Sehari setelah usai acara pernikahan, pengantin wanita bersama keluarga pendampingnya berangkat menuju rumah pengantin pria. Upacara antar pengantin tersebut disebut Podo/padong. Dalam Upacara adat podo/padong, ada dua upacara intinya, yaitu wedi/gerep ruha (injak telur) dan tempang pitak. Upacara penjemputan dihadiri oleh tua-tua adat kampung dan warga kampung seluruhnya. Rombongan pengantin berhenti di salah satu rumah yang letaknya dipintu masuk kampung (dilanjutkan dengan ris meka). Pengantin diminta ganti pakaian dan mengenakan pakaian adat. Selanjutnya, rombongan diajak ke rumah pengantin pria. Sebagian ibu-ibu dan bapak-bapak menabuh gong dan gendang mengiringi rombongan pengantin menuju rumah pengantin pria. Di depan pintu rumah sudah diletakan sebuah telur yang dialasi daun khusus. Sebelum masuk rumah, pengantin wanita wajib menginjak telur hingga pecah. Telur yang pecah simbol resmi masuk keluarga suami, dan pecahan telur yang mengenai dedaunan simbol semoga dikarunia anak banyak.
Upacara Tempang Pitak merupakan bagian dari upacara penjemputan pengantin baru. Upacara ini yang dilakukan setelah kedua pengantin dan rombongan berada di dalam rumah gendang. Upacara Tembang Pitak bertujuan untuk memohon kepada nenek moyang dari kedua pengantin agar semua penyakit keturunan dapat dijauhkan dan semua tradisi tabu (ceki) dari pengantin wanita dibuag dan segera mengikuti tradisi suami. Hewan sembelian pada upacara tersebut adalah seekor babi/kambing.