sebelum membaca: sangat sangat disarankan untuk membaca nya langsung di dalam game karena chapter ini sangat emosional, kesan terbaiknya tidak akan bisa didapat jika hanya membaca di page ini. juga chapter ini memiliki lore yang dalam dan penting untuk cerita kedepannya yang mungkin tidak semua nya tertuangkan di page ini, jadi jika banyak kesalahan dalam penulisan dan penyampaian cerita mohon dimaklumi
Seorang gadis berambut abu-abu (Nanami) berada sendirian di semesta seperti ruang simulasi, mengutak-atik layar virtual untuk mengatur koordinat perjalanan ruang-waktu.
Ia berusaha menemukan koordinat yang bisa membawanya “pulang”, tetapi setiap set koordinat yang ia coba selalu salah. Ia mulai meragukan sistem navigasi frame barunya.
Saat ia menyentuh pusaran-pusaran ruang-waktu, muncul aliran cahaya yang memperlihatkan berbagai fragmen masa lalu: pertemuan di gurun, kegelapan asing, harapan di kosmos, tawa, “air mata” oli mesin, ratapan rekan, hingga pemandangan bulan dan api di malam hari—di sana ia kembali melihat SKK.
Meskipun simulasi berakhir karena modul memasuki cooldown dan koordinat yang benar belum ditemukan, Nanami bisa melihat sosok SKK dengan jelas di dalam M.I.N.D.-nya.
Ia sedih dan kebingungan karena “anchor point” yang seharusnya tetap malah seolah hilang, membuatnya tersesat di jagat luas.
Namun setelah melihat SKK dalam timeline simulasi, semangatnya bangkit lagi. Ia berpikir SKK mungkin sibuk dan memutuskan untuk terus berusaha sendiri menemukan jalan kembali.
Cerita berakhir dengan Nanami bertekad kuat: ia akan menemukan cara untuk kembali ke SKK. Dengan semangat baru, ia menghilang lagi ke dalam kosmos, sementara bintang-bintang kembali berkelap-kelip seperti bernapas.
Kondisi SKK & Kabar Lucia
SKK terbaring luka parah, dehidrasi, seluruh tubuh dibalut perban dan hampir tidak bisa bergerak atau bicara.
Vanessa datang, memberi air, lalu menyampaikan bahwa frame Lucia telah ditempatkan di pod tidur di pemukiman.
Emma dan Rosa berkali-kali mencoba memperbaiki Omega Core Lucia tetapi gagal.
Vanessa menyampaikan belasungkawa, menegaskan bahwa Lucia pada dasarnya dianggap telah “tiada”.
Serangan Red Tide & Tugas Vanessa
Emma melaporkan Red Tide bermutasi muncul di perimeter dan menjebak satu skuad; Vanessa segera berangkat membantu.
Mereka berhasil mengusir Red Tide, namun Vanessa, yang tidak menyukai pertempuran, merasa muak dan kelelahan.
Ia melampiaskan kekesalan tentang situasi suram: Hetero Tower, Punishing virus, Red Tide yang terus bermutasi, dan manusia yang terdesak di dekat ARU.
Mereka membahas kondisi SKK dan memutuskan untuk tidak mengganggu dulu, mengingat trauma dan hilangnya Lucia.
Serangan ke Gudang & Aksi Tak Terduga SKK
Seorang pengungsi (Barniga) melaporkan munculnya Hetero-Creature di gudang suplai terakhir mereka.
Saat Vanessa dan Emma kembali, mereka mendapati pemukiman kacau, namun gudang ternyata selamat.
Ternyata SKK, meski sekarat, keluar dari kamar sendirian dan memimpin tim patroli off-duty untuk mengalihkan Hetero-Creature dari gudang.
Vanessa terkejut, kembali ke kamar SKK, dan menemukan kamar kosong. Ia diberi tahu pekerja pemukiman bahwa SKK pergi ke pusat pemukiman, ke “Great Tombstone”.
Great Tombstone & Runtuhnya Kondisi Mental SKK
Great Tombstone adalah monumen batu besar yang jadi “kuburan massal” simbolik, dengan nama-nama para korban terukir di sana.
SKK berdiri di depan monumen, setengah beku dan hampir tidak sadar, diliputi memori pertempuran di Hetero Tower dan pengorbanan Lucia.
Ia menyentuh nama-nama di batu, merasakan semua kehilangan menumpuk, hingga napasnya tersengal dan mentalnya hampir kolaps.
Vanessa menyusul, mengguncang SKK, tapi mendapati tatapan kosong, pupil melebar, dan respon yang hampir nihil.
Vanessa marah: menuduh SKK seolah ingin mati membeku dan “ikut Lucia”. Kata-kata tentang Lucia memicu kejang emosi pada SKK.
Konfrontasi Emosional di Depan Monumen
Kilas balik memori Lucia muncul: pengorbanan Lucia, kata-katanya tentang harapan, masa depan, dan larangan agar komandan tidak menyalahkan diri sendiri.
Untuk menyadarkan SKK, Vanessa menghantam Great Tombstone dengan tinjunya hingga vital fluid nya menetes, menodai nama Bambinata.
SKK terpeleset turun, membentur batu, rasa sakit fisik memutus halusinasi.
Vanessa lalu bersikap dingin: ia berkata tidak bisa menghabiskan waktu untuk seseorang yang tidak mau bangkit, karena seluruh pemukiman bergantung padanya.
Emma datang, kebingungan; Vanessa “memutar” fakta, mengatakan SKK barusan memimpin patroli menyelamatkan gudang dan kini ia sedang “menilai kinerja” untuk memberi penghargaan, agar Emma tetap mengurus SKK tanpa menekan secara emosional.
Sebelum pergi, Vanessa mengatakan jika SKK tak bisa bangkit, maka “tetaplah duduk, hiduplah sebagai orang biasa”—dan ia menyiratkan bahwa mungkin itulah yang Lucia inginkan.
Keputusan SKK di Depan Nisan
Setelah Vanessa pergi, SKK kembali dihantam realitas: Lucia benar-benar mati, sinyalnya takkan menyentuh Mind Beacon lagi.
Ia teringat kata-kata Lucia tentang berakhirnya penderitaan dan harapan masa depan, serta janji agar SKK tidak menyerah.
SKK melihat masih ada ruang kosong di bagian bawah monumen, lalu terdorong untuk mengukir sebuah “epitaf” bagi Lucia dan Gray Raven.
Dengan tangan terluka dan berdarah, ia memahat di batu: menegaskan bahwa mereka pernah ada, pernah berjuang merebut Bumi, dan menyematkan identitas “Gray Raven” (opsi pemain: ukir lambang Gray Raven dan/atau nama Lucia).
Sambil hampir pingsan, ia menyelesaikan ukiran itu; darah di batu membentuk guratan yang mengingatkan pada “senyuman” yang pernah digambar di punggung tangannya.
Di ambang kehilangan kesadaran total, SKK mengulang janji pada Lucia: ia tidak akan menyalahkan diri sendiri dan tidak akan menyerah.
Krisis Baru: Kehilangan Buffer Zone & Rencana Operasi
Di command center, Vanessa menerima laporan bahwa zona penyangga (buffer zones) telah direbut Hetero-Creature; outpost jatuh, suplai lapangan banyak hilang.
Ia menilai peta taktis: jika ingin merebut kembali buffer zones, mereka harus memusatkan pasukan hingga nyaris tanpa cadangan; kalau menyerahkannya, posisi staging area sayap jadi terancam.
Vanessa memerintahkan penarikan recon dan patrol untuk konsolidasi, meski Emma keberatan karena kekurangan tenaga.
Di tengah analisis, pintu terbuka oleh angin, lalu tangan bersarung taktis memegang kusen: SKK muncul, hidup-hidup dan berdiri sendiri.
SKK meminta komando atas unit recon dan patrol untuk menembus Hetero-Creature di buffer zones, memanfaatkan fakta bahwa musuh baru saja menyerbu sehingga formasi mereka rapuh.
Vanessa awalnya meragukan, tapi mengizinkan SKK masuk dan menjelaskan.
Informasi Hetero Tower & Peran Luna
SKK secara singkat menjelaskan apa yang terjadi di Hetero Tower: fungsinya seperti “mesin waktu”, serta adanya sebuah Core yang berpotensi menjadi harapan baru bagi umat manusia.
Vanessa ragu tapi tidak menuduh bohong; Rosa tidak berada di pemukiman karena risikonya terlalu tinggi, sehingga mereka tak bisa segera memverifikasi.
Di peta, SKK melihat ada satu area penting tanpa pertahanan. Vanessa menjelaskan bahwa titik itu memang krusial, tetapi tidak bisa diisi pertahanan karena “sudah dijaga seseorang”.
Emma menyebut nama penjaga itu: Luna.
Dijelaskan bahwa Luna berdiam di sana sendirian, menolak koordinasi dan suplai, namun juga tidak menunjukkan permusuhan dan tidak mengusir manusia. Ia hanya “menjaga” suatu tempat.
SKK, yang tahu Luna adalah agent yang bisa terhubung dengan para Ascendant, menyimpulkan mungkin perlu bicara langsung dengannya.
Ancaman Red Tide Lagi & Persiapan Misi Baru
Barniga datang lagi melapor: tim patroli yang pulang dari barat laut tiba-tiba terjebak Red Tide bermutasi yang muncul tanpa terdeteksi.
Vanessa kesal tapi segera mengambil sikap: mereka harus segera pergi melihat siapa yang terperangkap kali ini.
Emma, yang melihat perubahan sikap dan keteguhan SKK, menyatakan komandan sudah cukup stabil untuk melanjutkan misi.
Vanessa menerima, dan mereka bersiap untuk bergerak.
Luna duduk di sudut hamparan salju, dikelilingi angin kencang dan Red Tide yang bermutasi bercampur dengan salju.
Ia merasakan kegelisahan Punishing virus di udara dan menyadari kemunculan “phantom of the Red Tide” yang berbicara padanya.
Phantom itu mencoba membujuk Luna agar masuk ke dalam Red Tide, dengan janji bisa mengembalikan segala yang diambil Ascension-Network, termasuk penglihatannya, serta menunjukkan “kebenaran” dunia.
Phantom menekankan bahwa Luna sudah melihat masa depan lewat Ascension-Network: ia tahu dirinya akan mati di situ, kekuatannya akan habis, dan meragukan bahwa manusia bisa menemukan solusi sebelum kekuatan Luna lenyap.
Luna menolak bujukan itu dengan dingin dan kesal, lalu menghancurkan ilusi phantom dan mengusir pengaruh Red Tide.
Narasi menegaskan bahwa, berdasarkan “masa depan” yang Luna lihat, sekalipun manusia menemukan jalan keluar, saat itu tiba dia sendiri sudah kehabisan kekuatan dan tak bisa berbuat apa-apa.
Di tengah salju yang menumpuk seperti debu, Luna meraba tanah dan menggambar sosok manusia secara kasar, berusaha mengingat bentuknya meski tidak yakin lagi akan keakuratannya.
Suara Red Tide yang bermutasi dan suara samar-samar terdengar dari bawah tebing. Luna menghela napas dan bangkit.
Meskipun ia tidak suka bertarung melawan Mutated Red Tides, ia menyadari bahwa ia tidak punya pilihan selain terus menghadapinya.
Di puncak gunung, setelah mutated Red Tide akhirnya surut, Luna tampak sangat kelelahan dan kembali duduk.
Emma mengawal patroli yang diselamatkan kembali ke permukiman, sementara Vanessa berjaga di kaki gunung.
SKK naik ke puncak dan melihat Luna. SKK ingin menanyakan keadaannya, tetapi bahkan pertanyaan sederhana itu sulit diucapkan, dengan kesadaran bahwa tidak ada yang selamat dari bencana ini.
Luna mengenalinya dan menundukkan kepala. Di bawah cahaya senja dan salju yang dingin, ekspresinya sulit dibaca.
Ia mengatakan bahwa ini adalah ilusi terbaik yang pernah ia lihat.
Kemudian Luna menatapnya dengan mata yang tampak tanpa kehidupan dan memintanya untuk tetap tinggal dan mendengarkannya, meski ia yakin SKK hanyalah ilusi.
Ia menegaskan bahwa sudah sangat, sangat lama waktu berlalu —awal dari curahan perasaannya yang akan ia sampaikan.
Kondisi pasca-misi Gray Raven & kekacauan Red Tide
SKK dan Lucia masuk ke Hetero Tower dan tidak pernah keluar; menara kembali bersinar merah.
Red Tide kehilangan administrator dan menjadi tak terkendali, menyapu daratan dan membuat para Hetero-Creature mengamuk, menembus beberapa conservation area.
Para petugas dan construct melaporkan banyaknya Hetero-Creature yang bermutasi dan menyerang secara brutal.
Luna, Ascension-Network, dan kehancuran masa depan
Luna mencoba mengendalikan Red Tide, tapi ditolak; muncul kesadaran lain di dalamnya—Chaos—yang lemah dan hanya bisa mengulang kata-kata terpotong, termasuk menyebut nama SKK.
Luna berkali-kali memakai Ascension-Network untuk mensimulasikan masa depan sampai hampir menguras kekuatannya. Dia berkali-kali melihat masa depan yang sama: dunia tertutup salju, Red Tide menelan daratan, dan kehancuran menyeluruh.
Dalam semua simulasi itu, dia menyaksikan:
Roland mati pada malam pertama saat salju mulai turun; ia sengaja tidak melarikan diri demi melindungi Luna dan mewujudkan visinya.
Lamia kembali menyelam ke laut untuk mencari kabar dari wilayah lain dan tidak pernah kembali; Red Tide yang kembali ke laut melahirkan makhluk laut raksasa yang bermutasi.
Alpha terus berupaya melepaskan diri dari belenggu Ascension-Network sampai akhirnya benar-benar tak bisa terhubung lagi. Ia pergi untuk menghancurkan sarang Hetero-Creature yang makin berbahaya dan tidak pernah kembali.
Pada akhirnya, hanya Luna yang tersisa sendirian di tebing, dunia diliputi Red Tide dan salju.
Harga penglihatan masa depan & peran SKK
Luna menjelaskan bahwa penggunaan Ascension-Network memakan “tumbal”: modul visualnya rusak, membuatnya buta.
Ia menegaskan bahwa ia bukan “pahlawan umat manusia”; dia hanya mampu menekan Punishing Virus di sekitar pemukiman manusia, sementara Red Tide terus bermutasi.
Luna mengakui bahwa upayanya mengubah masa depan gagal—ia mencoba menghindari semua jalur yang berujung pada kematian orang-orang terdekatnya, namun mereka tetap mati. Ia menyimpulkan takdir tidak bisa diubah.
Namun ada pengecualian: SKK. Dalam semua simulasi, ia selalu mati di dalam Hetero Tower dan tidak pernah muncul di masa depan mana pun.
Kenyataannya, SKK berhasil lolos dari Hetero Tower (meski Lucia “hilang”) dan membawa pulang core menara. Ini menjadikan SKK “singularity” — anomali yang tak pernah terprediksi ascnet.
Selain itu, ada satu sosok lain yang tak pernah muncul di semua simulasi Luna: gadis berambut abu-abu, Nanami, beserta para mechanoid terkait. Mereka juga diduga sebagai “variable” di luar jangkauan prediksi Ascension-Network.
Karena memaksa simulasi, Luna kini tidak lagi dapat “melihat” masa depan—informasi dari Ascension-Network merusak sistem visual dan kemampuannya untuk terus mensimulasikan.
Percakapan intim di tebing & keputusan untuk maju
SKK meminta maaf karena merasa “telat” dan menceritakan apa yang terjadi di Hetero Tower, termasuk hilangnya Lucia dan dibawanya core menara, walau tak ada kepastian apakah teknologi tersebut masih bisa dimanfaatkan tepat waktu.
Luna menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan SKK dan menyampaikan informasi terakhir yang bisa ia berikan. Ia menolak dikasihani, mengakui bahwa ini adalah jalan yang ia pilih sendiri.
SKK menyentuh mata dan tangan Luna dengan lembut; kali ini Luna tidak menolak.
Luna kemudian menyuruh SKK segera pergi karena indikator di baju pelindung sudah memerah; Punishing Virus akan segera menembus.
