Latar & Suasana Kota Elysium
Kota Elysium digambarkan sebagai “rimba baja” dengan malam hampir abadi, penuh neon, asap, dan hujan terjadwal.
Di atas keramaian, billboard holografik raksasa menampilkan model virtual, menjadi simbol citra gemerlap yang kontras dengan realitas kelam kota.
Kasus di Apartemen 703 – Penemuan Korban Christina
Operator kepolisian menerima laporan suara aneh dari Apartemen 703, alamat 442 Arclight Avenue.
Unit patroli 12A94 datang, menemukan darah merembes dari bawah pintu, lalu masuk secara paksa.
Setelah masuk, mereka menemukan seorang korban tewas. Korban kemudian dipastikan adalah Christina, seorang Construct.
Moineau, agen elit Biro Public Safety dengan kode ED03 "The Unwinged", dikirim untuk menangani kasus ini.
Di tempat kejadian, petugas forensik memperkirakan waktu kematian antara pukul 19.20–19.50.
Para petugas tampak tegang karena mereka tahu pasangan (partner) Moineau akan datang, dan partner itu memiliki warna rambut yang sama dengan korban, sehingga menimbulkan kesan adanya hubungan khusus.
Ketika sosok yang ditunggu datang, Moineau menyapanya dengan dingin: ia menyebut nama Teddy dan berkomentar bahwa ia tidak tahu Teddy punya “saudari” lain, mengacu pada kemiripan korban dengan Teddy.
Kasus Hilang: Jack & Penyelidikan di Selokan (Sewer)
Di lokasi berbeda, bawah dermaga Elysium, Inspektur Moore dari Biro Investigasi Kriminal menyelidiki kasus orang hilang bernama Jack, yang sudah hilang lebih dari 48 jam.
Rekaman CCTV menelusuri jejak terakhir Jack sampai ke dermaga, lalu hilang lagi.
Moore mewawancarai para pekerja dermaga:
Dua pekerja tidak tahu apa-apa, salah satunya berspekulasi Jack mungkin bunuh diri.
Satu pekerja mengaku melihat seseorang yang mirip Jack masuk ke akses selokan di dekat dermaga, dan melaporkan ada suara mesin aneh serta “mekanoid” berkilau merah di area itu.
Pekerja itu menduga mungkin ada perusahaan yang menguji mesin di sana.
Moore kemudian masuk ke selokan, yang digambarkan seperti “usus besar kota” penuh limbah dan bau busuk.
Ia menemukan jejak kaki yang jelas di antara kotoran dan mengikutinya.
Dalam kegelapan, ia mendengar suara langkah dan bersembunyi, lalu mengintip ke sudut.
Moore melihat sekelompok mechanoid dengan cahaya merah—sesuai laporan pekerja dermaga—dan menemukan Jack tergeletak tak bernyawa di dekat mereka.
Sensor visual para mechanoid menyala merah dan serempak berbalik menghadap Moore.
TKP Apartemen 703 & Kondisi Korban
Di Apartemen 703, korban bernama Christina ditemukan tewas.
Korban memiliki banyak luka yang sempat dirawat sendiri di lapangan.
Luka mematikan: satu tusukan bersih dari belakang ke depan yang menembus core, dengan jejak panas/energi pada mekaniknya—berbeda dari luka lainnya.
Luka lain konsisten dengan serangan sebuah mechanoid di TKP.
Mechanoid yang terlibat diduga melanggar aturan karena seharusnya non-mematikan.
Christina berwajah sangat mirip dengan Teddy, membuat Teddy sesaat merasa seolah dirinyalah yang mati dan memicu sensasi tak nyata terhadap dunia di sekelilingnya.
Petunjuk Teddy Bear & Reaksi Teddy
Di ruangan, ditemukan boneka teddy bear di meja, yang sempat dianggap Teddy sebagai benda biasa.
Boneka itu memicu kilas balik samar tentang nama/ID “Teddy”.
Teddy mengalami sakit kepala dan menyembunyikan kebingungannya.
Analisis Mechanoid & Dugaan Sementara
Mechanoid yang digunakan adalah "Guardian III" produksi Rokubishi Electric, unit keamanan sipil yang seharusnya hanya memakai senjata non-mematikan.
Moineau memaparkan dua kemungkinan:
Direktif inti mechanoid telah diubah oleh ahli.
Ada cacat desain serius sehingga mechanoid bisa menyerang sendiri.
Teddy memutuskan untuk menyelidiki Rokubishi Electric, dengan dugaan ada lebih dari satu mechanoid di lokasi.
Wawancara Para Tetangga
Allen Blake (704, pelapor):
Mendengar suara perkelahian sekitar 7:28 PM, awalnya dikira film.
Dinding sampai bergetar; kemudian terdengar kaca pecah.
Melihat “bayangan monster” bercahaya merah yang lalu menghilang.
Semuanya tenang sekitar 7:35 PM.
Baru menelepon polisi pukul 8:12 karena takut ikut terlibat, tapi semakin ketakutan oleh bayangan yang ia lihat.
Pasangan yang Bertengkar:
Mengaku sibuk bertengkar keras satu sama lain, tidak mendengar apa pun soal kejadian di sebelah.
Tetangga kurus (streamer):
Tidak kenal dekat Christina tapi sering berpapasan di jam-jam tidak wajar (dini hari).
Christina tampak selalu waspada.
Ia curiga Christina sering pergi ke area dermaga, karena pernah mencium bau laut khas dermaga pada Christina di lift.
Tetangga paranoid:
Mengatakan dunia tidak nyata, semua orang hanyalah otak dalam toples yang diculik makhluk luar angkasa (Mi-Go Yeti berbentuk kepiting jamur).
Informasinya bersifat delusional, tidak relevan secara langsung tetapi menyinggung tema “dunia tidak nyata” yang juga sempat dirasakan Teddy.
Temuan di Komputer Christina
Moineau meretas terminal Christina.
Ditemukan bukti bahwa Christina memperbarui sewa sebuah fasilitas dekat dermaga.
Ini menguatkan keterangan tetangga bahwa Christina punya hubungan dengan area pelabuhan.
Gudang Penyimpanan Dekat Dermaga
Teddy dan Moineau mendatangi fasilitas penyimpanan umum di dekat dermaga.
Unit milik Christina terdaftar dengan nama “AAABear”.
Di dalam unit:
Sebuah meja panjang dengan papan gabus (evidence board) penuh foto bangunan-bangunan di Elysium, dihubungkan benang merah dan kuning.
Di pusat jalinan foto, terdapat gambar gedung pusat kota, dengan catatan tempel bertuliskan: “Real or fake?”
Sebuah chip data di meja berisi data statistik kota: suplai air, sensus penduduk, biaya operasional transportasi publik, dan lain-lain.
Ruangan juga tampak difungsikan sebagai tempat tinggal sederhana (ranjang lipat, kulkas).
Lantai dipenuhi alat survei dan penggalian (waterpass, inklinometer, sekop, cangkul, palu, bor genggam).
Christina tampaknya sedang mengumpulkan data dan menyelidiki “keaslian” Elysium dan khususnya gedung pusat kota.
Penemuan Ruang Bawah Tanah
Moineau menemukan lorong/ruang tersembunyi di bawah kulkas, tersembunyi di balik karpet dan pintu baja di lantai.
Ia mengajak Teddy turun ke bawah.
Teddy, Moineau, dan Moore berhasil kabur ke dalam saluran pembuangan (sewer) setelah diserang mesin yang mengamuk.
Moore berterima kasih karena diselamatkan dan menjelaskan ia sedang bekerja sendirian karena partner lamanya, “Old White”, baru pensiun dan ia belum mendapat partner baru. Komunikasinya juga sempat terganggu sehingga tak bisa minta bantuan.
Teddy dan Moineau menjelaskan mereka sedang menyelidiki kasus pembunuhan di Arclight Avenue. Korban memiliki unit penyimpanan di pelabuhan yang ternyata terhubung ke sewer lewat lorong rahasia.
Moore mengira korban bekerja di bidang konstruksi, tetapi Moineau bercanda menyebutnya data analyst, sebelum Teddy mengoreksi bahwa korban kemungkinan seorang hacker: tak punya catatan resmi dan memakai rekening bank curian.
Moore menanggapi bahwa kini seolah semua orang adalah hacker dan mengungkap ia sendiri menangani kasus orang hilang, di mana pelapor tidak punya jejak identitas, suara disamarkan, dan IP tak bisa dilacak, sehingga pelapor juga tampaknya seorang profesional.
Mereka mencapai pintu keluar sewer yang langsung mengarah ke laut, di mana sudah menunggu unit Public Safety dengan mobil anti-grav dan lampu sirene.
Moore dirawat oleh paramedis di atas mobil anti-grav sementara laporan radio menyebutkan ada sisa mesin yang mengamuk dan satu korban sipil tewas. Moore memerintahkan agar korban dibawa ke kantor biro.
Moore lalu meminta Teddy dan Moineau menjelaskan kasus mereka, karena ia yakin ada hubungan antara penyelidikan mereka dan dirinya yang sama-sama berujung di sewer.
Moineau menyebut alamat dan identitas korban: Christina dari Apartemen 703, 442 Arclight Avenue. Moore tampak kaget, menyebut itu suatu kebetulan.
Perjalanan kembali ke biro:
Teddy, Moineau, dan Moore kembali ke Kantor Biro Investigasi Kriminal Elysium dengan mobil anti-gravitasi, langsung ke parkiran lantai 25.
Moore mengeluh soal lokasi biro yang berada di Gedung Pusat Elysium yang dipenuhi lantai administrasi, dan mempertanyakan penggunaan pajak kota.
Teddy mengingatkan bahwa minta gedung baru demi kenyamanan pribadi juga bukan penggunaan pajak yang baik.
Mereka membagi tugas:
Teddy: menelaah lebih teliti chip data dari gudang pelabuhan yang dikumpulkan Christina.
Moore: menulis laporan lapangan, mengusulkan penggabungan beberapa kasus (gorong-gorong, kerusuhan mesin, dll.), dan menelepon Elean.
Moineau: setelah sempat ingin pulang, akhirnya setuju menyelidiki Rokubishi Electric.
Teddy menelusuri data Christina:
Di kantor yang remang, Teddy sendirian meneliti isi chip: data ekonomi seperti PDB, pertumbuhan, perdagangan luar negeri, investasi pembangunan kota.
Ia merasa kesulitan menemukan makna di balik angka-angka itu, seperti “menggaruk gatal lewat sepatu”.
Ia menyadari bahwa “rahasia ada di angka, dan angka tidak berbohong”, tapi hanya jika bisa “berbahasa” angka.
Dalam kebuntuan, ia bertanya dalam hati apa sebenarnya yang sedang dicari Christina melalui data tersebut.
Moore dan Elean di rumah:
Moore pulang larut, mendapati Elean duduk di sofa dengan TV menyala, menonton acara larut malam tentang sebuah mekanisme yang mengira dirinya manusia dan sedang merayu tokoh wanita.
Elean langsung menyambut Moore dengan tulus dan mengkhawatirkan lukanya, siap mengajaknya ke rumah sakit jika perlu.
Moore telah menyiapkan bunga untuk Elean, tetapi justru lebih dulu meminta maaf padanya dan memeluknya erat.
Elean bersandar pada Moore, mencari dan memberi kehangatan.
Saat Elean bertanya soal harinya, Moore menjawab bahwa harinya “sangat buruk”, sambil mengingat Jack di gorong-gorong—mayat dengan mata kosong menatap langit-langit, seolah berusaha menembus tanah dan baja untuk melihat langit terbuka.
Moineau dan penemuan mengganggu:
Di tempat lain, Moineau bekerja di depan monitor hijau menyala di ruangan gelap, dikelilingi meja kerja yang berantakan tapi teratur (terdapat buku esai Albert Camus dan mug bergambar Lambang Pemerintah Dunia).
Ia menunda penyelidikan resmi mengenai Rokubishi Electric yang tadi dijanjikan ke Teddy dan Moore.
Sebagai gantinya, ia fokus pada masalah lain yang lebih mendesaknya.
Di layar, data mengalir deras, tetapi justru yang ia temukan adalah “kekosongan”: tidak ada informasi tentang pihak-pihak tertentu.
Moineau resah dan bertanya-tanya kenapa tidak ada data sama sekali dan dari mana “orang-orang” ini berasal.
Mimpi dan kebangkitan Teddy
Teddy berada dalam kehampaan hitam dan mendengar suara yang memanggilnya “Victoria” dan menyebut nama Leonardo.
Ia terbangun di apartemennya, tubuhnya dingin dengan sisa kondensasi di seprai.
Ia melihat kekacauan pakaian di lantai, merapikan seprai ke mesin cuci, lalu duduk lesu bersandar di dinding.
