Rambu Tuka’ (rambu= asap; dan tuka’= naik, yaitu suatu kiasan persembahan). Persembahan ini diberikan dewa dan arwah (jiwa) nenek moyang yang diyakini telah menjadi dewa (tomembali Puang). Rambu Tuka’ adalah acara sukacita misalnya acara syukuran rumah, acara nikahan, acara mangatta’ (hari jadi), dll. Persembahan dalam Rambu Tuka dilaksanakan dari pagi sampai tengah hari. Mulai dari persembahan Kapuran Pangngan, Piong Sanglampa, sampai kepada Merok dan Ma’bua.
a. Kapuran Pangngan, adalah upacara yang dihidangkan sirih dan pinang yang dijadikan sebagai sesajen dan korban-korban persembahan lainnya.
b. Piong Sanglampa, merupakan persembahan dengan membuat sesaji dari satu batang bambu lemang, kemudian buat sesaji di suatu tempat atau padang/ pematang/ persimpangan jalan dengan bertujuan sebagai simbol bahwa akan ada kegiatan dalam waktu dekat.
c. Merok, ialah upacara pemujaan dan persembahan bagi sang pencipta (Puang Matua)sebagai upacara pemujaan yang tertinggi dimana korban persembahan kerbau, babi dan ayam.
d. Ma’bua atau La’pa (ma’bua artinya berbuat yang besar dan hebat, la’pa artinya lepas atau kelepasan atau pengampunan), yaitu suatu upacara pemujaan dan persembahan yang paling tinggi dalam Aluk Todolo sebagai upacara yang tidak dapat terus saja dilaksanakan tetapi harus terlebih dahulu menyelesaikan seluruh upacara-upacara yang terhambat dari keluarga yang menghajadkan upacara itu atau dari wilayah yang menghajadkan Upacara Ma’bua’ tersebut.