengucapkan nama: “Dominik...?”
Flashback: Nemo, Dominik, dan kejatuhan pertama ke Fog
Adegan bergeser ke Dominik yang memimpin tim vanguard dan memberi Nemo perangkat “Key” untuk melelehkan inti Hetero Tower.
Tim ragu apakah Key berbahan kristal Hetero ini benar-benar bisa melelehkan inti tanpa sia-sia mengorbankan Nemo. Nemo bersikeras ini satu-satunya pilihan.
Nemo memasukkan Key saat Dominik memberi sinyal. Inti mulai meleleh, cahaya merah menyelimuti ruangan—lalu mendadak segalanya tertelan putih.
Tak hanya inti, seluruh Hetero Tower lenyap dalam “putih” itu, membuat semua orang jatuh ke Fog. Karena itu memori tentang Agent Zero menghilang pada momen itu.
Benih baru: Agent Zero sebagai “seed”
Di dalam Fog, Nemo menggenggam kubus aneh—bentuk asli Agent Zero, sisa inti Hetero Tower dalam bentuk kristal setelah meltdown.
Kubus ini seperti biji di dalam buah, dapat menjadi cikal bakal Hetero Tower baru.
Nemo yakin: jika “seed” itu bisa dianalisis dan dimanfaatkan, umat manusia akan lebih dekat ke bintang-bintang dan ke Gate. Ini sebenarnya adalah inti rencana Dominik.
Nemo bertekad mengirimkan “seed” itu kembali sebelum ia mati, sebagai satu-satunya harapan manusia.
Koordinasi Vonnegut & Chaos: hitungan mundur lima detik
Kembali ke masa kini, Vonnegut memerintahkan Chaos untuk menjaga kestabilan kesadaran dan memanfaatkan koneksi “fruit” untuk mengendalikan Cradle selama 5 detik.
Chaos yang hampir larut digenggam oleh force field medan gaya Vonnegut, memperlambat proses pelarutan ke inti.
Upaya berulang melewati Gate & keputusasaan Nemo
Fragmen lain memperlihatkan tim vanguard (sekarang dengan frame tempur seperti milik Lee) bersiap memasuki Gate lagi dengan “Key” yang telah direplikasi.
Nemo tampak kelelahan dan depresi. Anggota lain mengingatkan bahwa manusia hampir punah, dan Key replika ini adalah harapan terakhir; Nemo sebagai orang yang paling mengerti teknologi ini sangat penting.
Rekan-rekannya memutuskan kali ini mereka yang memimpin, dan akan berusaha menembus Gate. Nemo mengiyakan dengan berat hati.
Surat & pesan dari rekan Nemo (No.4)
Dalam fragmen lain, Nemo terbawa emosi saat membaca pesan dari vanguard No.4 yang telah “menulis ulang” aturan Hetero Tower dan menjadi bagian dari struktur menara—menciptakan “terowongan rahasia”.
Pesannya: ketika terowongan itu siap, Nemo harus mengambil semua yang mereka tinggalkan dan pergi ke era Dominik.
Nemo hancur secara emosional, mempertanyakan mengapa manusia terus-menerus memilih berjalan ke kematian, mengulang pencarian harapan yang terasa hampa.
Instruksi terakhir & “Bridge Across Dreams”
Dalam memori lain, Nemo menerima pesan pribadi berisi kalimat yang muncul di hadapan Cradle sebagai tulisan tebal:
Terima kasih sudah datang mengambil barang-barangku.
Ada permen di kotak merah untuk sedikit “memaniskan” kepahitan.
Istirahatlah sebentar, tapi belum saatnya berhenti.
Nemo, pergilah mencari Dominik, sang pahlawan, harapan terakhir.
Vonnegut menghitung: “Four… Three… Two… One” selagi force field menahan Chaos dan inti semakin bergetar.
Nemo membaca lanjutan pesan: mereka hampir menyelesaikan terowongan dari Hetero Tower yang akan menjadi jalur rahasia menuju era Dominik.
Pada bagian akhir, Cradle melihat baris terakhir pesan:
“Oh, by the way, I want to name this tunnel extending from the Hetero Tower ‘the Bridge Across Dreams’... Doesn’t it sound nice?”
Cerita berakhir dengan narasi gambaran “merah” yang menghabisi segalanya.
Cradle, Red Tide, dan Key
Di luar Inver-Hetero Tower pada dini hari tahun baru (2161), Cradle terbangun dari Red Tide dan merenungi hasil investigasinya: masa lalu sang agen.
Ia menamai terowongan ilegal dari Hetero Tower sebagai “Bridge Across Dreams”, dan berspekulasi bahwa “Keys” yang dibawa para anggota vanguard bisa mengubah aturan menara dan menciptakan ruang sendiri.
Cradle menyimpulkan perubahan Hetero Tower menjadi Inver-Hetero Tower mungkin terjadi karena manipulasi key dan perebutan inti menara, serta keterlibatan Dominik dari dua dunia yang seolah membentuk lingkaran tak terelakkan.
Misteri Gatekeeper dan status Vonnegut
Berdasarkan data yang ia pulihkan, sebelum Lee menyentuh Gateway, ada Gatekeeper yang menghalangi sekaligus membimbing mereka yang siap.
Cradle menilai Gatekeeper bukan utusan Gateway dan bertanya-tanya apa tujuan sejatinya dan ke mana ia membawa orang yang berhasil melewatinya.
Ia mengungkap bahwa Vonnegut ternyata adalah salah satu anggota tim vanguard. Sikapnya tidak sepenuhnya cocok dengan pola “Nemo” maupun orang lain, sehingga Cradle menduga ada banyak kesadaran yang melebur di dalam dirinya, mirip Red Tide.
Trout, Nemo, dan konsep Ship of Theseus
Melalui ingatan Rose, Cradle mengingat proyek memori data yang memungkinkan kesadaran manusia disimpan dan tubuh diubah.
Ia berspekulasi bahwa kesadaran Professor Trout mungkin bergabung dengan Nemo, namun teknologi Golden Age kemungkinan tidak cukup untuk menjaga satu kesadaran utuh.
Hasilnya, Nemo/Vonnegut mungkin adalah gabungan banyak pecahan kesadaran, seperti paradoks Ship of Theseus—sehingga sulit menentukan kehendak siapa yang benar-benar dominan.
Cradle menyadari ia sendiri tak berbeda: tubuhnya dipenuhi Red Tide yang berisi banyak suara, dan ia meragukan identitasnya—apakah ia masih Agent Zero yang dingin atau Cradle yang penuh rasa ingin tahu dan hormat pada peradaban.
Tekanan Chaos dan tekad Cradle
Cradle menyadari Chaos dapat selalu melacaknya melalui Red Tide; membongkar dan merakit ulang tubuh tetap tidak akan mengubah fakta bahwa ia terhubung ke Chaos.
Ia mempertanyakan apa dirinya sekarang, lalu memutuskan untuk menyingkirkan keraguan dan fokus pada tugas utama: menghentikan siapa pun yang mencoba mendekati rift.
Mimpi panjang SKK: masa depan alternatif yang tragis
Di pagi hari, SKK bangun di ruang perawatan bersama Lucia setelah mimpi sangat panjang dan berat.
Dalam mimpi itu, Constellia tidak pernah diselamatkan, Red Tide menelan kota dan mayat-mayatnya, dan kota tetap terisolasi selamanya.
10 tahun kemudian, Lithos yang sudah menjadi Ascendant kembali ke Constellia dengan bantuan Vonnegut, menemukan jepit rambut dan menyadari Rose pernah mencarinya tetapi terlambat 30 menit sebelum tewas.
Tak sanggup menerima kenyataan, Lithos bunuh diri di depan jasad Rose. Konsekuensinya:
Ravenge tetap berdiri.
Tim Gray Raven lama berjalan pincang dan penuh masalah.
Dalam satu operasi, pencarian prestise Ravenge memaksa serangan malam yang berujung korban besar di Gray Raven, dan M.I.N.D Lucia rusak parah.
Lucia tak lagi bisa bertarung, ditolak semua skuad, lalu mengembara sendirian sampai Luna menemukannya dan membawanya pulang, di mana Lucia hanya hidup pasif memandangi sinar matahari.
Karier alternatif SKK: Suzaku dan Emma
Dalam mimpi itu, SKK tidak memimpin Gray Raven, tetapi dipindah ke Suzaku bersama Liv dan Lee, dengan kapten baru bernama Emma Copperfield (pewaris Copperfield, tipe Support).
Performa skuad kurang baik. Dalam satu misi di Pulia Forest Park, Liv tidak pernah kembali dan bahkan gagal sempat berganti ke wujud Empyrea.
Red Tide muncul tiba-tiba, mirip cara penghalang Constellia jebol mendadak.
Janji dengan Lucia
Lucia menenangkan SKK, menegaskan bahwa mereka masih punya kesempatan mengubah masa depan.
SKK mengingat kembali sebagian kejadian di Hetero Tower dan mencoba memberi instruksi jika ia mati di Red Tide, namun Lucia memotong dan dengan jelas memintanya “jangan mati”.
SKK menggenggam tangan Lucia dan menyetujui bahwa mimpi telah berakhir, kini saatnya bertindak.
Keputusan ekspedisi ke parkiran bawah tanah
Seorang Kapten mercenary masuk dan menawarkan untuk ikut ke parkiran bawah tanah.
Alasannya:
Mereka sudah survei area dan ternyata relatif aman, tanpa jalan keluar dan ancaman besar.
Mereka hampir mati kelaparan dan perlu mencari jalan selamat sendiri.
Mereka percaya kemampuan SKK dan Lucia bisa memberi mereka peluang bertahan hidup.
Lucia mengingatkan bahaya, terutama karena Hetero-Creatures jelas menargetkan mereka. Para tentara bayaran menolak hanya menunggu mati kelaparan dan lebih memilih risiko bertarung.
Chiko ingin ikut, sementara Yuko cenderung setuju dengan kehati-hatian Lucia. SKK juga tidak menyarankan untuk berpisah.
Kapten mercenary memegang kartu akses yang dibutuhkan, diberikan oleh Mona setelah ia bersedia menanggung konsekuensi. Ia memberi ultimatum:
Entah semua dari mereka diajak turun,
Atau SKK dan Lucia juga tidak akan pergi.
Mona sendiri menolak ikut karena merasa hidupnya berharga (akan menikah, punya dua kucing yang menunggu di rumah), meski diejek rekan-rekannya.
Akhirnya SKK menimbang bahwa di mana pun tetap berisiko, dan menyetujui agar semua pergi bersama ke parkiran bawah tanah.
Rose dan Yuko berpesan agar mereka berhati-hati, khususnya waspada terhadap kupu-kupu.
Elevator diserang Red Tide dan Hetero-Creatures
Lucia, SKK, Chiko, dan dua tentara bayaran naik elevator untuk lari dari Red Tide yang membanjiri terowongan.
Red Tide dan Hetero-Creatures menghantam elevator dari bawah; dinding mulai retak, cairan merah masuk ke kabin.
Lucia memutuskan agar semua kabur lewat lubang di atap elevator. Ia menyerahkan pedang Pyro pada SKK untuk membantunya membuka jalan, lalu bertahan di bawah untuk menahan musuh.
Evakuasi lewat kabel baja
Para mercenary dan Chiko terlebih dulu memanjat kabel baja menuju permukaan.
SKK menyusul terakhir sambil percaya bahwa Lucia bisa bertahan di bawah.
Saat SKK hampir mencapai pintu keluar di atas, ia disambut sosok yang dikenalnya: Cradle.
Kematian SKK dan Chiko oleh Cradle
Di dekat Cradle, tubuh Chiko sudah tergeletak tak bernyawa, matanya terbuka menatap ke atas.
Cradle mengungkap bahwa ia bersembunyi di dalam Red Tide, sehingga tak dapat dideteksi Lucia.
Sebelum SKK sempat bereaksi atau memanggil nama Lucia, Cradle menyerangnya secara fatal; darah SKK berceceran dan ia jatuh kembali ke dalam lorong elevator.
Narasi menegaskan bahwa “Key” untuk mengulang waktu hampir habis, dan upaya SKK untuk “satu langkah lagi” kembali gagal.
Reaksi Lucia dan runtuhnya harapan mengulang waktu
Dari dalam elevator yang masih dikepung Red Tide, Lucia merasakan guncangan dari atas dan menyadari darah yang menetes ke bawah adalah milik SKK.
Hetero-Creatures tiba-tiba menghilang seakan tugas mereka selesai.
Lucia kembali menghadapi pola tragedi berulang: orang yang ingin ia lindungi mati tepat “satu langkah” darinya.
Ia memeriksa “Key” yang memungkinkannya mengulang waktu, namun benda itu retak dan sudah tak merespons—tidak ada lagi kesempatan mengulang.
Cahaya elevator padam dan Red Tide akhirnya menelan semuanya.
Konfrontasi Yuko dengan Cradle / Agent Zero
Di kemudian waktu, di parkiran bawah tanah Golden Time Court, Yuko yang kakinya sudah membusuk oleh infeksi, menemui Cradle.
Yuko menuntut jawaban: di mana semua orang, apakah mereka masih hidup, dan menuduh Cradle atas nasib mereka.
Cradle menjawab bahwa mereka “hidup dalam Red Tide,” mengimplikasikan bahwa fisiknya telah hancur dan menyatu dengan Red Tide.
Yuko mengingatkan Cradle akan cerita asal-usulnya: lahir dari kehendak “creator”/“Curse Queller” untuk meredam Red Tide dan tidak menyakiti orang lain, serta alasan Cradle mendekati Yuko sebagai “sesama creator.”
Yuko mempertanyakan apakah Cradle masih mengikuti kehendak sang creator atau hanya mengikuti keinginan Yuko; ia juga bertanya apakah Cradle itu Agent Zero, penjaga dalam dongeng, atau tetap “Cradle” yang ia kenal.
Yuko akhirnya memaksa Cradle menjawab: apakah Chiko masih hidup? Keheningan Cradle menegaskan bahwa Chiko telah mati.
Rasa bersalah Yuko dan pertentangan batin Cradle
Yuko menyadari semua tindakannya—membantu rencana Cradle, memprovokasi Barley dan para mercenary—justru berujung pada kematian Chiko, dan menyalahkan dirinya sebagai “kayu busuk” dan beban.
Namun, Yuko juga mengakui bahwa justru karena ia menganggap dirinya “kayu busuk”, ia tetap ingin hidup untuk mengubah nasib dan membalas kebaikan Chiko, bukan mati sia-sia.
Cradle/Agent Zero mengalami konflik batin: antara misinya sebagai wujud Red Tide yang harus memusnahkan peradaban, dan sisi “Cradle” yang mengagumi dan ingin membantu umat manusia.
Yuko mencoba membunuh Cradle dan dibunuh
Didorong amarah dan rasa dikhianati, Yuko mengacungkan pistol ke arah Cradle, bertekad membunuhnya demi semua korban.
Tepat sebelum tembakan, wujud Agent Zero menusuk Yuko dari belakang dengan sabit yang dibentuk dari Red Tide; bilahnya berhenti hanya beberapa sentimeter di depan Agent Zero, menandakan tindakan ini menargetkan Yuko saja.
Yuko tewas perlahan dalam pelukan Cradle, senjata terlepas dan jatuh ke Red Tide, bersama lenyapnya tekad terakhirnya.
