Kondisi SKK & Kunjungan ke Opera
Setelah insiden “post-war syndrome”, SKK diperiksa di Star of Life dan didiagnosis kelelahan tanpa masalah fisik lain; disarankan istirahat.
Di hari cuti langka tanpa misi, SKK menghadiri sebuah opera di WGAA Opera House, Babylonia, atas undangan Ayla.
Opera yang ditampilkan berjudul “The Tale of the Gray Raven”, adaptasi kisah Skuad Gray Raven. Ada karakter “Commandant” yang jelas dimaksudkan sebagai representasi SKK.
Pertunjukan, Dialog, dan Halusinasi
Naskah menggambarkan pertempuran sengit dan kepahlawanan Gray Raven; Ayla mengakui ia meminta agar sosok “Commandant” dibuat lebih menonjol.
Pada klimaks, hanya tersisa aktris utama dan “Commandant” di panggung. Aktris itu membacakan dua kalimat puitis:
“Despite your ravages…”
“My lover shall be young forever in my poetry.”
Suara aktris tiba-tiba terdengar asing, penuh emosi, dan wajahnya menjadi buram namun tetap terasa indah; dunia seolah menyempit jadi hanya mereka berdua. SKK mengalami halusinasi dan kegelisahan kuat, hingga Ayla menginterupsi karena melihat kondisi SKK memburuk.
Saat menatap panggung lagi, semuanya tampak normal, seolah kejadian aneh itu tidak pernah terjadi.
Percakapan di Luar Gedung & “The Acadia Evacuation”
Di luar opera house, SKK merasa kosong dan lelah, meski udara dingin membantu menjernihkan pikiran.
Ayla khawatir dan menanyakan apakah naskah atau dialog membuat SKK tidak nyaman; ia menjelaskan banyak penulis naskah adalah penggemar Gray Raven, tetapi terikat banyak batasan kerahasiaan.
Dua baris puitis tadi dijelaskan Ayla sebagai kutipan dari penulis terkenal, bukan dialog orisinal. Ia bahkan memeragakannya sebentar, lalu merasa “aneh”, seolah ada yang tidak cocok dengan sifat SKK.
Mereka bercanda tentang Komandan yang cocok jadi model Ayla, dengan “bayaran” tiket musikal dan pameran seni gratis.
SKK menyinggung aktris terakhir di panggung, tapi menyatakan mungkin hanya salah mengira orang. Ayla menjelaskan karakter tersebut fiktif: sosok yang memahami sang protagonis dan menjadi semacam “soulmate”-nya, namun tidak merujuk langsung pada seseorang di dunia nyata.
Ayla lalu membahas sebuah naskah lain, “The Acadia Evacuation”, drama perang yang sempat ditangguhkan meski pernah dipuji dan lulus proses review ketat WGAA.
Ia menyebut kisah itu sangat kompleks secara naratif, menggambarkan pemahamannya terhadap peristiwa sejarah Evakuasi Acadia, meski tidak identik dengan fakta sejarah.
Saat SKK bertanya mengapa naskah itu ditangguhkan, Ayla merasa “pernah tahu” alasannya tapi sekarang benar‑benar lupa—hanya menyisakan kesan kuat bahwa ia harus mengingatnya.
Poster “The Acadia Evacuation” di depan gedung menampilkan seorang gadis muda yang membelakangi penonton, berdoa di tengah reruntuhan; SKK sempat terlintas: “Siapa yang akan menciptakan karya seperti ini?”
Iris vs Enora Lueya di Abess Research Institute
Adegan berpindah ke Abess Research Institute (08:30, lokasi tak dikenal), yang tampak hancur. Iris bangkit dengan susah payah dari reruntuhan.
Sebuah suara dingin dari perangkat komunikasi—Enora Lueya—menyapanya, menyatakan “act pertama, berjudul Abess, telah berakhir”, dan mengklaim dirinya akhirnya unggul setelah serangkaian konfrontasi dengan Iris.
Enora menilai upaya Iris sia-sia: apa pun yang ia lakukan untuk menghentikan Enora tak bisa membatalkan kerusakan yang sudah terjadi; cukup bagi Iris gagal sekali sehingga dunia berakhir “seperti institut ini”.
Iris mengakui ia tak bisa selalu datang tepat waktu, namun tetap maju menuju perangkat komunikasi dan mengaktifkan sebuah alat musik yang dimaterialisasi dari inti energinya.
Saat Iris memainkan musik, muncul distorsi nada yang menyebar melintasi ruang-waktu sampai ke tempat Enora berada, membuat Enora terkejut.
Iris menjelaskan ia dan “Conductor” tidak mampu mengembalikan kerusakan dunia, jadi ia memilih cara lain: menciptakan “panggung terisolasi sepenuhnya”, tempat semua aksi Enora tidak akan menyakiti penonton mana pun (dunia nyata).
Ia menyatakan bahwa karena Enora menghancurkan Abess Research Institute—sebuah “node penting”—dunia “mengingat” Enora, sehingga sekarang Iris dapat menjangkau dan “mengurung” sang musuh di panggung terpisah.
Enora menyebut Iris gila, mengingat Iris datang sendirian dan sebelumnya sulit melacak wujud asli Enora, tapi tersadar argumennya sudah tak berlaku setelah aksi penghancuran tadi.
Iris menutup dengan mengatakan ia ingin konser berikutnya hanya untuk mereka berdua, lalu mengucapkan selamat malam kepada dunia dan selamat tinggal kepada sang “Conductor”, menerima konsekuensi dari tindakannya.
Surat‑surat Kosong & WGAA
Adegan kembali ke SKK: setelah berpisah dengan Ayla, ia makan malam bersama kolega hingga larut, lalu pulang ke asrama.
Meja kamar dipenuhi hadiah dan surat dari teman-teman, termasuk titipan dari yang tak bisa hadir. SKK senang membaca surat fisik karena terasa lebih “tulus” dibanding data elektronik.
Saat merapikan surat untuk dimasukkan ke loker pos pribadi, pintunya dibuka dan setumpuk surat jatuh. Semua beralamatkan ke SKK, semua segelnya sudah terbuka, tetapi isi kertasnya kosong—hanya ada cap WGAA di sudut.
Loker ini seharusnya untuk surat masuk, bukan keluar, sehingga keberadaan banyak surat kosong dan sudah “dibaca” terasa janggal dan menimbulkan rasa tak nyaman yang kuat.
SKK sempat akan membereskan dan menyusun rapi, namun suara naluri seolah memperingatkan bahwa ini salah. Meski begitu, ia tetap menumpuknya rapi, lalu secara otomatis mengambil kertas baru untuk menulis balasan, seolah ini adalah kebiasaan yang sudah dilakukan berkali-kali.
Saat mencoba menulis, tangan SKK terhenti dilanda disonansi batin yang kuat: ia tahu pola isi surat—ucapan selamat, cerita lucu tentang musikal, hal-hal yang disukai penerima—namun ia tidak bisa mengingat siapa penerimanya.
Cap WGAA di kertas memicu asosiasi kepada poster “The Acadia Evacuation”, dan perasaan aneh tadi memuncak—seperti ada sesuatu (atau seseorang) yang mencoba membuatnya sadar bahwa ini bukan sekadar kebingungan biasa, melainkan sesuatu yang “dihapus” atau “disingkirkan”.
Akhirnya, SKK mengabaikan surat kosong itu dan beralih ke terminal, menulis pesan kepada Ayla: berterima kasih atas undangan, mengatakan ia menikmati musikal, dan mengajak Ayla menonton “The Acadia Evacuation” bersama jika nanti dipentaskan, juga makan bersama sebelum ia kembali bertugas.
Penutup
Narasi ditutup dengan refleksi: waktu manusia mengalir lurus, bukan berulang; karena itu kebahagiaan (yang sejatinya kerinduan akan pengulangan momen) tak pernah bisa benar-benar dicapai.
Di WGAA bersama Ayla (Babylonia, 9:00)
SKK datang ke studio pribadi Ayla di WGAA sambil membawa minuman dingin.
Di lorong, SKK melihat sebuah puisi berbingkai dengan tinta biru kerajaan, bertanda “For W*AA” (sebagian tulisan pada label sudah pudar), yang menimbulkan rasa familiar samar.
Di dalam studio, Ayla sedang termenung di depan beberapa patung potret, matanya tidak fokus. Ia menceritakan mimpi berulang tentang sosok perempuan di ladang bunga yang luas, di bawah langit temaram, sosoknya kesepian dan kadang menyatu dengan cahaya senja.
Ayla merasa ia mengenal perempuan itu dan tidak seharusnya sosok itu berada di tempat yang begitu sunyi, tetapi ia tidak tahu siapa orang tersebut. Ia mencoba melukisnya, namun selalu gagal menggambar wajahnya dengan “perasaan” yang tepat.
Ia menunjukkan pada SKK sebuah kanvas raksasa di dinding dalam: potret setengah badan seorang perempuan bergaun biru-putih dengan bunga iris di sampingnya, tetapi bagian wajah sengaja dibiarkan kosong/terhapus.
Saat kain penutup dijatuhkan dan lukisan itu terlihat jelas, SKK merasakan kegaduhan di telinga dan rasa tidak nyaman yang kuat, seolah-olah memicu sesuatu yang terpendam. Suara Ayla menjadi jauh dan teredam, dan SKK terdorong untuk mendekati lukisan, dihantui pertanyaan “Siapa kau?” terhadap sosok tanpa wajah itu.
Di sela itu, SKK juga sempat menunjukkan secarik kertas surat berstempel WGAA kepada Ayla untuk ditanyakan asal-usulnya. Ayla mengenali kertas itu sebagai alat tulis WGAA yang juga dijual di toko Babylonia, sempat merasa kertas itu “terlihat familiar” ketika terkena cahaya, tetapi akhirnya mengaku tidak bisa memastikan sumbernya dan menawarkan bantuan ahli otentikasi.
Di Dionysus Theater (Fast City, 9:00)
Adegan berpindah ke Fast City. Iris sedang memantau situasi di Dionysus Theater melalui earphone, menenangkan rekannya, Dandelion, yang bertugas menemukan seseorang di antara penonton.
Target adalah pria bernama Jonathan, yang sudah memesan untuk pertunjukan opera klasik “Eurydice.” Iris yakin ia pasti datang karena mobilnya tidak ada di rumah dan tiketnya terdata.
Iris, yang menarik perhatian petugas teater (pelayan dan satpam), memutus sambungan earphone dan berbaur ke kerumunan, sementara dua petugas tersebut bergerak menuju posisinya.
Di dalam aula, Dandelion menemukan kursi target, namun kursi itu sudah ditempati seorang wanita berpakaian rapi. Dandelion menggunakan tiket (yang rupanya palsu) sebagai dalih untuk mengusir wanita tersebut sementara, agar bisa duduk di samping Jonathan.
Jonathan segera menyadari tiket yang Dandelion tunjukkan palsu dan menuduhnya melakukan penipuan. Ia menganalisis situasi secara legalistik, menyebut pasal hukum (Pasal 266 KUHP dari “Orient”) tentang penipuan uang dalam jumlah besar, dan mengira Dandelion datang sebagai perwakilan korporasi (Mengu Corporation) yang ingin menyewa jasanya sebagai pengacara dalam kasus-kasus seperti plagiarisme musik, warisan, atau pencemaran kimia.
Jonathan menjelaskan bahwa firma hukumnya sudah mengumumkan ia sekarang bekerja untuk United Government dan tidak menerima kasus baru. Ia menganggap Dandelion sebagai penipu dengan cerita “baru” tentang bahaya.
Dandelion, kesal, akhirnya terus terang: ia memang datang mencarinya, tetapi bukan untuk merekrut atau menipunya, melainkan untuk menyelamatkan nyawanya—mengatakan bahwa hidup Jonathan sedang dalam bahaya dan ia harus segera ikut dengannya.
Jonathan menanggapi dengan sinis, mengira itu bentuk penipuan lain. Tepat sebelum ia selesai mengejek, gedung teater tiba-tiba bergetar hebat, menandakan adanya ancaman nyata.
Pada saat yang sama, sambungan ke Iris kembali terhubung; Iris mengonfirmasi “dia/she” sudah datang dan memerintahkan Dandelion untuk segera membawa Jonathan pergi.
Dekorasi runtuh, patung jatuh, langit-langit nyaris ambruk, para tamu panik berebut keluar.
Jonathan dihentikan Dandelion di lorong ketika ia hendak mengikuti arus orang menuju pintu keluar.
Jonathan minta penjelasan alasan-pernyataan Dandelion.
Dandelion, terengah-engah, memperingatkan bahwa musuh justru mengincar Jonathan, sehingga mereka harus menjauh dari kerumunan.
Jonathan awalnya ragu karena tak ada “bukti”.
Jeritan monster terdengar dari belakang; makhluk itu cepat mendekat.
Jonathan langsung percaya peringatan Dandelion dan memutuskan mengikutinya.
Ia menarik Dandelion agar bisa lari lebih cepat.
Saat mereka hampir mencapai pintu keluar, tekanan udara dari belakang muncul, lalu:
Sebuah cahaya biru melesat dan menembus monster di belakang mereka.
Sebuah mobil berhenti mendadak di depan pintu keluar, dan Iris menyuruh mereka naik.
Di dalam mobil, Jonathan masih gemetar; Dandelion memberinya obat (Metolore) dan air, sehingga Jonathan menjadi lebih tenang.
Dandelion bertanya apakah mereka sekarang sudah aman.
Iris menjelaskan bahwa segala sesuatu di teater tadi adalah “perpanjangan” dari sosok “dia”, dan mereka seharusnya aman setelah berhasil kabur.
Iris memperkenalkan diri dan Dandelion.
Dandelion menyapa Jonathan dengan gaya dingin dan bercanda sarkastis dengan memelintir nama panggilannya.