Robot penyedot debu otomatis menabrak kakinya berulang kali hingga ia mengarahkan robot itu ke jalur lain.
Di depan cermin, ia mengamati tubuhnya, menguji gerakan tangan dan kepalan tinju, memastikan kendalinya penuh atas “wadah” tubuh ini. Ia menyentuh cermin, meninggalkan jejak telapak yang kemudian menghilang, sambil mempertanyakan “real or fake”.
Tes psikologis di Biro Investigasi Kriminal
Teddy menjalani evaluasi psikologis standar di ruang putih dengan sistem evaluasi otomatis.
Ia diminta menjawab dengan perintah “Download”, “Upload”, atau “Touch” terkait berbagai pertanyaan/pernyataan tentang emosi (reuni dengan teman/keluarga, hidup dengan orang tua, melihat mayat, perasaan dikelilingi kegelapan, dan imaji seperti “ruang tertutup”, “meja operasi”, “burung pipit yang terbang”).
Sistem menyimpulkan M.I.N.D. Teddy hanya mengalami gangguan ringan tetapi masih dalam batas wajar, dan ia diingatkan untuk beristirahat sesuai aturan.
Diskusi dengan Moineau soal Rokubishi Electric dan kondisi mental Teddy
Di luar ruang evaluasi, Moineau—jelas sangat lelah—melaporkan bahwa setelah meng-hack server, inventaris, PC eksekutif, dan email Rokubishi Electric, ia tidak menemukan apa pun terkait kasus mesin yang mengamuk.
Menurutnya, bahkan jika lawan mereka sangat hebat, seharusnya tetap ada jejak intrusi, tapi di sini benar‑benar bersih.
Teddy ditegaskan oleh sistem bahwa M.I.N.D.-nya baik‑baik saja; ia mengakui hanya sedikit terganggu.
Moineau menyinggung beratnya kasus korban yang mirip frame Teddy, lalu bertanya apakah data frame Teddy bisa saja bocor. Teddy menjawab bercanda bahwa kalau begitu ia tinggal menangkap Moineau, karena hanya Moineau yang cukup ahli mencurinya tanpa jejak.
Moineau merokok vape elektrik dan bertanya mengapa Teddy sempat bereaksi keras tadi. Teddy mengaku mimpi tentang Leonardo (kakaknya), dan ucapannya mirip dengan yang Moineau katakan.
Moineau menyinggung “insiden jatuh” yang menimpa Leonardo; Teddy menyebut sudah 10 tahun berlalu.
Rapat dengan Kepala Biro James dan penggabungan kasus
Di kantor Kepala Biro James, ia membahas laporan tentang mesin-mesin yang mengamuk (insiden di Arclight Avenue dan hilangnya seseorang di got pelabuhan).
Rokubishi Electric tidak melaporkan kehilangan inventaris dan tidak ada nomor seri di sisa mesin yang disita—diduga dihapus seseorang.
Karena keterkaitan antara insiden mesin, korban di apartemen, dan got, James menyetujui permintaan Moore untuk menggabungkan penyelidikan.
James memberi kesempatan Teddy untuk mundur karena korban memiliki frame yang sama dengannya, tapi Teddy menolak dan memilih tetap di kasus.
James juga menawarkan Moore untuk istirahat karena cederanya, namun Moore bersikeras melanjutkan.
Akhirnya ditetapkan tim investigasi: Teddy, Moineau, dan Moore.
Sikap terhadap otoritas dan fokus pada kasus
Usai rapat, Moore mengomentari sikap santai Teddy dan Moineau terhadap Kepala Biro, menilai mereka kurang hormat.
Moineau menjelaskan bahwa tidak semua orang mencintai pekerjaan seperti Moore; ia sendiri tidak peduli jabatan dan gaji, sementara Teddy “alergi” pada aturan dan birokrasi—meski keduanya serius menangani kasus.
Mereka sepakat fokus kembali ke kasus; karena buntu di sisi mesin, Teddy mengusulkan fokus ke korban.
Moore berencana melakukan pendalaman latar belakang korban Jack, termasuk data pribadi yang sebelumnya terbatasi karena status Jack dulu hanya hilang, bukan tewas.
Chip data dan “keanehan” suplai sumber daya kota
Moore menanyakan hasil analisis Teddy terhadap chip penyimpanan dari malam sebelumnya.
Teddy mengatakan ada data yang tidak masuk akal, terutama soal volume impor-ekspor dan PDB: konsumsi kota jauh lebih besar daripada yang secara resmi dibayar/dicatat.
Ini mengesankan seolah ada “penyandang dana misterius” atau suplai sumber daya dari “entah di mana”.
Teddy berspekulasi mungkin didanai wilayah lain, tapi Moineau menganggap itu di luar kewenangan mereka.
Moineau menambahkan bahwa jika orang mulai meragukan realitas dunia hanya dari hal ini, mereka punya terlalu banyak waktu luang; seharusnya mereka menyalurkan ke seni/menulis, yang akan menyita pikiran mereka.
Undangan makan malam di rumah Moore
Dalam perjalanan melewati area kantor inspektur, terminal Moore berbunyi. Ia menerima pesan dari istrinya, Elean, dan langsung tersenyum lebar, yang Teddy komentari sebagai “mengganggu” dan menyebutnya “orang tua”.
Moore membela diri, mengatakan kebahagiaan menerima pesan istri adalah motivasi pria dewasa yang bertanggung jawab. Moineau menimpali bahwa “tua” adalah keadaan batin, dan pidato Moore barusan membuktikan dia memang “tua”.
Moore lalu mengundang Teddy dan Moineau makan malam di rumahnya sebagai ucapan terima kasih atas bantuan sebelumnya. Tanpa meminta persetujuan mereka, ia langsung menelpon Elean dan memintanya menyiapkan makanan ekstra.
Elean sempat ragu karena terasa mendadak, terutama saat mengetahui salah satu tamu adalah Moineau yang terkenal, tetapi Moore menegaskan itu tidak masalah.
Setelah telepon ditutup, Teddy mengeluhkan bahwa Moore memutuskan sepihak rencana malam mereka. Moore menggertak bahwa jika mereka menolak, ia akan sedih dan persahabatan mereka retak—yang oleh Teddy dikomentari kembali sebagai tingkah “orang tua”.
Makan malam di apartemen Moore & Elean
Moore mengundang rekan kerjanya, Teddy (Christina Norman) dan Moineau, ke apartemen yang ia tinggali bersama Elean.
Suasana awalnya canggung dan kaku. Elean tampak gugup, sementara Moore berusaha mencairkan suasana dengan obrolan ringan.
Terungkap bahwa Teddy dan Moineau sudah saling kenal sejak lama sebelum jadi partner di biro. Moore menggoda Teddy sebagai orang yang murung, membuat suasana sedikit tegang.
Moineau mengalihkan pembicaraan ke hobi Elean: tanaman. Elean mengakui itu hanya hobi kecil. Teddy menilai itu hobi yang baik, mengingat rendahnya tingkat penghijauan di Elysium.
Karena canggung, Elean beralasan pergi untuk “menyiram tanaman” dan membawa salah satu tanaman ke balkon. Teddy sempat memperhatikan sebuah gelas kuning-oranye dengan bunga oranye-merah yang tampak familiar.
Pembahasan kasus Jack dan pola hidupnya
Setelah Elean pergi ke balkon, Moore menjelaskan perkembangan penyelidikannya pada Moineau dan Teddy tentang kasus Jack.
Jack digambarkan sebagai orang dengan catatan bersih, pemilik restoran kelas atas, keuangan stabil, dan gaya hidup sangat teratur:
Sarapan dan makan malam di rumah, makan siang di restoran.
Sangat rapi, disiplin, punya home theater, tiga setel jas identik, rak dasi khusus.
Anomali utama adalah isi buku hariannya, yang berisi tulisan bernada filosofis dan nihilistik mengenai realitas, seperti:
“Setiap kali aku menatap cermin, kulihat seorang pria berdiri di atas balok kayu yang hanyut di sungai.”
“Masa lalu, sekarang, dan masa depan kita hanyalah gelembung.”
“Kau bermimpi di dalam ruangan terkunci.”
Pertanyaan apakah dunia ilusi dan kesadaran hanya bayangan.
Teori Teddy: hubungan kasus Jack & Christina
Teddy menyimpulkan bahwa ada hubungan antara kasus Christina dan Jack, khususnya lewat kemunculan mesin yang mengamuk di kedua kasus.
Ia menduga motif pelaku berhubungan dengan korban yang sama-sama mempertanyakan realitas dunia.
Moineau menilai premis pembunuh berantai yang menarget orang yang “tak yakin dunia ini nyata” terdengar tidak masuk akal, tapi Teddy tetap serius pada hipotesis tersebut.
Moore mengungkap petunjuk lain: Jack secara rutin membayar sebuah klinik psikologi, ke seorang dokter bernama John.
Munculnya Psikolog John di TV
Tepat saat itu, TV menayangkan program “Elysium Trending” dengan narasumber Profesor John, psikolog terkemuka.
John menjelaskan kondisi bernama “Derealization Disorder”, di mana pasien meragukan kenyataan dunia di sekitar mereka.
Ia mengaitkannya dengan dorongan-dorongan destruktif laten dalam jiwa manusia (impuls untuk melompat dari ketinggian, menggunakan pisau pada diri sendiri, menodongkan pistol ke diri sendiri).
John menggambarkan konsepsi bahwa kesadaran hanya “kopilot” tubuh, sedangkan “pilot” utama bisa berupa naluri, emosi, atau kebiasaan. Dari posisi penumpang itu, seseorang melihat dunia yang indah sekaligus kejam dan mulai bertanya apakah dunia ini nyata.
Narasi beralih ke sudut pandang “kamu” (Christina), yang seolah berada di kursi penumpang dan berusaha menengadah, lalu melihat wajah Christina/diri sendiri.
Reaksi Elean dan bunga “Sorrow’s end”
Elean mematikan TV secara tiba-tiba, memutus monolog John dan mengembalikan ruangan ke keheningan.
Moore menyatakan akan menyelidiki psikolog John keesokan harinya.
Usai makan malam, Teddy melihat gelas kuning-oranye yang tadi di ambang jendela kini sudah dipindahkan ke balkon oleh Elean.
Teddy bertanya nama bunga oranye-merah itu; Elean menjawab, “Sorrow’s end.” Teddy memuji keindahannya.
Dalam hati, Teddy merasa gelas tersebut tampak seperti wadah serum dan bertanya-tanya serum apa yang seharusnya ada di dalamnya.
Percakapan pribadi Moore dan Elean
Setelah tamu pergi, Moore membereskan meja sementara Elean mencuci piring dengan suasana dingin.
Moore menawarkan untuk menggantikan Elean mencuci, tapi Elean hanya terdiam lalu bertanya: mengapa Moore memilih menjadi inspektur.
Moore menjawab bahwa ia “harus mengejar kebenaran”. Elean menegaskan bahwa ini bukan tanggung jawabnya, memberi kesan ia ingin Moore menjauh dari kasus berbahaya atau dari kebenaran tertentu.
Krisis eksistensial Moore
Kata-kata John tentang melihat alasan untuk “melompat” dan mempertanyakan realitas dunia bergema lagi di pikiran Moore.
Narasi kembali ke gambaran “kursi penumpang” dan ia melihat visual seorang wanita bergaun hitam terbaring dalam genangan darah.
Moore kemudian bertanya pada Elean: “Apakah dunia ini… nyata?”
Elean terkejut sampai menjatuhkan piring hingga pecah, lalu menatap Moore dengan kaget.
Moore tersadar dan buru-buru meralat bahwa ia tidak bermaksud begitu, dan mengatakan ia hanya mencoba memahami mengapa Jack berpikir seperti itu.
Pembuka – Degradasi mental & Teddy gelisah
Ada kilasan mimpi/halusinasi tentang seseorang yang mati dan suara yang bertanya “kenapa harus kamu?”.
Teddy terbangun dengan kadar deviasi M.I.N.D meningkat dan memaksa diri berangkat kerja.
Kantor Biro Investigasi Kriminal (CIB)
Teddy, Moineau, dan Moore canggung setelah makan malam yang gagal di hari sebelumnya.
Moore hendak mengecek restoran milik Jack, tapi khawatir dengan psikolog bernama John.
Mereka sepakat: Moore pergi ke klinik John, Teddy & Moineau ke restoran The Timeless Feast, lalu laporan kembali ke kantor.
Moore menginterogasi psikolog John
Klinik John bergaya minimalis elegan, dengan aroma terapi buatan sendiri yang katanya membantu pasien tenang.
John menegaskan pandangannya: semua orang di masyarakat punya tingkat “gangguan mental” tertentu, termasuk orang yang tampak normal.