“Janji” Cradle dan transformasi menjadi kupu-kupu
Setelah Yuko mati, “sisi” Cradle dalam diri Agent Zero bangkit kembali dan memutuskan melakukan sesuatu sesuai keinginan Yuko.
Ia membawa jenazah Yuko ke pintu elevator tempat Red Tide mengamuk di dalamnya, dan melompat jatuh bersama ke dalam lautan Red Tide.
Ia berkata bahwa di dalam Red Tide, Yuko akan “menjadi satu,” saling menyatu sehingga tak perlu lagi mengkhawatirkan kekurangan masing-masing.
Dari Red Tide tempat Yuko dan Chiko larut, muncul seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari Cradle.
Cradle menyatakan bahwa jika mereka masih membencinya, ia akan memberi mereka kesempatan untuk melukainya.
Ia kemudian memejamkan mata dan menelan kupu-kupu itu.
Lucia
3rd —Forging countless worthless failures.
Sembilan akhir masa depan Lucia
Saat pertama kali masuk Constellia dengan frame Pyroath, Lucia menerima pesan dari masa depan dan melihat 9 kemungkinan ending setelah meninggalkan Inver-Hetero Tower.
Di hampir semua akhir itu, dunia hancur oleh Red Tide atau jatuh ke keadaan tak dikenal, dan Lucia tidak mendapat satu pun harapan selamat:
timeline 1: Tak bisa lagi rewind, dibunuh Agent Zero, Constellia dan dunia akhirnya ditelan Red Tide.
timeline 2: Tak bisa rewind, Chaos menggantikannya, mengambil SKK; nasib berikutnya tak diketahui.
timeline 3: Menyerah rewind, kembali ke Babylonia dengan data & sampel, lalu tewas saat kembali ke tower karena informasi kacau dan corruption.
timeline 4: Dengan bantuan sementara Vonnegut, ia rewind dan selamatkan SKK, tapi Agent Zero merebut core; semua berakhir jadi ladang mayat.
timeline 5: Dengan bantuan Vonnegut, ia selamatkan SKK dan melelehkan core; SKK memilih bersatu dengan Chaos, Lucia berusaha menghalangi dan justru terlempar ke rift oleh Vonnegut; nasib lanjut tak diketahui.
timeline 6: Mirip akhir 5, tetapi Agent Zero menyerang balik, menyeret semua ke rift dan meruntuhkan tower; nasib lanjut tak diketahui.
timeline 7: Setelah meltdown core, Lucia menjaga rift selama “tahun-tahun tanpa akhir” sampai mati kelelahan, sendirian.
timeline 8: Lucia tetap bertahan sampai akhir di depan rift, tapi saat hendak kembali, dihalangi Vonnegut; karena sudah terlalu lelah, ia tak mampu melawan dan mati di luar tower.
timeline 9: Ia bertahan sampai momen terakhir, memastikan SKK lolos dari tower sambil membawa core; ia menanggung semua beban sampai tubuhnya, dalam fog, hancur menjadi ketiadaan. Apa yang terjadi setelah itu tak diketahui.
Tekad Lucia dan pilihan “akhir kesembilan”
Awalnya Lucia percaya bisa menghindari semua ending itu dengan kembali ke era asalnya sebelum tower runtuh total.
Namun tekanan Agent Zero dan bencana di dalam tower terus menggagalkan upaya mereka.
Setelah keluar lewat salah satu exit, ia justru tiba di dunia kosong seperti kertas layu—hanya garis dan ruang hampa, tanpa makhluk hidup, seolah dimensi ketiga telah dilucuti. Hanya Inver-Hetero Tower yang masih “nyata”.
Vonnegut kemudian menjelaskan bahwa runtuhnya tower membuat keluaran waktu/exit menjadi kacau, dan Lucia kemungkinan tersasar ke masa depan lain yang membeku di tepi kehancuran, bukan “waktu yang seharusnya”.
Karena “ending cepat dan stabil” sudah tertutup akibat terlalu lama di Constellia, Lucia menyimpulkan satu-satunya jalan tersisa adalah jalur mirip ending ke-9: menyelamatkan SKK dan dunia dengan harga dirinya sendiri. Ia memutuskan tidak menunggu lagi dan kembali ke tower.
Konfrontasi dengan Vonnegut dan Chaos
Lucia kembali ke inti tower, bertarung sengit, merebut “Key” milik Vonnegut, dan menodongkan pedangnya ke leher Chaos.
Ia menyalahkan Vonnegut:
Mengatur agar Cradle dan dirinya saling bunuh.
Berusaha memisahkan dia dan SKK agar rencana fusion nya dengan Chaos bisa berjalan.
Tidak menghalangi rewind waktu semata-mata agar SKK tetap hidup sampai saat yang tepat untuk digabungkan dengan Chaos.
Lucia juga mengungkit dunia kosong yang baru ia lihat di luar; Vonnegut kaget lalu menyimpulkan bahwa keruntuhan tower lebih parah dari perkiraannya dan bahwa itu adalah “masa depan lain” yang tidak seharusnya jadi urusan Lucia.
Motif Vonnegut dan status Agent Zero
Vonnegut mengakui beberapa hal:
Ia mengintervensi Red Tide untuk memperlambat Agent Zero/cradle: menanam “interference point” di titik kumpul rift dan Red Tide, lalu melempar fragmen ke dalamnya.
Semakin sering Agent Zero memakai Red Tide, semakin kuat ikatan “rantai umat manusia” padanya, memperlambat upaya penghancuran tower.
Ia pernah menyebut bahwa kerusakan tower membuat “waktu yang bisa diintervensi” jadi kacau, memengaruhi juga ke mana exit akan membawa orang.
Tentang Agent Zero:
Cradle adalah “vessel” Agent Zero dan tak bisa benar-benar dibunuh di dalam batas tower.
Blue core di pusat tower adalah kelemahan Cradle—ia akan mati jika mendekat, tapi Agent Zero sebagai “jabatan/otoritas” akan berpindah ke vessel lain yang mampu menanggungnya.
Chaos saat ini terlalu lemah untuk menang dalam “kompetisi” menjadi vessel berikutnya, sehingga posisi bisa jatuh ke entitas lain yang berpotensi jauh lebih berbahaya, menghasilkan dunia-dunia tanpa manusia seperti yang Lucia lihat.
Vonnegut menegaskan ia ingin Chaos yang menjadi Agent Zero dan menolak Agent Zero menyelesaikan misinya. Ia menyebut ini semi-balasan pribadi terhadap Agent Zero, sekaligus cara mencegah bencana yang lebih besar.
Rencana Vonnegut: gabungan Chaos + SKK
Vonnegut menilai Chaos tidak “lengkap”; ia ingin menggunakan kesadaran SKK untuk “melengkapi” Chaos, agar Chaos bisa:
Menggantikan Cradle sebagai Agent Zero.
Membantunya melewati Gateway secara penuh dan memanipulasi waktu bebas dari batasan Inver-Hetero Tower.
Ia mengakui ini berarti mengorbankan SKK, sesuatu yang Lucia sama sekali tak bisa terima.
Vonnegut juga menegaskan:
Ia memang punya kepentingan dan ambisi pribadi.
Tujuannya bukan sekadar menyelamatkan dunia, tetapi mencegah hal-hal yang tak bisa ia kendalikan dan membuka jalan bagi visinya sendiri atas masa depan.
Upaya masa lalu, Luna, dan kegagalan mencegah Agent Zero
Vonnegut menyebut pernah mencoba:
Mengirim pesan ke masa lalu, memberi petunjuk pada Luna untuk menghancurkan sebagian Gestalt sebelum semua dimulai agar Agent Zero tak muncul.
Namun itu berisiko menyeret Luna dalam konflik langsung dengan Babylonia, dan, seperti upaya Lucia dalam tower, semua percobaan semacam itu akhirnya gagal sampai mereka sama-sama berhenti mengirim pesan.
Luna sekarang bahkan tak bisa masuk tower karena aturan masuk telah diubah; ia juga tak lagi bisa menjadi Agent Zero.
Tawar-menawar Vonnegut dengan Lucia
Vonnegut mengungkap bahwa “Key” milik Lucia sudah kehabisan energi, tapi Omega Core di frame Pyroath—yang punya sumber sama dengan Chaos—masih bisa dipakai sebagai sumber daya.
Ia menawarkan sebuah terminal khusus:
Jika Omega Core Lucia dihubungkan ke terminal itu, “Key” bisa digunakan lagi untuk rewind.
Konsekuensinya: beban besar pada frame Lucia. Sekali pakai tidak mematikan, tapi penggunaan berulang akan melampaui batasnya dan berujung fatal.
Lucia menyadari ini sejalan dengan banyak ending masa depan yang ia lihat: Vonnegut selalu ingin ia yang mati duluan, agar ia bisa membawa SKK seorang diri dan menyelesaikan rencananya.
Namun, di sisi lain, tanpa terminal dan Chaos, Lucia tidak bisa pulang ke era asal ataupun menavigasi waktu dengan akurat.
Setelah menodongkan pedang ke leher Chaos, Lucia akhirnya:
Mengambil terminal tersebut.
Melepaskan Chaos, sementara Vonnegut memintanya membantu Lucia kembali ke waktu dan tempat asal. Ia memperingatkan bahwa rewind langsung dari titik ini hanya akan memperbesar deviasi.
Pertanyaan terakhir Lucia dan ancaman balasan
Sebelum pergi, Lucia menuntut jawaban: Vonnegut selalu bicara soal peran Cradle dan Chaos, tapi tidak pernah jujur tentang peran dirinya sendiri—apakah ia hanya penonton, pengambil untung, atau dalang penulis ulang bencana.
Cerita menampilkan kilas balik pada satu siklus pertempuran lain di mana Lucia:
Berulang kali me-reset waktu hingga ia mampu memaksa Vonnegut mengeluarkan kemampuan di luar sekadar force field.
Mengakui bahwa membunuh Vonnegut sebelum Agent Zero diatasi tidak mengubah apapun, hanya mengurangi bantuan yang bisa ia dapat di “sekarang”.
Vonnegut berdalih bahwa SKK sudah memilih untuk membantunya setelah menyaksikan masa depan yang bahkan lebih kejam.
Lucia menyatakan ia menghafal semua kebohongan dan manipulasi Vonnegut dan yakin bahwa “korban” yang Vonnegut minta bukan jawaban sempurna.
Ia berjanji: begitu Agent Zero mati, ia akan datang untuk membunuh Vonnegut. Vonnegut menantangnya untuk menemukan jawaban yang lebih baik bagi mereka yang ia lindungi.
Lucia tiba-tiba “terbangun” dari cahaya menyilaukan dan mendapati dirinya kembali di terowongan bawah tanah Constellia.
Ia melihat Chaos sedang mengoperasikan sebuah perangkat besar yang ternyata berhubungan dengan force field yang menahan banyak Hetero-Creature di kejauhan.
Lucia mengira perangkat itu ciptaan Vonnegut; Chaos memberi isyarat bahwa itu bukan hanya karya Vonnegut dan mengonfirmasi bahwa ini adalah langkah antisipasi.
Chaos menolak berbicara dengan Lucia kecuali soal SKK, menyebut Lucia dengan nomor frame BPL-01 (yang sama dengan Alpha), membuat Lucia bereaksi sinis.
Lucia menginterogasi Chaos: apa yang sebenarnya terjadi waktu itu, mengapa SKK kembali ke Inver-Hetero Tower bersama Chaos dan menyuruh Lucia membantu Vonnegut. Ia ingin mengisi semua celah informasi.
Chaos akhirnya menjelaskan secara singkat:
Cradle membawa SKK keluar dari Inver-Hetero Tower.
Setelah itu, situasinya mirip Constellia: setelah Inver-Hetero Tower muncul lagi, banyak “retakan” muncul di seluruh dunia, membawa Red Tide ke berbagai tempat.
Chaos ingin membawa SKK mmandant kembali ke Inver-Hetero Tower, tetapi justru menyaksikan “siklus kematian tanpa akhir”.
Kesulitan melanjutkan ceritanya, Chaos lalu memotong sepotong jaringan Punishing miliknya dan melemparkannya pada Lucia agar Lucia melihat sendiri lewat memori di dalam jaringan itu.
Lucia menghancurkan jaringan tersebut di telapak tangan, mengaktifkan Phantom Tracer, lalu melihat memori Chaos:
Dari sudut pandang Chaos, terlihat Cradle mengikuti dari belakang.
Dalam memori, Lucia dan SKK sedang dalam perjalanan menuju pintu keluar, percaya mereka akan segera kembali. Lucia bahkan sudah merencanakan istirahat untuk SKK.
Tanpa disadari Lucia, Cradle berbaur di antara Hetero-Creature dan membuat langkahnya di saat Lucia lengah.
Saat Lucia menoleh ke belakang, SKK sudah menghilang. Ia panik dan berteriak memanggilnya, lalu kembali menyusuri jalan untuk mencari.
Sementara itu Chaos melihat jejak kupu-kupu merah milik Cradle dan menyadari Cradle berencana menggunakan pemisahan ini untuk membunuh SKK, agar Vonnegut selamanya gagal menyelesaikan Chaos.
Meskipun menentang rencana Vonnegut, Chaos tidak ingin SKK mati, sehingga ia mengejar Cradle dan tanpa sadar masuk ke dalam “siklus kematian yang kacau dan tiada akhir”.
Mimpi tentang “cocoon” planet dan Chaos Contamination
Sebuah kesadaran (Lucia tentang SKK (dalam chaos)) melihat mimpi/visi tentang planet yang hancur oleh Punishing, bersama seorang wanita berjubah putih menyaksikan sebuah kota hancur, dipenuhi mayat dan “benang-benang” yang membawa fragmen merah.
Semua benang itu berkumpul membentuk “kepompong” raksasa yang memakan jiwa dan informasi kehidupan serta peradaban Bumi untuk membentuk suatu “pupa”.
Dunia perlahan kehilangan bentuk; semua kehidupan diubah menjadi data dan diserap ke dalam kepompong. Wanita itu menyebut bahwa planet ini juga “siap menetas” dan tidak ada keajaiban yang terjadi.
Ia menjelaskan: entitas itu bertujuan “memanen” dan memusnahkan peradaban yang dinilai “salah”, lalu membawa datanya ke “Gate”. Kriteria “benar/salah” ditentukan oleh tesnya sendiri.
Jika berhasil dikalahkan, seseorang mendapat “tiket” ke “lautan bintang”. Di sini, tes itu dikenal sebagai “Chaos Contamination”.
Ia menyadari ada “seseorang yang lolos” dari kepompong, dan berkata: bila suatu keajaiban benar-benar terjadi, ia akan datang ke planet ini dan berharap bisa bertemu lagi.
Kebingungan antara mimpi, simulasi, dan realitas
SKK terbangun di Inver-Hetero Tower, di bawah pengaruh Chaos, dalam kondisi sakit kepala parah dan rasa tubuh seperti “disalib” di tanggal 3 Mei.
Ia mempertanyakan apakah semua yang terjadi adalah simulasi, realitas, atau mimpi; ingatan tentang waktu dan pengalaman bercampur karena kematian berulang dan rewind waktu.
Kondisi Inver-Hetero Tower dan ancaman Agent Zero
Chaos menjelaskan:
Kejatuhan realitas yang terus berubah terkait dengan runtuhnya Menara Inver-Hetero.
Cradle sebenarnya sedang dilawan oleh tubuh dan persona lain: Agent Zero. Kepribadian Cradle tidak stabil dan bergeser ke persona Agent Zero.
