Compang Suka adalah sebuah situs batu megalitik peninggalan zaman prasejarah. Batu ini berada persis di tengah Kampung Suka, Desa Compang Suka, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat.
Bagi para pengunjung yang melakukan perjalanan dari Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat, harus menyusuri Jalaur Trans-Flores. Setibanya di Persimpangan Wol, Kecamatan Welak, pengunjung harus belok kiri menuju ke arah timur Datak-Ranggu. Kurang lebih 4 jam pengunjung menempuh jarak hampir 90 Km dengan kondisi jalan yang cukup menantang baik topografi maupun kondisi fisik jalan yang berlubang. Namun berbagai buah-buahan lokal yang terpajang di tempat tempat tertentu di sepanjang jalan menyapa kita untuk beristirahat dan menikmati sambil bercengkrama dengan sang pemiliknya.
Menurut Sejarah bahwa Compang Suka dibangun oleh makhluk halus (bahasa lokal disebut beang tana/jing) sendiri, tanpa campur tangan manusia. Ada tiga Compang yang dibangun, di antaranya Compang Perhentian Kuda, Compang Ikat Kain, dan Compang Sapa Tamu. Di Compang inilah tempat tinggal makhluk halus.
Sejarah Singkat Compang Suka
Pada suatu waktu, Empo Rato Nggaong datang dari Wae Rana Kabupaten Manggarai Timur bersama 3 orang anaknya, yaitu Ningger, Hiel, dan Lanok. Empo ini berhenti sebentar di Kampung Golo Welu lalu dia berdiri di atas Watu Pota untuk melihat keadaan sekitar. Setelah itu, dia berjalan lagi untuk mencari tempat tinggal yang cocok untuk dia tinggal. Tiba-tiba ada Ayam yang sedang berkokok, lalu dia mendekatinya. Ditemukan sebuah kampung yang namanya Kampung Selek. Di kampung ini, ada orang tinggal namanya Empo Limek dan Tekar Melenang. Mereka berdua kakak beradik. Empo Rato Nggaong tinggal bersama mereka. Sesudah itu, Empo Rato Nggaong ini tinggal di Kampung Suka dan mengajak Empo Linek dan Tekar Melenang untuk tinggal bersama dia.
Empo Limek seorang pengrajin Tuak. Nama tempatnya Kampung Tege, Di tempat inilah tiggalnya makhluk-makhluk halus dengan jarak sekitar 2 km dari Kampung Suka ke arah selatan. Makhluk-makhluk halus ini selalu bertemu dengan Empo Limek untuk mencicipi tuaknya. Jadi, hubungan mereka semakin akrab. Pada suatu waktu Empo Limek mengajak mereka untuk membangun Compang. Ajakan Empo Limek disetujui oleh makhluk-makhluk halus dengan syarat tidak boleh ada lolongan anjing-anjing mereka ketika saat dikerjakan. Mendengar itu, Empo Limek pulang ke Kampung Suka dan memberitahu keluarga supaya tidak boleh ribut dan anjing-anjing harus ditutup dengan keranjang besar. Tibalah saatnya mereka datang membangun Compang. Ada tiga compang yang dibuatnya, yaitu Compang Perhentian Kuda, Compang Ikat Kain, dan Compang Sapa Tamu. Pada pagi hari, semua keluarga merasa kagum yang luar biasa karena compang yang mereka impikan sudah menjadi kenyataan. Pada hari itu juga mereka pulang ke tempat asal yang namanya Tege tempat tinggal mereka.