Ia lalu membacakan data lengkap Jonathan dari catatan: usia, asal, jabatan akademik, peran sebagai penasihat hukum internasional, dan tugasnya dalam meninjau ketentuan Bane untuk revisi “The New Earth Codex”.
Jonathan mengakui semua informasi itu benar.
Iris yang kelelahan meminta Dandelion mengambil alih kemudi.
Mereka bertukar tempat; Iris duduk, menutup mata, dan segera tertidur.
Ketika Jonathan hendak berkomentar, Dandelion menyuruhnya pelan dan menawarkan akan menjelaskan apa pun yang ingin ia ketahui, selama Iris bisa beristirahat.
Gejala aneh pada SKK
Di studio pribadinya (09:30), Ayla merasakan ada yang tidak beres dengan SKK.
SKK mengalami gejala seperti kelelahan berat: keringat, kesadaran naik-turun, tapi dokter Star of Life sebelumnya menyatakan itu hanya overexertion dan butuh istirahat.
SKK menyadari ini bukan sekadar kelelahan fisik/mental, melainkan gangguan persepsi dan kesadaran diri, seolah ada “lubang” dalam persepsinya sendiri.
Pemicu dari lukisan dan surat kosong
Melihat kanvas kosong yang sedang digambar Ayla memicu reaksi tubuh SKK sebelum ia sadar: halusinasi suara, citra samar, dan dorongan otomatis untuk menulis surat.
Ketika hendak menulis, tubuhnya bergerak seolah sudah sangat terbiasa, tapi emosinya terasa salah dan ada “emosi yang tubuh ingat namun ‘aku’ lupakan”.
SKK menunjukkan surat-surat dengan segel rusak dan nama penerima yang sudah dibuka, namun isi kertas kosong—diibaratkan sebagai “produk jadi tanpa prosesnya”.
Keputusan ke Star of Life
SKK menyimpulkan masalah bukan hanya pada dirinya, mungkin menyangkut konsep yang lebih besar.
Ia meminta Ayla memotret kanvas dan ikut menjalani pemeriksaan di Star of Life, karena lukisan Ayla jelas menjadi pemicu, padahal lukisan itu berasal dari M.I.N.D Ayla sendiri.
Keduanya membuat janji konsultasi medis di Star of Life.
Konflik Science Council, Control Court, dan Kurono
Di Star of Life (10:20), mereka mendengar Hippocrates memprotes Collins dan Asimov menandatangani pemberitahuan resmi terkait tindakan Control Court.
Asimov menjelaskan: ada proyek lembaga riset di bawah Science Council yang hasil aktualnya tidak cocok dengan laporan. Control Court turun tangan dengan alasan kontra-spionase dan pelanggaran kerahasiaan.
Kurono menafsirkan ini sebagai serangan terkoordinasi terhadap mereka karena selama ini Kurono sering mencampuri proyek Science Council, dan balasan semacam ini bukan hal baru.
Proyek riset “Abess” dan kejanggalannya
Untuk membuktikan “ketidakbersalahan”, Control Court memperlakukan semua peneliti seperti kriminal saat interogasi, hingga beberapa mengalami trauma psikologis dan dikirim ke Star of Life.
Keanehan utama: ada “lompatan” dalam progres riset—teknologi terbaru sudah digunakan di beberapa frame dan diterapkan dalam skala kecil, namun batch hasil eksperimen yang resmi baru tercatat bulan lalu.
Seluruh tahap derivasi dan pengembangan prototipe seakan hilang begitu saja. Para peneliti merespons dengan pola yang hampir identik: ketidaktahuan total, kebingungan, dan alasan seragam—terlihat seperti skenario yang dihafal, tapi juga tidak mirip konspirasi biasa.
Dugaan umum: mereka mencuri hasil riset dan memalsukan laporan. Namun Asimov menunjukkan itu janggal: jika tujuannya pencurian, mengapa hasilnya benar-benar diimplementasikan di medan perang?
Kecocokan dengan kasus SKK & Ayla
SKK menganalogikan: proyek itu seperti “gedung pencakar langit yang muncul tiba-tiba”—ada produk jadi tanpa jejak proses.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan surat-surat yang ditemukan: wujud fisik (surat dengan penerima dan segel) ada, tetapi isi (tulisan/proses) hilang.
Asimov mengungkap nama proyek: Abess, turunan dari lembaga era Golden Age bernama Abess Research Institute, yang meneliti energi Tenebrion dan bersifat militer. Ia menyatakan proyek ini tidak terkait WGAA.
SKK dan Ayla tidak merasa punya kaitan langsung dengan nama “Abess”, tapi jelas menyadari pola kejanggalan serupa: adanya “hasil tanpa proses” dan ingatan/emosi yang hilang.
Menuju pemeriksaan
Tepat saat mereka hendak membahas lebih lanjut, panggilan elektronik memanggil “H0584, SKK” dan “RS0585, Ayla” ke loket 27 untuk konsultasi yang sudah dijadwalkan.
Hasil pemeriksaan SKK dan Ayla di Babylonia
Di Star of Life (10.20), dokter menyatakan hasil koneksi kesadaran mereka berdua tidak menunjukkan pola gejala seperti yang kamu laporkan.
Fungsi fisik, M.I.N.D., dan stabilitas Mind Beacon berada di atas ambang aman; tidak ada tanda infeksi.
Diagnosis awal: mass conversion disorder (gangguan psikosomatik massal), namun dokter sendiri meragukannya, terutama karena kasusnya sebagai “elite squad SKK” tidak mirip kasus lain.
Dokter mengakui tidak banyak bisa membantu, dan kasus akan ditindaklanjuti psikologi (butuh 3–4 hari, termasuk wawancara orang sekitar).
Keputusan dengan Asimov
Asimov tetap mengkhawatirkan kondisi SKK meski belum ada bukti kaitan dengan insiden Science Council.
Ia menanyakan langkah selanjutnya; SKK memilih berkonsultasi dengan Ayla lalu memutuskan:
Memeriksa secara fisik lukisan Ayla dan surat SKK.
Meminta bantuan analisis jejak bukti dan autentikasi.
Asimov setuju, akan memakai teknisi tepercaya dan menjaga kerahasiaan serta keamanan kedua objek.
Ia mengambil kanvas Ayla dan surat dari SKK untuk dianalisis.
Iris menerima surat di vila pinggiran kota
di Suburban Villa, Fast City (12.30), Iris mengambil surat dari kotak pos tua, hampir terluka karena lengah—menandakan kelelahan yang makin sering.
Isi surat berupa rangkaian laporan singkat berita publik (perjanjian dagang di Mirror Sea Twin Towers, operasi perdamaian di Mantaine, Brigade 709 memasuki Hutan Hujan Roro sesuai “The New Earth Codex”).
Informasinya bukan rahasia dan bisa ditemukan publik, tetapi Iris tetap merasa lega setelah membacanya, lalu menyimpannya dan kembali ke vila.
Percakapan di dalam vila: Jonathan, Dandelion, dan Iris
Dandelion baru saja menjelaskan alasan Jonathan diserang di gedung opera, namun penjelasan itu terdengar “fiksi ilmiah” bagi Jonathan.
Jonathan mencoba mencari penjelasan realistis: ia, sebagai penyusun pasal “The New Earth Codex” untuk United Government, diserang oleh warga atau kelompok bersenjata yang menentang pemerintah/operasi perdamaian.
Dandelion menolak penjelasan itu: skala serangan tidak mungkin dilakukan kelompok biasa, militer, atau organisasi khusus biasa.
Jonathan akhirnya menyimpulkan: pelakunya adalah seseorang dengan kekuatan “supranatural” yang bisa melintasi waktu dan menyebabkan kehancuran besar—seorang kriminal yang masih terus beraksi. Dandelion mengiyakan.
Peran Jonathan dan ancaman Enora Lueya
Jonathan bertanya mengapa ia menjadi target. Iris menjelaskan:
Tanpa kontribusinya, “The New Earth Codex” antara United Government dan pemerintah lokal Bane akan gagal.
Kegagalan itu akan menghambat banyak agenda United Government dan membuat Bane justru masuk ke misi Operasi Perdamaian (scenario yang lebih buruk bagi Bane).
Dengan kata lain, pena Jonathan (pekerjaannya sebagai penyusun hukum) dapat “mengubah dunia” dan “mengubah sejarah,” seperti yang ditekankan Iris.
Identitas Iris dan keterbatasan bantuan
Iris menyatakan tugasnya adalah memastikan sejarah tetap pada jalurnya semula, bukan “menyelamatkan dunia” dalam arti heroik klasik.
Jonathan menduga ada organisasi penjaga waktu di balik Iris, tapi Iris mengatakan tidak ada organisasi semacam itu—yang ada hanya mereka bertiga, dan pada praktiknya “hanya Iris” yang memiliki kemampuan khusus.
Dandelion menegaskan dirinya hanya orang biasa yang diselamatkan Iris dan ingin membalas budi.
Jonathan mengusulkan melibatkan United Government/militer dengan membagikan berkas Enora Lueya, tetapi Iris menolak:
Senjata era ini hampir tak mampu mengancam Lueya.
Mengungkap informasi justru akan mengacaukan masa depan dan mengubah sejarah sebelum Lueya perlu bertindak.
Taruhannya bila sejarah berubah
Jonathan bertanya: jika sejarah berubah, apakah dunia akan berakhir?
Iris tidak menjawab langsung, tapi dalam batinnya tahu konsekuensinya: jika “tahanan” (Lueya) lolos sebelum “penjara” tertutup, semua usaha sia-sia dan dunia lenyap menjadi “gema terakhir”. Ia tidak bisa mengungkap ini pada mereka.
Jonathan menyimpulkan sendiri dari ekspresi Iris bahwa akibatnya akan sangat buruk dan menerima bahwa ia butuh waktu memproses semua ini.
Iris berjanji akan melindungi Jonathan sampai ia tiba di Bane dan menyelesaikan tugasnya, lalu ia pergi ke lantai atas.
Penutup di vila
Setelah Iris pergi, suasana hening.
Dandelion, setengah bersembunyi di balik buku, menyarankan mereka mulai membaca sejarah Bane.
Jonathan, menghela napas, mengambil buku tersebut. Cerita diakhiri dengan suara lembut halaman yang dibalik.
Iris dan surat-suratnya
Iris kembali ke vilanya (14:30), menulis sebuah surat “teknis” berisi istilah tentang “The New Earth Codex”, titik kritis “slash”, rantai peristiwa, dan bahwa pengiriman pesan lewat surat mungkin tak lagi bisa dilakukan.
Setelah ragu, ia menambahkan kalimat emosional bahwa titik kritis slash sudah dekat dan harus diamankan.
Selesai, ia menulis surat kedua yang lembut dan pribadi kepada SKK, mengungkapkan kerinduan.
Surat itu lalu ia “aktifkan” dengan biola: musik membuat kertas berubah menjadi bunga kertas bercahaya biru pucat lalu lenyap, seolah dipindahkan dengan cara khusus.
Jonathan ingin mundur dari misi Bane
Di ruang tamu, Dandelion menjelaskan sensitivitas rakyat Bane pada isi “The New Earth Codex”, terutama karena Insiden Wilayah Utara, dan mengapa naskah harus disesuaikan.
Jonathan tidak fokus dan mengakui ia tidak tertarik. Dengan analogi pengacara yang tahu akan kalah di pengadilan, ia menyatakan tak mau ikut “perkara” ini.
Ia menyadari dirinya hanyalah “barang bukti” dalam konflik antara Enora Lueya dan Iris:
Lueya ingin ia mati untuk mengubah arah masa depan United Government.
Iris ingin ia hidup supaya Bane mau menandatangani Codex.
Dandelion membela Iris sebagai sosok yang tidak hanya peduli hasil, mengingat Iris menyelamatkan dirinya juga. Jonathan tetap merasa ia hanyalah bukti, bukan pelaku utama.
Alasan Jonathan menolak terlibat
Jonathan memandang kasus Lueya seperti perkara hukum yang ekstrem: jika kalah, bukan hanya penggugat dan pengacara yang hancur, tapi juga bukti dan seluruh “pengadilan” (dunia/struktur yang ada).
Bagi Jonathan, Lueya hanya punya “dua pasal hukum”: kehancuran dan pembunuhan.
Ia tidak bisa menerima ikut kasus berisiko tinggi yang sangat tidak transparan, dan ia sendiri bukan orang Bane, hanya “orang biasa” sebelum identitasnya sebagai pengacara.
Jonathan resmi mencoba kabur dari tanggung jawab
Dengan berat hati, Jonathan meminta maaf kepada Dandelion dan menghubungi Departemen Urusan Hukum United Government untuk menghentikan tugasnya dalam proyek “The New Earth Codex” terkait Bane.
Permintaan pemutusan tugas diproses; ia diminta mengikuti langkah lanjutan, dan ia mulai berkemas untuk pergi.
Iris kembali (luka sudah dirawat) dan tahu mereka tidak mencapai kesepakatan. Jonathan menyebut dirinya egois namun menganggap dirinya juga korban yang tak bersalah.
Iris menegaskan: kabur tidak menyelesaikan apa pun; selama ia masih memegang peran penting, Lueya takkan membiarkannya lepas. Ia juga bicara tentang “inersia dunia”: jalur yang sudah mengalir sulit diubah, dan perubahan selalu berharga mahal.
Tekanan dari United Government & serangan Lueya di luar
Telepon masuk dari rekan/atasan Jonathan:
Mereka sudah tahu ia dalam masalah (insiden teater Dionysus).
Menegaskan “tak ada pilihan lain”: proyek Codex harus jalan, tak ada orang lain yang bisa menggantikan, bahkan sang pembicara sendiri sudah dalam penerbangan.