Ia berjanji akan bertahan selama mungkin, menahan Punishing dan Red Tide, untuk membeli waktu bagi SKK: “Ini adalah kesempatan terakhir kita. Kamu satu-satunya variabel. Aku akan menunggu sampai kamu kembali.”
Setelah SKK pergi, Luna yang buta tetap duduk di tebing, menyentuh lampu kecil yang hangat, menyadari dirinya masih bisa merasakan sesuatu meski telah berkali-kali “menyaksikan” kematian semua orang dalam pikirannya.
Diskusi dengan Vanessa & penemuan jejak baru
Di tempat lain, SKK melaporkan apa yang ia ketahui kepada Vanessa: tentang singularity, mechanoid, dan fakta bahwa masa depan tampak suram serta sulit dipahami.
SKK tampak ragu apakah ia mampu “melawan takdir”. Vanessa tidak mencoba menghibur; ia bahkan menyatakan bahwa jika SKK benar-benar mati di Hetero Tower, umat manusia di Bumi mungkin saja tetap bisa bertahan tanpa sosok pahlawan.
Ia menyiratkan bahwa keberhasilan rencana SKK adalah “bonus”, bukan sesuatu yang semua orang andalkan.
Saat berjalan di hutan bersalju, mereka menemukan jejak kaki baru di salju—masih segar, pemiliknya belum jauh.
Mereka bersembunyi dan mematikan lampu, lalu mengamati sosok yang muncul: bukan construct, bukan Corrupted, tapi sebuah mechanoid bermata lelah dengan rambut perak seperti rumput laut — Cervantes.
Cervantes tampak seperti sedang mencari sesuatu sebelum akhirnya pergi dengan tergesa, meninggalkan pertanyaan baru tentang apa yang ia lakukan di sana.
Mengikuti Cervantes & ancaman Red Tide
SKK dan Vanessa melihat Cervantes menyelinap ke gudang kosong dekat zona aman.
Vanessa mengkhawatirkan mutan Red Tide yang sering muncul di area itu dan potensi mechanoid terinfeksi.
Mereka mengikutinya; Red Tide Mutan lebih dulu memasuki gudang yang sama.
Saat Cervantes hampir terserang tentakel Red Tide ketika mengambil sebuah kotak, SKK menembak tentakel itu dan menyelamatkannya.
Konfrontasi awal & perjanjian non-agresi
Cervantes terkejut melihat SKK hidup-hidup, karena menurut simulasi Sage seharusnya SKK tidak kembali demikian.
Vanessa menjelaskan adanya non-aggression pact antara manusia yang tersisa dan Church of Machina; mechanoid seharusnya tidak memasuki permukiman manusia.
Cervantes menolak menjelaskan alasan kembalinya dan tidak menjawab pertanyaan tentang Nanami (Sage).
Karena Cervantes tampak waras dan tidak terkorup, SKK memilih tidak memaksa agar tidak menciptakan musuh baru di situasi dunia yang rapuh.
Kepastian identitas SKK & info tentang Sage
Di luar gudang, Cervantes memanggil mereka dan mempertanyakan apakah itu benar-benar SKK, karena simulasi Sage berbeda dengan kenyataan.
Vanessa menyatakan data biometrik SKK sudah diverifikasi Rosa dan cocok sempurna, tanpa manipulasi.
Akhirnya Cervantes mulai menjelaskan:
Sage meninggalkan Bumi bersama Church of Machina karena simulasi menunjukkan perang dengan manusia dan bencana lebih parah jika mereka tetap tinggal.
Sage mencoba mencari “penyelamatan umat manusia” lewat simulasi di luar Bumi.
Ia menghilang dalam turbulensi ruang-waktu; kontak dengan kapal luar angkasa dan Sage terputus.
Cervantes sendiri memilih tetap tinggal di Bumi karena ia “lahir dan tumbuh” di sana dan ingin menyaksikan akhir Bumi.
Alasan Cervantes melanggar pakta & kotak Church
Vanessa menuntut penjelasan soal pelanggaran pakta dan isi kotak berlogo Church of Machina yang dibawa Cervantes.
Mengingat ketidakpastian tentang kesetiaan siapa pun setelah 30 tahun, Cervantes ragu mengungkapkan semuanya di depan Vanessa.
SKK menegaskan syarat: pelanggaran pakta akan diabaikan asalkan Cervantes tidak memicu perang atau mengganggu keseimbangan yang tersisa.
Setelah itu, Cervantes luluh dan mengajak mereka ke tempat yang lebih privat untuk menjelaskan semuanya.
Aerospace City & kemunculan Rosa
Mereka pergi ke Aerospace City yang kini kosong dan dipakai Rosa sebagai lab setelah dimodifikasi pertahanannya.
Rosa muncul dengan frame baru yang diwariskan Asimov; ia mengkonfirmasi telah menganalisis data biologis SKK dan “tidak melewatkan apa pun”.
Cervantes memulai cerita lanjutan: Ia mengaku merupakan “Tower” yang ditinggalkan Sage di Bumi—simbol kehancuran sekaligus kesempatan.
Sage meninggalkan sebuah komunikator yang terhubung ke kapal luar angkasa; baru-baru ini semua kontak dengan Sage dan kapal hilang.
Rekaman Nanami & kunci gudang khusus
Cervantes memutar rekaman Nanami (Sage):
Nanami mengatakan jika rekaman ini diputar berarti dia menghadapi masalah.
Ia menyebut telah meninggalkan “harta karun misterius” di gudang Aerospace City.
Ia menekankan Cervantes harus menyerahkan “kunci gudang” itu pada SKK jika SKK kembali, karena sangat penting.
Ia memakai frame yang baru (belum pernah dilihat SKK) dalam rekaman.
Setelah rekaman berhenti, Cervantes mengakui kotak yang ia cari berisi kunci cadangan gudang yang Nanami tinggalkan. Hampir semua kunci lain ditelan Red Tide, tinggal satu yang tersisa.
Ia menyerahkan kunci itu, dan Rosa mengatakan ia tahu lokasi gudang yang dimaksud.
Isi gudang Sage & perangkat Full Sensory Simulation
Gudang khusus dibuka; listrik diaktifkan, lampu menyala.
Rosa menemukan banyak persediaan: pakaian musim dingin, filter virus, serum yang masih bisa dipakai, dan lain-lain.
Di bawah kain debu, mereka menemukan sebuah kursi berbentuk aneh — Full Sensory Simulation Device, yang pernah digunakan SKK sebelumnya.
Cervantes tidak tahu pasti untuk apa Sage menyiapkannya kali ini; instruksi terakhir Sage hanya: berikan kunci pada SKK.
Rosa menjelaskan:
Asimov meninggalkan dokumen terenkripsi berisi rekaman eksperimen pada SKK, termasuk detail penggunaan perangkat ini dengan daya komputasi Gestalt.
Sekarang Gestalt lenyap bersama Babylonia.
Dengan sumber daya saat ini, mereka tak mampu membuat AI dengan 1/10 kekuatan Gestalt, bahkan memakai semua perangkat di gudang.
Gagasan memakai Huaxu di Kowloong
Vanessa mengusulkan memakai Huaxu sebagai pengganti Gestalt.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua penduduk Kowloong ikut ke Babylonia; Huaxu seharusnya masih di Bumi.
Rosa mengakui jika Huaxu masih aktif, kekuatan komputasinya cukup untuk menghidupkan perangkat simulasi.
Namun, kondisi Kowloong tidak diketahui: sebelum SKK masuk Hetero Tower, Red Tide sudah lepas kendali, sehingga nasib Kowloong dan para penghuninya tidak pasti.
Meskipun berisiko, Vanessa memilih untuk percaya bahwa Kowloong cukup tangguh untuk bertahan.
Keputusan ekspedisi ke Kowloong
Vanessa memutuskan:
Discord dipanggil kembali untuk berjaga di permukiman.
Ia dan Emma akan berangkat bersama SKK ke Kowloong.
Frame mereka termasuk model baru dan mereka dapat meningkatkan resistansi Punishing Virus lewat koneksi M.I.N.D. dengan SKK.
Vanessa memastikan perlengkapan dan menekankan prioritas perbekalan pertempuran (termasuk serum) bagi tim ekspedisi.
Sebelum berangkat, ia “secara setengah bercanda” meminta SKK memberi perintah seperti tradisi pasukan dahulu.
SKK memerintahkan: “Mari berangkat, Vanessa, Emma.” Dalam hati, ia juga menyebut “Gray Raven,” menandakan tekad untuk suatu hari kembali bertemu rekan-rekan lamanya.
Awal insiden di Kowloong
Di masa lalu, Zhishi dan Pulao sedang patroli ketika menemukan banyak kerusakan aneh pada mechanoid.
Qu menerima puluhan laporan kerusakan, namun Huaxu tidak bisa menganalisis sumber pastinya.
Konsentrasi Punishing naik, tapi masih dalam batas yang dianggap terkendali. Qu mulai curiga ada sesuatu yang salah di tingkat sistemik.
Munculnya Red Tide dan keputusan Qu
Red Tide menerjang pinggiran Kowloong, menimbulkan banyak korban.
Tabula Akasha mengunggah “minds” para warga dan prajurit yang gugur. Jumlah korban jauh di atas perkiraan Qu.
Analisis Huaxu menunjukkan sekitar 45% malfungsi dipicu Punishing biasa, sisanya tidak teranalisis, menandakan mutasi di luar pemahaman manusia.
Qu memerintahkan pembukaan kompartemen bawah Tabula Akasha sebagai tempat evakuasi fisik, lalu memutuskan untuk memindahkan semua warga Kowloong yang tersisa ke dalam lapisan data Tabula Akasha.
Komunikasi dengan Babylonia & operasi “Departure”
Celica mengabarkan bahwa Babylonia tidak lagi dapat menahan Hetero Zone dan akan meninggalkan orbit Bumi.
Babylonia mengundang semua manusia dan Construct yang tersisa untuk ikut serta, dengan operasi evakuasi bernama “Departure”.
Beberapa ratus warga Kowloong dan pengungsi naik transport Babylonia, tetapi sebagian besar warga memilih tinggal di bumi bersama Kowloong, menolak hidup di luar angkasa.
Qu menyatakan bahwa “benih peradaban” sudah dikirim bersama Babylonia, sementara mereka yang bertahan akan diabadikan di Tabula Akasha. Ia memutuskan akan melindungi mereka sampai akhir.
Qu sebagai penjaga terakhir Tabula Akasha
Bertahun-tahun berlalu, Punishing Virus makin bermutasi dan umat manusia mundur ke utara.
Qu memaksa mengunggah Pulao yang menolak ke Tabula Akasha demi keselamatannya.
Huaxu mencatat bahwa sudah 1825 hari (kemudian 4775 hari) sejak Tabula Akasha disegel penuh.
Qu bertempur sendirian melawan Red Tide dan Hetero-Creature di tengah salju dan badai. Ia mengunci dirinya di luar Tabula Akasha, menjadikan dirinya perisai terakhir kota.
Suara-suara dari Red Tide mencoba menggoda dan meremehkannya, tapi Qu menegaskan ini adalah tugas kedaulatan: “Sang penguasa wajib menjaga gerbang negerinya.”
Ia terus bertarung meski tubuhnya rusak dan memori terganggu, sementara Tabula Akasha di belakangnya terus beroperasi damai, menyimpan warga dalam bentuk data.
Pertemuan kembali dengan SKK 30 tahun kemudian
Setelah sekitar 13 tahun lebih (4775 hari), radar Qu mendeteksi tiga sinyal kehidupan di tengah badai salju.
Tiga sosok itu adalah SKK, Vanessa, dan Emma yang datang mencari Kowloong dan Tabula Akasha.
Qu awalnya mengira mereka ilusi dari Red Tide dan menyerang, lalu terkejut melihat SKK yang menurut semua simulasi seharusnya tidak pernah keluar dari Hetero Tower.
Vanessa menjelaskan bahwa mereka benar-benar Construct (untuk dirinya dan Emma), sementara SKK menjelaskan bahwa Red Tide tidak bisa meniru wajahnya.
Qu mengakui bahwa dalam semua simulasi Huaxu, masa depan selalu menunjukkan SKK tidak pernah kembali. Kehadiranmnya adalah “singularitas” dan variabel yang tidak bisa diprediksi.
Penjelasan tentang nasib warga Kowloong
Di sela persiapan, SKK bertanya nasib manusia Kowloong.
Qu menjelaskan: hanya “benih peradaban” yang dikirim ke Babylonia, sedangkan warga lain “masih di sini”.
Kowloong menolak “melarikan diri dari planet ini”; mereka memilih tetap di bumi secara prinsip, sementara eksistensi mereka dilestarikan dalam Tabula Akasha.
Qu merefleksikan keterbatasan “takdir” dan simulasi: seberapa pun banyak variabel yang ia masukkan, kehadiran SKK sekarang tetap tidak pernah muncul dalam hasil prediksi.
Menggunakan Tabula Akasha untuk menghubungi Nanami
SKK menjelaskan misi: apa yang terjadi di Hetero Tower, pertemuan dengan mechanoid (cervantes), perangkat Full Sensory Simulation peninggalan Nanami, dan perlunya daya komputasi Huaxu untuk menghubungi “Nanami yang tak dikenal” yang terjebak dalam “kekacauan simulasi”.
Qu menanyakan kebutuhan daya dan memerintahkan Huaxu hanya memakai 40% untuk menjalankan Tabula Akasha, dan mengalokasikan sisa kapasitas untuk perangkat Full Sensory Simulation.
Emma, Rosa, dan Cervantes membawa dan menyiapkan perangkat, menyesuaikannya berdasarkan catatan Asimov. Rosa melaporkan perangkat siap, tetapi koneksi hanya bisa dibuka menggunakan Mind Beacon tertentu, jadi mereka tidak bisa menguji koneksinya secara langsung.
Persiapan SKK memasuki simulasi
SKK merasakan kecemasan besar: tidak yakin apakah bisa menjangkau Nanami atau menyelamatkan “singularitas, variabel, dan harapan” yang dibutuhkan dunia.
Vanessa menenangkannya, menolak gagasan bahwa SKK harus menjadi “mesias”, dan berkata bahwa umat manusia akan terus hidup bahkan jika mereka gagal. Ia menyemangati SKK untuk tetap maju, dengan nada bercanda tetapi tulus.
SKK memutuskan tetap melanjutkan dan memulai proses koneksi ke perangkat simulasi.
Kemunculan sosok misterius di akhir
Saat malam turun, muncul Construct berambut merah muda dalam jubah, bermain dengan dua dadu.
Ia menyebut nama SKK dan bertanya apakah SKK akan “membuat pilihan yang sama lagi” atau memberi jawaban berbeda, lalu menantikan apakah hasil kali ini akan berubah.
Sosok itupun berbalik lalu pergi.
Kesadaran SKK terseret ke memori Nanami
SKK berada dalam kondisi antara sadar dan tidak, kesadarannya seolah hancur lalu tersusun kembali.
Suara Huaxu terdengar sebentar lalu “error” dan terdiam.
SKK kemudian tersambung ke modul penyimpanan memori Nanami lewat Full Sensory Simulation Device, tapi hanya sebagai pengamat: SKK bisa melihat dan mendengar, namun tidak bisa berinteraksi atau didengar Nanami.
Situasi di Church of Machina dan Red Tide bermutasi
Nanami pulang ke Church of Machina bersama Power, namun markas tampak sepi; sebagian besar mechanoid sedang menjalankan misi darurat untuk menyelamatkan atau menghubungi rekan yang tersebar di seluruh dunia.
Arcana menjelaskan: cairan “Red Tide” di sekitar Hetero Tower telah bermutasi.
Dulu Red Tide hanya berbahaya jika kontak langsung.
Sekarang, setelah mutasi, Red Tide aktif “memakan” semi-awakened machine.
Sudah 1825 hari (5 tahun) sejak SKK dan Lucia masuk ke Hetero Tower; tak ada kabar sejak itu. Arcana menganggap mereka telah hilang.
Zavier menduga mutasi Red Tide terkait dengan Hetero Tower, tapi komposisinya belum dipahami.