Moore memberitahu Jack sudah mati, sehingga John kini berkewajiban membuka data pasien.
Berkas Jack ternyata tipis, hanya mencakup lima sesi konsultasi.
Saat Moore minta pendapat John tentang Jack, John hanya menjawab singkat: Jack “tidak sehat”, titik.
John kemudian memancing Moore secara psikologis:
Menantang realitas dan ingatan Moore (bagaimana ia datang ke Elysium, berapa lama tinggal, pekerjaan sebelum ke sana).
Moore sadar ia tidak bisa langsung mengingat detail masa lalu, lalu memaksa diri menyimpulkan ia adalah mantan tentara.
Soal kasus Jack, John menyebut satu hal penting:
Pada sesi kelima, Jack bilang ia bertemu seseorang dengan gejala mirip dirinya.
Orang itu adalah seorang gadis bernama “Norman”, ditemui dekat Mirage Street.
John mengaku tidak tahu lebih banyak karena berencana menanyakannya di sesi berikutnya yang tak pernah terjadi.
Ia mengatakan punya janji kunjungan rumah meski jadwal klinik kosong.
Saat Moore pergi, ia menjawab alasan jadi inspektur: “untuk mengejar kebenaran”. John menanggapinya sinis (Moore seharusnya jadi jurnalis).
Teddy & Moineau menyelidiki restoran The Timeless Feast
Restoran bernuansa gelap dan privat, memutar karya Bach BWV 478 “Komm, süßer Tod” (“Come, Sweet Death”), yang Teddy nilai ironis.
Manajer gemuk datang, jelas gugup terutama pada Teddy.
Moineau mengonfirmasi Jack sebagai pemilik. Mereka mempertanyakan mengapa belum ada laporan hilang.
Manajer menjawab:
Jack jarang turun langsung, restoran bisa jalan sendiri, jadi mereka mengira Jack hanya sedang libur.
Baru hari ini mereka merasa khawatir dan hendak lapor.
Ketika diberitahu Jack sudah meninggal, manajer panik tapi lebih terpaku pada nasib gaji dan restoran.
Ditanya apakah Jack bertemu seseorang sebelum menghilang, manajer menjawab:
Jack sempat bertemu “Teddy” di restoran, sehari sebelum menghilang, sekitar jam 4 sore.
Moineau ingat hari itu Teddy berada di kantor, sehingga ada kontradiksi.
Teddy segera menarik rekaman CCTV restoran.
Rekaman CCTV yang aneh
Teddy memunculkan beberapa feed kamera dan memajukan waktu ke sekitar 15:59.
Rekaman menunjukkan Jack masuk restoran. Di sebelahnya ada “seseorang” yang seharusnya Teddy, tapi sosok itu hanya tampak sebagai area piksel rusak/blur—tidak dapat dikenali.
Teddy menyimpulkan ada hacker lain yang mengutak-atik data visual, sehingga sosok tersebut dihapus/dirusak dari rekaman.
Tiga inspektur menyatukan petunjuk
Mereka kembali berkumpul di CIB dan saling bertukar informasi:
Moore membawa info “Norman” dari John.
Teddy & Moineau membawa fakta bahwa seseorang yang tampak seperti Teddy menemui Jack, tapi wajah/identitasnya terhapus dari CCTV.
Moore yakin seluruh rangkaian peristiwa ini diarahkan kepada Teddy.
Teddy menguraikan pola korban:
Korban pertama: Christina (hacker sebelumnya).
Korban kedua: Jack.
Sekarang muncul “Norman”, yang kemungkinan terkait keduanya.
Teddy menduga:
Jack mengenal Norman.
Norman kemungkinan juga mengenal Christina.
Norman jadi target berikutnya.
Mereka menyimpulkan “Norman” mendapat data Jack dari database pasien John (melalui peretasan).
Norman kemungkinan hacker yang melaporkan kasus Jack hingga ia turun ke selokan dan berakhir tewas.
Rencana menemukan “Norman”
Moore mengeluh para hacker seperti “makhluk bertentakel supranatural yang membengkokkan air” di lautan data – lalu sadar dua rekannya (Teddy dan Moineau) termasuk tipe itu.
Teddy menjelaskan pendekatan mereka:
Selama Norman hidup di Elysium, ia pasti meninggalkan jejak sosial (kontak, aktivitas, data lingkungan).
Norman mungkin tak bisa dilacak langsung, tapi bisa ditemukan dengan melihat “ruang kosong” di antara data orang-orang sekitarnya.
Secara teknis:
Teddy akan menganalisis data aktivitas sosial semua orang di sekitar Mirage Street untuk mencari “titik buta/titik kosong” yang menunjukkan keberadaan entitas yang tidak terekam.
Moineau menerjemahkan untuk Moore: ini soal menyisir data lingkungan sosial untuk menemukan “blank spot” yang menunjuk ke Norman.
Teddy menyatakan ini layak dicoba, sementara pelacakan melalui kamera kota gagal karena Norman menghilang di tikungan.
Moore bertanya bagaimana ia bisa membantu; Teddy hanya meminta teh hitam, Moineau minta latte dua gula.
Teddy, Moineau, dan Moore mencari Norman di Mirage Street, yang sepi dan tidak populer, sehingga memudahkan pelacakan.
Mereka menemukan lokasi Norman di sebuah gudang, sama seperti “Christina” lain yang juga menggunakan gudang, memicu komentar bercanda dari Teddy.
Saat tiba di depan gudang, Moineau menyadari Norman sudah tahu mereka datang, terlihat dari kamera keamanan yang mengawasi mereka.
Moineau membuka kunci elektronik dengan panel akses, tetapi masih ada kunci fisik. Ia menghancurkan kunci itu dengan tendangan terlatih dan langsung masuk.
Bagian dalam gudang tampak kosong dan tak terurus, hanya berisi kebutuhan dasar hidup. Dari dalam terdengar suara pintu dibanting, menandakan Norman sudah melarikan diri lewat belakang.
Teddy dan Moore mengikuti Moineau ke pintu belakang. Begitu keluar, Teddy tiba-tiba diserang virus yang menargetkan Construct: modul visualnya terganggu, sistem sarafnya mengalami distorsi, dan ia roboh.
Moineau segera menetralkan virus itu dari sistem Teddy. Dalam sekitar 30 detik, Teddy pulih kembali.
Teddy menyimpulkan virus tersebut bukan ancaman besar, hanya dibuat untuk memperlambat mereka, dan Moineau mengajaknya segera melanjutkan pengejaran.
Setelah mengalahkan mesin-mesin yang mengamuk, Teddy mengalami banjir data dan halusinasi: visual modulnya menampilkan cuplikan masa lalu yang tidak ia ingat, termasuk sosok Asimov, Leonardo, dan seseorang yang tampak seperti teman yang mengayunkan light blade ke arahnya. Ada pula konsep “frame baru” yang seharusnya hanya rancangan data, tapi muncul sangat natural di benaknya.
Asimov mengumumkan “protocol decryption is complete” dan “initiating hijack”, menunjukkan adanya upaya pembajakan atau infiltrasi ke M.I.N.D. Teddy.
Teddy kembali sadar di frame lamanya; ia merasa aneh karena seolah-olah mengingat sebuah frame baru yang mestinya belum pernah dipakai. Ia lalu menanyakan keberadaan Moineau, dan Moore menjawab bahwa Moineau ada di gang depan.
Dalam perjalanan ke gang, Teddy kembali merasakan nyeri di M.I.N.D. dan halusinasi berupa bisikan: “Offer up a bear”, “Bring back the spark of the divine”, dan ajakan untuk “tenggelam dalam ilusi” serta mempertanyakan apakah ia benar-benar ingin masuk ke gang.
Saat masuk ke gang, Teddy menemukan tempat itu hancur: puing mesin-mesin rusak, dinding penuh bekas serangan, bau terbakar. Di tengah, Moineau berdiri menunduk, sementara Norman tergeletak tak bergerak dalam genangan vital fluid sendiri.
Tangan Moineau berlumuran vital fluid Norman. Moineau, dengan suara datar dan jauh, mengatakan ia “terlambat” dan menyalahkan kecepatan mesin-mesin yang mengamuk. Ia meminta Teddy memeriksa area, lalu pergi menghilang ke dalam gang.
Teddy ditinggal sendirian bersama tubuh Norman. Luka Norman sama seperti Christina: tusukan bersih dan tepat di dada yang menembus core. Kondisi bionic skin yang hangus dan komponen yang meleleh menegaskan kematian Norman, dan Teddy bertanya-tanya, “Apa yang sedang kau lihat, Norman?”
Latar & Suasana
Malam hari di atap kota Elysium, diterangi sinar bulan.
Teddy dan Moineau duduk bersama; Moineau membawa minuman (teh hitam untuk Teddy, minuman beralkohol sintetis untuk dirinya).
Diskusi Kasus Christina, Norman, dan Jack
Norman:
Mayatnya ada di kamar mayat markas; diselidiki forensik dan dilaporkan Moore.
Tubuhnya adalah salinan sempurna Christina, sehingga sulit mendapat petunjuk.
Teddy merasa mereka kehilangan “lapisan lebih dalam” terkait:
Penyebab Derealization Disorder.
Siapa yang mengendalikan mesin yang mengamuk.
Hubungan nama dan wajah Christina & Norman.
Jack:
Luka-lukanya berbeda dari Christina dan Norman, tidak ada tanda luka bakar suhu tinggi seperti dari serangan drone Moineau.
Memiliki riwayat hidup normal dan dapat diverifikasi di Elysium (bukan “muncul tiba-tiba”).
Hipotesis Teddy:
Mungkin Christina dan Norman tidak dibunuh langsung oleh pihak yang mengendalikan mesin.
Teori Moineau:
Jack hanyalah manusia biasa yang terseret masalah; untuknya tidak perlu metode pembunuhan khusus—mesin yang mengamuk saja sudah cukup.
Interaksi Pribadi & Dinamika Karakter
Teddy menegur kebiasaan vape Moineau, sempat hendak membuang vape-nya.
Moineau menggoda Teddy soal usia (“minor”) dan bercanda buruk, yang Teddy anggap tidak lucu.
Ada keakraban bercampur sarkasme: Teddy tajam dan sinis, Moineau santai tapi menyimpan beban.
Alasan Moineau Menjadi Inspektur & Tema “Kandang”
Moineau mengaku menjadi inspektur karena “ini satu-satunya tempat yang ia punya”.
Ia mengibaratkan dirinya burung pipit (sparrow) dengan batas terbang rendah, tidak bisa pergi jauh.
Tujuan pribadinya: ingin melindungi kota Elysium.
Kilas balik: Ayah Moineau menjelaskan nama “Elysium” sebagai harapan surga/penyantun bagi yang membutuhkan, tempat Moineau kelak bisa “berlari bebas seperti burung”.
Moineau menyebut dirinya “burung tanpa sayap”, seolah gagal memenuhi ideal itu.
Pandangan Teddy tentang Kandang & Sejarah Dunia
Teddy merasa ia hanya berpindah dari satu “kandang” ke kandang lain:
Menjadi Construct dan meninggalkan keluarga bukan benar-benar pembebasan.
Bahkan Babylonia, yang dianggap “kandang lebih besar”, kini hancur.
Ia merangkum sejarah kelam:
Umat manusia bangkit dari Great Depression ke Golden Age dan membentuk World Government.
Lalu perang nuklir global menghancurkan permukaan; kota-kota tersisa menutup diri.
Eden II jadi “bahtera di langit” bagi kaum elit, tapi pada akhirnya juga “tenggelam”.
Kesimpulan sinis Teddy: manusia selalu terjebak oleh sesuatu; ide “kandang” tidak bisa dihindari.
Hubungan Pribadi Teddy–Moineau
Moineau mengaku iri pada Teddy yang “bisa memilih” menjadi Construct dan meninggalkan keluarganya.
Teddy menolak dikasihani dan menyorot bahwa tidak semua orang bisa lepas dari kandang, bahkan setelah “melarikan diri”.
Moineau mengingat pertemuan pertama: Teddy kecil sendirian di ruang siber holografik, belajar pemrograman sendiri.
Mereka saling menggoda soal sifat masing-masing—sinisme Teddy, gaya bicara Moineau yang seolah “tetua bijak”.
Penutup Adegan: Burung Jatuh yang Terbang Lagi
Moineau mengakhiri pembicaraan, menolak mengorbankan “waktu malam” untuk kerja.
Ia menjatuhkan diri ke tepi atap—tampak seperti bunuh diri—namun segera terbang naik dibawa drone-dronenya.
Teddy diam memandang jejak cahaya drone yang menghilang ke kegelapan, lalu tampak sedih.