Mengingatkan bahwa begitu masuk arus perubahan dunia, sulit keluar; sebagai bagian dari operasi “penjaga perdamaian” United Government, Jonathan mestinya paham metode mereka.
Setelah menutup telepon, Jonathan menerima SMS bernada resmi tapi mengandung ancaman samar, menambah tekanan untuk tetap menjalankan tugas.
Ketukan pintu: tukang pos datang membawa surat untuk Iris. Isinya laporan beruntun:
Serangan misterius terhadap konferensi perdagangan di Mirror Sea Twin Towers (muncul “raksasa logam”).
Operasi perdamaian di pesisir Mantaine kacau karena serangan pihak tak dikenal.
Brigade mekanis ke-709 United Government yang memasuki Hutan Hujan Roro (menurut pasal keamanan di Codex) mendapat serangan berat dari organisasi bersenjata tak dikenal.
Kesimpulan: Lueya telah menyadari titik kritis slash semakin dekat, dan ia mulai menyerang berbagai “node” untuk membebaskan diri dari sesuatu.
Iris menyadari bahwa Lueya menemukan celah dan sedang melakukan perlawanan besar-besaran.
Tepat setelah itu, tanah bergetar; pupil mekanis Iris menyesuaikan fokus, dan ia menyatakan bahwa Enora Lueya sudah tiba di sekitar mereka.
Babak berganti ke Babylonia – investigasi “lukisan” dan Capriccio
Keesokan hari, di Babylonia (07:00), SKK dan Ayla pergi ke Pusat Informasi untuk menindaklanjuti surat dan lukisan yang sebelumnya membuat mereka tak nyaman. Gedung sedang ditutup untuk umum karena dipakai sebagai ruang kerja sementara.
Ayla menjelaskan: forensik sudah menguji surat tiga kali tanpa hasil; petunjuk terakhir adalah lukisan, dan kini melibatkan spesialis IT.
Teddy menjelaskan secara sederhana: mereka mendigitalkan dan mem-”konsep”-kan lukisan (dari sisi seni, medis, forensik), mengubahnya menjadi data dan kata kunci, lalu menyisir seluruh data Babylonia untuk melihat:
Apa yang membuat lukisan itu mengganggu,
Apakah ada orang lain yang bereaksi serupa.
Temuan Teddy dari analisis besar-besaran
Teddy: tidak ada gambar di jaringan internal Babylonia yang mirip >60% dengan lukisan itu; wajah kosong di potret membuat pencocokan sulit karena wajah biasanya kunci utama.
Ia mengumpulkan reaksi dari >280 orang dari 66 profesi dan 4 kelompok umur, lewat kuesioner tidak langsung dan wawancara langsung.
Hasil mencolok:
Ada kelompok yang reaksinya “tidak wajar”, meski samar.
Kelompok 1: punya satu kesamaan jelas, yaitu keterlibatan dengan WGAA (termasuk Allen).
Kelompok 2: tidak punya kesamaan jelas (status sosial, lokasi, daya beli, pengalaman belakangan, dll).
Setelah menggali semalaman, Teddy menemukan benang merah kelompok 2: hampir semuanya menonton opera lama yang baru dipentaskan lagi, “The Acadia Evacuation”, terutama di malam gala/perdana.
Data ini sudah dilaporkan ke Asimov untuk penyelidikan lanjutan terhadap orang-orang itu.
Error sistem yang mengungkap “Backup Frame – Capriccio”
Saat bercanda, Ayla menunjuk pesan error merah di bawah layar: sistem sempat error lalu memperbaiki sendiri, tapi meninggalkan satu hasil pencarian dengan kemiripan gambar 95%.
Tag modul: “Character Depiction”, target: Backup Frame – Capriccio, tanpa info registrasi.
Teddy membuka detail lanjutan:
“Backup Frame Capriccio” terdaftar tanpa informasi resmi,
Lokasi: Gudang Area Konservasi 221,
Status: Menunggu Penghancuran, dengan hitung mundur sekitar 180 jam,
Proses penghancuran didaftarkan oleh “Control Court – Ishmael”.
Mereka menyimpulkan objek inilah kunci masalah: sebuah frame cadangan Babylonia yang tidak terdaftar dengan jelas dan akan segera dimusnahkan.
Keputusan darurat menuju Conservation Area 221
SKK memutuskan mereka harus ke gudang tersebut sebelum frame Capriccio dihancurkan.
Teddy:
Membuat kanal komunikasi sementara,
Mengeluarkan misi tempur di bawah otoritas Science Council,
Menjamin dukungan dengan mengakses sistem pengawasan Area 221.
Untuk menghambat Ishmael, Teddy memakai otoritas Science Council untuk memblokir permintaan akses permukaan Ishmael dan bergegas menemuinya langsung.
SKK dan Ayla meninggalkan Babylonia segera, bahkan tanpa pemenuhan logistik tempur terlebih dahulu.
Di Conservation Area 221, gudang logistik Babylonia, pada pukul 12:30, SKK dan Ayla turun dari pesawat dan berpisah dengan pilot sebelum menuju area penyimpanan.
Teddy, yang berkomunikasi lewat saluran suara, menjelaskan bahwa:
Area penyimpanan yang mereka datangi adalah wilayah terkecil yang bisa ia lacak sebagai lokasi frame yang dipindahkan seminggu lalu.
Perpindahan barang di dalam area penyimpanan tidak dilaporkan ke Babylonia dan kemungkinan besar juga tidak tercatat secara lokal.
Ia bisa menunjukkan gudang mana yang berisi barang-barang bernilai tinggi, termasuk karya seni dalam daftar terbatas, dan bercanda bahwa ia bisa menghapus namanya dan Ayla dari daftar pelanggaran dan menggantinya dengan nama SKK.
Saat mereka tiba di pintu masuk gudang, muncul rasa tidak tenang. SKK meminta Teddy memeriksa situasi sekitar:
Teddy melaporkan bahwa 47 kamera di sekitar berfungsi normal tanpa tanda-tanda sabotase.
SKK merasa semuanya berjalan terlalu mulus:
Teddy menanggapi dengan analogi “logika game puzzle” yang biasanya mengharuskan banyak kunci dan rintangan, sedangkan misi ini terasa terlalu lurus dan mudah.
Ia juga menyadari kejanggalan: pencarian awal tak menemukan apa-apa sampai muncul pesan error yang justru memberi petunjuk; hal ini terasa tidak wajar.
Disebutkan bahwa Construct di gudang ini mungkin baru permulaan, dan status Ishmael masih belum jelas.
Ayla menafsirkan bahwa:
Bukan hanya misi ini mudah, tetapi juga seolah-olah semua kejadian berjalan dalam garis lurus, tanpa hambatan alami.
Dari sana, mereka menyimpulkan bahwa jika ini bukan kebetulan, mereka mungkin sedang terjebak dalam “permainan” atau skenario yang sudah diatur orang lain.
SKK dan Ayla saling bertukar pandang, meningkatkan kewaspadaan, lalu masuk ke gudang bersama-sama.
Babylonia Logistics Warehouse – Serangan Kabut & Waktu
Di gudang logistik Babylonia (15:30), Ayla terkena serangan mirip EMP dan lumpuh sementara, lalu kabut tebal menutupi pandangan.
SKK mencoba melacak dan menyerang musuh menggunakan alat pelacak dan interferensi mekanik, tetapi semua serangan meleset dan mengenai kehampaan.
Suara Ayla tiba-tiba menghilang, komunikasi lewat earpiece hanya berisi gangguan statis.
Waktu seolah “membeku” dan kemudian terjadi transisi mendadak ke tempat lain.
Fast City – Pertarungan Iris vs Enora Lueya & “Time Slice”
Di vila pinggiran Fast City (15:30), vanguard Enora Lueya (walker yang meniru armor-nya) dikalahkan, namun Iris tidak merasa lega.
Enora mengungkap bahwa ia sudah lama menyadari rencana Iris: menggunakan “time slices” (potongan waktu) untuk menjebak mereka berdua dalam loop waktu yang stabil.
Ia menjelaskan jika loop dalam slice rusak, slice akan memanjang ke masa depan dan kembali menyatu dengan “batang” waktu normal.
Narasi berita menyebut serangkaian insiden:
Penundaan perjanjian dagang karena serangan raksasa logam.
Operasi perdamaian yang diganggu penyerang tak dikenal.
Brigade mekanis pemerintah yang diserang organisasi bersenjata misterius.
Iris merasa setidaknya “rencana utama” belum terungkap, tapi Enora menegaskan bahwa ia tahu Iris sejak peristiwa di Abess dan tetap menyimpulkan bahwa masa lalu tak bisa diubah. Hetero Tower tetap akan turun ke dunia.
Iris menolak rencana Enora dan ingin melindungi “harapan terakhir”, sementara Enora yakin suatu saat ia akan bebas dari “kurungan” waktu ini.
Identitas Iris & Pengorbanan Waktu
Enora menyebut Iris dengan nama lain—“Selena”—nama yang dulu dipanggil seseorang yang dekat dengan Iris.
Enora menuduh Iris mencoba melepaskan diri dari timeline normal: mendorong time slice ini menjauh, menenggelamkannya bersama mereka selamanya, sehingga dilupakan dunia.
Iris menyangkal secara lisan tapi reaksi tubuhnya menunjukkan keterikatan emosional yang kuat dengan masa lalu dan orang yang ia sayangi.
Enora mengungkap bahwa ia telah menemukan “jalan keluar” dari slice ini lewat “bayangan” Iris yang telah tenggelam dalam banyak timeline, dan kini ia mulai menyambungkan diri ke “Frame No. 017” dengan koordinat: Conservation Area – Babylonia Logistics Warehouse.
Upaya Kabur Enora & Gangguan Tak Terduga
Kabut tebal kembali muncul saat Enora mencoba menyambung ke timeline normal (gudang Babylonia).
Suaranya lalu terganggu statis, dan ketika kembali, ia terdengar terkejut dan ketakutan, seolah melihat sesuatu yang tak ia duga: “Siapa di sana?”
Suara Enora lalu terputus sepenuhnya; kabut dan waktu kembali mengalir, kabut membentuk siluet manusia.
Pertemuan Iris dengan “Conductor” (SKK)
Iris melihat sosok samar dalam kabut yang memicu emosi sangat kuat—ia merasa itu adalah “conductor” yang selalu ia rindukan.
Ia hampir memanggil “Conduc—” tetapi sosok tersebut (SKK) langsung menegur dingin: menyuruhnya mundur dan bertanya apakah Iris bekerja sama dengan “makhluk itu”.
Dari sudut pandang SKK, yang muncul hanya seorang wanita Construct asing dengan senjata. SKK sadar senjatanya sendiri tak banyak berguna melawan Construct.
Melihat reaksi dingin itu, Iris melepaskan senjatanya hingga menghilang, dan jelas terpukul: ia menyadari sang conductor telah melupakannya.
SKK menurunkan senjata sedikit tapi tetap waspada.
Iris Menyadari Situasi & Menyusun Ulang Rencana
Iris dilanda rasa sakit emosional karena conductor di hadapannya terasa jauh dan tak mengenal dirinya.
Ia memaksa diri untuk tenang, menyapa dengan kaku: “Halo, senang bertemu, namaku Iris,” berusaha memperkenalkan diri seolah baru pertama kali.
Di sisi lain, Iris menyadari bahwa Enora mencoba menandai koordinat untuk kabur ke timeline normal, tetapi proses ini terganggu oleh kedatangan conductor yang “memotong” koneksi Enora.
Ia menyimpulkan: conductor tanpa sengaja terseret ke dalam proses ini dan masuk ke time slice, namun respons conductor masih sesuai dengan perkiraannya, sehingga Iris yakin situasi masih bisa diselamatkan.
Penjelasan tentang Lueya dan perjalanan waktu
Setelah bertarung dengan “armor” misterius (16:00), Iris menjelaskan bahwa itu adalah duplikat Enora Lueya.
Inti duplikat adalah sebuah perangkat prisma yang juga berfungsi sebagai kunci perjalanan waktu.
Dengan memasangkan dua perangkat sebagai jangkar koordinat, Lueya dapat membuka lorong temporal, mengirim duplikat ke berbagai titik waktu untuk membunuh tokoh penting atau menghancurkan objek kunci dan mengubah sejarah.
Iris memberitahu bahwa SKK sudah berpindah bukan hanya tempat, tapi juga waktu.
Identitas Iris dan kerja sama dengan SKK
SKK memperkenalkan identitas samaran sebagai F.O.S., seorang mercenary dari Eden Security Group, dan memilih untuk bekerja sama dengan Iris.
Iris mengungkap dirinya sebagai anggota Union Government dari garis waktu lain, Unit No. 654, codename “Iris”, bagian dari operasi yang sudah lama berusaha menghentikan Lueya.
Ia sedang menjalankan misi terakhir: mengawal “target” ke lokasi tertentu, tempat ia berharap bisa menghadapi dan mengalahkan Lueya, menghancurkan tubuh utama Lueya, dan mendapatkan perangkat baru untuk kemudian mengirim F.O.S. kembali ke waktu asalnya.
F.O.S. memutuskan untuk terlibat aktif alih-alih hanya menunggu, dan Iris menerima F.O.S. sebagai “partner”.
Perencanaan perlindungan Jonathan
Di vila pinggiran kota Fast City (18:00), F.O.S., Iris, Jonathan, dan Dandelion mendiskusikan keadaan.
Jonathan adalah pengacara yang akan berperan dalam penandatanganan “New Earth Codex”; ia menjadi target serangan yang berkaitan dengan rencana Lueya mengubah sejarah.
Rencana awal: Jonathan terbang ke ibu kota Bane dalam seminggu, tapi serangan sebelumnya menandakan Lueya sudah mengetahui rencana mereka.
