Pada dasarnya, mata pencaharian masyarakat Rancakalong bergantung pada pertanian, dan ada banyak aktivitas pertanian yang mereka lakukan, diantaranya pada lahan sawah, tetapi mereka juga menanam padi di perkebunan, tegalan, dan hutan. Masyarakat Rancakalong menganggap penanaman padi sebagai warisan turun-temurun. Upacara Adat Ngalaksa dianggap sebagai salah satu tradisi yang paling populer di Rancakalong, bahkan di Sumedang dan Jawa Barat.
Ngalaksa adalah sebuah upacara adat tradisional Masyarakat suku sunda di daerah Rancakalong Sumedang, bertujuan untuk sebuah ungkapan rasa syukur masyarakat atas kesuburan lahan pertanian dan panen yang dihasilkan. Ngalaksa merupakan agenda yang dilakukan secara rutin yang sudah turun-temurun dilaksanakan setiap tahunnya oleh Masyarakat agraris Rancakalong, Sumedang.
Pada pelaksanaannya Upacara Adat Ngalaksa di Rancakalong ini terdiri dari beberapa tahapan yang dilakukan secara berurutan. Mulai dari tahap bewara hingga tahap membuat orok-orokan, yang membutuhkan waktu sekitar empat puluh hari untuk menyelesaikannya. Butuh waktu yang panjang untuk menyiapkan Upacara Adat Ngalaksa ini karena setiap tahapannya memerlukan alat dan tempat yang berbeda, rangkaian upacara yang berbeda, dan penanggungjawab dan pelaksana yang berbeda.