Di inti menara terdapat “Key”. Vonnegut pernah menjelaskan bahwa invitation bisa dipakai untuk menggunakan menara, tetapi juga bisa dipakai untuk menghancurkan dan mengambil inti menara—dengan konsekuensi berat.
Chaos merinci bila inti menara hancur atau hilang:
Agent Zero dan “Key” kehilangan kontrol atas menara.
Menara tak lagi “membalikkan” hal yang kini ditahan: Red Tide, rift, dsb.
Siapa saja bisa keluar–masuk menara tanpa kepastian akan muncul di waktu yang mana.
Hasilnya: kekacauan total.
Namun, jika dibiarkan, tindakan Agent Zero terhadap menara bisa berujung pada hasil yang sama buruknya atau lebih parah daripada meltdown inti.
Dilema inti menara dan “tawaran” Chaos
SKK menyadari bahwa menghancurkan inti sekaligus mengambilnya adalah “jalan terakhir” untuk memberi umat manusia “kartu tawar-menawar” penting. Dominik pernah mencoba meltdown inti, namun tidak tuntas; bila kali ini berhasil, Science Council dan Asimov mungkin bisa memanfaatkannya—dengan harga bencana besar dan korban jiwa.
SKK takut semua mimpi buruk akan jadi kenyataan: Gray Raven tercerai-berai, Liv dan Lee mati, dan pada akhirnya ia sendirian—“akhir yang tak terelakkan”.
Chaos mengusulkan cara menghentikan Agent Zero menghancurkan menara:
Chaos akan menjadi Agent Zero baru.
Atau, jika inti diambil dan diberikan padanya, ia dapat merebut otoritas Agent Zero. Namun karena kestabilan kesadarannya lemah, ia akan berakhir seperti Cradle—tak bertahan lama.
Tidak ada solusi lain yang jelas; Hetero Tower selama bertahun-tahun sudah “memotong” siapa pun yang mencoba mengutak-atik waktu. Jalan yang ada selalu mengarah pada pengorbanan.
Tekad Lucia dan rencana melarikan orang dari Constellia
Beralih ke POV Lucia, ia memahami bahwa SKK sekali lagi berencana berkorban. Untuk mencegah itu, ia memutuskan tiap langkah harus diperhitungkan dengan ketat.
Namun, siklus pembantaian di 3 Mei telah menunjukkan padanya bahwa Liv dan Lee dapat mati bahkan di masa lalu, selama Agent Zero masih ada.
Kesimpulannya:
Untuk mengakhiri Agent Zero, Chaos harus menggantikannya.
Agar Chaos bisa menjadi Agent Zero yang baru (walau tidak lengkap), inti menara harus dihancurkan.
Ini menciptakan “deadloop” yang sulit diputus.
Satu-satunya kemajuan konkret sejak masuk Constellia adalah Cradle sementara terhalang oleh “fruit”.
Lucia mempertimbangkan alat terminal pemberian Vonnegut yang dapat menguras frame-nya:
Sekali pakai tidak mematikan, tapi pemakaian berulang akan melampaui batas dan membunuhnya.
Ia memutuskan menganggapnya sebagai satu kesempatan saja.
Lucia menyusun rencana dan berbicara pada Chaos:
Ia tahu Chaos selalu berkomunikasi dengan Rose dan berusaha melindunginya.
Lucia menawarkan: ia akan menolong Rose dan semua orang yang terjebak di Constellia untuk kembali ke dunia normal.
Sebagai imbalan, ia butuh dua hal dari Chaos:
Membuka celah di medan gaya Constellia agar orang-orang bisa keluar, sementara menahan Red Tide.
Membantu mereka kembali ke “waktu yang benar” ketika berada di dalam Inver-Hetero Tower.
Chaos menjawab: ia tidak bisa menjamin akurasi waktu, tapi kalau kondisi menara tidak separah sekarang, ia bisa membatasi pergeseran waktu dalam kisaran satu tahun (bukan satu bulan seperti yang Lucia minta).
Keputusan Lucia untuk memakai rencana Vonnegut
Menyadari waktu terus menipis dan Agent Zero tidak akan berhenti, Lucia akhirnya menerima bahwa ia akan menggunakan rencana Vonnegut.
Ia menghubungkan terminal khusus ke framenya dan mengaktifkan “Key” di dalam batas Inver-Hetero Tower, sehingga aliran waktu kembali bergerak dan bersiap untuk rewind.
“Key” tampak pulih dari keretakan, tetapi Lucia meragukan ketahanan kondisi ini.
Ia berniat “berlomba” dengan SKK—menggunakan cara yang sama, mempertaruhkan hidup demi tujuan yang sama.
Asal-usul inti dan identitas Chaos yang kabur
Saat Chaos ingin mengatakan sesuatu, ia akhirnya bertanya apakah inti (core) itu dibuat dari “egg” yang dulu diambil Lamia. Lucia terdiam, tapi teks mengisyaratkan hubungan antara “egg” Lamia dan inti menara.
Lucia juga menyebut bahwa Hetero-Creature yang masih bisa berbicara lancar biasanya memiliki kesadaran manusia yang relatif utuh di dalamnya. Ia menanyakan: kesadaran siapa yang ada di dalam Chaos?
Chaos terdiam lama; Lucia tidak memaksanya.
Tepat sebelum semuanya rewind, Chaos akhirnya menjawab pelan:
Ia lupa siapa dirinya dulu.
Satu-satunya hal yang ia ingat hanyalah bahwa namanya adalah Chaos.
Situasi awal & kondisi SKK
Waktu: 1 Januari 2161, 12 hari setelah wabah Punishing, di ruang perawatan Gedung Observasi Kembar D7, Constellia.
Ini adalah rewind waktu ke-76 dan kali ke-3 mereka memasuki Constellia.
SKK pingsan dan tertidur hampir 12 jam lebih tanpa bangun, diduga efek kerusakan “Key”.
Lucia sangat cemas, terus-menerus mengecek napas dan denyut nadi SKK, sementara beban penggunaan “Key” dan terminal rewind waktu Vonnegut makin menguras dirinya.
Kecemasan dan tekad Lucia
Lucia diliputi rasa takut kehilangan SKK selamanya dan trauma dari banyaknya kematian dan perpisahan di siklus-siklus sebelumnya.
Ia teringat percakapan dengan Lee sebelum misi di Inver-Hetero Tower, tentang perasaan aneh Lee seolah ia melupakan sesuatu yang terjadi di menara karena satu pilihan yang dibuat.
Lucia sadar ini adalah “satu kesempatan terakhir”: jika gagal, beban pada dirinya akan membuatnya makin terbatas dalam operasi selanjutnya. Ia tak ingin mengulang kesalahan dan tak sanggup lagi menanggung perpisahan dengan SKK.
Percakapan dengan Rose & isu masa depan
Rose datang ke ruang perawatan, mencemaskan kondisi SKK. Lucia menenangkan Rose bahwa SKK hanya beristirahat.
Rose melapor bahwa Yuko dan para penyintas sudah berkumpul seperti yang Lucia minta; sebagian enggan naik tangga dan tetap di bawah.
Rose bingung kenapa Yuko enggan bicara pada kakaknya meski merindukannya; Lucia menjelaskan bahwa kadang, ketika terlalu banyak yang dipikirkan, sulit memulai pembicaraan.
Rose juga menyampaikan bahwa Chaos memberinya alat force field untuk melindungi orang yang di bawah, tapi jika alat rusak, pelindung akan hilang seketika.
Lucia memuji bakat Rose, tetapi dalam hati mengingat bahwa di masa depan Rose akan mati dalam Project Winter dan hanya meninggalkan putrinya, Rosa. Ia sadar nasib Rose “sudah tertulis”, namun tak berani mengubah terlalu banyak karena konsekuensi perubahan masa lalu tak terukur.
Lucia hanya bisa memberi peringatan umum: setelah keluar dari Constellia, Rose harus berhati-hati terhadap robot berbahaya.
SKK terbangun & perawatan Lucia
SKK akhirnya terbangun, merasakan sakit kepala parah dan mimisan hebat.
Lucia sigap menolong: menopang dagu, menyumbat hidung dengan kapas steril, menekan hidung sesuai instruksi medis Liv, lalu memberi air dan obat penghilang rasa sakit.
Rose diam-diam mundur keluar ruangan, memberi mereka ruang berdua.
Lucia terus menggenggam tangan SKK; sentuhan fisik menjadi cara baginya untuk memastikan keselamatan SKK setelah puluhan kali rewind.
Mimpi SKK & penjelasan soal Inver-Hetero Tower
SKK menceritakan mimpi panjang yang melibatkan Lucia, Vonnegut, serta kenangan yang sebelumnya terlupa saat pertama tiba di Constellia, termasuk tentang Liv dan Lee di masa lalu, serta apa yang dialami Lee di Inver-Hetero Tower.
Lucia menjelaskan: setelah keluar dari Inver-Hetero Tower, SKK mengalami rewind waktu, sehingga Lee dan Liv pada dasarnya harusnya masih baik-baik saja di garis waktu asal.
Lucia menilai mimpi SKK bukan sekadar mimpi, tetapi kemungkinan besar efek Inver-Hetero Tower—mirip dengan cara dia pernah mengirim pesan ke dirinya yang lain, dan Lee juga pernah mengalami interaksi lintas-kesadaran seperti itu.
Status “Key”, Cradle, dan rencana penyelamatan orang-orang Constellia
Lucia mengonfirmasi bahwa “Key” berada pada kesempatan terakhir mereka.
Kali ini, kota bersih dari Red Tide; tak ada lagi corrupted di jalanan. Lucia menyimpulkan Agent Zero—yang mereka sebut saja “Cradle”—sedang dalam tekanan atau pengekangan yang jauh lebih kuat.
Karena Cradle tak bisa lagi menciptakan bencana besar secara langsung, ada peluang untuk menyelamatkan para penyintas yang terjebak di Constellia, terutama orang-orang yang mereka kenal seperti Chiko dan Rose. Jika mereka tidak dikembalikan ke waktunya, masa depan bisa berubah drastis.
SKK menceritakan “mimpi” di mana Chiko lenyap, dan Lucia menganggapnya sebagai indikasi serius, bukan sekadar mimpi.
Lucia mengungkap bahwa ia telah bekerja sama dengan Chaos untuk sementara menonaktifkan force field Vonnegut yang menjebak semua orang. Dengan Cradle yang sedang lemah, membuka jalan keluar sebentar dianggap tidak terlalu berisiko.
Kepercayaan pada Chaos & konflik batin Lucia
Lucia mempertanyakan kenapa SKK begitu percaya pada Chaos, makhluk Hetero-Creature.
Baik SKK maupun Lucia sama-sama memahami (meski tak diucapkan terus terang) bahwa alasan utamanya adalah ini tampak sebagai jalur dengan “korban paling sedikit”.
Lucia menyadari niat tersembunyi SKK untuk mengorbankan diri jika perlu, dan ia memintanya berjanji untuk “pulang bersama”. Padahal Lucia sendiri tahu, itu janji yang sebenarnya tak bisa ia tepati. Keduanya sepakat untuk bertarung sampai “momen terakhir”, sambil menyembunyikan rencana pengorbanan masing-masing.
Laporan kemajuan Lucia di Constellia
Lucia memaparkan apa yang ia lakukan saat SKK tak sadarkan diri:
Menengahi konflik antara Rose, para tentara bayaran, dan staf, serta memanggil kembali tim yang menjelajah parkir bawah tanah.
Mengulangi keberhasilan sebelumnya: meyakinkan Mona, kepala staf, untuk memberikan kartu akses lift.
Bekerja sama dengan Chiko untuk meyakinkan Yuko, Darcie, dan Barley agar mereka mengumpulkan karyawan yang bersembunyi di area lain.
Ia mengakui konflik di antara kelompok-kelompok ini tak bisa selesai hanya dengan kata-kata, tapi sementara ini mereka bisa disatukan oleh tujuan yang sama: keluar dari Constellia.
Kedekatan emosional Lucia–SKK
Lucia mengaku telah membawa tubuh SKK bersamanya saat berkeliling karena khawatir Cradle muncul mendadak—bahkan meniru posisi dari uji terbang sebelumnya.
SKK merespons dengan memeluk Lucia (atau menepuk kepalanya, tergantung pilihan), menegaskan bahwa kenyamanan fisik kini lebih bermakna daripada kata-kata setelah 76 kali rewind.
Lucia awalnya berkata ia “baik-baik saja”, tapi akhirnya membalas pelukan, memperlihatkan keletihan, kecemasan, dan luka batin akibat siklus tanpa akhir ini, meski tekadnya tetap utuh.
Rekap garis waktu & kejadian utama
Mereka bersama-sama merumuskan ulang kronologi agar tidak salah langkah:
Frame baru Lucia selesai 30 Maret. Mereka masuk Inver-Hetero Tower pada 3 Oktober.
Antara itu, Red Tide dan Hetero Zone menyebar lebih cepat dan tak terduga. Mereka menduga sumbernya terkait Inver-Hetero Tower.
Di menara, mereka berkali-kali dihalangi Hetero-Creatures, sementara Vonnegut berulang kali mencoba menggabungkan SKK dengan Chaos, yang menyebabkan SKK berkali-kali mati.
Tujuannya: menstabilkan kesadaran Chaos agar bisa mengambil alih otoritas Agent Zero dan menekan kehendak aslinya.
Karena ketidaktahuan dan kondisi terdesak, mereka menentang Vonnegut dan Cradle, namun pada akhirnya Vonnegut menggunakan inti Inver-Hetero Tower dan “Key” untuk mengusir mereka keluar dari menara dan melempar mereka ke era ini, demi membeli waktu.
Runtuhnya menara membuat mereka tertunda 10 hari; Cradle tiba duluan di kota dan memanipulasi warga untuk menghalangi mereka.
Percobaan pertama di Hetero Tower di Constellia gagal: SKK dibunuh Yuko (di bawah tekanan Cradle), lalu Red Tide mulai surut. Di situ mereka menemukan keberadaan “fruit”.
“Fruit” dijelaskan Chaos sebagai semacam Hetero-Creature berbentuk hati, ciptaan Vonnegut. Bagi Cradle, ia berfungsi seperti fusi atau korupsi M.I.N.D.
SKK memakannya untuk “meracuni” Cradle dan memancingnya, dan percobaan itu berhasil mengekang Cradle meski berakhir tragis.
Upaya kedua: mereka berhasil meyakinkan orang-orang di kota, mendapatkan kartu akses, dan mengonfirmasi bahwa Cradle memang bisa dibatasi oleh “fruit”, meski kembali berakhir dengan kegagalan.
Kerinduan akan “rumah” dan perubahan diri
SKK menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri semua rewind ini dan kembali ke kehidupan sehari-hari bersama Gray Raven—khawatir Liv dan penasaran tentang apa yang sedang dilakukan Lee, bahkan merindukan masakan Lucia.
Keduanya menyadari bahwa jika dijumlahkan, waktu yang dihabiskan dalam semua siklus ini mungkin sudah bertahun-tahun, sampai titik di mana mereka tak lagi ingin menghitung.
SKK mengamati bahwa ekspresi Lucia kini jauh lebih muram dibanding saat pertama kali memasuki Inver-Hetero Tower. Lucia juga menyadari bahwa wajah SKK pun berubah—keduanya “tumbuh” melalui penderitaan dan pengalaman berat ini.
Mereka menyepakati bahwa pertumbuhan sering kali lahir dari rasa sakit.