Ia bertanya lirih: “Bisakah aku mempercayaimu… Moineau…”
Teddy kembali ke kantornya di CIB setelah berpisah dengan Moineau di atap gedung Elysium Central (lantai 25).
Ia menaruh bagian-bagian modul visual mesin yang sebelumnya mengamuk di mejanya dan menjalankan berbagai program dekripsi kustom untuk memulihkan rekaman video, karena ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di gang.
Ia terusik oleh bayangan Moineau yang mengayunkan light blade dan mulai curiga bahwa mungkin program virus Moineau sempat membuat sambungan sementara antara reseptor visual mereka. Teddy mempertanyakan tujuan akhir Moineau.
Teddy teringat ucapannya sendiri bahwa ada terlalu banyak hal yang belum terjawab dan merasa bahwa masih ada “lapisan yang lebih dalam” yang belum mereka sentuh.
Ia lalu memasukkan chip penyimpanan yang didapat dari gudang Christina dan memproyeksikan antarmuka data biru di ruangannya, seperti dua malam sebelumnya.
Dengan cepat ia mencoba menembus sistem keamanan chip tersebut dengan tujuh metode dekripsi yang sudah ia siapkan. Berlawanan dengan perkiraannya, tidak ada “pertarungan” sistem keamanan: perlindungan data justru terbuka sangat mudah, seolah-olah ia mengakses file pribadinya sendiri.
Namun, di balik lapisan awal yang mudah ditembus itu, Teddy menemukan “labirin” enkripsi berat yang hanya bisa dibuka dengan kunci rahasia.
Teddy di ruang mayat & pengungkapan identitasnya
Teddy menatap dua mayat yang berwajah sama dengan dirinya: keduanya adalah Christina Norman.
Ia mengingat data dalam yang sempat ia dekripsi dari modul visual sebuah mesin yang mengamuk (rioting machine).
Rekaman itu memperlihatkan Norman disergap tiga mesin ngamuk di depan, sementara Moineau turun dari atas di belakangnya, dikelilingi drone.
Saat sebuah mesin ngamuk menyerang punggung Moineau, drone Moineau secara otomatis menembak dan menghancurkan mesin itu.
Drone-drone lain kemudian menghancurkan tiga mesin yang menghadang Norman, lalu memojokkan Norman ke dinding.
Drone menyatu ke lengan Moineau dan membentuk bilah cahaya. Moineau menyebut Norman sebagai “impostor” lalu menusuk dadanya.
Melihat itu melalui data, Teddy terkejut hebat, sampai merasakan sakit menusuk di M.I.N.D.-nya, sisa dari serangan virus Norman.
Di sampingnya, antarmuka deep data milik Christina menampilkan satu baris teks pengenalan program yang mudah sekali ia dekripsi dengan “kunci” yang sangat familiar — seolah ia sendiri yang membuatnya.
Teks tersebut menyatakan:
Teddy adalah program pelindung memori yang diciptakan Christina Norman,
Tujuannya aktif ketika memori host rusak/terserang,
Objektifnya adalah membantu Teddy (dirinya sendiri) memulihkan memori.
Dari sini Teddy menyimpulkan bahwa dirinya adalah program yang memperoleh wujud fisik, menjelaskan perubahan framenya. Ia mulai melihat dunia sebagai susunan program dan kode.
Konfrontasi Teddy dan Moineau di ruang mayat
Moineau datang, langkah kakinya membuat Teddy tegang.
Moineau bertanya: “Sejauh apa yang kamu tahu?”
Teddy menjawab bahwa ia tahu cukup banyak untuk menuntut jawaban: mengapa Moineau membunuh mereka (Christina/Norman).
Moineau menghindari tatapan dan tampak enggan menjawab, lalu mengeluh kenapa Teddy tidak bisa “tetap di kandang”-nya.
Teddy menyindir kembali frasa itu. Moineau menyangkal, tapi sebelum perdebatan berlanjut, Teddy melancarkan serangan DDoS data dari ujung jarinya.
Moineau dengan mudah menangkis serangan itu dan berkata bahwa ini sia-sia. Ia menyuruh Teddy “tidur” dan menjanjikan bahwa besok semuanya akan kembali normal.
Penglihatan Teddy lalu gelap; ia jatuh tak sadarkan diri, berusaha meraih Moineau namun gagal.
Tanpa sepengetahuannya, dari meja stainless steel yang ia sentuh, sebuah program dorman mulai menyusup ke sistemnya — menegaskan bahwa segala sesuatu di sana hanyalah program dan kode.
Moore dan gangguan ingatan
Adegan berpindah ke Moore di rumah, dengan TV menyala menyuarakan berita sementara pikirannya melayang.
Ia menjatuhkan gelas; suara tersebut memanggil Elean yang datang dan menemukan Moore sedang membersihkan air tumpah.
Elean menanyakan apakah ia sedang memikirkan kasus dan mengingatkan bahwa ia harus segera berangkat kerja.
Moore tampak linglung dan menjawab pendek. Elean mengkhawatirkan kondisinya.
Diceritakan bahwa sejak sesi dengan psikolog, bayangan-bayangan aneh menghantui M.I.N.D. Moore, terkait pertanyaan psikolog tentang pekerjaannya sebelum datang ke tempat sekarang.
Saat pikirannya berusaha merangkai sesuatu (“Elean… percakapan…”), ketukan di pintu memotong alur pikirannya.
Latar waktu: Babylonia, dua bulan sebelum waktu cerita utama.
Nikola menunggu Hassen selama 20 menit di ruang rapat dan marah karena ia sangat menjunjung disiplin dan ketepatan waktu. Ia lalu mendatangi kantor Hassen.
Hassen ternyata sedang melamun sambil menatap laporan lama: laporan kerusakan setelah kebocoran data wall Gestalt, khususnya kehancuran terminal bandara A1 yang sampai sekarang belum dipulihkan.
Hassen mengungkap kekhawatirannya:
Insiden Luna yang mengambil alih modul pemrosesan Gestalt dan memutus regulasi sistem daya Babylonia.
Ancaman Ballard dengan 7295 rudal balistik tanpa pemandu yang dapat menjatuhkan Babylonia kapan saja.
Kemunculan “sesuatu” dari balik data wall Gestalt.
Ia menilai Babylonia selama ini berjalan di atas “tali di atas jurang”.
Ia juga menyebut pandangan politisi dan kaum kaya yang egois: mereka ingin pertempuran tetap di Bumi dan tidak mengganggu kehidupan di Babylonia. Nikola menilai mereka bodoh.
Nikola mencoba melihat sisi positif:
Teknologi CPF baru, penggantian tower core di area konservasi di darat, serta pembangunan zona aman baru.
Teknologi Construct dan M.I.N.D. berkembang; Liv akan menjadi pengguna frame baru jika disetujui oleh SKK.
Agen seperti Vonnegut menghilang, Luna tidak menunjukkan permusuhan kuat, sehingga menurutnya situasi tampak stabil dan membaik.
Hassen, meski mengakui keadaan tampak membaik, merasa krisis baru hampir pasti datang.
Ia menyebut ada anggota Parlemen yang “gelisah” dan berbahaya.
Bukan Kurono, yang ia anggap sekadar “hiena” yang bisa dikendalikan dengan umpan.
Masalahnya: ia belum tahu siapa pihak berbahaya itu.
Nikola menyebut Hassen dengan julukan lama “Hassen the Undefeated”, tetapi Hassen menganggap itu hanya gelar kosong masa lalu.
Hassen lalu mengutarakan kekhawatiran lain: keamanan siber Babylonia. Ia yakin domain digital akan menjadi medan tempur penting.
Inilah alasan frame baru Teddy dipercepat; frame tersebut hampir 80% selesai, dan Hassen sudah menyiapkan misi untuknya.
Misi Teddy: mencari fasilitas dengan daya komputasi yang cukup besar.
Hassen mengingatkan tentang proyek sebelum Gestalt: “Quantum Neural Synapse and Advanced AI Matrix”, proyek superkomputer dan AI global hasil kerja sama Science Council, universitas, dan lembaga riset.
Gestalt, sebagai sistem, butuh dua hal: superkomputer kuantum dan kecerdasan buatan canggih.
Hassen ingin Teddy menemukan superkomputer kuantum “tanpa AI”-nya.
Nikola menafsirkan bahwa Hassen tidak mempercayai Gestalt, tapi Hassen menyangkal secara langsung dan menyebut itu hanya asumsi Nikola.
Hassen menyebut pencarian ini “sekadar tindakan pencegahan”, dan tidak mau menunggu frame Teddy selesai—justru misi ini yang akan ia gunakan.
Menjelang akhir, Hassen berdiri di depan jendela menatap angkasa dan bertanya, apa “fondasi” sejati dari Babylonia.
Nikola menjawab: “Kekuatan.”
Hassen tidak menjawab, hanya terdiam memandangi bintang.
Nikola merasakan bahwa Hassen menyimpan rencana dan kekhawatiran yang belum ia ungkap sepenuhnya.
Latar dan tema utama
Stage ini mengisahkan paralel dua tokoh: Christina “Teddy” Norman dan Moineau (Xiaoyu).
Keduanya sama‑sama “anak jenius” yang tumbuh dalam isolasi, dikurung oleh proyek besar dan ambisi orang dewasa (Project Herald & Third Dark Room).
Christina / Teddy & keluarga Norman
Dominik adalah pahlawan besar masa lalu; setelah ia hilang di Reactor One, keluarga Norman menciptakan konsep “penerus Dominik”.
Christina dipaksa menjadi “Dominik’s successor” oleh kakeknya, Charles Norman, dan diperlakukan lebih seperti aset perusahaan Norman Mining Corp.
Ayahnya, Edward Norman, dipilih menjadi Herald berikutnya (misi ke permukaan dalam Project Herald). Ia berjanji akan kembali dan membebaskan Christina, namun tidak pernah kembali.
Setelah pemakaman simbolis Edward, Christina menekan kesedihannya dan terus dipaksa belajar ilmu tingkat tinggi agar layak sebagai penerus Dominik.
Kakaknya, Leonardo, bersumpah akan menghentikan Project Herald dan pada akhirnya memang berhasil membuat Norman Mining Corp menghentikan proyek itu—namun kemudian ia kembali mengejar warisan keluarga, mengkhianati kepercayaan Christina.
Kelahiran Moineau & kondisi kesehatan
Di sisi lain, Yan Zhen (direktur Third Dark Room) kehilangan istrinya, Claire, saat melahirkan Moineau karena pendarahan pascapersalinan yang tidak bisa dihentikan.
Moineau didiagnosis SCID (Severe Combined Immunodeficiency) dengan mutasi langka, membuat sistem imunnya nyaris tidak ada.
Akibatnya, ia harus hidup seumur hidup dalam ruang steril, terpisah secara fisik dari dunia luar dan dari ayahnya, yang hanya bisa menyentuhnya melalui dinding kaca atau lewat baju isolasi.
Isolasi, rasa bersalah, dan kedewasaan dini
Baik Christina maupun Moineau sangat cerdas sejak kecil dan dapat memahami situasi orang dewasa di sekitar mereka:
Christina mengerti bahwa kematian ibunya (tersirat) adalah risiko statistik persalinan dan menahan tangis untuk “menghibur” Edward.
Moineau mengerti bahwa ayahnya merasa bersalah karena ia harus hidup terisolasi.
Kedua anak ini menekan emosi sendiri, memikul rasa bersalah dan kesepian, lalu lari ke dunia pengetahuan dan teknologi.
Masuk ke dunia jaringan / pemrograman
Yan Zhen, untuk menghibur Moineau dan mengalihkan dari kehancuran dunia akibat Punishing Virus, mulai mengajarinya komputer dan jaringan, termasuk akses ke dunia maya dengan identitas anonim.
Di Babylonia, Christina tertarik belajar pemrograman dan VR, dengan bantuan Leonardo.
Lewat itu, mereka berdua akhirnya bertemu di jaringan.
Pertemuan pertama Teddy & “The Unwinged” (Moineau)
Dalam ruang virtual milik Christina (ID: Teddy)—pertama di padang salju, kemudian pantai—muncul seorang perempuan berambut ungu yang menyebut dirinya “The Unwinged”, sebenarnya Moineau.
Awalnya hubungan mereka tegang: Moineau dengan mudah menembus firewall Teddy, mereka saling ejek (Teddy memanggilnya “gloomy woman”).
Seiring waktu, ruang virtual itu menjadi tempat aman bagi keduanya, di mana mereka berbagi keluh kesah dan rahasia. Mereka menjadi sahabat dekat meskipun belum pernah bertemu langsung.
Moineau menunjukkan teknologi holografik (kartu kaca dengan gambar mawar yang tetap utuh meski dipecah), simbol visual akan “serpihan yang tetap menyimpan keseluruhan”.