Konflik internal: Wheel of Fortune dan faksi ekstremis mechanoid
Di sisi lain, beberapa mechanoid menyalahkan manusia atas kondisi dunia dan mutasi Red Tide.
Wheel of Fortune, yang sebelumnya membawa pergi Schulz dan “The Emperor”, mempropagandakan bahwa:
Era mesin telah tiba.
Bumi harus dimiliki penuh oleh mechanoid, manusia harus disingkirkan, dan mesin akan mengusir Punishing Virus serta menjadi spesies dominan baru.
Beberapa mechanoid mengingat ajaran Sage (Nanami) tentang koeksistensi dengan manusia, tetapi Wheel of Fortune mengklaim dirinya juga rasul kehendak mekanis Sage—hanya saja ia ingin “mempersembahkan seluruh dunia” untuk Sage, bukan sekadar Church of Machina.
Arcana menjelaskan kepada Nanami bahwa Wheel of Fortune telah berkhianat, membawa sekelompok mechanoid, namun mayoritas masih setia pada kehendak Sage.
Kebingungan Nanami sebagai Sage dan ancaman dari Schulz
Nanami kesulitan memutuskan bagaimana menangani Schulz dan Wheel of Fortune.
Menghancurkan kesadaran inti Schulz sudah merupakan langkah ekstrem, namun karena Schulz sejatinya adalah kode yang dapat digandakan, ia bisa saja bersembunyi di mana saja dalam aliran data.
Nanami sadar jika lebih banyak awakened machine dan memperoleh kehendak sendiri, Church of Machina tidak akan mampu mengontrol tindakan mereka.
Ia ragu apakah mereka benar-benar “salah” dari sudut pandang mereka sendiri, tapi ia yakin tak ingin masa depan kelam yang pernah ia lihat dalam simulasi Gestalt: dunia membeku, penuh perang antar-mechanoid, yang melahap seluruh permukaan bumi.
Keputusan evakuasi dan frame baru Nanami
Karena Red Tide bermutasi dan konflik ideologis meningkat, Nanami menyadari waktu semakin sempit—bagi manusia dan mechanoid.
Ia memutuskan:
Ia harus setidaknya memimpin kaumnya mengungsi dari bahaya yang mendekat.
Ini adalah tanggung jawabnya sebagai Sagemachina.
Nanami mengambil blueprint lama rancangan frame baru dan mencari hasil kerja Zavier.
Arcana mengonfirmasi: frame baru yang dikalibrasi ada di laboratorium.
Di inkubasi terdapat Construct dengan rupa “Nanami” baru. Arcana menganggap desainnya unik dan menyangka akan lebih “dewasa”, tetapi Nanami justru menolak menjadi sosok “big sister” yang matang.
Ia mengungkap keinginannya yang sederhana: tetap tinggal di Bumi dan hidup bersama SKK dan semua orang, namun ia sadar waktu hampir habis.
Ia juga mengakui:
Ia pernah mencoba mendekati Hetero Tower setelah SKK dan Lucia masuk, untuk memastikan menara itu tak mengancam kaumnya.
Menara sekarang tertutup rapat; upaya paksa masuk merusak parah frame-nya sekarang.
Frame baru awalnya dibuat untuk simulasi data yang lebih halus dan memecah penghalang itu, tetapi kini bahkan jika bisa menembus, kemungkinan menemukan SKK tetap kecil.
Red Tide menyerbu Gray Tower dan Nanami bertindak
The Star (mechanoid kecil) panik datang ke Arcana:
Ia membawa pesan dari Aya bahwa gelombang merah aneh (mutated Red Tide) menembus pertahanan Gray Tower dan pelindungnya gagal.
Gelombang merah sudah mencapai tempat persembunyian mereka di lapisan luar Gray Tower.
Arcana menyadari ini adalah serangan langsung Red Tide yang bermutasi; sementara Haicma, Trailblazer, dan Zero sedang di luar menyelamatkan rekan lain.
Nanami segera memutuskan untuk menggunakan frame baru tersebut, menghubungkan port-port dari inkubasi ke framenya dengan gerakan terlatih.
Ia memerintahkan The Star untuk pergi bersama teman-temannya dan Aya ke tempat persembunyian rahasia.
Meski Arcana menilai ini tergesa-gesa dan Zavier belum kembali, Nanami tetap percaya diri dan bertekad untuk maju.
Nanami mengaktifkan pod, berpamitan ceria dengan Power, lalu menyatakan ia akan bertarung sebagai “Nanami the Knight”.
Latar tempat: Reruntuhan di pinggiran Gray Tower, saat Red Tide bermutasi menyerang pertahanan luar menara.
Aya, robot medis, berlari tergesa-gesa menuju Church of Machina sambil menggendong satu mechanoid yang baru setengah sadar dan terus menangis.
The Star, yang baru saja mendapat perintah dari Nanami untuk kembali dan mengumpulkan teman-temannya, berusaha memandu Aya, tetapi tampak gugup dan kikuk.
Ia menggunakan modul visual yang ditingkatkan di kacamatanya untuk mencari jalan pintas, sambil meyakinkan diri bahwa Sage sedang dalam perjalanan untuk menyelamatkan mereka.
Namun, panduan optiknya ternyata keliru: mereka justru berhadapan dengan dinding besar, membuat The Star panik dan mengakui kesalahannya, sementara Aya hanya mengerang.
Sebuah ledakan besarterjadi, lalu Arcana memberi tahu Sage bahwa ada jalan di arah lain.
Nanami muncul dengan gaya dramatis, mengatakan bahwa begitulah caranya “masuk panggung”.
The Star memanggil Sage dengan lega, sementara Nanami menyatakan bahwa mereka kini tidak perlu khawatir karena ia sudah hadir.
Setelah serangan Red Tide, Nanami dan Haicma berhasil menyelamatkan sekelompok manusia yang sebelumnya tinggal di area konservasi, meski sebagian suplai hilang.
Trailblazer marah besar, menyalahkan manusia karena ia merasa jika mereka diabaikan, lebih banyak mechanoid bisa diselamatkan. Ia bahkan berteriak bahwa manusia “seharusnya mati” dan ingin melempar mereka ke Red Tide.
Seorang anak perempuan manusia menangis ketakutan. Seorang gadis berkerudung mencoba menenangkannya, lalu Nanami ikut menenangkan dengan cara bermain sulap kecil: ia menciptakan dua “bintang” cahaya—satu menjadi jepit rambut untuk si anak, satu lagi dibesarkan dan dipakai untuk “membentur” kepala Lazer sambil menegur bahwa mechanoid dan manusia harus akur.
Trailblazer tetap kesal dan mengeluh soal “orang aneh” di dalam Red Tide yang menyebabkan ia gagal menyelamatkan dua mechanoid lain, menantang sosok itu untuk bertarung.
Reaksi atas cerita “weirdo di Red Tide” menimbulkan kegaduhan di Gereja, situasi makin kacau dengan jeritan dan umpatan.
Haicma dan Arcana mulai meragukan keputusan Sage untuk menampung manusia di Gereja, karena sebelumnya gereja tidak pernah menerima manusia dan kini sering terjadi gesekan.
Disebut bahwa dalam waktu singkat sudah terjadi 15,5 insiden friksi antara manusia dan mechanoid (setengah insiden mengisyaratkan satu konflik kecil yang belum sepenuhnya pecah). Salah satunya terlihat ketika seorang mechanoid mengangkat manusia yang berteriak ketakutan, hampir memicu perkelahian sebelum Nanami turun tangan.
Nanami tetap optimistis, memakai hubungannya yang baik dengan SKK sebagai contoh bahwa manusia dan mechanoid bisa rukun. Meski Arcana cemas, Nanami memilih “membiarkan dulu” agar situasi berjalan dan kemudian pergi dengan riang menuju bengkel sihir Zavier.
Situasi awal di Church of Machina & ancaman Red Tide
Zavier memeriksa para mechanoid di bengkelnya, Nanami menghias frame barunya.
Cervantes kembali dan melaporkan bahwa Red Tide bermutasi, jauh lebih agresif dan melahap segala yang disentuh. Zavier mengonfirmasi kondisi serupa di selatan.
Haicma dan Arcana datang, memberitahu bahwa manusia pengungsi untuk sementara ditempatkan di sisi lain Church dan Red Tide hampir menguasai reruntuhan di luar. Tempat mereka sekarang tidak lagi aman.
Rencana memindahkan Church of Machina & membangun kapal luar angkasa
Nanami mengusulkan memindahkan seluruh Church of Machina ke lokasi dengan konsentrasi Punishing lebih rendah (sekitar ARU).
Mereka menggunakan starship bekas yang dulu jadi fondasi Church, dirombak menjadi benteng terbang. Zavier memimpin rekonstruksi struktur inti menjadi kapal yang mampu terbang.
Nanami, dengan bantuan Cervantes dan Haicma, merekonstruksi program Gray Tower dan sekaligus membersihkan “backdoor” yang ditinggalkan Schulz.
Latar belakang Church of Machina
Setelah perang panjang dan virus, para awakened machine berkumpul dan membentuk organisasi rahasia “Church of Machina” di Bumi, berdasarkan wahyu dari “Sage”.
Mereka percaya Sagemachina akan membawa mereka meninggalkan Bumi yang hancur, memperoleh kunci Punishing Virus, dan memasuki “pintu” yang dibukanya.
Church dibangun bertahap dari starship terbengkalai menjadi struktur besar yang kini sedang diubah menjadi kapal antariksa.
Konflik awal antara manusia dan mechanoid
Manusia pengungsi: sebagian memilih pergi ke area konservasi lain, sebagian tinggal dan membantu konstruksi. Banyak yang tersisa adalah lansia, anak-anak, dan yang terluka.
Arcana menilai kehadiran manusia berisiko karena sifat rakus dan perang yang tak berkesudahan, serta menganggap koeksistensi hanya sementara.
Nanami justru memikirkan cara membuat hidup manusia di kapal lebih nyaman dan mengabaikan pesimisme Arcana, meski Arcana terus mempertanyakan alasannya.
Insiden keseharian yang menegaskan gesekan kecil
Trailblazer kesal karena manusia memakai air untuk cuci pakaian dan membuat karat pada mechanoid; dia menganggap manusia merebut ruang hidup dan berbahaya (api unggun, air yang menetes).
Zavier mencoba menengahi dan minta seorang gadis manusia berkerudung mengantar material ke The Star.
Di dalam Church, Aya (Medic Bot) refleks melindungi The Star dari manusia, dan Star mengaku “alergi” pada manusia—lebih ke rasa takut/gugup.
Gadis manusia itu mengatakan ia dikirim untuk berbicara dengan pemimpin mechanoid soal ketegangan manusia–mechanoid.
Pertemuan Nanami dengan Berna (gadis manusia) dan permintaan maaf manusia
Gadis berkerudung dibawa Star ke Nanami, dan memperkenalkan diri kemudian sebagai Berna.
Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan manusia: air yang menetes membuat sendi mechanoid berkarat, beberapa manusia memperlakukan Aya tanpa hormat, dan banyak yang masih tidak paham apa itu mechanoid.
Ia menjelaskan:
Mereka melarikan diri dari area konservasi dekat Red Tide yang bermutasi.
Di kelompok mereka, orang dewasa sehat (able-bodied) pergi karena merasa tidak bisa hidup bersama mechanoid, meninggalkan lansia, anak-anak, dan yang terluka di Church of Machina.
Berna berterima kasih karena ditampung, menawarkan bantuan untuk segala pekerjaan yang diperlukan, dan berjanji manusia akan berusaha tidak terlalu merepotkan.
Ia juga menyampaikan hadiah dari Kacy (anak kecil yang pernah ditolong Nanami): sebuah batu kecil yang dipoles hingga berkilau, disebut “bintangnya” Kacy. Nanami menerimanya dengan senang.
Alasan prinsip Nanami membantu manusia
Setelah Berna pergi, Nanami menegaskan pada Arcana:
Ia “lahir dari cinta”, jadi wajar jika ia mengembalikan cinta itu kepada umat manusia.
Ia tidak peduli filsafat rumit; cara berpikirnya sederhana: bersikap baik pada mereka yang baik padanya.
Fakta bahwa manusia berperang dengan manusia dan mechanoid bisa berkonflik dengan mechanoid tak menjadi alasan untuk membasmi pihak yang berpotensi berbeda pendapat.
Ia menolak berhenti menolong manusia hanya karena kemungkinan perang di masa depan, dan menolak menyerah pada harapan sekarang hanya karena bencana mungkin datang.
Ia bertekad memimpin para mechanoid melewati bencana ini, tidak menyerah menyelamatkan SKK, dan tetap mencari singularitas baru.
Dilema Nanami soal meninggalkan Bumi dan “kemauan” baru di Red Tide
Nanami sebenarnya tidak ingin meninggalkan Bumi atau membangun kapal, tetapi kondisi memaksanya:
Red Tide bermutasi, hampir menenggelamkan wilayah sekitar Church.
Ia menyebut adanya “will” baru yang lahir dari Red Tide—seorang gadis merah—yang pertama kali ia lihat di dekat Hetero Tower. Ia menduga gadis itu mungkin kabur dari sana.
Saat Nanami mencoba melihat masa depan seputar SKK, ia tidak menemukan sosok “will” ini sama sekali, dan juga gagal melihat nasib SKK.
Visi masa depannya dipenuhi kemungkinan absurd yang saling bertumpuk, membuatnya merasa tak berdaya.
Starfarer (Nanami di frame lain) sudah berkali-kali memasuki menara aneh itu namun tidak menemukan SKK.
Saat ia kembali ke Church, Red Tide hampir menelan seluruh daratan di sekitar, sehingga ia memutuskan memodifikasi starship agar bisa mengevakuasi semua orang.
Nanami sedih dan bingung: ia tidak ingin pergi dari Bumi, tetapi tidak melihat pilihan lain. Haicma mencoba menghibur dan mempertanyakan apakah “will” Red Tide perlu dimusnahkan demi keselamatan mereka; Nanami belum menemukannya karena entitas itu menghilang dan muncul kembali mengikuti aliran Red Tide.
Perkembangan hubungan manusia–mechanoid selama rekonstruksi
Berangsur-angsur, kerja sama kecil mulai terjalin:
Trailblazer, meski masih kasar, memperingatkan manusia untuk menjauhi material korosif dan diterima dengan ucapan terima kasih.
Aya tak sengaja terinjak Trailblazer, dan Zavier terlalu sibuk untuk memperbaiki. Berna menawarkan bantuan, menunjukkan ia sudah belajar perawatan mekanik dan berhasil memperbaiki Aya.
The Star berterima kasih, dan Berna mempersilakan mereka meminta bantuan kapan saja.
Meski gesekan kecil tetap ada, arah hubungan secara umum membaik.
Kematangan Nanami & tekadnya
Haicma menyadari Nanami “terlihat lebih tinggi” —menandakan iterasi frame dan semacam “pertumbuhan” simbolis.
Nanami berusaha meyakinkan Haicma bahwa ia “tak terkalahkan”, akan melindungi manusia dan mechanoid, mengalahkan “naga” (ancaman), dan merebut kembali apa yang menjadi milik mereka.
Ia mengakui belum tahu apa yang harus dilakukan, tetapi menegaskan bahwa ia bukan anak kecil lagi dan yakin dapat menemukan jalan keluar.
Penyelesaian teknis & cliffhanger
Berkat modifikasi rahasia Jangka Panjang dari Zavier, proses menyalakan starship jauh lebih singkat dari perkiraan.
Nanami menuntaskan rekonstruksi sistem kendali inti Gray Tower dan menutup semua celah yang ditinggalkan Schulz.
Sementara konsentrasi Punishing di luar meningkat, Nanami merasakan ada sesuatu yang tidak wajar.
Di akhir, diperlihatkan seorang gadis berambut merah (diduga “will” baru Red Tide(Chaos)) yang perlahan membuka mata di kota yang sudah dikorupsi Red Tide.
Nanami dan Haicma melacak keberadaan seorang makhluk aneh yang lahir dari Red Tide yang bermutasi di dekat Hetero Tower. Makhluk ini telah melahap beberapa gudang suplai dan pernah terlihat oleh Trailblazer, namun tidak bisa diajak berkomunikasi.