Menjelang aksi berikutnya
Setelah meneguhkan kembali hubungan dan saling menguatkan tekad, Lucia mengajak SKK untuk memeriksa kondisi orang-orang lain karena masih ada sedikit waktu sebelum mereka bergerak.
Kepanikan Para Tentara Bayaran & Kecurigaan pada Chaos/Cradle
Setelah keluar dari ruang perawatan, SKK dan Lucia mendapati para tentara bayaran panik soal “monster” yang bisa mengendalikan penghalang (chaos).
Mereka takut jika makhluk itu bisa seenaknya mengurung dan membunuh orang setelah semua pergi.
Lucia menjelaskan bahwa:
Ada ancaman lain selain Chaos, yaitu Cradle, sumber para Hetero-Creature di kota.
Di luar Constellia, dunia juga sudah hancur oleh bencana serupa.
Lucia menegaskan kerja sama dengan Chaos hanya sementara, dan jika mereka berniat jahat, mereka bisa saja membunuh para tentara bayaran saat itu juga. Ia menunjukkan kekuatannya hingga mereka mundur dan berdiskusi sendiri.
Yuko Mengkonfrontasi Kebenaran tentang Cradle
Yuko maju dan bertanya apakah “masalah tersembunyi” itu adalah Cradle, dan apa sebenarnya Cradle itu.
Dijelaskan bahwa Cradle adalah semacam “manusia baru” lahir dari bencana, dengan sifat kompleks, dan memakai “karakter ciptaan penulis” sebagai wadah—mirip konflik data kepribadian.
Yuko mengingat kembali:
Cradle mengaku karakter fiksi, berasal dari masa depan, bertindak seperti administrator waktu.
Di beberapa masa depan, Cradle mengaku pernah membunuh Yuko.
Ia gagal menyelesaikan misi di masa depan dan tak mengerti alasan kegagalannya.
Cradle juga pernah bertanya pada Yuko berapa kali ia mati dan apakah ia pernah bermimpi jadi kupu-kupu, merujuk pada mimpi Yuko yang “melihat” sebagai kupu-kupu setelah kematian di Constellia.
Dijelaskan bahwa Cradle memakan “kupu-kupu” yang merupakan kesadaran Yuko; berarti Yuko “spesial” bagi Cradle, karena Cradle berjanji memberi Yuko “kesempatan untuk melukainya”.
Konfirmasi Soal Perjalanan Waktu & Masa Depan
Yuko meminta kejujuran soal ramalan Cradle: apakah benar semua akan terjebak dalam malapetaka tanpa akhir.
SKK mengakui bahwa bencana global memang terjadi dan perjalanan waktu itu nyata.
Yuko bertanya tentang nasib dirinya dan hubungan dengan Chiko, menguji konsistensi cerita Cradle.
Masa Depan Yuko & Tragedi Chiko
Lucia (via penjelasan Bianca di masa depan) memaparkan:
Yuko adalah anggota Support Force yang gugur saat misi penyelamatan.
Ia cedera, terkorupsi, lalu dikendalikan Ascendant untuk meledakkan alat di dasar gedung, menewaskan 14 Construct yang sedang investigasi.
Chiko selamat tapi luka berat; potensinya memakai frame khusus hilang karena kerusakan M.I.N.D.
Chiko menyesal karena tak sanggup membunuh adiknya sendiri meski tahu Yuko sudah tak mungkin diselamatkan.
Lucia, meski objektif, menyatakan pada Yuko bahwa kematiannya adalah kecelakaan dalam situasi di luar kendali, bukan niat jahat; Yuko juga menyelamatkan banyak nyawa sebelumnya.
Namun secara internal, Lucia masih diliputi luka emosional dari berbagai siklus kematian yang pernah ia lihat, sehingga kata-kata pengampunan tak benar-benar melenyapkan rasa sakit itu.
Penyesalan Yuko & Pertanyaan soal Pengampunan
Yuko menyimpulkan bahwa Cradle tidak berbohong mengenai dirinya dan Chiko.
Ia menceritakan bahwa ia dan Chiko sudah bicara: Chiko menjaga jarak karena sifat pekerjaannya, dan tahu para tentara bayaran tewas karena Yuko mencari bantuan pada Cradle.
Yuko bertanya pada Lucia:
Jika Lucia punya adik seperti dirinya, apakah Lucia akan memaafkannya?
Lucia tidak menjawab langsung atas nama korban. Ia justru berbicara seolah pada “dirinya dari awal”:
Eksistensi seseorang sudah memiliki makna; tidak perlu mengorbankan diri atau terus membayar kesalahan demi “hak” untuk hidup damai.
Pola pikir itu salah dan akan menjerumuskan ke jurang: dari rasa bersalah → kebencian → menyakiti orang lain.
Yuko menyadari:
Ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Semua tindakan setelah kesalahan awal hanyalah usaha menutup-nutupi dan mencari pembenaran.
Keinginannya untuk “dibutuhkan” justru memperparah kerusakan dan menyeret orang lain serta keluarganya.
Ia menyesali tak punya cukup waktu atau kekuatan untuk berubah, dan menerima bahwa “tidak ada andai”.
Froggie & Empat Daun Semanggi
Dalam keputusasaan, Yuko memegang boneka Froggie di dadanya.
Lucia bertanya apakah Yuko menyukai Froggie. Yuko menjelaskan:
Ia sudah menyukai cerita Froggie sejak sebelum lulus sekolah.
Froggie bukan katak yang hebat; ia mencari semanggi berdaun empat untuk menemukan rumah dan kebahagiaan, namun selalu gagal dan terjebak situasi konyol.
Meski begitu, Froggie selalu menemukan makna dalam kegagalan-kegagalan itu, yang menginspirasi Yuko untuk mencari makna dalam kegagalannya sendiri.
Lucia mengungkap ia juga menyukai Froggie, tapi baru belakangan tahu cerita lengkapnya.
Yuko menceritakan akhir asli buku pertama:
Froggie gagal menemukan semanggi berdaun empat dan “rumah” yang diidamkan.
Ia menggunakan barang-barang yang ia kumpulkan sepanjang perjalanan gagal itu untuk membangun tenda sederhana, lalu menanam semanggi berdaun tiga di sampingnya dan merawatnya.
Suatu hari, dari kumpulan semanggi biasa itu, tumbuhlah satu semanggi berdaun empat. Froggie tak menemukan semanggi ajaib—ia menciptakannya sendiri.
Yuko lalu memberikan sebuah perekam suara berbentuk Froggie pada Lucia:
Di dalamnya ada lagu yang ia tulis untuk Froggie (hanya instrumental dan lirik, belum pernah dirilis).
Ia menghadiahkannya sebagai ucapan terima kasih pada Lucia yang telah menolong semua orang di Constellia dan mendengarkan dirinya.
Dengan “keajaiban kecil”—lagu itu—Yuko mendoakan agar Lucia dan orang yang paling ia kasihi bisa menciptakan “semanggi berdaun empat” mereka sendiri, yakni kebahagiaan dan rumah yang mereka bangun bersama.
Lucia menerimanya dengan tulus, dan Yuko pergi.
Percakapan Intim Lucia & SKK di Jembatan Observasi
Lucia dan SKK naik ke jembatan observasi, di bawah sinar matahari musim dingin. Kota tampak bersih, seolah Red Tide menghilang.
Lucia duduk di tepi jembatan, menatap SKK; SKK menyinggung ekspresi Lucia sebelumnya, menanyakan apakah ia merindukan rumah.
Lucia mengakui:
Ini adalah “Golden Age” ketika orang-orang yang mereka kenal di masa depan seharusnya masih hidup.
Ia tahu masa lalu tak bisa diubah dan mereka punya tugas dan rumah sendiri untuk kembali.
Perasaan ini hanya ia ucapkan karena SKK bertanya.
Lucia lalu menjelaskan rencana evakuasi:
Terdapat sebuah pintu keluar di ujung jalan paling kiri, titik tertinggi dan terjauh dari parkir bawah tanah.
Semua orang akan dievakuasi lewat sana; meski Cradle menggelar Red Tide, butuh waktu sebelum mencapai titik itu.
Formasi: Lucia dan SKK di depan (vanguard), karyawan di tengah, tentara bayaran melindungi bagian belakang. SKK diminta memberi dukungan jarak jauh dan tetap dalam jangkauan pandang Lucia.
Lucia menyadari ke depan akan ada serangkaian pertempuran tanpa jeda hingga mereka pulang.
SKK menanyakan apakah Lucia menyembunyikan sesuatu. Lucia mengaku hanya punya beberapa keraguan yang baru bisa dipastikan ketika mereka memasuki Inver-Hetero Tower, dan memilih menahannya.
Keduanya sama-sama menyimpan rencana/keresahan masing-masing terkait apa yang akan terjadi di dalam menara.
Penutup: “Pulang” dan Empat Daun Semanggi
Matahari musim dingin menembus awan tipis dan force field Constellia, memandikan kota dengan cahaya keemasan.
Lucia mengulurkan tangan ke depan seolah ingin menggenggam sesuatu yang tak berwujud, lalu menghela napas.
Ia mengatakan: “Saatnya pulang, SKK.”
Narasi menambahkan: “...Saatnya kau pulang.”
SKK mengulurkan tangan, mengajak “pulang bersama,” seperti yang sudah berkali-kali terjadi dalam siklus mereka.
Lucia tersenyum, meraih tangan SKK, dan menjawab: “Tentu.”
Persiapan evakuasi dan pertempuran awal
Lucia dan SKK berkoordinasi dengan kapten tentara bayaran dan para karyawan untuk membuka barier dan menembus kawanan Hetero-Creatures di lantai pertama.
Lucia memimpin di garis depan, memperingatkan semua orang untuk menghindari cairan musuh yang menular, sementara mercenary dan karyawan mengawal evakuasi.
Cradle mengamati dari bayangan, memanipulasi Red Tide dan Hetero-Creatures seperti pion untuk menjadikan alun-alun sebagai “panggung pemakaman massal”.
Pertempuran Lucia vs Cradle
Lucia menerobos lautan Hetero-Creatures dengan serangan api dan cahaya, berusaha mencapai Cradle.
Cradle mengganti harpa menjadi sabit darah dan menggunakan kawanan Hetero-Creatures sebagai perisai hidup, memaksa Lucia terus bertarung di tengah kepungan.
Sementara itu, Chaos dan Rose mempertahankan dan memanipulasi force field agar jalur evakuasi tetap terbuka.
Evakuasi kacau dan krisis Red Tide
Gempa terjadi dan Red Tide menyembur dari retakan tanah, memunculkan lebih banyak Hetero-Creatures dan mempersempit ruang gerak para pengungsi.
Para tentara bayaran menahan serbuan musuh dengan tembakan terkoordinasi, sementara Barley, Darcie, Mona, dan karyawan lain berjuang untuk melarikan diri.
Chiko memimpin pengamanan dan evakuasi, menyelamatkan seorang karyawan yang jatuh, sementara Yuko kembali merasa dirinya hanya menjadi beban.
Aksi Yuko dan luka-lukanya
Saat Mona hampir diserang, Yuko menubruknya keluar dari jangkauan serangan dan melukai kakinya sendiri akibat cakar Hetero-Creature.
Meski takut, Yuko menikam leher Hetero-Creature dengan belati, membunuhnya, lalu ambruk ketakutan.
Mona membantu Yuko berdiri, tetapi ketika arus pengungsi memaksa mereka untuk cepat maju, Mona akhirnya berpisah dan bergabung kembali dengan kelompok, sementara Yuko tertinggal di tangga.
Yuko terpisah dan refleksi tentang Cradle
Red Tide kembali mengganas dan memisahkan Yuko sepenuhnya dari kelompok utama. Ia memutuskan untuk menunggu Lucia membawanya menyeberang.
Yuko mengingat pembicaraannya dengan SKK: Cradle memiliki dua kepribadian yang berkonflik—sisi baik yang ia kenal dulu bukanlah kebohongan.
Ia juga mengingat bahwa kesadarannya pernah diubah menjadi kupu-kupu dan ditelan Cradle, yang mungkin menandakan dirinya “spesial” bagi Cradle, serta janji Cradle memberi dia kesempatan untuk “menyakiti” dirinya.
Taktik Cradle dan “trolley problem”
Cradle memanfaatkan momen pembukaan barier untuk memaksa sebuah dilema: Lucia harus memilih antara menghentikan Cradle atau menyelamatkan SKK dari Red Tide dan Hetero-Creatures.
Lucia tanpa ragu memilih menyelamatkan SKK; Cradle memanfaatkan celah itu untuk mendekati pintu keluar yang dijaga Chaos.
Chaos sudah kelelahan menjaga force field, tetapi tetap bertahan karena melihat Chiko belum mengevakuasi diri. Serangan sabit Cradle mengancam akan menembus pertahanan Chaos.
Keputusan Yuko dan pengorbanannya
Dari tangga, Yuko berteriak memanggil Cradle dan mengklaim ingat bagaimana Cradle membunuhnya dan apa yang terjadi dengan kupu-kupu—sebuah kebohongan, karena seharusnya ia tak bisa mengingat masa sebelum “rewind”.
Pernyataan palsu namun tampak seperti informasi penting ini cukup untuk membuat Agent Zero/Cradle ragu sejenak dan menoleh.
Yuko tersenyum, mengangkat pistol dengan satu peluru terakhir—meski tak terlatih, ia tahu sasaran yang tak mungkin meleset: dirinya sendiri. Ia menembak dirinya sambil berkata, “Let the rotten wood burn.”
Dampak tembakan Yuko
Darah Yuko meledak bagai api dan membentuk kupu-kupu merah bersayap satu dari rambutnya. Tubuhnya lalu terguling dan tenggelam ke dalam Red Tide.
Chiko berteriak memanggil Yuko, tetapi sebelum ia bisa bertindak, kapten tentara bayaran menarik Chiko dan Rose keluar lewat celah terakhir dan segel force field ditutup lagi.
Lucia mengangkat SKK dan melompat menjauh dari Red Tide, tanpa bisa kembali untuk memastikan kondisi Yuko. Ia hanya bisa menggenggam SKK lebih erat, melanjutkan “jalan satu arah” tanpa menoleh.
Cradle dan Yuko setelahnya
Di dalam Red Tide, Cradle mendekati dan mengangkat tubuh Yuko ke dalam pelukannya.
Kupu-kupu yang pernah ia telan berdering dengan suara familiar, membuat Cradle menurunkan tangannya.
Narasi tidak menjelaskan secara langsung isi batin Yuko saat menarik pelatuk—apakah karena putus asa akan Red Tide, ingin mengulur waktu melawan Cradle, karena mengetahui masa depan, atau keputusasaan terhadap hidupnya sendiri.
Konsekuensi dan makna pengorbanan
Narasi mempertanyakan apakah memberi tahu Yuko tentang masa depan adalah keputusan yang tepat.
Dilihat dari “masa depan yang berubah”, para penyintas akan menganggap kematian Yuko sebagai pilihan yang benar:
Banyak orang selamat.
M.I.N.D. Chiko tidak rusak karena tidak memaksakan diri menyelamatkan Yuko.
Kelak saat Chiko wafat di Copperfield Aquarium dan menjadi Hetero-Humanoid, M.I.N.D.-nya yang utuh memungkinkannya memproses data yang lebih kompleks.
Peristiwa ini menjadi titik balik besar bagi umat manusia, mendorong peradaban menuju masa depan yang lebih stabil dan makmur hingga akhirnya mereka mampu menjelajah angkasa secara aman.