Keputusan menjadi Construct
Christina ingin menjalani operasi modifikasi Construct untuk memperoleh “keabadian” dan kebebasan dari belenggu tubuh dan nasib keluarga Norman. Leonardo sempat menunda niatnya, tapi akhirnya ia benar‑benar melakukannya dan pada suatu titik keluar dari Norman Mining Corp.
Moineau juga akhirnya mendapat kesempatan menjadi Construct ketika Yan Zhen kembali ke Third Dark Room, kini tua dan difabel, membawa teknologi modifikasi terbaru.
Sebelum operasi, Moineau meminta satu hal: sepasang sayap, meski sayap itu “patah”—simbol keinginannya untuk keluar dari “kandang” dan benar‑benar terbang ke dunia luar, terutama untuk bertemu Teddy.
Dunia luar yang runtuh
Setelah menjadi Construct dan memperoleh “wingsuit” berupa drone, Moineau akhirnya keluar untuk pertama kali dari fasilitas Third Dark Room.
Ia merasakan bau rumput yang berbeda dari simulasi, merasakan angin di kulit bionik, dan terbang ke langit dengan sukacita.
Namun kaget ketika melihat realitas: darah, api, reruntuhan, dan penyebaran Punishing Virus yang telah mengubah permukaan dunia menjadi hampir hancur total.
Kekecewaan dan rasa ngeri membuatnya ragu: apakah dunia seperti ini benar‑benar cocok untuk Teddy?
Janji pertemuan yang tidak ditepati
Sebelum itu, Christina (Teddy) sudah memutuskan:
Ia meninggalkan Norman Mining Corp.
Ia mendaftar misi ke permukaan bersama Engineering Force (dipandu Karenina).
Rencananya, setelah misi ia akan kabur dan bertemu Moineau di lokasi dan waktu yang sudah disepakati.
Di pihak Moineau, menjelang waktu pertemuan, ia kembali ke ruang steril lamanya, teringat bahwa kini ruangan itu sunyi karena ia tak lagi tinggal di sana. Ia dilanda ragu dan ketakutan tentang dunia luar.
Saat akhirnya ia hendak memaksa diri pergi ke titik temu, terminalnya berbunyi dengan panggilan dari ayahnya, Yan Zhen. disini diisyaratkan bahwa ia tidak jadi berangkat ke pertemuan.
Paralel penantian: ayah & sahabat yang tak kembali
Teddy yang dulu menunggu ayahnya (Edward) yang tak pernah kembali dari Project Herald, kini mengulang pola yang sama:
Kali ini, ia yang datang ke permukaan dan menunggu Moineau, yang juga tidak muncul.
Sementara itu, Moineau tenggelam dalam konflik batin dan rasa takut, terseret kembali oleh keterikatan pada ayahnya dan realitas suram dunia.
Penutup & motif “retakan cahaya”
Cerita ditutup dengan gambaran Teddy terjerumus lagi ke dalam kegelapan batin, membiarkan kenangan pahit berputar namun menolak menatapnya langsung.
Ia menyebut semua ini sebagai “lelucon yang lengkap”, mengulang kutipan Nabokov di awal: hidup hanyalah “retakan singkat cahaya di antara dua keabadian kegelapan”.
Pagi di apartemen Teddy
Teddy terbangun karena suara pintu dibuka dan merasa seolah ini bukan pertama kalinya ia bangun hari itu.
Moineau masuk membawa roti; ia mengaku masuk dengan meretas kunci elektronik apartemen Teddy.
Mereka bercakap santai dan sarapan bersama. Teddy menyadari momen domestik yang tenang ini sangat berbeda dengan masa kecilnya di keluarga Norman yang kaku dan aristokrat.
Hari libur di kota Elysium
Moineau mengatakan berkas kasus sedang sepi dan mereka mendapat hari libur, lalu mengajak Teddy jalan-jalan.
Mereka berjalan di kota seperti warga biasa: menyeberang jalan, beli bubble tea, dan melewati sebuah plaza yang sedang ada acara konvensi anime.
Di layar besar diputar video promosi anime tentang pemuda berjaket kuning dan gadis hacker berambut putih; lagu temanya memicu Teddy bertanya pada Moineau apakah ia juga ingin Teddy tetap tinggal di sana bersamanya.
Moineau menanggapi dengan bercanda soal Teddy ingin pindah pekerjaan, dan menyatakan ia siap ikut keluar juga.
santai keliling kota
Sepanjang hari mereka:
Naik lift kaca dan menikmati pemandangan malam kota.
Mampir ke toko dessert dan mencicipi kue edisi terbatas (Sachertorte).
Menonton film secara acak dan mendebatkan siapa pahlawan film yang lebih kuat.
Bermain game fighting di arcade, di mana Teddy sangat jago.
Masuk toko elektronik, melihat kamera, dan bercanda soal Teddy yang kaya tapi tetap peduli “value for money”.
Ke toko aksesoris, Moineau menggoda Teddy tentang apakah ada seseorang yang ingin dia belikan hadiah, memicu bayangan sosok yang akrab di benak Teddy (disensor di teks).
Moineau sempat memotret Teddy di jalan; hasil fotonya buram dan penuh noise, hanya sosok Teddy yang agak jelas. Mereka kembali saling menggoda soal keahlian dan asal-usul Teddy sebagai “tuan putri kaya”.
Perubahan suasana menjelang malam
Mereka kembali ke plaza awal. Konvensi anime sudah hampir selesai, layar besar padam, hanya lagu punk yang terdengar.
Teddy berkomentar kalau Moineau sekarang tampak lebih ceria, “lebih seperti orang hidup” dibanding dahulu yang muram.
Teddy mengajak Moineau naik ke atap gedung pusat (Central Building) dengan alasan mungkin bisa bertemu “Creepy Batguy”.
Di lift menuju puncak gedung
Perjalanan lift panjang dan penuh orang di awal, lalu makin sepi sampai tinggal mereka berdua.
Suasana menjadi canggung dan tegang; mereka saling menghindari kontak mata.
Gambaran visual menekankan kesan terasing dan tekanan batin keduanya.
Rooftop: konfrontasi sesungguhnya
Sampai di lantai teratas, mereka keluar ke area menuju helipad. Malam berangin, tampak seolah tak ada apa-apa di sana.
Moineau bercanda soal makanan dan constuct yang tidak perlu makan, tapi ada nuansa sedih.
Ia mengisap vape; Teddy menegaskan “itu bukan maksudku”, menyinggung sesuatu yang lebih dalam.
Moineau terlihat gemetar dan putus asa, memohon pelan: “Please…” dan “Please, stop…”.
Pengkhianatan dan tuntutan akan kebenaran
Teddy mengatakan ia membawa sebuah “mawar” dan melempar kartu kaca ke udara.
Terdengar tembakan/ledakan; pecahan berkilau di udara tampak seperti ribuan mawar.
Teddy menumpahkan kecurigaannya: ia menyadari Moineau berulang kali menghapus ingatannya dan “bermain” dengan cara ekstrem. Ia menuntut penjelasan: apa yang sebenarnya dilakukan Moineau dan kelompoknya terhadap Babylonia, dan apa yang sedang mereka rencanakan.
Moineau tidak menjawab, diam dalam tekanan.
Dari kejauhan, Moore mendekat dengan amarah dan menyatakan memilih “kebenaran”.
Misi Rahasia dari Hassen ke Teddy (2 bulan lalu, Babylonia)
Hassen menghubungi Teddy lewat kanal tidak resmi, memintanya menjalankan misi yang melewati Pusat Komando.
Teddy menawar agar seluruh biaya pergantian frame-nya diganti penuh; Hassen setuju jika misi berhasil.
Misi resmi: menyelidiki legenda “digital paradise” di permukaan, tempat orang yang muak dengan realitas bisa hidup di dunia virtual.
Misi rahasia: menemukan sebanyak mungkin komputer kuantum super tanpa AI yang bisa menjadi fondasi “digital paradise”.
Teddy menyimpulkan: jika “digital paradise” nyata, ia pasti butuh daya komputasi besar, kemungkinan superkomputer kuantum tanpa AI.
Pencarian di Bumi & Kabar Kematian Charles (1 bulan lalu, permukaan)
Teddy sudah sebulan mencari jejak “digital paradise” dan baru mendapat petunjuk berarti.
Leonardo mengabari bahwa Charles (kepala keluarga mereka, inisiator Project Herald dan dalang kematian ayah Teddy) sedang sekarat dan keluarga menyiapkan upacara besar.
Teddy bereaksi datar: tak merasa puas maupun sedih, hanya dingin dan terlepas secara emosional.
Leonardo mengatakan Victoria serius mengurus korporasi, dan ia sendiri hidup santai; Teddy memintanya menjaga Victoria, dan Leonardo mengaku sudah melakukannya.
Jejak ke Elean & Tragedi di Area Konservasi
Petunjuk membawa Teddy ke bengkel rusak di area konservasi, milik Tony.
Teddy mengaku sebagai Wakil Kapten Engineering Force Babylonia dan menyinggung kelompok “Emergency Sunshine” (nama panjangnya: “For a Better Tomorrow - Sunlight Shines on All - Battlefield Trauma Emergency Rescue Team”), yang ternyata terkait dengan Tony.
Tony menceritakan:
Skuad Praying Mantis Babylonia dulu ditempatkan di area ini; salah satu anggotanya, Moore (Construct), menikah dengan Elean.
Tiba-tiba konsentrasi Punishing dan serangan Red Tide/Hetero-Creatures melonjak, banyak korban jiwa. Moore tewas melindungi tempat itu, dan Ryan, bocah yang sering bersama Elean, juga meninggal.
Setelah itu Elean menutup diri, lalu mulai berhubungan dengan orang luar dan akhirnya pergi, lokasi sekarang tak diketahui.
Tony menyarankan Teddy menuju arah timur untuk mencari orang-orang yang pernah berhubungan dengan Elean.
Mengikuti Rombongan Pedagang & Terdeteksi
Teddy bergerak ke timur, melewati padang pasir, bukit, dan area dengan konsentrasi Punishing rendah.
Ia menemukan jejak pemukiman di hutan dan mengikuti kelompok pedagang beranggotakan empat orang sampai pegunungan, setelah meretas terminal mereka dan memastikan mereka menuju sebuah basis.
Di lokasi basis, setelah menunggu, Teddy menyadari ia telah ketahuan.
Sebuah serangan balik siber mengenai terminalnya dan mengirim koordinatnya. Dari gaya serangan yang sangat khas, Teddy mengenali pelakunya.
Sebelum sempat menyelesaikan nama yang hendak ia ucapkan (“Mo…”), seseorang dengan rambut lavender—Moineau—muncul di belakangnya, juga tampak terkejut melihat Teddy.
Penjelasan Teddy di Elysium & Rencana di Atap Central Building
Latar berpindah ke Elysium, di rumah Moore; Teddy menjelaskan bahwa Moineau menyerangnya, dan ia kemudian terbangun di Elysium.
Malam sebelumnya, Moineau kembali menyerang dan menulis ulang memori Teddy.
Teddy menyadari dua sosok bernama “Christina” dan “Norman” hanyalah program perlindungan memori buatannya sendiri, dan mengatur rencana cadangan.
Ia menjelaskan pada Moore:
Program perlindungan lamanya menemukan bahwa lantai teratas Central Building adalah “inti” Elysium, berfungsi sebagai antarmuka yang menghubungkan superkomputer kuantum eksternal dengan dunia ini.
Dalam 6–7 jam, memori aslinya akan pulih. Saat itu, ia berniat memancing Moineau ke atap untuk menyelesaikan semuanya, lalu memakai antarmuka tersebut untuk kembali ke dunia nyata.
Teddy berkata ia mengungkapkan kebenaran kepada Moore karena ia berhak tahu, sekaligus berharap Moore tidak menghalanginya.
Ia meragukan motif Moineau: penyerangan dan penulisan ulang memori terhadap Teddy terasa terlalu ekstrem, kecuali memang ada sesuatu yang “Teddy dari Babylonia” tidak boleh ketahui
Konfrontasi Moore dan Elean (masa kini dalam ilusi)
Teddy baru saja pergi, meninggalkan rumah Moore dalam keheningan. Moore menyadari, dari cerita Teddy, bahwa “halusinasi” yang ia lihat sebenarnya adalah kenangan.
Moore menuduh Elean sudah tahu kebenaran sejak awal. Elean mengakuinya dan mengungkapkan ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Moore sebenarnya sudah mati.
Elean mengenang perjuangan mereka di area konservasi: bertahan hidup, perjalanan dengan teman-teman, pernikahan sederhana mereka, dan harapan-harapan masa depan (seperti Tony yang ingin buka toko bakpao).
