Situs Watu Tiri ditemukan di Desa Watu Tiri Kecamatan Lembor Selatan. Situs ini merupakan situs batu peninggalan Sejarah. Watu Tiri ini terletak di Pantai Mberenang, Kampung Wae Mege. Panjang batu tersebut sekitar 100 x 20 m.
Menurut cerita masyarakat setempat bahwa batu ini berasal dari Kapal karam milik pedagang asal Minangkabau. Ada beberapa orang yang meninggal di dalam kapal dan dikuburkn di sekitar kapal karam tersebut.
Watu Tiri ini berasal dari dua kata, yaitu Watu dan Tiri. Watu artinya batu dan Tiri artinya sendiri. Jadi, Watu Tiri artinya batu yang berdiri sendiri. Menurut cerita masyarakat setempat, bahwa dahulu ada sebuah kapal barang yang berasal dari Minangkabau. Di dalam kapal, ada beberapa orang yang menumpangi kapal tersebut. Mereka berlabuh di pantai tersebut karena mengalami kerusakan fatal dan pada akhirnya kapal tersebut karam di tempat itu. Lima orang di antara mereka turun dari kapal. Salah satu dari mereka menuju kampung yang terdekat untuk mencari bantuan sedangkan yang lainnya memilih bertahan di Kapal. Beberpa orang memilih bertahan di Kapal pada akhirnya tidak mampu bertahan hidup dan mati di kapal. Menurut sejarah ada beberapa orang yang meninggal di kapal dan dikuburkan di sekitar kapal karam tersebut. Sampai sekarang yang ada hanya Compang, jejak kuburuannya tidak tampak lagi. Kapal karam asal Minangkabau tersebut berubah menjadi batu dan batu itulah yang disebut Watu Tiri. Di Compang inilah tempat ritual adat masyarakat Watu Tiri. Watu Tiri dijadikan nama Kampung dan nama desa, serta nama situs. Yang paling menarik tentang Watu Tiri ini, tidak hanya sebagai tempat rituai adat, melainkan sebagai tempat untuk memohon sesuatu termasuk ritual meminta hujan.