Namun narasi menutup dengan pertanyaan moral pahit: berapa banyak “kayu busuk” yang harus dibakar, berapa banyak pahlawan harus mati dengan penyesalan, dan berapa banyak “kematian yang benar” yang harus terjadi sebelum terbentuk “sebuah kanal luka” yang mengalir menuju “lautan bintang”.
Pertarungan di terowongan & pengorbanan Chaos
Lucia bertarung mati-matian melawan Cradle di terowongan sempit; Red Tide masih berada di pihak Cradle.
Vonnegut memperingatkan bahwa Lucia sudah terlalu lemah dan Chaos tidak boleh lagi memaksa menggunakan kekuatannya karena akan menghancurkan dirinya.
Cradle menjebak dan mengikat gerak Lucia dengan kristal Punishing dan berniat membunuh SKK sekali lagi.
Chaos, yang seharusnya tetap bersembunyi sesuai rencana, tidak sanggup melihat SKK dikorbankan. Dia memaksa maju, membuat perisai untuk melindunginya dan menahan serangan Cradle, lalu tubuhnya terkoyak dan hancur.
Saat Chaos sekarat, SKK dan Lucia memanfaatkan celah itu untuk melompat ke celah/rift bersama Chaos. Cradle marah, tapi rift menelan mereka bertiga.
Kembali ke menara & kondisi kritis Chaos
Di dalam Inver-Hetero Tower, Chaos nyaris hancur total, tubuhnya seperti boneka porselen pecah. Kondisinya begitu parah sampai sentuhan langsung pun hampir tidak memicu korupsi.
Runtuhnya tubuh Chaos juga berarti Inver-Hetero Tower ikut runtuh, karena keduanya saling terkait.
SKK dan Lucia bergegas mencari Vonnegut sebagai satu-satunya yang bisa menyelamatkan Chaos, sementara Hetero-Creature kembali muncul saat kendali Chaos melemah.
Di inti menara, Vonnegut menempatkan Chaos dalam kristal pelindung dan memanggil namanya, tapi Chaos tetap tidak sadar.
Cradle mengungkap identitas Vonnegut & serangan besar
Cradle muncul lagi di inti, memanggil Vonnegut dengan nama-nama lamanya: Professor Trout, No. 7, dan Nemo, menandakan ia sudah mendapatkan kembali memorinya sebagai Agent Zero melalui kenangan yang ditinggalkan Vonnegut untuk Chaos.
Cradle mengejek Vonnegut yang kehilangan “Key”, lalu memanggil banyak Hetero-Creature dan menyerang.
Vonnegut mempertahankan dirinya, SKK, dan Chaos dengan barrier biru. Lucia dari udara menyusup dan menghancurkan harpa Cradle, namun itu hanya sementara.
Cradle memanipulasi Red Tide dan Hetero-Creature jadi semakin liar, sehingga bahkan gabungan kekuatan Vonnegut dan Lucia tidak cukup untuk menekan Cradle sepenuhnya. Pertarungan berubah jadi perang kelelahan tanpa ujung.
Krisis inti menara & hilangnya “Key”
Cradle menembus segala penghalang dan hampir mencapai inti menara, yang merupakan harapan terakhir yang Lee tinggalkan.
Lucia mencoba menghentikannya tapi dihalangi kawanan Hetero-Creature; Vonnegut juga gagal menghentikan serangan Cradle.
Cradle berhasil merusak inti, menginfeksi cahaya biru dengan korupsi merah.
“Key” dinyatakan hilang fungsinya.
Dengan inti dikuasai, Cradle akhirnya “merebut kembali anaknya” — inti Inver-Hetero Tower/Red Tide yang ia anggap sebagai “child”.
Kontra-serangan Lucia & penghancuran inti
Pada saat Cradle merasa telah berhasil, SKK memberi perintah: “Lelehkan core itu!” dan Lucia mengonfirmasi.
Lucia mengaktifkan mode stealth dan menghilang, lalu bergerak untuk menghancurkan inti dari dalam.
Cradle panik, melepaskan inti dan menyerbu ke arah SKK untuk memaksa Lucia muncul, tapi ditahan oleh force field Vonnegut.
Inti menara kemudian meledak dan melebur di bawah tekanan besar; cahaya merah mengamuk dan menara bergetar hebat. Ini adalah penghancuran harapan Cradle atas “anaknya” dan juga memaksa situasi mencapai titik klimaks.
Luka fatal SKK & serangan pamungkas Lucia
Ditengah kekacauan, Cradle berhasil menembus pertahanan dan menebas perut SKK dengan sabit, menyebabkan luka parah dan pendarahan hebat.
Lucia menerobos cahaya merah, menangkap tubuh SKK yang jatuh, tapi langsung harus kembali menyerang Cradle.
Omega Core di dalam frame Lucia menyerap energi Punishing di sekitar, memutarbalikannya menjadi kekuatan untuk serangan terakhir.
Vonnegut membuang semua penghalang perlindungan diri untuk fokus mengikat gerak Cradle.
Cradle memperingatkan bahwa sekalipun inti dan dirinya dihancurkan, Agent Zero yang bersumber dari Red Tide tidak akan sepenuhnya lenyap. Lucia menolak, fokus pada tekadnya untuk membunuh Cradle di sini dan sekarang.
Lucia melepaskan serangan api maksimum, mengerahkan semua amarah, luka, dan kebencian ke satu tebasan pamungkas.
Intervensi Vonnegut & nasib Cradle
Tepat ketika serangan Lucia memuncak dan cahaya putih menelan segalanya, Vonnegut berteriak agar Lucia berhenti.
Dalam kilatan putih dan keheningan sesaat, Vonnegut menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan tubuh Cradle dan menghentakkannya masuk jauh ke dalam rift tempat core berada.
Segera setelah itu, semua barrier di bawah kendali Vonnegut beralih untuk menyelimuti rift tersebut, menyegel lokasi di mana core telah lenyap dan di mana Cradle didorong masuk.
Saat penglihatan kembali, terlihat Vonnegut berdiri di depan rift, menahan segel dengan seluruh kekuatannya.
Setelah inti Hetero Tower hancur, Red Tide lepas kendali dan akan terus memproduksi Hetero-Creatures yang dapat menyebar ke era lain melalui rift. Vonnegut menjelaskan bahwa tanpa inti, mekanisme pertahanan yang menahan korupsi lain juga runtuh, sehingga bencana dari “dunia lain” mulai menerobos melalui robekan ruang.
Vonnegut mempertahankan penghalang di depan rift, tetapi setiap saat tubuhnya terus-menerus ditembus spikes energi dari dalam robekan. Ia membiarkan Punishing menyembuhkan tubuhnya perlahan sambil menghancurkan setiap spike, dan mengakui bahwa ini adalah “harga” dari kehancuran inti.
Ia menegaskan bahwa satu-satunya cara menghentikan bencana adalah dengan membuat SKK menyatu dengan Chaos dan menjadi Agent Zero, agar bisa menekan Red Tide dan mencegah skenario kehancuran yang pernah dilihat SKK di masa depan.
Upaya memakai “Key” (kunci yang sekarang menyimpan inti Hetero Tower dalam bentuk kristal kubik) untuk memperbaiki menara ditolak Vonnegut. Menurutnya, Hetero Tower diibaratkan terowongan waktu yang kini rusak dari dalam, sehingga tidak bisa diperbaiki hanya dengan campur tangan dari “luar terowongan”.
Vonnegut menyebut bahwa Agent Zero dikirim ke “Fog” di belakang rift, zona kacau temporal akibat korupsi, dan bahwa dia punya otoritas untuk kembali. Namun solusi yang ia tawarkan pada SKK tetap: menjadi Agent Zero demi menahan Red Tide.
SKK, terluka parah setelah ditusuk Cradle, akhirnya menerima proposal pengorbanan: bersedia ikut Vonnegut dan menjadi Agent Zero. Namun sebelum keputusan itu dieksekusi, Lucia menghentikannya secara emosional.
Lucia menolak membiarkan SKK berkorban. Ia mengungkapkan rencananya sendiri: menggunakan perangkat force field cadangan di dekat pintu keluar rift yang cukup kuat melindungi seluruh lantai bawah tanah tersembunyi. Dengan menjaganya dari hari pertama kemunculan ancaman, ia berniat menahan Red Tide agar tidak keluar lebih awal, memberi waktu bagi SKK untuk kembali ke era mereka dengan inti.
SKK memprotes bahwa rencana ini adalah siksaan panjang bagi Lucia, karena ia akan menjaga rift sendirian sampai Red Tide akhirnya datang, dan pada akhirnya tetap akan muncul rift lain saat Hetero Tower muncul kembali. Lucia bersikeras, menganggap penderitaannya lebih bisa diterima daripada menyaksikan SKK mati lagi. Ia juga menegaskan bahwa Omega Core memberinya daya tahan nyaris tanpa batas.
Terjadi perdebatan batin dan lisan: keduanya saling menuduh bahwa yang lain sedang bertindak egois dengan memikul semua beban sendiri. Mereka mengakui bahwa keputusan dan cara berpikir mereka selalu mirip: sama-sama rela berkorban untuk melindungi satu sama lain.
SKK akhirnya mengajukan satu syarat: Lucia yang harus memegang “Key”. Alasannya, bagi SKK perpisahan ini hanya akan terasa seperti selisih beberapa menit atau hari, sementara Lucia akan menunggu puluhan tahun. SKK juga tidak bisa menjamin keselamatan Key jika terjadi masalah lagi di luar Hetero Tower. Ia memaksa Lucia berjanji menggunakan Key untuk menyelamatkan diri jika skenario terburuk terjadi.
Lucia awalnya menolak, tetapi setelah mengingat sembilan timelien ending yang pernah ia lihat dan menyadari bahwa tidak ada satupun yang memperlihatkan apa yang terjadi jika dialah yang memegang Key, ia akhirnya setuju dan menyimpannya.
Lucia lalu bernegosiasi dengan Vonnegut: menyatakan bahwa dengan cedera berat SKK, prosedur fusi M.I.N.D. untuk menjadi Agent Zero tetap akan tidak stabil dan berisiko gagal. Karena itu, ia menawarkan diri untuk menjalankan rencana pengorbanan waktu, sementara SKK dikirim kembali.
Vonnegut mengalah dan setuju untuk membantu. Ia mengatakan bahwa ada “tangga tak kasatmata” dekat pintu keluar di level inti dan ia akan membuatnya terlihat, serta hanya bisa menjamin bahwa “jembatan” akan membantu Lucia kembali ke momen ketika mereka menginjakkan kaki lagi ke Hetero Tower. Nasib SKK dalam kembali tepat waktu masih bergantung pada “keberuntungan”.
Menjelang perpisahan, Lucia menyerahkan Froggie voice recorder (hadiah dari Yuko) kepada SKK dan memintanya untuk menyimpannya sampai mereka bertemu kembali. Ia menegaskan bahwa SKK harus memenuhi janji untuk menunggunya di masa depan yang damai.
Dalam adegan terakhir, Lucia menutupi mata SKK—mengulang gestur yang pernah terjadi sebelumnya—dan dengan senyum pahit berkata, “Sampai jumpa lagi, Commandant.”
Setelah berpisah dengan orang yang paling berharga baginya, Lucia melangkah ke masa “pemenjaraan panjang” yang akan berlangsung 30 tahun di masa lalu yang hancur.
Berkat kilasan “informasi masa depan”, ia melihat sembilan kemungkinan masa depan dan memilih jalur dengan kerugian paling sedikit, meski ujung jalur itu masih bercabang ke berbagai kemungkinan.
Salah satu kemungkinan masa depan: ia berhasil, memenangkan pertempuran, lalu kembali ke era yang benar bersama SKK membawa core, dan bersatu kembali dengan semua orang.
Kemungkinan lain: ia gagal bertahan selama 30 tahun, dunia jatuh dalam kekacauan total.
Namun, skenario yang paling sering ia lihat: dirinya kembali ke Hetero Tower, berkali-kali bertarung melawan Vonnegut dan akhirnya kalah olehnya.
Lucia cemas: ia tidak tahu apakah SKK selamat, mendapat perawatan, dan berhasil kembali berkumpul dengan Liv dan Lee tanpa gangguan Cradle. Kecemasan ini menghantuinya lama.
Ia merasa jika gagal menuntaskan tugasnya, ia akan mengecewakan semua orang yang bergantung padanya dan sulit memaafkan diri sendiri. Tetapi ia tidak punya pilihan lain: bila tidak ada yang memulihkan masa lalu yang hancur ini, “masa kini” tempat SKK bisa kembali akan lenyap.
Lucia memutuskan untuk berjudi pada jalur ini: ia dan SKK sudah memilih jalan dengan pengorbanan paling sedikit, dan itu saja sudah patut disyukuri.
Ia mengeluarkan semanggi kertas berdaun empat dari dadanya, mengelusnya sambil berdoa demi sebuah keajaiban di ujung “penjara” panjang itu.
Ia meyakinkan dirinya: “Apa pun yang terjadi, Gray Raven akan selalu bersatu kembali.” Ia harus percaya bahwa keajaiban masih mungkin terjadi.
Di saat yang sama, ia menguatkan tekad untuk memenuhi janji terakhirnya: mengembalikan core kepada SKK, apa pun yang terjadi.
Adegan berlangsung di akhir sebuah mimpi yang tenggelam dalam kabut putih tak berujung.
Waktu seolah berhenti, suara menghilang, dan segala sesuatu lenyap—semuanya larut masuk ke “domain of the Fog”.
Keputusan yang diambil Lucia saat perpisahan diibaratkan sebagai gunting yang, sepanjang waktu yang tak berkesudahan, memutus dan menghilangkan segala yang bisa diambil darinya.
Yang tersisa hanya satu hal: nyawanya. Ia tetap hidup, tetapi sekadar “masih hidup”, tanpa apa pun selain itu.
Di tangannya ada sebuah “Kunci” yang terus berdengung—menjadi pengingat bahwa satu-satunya yang masih bisa ia korbankan adalah hidupnya sendiri.
Vonnegut
4th —Shearing through the countless nightmares of the sacrified.
Nemo dan Chaos Contamination (masa depan yang hancur)
Nemo lahir lemah, lalu dioperasi menjadi Construct, tapi ia menolak ambisi ayahnya dan teknologi upload data pikiran karena melihat potensi perang dan cacat dasarnya.
Ia jadi psikiater di rumah sakit jiwa terpencil. Di sana ia menemukan kejanggalan pada pasien (awal Chaos Contamination), menulis laporan, tapi diabaikan.
Ia mengirim laporannya pada ayahnya. Beberapa hari kemudian, terjadi kebakaran misterius di bangsal. Hanya Nemo yang selamat (karena tubuh Construct).
Insiden itu kemudian diklasifikasi sebagai kejadian anomali terkait Chaos Contamination. Tim vanguard dari masa depan mencoba “mengoreksi masa lalu”, tapi upaya itu hanya memunculkan hasil serupa atau lebih buruk.
Vanguard menyalahkan diri sendiri karena mengutak-atik masa lalu. Mereka menyuruh Nemo “membunuh para yang terinfeksi” untuk mengakhiri penderitaan mereka.
Nemo akhirnya membunuh 106 pasien di rumah sakit, lalu juga membunuh ayahnya yang telah terinfeksi (total 107), dan direkrut ke tim vanguard. Dunia mereka hampir tidak punya manusia hidup tersisa.