Terbang jadi tidak mungkin karena pesawat terlalu mudah dihancurkan. Mereka perlu cara lain untuk mengawal Jonathan dengan aman.
Strategi baru: manipulasi politik dan ekonomi
Iris dan F.O.S. menyusun rencana:
Jonathan menghubungi United Government untuk meminta perlindungan pribadi setelah rentetan “serangan” yang tampak terencana.
Jonathan menggunakan asetnya untuk membeli banyak saham dan obligasi perusahaan Bane yang akan diuntungkan jika “New Earth Codex” ditandatangani, sehingga secara publik terlihat ia “menaruh taruhan” dan berkepentingan pada keberhasilan Bane.
Mereka akan “menciptakan” insiden serangan di bandara sendiri (tanpa korban dan kerusakan nyata) untuk menimbulkan kesan ada kelompok anti-pemerintah yang menargetkan Jonathan.
Narasi yang ingin dibangun: seolah-olah Jonathan bekerja untuk United Government dalam revisi “New Earth Codex”, lalu diserang kelompok warga yang menentang pemerintah dan kodeks tersebut.
Dengan kombinasi tekanan publik, ancaman keamanan, dan kepentingan finansial Jonathan, United Government diharapkan:
Menyediakan pengawalan resmi,
Menyetujui perubahan rute/aturan perjalanannya,
Tanpa curiga bahwa semua ini adalah bagian dari rencana mereka untuk menyelamatkan Jonathan dari Lueya.
Dandelion awalnya bingung tentang alasan meminta bodyguard, lalu dijelaskan: tanpa pengawalan, pemerintah bisa saja mengirim tentara yang “mengawal” sekaligus mengontrol Jonathan; dengan skema ini, mereka mengarahkan bentuk perlindungan tersebut.
Dinamika antara Iris dan F.O.S.
F.O.S. dan Iris berkali-kali mengucapkan hal yang sama secara bersamaan, menunjukkan pemikiran mereka sangat sinkron, yang bahkan membuat Jonathan bertanya-tanya apakah mereka sudah saling kenal sebelumnya.
Sebelum bergerak, F.O.S. memasang alat penyadap berbentuk cakram di kerah Jonathan sebagai langkah tambahan pemantauan.
Mereka kemudian berpisah tugas: Jonathan dan Dandelion mengurus urusan keuangan dan investasi; Iris dan F.O.S. menyiapkan alat dan melakukan survei lokasi (bandara).
Percakapan pribadi di kereta dan sisi lain Iris
Dalam perjalanan kereta ke pusat kota, Iris mengajak F.O.S. berbicara soal operasi dan alasan pemilihan bandara.
F.O.S. mengira Iris akan memilih rencana yang rumit berdasarkan intrik internal United Government, karena menilai Iris lebih seperti seorang “seniman” daripada petarung.
Iris mengaku dulu cenderung merancang solusi yang kompleks, seperti menulis skenario, karena ia memang hobi menulis naskah.
Namun, lewat pengalaman misi-misinya, ia belajar bahwa:
Kenyataan sering lebih sederhana daripada bayangan,
Detail lapangan, kejadian tak terduga, dan “taruhan” (chips) yang dipasang jauh lebih menentukan,
Seni melampaui hidup, tapi tetap lahir dari realitas; ia menyadari banyak kekurangan dalam karya lamanya.
Ia menyebut seseorang bernama “Conductor” yang sangat penting baginya dan yang perjuangannya baru benar-benar ia pahami setelah terjun langsung ke dunia nyata.
Nada Iris di sini lebih pribadi dan jujur; ia membuka sisi idealis dan artistiknya pada F.O.S.
Penutup: Fast City sebagai “panggung” baru
Setibanya di kota, Iris mengajak F.O.S. menikmati pemandangan Fast City—sebuah era damai yang sangat kontras dengan masa depan hancur yang F.O.S. kenal.
Iris menyebut kota ini sebagai “panggung” di mana mereka akan menulis kisah mereka bersama. Ia lalu menyambut F.O.S. di Fast City.
Persiapan Operasi di Bandara
Di parkiran, F.O.S., Iris, Jonathan, dan Dandelion menyusun rencana sabotase Montali International Airport dari dalam mobil komando yang disamarkan.
Dandelion menjelaskan struktur bandara dan sistem jaringannya: terbagi menjadi jaringan internal dan eksternal. Target utama mereka adalah jaringan internal, dan mereka akan memakai decoder Iris untuk menembus sistem lewat port eksternal bila memungkinkan.
Infiltrasi Awal & Penyusupan Iris–F.O.S.
Iris dan F.O.S. harus masuk lewat jalur karyawan karena tak punya dokumen identitas resmi.
Mereka hampir ketahuan penjaga, namun F.O.S. mengatasinya dengan lencana pegawai palsu dan dalih mengawal VIP (Iris).
F.O.S. memanfaatkan penyamaran (rompi kerja, clipboard, papan tanda yang bisa berubah jadi koper dan sebaliknya) untuk menyusup, memamerkan kemampuan infiltrasi yang berbeda dari pelatihan Iris.
Percobaan Serangan via Jaringan Eksternal
Atas arahan Dandelion, mereka menuju meja layanan penumpang yang punya port jaringan.
Iris mengalihkan perhatian pramugari dengan pura-pura bertanya soal penerbangan, sementara F.O.S. menghubungkan decoder ke port.
Mereka berhasil menembus sistem, namun menemukan bahwa jaringan internal bandara terisolasi secara fisik (air-gapped), sehingga akses dari luar tidak cukup.
Rencana Baru: Masuk ke Area Staf & Bagasi
Dandelion menjelaskan bahwa jaringan internal bisa diakses dari area staf, yang punya banyak pos pemeriksaan sehingga jalur karyawan awal jadi terlalu berisiko.
F.O.S. merancang skenario darurat medis: mengaku bahwa Iris butuh obat resep yang ada di bagasi terdaftar.
Seorang petugas bandara percaya dan mengantar mereka menuju area bagasi setelah melewati beberapa pos penjagaan.
Menonaktifkan Petugas & Infiltrasi Solo F.O.S.
Setibanya di dekat area terbatas, petugas meminta tiket lalu bersiap masuk untuk mencari bagasi.
F.O.S. membius petugas dengan kain ber-eter; Iris menahan tubuhnya dan mengambil kartu identitasnya.
Iris memperhatikan bahwa di dalam semua orang memakai seragam kerja/penjaga, sehingga ia menyimpulkan hanya F.O.S. yang bisa masuk menyamar.
Sebelum F.O.S. masuk, Iris menggenggam tangannya dan memintanya berhati-hati, memperlihatkan kepeduliannya.
Penyusupan ke Jaringan Internal & Penanaman Virus
F.O.S. memakai jaket petugas, mengganti “koper” kembali menjadi clipboard + papan tanda, dan masuk ke area staf.
Dengan seragam yang tepat dan sikap percaya diri, ia dapat mengakses terminal yang terhubung dengan jaringan internal.
Decoder disambungkan, virus berhasil diimplan, sehingga seluruh sistem bandara dapat dilumpuhkan dengan satu tombol.
Alarm Keamanan & Kekacauan di Bandara
Saat F.O.S. meninggalkan area staf dengan kembali mengenakan setelan rapi di tengah kerumunan, bandara mengumumkan pemeriksaan keamanan darurat.
Saluran komunikasi terenkripsi ke Dandelion terganggu/jammed, memaksa F.O.S. membuang earphone.
F.O.S. menilai respons keamanan bandara sangat cepat, mungkin dipicu peningkatan keamanan setelah serangan teater sebelumnya.
Ia menekan tombol pada perangkat, dan operasi sabotase berhasil: sistem bandara lumpuh, pesawat dan jembatan penghubung berubah ke lampu merah, dan kepanikan massal pecah.
Hampir Tertangkap & Gangguan yang Disengaja
Dalam usaha keluar melewati pos keamanan, F.O.S. dikenali penjaga yang sebelumnya dia lewati di jalur karyawan.
Sebelum penjaga sempat bereaksi penuh, seorang pria lain yang disewa Jonathan membuat kekacauan besar di belakang, mengalihkan perhatian hampir semua petugas keamanan yang kemudian mengejarnya.
Penjaga masih bergerak mendekati F.O.S., tetapi perhatian terpecah.
Penyelamatan oleh Iris di Pos Keamanan
Saat F.O.S. ragu memilih langkah, Iris muncul tanpa penyamaran dengan membawa case instrumen besar, berbicara dengan nada tinggi seolah-olah pasangan F.O.S. yang sedang terburu-buru ke pertunjukan.
Ia memanggil F.O.S. dengan darling, meminta mereka segera pergi karena akan terlambat tampil dan menyebut rencana makan malam.
Interaksi mereka yang tampak sebagai pasangan intim meyakinkan penjaga sehingga kecurigaan mereda, dan mereka bisa melewati pos keamanan bersama.
Kabur dari Bandara & Peran Jonathan
Mereka tidak kembali ke mobil komando Dandelion karena itu sudah pergi demi keamanan. Sebagai gantinya, mereka naik mobil lain milik Studio Jonathan dan meninggalkan bandara.
Iris menjelaskan bahwa pria yang menciptakan kerusuhan di bandara adalah orang yang disewa Jonathan, dan kerusakan yang ditimbulkan sengaja dibatasi agar bisa segera dibebaskan pengacara.
Operasi di bandara dinyatakan berhasil.
Momen Pribadi & Ketegangan Emosional
Di mobil, Iris tampak sangat senang karena misi sukses. F.O.S. memuji peran Iris dalam “pertunjukan” tadi.
Iris tiba-tiba menjadi serius dan mengatakan bahwa ia tidak pernah bertindak seperti itu (berakting sebagai pasangan, memanggil “darling”) untuk orang lain; F.O.S. adalah yang pertama sekaligus satu-satunya.
Iris menyinggung bahwa dulu, jika dia yang menulis cerita, ia akan membuat jalan penyelesaian lebih rumit, sampai seseorang penting baginya mengajarkan bahwa sebelum tenggelam dalam imajinasi dan keindahan, orang harus lebih berfokus pada realitas.
F.O.S. menyadari ucapan sebelumnya mungkin menyinggung sosok penting dalam hidup Iris, dan meminta maaf meski kesulitan menjelaskan. Iris yang biasanya pengertian terdiam, membuat suasana mobil hening sejenak.
Janji Makan Malam & Panggilan Mesra
Saat mendekati persimpangan, Iris memecah keheningan dan menyuruh F.O.S. berbelok kiri; ia mengatakan mereka belum pulang karena masih ada “urusan lain”.
Iris mengingatkan bahwa di bandara F.O.S. sudah berjanji makan malam bersama. Ia memerah, menoleh, dan mempertegas keinginannya untuk makan bersama.
Dalam hati, ia kembali menyebut F.O.S. dengan lirih Darling.
Hilangnya SKK dan Penyusup
Di gudang logistik Babylonia (15:40), gas iritan dibersihkan sprinkler dan ketika asap menghilang, hanya Ayla yang tersisa.
SKK dan penyusup misterius lenyap tanpa jejak, bahkan rekaman CCTV hanya menunjukkan rekaman sebelum asap menyebar (sama persis dengan yang dimiliki Ayla).
Teddy panik karena ikon komunikasi SKK mendadak abu-abu/offline, dan pencarian militer di seluruh area gudang tidak menemukan apa pun.
Interogasi Ishmael dan Buntu Informasi
Teddy mengonfrontasi Ishmael soal frame yang ia minta dihancurkan, yang mirip dengan Construct di karya seni Ayla dan memicu gangguan mental pada SKK.
Ishmael mengaku tidak ingat sama sekali soal itu dan tidak berbohong menurut penilaian Teddy.
Artinya, tidak ada bukti ada “tikus” di Babylonia, tetapi juga tidak ada petunjuk baru: kasus menemui jalan buntu.
“White Noise” dan Awal Penyelidikan
Ayla mengabarkan Task Force hampir menyelesaikan pemeriksaan gudang; tidak ada temuan aneh lain.
Science Council menemukan perangkat aneh di gudang, diberi nama sandi “White Noise”.
Asimov memimpin tim untuk membongkar dan meneliti perangkat itu, tapi:
Perangkat tidak merespons teknologi apa pun, termasuk metode terkait Punishing Virus.
Hanya di kondisi tertentu nampak seperti “aktif”, namun tetap tidak bisa “digunakan”.
Riset Gelombang Suara dari Golden Age
Rosa membawa tumpukan dokumen kuno Science Council dari Golden Age.
Dari ribuan makalah soal gelombang suara, ia memfilter yang relevan dengan fungsi White Noise, semuanya berasal dari institusi yang sama.
Judul-judul makalah terkait lokalisasi medan suara, efek tekanan gelembung kavitasi raksasa terhadap medan suara, dan lokalisasi sinyal gema spesial berbasis frekuensi sinyal spasial.
Proyek-proyek itu hanya sampai tahap teori; Science Council sekarang belum pernah mengaktifkannya kembali.
Kaitan dengan Proyek Tenebrion
Asimov mengaitkan riset tersebut dengan Proyek Abess dan Tenebrion (frame khusus Kamui sebagai sumber energi khusus).
Ia menyadari progres penerapan teknologi Tenebrion jauh melampaui laporan resmi, menandakan ada sesuatu yang disembunyikan.
Asimov meminta Teddy mengakses rekaman pengawasan sekitar Science Council sampai minimal tiga tahun ke belakang, termasuk suara lingkungan.
Keterlibatan Ishmael di Science Council
Ishmael datang ke Science Council bukan sebagai wakil Prosecutor’s Office, melainkan atas permintaan militer (dibuktikan dengan surat Nikola).
Tugasnya: menggunakan frame miliknya untuk mengumpulkan dan merekonstruksi data dari perangkat White Noise.