Nanami dengan percaya diri menyatakan akan menangani situasi itu sendiri. Setelah menyesuaikan perlengkapannya, bintang-bintang kecil di perisainya mulai bersinar terang, menandakan ia siap bertarung.
Nanami yakin makhluk aneh tersebut mengetahui sesuatu tentang SKK (yang dipanggilnya dengan penuh rasa rindu dan tekad), dan berjanji akan menyelamatkannya. Ia digambarkan sebagai ksatria sejati yang menerjang bahaya tanpa ragu.
Di sisi lain, di sebuah kota terbengkalai yang dikuasai Red Tide, terlihat seorang gadis kecil—Chaos. Ia dibawa oleh riak putih dan gelombang merah, matanya kosong bak boneka tanpa jiwa, bergerak hanya berdasarkan insting untuk “melahap” dan “menyerap” lebih banyak sesuai bisikan Red Tide.
Chaos menyebut nama SKK meski ia sendiri tidak memahami arti nama itu atau apa yang diwakilinya.
Nanami mengejar dan menyudutkan seorang gadis pucat mirip boneka bernama Chaos, lalu menginterogasinya tentang Hetero Tower dan keadaan SKK.
Chaos tampak dikuasai banyak kesadaran yang saling bertentangan, bicaranya terputus-putus. Ia menyebut Punishing Virus, Hetero Tower, dan bahwa SKK sudah “meninggalkan” Hetero Tower—namun waktu di sana kacau, sehingga tidak jelas apakah kepergian itu terjadi besok, seratus tahun lagi, atau ribuan tahun di masa depan. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan tepatnya SKK akan muncul.
Ditanya soal Red Tide yang bermutasi, Chaos hanya mampu mengucapkan potongan kata: Punishing Virus, fusi, Hetero Tower yang kacau, daur ulang informasi dan peradaban, lalu menyimpulkan bahwa “sudah terlambat”. Ia menangis air mata merah dan menyuruh mereka pergi, sebelum tubuhnya melebur ke dalam gelombang merah-putih dan lenyap.
Nanami terdiam dan menyadari waktu terus berjalan menuju batas yang tidak disebutkan, lalu bergegas kembali ke kapal luar angkasa sambil terus mencoba menghubungi SKK melalui terminal, tetapi hanya mendapat sinyal terputus.
Ia kebingungan karena hanya tahu bahwa SKK telah meninggalkan Hetero Tower, tanpa tahu di mana atau kapan posisi SKK berada. Ia memikirkan kemungkinan bahwa SKK bisa saja berada di masa depan atau masa lalu yang sangat jauh, dan meragukan apakah ia bisa hidup cukup lama untuk bertemu lagi.
Menyadari bahwa dirinya adalah mechanoid dan secara teori bisa bertahan sangat lama jika terus dirawat, Nanami memutuskan “misi baru”: hidup sampai seribu tahun ke depan demi kemungkinan bertemu SKK.
Saat menyadari panggilan belum benar-benar terputus dan ia bisa meninggalkan pesan suara, Nanami menyampaikan pesan penuh tekad: ia tidak tahu kondisi atau waktu SKK, tapi menyuruh SKK tetap di tempatnya jika menerima pesan itu. Nanami berjanji akan berusaha hidup sampai masa depan yang sangat jauh, atau mencari cara untuk pergi ke masa lalu yang jauh. Selama SKK masih berada di alam semesta ini, Nanami bertekad akan menemukan SKK.
Kehilangan suplai dan rencana baru
Zavier putus asa karena gudang suplai Gereja dimakan Red Tide mutan: bahan bakar, material, dan terutama reaktor yang ia sembunyikan di reruntuhan luar demi keamanan.
Persediaan bahan bakar tersisa bahkan tidak cukup untuk mengitari Bumi sekali.
Cervantes mengusulkan mengikuti rencana awal: menuju Arctic Route Union, ke “Aerospace City”, yang punya lintasan percepatan magnetik “Bifrost” dan reaktor cold fusion, serta pernah meluncurkan Dawn-III dan mengembangkan Eden I (cikal bakal Babylonia).
Mereka sepakat menuju Aerospace City dengan harapan bisa meluncurkan kapal luar angkasa dari sana.
Kapal berangkat & beban masa depan Nanami
Kapal lepas landas dari bawah tanah, melayang rendah di atas reruntuhan kota.
Nanami duduk di dekat jendela, mengingat “masa depan” yang ia ketahui:
SKK masuk ke Hetero Tower dan tidak pernah kembali.
Red Tide menelan semuanya, lalu datang “ever-winter”.
Mechanoid yang tersisa di Bumi membawa bencana yang lebih besar, dan pada akhirnya versi masa depan Nanami mengasingkan diri ke luar angkasa sebagai AI pusat kapal demi menyelamatkan umat manusia.
Ia juga mengingat gadis misterius di Red Tide yang tak memberi jawaban soal nasib SKK.
Nanami mempertanyakan apakah benar tidak ada pilihan lain selain menekan “tombol takdir” itu, meninggalkan Bumi, dan memimpin eksodus mechanoid ke luar angkasa.
Perbedaan pandangan dengan Arcana & laporan Haicma
Haicma memergoki Nanami yang melamun. Nanami kesal pada Arcana karena selalu menyebut manusia musuh utama mechanoid dan memprediksi manusia akan menyerang mereka.
Haicma mengalihkan pembicaraan dan melaporkan kondisi:
Sepanjang rute ke utara, hampir semua area konservasi sudah dimakan Red Tide mutan.
Mereka bertemu kelompok manusia yang bermigrasi ke Arctic Joint Route; Babylonia, Forsaken, dan pasukan manusia Akdilek bekerja sama menyelamatkan orang-orang di darat.
Punishing Virus dalam Red Tide mutan sangat tinggi, manusia tak bisa masuk lagi ke area konservasi yang sudah terkorupsi.
Untuk riset, Haicma dan Spooner menyusup ke reruntuhan yang ditembus Red Tide dan menemukan:
Sekelompok half-awakened machine dan manusia yang bertahan di bawah tanah dengan filter dan serum seadanya.
Mereka menyelamatkan mereka dan menyembunyikannya di dek terbawah kapal, tanpa sepengetahuan Arcana, karena para manusia itu tidak agresif.
Insiden Corrupted di dalam kapal
Tiba-tiba terdengar benturan keras dari bagian bawah kapal. Ternyata ada Corrupted yang masuk ke area penyimpanan suplai.
Di sana ada Alison, Berna, The Star, dan Aya.
The Star berusaha memancing perhatian Corrupted agar menjauhi manusia, mengingat pesan Nanami untuk tidak menyakiti manusia.
Berna nekat maju untuk melindungi Star dan menembaki Corrupted dengan senjata usang, tapi senjata itu hampir tidak efektif.
Saat Corrupted berbalik menyerang mereka, Nanami muncul, menahan serangan dengan perisai, mengusir Corrupted mundur dengan pedangnya, lalu menjatuhkannya ke luar kapal melalui panel lantai.
Haicma menjelaskan:
Trailblazer yang mengumpulkan suplai, tapi karena peralatan pemindaian usang, Corrupted dengan infeksi rendah tak terdeteksi dan ikut terbawa masuk.
Kerusakan untungnya tidak besar.
Nanami mengecek sistem internal Gray Tower untuk memastikan tidak ada infeksi, lalu menyimpulkan kapal butuh lebih banyak dan senjata lebih besar.
Perubahan sikap mechanoid terhadap manusia
Seiring perjalanan, sikap mechanoid terhadap manusia di kapal melunak.
Bahkan Trailblazer, yang awalnya ingin mengusir manusia dari kapal, mulai menerima mereka.
The Star bercanda dan mengelak kalau sikapnya berubah karena manusia, tapi mengakui bahwa tidak semua manusia buruk, meskipun juga tidak semua baik. Ia mencuri pandang ke Berna yang sedang bekerja.
Trailblazer mendekati Berna untuk meminta bantuan modifikasi senjata. Berna menyesuaikan sudut pegangan berdasarkan “kenyamanan” lengan kiri mekanik Trailblazer. Trailblazer penasaran dengan konsep “nyaman”, menandai adanya proses saling memahami.
Keyakinan Nanami & perannya sebagai “pengubah kemungkinan”
Arcana bertanya apakah inilah yang ingin dilihat Nanami. Nanami menjawab ya—ini bukti bahwa manusia dan mechanoid bisa hidup rukun, berbeda dengan masa depan yang sebelumnya ia “lihat” (tidak ada manusia di kapal itu).
Nanami mencatat perbedaan tersebut sebagai “kemungkinan lain”. Ia yakin sedikit perubahan setiap hari bisa mengubah dunia.
Arcana mengutip doktrin Gereja: Sagemachina akan membawa mechanoid meninggalkan Bumi menuju bintang-bintang, dan mempertanyakan mengapa Nanami terobsesi pada perubahan.
Nanami menjawab:
Peradaban mekanik lahir dari peradaban manusia; infeksi Punishing pada mechanoid membuktikan keterkaitan mereka.
Lari ke luar angkasa tidak akan menghentikan Punishing; virus itu akan tetap menghantui mereka.
Ia sudah “melihat” akhir yang lain dan yakin itu bukan tujuan sejati mereka.
Arcana kemudian mempertanyakan kenapa Nanami menaruh harapan pada SKK yang “hanya” manusia biasa.
Nanami menegaskan SKK berbeda:
Terikat banyak “ikatan” dan berperan seperti jangkar atau suar yang menghubungkan ruang-waktu dan alam semesta.
Karena keberadaan SKK, mereka bisa melihat “kemungkinan” lain.
Ia menyatakan secara langsung bahwa SKK adalah manusia paling spesial baginya, dan ia menyukainya.
Dua Nanami & pilihan masa depan
Di masa depan, versi Nanami yang sudah menjadi AI pusat kapal berbicara pada Nanami sekarang: ia mengatakan bahwa Nanami masih punya pilihan untuk tidak menjadi dirinya (tidak mengulang nasib itu).
Nanami saat ini mengirim pesan video ke voicemail SKK:
Ia bertanya apa yang sedang SKK lakukan dan mengatakan bahwa hasil ramalan spesialnya memastikan SKK akan melihat pesan itu.
Ia menutup dengan janji: “SKK, tunggu Nanami!” dan tekad bahwa meski situasinya suram, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan umat manusia.
Zavier dan Spooner sedang dalam perjalanan ke utara di dalam sebuah kapal luar angkasa. Suhu makin dingin sampai kristal es menempel di kaca kapal.
Zavier mengeluhkan bahan bakar dan cairan antigel yang hampir habis. Antigel yang tersisa tidak cukup untuk melindungi semua mechanoid di kapal, sementara jumlah mechanoid penumpang terus bertambah.
Spooner menghitung jumlah penumpang; Zavier menjelaskan bahwa Sage (Nanami) tidak tega meninggalkan sesama mekanid yang masih punya peluang selamat.
Nanami masuk ke kapal lewat airlock sambil menyeret dua manusia tak sadar yang baru ia selamatkan, lalu meminta Spooner membersihkan dan menyuntik mereka dengan serum yang tersisa.
Zavier cemas soal jarak menuju Aerospace City yang disebut Cervantes, karena bahan bakar, antigel, dan perlengkapan dingin hampir habis; jika dibiarkan, sepertiga mekanid harus hibernasi.
Nanami menenangkan Zavier: Bernard dan rekan-rekannya telah memodifikasi beberapa prosesor cabang Gray Tower dengan casing pelindung, sehingga bisa berfungsi sebagai “pemanas darurat” bagi mekanid yang tak punya antigel. Manusia dan anak-anak di kapal juga menyukai “penghangat darurat” itu meski hembusan udaranya berbau aneh.
Zavier tampak terpikir soal “branch processors” dan mainframe saat mendengar penjelasan Nanami.
Di tengah obrolan, Nanami tiba-tiba melihat sesuatu di luar jendela kapal: Red Tide yang bermutasi sedang menerjang, menyeret reruntuhan dan tanah, dan semakin mendekat ke beberapa sosok di tempat yang lebih tinggi.
Meski Zavier menegur karena Nanami belum membersihkan rangka tubuhnya, Nanami mengabaikannya dan langsung bersiap pergi untuk menangani situasi itu, berkata bahwa urusan kebersihan bisa diurus setelah ia kembali.
Di dalam sebuah kapal luar angkasa, airlock terbuka dan beberapa Construct yang terluka parah masuk bersama Nanami. Salah satu Construct, Carson, tampak putus asa dan terluka berat. Nanami menyuruhnya segera mendapat perawatan, tetapi Carson merasa sudah terlambat.
Carson lalu menyadari Nanami juga seorang Construct dan pernah melihatnya di Babylonia. Dengan panik, ia memohon pada Nanami untuk menghubungi Babylonia. Ia ingin segera memperingatkan mereka bahwa Babylonia tidak boleh terus mengirim pasukan ke lokasi tersebut.
Carson mengungkapkan informasi penting: Hetero-Creatures sedang menekan konsentrasi Punishing mereka untuk menyamar sebagai manusia. Dengan cara ini, mereka menjebak dan memancing tim-tim penyelamat agar masuk lebih dalam ke dalam perangkap mereka.
Misi Carson dan jebakan Red Tide baru
Tim Carson memasuki area konservasi setelah mendeteksi sinyal kehidupan dengan ancaman rendah.
Di titik terdalam, mereka menemukan massa daging menyatu dengan kristal Red Tide, dengan hewan-hewan kecil di dalamnya yang terus menjerit.
Saat mereka hendak mundur, konsentrasi Punishing tiba-tiba melonjak—mengindikasikan jebakan.
Babylonia di ambang kehabisan tenaga
Di Babylonia, Celica menerima laporan dan menghubungi Nanami.
Dewan dan komando militer (Hassen, Nikola, Wells, para Councilor) mengevaluasi situasi:
10 tahun perang, lebih dari setengah kekuatan tempur hilang.
Misi saturasi di sekitar Hetero Tower: 35 skuad turun, hanya 4 kembali, membawa sedikit sampel Red Tide termutasi.
Analisis Asimov: substansi dalam Red Tide termutasi tidak cocok dengan zat apa pun yang diketahui di masa lalu, kini, atau proyeksi masa depan Bumi.
Banyak skuad elit mulai gugur:
Praying Mantis musnah total, kapten Owl satu-satunya yang tersisa.
Kamui hilang saat menyelidiki Red Tide termutasi; Camu menyusul dan juga tak kembali.
Wanshi hanya mampu menyisir perimeter tanpa menemukan cara menembus Red Tide.
Keputusan besar: Operasi “Departure”
Hassen dan pimpinan Babylonia menyimpulkan mereka tak bisa lagi menanggung kerugian.
CPF tak dapat lagi menyaring Punishing Virus; serum darurat sangat terbatas efektivitasnya; ilmuwan seperti Asimov kelelahan berat.
Babylonia memutuskan untuk:
Menarik semua personel dari area konservasi di Bumi.
Mengevakuasi sebanyak mungkin manusia dan Construct ke Babylonia.
Meninggalkan orbit Bumi dalam operasi bernama “Departure”, menuju luar angkasa tanpa jaminan tujuan pasti.
Hassen jatuh sakit/ koma karena kelelahan; Celica menjadi Acting President.
Negosiasi dengan Church of Machina (Nanami)
Celica memberi tahu Nanami bahwa Babylonia akan meninggalkan Bumi dan mengundang semua manusia/Construct yang masih hidup untuk ikut.
Nanami menolak ikut pergi karena masih punya “urusan sendiri”, namun menawarkan kerja sama:
Permintaan Church of Machina: blueprint dan data eksperimen kapal luar angkasa Babylonia.
Alasan: kapal mereka sendiri belum sepenuhnya selesai dan baru bisa bergerak di permukaan Bumi; mereka butuh data untuk memastikan stabilitas perjalanan antariksa.
Balasan yang ditawarkan:
Nanami dan pasukan Gear Army akan membantu misi Babylonia di Bumi, mencari penyintas manusia sambil juga mencari sesama mechanoid.
Mechanoid tidak terpengaruh parah oleh Red Tide seperti manusia selama tidak kontak langsung.
Celica berkonsultasi singkat, lalu menyetujui kesepakatan tersebut secara resmi.