Mereka mencoba mengirim data ke Science Council masa lalu: peringatan soal zero-point energy yang memancing contamining memetic, laporan tentang memetik itu, data Chaos Contamination, teknologi Construct, dan force field.
Namun, karena sifat memetiknya, semua pesan ke masa lalu rusak, isinya terkorupsi dan tersebar acak. Orang yang menerimanya hampir selalu menganggapnya spam atau virus. Dunia Nemo dipastikan sudah “tak terselamatkan”.
Kilgore Trout di masa lalu dan pesan dari masa depan
Di masa lalu (25 Desember 2150), profesor psikiatri Kilgore Trout sedang menjadi dokter sukarela di rumah sakit internal Science Council.
Ia menerima email aneh bertanggal 25 Desember 2197, berisi fragmen peringatan zero-point energy dan Chaos Contamination, tapi lampirannya tidak bisa dibuka dan isi pesannya langsung menghilang.
Catatan menjelaskan: inilah kiriman dari vanguard di masa Nemo yang terkorupsi oleh Chaos Contamination.
Seminggu kemudian, Trout menerima pesan lain dari masa depan yang kali ini tidak hilang.
Pengirim (Nemo) menceritakan soal “yang terinfeksi” dan bahwa satu-satunya solusi adalah membunuh mereka terlebih dahulu. Trout, yang saat itu sedang menulis buku tentang bagaimana ia memanipulasi pasien “tidak bersalah karena gangguan jiwa” untuk bunuh diri, justru merespon dengan cukup tenang dan tertarik.
Nemo mengaku telah menghabisi 106 orang di rumah sakit, kemudian 107 (termasuk ayahnya).
Percakapan berlanjut: Nemo meminta Trout mencari Dominik (pendiri Science Council).
Trout beberapa kali mencoba menghubungi Dominik; Dominik dan asistennya mengaku tidak ingat pesan masa depan seperti itu, tampak hanya pernah “mendengar sedikit” atau menganggapnya tidak penting. Trout menduga Dominik di dunianya mungkin bukan sosok yang Nemo maksud, atau posisinya mirip hubungan Nemo–Trout: saling terkait lintas waktu/timeline, tapi tidak persis sama.
Nemo bertanya apakah Trout bersedia mempercayai dan membantu mereka. Trout yang sudah muak dengan dunia bersedia mempertimbangkan proyek “gila” ini, tapi ia ingin menyelesaikan satu urusan pribadi dulu.
“Pengakuan” Kilgore Trout dan transformasinya menjadi Construct
Media memberitakan buku baru Trout, yang ternyata berisi “otobiografi” pengakuan:
Ia, selama 15 tahun sebagai psikiater, telah memanipulasi 13 pasien gangguan jiwa sampai bunuh diri.
Buku itu memuat data kasus asli mereka. Salah satunya bernama sama dengan pelaku pembakaran museum 15 tahun lalu yang membunuh keluarga Trout.
Polisi menyelidiki, opini publik terbelah:
Sebagian menuduh buku ini hoaks atau sabotase reputasi.
Sebagian membela Trout: semua korban memiliki catatan kriminal dan lolos hukuman dengan alasan gangguan jiwa.
Muncul petisi dan pawai dukungan untuk Trout; banyak orang menganggapnya pahlawan yang “membersihkan” pelaku kejahatan yang dilindungi diagnosis.
Polisi kesulitan menjerat Trout secara hukum karena kurang bukti konkret, dan ada keraguan apakah buku itu benar-benar ditulis olehnya.
Trout kemudian menandatangani persetujuan menjadi subjek eksperimen mind-upload untuk tahanan hukuman mati.
Setelah menjadi data pikiran digital, ia memberikan pengetahuan dan metode yang mempercepat pengembangan teknologi Construct.
Lalu muncul laporan insiden: data pikiran Trout hilang—secara teoritis tak mungkin “terhapus begitu saja”, sehingga diduga ada pihak yang membantunya kabur. Intinya: kesadarannya berhasil “melarikan diri” dari sistem.
Kolaborasi Nemo–Trout dan rencana cadangan Agent Zero
Dalam log percakapan: Nemo dan Trout berdiskusi setelah Trout sudah menjadi data pikiran.
Nemo ingin seseorang mengambil alih otoritas Agent Zero; Trout penasaran ingin merasakan kekuatan itu. Untuk itu, manusia harus meninggalkan tubuh fisik.
Nemo meragukan kapasitas dirinya dan berharap Dominik mempersiapkan segalanya; jika Dominik benar-benar “melupakan” atau mengabaikan peringatan, mereka tak punya celah untuk campur tangan.
Mereka menyepakati rencana ini sebagai “cadangan” karena dunia itu belum bisa memutar waktu sesuka hati.
Nemo bertanya kenapa Trout tidak membeberkan peringatan penuh kepada semua orang; Trout menjawab bahwa ia tidak percaya hal itu akan mengubah apa pun.
Lithos, Vonnegut, dan perpindahan ke dunia Punishing Virus
Atas instruksi Trout, Lithos membawa wadah berisi kesadaran Trout dan bersembunyi di Constellia, menunggu di lantai rahasia bawah tanah.
Pada momen penyalaan Zero-point Reactor One dan pecahnya Punishing Virus, muncul retakan ruang (“rift”). Seorang pemuda (Nemo) keluar dengan susah payah dan meminta kesadaran Trout. Di situlah pertemuan pertama Nemo–Trout di dunia Punishing Virus.
Nemo menjelaskan bahwa inti Hetero Tower tak dapat dihancurkan, begitu pula Agent Zero. Ia meninggalkan inti itu bersama “jembatan” (Bridge Across Dreams), agar Agent Zero tak mengikutinya lewat rift.
Dominik di dunia ini tampaknya telah mempersiapkan diri jauh lebih baik, sehingga “contamining memetic” versi Chaos tak muncul. Namun rift yang tak tertutup sempurna dan keberadaan Agent Zero menunjukkan ancaman di masa depan belum lenyap.
Lahirnya Vonnegut (Trout + para narapidana dalam tubuh Nemo)
Kesadaran Trout digabung dengan banyak kesadaran narapidana hukuman mati lain yang ikut eksperimen mind-digitization, lalu semua itu ditanam ke tubuh Nemo. Sosok gabungan inilah yang kelak dikenal sebagai Vonnegut.
Untuk waktu yang sangat lama, pikirannya kacau: banyak suara mengganggu, kadang sampai mengendalikan tindakan. Lithos takut, tapi tetap setia karena Trout pernah menyelamatkan hidupnya.
Dalam proses itu, ia menyadari Luna berubah menjadi Agent dan mempelajari cara Luna tersambung ke Ascension-Network. Kebetulan itu ia jadikan metode yang bisa diulang.
Berkat banyaknya kesadaran di dalam M.I.N.D.-nya, ia mampu “menambah bobot informasi” dan akhirnya memperoleh kekuatan setara Agent.
Namun, untuk tetap waras dan mengendalikan diri, ia harus “memangkas” suara-suara lain, sementara untuk mempertahankan otoritas agent, suara-suara itu perlu dipertahankan.
Ia mempertanyakan identitas dirinya: siapa dia sebenarnya, dan apakah dirinya yang sekarang benar-benar sadar dan berdaulat atas “aku” itu.
Ia memakai topeng dan membangun kebiasaan-kebiasaan ganjil yang sengaja mengusik, bertujuan menjaga semua kesadaran di dalam M.I.N.D.-nya dalam kondisi waspada, supaya identitas tunggal “Vonnegut” tetap terjaga.
Ia hidup demikian selama dua dekade setelah wabah Punishing Virus, terus disiksa keraguan dan bisikan para kesadaran lain.
Red Tide, Hetero Tower, dan proyek “Key”
Dunia Punishing Virus tampak lebih “ringan” bahayanya dibanding Chaos Contamination: virusnya terdeteksi lebih mudah dan kurang mematikan langsung.
Namun Vonnegut merasa ancaman laten besar tetap ada. Saat Red Tide pecah, ia melihat peluang baru: Red Tide, terutama Projections-nya, membuka kemungkinan untuk “membawa kembali” jiwa orang mati.
Suara-suara dalam M.I.N.D.-nya meronta menyesal, berharap Red Tide bisa menyelamatkan jiwa-jiwa yang telah hilang, memberi kesempatan kedua. Ini hampir menyeretnya ke krisis eksistensial lagi.
Setelah perjuangan batin, ia memutuskan: ia akan “memangkas” kesadaran-kesadaran lain (operasi ke-3 pada M.I.N.D.-nya yang bisa merusaknya), dan menyiapkan sebuah “Key” yang berkaitan dengan Hetero Tower.
Ia menyadari kemunculan Red Tide dan pertumbuhan Hetero Tower menunjukkan ancaman sejenis Chaos belum berakhir. Mungkin Fog tersusup ke tempat yang luput dari perhatian.
Untuk menyiapkan “Key”, ia mulai bereksperimen membuat Hetero-Creatures lebih manusiawi, dimulai dari bentuk sederhana seperti ikan atau serangga, dan tidak sepenuhnya jujur pada Lithos soal tujuan aslinya. Evolusi Red Tide di permukaan sejalan dengan bisikan Ascension-Network, sehingga Lithos mendukung dengan antusias.
Constellia dan insiden Chiko Kirishima menghasilkan data M.I.N.D. baru. Vonnegut mencatat bahwa Babylonia memperoleh data lebih lengkap dari penghancurannya, tapi ia tak tahu apakah manusia sedang merancang kontra-strategi atau masih menganalisis.
Situasi terkini dan SKK
Vonnegut meninjau catatannya:
Hetero Tower muncul sebulan lebih lambat dari “siklus sebelumnya” tapi tetap lebih awal dari prediksi awal.
Kali ini, kemunculan lebih cepat mungkin karena Agent Zero sudah memulihkan otoritasnya.
Untungnya, Hetero Tower belum memiliki inti, sehingga Agent Zero belum bisa menguasainya.
Tanggal di terminal menunjukkan 10 Mei. Dalam timeline “normal”, SKK telah menghilang lebih dari sebulan.
Proyek Cradle of Deep Blue masih berjalan, tapi semua kandidat “key” selain SKK gagal/bermasalah. Hanya SKK yang benar-benar cocok dengan rencananya.
Vonnegut menimbang: jika ia menyelamatkan SKK asli dari dalam Hetero Tower lalu menempatkannya ke dalam Cradle of Deep Blue, rencananya berpeluang berhasil.
Di akhir, ia menyadari SKK yang tidur di dekatnya sudah bangun, dan berkata: “Tak ada gunanya pura-pura tidur sekarang setelah kau terbangun.”
Situasi awal & kondisi SKK
Setelah tujuh hari tak sadar, SKK terbangun di rumah Vonnegut dengan luka operasi di perut yang hampir sembuh.
Rumah Vonnegut bergaya lama, ada bekas cakaran di sofa, dan seekor kucing gendut bersembunyi.
Semua jalan keluar disegel force field, SKK pada dasarnya ditahan.
Penjelasan tentang “lapisan” waktu & Hetero Tower
Vonnegut menjelaskan bahwa “lapisan sebelumnya” adalah jalur masa depan berbeda yang terkait Hetero Tower.
Di lapisan sebelumnya, Lee memodifikasi inti menara dan menciptakan Clean Zone; di lapisan saat ini, itu belum terjadi, sehingga tidak ada Clean Zone dan waktu telah “digeser”.
Perubahan melalui Hetero Tower tidak menghapus pengorbanan masa lalu; semuanya menjadi fondasi lapisan baru, menara terus tumbuh hingga hancur atau runtuh.
Jika menara runtuh, hanya dunia di lapisan tertinggi yang tersisa.
Selama Agent Zero dan inti masih ada, secara teori bisa kembali ke lapisan sebelumnya, sehingga inti tidak boleh kembali ke tangan Agent Zero.
Mimpi SKK & dugaan menjadi Agent Zero
SKK menceritakan mimpi panjangnya: Nemo, Profesor Trout, narapidana hukuman mati yang digabungkan ke M.I.N.D., peristiwa di kedalaman laut, dan kejadian di Hetero Tower (termasuk Lee dan inti).
Dari gejala dan informasi yang SKK ketahui, Vonnegut menyimpulkan bahwa di masa depan SKK akan menyatu dengan Chaos dan menggantikan Agent Zero.
Menyadari SKK tahu terlalu banyak, Vonnegut setuju menjawab pertanyaan.
Dominik, “Invitation”, dan Fog
Vonnegut menduga Dominik asli tak pernah keluar dari Fog, dan melalui suatu cara terus mengirim pesan kepada “penerus” di era sekarang.
Dominik yang ada sekarang lebih tepat disebut penerus, bukan Dominik asli.
Undangan Dominik dibuat agar penerusnya (yang hanya bisa mengenali sandi itu) bisa mewarisi peran Dominik dan mengandung contaminating memetic.
SKK menolak menjadi penerus; Vonnegut lalu memakai teknologi kloning untuk SKK karena ia tak cocok untuk digitalisasi penuh ala Dominik.
Fog dijelaskan sebagai ranah kekacauan temporal tercipta oleh Hetero Tower dan Chaos Contamination, semacam versi ekstrem dari Red Tide:
Mengacaukan waktu, mempertahankan keberadaan yang tidak utuh.
Diibaratkan seperti hidup dalam bentuk dua dimensi.
Kembali dari Fog mungkin bisa dilakukan dengan inti Hetero Tower.
Kilas karakter Vonnegut (tangan, kucing, kebiasaan)
Saat ditanya, ia mengaku bukan kidal, tapi memelihara kebiasaan tertentu (termasuk memakai tangan tertentu) untuk memantau kondisi dirinya (siapa/versi apa dirinya saat itu).
Soal kucing, ia menyebut kucing hanyalah kucing liar yang lewat dan tidak mau diusir; force field dibuat untuk SKK, bukan untuk menahan kucing.
Soal makanan, ia malas memasak untuk SKK dan berkompromi hanya akan membeli kue kering dari Lithos.
Contaminating memetic, Chaos Contamination & penggunaan Hetero Tower
Contaminating memetic:
Selalu muncul bersama zero-point energy.
Menginfeksi teknologi paling maju; di masa depan asal Vonnegut, ia menginfeksi kapsul perjalanan waktu dan para time traveler.
Di dunia saat ini, jika tak dikurung dalam Gestalt, ia akan menghancurkan seluruh bentuk transfer informasi: teks, bahasa, simbol, sehingga peradaban runtuh.
Chaos Contamination:
Mirip skizofrenia tapi menjangkiti lebih dari manusia.
Menyebabkan “konvergensi masa depan”: apa pun pilihan yang diambil, korban akan berujung pada nasib yang sama (mati atau memicu kecelakaan yang mematikan dan menular).
Upaya SKK mengubah masa depan di Hetero Tower terjebak dalam siklus kematian berulang karena kombinasi pengaruh Agent Zero dan Chaos Contamination.
Di dunia Punishing Virus, Chaos Contamination dibatasi dalam Hetero Tower.
Vonnegut tetap memakai Hetero Tower untuk mengubah waktu karena ia punya force field yang melindunginya dari efek Chaos Contamination (diibaratkan seperti “pemurnian” Omega terhadap Punishing Virus).
Ia menolak memberi perlindungan itu sekarang pada SKK; baru akan memberikannya saat SKK menjadi Agent Zero.