Ia menyentuh perangkat dan memancarkan cahaya biru pucat yang memvisualisasikan struktur internal dan eksternalnya.
Di sela proses itu, Ishmael tampak tersentak oleh kilasan memori atau visi terkait Selena dan Lueya, tetapi detailnya tidak dijelaskan.
Kesimpulan Sementara Asimov tentang “White Noise”
Berdasarkan data rekonstruksi Ishmael, Asimov menyimpulkan White Noise kemungkinan adalah perangkat pemposisian (positioning device).
Syarat aktivasi yang diketahui:
Perangkat dialiri daya.
“Noise” tertentu (frekuensi spesifik) dari rekaman pengawasan diputar secara presisi.
Namun, perangkat tidak dapat diaktifkan kembali, meski kondisi tampak sama.
Asimov mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa White Noise telah “mentransfer” SKK ke lokasi lain.
Ia juga meragukan apakah perangkat ini hanya menentukan “posisi geografis” biasa, mengingat:
Teleportasi tidak pernah berhasil bahkan di Golden Age.
Asal teknologi perangkat ini tampak melampaui standar yang diketahui.
Setelah insiden bandara Montali
Berita TV (09:30) melaporkan bahwa serangan di Bandara Internasional Montali telah digagalkan dan pelaku ditangkap, tapi Dandelion kesal karena laporan itu tidak jujur: virus hanya aktif 10 menit lalu menghancurkan diri, dan tidak ada tindak lanjut.
Jonathan menenangkan Dandelion, mengatakan yang penting rencana F.O.S. berhasil. Pemerintah kini memberi kelonggaran rute dan pengawalan bagi mereka.
Dandelion menanyakan nasib orang yang membantu F.O.S. sebagai pengalih perhatian di bandara; Jonathan menjelaskan orang itu berlindung di balik diagnosis gangguan stres akut dan malah mendapat kompensasi.
Jonathan mengakui bahwa sosok yang benar-benar menentukan keberhasilan operasi adalah F.O.S. Mereka melihat F.O.S. dan Iris di seberang jalan sedang memeriksa perbekalan. Dandelion memuji F.O.S. dan menggambarkannya seperti pahlawan film mata-mata, sementara Jonathan mengakui semua orang ingin jadi pahlawan.
Kilasan balik: Jonathan diselamatkan F.O.S. di pinggiran kota
Menjelang operasi bandara (05:00), Jonathan susah tidur karena gelisah memikirkan keterlibatannya. Ia keluar pagi-pagi untuk menenangkan diri dan tanpa sadar melewati perimeter aman yang ditetapkan Iris.
Sekelompok monster seperti di insiden teater muncul, menandakan Lueya tidak akan melepaskannya begitu saja. Jonathan panik dan berteriak minta tolong, tapi terlalu jauh dari vila.
F.O.S. datang, menembaki monster dengan senjata dari Iris—tidak membunuh, tapi cukup untuk menghalau—lalu menyeret Jonathan lari memutari pinggiran dan hutan sampai kembali ke area aman medan magnet vila.
Setelah selamat, Jonathan kehabisan napas dan bingung mengapa F.O.S. sudah berada di sana pagi-pagi. F.O.S. diam-diam melepaskan alat penyadap dari kerah Jonathan, mengaku memasangnya kemarin karena tidak percaya siapa pun di tim.
F.O.S. menjelaskan bahwa dia perlu mempertahankan kendali dalam situasi asing, itu “ajaran inti”nya. Namun setelah mendengar cukup dalam satu sore, ia memutuskan percaya pada penilaiannya sendiri.
Jonathan menuduhnya bukan tentara bayaran. F.O.S. menjawab bahwa itu tak mengubah apa pun bagi operasi.
Menjawab pertanyaan “kenapa ikut campur dan menyelamatkan Jonathan, padahal tak ada keuntungan?”, F.O.S. mengulang alasannya: jika sudah tahu sesuatu dan punya kemampuan untuk membantu, orang seharusnya berbuat sesuatu. Ia juga menyebut “menyelamatkan dunia” dan menegaskan bahwa membiarkan Lueya bebas akan membuat tragedi menyebar dari Bane ke kota-kota lain.
Setelah F.O.S. pergi, Jonathan melihat pesan dari profesornya yang berusaha mengeluarkannya dari misi. Jonathan sebelumnya sudah membalas bahwa ia ingin pergi ke Bane karena “orang-orang Bane butuh bantuan”.
Persiapan berangkat ke Bane
Kembali ke waktu kini, Jonathan dan Dandelion selesai memuat perbekalan ke kendaraan. Mereka mendengar Iris menjelaskan rute: 4 hari dari Fast ke Jotunn (kota perbatasan Bane), lalu total 4,5 hari ke ibu kota Bane.
Iris berkata ia sanggup menyetir sendiri selama itu karena ia seorang Construct dan bisa beroperasi terus-menerus. Ia menyarankan F.O.S. fokus berjaga.
F.O.S. duduk di kursi penumpang, mengencangkan sabuk, dan mereka meninggalkan kota.
Perjalanan melalui dataran tinggi dan pertemuan dengan musafir
Rute menuju Bane melewati dataran tinggi berhutan saat musim hujan, dengan gerimis terus-menerus.
Mereka bertemu seorang musafir yang bannya kempis. F.O.S. membantu, dan sebagai imbalan musafir itu memberi informasi soal kondisi jalan, menandai titik-titik penting di peta, dan memberi permen energi.
Di mobil, F.O.S. menginformasikan Iris bahwa Rute 02 terkena longsor, sehingga mereka harus lewat Rute 04 yang punya area servis terbengkalai namun tanpa titik suplai resmi. Iris menyetujui.
F.O.S. menawarkan permen pada Iris. Iris mengeluh ia sedang menyetir dan tak bisa mengambil sendiri, sehingga F.O.S. akhirnya menyuapkan permen ke bibir Iris. Iris berterima kasih dengan suara pelan.
Saat Dandelion bergumam dalam tidur, F.O.S. dan Iris bersamaan meraih tombol volume, jari mereka bersentuhan, dan mereka saling menatap lalu tertawa kecil. Musik dimatikan, menyisakan suara hujan.
Iris menawarkan agar F.O.S. tidur; F.O.S. menolak karena harus berjaga. Iris mengajak mengobrol tentang minat, musik, dan hal-hal yang mereka suka. F.O.S. membalik pertanyaan ke Iris. Iris mengatakan akan menjawab “seberapa sering pun F.O.S. mau”, lalu mengelak dengan alasan permen nyangkut di gigi ketika F.O.S. memintanya mengulang. Percakapan ringan mereka mengalun di tengah hujan.
Area servis terbengkalai di Rute 04
Menjelang malam, mereka tiba di area servis tua yang dahulu tumbuh dari titik suplai saat Rute 04 baru dibangun, tapi kemudian merosot setelah Operasi Perdamaian United Government membuat rute itu tidak lagi banyak digunakan.
Iris memarkir kendaraan di tempat dengan visibilitas baik. F.O.S. membantu mendirikan tenda.
Dandelion baru menyadari mendirikan tenda tidak sesederhana menancapkan beberapa pasak. Ia berterima kasih dan berjanji bersama Jonathan akan mengurus makan malam.
Jonathan mengeluh seharusnya membeli lebih banyak makanan instan; Dandelion ingin menjadikannya “liburan” dan memasak lebih baik. Jonathan menggerutu bahwa kalau benar liburan, ia akan membawa pemandu-merangkap-penerjemah dan sopir yang bisa memasak.
Sementara mereka menyiapkan makan, F.O.S. memasang perangkat keamanan sederhana di sekitar kamp, lalu berjalan ke lokasi yang ia tandai sebelumnya di peta.
Panggung tua dan “istirahat” untuk Iris
Melewati bangunan terbengkalai dan pepohonan, F.O.S. tiba di sebuah panggung besar berkarat, dikelilingi barang-barang berlumut, dengan sebuah piano tua di sampingnya.
Iris sudah berada di sana, menyentuh tuts piano dan memandangi rangka-rangka baja panggung.
F.O.S. dari jauh menceritakan bahwa menurut musafir tadi, saat Rute 04 baru dibuka dulu, pernah diadakan perayaan di area servis ini.
Iris menyimpulkan bahwa itulah alasan F.O.S. memilih rute ini. F.O.S. menegaskan alasan utama tetap karena longsor di Rute 02, tetapi Iris meminta “alasan lain”.
F.O.S. akhirnya mengatakan ia memilih rute ini karena merasa Iris sudah lama tidak “beristirahat”.
Iris memotong ucapan F.O.S. dan meminta F.O.S. menjadi penontonnya. F.O.S. setuju, menemukan sebuah kursi tua, dibersihkan, dan duduk.
Pertunjukan Iris dan perubahan suasana batin F.O.S.
Cahaya senja dan lampu menjadi “penampil” pertama, menyinari pepohonan dan panggung.
Iris duduk dengan postur rapi di piano tua, mulai memainkan musik. Meski pianonya usang, bunyinya tetap kuat dan jernih, mengisi sudut panggung.
Iris menari dan bergerak di panggung dengan gerakan yang digambarkan lembut, seperti bunga iris dihembus angin malam.
F.O.S. merasakan kehangatan dan kelembutan dari momen itu, merasa dinding tipis antara dirinya dan Iris memudar.
Pikiran cemasnya menghilang; siluet Iris seakan melambat. Ia menyadari perjalanan ini mungkin bukan sekadar misi, tetapi juga “perjalanan menyenangkan” yang patut dinikmati.
Narasi menutup dengan gagasan bahwa hal-hal indah baru saja mulai bermekaran dan kisah-kisah romantis masih punya banyak waktu untuk berkembang.
Rombongan (F.O.S., Iris, Jonathan, Dandelion) tiba di Jotunn City (17:30) untuk mengisi perbekalan sebelum melanjutkan perjalanan ke Bane. Mereka berencana hanya singgah 1–2 jam karena khawatir diawasi/diintai oleh Enora Lueya.
Setelah belanja (18:45), F.O.S. menemukan Iris “tertidur” di kursi pengemudi dengan posisi tangan tidak alami dan napas tidak teratur. Walau sebagai Construct seharusnya tidak kelelahan hanya karena menyetir, jelas ia mengalami keletihan atau tekanan yang menumpuk.
F.O.S. menyimpulkan bahwa yang membuat Iris tertidur bukan kelelahan perjalanan kali ini, melainkan banyaknya periode panjang (hingga empat hari tanpa henti) yang pernah ia jalani selama misinya melawan Enora Lueya di masa lalu.
Dengan hati‑hati, F.O.S. membuka mobil, melepaskan sabuk pengaman, menggendong Iris ke kursi belakang, dan menyiapkannya untuk beristirahat. Ia juga mengirim pesan pada Jonathan dan meminta agar mereka tenang saat kembali.
Jonathan membawa earmuff yang diminta, dan F.O.S. memakaikannya pada Iris agar tidurnya tidak terganggu. Dandelion masuk ke kursi belakang, Jonathan di depan, lalu F.O.S. menyetir. Ia juga mengatur posisi visor dan kantong belanja untuk menghalangi cahaya matahari yang tersisa.
Saat mobil melaju dan Jonathan serta Dandelion tertidur, Iris akhirnya terbangun tanpa F.O.S. sadari sepenuhnya. Ia memeluk F.O.S. dari belakang, menyodorkan permen, dan menggoda dengan napas hangat di telinga. Ia juga bertanya siapa yang memindahkannya ke kursi belakang.
Iris meminta F.O.S. menepi agar bisa keluar dan meregangkan badan karena hari mulai gelap. Setelah parkir di pinggir jalan dan memasang perangkat keamanan, F.O.S. dan Iris berjalan ke sebuah bukit kecil yang dipenuhi bunga.
Di bukit itu Iris memetik bunga iris, menghirup aromanya, dan mengajak bicara F.O.S. tentang senja. Ia mengatakan senja memicu banyak inspirasi dan kenangan, dan baginya senja bagaikan perlahan mendekati akhir yang tak terelakkan—suatu takdir yang hanya bisa disambut, bukan dihindari.
Iris menyinggung bahwa F.O.S. tampak tegar dan tak mudah terpengaruh, namun ia tahu F.O.S. “bukan seperti yang terlihat” sekarang, lalu bertanya apakah F.O.S. merindukan rumah. F.O.S. menjawab singkat dan menegaskan akan membantu mengalahkan Enora Lueya agar Iris terbebas dari misinya yang panjang.
Iris tersenyum lembut. Mereka duduk berdampingan di rumput, jari‑jemari saling bertaut (disiratkan oleh isyarat tangan Iris yang dipahami F.O.S.), menyaksikan matahari terbenam bersama.
Iris akhirnya tertidur lagi di bahu F.O.S., dengan napas teratur. F.O.S. menenangkan rambutnya yang tertiup angin dan memperhatikan cahaya matahari yang perlahan surut dari wajah Iris, lalu mengucapkan “Selamat malam, Iris.”
Kondisi Iris di Hotel Yuqin (Bane’s Capital, pukul 5:50)
Iris terbangun setelah tidur lelap yang langka. Ia merenung di kamar hotel tentang situasi mereka: berkat berbagai identitas sang Conductor/F.O.S./SKK, keberadaan mereka tidak dapat dilacak oleh Lueya maupun United Government.
United Government hanya tahu Jonathan sudah masuk negara, tapi tidak tahu lokasinya.
Rencana akhir: Jonathan pada akhirnya harus menghubungi pemerintahan lokal. Saat ia muncul di publik, replika Enora Lueya pasti akan datang.
Tugas Iris dan sang Conductor: mengalahkan replika Enora Lueya dan mengirim Conductor pergi sebelum Enora Lueya yang asli tiba. Dalam pandangan Iris, tidak pernah ada “setelah itu” bagi dirinya dan Conductor; masa depan mereka berdua hanya sampai titik misi itu selesai.