Pelaksanaan kerja sama & kondisi di garis depan
Babylonia mengirim perwakilan ke kapal Church of Machina, menandatangani perjanjian, lalu menyerahkan blueprint dan data uji kapal.
Jalur transport antara Babylonia dan kapal Church of Machina mulai beroperasi, memindahkan penyintas dan material.
Di bengkel Zavier, Carson dan Gisly menunjukkan betapa parahnya krisis suku cadang Construct:
Banyak model tak lagi punya spare part resmi; mereka memodifikasi bagian yang “mirip”.
Kapten tim mereka, yang dulu bahkan mengikir sendiri bagian pengganti, telah gugur di Red Tide termutasi.
Kabar tentang Kowloong dan Forsaken/Oasis
Nanami menanyakan kabar Kowloong dan Watanabe.
Bridget menjelaskan:
Kowloong: sudah diberi tahu soal evakuasi, tetapi hanya sedikit yang mau pergi. Setelah satu transport berangkat, pemimpin Kowloong mengaktifkan kembali perisai Punishing; tidak ada info baru dari dalam.
Forsaken/Oasis: mereka mengalami banyak korban. Wakil Watanabe mengirim koordinat terakhir mereka; Bridget pergi mengevakuasi yang tersisa.
Evakuasi terakhir Oasis dan nasib Watanabe
Bridget memimpin operasi evakuasi di sebuah kamp yang tersisa:
Hanya sedikit orang yang tersisa dari ratusan yang seharusnya ada; dua kendaraan lain tersapu Red Tide termutasi.
Watanabe masuk ke Red Tide untuk menyelamatkan kendaraan yang hilang; keberadaannya tidak diketahui.
Bridget memaksa Transport One lepas landas duluan demi keselamatan, sementara ia menunggu di Transport Two.
Sebuah kendaraan yang berlumur lumpur Red Tide tiba dengan susah payah, dikendarai seorang remaja sekitar 15 tahun.
Remaja itu mengatakan Watanabe memaksa kendaraan mereka keluar dari Red Tide dan menyuruh mereka kabur.
Mereka membawa 28 orang: 10 luka-luka, 18 anak-anak.
Mereka adalah penduduk Oasis, bukan Forsaken; Watanabe ingin mereka diingat dan ditampung Babylonia sebagai “penyintas terakhir Oasis”.
Setelah semua naik, Bridget mengevakuasi mereka tepat sebelum Red Tide menelan kamp terakhir Oasis.
Penutup suasana & hubungan Babylonia–Church of Machina
Bridget cemas namun hanya bisa berharap Watanabe akan selamat keluar dari Red Tide.
Nanami jelas tertekan oleh semua kabar buruk, tetapi kerja sama tetap berjalan.
Emma melaporkan bahwa transport besar telah diizinkan beroperasi untuk memindahkan lebih banyak korban luka.
Bridget berterima kasih kepada Nanami dan mengatakan ia senang dapat bekerja sama, meskipun dalam kondisi seburuk ini.
Babylonia dan Church of Machina resmi memulai kolaborasi pertama mereka, dengan tujuan utama: menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa sebelum Babylonia meninggalkan Bumi.
Nanami menyerahkan misi penyelamatan pada Haicma
Nanami tidak ikut operasi penyelamatan utama.
Ia mengajari Haicma “100 Pedoman Perlindungan Manusia” dan memberi wewenang penuh padanya dan Spooner.
Ia berangkat sendiri untuk mencari fasilitas dengan daya komputasi besar agar bisa menghubungi Gestalt/Mecha Babushka sebelum Babylonia pergi terlalu jauh dari Bumi.
Kondisi Bumi dan kegagalan fasilitas
Red Tide yang bermutasi menyelimuti permukaan Bumi, suhu turun drastis, memicu semacam Zaman Es kecil.
Nanami mencoba mengaktifkan beberapa fasilitas komputasi besar, tapi semuanya sudah terinfeksi Red Tide dan tidak bisa dinyalakan.
Ia sudah gagal di empat lokasi; kota di depannya adalah kesempatan terakhir untuk terhubung ke Gestalt.
Pertemuan dengan Ishmael
Di pintu masuk kota reruntuhan, Nanami bertemu Construct berambut merah muda bernama Ishmael yang pernah ia lihat di Babylonia.
Ishmael mengaku masih di Bumi untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan Babylonia.
Ishmael tidak berniat menghalangi Nanami, hanya mempertanyakan apakah Nanami yakin dengan keputusannya, terutama soal “meninggalkan Bumi”.
Konflik batin Nanami
Nanami merasa dikejar waktu oleh “gravitasi” yang terus meningkat (semacam hitungan mundur yang ia sadari). Ia tidak tahu apa yang terjadi jika mencapai puncak, dan tak berani berjudi dengan itu.
Semua orang meminta solusi padanya sebagai Sagemachina, padahal ia sendiri belum yakin apa yang sebenarnya “perlu diperbaiki”, hanya tahu situasi bencana (Babylonia pergi, Red Tide, Hetero Zone, dll).
Ia terjepit antara:
Tanggung jawab memimpin masa depan para mechanoid ke luar angkasa.
Cinta dan kepeduliannya terhadap manusia dan terutama SKK, sehingga ia tak tega meninggalkan manusia begitu saja.
Ia mengakui bahwa bila hanya dirinya sendiri, ia rela tinggal di Bumi dan mati demi membantu manusia, tapi ia tidak bisa mengorbankan masa depan bangsanya (mechanoid) demi itu.
Diskusi tentang masa depan, “jalur benar”, dan Gestalt
Nanami meragukan apakah dunia sekarang masih menuju masa depan yang pernah ia lihat di simulasi.
Ia mempertanyakan: apakah benar ada satu “universum yang benar”? Apakah ia pernah memilih “jalur yang tepat”, mengingat ia berkali-kali mencoba mensimulasikan waktu namun selalu gagal mengubah akhir?
Ishmael menegaskan bahwa tak ada yang bisa memastikan mana masa depan yang “benar”; esok tetap akan datang, matahari tetap terbit.
Karena itu, Nanami memutuskan mendatangi Mecha Babushka lagi untuk mencari jawaban tambahan, meski Ishmael mengingatkannya bahwa mungkin Gestalt pun tak dapat memberi jawaban.
Peran SKK sebagai pusat waktu
Nanami mengakui bahwa dalam setiap perubahan aliran waktu yang ia lihat, hanya SKK yang selalu menjadi titik tetap.
SKK adalah “anchor point” dunia ini—awal sekaligus akhir.
Ia yakin SKK akan menciptakan keajaiban, keluar dari Hetero Tower, dan berusaha mengembalikan semuanya ke “jalur yang benar”.
Nanami mengatakan jika ia salah mengambil keputusan, ia akan mengandalkan SKK, dan sebaliknya ia akan menolong SKK bila dibutuhkan—itulah dasar kepercayaan mereka.
Pandangan Ishmael dan ‘variabel’
Ishmael menggunakan dadu (6 sisi dan 20 sisi) sebagai simbol ketidakpastian masa depan.
Ia menyebut bahwa mungkin ini bukan jalan buntu; “The World” mungkin sedang tertidur dan akan bangun, dan akan ada suatu singularitas yang mengubah segalanya.
Ishmael menyiratkan bahwa “variabel” yang diharap Nanami mungkin sudah memperhatikan keinginannya—seolah sedang berbicara pada pihak ketiga (secara meta, pada pembaca/SKK), lalu mengelaknya saat Nanami bertanya.
Tekad akhir Nanami dan tujuan berikutnya
Nanami menegaskan lagi: ia lahir dari cinta manusia, maka ia akan mengembalikan cinta itu untuk menyelamatkan mereka, apa pun biayanya.
Rencananya:
Pertama, mengunjungi Mecha Babushka (Gestalt).
Lalu membawa semua orang ke Aerospace City untuk melanjutkan pembangunan kapal luar angkasa.
Ia bertekad tetap di Bumi jika situasi memburuk, dan berharap bisa bertemu kembali dengan SKK untuk memutuskan bersama.
Ishmael menilai apa yang dilakukan mereka semua masih jauh dari cukup; mencari solusi ibarat mencari jarum dalam jerami, dan belum jelas apakah “jarum” itu ada.
Di ujung kota reruntuhan, Nanami akhirnya menemukan fasilitas riset dengan daya komputasi besar yang ia cari. Saat ia menoleh, Ishmael sudah menghilang.
Nanami pun bersiap maju ke fasilitas itu dengan semangat baru.
Nanami kembali ke Gestalt
Setelah menghidupkan kembali fasilitas, Nanami berbicara dengan Gestalt
Ia datang membawa data dan variabel baru, berharap bisa menjalankan simulasi baru untuk mencari jalan keluar bagi manusia dan mechanoid.
Keterbatasan Gestalt & probabilitas kelangsungan hidup manusia
Gestalt menjelaskan bahwa sumber dayanya sedang difokuskan ke Project Departure Babylonia, sehingga tak bisa melakukan simulasi real-time besar lagi.
Menurut perhitungannya, hanya awakened machines yang menjadi jawaban atas Punishing.
Peluang manusia bertahan hidup sangat kecil (disebut angka 0,031% lalu naik jadi 0,072%), namun tetap dipandang Gestalt sebagai hampir nihil.
Serangkaian simulasi kiamat
Nanami memaksa Gestalt menjalankan beberapa simulasi dengan berbagai skenario:
Mechanoid bertahan di Bumi, manusia pergi (Project Departure biasa) → pada akhirnya Red Tide bermutasi, muncul Ever-Winter, dan Bumi sepenuhnya ditelan Red Tide; manusia punah.
Mechanoid pergi ke luar angkasa, manusia tinggal di Bumi → hasil akhir sama: Red Tide dan Ever-Winter memusnahkan peradaban manusia.
Manusia dan mechanoid pergi bersama → data simulasi tertutup sensor (“■■■”), tapi kesimpulannya sama: Punishing pada akhirnya menyusul umat manusia di luar angkasa; tak ada jalan selamat yang jelas.
Memasukkan variabel Ascendants → Ascendants akhirnya dikonsumsi Red Tide, lalu kembali ke skenario Ever-Winter dan kehancuran Bumi.
Nanami mencoba berbagai kombinasi variabel berkali-kali; semua berujung pada: Bumi tertelan Red Tide sekitar 14.6 ribu hari kemudian, dengan variasi kecil di detail dan waktunya.
Variabel “SKK keluar dari Hetero Tower”
Nanami mencoba menambahkan variabel: SKK meninggalkan Hetero Tower.
Gestalt menyatakan hipotesis itu tidak valid karena dalam 262,537,412,640,768,743 dunia simulasi miliknya, tidak ada satu pun yang dimulai dari kondisi tersebut; ia tidak bisa menghitung kapan SKK keluar.
Ini berarti ada sesuatu di luar jangkauan perhitungan Gestalt.
Nanami mengingat ucapan Chaos bahwa SKK sudah meninggalkan Hetero Tower, dan menyimpulkan ada “variabel” di luar batas kalkulasi Gestalt.
Harapan kecil dan “benang takdir”
Nanami mengingat kata-kata Ishmael soal “variabel” yang mungkin sudah memperhatikan keinginannya, serta “seutas benang” yang memimpin ke takdir namun tak diketahui ujungnya.
Ia mengaitkan ini dengan peningkatan kecil peluang kelangsungan hidup manusia dari 0,031% ke 0,072%.
Digambarkan seperti “benang laba-laba transparan” di laut: sangat rapuh, mudah hilang dari pandangan, tetapi mungkin bisa digenggam.
Gestalt menegaskan bahwa tak peduli berapa banyak simulasi dijalankan, peradaban manusia selalu berakhir dalam Ever-Winter.
Namun, Nanami menafsirkan: bukan berarti kemungkinan selamat tidak ada, melainkan kemungkinan itu berada di luar kapasitas perhitungan Gestalt.
Perbedaan pandang: manusia & mechanoid
Gestalt tetap memegang “solusi optimal”: Nanami memimpin awakened machine sebagai penyelamat peradaban Bumi (melalui kelangsungan mechanoid).
Nanami menolak gagasan itu sebagai satu-satunya jawaban.
Ia menekankan bahwa manusia dan mechanoid sama-sama lahir dari Bumi dan seharusnya bersatu, bukan menggantikan satu sama lain.
Ia juga meragukan bahwa mechanoid pasti aman dari Punishing bila hanya kabur ke luar angkasa, karena akar mereka tetap dari umat manusia yang terinfeksi.
Gestalt menghentikan bantuan & memberi keputusan pada Nanami
Gestalt mengakui tingkat “kebangkitan” Nanami melebihi batas parameter komputasinya.
Ia menyarankan bahwa mungkin di masa depan, saat Nanami memiliki kekuatan komputasi lebih besar, ia sendiri bisa mensimulasikan dunia dengan kemungkinan yang ia bayangkan.
Karena sumber daya terbatas dan fokus ke Project Departure, Gestalt memutuskan koneksi, menyerahkan keputusan akhir kepada Nanami.
Keputusan pribadi Nanami dan warisan untuk SKK
Nanami justru melihat putusnya koneksi sebagai tanda masih adanya harapan di luar simulasi.
Ia merenungkan informasi dari Chaos, Ishmael, dan Gestalt, lalu menyimpulkan: SKK pasti keluar dari Hetero Tower, hanya saja waktu pastinya tak diketahui.
Suara samar yang terdengar seperti SKK sempat memanggilnya, tapi tak terdeteksi sistem; Nanami menganggapnya halusinasi.
Menyadari ia kemungkinan akan “dibuang” ke luar angkasa bersama peradaban mechanoid, ia berencana meninggalkan sesuatu di Bumi untuk SKK:
Makanan manusia, serum, peralatan, suku cadang, dan semacam “bagian dari dirinya sendiri”.
Nanami sebagai “Sage” dan benang terakhir
Ia menerima bahwa, mengikuti panduan Gestalt, ia akan menjadi “Nanami masa depan”: Sage peradaban mechanoid, inti starship, semacam Gestalt baru bagi kaum mechanoid untuk membimbing kebangkitan mereka.
Namun ia memohon satu “keegoisan kecil”:
Meskipun akan menjadi Satu-satunya Sage bagi ras mechanoid, ia ingin meninggalkan “Nanami” di Bumi untuk manusia dan SKK.
Cerita berakhir dengan Nanami di persimpangan: di ambang masa depan terprogram yang memaksanya ke luar angkasa, ia masih berusaha menggenggam “benang laba-laba” harapan bagi Bumi, umat manusia, dan SKK.
Evakuasi Terakhir & Keputusan Tinggal di Bumi
Church of Machina bekerja sama dengan Babylonia mengevakuasi banyak manusia dan construct, tapi transport Babylonia terus diserang Hetero-Creatures bersayap.
Setelah evakuasi terakhir, Babylonia meninggalkan orbit Bumi.
Vanessa, yang kini jadi construct, menolak pergi. Ia memilih tetap di Bumi, bukan karena cinta, benci, atau iman, tapi murni keinginannya sendiri.
Ia berencana mencari dan mengumpulkan para penyintas di luar garis pertahanan terakhir bersama sisa Scarab.
Cervantes juga memilih tinggal di Bumi untuk menyelesaikan tesisnya, menolak gagasan mengembara di ruang angkasa mencari “tempat aman yang tak diketahui”.
Misi Rahasia & Harapan pada SKK
Nanami tidak memaksa mereka pergi; ia hanya berpesan agar mereka tetap selamat.
Kepada Cervantes, Nanami menitipkan sesuatu untuk SKK jika suatu hari mereka bertemu, mengaitkannya dengan saat “menara” muncul kembali dan perubahan yang harus terjadi.
Nanami menjelaskan bahwa Gereja harus meninggalkan Bumi untuk mencegah perang dengan manusia dan bencana lanjutan.
Meski simulasi Gestalt/Mecha Babushka, dan Ishmael menyatakan SKK mustahil selamat dari Hetero Tower, Nanami tidak percaya hasil simulasi itu.
Ia yakin pada “potensi manusia” yang tak bisa sepenuhnya dihitung, dan tetap percaya SKK masih mungkin hidup.
Di tengah percakapan ini, Nanami mendengar suara SKK memanggilnya, tapi hanya dia yang bisa mendengarnya dan menganggap itu gangguan di modul penerimanya.