Penjelasan tentang Gate, inti, dan maksud “uji peradaban”
Vonnegut menjelaskan bahwa Gateway dalam Hetero Tower adalah jalan pintas menuju Gate lain yang diceritakan oleh seorang wanita padanya.
Di balik Gate itu ada peradaban tanpa kehidupan yang:
Mendaur ulang “benih data” peradaban yang telah menguasai zero-point energy, lalu mengujinya.
Peradaban dengan perkembangan “tak seimbang/keliru” akan datanya dipanen, dibawa kembali lewat Gate, dan dibiarkan berkembang sendiri.
Kriteria “peradaban keliru”:
Mereka yang gagal bertahan menghadapi contaminating memetic, tapi tetap memakai zero-point energy tanpa kendali.
Tujuan Gate: membawa benih peradaban melewati heat death alam semesta agar dapat “lahir kembali” di alam semesta baru.
Vonnegut menyamakan sikap dirinya dan Gate: ketika tujuan terlalu besar dan jauh, nyawa-nyawa sekarang menjadi pengorbanan yang dianggap wajar.
Rencana Vonnegut atas dunia & peran Agent Zero
Vonnegut menyatakan akan memastikan otoritas Agent Zero dikendalikan manusia.
Mereka yang dikorbankan akan “lahir kembali” melalui Red Tide.
Agent Zero akan menahan Red Tide di lautan dan menyisakan zona hidup bagi sisa umat manusia.
Namun, konsekuensinya:
Manusia hidup dalam ketakutan, dibatasi Red Tide dan Agent Zero.
Ketergantungan pada “kontrol diri” dan “kebaikan” Agent Zero.
Mereka yang mati akan mengalami kebangkitan terdistorsi dalam Red Tide.
Vonnegut menganggap tak ada opsi yang lebih baik dalam jangkauan kekuatannya, dan ia sudah berkali-kali mencoba skenario lain lewat Hetero Tower.
Konfrontasi fisik & luka wajah Vonnegut
SKK menampar Vonnegut; masker logamnya jatuh, menyingkap wajah penuh retakan luka.
Ia menjelaskan luka itu berasal dari ketidakstabilan M.I.N.D., akibat lupa wajah aslinya karena terlalu banyak suara dan kekacauan memori dari repetisi waktu.
Ia tidak berusaha menyembuhkannya karena akan rusak kembali; dianggap sia-sia.
Setelah itu ia memasang kembali maskernya dan menyadari tamparan itu punya maksud lebih dari sekadar emosi.
Permintaan SKK: kembali ke Hetero Tower & menyelamatkan Lucia
SKK menuntut Vonnegut:
Membantu menyelamatkan Lucia dari Fog.
Membawa mereka kembali ke Hetero Tower.
SKK menyadari bahwa inti Hetero Tower ada pada Lucia, dan membiarkannya di Fog hanya akan mengulang tragedi.
Ia mengungkap opsi lain yang Vonnegut enggan gunakan:
Memberi inti pada Chaos, membiarkan Chaos sementara menggantikan Agent Zero, meski berisiko berakhir seperti Cradle (kehilangan diri dan hanya menjadi wadah Agent Zero).
Rencana SKK:
Versi Vonnegut di dalam Hetero Tower menarik Lucia dan inti keluar dari Fog.
Inti diserahkan ke Chaos.
Membunuh Cradle saat ia menyusul.
Chaos mengambil alih otoritas Agent Zero untuk sementara.
Jika berhasil, SKK akan membujuk Lucia pergi bersama inti, sementara dirinya menyatu dengan Chaos.
Risiko besar rencana & pertaruhan waktu
Vonnegut menunjukkan dua risiko besar:
Pertarungan dengan Agent Zero nyaris pasti membuat Hetero Tower runtuh lagi.
Waktu keluar SKK & Lucia akan makin tidak pasti, bahkan jangkar waktu pada 3 Mei bisa terhapus.
Mereka bisa terlempar ke masa atau dunia tandus dan tak bisa kembali.
Ia juga menekankan bahwa versi dirinya di dalam Hetero Tower kemungkinan sudah tersiksa terlalu lama dan menjadi lebih brutal/volatil, sehingga pertemuan di sana akan “kotor” dan tidak menyenangkan.
Namun, ia mengakui bahwa jika SKK berniat berjudi dengan masa depan, ini saat terbaik—karena SKK masih bisa menerima informasi masa depan dan mengubah waktu.
Persetujuan Vonnegut & makna “pengorbanan”
Setelah ragu panjang, Vonnegut akhirnya setuju membantu rencana SKK, sambil menyebutnya sebagai kemungkinan “kegagalan yang diperlukan” dan kesempatan melihat bagaimana jadinya jika rencana asli Dominik berhasil.
Ia memperingatkan:
Jika Chaos gagal mempertahankan diri dan mereka tak menemukan jalan keluar, pengulangan waktu pun akan punya konsekuensi.
Pada titik itu, SKK tidak boleh lagi mengelak dari pengorbanan.
SKK berjanji tak akan menghindari pengorbanan dan “bertaruh dengan nyawanya”.
Vonnegut mengejek gagasan berkorban sebagai kematian yang “anggun”, karena baginya pengorbanan sejati adalah:
Hidup selamanya, menyaksikan semua orang pergi satu per satu.
Tinggal sendirian bersama waktu, tanpa ada yang mengingatnya.
SKK mengakui bahwa kalau ujung segalanya memang begitu, ia akan menerimanya.
Kondisi di Hetero Tower
Tiga hari setelah pemulihan penuh, SKK kembali memasuki Hetero Tower merah di bawah pengawasan Vonnegut.
Ia menembus Hetero-Creatures dan Red Tide lalu tiba lagi di titik awal, di mana Vonnegut yang penuh luka masih berjaga.
Vonnegut mengatakan sebagian besar kerusakan Chaos sudah ia perbaiki.
Dialog dengan Chaos dan rencana baru
Chaos muncul, tampak mulai menunjukkan sedikit emosi di matanya.
Ia mempertanyakan mengapa SKK kembali dan apakah ia masih akan mengambil keputusan yang sama seperti sebelumnya.
SKK menyatakan ia datang dengan rencana baru: sebuah “pertaruhan”.
Rencananya:
Mengalahkan Vonnegut.
Membiarkan Chaos memperoleh otoritas Agent Zero.
Membawa inti Hetero Tower yang tersisa di Fog keluar.
Menggunakan waktu yang didapat untuk mencari solusi bersama Asimov, pasukan Construct lain, dan Babylonia.
Vonnegut, yang sudah lelah oleh siksaan berkepanjangan, setuju untuk mengambil risiko ini dan berjanji akan meninggalkan posnya, berhenti menjaga retakan itu, apa pun hasilnya.
Chaos menyoroti masalah utama: begitu ia mendapat otoritas Agent Zero, misi yang terkait otoritas itu akan mengorupsinya seperti Cradle, hanya masalah waktu.
SKK menjawab bahwa sebelum hari itu tiba, ia akan kembali dengan solusi; yang penting sekarang adalah membawa core keluar dan membeli waktu.
Desakan waktu dan Bridge Across Dreams
Vonnegut mengingatkan bahwa Agent Zero bisa kembali kapan saja.
Menggunakan “Bridge Across Dreams” bukan hanya untuk menemukan Lucia, tapi juga akan mengizinkan Cradle melacak mereka.
Jika mereka terus berlama-lama, rencana “absurd” ini bisa gagal sebelum sempat diujicoba.
Di tengah desakan Vonnegut, tersirat bahwa ada kebenaran yang tak ia ucapkan jelas, sementara rift di depannya bergetar dan dipenuhi bisikan samar bagai mimpi buruk.
Lucia di dalam Fog
Di sebuah ranah abu-abu berkabut, suara dengung samar menjadi satu-satunya bukti Lucia masih hidup.
Waktu sudah kehilangan makna baginya; ia terus berlari tanpa akhir, dengan lingkungan yang tak pernah berubah, hingga akhirnya berhenti dan jatuh tersungkur.
Ia menggenggam “Key” yang menyimpan core; ketika jarinya menekan benda itu, dengungnya terhenti, menandai hilangnya gangguan dalam kesunyian abadi.
Pengorbanan dan tekad Lucia
Lucia mengakui dalam hati bahwa ia telah menyembunyikan banyak hal terkait pilihan dan harga yang harus dibayar untuk menggunakan “Key”.
Ia ingin menepati janji terakhir: melihat SKK sekali lagi dan mengembalikan core.
Port di belakang lehernya terbuka; ia menyatakan kerinduannya pada SKK dan semua orang, dan tekadnya untuk kembali pada mereka.
Ia menegaskan bahwa bagaimana pun caranya, ia akan mengembalikan core kepada SKK.
Sambil menyentuh lambang Gray Raven di dadanya, ia berjanji bahwa semua orang akan selamat—dengan dirinya sendiri yang menanggung seluruh harga.
“Key” dihubungkan ke port di lehernya; cahaya menyelimuti tubuhnya, Fog yang biasanya tenang mulai bergolak.
Lucia mengepalkan tangan di atas lambang Gray Raven, seolah menyentuhkan kepalan tangan dari kejauhan dengan rekan-rekannya, menegaskan lagi bahwa harga ini hanya akan ia sendiri yang membayarnya.
Terbukanya celah baru
Sebagai jawaban pada tekad Lucia, sebuah rift muncul diam-diam di tengah Fog yang bergelora.
Vonnegut menurunkan force field dan membuka rift, lalu seseorang terjatuh keluar: itu adalah Lucia.
Lucia awalnya tampak linglung, matanya tertutup kabut abu-abu, tetapi ketika melihat SKK, kejernihan dan harapan kembali ke dalam tatapannya.
Lucia langsung memeluk SKK dengan erat, meluapkan kesepian dan beban yang ia pendam. Ia bergetar halus, namun pelukan itu menandai momen reuni yang hangat.
Setelah menenangkan diri, Lucia memeriksa kondisi SKK, lalu melaporkan kondisinya sendiri: frame-nya berfungsi normal dan tidak ada peringatan deviasi pada M.I.N.D. Hasil koneksi M.I.N.D. dengan SKK juga menunjukkan semua parameter normal.
Meski begitu, SKK merasa ada yang janggal: setelah lebih dari tiga puluh tahun bertarung dan melarikan diri dari Fog, seharusnya Lucia mengalami kerusakan berat, namun tidak. Hal ini menimbulkan firasat buruk, seolah situasi ini rapuh seperti mimpi.
Lucia menyadari kekhawatiran SKK dan menenangkannya, mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja, walau nada suaranya terkesan menyembunyikan sesuatu.
Chaos kemudian muncul. Lucia secara naluriah waspada, memegang gagang katana, tetapi SKK menegaskan mereka perlu membantu Chaos dan menyerahkan “Key” kepadanya.
Meski ini sebuah taruhan berisiko dan jika Vonnegut menolak bisa memicu pertempuran, rencana ini dianggap pilihan terbaik. Lucia memahami dan setuju.
Saat Lucia mengeluarkan Key dari frame-nya dan hendak memberikannya kepada Chaos, serangan tiba-tiba terjadi: bilah-bilah tajam dari Red Tide menghantam, namun tertangkis dan berjatuhan di tanah.
Cradle muncul, mengejek upaya mereka sebagai perjuangan sia-sia yang hanya membuat kisah hidup mereka membosankan. Lucia melindungi SKK dan bersiaga menghadapi Cradle.
Vonnegut menyerang Cradle dari jauh, hampir mengenainya dan memotong sebagian rambutnya. Cradle menyadari Vonnegut kini membantu pihak Lucia dan SKK, sesuatu yang tampak menyakitkan namun tetap ia lakukan.
Menyadari kalau Vonnegut dan SKK bekerja sama, Cradle memutuskan untuk “menyelesaikan cerita” dengan sebuah akhir yang “bersih”. Ia mengibaratkan karang (mereka) yang pada akhirnya akan luluh oleh gelombang pasang (Red Tide).
Di akhir, Cradle memerintahkan Red Tide yang mengelilinginya untuk bangkit seperti gelombang raksasa dan menghantam mereka.
Lucia dan Chaos bekerja sama untuk menyerang Cradle. Red Tide yang dipanggil Cradle digagalkan oleh serangan Chaos, sehingga Lucia bisa menebas tubuh Cradle dan menghantamnya ke dinding.
Cradle marah, bangkit lagi, dan mencoba melawan secara frontal. Namun, Vonnegut memasang beberapa force field yang mengurung gerakan Cradle, membuatnya tidak bisa menghindar. Lucia lalu menusuk Cradle dengan pedangnya secara fatal.
Saat sekarat, Cradle merasakan memori masa lalu yang membingungkan tentang seorang manusia yang ia sebut “Curse Queller” yang memilih menyerah tepat sebelum “mendapatkan segalanya”. Cradle mengakui bahwa ia masih tidak memahami apa-apa.
Cradle kemudian tersenyum dan menyebut bahwa dalam “aturan penulisan cerita”, keluarnya tokoh besar tidak boleh biasa-biasa saja. Tubuhnya tiba-tiba berubah dan meledak dahsyat. Lucia dan SKK terpental oleh ledakan, sementara Hetero Tower bergetar hebat dan mulai runtuh, sesuai peringatan Vonnegut.
Chaos melompat ke dalam Red Tide sambil membawa core, tubuhnya mulai larut. Vonnegut berdiri di tepi Red Tide, menstabilkan wujud Chaos dengan seluruh kekuatannya. Lucia dan SKK menunggu cemas sementara retakan dan guncangan tower makin parah.
Akhirnya, dari Red Tide muncul kabut merah dan sosok Chaos yang telah berubah: bersayap, penuh mata, berukuran setara Cradle, dengan air mata merah abadi. Ia tidak berbicara, keberhasilannya hanya ditandai oleh keheningan.
Vonnegut menyatakan bahwa “langkah ini telah selesai,” lalu menyarankan SKK untuk menyatu dengan Chaos sebagai “pilihan terbaik” demi menghadapi krisis dan kehancuran tower. Lucia berjaga waspada dan menodongkan pedang pada Vonnegut, menuduhnya hanya menunjukkan “sopan santun” pada SKK karena masih berguna.
SKK menolak saran Vonnegut (pilihan dialog yang tersedia menunjukkan tekad untuk terus berjuang tanpa mengikuti rencana Vonnegut, yakin bahwa umat manusia masih punya peluang). Vonnegut, lelah, menyimpulkan bahwa kekuatan fisik tetap diperlukan untuk mencapai kesepakatan, dan menilai SKK juga dibutakan oleh kemenangan masa lalu.
Vonnegut menggenggam bahu Chaos, mengeluarkan cahaya emas yang memengaruhi inti Hetero Tower. Guncangan tower berhenti sementara, dan ia menciptakan semacam force field/mirage besar sebagai arena pertempuran, agar pertarungan berikutnya tidak makin merusak Hetero Tower. Ia menutup dengan pernyataan bahwa “yang bertahan hidup” yang akan mengadili siapa yang benar dan salah.
Keputusan di Hetero Tower
Vonnegut, yang sekarat dan tubuhnya tertembus paku-virus, memaksa SKK dan Lucia untuk meninggalkan Hetero Tower dengan membawa “Key” yang berisi core menara.
Ia menegaskan: jika mereka kembali tanpa hasil, ia tidak akan membiarkan mereka masuk lagi, dan berjanji akan mencari cara menyelesaikan krisis menara sendiri.
Chaos menerima keputusan itu, berpamitan, dan menyatakan bahwa jika mereka bertemu lagi, kemungkinan besar akan sebagai musuh. Ia lalu kembali ke sisi Vonnegut.