Konflik batin Iris soal surat dan identitasnya
Iris mempertimbangkan menulis surat perpisahan untuk Conductor dan bergulat antara rasionalitas dan emosinya:
Rasional: semua pengorbanan dilakukan demi keselamatan Conductor; membuat kerumitan baru (misalnya mengungkap jati diri) bisa membahayakan.
Emosional: setelah semua pengorbanan, ia merasa “pantas” meninggalkan jejak kecil di hati Conductor, bahkan hanya sedikit.
Ia juga ragu bagaimana menandatangani surat itu: sebagai Selena atau sebagai Iris.
Ketukan lembut di pintu (Conductor/F.O.S.) memotong kebimbangannya. Setelah menarik napas dan menenangkan diri, Iris memutuskan hanya meninggalkan satu baris kalimat puitis, tak langsung terlihat, sebagai “kesenangan kecil rahasia” dan pelipur lara terakhirnya.
Ia menulis bait puitis dengan tinta biru tua dan tulisan tangan yang lembut, lalu pergi tanpa berlama-lama.
Interaksi pagi hari dengan Conductor/F.O.S.
Conductor mulai menjelaskan rencana terkait laporan Jonathan ke pemerintah lokal.
Iris tampak tidak merespons sejenak, hanya menatap Conductor dengan intens, berusaha “membakar” sosoknya ke dalam ingatan.
Sementara bait-bait puitis lain (“In the dawn that clings to time…”, “In the mirror where farewells are whispered…”, “But my love, please forgive me. / But my love, please don't be sad.”) muncul sebagai monolog batin yang menegaskan bahwa ini adalah momen perpisahan batinnya dengan Conductor.
Ketika dipanggil, Iris hanya menjawab singkat bahwa ia mendengarkan, sambil menyembunyikan perasaannya dan tidak menjelaskan apa-apa.
Jonathan di City Hall Bane (pukul 7:30)
Jonathan berdiri di depan plaza City Hall dengan gugup, memegang draft syarat “The New Earth Codex” yang ia susun semalam.
Dijelaskan bahwa penandatanganan Codex biasanya proses panjang (hari, minggu, bahkan bulan dan tahun), tetapi sikap Bane terhadap Codex akan sangat ditentukan oleh tindakan dan isi kesepakatan yang dibawa Jonathan hari ini.
Dandelion menyemangati Jonathan, merapikan kerahnya, dan meyakinkan bahwa Iris dan F.O.S. akan mengurus sisanya; Jonathan hanya perlu fokus pada tugasnya.
Jonathan kemudian menghubungi delegasi Bane dari United Government Legal Affairs Department melalui telepon resmi.
Kedatangan Enora Lueya & Perubahan Situasi
Saat Conductor bertanya kapan Enora Lueya akan tiba, Iris menjelaskan bahwa kali ini akan berbeda: jika Enora Lueya sepenuhnya siap, ia dapat melintasi waktu sambil mempertahankan domain miliknya.
Sebelum penjelasan tuntas, muncul suara white noise yang familiar, disusul kabut putih yang muncul secara tiba-tiba.
Conductor memerintahkan Dandelion untuk segera pergi. Dandelion langsung kabur tanpa menoleh.
Sebuah “panggung” tiba-tiba termaterialisasi, menandakan domain Enora Lueya telah aktif.
H negosiasi dengan Bane
F.O.S. dan Iris kembali ke tepi teater, ilusi menghilang, kota kembali normal.
Jonathan baru saja menyelesaikan pertemuan dengan pemerintah Bane; mereka tertarik pada gagasan “The New Earth Codex”, tapi belum sampai tahap penandatanganan.
Prosesnya masih panjang: konsultasi awal satu minggu dan beberapa tahap negosiasi, review, dan tanda tangan.
Iris menyatakan konflik sudah “berakhir secara de facto”: Bane telah memilih posisi, sehingga serangan Lueya tidak lagi bisa mengubah arah besar peristiwa, dan Jonathan tak perlu lagi terlalu cemas soal keselamatannya.
Sebagai gestur itikad baik, Bane mengundang delegasi ke resepsi malam di Hotel Yuqin.
Transisi menuju perpisahan
Jonathan mengundang F.O.S. dan Iris ke resepsi malam.
F.O.S. awalnya ingin menolak karena merasa misinya sudah selesai dan harus kembali ke “timeline” yang benar, tetapi berubah pikiran saat bertemu tatapan Iris.
Jonathan menyadari ada sesuatu antara Iris dan F.O.S., lalu dengan sengaja memberi mereka ruang pribadi, pergi bersama Dandelion.
Belanja dan “makeover” untuk resepsi
Iris mengajak F.O.S. ke distrik perbelanjaan untuk mencari pakaian yang cocok.
F.O.S. menjadi “manekin” sementara Iris memilih berbagai pakaian.
Iris membeli beberapa baju (bahkan yang tidak cocok untuk dipakai sekarang) sebagai pemenuhan keinginannya sendiri, tapi ia akui bahwa pakaian yang dipakai F.O.S. saat ini lebih cocok dan membuatnya lebih tenang.
Ia menegaskan pembelian ini bukan untuk diganti rugi oleh Jonathan: ia ingin membeli pakaian F.O.S. atas namanya sendiri, bukan atas nama orang lain.
Hadiah kembang api kecil (sparklers) dan suasana nostalgia
Toko memberikan hadiah kecil berupa sparklers dalam rangka Tahun Baru Kowloong yang akan datang.
Iris senang dan menyalakan sparklers; ia menyebut beberapa tradisi Bane mirip dengan Kowloong, yang ia ketahui dari studi geografi budaya tetapi belum pernah coba langsung.
Saat iris memainkan sparklers, memori samar tentang “Selena” mulai terusik dalam benak F.O.S., menimbulkan rasa déjà vu dan kehilangan.
Iris diam‑diam “menulis” nama SKK (F.O.S.) dan Selena dengan gerakan sparklers—secara simbolis ingin menghubungkan kedua nama itu, meski hanya sekejap selama nyala kembang api.
Kesadaran akan akhir “mimpi” dan perbedaan timeline
Hari mulai gelap, sparklers hampir habis, genangan air memantulkan cahaya senja.
Iris menyadari waktu mereka di “mimpi yang dicuri dari jalinan waktu” ini hampir selesai.
F.O.S. bertanya dari “timeline” mana sebenarnya Iris berasal.
Iris menghindari jawaban langsung dan menjelaskan bahwa mereka terpisah sangat jauh dalam dimensi waktu—diibaratkan dari garis nada paling atas ke paling bawah dalam paranada; jarak antara “satu” dan “lima” saja sudah sangat besar, apalagi mereka.
Artinya, secara praktis F.O.S. tidak bisa begitu saja “mendatanginya”.
Janji untuk berhubungan lewat surat
Iris menyarankan: jika F.O.S. ingin menghubunginya, cukup dengan menulis surat. Ia juga akan menulis balik.
Ada harapan bahwa suatu hari nanti, surat‑surat itu dapat menjembatani ruang dan waktu sehingga mereka bisa “bertemu” lagi.
Iris khawatir tulisannya akan berisi banyak hal sepele dan mengganggu, tapi F.O.S. menolak anggapan bahwa itu mengganggu.
Cerita berakhir dengan keduanya duduk dalam diam, menyaksikan nyala terakhir sparklers.
Acara berlangsung di Yuqin Hotel, ibu kota Bane, saat pesta menjelang penandatanganan “The New Earth Codex”. Jonathan menjadi pusat perhatian, sementara Iris dan F.O.S. (SKK) juga menarik minat para tamu, termasuk seorang manajer perusahaan keamanan yang menawarkan kerja sama pada Iris.
Iris menjelaskan bahwa delegasi Codex sering mendapat masalah, dan keberhasilan mengawal Jonathan masuk Bane secara diam-diam adalah prestasi besar. Ia menyebut hanya kepala keamanan perbatasan Bane yang tampak tidak senang saat bertemu Jonathan.
Merasa suasana pesta terlalu penuh perhatian, Iris mengajak SKK keluar ke lantai atas/atap. Di sana, mereka melihat pemandangan kota pada malam hari. Iris duduk di tepi rooftop, termenung.
Iris lalu memegang tangan SKK dan meminta nama asli F.O.S. Insting militer SKK menyuruhnya diam, tapi ia tetap menyebutkan nama asli.
Iris mengulang-ulang nama itu, menyebutnya indah dan bermakna, dan berjanji akan selalu mengingatnya. Kata-katanya mengisyaratkan bahwa ia selama ini memendam perasaan dan keinginannya, seolah telah ia buang demi suatu keputusan dan “siklus tanpa akhir” yang pernah ia alami.
Iris tampak panik dan berkonflik batin, seolah menyadari bahwa perasaannya adalah “belenggu berduri” yang menahannya. Ia lalu mengajak SKK pergi, berterima kasih atas bantuan sepanjang perjalanan, dan mengeluarkan core yang diperolehnya dari pertempuran hari itu—sekarang bersinar terang dengan warna biru khas Iris.
Saat SKK hendak bicara, Iris menempelkan jari ke bibirnya dan meminta agar ia tidak mengatakan apa-apa. Kabut putih/mist mulai bermunculan, suara seperti white noise menguat, dan pandangan SKK tertutup kabut. Lokasi dan momen di Bane menghilang.
Tiba-tiba SKK muncul kembali di Gudang Logistik Babylonia di Conservation Area 221, tepat di tempat ia sebelumnya bertarung melawan Lueya. Ayla dan pasukan Babylonia menemuinya di tengah kabut yang memudar, memastikan identitas dan kondisinya.
Ayla mengatakan mereka sudah lama mencari SKK dan bertanya ke mana ia dibawa oleh mech. SKK menjawab singkat bahwa tempat itu jauh dan masalah di sana sudah terselesaikan.
Ayla lalu menyebut bahwa Asimov menemukan sesuatu, dan beberapa personel Babylonia tampak mengangkut sebuah frame. Siluet frame itu membuat SKK sangat cemas dan gelisah, seolah itu berkaitan dengan Iris.
Potongan dialog ingatan Iris muncul di benak SKK: Iris mengakui bahwa ia berasal dari Union Government di waktu lain, dengan Unit No. 654, codename Iris, dan bahwa jarak “dari satu ke lima dalam waktu” sangat jauh, menggambarkan perbedaan temporal yang besar antara mereka.
SKK mengalami kebingungan, napas tercekat, dan kesulitan bicara saat mencoba memahami situasinya dengan Iris. Di tengah kekalutan itu, terminalnya berbunyi—ia menerima pesan dari Ishmael.
Latar & Pemicu Konflik
Sistem mendeteksi sebuah backup frame Babylonia bernama Capriccio, berlokasi di Conservation Area 221 Warehouse, berstatus menunggu untuk dimusnahkan dalam 3 jam atas perintah Control Court – Ishmael.
Teddy membuka misi tempur dengan otoritas Science Council dan membantu akses sistem pengawasan Conservation Area 221, sekaligus menahan Ishmael agar tidak tiba di sana lebih dulu.
SKK merasa nama dan wujud Capriccio memunculkan siluet-siluet aneh di pikirannya, namun setiap dicoba diingat jelas, semuanya menghilang. Senyum Iris terlintas, memperkuat tekad SKK untuk “kembali ke timeline itu”.
Pertemuan Selena & Ishmael (di masa lalu / “beberapa waktu sebelumnya”)
Selena datang ke Control Court, memanggil Ishmael sebagai sosok yang pernah menolongnya, dan meminta bantuan untuk menghentikan Construct berambut merah bernama Enora Lueya.
Ishmael menegaskan bahwa Selena tidak bisa kembali menjadi Construct biasa karena Punishing telah menginfeksi M.I.N.D.-nya.
Selena menjelaskan: selama misi mengawal tim arkeologi, muncul Construct tak dikenal bernama Enora Lueya yang langsung menargetkan SKK. Lueya bisa “muncul lagi” setelah dihancurkan, dan data identitasnya tak ditemukan Babylonia.
Suatu kali, SKK terbangun sudah berada di Conservation Area, dengan perintah misi: menyelidiki “Ascendant tak dikenal”. Selena punya misi identik. Keduanya berkali-kali mengulang situasi ini, diserang Lueya yang entah bagaimana terus menemukan SKK.
Kemampuan Waktu: Selena vs Lueya
Selena menggunakan Punishing untuk “menangkap not dari masa lalu”, mirip saat dia membaca Red Tide, dan menyadari bahwa Lueya juga ada di “masa lalu” tersebut, berusaha memodifikasi masa lalu.
Lueya menyamar sebagai “Ascendant tak dikenal” dan, lewat banyak serangan uji coba, mengurai pola respons Babylonia untuk mengetahui di mana dan kapan SKK akan dikirim—sehingga selalu bisa menargetkannya.
Selena merasa kewalahan karena musuh datang dari banyak timeline, bukan sekadar satu pertempuran fisik.
Penjelasan Ishmael: Cabang Waktu & “Futures”
Ishmael memakai analogi pohon raksasa:
Batang utama = timeline utama.
Ranting-ranting = cabang timeline; jika terlalu banyak dan berat (ibarat tertimbun salju), pohon bisa runtuh.
Ranting yang dipangkas “ditakdirkan” layu, tetapi ranting itu sendiri menganggap dirinya batang utama.
Rujukan implisit: SKK sebagai “tukang pangkas cabang” (yang memotong timeline tak stabil), dengan trauma post-war sebagai konsekuensi.
Di dalam Hetero Tower, cabang-cabang timeline telah menumpuk sangat banyak dan menetas menjadi beragam masa depan (“futures”), sebagian dengan teknologi melampaui Babylonia saat ini. Dari sinilah bisa muncul sosok seperti Lueya yang datang dari “masa depan cabang”.
