Tarian Sole Oha adalah tarian tradisional kerakyatan yang menceritakan kebersamaan masyarakat baik suka maupun duka, saling berpegangan tangan untuk mempererat rasa persaudaraan serta sebagai bentuk ungkapan syukur dan penghormatan terhadap Ama Rera Wulan Tanah Ekans ebagai pemberi kehidupan. Tarian Sole Oha merupakan tarian adat yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dalam bentuk lingkaran yang diiringi dengan nyanyian yang bersyair adat. Selain itu tarian Sole Oha juga merupakan tarian syukuran usai melakukan suatu upacara seperti upacara syukuran atas panen (pesta kacang), upacara kemenangan, dan upacara keagamaan.
Dalam tarian Sole Oha ini, berisikan ungkapan syair-syair adat yang mengungkapkan perasaan sedih, senang, dan gembira tentang perjalanan hidup. Tarian Sole Oha dilangsungkan pada bagian pembukaan dan penutupan upacara, tarian ini melibatkan semua warga kampung baik tua maupun muda, untuk mengambil bagian dalam pelaksanaannya. Sebelum Sole Oha diadakan, para pelantun syair (pakeoha ala) harus terlebih dahulu mengetahui peristiwa apa yang terjadi atau yang menjadi inti perayaan sehingga Sole Oha diadakan. Gerakan tarian ini hampir sama dengan tarian dolo-dolo, dimana para penari membentuk lingkaran penuh dengan tangan saling merangkul (hodi lima) dimana laki-laki dan perempuan berselang-seling (gela kenela) sambil berpegangan tangan. (http://skripsi.undana.ac.id/index.php?p=show_detail&id=8576)