Ia terpukul karena saat serangan sirene dan Hetero-Creature, Moore menyuruhnya mengungsi, tetapi Moore tidak pernah kembali. Elean marah ketika Moore mengatakan dunia mereka saat ini tidak nyata; baginya dunia nyata “tidak berharga” dan ia ingin mempertahankan kebohongan yang bahagia.
Elean memeluk Moore dan memohon agar ia tidak pergi. Namun Moore justru memulihkan ingatan tentang wanita bergaun hitam yang ia lihat dalam visinya.
Pengakuan dosa Moore di masa lalu
Moore mengingat bahwa wanita bergaun hitam itu adalah tunangan rekannya. Rekannya tersebut meninggal setelah mendorong Moore keluar dari bahaya.
Saat kembali ke Babylonia, Moore berbohong kepada tunangan rekannya: ia mengatakan bahwa sang rekan sedang dalam misi panjang, sehingga perempuan itu tidak mendapat kabar kematian sebenarnya.
Ketika perempuan itu akhirnya mengetahui kebenaran, ia tampak tenang, bahkan berterima kasih pada Moore — lalu bunuh diri pada malam yang sama.
Moore menyalahkan dirinya sendiri atas kematian itu dan menyebut tindakannya sebagai dosa yang tak termaafkan. Dari sana, ia menegaskan ke Elean bahwa karena trauma kebohongan itu, ia memilih untuk selalu mengejar kebenaran, walau menyakitkan.
Tiga bulan lalu: Crowe menyadari jasad Moore hilang
Di area konservasi, setelah misi, Crowe dan Kaully berbincang di bar soal cuti. Crowe berniat menggunakan waktunya untuk mengurus pemulangan jenazah Moore ke Babylonia.
Di luar, Crowe kembali teringat bagaimana Moore mengorbankan diri, mendorongnya keluar dari serangan mematikan, dan mati sebagai gantinya. Ia mengaitkan warna mata Moore dengan bunga “sorrow’s end” yang pernah disebut Elean.
Crowe lalu pergi ke area kargo tempat pesawat transport Babylonia berada. Ia meminta tentara berambut hitam untuk mengecek nomor pengiriman jenazah Moore: SR‑A2‑034.
Data logistik menunjukkan nomor itu tidak ada. Crowe kemudian memaksa memeriksa langsung semua kapsul jenazah di dalam pesawat.
Setelah menelusuri satu per satu tiga kali, ia tidak menemukan jasad Moore. Keberadaan jenazah Moore resmi dinyatakan tidak terlacak.
Penyelidikan Crowe di Babylonia dan serangan Purifying Force
Beberapa waktu kemudian di Babylonia, Crowe memasuki ruang arsip fisik yang terpencil. Ia menyelidiki hilangnya jenazah Moore dan menemukan keterkaitan dengan seorang anggota dewan yang menggelapkan suplai ke area konservasi.
Karena akses data digital terbatas, ia mengandalkan arsip fisik dan hanya punya waktu 20 menit untuk mencari dan memotret dokumen.
Tanpa sepengetahuannya, tiga anggota Purifying Force sudah menyergap di dalam/sekitar ruang arsip. Issarius memimpin operasi.
Issarius melancarkan serangan tiba-tiba dari atas lemari arsip, berniat melumpuhkan Crowe. Crowe berhasil menghindar dengan berguling, meski tetap mendapat luka gores di perut.
Issarius menyatakan mereka adalah Purifying Force dan memerintahkan Crowe, yang dianggap “defector” (pembelot), untuk menyerah. Dua anggota lainnya menyerang dari sisi berbeda, namun Crowe menangkis serangan dengan belatinya.
Dalam dialog singkat, terlihat bahwa Issarius mengira Crowe adalah kaki tangan anggota dewan korup (karena Crowe ada di lokasi dan mengakses arsip yang sama). Crowe menyadari bahwa Purifying Force rupanya menyelidiki anggota dewan tersebut juga.
Menyadari dirinya disalahpahami dan tetap diburu, Crowe mengutuk anggota dewan yang ia selidiki, Yan Zhen, yang secara tidak langsung menyebabkan situasi berbahaya itu.
Yan Zhen di masa kini
Yan Zhen adalah anggota dewan World Government yang duduk di kursi roda, dengan kantor menghadap langsung ke luar angkasa dan kadang bisa melihat Bumi.
Setelah menyelesaikan pekerjaan hari itu dan menyuruh asistennya pergi, ia merenung di depan jendela, mengingat masa ketika ia masih bisa berlari di Bumi. Kenangan fisik itu muncul sebentar lalu lenyap, menimbulkan kesedihan.
Masa muda di universitas (26 tahun)
Setting berpindah ke masa lalu, di Kowloong Central University.
Setelah lari malam, Yan Zhen bicara dengan temannya, Claire. Ia mengatakan mungkin itu lari terakhirnya di lintasan kampus.
Claire mengungkapkan kecewa karena Yan Zhen menolak jalur akademik bergengsi (Kowloong Central, Science Council, tawaran dari Transatlantic United dan Arctic Route), hanya demi kerja korporat dengan gaji tinggi.
Yan Zhen menjawab bahwa ia butuh uang itu, terkait kondisi ibunya. Claire menyinggung kecelakaan masa lalu, dan Yan Zhen memotong pembicaraan, jelas itu luka lama.
Flashback: saat kecil, Yan Zhen ingin memasak untuk ibunya yang sakit, tapi terjadi kebakaran. Ibunya menyelamatkannya, menghirup asap beracun, dan sejak itu menderita fibrosis paru dan bergantung pada oksigen portabel.
Kembali ke lintasan, mereka membahas masa depan: Claire menerima tawaran Science Council, Yan Zhen bercanda mungkin akan menyusul.
Di tengah jalan, Yan Zhen menunjuk seekor burung pipit bersayap patah yang tergeletak menatap langit, dan berkomentar bahwa hidup itu rapuh—menunjukkan nuansa melankolis dalam kepribadiannya.
Awal karier dan diagnosis ALS
Setahun kemudian, Yan Zhen bekerja di Transatlantic Nova Technology. Rekan kerjanya mengajaknya makan dan minum, tapi ia menolak.
Tiba-tiba kaki kirinya melemas dan ia jatuh bersama pena di kantornya.
Di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya dengan ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Dengan pengobatan, pasien bisa hidup hingga sekitar 20 tahun rata-rata, dengan rekor 30 tahun. Yan Zhen menerima informasi itu dengan dingin.
Kematian ibu dan kesepian
Keluar dari rumah sakit, ia menerima telepon dari polisi Chuanyang: ibunya mengalami kecelakaan lalu lintas.
Di pemakaman, hujan dingin turun. Upacara sepi, hanya beberapa orang dan Claire.
Yan Zhen berkata hanya butuh satu tahun lagi untuk mengumpulkan uang operasi ibunya, dan sekarang semuanya terlambat.
Ia mengenang ibunya yang kuat, yang hanya menangis sekali—saat menyelamatkannya dari kebakaran.
Ia mengaku dulu sangat cengeng dan sering diejek "Crybaby Yan Zhen", tapi sekarang, di saat terberat, ia justru tidak bisa menangis sama sekali.
Pernikahan dengan Claire dan kedatangan Hassen
Setahun setelah pemakaman, Yan Zhen dan Claire menikah dalam upacara kecil tanpa pesta besar.
Tiga hari kemudian, seorang pria bernama Hassen datang.
Yan Zhen menebak dia militer atau politisi, menyatakan tidak tertarik pada tawaran apa pun.
Hassen membacakan rekam jejak akademis Yan Zhen (kuliah sangat muda, doktor Neurosains, master tambahan di Ilmu Komputer, menolak Science Council). Semua itu sebenarnya informasi publik.
Hassen lalu menyebut “Dark Rooms” milik World Government—fasilitas riset rahasia di luar yurisdiksi Science Council, di mana semua arah riset sepenuhnya dikendalikan pemerintah.
Hassen mengaku sebagai utusan Presiden World Government, Trillard.
Memasuki Third Dark Room dan proyek Connection
Yan Zhen dibawa ke Third Dark Room.
Berbeda dari gambaran megah Science Council yang pernah ia dengar (seperti “Academy of Athens” dengan pahatan ilmuwan besar), Third Dark Room berinterior baja dingin, dengan hanya lambang World Government dan sebuah kalimat kutipan Trillard.
Hassen menggambarkan Trillard sebagai orang yang “biasa, dalam arti terbaik”, dan menekankan bahwa ini dunia di mana siapa pun bisa berkontribusi—termasuk Yan Zhen.
Di ruangan pribadi, Yan Zhen bertanya mengapa mereka memilih dirinya, padahal di Science Council ada “anak ajaib” yang lulus doktor di usia 16.
Dalam hati, Yan Zhen mengakui ia percaya dirinya sama atau lebih hebat, dan bahwa sang “prodigy” hanya beruntung punya koneksi keluarga.
Hassen menyinggung makalah lama Yan Zhen: “Invasive Brain-Machine Extension Applications: A Hypothesis”.
Bab 1: perluasan kesadaran lewat BMI (brain-machine interface), mengendalikan perangkat langsung dengan pikiran.
Bab 2: transfer kesadaran ke jaringan.
Makalah itu dulu diejek sebagai fantasi, tidak pernah diarsipkan, tapi Hassen mengatakan bagian “transfer kesadaran” bisa diwujudkan.
Ia menawarkan Yan Zhen untuk memimpin Project Connection, proyek unggulan Third Dark Room untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan kesadaran terhubung dan diunggah ke jaringan.
Kegagalan awal Project Connection dan keterikatan Yan Zhen
Kembali ke masa kini, Yan Zhen menyentuh logam hangat di bawah rambut putihnya—implan otak.
Proyek awalnya berjalan lancar dalam bentuk teknis: kesadaran bisa terhubung ke jaringan, tapi dengan dampak fisik yang berat pada subjek.
Dari gelombang pertama relawan, hanya satu yang sempat “selamat”, tetapi ia meninggal setelah 26 jam di ICU.
Karena hasil buruk dan munculnya terobosan lain dalam digitalisasi kesadaran dari Construct Tech, World Government menghentikan Project Connection.
Yan Zhen tidak bisa meninggalkan Third Dark Room: di sana istrinya (Claire) meninggal, dan anak perempuannya lahir.
Di fasilitas itu juga ada ratusan relawan dari berbagai negara: penderita ALS, pasien vegetatif, atau kerusakan neurologis berat—tubuh mereka menjadi “penjara”.
Dalam keputusasaan, Yan Zhen ingin sekali menghasilkan sesuatu sebelum semuanya benar‑benar berakhir.
Eksperimen pada diri sendiri dan munculnya “suara” lain
Yan Zhen akhirnya mempertaruhkan hidupnya dengan menjadi subjek uji coba manusia untuk generasi kedua komputer-otak (brain-computer).
Di situlah ia pertama kali mendengar “bisikan dari kegelapan”.
Proses itu ternyata cacat, tetapi hasil setengah-gagalnya dimanfaatkan Yan Zhen untuk memanipulasi berbagai faksi dan mempertahankan hidup Third Dark Room.
Ia meminta bantuan ke banyak perusahaan/organisasi. Norman Mining Corp akhirnya memberi bantuan, tapi cara mereka memandangnya penuh kasihan dan merendahkan (diwakili pandangan Edward Norman dan Charles).
Dua bulan kemudian, pun, wabah Punishing Virus meledak dan menghancurkan dunia seperti sediakala.
Konflik identitas: Yan Zhen vs John Doe
Di masa kini, dalam pikirannya terdengar suara lain yang berkata, “Sekarang bagian serunya dimulai.”
Yan Zhen merasakan sinyal menyakitkan di seluruh neuron.
Suara itu mengklaim dirinya adalah Yan Zhen, menyebut Yan sebagai “Abel, saudaraku”, dan mempertanyakan siapa yang berhak menentukan “mana yang asli”.
Terungkap bahwa Yan Zhen memanggil suara itu “John” dan menyuruhnya kembali ke “Elysium”, namun suara itu bersikeras bahwa dialah Yan Zhen dan menyuruh “John Doe” menunduk pada tempatnya.
Di Distrik Residensial Babylonia, Nikola bangun dengan firasat buruk. Ia mengetahui Kolm Lebrant sengaja dikirim ke Babylonia dan merasa ada bahaya, lalu bergegas menuju lokasi Kolm.
Yan Zhen pergi ke kantor Hassen sambil mengingat masa lalu di “Ruang Gelap Ketiga” (Third Dark Room): ratusan relawan, Moineau di ruang steril, dan hari ketika Hassen mengumumkan bahwa Pemerintah Dunia menghentikan pendanaan. Yang paling membekas adalah penyesalan Hassen dan punggungnya yang menjauh.