Asal & Sifat Enora Lueya
Ishmael menduga “bentuk sejati” Lueya berada di masa lalu yang lebih jauh.
Prinsip yang ia tekankan:
Hanya masa lalu yang benar-benar dapat memengaruhi masa kini.
Mengalahkan Lueya di “masa sekarang” tidak berarti, jika inti asalnya di masa lalu tidak tersentuh.
Karena itu, untuk benar-benar menghentikan Lueya, perlu:
Menemukan koordinat waktu di mana bentuk asli Lueya berada.
Menyegel Lueya dalam loop waktu di sekitar tubuh aslinya.
Masalahnya: menemukan tubuh asli tersebut tidak mudah.
Harga Manipulasi Waktu: Menjadi “Terlupakan”
Ishmael memberi “jawaban” pada Selena:
Lacak koordinat kemunculan Lueya, kembali ke sebelum ia muncul, cegah aksinya, dan hapus jejak peristiwa itu.
Dengan begitu, masa lalu tidak mengubah masa kini, karena peristiwa tersebut dihilangkan rapi.
Konsekuensinya:
Selena akan keluar dari timeline normal dan menjadi sosok yang dilupakan.
Jika gagal, efek pada masa kini tidak diketahui; risiko sangat besar.
Ishmael juga menyinggung kemungkinan “time slicing”, namun menilainya bukan solusi ideal tanpa menemukan tubuh asli Lueya.
Keputusan Selena & Peran Frame Capriccio
Selena memutuskan: ia akan mengejar Enora Lueya sampai menemukan bentuk asli Lueya jauh di masa lalu, menggunakan kekuatan temporal yang ia serap.
Ia mengungkap:
Saat frame Pianissimo dibuat, juga disimpan backup frame bernama Capriccio.
Selena meminta Ishmael:
Hancurkan frame Capriccio jika ia gagal atau menghilang, agar “ujung longgar” cerita ini tertutup dan tidak menimbulkan gangguan timeline.
Ia menerima nasib menjadi dilupakan demi menjaga dunia tempat SKK hidup.
Ishmael menyetujuinya, mendaftarkan proses penghancuran Capriccio—ini menjelaskan data yang kemudian ditemukan Teddy dan SKK di awal chapter.
Kembali ke Masa Kini: SKK Menghadapi Ishmael
Timeline bergeser ke masa kini di Control Court, setelah Selena pergi.
Ishmael, baru saja memulihkan sebagian memori yang tersegel oleh distorsi waktu, sedang mengamati proyeksi data Iris dan SKK.
SKK masuk dan mengonfrontasi Ishmael:
Menuntut penjelasan soal asal-usul frame Capriccio dan alasan penghancurannya.
Ishmael mengatakan:
Dulu ia sendiri hampir lupa alasannya, sampai bersentuhan dengan perangkat yang disebut “White Noise”, yang memulihkan ingatan tentang “perjalanan gila” lintas timeline ini.
Ia hanya bisa menceritakan “dasar-dasarnya” karena bukan dia yang menulis keseluruhan “kisah”.
SKK menanyakan kenapa Capriccio tampak sama seperti Iris.
Ishmael menghindar dari detail dan mengaitkannya dengan orang lain sebagai “pengarang sebenarnya”.
Ishmael kemudian menghubungkan masalah ini dengan Enora Lueya:
Menyebut Lueya sebagai distorsor sejarah dan “penjahat terhadap waktu”.
Menjelaskan bahwa sekarang aksi-aksi Lueya bersifat tidak langsung, karena target utamanya sedang dilindungi.
Pengungkapan: Target Sebenarnya Enora Lueya
Ishmael menyatakan secara eksplisit:
Target sebenarnya Enora Lueya adalah SKK.
Ini berbeda dengan pemahaman SKK yang didapat dari Iris di timeline lain:
Iris mengklaim bahwa mereka (termasuk dirinya) adalah pihak yang pertama menemukan Lueya dan telah lama melawannya agar sejarah tidak terganggu.
Iris berkata: tugas terakhirnya adalah mengawal “target” ke lokasi tertentu, di mana ia akan menghadapi Lueya; bila menang, semua berakhir baik, dan ia akan menggunakan perangkat baru untuk mengirim SKK pulang.
Ishmael mempertanyakan narasi ini dengan cara halus:
Menanyakan apakah SKK benar-benar mengingat wujud Lueya selain bentuk logam raksasa.
Saat SKK tidak bisa menjawab jelas, Ishmael menyimpulkan SKK mulai menangkap bahwa versi cerita Iris tidak lengkap/benar sepenuhnya.
Iris vs Lueya & “Siklus Terakhir”
Di atap Yuqin Hotel (0.875), ibu kota Bane, kembang api menandai momen terakhir “pertunjukan” yang selama ini dibangun Iris.
Lueya muncul di belakang Iris (21:00), menodongkan pedang ke lehernya. Mereka saling menyindir: Lueya menyesalkan bahwa Iris mengorbankan rencana demi SKK, sementara Iris menegaskan akan tetap melindungi orang itu.
Lueya mengaku sangat ingin menjadi teman Iris “jika bukan karena semua ini”. Iris menolak “andai-andai” dan menegaskan masing‑masing punya keyakinan sendiri.
Mereka lalu bertarung, melompat dari gedung tinggi, beradu benang merah dan biru di udara. Iris menuju “panggung terakhir” yang sudah ia siapkan, yakin bahwa meski matahari tak akan terbit lagi, cukup baginya mengetahui matahari itu ada. Ia berniat menyelesaikan rencananya meski harus mengorbankan diri.
Penjelasan Ishmael tentang “Time Prison”
Di Babylonia (21:45), Ishmael menjelaskan bahwa Iris menciptakan sebuah “Time Prison” (nama yang baru saja ia buat) untuk mengurung Enora Lueya di dalam percabangan waktu .
“Time Prison” adalah ruang/waktu yang sulit didefinisikan dengan teknologi saat ini.
Iris memancing “hama” (Lueya) ke “cabang” itu lalu memutus cabangnya dari “batang” utama.
Konsekuensinya: walaupun cabang tersebut bisa hancur total, batang utama (timeline utama) tidak ikut rusak; namun Iris sebagai pencipta penjara juga ikut terasing di cabang itu dan akan lenyap bersama cabang ketika siklus peristiwa di dalamnya selesai.
Iris tidak bisa keluar sebelum penjara “lengkap”, kalau tidak, seluruh struktur akan runtuh dan Lueya kembali menginfeksi timeline utama. Karena itu, Iris memilih bertahan sampai akhir.
Akibat kehancuran frame Capriccio dalam pertarungan di gudang, jalur temporal (“echo” Iris) yang dipakai Lueya untuk menyusul kini rusak. Artinya, sekalipun perangkat waktu diaktifkan, posisi waktu mereka sulit/dinihilkan untuk dilacak.
Ishmael menegaskan hampir mustahil menemukan jejak mereka: ketika siklus selesai, cabang benar‑benar terputus. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa Iris masih berjuang demi dunia dan demi SKK, dan tidak seharusnya sendirian.
Asimov, White Noise, dan Prinsip “Echo Signal”
Di Science Council, Asimov merenungi data Abess Project dan sebuah makalah tentang “Special Echo Signal Positioning”.
SKK datang dan menjelaskan ia pernah dipindahkan ke “Golden Age, Fast City” yang tidak sepenuhnya asli, melalui perangkat bernama “White Noise”.
Asimov menyimpulkan: perangkat ini bukan sekadar pemindah lokasi, tapi juga waktu (hanya mundur, tidak bisa maju).
Prinsip kerjanya: membutuhkan daya komputasi besar dan “suara” tertentu. Perangkat hanya bisa melacak “echo signals” (gema suara) yang secara prinsip sudah menjadi masa lalu ketika terdengar.
Asimov memutar file audio yang dulu memicu perpindahan SKK, perangkat aktif (berpendar merah) tetapi tidak terjadi apa‑apa karena “suaranya tidak tepat” (tidak cocok dengan target echo di waktu lain).
Ia menjelaskan ada dua sumber suara yang pernah mereka tangkap:
Rekaman pengawasan saat SKK menghilang.
“Noise” di dekat Abess Research Institute beberapa tahun lalu, direkam Teddy, mirip pertama tapi dengan perbedaan halus.
Hilangnya data Abess dikaitkan dengan pemilik White Noise. Hapusannya terbatas: ia hanya dapat menghapus informasi “langsung”, sementara hasil yang sudah bercampur dengan data lain (seperti output penelitian Tenebrion) tetap tersisa. Itu menjelaskan kenapa proses awal Abess hilang, tapi hasil turunannya tidak—dan juga mengapa frame Capriccio tak lenyap bersama Iris.
Asimov menegaskan: untuk mengaktifkan White Noise secara terarah, dibutuhkan frame spesifik dan “suara” spesifik. Gestalt bisa meniru frame, tetapi “suara Iris” harus ditemukan. Tanpa itu, mereka tidak dapat mencari jejak Iris di Time Prison.
Ketika ditanya bagaimana menemukan suara Iris, SKK belum punya jawaban langsung.
Tautan ke WGAA & “Suara” Iris
SKK kemudian mengaitkan petunjuk‑petunjuk:
Kata‑kata Iris tentang menulis skenario, dan permintaannya pada SKK untuk menjadi “penonton”nya.
Penelitian Teddy terkait reaksi tak biasa pada kelompok orang tertentu yang terpapar sesuatu—kelompok pertama adalah orang‑orang WGAA (contoh: Allen).
Ingatan tentang surat‑surat bersegel lilin dengan cap WGAA.
Dari sini SKK menyimpulkan: lewat keterkaitan dengan WGAA dan orang‑orang yang “bereaksi” pada sinyal tertentu, ia mungkin dapat menemukan “suara” Iris—gema yang bisa mengarahkan White Noise ke tempat Iris berada.
Narasi menutup dengan metafora: “Sepuluh malam menjadi fajar, masa lalu mengalir ke masa depan lalu ke ketiadaan. Di mana pun kau bernyanyi, seseorang akan mengikuti nyanyianmu untuk menemukanmu.”
Penemuan “noise” dan eksperimen White Noise
SKK menemukan banyak surat misterius yang jelas berkaitan dengan Iris.
Asimov dan Teddy menganalisis rekaman CCTV di asrama SKK dan menemukan pola “noise” berfrekuensi aneh yang tak terdengar oleh manusia maupun construct normal.
Asimov menjelaskan bahwa perangkat “White Noise” dapat mengubah sinyal audio tertentu menjadi data konkret (lokasi, gambar, dll.), tetapi butuh daya komputasi besar dan koneksi ke struktur construct khusus.
Ia memanggil kembali Hamlet (perangkat WGAA) dan menghubungkannya dengan White Noise, menggunakan daya komputasi Gestalt.
Asimov meminta SKK untuk terus “mengingat” Iris lewat video, catatan, dan ingatan, karena hanya SKK—melalui Mind Beacon dan familiaritas—yang berpotensi menemukan lokasinya.
Koneksi pertama: ingatan tentang Selena dan Lueya
Saat White Noise diaktifkan, SKK terseret ke rekaman ingatan: pertemuan dengan Selena di Babylonia pada malam hari.
SKK terluka parah; Selena menyembunyikannya karena para prajurit bandara telah “melupakannya”, akibat ulah Enora Lueya yang memanipulasi “masa lalu”.
Selena menyatakan telah menemui “seseorang” (identitas dirahasiakan) dan menemukan cara melawan Lueya.
Rencana: SKK tetap di Babylonia; jika Selena mengirim sinyal darurat, SKK harus melapor ke militer dan membawa Gray Raven untuk mengalahkan Lueya.
Selena menekankan bahwa orang tanpa “masa lalu” seperti dirinya lebih cocok melacak Lueya, untuk meminimalkan dampak manipulasi waktu.
Setelah SKK pingsan, tampak sepenggal surat puitis tentang mawar gila, kesendirian jiwa, dan iris yang mekar di celah waktu sebagai penanda agar ia diingat.
Koneksi kedua: “loop waktu” semu dan surat-surat Selena/Iris
White Noise memasuki segmen noise kedua dan menampilkan lagi ingatan pertempuran di area konservasi.
Selena dan SKK berkali-kali diserang “clone” Lueya; klon kelima baru saja dikalahkan.
Setiap siklus:
Ada laporan “Ascendant tak dikenal” dekat area konservasi.
Babylonia mengirim SKK dari area konservasi terdekat.
Lueya memodifikasi “masa lalu” sehingga seolah-olah waktu berulang, namun tanggal kalender terus berubah.
Luka fisik SKK menumpuk, tetapi di “masa lalu” ia tampak tidak menjalankan misi apa pun; Hippocrates dan Asimov menangkap kejanggalan ini.
Lueya diduga menggunakan clone untuk berulang kali mensimulasikan jejak Ascendant “kemarin”, memicu pengiriman SKK lagi dan lagi.
Setiap kali mereka mencoba meninggalkan catatan di masa lalu (laporan tertulis, catatan medis, tulisan di kertas), tulisannya menghilang, menyisakan tumpukan dokumen kosong.
Selena menulis beberapa surat:
Surat pertama menghilang tulisannya.
Surat kedua ditinggalkan di area konservasi.
Surat ketiga dan keempat disegel dalam botol dan dikubur di sana.
Surat kelima ia serahkan langsung ke SKK, berisi harapan agar saat orang “tak lagi tertipu waktu” dan “matahari musim dingin” kembali hangat, SKK dapat melihat keinginannya di sela-sela baris tulisan.
Kembali ke sekarang: koordinat dan perangkat White Noise
SKK terbangun di Hamlet dalam kondisi lemas, namun langsung mencatat koordinat area konservasi sebelum ingatan memudar.
