Situs Batu Balok dan Compang Tureng

Batu Balok dan Compang Tureng ditemukan di Kampung Tureng Desa Mbuit Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. Batu Balok dan Compang Tureng merupakan batu menhir peninggalan para leluhur. Di sekitar pemukiman warga ditemukan menhir dengan struktur balok-balok batu persegi empat, segi lima, dan segi enam, segi tujuh. segi delapan yang ditancap dan melintang di atas tanah dalam jumlah yang banyak. Keempat sisinya masing-masing licin bagaikan diskap. Bagian ujungnya masing-masing berbentuk, seperti ujung sebuah tiang kayu persegi empat, segi lima, dan segi enam, segi tujuh, dan segi delapan. Ada yang berukuran besar dan panjang kurang lebih 6-7 m dan ada juga yang berukuran kecil dan pendek, yaitu 20-30 cm.

Batu Balok yang ditemukan, baik yang posisi tegak maupun yang posisi melintang di atas tanah kampung Tureng adalah sebuah Menhir. Menhir tegak yang ada di sekitar Compang batu berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap arwah leluhur. Menhir seperti ini dapat ditemukan di sebagian wilayah Indonesia khususnya di Desa Salebu, Kecamatan Lakbok, Majenang, Cilacap, Sumatera, Sulawesi Tengah dan Kalimantan dan di berbagai belahan dunia.


Legenda Batu Balok dan Compang Tureng

Menurut Cerita dari masyarakat Tureng bahwa Batu Balok tersebut berasal dari kayu. Kayu-kayu tersebut dipotong oleh pemuda asal Kampung Pacar untuk bahan bangunan rumah adat di kampungnya. Sayangnya kayu-kayu tersebut tidak jadi dibawa ke Kampung Pacar. Selain Batu Balok, ada juga batu yang berukuran kecil 20-30 cm. Menurut cerita bahwa batu-batu tersebut merupakan peninggalan para Jin atau makhluk halus atau dalam bahasa setempat menyebutnya beang tana. Tempat tersebut dibuat oleh para Jin untuk dijadikan Compang atau tempat persembahan mereka. Selanjutnya, Compang batu tersebut menjadi tempat persembahan oleh para leluhur orang Tureng. Sekarang, tempat tersebut dijadikan compang oleh masyarakat Tureng untuk memohon kepada leluhur, di samping Compang bentukan mereka para leluhur mereka sendiri. Di tempat ini banyak keajaibannya. Menurut cerita masyarakat setempat, jika kita memohon sesuatu di Compang Batu bentukan para Jin ini akan terkabulkan.

Situs Batu Balok dan Compang Tureng ini dapat ditempuh dalam waktu 1.5 jam. Jaraknya kurang lebih 30 km dari Labuan Bajo. Batu Balok Tureng tersebar di beberapa lokasi, ada areal pemukiman penduduk, ada di kebun dan pinggir sungai, serta di perbukitan. Hingga Saat ini belum semuanya dilakukan Inventarisasi terhadap peninggalan purbakala tersebut.