Vonnegut & Chaos tinggal, menjadi “monster”
Chaos menyinggung bahwa Vonnegut bisa menang jika membawa Lucia keluar dulu, tetapi Vonnegut memilih tetap menjaga Hetero Tower.
Ia mengaku lelah dan berharap pilihan SKK dan Lucia terbukti benar agar ia bisa “bebas” dari siklus tanpa akhir.
Chaos memeluk Vonnegut dalam konsentrasi tinggi Punishing Virus, menerima bahwa ia akan menjadi Hetero-Creature bersamanya. Keduanya “turun ke neraka” bersama saat Hetero Tower runtuh.
Pelarian dari Hetero Tower & “rumah” yang palsu
SKK dan Lucia berhasil keluar melalui jalan pintas berbahaya. Mereka hampir tak terluka, membawa core dan semua data penting.
Narasi menggambarkan suasana penuh harapan: mereka merasa seakan pulang, siap kembali ke kehidupan yang dulu.
Namun segera setelah keluar, tubuh Lucia mulai hancur: frame Pyroath retak, korosi menyebar, Omega Core meredup dan terfragmentasi.
Dunia luar yang sudah berubah total
Lingkungan di luar ternyata berupa puing tak berujung dengan konsentrasi Punishing sangat tinggi—berbeda dari apa pun yang pernah mereka lihat.
Lucia menyimpulkan mereka harus segera pergi karena situasi virus ekstrem dan Omega Core-nya dalam kondisi kritis.
SKK teringat peringatan Vonnegut: mereka bisa saja keluar di waktu/dunia lain, dan keruntuhan Hetero Tower bisa membuat mereka tak pernah bisa kembali.
Dampak waktu di dalam Hetero Tower
Disadari bahwa aliran waktu di dalam Inver-Hetero Tower berbeda dengan dunia luar.
Kerusakan Lucia bukan hanya karena pertarungan, tapi karena beban berkelanjutan pada Omega Core yang selama ini “ditahan” oleh Hetero Tower dan core. Begitu mereka benar-benar keluar, seluruh efek tertunda itu meledak sekaligus.
Mereka berjalan bersama melintasi reruntuhan—SKK yang terluka dan terinfeksi, Lucia yang hampir habis energinya—saling menopang, mencari pertolongan meski hampir tak ada harapan.
Perjalanan putus asa & penolakan Lucia untuk “mematikan rasa sakit”
Saat menyusuri reruntuhan dan kota sepi, Lucia terus menahan rasa sakit tanpa mematikan modul nyeri, karena ia butuh rasa sakit untuk mempertahankan kesadaran dan mengurangi beban pada M.I.N.D. SKK yang terhubung dengannya.
Mereka berjalan dari siang ke malam, beristirahat sebentar, lalu lanjut lagi, tak menemukan kehidupan—hanya makanan basi, komponen rusak, dan obat habis.
Menemukan sinyal penyelamat
Di sebuah rumah sakit di kota kosong, mereka menemukan transceiver yang menyiarkan pesan darurat dari Arctic Route Union Support Force.
SKK mengirim sinyal seperti instruksi (SOS: tiga pendek, tiga panjang, tiga pendek) hingga akhirnya tersambung dengan Emma Copperfield.
Emma memberi tahu bahwa lokasi mereka sudah terdeteksi dan meminta mereka bertahan.
Kenyataan pahit: 30 tahun telah berlalu
Emma memeriksa Lucia dan menyatakan overload Omega Core sudah tak bisa dipulihkan; satu-satunya cara adalah segera mengganti frame ke yang lama (Plume), karena tak ada waktu kompatibilitas untuk frame baru.
Ia lalu mengungkap fakta besar: sudah 30 tahun berlalu sejak SKK dan Lucia masuk Hetero Tower.
Dalam 5 tahun pertama setelah mereka menghilang, krisis Hetero Zone meledak. Dalam 30 tahun, garis depan manusia terus mundur; kini Arctic Joint Route adalah benteng terakhir di permukaan.
Nasib Babylonia dan Gray Raven
Babylonia telah meninggalkan orbit Bumi untuk mencari rumah baru di luar angkasa.
Gray Raven: Lee dan Liv berangkat dengan kapal antariksa demi mewujudkan mimpi “masa depan umat manusia”.
Emma menyebut Vanessa bisa menjelaskan lebih banyak. Vanessa, yang masih hidup tetapi sudah menjadi Construct dan kini kapten tim Scarab, muncul di layar.
Vanessa & Rosa menjelaskan opsi penyelamatan Lucia
Vanessa mengatakan ada dua pilihan sama-sama berisiko:
Membawa Lucia ke Arctic Joint Route, di mana fasilitas dan personel perawatan Construct masih ada. Namun kondisi permukaan membuat perjalanan memakan sedikitnya 14 hari—Emma mengisyaratkan Lucia tak akan bertahan selama itu.
Mencari frame Plume lama milik Lucia.
Rosa (kini juga seorang Construct dan lebih dewasa) muncul dan memberi data: Plume frame dulu ditinggalkan Asimov di sebuah markas lama 2.614 km di timur. Namun markas itu pernah tersapu Red Tide, dan saat tim penyelamat kembali setelah surut, mereka tidak menemukan frame tersebut.
Meski demikian, ini tetap satu-satunya harapan konkret yang ada.
Keputusan akhir SKK
Menyadari waktu Lucia sangat singkat, SKK memilih opsi mencari Plume frame di bekas markas yang telah ditelan Red Tide, meminta bantuan Emma.
Emma setuju dan menyuruh mereka segera naik ke kendaraan penyelamat.
Vanessa, yang kini juga satu-satunya teknisi/Construct spesialis di pangkalan, mengucapkan “selamat datang kembali” pada SKK sebelum memutus sambungan.
Rosa tetap di saluran dan mulai menceritakan perkembangan dunia selama SKK dan Lucia menghilang:
Lee menutup retakan akibat Hetero Tower, tetapi tidak pernah bisa kembali masuk ke menara.
Chrome dan Wanshi adalah satu-satunya anggota Strike Hawk yang tersisa; Kamui dan Camu tidak pernah kembali.
Cerberus selamat, Murray meninggal karena sakit, Dark Aries gugur saat menjadi barisan belakang. Hanya Scarab dan pasukan Support Force yang masih aktif di pangkalan.
Menjelang pingsan
Di dalam kendaraan Emma, SKK mendengarkan Rosa dan menatap padang tandus di luar jendela.
Keletihan dan luka membuat kesadarannya memudar.
Ia memegang tangan Lucia yang makin dingin, memintanya bertahan sedikit lagi sementara mereka menuju satu-satunya peluang tersisa: kemungkinan menemukan kembali frame Plume di dunia yang telah hancur ini.
Perjalanan putus asa mencari harapan
SKK, Lucia, dan Emma menempuh perjalanan tiga hari tiga malam dengan kendaraan di daratan yang hancur, nyaris tanpa bicara.
SKK terus memeriksa inti Hetero tower dan kondisi fisik Lucia yang kian melemah, sadar bahwa waktu Lucia hampir habis.
Saat kendaraan diserang Hetero-Creature, SKK menembak dari jendela untuk melindungi mereka hingga bahaya teratasi.
Kendaraan rusak dan keputusan berpisah
Kendaraan akhirnya mogok parah di malam hari, dan Emma tak dapat memperbaikinya karena kekurangan alat.
Meski berbahaya, SKK bersikeras pergi bersama Emma ke sebuah markas/basis untuk mencari frame Plume demi menyelamatkan Lucia, sementara Lucia diminta menunggu di kendaraan.
Lucia ingin ikut karena khawatir, tetapi akhirnya setuju dan berkata akan menunggu.
Pencarian yang nyaris sia-sia & latar belakang Rosa
Di markas, SKK dan Emma menyisir berbagai ruangan (gudang senjata, ruang persiapan, lounge pribadi, aula, dll.) menggunakan detektor, namun tidak menemukan frame Plume.
Emma menjelaskan bahwa Rosa, kini seorang construct dan jenius teknologi ARU (semacam penerus Asimov), pernah turun ke permukaan diam‑diam untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya dalam Project Winter, berhasil membunuh Ascendant penyebabnya, lalu mengalami trauma dan berubah menjadi pribadi yang lebih tenang dan rasional.
Asimov sendiri terakhir dikabarkan sakit parah dan kemudian pergi bersama yang lain; sudah 30 tahun berlalu, banyak hal berubah.
Penemuan terakhir: bukan frame, melainkan “coating” Lucia
Di sebuah gedung bekas venue acara yang direkomendasikan Rosa sebagai titik kemungkinan, mereka kembali melakukan pencarian menyeluruh.
Yang akhirnya ditemukan hanya sebuah kotak tersembunyi berisi komponen coating (gaun seremonial) untuk Lucia, bukan frame Plume.
Dalam data coating itu ada pesan dan pratinjau dari Ayla dan WGAA: mereka dulu mendesain busana upacara medali untuk Lucia atas permintaan Celica, menantikan kepulangan Lucia.
Pencarian frame tetap gagal; Emma dan SKK memutuskan kembali.
Lucia menyusul karena cemas
Saat malam dan bulan sudah tinggi, sebelum mereka benar‑benar pergi, Lucia yang tak kuat menunggu memaksa diri berjalan mencari mereka, tubuhnya nyaris rubuh.
SKK menemukan Lucia tersandung di antara reruntuhan. Lucia hanya lega melihat SKK selamat, dan dari barang yang dibawa, sudah mengerti bahwa frame Plume tidak ditemukan.
SKK memberikan komponen coating WGAA itu pada Lucia dan mengingatkan janji Liv dulu tentang melihat coating baru bersama. Lucia setuju untuk memakainya.
Satu jam terakhir Lucia
Emma pergi mencari alat perbaikan baru; SKK dan Lucia kembali ke kendaraan. Diperkirakan Lucia hanya punya sekitar satu jam tersisa.
SKK terus mencari cara untuk menyelamatkannya, namun menyadari tidak ada lagi solusi realistis—yang tersisa hanyalah menemani Lucia di saat terakhir.
Lucia, yang kini mengenakan coating seremonial, tampak rapuh dan seolah akan lenyap kapan saja, meski penampilan luarnya tampak utuh.
Penyesalan, siklus kutukan, dan “tidak ada jika”
SKK merenungkan apakah keputusan masa lalu bisa diubah: mencari bantuan lebih banyak, lebih berhati‑hati, bekerja lebih awal dengan Vonnegut untuk menghabisi Agent Zero, dll.
Namun semua kembali ke siklus terkutuk Hetero Tower: upaya mengubah masa lalu selalu menciptakan persoalan baru, dan tak ada “seandainya” yang benar‑benar menyelamatkan.
Baik SKK maupun Lucia menyadari segala pengorbanan dan konsekuensi ini, termasuk bahwa membawa inti Hetero tower keluar seperti sekarang adalah sesuatu yang belum pernah terjadi—“benih keajaiban” yang mereka raih dengan harga sangat berat.
Keyakinan Lucia dan pesan tentang masa depan
Lucia mengakui bahwa sejak awal ia tahu mengubah masa lalu lewat Hetero tower berpotensi mengorbankan nyawanya, namun tetap berharap ada mukjizat dan bahwa pengorbanan bukan satu‑satunya jalan.
Ia percaya bahwa kelak SKK akan mencapai masa depan di mana semua orang bisa dibangkitkan: Liv, Lee, dan kawan‑kawan yang meninggalkan Bumi bukan karena menyerah, tapi untuk mencari harapan dan mencari SKK.
Ia meminta SKK untuk menemuinya lagi di masa depan bila masih menginginkannya, dan melarang SKK menyalahkan diri sendiri.
Identitas Lucia dan arti pertemuan dengan SKK
Lucia mengungkap kebingungan identitasnya: ia hanya replika Lucia asli, kapten Gray Raven ketika regu lama telah tiada, dan “kakak” Luna walau berdiri di pihak berlawanan.
Ia dulu terus bertanya “Aku harus ke mana?” dan merasa orang‑orang hanya melihat bayangan Lucia lain ketika memandangnya.
Menurutnya, SKK menerimanya sebagai “Lucia ini” yang unik, bukan sekadar alat tempur atau pengganti, dan bersama Gray Raven baru (dengan Liv, Lee, dll.), ia menemukan “rumah” dan jati diri.
Karena itu, ia tidak menyesali harga yang dibayar: masa depan tanpa SKK atau tanpa visi damai yang mereka kejar dianggap tak ada artinya baginya.
Pengakuan cinta dan perpisahan
Lucia sulit menyusun kata‑kata perpisahan, merasa tak ada kalimat yang cukup. SKK juga hanya ingin berkata “jangan tinggalkan aku”.
Pada akhirnya Lucia mengecup SKK—sebuah ciuman singkat dan lembut, namun sarat emosi—sebelum memeluknya erat. Darah di mulut SKK menandakan luka parah yang disembunyikan Lucia.
Lucia akhirnya mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya: SKK adalah orang terpenting baginya di dunia, dan ia mencintai SKK. Ia menyesal harus meninggalkannya sendirian.
SKK menanggapinya dengan janji tidak menyerah dan keyakinan bahwa Gray Raven akan berkumpul lagi suatu hari nanti.
Harapan kecil yang tak sempat terwujud
Sambil tubuh Lucia makin lemah, SKK membicarakan rencana yang dulu mereka buat: melihat pohon muda yang mereka tanam, pergi ke pantai saat musim panas, menyerahkan lagu Froggie ke WGAA, membuat dessert bersama, menonton film, berjalan‑jalan di kota.
Lucia mulai setuju dengan lemah, lalu berhenti menjawab dan kemudian benar‑benar terdiam.
SKK memanggil namanya berulang‑ulang, namun tak ada jawaban; Lucia telah benar‑benar “mati”.
Empat daun semanggi dan bait terakhir
Di dada Lucia tersemat kertas semanggi berdaun empat yang dulu mereka lipat bersama; angin musim dingin menerbangkannya, tapi SKK berhasil menangkapnya.
Kertas itu ternyata adalah halaman buku catatan Lucia, berisi kutipan yang sering ia tulis ketika membaca di perpustakaan.
Saat dibuka, di dalamnya tertulis bait terakhir dari prolog “Songs of Experience” (William Blake):
“Turn away no more;
Why wilt thou turn away?
The starry floor,
The watery shore,
Is given thee till the break of day.”
Bait itu menggarisbawahi ironi situasi: fajar memang tiba, tetapi keajaiban yang diharapkan belum terwujud dan Lucia telah tiada.
Kematian Lucia dan SKK yang hancur
Lucia, bersandar pada bahu SKK, menyesal karena “kehilangan hak” untuk terus melangkah bersama, dan mengatakan akan tetap bahagia selama SKK hidup, di mana pun dan dengan siapa pun.
Ia meminta maaf, mengucapkan selamat tinggal, dan akhirnya benar‑benar “pergi” dalam pelukan SKK, di bawah sinar pagi.
Ketika Emma kembali dengan alat, ia mendengar suara tangisan dihempas angin dingin. Ia mendapati SKK duduk di samping kendaraan, memangku tubuh Lucia, melantunkan potongan lagu tanpa nada jelas tentang lautan, langit, rumah hangat, dan ladang semanggi.
Kertas semanggi tua berkibar di angin, dan narasi menutup dengan kalimat bahwa fajar telah tiba, namun keajaiban masih belum tersentuh.