Description
Cear Cumpe/rukus ngasang/ngasang adak adalah adat-istiadat yang dilakukan usai kelahiran anak. Upacara ini sebagai ucapan syukur sekaligus pemberian nama bagi anak yang dilahirkan. Acara ini biasanya dilakukan pada saat 3 atau 4 hari setelah anak dilahirkan.
Type of Ritual
Upacara cear cumpe atau rukus ngasang termasuk acara sakral.
Reprecent
Upacara ini dilakukan oleh orang Manggarai di tiga kabupaten, Manggarai Timur, Manggarai Tengah, dan Manggarai Barat
History
Upacara rukus ngasang/ngasang adak merupakan salah satu adat-istiadat orang Manggarai. Upacara ini dilakukan setiap ada kelahiran anak. Tradisi adat seperti ini dilakukan pada hari ketiga atau keempat setelah anak dilahirkan, tergantung tradisi atau ceki masing-masing. Bagi yang ceki telu, berarti dilakukan pada hari ketiga, kalau ceki pat berarti dilakukan pada hari keempat. Tradisi pemberian nama telah diwariskan secara turun-temurun. Pemberian ngasang kampong/ngasang adak 'nama adat' bagi anak merupakan hal penting bagi orang Manggarai karena nama mempunyai makna filosofis bagi kelangsungan hidup anak.
Meka 'tamu' yang diundang dalam upacara di antaranya tua golo, tua batu, warga kampung, dan keluarga, termasuk anak rona/inname 'keluarga dari istri'. Maksud kehadiran mereka untuk menyukuri atas kelahiran dan menyaksikan pemberian nama anak secara adat atau ngasang kampong, sebelum diberi ngasang serani atau nama baptis oleh gereja. Dalam upacara tersebut, baik meka maupun keluarga duduk bersila dan membentuk lingkaran. Menurut adat, diawali dengan ris meka 'menyapa tamu' dan anak rona oleh salah satu yang dituakan dengan menggunakan sarana berupa tuak dan uang. Ris meka dan ris anak rona tersebut untuk menghargai dan menghormati tamu yang datang. Selanjutnya, dilakukan ritual adat dengan menggunakan ayam jantan berbuluh putih bersih. Ayam putih mengandung makna syukur dan terima kasih kepada Sang Pemberi Kehidupan. Pada saat ritual, ayam dipegang oleh seorang jubir, sambil melakukan wada atau berdoa secara adat untuk menyatakan syukur dan terima kasih atas peristiwa kelahiran, mencetuskan nama bayi, sekaligus memohon penyertaan Tuhan atas kehidupan selanjutnya dari anak yang dilahirkan maupun keluarga yang akan memelihara dan membesarkannya. Semoga anak yang dilahirkan cita-citanya tercapai dan bertumbuh dan berkebang dengan baik atau dalam bahasa Manggarai langkas haeng tala, uwa haeng wulang. Setelah dilakukan wada, buluh bagian punggung ayam tersebut dicabut dua atau lebih, kemudian disembelih untuk dimakan saat acara tersebut atau disebut manuk ute dalam bahasa Manggarai. Manuk artinya ayam dan ute artinya sayur. Manuk ute sebuah metafor yang mengandung makna lauk.
Langkah selanjutnya, Tua Golo menyampaikan nama dari anak tersebut untuk diketahui oleh warganya dilanjutkan dengan pemberian buah tangan berupa uang seadanya untuk turut ambil bagian dalam rangka mendukung secara moril maupun materil dalam acara tersebut.
Usai acara ritual adat, dilanjutkan dengan doa syukur yang dipimpin oleh ketua KBG (Kelompok Basis Gereja).
Value
Nilai yang terkandung dalam acara cear cumpeng/rukus ngasang, yaitu nilai syukur dan nilai religius.
Coreography
Ritual cear cumpeng/rukus ngasang dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kurang lebih 1 jam. Ritual syukur ini diawali dengan ris meka. Pada saat ritual, ayam dipegang oleh seorang jubir, sambil melakukan wada atau berdoa secara adat. Setelah wada, ayam dicabut bulunya dua atau tiga helai pada bagian punggung atau lehernya, lalu disembelih. Langkah selanjutnya, Tua Golo menyampaikan nama dari anak tersebut untuk diketahui oleh warganya dilanjutkan dengan pemberian buah tangan berupa uang seadanya untuk turut ambil bagian dalam rangka mendukung secara moril maupun materil dalam acara tersebut. Usai acara ritual adat, dilanjutkan dengan doa syukur yang dipimpin oleh ketua KBG (Kelompok Basis Gereja). Acara terakhir, yaitu makan bersama sebagai wujud rasa syukur keluarga atas peristiwa kelahiran anak tersebut.
Equipment
Dalam upacara cear cumpeng dan rukus ngasang, meka maupun keluarga mengenakan pakaian adat atau atribut adat, seperti songke, topi Manggarai, atau atribut lainnya. Material adat yang disiapkan berupa ayam, tuak, uang, siri pinang, minuman kopi dan teh.