Ia melaporkan pada Asimov bahwa di lokasi di mana ia dan Selena/Iris mengalahkan clone Lueya, terdapat sebuah perangkat yang sama dengan White Noise.
Asimov mengungkap: White Noise yang mereka miliki hanyalah “child device”; ada “parent device” yang berfungsi sebagai jangkar koordinat. Child device-lah yang melakukan pelacakan dan pemposisian, menciptakan koneksi dua arah.
Setiap kali clone Lueya dikalahkan, clone tersebut menjatuhkan perangkat seperti White Noise; bila perangkat-perangkat itu ditemukan di permukaan, sinyal pelokasian dapat diperkuat dan mungkin memungkinkan mereka menemukan koordinat parent device.
Asimov segera memerintahkan militer mencari perangkat-perangkat White Noise di koordinat yang diberikan SKK.
Koneksi ketiga: surat Iris di dalam pesawat
SKK memilih mengakses segmen noise ketiga, yang merupakan bagian terakhir dari noise yang diekstraksi dari surat-surat.
Ia “terbangun” dalam pesawat transport, dengan misi di terminal: mengawal tim arkeologi ke permukaan, bertemu Selena di area konservasi, dan menyelidiki Ascendant tak dikenal di dekat sana.
Di meja ada sebuah surat bertanda waktu 23:30, ditulis oleh Iris (yang juga Selena):
Ia bercerita singkat tentang hari-harinya di area konservasi (menemukan bunga yang belum pernah dilihat, mencicipi buah aneh), lalu menyatakan kekhawatirannya karena ia “mendengar” suara-suara “masa lalu” yang terdistorsi.
Ia sangat cemas dan merasa sesuatu akan terjadi, tetapi tak tahu bagaimana memperingatkan SKK.
Ia menegaskan betapa berharganya momen damai yang mereka miliki sekarang dan betapa bahagianya ia mendengar bahwa SKK mengambil misi untuk menemuinya.
Surat ditutup dengan rasa antusias, “Menanti kedatanganmu—dari Iris.”
Persiapan Asimov & Tim di Babylonia
Rosa dan tim Task Force menemukan beberapa perangkat “White Noise” dan menyerahkannya pada Asov (total –7 unit). - Asimov memodifikasi Hamlet dan menghubungkan beberapa “White Noise” untuk membuat pola tiga-fase, dengan tujuan melacak koordinat “parent device” dan mencari Selena melalui Mind Beacon.
Ia menjelaskan bahwa mereka akan menggunakan ketujuh White Noise untuk membalik jejak sinyal, dan selama proses ini Mind Beacon milik SKK bisa terganggu, sehingga harus tetap menjaga kejernihan pikiran.
Disebutkan bahwa ini adalah “siklus terakhir” dan hari ke-7 sejak kembali dari “Time Prison”, artinya tenggat waktu hampir habis dan kesempatan terakhir.
Setelah semua siap, SKK kembali terhubung dengan Hamlet, dan saat sinkronisasi serta penggunaan White Noise dimulai, muncul dengungan kuat di kesadarannya dan gambar-gambar kabur sebelum semuanya gelap.
Transisi ke Iris & Pertarungan di Teater
Di dalam kesadaran Iris, terdengar “nyanyian paus” (whale song) dan suara yang memanggil “Iris… Se… le… na…”, menandakan adanya upaya koneksi/panggilan dari luar (SKK).
Di dunia fisik, Iris sedang bertarung habis-habisan dengan Lueya di sebuah teater tertutup. Sebuah ledakan besar menghantam Iris ke dinding, membuat tubuhnya rusak parah dan lengan hampir terlepas.
Lueya mendekat dan menekan Iris tanpa memberi waktu pulih, menganggap ini sebagai “tirai penutup” (curtain call) bagi Iris. Lueya yakin waktu Iris sudah habis, bahkan mengatakan sekalipun Iris punya waktu dua kali lipat, itu tetap tak cukup.
Kondisi Batin & Penyesalan Iris
Di bawah tekanan dan luka parah, Iris kesulitan bernapas, tetapi tetap memaksa diri untuk bertahan. Gear internalnya berputar cepat, muncul retakan dan cahaya tubuhnya sempat meredup lalu kembali menyala terang—menandakan ia sedang menembus batas.
Iris memandang ke atas ke arah kubah teater: langit berbintang buatan perlahan terlepas dari “alam semesta” yang sebenarnya. Penjelasan narasi menyiratkan bahwa “cabang dan daun” akan terpisah dari “batang” – ruang teater ini akan menjadi “penjara terakhir” bagi Lueya.
Iris merasa bersalah kepada Conductor/SKK (yang juga ia panggil “kekasihku/my love”). Dalam pandangannya yang kabur, sosok Conductor seakan memudar seperti kabut. Ia terus mengulang permohonan maaf dan meminta Conductor tidak sedih.
Ketika ia menutup mata dan lengannya terkulai ke lantai, terasa dinginnya cahaya pedang yang mendekat ke wajahnya, seolah menandakan serangan penutup dari Lueya. Iris memanggil “Conductor…” seolah menerima akhir tersebut.
Koneksi Mind Beacon: Harapan Terakhir
Tepat saat suasana seolah menjadi perpisahan terakhir, nyanyian paus yang sangat kuat meledak dari Deep M.I.N.D. Iris, memutus momen “selamat tinggal” itu.
Cahaya lighthouse yang familiar menerobos kesadarannya, Iris yang tadinya hampir menyerah menjadi bingung sesaat.
cerita diakhiri dengan jawaban "Ya" dari SKK atas panggilan Iris.
Kondisi Teater Waktu yang Runtuh
Ruang teater ilusi yang dijaga Enora Lueya mulai hancur: pola elegan terbakar, lampu meredup, api merah jatuh ke “lautan” biru pucat.
Enora berusaha menstabilkan teater, tapi gagal; struktur ruang dan waktunya runtuh.
Selena Berusaha Kabur dari Timeline yang Gagal
Selena kesulitan berdiri dan bergerak menuju tepi ruang, di tengah ilusi abstrak yang kacau.
Ia memakai koneksi dengan SKK untuk “membaca” dan menyusun ilusi menjadi jalur yang bisa dilalui.
Serangan berupa “pisau” dari reruntuhan ruang mencoba menyerangnya; Selena memutuskan untuk tidak melawan dan langsung lari karena timeline ini akan sepenuhnya gagal.
Enora Lueya Memaksa Diri
Tubuh Enora hampir kolaps karena banyak komponen dirinya (fisik/sistem) yang rusak.
Ia menghancurkan “beban” yang menghambatnya lalu memaksa maju ke arah Selena, mencoba meraih dan menghentikannya sebelum penghalang menutup.
Tangannya hanya sempat menangkap seberkas cahaya yang memudar di penghalang yang menutup.
Enora Menyentuh “Sisa” Informasi Waktu & SKK
Cahaya biru pucat mengalir ke seluruh tubuhnya seperti listrik; ia melihat visi aneh:
Senjata “MEREKA” yang menghancurkan planet seolah-olah itu hanya lembaran tipis.
Planet-planet diselimuti kabut merah tanpa kehidupan.
Aturan realitas diubah: siang-malam terbalik, daratan tak terjangkau, makhluk hidup tenggelam di samudra.
Bintang seperti matahari yang mengembang dan melahap satu kawasan bintang.
Disadari bahwa yang ia sentuh bukan sekadar sisa data Selena, melainkan “gema” dari interaksi antara SKK dan [time] itu sendiri—sesuatu di luar masa kini dan masa depan biasa.
Simbolisme Pohon & Sungai Waktu
Enora mengaktifkan perangkat terkait waktu dan memaksa mengekstrak lebih banyak informasi dari penemuan ini.
Ia melihat:
Pohon raksasa yang layu, batang melengkung dan busuk karena “beratnya waktu”, lalu tumbang menjadi lumpur… namun kemudian bangkit lagi, hijau, rapi, seolah dipangkas dari “cabang tak perlu”.
Sungai besar yang deras, bercabang ke banyak anak sungai hingga airnya keluar jalur dan mengeruh. Seseorang lewat, lalu cabang-cabang kering dan kembali bersatu ke aliran utama, membuat sungai kembali jernih dan kuat.
Keduanya melambangkan “waktu” yang awalnya menyimpang, bercabang, dan membusuk, lalu “disusun ulang” atau “dipangkas” hingga kembali ke bentuk utama yang bersih.
Penutupan Jalur Waktu
Di tengah keterpukauan dan ketakutan Enora terhadap apa yang ia lihat (skala ancaman “MEREKA” dan sifat sejati waktu), barier waktu menutup sepenuhnya.
Waktu antara dirinya dan Selena menjadi jurang tak terlintasi; timeline tersebut “terkunci” dan terputus.
Penutup Kisah “Time Prison” & Selena
Di Babylonia, Selena menggelar pertunjukan boneka untuk anak-anak, menceritakan kisah “Monarch” dan “Knight” yang mengalahkan “warrior from the future”.
Dalam cerita itu, Knight menghapus ingatan Monarch dan mengusirnya demi menghadapi musuh sendirian; Monarch lalu berjuang melewati berbagai rintangan untuk merebut kembali ingatannya dan kembali ke kastil.
Mereka akhirnya bersatu, mengalahkan “warrior from the future”, mengurungnya di kastil, lalu kembali ke awal perjalanan dan hidup bahagia bersama teman-teman.
Pertunjukan selesai, anak-anak pergi, dan Selena berjumpa lagi dengan Conductor (SKK).
Narasi menjelaskan bahwa setelah insiden “Time Prison”, timeline ini memulihkan ingatan tentang Selena: laporan dan arsip yang sempat hilang muncul kembali, memulihkan jejak bahwa Selena pernah “dibuang dari waktu” lalu kembali ke dunia yang memang miliknya.
White Noise disegel dan diklasifikasi sebagai objek berbahaya tingkat tinggi. Kelompok Riset Abess tetap melanjutkan penelitian energi “Tenebrion” meski sebagian informasi hilang.
Asimov mengatur pemeriksaan rutin untuk SKK dan Selena, khawatir masih ada efek White Noise pada M.I.N.D dan Mind Beacon.
Selena mengajak SKK pergi untuk pemeriksaan. Narasi menutup dengan metafora: Selena (ikan paus yang tersesat) telah kembali ke rumah, bermimpi menjadi “burung putih” yang terbang bersama Conductor di bawah sinar matahari.
Enora Lueya, Ishmael, dan “Time Prison”
Di dalam Time Prison, Enora Lueya duduk menonton pertunjukan absurd oleh mechanoid merah di panggung. Ishmael datang dan duduk di sampingnya.
Ishmael menyatakan bahwa penjara waktu ini suatu saat akan hancur; untuk Enora hal itu memang “hanya soal waktu”. Ia juga mengatakan tidak akan secara sengaja mengganggu cerita antara Enora dan pihak lain karena terikat kausalitas.
Ishmael bertanya: ketika Enora menyentuh manusia (SKK), apa yang ia lihat?
Enora mengingat penglihatan: “Sungai Waktu” yang besar dan mengalir tunggal, tanpa cabang-cabang kusut—sebuah aliran waktu yang lurus menuju masa depan yang tak bisa ia dengar.
Ishmael menyebut SKK sebagai “titik jangkar segala sesuatu” dan bertanya apakah di dunia asal Enora, SKK ada.
Dijelaskan latar dunia Enora:
Di “cabang” tempat Enora eksis, Babylonia pernah terkena pukulan besar dan sebagian besar hancur, memaksa manusia kembali ke permukaan.
Permukaan dunia hancur: Red Tide mengamuk, Punishing Virus terus berevolusi, ruang hidup manusia menyusut, dan dunia dipenuhi perang, kerusuhan, dan penindasan—pemenang menguasai sumber daya, yang kalah dibuang ke Red Tide.
Manusia mengembangkan teknologi “Echo” berbasis White Noise untuk mencoba kembali ke masa lalu dan mengubah masa depan, namun selalu gagal.
Mereka kemudian mendengar “gema” dari dalam Hetero Tower, padahal di masa lalu menara itu telah lenyap—mereka menyimpulkan kehancuran dunia terkait dengan hilangnya Hetero Tower.
Kaum “pemenang” yang menguasai sumber daya mengembangkan teknologi Construct berbasis White Noise untuk kembali ke masa lalu dan mengembalikan Hetero Tower. Dari sinilah Enora Lueya “lahir”.
Enora bertanya apakah semua ini “salah”; Ishmael menjawab bukan salah, tetapi mereka semua layak mendapatkan dunia yang lebih baik.
Keduanya lalu diam dan menonton pertunjukan mechanoid yang absurd namun nyata.
Pemeriksaan M.I.N.D Beacon & Pengantar Insiden Copperfield Aquarium
Di Science Council, Rosa menyatakan hasil pemeriksaan M.I.N.D Beacon SKK normal dan berfungsi baik; tidak perlu pemeriksaan lanjutan.
Saat SKK hendak pergi, Asimov datang dan menyampaikan info tentang Copperfield Aquarium.
Asimov menyebutkan tiga tim penyelamat yang dikirim ke Copperfield Aquarium telah hilang tanpa jejak; perintah misi baru akan segera dikeluarkan dan kemungkinan besar Gray Raven yang akan dikerahkan ke sana.
Saat SKK menanggapinya, tiba-tiba muncul kilasan kuat di dalam benak: ingatan bagaikan pecah berkeping, muncul gambaran Bianca dalam wujud “asing” dan Red Tide merah menyembur. Tidak jelas apakah itu memori masa lalu, fragmen masa depan, atau efek lain.
Narasi menutup dengan kalimat puitis: waktu mengalir terus, kata-kata kabur, dan pada akhirnya masa lalu, sekarang, dan masa depan akan bersatu kembali.
note: buat detail Selena balik ke Babylonia bisa dibaca di affection story nya Pianissimo