Compang Golo Lampang merupakan sebuah situs batu megalitik yang berlokasi di Kampung Nunang, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Compang yang bernilai sejarah ini terletak di tengah kampung Nunang, jarak 50 meter dari danau Sano Nggoang yang diklaim sebagai danau terbesar di Propinsi NTT.
Jarak kurang lebih 60-an km tersebut dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam dari Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat dengan kondisi jalan yang sangat menantang para pengunjung.
Compang adalah kata bahasa Manggarai yang artinya mesbah atau tempat pemujaan bagi para leluhur. Golo adalah kata bahasa Manggarai yang artinya gunung. Lampang adalah salah satu jenis gunung yang ada di desa Wae Sano. Jadi, Compang Golo Lampang adalah tempat pemujaan para leluhur yang berasal dari Golo Lampang. Dikatakan Compang Golo Lampang karena asal mulanya berasal dari kampung tua Golo Lampang sendiri yang kemudian dipindahkan ke Kampung Nunang tempat diletakannya saat ini. Hal ini terjadi kurang lebih 350 tahun yang lalu. Adapun hal hal yang menandakan bahwa ada kehidupan di Kampung tua Golo Lampang antara lain onggokan tanah yang diduga abu dapur, pecahan piring ukiran China. Ikhwal ini dikatakan Marry Bath seorang antropolog berwarga negara asing yang mengadakan penelitian di wilayah tersebut.
Menurut cerita bahwa penduduk asli kampung Nunang sangat heterogen karena berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Minangkabau, Makasar, dan Gowa. Namun, untuk masyarakat Nunang hanya memiliki satu suku saja atau disebut batu oleh warga setempat.
Di tempat ini, warga kampung Nunang melakukan ritual adat untuk berbagai acara adat di kampung Nunang. Mereka melakukan ritual adat secara turun-temurun untuk pemujaan para leluhur.