Secara etimologi, Foi Doa berasal dari kata foi yang berarti suling dan doa yang berarti saudara atau kembar. Secara harfiah, foi doa adalah suling kembar atau suling yang bergandengan. Foi doa merupakan alat musik tiup dengan sumber bunyinya berasal dari hembusan udara (aerophone). Pada awalnya Foi Doa berfungsi sebagai hiburan untuk melepaskan kelelahan mengisi waktu senggang dalam mengisi pekerjaan -pekerjaan ringan. Juga sebagai musik penghibur bagi anak-anak yang sedang menangis ataupun membangunkan anak-anak dari tidur
Alat musik Foi Doa memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri dibuat dari bambu kecil secara bergandengan, satu pemain dapat meniup Foi Doa secara vertikal dan dapat menghasilkan dua nada yang sama dan dua nada yang berbeda, tergantung selera pemain dalam menggunakan Teknik penjarian dalam membuka dan menutup lubang nada pada saat meniup disesuaikan dengan lagu daerah setempat yang hanya terdiri dari lima nada saja.
Dalam memainkan alat musik foi doa dalam membuka tutup tangga nada pertama hingga ke lima harus dilakukan pelatihan jari-jari secara berulang-ulang. Jari-jari yang digunakan dalam memainkan alat musik foi doa yakni jari manis, jari tengah dan jari telunjuk, digunakan sesuai fungsinya masing-masing. Selain penggunaan dari setiap jari dalam permainan alat musik foi doa terdapat teknik meniup yang digunakan untuk meniup ke lima nada tersebut dengan cara menghembuskan udara dari mulut ke arah lubang tiup dengan memasukan ujung lubang tiup utama pada tabung bamboo yang lebih panjang kedalam mulut hingga bibir menyentuh lubang tiup tersebut. (https://doi.org/10.17509/swara.v3i1.55097)