Setiap membangun rumah gendang (rumah adat) Manggarai, diawali dengan upacara roko molas poco. Upacara roko molas poco diawali dengan upacara teing hang (memberi sesajian kepada arwah nenek moyang) usai upacara, barulah kelompok roko molas poco berangkat ke hutan dengan membawa ayam, tuak, kapak, parang, serta alat-alat lain yang dibutuhkan saat upacara. Setiba di hutan, kelompok roko molas poco beserta tua golo (Kepala Kampung) duduk menghadap pohon yang akan dijadikan molas poco atau siri bongkok, lalu tua golo menyampaikan permohonan atau kapok atau torok tae kepada arwah nenek moyang. Setelah torok tae, barulah pohon tersebut dipotong dan molas poco tersebut diusung ke kampung oleh kelompok roko molas poco. Upacara ini dilakukan untuk meneruskan warisan budaya leluhur agar rumah adat yang akan dibuat menjadi lebih kokoh, serta memberikan ketentraman bagi warga yang mendiami kampung tersebut.