Setelah bertahun‑tahun, Yan Zhen bergabung dengan Babylonia dan kembali berhadapan dengan Hassen secara profesional, tetapi Hassen tak pernah menyinggung lagi soal proyek itu. Di kantor, mereka berdiskusi tentang masa lalu, kesulitan politik di Parlemen, dan berbagai faksi (Kurono, loyalis Bumi, generasi luar angkasa, F.O.S., oportunis, dll.).
Yan Zhen menyiratkan bahwa kesalahan masa lalu tidak sepenuhnya di pundak Trillard atau Hassen saja, tetapi tetap menyimpan luka dan kekecewaan. Ia mempertanyakan apakah dunia rusak sekarang ini adalah “masa depan” yang Hassen pilih dengan membiarkan proyek yang ia perjuangkan dibatalkan.
Yan Zhen lalu mengeluarkan pistol dan menodongkannya ke Hassen. Ia menanyakan satu hal lagi: apakah lambang “Project Connection” dulu adalah sebuah pohon. Tanpa jawaban langsung, Yan Zhen mengeluarkan “ramalan”: Hassen akan menjadi “pendosa”, sedangkan ia akan menjadi “badut” yang menyemangatinya. Ia juga menantang ucapan lama Hassen bahwa siapa pun bisa menjadi Presiden World Government.
Di tempat lain, di Elysium, Moineau tampak bimbang, sementara Teddy mempertanyakan kenapa ingatannya terus dihapus dan apa yang sebenarnya direncanakan Moineau serta pihaknya terhadap Babylonia. Terdengar tembakan di tengah pecahan dan “seribu mawar” di langit.
Di Babylonia, Nikola menerima kabar bahwa Kolm Lebrant telah mati dan marah karena perintahnya untuk mengawasi Kolm tidak dipatuhi.
Di permukaan, “Aisling” menanyakan apa itu F.O.S. dan diberi jawaban bahwa itu adalah Babylonia, “tempat yang indah”. Namun “Aisling” lalu menyatakan keinginannya untuk menghancurkan F.O.S.
Narasi melompat ke masa lalu: musim panas 2155, Hassen dan Yan Zhen pernah berjabat tangan di bawah lambang World Government sebagai dua idealis yang ingin membangun dunia untuk semua orang.
Kembali ke masa kini: peluru dari pistol di tangan Yan Zhen ditembakkan. Narasi puitis menggambarkan peluru itu seolah “menembus” lintasan kenangan: lintasan lari universitas, pernikahannya dengan Claire, ruang steril Moineau, hingga akhirnya benar‑benar menembus tubuh Hassen.
Empat Construct menerobos masuk. Upaya pembunuhan lewat “boneka‑boneka” Yan Zhen sebelumnya gagal, mereka berhasil melacaknya, dan percobaan pembunuhan langsung ini juga runtuh secara operasional—namun bagi Yan Zhen, semuanya sudah tidak penting.
Yan Zhen menyatakan bahwa “panji munafik di langit” (simbol kekuasaan/pemerintahan) akan runtuh, meminta maaf namun menegaskan ia tidak menyesal. Ia berpamitan pada Hassen, lalu menembak jantungnya sendiri, mengakhiri hidupnya.
Diakhiri dengan pengulangan kalimat bahwa suara dari luar sudah tidak berarti, dan “kincir takdir” telah mulai berputar.
Transformasi Yan Zhen menjadi Ascendant John Doe
Di klinik psikolog Elysium yang gelap, John/Yan Zhen menggunakan cairan pewarna hitam sebagai media sugesti lalu memasukkan jarinya ke dalamnya.
Data dan kode menelan tubuhnya; ia membuang identitas “Yan Zhen” dan menyatakan diri sebagai Ascendant John Doe, “I am the green-eyed demon” dan “I am the Sixth Sin”.
Dengan kemampuan Ascension-Network, ia membuka portal data, muncul di atap, lalu memanggil Corrupted dalam jumlah besar di jalanan Elysium.
Ia berniat menjadikan Elysium batu loncatan menuju Gestalt dan akhirnya menenggelamkan dunia dalam “karnival kegelapan”.
Pertarungan Teddy, Moore, dan Moineau di Elysium
Teddy dan Moore bertarung melawan Moineau; pertempuran imbang karena Elysium adalah “wilayah” Moineau sehingga ia sangat diuntungkan.
Teddy mencoba mengorek motif Moineau: Moineau mengaku hanya peduli pada Elysium dan menghindari menjawab soal rencana terhadap Babylonia atau siapa rekannya.
Teddy, teringat percakapannya dengan Hassen, menyadari dirinya telah diperalat sejak awal.
Munculnya serangan Corrupted besar-besaran
Teriakan misterius dan cahaya merah darah muncul di kejauhan; Corrupted memadati kota, menghancurkan ketenangan buatan Elysium.
Terungkap bahwa masalah sebenarnya sejak awal adalah Punishing Virus dan Corrupted, bukan sekadar pemberontakan mesin.
Kedatangan Ascendant John Doe di medan perang
Sebuah lubang hitam data terbuka, dan sosok mekanis berapi sian muncul: Ascendant John Doe.
Ia menyapa Moore seolah sudah lama kenal, lalu mengubah tampilannya menjadi wujud John sang psikolog, memantik kemarahan Moore.
John Doe memanipulasi penglihatan mereka dengan “meng-hack feed visual”, membuat pergerakannya tampak seperti kecepatan ekstrem dan dengan mudah menyerang Moore dari belakang.
Hubungan John Doe, Moineau, dan rencana pembunuhan Hassen
John Doe menyatakan pada Moineau bahwa rencana pembunuhan Hassen gagal.
Teddy menyadari inilah konspirasi yang selama ini berjalan. Moineau panik dan menuntut jawaban soal ayahnya.
John Doe memanggil Moineau dengan nama “Yan Zhen” dan mengelabui Moineau dengan menampilkan wujud Yan Zhen di kursi roda yang minta tolong, sebelum kembali ke wujud Ascendant dan menyatakan “Yan Zhen sudah tidak ada, hanya John Doe yang ada”.
Demonstrasi kekuatan John Doe dan status Moore
Moineau menyerang habis-habisan dengan drone dan program virus, tetapi John Doe menetralkannya dengan mudah.
Ia mengungkap bahwa ia juga memiliki akses keamanan Elysium, lalu mengopi wujud Moineau dan menyebut dirinya “Pseudo-Unwinged”.
Dalam pertempuran singkat, Moore dengan cepat dipukul mundur. John Doe menyatakan bahwa Moore hanyalah “mayat berjalan” yang bisa eksis karena ciptaannya; di luar dunia ini, Moore hanyalah tubuh dingin tak bernyawa.
Serangan terhadap Babylonia dan penusukan Teddy
Teddy menahan serangan John Doe dengan tenang, tetapi John Doe membuka blokir informasi Babylonia.
Teddy mendengar peringatan sistem: fluktuasi orbit, konsentrasi Punishing tinggi, perintah evakuasi, dan propulsion engine utama Babylonia yang terkunci.
Di saat Teddy terpaku oleh informasi itu, John Doe muncul di belakangnya dan menembus dadanya dengan satu serangan langsung, sementara Moineau dan Moore berteriak memanggil Teddy.
John Doe menembus frame Teddy dengan serangan yang menginfeksinya dengan virus kompleks yang terus menyebar dan tak bisa ia sembuhkan dalam kondisi saat itu. Moineau dan Moore menahan John Doe sementara Teddy mencari cara lain untuk mengatasinya.
Teddy masuk ke gedung gelap dan menemukan inti (core) Elysium, sumber daya komputasi raksasa yang menopang seluruh metropolis virtual. Ia menghubungkan dirinya ke core untuk menulis ulang virus dan memperbaiki kerusakan framenya.
Saat tersambung, Teddy menyadari bahwa di dalam core bukan hanya ada daya komputasi, tetapi juga suatu “kehadiran” yang berbagi asal-usul M.I.N.D. dengannya. Kehadiran ini mulai “membentuk ulang” dirinya, menyeret kesadarannya ke dalam pengalaman-pengalaman konseptual dan paradoksal di luar ruang dan waktu biasa.
Ia diperlihatkan fondasi Elysium hingga “pembedahan” lengkap atas dirinya sendiri, lalu dijalankan melalui “jalan” kenangan: bertemu siluet orang-orang penting di hidupnya (Victoria, Leonardo, Dominik/keluarga Norman, Moineau, dll.). Mereka tidak menahannya; mereka menjadi penjaga bagi berbagai “Teddy” masa lalu dan membiarkannya melangkah ke depan.
Di ujung jalan, Teddy bertemu sosok berkaca dirinya sendiri: “Teddy” lain yang menyebut dirinya sebagai “kekosongan” atau identitas yang menunggu diisi. Sosok ini menjelaskan bahwa yang ditunjukkan adalah [foundation] dan [falsehood], dan bahwa Teddy harus menjadi [truth], menjadi sebuah [Sefirah].
“Teddy” menjelaskan bahwa memori dan pengalaman Teddy adalah fondasi, tetapi struktur masih belum lengkap—Teddy saat ini juga harus menjadi bagian dari fondasi itu. Dengan menjadikan “dirinya sekarang” sebagai batu penjuru terakhir, ia bisa membangun “Teddy” masa depan serta “menara”-nya sendiri.
Teddy dan “Teddy” menyatu; kesadaran mengalir ke “wadah” baru, melahirkan Teddy yang “baru”. Narasi menegaskan bahwa ini bukan sekadar kisah detektif, melainkan saga konspirasi dan balas dendam dalam dunia Elysium yang absurd dan “setengah jadi”.
Setelah transformasi dan integrasi identitas itu, Teddy kembali ke medan tempur dengan kekuatan komputasi dan fondasi mental baru. Ia kini berdiri di atas “landasan” yang menopang kota dan dirinya, dan bertekad menggunakan fondasi tersebut untuk mengamankan masa depan umat manusia.
Pertarungan berakhir dengan kemenangan Teddy; Ascendant John Doe terkejut karena Teddy menunjukkan kekuatan yang ia anggap mustahil, berkaitan dengan suatu [exception] yang pernah ia coba manfaatkan.
John Doe tersadar bahwa ia mungkin melewatkan sebuah “variabel” dan bahwa Teddy berhasil memanfaatkan sedikit kekuatan dari pengecualian itu, mirip dengan “miracle” yang diwakili oleh sosok lain (seorang perempuan yang disebut “she”).
John Doe mempertanyakan bagaimana Teddy bisa diakui oleh [it], sementara dirinya ditolak. Teddy menjawab bahwa ia memiliki sesuatu yang tidak pernah dimiliki John Doe—dan menegaskan bahwa kebohongan tidak dapat mengalahkan kebenaran.
John Doe menolak konsep “kebenaran” dan menyatakan bahwa baginya, kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, mempertanyakan mengapa orang lain selalu menjadi “yang istimewa” dan memiliki segalanya.
John Doe mengakui bahwa Teddy kini telah menjadi “solusi potensial,” sebuah probabilitas statistik, lalu meragukan apakah Teddy benar-benar “mencapai takhta” atau hanya tiruan meyakinkan.
Teddy menolak menjawab (“No comment”), dan John Doe mengejeknya sebagai munafik. Ia menyatakan bahwa sampai akhir, semua orang hanya menebak soal takdir, dan di masa depan Teddy mungkin akan terbukti sebagai kepalsuan yang ia benci.
John Doe lalu mundur dan menghilang, berjanji akan kembali dan menunggu hari ketika kebenaran terakhir terungkap.
Setelah kepergiannya, Moore merasa bisa bernapas lega, tetapi Teddy menegaskan bahwa masalah belum selesai: Babylonia masih jatuh dan belum berhenti.
Moineau, meski terluka parah, tetap berdiri diam di hadapan Teddy.
Hassen terluka kritis & intervensi Purifying Force
Issarius menyimpulkan Yan Zhen bunuh diri.
Hassen dalam kondisi kritis (ruptur limpa, syok hemoragik).
Issarius membatasi gerak tim medis dengan dalih situasi luar biasa dan keamanan, sempat menunda penanganan.
Setelah diperbolehkan, medic memutuskan Hassen harus segera dibawa ke kapal medis Star of Life.
Babylonia mulai jatuh & pesan Hassen
Guncangan hebat dan alarm menandakan Babylonia mulai jatuh menuju Bumi.
Hassen sempat sadar sebentar, memohon agar SKK dihubungi dan Teddy ditemukan, menegaskan bahwa “segala sesuatu bergantung padanya”, lalu pingsan lagi.
Nikola mengambil alih komando
Nikola menelepon, diberi laporan bahwa Hassen ditembak Yan Zhen.
Ia memerintahkan Issarius memprioritaskan perlindungan nyawa Hassen dan membawanya ke Star of Life; Nikola sendiri kembali ke Command Central.