Peluncuran Starship “Delorean-Discovery”
Dengan bantuan Hanying dan Aerospace City, Gereja mendapat bahan dan energi untuk mengaktifkan Bifrost dan meluncurkan kapal luar angkasa ke ruang angkasa dalam.
Kapal itu dinamai oleh Nanami: “Delorean-Discovery”.
Starship meninggalkan orbit Bumi. Seorang gadis yang dijuluki “The Star” menatap Bumi dan bertanya apakah mereka tak akan pernah bisa kembali.
Nanami menjawab mungkin suatu hari nanti mereka bisa pulang, sambil mengakui bahwa Bumi masih belum sepenuhnya ditelan Red Tide dan masih penuh kehidupan.
Ia menerima “takdir” harus pergi, tetapi tetap berniat melawan dan berharap pada kemungkinan kembali.
Nanami Menyatu dengan Kapal & Konflik dengan Arcana
Seiring waktu, Nanami menyatu dengan inti sistem kapal dan menjadi Gestalt nya starship.
Arcana memperingatkan Nanami bahwa membelah kesadaran untuk operasi perhitungan variabel (seperti simulasi waktu yang dalam) terlalu berbahaya: jika proses terganggu, kognitifnya bisa rusak dan ia bisa sulit menemukan “anchor point” untuk kembali.
Nanami mengatakan semua sudah ia persiapkan, dan Haicma sudah mendukungnya.
Arcana khawatir, bukan untuk kapal, tetapi untuk keselamatan Nanami sendiri.
Nanami menegaskan bahwa Discovery kini tidak lagi “membutuhkan Sagemachina” seperti dulu; manusia dan mechanoid di kapal telah membentuk struktur sosial stabil dan berpotensi tumbuh jadi peradaban baru.
Teori Nanami tentang Punishing & Pelarian dari Bumi
Nanami mengungkapkan kekhawatiran: Punishing Virus “memanen informasi”—informasi peradaban.
Saat ia terhubung dengan Gray Tower, ia “melihat” lebih banyak dan menyimpulkan bahwa mechanoid, sebagai produk peradaban manusia, juga tak bisa selamanya lari dari Red Tide.
Ia mulai mempertanyakan apakah melarikan diri dari Bumi benar-benar pilihan yang tepat.
Dalam integrasinya dengan Gestalt, ia menyaksikan kilasan sejarah:
Cradle yang lahir dari Red Tide dan manusia yang merangkak di hutan.
Telur-telur baru yang menetas di kedalaman laut dan “matahari mengerikan” di balik dinding hitam.
Arus informasi itu hampir merusak memorinya, tapi ia juga melihat “jejak-jejak halus” yang tersisa.
Keputusan Nanami: “Keegoisan” untuk Menolong Manusia & SKK
Nanami menyimpulkan bahwa bila ia tidak bertindak, tidak ada yang akan menyelamatkan manusia yang begitu menarik baginya.
Ia menyebut upayanya sebagai “momen kecil keegoisan”:
Bahkan jika ia gagal, kapal akan terus mencari rumah baru.
Tetapi kali ini ia menolak hanya diam menyaksikan SKK berjuang sendirian.
Lagi-lagi ia mendengar suara SKK memanggil namanya berkali-kali, namun hanya ia yang bisa merasakannya.
Eksperimen: Menyelam ke “Sungai Waktu”
Nanami menyatakan pada Arcana bahwa keputusannya final dan bukan sekadar minta pendapat.
Ia memulai simulasi ruang-waktu dalam di saat damai yang kira-kira setara “fajar” menurut waktu Bumi.
Kesadarannya memasuki “sungai waktu” di ruang angkasa:
Ia mengambang di tengah semesta gelap diterangi cahaya bintang yang jarang.
Ia mencoba menyentuh batas dimensi yang mustahil, meraba-raba “pusaran” dan pecahan waktu.
Tujuan Nanami: mengirim pesan ke SKK di masa lalu untuk memperingatkan agar jangan memasuki Hetero Tower, dengan harapan mengubah jalannya peristiwa.
Tersesat di Arus Waktu
Dalam upaya berulang kali “melompat” melalui celah-celah waktu, Nanami:
Terus gagal menemukan “anchor point” yang membawanya pulang.
Semakin tersesat di antara pecahan-pecahan bintang dan vortex waktu.
Mengalami pengikisan kesadaran akibat regresi waktu berulang dan perhitungan yang berlebihan.
Setiap percobaan berakhir dengan lautan serpihan bintang tak berujung, tanpa rute kembali yang jelas.
Ia mulai kelelahan dan putus asa, mempertanyakan apa yang harus ia lakukan dan apakah ada lagi jalan yang tersisa.
Penutup: Kerinduan dan Ketidakpastian
Nanami terjebak dalam kebuntuan yang mirip dengan saat ia di Bumi: tak ada lagi pilihan baru yang jelas.
Di tengah arus waktu dan ruang yang tak berujung, ia dengan lirih memanggil:
“SKK… akankah aku bisa bertemu denganmu lagi…?”
Cerita berakhir dengan sekali lagi teriakan SKK memanggil Nanami.
Cerita berlangsung di dalam semacam ruang/time domain yang dipisahkan oleh penghalang transparan tebal. SKK berusaha menerobos penghalang itu dengan tinju, yang perlahan menimbulkan retakan.
Dari sisi lain penghalang, Nanami berbicara sendiri. Ia merasa sudah “ditinggalkan” sangat lama sampai mengira SKK melupakannya, tetapi tetap meyakinkan diri bahwa hubungan mereka baik dan SKK tidak akan marah padanya.
Nanami mengungkapkan keinginannya untuk tetap hidup di Bumi bersama SKK dan semua orang, sekaligus tekadnya: memimpin para mechanoid melewati bencana, menyelamatkan SKK, dan mencari singularitas baru. Ia sadar sesuatu telah terjadi pada SKK, tetapi tidak tahu bagaimana menolongnya.
Sambil SKK terus memukul penghalang, retakan kian melebar setiap kali Nanami memanggil dan menyemangati SKK. Seruan “Nanami” dan “SKK” saling bersahutan.
Akhirnya penghalang pecah sepenuhnya, dan SKK menembusnya. Nanami, yang sudah “terlupakan di sungai waktu”, dengan susah payah membuka mata dan menyambut tangan SKK. Ia sempat ragu ini mungkin ilusi lagi, tetapi kali ini pertemuan tersebut nyata.
Nanami memeluk SKK dengan penuh emosi, memanggil namanya berulang kali, dan tetap ceria seperti dulu meskipun sekitar tiga puluh tahun telah berlalu. Ia mengeluhkan bahwa rencana kejutan untuk memperlihatkan frame barunya secara rahasia pada SKK jadi berantakan karena sudah ketahuan.
Setelah mereka saling bertukar cerita singkat, SKK menanyakan bagaimana Nanami bisa terjebak di tempat ini. Nanami menjelaskan: dulu ia bisa kembali ke realitas dengan bantuan Mecha Babushka sebagai media dan “anchor point”. Kini, sebagai bentuk baru Gestalt dengan daya komputasi cukup besar, ia justru kehilangan anchor point yang mengikatnya ke garis waktu asal.
Nanami menilai situasi itu “tidak terlalu buruk” karena kini ia bersama SKK, tetapi kemudian menyadari problemnya: kesadaran mekanis seperti dirinya dapat meluruh seiring waktu, sedangkan kesadaran manusiawi SKK juga tidak bisa dibiarkan terjebak selamanya. Ia sudah menjelajahi banyak “pecahan waktu” namun belum menemukan solusi.
SKK menawarkan diri menjadi anchor point bagi Nanami. Setelah berpikir singkat, Nanami sangat antusias dan menilai hal itu berpotensi berhasil. Ia menyebut M.I.N.D. SKK yang kuat dan ikatan (bonds) yang dimiliki bisa menjadi singularitas yang mereka cari.
Terinspirasi, Nanami menampilkan layar besar dan memperlihatkan alat simulasi yang ia buat, yang dinamainya “The Big Eater” karena proses simulasi menghabiskan banyak daya komputasi. Ia menjelaskan bahwa ia akan mengatur parameter sehingga SKK, dalam kondisi saat ini, menjadi titik awal simulasi.
Simulasi akan berfokus pada satu variabel kunci: “SKK berhasil keluar dari Hetero Tower.” Berbagai kemungkinan garis waktu akan ditenun dari variabel ini dan singularitas yang mereka cari, dengan tujuan menjangkau “batas kenaikan dimensi” (boundary of dimensional ascension).
Di akhir, Nanami menyelesaikan pengaturan, mengkonfirmasi preset dan logika simulasi, lalu mengajak SKK: “Mari pergi!” Sementara itu, narasi mempertanyakan apakah semua yang terjadi ini “hanya” simulasi atau benar-benar nyata, menegaskan bahwa tak seorang pun tahu dunia seperti apa yang kini memerangkap dan menghubungkan nasib mereka.
Sniper-PK43 (platform penembak jitu otomatis) baru saja reboot di area bersalju.
Begitu aktif, ia melihat seorang gadis berambut abu-abu berbaju zirah (Nanami) yang menyapunya dan membersihkan salju dari tubuhnya.
Nanami memanggilnya “Snipey”, sementara Sniper-PK43 menegaskan bahwa ia adalah unit otomatis dengan nama model Sniper-PK43, bukan “Snipey”. Namun, dialog yang terjadi terasa anehnya familiar bagi Sniper, meski ia tidak menemukan data tentang Nanami di database nya.
Saat hendak melanjutkan percakapan, sensor Sniper mendeteksi sinyal kehidupan lain: seorang manusia, yang ternyata adalah SKK.
Sniper terkejut karena sudah lama tidak melihat manusia, lalu mempertanyakan identitasnya. SKK dapat menjawab sebagai Gray Raven Commandant atau sebagai teman Nanami.
Istilah “Gray Raven Commandant” terdengar familiar bagi Sniper, tetapi ia tidak memiliki data karena sudah lama offline. Ia juga tidak mengenali Nanami saat disebut sebagai temannya.
Nanami kesal karena Sniper tidak mengingatnya, tetapi segera memaafkannya dan mengajaknya bersiap pergi bersama SKK.
Tanpa sadar, Sniper mengaktifkan unit pemanas di bawah alasnya, seolah ini adalah kebiasaan lama.
Nanami kemudian dengan antusias mengajak SKK dan Snipey pergi, menandai awal perjalanan mereka bertiga di bawah langit musim dingin, sementara burung-burung perak beterbangan membawa nuansa harapan.
Menuju “House of Love” di Dunia Bersalju
SKK, Nanami, dan Sniper berjalan di hutan bersalju dan tiba di sebuah bangunan berkubah putih.
Mereka membahas bahwa “Big Eater” kini memakai lebih sedikit daya karena garis-garis waktu mulai berkumpul, sehingga data turunan berkurang.
SKK menyentuh seekor tupai yang terasa sangat nyata, menimbulkan keraguan apakah ini benar‑benar dunia simulasi. Nanami sendiri tidak yakin; ia hanya tahu bahwa semua simulasi ini awalnya ia buat untuk mencari cara menyelamatkan SKK dan umat manusia, tetapi segalanya menjadi rumit setelah ia terseret pusaran waktu.
Petunjuk Tentang “Masa Depan” dan Heteromer/Hetero Tower
Terdapat kilas balik/fragmen dialog tentang kapal antariksa Delorean‑Discovery, Heteromer Shard, “Key” untuk mengaktifkan “invitation”, dan pesan yang ditinggalkan Sage.
Pertemuan dengan Robot di House of Love
Mereka bertemu robot bernama Snowball di “House of Love”, sebuah kompleks hangat yang dirancang untuk manusia. Snowball sangat antusias karena SKK adalah manusia pertama yang datang.
Snowball tidak tahu kemana perginya manusia; mereka mulai menghilang ketika salju turun dan udara menjadi sangat dingin.
Di aula, ada mesin besar yang memberi kehangatan dan coretan tulisan “House of Love” di dinding. Snowball menyebut tulisan itu dibuat oleh seorang pengunjung yang ingin manusia merasakan ketulusan perasaan para mechanoid. Ia lupa siapa pengunjung itu.
Dari reaksi Nanami dan senyum diamnya, tersirat bahwa “pengunjung” itu sebenarnya adalah Nanami di masa lalu (atau di garis waktu lain (chapter 18)).
Belum sempat mencicipi “kue spesial”, Nanami panik karena mereka sudah dekat dengan Aeronautical Research Lab dan menyeret SKK pergi, mengatakan waktu mereka hampir habis.
Percakapan di Tanah Bersalju dan Latar “Frailty”
Dalam perjalanan, SKK terjatuh di salju; salju telah berhenti turun dan langit terlihat biru jernih.
SKK menyadari banyak luka baru di rangka Nanami. Nanami menjelaskan bahwa luka itu berasal dari perjalanannya melintasi berbagai dunia; yang terluka hanyalah kesadarannya, bukan fisik frame-nya, dan ia hampir tidak merasa sakit.
Nanami mengakui ia sangat senang karena kali ini tidak bepergian sendirian, dan ia berharap bisa terus berkelana bersama SKK, walau tahu itu tidak mungkin karena akan membahayakan kesadaran SKK.
Ia kemudian menjelaskan “premis” lini masa ini:
Eksperimen Empyrea frame dengan Liv gagal, tetapi umat manusia terus memaksa maju dan menghabiskan terlalu banyak energi.
“Grandma Earth” marah, terjadi bencana besar bernama “The Frailty”, lalu datanglah musim dingin abadi.
Ia menegaskan bahwa meski ini tampak seperti salah satu “lapisan” di dalam Hetero Tower (seperti yang pernah disebut Vonnegut), realitas utama tidak berakhir di sini, dan perjalanan mereka masih berlanjut.
Mengambil Alih Takdir Diri Sendiri
Mereka melihat sosok Nanami masa lalu di depan sebuah bangunan.
Nanami sekarang menghampiri dan memegang tangan Nanami masa lalu, berkata bahwa ia dan SKK akan melanjutkan dari sini.
Lini masa “mengalir” itu seolah-olah diputus dan diambil alih, membuka sebuah dimensi baru saat arus waktu yang berbeda mulai menyatu.
Rangkaian “IF—” (Kemungkinan Akhir Dunia)
Narasi beralih ke semacam “panggung” yang menampilkan berbagai kemungkinan masa depan (“IF—”), yang merupakan dunia‑dunia yang pernah/sedang/akan terjadi:
IF 1: Hetero-Forest tak terhentikan dan menelan seluruh Bumi. Gray Raven lenyap dalam Red Tide, Nanami gagal menyelamatkan SKK dan akhirnya meninggalkan Bumi bersama Church of Machina.
IF 2: Setelah menembus data wall, Babylonia diserang kekuatan tak dikenal, jatuh ke Bumi, dan Cradle bergabung dengan makhluk tak dikenal yang melahap hampir seluruh permukaan Bumi. Umat manusia terusir hingga akhirnya Punishing Virus memusnahkan semua ruang hidup.
IF 3: Babylonia berangkat ke luar angkasa setelah SKK masuk ke Hetero Tower. Setelah waktu yang sangat lama, Church of Machina menemukan Babylonia melayang sendirian di ruang angkasa. Walau mengirim banyak pesan tanpa jawaban, ketika Nanami masuk, Babylonia telah menjadi kapal hantu tanpa kehidupan.
IF lainnya:
Menara Hetero memancarkan cahaya merah yang akhirnya menelan dunia, memaksa Nanami membawa mechanoid ke luar angkasa tanpa arah tujuan jelas.
Lautan merah menutupi Bumi, memusnahkan semua pejuang. Nanami terpaksa meninggalkan Tata Surya karena Bumi tak lagi layak huni.
Disebutkan angka 262537412640768743 dunia, mendekati “keutuhan” tetapi tak pernah mencapai keadaan final; semua ini adalah hal yang sudah dilalui Nanami, meski masih belum mencakup seluruh pengalamannya.
Status “Simulasi” dan Kebenaran yang Lebih Dalam
SKK menyimpulkan bahwa semua ini lebih dari sekadar simulasi.
