Randang Lingko merupakan upacara syukur atas hasil panen yang relatif melimpah. Dalam acara randang dipotong seekor kerbau. Warga kampung di sekitar kebun diundang sebagai saksi. Maksud kedatangan mereka untuk menyaksikan bahwa lingko (kebun) tempat mereka berkebun sudah menjadi hak milik sehingga suatu saat tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun sebab darah kerbau sudah ditumpahkan sebagai korban di atas lingko tersebut. Setelah selesai tudak (doa) langsung diramaikan dengan permainan caci.