Di perjalanan, Nikola berdiskusi dengan Asimov:
Sumber masuk Punishing belum diketahui, namun Gestalt adalah target utama.
Gestalt memutus daya sendiri untuk menahan kontaminasi; sistem tidak boleh dipaksa aktif lagi.
Babylonia sudah mulai jatuh, dan mesin harus dimatikan manual.
Karenina dikirim ke ruang rem darurat, namun progres tidak terlihat — diduga terhalang sesuatu.
Nikola akan mengerahkan seluruh Task Force dan Asimov berusaha mengisolasi virus untuk menyalakan Gestalt lagi, meski peluang sukses kecil.
Nikola memerintahkan Asimov melacak Teddy di permukaan dan memberi koordinat ke SKK, sekaligus memantau titik “gravitational capture” Babylonia untuk koordinasi evakuasi.
Seruan umum Nikola ke seluruh militer Babylonia
Setibanya di Command Central, Nikola menyiarkan pengumuman ke seluruh personel militer:
Babylonia akan mencapai titik tangkap gravitasi Bumi dalam 3 jam 27 menit.
Semua boleh menuju kapal evakuasi di tiap level, atau tetap di pos untuk membantu penyelamatan Babylonia.
Task Force akan mengoordinasikan perbaikan darurat; yang bertahan di pos akan diberi tugas.
Reaksi lapangan menunjukkan sebagian besar personel memilih tetap bekerja dan memperbaiki sistem, alih-alih mengungsi.
Tugas SKK & perintah terakhir Nikola
Dalam saluran privat, Nikola memberi tahu SKK tentang koordinat Teddy dan meyakini superkomputer kuantum itu kunci krisis, terutama jika Gestalt gagal dinyalakan kembali.
Nikola mengeluarkan satu perintah keras: jika situasi terburuk terjadi, SKK dilarang kembali ke Babylonia. Tujuannya menjaga “percikan peradaban” agar manusia tetap punya harapan.
SKK menerima perintah tersebut dan berangkat mencari Teddy.
Pertempuran di dekat ruang mesin & rem darurat
Lucia dan Lee berusaha menuju ruang kontrol mesin, tapi tertahan oleh banyak Corrupted; mereka kewalahan oleh jumlah, meski tiap musuh lemah secara individu.
Noctis, No. 21, Vera, Chrome, dan Wanshi datang membantu menghentikan arus Hetero-Creature/Corrupted.
Chrome memerintahkan Lucia dan Lee menerobos masuk mendukung Engineering Force di ruang rem, sementara pasukan lain menahan garis dan membantu evakuasi sipil.
Usaha Karenina menghentikan jatuhnya Babylonia
Karenina sudah mematikan satu mesin, tetapi dibanjiri Corrupted hingga tak bisa bergerak ke mesin lain. Musuh juga merusak komponen penting.
Lucia dan Lee berhasil mencapai ruang rem darurat tepat saat salah satu Corrupted hampir merusak peralatan; Lucia menghancurkannya.
Karenina menyuruh mereka memprioritaskan mematikan mesin lain di sisi kiri, karena lebih penting daripada menyelamatkan dirinya. Ia menegaskan Babylonia sudah dalam posisi “nose dive”.
Mereka bekerja paralel: Lucia dan Lee mematikan mesin tersisa, sementara Karenina menahan dan menghancurkan Corrupted yang masuk tanpa henti.
Hasil sementara & ancaman yang tersisa
Dengan kerja sama mereka, semua mesin utama berhasil dimatikan.
Jatuh bebas Babylonia berhenti dan memberikan “tali penyelamat” sementara, namun:
Bahaya utama belum terselesaikan.
Babylonia masih meluncur menuju Bumi karena inersia, ibarat “peluru” yang belum benar-benar dihentikan.
Karenina menjelaskan langkah berikutnya:
Mereka harus mengubah orientasi mesin (thruster) secara manual agar posisi Babylonia aman.
Setelah arah dikoreksi, barulah daya dapat dipulihkan dengan aman, demi keselamatan Babylonia dan Bumi.
Lee hendak mencari tambahan bantuan, tetapi diserang lagi oleh Hetero-Creature; serangan musuh terus berulang.
Karenina mengeluh karena serangan tampak tak ada habisnya, dan menegaskan mereka masih membutuhkan Teddy untuk menyalakan kembali mesin nanti, sesuai info dari Asimov.
Situasi Babylonia & krisis waktu
Operasi pembersihan di Babylonia berjalan lancar, tapi masalah utama adalah Babylonia akan jatuh ke bumi.
Perintah baru turun: lakukan evakuasi bertahap, lindungi warga sipil, lalu semua personel harus bersiap meninggalkan Babylonia. Artinya, Babylonia secara strategis dianggap “hilang”.
Asimov menyatakan tidak ada daya komputasi cukup di Babylonia untuk koreksi sikap penuh dan menghentikan jatuhnya Babylonia.
Harapan pada Teddy dan komputer kuantum
Karenina terus mencoba menghubungi Teddy.
Teddy akhirnya mengirim serangkaian angka diakhiri kata “core”, yang Asimov identifikasi sebagai “batas maksimum jendela stabilitas” yang cocok dengan perhitungannya.
Nikola memberi kompromi: evakuasi tetap berjalan, hanya kru minimum tinggal di ruang kontrol; jika sampai hitungan mundur berakhir Teddy belum memberi hasil, Babylonia akan sepenuhnya ditinggalkan.
Dilema Elysium vs dunia nyata
Teddy menghadapi Moineau di Elysium. Teddy ingin tahu kapasitas inti Elysium.
Moineau mengakui: daya komputasi inti Elysium cukup untuk menyelamatkan Babylonia, tetapi inti itu adalah fondasi Elysium. Jika dipakai untuk Babylonia, Elysium akan runtuh—praktis “hapus” dunia virtual bersama ribuan orang yang hidup di sana.
Moineau menegaskan bahwa Teddy harus memilih: menyelamatkan dunia nyata atau Elysium. Ia sendiri memilih mempertahankan Elysium dan siap menghalangi Teddy bila perlu.
Keputusan Teddy: menolak mengorbankan salah satu dunia
Teddy menyatakan “setiap nyawa penting” dan menolak mengorbankan salah satu dunia.
Ia meminta Asimov memberinya akses penuh sistem dan menyatakan akan mengintegrasikan superkomputer kuantum Elysium dengan semua data Babylonia, menjadikan dirinya node pemrosesan.
Karenina menyadari konsekuensinya: hal itu berarti Teddy mempertaruhkan nyawanya. Teddy tetap melakukannya karena tidak ada waktu untuk solusi lain.
Daya komputasi masih kurang & bantuan Moineau
Sistem Babylonia mulai terkoreksi; beberapa modul mesin online dan orientasi diatur ulang.
Asimov menemukan bahwa meski sudah memakai inti Elysium dan Teddy sebagai node, kecepatan pemrosesan masih terlalu lambat untuk menghentikan jatuhnya Babylonia sebelum melewati batas penangkapan gravitasi.
Teddy sudah di batas fisik dan mentalnya. Moineau, yang awalnya menolak, menawarkan untuk berbagi beban komputasi dan Teddy membuka akses baginya.
Moineau tersapu “banjir” data, merasakan beban yang sebelumnya ditanggung Teddy dan kesakitan ketika indeks deviasi M.I.N.D.-nya melonjak.
Nyaris runtuh & munculnya Mind Beacon
Teddy hampir kehilangan kesadaran; realitas baginya terfragmentasi, ia nyaris menyerah.
Dalam kegelapan itu, muncul Mind Beacon SKK — tangan metaforis yang merengkuhnya keluar, memberi kesadaran bahwa masalah utamanya adalah kurangnya daya komputasi.
SKK memberi usulan untuk memakai Mind Beacon nya sebagai jangkar untuk menghubungkan lebih banyak Construct.
Mobilisasi massal semua Construct
Dengan koordinasi Asimov, dikirim permintaan koneksi ke setiap Construct di Babylonia.
Unit-unit Task Force dan berbagai pasukan merespons: Gray Raven, Strike Hawk, Cerberus, Dark Aries, Egret, Engineering Force, Purifying Force, dan lain-lain.
Selain itu, berbagai pihak eksternal juga bergabung:
Watanabe dari Oasis
Sophia, Changyu, dan Scorpio dari Akdilek
Rosetta dan Diana dari Arctic Route Union
Semua ini menambah aliran daya komputasi besar-besaran ke sistem yang terpusat pada Teddy.
Kesimpulan tematik
Dengan dukungan kolektif tersebut, Teddy merasakan lautan kekuatan komputasi dari banyak individu yang bersatu.
Ia menyadari bahwa [foundation] peradaban bukan hanya teknologi, melainkan solidaritas.
Hassen & Asimov di Star of Life
Hassen sadar di ruang perawatan; lukanya sudah stabil.
Asimov menjelaskan: setelah Hassen pingsan, Punishing mengkorupsi Gestalt, membuat Babylonia jatuh menuju Bumi.
“Core” yang diamankan Teddy memberi daya komputasi untuk reboot Gestalt sehingga mesin Babylonia pulih, orbit dikembalikan ke ketinggian normal, tapi Gestalt sendiri belum sepenuhnya pulih.
F.O.S. memisahkan diri darurat dari Babylonia dan kontak terputus; penyebabnya belum pasti.
Hassen menyiratkan penyebab jatuhnya Babylonia terkait Phylotree.
Asimov menanyai soal Teddy: diduga sebuah Sefirah Frame seperti Liv, dan datanya mirip arsip lama.
Hassen mengakui Teddy memang Sefirah Frame, tapi berbeda dari Liv. Ia menahan detail tentang “Phylotree of Ousia”, hanya memberi petunjuk bahwa semuanya punya rencana cadangan (seolah mengakui ada dua skema yang saling melengkapi).
Teddy & Elean – Meninggalkan Elysium
Di pintu keluar Elysium, Teddy bertanya apakah Elean yakin ingin kembali ke Babylonia.
Elean mengatakan ia siap menerima konsekuensi dan penghakiman; itu pelajaran dari Moore.
Ia menegaskan sosok “Moore” di Elysium bukan Moore asli, dan bahwa Moore yang nyata sudah mati.
Ia memilih melepaskan ilusi itu, karena kalau mereka benar‑benar bertemu lagi suatu hari, ia tak ingin Moore kecewa melihat dirinya masih terikat masa lalu.
Soal “core” Dark Room:
Teddy mengatakan misi awalnya memang mengambil core itu.
Namun sekarang ia hanya menjadi “fondasi” Elysium, menyuplai daya komputasi kota itu.
Bagi orang lain core tersebut tak lagi punya arti khusus; tempat yang pantas baginya adalah di Elysium.
Mereka memutuskan pergi, seolah Elysium sendiri mengucapkan selamat tinggal.
Watanabe di Oasis (Permukaan Bumi)
Laporan: Babylonia sudah kembali ke orbit asal, dan 7295 rudal tak berpengarah tidak sempat diluncurkan.
Watanabe lega, namun menegaskan insiden ini pasti punya dalang/“musuh bersama” yang belum terlihat.
Jamilah & Akdilek
Jamilah merenungkan krisis jatuhnya Babylonia yang tanpa penyebab jelas, menyimpulkan ada kekuatan baru yang menarget Babylonia.
Ia melihat ini sebagai awal masalah yang lebih besar, tapi juga sebagai peluang; Akdilek terbiasa mengambil untung dari kekacauan dan tidak menghindari risiko.
Nikola menyambut SKK di Bumi
Nikola turun sendiri ke permukaan untuk menjemput SKK, sekaligus “nostalgia” dengan Bumi setelah bertahun‑tahun di orbit.
Ia merasakan kembali beda gravitasi alami Bumi dan menyadari kerinduan mendalam manusia terhadap “rumah” meski sudah lama terbuang atau bahkan belum pernah tinggal di sana.
Ia melihat sebuah tunas kecil yang tumbuh sendirian di tanah tandus.
Seorang prajurit mengomentari bahwa mungkin lain kali mereka datang, tunas itu sudah jadi pohon besar.
Nikola menanggapinya sebagai simbol bahwa hidup butuh harapan agar masa depan ada.
Saat transport yang membawa SKK mendarat, Nikola menatap tunas itu sekali lagi dan mengingat konsep Hassen:
Mereka yang sekarang berkuasa bukanlah “pohon besar” atau “buah” yang menentukan takdir umat manusia.
Mereka hanyalah “tanah” – pondasi tak terlihat yang menyuburkan pohon raksasa masa depan.
Tugas mereka adalah menjadi dasar bagi sebuah “pohon” yang kelak akan tumbuh, berbunga, dan berbuah untuk seluruh umat manusia.
Nikola menutup dengan bahwa sebuah babak baru bagi umat manusia akan dimulai.