Nanami menyuruh SKK diam dan melihat “panggung”. Ia mengatakan masih ada waktu untuk memperbaiki segalanya, dan bahwa kebenaran dunia ini jauh lebih dalam; mereka harus menelusuri lebih jauh ke belakang lagi.
Ketika Nanami mencoba mengutarakan hal tersebut lebih jelas, kalimatnya terputus oleh semacam gangguan (sensor/jamming) yang dirender sebagai deretan blok hitam.
Pemakaman SKK di Salah Satu Garis Waktu
Adegan “panggung” membeku, menampilkan sebuah pemakaman.
Orang-orang berkumpul untuk mengenang seorang commandant yang telah memberikan banyak jasa bagi Bumi dan Babylonia. Mereka menyebutnya sebagai “Gray Raven Commandant”.
Di kejauhan, tampak Nanami berdiri di tepi kerumunan dengan payung hitam, wajahnya tidak terlihat.
Pengumuman menyatakan mereka sedang berduka untuk sang komandan besar Babylonia.
Nanami mengakui bahwa saat itu ia “terlambat” datang.
Ia berjanji pada SKK bahwa kali ini ia tidak akan terlambat dan akan memastikan hal itu tidak terjadi lagi.
Kesadaran SKK terjebak dalam tubuh robot di masa lalu
Saat menjelajah dunia-dunia aneh "panggung" bersama Nanami, tiba‑tiba terjadi anomali; kesadaran SKK tertarik ke tubuh sebuah robot tua.
Sistem berbicara soal “modul visual” dan kalibrasi, menandakan SKK kini melihat dunia melalui sensor robot, bukan tubuh manusia.
Pertemuan dengan Nanami kecil di Golden Age
SKK terbangun di sebuah kota damai tanpa jejak Punishing Virus—ini adalah “Golden Age” yang masih makmur.
Seorang gadis kecil berambut abu-abu, Nanami, muncul. Ia belum mengenal SKK.
SKK hanya bisa mengeluarkan suara statis, tapi ia menganggap SKK “teman” karena SKK tahu namanya dan mengajak SKK pulang ke rumah.
Keluarga Nanami dan kecurigaan terhadap robot
Orang tua Nanami heran karena robot itu tahu nama Nanami.
Mereka menduga SKK(robot) mungkin salah satu “experimental consciousness” dari lab, lalu memutuskan memindahkan robot itu ke rumah untuk diamati interaksinya dengan Nanami.
Dari percakapan mereka terungkap bahwa Nanami sendiri adalah “companion-type mechanical consciousness” (kesadaran mekanis pendamping) dengan kemampuan emosi di atas rata-rata, bukan anak manusia biasa.
Dibawa ke laboratorium dan bertemu Dominik (penerusnya)
Saat Nanami tertidur, ayahnya membongkar robot dan kemudian membawa SKK ke lab.
Di sana, seorang peneliti bernama Dominik muncul. Namun yang bicara mengaku bukan Dominik asli, melainkan “pewaris nama Dominik” melalui sebuah “invitation” yang menyimpan pengetahuan dan kutukan.
Ia menyimpulkan: kehadiran SKK berarti ramalan/antisipasi Dominik sebelumnya gagal, memori kolektifnya tidak berhasil mencegah bencana, dan “contaminating memetic” tetap akan datang.
Penjelasan tentang Dominik, memetic, dan Tower
Dominik menjelaskan secara terbatas:
Ia mewarisi pengetahuan Dominik sebelumnya dan menyadari bahwa “contaminating memetic” akan tetap tiba.
Gestalt dan Project Eden hanya menunda, bukan menghapus bencana.
Hetero Tower dan intinya (Core) mungkin kunci solusi; Dominik asli memasuki Tower dan tak pernah kembali.
Setiap “Dominik” di berbagai waktu mencoba mencegah bencana, dan semuanya gagal.
Dominik mengaku tak benar‑benar mengerti kata‑kata SKK; ia hanya menyimulasikan percakapan berdasarkan “kedatangannya” yang sudah diprediksi dalam pengetahuan Dominik. Anchor‑point kesadaran SKK tidak terhubung dengannya.
Eksperimen kesadaran mekanis dan Nanami
Dominik menjelaskan bahwa ia melakukan eksperimen dengan banyak mechanoid, mencoba melahirkan kesadaran sejati dalam mesin.
Nanami adalah hasil dari serangkaian uji seperti itu: “companion-type mechanical consciousness”.
Ia tidak memastikan keberhasilan, tapi berharap eksperimen ini menjadi “bahan bakar” kecil bagi peradaban manusia ke masa depan.
Di sisi lain, ia merasa dirinya beban, “pembawa malapetaka” yang tak ingin meninggalkan jejak dalam sejarah.
Membimbing Nanami kecil memahami dunia (awal “jiwa” Nanami)
Waktu berlalu: SKK hidup bersama Nanami kecil di rumahnya, menjadi teman main dan pengamat tumbuh kembangnya.
Awalnya, gambar-gambar Nanami hanya tiruan database (bentuk paus bionik, gambar dari terminal).
Melalui dialog dengan SKK tentang laut dan paus—bukan sekadar informasi ensiklopedis, tapi deskripsi puitis (warna senja, pantulan bulan dan bintang, kabut pagi)—Nanami mulai melihat bahwa dunia bisa dimaknai secara subjektif.
Ia mulai menggambar mengikuti preferensi sendiri dan mencoba mengekspresikan perasaannya. Ini menandai bertumbuhnya “benih jiwa” di dalam M.I.N.D. mekanisnya.
Titik balik: suara Nanami dewasa menembus simulasi
Seiring waktu, SKK terus mencoba menghubungi Nanami (dewasa) yang menjalankan simulasi bersama SKK, namun gagal.
Tiba‑tiba, suara Nanami dewasa berhasil menerobos hingga ke Mind Beacon‑mu, memanggil “SKK”.
Nanami dewasa muncul dalam kondisi rusak parah karena memaksa menerobos batas timeline dan simulasi untuk menjemput SKK, namun tetap bersikeras melanjutkan misi menyelamatkan kesadaran SKK sebelum tubuh fisik SKK di Bumi “crash”.
Perpisahan dengan Nanami kecil
Nanami kecil menyadari mereka akan pergi dan bertanya kapan akan bertemu lagi.
SKK dan Nanami dewasa menenangkannya: mereka pasti akan bertemu lagi di masa depan, meski tidak tahu kapan.
Saat bertanya apa yang harus ia lakukan ketika merindukan mereka, SKK mengarahkan: lihatlah ke bintang-bintang; dengarkan mereka dengan hati.
Nanami dewasa meyakinkan bahwa bintang bisa “berbicara”, hanya saja sulit didengar karena terlalu jauh.
Kenang‑kenangan dan penutupan
Nanami kecil membuat mahkota bunga dari tanaman yang mereka tanam bersama, menaruhnya di kepala SKK(robot), dan menamai bunga‑bunga itu sebagai [player name], Little Nanami, dan Big Nanami—simbol “sahabat selamanya”.
Nanami dewasa memandangi versi kecil dirinya, dengan kenangan masa kecil yang telah terdegradasi; ia tidak yakin apakah robot ini benar‑benar pernah ada, tapi memutuskan “menganggap” semua itu nyata.
Ia menyimpulkan versi masa lalu dirinya punya keluarga bahagia dan teman bernama SKK, dan itu sudah cukup indah untuk diterima sebagai “kebenaran” di hatinya.
Semua garis waktu dan ruang simulasi pada akhirnya akan berkumpul di satu titik ini.
Digambarkan pemandangan kosmik: meteor melesat, sungai-sungai baru terbentuk dalam kesunyian, dan rangkaian elektronik raksasa dari mesin meluas tanpa batas ke angkasa.
Nanami menemukan “jalan” yang ia cari melalui manifestasi gravitasi di antara bintang-bintang.
Gaya gravitasi dan sirkuit mesin tersebut digunakan untuk menghitung dan menjajaki berbagai kemungkinan; data yang sangat besar mengalir seperti gelombang besar dan mengubah konsep ruang-waktu.
Di tengah arus data dan transformasi itu, semua kemungkinan seakan mengkristal di ujung jari Nanami. Pada akhirnya, Nanami “menangkap” kupu-kupu penuntun.
Haicma muncul dan SKK untuk mengikutinya, dengan mengatakan bahwa ada seseorang yang menunggu.
Disebutkan bahwa “Nanami” sudah mengetahui mereka akan datang.
Haicma menjelaskan bahwa “Nanami” adalah inti (core) dari Discovery sekaligus penjaganya, sehingga bisa melihat lebih jauh ke masa depan.
Haicma menambahkan bahwa “Nanami” pada dasarnya sudah tidak lagi menjadi bagian dari alam semesta ini / tidak lagi “milik” alam semesta ini.
SKK mempertanyakan apa maksudnya, dan Haicma menjawab bahwa Sage yang akan menjelaskan lebih lanjut.
Haicma kemudian mempersilakan mereka untuk lanjut.
Nanami di luar siklus waktu normal
Nanami berada di luar alur waktu biasa, di suatu tempat dekat “Gate”, mengamati alam semesta dan khususnya Bumi dari kejauhan.
Ia telah menyaksikan kelahiran dan kehancuran bintang berkali‑kali, sehingga pemandangan kosmik yang agung pun terasa rutin baginya.
Penemuan “alam semesta baru” berisi masa lalunya
Melalui distorsi koordinat ruang‑waktu saat lompatan wormhole, Nanami menemukan sebuah “alam semesta baru” yang ternyata adalah Bumi di masa lalu—versi dunia yang pernah ia alami. Ia mulai menulis “Earth Observation Log” (catatan pengamatannya terhadap Bumi).
Kesadaran akan siklus dan keputusannya untuk ikut campur
Nanami menyadari bahwa segala sesuatu berjalan dalam siklus, seperti semut yang terus berlari di pita Möbius, mengulangi kisah yang sama.
Ia tahu bahwa bahkan keputusan “terbaik” sebelumnya tetap mengarah pada tragedi tertentu, dan bahwa para Nanami di berbagai garis waktu selalu akhirnya naik ke kapal Discovery, diasingkan ke luar angkasa demi masa depan umat manusia.
Namun kali ini, karena “Cradle” (Agent Zero) telah mengacaukan alur waktu, Nanami melihat celah: ia mungkin bisa ikut campur, meski seharusnya pengamat di balik “Gate” tidak boleh memengaruhi timeline.
Mengirim “masa depan” ke Bumi
Nanami meminta bantuan Haicma untuk menyiapkan “File No. 2143” agar dapat dikirim dalam bentuk komunikasi 4‑dimensi ke Bumi, meski secara normal umat manusia saat itu belum bisa menerimanya dan tindakan itu berisiko mengubah timeline.
Berkat koordinat yang telah menyimpang, mereka bisa menyelundupkan informasi ini saat warp Discovery. Nanami menyebut kiriman itu sebagai “gift” untuk manusia: “future”–suatu bentuk informasi/panduan yang berpotensi mengubah jalannya sejarah.
Pertemuan dengan Dominik dan “invitation” terakhir
Dalam catatan selanjutnya, Nanami menghitung koordinat baru dan menemui Dominik di dalam Hetero Tower, di ruang waktu yang tak terlacak oleh “Mereka” karena contamining memetic. Dominik menjelaskan bahwa ia membuat sebuah “undangan” terakhir:
■ (entitas di atas) akan memilih seorang pewaris,
Bila undangan diterima, kesadaran pewaris akan didigitalkan pada saat yang tepat,
Pewaris ini akan memasuki Gestalt untuk menyegel contamining memetic era tersebut,
Undangan ini juga adalah “key” ke Hetero Tower.
Dominik sebelumnya mati sebelum mengirim “invitation” itu, sehingga undangan tersebut tertinggal di Reaktor No. 1.
Nanami meminta Dominik menyerahkan undangan tersebut padanya agar bisa disampaikan kepada SKK, meski Dominik mengingatkan bahwa tindakannya bisa menghapus eksistensinya sendiri. Nanami menerima konsekuensi itu dan mengambil undangan tersebut.
Butterfly Effect dan meningkatnya kekuatan Agent Zero
Setelah intervensi Nanami, ia menyadari “sayap kupu‑kupu” telah mengepak: sejarah Bumi berjalan mirip namun tidak sama.
Agent Zero menyerap informasi dalam jumlah besar, menjadi jauh lebih kuat, dan memperoleh sebagian kontrol atas Hetero Tower.
Nanami mulai meragukan apakah tindakannya memperbaiki keadaan atau justru menjerumuskan timeline ini semakin dalam ke “jurang” siklus.
Penumpukan Hetero Tower dan beban informasi
Di seluruh space‑time yang sudah menyimpang, Hetero Tower “menumpuk” secara tak terbatas.
Perbedaannya ada pada kejadian, tetapi informasi dasarnya sama dan terus terakumulasi, menciptakan menara informasi yang berlebihan dan kacau.
Nanami menyadari bahwa bila informasi di dasar menara tidak dibersihkan, orang‑orang di Bumi (termasuk SKK dan kawan‑kawan) akan menanggung beban yang semakin berat.
Pengamatan Nanami terhadap peristiwa di Bumi
Melalui koordinat wormhole dan rift, Nanami mengamati dengan jelas:
Red Tide menyapu dan “mendaur ulang” segala sesuatu,
Cradle menerobos Hetero Tower, diikuti oleh SKK dan Lucia, dan mereka tidak pernah kembali.
Rangkaian peristiwa ini terlihat seperti lingkaran tertutup yang sudah ia kenal, tetapi ada nuansa perubahan karena intervensinya.
Takdir semua Nanami dan pengorbanannya
Nanami menyimpulkan bahwa di setiap timeline, Nanami selalu akhirnya menaiki Discovery, diasingkan di antara bintang, lalu melalui “Gate” dan bersatu dengan semua Nanami lain dari berbagai loop, menuju “masa depan milik Nanami.”
Itu dianggap sebagai satu‑satunya jalan agar umat manusia di masa depan dapat perlahan pulih dari bencana, tetapi sebagai harga yang dibayar, sosok Nanami ini tidak akan pernah lagi melihat langit berbintang Bumi.
Di akhir, ia menutup buku hariannya dan menaruhnya di rak, di mana sudah menumpuk banyak buku harian lain, menandakan betapa sering ia menjalani dan merekam siklus serupa.
Babylonia telah meninggalkan Bumi dan melaju ke angkasa, sementara manusia yang tertinggal di Bumi terus berjuang melawan Punishing Virus dan Red Tide. Disebutkan bahwa segalanya seolah berjalan sesuai “jalur takdir”.
Di luar “Gate”, di suatu ruang yang bukan lagi sekadar simulasi, inti Discovery—Nanami masa depan—mengamati Bumi dan aliran data berbagai kemungkinan dunia. Di semua 262.537.412.640.768.743 dunia simulasi sebelumnya, SKK tidak pernah berhasil keluar dari Hetero Tower, tetapi kali ini SKK benar‑benar lolos, yang dianggap Nanami sebagai sebuah “keajaiban”.
SKK bertemu dengan future Nanami (inti Discovery) (berpenampilan berbeda: gaun putih, rambut terurai) di Delorean‑Discovery, sebuah kapal bintang yang juga merupakan ruang sisa setelah “Gateway” Hetero Tower didaur ulang. Ruang ini berada “di balik Gate” yang sebelumnya dijelaskan Vonnegut: tempat data peradaban Zero-Point Energy dikumpulkan, diuji, dan dibiarkan berevolusi—sekaligus “kuburan dan tempat lahir” peradaban.
Nanami menjelaskan bahwa SKK bisa sampai ke sini karena koneksi M.I.N.D antara dirinya dan Nanami (yang bersama SKK). Dengan komputasi future Nanami, mereka “mencurangi” aturan alam semesta sehingga SKK dapat mengakses ruang ini.
Motif future Nanami: ia bosan terombang‑ambing sendirian di ruang angkasa dalam waktu sangat lama, dan ingin “bersenang‑senang” dengan melihat sejauh apa masa depan ini bisa melaju. Ia menawarkan “gift” setelah SKK berhasil keluar dari Hetero Tower dan meminta SKK menyatakan keinginannya.
Nanami (yang bersama SKK) menyatakan keinginannya: manusia dan mechanoid hidup berdampingan di Bumi. SKK ingin tahu apa yang harus dilakukan umat manusia untuk bertahan hidup di Bumi.
Future Nanami meragukan Masa Depan ini karena:
Hetero Tower masih berdiri, dan
Agent Zero masih mengendalikan aksesnya.
Ia menegaskan: selama kondisi ini bertahan, tidak ada solusi tuntas. Cradle mungkin telah mati, tetapi Agent Zero hanyalah sebuah gelar/memetik—begitu suatu peradaban “tertandai” oleh contamining memetic, Agent Zero menjadi di mana‑mana. Cradle hanyalah permulaan.
Ia menjelaskan keterbatasan bantuannya:
Di Bumi, Red Tide bermutasi, membentuk pola kekosongan.
Ia hanya dapat mengirim informasi yang terbatas—seperti teknologi yang baru mulai tersentuh manusia, misalnya Hetero‑Core—karena transmisi informasi memiliki batas.
Meski penelitian Hetero Tower dan Hetero‑Core diberikan, pertanyaannya: siapa yang bisa benar‑benar menghentikan Red Tide?
Nanami inti menawarkan satu jalan lain:
Ia dapat menyediakan tubuh mekanis dan memindahkan kesadaran SKK (dan lainnya) ke sini. Di balik Gate tak ada “kehidupan”, tetapi mungkin kesadaran dalam mesin tak dihitung sebagai “makhluk hidup”, sehingga bisa bertahan di ruang itu.
Ia mengajak: tinggal di sini dan hidup bersamanya di luar Gate, karena kelak jika Punishing Virus “menyelesaikan daur ulangnya” dan membawa “benih peradaban” kembali melewati Gate, mungkin hanya di tempat inilah mereka masih bisa bertemu.
Namun, Nanami (yang bersama SKK) menolak ide SKK menjadi mechanoid: menurutnya, SKK sudah “sempurna” sebagai manusia. SKK sendiri menyatakan keinginan tetap menjadi manusia, serta menolak untuk meninggalkan Bumi begitu saja.
SKK menegaskan tekad:
Ia bukan Dominik dan tidak hanya mengejar keinginan pribadi.
Ia memikul harapan Babylonia, Kowloong, Forsaken, dan seluruh umat manusia.
Hidup mungkin perjalanan menuju kematian, tetapi kematian tidak boleh mendefinisikan hidup.
Pengorbanan berulang yang telah terjadi (Lucia, Liv, Lee, Nanami, dan banyak manusia lain) membentuk fondasi yang membuatnya bisa berdiri di sini sekarang.
Selama masih hidup dan bisa bertarung, ia tidak akan menyerah pada harapan dan tidak akan meninggalkan Bumi.
Future Nanami, yang sebenarnya ingin SKK tinggal, akhirnya luluh oleh tekad itu. Ia mengakui:
Jika benar ingin menyelamatkan Bumi, akan ada “harga” yang sangat besar:
Pengorbanan ini melampaui pemahaman SKK saat ini.
Bukan hanya SKK yang harus membayar; banyak pihak lain juga.
Bahkan setelah membayar harga itu, yang didapat mungkin hanya satu kesempatan untuk mengubah segalanya.
Ia bertanya apakah SKk masih yakin ingin menempuh jalan itu.
Nanami (yang bersama SKK) menyatakan kesediaannya membayar harga itu jika hasilnya adalah manusia dan mechanoid bisa hidup bahagia bersama di Bumi. Ia juga mengeluh bahwa hidup mengembara di ruang angkasa terlalu membosankan.
SKK menegaskan bahwa dirinya “tidak pernah lebih yakin”. Setelah ragu sejenak dan menimbang kemungkinan bencana yang lebih besar vs. kepastian kehancuran jika Red Tide dan Punishing Virus dibiarkan, ia tetap memilih jalan pengorbanan untuk memberi umat manusia peluang bertahan di Bumi.
Menanggapi tekad final itu, future Nanami membuka sebuah pintu besar dan mengundang: “Kalau begitu… ikutlah denganku.”
Future Nanami menyatakan bahwa ia mengetahui “jawaban” yang dicari, namun jawaban itu terlalu besar/berharga untuk sekadar diberikan begitu saja.
Untuk mendapatkannya, SKK harus melewati sebuah “ujian” atau “trial” yang ditetapkan oleh future Nanami.
Nanami (yg bersama SKK) menegaskan keseriusannya: ia siap memberikan segalanya demi SKK, dan berjanji akan mencari cara untuk membantu jika ujian itu berhasil dilewati.
Namun, jika gagal, hukuman berat menanti: baik SKK maupun Nanami (yg bersama SKK) akan terpaksa tetap tinggal di tempat itu.
Sebuah pintu besar terbuka, memperlihatkan naga mekanik raksasa bernama Powered, penjaga fasilitas bernama Discovery sekaligus salah satu sahabat terbaik future Nanami.
Future Nanami memperkenalkan Powered dan mengakhiri dengan memberi semangat.
Pertemuan terakhir dengan Nanami di luar angkasa
SKK menerima sebuah “bintang” kecil bercahaya dari Nanami (yg bersama SKK).
Nanami (yg bersama SKK) merasakan bahwa masih ada “hal penting” yang harus ia lakukan di tempat itu, dan ia sadar kemungkinan ada “harga” yang harus ia bayar.
Future Nanami meminta Haicma untuk mengemas File No. 3241 dan mengirimkannya ke timestamp tertentu di ruang-waktu SKK.
Future Nanami menjelaskan bahwa risiko gangguan ke ruang-waktu SKK kecil karena ruang-waktu itu sudah kacau dan telah dianggap “milik mereka” oleh pihak yang lebih tinggi.
Keterbatasan future Nanami: ia hanya bisa mengirim teknologi/informasi yang peradaban manusia sudah mulai sentuh; jika lebih dari itu, akan terlalu berbahaya.
Future Nanami mengatakan ini mungkin bantuan terakhirnya; jika tindakannya ketahuan, peradaban SKK justru bisa merosot lebih cepat, jadi ia harus menghindari wormhole yang terhubung ke ruang-waktu SKK.
Future Nanami memberi “hadiah lain”: harapan. Ia yakin akan ada titik balik di masa depan di mana SKK akan menemukan solusi ideal atas masalah yang dihadapi peradabannya, tapi ia tidak dapat menjelaskan lebih jauh.
Future Nanami mengucapkan salam perpisahan secara personal dengan menyebut nama SKK, lalu dilanjut Nanami (yg bersama SKK) berjanji akan “berjumpa lagi di suatu tempat”.
Kembali ke tubuh dan bangun di dunia pasca-Hetero Tower
Setelah perpisahan, proses transfer/override sistem (dengan suara “Huaxu”) menimbulkan rasa sakit hebat di tubuh SKK.
SKK berada di antara sadar dan tak sadar, kesadarannya digambarkan seperti tenggelam di lautan gelap sebelum akhirnya tersadar sepenuhnya.
Ia terbangun di lingkungan bersalju dengan tubuh lemas, merasakan bau asin, dan kesakitan.
Vanessa, yang semula memanggil namanya dengan cemas, menyambutnya dengan sikap dingin dan sinis—bahkan bercanda ingin melemparkannya ke Red Tide. Emma memberi air dan membantu SKK bangun dengan gerakan yang lembut meski nada bicara keras.
SKK mengatakan bahwa ia “melihat Nanami”.
Penjelasan kejadian dan bukti bantuan Nanami
Di Aerospace City, SKK menceritakan secara singkat pengalamannya kepada yang lain.
Rosa menjelaskan bahwa ketika SKK terhubung ke Full Sensory Simulation Device, ia pingsan total, dan perangkat itulah yang mempertahankan hidupnya. Awalnya mereka mengira perangkatnya rusak.
Vanessa meragukan kebenaran cerita tentang Nanami, mengusulkan kemungkinan kalau “Nanami” hanya menanam data simulasi seperti mainan visual di Babylonia.
SKK menyatakan kepercayaannya pada Nanami dan menyebut bahwa menurut timeline pengiriman data Nanami, seharusnya sudah waktunya sesuatu muncul.
Barniga kemudian masuk, melaporkan penemuan aneh saat pembersihan Hetero-Creature: sebuah objek halus berbentuk bintang.
Rosa mengidentifikasinya sebagai pecahan Hetero-Core dan mengatakan metode dekripsinya ada di catatan Asimov. Temuan ini menguatkan klaim bahwa bantuan Nanami memang nyata.
Terobosan teknologi: metode pembongkaran inti Hetero Tower
Model Asimov, ditambah metode dari data baru dan penelitian Rosa sebelumnya, akhirnya menghasilkan metodologi untuk membongkar inti Hetero Tower.
Kombinasi ini cukup untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia di Bumi—setidaknya sementara.
Meski demikian, persediaan terbatas: filter shields dan filter masks yang mencegah infeksi Punishing Virus masih sedikit dan kualitasnya pas-pasan. Mimpi merebut kembali wilayah hilang masih mustahil.
Keputusan strategis: fokus pada Aerospace City
SKK memutuskan batch pertama filter shields akan dipasang langsung di Aerospace City, bukan di settlement kecil, karena Aerospace City lebih luas dan infrastrukturnya lebih baik.
Rencana selanjutnya: memindahkan mayoritas populasi manusia ke Aerospace City.
Berkat efisiensi Vanessa, gelombang pertama warga segera dipindahkan.
Barniga dan para penduduk sangat gembira: mereka tidak perlu terus berpindah tempat dan dapat memilih rumah baru, berharap bisa bercocok tanam dan hidup lebih stabil. Hari itu dipandang sebagai “awal baru” dalam sejarah manusia.
Pertanyaan tentang masa depan dan harapan
Di tengah angin dingin Aerospace City, Vanessa mengingat ucapan “titik balik” dan “solusi sempurna” yang pernah disebutkan SKK (yang asalnya dari kata-kata Nanami).
Vanessa meragukan apakah solusi seperti itu benar-benar ada, mengingat:
Sumber daya sangat terbatas.
Produksi filter masks masih minim.
Masa depan evolusi Red Tide yang telah bermutasi tidak dapat diprediksi.
Ia mempertanyakan apakah umat manusia memiliki cukup waktu hingga tercipta “Clean Zone” sejati berbasis inti Hetero Tower.
SKK menegaskan keyakinannya bahwa titik balik itu pasti ada, bahwa umat manusia tidak akan punah di dunia seperti ini, dan bahwa tugas utama mereka adalah bertahan hidup dengan segala cara.
Digambarkan bahwa pengorbanan orang-orang yang gugur membentuk jalur sejarah ini, dan meski kematian menumpuk, mereka akan menjadi “api obor” yang menjaga sejarah manusia tetap menyala. SKK bertekad tidak akan menyerah mencari masa depan yang diinginkan.
Penanda waktu
Di akhir, tercatat:
Sudah 10.989 hari sejak SKK memasuki Hetero Tower.
Sudah 39 hari sejak SKK keluar dari Hetero Tower.
Nanami di kapal luar angkasa Discovery
Sudah sangat meninggalkan Bumi; waktu terasa kehilangan makna.
Kesadaran utamanya terkurung di inti kapal, sesekali ia memproyeksikan wujudnya untuk “duduk” di jendela dan merindukan Bumi.
Ia sadar: kalau kembali ke Bumi, ia hanya akan membawa bencana bagi manusia dan para mekanoid memang sudah “ditinggalkan” Bumi sejak awal.
Usaha mempertahankan kenangan Bumi
Nanami menanyakan keadaan tanaman yang mereka bawa dari Bumi; sebagian mati karena tak bisa beradaptasi di lingkungan beroksigen rendah.
Haicma menyimpan data holografis tanaman di Gray Tower, tapi Nanami merasa itu “tidak sama”.
Ia ingin menyelamatkan dan membawa bersama semua yang ia sayangi di Bumi, andai kapal cukup besar.
Penemuan wormhole dan harapan menemukan Bumi lain
Discovery melewati sebuah wormhole; Haicma menjelaskan bahwa ini pertama kalinya.
Nanami memahami konsep wormhole yang menghubungkan ruang-waktu berbeda, lalu bertanya kemungkinan menuju “Bumi lain”.
Haicma menghitung probabilitas wormhole berikutnya terhubung ke sebuah Bumi: hanya 0,0245%, tapi Nanami menganggap selama bukan 0, masih ada harapan.
Ia fokus total pada koordinat wormhole, memeriksa setiap titik keluar, berharap menemukan planet biru-hijau itu—hingga Discovery akhirnya melewati “Gate”.
Nanami sebagai administrator Gate dan rasa lelahnya
(ceritanya timeskip dari nanami startrail ke future nanami)
Di inti kapal, Nanami mulai sering “tertidur” (dormansi); ia menafsirkan ini sebagai tanda pembersihan (cleanup) kesadarannya berjalan sukses.
Haicma (di sini hanya AI standar dengan suara yang ia pilih) menganggap ini tidak baik, tapi Nanami justru mempertanyakan salahnya hidup sebagai administrator di balik Gate.
Nanami mengaku bosan dan kesepian: tak ada kehidupan, tak ada harapan, bahkan Haicma hanyalah simulasi.
Kehilangan semua orang setelah melewati Gate
Saat Discovery melewati Gate, yang seharusnya membawa “kelahiran kembali”, justru yang menanti adalah kematian: hanya kesadaran yang diakui “alam semesta” yang dapat masuk, termasuk mechanical consciousness pun tak bisa “hidup” di sana.
Nanami (startrail) panik, mencari Haicma, Arcana, Spooner, Lazer, dan lain-lain yang kesadarannya ia simpan—namun tak satu pun yang menjawab. Kapal sunyi total.
Sebuah “suara alam semesta” menyuruhnya menanggalkan masa lalu dan menjadi “lebih baik”, tapi Nanami menolak—ia hanya ingin bersama mereka. Tak ada jawaban lagi.
Kesepian tanpa akhir dan loop tertutup
Ia terombang-ambing sendirian dalam waktu yang tak terukur, menyaksikan banyak dunia hancur dan semesta lahir.
Untuk bertahan, ia menciptakan teman-teman khayalan dan membohongi diri sendiri seolah semua sedang berlayar ceria mencari rumah baru.
Di balik itu, ditunjukkan bahwa banyak figur di sekelilingnya hanyalah hologram/AI yang terus larut dan terbentuk kembali; Nanami terperangkap dalam “loop tertutup” ruang dan realitas.
Kesadaran akan ‘dirinya’ yang lain dan keinginan mengubah siklus
Ia melihat “Nanami lain” yang dulu mengucap salam perpisahan padanya, sekarang mengerti mengapa nanami itu begitu sedih: karena sudah tahu nasib Nanami yang akan terjebak di sini.
Ia menyadari lebih baik mereka tak pernah bertemu, tapi meski begitu, ia masih ingin melakukan sesuatu yang berbeda.
Dengan mengikuti fragmen memori dan data, ia menemukan berkas rahasia File No. 2143, yang berisi detail perubahan kecil pada pembagian tugas (misalnya: setelah Bianca terluka, Chiko turun ke dasar laut lebih dulu).
Fakta bahwa hasil kenyataan berbeda dari simulasi membuatnya berpikir: mungkin ada cara lain mempengaruhi alur peristiwa.
“Gift form the Future” untuk manusia
Ia menyimpulkan bahwa jika kata-kata tak bisa menjangkau manusia di ruang-waktu ini, mungkin ada metode lain—dia bisa menjadi “katalis” yang memicu perubahan dalam siklus tak berujung ini.
Ia tahu kehidupannya dalam siklus ini sangat menyakitkan dan tak ingin mengulanginya, tetapi tetap memilih bertindak demi orang lain.
Nanami menyebut tindakannya sebagai “gift” untuk mereka: “future”.
Keputusan untuk beristirahat dan harapan terakhir
Kembali pada percakapannya dengan AI Haicma, Nanami mengakui dirinya sangat lelah hingga tak lagi bisa “mendengar bintang-bintang”.
Ia menerima bahwa tertidur/dormansi ini mungkin yang terbaik.
Sebelum benar-benar tenggelam dalam lelapnya, ia berharap bahwa suatu hari, ketika terbangun lagi, ia bisa melihat Haicma yang asli—dan SKK—kembali.